Friendship · Mystery · Slice of Life

Just try, hyung!


Author : riseuki || Cast: BTS’s Jungkook & Rap Monster  ||

Genre: Riddle || Duration : Drabble || Rating : T

photogrid_1452050623648.jpg

“kesenangan mendengungkannya dalam kebahagiaan”

.

.

Tubuhnya tergolek lemah dan selang-selang itu bak lintah menempeli tubuhnnya dengan erat. Kemarin, Namjoon akhirnya tumbang dalam kesengsaraan yang dia ciptakan.

Di sisi tubuhnya, Jungkook duduk dengan khidmat sembari memperhatikan keadaan seniornya itu. Di dalam hatinya, dia tiba-tiba teringat obrolan mereka beberapa hari ke belakang, hyung selalu mengatakan untuk membagi beban jika memang dirasa terlalu berat untuk dipanggul sendirian.

Tapi coba lihat apa yang terjadi pada Namjoon sekarang!

Jungkook merapal kata-kata di bibir tanpa suara –toh, dia memang tak bicara pada siapa pun. Dia agak menyalahkan dirinya karena menjadi kurang peka, karena hyung adalah tempat dia berbagi tetapi beer adalah tempat hyung berlari, bukan Jungkook. Di situ, hati Jungkook merasa kecewa.

“Kau kena kutuk”

Adalah kalimat pertama yang keluar dari mulut lelaki Jeon itu begitu melihat pergerakan Namjoon ketika lelaki yang terbaring lemah itu membuka matanya.

“Jika hyung tak mau mendivide denganku, sebaiknya jangan tenggelam bersama kepahitan itu terlalu dalam”, lanjut si lelaki Jeon dengan nafas yang berat dan dikeluarkan dengan terburu-buru. “Lihat, bagaimana dokter akhirnya menguras kepahitan itu dari perutmu, um?

Namjoon meneleng sedikit dan hanya menarik bibir sebelah kanannya sedikit pula. Ia menciptakan smirk karena merasa geli dengan apa yang di lakukan juniornya itu, juga pilihan kata yang dia gunakan, walau itu memang benar.

“Kau tidak datang untuk menjenguk?”

Jungkook jelas mendengar bisikan itu, karena dia menjawab, “Ani, aku datang untuk menasehati hyung”, tanpa tedeng aling-aling dia berkata jujur. Tak begitu mengkhawatirkan tampang lemah Namjoon dan keringat yang mengaliri sudut kepala lelaki itu.

“Apa? Aku sudah cukup banyak mendengar darimu, Kook-a

“Tapi ada yang pamungkas”

Sejenak, kebisuan menyelimuti kelanjutan kalimat itu. Baik lelaki Jeon dan lelaki Kim, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Selang masih menempel bak lintah, tetesan infus bahkan terdengar bagai titik-titik air yang turun dari keran yang bocor di asrama keduanya. Dan syukurlah, alat pendeteksi debar jantung itu berjalan dengan normal, bukan berubah menjadi linear.

Kesenangan mengatakannya dalam kebahagiaan yang mereka dengungkan, hyung—“ tak berani mengatakan secara langsung, Jungkook mengungkap kalimat itu tepat ke wajah Namjoon, “—bahwa dia harus tetap kau cintai bagaimanapun keadaannya. Uang atau kekuasaan memang tak pernah membuat kita bahagia, tapi coba sekali saja kau peluk dia, mungkin akan ada yang berubah”

Jungkook berani mengungkap itu karena dia sudah membuktikan kebenaran ucapannya. Sehari setelah mereka duduk bersama di atap waktu itu, keesokannya entah apa yang merasuki, Jungkook pergi ke stasiun dan naik kereta terpagi, mencoba melakukan hal lain dengan kemandiriannya. Dan, tak disangka keadaan memihak, dan banyak hal memang berubah jadi baik.

Jadi, siapa tahu bisa juga berlaku untuk Namjoon, ‘kan?

That ain’t hard, hyung”

Namjoon mengangguk, “Tapi butuh keberanian yang besar. Nekat, ‘kan?”

Jungkook terkekeh pelan dan menaikkan bahu, memberi isyarat yang sebenarnya mengiakan. “At least you try, sebelum ditarik ke api panas yang menyala-nyala. Kan sudah ku bilang bahwa kau dikutuk”

“Kau jadi terlalu filosofis dan percaya pada hal bodoh”, Namjoon mencoba di duduk di tempat ia direbahkan dengan paksa semalam, karena seingatnya dia jatuh di atap, bukan di kasur –apalagi, milik rumah sakit.

