Bromance · Freelance · Friendship · Friendzone · Genre · Length · One Shoot · PG - 17 · Rating · Romance

[FF Freelance] Roommate


Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

Title : Roommate

Main Cast : Kim Taehyung (BTS), Byun Baekhyun (EXO), Kim Himchan (BAP).

Other Cast : Sung Ara, Jung Min Ju, Park Eun Jung (Fiction Cast).

Genre : Bromance, Friendship, Friendzone, Romance.

Rating : PG – 17

Lenght : Oneshoot

Disclaimer : Fiction Cast dan alur cerita mutlak milik Author, Main Cast merupakan artis idola milik Agency, Keluarga dan Fans masing – masing. Jika terdapat kesamaan karakter, watak, nama, tempat dan waktu semua murni unsur ketidak sengajaan.

Author Notes : FF Alternative Universe kali ini merupakan request dari seorang Eonnie yang juga pembaca setiaku yang mengidolakan ketiga main cast ini. Semoga cerita kali ini dapat diterima dengan baik. Selamat membaca ^_^, jangan lupa tinggalkan kritik, saran ataupun komentar.

Story :

ROOMMATE

 

(Author POV)

 

Matahari bersinar sangat terik siang ini, namun sengatannya tak menghentikan langkah kaki 3 namja yang tengah berkejaran di lapangan basket Universitas K.

“Yuhuuuuu ini milikku!” teriak namja pertama sembari mengangkat tinggi – tinggi secarik kertas bertuliskan deretan angka yang berada di tangannya.

“Andwae! Harusnya ini milikku! Karena aku yang melihatnya duluan!” rebut namja kedua.

“Geumanhae Hyung! Itu milikku! Noona memberikannya padaku!” bantah namja ketiga yang terlihat kelelahan mengejar kedua sunbaenimnya.

“Hya! Taehyung-a! Bukankah kemarin kamu bulang tidak tertarik padanya? Bahkan kamu berkata akan mengikhlaskannya untukku! Kau tidak boleh mengingkari perkataanmu sendiri!” elak namja tertua.

“Tapi Hyung! Aku yang pertama kali melihatnya! Harusnya nomor itu jadi milikku!” Bantah namja lainnya.

“Joh-a! Ayo kita ulang dari awal! Kita buat kesepakatan yang adil untuk menentukan siapa yang berhak mendekati Noona dari Fakultas Kedokteran itu!” seru namja bernama Taehyung.

“Call!” celetuk kedua seniornya.

 

  1. Setiap kali memiliki yeoja yang disukai harus memberitahu atau bercerita kepada member yang lain.
  2. Siapa yang pertama kali berkenalan dengan yeoja belum tentu dia berhak mengklaim yeoja tersebut sebagai miliknya, terlebih saat member lainnya juga memiliki rasa.
  3. Siapapun yang memiliki yeojachingu terlebih dulu, member lain harus mendukung dengan lapang dada.
  4. Setiap persaingan harus dilakukan secara sportif.
  5. Siapapun pemenangnya, yang kalah tetap harus berbesar hati dan menerima kenyataan.
  6. Setiap member harus saling mendukung, menjaga dan menghargai hubungan member lainnya dengan yeoja yang disukai.

Tertanda : Kim Himchan, Byun Baekhyun, Kim Taehyung.

 

Begitulah ketentuan yang dibuat oleh 3 namja, penghuni sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari Universitas K.

 

“Ireona!!!!” Teriak Himchan membangunkan dua namja yang tergeletak di ruang tamu sekaligus ruang menonton TV.

“Wae geurae Hyung?” Gumam si maknae di rumah itu.

“Cepat pindah ke kamar masing – masing! Apa kalian berharap aku akan menggendong kalian, huh?” sungut Himchan sambil berkacak pinggang.

Buuukkk – sebuah bantal sofa bersarang tepat di wajah Himchan.

“Hya! Baekhyun-a!!!” Bentaknya terhadap namja yang melanjutkan tidurnya di sofa. “Taehyung-a! Bantu aku membangunkam anak ini!” Lanjut Himchan kesal.

