Angst · Freelance · Genre · Hurt · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[FF Freelance] Heart Attack


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Heart Attack

Main Cast : Zhang Yixing / Lay (EXO), Kotomi Madoka (Fiction Cast).

Other Cast : Park Yunhee, Ahn Yaerim (Fiction Cast).

Genre : Romance, Angst, Hurt.

Rating : PG – 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : EXO’s Lay mutlak milik Keluarga, SMEnt dan EXO-L. Alur cerita beserta fiction cast murni karangan / ciptaan author. No Plagiat! Jika ditemukan kesamaan nama, karakter, watak, waktu dan tempat merupakan unsur ketidak sengajaan. Harap untuk tidak mengCopy Paste sebuah hasil karya orang lain.

 

Author Notes : Happy reading chingu ^_^ Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, kritik ataupun saran. Gomawo 🙂

Story :

HEART ATTACK

(Author POV)

 

Suasana hening menyelimuti kedua insan yang saling berpapasan di sebuah ruang tunggu nan luas serta ramai. Hanya diam, tak satupun dari keduanya berani menatap sosok di hadapannya. Sekalipun situasinya sangat kaku dan canggung tapi tak ada salah satu dari mereka yang berniat untuk beranjak, seakan – akan kaki mereka telah permanen untuk berpijak disana.

 

Dalam hitungan detik akhirnya seseorang mulai tersadar. “Annyeonghaseyo sunbaenim!” sapa yeoja itu membungkukkan badannya, memberikan salam kepada seniornya. Merasa tak mendapatkan respon balasan, barulah yeoja berparas cantik tadi bisa ringan melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari tempat yang dirasakan tak lagi nyaman.

 

Ketika mendengar langkah kaki yang kian menjauh barulah namja itu menoleh kebelakang. Dipandanginya punggung yeoja bertubuh mungil itu dari tempatnya berdiri. ‘Baboya!’ namja bernama Zhang Yixing itupun hanya bisa merutuki perbuatannya. Apakah ia menyesal? Yup, ia sangat menyesali tindakan pengecutnya ini.

 

*Flashback 1 bulan yang lalu…

 

“Apakah kamu yang bernama Kotomi Madoka?” Tegur namja anggota senat Universitas K.

“Dwae sunbaenim.” Jawab juniornya itu terbata – bata. Gadis itu benar – benar tidak percaya bahwa namja itu sedang mengajaknya bicara saat ini. “Apa ada yang perlu saya bantu sunbae?” Tanya Madoka sangat kaku.

“Anieyo. Aku hanya penasaran terhadapmu.”

“Dwae?”

“Kamu begitu terkenal di kalangan junior, aku jadi tertarik untuk mengenalmu.” Mendengar ucapan namja yang sering di panggil Lay itu membuat wajah Madoka merona. Sungguh tak pernah terlintas di benaknya bahwa Lay akan bertindak seperti ini.

 

Bagi Madoka, Lay adalah sosok namja yang hampir sempurna. Dia sunbae yang baik, murah senyum, ramah, pintar dan juga populer, bahkan Lay atau Zhang Yixing merupakan mahasiswa teladan kesayangan para dosen disana. Bisa berada di tempat yang sama saja sudah cukup menyenangkan untuk penggemar rahasia seperti Madoka. Terlebih bisa berbincang – bincang dengan namja yang begitu di idolakan, itu merupakan suatu keajaiban besar dalam hidupnya.

 

Pada awalnya Madoka tak berniat untuk mendekati Lay lebih jauh lagi. Ia sadar akan siapa dirinya. Madoka hanyalah mahasiswi biasa di Fakultas Ekonomi, ia tak memiliki prestasi sebaik Lay. Meskipun ia memiliki wajah cantik, tapi dia selalu merasa banyak yeoja yang jauh lebih cantik darinya.

 

Lalu apa yang membuat yeoja itu sangat populer di kalangan namja junior? Sifat cerianya. Madoka memiliki sifat yang sangat ceria, dan itu membuat aura disekitarnya menjadi positif. Bagi orang lain, bertukar pikiran dengan Madoka sangat nyaman serta menyenangkan. Itulah sebabnya ia memiliki banyak teman dari Fakultas yang berbeda.

 

Kembali berbicara soal Lay, sejak masuk Universitas K Madoka sudah begitu menyukai namja berzodiak Libra tersebut. Namun selama 2 semester awal, yeoja ini hanya bisa memandangi Lay dari jarak cukup jauh. Memasuki Tahun kedua barulah keberuntungan berpihak pada yeoja kelahiran bulan Juni tersebut. Ia berhasil masuk ke anggotaan Senat dan menjadi junior dari Lay yang lebih dulu menjadi anggota.

