Bromance · Chaptered · Friendship · Genre · Length · PG 17+ · Rating · Romance

[FF Project My fat Girl] Destiny of Love Chapter 3


Part Sebelumnya 

Yuri tidak bisa berkata-kata , dia menjalaskannya pun mereka tidak akan mau mendengarkannya apalagi dengan Jin yang tadi mengantarnya ke ruangan . Hal itu sudah menjadi bukti bahwa Yuri mempunyai hubungan special dengan bossnya , tetapi itu tidak benar mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa hanya sebatas atasan dan bawahan saja.

Chapter 1 | Chapter 2 

Jam di kantor menunjukkan pukul 18:00 KST teman seruangan dengan Yuri sedang bersiap-siap untuk pulang begitupun dengan Yuri . Dia tampak tergesa-gesa , dia tidak ingin bertemu dengan Jin . Namun doanya tidak terkabul saat dia akan berdiri dari kursinya , dia mendengar teman-temannya menyapa seorang namja yang suaranya sangat dikenal Yuri.

 

”pangeran penyelamat datang fatty ” bisik temannya sinis dan Yuri hanya menghela nafas panjang

”siap pulang” ucap Jin setelah berada di dekat Yuri

”sajangnim tidak perlu mengantar pulang” ucap Yuri sambil menundukkan wajahnya

”kau menolak aku tetap akan mengantarmu pulang ” tanpa persetujuan Yuri , Jin sudah mengambil tas jinjing milik Yuri. Dan berjalan terlebih dahulu menuju parkiran lobby , semua mata menatap Jin dengan bingung dan terkejut. Seorang pemimpin perusahaan membawa tas perempuan, lalu tatapan mereka beralih pada Yuri yang berjalan dibelakangnya dengan menundukkan kepalanya.

 

Jin membukakan pintu penumpang untuk Yuri dan sedikit mendorongnya agar masuk kedalam mobil karena terlihat Yuri yang enggan untuk masuk kedalam mobil. Perjalanan terasa sepi tidak ada yang membuka pembicaran selama mobil itu melaju , Yuri dengan fikirannya sendiri lebih memilih menatap jalanan yang terlihat ramai sementara Jin berkonsentrasi melajukan mobilnya . Yuri akhirnya menatap Jin , yang sedari tadi dia acuhkan

 

”kita akan pergi kemana? Ini bukan jalan menuju rumahku” ucap Yuri dengan nada kesal

”sajangnim jika anda tidak berniat untuk mengantarkan saya pulang , lebih baik anda turunkan saya di halte bus ” ucap Yuri lagi melihat Jin yang tidak membalas perkataannya

”Kim Seok Jin jawab pertanyaanku” ucap Yuri sedikit berteriak

”makan malam , kamu pasti lapar anggap saja ini ucapan terima kasih atas makanan yang kamu buatkan untukku waktu itu ” jelas Jin melepaskan seatbelt

”ayo turun !” perintah Jin yang sudah membukakan pintu untuk Yuri

 

Yuri bisa mencium bau parfum Jin bercampur dengan keringat , dia merasa tidak bisa bernafas karena tubuh Jin yang sangat dekat dengan wajahnya.

 

”aigoo wajah kamu seperti kepiting rebus saja , ayo turun ” Yuri masih belum sadar jika dia sudah berada di luar mobil dan tangannya digenggam erat oleh Jin.

 

Yuri menghempaskan tangan Jin yang menggengam erat tangannya , dia melangkahkan kakinya dengan malas mengikuti Jin dari belakang. Saat Yuri mencoba untuk mengangkat kepalanya dan matanya berhasil membesar melihat seseorang yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sedang mengobrol dengan Jin.

 

”Yuri kemarilah” perintah Jin membuat Yuri tersadar dari keterpakuannya

 

Yuri menimbang-nimbang jika dia menuruti perintah Jin pasti nenek lampir penyebar gosip itu akan mengintimidasinya dan jika dia pergi dari tempat ini maka Jin akan melakukan hal yang tidak-tidak . Akhirnya Yuri memutuskan untuk berjalan menuju tempat duduk itu dimana Jin , Kidoh dan nenek lampir yang tidak lain adalah sekertaris Jin berada.

