Freelance · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[FF Freelance] You


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : YOU

Main Cast : Park Chanyeol (EXO), Gina / Jung In Ah (Fiction Cast).

Other Cast : Park Yoora (Chanyeol’s sister), Suho, DO, Sehun, Kai, Baekhyun, Xiumin, Lay, Chen (EXO), Park Yunhee, Editor Nam, Lee Jian, Seo Myunghee, Direktur Kim (Fiction Cast).

Genre : Romance.

Rating : PG-17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Member EXO mutlak milik Keluarga, SM Ent dan juga EXO-L. Fiction Cast dan alur cerita hasil imajinasi Author. Jika ada kesamaan waktu, tempat, nama dan karakter semuanya murni unsur ketidak sengajaan.

Author Notes : FF berjenis Alternate Reality ini di tulis saat Author terserang virus #Baper (Efek dari nonton beberapa K-Drama yang di bintangi oleh member EXO dan berlanjut dengan menikmati lagu – lagu EXO). Bisa di bilang ini tanda – tanda awal untuk mengidolakan mereka (*Read Member EXO). 😉 Ini FF kedua dengan Main Cast salah satu member EXO. Sebagai pemula, semoga tidak mengecewakan EXO-L. Maaf jika terdapat banyak kekurangan dan salah penulisan. Happy Reading 🙂 Sangat ditunggu untuk kritik dan sarannya.

Story :

YOU

(Author POV)

 

Deeerrrttt Terdengar sebuah nada dering dari sebuah ponsel yang tergeletak di sebuah meja kerja. “Penulis Jung! Handphonemu berbunyi!” Teriak seorang yeoja yang duduk tak jauh dari meja tersebut. Diantara penghuni ruang kerja itu hanya Ponsel milik Penulis Jung yang paling mudah di ketahui hanya dari nada deringnya, karena menggunakan nada dering lagu Bollywood. Ini sedikit terkesan nyentrik, di tengah boomingnya K-Wave di Dunia yeoja berusia 24 Tahun itu justru memasang nada dering lagu India Tahun 2000-an.

 

*Annyeonghaseyo? – Sapa pemilik ponsel menerima panggilan yang baru saja masuk dari nomor tidak dikenal.

*Annyeong, In Ah-chan!

*Oh! Yoora Oennie?

*Daebak! Bagaimana kamu bisa tahu kalau ini aku?

*Tidak ada yang memanggilku In Ah-chan selain Oennie. Bagaimana kabarmu, Oennie?

*Aku baik, Neo?

*Na Tto. Bagaimana Oennie tahu nomor baruku?

*Tidak ada yang sulit buatku, apalagi hanya mencari Contact Person seorang penulis novel yang sedang naik daun.

*Hya, Oennie terlalu berlebihan.

*Tadinya aku sangat kesal saat kamu tidak datang untuk Tes Penerimaam Karyawan baru disini. Tapi saat novelmu menjadi Best Seller, aku mulai memahami alasanmu.

*Ah jeongmal mianhae Oennie. Aku sangat menyesal telah membuang kesempatan yang Oennie berikan.

*It’s Ok! Mungkin Penulis Novel adalah jalan karirmu, bukan menjadi seorang Editor sebuah acara TV. Lagipula kamu juga kesulitan jika di pressing deadline Editing, Bukan?

*Itu benar Oennie.

*Apa kamu masih suka nonton Anime dan juga film India?

*Dwae, Oennie. Waeyeo?

*Beberapa hari yang lalu uri dongsaeng baru saja pulang dari Jepang, dan aku sengaja memintanya untuk membeli CD Anime terbaru sebagai hadiah untukmu. Keureonikka, hubungi aku saat kamu punya waktu luang.

*Jeongmalyeo? Gamsahabnida Yoora Oennie. Aku akan segera menghubungi Oennie.

*Baiklah, aku tunggu.

 

Jung In Ah atau yang kini lebih di kenal sebagai Gina adalah seorang penulis Novel yang karya pertamanya sukses menjadi Best Seller. Yeoja bersurai panjang kecokelatan ini tengah berkutat dengan deadline Novel terbarunya. Ada yang unik dari yeoja ini, selain penikmat K-Drama dan juga J-Dorama In Ah adalah penggemar Anime Jepang plus pecinta film Bollywood. Terlebih dia sangat mengidolakan seorang Sahrukh Khan ketimbang aktor lain. Kecintaannya terhadap The Biggest Bollywood’s Star itu telah tumbuh sedari kecil. Bagi In Ah, Pria India berusia 50 Tahun itu adalah The Real Star yang menjadi panutannya dalam berkarya. Tak ada 1 film Sahrukh Khan yang terlewatkan untuk di tonton oleh In Ah. Yeoja ini 24 jam siaga untuk mengupdate informasi mengenai idolanya tersebut. Bahkan Novel karyanyapun bercerita tentang yeoja Korea yang jatuh hati kepada namja asal India yang di tulis dengan apik dengan balutan konflik antar karakter serta memiliki klimaks cerita yang mencengangkan. In Ah banyak terinspirasi dari film – film romantis ala India yang dituangkan sebagai ide pokok cerita untuk novelnya. Bahkan In Ah berkeinginan memiliki namjachingu yang romantis, seromantis karakter di film India.

 

@@@@@

 

“Huuaaaahhh!” Teriak seorang yeoja sembari mengacak – acak rambut hitam keritingnya.

“Waeyeo eonnie?”

“In Ah-yah! Eottoeke?”

“Wae geurae?”

“Banyak permintaan fanfiction yang harus aku kerjakan! Tapi tidak ada satupun inspirasi yang masuk di kepalaku. Terlebih banyak fanbase yang menelepon meminta untuk segera menerbitkan fanfiction Idola mereka. Ah Eottoeke?”

“Bukankah untuk Fanfiction itu tugas Yunhee Oennie? Kenapa sekarang eonnie yang mengerjakannya?”

“Sejak Yunhee masuk rumah sakit seminggu yang lalu, tugas menulis fanfiction dilimpahkan sepenuhnya padaku. Huft terutama untuk EXO project, aku kesulitan menulis.”

“Wae?”

“Karena Myunghee anti fans dari EXO.” Celetuk yeoja lain bernama Lee Jian.

“Hya! Lee Jian! Harusnya kau membantuku!” Sungut Myunghee mulai kesal.

“Sirheo! Novel Misteri ke-3 ku akan segera rilis. Jadi tidak ada waktu untuk membantumu.” Tolak yeoja berambut pirang tersebut sembari menjulurkan lidahnya untuk mengejek teman seprofesinya itu.

“Hyyyaaa!!!” Bentak Myunghee.

“In Ah-yah! Bantu Myunghee menulis fanfiction!” Ada yeoja lain yang kini ikut bersuara.

“Naega? Lalu bagaimana dengan novelku? Ini sudah 90% sunbae. Sebentar lagi siap masuk dapur editor.”

“Untuk sementara ‘Keep’ dulu novelmu. Kita utamakan permintaan pasar. Kita harus memenuhi keinginan pembaca yang haus akan karya kita. Jangan buang – buang peluang yang terbuka lebar ini.” Ujar yeoja yang dikenal dengan sebutan Direktur Kim, pemilik Perusahan ‘Penerbit Byul’ ini.

“Arasseo, Kim Seonsaengnim.”