 

Suatu hari, Madoka menemukan sebuah ponsel tergelatak di ruang meeting Senat. Yeoja itu bermaksud mencari tahu pemiliknya kemudian mengembalikannya. Saat ia menyentuh smartphone tersebut tanpa sengaja kunci layarnya terbuka. Madoka hanya bisa membulatkan mata indahnya. Tangannya mulai gemetaran saat melihat wallpaper ponsel tersebut. ‘Ini milik Lay sunbae!’ pikirnya. Tak bisa di pungkiri ia sangat merasa senang mengetahui bahwa itu adalah benda berharga milik namja yang ia sukai. Lalu sebuah pikiran nakalpun terbesit di kepalanya, yeoja itupun tergoda. Secara diam – diam, Madoka menyimpan nomer hp, ID chat, Pin dan beberapa key contact yang dimiliki oleh Lay sebelum yeoja itu benar – benar mengembalikan handphone tersebut kepada pemiliknya.

 

*Apa kelasmu sudah berakhir? Bagaimana jika kita pulang bersama?* tiba – tiba sebuah pesan masuk ke ponsel yeoja berambut hitam itu keesokan harinya. Ia mencoba meyakinkan dirinya dengan membaca berkali – kali pesan sekaligus nama pengirim pesan tersebut. “Lay?!?!?” Serunya dengan girang, tanpa sadar bahwa ia berada di tengah pelajaran yang masih berlangsung.

 

Bermula dari pesan itulah kedekatan antara Madoka dan Lay terjalin. Hampir setiap pagi mereka bertukar pesan, bahkan sudah menjadi kebiasaan bahwa pesan yang mereka terima secara bergantian adalah alarm yang membangunkan mereka dari tidur nyenyak semalam. Komunikasi keduanya berjalan cukup baik dan lancar sejauh ini, tapi hanya sebatas via ponsel.

 

Sikap Lay yang hangat, pengertian dan ramah saat di Chating, SMS ataupun Telepon sangat berbanding terbalik dengan realita yang ada. Namja itu cinderung menghindari Madoka kala keduanya terjebak dalam keanggotaan Senat. ‘Mungkin sunbae ingin aku profesional, bagaimanapun dia tetaplah seniorku.’ Pikir Madoka. Ya, gadis itu selalu mencoba berpikiran positif dalam segala hal. Ia tak merasa sakit hati di perlakukan seperti itu oleh Lay.

 

Hubungan via gadget masih terus berlanjut hingga suatu hari ponsel Madoka jatuh dari tasnya dan rusak. Untuk sementara waktu komunikasinya dengan Lay pun ikut terputus.

 

“Sunbaenim, bolehkah aku meminjam ponselmu untuk mengirim pesan kepada Lay sunbae?” Madoka meminta bantuan kepada mahasiswi satu tingkat diatasnya.

“Ada apa dengan ponselmu?” Tanya yeoja itu sembari memberikan smartphonenya.

“Masih dalam perbaikan, tempo hari aku menjatuhkannya.” Jawab Madoka lalu mengetikkan sebuah pesan kepada Lay.

“Kalau boleh tahu, untuk apa kau mengirim pesan kepada Lay? Apa rumor itu benar?” Celetuk si senior.

“Rumor? Tentang apa? Aku mengirim pesan karena ada proposal yang harus aku ambil darinya.”

“Apa kau tidak tahu Madoka? Anak – anak sedang membicarakan dirimu di luar sana.”

“Jeongmalyeo? Wae?”

“Apa benar kau menyukai Lay?”

“Mwo? A.. ani.. Wae?”

“Ah syukurlah kalau begitu.” ujar senior bernama Park Yunhee itu lega.

“Sebenarnya apa yang terjadi sunbae?” Desak Madoka antara bingung, khawatir dan was – was.

“Bukan apa – apa. Ah ada balasan dari Lay!” seru yeoja itu mengalihkan pembicaraan saat ponselnya bergetar.

“Baiklah, gomawo sunbae.” ujar Madoka kemudian berlalu setelah membaca pesan balasan tersebut.

 

Lay message : Aku sedang berada di Lab. Multimedia. Datanglah kemari!

