Drabble · Fantasy · Hurt · PG · Supranatural

WITCH


Author : riseuki || Cast: EXO’s Chanyeol & Kai ||

 Genre: Fantasy | Supranatural | Hurt/Comfort  || Duration : Drabble || Rating : PG

PhotoGrid_1450700159788

“Lagi-lagi hujan”

.

.

Lagi-lagi hujan. Lagi-lagi lelaki itu harus berlari dalam kesakitan. Lagi-lagi ia mengutuk tetes demi tetes yang turun. Ah, terutama pada langit. Karena lagi-lagi langit terlambat menunjukkan pertanda. Entah secepat apa pun Chanyeol dapat membaca –tetap saja akhirnya percuma, toh hujan turun juga.

Langkah-langkah lelaki itu berat –bukan, bukan karena becek atau banjir, tapi lebih karena bau anyir.

Ya, hujan itu kemerahan –bahkan merah pekat. Aromanya menusuk indera penciuman dengan begitu dahsyat, bahkan setelah sekian kali bulir-bulir itu menyapa Chanyeol dan hidupnya; hidup yang akan segera terenggut, lagi.

“Bedebah!”

Masih coba menapaki jalanan yang semakin memerah karena kucuran darah, Chanyeol merutuk beberapa kali. Namun, bahkan dengan kesadaran tingkat tinggi, lelaki itu tak jua menyadari air mata yang mengalir dari dua netra gelap yang kini semakin meredup miliknya.

“Sudah seratus tiga puluh kali kau membunuhku, Kai! Berapa kali lagi aku harus menghadapi ini? Aku—“, belum selesai kalimat itu terlontar, sebuah halilintar menyambar dan memporak-porandakan tubuh Chanyeol. Tubuh lelaki itu menghitam, jantungnya berhenti dan kedua kakinya terkubur jauh ke dalam tanah, rasanya terbakar. Tapi, itu hanya kesakitan yang sebentar. Tidak lebih dari lima menit, tubuh Chanyeol kembali pada keadaan semula; tinggi, tegap, beraroma darah. “—aku hanya ingin mati, Kai!”

Langkah itu terhenti, namun tidak begitu dengan tetesan hujan dari langit pun halilintar yang menyambar-nyambar. Sebuah gubuk dengan dua ekor naga bermata satu berdiri di hadapan Chanyeol, dengan berani ia melewati kedua naga yang menghembuskan api dari mulut-mulut yang menganga, toh buat apa menghindar, pada akhirnya api akan membakar Chanyeol juga.

Dan, memang benar. Chanyeol berjalan bak penguasa elemen api, tubuhnya terbakar dari kepala hingga kaki, dan walaupun sudah lebih dari seratus kali merasakan bara api naga, tubuhnya tetap saja kesakitan. Sangat sakit hingga ia terpaksa merangkak untuk mencapai pintu dimana dia bisa menemukan Kai –dan mengakhiri penderitaannya hari ini.

“Hhhh.. hhh.. hh”, nafas Chanyeol berasap, berbau belerang dan berwarna hitam. Air dari matanya, tak jua memadamkan api naga yang membakar tubuhnya. Ia mendobrak pintu dengan sisa tenaga dan kesakitan yang tersisa.

BRAK !

“Beri aku penawar”

Seketika, setelah berhasil masuk ke dalam ruangan –yang baunya sungguh apak, dengan penerangan penuh dari kunang-kunang yang di tahan dalam lentera serta satu kuali perunggu besar di tengah lantai, tubuh Chanyeol kembali normal, bahkan kering –layaknya tak pernah terguyur hujan darah.

Di dalam ruangan itu, berdiri satu orang yang memasang senyum –yang terlihat sungguh jahat. Satu lengan milik orang itu terangkat dan jari telunjuknya memberi isyarat pada Chanyeol untuk mendekat.

Chanyeol menurut, walau tahu apa yang akan terjadi. Semua ini hanya repetisi. Dia sudah hapal setiap scene setelah menjalaninya ratusan kali. Dia tahu sebentar lagi dia tidak akan mati, belum.

Kai meraih rambut Chanyeol dan menggenggamnya erat, mengambil pisau yang ujungnya tak pernah tumpul dan memotong beberapa helai sebelum memasukkannya ke dalam kuali yang sudah berisi air mendidih –atau mungkin, darah yang mendidih?

Chanyeol masih bisa melihat senyum jahat itu, hanya bibir sebelah kirinya yang naik dan tatapan mata itu begitu kelam dan menusuk, sama seperti belati yang kini bersarang di jantung Chanyeol, menghilangkan kesadarannya, sehingga ia tak pernah mendengar Kai tertawa.

.

.

.

“Itu bayaranmu, karena telah membunuh dia, temanku”

.

.

.

.

.

.

.

.

“AARRRGHHH”

Chanyeol bangun dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya, kepalanya pening, dadanya sakit dan nafasnya memburu.

Mimpi itu datang lagi, dia pasti akan mati, ‘kan?

Tapi kapan?

.

.

.

Di luar, lagi-lagi hujan.

Dan lagi-lagi bau anyir itu menyebar.

.

fin

 

a/n : kembali mencoba genre baru! Udah lama pengen ngejahatin Kai, ide datang dan pergi tapi jari tak jua mengetikkan kalimat2 wkwk dan kejahatan Kai akhirnya jatuh di cerita ini. Semoga suka ya! Mohon review-nya! Maaf kalo masih ada typo :” Daaaaaa~ Xx. Riseuki.

Advertisements

14 thoughts on “WITCH

  1. Aku pernah baca fiction dimana Kai jadi antagonisnya tapi baru pertama ini baca Kai jadi antagonis di genre fantasy. Seru bacanya tapi serem juga Chanyeol dibunuh sebanyak itu

    Liked by 1 person

  2. wooo serem. ini chanyeol replaying kisah pembunuhannya ya? idenya menarik dan thrilling di saat bersamaan, walaupun dari deskripsinya agak bikin jijik sih…
    sedikit lagi rapi ini, ada huruf yg lupa dikapitalin dan beberapa tanda baca yg ilang.
    keep writing!

    Like

    1. Haha deskripsinya bikin jijik yang mana? 😂
      yampun padahal yg ini udah diliatin mulu tapi tetep aja kamu bisa nemuin tanda baca yang ilang, aku kudu lebih teliti lagi. Makasih ya Liana!

      Like

  3. yaampun kak sebagai fans chanyeol aku ga tegaaa, kenapa harus dijahatin sama kai siiih ;( kak tambahiin sehun sebagai penyelamat chanyeolnya dong, yayaya hehehe , konsep cerita dan idenya menarik cara kakak ngedepkripsiin alurnya bener bener bisa bikin aku ngebayangin jalan ceritanya , semangat kakaaaak

    Like

  4. Ngeri !! Itu hal pertama yg terlintas di otak. Ngebayanginnya pun woooww gitu hehe
    Jadi itu nyata? Atau cuma mimpj? Atau mimpi yg jd nyata ?
    Halo riseuki, ff kamu bagus2 lho. Selama ini aku siders/pengakuan//ampuniaku/ tp gatau lg pengen komen aja hehe.
    Fisha disini, 04L 😀

    Like

    1. halo fishaaa, wah terimakasih!
      dan, riseuki disini, umur kita ga jauh ternyata, aku 94L /APA INI GAP NYA 10TAHUN/ huhu, mksih juga sudah tobat jadi siders 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s