 

”Hai Yuri duduklah” sapa Kidoh dan menyuruh yuri untuk duduk , sementara nenek lampir itu tidak percaya dengan kehadiran Yuri.

”kamu ingin makan apa Yuri?” tanya Jin pada Yuri

”samakan saja dengan anda sajangnim” terdengar suara tertawa , ya Kidoh sedang tertawa setelah mendengar ucapan Yuri

”apa yang kau tertawakan kidoh?” ucap Jin sebal melihat sahabatnya itu

”dia berbicara denganmu menggunakan bahasa formal Jin , kau seharusnya jangan terlalu formal ini diluar kantor Yuri ssi ” ucap Kidoh lalu kembali tertawa

”diamlah Kidoh , kau membuatnya tidak nyaman”

”jangan pedulikan dia Yuri ” ucap Jin memastikan pada Yuri agar tidak terlalu memikirkan perkataan Kidoh

 

Yuri tiba-tiba berdiri dari duduknya , sebelum dia melangkahkan kakinya Jin menahan tangan Yuri

“kamu mau kemana? ”

“aku ingin ke kamar mandi sebentar”Jin langsung melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Yuri

Yuri menatap pantulan wajahnya pada cermin , dia termenung memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya.  Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya

“Fatty girl!  Kau tidak punya telinga eoh?”

“Apa yang kau lakukan disini plastik?” Yuri tidak mau menutup lagi ketidaksukaannya pada wanita dihadapannya ini.

“Apa kau bilang aku plastik? Seenaknya saja , dasar faaty jalang” wanita yang disebut plastik itu menarik dengan keras rambut panjang Yuri membuatnya terjungkal kebelakang.

Yuri melepas cengkraman tangan wanita tadi dengan keras dan menghempaskannya ke udara , dia ingin membalasnya tetapi dia tidak ingin sama dengan wanita itu jadi Yuri mengurungkan niatnya untuk membalas wanita plastik itu.

“Akhhh” teriak Yuri ketika merasakan rambutnya tertarik lebih keras

“Apa yang kau inginkan ? Lepaskan tanganmu plastik!”bentak Yuri pada wanita itu

Wanita plastik itu menarik rambut Yuri lebih kuat sehingga wajahnya kini bertatapan dengannya. Wanita plastik itu menyeringai puas melihat Yuri yang kesakitan.

“Aku puas melihatmu seperti ini fatty, tanganku sudah gatal ingin mencabik-cabikmu. Kau sudah membuat kami semua kehilangan pria tampan yang kami sukai”

“Apa kau sudah tidur dengannya ? tapi mana mungkin dia melakukan itu tubuhmu saja tidak sexy hahahahaha” suara tawa wanita itu menggema di penjuru kamar mandi yang sepi, wanita itu menarik lagi rambut Yuri.

“Seharusnya kau sadar siapa dirimu fatty, kau tidak pantas bersanding dengannya. Lihat saja jika kau masih berdekatan dengannya akan ada yang lebih parah dari yang kulakukan camkan itu fatty” ucap wanita plastik itu seraya melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar sehingga membuat Yuri terjatuh dilantai.

 

Yuri berjalan dengan cepat menuju meja dimana Jin berada , Jin terlihat kaget melihat penampilan Yuri yang acak-acakan dan bajunya terlihat sedikit basah.

“Kau kena…” ucapan Jin terpotong karena Yuri harus menerima telfon , tidak lama Yuri memutuskan sambungan telfon.

“Maafkan aku , aku harus segera pulang ada temanku yang sedang menunggu dirumah”

“Makanlah sebentar setelah itu akan aku antar kamu pulang Yuri” ucap Jin sedikit memohon , pesanan merekapun sudah terhidang di meja.

“Kamu tidak perlu mengantarkanku pulang,maaf aku harus segera pulang selamat menikmati makan malam kalian”Yuri langsung mengambil tasnya dan berlari kecil keluar dari restaurant itu.

Yuri takut jika Jin menyusulnya keluar , benar saja saat dia sudah berada di dalam taksi Jin mengetuk-ngetuk jendela taksi dan meminta Yuri untuk keluar.

“Jalan saja paman” ucap Yuri pada supir taksi, Yuri masih bisa melihat jelas Jin berdiri ditempat tadi.

