Drabble · fluff · G · One Shoot · Slice of Life · Teen

Named Mr Ambiguous


 largeMark

Author    : minariFini / Tittle    : Named Mr Ambiguous /Cast  : Han Jae Rin (OC) , Mark Tuan GOT7 / Genre   : Fluff /Rating : Teen

 

 

Disclaimer       :

Ini hanya sebuah fanfiction hasil imajinasi author dan di mohon untuk tidak mem-bashing bila tidak suka dengan ceritanya. Dilarang menjiplak atau memasukkan FF ini ke website lain tanpa izin author-

 

A/N                :

Hai ini adalah salah satu cerita yang aku tulis dengan waktu yang cukup singkat dan aku harap kalian menyukainya, karena sejujurnya ini agak absrud (rada kenak-kanakan kkkk mungkin hal ini disebabkan karena aku lagi memasuki masa pubertas ke dua XD *plaakkk) namun sejujurnya author berusaha sebaik mungkin untuk menulis cerita ini. Dan cerita ini sengaja ditulis untuk meramaikan Event tahun baru di wp Fanfictionjukebox. Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk memotivasi author agar membuat karya lebih bagus lagi.  enjoy~~

 

-Story-

 

Di tengah keramaian ini, aku tak bisa berhenti melihat sosokmu. – by kryzelnut

 

Mark

 

Aku tersenyum pasi ketika nama itu terlintas dalam benakku, entah sejak kapan ia selalu muncul dalam benakku. Sejujurnya aku takut dengan perasaan aneh ini? Aku seakan tidak pernah bisa lepas dari sosoknya. Aku ingin selalu berada bersamanya dan aku yakin ini bukanlah sebuah obsesi belaka- lalu apakah ini cinta? Aku juga tidak tahu, Cuma perasaan aneh itu semakin hari semakin kuat dan …. aku takut.

 

 

PING!!

 

Aku mengalihkan pandanganku ke arah ponsel yang berada di dekat meja belajarku. Sebuah pesan singkat dari seseorang yang aku tunggu , siapa lagi kalau bukan mark. Aku tersenyum kala membaca pesan itu, terkadang ia sangat konyol dan juga terkadang ia sangat serius. Memang dia tidak terlalu banyak bicara dan aku awalnya sama sekali tidak berniat untuk mengenalnya. Tetapi entah sejak kapan kita menjadi dekat seperti ini. Euhm maksudku dekat ? yaitu kami selalu mengirim pesan setiap harinya dan juga terkadang mark mengajakku pergi untuk makan ataupun menonton. Ya hanya sebuah ajakan biasa dan mungkin karena hal itu kami menjadi dekat seperti ini.

 

 

Setelah membaca beberapa pesan dari mark aku pun segera membalas pesan itu. dan pesan itu terkirim dalam hitungan detik, aku menghela nafas panjang ketika mark tidak langsung membalas pesanku. memang sepele namun  karena hal itu aku merasa kecewa, aku pun harus rela menunggu lama untuk pesan balasannya.

 

 

Akupun melemparkan ponselku asal di atas kasur dan menutupi diriku dengan selimut tebal. Helaan nafas berat keluar begitu saja dan aku berusaha untuk memejamkan mataku, aku ingin segera tidur. Namun aku tahu aku tidak akan mudah tidur begitu saja. Mark …mark ….aku masih memikirkannya, apa yang sedang dilakukannya malam ini? Bersama gadis lain? Entahlah .

 

 

Aku benci memikirkan hal itu – ya aku sangat membenci perasaan ini karena mark belum tentu memikirkan hal yang sama denganku, bagiku mark sangatlah Vague. Entah apa yang dirasakannya padaku? Apa dia menyukaiku?  Entahlah aku hanya ingat bahwa ia masih menyukai mantan kekasihnya, tetapi hubungan mereka sudah berakhir lama, apakah ia masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu?

 

 

PING!!

 

 

Aku meraih ponselku yang tergulai di sudut tempat tidurku, tanpa kusadari aku tersenyum dibuatnya, mark membalas pesanku cukup cepat. Namun aku berfikir sejenak, haruskah aku membalasnya saat ini juga? Hmmm kurasa dia harus menunggu, ya menunggu pesanku tapi jauh dalam lubuk hatiku, aku tahu ia tidak akan mungkin menunggu pesanku- aku yakin dia tidak begitu peduli apakah aku membalas pesannya dengan cepat atau lama. Yang jelas mark selalu membalas pesanku lama- sangat lama sekali- tapi tetap saja aku tidak pernah marah dengan kebiasaanya itu. Ya memang aku tidak pernah marah dengan kebiasaanya itu namun tentu ada sebuah perasaan kecewa dalam hatiku. Tapi mau bagaimana lagi? aku tidak bisa menuntut lebih atau mengatur mark agar selalu membalas pesanku dengan cepat, kau tahu mengapa? Ya karena aku bukan siapa-siapa baginya. Hanya sebatas teman dan hal itu tidak lebih.

