Bromance · Chaptered · Family · Friendship · Genre · Length · PG · Rating · Romance

[FF Project My Fat Girl] Destiny of Love Chapter 4 [END]


Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 

 

Pukul 11:45 , 15 menit sebelum jam makan siang Suga dan Sooah sudah berada di perusahaan Jin.

“Kamu siap sayang” Suga menyunggingkan senyumnya pda Sooah sebelum berjalan menuju kedalam gedung.

“Sampai bertemu nanti sayang” ucap Suga setelah sampai didepan divisi Yuri , dan masih memandang Sooah sampai dia menghilang dari lorong .

 

Sooah begitu geram saat dirinya ditahan oleh sekertaris Jin , ayolah dia memang tidak membuat janji dulu tetapi dia sudah memberitahu bahwa dirinya adalah sepupu ipar Jin.

“Atau aku perlu menelfon Jin Oppa baru kau percaya!”bentak Sooah

“Kau tidak perlu membual , aku tidak percaya”sekertaris Jin ikut membentak

“Oh girls calm down , jangan bertengkar karena merebutkanku” ucap seseorang dengan percaya diri

“Aku baru melihatmu disini, apa kau karyawan baru disini?” Sooah enggan untuk membalas perkataan Kidoh , tetapi dia ingin cepat bertemu dengan Jin maka dia mengabaika ketidaksukaannya padanya.

“Bukan , aku ingin menemui Jin Oppa” Kidoh tampak terkejut

“Ada urusan apa kau ingin bertemu dengannya? Jangan bilang kau salah satu fansnya” Sooah memutar bola matanya jengah. Tanpa menunggu lagi Sooah segera berjalan kearah pintu dimana Jin berada , namun sebelum sempat memegang handle pintu dari arah dalam Jin membuka pintu tersebut.

“Oh Sooah kau sudah datang , dan ada apa ini?” Jin bingung melihat sekertaris dan Kidoh berada didepan pintu ruangannya.

“Dimana Suga ? Dia mengajakku untuk makan siang”

“Kau tau oppa dia menyuruhku untuk makan siang denganmu dan lebih memilih kliennya” Jin tertawa melihat wajah sebal Sooah

“Baiklah kalau begitu kita makan siang berdua saja , aku akan membuatnya menyesal meninggalkan calon istrinya makan siang sendiri” saat Jin akan pergi bersama Sooah , Kidoh menahannya.

“Kenalkan dia Jin” bukan permintaan tetapi perintah

“Kenalkan dia Sooah calon istri sepupuku yang bernama Suga , dan Sooah dia adalah playboy sayangnya dia sahabatku Kidoh” Kidoh menjulurkan tangannya , tetapi Sooah tidak berniat untuk membalas uluran tangan Kidoh.

“Ayo oppa aku sudah lapar!” Tetapi lagi-lagi Kidoh menghentikan langkah mereka

“Aku ikut”

“Tidak!” Ucap Jin dan Sooah bersamaan

“Maaf Kidoh ssi aku disini ingin makan siang bersama dengan kakak sepupu iparku hanya berdua , bisakah kau mengerti” ucap Sooah kesal , dan Jin tertawa tertahan melihat wajah Kidoh yang kaget.

“Kau dengar sahabatku , gadis cantik ini hanya ingin makan denganku” Jin langsung menggandeng tangan Sooah dan berlalu melewati Kidoh yang masih dia mematung.

“Apa dia selalu seperti itu?” Jin menatap Sooah dengan tatapan bingung.

“Maksudku selalu menggoda seorang gadis yang baru dia kenal” Jin lalu tertawa kerasa tanpa menghiraukan karyawan yang sedang menatapnya tak percaya.

“Apa yang lucu oppa?”

“Tidak ada manis” ucap Jin lalu mengusap kepala Sooah.

 

Sementara itu Yuri sudah duduk manis didalam mobil milik Suga , dan sedang mendengarkan cerita tentang kebahagiaan Suga yang akan menikah dengan Sooah.

“Ehmm noona bisakah kau membelikan lingeri untuk Sooah, kau tau dia sudah mewanti diriku bahwa pada malam pertama nanti dia tidak akan memakai pakaian terkutuk itu” Yuri tertawa mendengar perkataan Suga , oh astaga mereka belum menikah dan sudah memikirkan hal itu.

“Apa kau sudah menanyakan alasannya tidak mau memakai lingeri” Yuri sudah mempersiapkan godaannya terlihat dari seringai di bibirnya

“Dia hanya bilang jika itu adalah pakaian terkutuk”

“Kau tau ada alasan lainnya , kenapa dia tidak mau memakainya” Suga yang penasaran memperlambat laju mobilnya

“Karena lebih baik tidak memakai baju dari pada kau merusak lingeri bagus itu” Yuri tertawa melihat rona merah dipipi Suga , astaga dia pria dewasa bukan anak dibawah umur pikir Yuri.