“Sirheoyo! Baekhyun hyung akan pindah ke kamarnya jika dia merasa kedinginan. Jadi biarkan saja! Jal Jayeo hyung!” Ujar Taehyung sambil melangkah menuju ke kamarnya. Setidaknya cukup sampai disana kebisingan yang terjadi di dalam rumah malam itu.

 

Suatu pagi terlihat dua namja yang berdiri dengan cemas di depan sebuah pintu ruangan. Hampir 15 menit mereka menunggu dengan perasaan gelisah tanpa kepastian.

“Hyung! Kau sedang apa di dalam sana? Cepatlah! Kamu bisa terlambat nanti!!!” Teriak Baekhyun gusar lantaran jarum jam dinding terus berjalan menunjukkan semakin berkurangnya waktu yang ia punya.

“Mianhae! Tapi perutku sangat sakit dan ini belum selesai!” Seru namja kelahiran tahun ’90 dari dalam ruangan.

“Aish jinca!” Gerutu kedua juniornya kesal dan salah satu dari mereka memilih kembali ke kamarnya dan kemudian keluar dengan sebuah tas.

“Taehyung-a! Apa kau akan berangkat ke kampus tanpa mencuci muka?” Tanya Baekhyun.

“Aku akan membeli pasta gigi dan sikat gigi di minimarket lalu mencuci muka di kampus! Jika menunggu Himchan hyung, aku akan terlambat masuk kelas pagi.” Jawab namja itu enteng, “Na gayeo hyung!” pamitnya lalu menghilang dari pandangan Baekhyun yang masih setia menunggu pintu kamar mandi rumah itu terbuka.

 

“Bagaimana kelasmu?”

“Ini karenamu Hyung! Aku mendapat pinalty point pada kelas pertamaku.” rengek namja berambut pirang sembari melempar bola dari tisu ke arah seniornya.

“Hya! Geumanhae! Bukankah aku sudah meminta maaf.” Elak Himchan. “Tapi sepertinya Taehyung tidak punya masalah dengan kelas paginya.”

“Tentu saja! Itu karena dia tidak mandi ataupun mencuci wajahnya dari rumah.” sungut Baekhyun. “Itu menjijikkan.”

“Tapi aku mencuci muka di kamar mandi kampus. Setidaknya nasib nilaiku tak setragis dirimu hyung!” celetuk Taehyung asal yang membuat Baekhyun merasa sedikit sebal mendengarnya dan mulai melempari namja tadi dengan bola – bola kecil dari tisu yang ia buat. Akhirnya perang lempar tisupun tak terelakkan di meja kantin yang diduduki oleh 3 namja beda usia tersebut.

 

Kedekatan antara Himchan, Baekhyun dan Taehyung berawal dari pertemuan ketiganya 1 tahun yang lalu. Dimana saat itu Himchan adalah mahasiswa Tahun Ketiga, Baekhyun mahasiswa memasuki Tahun Kedua dan Taehyung merupakan mahasiswa baru (Tahun Pertama) di Universitas K. Pertemuan yang tidak sengaja antara senior dan junior yang memiliki kesamaan terlambat menjadi mahasiswa (*mengundur waktu untuk berkuliah) membuat mereka merasa cocok satu sama lain lalu memutuskan untuk menyewa rumah serta tinggal bersama. Sekalipun lebih sering berselisih pendapat daripada sepaham, mereka tetap akur layaknya saudara kandung. Hal itu membuat mereka di kenal sebagai Roommate Boys dikalangan mahasiswi. Wajah tampan yang dimiliki ketiganya membuat mereka menjadi seorang Ulzzang, bahkan mereka telah memiliki fans club yang mayoritas mahasiswi Universitas K itu sendiri. Namun di tengah kepopuleran mereka, belum ada satu yeojapun yang benar – benar menarik hati Himchan, Baekhyun ataupun Taehyung. Dan itu pula yang membuat mereka single atau tidak berkencan hingga saat ini.