 

Perusahaan Penerbit Byul adalah perusahaan yang baru diritis sejak 2 Tahun yang lalu. Baru 4 penulis tetap yang menjadi anggota di Perusahaan ini, salah satunya adalah Jung In Ah. Setiap penulis memiliki Genre tulisan yang berbeda satu sama lain. Jung In Ah dengan nama pena Gina menulis novel romantis, Lee Jian penulis novel misteri, Seo Myunghee yang tadinya seorang komikus kini di tarik untuk menuliskan Fanfiction menggantikan penulis Park Yunhee yang tengah beristirahat pasca sakit yang dideritanya. Namun untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meminta banyaknya Fanfiction, maka untuk sementara In Ah diperbantukan untuk menulis kisah fiksi tentang para Idol tersebut baik member Boyband, Girlband, Aktor atau Aktris.

 

“In Ah-Chan!” Seru seorang yeoja cantik yang baru saja memasuki Cafe dan menghampiri yeoja lain yang tengah termenung di salah satu meja. “Wae geurae?”

“Oh eonnie? Kapan datang?” sambut yeoja itu sedikit lambat.

“Baru saja. Kamu sedang melamun?”

“Ani.”

“Keojimal! Sudah jelas dari tadi kamu bengong. Apa ada masalah?”

“Molla.”

“Hya! Apa susahnya bercerita padaku? Apa kamu takut ceritamu akan aku ekspose ke media?”

“Ani. Hajiman…”

“Wae? Wae? Wae?”

“Novel ke-2 ku akan di tunda untuk sementara.” Ujar In Ah dengan perasaan kecewa.

“Mwo? Apa alasannya?”

“Di kelompok kami ada penulis yang jatuh sakit, sedangkan permintaan pembaca akan genre tulisannya sangat banyak. Akhirnya aku di perbantukan untuk menulis genre tersebut. Padahal aku tidak memiliki basic untuk menulisnya.”

“Bentuk tulisan apa yang tidak kamu kuasai? Bukankah sejak SMP kamu sudah menulis?”

“Itu benar eonnie, tapi ini adalah Fanfiction. Aku harus mengarang cerita fiksi mengenai Idol K-Pop ataupun K-Drama sesuai dengan permintaan beberapa fanbase yang masuk kemeja redaksi. Ini sangat sulit Oennie, mengingat aku bukanlah seseorang yang mengikuti perkembangan K-Wave. Aku bingung harus memulai darimana?”

“Hya! Kenapa begitu stress? Kamu bisa mengunjungi situs, web, SNS atau Media Sosial apapun tentang Idol tersebut. Jaman sekarang tidak ada yang tidak bisa dicari melalui internet. Mula – mula kenali dulu setiap member dari Idol tersebut, cari beberapa fakta tentang mereka lalu kembangkan sesuai imajinasimu. Bukankah itu sama dengan menulis novel fiksi romansamu?”

“Wah! eonnie benar! Kenapa aku tidak berpikir seperti itu? Gomawo Oennie! Sekali lagi Oennie membantuku.”

“Kalau boleh tahu, Idol siapa yang akan kamu tulis fanfictionnya?”

“Aku memegang EXO Project.”

“Nugu?”

“EXO, artis dari SM Entertaiment.”

“Apa kamu sudah tahu dan hafal setiap membernya?”

“Ani. Yang aku tahu hanyalah Do Kyungsoo yang beberapa kali membintangi drama seperti It’s Okay, That’s Love dan I Remeber You. Selain itu aku tidak tahu.”

“Kamu belum pernah nonton mini drama EXO Next Door?”

“Ani. Waeyeo?”

“Aku sarankan tonton dulu dramanya.”

“Baiklah. Tapi eonnie mau kemana sekarang?” Tanya In Ah heran melihat Yoora mulai berkemas seperti hendak meninggalkannya.

“Mianhae, aku lupa bahwa hari ini aku ada janji. Na Gayeo.”

“Jamkkanman eonnie!”

“Mwoga?”

“Bagaimana dengan CD Animenya?”

“Mianhae, ternyata aku meninggalkannya di kantor. Next time akan aku berikan padamu.”

“Kapan?”

“Setelah kamu melihat EXO Next Door.”

“Mwo? Tapi…”

“Jeongmal mianhae, Na Ga!”

 

Sekalipun kecewa dan heran melihat tingkah Yoora, tapi In Ah tetap menuruti saran dari sunbae-nya itu. Ia pun dengan cepat browsing di internet dan juga menonton drama yang di rekomendasikan. ‘Omo! We are so cute!’ pikir In Ah. Dan setelah tamat menonton, yeoja ini pun langsung mengirim pesan kepada seniornya.

*Eonnie aku sudah selesai nonton EXO Next Door. Dan aku sudah menghafal personil EXO. Send Picture (*Foto 9 member EXO after Tour Japan 2015) Dari atas, Kiri ke Kanan : Kai – Xiumin – Lay – D.O – Chen. Bawah Kiri ke Kanan : Chanyeol – Baekhyun – Suho – Sehun. So, Kapan dan dimana aku bisa mengambil CD Animenya?*

Replay from Yoora eonnie : *Temui uri dongsaeng, di Cafe dekat kantorku besok jam 16:00 KST. Jangan terlambat!*

Begitu melihat balasan dari Yoora, wajah In Ah pun kembali tersenyum dan jari – jemarinya mulai menuliskan sesuatu yang ia temukan sebagai bahan dasar mengarang Fanfictionnya.

 

@@@@@

 

(Park Chanyeol POV)

 

*Mwo? Kenapa bukan Noona saja yang memberikannya sendiri? Kenapa harus aku?

*Jebal! Bantulah kakakmu ini. Besok aku ada meeting di jam yang sama. Jadi datanglah sebelum waktunya untuk mengambil CD ini dulu.

*Tapi Noona…

*Kamu boleh mengajak member lain jika kamu mau.

*Ini bukan rencana kencan buta kan, Noona? Atau seorang fans yang memohon bantuanmu untuk bertemu denganku?

*Hya! Tentu saja bukan! Lagi pula yeoja ini belum tentu mengenalmu!

*Noona jangan bercanda, mana ada yeoja yang tidak kenal dan suka pada dongsaengmu ini?

*Buktikan saja sendiri. – *Tuttutut…*

*Noona? Annyeonghaseyo? Annyeonghaseyo?

 

“Wae geurae?”

“Molla! Noona menyuruhku menemui seseorang besok. Apa kamu mau ikut Baekhyun?”

“Seseorang? Nugu? Yeoja?”

“Dwae. Dia Hobae-nya Yoora Noona.”

“Seorang Noona?”

“Molla, sepertinya bukan. Tapi Noona bilang yeoja ini mungkin saja tidak mengenaliku. Bukankah itu aneh?”

“Mwo? Apa dia dari daerah terpencil? Atau dari planet lain?”

“Entahlah, bagaimana kalau kita buktikan besok?”

“Call! Apa perlu mengajak yang lain?”

“Andwae! Kita pergi berdua saja.”

“Joh-a!”

 

Sore itu suasana Cafe samping gedung perkantoran tempat Yoora Noona terlihat lebih senggang. Mungkin karena ini masih jam efektif bekerja sekaligus weekly day yang dipadati dengan schedule pekerjaan. Dan mataku menangkap sesosok yeoja berambut panjang yang tengah terpaku pada laptop dihadapannya. Seperti ciri – ciri yang di jelaskan oleh Noona, aku yakin yeoja itulah orangnya.