“Ahh noona kau bisa saja” ucap Suga sambil tersenyum dan mereka melanjutkan perjalanan menuju restauran dengan percakapan ringan.

 

“Kita akan makan dimana?” Sooah tampak berfikir

“Bagaimana dengan sup iga?” Jin menggangukkan kepalanya setuju

“Apa oppa sudah mempunyai seorang gadis idaman?” Sooah memulai aksinya

“Ada”

“Siapa?”

“Kau tidak mengenalnya”

“Oh ya? Jika aku mengenalnya bagaimana?” Jin tidak menggubris perkataan terakhir Sooah.

“Ah ya , apa oppa ingin aku kenalkan dengan eonniku ? Dia seorang gadis yang pintar memasak dan tentunya cantik, bagaimana?”

“Aku suka gadis yang bisa memasak , untuk paras aku tidak peduli” Sooah menganggukkan kepalanya mengerti

“Jadi jika oppa bertemu denganku sebelum Suga apa kau akan memilihku menjadi kekasihmu” Sooah sedikit enggan berbicara seperti itu , yang bicara bukanlah Sooah.

“Tidak juga , mungkin jika sejak kecil kita bertemu aku akan memilihmu” Sooah seperti mendapat sesuatu dari ucapan Jin

“Jadi gadis impianmu adalah teman masa kecilmu , how sweet”

“Ya benar-benar manis” Jin tersenyum namun terdapat kesedihan pada ucapannya.

“Kenapa kau sedih oppa? Apa gadis itu sudah mempunyai kekasih, sehingga kau bersedih?” Persepsi Sooah

“Bukan , hanya saja dia tidak mengingatku” Dan tanpa Sooah sadari mobil Jin sudah terparkir didepan restauran yang mereka tuju.

“Lebih baik kita makan dan setelah itu aku akan melanjutkan ceritaku” ucap Jin seraya keluar dari dalam mobil dan Sooah juga mengikuti keluar dari mobil.

 

Setelah memesan makanan Yuri dan Suga sama-sama diam sepertinya Suga sudah tidak tau apa yang harus dibicarakan, dan dia memilih mengirim pesan pada kekasihnya Sooah.

Sooah yang sedang asik mengobrol bersama Jin merasa terganggu , namun dia tetap membuka pesan yang masuk di handphonenya.

 

| Aku Gugup dan tidak tau harus berbicada dari mana|

 

Sooah menghembuskan nafasnya berat , dia sudah menduga pasti Suga tidak bisa melakukan perintahnya.

“Kenapa? Siapa yang mengirim pesan padamu?” Tanya Jin ingin tau

“Suga menanyakan diriku ada dimana, sepertinya dia mau menyusul kemari tetapi aku tidak memberitaukan dimana kita berada” jelas Sooah dan mendapat senyuman dari Jin , tanpa sepengetahuan Jin Sooah membalas pesan dari Suga.

 

| Ya sudah tidak perlu menanyakan apapun pada eonni , aku sudah cukup mengerti dari cerita Jin Oppa |

 

Suga tersenyum senang , tapi dia merasa bersalah karena tidak menanyakan sesuatu sesuai rencana Sooah.

“Kau kenapa? Apa Sooah yang mengirim pesan padamu?”

“Iya noona sepertinya dia merindukanku” ucap Suga sambil tersenyum.

“Aku senang Sooah mempunyai pendamping sepertimu” Suga tersenyum lebar.

“Benarkah? Memangnya apa yang membuat noona senang?”

“Kamu bisa menerima Sooah apa adanya tanpa melihat fisik , melihatnya dengan cinta dan melindunginya” Suga berbunga-bunga dalam hatinya , apa benar dirinya seperti itu ucap Suga dalam hati.

“Aku harap memang benar seperti itu noona, jika…” ucapan Suga terpotong oleh pelayan yang membawa pesanan mereka.

“Kita lanjut nanti” ucap Suga sebelum menyantap makanannya.