 

@@@@@

 

(Taehyung POV)

 

‘Yeoja?’ saat mendengar kata itu yang terlintas hanyalah ‘Dia’. Jangan bertanya siapa itu? karena aku tidak ingin menyebut namanya. Apakah dia datang dari masa laluku? Dwae, dia teman semasa kecilku. Seorang yeoja yang perilaku serta kekuatannya seperti seorang namja. Dia adalah yeoja paling mengerikan yang pernah aku temui seumur hidupku. Kenapa seperti itu? Karena hanya dia yang berhasil membuatku menjadi seorang ‘Loser’ saat SD. Karenanya pula aku seakan trauma untuk dekat, mengenal apalagi berteman dengan seorang yeoja.

 

(Baekhyun POV)

 

“Yeoja?” – makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. “Tipe yeoja idaman?” – aku ingin bersama dengan yeoja yang penuh kehangatan dan mempesona. “Yeojachingu?” – Eopseo! Saat ini aku belum memiliki yeojachingu. Harapanku sebelum aku lulus kuliah, aku ingin bertemu dengan seseorang yang aku idamkan.

 

(Himchan POV)

 

Didunia ini, namja mana yang tidak ingin berkencan? Akupun ingin segera bertemu dengan seorang yeoja yang mampu membuat jantungku berdebar. Aku juga ingin merasakan jatuh cinta pada yeoja yang tepat.

 

@@@@@

 

(Taehyung POV)

 

“Hyung! Apakah pemanas rumah ini bermasalah? Kenapa suhu kamar ini terasa dingin?” Tanyaku sembari menarik selimut dan mengenakannya.

“Neo gwaenchana?” Baekhyun hyung justru balik bertanya padaku, dia langsung meletakkan punggung tangan kanannya di dahiku.

“Molla.”

“Kamu sakit! Aku akan pergi membelikanmu obat!”

“Naega? Apha? Eotteokke?”

“Geumanhae! Jangan merengek seperti anak kecil! Istirahatlah! Aku akan segera kembali.” Bentak Baekhyun hyung sambil berlalu dari hadapanku. Entah apa yang terjadi padaku kali ini? Aku tiba – tiba terserang demam setelah bermimpi bertemu dengan yeoja dari masa laluku. Ternyata aku masih saja menyimpan trauma mengenai anak itu.

 

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Himchan hyung keesokan harinya saat kami sarapan bersama.

“Jauh lebih baik.”

“Sebaiknya kamu istirahat saja dulu! Lagipula di kampus akan banyak mata kuliah yang kosong hari ini.” Baekhyun hyung menyarankan agar aku tetap berada di rumah.

“Waeyeo?”

“Akan ada kunjungan dari Universitas Y di Fakultas kita. Jadi itu akan menyita banyak perhatian para dosen.” Jelas senior 3 tahun diatasku tersebut.

“Jangan percaya! Aku dengar, yang akan berkunjung adalah para mahasiswi. Bukankah ini kesempatan kita untuk mencari pasangan hidup?” Celetuk hyung tertuaku.

“Hya hyung! Universitas Y memang sekolah khusus para yeoja! Kau ini…”

“Geumanhae hyung! Nan gwaenchana. Lagi pula aku tidak ingin menambah daftar absenku.”

“Keureom! Gaja!” Ajak Himchan, lalu kami bertiga berangkat ke kampus bersama – sama pagi itu.

 

Benar saja, sesampainya di kampus – ani! tepatnya di gedung Fakultas Kesenian telah nampak puluhan yeoja beralmamater berbeda dengan kami. Mereka adalah mahasiswi Universitas Y yang seminggu kedepan akan belajar bersama dengan kami.

“Lihatlah! Bukankah mereka cantik?” gumam Himchan hyung bertanya kepada kami.

“Yeppeunga? hmmm..” Balas Baekhyun.

“Aish kalian ini!” Gerutu Himchan hyung kesal. “Kau mau kemana?” lanjutnya saat melihatku hendak beranjak dari tempat dudukku.

“Aku mau ke klinik, disini terlalu berisik.”

“Bukankah tadi aku sudah melarangmu untuk pergi ke kampus? Apa perlu kami antar?” Omel Baekhyun hyung.

“Mianhae hyung, tidak perlu! Bukankah aku ini bukan anak kecil? Lagipula aku cuma ingin menumpang tidur disana.”

