Freelance · Genre · Length · PG - 17 · Rating · Romance · Vignette

[FF Freelance] Telepathy


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Telepathy

Main Cast : Yoon Eun Hee (Fiction Cast), Min Yoongi (BTS).

Other Cast : Eun Hee’s Eomma (Fiction Cast).

Genre : Romance

Rating : PG -17

Lenght : Vignette

Disclaimer : BTS’s Suga / Min Yoongi selalu jadi milik Keluarga, BigHitEnt dan penggemarnya / A.R.M.Y. Fiction Cast and Story is Mine! No Plagiarism! Jika ada kesamaan nama, karakter, watak, sifat, tempat dan waktu merupakan ketidak sengajaan.

Author Notes : Cerita ini ditulis untuk memenuhi permintaan seorang eonni. Berlatar belakang kejadian yang menimpa Suga dan V yang jatuh sakit baru – baru ini. Semoga tidak mengecewakan. Happy Reading! Sangat diharapkan untuk meninggalkan komentar, kritik dan juga saran. Gomawo ^_^

Story :

 

TELEPATHY

 

(Yoon Eun Hee POV)

 

PPPPRRRAAANNKKKK

 

Sebuah piring terlepas dari tanganku. Mungkin karena terlalu licin, atau memang aku yang tak becus memegangnya. Yang pasti suara pecahannya baru membawaku kembali dari sebuah lamunan.

 

“Neo gwaenchana?” Seru eomma dengan raut sangat cemas. Wanita itu selalu bersikap berlebihan seperti ini setiap kali terjadi sesuatu padaku.

 

“Nan gwaenchana eomma.” Aku mencoba menenangkannya dengan sesuatu yang bertentangan dengan keadaanku. Sekalipun perasaan ini sedang gundah, tapi sebisa mungkin aku tidak menunjukkannya kepada orang tua semata wayangku. Aku tidak ingin membebani pikirannya dengan masalahku, terlebih aku kini telah dewasa, 23 Tahun.

 

“Auw!” tapi kali ini aku tidak bisa berbohong saat jariku terkena pecahan piring. Dengan sigap eomma memberikan pertolongan pertama padaku. “Baboya!” Sungut wanita berusia 52 Tahun tersebut sambil memukul pundakku gemas.

 

“Apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu Eunhee-a? Min Yoongi?” Sekeras apapun aku berkilah, eomma selalu mempunyai jawaban yang tepat sehingga aku tak bisa lagi membohonginya.

 

“Dwae.” Jawabku lirih, aku tahu wajahku saat ini pasti terlihat mendung.

 

“Kali ini apa lagi yang terjadi pada kalian?” Mungkin eomma sudah bosan bila mendengar nama Min Yoongi keluar dari mulutku. Ya, aku selalu menceritakan semua tentang Yoongi kepada eomma. Bahkan eomma sangat hafal dengan tingkah kami berdua. Saat kami bertengkar, saat kami salah paham, eommalah tempat mencurahkan isi hatiku, tidak! tapi hati kami. Baik aku atau Yoongi, selalu bercerita kepada wanita ini.

 

“Entahlah eomma, aku juga tidak tahu pasti. Tapi perasaanku sangat gelisah bila memikirkannya.” Lagi dan lagi! Aku selalu menangis bila sedang menceritakan sesuatu yang sangat sensitif, ah sebut saja aku yang terlalu cengeng.

 

“Kau sudah menghubunginya? Menghubungi member lain atau mengirim pesan kepada Managernya?” Saran yang sama, yang terus menerus aku dapatkan dari eomma-ku. “Dia memutuskan komunikasi lagi? Sudah berapa kali eomma katakan, komunikasi itu penting!” Omelan itu terus berlanjut, sekalipun tak membawa solusi setidaknya bebanku sedikit ringan setelah mencurahkannya kepada eomma.

 

Ddddeeeeerrrrrtttttt ~ sesuatu menggetarkan saku celanaku cukup lama. Benda paling berharga itu juga berbunyi sangat lantang. Aku sedikit terkejut saat membaca nama yang muncul pada layar smartphoneku *Yoongi*.

 

“Wae geurae, Yoongi-a?” Entah apa yang aku pikirkan, yang jelas aku merasa sesuatu yang salah sedang terjadi pada namja yang hampir setahun ini mengisi hari – hariku dengan cinta dan tingkah lakunya.

 

“Noona, ini aku Jungkook!” Suara itu jelas berbeda dengan Rapper BTS yang selalu ku nantikan teleponnya.