 

“Oppa lanjutkan ceritamu tadi, aku ingin tau gadis mana yang sudah menggetarkan hatimu” ucap Sooah ingin tau

“Aku mengenalnya tidak sengaja , saat itu aku sedang tersesat tidak tau arah pulang aku berjalan terus dan tiba-tiba perutku meminta untuk diisi. Karena tidak melihat kanan-kiri saat aku menatap sekeliling aku sudah berada di depan restauran keluarga dan perutku semakin berbunyi keras” jelas Jin sambil tertawa

“Lalu Lalu”

“Aku mendekati jendela restaurant itu dan melihat makanan yang ada diatas meja , perutku semakin tidak bersahabat. Lalu seorang pelayan menghampiriku dan mengusirku dari sana karena menggangu kenyamanan pelanggan dan aku memilih untuk duduk di dekat pohon tidak jauh dari restaurant itu” Jin berhenti sejenak dari ceritanya , Sooah tersenyum dalam hatinya.

“Tidak lama ada seorang gadis yang seumuran denganku membawa keranjang yang berisikan roti dan susu , dia memberikannya padaku. Tanpa berkata aku langsung makan makanan pemberian gadis itu dan gadis itu masih setia menungguku sampai Ayahnya menghampiri kami berdua dan mengajakku untuk masuk kedalam restaurant itu” ujar jin lalu tersenyum menatap Sooah.

“Sudah , itu saja” Jin menganggukkan kepalanya menjawab ucapan Sooah

“Pasti ada kelanjutannya , oppa lanjutkan jangan menceritakan sesuatu setengah-setengah” ujar Sooah memohon

“Intinya aku suka memasak dan bisa memasak karena paman Park mengajarkanku memasak dan memberikan resep rahasianya padaku. Sudah itu saja” Sooah tampak kecewa , dia sudah bisa menebak paman Park yang dimaksud Jin adalah ayah Park Yuri , tetapi cerita mengenai kebersamaan Yuri dengan Jin tidak dijelaskan secara jelas.

“Jam makan siang akan habis dan aku harus segera kembali karena akan ada meeting, aku harus mengantarmu kemana?”

“Aku masih ingin disini , jika oppa ada janji tidak apa-apa oppa pergi dulu”

“Kau yakin , aku takut Suga nanti memarahiku karena meninggalkan calon istrinya sendirian”

“Aku sudah mengirim pesan pada Suga agar menjemputku , jadi oppa tidak perlu merasa bersalah meninggalkanku sendiri”

“Baiklah , lain kali kita harus makan siang bersama lagi . Sampai jumpa calon pengantin” ucapan Jin berhasil membuat Sooah bersemu.

 

“Terima kasih atas makan siangnya , dan aku titip salam untuk Sooah lain kali kita bertiga harus makan bersama-sama”

“Tidak perlu berterima kasih noona , aku akan menyampaikannya pada calon istriku”

“Hati-hati dijalan” ucapnya pada Suga , lalu masuk kedalam gedung kantor dengan sedikit berlari.

 

Sooah melambaikan tangan saat melihat Suga yang berdiri diambang pintu masuk dengan memandang kesekeliling restaurant.

“Aku gagal mendapat informasi dari noona , maafkan aku” Soo Ah menggelengkan kepalanya

“Yang terpenting aku tau kenapa sepupumu itu suka dengan eonni , jadi aku bisa memberitau eonni . Waktu kecil dulu dia pernah bercerita padaku jika ada seorang lelaki yang dia sukai , aku berspekulasi jika lelaki itu adalah sepupumu” jelas Soo Ah

“Kalau begitu tinggal sedikit lagi membuat mereka bersatu” ucap Suga terdengar seperti pertanyaan

“Tentu saja mereka harus bahagia di hari bahagia kita nanti , jadi aku akan bergerak cepat mempersatukan mereka”

“Asal kamu jangan sampai kelelahan ingat sebentar lagi kita menikah”

“Siap…. Tuan Min “ ucap Soo Ah dan mendapatkan hadiah pelukan dari Suga.

 

 

Soo Ah dan Yoon Gi sedang menempelkan sebuah kertas yang bertuliskan nama saudara-saudaranya dan teman-temannya. “Apa kamu sudah memberitau noona mengenai Jin hyung yang menyukainya sejak dulu?” Soo Ah menggelengkan kepalanya dengan terus menempelkan nama-nama tersebut keatas undangan.

“Lalu kapan kamu akan memberitau mereka? Kamu bilangkan ingin membahagiakan mereka , tetapi kamu belum memberitau noona” kata Yoon Gi

“Astaga kenapa kamu cerewet sekali? Kamu tenang saja aku mempunyai rencana lain , biarkan Seok Jin oppa yang memberitau dengan mulutnya sendiri”

“Baiklah-baiklah , aku memang tidak pandai membuat rencana” ujarnya sambil tertawa.

“Ah aku mempunyai tugas untukmu , beritau Seok Jin oppa untuk menjemput eonni saat fitting baju besok” Yoon Gi membulatkan matanya yang sipit.