“Hya! Neo!!!” Bentak keduanya geram. Yah, aku sangat suka menjahili kedua seniorku seperti itu. Rasanya sangat puas ketika mereka meneriakkan namaku dengan kesal.

 

Selepas dari kebisingan di kantin kampus akupun menyusuri koridor gedung utama Universitas menuju ruang klinik. Namun ada yang aneh! Aku merasa sedang diawasi bahkan di ikuti oleh seseorang. Saat aku menoleh ke belakang tak ada satu orangpun disana. Suasana semakin mencekam saat aku melintasi lorong kelas yang di tinggal para penghuninya saat mata kuliah berakhir seperti saat ini. Akupun memilih mempercepat langkah kaki dan segera masuk ke ruangan beraroma menyengat ini.

“Whooaaa!” teriakku saat menabrak seseorang.

“Kyyyaaa! Nuguseyo?” Seru wanita ini tak kalah histeris.

“Joesonghabnida Saem! Naneun Taehyung, Kim Taehyung.”

“Aigoo! Wae geurae Taehyung-a?”

“Anindwae. Jeongmal joesonghabnida Seonsaengnim.”

“Wajahmu pucat! Apa kamu sakit?”

“Dwae Saem. Semalam saya terserang demam tinggi.”

“Jamkkanman!” Ujar Dokter Senior itu sambil menyuruhku duduk lalu beliau melakukan pemeriksaan singkat terhadapku. “Minum ini! Lalu beristirahatlah sebentar disini! Saya harus ke ruang administrasi dulu.” pamit Wanita berusia 45 tahun itu setelah memberiku beberapa butir obat.

“Dwae Saem. Gamsahabnida.”

 

Saat aku mulai mengantuk karena efek obat yang baru saja aku minum, tiba – tiba sebuah siluet nampak pada kain penyekat di samping tempat tidurku.

“Nuguseyo?” Teriakku, lalu terlihat bayangan itu menjauh. Saat aku mencoba menenangkan diri dan mengambil nafas panjang, secara mendadak sesosok yeoja justru berada tepat dihadapanku.

“Jeogiyo, apakah benar kamu Kim Taehyung?” tanya yeoja itu lembut dan sopan.

“Dwae, Na Ireumeun Kim Taehyung. Waeyo? Nuguseyo? Kamu bukan mahasiswi Universitas K kan? Ada perlu apa? Apa kau yang dari tadi mengikutiku? Kenapa?” setelah mendengar ucapanku bukannya ekspresi takut ataupun bersalah yang di tunjukkan oleh yeoja cantik berambut pendek sebahu itu. Dia justru tertawa puas namun tetap anggun dan elegan.

“Hya Taetae! Tidakkah kamu mengenaliku?” Akupun berpikir sejenak. Mencerna kata – kata yeoja yang langsung duduk di ranjang yang sama denganku.

‘Taetae? Dimana aku pernah mendengar panggilan ini?’ pikirku dan masih terus memutar otak hingga sebuah pukulan bersarang di kepalaku.

“Hya! Neo!” Gertakku tak terima dan kesakitan.

“Wae? Apa kamu marah sekarang? Apa kamu mau membalasku?” seru yeoja itu tak kalah keras. “Dasar bodoh! Mengingat begitu saja kamu tidak bisa!” Gerutunya.

“Seolma?… Neo?” Akupun terbelalak. Shock! Itu kata yang lebih tepat menggambarkan perasaanku saat ini.

“Sekarang kamu ingat?” Tanya yeoja itu sambil menarik senyuman manis di wajahnya. Dan baru kali ini aku menyadari bahwa dia memiliki lesung pipit di kedua pipinya. Yang mengganggu pikiranku hanyalah, ‘Bagaimana bisa yeoja yang dulunya tomboy, anti memakai rok, dan peringainya lebih mirip namja kini menjelma menjadi yeoja yang sangat anggun, cantik dan girly?’ – Dia bertransformasi jauh diluar dugaanku.

