Genre · Length · One Shoot · Rating · Romance · School Life · Teen

[FF Project My fat Girl] Don’t Doubt Me , I’m Always Love You


Tittle : Don’t Doubt Me , I’m Always Love You

Author : VizkyLee

Cast : Kim Tae Hyung / V BTS

Yoon Ah ra you or girl

Genre : School Life

Rating : Teen

Length : One Shoot

Summary :

Kenapa kim taehyung tidak pernah peduli terhadap sekitarnya ? dia selalu saja bilang

“sudah kamu tidak perlu menanggapi mereka”

“mereka hanya iri melihat kemesraan kita berdua”

“jangan pedulikan mereka chagi , kau pedulikan saja kekasihmu yang rupawan ini” ucap taehyung dan mengeluarkan senyum andalannya

Aku bingung harus berbuat apa padanya

Aku tersiksa dengan tatapan dan ucapan mereka

Apa Taehyung tidak benar-benar mencintaiku ,atau memang dia tidak mempedulikan mereka

  

 

“Princess silahkan turun” ucap Taehyung yang membukakan pintu mobil untuk ahra

“Jangan panggil aku seperti itu lagi , aku malu Tae “ ucap Ahra dengan muka yang masam

“Arraseo chagi aku tidak akan memanggilmu princess lagi “ balas Taehyung dengan mengandeng tangan kekasihnya dan berjalan masuk kesekolahnya.

 

Semua murid-murid  yang mereka lewati melihati mereka ya siapa yang tidak menyukai seorang kim Taehyung baik , rupawan , pintar tetapi sayang hatinya sudah terisi oleh seorang yeoja bernama ahra, bisa dibilang Taehyung adalah namja yang setia terbukti mereka berdua sudah berpacaran sejak kelas 2 SMP dan sampai sekarang mereka masih menjalin hubungan bahkan Taehyung terlihat serius menjalani hubungan dengan Ahra. Banyak yeoja yang berusaha membuat mereka berdua putus , tetapi gagal karena dalam diri Taehyung sudah dipenuhi oleh Ahra Ahra dan Ahra.

 

“Lepaskan tanganmu Taehyung “ ucap Ahra saat sampai didepan kelasnya , ya mereka berdua tidak satu kelas.

“Kenapa cepat sekali? Aku masih ingin bersamamu chagi” ucap Taehyung yang semakin mengeratkan gandengan tangannya bahkan kepalanya sudah bersandar dibahu Ahra.

“Kitakan selalu bersama taehyung ah sebentar lagi bel akan berbunyi jadi lebih baik kau lepaskan tangamu” lalu Taehyung melihat jam tangannya menunjukkan pukul 07:50

“Kenapa waktu cepat berlalu? Baiklah chagi sampai bertemu istirahat nanti” Taehyung masih tetap memegang tangan ahra bahkan tidak ingin melepaskannya , tetapi Ahra langsung melototkan matanya agar Taehyung segera pergi kekelasnya. Chu … sebelum beranjak Taehyung mencuri kesempatan mencium pipi tembem Ahra dan langsung berlari menuju kelasnya.

 

Semua teman-teman ahra menatapnya sampai dia duduk dibangkunnya dan tetap melihatnya

“Kalian berdua semakin mesra saja , aku iri melihatnya” ucap teman sebangkunya

“Itu perasaanmu saja menurutku biasa saja “ balas Ahra dengan mengeluarkan beberapa buku dan alat tulis.

“Eehhh kau berbohong kita semua melihatnya sendiri Ahra “ Ahra melihat beberapa temannya yang menganggukkan kepalanya .

“Terserah kalian saja menyimpulkan seperti apa” Ahra benar-benar tidak habis fikir akan menjadi pusat perhatian di penjuru sekolah.

 

Bel berbunyi 2 kali saatnya mereka beristirahat Taehyung segera merapikan buku dan alat tulis yang dipakaiannya , sedikit merapihkan pakaiannya lalu pergi menuju kelas Ahra untuk menjemputnya. Inilah kegiatan yang ditunggu teman sekelas Ahra

“Siang semuanya …” sapa Taehyung saat memasuki kelas Ahra , semua teman yeoja Ahra terlihat senang saat Taehyung menyapa mereka.

“Kajja chagi … , annyeong Ahra chingu” teman sebangku ahra mendengus kesal karena Taehyung selalu memanggilnya dengan ‘Ahra chingu’ bukan namanya.