“Aku sudah memberitau eonni tetapi aku tidak mengatakan jika Seok Jin oppa yang akan menjemputnya , cepat beritau Jin oppa” Yoon Gi pun langsung mengambil hand phonenya yang berada dia atas meja dan berjalan keluar rumah untuk menelfon Seok Jin.

Yuri sudah bersiap-siap untuk berangkat fitting baju , dia sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya sedari tadi . Yuri mendengar klakson dari mobil , diapun segera mengambil tasnya dan tidak lupa mengunci rumahnya. Setelah menutup pagar rumahnya , Yuri terkejut mendapati mobil Seok Jin yang berada di depannya.

“Kamu tidak salah lihat , masuklah!” Yuripun langsung masuk dan Seok Ji melajukan mobilnya.

Yuri dan Seok Jin tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali , Yuri sebenarnya malas bertemu dengan Seok Jin apalagi berbicara , sementara Seok Jin ingin berbicara namun tidak mempunyai hal yang untuk dibicarakan. Sampai mobil yang mereka kendarai terparkir di depan butik, mereka tidak mengeluarkan sepatah katapun. Yuri langsung melangkahkan kakinya menuju butik tersebut dengan diikuti Seok Jin dibelakangnya. Yuri menghentikan langkahnya saat sudah berada dilantai 2 dimana mereka meakukan fitting bahu , Seok Jin ikut berhenti dan menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“Kalian itu seharusnya hari ini saja menikahnya , untung yang memergoki kalian kami kalau orang lain bagaimana” ucap Yuri dengan nada tinggi.

“Aku tidak tau kau seagresif itu Yoon Gi” ucap Seok Jin singkat.

Soo Ah tersenyum malu sementara Yoon Gi menampakkan wajah masamnya , mereka berdua sudah selesai fitting setengah jam yang lalu.

“Kalian lama sekali sampainya , kita sudah selesai fitting baju” ujar Yoon Gi sebal.

“Kau tau sekarang hari apa” balas Seok Jin singkat.

“Sudah-sudah lebih baik kalian langsung fitting baju saja” Soo Ah mengajak Yuri untuk masuk kedalam ruangan.

“Kenapa kau menyuruh sajangnim menjemputku? Atau ini memang rencanamu dengan Yoon Gi” Soo Ah tidak menjawab , dia membantu Yuri untuk memakai baju pendamping pengantin.

“Soo Ah aku sedang berbicara padamu jadi jawablah pertanyaanku”

“Aku memang sengaja eonni”ucapnya singkat. Yuri menghentikan tangan Soo ah yang berusaha memperbaiki dress yang Yuri kenakan.

“Kenapa? Aku tidak ingin dia mengiraku mengambil kesempatan berdekatan dengannya” Soo Ah tersenyum lalu memegang pundak Yuri erat.

“Dengarkan aku eonni , ini bukan kesempatan untukmu saja tetapi kesempatan juga bagi Jin oppa. Dan satu hal bukalah hatimu eonni, tidak semua laki-laki hanya melihat fisik luarnya saja, berilah kesempatan bagi laki-laki yang mendekatimu untuk lebih mengenali dirimu eonni”

“Aku tunggu diluar biar Seok Jin oppa bisa melihatmu juga” Soo Ah langsung keluar dari ruangan itu , dia melihat Seok Jin sudah memakai tuxedonya.

“Oppa kau terlihat semakin tampan” puji Soo Ah

“Kamu tadi tidak memujiku , kenapa sekarang memuji lelaki lain?” Soo Ah hanya memutar bola matanya jengah , calon suaminya ini benar-benar pencemburu.

“Nanti saat kita sudah menikah aku akan mengatakan setiap hari jika kamu tampan, puas” Yoon Gi langsung memeluk tubuh Soo Ah dan bersamaan dengan Yuri yang keluar dari ruangan berselambu itu.

Seok Jin tertegun mendapati Yuri yang berbeda dari biasanya , ya karena Yuri ke kantor hanya menggunakan setelan kerja dengan blazer dan celana panjang , dan sekarang tubuh Yuri dibalut oleh dress panjang yang menunjukkan tubuhnya yang tinggi. Yuri tidak terlihat gemuk saat mengenakan dress itu , dia tidak berbeda dengan gadis bertubuh ramping diluar sana. Yuri tampak elegan dan tentunya cantik , walaupun hanya makeup tipis yang tersapu di wajahnya.

“Hyung sudah selesai memandangi noona, lihatlah air liur sampai jatuh kelantai” Seok Jin tanpa mengalihkan pandangannya , mengusap air liur yang ada dibibirnya.