 

@@@@@

 

(Baekhyun POV)

 

Hari ini aku sudah menduga bahwa gedung Fakultas Kesenian akan seheboh saat ini. Namun keriuhan itu terasa tak berarti saat salah satu dari Roommate member tidak bersama dengan kami. Terlebih ketika Himchan hyung sedang sibuk memperhatikan mahasiswi dari Universitas Y. Akhirnya aku lebih memilih duduk seorang diri di taman dan mengamati beberapa kegiatan mahasiswa yang terjangkau oleh pandanganku sambil mendengarkan musik dari earphone yang terhubung dengan ponselku.

“Permisi!” tegur seseorang dari belakangku.

“Dwae?”

“Maaf mengganggu waktu luangmu, bisakah kamu menunjukkan arah ke kantin?” Sekalipun aku bisa mendengar apa yang di katakan oleh yeoja ini, tapi aku tetap ingin diam. Karena aku begitu terkesima oleh aura kecantikannya. “Bisakah kamu memberitahuku? Sepertinya aku tersesat.” Lanjutnya seperti hendak menangis.

“Ah joesongyeyeo! Dari sini kamu lurus saja, nanti saat berada di persimpangan koridor ketiga beloklah ke kanan!”

“Gamsahabnida.” Ujarnya kemudian berlalu, sedangkan aku masih terpaku disini. Bukankah ini bodoh? Harusnya aku menanyakan namanya atau berkenalan saja. Saat menyadari kebodohanku, akupun beranjak lalu mengikuti langkah yeoja itu meskipun terlambat.

 

Sesampainya di kantin aku barulah yakin bahwa tindakanku sangat terlambat. Yeoja itu sudah bersama dengan teman – temannya dan beberapa mahasiswi dari Universitas K. Itu membuatku hanya bisa melihatnya secara diam – diam dari tempat yang tersembunyi. Sekalipun aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka, namun aku bisa merasakan kehangatan yang terpancar dari yeoja itu. Suaranya saat bertanya padaku, cara bicaranya, teduh sorot matanya semuanya membuatku merasa nyaman. Dan itu kian terlihat dari banyaknya orang yang senang dan bersedia berbincang serta mendengar dia berbicara. Percaya atau tidak, ini adalah kali pertamanya ada seorang yeoja yang membuatku menjadi seorang penguntit seperti ini.

 

Jangan sebut namaku Baekhyun, jika aku hanya bisa diam dan bersembunyi. Aku tak akan melewatkan satu kesempatanpun untuk mencari tahu tentang yeoja itu. Entah darimana yang jelas aku harus segera mendapatkan informasi tentang yeoja yang penuh pesona tersebut. Seharian itu aku disibukkan olehnya hingga lupa akan dua member Roommate lainnya.

 

@@@@@

 

(Himchan POV)

 

Entah apa yang di pikirkan dan dikerjakan oleh kedua juniorku hari ini. Yang jelas itu membuatku tidak senang, karena mereka pergi meninggalkanku seorang diri.

“Sunbae! Ayo main basket!” Ajak salah seorang junior yang tiba – tiba melempar bola basket ke arahku.

“Aku sedang tidak mood untuk bermain.”

“Hya! Bukankah ini cara yang tepat untuk menarik perhatian para yeoja, sunbae?”

“Jangan bercanda! Kalian kira mereka masih SMA? Yang begitu mengidolakan pemain basket sekolah?” tolakku sembari melemparkan bola tadi dengan sangat keras.

 

Bbbuuukkkk – Terdengar seseorang terkena sesuatu.

“Siapa yang melempar ini?!?!?!?!” Suara seorang yeoja melengking dan membuatku bergidik. Lalu aku melihat beberapa anak menunjuk dan melihat ke arahku.

“Apa benar itu kamu?” Tanya yeoja itu kesal.

“Mianh. Jeongmal mianhae.”

“Mwo? Mianh? Rasakan ini!” Yeoja itu terlihat geram saat melempar bola itu ke kembali arahku.

“Meleset!” Teriakku sengaja mengejek yeoja tersebut.