 

“Oh Kookie? Wae geurae? Kenapa kau meneleponku menggunakan handphone Yoongi?” Mungkin aku berlebihan, tapi jujur saja aku sangat mengkhawatirkan namjachingu-ku.

 

“Suga hyung sedang sakit. Malam ini kami akan kembali ke Korea, dan rencananya besok Suga hyung akan menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bisakah kau menemaninya, Noona?”

 

“Yoongi sakit?” Shock! Itulah perasaanku saat mendengar kabar yang diberikan oleh Jeon Jungkook. “Jam berapa pesawat kalian tiba di Bandara? Aku akan segera menemui kalian.” Ujarku tanpa berpikiran panjang dan menutup saluran telepon tersebut begitu saja. Aku berlari menuju kamarku, mengambil tas, mantel serta syal, kemudian aku siap untuk pergi menjemput Yoongi di Bandara.

 

“Jamkkanman!” Cegah eomma, tergambar jelas bahwa beliau akan melarangku untuk pergi. “Jadi Yoongi sakit? Dia baru akan berangkat malam ini menuju Korea dan kau akan berangkat saat ini juga ke Bandara? Apa kau bodoh Eunhee-a?” Benar saja, eomma memarahiku habis – habisan. “Apa disaat Yoongi sakit, kau juga berencana untuk ikut sakit?”

 

“Arasseo eomma, hajiman…” Bantahku namun tertahan, karena aku tak tahu harus berkata apa lagi.

 

“Hajiman, mwo? Perjalanan dari Jepang ke Korea tidak singkat! Apa kau akan menemui Yoongi dengan tangan kosong? Setidaknya pergunakan jeda waktu yang ada untuk memasakkannya sesuatu! Apa kau pikir hanya dengan melihatmu disampingnya, Yoongi akan sembuh?” Aku rasa ibuku benar. Ah, wanita ini selalu punya cara lain untuk membantuku.

 

“Mianhae eomma. Aku rasa eomma benar, aku akan memasak ayam gingseng untuk Yoongi. Gomawo, Saranghae eomma!” Seruku sedikit terharu sambil memeluk wanita yang paling kusayangi di dunia ini.

 

.

.

.

 

“Kau datang?” Tegur namja seumuran denganku itu antusias saat melihatku sedang menunggunya di ruang tamu Dorm BTS. Aku hanya mengangguk pelan dan membantunya berjalan menuju sofa diruangan itu.

 

“Gomawo Eunhee-a.” Ujar Yoongi, wajahnya yang putih kini terlihat sangat pucat. Suhu tubuhnya juga sangat tinggi, aku rasa selain demam ia juga terlalu capek dengan padatnya jadwal yang harus ia jalani. “Maaf sudah membuatmu khawatir.” Lanjutnya masih dengan suara yang pelan.

 

“Jangan meminta maaf padaku, meminta maaflah pada tubuhmu sendiri! Tubuhmu sudah bekerja sangat keras beberapa waktu terakhir ini, setidaknya berilah dia istirahat yang cukup!” Secara spontan kata – kata itu keluar begitu saja dari mulutku. “Ah satu lagi! Kau harus meminta maaf kepada A.R.M.Y. Mereka semua begitu mengkhawatirkan kesehatan kalian!”

 

“Kau semakin cerewet saja, mirip dengan neoui eommani. Ah, tolong sampaikan salamku padanya. Bilang bahwa aku merindukannya.” Celetuk Yoongi sembari terkekeh ringan. Melihatnya seperti itu aku jadi sedikit lega.

 

“Baiklah, sekarang beristirahatlah! Ah, aku membuatkan kalian ayam gingseng. Kalian harus memakannya selagi masih panas! Aku akan memantaumu dari jauh Yoongi-a, jadi pastikan kau membalas pesanku!”

 

“Arasseo, Yoon Eunhee-ssi!” Jawaban itu selalu membuatku tenang, terlebih saat kekasihku ini menggenggam erat tanganku. Semua beban dan kekhawatiran yang ada dibenakku terasa memudar hanya dengan sebuah senyuman yang dihadiahkan oleh Yoongi untukku.

 

“I mwoeyeo?” Sekarang giliran Yoongi yang menatapku dengan cemas. Dan itu semua karena plester di jari tanganku.

 

“Aku terluka saat membersihkan pecahan piring tadi sore. Ini hanya luka kecil jangan terlalu mencemaskanku!”