“Hya kau mengerjaiku tuan Min!” Yoon Gi hanya tertawa dan bersembunyi dibalik tubuh Soo Ah saat Seok Jin akan memukulnya.

“Sudah-sudah seperti anak kecil saja , lebih baik kalian foto bersama dulu untuk kenangan kalian” Soo Ah menarik tangan Yuri untuk mendakatkan diri pada Seok Jin , setelah itu Soo Ah memotret mereka berdua dan Yoon Gi yang mengatur pose mereka.

“Sudah , kalian berdua bisa ganti baju” Soo Ah dan Yoon Gi tampak tersenyum melihat foto-foto Yuri dan Seok Jin .

Mereka berdua keluar bersamaan dan membuat Soo Ah beserta Yoon Gi menyunggingkan senyum senangnya.

“Ayo kita pergi ke cafe” Seok Jin tampak bingung saat Soo Ah menarik tangan Yuri bukan Yoon Gi.

“Eh.. aku ingin membicarakan masalah wanita jadi , eonni ikut denganku dan Yoon Gi akan ikut bersamamu oppa” setelah itu Soo Ah langsung menarik Yuri untuk masuk kedalam mobilnya.

“Sebenarnya ada apa ini? Apa aku tidak tau sesuatu yang kalian ketahui?” Soo Ah masih serius mengemudikan mobilnya.

“Soo Ah katakan sesuatu , biar aku mengerti”

“Eonni bicara apa? Aku tidak mengerti”

“Aku merasa kamu mengetahui rahasia seseoarang dan kamu merencanakan sesuatu” jelas Yuri agar Soo Ah mengerti.

“Iya aku memang merencanakan sesuatu, apakah eonni mau membantuku?”

“Memangnya apa yang kau rencanakan?”

“Kau tau Seok Jin oppa mempunyai teman masa kecil dan eonni juga mempunyai teman masa kecil bukan? Aku nanti akan mengungkit teman masa kecilmu itu , aku ingin memberinya motivasi agar bisa  mengutarakan isi hatinya, menurutmu bagaimana eonni rencanaku ini?” Yuri merasa hatinya tercubit , dia mengetahui jika Seok Jin sudah mempunyai seseorang yang dia cinta , dia merasa kalah sekarang.
“Eonni kenapa diam saja? Apa rencanaku akan berhasil?” Yuri tersadar dari lamunannya.

“Aku rasa akan berhasil” ujarnya singkat , tanpa Yuri ketahui Soo Ah tersenyum menang, Soo Ah berdoa dalam hatinya semoga perkataan Yuri memang benar tercapai.

Mereka berempat sudah duduk dikursi masing-masing di dalam sebuah Coffee Shop ternama di daerah Gangnam, Yoon Gi dan Soo Ah menunjukkan kemesraan mereka , sementara Yuri dan Seok Jin duduk tidak nyaman. Bukan karena melihat kemesraan Yoon Gi dan Soo Ah , tetapi mereka canggung karena duduk mereka yang berhadapan , Yuri lebih memilih melihat menu-menu diatas meja itu dan Jin memilih memainkan ponselnya.

“Ah eonni kau kemarin cerita bukan jika bertemu dengan teman masa kecilmu , dan eonni berkata jika dia semakin tampan benarkah itu” Yuri mengerutkan dahinya , sepupunya itu benar-benar pantas mendapatkan piala oscar , Yuri tidak bisa membedakan itu acting atau sungguhan.

“Iya dia semakin tampan , aku sampai tidak mengenalinya, tetapi dia tampak aneh saat berbicara padaku” Soo Ah tau kakak sepupunya ini pasti akan mengembangkan ceritanya , namun Soo Ah akan berhenti bertanya pada Yuri dan akan berbalik bertanya pada Jin.

“Ah oppa kau pernah cerita juga tentang teman masa kecilmu itu yang kau sukai itu oppa , bagaimana apa kau sudah bertemu dengannya?” tanya Soo Ah sambil mengedipkan matanya pada Seok Jin.

“Aku sudah bertemu dengannya tetapi sepertinya dia tidak ingat denganku , apa karena aku semakin tampan? Sehingga membuatnya tidak mengenaliku” Yoon Gi berdecak sebal dan Soo Ah tertawa menanggapi ucapan Seok Ji , sementara Yuri hanya tersenyum tipis.

“Sayang sekali dia tidak mengingatmu oppa , seharusnya oppa lebih gencar lagi mendekatinya , biar gadis itu mengingatmu dan tau jika hati oppa masih untuknya” Yuri sebal pada sepupunya itu , seharusnya dia mengerti akan perasaan Yuri, tetapi ini sama saja Soo Ah memanas-manasi Yuri.