“Hya! Neo!” Kali ini aku rasa dia benar – benar marah. Karena dia mendekat dengat wajah bengis yang sangat menakutkan. Lalu kaki inipun secara spontan mengambil langkah seribu. Ku kira ini akan berhasil, namun ternyata yeoja itu justru mengejarku. Satu hal yang aku simpulkan, ternyata dia bukan yeoja sembarangan, dia seorang pendendam. Saat aku terus berlari tiba – tiba terdengar suara sesuatu yang berat jatuh kelantai dan saat aku menoleh ke belakang benar saja, yeoja itu jatuh tersungkur dan menjadi bahan tertawaan beberapa mahasiswa yang melihatnya.

 

“Neo gwaenchana?” Tanyaku sembari mengulurkan tangan berniat membantunya.

“Nan gwaenchana, gomawoyo.” Jawabnya dan menyambut uluran tanganku. Awalnya aku mengira dia akan menolak lantaran gengsi, ternyata yeoja ini tak seburuk yang ku bayangkan.

“Aku minta maaf soal bola basket tadi. Itu tidak sengaja, percayalah.” Aku berusaha meluruskan masalah kami.

“Arasseo. Hajiman…”

“Wae?”

“Caramu meminta maaf kepada seseorang itu sangat tidak sopan! Terlebih kepada orang yang tidak kamu kenal, dan itu seorang yeoja! Itulah yang membuatku marah!”

“Baiklah maafkan aku atas ketidak sopananku dan juga maaf tentang bola basket. Maukah kau memaafkanku?”

“Tentu saja.”

“Aku Kim Himchan, Fakultas Seni semester 7.”

“Na ireumeun…”

“Hya! Kita harus segera pergi, dosen mencarimu!” Seru seorang teman yang langsung menarikku. Lebih tepatnya dia mengacaukan suasana romantis antara aku dan yeoja itu. Saat aku mencoba menoleh kebelakang, yeoja itu sudah meninggalkan tempatnya. Untuk hari ini gagal sudah usaha pendekatanku dengan seorang mahasiswi dari Universitas Y.

 

@@@@@

 

(Author POV)

 

Malam itu suasana di sebuah rumah terasa sepi. Tak ada kegiatan, kebisingan ataupun pertengkaran antara ketiga penghuninya. Ya, masing – masing dari namja itu sedang larut dalam lamunan mereka.

“Baekhyun-a! Taehyung-a! Apa kalian tidak makan malam?” Suara Himchan memecahkan keheningan di dalam rumah.

“Apa yang kau masak Hyung?” tanya Baekhyun sambil melirik meja makan.

“Belum. Apa kalian punya ide?” sahut Himchan sambil menyeringai aneh.

“Hyung! Bagaimana kau memanggil kami untuk makan jika kau saja belum memasak!” Protes Taehyung.

“Sebenarnya aku sedang bingung untuk menu malam ini. Makanya aku bertanya pada kalian.”

“Hya! Hya! Kalau begitu kita masak ramen saja, itu lebih praktis dan lebih cepat.” Usul namja kelahiran Tahun ’92 itu mulai merasa kelaparan. Dan tanpa banyak bicara, Himchan pun segera memasak ramen untuk mereka bertiga.

 

“Tidakkah hari ini melelahkan?” Celetuk Baekhyun seusai menyantap ramen buatan hyungnya.

“Dwae. Itu benar! Setelah berlarian dan menghadapi dosen pembimbing rasanya kepalaku terasa berat.” Keluh Himchan sekaligus menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Berlarian? Wae?” Tanya Taehyung tak mengerti.

“Ah andwae. Geunyang.”

“Geunyang?”

“Ah ani. Taehyung-a, bagaimana denganmu?”

“Naega? Wae?”

“Apa kau sudah sembuh?”

“Tentu saja, Dokter Jo memberiku beberapa obat saat aku ke Klinik. Bagaimana dengan rencana skripsimu hyung?”

“Bulan depan aku akan mulai Ujian Skripsi.”

“Fighting Hyung!” Seru Baekhyun dan Taehyung kompak.

“Gomawo. Baiklah! Lekas tidur! Bukankah besok kalian ada kelas pagi?”

“Dwae. Malam hyung!”

“Jal ja!”

 

Keesokan harinya, kelas terasa berjalan begitu lambat bagi Taehyung dan Baekhyun. Kedua namja itu tak sabar untuk mengakhiri mata kuliah pagi mereka. Ketika waktu yang di nantikan tiba, baik Baekhyun maupun Taehyung berlarian keluar dari kelas masing – masing.