“Aku pergi kekantin dulu “ ucap Ahra pada temannya , Taehyung langsung menggandeng tangan ahra dan berjalan menuju kantin.

“Kenapa Taehyung tidak pernah memanggil namaku?” ucap teman sebangku Ahra setelah mereka pergi

“Kau enak Taehyung menyapamu khusus karena kau duduk bersebelahan dengan ahra , sedangkan kita tidak “ ucap teman Ahra yang duduk didedapannya

“Aku heran dengan taehyung , apa Ahra tidak membolehkannya untuk menyapa kita satu persatu?” ucap teman Ahra yang duduk disampingnya

“Tsk… kalian aneh mana mungkin taehyung akan menyapa anak sebanyak ini” ucap teman sebangku Ahra dan semua menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

 

Taehyung menggandeng tangan ahra erat dan berjalan dengan santai sedangkan ahra merasa risih karena semua murid yang berpapasan dengan mereka

“Aku iri sekali dengan yeoja itu bisa menjadi kekasih Taehyung sunbae “ ucap yeoja yang berpapasan tadi

“Iya aku juga dia punya tubuh yang sama denganku , kenapa sunbae tidak melirikku juga” ucap yeoja bertubuh tambun itu lalu teman-temannya menjitaknya

Ahra menatap wajah Taehyung dia masih saja berjalan lurus tanpa memperdulikan murid-murid lain yang menatapnya bahkan membicarakan mereka berdua.

 

“Kau duduklah aku akan memesankan makanan untuk kita berdua” ucap taehyung dan meninggalkan ahra sendirian.

Ahra memberanikan diri melihat sekelilingnya banyak yeoja yang melihatnya dengan pandangan meremehkan dan ada yang berbisik dengan temannya ‘kau harus kuat menghadapinya , kenapa kau sekarang lemah ahra? Yang terpenting taehyung sangat mencintaimu’ batin ahra.

 

“Kau melihat apa Ahra?” tanya taehyung yang sudah kembali dari memesan makanan

“Ah aku mencarimu Tae” ucap Ahra bohong dan hal itu membuat taehyung senang lalu mencubit kedua pipi ahra gemas. Dan membuat semua yeoja membulatkan matanya menatap iri pada Ahra.

“Aku senang mendengar kau mencariku , tidak biasanya kau berkata seperti itu” ucap Taehyung senang , ya memang Ahra tidak pernah menunjukkan perasaan membutuhkan .

 

Taehyung membuat beberapa yeoja yang duduk tak jauh dari mejanya merasa iri melihat perlakuan taehyung pada ahra , dia memegang salah satu tangan ahra dan memijatnya dengan lembut .

“Kenapa kau sibuk dengan handphone kamu chagi?” tanya Taehyung yang merasa di duakan

 

Ahra tetap menatap handphonenya dengan serius tanpa memperdulikan taehyung yang sudah bergelayut manja pada lengan empuk Ahra

 

“Chagi… bisakah kau simpan handphonemu itu , aku kesepian” ucap Taehyung masih tetap bergelayut pada lengan ahra

“Taehyung jangan seperti ini lihat mereka melihat kearah kita” ucap Ahra sambil melepaskan tangan taehyung

“Biarkan mereka melihat kearah kita dan kau chagi jangan pedulikan mereka , kau hanya perlu peduli dengan kekasihmu ini” ucap Taehyung sambil tersenyum lebar

“Tapi tetap saja taehyung aku tidak suka ditatap banyak orang” jelas Ahra , lalu tanpa berkata apapun Taehyung berdiri dari tempat duduknya .

Saat dia akan membuka mulutnya untuk berbicara Ahra menariknya kembali untuk duduk “apa yang akan kau lakukan taehyung?” tanya Ahra

“Aku ingin bilang pada mereka semua agar tidak menatapmu terus” jelas Taehyung , ahra tidak percaya dengan apa yang dikatakan Taehyung

“Makanan sudah datang lebih baik kita makan taehyung “ ucap Ahra mengalihkan pembicaraan yang baru saja mereka bicarakan.

 

Ahra merasakan jika taehyung sedang menatapnya . Perlahan ahra mendongakkan kepalanya dan benar saja taehyung sedang memandanginya sambil tersenyum.

“Kenapa kau tidak makan Taehyung ?” tanya Ahra yang menatap bingung pada taehyung

“Suapi aku “ ucap Taehyung merajuk .

“Aku tidak mau . Ini sekolah Taehyung” balas ahra malas . Ahra tidak suka dengan tatapan semua mata di kantin sekolahnya ini . dia merasa risih dan tidak nyaman.