“Asal kau tau saja , aku sudah gencar mendekatinya dengan selalu membawakannya bekal untuk makan siang. Tetapi nyatanya dia menyuruhku untuk tidak lagi mengirim bekal itu” Yuri terkejut lantas menatap Seok Jin yang ada dihadapannya , namun yang dilihat tidak melihatnya balik . Seok Jin lebih memilih memandang Soo Ah yang berbicara dengan heboh.

Yuri sudah tidak bisa lagi mendengar apa yang mereka bicarakan , dia memikirkan perkataan yang diucapkan oleh Seok Jin. Yuri sedikit senang dengan ucapan Seok Jin yang mengatakan jika dia mendekati gadis itu dengan memberi bekal , bukankah itu dirinya ucap Yuri dalam hatinya. Tetapi Yuri tidak mau menyombongkan diri , mungkin saja itu gadis lain , ya benar itu gadis lain bukan diriku ujarnya lagi dalam hati. Yuri melihat Soo Ah berdiri dari duduknya dan berpindah kesisi dimana Seok Jin dan Yoon Gi duduk .

“Wow dia cantik sekali , tidak berubah sama sekali wajahnya”puji Soo Ah

“Ah oppa kau harus mempraktekan cara menembak seorang gadis , anggap saja gadis itu adalah eonni” Yuri membulatkan matanya tidak percaya , dia merasa ada yang terlewat di cerita tadi.

“Apakah kau setuju hanya untuk praktek saja?”Pinta Seok Jin. Yuri menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Seok Jin mulai memegang tangan Yuri dan menatapnya penuh dengan cinta seakan menujukkan seluruh perasaan yang sudah lama terpendam dihatinya.

“Kau masih tidak mengingatku?, kalau begitu aku akan ceritakan , tetapi aku mohon jangan memotong perkataanku” Yuri merasa ini sungguhan , bukan praktek semata.

“Ada seorang lelaki kecil yang kedingingan diluar , dia ingin sekali masuk kedalam tempat yang hangat dan makan sesuatu untuk mengenyangkan perutnya. Lelaki kecil itu pun menemukan sebuah restauran yang sedang ramai oleh pengunjung , lelaki kecil itu hanya bisa memandang dari jendela luar restauran” Seok Jin menatap Yuri lebih intens lagi.

“Namun seorang pria berbadan besar mengusirku , tetapi aku tetap berdiri tidak jauh dari restauran itu. Setengah jam berlalu akupun masih setia berdiri , tetapi tubuhku sedikit menggigil karena kedinginan” Yuri seperti memutar memorinya kembali , cerita Seok Jin sama persis dengan cerita masa kecilnya.

“Baru saja aku ingin duduk , tiba-tiba tubuhku merasa hangat karena sebuah selimut menutupi badanku. Dan aku melihat seorang gadis kecil tersenyum padaku dan langsung menarik tanganku untuk masuk ke….”

“Hentikan!”teriak Yuri , dia langsung menatap Soo Ah.

“Apa kau yang menceritakannya padanya tentang masa kecilku? Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini , kau dikasih apa olehnya? Sebagai ganti menceritakan masa kecilku” Soo Ah mendadak panik , dia tau Yuri sedang salah paham , bukan ini yang dia mau. Bukan Yuri marah , tetapi Yuri yang cemburu.

“Eonni tunggu dulu , tunggu dulu biar aku jelaskan” sementara itu Seok Jin sedang menuju parkiran dia tau Yuri pasti akan kabur dan Jin tau kemana Yuri akan pergi.

“Aku percaya padamu Soo Ah , tetapi kenapa kamu menceritakannya pada orang asing. Aku tau dia sepupu ipar kamu , tetapi tidak seperti itu juga , kamu seenaknya memberitaunya” ujar Yuri sambil berjalan cepat.

“Eonni lelaki kecil itu Jin Oppa , aku tidak pernah menceritakannya pada siapapun. Apa kau tidak percaya?” ucap Soo Ah , lalu Yuri menatapnya sebentar.

“Aku tidak tau harus bicara apa. Sampai bertemu saat pernikahanmu nanti” setelah itu Yuri langsung masuk kedalam taxi yang sudah menunggunya.

Yoon Gi langsung memeluk Soo Ah setelah Yuri pergi meninggalkannya , Soo Ah bingung tidak menemukan Seok Jin.

