Angst · Ficlet · G · Hurt

“I do know Lost”


 Author : riseuki || Cast: EXO’s Chanyeol ||

 Genre: Angst | Hurt  || Duration : Ficlet || Rating : G

PhotoGrid_1451254385719

Tentang Hujan

“ini hanya narasi, tentang satu dari banyak cerita yang bisa muncul ketika hujan mengguyur”

.

.

.

Hari itu, tetesan hujan tiba-tiba jatuh membasahi gersangnya bumi. Bulirnya yang berkejaran mulai menguak harumnya tanah yang melepaskan udara tertahan, khas.

Seorang lelaki dengan tiba-tiba pula segera menyingkap tirai kamarnya yang semula tertutup rapat setelah mendengar bising air yang berjatuhan diluar sana. Ia menatapnya. Lelaki itu menatap sang hujan, menatap ribuan bulir air yang jatuh berkesinambungan tepat di hadapannya dengan raut wajah yang mengguratkan sesuatu. Melukiskan perasaannya, menguak emosi serta memori yang tersimpan rapat di hatinya –yang entah mengapa hanya akan terungkapkan saat hujan tiba.

Hujan mengunci kenangannya, hujan pun telah mengunci hatinya.

 

Park Chanyeol –lelaki tinggi yang masih mengintip di balik jendela, mendesah perlahan lalu mulai menarik tirai kamarnya kembali, mencoba menutupnya walau tak rapat. Disatu sisi ia masih ingin menikmati hujan, karena ia begitu menyukai hujan. Disisi lain ia ingin hujan itu segera berhenti, agar ia tak mengingatnya –mengingat kenangan tentang seseorang di masa lalu, yang terenggut dari sisinya saat hujan tiba.

Lelaki itu mulai tersenyum karena kenangan itu kini telah mendominasi pemikirannya. Senyumnya sungguh terasa dipaksakan, miris. Dibalik senyum itu ada hati yang terluka, diperjelas dengan adanya air yang menggenang di pelupuk mata. Ia membalik tubuhnya, menyandarkan punggungnya pada ambang jendela kaca dihadapannya, yang mulai terasa dingin karena hujan yang menyentuhnya. Lelaki itu melipat tangan didepan dada dan mulai berjalan menuju benda kesayangannya, sebuah gitar tua, pemberian orang yang sangat ia sayangi itu.

Lelaki itu mulai memetik senar usang gitar tersebut, memainkan sebuah alunan yang sangat dikenalnya –alunan yang ceria dan menyenangkan, namun tetap hanya kata maaf yang keluar dari bibir lelaki itu untuk mengiringi petikan senarnya. Kata maaf yang bergetar dan akhirnya tak terdengar.

Kini alunan ceria itu justru diiringi isakan yang sungguh tak bisa lagi ditahan oleh Park Chanyeol –ya, ia menangis.

Chanyeol pun menghentikan permainan pada gitar di genggaman tangannya. Ia mencoba menahan tangisnya, ia mulai menenangkan hatinya dan mengatur nafas. Pemikirannya mulai berjalan normal kembali, ia harus mulai berpikir rasional.

“Kau tidak bisa terus seperti ini! Kau ini laki-laki!”, lirihnya pada diri sendiri. Ia meletakkan kembali gitar tua itu saat pandang dwimaniknya beralih pada sebuah pigura yang sengaja ia letakkan tepat di atas meja nakas.

Park Chanyeol menjangkau pigura dan memandangnya lekat. Menatap sosok yang potretnya terpasang dengan haru, ia merindukan sosok itu. Sangat merindukannya. Ia kembali tersenyum sebelum akhirnya menghela nafas panjang dan berdiri. Kewarasannya telah kembali, ia berjalan ke depan jendela kaca miliknya, menggenggam erat pigura itu dengan tangan kiri dan menyibakkan tirai yang menghalangi pemandangannya dengan tangan lain yang masih bebas.

Ia menatap pigura itu lagi, seulas senyum masih ada di bibirnya, walau genangan air di pelupuk matanya pun masih jelas belum kering secara utuh.

Eomma”, gumamnya sembari memeluk pigura itu lebih kuat.

 

Ya, sosok seseorang yang amat disayanginya adalah wanita dalam pigura itu, wanita yang telah mau melahirkannya untuk melihat dunia. Wanita yang telah merawat serta mengajar diri polosnya sejak dini hingga remaja.

Remaja? Ya, karena setelah itu ia sendiri lah yang merenggutnya, saat hujan tiba.

 

Eomma, mianhae—“, kalimat itulah yang keluar dari bibir Chanyeol berulang-ulang ketika ia melihat kelebat bayangan kecelakaan yang dialami olehnya serta ibunya beberapa tahun yang lalu, saat itu ia yang berkendara.

Ibunya telah memperingatkan agar ia berhati-hati karena hari tengah hujan, namun dengan congkaknya, ia justru menambah kecepatan laju mobil yang mereka kendarai sembari tertawa.

Tindakan Bodoh.

Begitu bodoh.

Ia terus merutuki diri sendiri, karena setelahnya, ia harus menanggung semuanya, ia kehilangan satu-satunya wanita terhebat dalam hidupnya!

 

Sebelum hari ini, Chanyeol akan selalu menantang hujan saat ia tiba! Melawan dengan bodohnya! Ia akan selalu keluar dari persembunyiannya, keluar dari selimutnya yang hangat, keluar dari rumahnya yang tenang, hanya untuk menempatkan dirinya tepat dibawah hujan, membiarkan bulir-bulir air itu membasahinya dan seolah memaki!