Kesenangan hanya meminta kau memeluknya dan mengatakan bahwa kau mencintainya, terlepas dari apapun yang kau rasakan tentang dia aku tahu kau –dan aku, sebenarnya memendam perasaan yang amat dalam pada dia. Karena bagaimana pun dia tidak terganti, ‘kan?”

Mungkin karena masih pening dan lemas, dan melihat kondisinya yang terlilit benda-benda asing, Namjoon jadi tak banyak mendebat. Dia hanya berpikir dan terus berpikir.

Dia.

Ya, Namjoon tahu dia mencintainya, sebagaimana sebaliknya.

Mungkin, Namjoon lah yang memang harus menciptakan perubahan, agar mereka bahagia sebagaimana yang Namjoon inginkan. Dan lagi, jika Jungkook mengatakan dia di kutuk, bisa jadi itu benar. Dia kan punya posisi tinggi di hadapan Tuhan.

.

.

.

.

.

“Apa yang kau bawa untukku?”

Melirik kotak di nakas ranjang, Namjoon bersemangat sementara Jungkook hanya melirik, “Red Velvet, kesukaanmu”

.

fin

 

a/n : yassss! Happy 6th January everyone. Did u know what day is it? This is Sherlock Holmes’s bday! Hahaha, and so because I’m a Sherlockian (YES HE HAS A FANDOM TOO), I tried to make a riddle fiction :” biar pun kayaknya ini ga jelas dan gimanaaaa gitu ya? Ah, biarlah. Maklumin baru pertama bikin riddle :”

p.s.s : AYO DI TEBAK SIAPAKAH “DIA” YANG DI MAKSUD DISINI. PETUNJUK DI ATAS CUKUP JELAS DAN BANYAK KOK (menurut aku sih –kemudian di tabok readers). SELAMAT MENJADI DETEKTIF ^^ JAWABAN AKAN DI POST TANGGAL SEGERA YA 🙂

p.s.s.s : buat yang belum juga bisa menebak siapakah sosok “DIA” itu mungkin bisa baca sequel sebelumnya dari Jungkook-Namjoon di sini ya. Terimakasih. Xx Riseuki.

Advertisements

10 thoughts on “Just try, hyung!

  1. aku coba tebak ya

    ‘DIA’

    IBU

    karena yang dekat dengan tuhan , surga ada ditelapak kaki ibu .

    menurutku sih ya hehehe , aku awalnya bingung ini cerita apa dan ditengah-tengah baru ngerti maksud dari FF ini.

    Like

  2. Riseukiiii!! XD we meet again, is this your first riddle atau ini yang kesekian? Hehehe dan kali ini saya mikir keras utk baca satu ff ini :’)) anyway happy bday mas sherlock! :3 seperti biasa aku suka cara kamu mmbawakan cerita sayang 🙂 bahasanya bkin mikir terus-,- and I know you’re gonna ask us about “dia” hahaha. Ini menurutku ya, menurutku. “Dia” itu adalah…………”kesenangan” :3 am I right? Pfft maaf kalo salah 😥

    Like

  3. Sepertinya ini kelanjutan dari FF sblmnya ya? Dia? Hmmm Ibu. Karen d FF yg sebelumnya masalah Namjoon, Kookie dan Jimin adalah Ibu yang berada dirumah mereka masing2.

    Like

  4. ‘dia’ itu hidup? hahah tebakan random.
    dari ficnya, ini slice of life yg rada nyesek dan sensitif topiknya sih ya, tapi mestinya bisa kamu olah jadi lebih bagus lagi *atau barangkali riddlenya terlalu susah sehingga feelnya ga dapet :p mian* terus juga ada bbrp tanda baca yg hilang, tanda titik/koma yg hilang sblm tanda petik terutama, kurasa tadi byk muncul. penggunaan kata asing juga masih kurang tepat, yg aku inget bgt adalah ‘mendivide’. hm…. agak ga sreg sih akunya, enakan membagi aja.
    keep writing!

    Like

    1. halo liana! makasih sudah mampir ya. dan, FF ini sebenernya aku baru sekali coba-coba bikin riddle dan maafkeunlah kalau ternyata blas tidak nge-feel juga bahasa coba-coba yang aku pakai ternyata FAILED gitu wahahaha *ini ketawanya agak getir* tapi makasih banyak ya buat koreksinya! Semoga bisa jadi lebih baik ke depannya huhu, neeee I’ll keep writing and be better T^T
      jawaban dari riddle ini bisa kamu lihat di https://riseriseuki.wordpress.com/2016/01/08/the-answer/ ya. Annyeong!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s