“Kamu tenang saja , semua akan baik-baik saja . Jin hyung akan menyelesaikannya , dia sudah pergi kerumah noona terlebih dahulu” Soo Ah hanya mengangguk lemah , lalu Yoon Gi mengajaknya masuk kedalam restauran itu lagi.

Dari kejauhan Yuri melihat sebuah mobil berada di depan rumahnya , dia tau sekali mobil siapa itu. Dia ingin sekali menyuruh supir taxi membelokkan mobilnya , namun mengurungkan niatnya.

“Bisa kita bicara sebentar , kau mau di dalam mobil atau di dalam rumah”

“Di dalam rumah saja” Seok Jin mengikuti langkah Yuri masuk kedalam rumahnya.

“Duduklah dan cepat jelaskan” Seok Jin pun duduk , tetapi Yuri tetap berdiri.

“Kumohon duduklah” pinta Seok Jin , Yuripun duduk tak jauh dari tempat duduk Seok Jin.

Seok Jin memberikan sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas berwarna coklat pada Yuri , Seok Jin yakin benda itu akan membuat Yuri tidak salah paham. Benar saja setelah kertas pembungkus itu dibuka betapa terkejutnya Yuri saat melihat cover buku tersebut.

“Buku ini , kau lelaki kecil yang aku tolong waktu itu” Yuri memandang Jin dan buku itu bergantian.

“Jadi bukan Soo Ah yang memberitaumu” Jin menganggukkan kepalanya.

“Kenapa kau menyembunyikan hal ini?”

“Aku tidak menyembunyikannya , aku sudah memberimu kode dari makanan yang selalu aku berikan padamu, tetapi kamu hanya biasa-biasa saja” ujar Seok Jin

“Dan kamu semakin mejauh karena karyawan lain tidak suka jika aku berada disekitarmu” Yuri terkejut

“Kau mengetahui hal itu” Seok Jin menganggukkan kepalanya.

“Itu tidak penting , dan kamu jangan khawatir aku akan memberi mereka hukuman”

“Sekarang tolong dengarkan apa yang akan aku katakan , dan jangan kamu potong”

“Aku menyukaimu mulai dari pertama kita bertemu , anggap saja cinta pada pandangan pertama. Dan aku tidak bisa melupakanmu , aku selalu teringat oleh gadis kecil yang tersenyum hangat padaku” Seok Jin mulai mendekati Yuri dan duduk di hadapannya.

“Saat aku membaca profil kamu , aku sungguh-sungguh bahagia , takdir menyatukan kita kembali. Untuk kedua kalinya kita bertemu , walaupun kau tidak mengingatku , tetapi aku tetap mengingat senyum hangatmu itu” Yuri menelan ludahnya susah , dia tiba-tiba berdiri dan berjalan ke dapurnya.

“Kau mau minum” Seok Jin menggelengkan kepalanya , dengan cepat Yuri mengisi gelas itu dengan air penuh lalu meminum dengan satu tegukan dan mengisinya lagi.

Yuri duduk kembali di dekat Seok Jin dan meletakkan gelas berisi air mineral di meja dekat tempat duduk mereka.

“Park Yuri aku mencintaimu, dan aku tidak berbohong akan hal itu. Will you be my wife and mother for my children?”ucap Seok Jin dengan memberikan sebuah kotak berbentuk seperti buku. Yuri membuka buku itu dan betapa terkejut melihat isi didalamnya , dan Yuripun langsung memeluk Seok Jin seraya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Yoon Gi pusing melihat Soo Ah yang mondar-mandir dihadapannya sambil menempelkan ponselnya pada telinga, mereka berdua belum mendapatkan kabar apapun dari kedua sepupunya hingga pagi datang.

“Lebih baik kamu duduk jangan mondar-mandir seperti itu” ujar Yoon Gi , dan Soo Ah pun langsung duduk didekat Yoon Gi.

“Aku takut terjadi apa-apa pada mereka? Atau mereka sudah tidur bersama sekarang dan belum bangun” Yoon Gi menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tangannya yang membawa ponsel berusaha menghubungi Seok Jin.

Yoon Gi tampak terkejut mendengar suara dari ponsel yang ditempelkan ditelinganya.”Ini Siapa?”tanya Yoon Gi

“Ini Aku Park Yuri , anda perlu apa tuan” Yoon Gi semakin membulatkan matanya.

“Tetapi yang saya telfon adalah Kim Seok Jin dan dia adalah seorang pria” jelas Yoon Gi.

Yuri yang masih setengah bangun langsung menolehkan kepalanya pada sisi ranjangnya dan betapa terkejutnya dia mendapati punggung telanjang pria. Dan Yuripun berteriak kencang seraya menjatuhkan ponselnya.

