AU · Comedy · fluff · G · One Shoot · Romance

[Oneshot] Crazy Little Thing


Author: Pinkchaejin

Rate: G

Length: one shot

Genre: romance, fluff, friendship, humor

Cast:

-Kim Chan Rin (Chanrin)

-Jeon Jung Kook (Jungkook)

And other cast

-Happy Reading-

 

Hembusan angin sejuk yang berasal dari kipas di sebuah kamar membuat kalender yang terpajang manis di dinding bergoyang tak tentu arah. Membuat sedikit suara berisik yang mengganggu seorang gadis yang kini sedang membaca novel di tempat tidurnya. Gadis itu mendelik sebal sembari memencet tombol ‘off’ pada kipas itu dengan menggunakan jempol kakinya. Apakah suara berisik kalender yang tertiup angin sungguh mengganggu? Ataukah mungkin gadis itu sedang datang bulan sehingga merasa sebal terhadap apapun? Entahlah, tidak ada satupun yang mengerti apa yang membuatnya sebal. Sudah 2 hari penuh gadis itu memasang wajah kusut tanpa niat melakukan apapun selain tidur, membaca novel, ataupun keluar kamar untuk sekedar mengambil makanan hanya disaat perutnya sedang ingin mencari mangsa. Selain itu tak ada hal yang ingin dilakukannya lagi. Mungkin hanya dialah satu-satunya manusia yang tidak merasa jenuh tinggal di dalam apartemen kecil seorang diri tanpa satupun manusia lain yang ikut tinggal bersamanya. Baiklah, ini memang sedang liburan akhir pekan sehingga ia bisa rileks dari pekerjaannya. Tetapi setidaknya ia juga harus membutuh hiburan di luar rumah. Namun sepertinya ia sama sekali tidak tertarik untuk melakukan apapun semenjak kejadian 2 hari yang lalu yang menyebabkan raut wajah imutnya berubah menjadi kusut dan tidak enak untuk dipandang mata.

 

Gadis itu kembali meraih novelnya. Novel itu telah ia baca sampai puluhan kali. Lucunya, gadis itu tidak sama sekali merasa bosan membacanya. Tak mempedulikan suara ponsel berwarna ungu miliknya yang sedari tadi berteriak-teriak mengucapkan kata ‘LINE’. Padahal suara ringtone menyebalkan itu lebih mengganggu daripada suara kertas kalender yang tertiup angin. Mungkin benar, gadis itu sedang datang bulan. Setiap wanita yang sedang datang bulan pasti lebih emosional atau bahkan menganggap suatu perkara kecil adalah sebuah masalah besar, atau bisa saja menganggap sebuah masalah besar adalah suatu perkara kecil. Seperti satu masalah yang telah terjadi, gadis itu sebal pada suara kertas kalender yang tertiup angin namun tidak terganggu oleh suara ringtone menggelikan dari ponselnya.

 

Akhirnya, gadis itu pun menutup novelnya ketika mendengar suara ringtone telepon masuk berdering keras yang memekakkan telinga. Gadis itu mendelik malas melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Raut wajahnya kembali berubah sebal. Ia pun memilih untuk menggeser tombol merah pada ponselnya. Kemudian ia pun menenggelamkan wajahnya pada bantal empuk kesayangannya.

 

Tok tok tok..

 

Lagi-lagi sebuah suara membuatnya merasa kesal. Seseorang mengetuk pintu apartemennya. Gadis itu pun segera bangkit dari ranjang ungu kesayangannya sembari berjalan dengan malas. Gadis itu sepertinya sangat pede dengan penampilan acak-acakannya. Buktinya, ia tidak ingin merapikan dahulu penampilannya sebelum bertemu dengan sang tamu. Benar saja, setelah ia membuka pintu apartemennya, seorang manusia yang berdiri di depan apartemennya itu sedikit melotot melihat penampilan memukau tersebut. Rambut acak-acakan, wajah kusam, mata yang berkantung, dan tentunya bau badan yang semerbak sampai-sampai membuat siapapun yang berada di dekatnya bisa saja pingsan tiba-tiba. Ah, gadis itu tidak pernah berpenampilan seburuk ini.