“Ayolah… aaaa” Taehyung langsung membuka mulutnya bersiap untuk menerima makanan.

“Jangan disini “ Ahra bisa merasakan tatapan dingin semua yeoja dikantin itu saat taehyung sedang merajuk ingin disuapi. Ahra menyerah dan memasukkan makanan kedalam mulut taehyung , dia tau semua yeoja di kantin masih menatapnya dengan tatapan marah.

“Aku tidak mau Taehyung!” bentak Ahra pada Taehyung dan lebih keras sehingga membuat semua murid menatap kearah meja mereka berdua , dan beberapa yeoja menatapnya dengan tatapan menghina. Ahrapun langsung meninggalkan kantin dan hal yang membuat Ahra terkejut Taehyung tidak mengejarnya.

Ahra terhuyung setelah seseorang menabrak bahunya untung saja tidak sampai jatuh dilantai, dia menatap seorang siswi yang menabraknya tadi. Dan beberapa siswa – siswi terlihat memberikan tatapan mengejek padanya.

“Apa berita itu sudah menyebar?”

“Kenapa cepat sekali” Ahra segera berlari menuju kelasnya , Taehyung benar-benar tidak mengejarnya. Kecewa tentu saja Ahra kecewa , mungkin Taehyung sudah lelah menanggapi sikap Ahra.

Saat Ahra masuk kedalam kelasnya semua orang yang awalnya berbicara dengan temannya tiba-tiba terdiam saat Ahra memasuki kelasnya. Semua tatapan tertuju pada Ahra dan menatapnya dengan tatapan mengejek , kecewa , merendahkan. Ahra sudah tidak tahan lagi dengan semua orang yang tidak suka terhadapnya , dengan cepat Ahra membereskan bukunya dan memasukkannya kedalam tas lalu pergi dari kelas menuju gerbang sekolah.

Taehyung merasa bersalah karena dia tidak bisa melindungi Ahra dari teman sekolahnya yang membullynya. Taehyung memang seorang lelaki yang tidak akan pernah menggubris perkataan orang-orang yang mengejeknya dan hal itu dia lakukan juga pada orang-orang yang mengejek kekasihnya. Dia mendengar tetapi dia bersikap acuh tak acuh bukan tidak peduli tetapi Tae Hyung memang tidak ingin ada keributan , tetapi jika diamnya membuat Ahra tidak masuk seperti ini Tae Hyung harus melakukan sesuatu.

Ahra yang biasanya akan pulang dan pergi bersama Tae Hyung sekarang harus menaiki angkutan umum , dia pernah sesekali keluar bersama kakak angkatnya menaiki bus tetapi hal itu sudah lama terjadi. Beberapa orang menatap Ahra dengan heran , karena matanya masih mengeluarkan butiran air. Entahlah dia menangis gara-gara satu sekolah tau mengenai dirinya yang membentak Tae Hyung atau karena Tae Hyung tidak mengejarnya. Ahra dari ekor matanya melihat Tae Hyung berdiri tidak jauh dari kelasnya , tetapi dia tidak melakukan apa-apa hanya diam sambil memandang Ahra yang berlari keluar sekolah.

Ahra yang sudah sampai di rumah tertegun melihat dua mobil yang sangat dia kenal terparkir rapi di halaman rumah milik keluarga Min , ya itu mobil milik Yoon Gi dan Seok Jin saudara sepupunya. Ahra tidak ingin masuk dia takut kakak angkatnya yaitu Min Yoon Gi akan marah, Ahra adalah anak adik dari eommanya Min Yoon Gi karena kedua orang tuanya meninggal dan Ahra hanya sendirian jadilah keluarga Min mengadopsinya walaupun mereka harus berebut dengan keluarga Kim.

“Ahra kenapa kamu sudah pulang?” Ahra terkejut mendapati Soo Ah istri Yoon Gi berada dirumah juga.

“Aku tidak enak badan eonni , apa semuanya berada dirumah?”

“Iya hari ini kami semua pulang lebih cepat karena kerjaan sudah selesai, ayo masuk nanti aku bawakan makan siang dan obat” Soo Ah langsung menyuruh Ahra masuk kedalam dan dia segera berlari saat melihat Yoon Gi dan Seok Jin yang berada diruang televisi.