Tapi hari ini, Chanyeol sama sekali tak berani menampakkan diri di bawah hujan, ia hanya berani menatapnya dan memikirkan sendiri hal-hal buruk dari memorinya. Ia sadar, bukan hujan yang memulai semuanya, ia sendirilah yang melakukannya. Ia sendiri yang menguak memori-memori pedih dari dalam dirinya saat hujan tiba.

Park Chanyeol sendiri yang melakukannya, bukan hujan.

Namun kini, Chanyeol ingin hujan tetap mengunci kenangannya itu dan membawanya pergi, ia tak ingin berlarut lagi dalam kesepian yang telah lama mengendap. Ia ingin memulai hidupnya yang baru, seperti hujan yang selalu datang satu demi satu, bulir demi bulir, namun berkesinambungan.

Ia sekarang ingin seperti hujan, membiarkan bulir yang jatuh pergi karena ia masih memiliki bulir lain yang akan jatuh dan mengikuti.

Lelaki itu ingin mengunci kenangannya dan membiarkannya pergi, karena ia yakin masih banyak hal yang harus ia jadikan kenangan, kenangan yang membahagiakan untuk kelak dibagi dan diceritakan kepada ibunya didunia yang baru.

Bukan cerita tentang kepedihan atau penyesalan.

Hanya cerita tentang dirinya dan hujan.

.

.

Ah, ini sebuah memori, kenangan menyedihkan yang harus di buang”

-END-

 

p.s : for God shake! Aku shock pas nemu tulisan ini di Draft-ku sendiri dan baca lagi dan dengan cengonya ‘gila, tulisan ini ngendap segini lamanya tanpa pernah di publish’ dan fyi ini ditulis tahun 2012. Haha, aku pengen ketawa tapi keduluan nangis. Dan pada akhirnya feel angst itu kembali lagi, pfth.

Please kindly review tulisan ini ya, dan memang isinya full narration, Cuma deskripsi tapi aku tetap berharap bisa nyampe ke hati reader dengan sedikit editing yang sudah dilakukan. Maaf sudah bawa yang sedih-sedih menjelang tahun baru! Semoga kita jadi pribadi yang lebih baik ya tahun depan. Xx riseuki.

p.s.s : cerita ini fiktif belaka, semoga Chanyeol dan mama-nya sehat selalu! Maaf ya tante ceritanya Chan sedih disini ;” /gajelas/ /biaraja/

Advertisements

10 thoughts on ““I do know Lost”

  1. Kenapa harus Chanyeol? Wae ? Wae? Wae eonni? Aku kan jadi sedih banget bacanya 😥 (*mianhae abaikan saja)

    Boleh gak klo aku bilang ‘aku suka banget sama tulisanmu?’ – ini keren! I’m really like this. Aku berhasil kebawa sedih, seolah – olah ikut ngerasain keresahannya Chan ^_^ .

    Aku langsung antusias lho saat baca maincastnya si happy virus, eh di tambah lagi ceritanya mellow gtu. Cocok dah! Good job eonni! 🙂

    Like

    1. Wk maafkan eonni ya yun, ga sengaja kok bawa yeol. Tadinya sih cuma pake ‘lelaki itu’ tapi kemudian nemu foto chanyeol sedih banget yaudah dipake ajaaa~ Alhamdulillah kalo cocok 🙈
      Terimakasih udh suka sama tulisan ini juga reviewnya! ☺

      Like

  2. Riseukiiiiiiii!!! Can I hug you?! Hahaha entah mengapa feel angst nya dapet banget! Akhir2 ini lagi ogen baca family friendship banyak2 dan karena saya pecinta angst, saya akan berikan kamu nilai 9 😀 10 jika dipanjangkan! Hahaha. Serius ini tahun 2012? And you know what, kamu punya bakat menulis sayang 😀 dibandingkan dg tulisan abal2 saya yg dadanya pgin saya pindah ke recycle bin -_- aku rasa ini uda pas bgt, penyampaiannya, pembawaan cerita, bahasa bahkan length nya kerasa banget angst. Dan kamu sudah membungkusnya dg sgt apik. Kan kdg Kali kepanjangan jadi meluber trs angst nya ga kerasa lagi. Jadi I love it so much! Next fanfiction juseyo 😀

    Liked by 1 person

    1. Meet up lah yuk biar bisa di hug beneran :p
      nah! iya ini 2012, kayaknya taun2 awal aku mulai nulis FF deh & mengendap di draft yg baru di buka kemaren :’) aku juga pecinta angst, dulu kalo nulis sad ending mulu 😂 eh setelah hiatus pengen pindah genre tapi ternyata syusyah 😂
      Duh melayang nih di kasih compliment begitu, tapi sayaang semua orang punya bakat nulis kok termasuk kamu! tinggal gimana mupuk sama ngembanginnya, kan? ☺
      kamu juga aku tungguin next fictionnya ya! 😚

      Like

      1. Ayo ketemuaaaan! hahaha tapi kemena coba :’))) ayuk main2 ke kotaku biar ketemuaaaan sama admin lain :3 kekeke. Nah nah, somehow aku suka bgt sm bhasa kamu dlm ff serious! Perlu belajar nih sm kamu :*

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s