 

“Chan… Chanrin?” Pria itu berucam dengan mata yang belum bisa lepas dari makhluk Tuhan yang berada di hadapannya kali ini.

“Tsk, mau apa lagi kau kemari? Cepat katakan apa tujuanmu! Aku mengantuk.”

 

Pria yang kini berada di hadapannya itu menautkan alisnya. Mengantuk? Pria itu pun melirik arlojinya. Siapakah orang terkonyol yang mengantuk pada jam 12 siang? Tidak salah lagi, gadis bernama Chanrin itu adalah orang yang sangat-sangat konyol. Disaat orang lain melakukan aktivitas pada jam 12 siang, ia malah berkata bahwa ia mengantuk.

 

“Aish, jangan buang-buang waktu. Aku bosan menunggu suaramu itu keluar.” Chanrin kembali berucap seenaknya.

“Baiklah, waktumu habis. Aku sangat mengantuk. Kurasa lebih baik kita bertemu di lain waktu.” Sambungnya seakan menganggap pria tersebut adalah orang asing baginya.

 

Gadis itu tidak menutup pintu apartemennya. Melainkan hanya menutup pintu pagar. Kemudian ia pun membalikkan badan dan segera beranjak pergi untuk kembali ke kamarnya. Namun langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara berat itu kembali memanggilnya.

 

“Chan!”

 

Chanrin kembali mendelik sebal. Ia pun menoleh ke belakang. Tanda menyahut untuk panggilan dari pria tersebut.

 

“Apa lagi?” Sahutnya dingin. Yang membuat ia bungung adalah, pria itu kini tertawa. Hei, apa yang ia tertawakan? Apakah pria itu sudah berubah menjadi gila?

“Nona Kim, celanamu…”

 

Chanrin mengerutkan keningnya. Kemudian mengalihkan pandangannya pada celana bagian belakangnya. Matanya sukses melotot ketika mendapati pulau-pulau kecil berwarna merah yang menodai celananya. Ini sungguh hal yang sangat memalukan. Ditambah yang melihat adalah seorang pria. Hei, seharusnya hal tersebut tidak boleh dilihat oleh pria karena itu adalah rahasia wanita. Namun apa daya, pria itu terlanjur melihatnya dengan sedikit menahan tawa. Membuat Chanrin merasa sangat malu. Segera ia berlari kecil menuju kamar mandi. Meninggalkan pria yang kini tertawa terbahak-bahak di luar. Ah, sebenarnya pria itu bukanlah seseorang yang mesum. Namun siapa orang yang tidak tertawa ketika melihat wanita yang sedang bocor ketika datang bulan? Terlebih lagi yang melihat adalah pria.

 

Ternyata dia sedang datang bulan. Pantas saja dia sangat sensitif. Batin pria tersebut.

 

10 menit pria itu menunggu. Chanrin pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang menahan malu. Ia mengintip ke arah pintu apartemennya. Sosok wajah yang tadi ditemuinya itu masih saja berada di luar. Chanrin menghela nafas dengan malas. Dengan mengumpulkan sedikit mental, ia pun membuka pintu pagar apartemennya sembari menatap pria itu dengan wajah datar. Sementara pria itu menahan tawa ketika melihat Chanrin yang kembali.

 

“Hei, aku ini tamu. Apakah kau tega membiarkan seorang tamu menunggu di luar? Ditambah lagi sang tamu telah mengirimi pesan LINE berkali-kali tanpa di hiraukan sama sekali. Tidak hanya pesan LINE, tetapi telefon pun juga tidak di hiraukan. Pernahkah kau membaca istilah bahwa tamu adalah raja?” Ujarnya panjang lebar. Membuat Chanrin kembali mendelik sebal sembari mencibir mengucapkan sumpah serapah untuk sosok manusia yang berada di hadapannya.