 

“Annyeonghaseyo! Apa anda Jung In Ah-ssi?” Sapaku dengan sopan dan lembut.

“Oh? Annyeonghaseyo. Dwae, aku Jung In Ah. Apa kamu adik Yoora eonnie?” sahut yeoja ini sedikit datar. Itu membuatku dan Baekhyun saling berpandangan. ‘Apa yeoja ini benar – benar tidak mengenali kita? Padahal kita tidak menggunakan masker untuk penyamaran?’ Pikirku dan hanya di balas gelengan kepala oleh Baekhyun.

“Kenapa kalian hanya diam dan berdiri? Duduklah!” Lanjut yeoja itu mempersilahkan kami berdua untuk menempati kursi yang sudah tersedia. “Kalian mau minum apa?”

“Ah Ani! Kami harus segera pergi.” Tolakku.

“Baiklah.”

“Permisi, kenapa anda dari tadi menggunakan bahasa Informal kepada kami?” Tanya Baekhyun.

“Oh? Mianhae. Aku kira karena kita seumuran jadi tidak jadi masalah. Tapi jika itu mengganggu, aku minta maaf.”

“Bagaimana kamu bisa tahu kalau kita seumuran?” Kali ini aku yang bertanya karena penasaran.

“Dulu saat aku magang di tempat Yoora eonnie, kami sangat dekat. Dan eonnie pernah bercerita tentang adiknya yang seumuran denganku.”

“Apa Noona pernah menyebutkan namaku?”

“Ani. eonnie tidak pernah memberitahukannya. Ah, aku hampir lupa. Siapa namamu?” Tanya yeoja ini dengan wajah bodohnya.

“Na Ireumeun Park Chanyeol dan dia temanku Byun Baekhyun. Nama panggilan kami Chanyeol dan Baekhyun, tapi kami berdua sering di panggil dengan sebutan ChanBaek couple.” Jelasku sedikit gemas.

“Ah Chanyeol, Baekhyun. Nama yang bagus dan familiar.” ujar yeoja didepanku ini namun ia terhenti lalu memandangi kami sangat lama. “Seolma? EXO?”

“Hya! Apa kamu baru sadar?” Celetuk Baekhyun.

“Jincha? Omo! Ternyata adik Yoora eonnie, member EXO?” Baru kali ini aku melihat reaksi seperti itu. Biasanya para yeoja akan histeris, menangis haru atau sebagainya saat melihat kami. Tapi ini, dia hanya terkejut karena senior yang dikenalnya adalah kakakku, kakak dari seorang idol.

“Baiklah, ini CD dari Noona. Kami permisi.” Pamitku.

“Jamkkanman!”

“Waeyeo?”

“Joesonghabnida, harusnya aku lebih menghargai kalian. Terima kasih sudah datang! Aku akan menulis kisah yang baik tentang kalian.” Seru yeoja itu dan sekali lagi membuatku serta Baekhyun hanya bertukar pandang.

“Apa kau seorang reporter?” Sungut Baekhyun.

“Ani. Aku seorang penulis. Dan kali ini aku mendapat project Fanfiction tentang kalian, EXO. Jujur saja ini adalah project fanfiction pertamaku, semoga tidak mengecewakan kalian serta fans kalian.” Well, aku dibuat tercengang oleh yeoja ini. Bagaimana bisa seorang yeoja yang tidak bisa mengenali seorang Idol bertugas untuk menulis fanfiction? Ini terasa sangat aneh bagiku.

“Joh-a! Selamat menulis Jung In Ah! Fighting!” Baekhyun mulai menunjukkan sisi anehnya pula. “Jika kamu menemukan kesulitan menulis tentang kami, datanglah ke kantor SM untuk bertemu langsung dengan member EXO lainnya. Kami akan membantumu.” Imbuh Baekhyun.

“Jeongmalyeo?”

“Keureom!”

“Gomawo, Baekhyun. Wajah dan hatimu sama baiknya.”

 

Cukup sampai disana! Akupun segera bergegas keluar dari Cafe itu, menuju mobil dan kembali ke Dorm dengan cepat. Sesampainya di Dorm, Baekhyun menceritakan kejadian ini kepada semua member. Sontak merekapun penasaran terhadap yeoja yang aku temui sore ini. Sebenarnya dia besar dimana? Apa dia memiliki dunia yang berbeda dengan kami? Kenapa ada orang seaneh dia? Apa dia tidak pernah menonton TV? Mendengarkan radio atau membuka situs Youtube? Bagaimana bisa tidak mengenali kami? Apa dia seorang haters? Ah Molla! Aku sangat pusing jika harus mengingat sekaligus memikirkannya.

 

*Hahahahaha. Apa kau sekarang percaya padaku Chanyeol? (Gelak tawa itu berasal dari seberang ponselku. Noona terbahak – bahak mendengar ceritaku yang bertemu dengan Hobae-nya kemarin).

*Hya! Apa benar dia seorang penulis? Apa dia tidak bohong? Bagaimana bisa dia menulis fanfiction jika tidak bisa mengenali Idol?

*Dia memang penulis. Novel pertamanya berjudul ‘WE’ dan novel itu Best Seller. Ini adalah project pertamanya untuk menulis fanfiction.

*Ah yang benar saja. Jamkkanman! WE? Bukankah itu Novel yang kupinjam darimu?

*Dwae. Itu novel yang bagus bukan?

*Lumayan.

*In Ah atau Gina adalah seorang penggemar berat Film Bollywood. Seleranya cukup aneh jika dibandingkan dengan yeoja kebanyakan disini. Selama bertahun – tahun dia hanya terfokus kepada sosok Sahrukh Khan. Sekalipun dia suka menonton K-Drama, belum tentu dia mengenal pemainnya. Oleh karena itu aku memintamu untuk menemuinya. Bantu dia menulis project tentang EXO. Sangat tidak adil jika karirnya terhenti hanya karena gagal menulis fanfiction yang baik tentang kalian, karena dia baru saja memulai langkah debutnya.

*Arasseo. Aku akan membantunya sebisaku.

*Ini sangat melegakan, Gomawo uri dongsaeng.

*Tapi kenapa Noona sangat peduli pada In Ah?

*Karena dia anak yang baik. Aku menyukainya.

 

Karena mendengar penjelasan dari Noona, akupun sedikit tertantang untuk membantu yeoja bernama Jung In Ah itu. Aku juga penasaran akan hasil karangannya. Akankah sebaik novel pertamanya jika kami membantunya?

 

@@@@@

 

(Jung In Ah POV)

 

Entah nasib baik apa yang tengah melandaku saat ini? Yang pasti aku sangat bersyukur karenanya. Awalnya aku telah bersiap meluncurkan novel keduaku, tapi rencana itu tertunda lantaran aku harus mengambil alih Project Fanfiction EXO. Jujur saja ini sedikit mengecewakan, namun aku tetap menjalankan tugasku dengan senang hati, bagaimanapun menulis adalah bagian dari hidupku. Dan bantuanpun mulai berdatangan saat aku ikhlas mengerjakan project ini, Yoora eonnie seorang senior saat aku magang di salah satu Channel Televisi memberikan masukan serta rekomendasi yang baik untukku memulai langkah penulisan fanfiction mengenai Boyband yang melejit dengan lagu Growl-nya. Lalu Yoora eonnie pula yang mempertemukanku dengan member EXO, Chanyeol dan Baekhyun yang berakhir dengan kesediaan mereka untuk bekerja sama denganku. Terakhir ACC dari pihak SM, yang artinya secara resmi mengijinkanku bertemu sekaligus menulis karya fiksi mengenai para member grup tersebut. Dan disinilah akhir dari perjalananku, Dorm EXO.