“Kenapa dia sudah pulang?”tanya Yoon Gi

“Dia tidak enak badan katanya , aku ambil makanan dan obat dulu untuk Ahra” Yoon Gi tidak percaya begitu saja , sepertinya Ahra ada masalah dengan Tae Hyung buktinya dia tidak diantar pulang oleh Tae Hyung.

“Siapa nama pacar Ahra itu? Kenapa Ahra tidak dia antar pulang?”

“Namanya Tae Hyung , entahlah sepertinya mereka sedang bertengkar. Awas saja dia sampai datang kemari akan aku buat dia tidak berkutik”

“Jangan seperti itu mereka bukannya sudah berpacaran lama , dan kau sudah merestui mereka bukan” Yoon Gi hanya mengangguk tanpa membalas perkataan Seok Jin. Setelah itu dia berdiri dan berjalan menuju lantai 2 dari rumahnya , dan berhenti di depan kamar Ahra.

“Kamu kenapa menangis Ahra?”tanya Soo Ah saat melihat Ahra masih menggunakan seragamnya dengan memeluk kakinya diatas queen bad.

“Eonni…” Ahra langsung memeluk Soo Ah

“Menangislah Ahra agar kamu merasa baikan”ucap Soo Ah mengelus punggung Ahra. Diluar Yoon Gi masih setia mendekatkan telinganya pada pintu dan disampingnya ada Seok Jin yang ikut mendekatkan telinganya.

“Ada apa? Ceritakan padaku Ahra”

“Tae Hyung hiks… hiks… dia tidak peduli padaku” Soo Ah mengerutkan dahinya tidak percaya ,

Tae Hyung yang dia tau akan sangat peduli pada Ahra , jadi Soo Ah tak percaya dengan ucapan Ahra.”Bisa kamu perjelas maksud kamu dengan Tae Hyung tidak peduli denganmu”

“Mereka membullyku dan Tae Hyung menyuruhku untuk tidak peduli pada ucapan mereka tetapi Tae Hyung tidak mengerti akan perasaanku. Dia bisa tidak peduli dengan ucapan mereka , tetapi tidak untukku aku merasa terhina dan di rendahkan” ucapan Ahra terputus butiran bening keluar lagi dari mata indahnya.

“Tae Hyung seakan tidak peduli eonni , apa aku tidak berharga untuknya? Kenapa dia tidak berusaha untuk melindungiku dari mereka? Setidaknya dia mengerti perasaanku , bukannya tidak peduli dan membuat keadaan semakin buruk. Mereka tidak ingin melihatku dengan Tae Hyung , apakah aku sebegitu tidak pantasnya bersanding dengannya?” Ahra memeluk Soo Ah kembali , dan Soo Ah memeluk balik Ahra.

Dia mengerti sekarang karena dia juga pernah merasakan hal yang dirasakan, tidak bisa bersama dengan orang yang disukai karena kekurangan yang ada di dirinya. Harusnya Tae Hyung melindungi dan membuat orang yang merendahkan Ahra jerah.

“Kamu ganti baju cuci muka lalu makan setelah itu tidur” Ahrapun langsung masuk kedalam kamar mandi dan Soo Ah keluar dari kamar Ahra . Mendapati dua pria yang ada dirumah ini sedang menguping.

“Astaga kalian itu kalau ingin tau langsung masuk saja tidak perlu menguping”ucap Soo Ah sebal.

“Aku akan masuk kedalam kamar Ahra” sebuah tangan mencegah Yoon Gi.

“Bicara baik-baik jangan terbawa emosi” Yoon Gi mengangguk dan masuk kedalam kamar Ahra sementara itu Soo Ah dan Seok Jin kembali ke bawah.

Pembicaraan Yoon Gi dan Ahra berakhir dengan Yoon Gi yang menyuruh Ahra tidak masuk sekolah dan hand phone milik Ahra disita oleh Yoon Gi. Menurut Yoon Gi itulah yang terbaik biarkan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu. 

Tae Hyung meletakkan kepalanya diatas meja , dia seperti seseorang yang tidak ingin hidup keesokan harinya. Sudah lima hari Ahra tidak masuk sekolah dan Tae Hyung tidak bisa menghubunginya , hand phone milik Ahra off sehingga dia tidak bisa menanyakan keadaan Ahra. Semakin bersalah sekali Tae Hyung , oksigennya tidak berada disisinya dan dia sudah membuat Ahra mengurangi kepercayaan padanya.

Beberapa siswi bersimpati pada Tae Hyung, namun Tae Hyung tau mereka hanya ingin mendekatinya. Tae Hyung tidak melakukan apapun pada siswi-siswi tersebut , dia bahkan membiarkan makanan yang diberikan oleh siswi tersebut dimakan oleh teman-temannya.