“Wae geurae?” Tegur Himchan saat ketiga namja itu tak sengaja bertemu di sebuah koridor kelas.

“Hyung? Bukankah kau tak ada mata kuliah hari ini?” Baekhyun justru balik bertanya dengan penuh kecurigaan.

“Geunyang.” Jawab Himchan singkat.

“Geunyang? mwo?” Sungut Taehyung. Belum sempat Himchan menjawab, secara kebetulan tiga dara cantik berjalan melewati mereka. Ketiga yeoja itu adalah mahasiswi Universitas Y yang terdiri dari satu yeoja berambut panjang kecokelatan, satu berkuncir kuda dan yang terakhir berambut pendek. Sesaat para namja itu diam mematung, sedangkan gadis – gadis itu tengah berbisik membicarakan mereka.

“Apakah mereka yang di juluki Roommate boys?” selidik yeoja berkuncir kuda bernama Park Eun Jung.

“Aku rasa itu mereka.” Jawab si rambut panjang Jung Min Ju.

“Ah? Jinca?” Ekspresi yeoja ini justru seakan tak percaya.

“Dwae, itu mereka. Idola di Universitas K ini.” Jelas Minju mencoba meyakinkan sahabatnya. Saat yeoja – yeoja ini hendak melanjutkan langkah kakinya, para namja justru mendekat dan memanggil “Sung Ara! Ara-a!” secara bersamaan namun tak serempak. Dan itu membuat baik ketiga namja ataupun ketiga yeoja itu hanya saling memandang penuh tanya.

“Seolma?” Gumam Baekhyun sembari menggelengkan kepalanya.

“Dwae?” Sahut yeoja bernama Ara dengan raut wajah datar. “Wae geurae Taetae?” imbuhnya.

“Taetae?” Seru Himchan dan Baekhyun bingung.

“Ani! Geunyang… Mianhae Ara-a!” Ujar Taehyung salah tingkah. “Ttalawa, Hyung!” namja itu dengan segera menarik kedua sunbaenya pergi dari hadapan yeoja tersebut.

 

“Coba jelaskan ada apa ini sebenarnya?” Gertak Baekhyun.

“Harusnya aku yang bertanya pada kalian. Ada apa ini? Bagaimana bisa kalian mengenal Sung Ara?” Protes Taehyung tak kalah kerasnya.

“Hentikan! Mari kita luruskan masalah ini.” Ujar Himchan. “Kemarin saat kalian sibuk dengan urusan masing – masing secara tidak sengaja aku melempar bola basket ke arah yeoja itu. Kami belum sempat berkenalan kemarin, namun tadi pagi aku baru saja mengetahui namanya berkat temannya yang bernama Eunjung.” Jelas namja itu jujur. “Lalu bagaimana denganmu Baekhyun-a?” lanjutnya.

“Aku sengaja mencari tahu tentang Sung Ara secara diam – diam setelah aku membantunya menemukan jalan menuju kantin. Kemarin sepertinya dia tersesat.”

“Apa kau tertarik padanya hyung?”

“Tentu saja, bagaimana denganmu Taehyung-a? Sepertinya kau mengenalnya? Dari caramu memanggilnya saja sudah berbeda dari kami berdua.” Bukan Baekhyun jika tidak berterus terang seperti itu.

“Dwae, aku mengenalnya. Sung Ara adalah temanku sewaktu kecil, bukan lebih tepatnya di enemy buatku. Kemarin saat di Klinik dia datang menghampiriku.”

“Ini bagus! Kisah masa lalu melawan ketidaksengajaanku dan juga melawan ketertarikan sepihak. Akupun tertarik padanya, jadi ayo kita bersaing secara sportif!” celetuk Himchan antusias.

“Call!” Jawab Baekhyun tak mau kalah.

“Geumanhae Hyung!” Cegah Taehyung.

“Wae?” Seru Baekhyun dan Himchan kesal.

“Karena kami sudah bertunangan!” Teriak seorang yeoja yang entah sejak kapan, dan entah bagaimana caranya dia menerobos masuk rumah itu.