 

Dengan penuh harap Madoka melangkahkan kakinya dengan cepat. Ia tak sabar untuk melihat wajah namja yang begitu ia rindukan. Hampir 1 minggu lamanya ia kehilangan kabar tentang Lay. Namun bayangan – bayangan indah yang tergambar di pikiran Madoka runtuh seketika, kala ia itu mendapati Lay tengah duduk berduaan di sudut ruang Lab bersama seorang yeoja. Air matanya hampir saja menetes, kakinya pun mundur selangkah, kiranya ia cemburu melihat pemandangan tersebut. Dengan cepat ia menyeka butiran bening dari matanya, menarik kedua sudut bibirnya dan menguatkan hatinya. ‘Madoka kamu kemari untuk mengambil proposal! Ingatlah itu!’ Gumamnya dalam hati lalu dengan tak tahu malunya ia pergi menemui Lay.

 

“Joesonghabnida sunbaenim, aku kemari untuk mengambil proposal.” Celetuk Madoka sambil kepalanya tertunduk, tak berani melihat sosok – sosok dihadapannya.

“Ini ambillah!” Seru Lay sedikit dingin.

“Gamsahabnida sunbae, aku permisi.” Pamit Madoka masih dengan posisi kepala yang menunduk.

“Jamkkanman!” Cegah yeoja yang duduk di samping Lay. “Apakah kau yang bernama Kotomi Madoka? Tidakkah kau mengenaliku?” Lanjutnya dengan nada semakin meninggi.

“Dwae sunbaenim, aku Madoka dan aku tahu siapa anda.” Jawab Madoka.

“Baguslah kalau begitu, setidaknya kamu harus tahu apa yang akan kamu lakukan kedepannya.” perkataan yeoja bernama Ahn Yaerim itu terdengar sebagai peringatan yang mengintimidasi. Membuat Madoka hanya bisa berlari pergi dari tempat itu.

 

Keesokan harinya Madoka barulah mengetahui rumor tentangnya yang berhembus di kalangan mahasiswa. Ia dituduh sebagai perusak hubungan Lay dan Ahn Yaerim, seniornya di Fakultas Ekonomi yang kebetulan anak dari dewan komite Universitas K. Air mata Madoka tak terbendungkan lagi, yeoja itu merasa sangat menyesal dan tersakiti. ‘Perusak hubungan? tidakkah itu keterlaluan?’ pikir Madoka sambil memeganggi ulu hatinya yang terasa nyeri.

 

Yeoja ini terlalu peduli pada orang lain, sekalipun ia tahu akan sakit hati lagi tetap saja ia menemui Yaerim dengan maksud meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Sayangnya, lawan bicaranya kali ini tidaklah sebaik dirinya. Yaerim justru berteriak memaki Madoka, mengeluarkan air mata buaya dan mencari simpati orang – orang yang melihat keributan itu.

“Lay itu tunanganku! Semua orang tahu akan hal itu! Bagaimana bisa kamu mencoba mendekatinya!?!?” Geram Yaerim lalu memberikan tamparan keras di pipi kanan Madoka. Kejadian ini sangat menyakitkan sekaligus memalukan, namun Madoka berusaha sekuat mungkin untuk bertahan meyakinkan bahwa dia tidak menggoda Lay. Bahkan dia tidak tahu sama sekali jika Lay sudah memiliki tunangan.

“Katakan padaku dengan jujur! Apakah kau yakin tidak menyukai Lay?!?!?!” Desak Yaerim, dan pertanyaan kali ini membuat Madoka kalah telak.

“Joesonghabnida sunbae, aku berjanji padamu bahwa aku akan menjauh dari hubungan kalian berdua. Kumohon percayalah pada kata – kataku ini.” Ujar Madoka penuh derai air mata lalu melangkah pergi dari sana dengan perasaan yang amburadul.

 

*Flashback End…

 

Lay message : Apakah kau menyukaiku Madoka?

 

Replay from Madoka : Ya, aku menyukaimu Zhang Yixing.

 

Tak ada yang di khawatirkan saat yeoja itu membalas pesan dari Lay. Baginya semua telah berakhir, ada baiknya ia jujur akan perasaannya terhadap Lay sebelum ia meninggalkan Negeri Gingseng tersebut.

 

Setelah beberapa pekan keduanya saling menghindar, ini merupakan kali pertama Lay menjumpai Madoka di tempat yang tidak tepat, yaitu Bandara. Yeoja itu terlihat sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawatnya menuju Kanada. Sedangkan Lay, masih terpaku ditempatnya berdiri menatap langkah Madoka yang menuntun kopernya menjauh.