 

“Kau ini! Tentu saja aku cemas, bagaimana bisa kau terluka? Seingatku kau bukan type yeoja yang ceroboh.” Apakah itu pujian atau sebuah hinaan? yang jelas aku hanya bisa memanyunkan bibirku dengan mendengus kesal.

 

“Sejak kemarin perasaanku tidak enak, ada kegelisahan yang tak berujung sepanjang hari. Dan itu sangat menggangguku, hingga membuatku memecahkan piring secara tak sengaja.” Jelasku apa adanya.

 

“Lalu apakah kau masih gelisah sekarang?” Yoongi menatapku tajam. Tak pernah aku melihat ekspresinya seserius ini, sedangkan aku hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaannya.

 

“Itu artinya kau turut merasakan sakit yang kualami.” ujar Yoongi sambil menggeser sedikit posisi tubuhnya, kini kami saling berhadapan. Tangan kanannya meraih leher bagian belakangku dan wajah kami semakin berdekatan. Sebuah ciumanpun mendarat tepat dibibirku. Saat ini waktu terasa terhenti sejenak, aku terkejut namun menyukainya.

 

“Mianata Eunhee-a! Sepertinya demamku akan berpindah padamu.” Tawa itupun lepas dari bibirnya. Sekalipun aku kesal mendengarnya, tapi tetap aku terima. Tak masalah jika aku menggantikan sakit yang Yoongi alami, setidaknya aku dan jutaan ARMY masih bisa menikmati penampilan Suga di atas panggung.

 

-FIN-

 

 

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

12 thoughts on “[FF Freelance] Telepathy

  1. Aduh jadi blushing hahaha , ini yang aku rasakan pas yoongi dikabarkan sakit.

    Kamu benar-benar merealisasikan apa yang dirasakan sama semua Army.

    Terima kasih sudah buat FF ini , aku terharu sama jalan ceritanya . Sumpah good job authornim ^^

    Like

    1. Terima kasih juga karena sudah membaca dan mereview FF ini Vizkylee. Syukurlah jika FF ini bisa mewakili perasaan kita semua. Tp memang kabar sakitnya Suga dan V itu sangat mengejutkan. 😥

      Sekali lagi terima kasih^^

      Like

      1. iya sama-sama ^^
        iya benar-benar mewakili loh
        iya mengejutkan banget , gak nyangka Suga dan V yang kuat bakal tergolek lemah
        iya ^^ aku tunggu FF bts lainnya

        Like

  2. Sbenarnya bnyk FF BTS yg aku buat, tp gak pede untuk publish. Karena udh lama dan itu pertama2 nulis FF, rata2 cerita dan penulisannya absurd.

    Jadi skrg pengennya nulis FF baru aja untuk di publish hehhehe

    Like

  3. Eyyyy, Yoongi main nular2rin penyakit segala…kan jd mau klw cara nularinnya kya gt *nahloh kekekekek..

    kak, bener deh aku suka sama gaya bahasa kka… dibacanya enak.hehehehe…

    ditunggu karya2 selanjutnya yaa ka… Fighting ^_^

    Like

    1. Hai hai Lisa Kim! Terima kasih udah sempetin baca FF ku. Makasi juga udah meninggalkan jejak disini.

      Hehehe ditunggu ya FF selanjutnya!

      Btw kpn mulai nulis lagi?

      Like

      1. Blm tau nie ka. blm ada waktunya, pdhl ide cerita dh ada.huhuhuh mungkin abis selesai sidang skripsi aku br bisa mulai nulis lg. doakan sidang skripsiku lancar yaa ka.heheheh

        Like

  4. huaahhh… entah apa yang aku pikirkan ttg ff ini hehe. tapi kadang benr bgt entah itu kebetulan atau engga tapi saatada salah satu bias sakit kdg kita juga ngerasain-_- entah aku yg berlebihan ataugmn ehhe. anyway it’s the sweet one. hahaha ga neko2 tapi feel romantisnya dapet bgt heheh. next fanfiction juseyo 😀

    Like

    1. “Kekhawatiran yg di rasain seorang fans girl itu lebih besar dan peka terhadap idolanya.” Aku ngambil ide cerita dari keadaan yg melanda aku dan juga teman – teman lain. Jdi menurutku bukan lebay kok Sora. Hehehe

      Thanks udh mereview ff yg satu ini.

      Like

  5. Kenapa aku harus baca ff ini sekarang?? Hwaaaa 😭😭, padahal tadi baru baca artikel yg bilang kalo suga ketahuan pacaran. Semoga cuma hoax. Daebak thor, aku bacanya sampe sakit hati gegara mereka berdua terlalu sweet 😭😭

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s