“MWO?” Sangat terlihat wajah kedua namja itu sangat shock mendengar pengakuan dari Sung Ara.

“Dialah alasan kenapa aku tidak bisa berkencan dengan yeoja lain. Sejak kecil kedua keluarga kami telah berencana sekaligus berjanji untuk menikahkan kami berdua. Kami sengaja dipisahkan beberapa tahun belakangan untuk kepentingan dan kebaikan masing – masing pihak. Karena jika tidak berpisah, kami bisa saja bertengkar sepanjang waktu.” Ujar Taehyung.

“Itu benar, dulu kami sama – sama keras kepala. Untuk itulah kami dipisahkan. Tapi sekarang tiba waktunya untuk kami menikah.” Timpal Ara penuh kebahagiaan.

“Hya! Menikah? Sekarang? Yang benar saja?” Sungut Taehyung, lalu debat kusirpun tak terhindarkan. Sedangkan Baekhyun dan Himchan memilih diam serta memperhatikan tingkah kedua anak itu. Sesuai perjanjian antar member Roommate dan sebagai Hyung yang baik, merekapun turut bahagia atas hubungan Taehyung dengan Ara.

 

-The End-

 

 

 

 

 

https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662https://getresultshub-a.akamaihd.net/GetTheResultsHub/cr?t=BLFF&g=9a2e69b0-293b-48ad-ba05-b493e4211662

Advertisements

9 thoughts on “[FF Freelance] Roommate

  1. Haduh mereka bertiga kalau disatuin kayak gitu ya heboh banget , jadi seru ceritanya.

    Aku cuman mau ingatkan lagi soal bahas formal sama informal , kalau misalnya mau pakai informal pakai aja semuanya informal.

    Aku dulu awal nulis bahasaku informal semua semakin kesini mungkin karena sering baca cerita author yang memang novelnya sudah diterbitkan , aku kebawa pakai bahasa formal. Itu saja , maaf ya kritik bagian ini terus.

    Like

  2. Ah masih tercampur aduk ya bahasanya? Maaf, selanjutnya akan di perbaiki lagi. Terima kasih Author Vizkylee atas reviewnya.

    Like

  3. Anyeong Yunietananda!!! 😀 kyaaa ~ Himchan oppa bala bala ku di sana :3 hehehe aku suka variasi cast nya. Taehyung dan Himchan bias saya! :3 hehehe. Yunietananda tolong maafkeun saya :”’) saya uda baca ini jauh2 hati hanya krn proposal skripsi yang harus direvisi berulang2, jadi lupa mulu mau komen 😦 mianhaeee T.T saya ini srg baca ff kmu loh dari 17th again smpai heart attack. Jadi mnrtku tiap ff yg kmu krim ke kami itu berbeda2, dan berkembang. Cara menulis km smakin lebih baik 🙂 dan mgkin kesusahan dlm ff ini adalah pemakaian cast yg menurutku kebnyakan. Hehehe mnrtku sih. Mungkin kalau kamu menceritakan tanpa menggunakan POV dan hanya sudut pandang author, itu akan lebih baik. Jadi kesannya ga kaku 🙂 uda Bagus sayang! 😀 next fanfiction juseyooo

    Like

    1. Annyeong Ts_ sora eonni, makasi karena udah baca ff karanganku. Aku kurang lebihnya bnyk belajar dri ff para author disini. Ff ini emng terlalu rame main castnya, mau gmn lagi wktu itu request yg aku dpt emng minta sprti itu, tapi akan di perbaiki lagi. Skli lagi makasi atas reviewnya.

      Like

      1. it’s okay~ 😀 kita sama2 belajar sayang :3 iya semoga review abal abal dari saya berguna kekeke XD anyway mau nanya nih, kamu line berapa ya? :p mian, kadang suka seenaknya kalo manggil -_-

        Like

  4. @Sora.. Line? Aku 91 line. Apa aku ya yg sering salah panggil? Aduh maafkan ya…

    Sblmnya aku mau ucapin makasi buat author2 disini. Setidaknya aku dpt ilmu tambahan di bidang tulis menulis.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s