Bromance · Family · G · Genre · Length · One Shoot · Rating

Hyeongnim


Title                : Hyeongnim

Author            : ts_sora (@ts_sora)

Cast                : BTS’s Kim Seok Jin, BTS’s Kim Tae Hyung

Genre              : Bromance, Famiily

Length            : oneshoot

Rating             : G

Disclaimer      : They belong to BigHit entertainment and their parents of course, meanwhile the story belong to me. No plagiarism juseyo

Summary       :

Menurutmu, siapa yang paling dicintai di antara kita?”

 

Kim Seok Jin menatap layar ponselnya yang menampilkan sebuah kombinasi angka yang begitu familiar baginya. Ia terdengar mendengus saat laki-laki di seberang masih saja mendiamkannya. Bagaimana tidak, sudah lima jam lamanya ia menghubungi nomor tersebut dan sudah lima jam pula laki-laki di sana seakan tak mengakui keberadaannya. Sudah hampir tengah malam, dan laki-laki itu belum kembali pulang.

““Tolong berhenti di sini, pak,”” ujarnya yang disambut anggukan dari sang supir taxi. Ia lalu memberikan beberapa lembar uang spade laki-laki berseragam itu sebelum akhirnya berjalan keluar. Incheon Airport. Entah apa yang membuatnya berada di sini saat ini, namun bagai sebuah keyakinan yang membuatnya begitu yakin bahwa laki-laki itu tengah berada di dalam sana.

Tanpa berpikir panjang, Kim Seok Jin melanjutkan langkahnya dengan setengah berlari dan masih sama mengedarkan pandangannya. Sebelah tangannya, ia masih menggenggam ponselnya dan terus berusaha memanggil nomor milik laki-laki itu, meski setidaknya ia berulang kali diacuhkan.

Kim Seok Jin perlahan menghentikan langkahnya saat kedua matanya baru saja menangkap sosok lain yang tengah duduk menyendiri. Kim Seok Jin membuang nafasnya lega sebelum akhirnya ia berjalan menuju laki-laki itu dan duduk tepat di sampingnya. Kim Seok Jin memandang laki-laki itu yang sekiranya sama sekali tak bereaksi atas kedatangannya saat ini, maka ia juga memilih untuk diam dan memberikan kesempatan laki-laki itu untuk mengatakan sesuatu lebih dulu.

“”Mereka tidak datang,”” ucap laki-laki tu pada akhirnya.

““Kau masih ingat dengan apa yang sering kita ributkan sejak dulu?”” Kim Seok Jin menatap sebentar laki-laki yang ada di sampingnya tersebut sebelum ia akhirnya terdengar menghelan nafasnya sebentar.

“”Tentang siapa di antara kita yang paling dicintai oleh ayah dan ibu. Apa kau ingat?”” Kim Seok Jin menundukkan kepalanya saat kini laki-lak itu menatapnya penuh dengan air muka yang tak terbaca. Bukan, ini pertama kalinya. Ini pertama kalinya laki-laki itu, Kim Tae Hyung menatapnya demikian. Bukan, bukan Kim Tae Hyung seseorang yang memang dengan air muka yang menyedihkan. ia bahkan ingat Kim Tae Hyung adalah seorang laki-laki periang yang sarat akan hal konyol yang seringkali ia lakukan.

Kim Tae Hyung tertawa masam. “”Saat itu aku menganggap mereka mencintaiku. Dan menganggap di antara kita, akulah orang yang paling mereka cintai. Tapi aku tahu, mereka tidak—“”

““Mereka mencintaimu. Hanya, hanya saja mereka sibuk.””Kim Tae Hyung mendengus pelan menatap laki-laki yang lebih tua darinya tersebut sebelum akhirnya ia terlihat menyeringai tipis.