“Ya, baiklah. Silahkan masuk, Jungkook-ssi.” Balasnya dengan menekankan embel-embel ‘-ssi’ pada nama pria itu. Membuat si pemilik nama menaikkan dahinya sembari menatap Chanrin dengan senyum nakalnya.

 

Dasar perempuan! Mereka sangat menyusahkan ketika sedang datang bulan. Umpat Jungkook dalam hati.

 

“Hei, mengapa kau menatapku seperti itu?” Ucap Chanrin dengan tampang jutek. Lagi-lagi Jungkook masih saja menatap Chanrin dengan tatapan nakalnya sembari duduk di sofa. Sedikit bersantai di atas sofa empuk milik Chanrin.

“Apa kau masih marah, eoh?” Jungkook pun membawa topik tersebut ke dalam pembicaraannya. Membuat sang gadis lagi-lagi mendelik malas sembari memutar kedua bola matanya.

“Menurutmu?” Ketus Chanrin tanpa menatap ke arah Jungkook.

“Hei, apakah aku salah jika untuk kesekian kalinya aku akan mengatakan bahwa sifatmu masih kekanak-kanakan?” Kali ini Jungkook kembali frontal menanggapi sifat gadis itu.

“Baiklah, aku mempersilahkanmu masuk dan kau sebagai tamu malah mengatai tuan rumah? Kau itu—”

“Kuharap aku menemukan gadis yang tidak menyusahkan ketika sedang datang bulan.” sela Jungkook dengan santai tanpa mempertimbangkan apa lagi kata-kata yang dikeluarkan oleh mulut sang gadis yang kini tengah datang bulan itu.

 

Baiklah, memang sulit bagi kaum wanita untuk mengendalikan emosionalnya masing-masing ketika datang bulan. Apalagi untuk jenis wanita seperti Kim Chanrin. Namun entah mengapa Jungkook sangat mencintai gadis yang menurutnya sangat menyusahkan. Yap, Jungkook mencintai Chanrin begitupun sebaliknya. 2 tahun ini mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Walaupun sudah 2 tahun, tidak mungkin mereka tidak pernah bertengkar. Contohnya sekarang ini. Hanya karena salah satu dari mereka merasa cemburu dan berfikir berlebihan terhadap suatu hal, beginilah hubungan mereka. Permasalahan seperti ini paling lama bisa diselesaikan mungkin hanya dalam jangka waktu 5 hari saja.

 

“Setidaknya sikapku yang menurutmu menyusahkan itu lebih baik daripada kau yang dengan perasaan gembira memeluk seorang gadis di belakangku. Apalagi gadis itu adalah kekasih Taehyung-ssi, yaitu Min Hayeon. Untunglah aku tidak melaporkan yang kau lakukan pada Hayeon-ssi pada Taehyung-ssi.” balas Chanrin dengan wajah masam. Jungkook hanya tertawa ringan menanggapi ucapan Chanrin.

“Puluhan kali kau mengacuhkanku hanya karena alasan yang mirip. Karena aku dekat dengan seorang gadis atau bersentuhan dengan seorang gadis. Hei, selama ini kau sering begitu. Marah padaku hanya karena sebuah alasan sepele. Lagipula Hayeon-ssi itu salah satu sahabatku yang berjenis kelamin wanita. Aku juga tidak pernah protes ketika kau sedang berpelukan atau bahkan bermain kejar-kejaran bersama Jimin hyung. Karena aku memaklumi jika kau itu dekat dengan Jimin sebagai sepasang sahabat. Baiklah, aku memang seorang tamu yang sangat tidak sopan karena mengatai sang tuan rumah. Tetapi satu yang harus kau ingat. Aku mencintaimu, Chan.”