 

“Annyeonghaseyo! Na Ireumeun Jung In Ah-ibnida.” Akupun memberikan salam pertama kepada 9 namja didepanku.

“Annyeong! In Ah!” Sambut mereka ramah.

“In Ah-yah! Sekarang sebutkan nama kami satu per satu! Anggap ini adalah tes dari kami!” Seru Baekhyun sembari merapikan barisan member yang lain.

“Haruskah?”

“Tentu saja!”

“Baiklah, Xiumin Oppa, Lay Oppa, Chen, Suho Oppa, D.O, Kai, Sehun, Baekhyun dan Chanyeol.”

“Thats right! Welcome Noona!” Seru Sehun sembari menjabat tanganku dengan cepat.

“Jadi, siapa yang akan menjadi Main Cast-nya untuk fanfiction ini?” Tanya Lay Oppa dan diikuti tatapan penuh tanya oleh member lainnya.

“Joesonghabnida, karena sejauh ini aku belum menentukannya. Aku harap hari ini juga bisa menentukan Main Cast untuk fanfictionku. Mohon bantuannya.”

“Jangan khawatir Noona, kami akan membantumu. Tanyakan saja apa yang ingin Noona tanyakan.” Seru Sehun.

“Aku bukan reporter, aku seorang penulis kisah fiksi. Jadi kalian lakukan saja kegiatan seperti biasa sedangkan aku akan mengamati dari jauh.”

“Mwo?” sontak ke-9 namja itu terperangah mendengar penjelasanku.

“Ani! In Ah-yah, kamu harus berada di antara kami. Itu cara agar kamu mengenal kami secara personal.”

“Baekhyun benar, bagaimana dengan obrolan ringan? Bukankah ini adalah perkenalan pertama kita?” Suho Oppa memberikan usulan yang bisa kuterima.

“Baiklah.” Jawabku. Akhirnya hari pertama ini aku banyak bertukar cerita dengan para member. Kesan pertamaku terhadap mereka cukup baik. Pribadi mereka supel, kocak dan asyik. Bicara dengan mereka membuatku nyaman.

 

“Apa kamu sudah memutuskan Main Castnya?” Tanya namja yang mengantarku keluar Dorm tersebut.

“Dwae.”

“Nugu?”

“Kalian.”

“Mwo?”

“I’ll writing about EXO.”

“Wae?”

“Hmmm I’m not sure. Tapi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan di fanfiction kali ini. Mohon kerja samanya!”

“Keureom.”

“Gomawo. Na gayeo!”

“Jamkkanman!”

“Mwoga?”

“Apa kamu besok akan datang lagi?”

“Sepertinya begitu, hanya saja aku tidak tahu pasti jamnya.”

“Baiklah, Jal Ga!”

“Dwae, gomawo Chanyeol-ah.”

 

Sepulang dari Dorm EXO, akupun langsung berkutat dengan laptop kesayanganku. Huruf demi huruf mulai tersusun menjadi kata. Inspirasi seperti mengalir begitu saja saat aku memikirkan tentang para member EXO. Terlebih saat ini aku menulis diiringi dengan lagu – lagu mereka. Ini pertama kalinya aku membeli Album K-Pop star. Untuk sementara aku akan jauh dari uri Idol, Sahrukh Khan dan mencoba berfokus pada EXO. Karena aku tidak ingin mengecewakan orang – orang yang telah membantuku terlebih pembacaku.

 

@@@@@

 

Massage from Chanyeol EXO :

Kami akan pergi berlatih pukul 07:00. Terlambat sedikit, kau akan kehilangan kesempatan bertemu kami hari ini!

 

‘Omo?’ Aku terperanjat saat melihat jam dinding kamarku. Hanya tersisa 20 menit sebelum pukul 07:00. Akupun segera mencuci muka, mengemasi alat tempurku ke dalam tas (*read Laptop, buku catatan, alat tulis dan kacamata). Tanpa berpikir panjang akupun memilih untuk naik Taxi. Dan aku berhasil tiba di depan Dorm EXO 3 menit sebelum waktu yang di tentukan. Namun aku melakukan sebuah kebodohan, aku lupa membawa dompet. Dan ini sangat memalukan.

 

*Chanyeol-ah, bisakah kau keluar sebentar? Aku ada di depan Dorm kalian.

*Mwo? Kenapa kau tidak masuk saja?

*Please help me! Aku tidak bisa membayar Taxi karena dompetku tertinggal di rumah.

*Mwo?

*Ppaleun! (Rengekku penuh rasa bersalah saat menatap sopir Taxi).

 

Tak butuh waktu lama Chanyeol pun keluar dan membantuku membayar biaya Taxi. Aku terselamatkan!

“Gomawo. Aku akan menggantinya besok.”

“Terserah. Tapi bagaimana bisa kamu meninggalkan benda paling penting seperti itu?” Namja itu menatapku penuh heran “Apa kamu baru bangun tidur?” tebaknya.

“Dwae. Aku begadang semalaman untuk menulis. Dan saat membaca pesan darimu aku langsung bergegas kemari. Tapi bagaimana kamu bisa tahu?” Saat aku bertanya namja itu justru menahan tawa sembari melihat ke arah kepalaku. Ya Tuhan! Apa lagi ini? Aku lupa merapikan rambutku! Aku sangat yakin bahwa dari tadi tatanan rambutku sangat mirip dengan surai singa. Mengembang dan tak beraturan.

 

Selepas dari kejadian konyol pagi ini, akupun akhirnya ikut serta dan terjebak dalam schedule latihan EXO. Melihat mereka bergerak di penuhi derai keringat, membuat jantungku berdebar kencang. Ada sebuah kekaguman, rasa salut dan haru bisa melihat mereka berlatih dance seperti ini. Mataku tak bisa lepas dari sosok namja – namja yang terlihat begitu serius. Dan tidak terasa hingga tiba waktunya mereka untuk beristirahat.

 

“Noona, apa kamu tidak bosan?” Seru Kai menghampiriku.

“Ani, disela – sela melihat kalian berlatih aku bisa menuliskan beberapa paragraf untuk fanfictionku.”

“Aku kira seorang penulis hanya butuh tempat yang tenang dan sepi untuk bisa menuliskan idenya.” Sahut Chen.

“Ada beberapa karekter penulis yang seperti itu, tapi tidak denganku. Aku tipe orang yang bisa menulis dimana saja dan kapan saja. Karena inspirasi itu tidak bisa ditentukan kapan serta dimana datangnya. Bahkan ada sebuah paragraf di novelku yang aku tulis saat naik wahana permainan, tepatnya Bianglala / Kincir Raksasa.”

“Whoa! Daebak!” Decak mereka kagum.

Kkkrruuuccuuukkkk

Disaat seperti ini, ada saja hal yang tidak bisa aku tahan. Aish ini benar – benar memalukan! Perutku berbunyi di saat yang tidak tepat. Rasanya aku tidak sanggup menatap wajah para member yang shock karena dengar alarm perutku yang minta di isi makanan.

“Pasti menulis semalaman membuatmu lapar.” Celetuk Chanyeol yang lagi – lagi menahan tawanya. Sedangkan aku hanya bisa tertunduk malu.