“Sepertinya kita harus kerumah noona sekarang” Wajah Soo Ah terlihat bertanya-tanya, tetapi saat dia bertanya pada Yoon Gi , tangannya langsung ditarik untuk langsung pergi kerumah Yuri.

Seok Jin dan Yuri seperti tersangka yang baru saja membunuh orang , sementara Yoon Gi dan Soo Ah adalah polisi yang siap mengungkapkan duduk perkara pembunuhan.

“Tolong jelaskan sesuatu pada kami berdua” ujar Soo Ah , ya dia sangat penasaran sekali. Saat masuk kedalam rumah sepupunya , Soo Ah menemukan Seok Jin sedang memungut bajunya yang berada dilantai dengan hanya memakai boxer saja.

“Kami tidak melakukan apapun jika kalian ingin tau” jelas Yuri singkat , dia sangat malu karena ketahuan bermalam dengan seorang lelaki.

“Jika kalian tidak melakukan apapun , kenapa baju kalian berserakan di lantai? dan dimeja masih ada bekas minuman kalian” tegas Soo Ah. Mereka masih sama-sama diam tidak bergeming sama sekali.

“Dan dibibirmu oppa terdapat sisa lipstick, pasti kalian berdua berciuman kemarin malam” wajah Yuri dan Jin sama-sama bersemu , Yoon Gi menahan tawanya sementara Soo Ah masih tetap dengan wajah ingin taunya.

“Baiklah aku akan menjelaskannya pada kalian” ucap Jin lalu memandang kearah Yuri meminta izin.

“Hahahaha kasihan sekali oppa, tetapi jika kalian melakukannya juga tidak apa-apa, biar kalian segera menikah” ujar Soo Ah sambil tertawa.

“Dia belum melamarku dengan cincin berlian, jadi aku belum 100% menerima lamarannya” Jin langsung menoleh pada Yuri, dia sungguh terkejut mendengar ucapan Yuri.

“Jangan bercanda chagi” ucap Jin terkejut dan membuat Yoon Gi tertawa kencang , dan membuat semua orang menatapnya.

“Aku tidak bercanda , memang waktu kecil dulu aku ingin dilamar dengan peralatan memasak berbahan emas , tetapi aku juga ingin cincin berada di jari manisku”

“Oppa turuti saja keinginan eonni , jangan sampai dia tidak mau menikah denganmu”

“Baiklah hari ini kita cari cincin berlian itu” Yuri langsung memeluk tubuh Jin , dia bukanya matre tetapi Yuri memang ingin suatu saat suaminya akan memberi cincin berlian.

“Tsk muncul sudah sifat kekanak-kanakannya” cibir Soo Ah , Yoon Gi langsung memeluknya.

“Bilang saja jika kamu ingin dipeluk juga chagi” ucap Yoon Gi lalu mencium pipi Soo Ah , membuat Soo Ah bersemu merah.

“Masih pagi jangan membuat mata kita tekotori dengan perbuatan kalian” Yoon Gi dan Soo Ah sama-sama menatap tajam kearah Jin dan Yuri.

“Lebih baik kalian mandi dan kita akan memasak untuk sarapan pagi”

“Kau menyuruhku mandi bersama” ucap Jin dengan nada senang

“Jika oppa tidak ingin meninggal lebih cepat” balas Soo Ah seram , Yuripun mendorong Jin masuk kedalam kamar mandi yang tidak jauh dari ruang tamu. Yuri tidak ingin Jin meninggal sebelum menikahinya , pemikiran bodoh memang.

 

Takdir , satu kata yang membuat benang merah mereka tidak pernah putus. 

Walaupun sempat terpisah , namun benang merah mereka yang mempersatukan kembali.
Hingga mereka benar-benar mengikat takdir mereka pada sebuah perjanjian suci yang namanya pernikahan. 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Project My Fat Girl] Destiny of Love Chapter 4 [END]

  1. Happy Ending…YeY

    asli, dichap ini entah mengapa dr awal sampe akhir aku nyengir. Jin sweet bgt…dohhhhh…

    FFnya keren thor… Neomu Joahhhhh ♥

    Like

    1. Iya happy ending 🙌🙌
      Masa nyengir sendiri? Iya jin oppa disini sweet memang , pengen nulis sisi lainnya jin oppa hehe.
      Terima kasih sudah mau membaca diwaktu sibuk

      Like

  2. Sumpah! Ini min yoongi??
    .
    Wah daebak!!! Beda banget sifatnya!!
    .
    FF-nya seru n menyenangkan! Terus berkaya buat ff yg seru dan gak bosen buat di baca!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s