 

Ucapan Jungkook membuat Chanrin diam seribu bahasa. Mulai menyadari bahwa Jungkook adalah orang yang romantis. Dan juga ia mulai menyadari bahwa sifatnya terlalu kekanak-kanakan. Selama ini ia selalu membuat Jungkook sulit mempunyai teman wanita karena dirinya yang terlalu berlebihan jika Jungkook dekat dengan seorang wanita. Bahkan ia sempat marah ketika Jungkook sedang menemui seorang wanita yang tanpa ia ketahui sebelumnya ternyata adalah saudara sepupu Jungkook.

 

“Chan?” ujar Jungkook membuyarkan lamunan Chanrin.

“Jungkook-ah, maaf..”

 

Jungkook tersenyum tipis mendengar sebuah kata yang sedari tadi ditungguinya untuk keluar dari bibir mungil milik Chanrin. Ia pun bangkit dari sofa dan berpindah duduk di samping Chanrin. Gadis itu pun segera memeluk erat tubuh Jungkook seraya menangis pelan.

 

“Hei Chan, kau menangis?” ucap Jungkook kembali berujar.

“Tidak, aku terharu.” Balas Chanrin pelan.

“Terharu? Karena apa?”

“Karena aku memiliki kekasih yang mau mencintai gadis menyusahkan dan kekanak-kanakan sepertiku.”

“Ternyata kau menyadarinya juga, ya.”

 

Chanrin pun melepaskan pelukannya. Menatap Jungkook dengan sebal. Kemudian ia mencubit pelan tangan Jungkook seraya berkata, “Apakah kau tidak sadar bahwa kau itu menyebalkan?”

 

Jungkook tertawa pelan.

 

“Tidak. Aku adalah pria yang pendiam seperti Seokjin hyung.”

“Yak! Sifatmu dengannya sangat berbeda jauh, eoh!”

 

FIN^^

Advertisements

3 thoughts on “[Oneshot] Crazy Little Thing

  1. Hallo dek! Duh aku suka idenya ngagabungin rasa sebel sama mens dengan pembawaan begini.
    Dan iya demikian, part ‘pulau pulau merah’ itu bikin aku ikutan malu, apalagi yg liat Jungkook. Kerasa banget feelnya >ā€¦<
    dan yg disuka dari Jungkook disini adalah dia (menurut aku sih) Gentle banget jadi laki mau ngedatengin saat dunia mayanya ga di gubris. Yah biarpun bagian nyeplos pulau itu masih tetep annoying buat aku -_-'
    aku suka penulisan kamu, soalnya miripmirip aku kalo nulis oneshot juga :3
    niceeee, see ya in others stories ya. Annyeong!
    oh iya nambah, ati-ati typo yah, biasain abis selesai nulis dibaca lagi biar bisa sekalian editing šŸ˜‰

    Like

  2. Tetapi setidaknya ia juga harus membutuh hiburan di luar rumah.

    Itu menurut aku ada yang kurang katanya , seharusnya ‘membutuhkan’ sedikit aneh aja membutuh.

    Ceritanya seru kocak , aduh dedek jungkook mergokin anak gadis tembus. Ngakak sumpah , tapi dia tiba2 serius saat ngomongin kalau dia cuman cinta sama chanrin. Dan ketawa lagi diakhir , bikin naik turun ketawanya hehehe.

    Good job
    Keep writing ya šŸ˜Š

    Like

  3. Maknae! šŸ˜€ hahaha aku ga berhenti nagkak bagian Jung Kook liat pulau pulau merah punya Chan Rin XD hahaha itu kocak bingit karena aku pernah nhgalamin hal yanh sama dan itu sumpah memalukan šŸ˜„ first of all, seperti biasa typo nya dikurangin lagi ya (sekalian ngingetin diri sendiri, wkwkw XD) pembawaan ceritanya ringan, aku suka šŸ˜€ teenage banget sesuai sma km. Mnrtku aku suka ff kamu yang teen kyk ini, lbh cocok di kamu sayang šŸ™‚ sesuai umur gt. Tp yang lain juga bgus, cmn mgkin pengetahuannya masih minim jadi blm max hehe. Baiklah sekian review dari kakakmu ini šŸ˜€ next fanfiction juseyoo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s