“Aku akan membelikanmu makanan Noona!” Ujar Sehun.

“Andwae!” Tolakku bersamaan dengan Chanyeol.

“Wae?” Tanya Sehun bingung.

“Aku sudah minta tolong pada Manager untuk membelikan kita makanan.” Jawab namja kelahiran 27 November 1992.

“Baiklah, kalau begitu kami akan kembali berlatih!” Seru Suho dan mengintruksikan agar member lain segera bersiap.

 

Dan disaat EXO tengah serius berlatih, datanglah manager mereka membawakan makanan untuk kami. Hal itu sontak membuat para member kembali menghentikan aktifitasnya untuk segera mengisi tenaga mereka dengan asupan makanan yang telah tersedia. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa melupakan hari ini. Hari dimana aku bisa makan bersama member dari Group yang sudah Go International ini. Setelah selesai makan, mereka mengisi waktu senggang dengan bercanda, bercengkrama ataupun bernyanyi. Mataku kini hanya terfokus pada namja yang tengah memainkan gitar akustiknya. Namja itu terlihat begitu serius dan menikmati permainannya. Jujur saja, dari dulu aku sangat suka melihat namja yang bisa bermain gitar. Bagiku itu keren sekaligus romantis!

 

“Jadi apa benar kamu adalah Gina? Penulis Novel WE?” Tanya namja bersuara rendah itu mengejutkanku.

“Bagaimana kamu bisa tahu Dyo?”

“Chanyeol Hyung yang menceritakannya. Aku adalah salah satu pembeli dan pembaca Novelmu.”

“Jeongmalyeo? Gamsahabnida.”

“Karakter yeoja di Novelmu terlihat mirip denganmu. Apa itu memang true story?”

“Ani. Itu real imajinasiku. Hanya saja dari dulu aku sangat suka pada karakter namja di film India. Secuek dan sejahat apapun mereka, tetap ada sisi romantis yang melekat. Oleh sebab itu aku menulis kisah tentang yeoja Korea yang jatuh hati pada namja India.”

“Lalu, bagaimana kriteria namja yang kamu sukai?” Sontak pertanyaan dari Xiumin Oppa membuatku tersedak.

“Namja? Namja yang memahamiku dan romantis.”

“Whoa! Apa hanya itu?” Goda Baekhyun.

“Dwae.” Setelah tahu jawabanku, silih berganti mereka melempar ledekan kepadaku, itu mampu membuatku tertawa lepas. Duniaku tak pernah seindah ini sebelumnya. Aku sangat bersyukur bisa terjebak dalam project fanfiction yang akhirnya memperkenalkanku pada 9 namja ini.

 

@@@@@

 

Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah satu minggu aku bersama dengan EXO. Dan aku sudah mendapatkan 3 Bab untuk fanfictionku. Satu hal yang tadinya terasa sulit bagiku untuk menuliskan fanfiction, kini terasa mudah dan lancar.

“EXO berkencanlah denganku!” Entah apa yang membuatku bicara seperti itu. Yang jelas aku hanya bermaksud mengajak mereka menghabiskan waktu di luar Dorm bersama.

“Kencan?” Tanya mereka dengan raut kaget. Lalu aku menunjukkan beberapa tiket masuk sebuah Taman Bermain.

“Sesuai kata Baekhyun, berkencan itu harus pintar memilih waktu yang tepat. Ini hari Senin dan masih jam efektif belajar sekaligus bekerja. Aku rasa Taman bermain cukup lenggang untuk dikunjungi. Aku juga tidak memasang status apapun di SNS, jadi pastikan kalian juga tidak melakukannya. Agar kencan kita tidak ada yang mengganggu. Jangan lupa menggunakan topi dan kacamata serta hodie untuk penyamaran kalian.” Ocehku menirukan beberapa kalimat yang pernah di ucapkan oleh para member. Dan itu membuat mereka tertawa.

“Kita berkencan hari ini. Gaja!” Seru leader yang pernah berkunjung ke India untuk suatu acara itu penuh semangat.

“Gaja!” Sahutku beserta 8 member lainnya.

 

Hari ini aku sangat senang. Kenapa? Karena untuk pertama kalinya aku pergi berkencan. Terlebih kencan dengan 9 namja yang begitu di Idolakan oleh kalangan yeoja. Aku menikmati kebersamaan kali ini. Naik berbagai macam wahana, mengambil beberapa foto bersama baik Selfie atau Wefie, Makan Ice Cream, serta bersenda gurau bersama. Ini merupakan moments terindah bagiku.

 

“Kapan kamu akan menunjukkan karanganmu pada kami?” Tanya Chanyeol yang duduk di sampingku. Saat itu aku tengah istirahat sejenak disebuah bangku taman.

“Seminggu sebelum masuk dapur Editor.”

“Apa kamu benar – benar menulis tentang kami?”

“Dwae.”

“Setelah mengenal kami, tidakkah kamu merasakan sesuatu?”

“Tentu saja. Duniaku jauh berbeda dari sebelumnya. Awalnya aku tidak kenal satupun dari kalian, kini aku bahkan merasa berteman dengan kalian.”

“Tapi kenapa kamu tiba – tiba mengajak kami kesini?”

“Karena aku ingin membuat kenangan bersama kalian.”

“Jamkkanman! Apa ini hari terakhirmu?”

“Dwae. Setelah ini aku tidak bisa melihat wajah kalian dari dekat lagi. Karena aku harus mulai menulis bab – bab selanjutnya. Dan terjebak di kantor seperti sebelumnya.”

“Tidak bisakah kamu menulis disini saja? Maksudku di Dorm bersama kami?”

“Tidak bisa. Sudah waktunya aku kembali ke kantor. Mengingat deadline project ini sudah dekat maka aku harus fokus menulis.”

“Tapi kamu tetap berkunjungkan?”

“Molla. Sepertinya tidak. Lagipula kalian juga harus mempersiapkan Winter Project bukan? Aku tidak boleh mengganggu kalian.”

“Hya! Noona! Kenapa kamu lakukan ini padaku?” Sungut Sehun terlihat kesal. Bukan hanya dia, member lainnyapun memandangku dengan kecewa.

“Mianhae. Kita akan bertemu lagi saat fanfictionku memasuki bab terakhir. Itu hanya butuh waktu 1 atau 2 minggu saja.” Hiburku.

“Aku akan merindukanmu In Ah-yah!” Seru Baekhyun.

“Na tto.” Ujarku. Lalu namja itu memelukku erat. Pada akhirnya mereka semua memelukku bergantian. Harus aku akui, sekalipun singkat tapi waktu yang ku lalui bersama mereka cukup berarti buatku.

 

@@@@@

 

(Park Chanyeol POV)

 

“Hyung! Apakah ini kertas – kertas milikmu?” Suara itu adalah milik Dyo. Sepertinya dia sedang berbenah ruang tamu Dorm kami.

“Ani.” Jawabku saat melihat sobekan kertas berwarna peach itu “Jamkkamman!” seruku saat Dyo hendak membuangnya ke tempat sampai.

“Waeyeo?”

“Sepertinya ini milik In Ah.” Akupun penasaran akan tulisan yeoja yang sudah seminggu itu tak menampakkan batang hidungnya di depan kami.