 

Di depan rumah Yuri terlihat dua orang berjenis kelamin wanita dan pria sedang bersandar pada mobil yang terparkir di depan pintu masuk. Sesekali pria itu mencuri ciuman dari wanita disampingnya.

“hya…! ini tempat umum Suga bagaimana jika mereka melihat kelakuanmu tadi” geram Sooah kesal pada kelakuan kekasihnya itu

“Sooah lihat keadaan sekitar tidak ada orang sama sekali , jadi aku tidak apa-apa melakukan hal tadi” lagi-lagi Suga mencium pipi Sooah berkali-kali , dan Suga mendapatkan pukulan pada dadanya.

“Aku malu ini tempat umum Suga , mengertilah” Suga menghentikan aksi cium bertubi-tubi pada Yuri.

“Jika aku melakukan ini tidak apa-apakan”Sooah hanya diam , sekarang Suga sedang memeluk tubuh tambun Sooah dari belakang.

“Sooah apa Yuri noona masih lama?”

“Entahlah dia tadi hanya memintaku untuk menunggunya dan dia bilang akan segera pulang” jelas Sooah

“Sooah kamu yakin tidak ingin bekerja di perusahaanku, kamu akan menjadi sekertarisku bagaimana?” Suga menawarkan Sooah agar bekerja diperusahaan keluarganya

“Tidak Suga , aku tidak ingin karyawanmu yang lain beranggapan aku mengambil kesempatan karena aku calon istri kamu dan bisa menempati jabatan manapun di perusahaan kamu. Maka dari itu mengertilah dengan keputusanku” jelas Sooah sambil menatap wajah Suga yang sangat dekat dengannya sehingga dia bisa merasakan nafas Suga.

“Baiklah Nyonya Min aku mengerti sekarang” Suga dengan cepat mencium bibir merah milik Sooah.

Sekali lagi Suga mencium bibir Sooah karena tidak ada penolakan , Suga menempelkan bibirnya pada bibir Sooah. Menyencap bibir itu lalu melumatnya lembut dan Sooah membalas lumatan Suga. Ciuman panas pertama mereka yang dilakukan di depan rumah seseorang , mereka semakin memperdalam ciumannya. Sooah bahkan sudah menempel pada tubuh Suga yang memeluknya dengan erat , Suga memegang dagu Sooah agar dia bisa memperdalam ciumannya pada bibir Sooah.

“Ehemm ” terdengar suara wanita berdehem , sekali lagi wanita itu melakukannya

Namun pasangan kekasih yang sedang berciuman itu masih tidak menyadari jika ada seseorang yang melihat pagutan mesra mereka. Saat tangan Suga mulai berjalan menuju pantat Sooah barulah wanita itu bersuara.

“Hya! kalian itu mau berbuat mesum di depan rumahku eoh” Sooah yang sangat mengenal suara itu langsung melepaskan pagutannya.

“Eonni … kapan kau datang?” Tanya Sooah malu karena Yuri melihatnya berciuman

“Kalau ingin melakukan hal seperti itu dikamar saja , untung saja aku yang memergoki kalian kalo orang lain bagaimana eoh?” Ucap Yuri sebal

“Mianhae noona , habis kau lama sekali dan wanita dipelukanku ini sangat menggoda sehingga membuatku tidak bisa menahan diri” jelas Suga dan mendapatkan pukulan yang keras di dadanya

“Ayo masuk!”ajak Yuri kepada Sooah dan Suga , mereka langsung duduk pada sofa yang ada di ruang tv

“Apa yang membuat kalian malam-malam datang kerumahku?”tanya Yuri dengan membawa minuman kaleng dan makanan ringan

“Aku ingin eonni membuatkan kue pengantin untuk pernikahan kita” Yuri terkejut mendengar perkataan Sooah

“Kalian berdua akan menikah , kenapa tidak memberitauku?” Yuri tampak kecewa

“Noona ini kami baru saja memberitaumu, lagi pula noona terlihat sangat sibuk akhir-akhir ini” jelas Suga membela diri

“Ya maafkan aku yang terlalu sibuk. Kalian ingin konsep kue pengantin yang sederhana, mewah atau sangat mewah aku sarankan sangat mewah saja karena uang calon suami ini banyak bukan” sindir Yuri pada Suga

“Aku akan membayar berapapun asalkan calon istriku senang ” ucap Suga seraya memeluk tubuh Sooah dan mencium pipi chubbynya

“Jangan bermesraan didepan seorang jomblo” Yuri memasang wajah masamnya

“Eonni kamu cantik pasti ada seseorang yang menyukaimu, atau kita carikan saja kebetulan Suga mempunyai saudara laki-laki yang seumuran denganmu eonni bagaimana?” Yuri tidak terlalu tertarik dengan tawaran Sooah.