“Sama seperti dahulu.” Selalu hal itulah yang laki-laki itu katakan padanya, berulang-ulang kali. Tak terhitung berapa kali ia datang kemari tiap tahunnya di tanggal yang sama dan tahun yang sama. Tak terhitung berapa kali Ia harus berpura-pura meyakinkan diri bahwa mereka akan pulang. Ya, pulang untuknya. Atau jika mereka pulang bukan untuknya, paling tidak ia ingin melihat wajah keduanya sebagai penebusan rasa rindu akan orang tuanya. Namun semakin besar keinginannya untuk bertemu mereka, semakin besar itu pula ia harus mengubur harapannya dalam-dalam.

““Sebentar lagi malam natal,”” ujar Kim Tae Hyung yang kali ini terdengar parau dan lantas membuat nafas Kim Seok Jin terasa berat saat ini. Entah bagaimana ia harus menjelaskan keadaan mereka yang sebenarnya. Keadaan dimana kedua orang tua mereka yang meninggalkan mereka begitu saja demi kebahagiaan masing-masing. Menyedihkan, namun itulah yang sedang terjadi. Mereka ditinggalkan. Mereka dibuang. Dan Kim Tae Hyung tak mengetahuinya. Atau mungkin ia tak seharusnya tahu tentang hal itu.

“”Apakah harus sebuah malam natal dilewati bersama?”” ujar Seok Jin pada akhirnya dan membuat Kim Tae Hyung kini memandangnya. Seok Jin tahu ada genangan di matanya kali ini. Laki-laki itu hampir menangis. Ia tahu akan hal itu.

“”Kau ingat dengan buku dongeng yang sering ibu bacakan dulu? Dongeng tentang lima anak yatim piatu yang melewati malam natal bersama meski tanpa orang tua mereka namun mereka tetap bahagia tiap malam natal?”” Kim Tae Hyung terlihat mengerutkan keningnya sebelum akhirnya ia mengangguk pelan. “”Apa kau ingat apa yang kau dapat dari dongeng itu?”” Kim Seok Jin mengelus puncak kepala laki-laki yang lebih muda darinya tiga tahun tersebut.

“”Meski kehadiran orang tua begitu berarti, namun itu tak menghambat kebahagiaan kita. Maksudku selama mereka sehat, dan baik-baik saja, itu sudah cukup membuat kita bahagia. Di dalam dongeng itu pula dikatakan bahwa tak seharusnya kita bersedih hati menyambut malam natal.”” Kim Seok Jin mengembangkan senyumnya masam. Ia menghelan nafasnya samar. Ada setidaknya rasa bersalah yang terbesit ia rasakan. Tentang kekhawatirannya, jika kelak mereka benar-benar tak memiliki orang yang mereka sebut ayah dan ibu. Apakah ia terlalu kejam saat ia menceritakan kemungkinan itu padanya?

Kim Seok Jin meraih pundak laki-laki yang lebih muda darinya tersebut sebelum mengelusnya lembut. “”Mereka mencintaimu, mencintai kita. Dan apakah rasa cinta harus dikatakan? Apakah rasa cinta harus ditunjukkan, Tae Hyung ah?”” Kim Tae Hyung menatap Seok Jin bingung sebelum akhirnya a terlihat menundukkan kepalanya kali ini.

“”Lagipula kau memilikiku. Apa kau tidak menganggapku sebagai orang mencintaimu? Oh apakah kau tidak ingin melewati malam natal denganku seperti tahun-tahun sebelumnya?””

““Tidak, hyeong. M-maksudku jangan katakan itu.”” Kim Seok Jin mengulum senyumnya yang membuat Tae Hyung ikut tersenyum karenanya. Kim Tae Hyung menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya ia mengembangkan senyumnya saat ini. Seperti biasa, ia mungkin sedikit berlebihan saat ini, setidaknya sebelum kakak laki-lakinya itu datang untuknya. Dan kini entah mengapa, apapun yang dikatakan laki-laki itu bak sebuah magis yang berhasil membuatnya merasa lebih tenang dan akan selalu seperti itu.