 

~Perasaan apa ini? Kenapa dia begitu bersinar diantara bintang lainnya? Petikan gitarnya menghanyutkanku. Teduh sorot matanya membuat jantung ini berdegup cepat. Aku menyukainya – pembawa virus kebahagiaan. Lalu yeoja itupun tersadar dari lamunan panjangnya saat seorang namja menepuk pundaknya perlahan.~

 

“Mwoga?” Tanya Dyo penasaran.

“Ani. Sepertinya ini tulisan In Ah yang salah.”

“Kalau begitu buang saja Hyung.”

“Andwae. Aku akan menyimpannya untuk membandingkan dengan hasil akhirnya esok.” Tolakku sembari melipat kembali kertas yang sudak lecek itu.

 

Belakangan ini Dorm kami berasa ada yang kurang. Apa ini hanya perasaanku saja? Atau memang ada yang hilang dari sini? Aku tidak benar – benar yakin.

“Huuuaah! Aku sungguh merindukan In Ah Noona!” Rengek Sehun. Anak itu sering bergumam hal – hal yang aneh.

“Na tto. Haruskah kita mengunjunginya?” Sahut Kai.

“Hya! Apa kalian lupa bahwa saat ini dia sedang menulis bab – bab terakhirnya! Jadi diam saja!” Larang Suho Hyung.

“Meneleponnya 5 menit tidak jadi masalahkan?” Sambar Baekhyun yang langsung mengeluarkan Smartphonenya. Dan Video Callpun terhubung.

*Annyeonghaseyo In Ah-yah!

*Annyeonghaseyo EXO! – Sapa yeoja itu.

*Noona, Apa kau kurang tidur? – Tanya Sehun, bagaimana bisa dia begitu jeli melihat lingkaran hitam pada mata In Ah yang tertutup kacamata minusnya.

*Ye. Sudah 2 hari aku tidak tidur.

*Wae? – Akhirnya kami semua serempak bertanya padanya.

*Banyak bagian yang harus aku revisi. Menurut Editor Nam, bagian – bagian itu terasa mengambang dan tidak memiliki feel. Jadi aku harus mengubah hampir 1/2 dari Bab yang sebenarnya sudah selesai.

*Lalu kapan kami bisa melihat hasilnya? – Pertanyaan itu lebih dulu di ambil alih oleh D.O.

*Paling cepat minggu depan.

*Minggu Depan? Tidak bisakah di percepat? Karena hari itu kami sudah harus rekaman untuk Winter Project kami. – Omel Baekhyun.

*Jinchayeo? Akan aku usahakan selesai lebih awal.

*Baiklah selamat kembali menulis Jung In Ah! Jangan lupa makan dan tidur! Annyeong! – Seruku mengambil alih pembicaraan.

*Gomawo. Annyeong EXO! – Tutupnya.

 

“Kenapa kamu memutus teleponnya?” Protes Chen.

“Apa kalian tidak lihat keadaannya? Dia tidak tidur 2 hari. Dan kita justru mengganggu waktu kerjanya.”

“Hya! Tetap saja, aku belum puas bicara dengan In Ah Noona.” Bantah Sehun.

“Chanyeol benar. Kita tidak boleh mengganggunya lagi.” Akhirnya Xiumin Hyung sependapat denganku.

“Lebih baik kita berlatih saja. Call?” Aku mencoba mengalihkan pikiran sekaligus pembicaraan.

“Call!” Sahut Lay dan Suho Hyung, kemudian diikuti anak – anak yang lain.

 

*Bagaimana kabar kalian?

*Kami baik. Kenapa akhir – akhir ini Noona sering meneleponku? Wae geurae?

*Eopsoe. Geunyang…

*Geunyang wae?

*Ani. Apa In Ah-Chan sudah menemuimu?

*Ani. Wae?

*Sepertinya dia sudah menyelesaikan fanfictionnya.

*Darimana Noona tahu?

*Aku sudah membacanya.

*Mwo?

*Kemarin dia datang menemuiku. Memintaku untuk membaca serta memberikan komentar terhadap karyanya itu. Tapi tulisannya belum selesai 100%.

*Lalu bagaimana? Apa benar – benar banyak kekurangan?

*Ani. Aku suka. Tulisannya berasa jujur.

*Kenapa dia justru menemui Noona dulu? Bukannya menunjukkan kepada kami?

*Sepertinya kemarin dia masih ragu untuk menunjukkannya kepada kalian. Untuk itu dia mencariku untuk menambah keyakinan dan percaya dirinya. Dia terlihat mirip sepertimu.

*Mwo?

*In Ah dan Kamu sama – sama mencari orang yang paling kalian percaya untuk menjadi pendengar/pembaca karya baru yang kalian buat.

*Hya! Apakah aku seperti itu Noona?

*Dwae.

 

Seharian itu aku menunggu kedatangan In Ah. Ini adalah hari terakhir sebelum kami akan memulai aktifitas rekaman.

‘Kenapa dia belum menghubungiku?’ pikirku sembari memandangi jam pada ponselku.

“Kenapa kalian masih berkumpul disini? Kita besok akan beraktifitas sedari pagi. Jadi jaga kesehatan kalian!” Seru manager kami.

“Hyung, apa kamu melihat In Ah?” Tanya Baekhyun.

“In Ah? Penulis itu? Ani. Wae?”

“Harusnya In Ah Noona datang hari ini.” Gumam Sehun.

“Jadi kalian menunggunya?”

“Dwae.” Jawab kami kompak.

“Aku tidak bertemu dengannya, tapi seseorang dari kantor Penerbitnya baru saja mengantar ini untuk kalian.” Ujar namja itu sembari memberikan satu flashdisk yang langsung di sambar dengan cepat oleh Baekhyun. Dinyalakannya laptop beserta proyektor di ruang tamu yang mulai gelap ini. Kamipun membaca soft copy fanfiction itu bersama – sama. Pada paragraf paling akhir semua mata memandangku dengan arti yang tak bisa ku baca.

“Wae?” Tanyaku penasaran.

“Fanfictionnya belum selesai.” Ujar Suho Hyung.

“Lalu? Kenapa kalian menatapku?”

“In Ah Noona belum menemukan ending ceritanya.” Jawab Kai sedikit kesal.

“Aku juga tahu itu. Tapi apa hubungannya denganku?” Bukannya jawaban, mereka justru melihatku hanya melihatku. “Seolma?” Gumamku baru menyadari sesuatu. Tanpa ada ragu akupun berlari keluar Dorm, hanya satu tempat yang ingin kutuju, tempat In Ah berada.

 

“Permisi, apa Jung In Ah bekerja disini?” Tanyaku kepada seorang wanita yang baru saja keluar dari Rumah bertuliskan ‘Penerbit Byul’.

“Dwae. Nuguseyeo?”

“Chingu. Aku teman Penulis Jung.”

“Ah begitu. Apa kamu belum dengar? Tiga hari yang lalu Penulis Jung mengalami kecelakaan. Sekarang dia sedang dirawat di Rumah Sakit.” Lemas seketika rasanya kakiku. Aku tidak bisa lagi merasakan udara di sekitarku. Dengan cepat akupun bergegas pergi ke Rumah Sakit yang di sebutkan oleh wanita itu. Rasa sakit itu kembali menyerang saat melihat yeoja itu tertidur di ruang serba steril. Kepala, Tangan dan kakinya penuh lilitan perban. ‘Apa yang terjadi padamu In Ah?’ Gumamku lirih dari luar ruangan.