 

 

Helaan nafas berat keluar dari mulutku dan aku pun melemparkan ponselku sekali lagi. Aku akan memaksakan diri untuk tidur. Han Jae Rin tidur sekarang!!

 

 

 

Aku mengedipkan mataku lebih cepat ketika aku melihat seorang yang sangat kukenal berada di depan rumahku, apa yang sedag ia lakukan di sini?

 

 

“Hai.” Katanya singkat sambil melambaikan tangganya ke arahku. “Kau sudah siap?” tanyanya.

 

 

“Siap untuk apa?” sebuah tawa kecil keluar dari mulutnya ketika pertanyaanku itu melayang ke udara.

 

 

“Pergi kuliah?” aku masih tetap berdiri di tempatku dan mencerna apa yang ia katakan, ini seperti mimpi tapi entahlah ini nyata. Seorang mark datang menjemputku , buakankah sebelumnya kita tidak membuat janji atau memintanya untuk mengantarku, tapi mengapa ia datang kemari? Aku rasa ada yang tidak beres dengannya. “Hei, Han Jae Rin sampai kapan kau berdiri di sana? Ayo pergi sekarang.” Lanjutnya dan berhasil membuyarkan lamunanku.

 

 

“M-mark… k….”

 

 

“Apa?” tanyanya sambil turun dari motor matic-nya , ia berjalan ke arahku dan memakaikan sebuah pelindung kepala kepada padaku. Aku hanya bisa melihatnya dan jantungku berdegup cukup kencang karena berada didekatnya seperti ini. Aku hampir gila karena jarak kita sangat dekat dan aku bisa mencium aroma maskulin tubuhnya. Oh God. “Its done, ayo.” Katanya sambil berjalan menuju motonya. “Jae Rin, ayolah. Mengapa kau sangat terkejut seperti itu.” komentarnya datar seraya memakai pelindung kepala untuk dirinya sendiri.

 

 

“Untuk apa kau menjemputku?” tanyaku cepat dan hendak menaiki motornya.

 

 

“Entahlah aku hanya ingin saja.” Jawabnya datar sambil menaikkan bahunya, ternyata memang benar aku menyebutnya Mr Ambigious- dia bahkan tidak memiliki alasan mengapa menjemputku. Dan aku yakin sesuatu telah merasukinya. “Apa kau ingin ice cream?”

 

 

“Tentu kau menjajikan ice cream di cafe dekat kampus kita.” Sambungku cepat.

 

 

“Baiklah, kita akan ke sana setelah kelas usai.” Akupun mengangguk setuju dengan ucapannya. Tanpa banyak bicara lagi , mark menyalakan mesin sepedanya dan menjalankannya.

 

Entah aku tidak bisa mendiskripsikan perasaan apa yang kumiliki untuknya, aku hanya merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Aku merasa, aku dapat menjadi diriku sendiri ketika bersamanya, kita membicarakan banyak hal dan aku baru menyadari kami memiliki kesamaan yang sama. Rasanya aku ingin selalu berada di dekatnya dan tidak ingin mengakhiri setiap percakapan kita.

 

Sepanjang perjalanan menuju kampus kami banyak menukar obrolan konyol dan sesekali kami tertawa karena candaan aneh kami. Senyumku tidak akan pernah pudar saat berada di dekatnya, memang terkadang aku kecewa dengan sikap mark yang selalu membalas pesanku lama tetapi di balik itu semua, ketika kami bertemu ada saja hal yang kami bicarakan dan mark selalu berhasil membuatku nyaman.

 

Hanya saja, aku masih takut dengan perasaan ini. Aku takut hanya aku saja yang memilikinya, aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang ia rasakan. Dari sekian banyak lelaki yang datang dan pergi padaku mungkin hanya mark yang bisa membuatku merasa nyaman seperti ini. Dia sangat perhatian padaku, meski hanya hal sepele aku sangat menyukai perhatiannya.

 

Setelah beberapa saat kamipun sampai di kampus, mark memarkirkan motornya. Akupun segera turun dari motornya dan melepaskan pelindung kepalaku.

 

Perlahan aku memberikan pelindung kepalaku pada mark dan kemudian aku merapikan rambut panjangku. Mark hanya bisa melihatku sambil tersenyum dan tiba-tiba tangan jahilnya mengacak-acak rambutku. Jangan ditanya bagaimana reaksiku..

 

“Markeeeyyyyyy…… apa yang kau lakukan!!!!” aku tidak sanggup menahan emosiku aku ingin marah dan aku ingin memukulnya. Aku paling tidak suka dengan rambut kusut dan sekarang tanpa ada rasa bersalah atau apalah mark hanya bisa tertawa. Ia  menghiraukan emosiku.

 

“Kau lebih manis seperti itu Jae Rin.”