“”Sudah merasa lega sekarang?”” Kim Tae Hyung mengangguk antusias. Laki-laki yang masih senantiasa mengembangkan senyumnya. Kim Seok Jin tersenyum puas kali ini. Baginya, tak masalah jika ia hanya hidup berdua dengan adik laki-lakinya tersebut. Tak masalah jika kedua orang tua mereka meninggalkan mereka atau membuang mereka begitu saja. Bukan, bukannya ia tak mencintai mereka lagi, hanya saja ia tahu apa artinya bangun dari harapan yang terasa begitu sia-sia. Dan tugasnya hanya satu, menjaga Kim Tae Hyung, sebagai satu-satunya keluarga yang ia miliki.

“Hyeong,” panggil Tae Hyung yang lalu ini membuyarkan lamunannya begitu saja. Kim Tae Hyung terkekeh pelan saat kakak laki-lakinya menatapnya bingung saat ini.

“Bisa kita pulang sekarang? Aku lapar,” ujarnya yang membuat keduanya lantas tertawa secara bersamaan sebelum akhirnya mereka berdua beranjak dari sana untuk pulang ke rumah.

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

8 thoughts on “Hyeongnim

  1. Ceritanya simple tapi ngena banget. Gimana sih cara nulis ff singkat, padat dan penyampaiannya rapi gini Thor? I really like this. ^_^

    Like

    1. Hahaha sora’s here! Hello yunietananda :3 heheh sebenarnya ini uda aku remake habis 2an krn aku kra ultah taehyung itu tgl 20-_- #ngaco. Terima kasih uda mau baca sblmnya. Gimana caranya? hehe sbnernya sih ga sengaja nemu ini ide. Hehe jadi aku tulis. Maki sbnernya nulis Ficlet dan drabble itu susah bingit drpd nulis oneshot dll-_- tapi aku rasa dg srg baca ff sejenis, jadi bisa ketularan loh/? Hehe

      Like

  2. SORA AKU MAU HEBOH DULU. TAU GA SIH AKU BARU AJA SELESAI NULIS CERITA BARU DAN CAST NYA BTS DAN GENRENYA FAMILY FRIENDSHIP GITU YA AMPUN 😂
    nah, kalo buat cerita ini nangkep banget pesan yang kamu sampaikan, sedihnya juga, laparnya juga *eh bromancenya kakak adek ini okelah.
    Nah lagi, tumben lho aku nemu typo agak banyakan disini, jadi kadang mikir dulu ini apa yg bener gitu, ada yg kurang kata penghubung gt juga. Baca lagi lah ya buat koreksi typonya 😂

    Like

    1. HADUH AKU JUGA HEBOH INI. TERNYATA KITA ITU JODOH BANGET LIKE ASDFGHJKL GITU XD DUH BURUAN FF KAMU PUBLISH ATUH :3 #iniseriusanapaan-,- hahah riseuki! :3 makasi uda mau baca ff abal saya yg kesekian kakinya :* duh mian ya, jempol tanganku kegedean ga hanya ff banyak tugas dan bahkan proposal skripsi yang penuh dengan budaya typo saya ini :””‘) next time saya akan menperbaikinya :* hahah

      Like

      1. ga nyangka kita ketemu ya twins /? XD
        Iyadeh aku publish nanti tunggu yaa~~
        yah ngomongin skripsi aku jadi sedih, udah ah skip aja :’)
        okeee kita kan harus saling menguatkan, baca satu sama lain kan salah satu cara belajar juga :3

        Like

  3. aku kira kenapa tuh bocah ternyata merindukan kedua orang tuanya dan jin oppa bener-bener dewasa disini , dia bisa melindungi adiknya suka karakter seok jin oppa ^^

    jelas singkat dan padat , seperti biasanya ya
    good job
    keep writing ^^

    maaf baru komen

    Like

    1. Hahaha iya main kabur2an macam apaan-_- hahaha hello vizkylee :3 iya nih kali ini aku buat Seok Jin dewasa pake banget hehe. Soalnya entah knp mnrtku Seok Jin itu sosok dewasa sih ya :3 terima kasih seblmnya ud mau baca ff abal saya yg kesekian kalinya :3 calang calang ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s