 

Kami belum tahu cidera apa yang ia alami akibat kecelakaan tersebut. Dari luka di kepalanya bisa di pastikan ada luka dalam entah itu trauma atau shock yang akan ia alami. Tapi kami belum bisa memastikannya sebelum pasien tersadar.”

 

Kalimat Dokter yang merawat In Ah terus saja terngiang di kepalaku. Niatku untuk menyampaikan ending dari fanfictionnya tertunda, lantaran yeoja cantik itu belum juga siuman dari tidur lelapnya.

 

@@@@@

 

(Author POV)

 

Malam itu suasana DOME tempat berlangsungnya konser pecah oleh kemeriahan dan teriakan dari para fans. Satu per satu lagu dinyanyikan secara berurutan oleh EXO untuk menghibur fans yang hadir memadati tempat ini. Sekalipun gemerlap lampu panggung serta kilauan lightstick memancar dan menghiasi seluruh ruangan, tetap saja ada sudut gelap bagi seseorang yang berada di tengah – tengah kerumuman EXO-L.

 

Perform EXO menjadi haru saat mereka menyanyikan lagu MY ANSWER. Terlebih Chanyeol yang memainkan piano mengiringi Baekhyun – DO – Suho terlihat begitu menghayati isi lagu. Tanpa terasa ada air mata yang mengalir perlahan dari namja yang bermain piano dengan sepenuh hati itu.

 

“Hari ini, teman kami. Seorang penulis bernama Gina resmi mengeluarkan buku terbarunya. Sesuai permintaan kalian, teman kami ini telah menulis sebuah fanfiction tentang kami. Jadi pastikan kalian membeli buku *Auntum with EXO*. Kami akan hadir pada sesi tanda tangan besok. Pastikan kalian semua datang! Sampai Jumpa!” Seru Baekhyun menutup konser malam itu.

 

Keesokam harinya, di toko buku terbesar di sebuah pusat perbelanjaam telah terjajar rapi buku fanfiction karangan Gina berjudul *Auntum With EXO* dan sudah berbaris rapi pula para fans dari EXO yang tak sabar untuk membeli sekaligus bertemu dengan para member yang secara langsung terjun mempromosikan buku itu. Sederet lagu EXO pun siap di perdengarkan melalui stereo toko.

 

“Oppa, kenapa kalian yang datang pada sesi promosi dan tanda tangan ini? Bukankah seharusnya sang penulis yang melakukannya?” Tanya seorang fans kepada Sehun saat sesi tanda tangan sudah di mulai.

“Penulis Gina kebetulan sedang berada di suatu tempat. Jadi kami disini untuk mewakilinya bertemu dengan kalian.” Jawab Baekhyun.

“Apa benar sebelum perilisan ini, Penulis Gina mengalami kecelakaan lalu lintas?” Seru seorang wartawan.

“Itu benar.” Jawab Kai tegas.

“Apakah Penulis Gina berada di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis pasca kecelakaan? Hingga dia tidak hadir hari ini.” Sambar wartawan yang lainnya.

“Tidak. Penulis Gina memiliki keperluan yang lain.” Bantah D.O “Tolong jangan membuat kesimpulan sendiri.”

“Apa benar member EXO terlibat secara langsung dalam pembuatan fanfiction ini?”

“Dwae. Kami yang menulis Epilog-nya.” Jawab Chanyeol.

“Bisa di jelaskan secara rinci?”

“Ini adalah karangan seorang yeoja yang polos dan percaya akan cinta sejati. Tercetus dari imajinasi yang jujur dan apa adanya. Penulis Gina menunjukkan karya ini kepada kami dalam keadaan 90% rampung, dan dia meminta kami untuk melengkapinya. Epilog yang kami tulis adalah jawaban dari keresahan yang di rasakan oleh Main Cast fanfiction tersebut. Lebih jelasnya, silahkan kalian baca hingga Bab terakhir.” Jelas Suho yang membuat para fans teriak histeris.

 

“In Ah-Chan, mereka melakukannya dengan baik.”

“Arasseo eonnie.”

“Sekarang kamu berkonsentrasilah pada Novel yang sempat tertunda. Aku yakin fanfictionmu akan menjadi Best Seller sama seperti Novelmu sebelumnya.”

“Bagaimana aku bisa menulis eonnie? Aku saja tidak bisa melihat layar laptopku.”

“Kamu bisa melakukannya. Bukankah kamu sudah sangat hafal dengan keyboard laptop, pc maupun komputer? Sekalipun ada kesalahan, tim editor akan membenarkannya untukmu.” Ujar yeoja itu sambil memeluk hobae-nya yang duduk di atas kursi rodanya.

“Gamsahabnida eonnie untuk semuanya. Aku tidak yakin bisa memalui semua ini jika tidak ada Oennie disini.”

“Hya! Kau ini bicara apa? Bukan hanya aku yang akan disini untukmu. Ada tim kerjamu, Keluargamu dan juga EXO yang membantumu melewati kesulitan ini.”

“Ara, Gomawo.”

 

@@@@@

 

“Noona!” Teriak namja yang langsung memeluk yeoja yang berdiri seorang diri di ruang kerjanya.

“Hya! Sehun-ah! Lepaskan dia!” Seru namja lain mencoba memisahkan dongsaengnya dari yeoja itu.

“Baekhyun-ah, Sehun-ah. Bisakah kalian tenang sedikit?” Gumam yeoja itu sembari tersenyum.

“Mianhae. Tapi apa yang kamu lakukan disini In Ah-yah? Kami telah menyiapkan makan malam untukmu.” Sahut Baekhyun sembari membantu yeoja itu berjalan keluar ruangan dan menuju tempat berkumpulnya orang – orang dari Penerbit Byul serta member EXO yang lain berada.

“Dari ruang kerjaku itu aku bisa merasakan bahwa musim dingin akan segera datang. Karena dari dekat jendela tidak lagi terdengar gesekan dedaunan yang tertiup angin. Apa aku benar?”

“Kamu benar, udara di luar juga semakin dingin.” Ujar Chanyeol yang mengambil alih tugas Baekhyun.

“Apakah bintang – bintang mulai tak menampakkan kilaunya?”

“Dwae, awan musim dingin mulai menutupi mereka.”

“Chanyeol-ah.”

“Mwo?”

“Bisakah kamu membacakan Epilog yang kalian tulis untukku? Aku dengar kalian mengaitkannya dengan lagu My Answer. Dan banyak komentar yang masuk di akun media sosialku mengatakan itu sangat menyentuh. Aku jadi penasaran.”

“Tentu saja aku akan membacakannya untukmu nanti.”

 

Paragraf terakhir Bab terakhir *Auntum With EXO*

 

Di musim gugur tahun ini aku benar – benar jatuh cinta. Cinta pertama, yang tak bisa ku ungkapkan dengan detail rasanya. Untuk pertama kalinya hatiku berdegup kencang saat bersama seorang namja. Aku bahkan tersenyum membayangkan wajahnya. Tapi sensasi luar biasa itu akan terasa sia – sia saat aku kembali menjalani hariku seperti semula. Hari – hari dimana aku hanyalah seorang fans, dan dia adalah Idolaku. Akankah keberuntungan kembali singgah di kehidupanku? Sadarkah Happy Virus akan perasaanku selama ini? Mungkinkah perasaan ini kandas seiring bergantinya musim?