“Cukup membicarakan tentang hal itu , jadi bagaimana dengan konsep kue pernikahan kalian , apa kalian sudah mempunyai konsepnya?”

Mereka bertiga larut dalam pembicaraan tentang konsep pernikahan Suga dan Sooah yang akan berlangsung 3 bulan lagi. Mereka memutuskan untuk membuat kue pengantin tingkat 3 dengan hiasan yang tidak berlebihan.

“Eonni kau tidak ingin kembali ke restaurant lagi , aku ingin kau kembali eonni ya walaupun sekarang restaurant itu beralih fungsi menjadi toko roti tetap saja itu milikmu” ucap Sooah sedikit memohon

“Bagaimana dengan pekerjaanku jika aku kembali mengurus toko? Aku benar-benar tidak bisa membagi waktu Sooah” balas Yuri tampak sedih , sebenarnya dia ingin sekali kembali menekuni hobinya memasak dan membuat kue tetapi pekerjaannya tidak bisa membuatnya untuk beristirahat sedikitpun.

“Kamu bisa keluar dari perusahaan , aku tau eonni pasti ingin sekali berkutat di dapur lagi” Yuri seperti mendapatkan ide ,  tetapi dia berfikir jika keluar hanya karena untuk menjauhi Jin dan fans-fansnya.

“Eonni… kamu melamun” teriak Sooah  tepat di depan wajah Yuri

“Maafkan aku mungkin aku lelah jadi melamun seperti ini , Sooah ya bisakah kamu menginap semalam dirumahku? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu” pinta Yuri, Sooah langsung menatap Suga dan memasang wajah memohon. Sebenarnya hari ini Suga meminta Sooah untuk menemaninya dirumah , tetapi sepertinya Yuri membutuhkan Sooah sekarang.

“Baiklah kamu boleh menginap Nyonya Min , kalau begitu lebih baik aku pulang sekarang” ucap Suga lalu mengecup dahi Sooah sebelum dia keluar dari rumah Yuri.

Yuri sedari tadi menatap Sooah , tetapi tidak satupun kata yang keluar dari mulutnya . Sooah ingin tau tetapi dia tidak akan meminta sebelum Yuri sendiri yang menceritakannya.

“Apa kamu pernah bertemu dengan saudara laki-laki Suga?” Sooah sedikit terkejut karena Yuri menanyakan hal yang diluar perkiraannya.

“Ya aku pernah bertemu dengannya , kenapa eonni tiba-tiba menanyakan tentang hal itu?” Yuri mengambil Hand Phone yang ada di dalam tas miliknya , lalu menunjukkan sesuatu yang ada di dalam Hand Phone tersebut.

“Eonni kamu kenal dengan sepupu Suga” Yuri menatap lekat wajah Sooah di hadapannya

“Dia boss aku Sooah dan merangkap sebagai sepupu dari calon suamimu “ Yuri pun baru mengetahui akhir-akhir ini jika bossnya adalah sepupu dari pacar Sooah.

“Lalu jika Seokjin oppa adalah boss eonni , lantas apa yang membuat wajahmu mendung seperti itu?” Sooah memang sudah merasakan mendung diwajah Yuri sejak melihatnya tadi.

“Dia tertarik denganku” Sooah lantas tertawa dengan lantangnya tidak memperdulikan keadaan yang sudah malam

“Lantas jika Seokjin oppa tertarik padamu , membuat eonni mendung seperti ini. Seharusnya kamu senang ada seseorang yang tertarik padamu” Yuri menampakkan wajah sedih bercampur kesal karena Sooah tidak meberikan masukan apa-apa.