 

“Manis apanya!!” teriakku dan berhasil memancing mahasiswa lainnya untuk melihatku.

 

 

“Ha…ha… sampai jumpa di kedai ice cream nanti, Han Jae Rin.” Katanya tanpa rasa bersalah sedikitput. Markpun pergi begitu saja meninggalkanku yang sedang menahan emosi karena rambutku berantakan dan kusut seperti ini.

 

 

Sebenarnya aku ingin berlari menyusul mark untuk membuat peritungan karena mengacak-acak rambutku, namun ada sesuatu menahanku.  Aku hanya bisa mellihat punggungnya yang semakin menjauh dariku.

 

 

Dari kejahuan di sana aku sanggup melihat mark bergabung dengan teman-temannya dan terlihat sekali ia nampak senang, aku heran apa yang membuatnya senang seperti itu? apa karena dia berhasil menjahiliku? Aku harap akulah menjadi alasan ia terlihat senang dan tersenyum seperti itu.

 

Apa kau tahu Mr Ambigous a.k.a mark  di tengah keramaian ini, aku tak bisa berhenti melihat sosokmu- aku berharap kau memiliki rasa yang sama denganku…  

 

—-

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Named Mr Ambiguous

  1. ini seperti nyata , mengambarkan authornya yang sedang galau.
    aku suka jalan ceritanya ringan , singkat dan padat.
    aku ikut deg degan bacanya , pas nunggu balesan dari mark hahahaha
    dan jae rin benar-benar salting kelihatan banget.

    good job authornim , gak sabar nunggu FF jajeoongmu
    keep writing ^^

    Like

    1. hahahahah XD iya galau mikirin proposal dan uas kkkk hari ini uas terkahir dan rasanya udah males. Iya , sebenernya ini ff kelihatan kenak-kanakan tapi aku suka nulisnya kkkk
      makasih ya author vizkylee udah menyempatkan waktu untuk membaca ff kenak-kanakan ini ^^
      iya si jae rin kan emang suka salting kkkk saltingnya di mark doang tapi kkk

      hahahaha jaejong XD aduh aku jd degdengan kalau inget2 om jaejong kkkk
      sekali lagi makasih ya ^^

      Like

      1. hehehe terealisasikan di FF ini ya galaunya itu , banget aku kamis kemarin yang ngerasain males tingkat dewa ujian.

        walaupun kekanak-kanakan tapi bagus fin , ya itu sederhana dan kamu pas nulisnya gak ada beban gitu walaupun galau , ini obat galaunya.

        iya sama2 ^^

        lah iya saltingnya itu hehe

        hehehe deg-degan aku juga gak sabar bacanya.

        Like

  2. Aduh, aku baper! Hehehehe
    Author berhasil banget bawain suasana jatuh cintanya. Jadi keinget jaman masih muda nih :p (skrg sih gk tua tp udh gk bisa jtuh cinta aja). Btw, good job thor! Aku suka ceritanya, simple, meski menggantung tp really banget.

    Like

    1. hiiii yunietananda ^^ seneng banget kamu mau baca ff kenak-kanakanku ini hehehe,
      iya aku bersyukur kalau kamu pas baca dapat feelnya dan bisa mengingatkanmu pas kamu lagi suka sama orang yang masih belum jelas perasaannya ke kita XD
      iya makasih, kamu juga semoga tetap nulis ff selalu dan g bosen posting ff di wp kami, sekali lagi makasih ya ^^

      Like

      1. Sama-sama^^ semoga ide utk nulis ff gak ada berhentinya. Iya aku suka banget sama pembawaannya. Bolehlah di tiru cara nulisnya. Hehehehe

        Like

  3. Halo author minarifini, hahaha ini tidak sepeti yang kamu bilang, menurutku gak ada letak amburadulnya aku bisa mengerti maksud dari fanficmu dengan begitu jelas, dan….. aku senyum2 sendiri bacanya, hahaha jujur aku jarang kebawa suasana dan senyum2 sendiri pas baca ff cast yg bukan biasku dan aku gak kenal mark(?) maaf aku memang gak kenal T_T hahaha tapi ini lucu, sepertinya aku pernah denger cerita ini di realitamu XD
    kalo bisa sih ada lanjutannya, endingnya gantung XD

    Like

  4. Hola Fini! Duh bayangin mark tetiba di depan rumah tuhhhh wkwkwk
    Ngalir kok ceritanya, manis 🙂 tapi hati-hati ya sama typo, juga kata bahasa asing di italic ya bagusnya biar feelnya ga tetiba ngilang gitu 🙂
    tambahan lagi, bedain deh penggunaan kata ‘kita’ sama ‘kami’ cz they really had different meaning, sedangkan disini tadi aku baca kita sama kami di gabung, maksudnya kadang pake kita kadang pake kami gitu.
    Overall, ditunggu deh kalo bakal ada sequel dari FF ini, keep writing ya!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s