 

Alinea terakhir Epilog *Auntum With EXO*

 

Keresahan itu bukan hanya dirimu yang merasakannya, Aku pun sama. Sekeras apapun aku berfikir, akan hanya ada satu jawaban yang muncul di benakku. Kamu. Jawaban dari kegelisahan ini adalah kamu, hanya kamu. Aku akan berada disisimu, tak peduli dengan musim yang tengah bergulir.

 

“Kalian membuat Happy Ending pada fanfiction-ku. Gomawo.” Ujar In Ah setelah Chanyeol selesai membacakan fanfiction karya yeoja itu. Mereka berdua tengah berada di ruang kerja milik In Ah.

“Ani. Aku tidak hanya membuat Happy Ending karya tulismu. Tapi aku juga akan membuat happy ending kisah cintamu.” Ungkap Chanyeol jujur.

“Mwo?”

“In Ah-yah, kamu terlalu berterus terang tentang perasaanmu.”

“Apa maksudmu Chanyeol-ah?”

“Kamu menyukaiku kan?”

“Mwo? Hya! Bagaimana bisa kamu…” Perkataan yeoja itu terhenti oleh sebuah ciuman yang mendarat di bibirnya.

“Aku menyukaimu, Jung In Ah.”

“Apa perasaanku sejelas itu?” Gumam In Ah dengan wajah yang merona dan jantungnya berdetak cepat tak beraturan.

“Jika itu orang lain yang tidak mengenal kita, mungkin hanya sebuah Fiction Cast beserta perasaan yang tak nyata. Tapi bagi kami yang mengenalmu, sangatlah jelas bahwa kamu menyukaiku.”

“Gomawo Chanyeol-ah. Tapi kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menyukaiku. Nan Gwaenchana.”

“Hya! Apa maksudmu In Ah?”

“Mungkin saat ini kamu sedang terbawa suasana, hingga tidak bisa membedakan antara rasa suka dengan rasa iba.”

“Hya! Neo! Aisshhh.” Dengus Chanyeol kesal.

“Kamu pasti sedang dilanda perasaan kasihan terhadapku, yang kini cacat. Kamu tidak mungkin menyukaiku Chanyeol-ah. Aku tidak mau menjadi beban untukmu.”

“Hya! Apa kamu serius berpikiran seperti itu terhadapku?”

“Dwae. Kamu namja yang baik.”

“Tidak bisakah kamu mempercayai perasaanku?” Tanya Chanyeol sambil berlinang air mata. “Aku harus bagaimana untuk membuktikan perasaanku kepadamu In Ah?”

“Mari kita tidak saling bertemu lagi. Jika suatu saat nanti perasaan itu masih ada di hatimu, mungkin saat itulah aku yakin bahwa perasaan ini bukan cinta semusim.” Ujar In Ah tak kalah berderai tangis.

“Joh-a! Aku hargai keputusanmu. Tapi berjanjilah satu hal padaku. Berjanjilah kau akan baik – baik saja, dan teruslah menulis walau dalam kondisi terburuk sekalipun.”

“I’m Promise.”

 

@@@@@

 

Summer, 2017.

 

“Novel ke-10 In Ah Noona sudah rilis!” Seru Sehun sembari mengangkat tinggi – tinggi buku yang di pegangnya.

“Sudah hampir 2 Tahun, Bagaimana kabarnya sekarang ya?” Gumam Baekhyun sembari melirik ke arah Chanyeol.

“Lihatlah, Noona masih saja menuliskan nama kita pada ucapan terima kasihnya. Oh I Mwoeyo?” Celetuk Kai.

“Special Thanks My Happy Virus?” Baekhyun, DO, Sehun dan Kai membaca keras – keras ucapan terakhir yang tertulis di buku berjudul *If I…* Kali ini ini pembaca di buat bersedih dengan Sad Ending yang di tulis oleh Gina. Novel itu menceritakan kisah cinta yang tidak bisa bersatu karena kebutaan yang dialami sang yeoja. Yang berujung sebuah penyesalan lantaran mengingkari perasaannya sendiri. Secara garis besar Gina menceritakan sendiri kisah cintanya.

 

~Apabila aku punya kesempatan untuk kembali ke masa lalu, hanya satu yang ingin aku perbaiki. Memperbolehkan dia untuk tetap disini, disisiku.~

 

“Hyung, Neo gwaenchana?” Tanya Kai khawatir melihat Chanyeol yang melamun.

“Huh? Ye. Nan Gwaenchana.” Jawab Chanyeol sedikit lambat. Malam itu EXO menutup Tournya dengan sangat baik. Tanpa membuang waktu Chanyeolpun bergegas turun dari stage dan berencana kembali ke Negaranya sesegera mungkin. Ia sangat ingin menemui yeoja yang membuatnya patah hati selama dua tahun ini.

 

“Kenapa kamu harus berlari? Aku bahkan tetap berada disini menunggumu kembali.” Celetuk seorang yeoja yang berada di belakang panggung.

“Neo?” Sahut Chanyeol tertegun.

“Na ireumeun Jung In Ah. Tapi orang – orang memanggilku Gina.” Ujar yeoja itu sembari tersenyum.

“Neo gwaenchana?”

“Dwae, nan gwaenchana. Jincha gwaenchana.”

“I Miss You, In Ah-yah!” Seru Chanyeol sambil menarik tubuh yeoja itu kedalam pelukannya.

“Mianhae, Chanyeol-ah. I Miss You Too.”

“Kamu melakukannya? Apa semua berjalan dengan baik? Lalu bagaimana kata Dokter? Apa akan ada efek samping pasca operasi pada mata-mu?”

“Semuanya berjalan dengan baik. Sedikit susah sebulan setelah operasi. Tapi sekarang aku sudah terbiasa.”

“Mianhae, harusnya aku tetap bersamamu.”

“Ani. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu.” Suasana diantara keduanya menjadi hening sesaat “Chanyeol-ah.”

“Mwoeyeo?”

“Apakah perasaanmu kepadaku hanya cinta semusim?”

“Nado Molla.” Mendengar jawaban dari Chanyeol, yeoja itu tertunduk lesu. “Sepertinya aku jatuh cinta lagi.”

“Mwo? Benarkah? Aku mengerti.”

“Apa kamu tidak penasaran siapa yeoja beruntung itu?”

“Nugu?”

“Neo.”

“Mwo?”

“Aku menyukaimu In Ah. Kamu, hanya kamu dan lagi – lagi kamu.” Ujar Chanyeol sambil mengeluarkan kotak berisikan sepasang cincin dari saku celananya. “Ijinkan aku untuk berada disisimu, Jung In Ah.” Imbuh Chanyeol.

“Tentu saja, Park Chanyeol. Gomapta.”

“Keureonikka Noona, akankah bukumu selanjutnya berjudul We Got Married?” Celetuk Sehun yang mengundang gelak tawa sepasang kekasih yang baru terlahir itu sekaligus orang – orang yang berada di lokasi kejadian.

 

Chanyeol Note (*Note ini di kirim secara diam – diam oleh Baekhyun kepada Jung In Ah) : Kamu adalah jawaban dari kegelisahanku. Yeoja yang memiliki karakter dan kesukaan yang unik. Kamu seperti orang yang berasal dari planet lain, aneh namun berkepribadian baik. Kamu, yeoja yang berhasil menarik perhatianku dan membuatku selalu berpikir tentangmu tanpa henti. Kamu juga yang menggetarkan hatiku dengan senyuman di wajahmu. Dari semua pertanyaan, hanya satu jawabku yaitu kamu.

 

-THE END-

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s