“Lihatlah aku bukan seorang gadis yang sempurna Sooah , kamu pasti mengerti maksudku”

“Aku tau eonni pasti kau juga dibully sama sepertiku, jika kamu takut akan hal itu lebih baik bicarakan pada Seokjin oppa dan dia pasti akan melindungimu” jelas Sooah membuat Yuri semakin kesal

“Jika aku mengatakan hal itu dia bisa mengira aku besar kepala menganggapnya menyukaiku” Sooah kembali tertawa namun tidak sekeras tadi

“Aku rasa Seokjin oppa mencintaimu karena dia yang memulai mengirim lunch box padamu dan mengantarmu kerumah saat hujan. Aku tau eonni masih meragukan cinta Seokjin Oppa itu palsu atau nyata” Yuri mengangguk membenarkan perkataan Sooah

“Apa eonni ingin kami bantu untuk mengetahui kebenaran perasaan Seokjin oppa ?, tetapi aku rasa Seokjin oppa akan membutuhkan teman untuk bercerita dan itu pasti pada Suga jadi kita bisa tau apa yang diinginkan Seokjin oppa padamu” Yuri terdiam entah apa yang dia fikirkan. Sooah melihat cinta dan kekhawatiran pada diri Yuri tetapi ada ketidak keyakinan juga yang tampak.

“Lebih baik kita fikirkan lagi besok , sepertinya eonni butuh istirahat” merekapun mengistirahatkan tubuh dan fikiran mereka , tampak Sooah sudah masuk kedalam alam mimpi sementara Yuri masih terjaga .

 

Suga masih belum tertidur dia masih menikmati melihat video dimana terpampang wajah cantik calon istrinya , rindu itulah yang dirasakan Suga saat ini pada Sooah . Sedang asik-asiknya menikmati video yang dia ambil melalui handphonenya tiba-tiba terhenti karena sebuah panggilan masuk kedalam handphonenya.

“Oh Shit…” umpat Suga karena merasa terganggu , dan akhirnya Suga menerima panggilan itu.

“Hyung… kenapa kamu menggangu malam-malam” ucap Suga kesal

“Maaf saya bukan pemilik dari handphone ini , pemilik handphone ini sedang mabuk berat dan club akan tutup , tolong anda jemput teman anda”

“Apa club? Mabuk? Tolong berikan alamat clubnya biar saya bisa segera menjemputnya”

Suga yang tidak pernah pergi ke club merasa kesulitan mencari alamat yang dikirimkan oleh pelayan yang menelfonnya, sesampainya diclub itu jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Suga butuh tidur untuk menjemput Sooah pagi-pagi hari di rumah sepupunya.

Suga terkejut melihat tubuh bagian atas Seokjin yang tertidur diatas meja bar dengan bergumam tidak jelas.

“Hyung bangun” Suga tampak kesusahan menopang tubuh Seokjin yang lebih besar dibandingkan dirinya

“Suga kau datang” ucapnya sambil tertawa dan mengelus pipi Suga

“Menjijikkan” teriak Suga dan melemparkan tubuh Seokjin pada kursi penumpang.

“Lain kali aku tidak mau menjemputmu hyung , untung kau sepupuku kalau tidak aku sudah menurunkanmu dijalan” ucap Suga setelah bajunya terkena muntahan oleh Seokjin.

Suga sama sekali tidak melakukan hal yang halus terhadap Seokjin dia benar-benar kesal, tapi apa daya orang yang dimarahipun tidak akan mendengarkan ocehannya. Setelah membuka kemeja dan sepatu milik Seokjin , Suga meninggalkan Seokjin didalam kamar tamu dengan perasaan yang kesal. Lalu Sugapun mengirimkan pesan pada Sooah agar besok setelah dia terbangun agar segera menelfonnya.

“Selamat pagi” sapa Yuri saat melihat Sooah menggerakkan tubuhnya kekanan dan kekiri

“Selamat pagi juga eonni , sepertinya aku harus mandi terlebih dahulu” ucap Sooah langsung bangkit dari tempat tidur

“Baiklah sementara kamu mandi aku akan membuat sarapan” dan Yuripun melangkahkan kakinya menuju dapur tercintanya.

Sooah tidak berendam seperti biasanya hingga menghabiskan waktunya karena sebelum mandi dia menyempatkan mengecek handphonenya dan benar saja Suga menyuruhnya untuk menghubunginya langsung setelah dia bangun. Setelah mengenakan pakaiannya Sooahpun bersiap untuk menelfon calon suaminya.