 

“Jamkkanman!” Seru Lay yang tiba – tiba menggenggam tangan Madoka, namja itu berlari dari tempat awalnya.

“Wae geurae?” Sungut Madoka.

“Mianhae, jeongmal mianhae Madoka.”

“Untuk apa meminta maaf sunbae? Tidak ada yang perlu aku maafkan.”

“Aku meminta maaf karena aku tidak bisa jujur padamu, sebenarnya aku…”

“Geumanhae! Apapun yang ingin kau katakan, aku tidak ingin mendengarnya.”

“Tapi aku menyukaimu, Madoka!” Seru Lay yang langsung menarik yeoja itu kedalam pelukannya. “Bisakah kau tetap disini? Aku akan memperbaiki semuanya.” Imbuh Lay.

“Mianata sunbaenim, aku harus pergi. Terima kasih, karena sunbae telah jujur. Tapi bagiku semuanya sudah terlambat.” Pamit Madoka.

 

Tak ada yang bisa dikatakan lagi, Lay hanya bisa menatap nanar langkah Madoka yang semakin menjauh. Sekalipun ia berkata jujur atas perasaannya, keputusan yeoja itu tak berubah untuk tetap pergi. Bahkan saat ini mungkin saja Madoka sudah duduk manis di dalam burung mesin raksasa itu, yang bersiap untuk lepas landas sekaligus siap untuk melupakan perasaannya terhadap namja bernama Lay.

 

-FIN-

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

9 thoughts on “[FF Freelance] Heart Attack

  1. Oh iya kamukan pakai bahasa formal setidaknya hilangkan bahasa informal
    Diatas kamu nulis Yup , bisa saja Ya sudah cukup. Itu yg aku rasa .

    Aku kalau review buat jalan cerita gak terlalu bisa , menurutku sih jalan ceritanya bagus dan aku suka kamu pakai bahasa korea yang baik. Aku sekarang udah jarang banget pakai bahasa korea.

    Like

    1. Baik eonni, terima kasih sudah baca ff ini dan mereviewnya. Untuk selanjutnya akan di usahan lebih teliti lagi dlm pemakaian bahasa. Sejujurnya penggunaan bahasa korea aku tujukan untuk membedakan antara cerpen Indonesia dan Fanfiction Kpop yang aku tulis.

      Like

  2. Hiiii yunitananda ^^ salam kenala ya. Aku sering liat ffmu di sini, kamu salah satu freelancer yg paling aktif disini. Semoga kamu g bosen2 untuk nulis ff dan mempublishnya di wp ini.
    Aku sudah baca ffmu yg DO itu dan ini^^ ceritanya bgus simple. Aku plng suka ceritamu yg DO itu hahaha xD deket karena ketemu beli ice cream itu. Dan yg ini juga bagus ^^ dan kamu cukup baik untuk membuat plot twist heheh aku kira si cwek bakalan jadian sama lay, tp ternyata enggak ><
    Oh , iya mau tanya. Udh berapa lama kamu nulis ff?

    Like

  3. Halo minarifini, nulis FF? Hmmm baru banget, mungkin sekitar 6 bulan. Dulu seringnya nulis cerpen dan gegara ada temen yg req ff bts jadinya coba2 mulai nulis ff eh skrg jdi keterusan. (Maaf pnjlsannya panjang).

    Selama dsini masih menerima ff freelance, aku gk bakal bosen utk kirim. Hehehehe. Terima kasih sudah bersedia menilik karangan absurdku. 🙂

    Like

  4. Huah! The angst one! Lay jahat bingit-_- related banget sukanya 😦 heheh anyway aku suka ceritanya 🙂 mnrtku dari yg sblmnya cerita kamu naik level nih hehe. Narasi kamu uda Bagus, pembawaannya juga. Meski ada beberapa typo but it’s OK, karena saya juga suka typo :”’) oh ya, mnrtku formatnya sedikit kaku, trs mgkin lbh baik kamu kasih space jadi ada scene berikutnya gitu hehe. Tau ga mksudku?-_- maaf jika saya ngelantur hehe. But anyway ud Bagus kok! Next fanfiction juseyo 😀

    Like

    1. Entah knp lg pengen nulis Lay yg berkarakter kyk gini. Ok aku ngerti maksud sora eonni. Utk next ff akn di perbaiki lagi. Makasi untuk reviewnya. Dan semoga author serta admin dsni gak bosen nerima, ngeposting, baca dan ngeriview ff karanganku. Sekali lg terima kasih banyak^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s