Suga masih terlelap dalam gelungan selimutnya , dan keadaan diluar kamarpun juga masih sepi. Alarm pagi bagi Sugapun berbunyi tanpa menunggu barang sedetikpun Suga langsung bangun dan menerima telfon yang masuk pada handphonenya.

“Selamat pagi nyonya Min , bagaimana dengan tidurmu”

“Selamat pagi tuan Min , tidurku sungguh nyenyak sekali” ucap Sooah dengan nada bahagia

“Kau tau aku hanya tidur 3 jam saja” ujar Suga

“Apa yang kamu lakukan semalaman? Jangan bilang tuan Min sedang menonton yadong”

“Astaga nyonya Min! Lebih baik aku melihat video yang ada dirimu ketimbang menonton yadong. Seokjin Hyung kemarin mabuk dan aku harus menjemputnya ke club yang tidak pernah aku datangin dan berakhir dengan aku tidur jam 3 pagi”

“Apa ? Bukannya Seokjin oppa tidak biasa minum dan kenapa dia pergi ke club untuk minum-minum? Oh astaga…” Sooah seperti teringat sesuatu.

“Sepertinya ini ada sangkut pautnya dengan Yuri eonni”

“Apa maksud kamu ada sangkut pautnya dengan Yuri noona?”

“Mereka…” ucapan Sooah terputus karena Yuri mengetuk pintu kamar mandi

“Apa kau sudah selesai Sooah? Aku juga ingin mandi” teriak Yuri dari luar

“Nanti saja aku menjelaskan padamu, segera mandi dan jemput aku. Love you”

“Maafkan aku eonni” ujar Sooah menyesal beralam-lama di dalam kamar mandi

“Baru berapa jam tidak bertemu sudah berbincang lewat telfon eoh” ucap Yuri sedikit terdengar nada iri

“Kamu bisa saja eonni, sarapannya sudah siap bukan?” Yuri mengangguk dan Sooahpun langsung keluar dari dalam kamar mandi.

Entah Yuri yang terlalu lama berada di dalam kamar mandi atau Suga yang terlalu cepat sampai dirumahnya , sekarang Suga dan Sooah sedang menikmati berita pagi di TV.

“Kenapa kalian tidak langsung sarapan saja?” kedua pasangan tersebut langsung melihat kebelakang dimana Yuri sudah siap dengan stelan kantornya.

“Kamikan tamu tidak baik jika tuan rumah belum mempersilahkan tamunya” ucap Suga

“Baiklah ayo kita sarapan bersama” merekapun makan bersama dalam diam, tetapi Suga dan Sooah saling melirik dan menatap Yuri bergantian. Yuri merasa jika Sooah dan Suga menatapnya , namun dia tidak memandang kembali pasangan itu.

“Eonni kamu yakin tidak ingin kami antar ke kantor” ucap Sooah sambil mengupas buah apel

“Astaga berapa kali lagi kamu akan tanya hal itu! Aku tidak ingin menggangu kegiatan pagi kalian” Suga tersenyum mendengar ucapan Yuri

“Noona perhatian sekali” ucap Suga memeluk tubuh Sooah

“Lebih baik kalian secepatnya menikah” ucap Yuri dengan tatapan iri

“Ayolah eonni kami antarkan saja , hitung-hitung menghemat uang” rayu Sooah dengan puppy eyesnya

“Baiklah” Sooah dan Suga tampak senang atas keputusan Yuri untuk ikut bersama mereka.

“Terima kasih atas tumpangannya” ucap Yuri sesampainya mereka di depan Kantor

“Ah noona aku nanti akan menjemputmu untuk makan siang diluar , kau bisakan?”

“Baiklah aku bisa makan siang bersama kalian , kebetulan aku lupa membawa bekal makan siang” Suga dan Sooah senang mendengar kesediaan Yuri untuk makan siang bersama.

“Kalau begitu kami pergi dulu , sampai jumpa nanti” dari kejauhan terlihat Yuri yang mulai berjalan masuk kedalam gedung kantor.

“Apa kamu yakin rencana kita akan berhasil?” tanya Suga pada Sooah

“Lihat saja nanti , bagaimana mereka mau membuka perasaan masing-masing” ucap Sooah

Advertisements

4 thoughts on “[FF Project My fat Girl] Destiny of Love Chapter 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s