Ahra juga merasa bosan sudah lima hari berada dirumah dan hari ini Yoon Gi menyuruh Ahra membantu di toko milik Soo Ah dan Yuri. Namun Ahra tidak bisa mengusir rasa bosannya , dia ingin hand phonenya kembali dia ingin menanyakan kabar Tae Hyung. Ahra sudah memaafkan Tae Hyung karena dia juga yang terlalu sensitif dengan kabur dari Tae Hyung tanpa membicarakannya terlebih dahulu.

“Apa yang harus aku bantu?” Ahra bingung dengan pertanyaan dari Soo Ah

“Aku tidak tau eonni , apa yang eonni bisa bantu?” Soo Ah menunjukkan senyum misteriusnya.

“Mengembalikan hand phone kamu misalnya”

“Eonni tolong aku , ambilkan hand phone miliku pada Yoon Gi oppa” mohon Ahra

“Baiklah nanti aku akan membujuk suamiku untuk mengembalikan hand phone milikmu, sekarang kita makan siang dulu”

2 hari Ahra sudah mendapatkan hand phonenya kembali tetapi dia tidak bisa membalas pesan dari Tae Hyung dan juga membalas panggilan Tae Hyung. Dia takut entah apa yang dia takutkan, dia tidak bisa mendeskripsikan ketakutannya. Hari ini perasaannya tidak enak , bahkan Ahra tidak keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.

Tepat hari ketujuh tidak bertemu dengan Ahra , Tae Hyung memberanikan diri pergi ke rumah orang tua Ahra. Tae Hyung sudah berhasil masuk kedalam halaman rumah Ahra melewati penjaga pada pintu gerbang. Bel yang berada dipintu kayu tersebut dia tekan hingga 5 detik menunggu seorang pria muda membuka pintu tersebut.

“Akhirnya kamu datang juga , ayo masuk” pria muda itu adalah Yoon Gi , dia langsung mempersilahkan Tae Hyung masuk. Tae Hyung langsung berlutut dihadapan Yoon Gi dan memegang pergelangan kaki Yoon Gi.

“Hyung aku minta maaf tidak bisa melindungi Ahra , maafkan aku dan berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya. Aku janji tidak akan menyakitinya lagi” Ahra dan Soo Ah terkejut melihat Tae Hyung yang berlutut , mereka berdua masih berada diundakan terbawah dari tangga dan berhenti berjalan saat mendengar perkataan Tae Hyung.

“Jangan pisahkan kita hyung , aku benar-benar mencintainya dia adalah nafasku. Aku serasa mati tujuh hari ini tidak bertemu dengannya , aku tidak membual hyung percayalah padaku” Ahra menangis mendengar ucapan Tae Hyung , dia ingin sekali membawa Tae Hyung kedalam pelukannya. Saat akan merealisasikannya Soo Ah menahan tangan Ahra dan menggelengkan kepalanya tanda dia tidak boleh mendekati mereka.

“Kenapa kamu tidak memarahi mereka? Kamu tau bukan mereka merendahkan Ahra hanya karena dia kelebihan barat badan. Seharusnya kamu tau perasaan dia bukan acuh tak acuh , dia seorang perempuan yang sangat sensitif”ucapan Yoon Gi terputus karena dia kehabisan nafas.

“Sekarang yakinkan aku bahwa kamu akan melindunginya dari orang-orang yang akan membullynya” Yoon Gi menyuruh Tae Hyung untuk menyakinkannya.

“Aku tidak akan membiarkannya jauh dariku , kemanapun aku akan selalu bersamanya. Aku akan selalu mengantarkannya kekelas dan akan meninggalkannya setelah guru masuk kekelas dan aku akan membuat mereka menyesal sudah membuat kekasih hatiku menangis” jawab Tae Hyung percaya diri , Ahra langsung berlari menghampiri Tae Hyung dan memeluknya dengan erat.

“Aku merindukanmu Chagi , aku seperti mayat hidup tanpamu” ucap Tae Hyung dengan kedua tangannya berada di pipi Ahra.

“Aku juga merindukanmu sangat merindukanmu” Butiran bening itu membanjiri pipi Ahra dan Tae Hyung menghapusnya dengan lembut , merekapun berpelukan kembali.

“Jangan meragukanku , aku akan selalu mencintaimu sampai ajal menjemput kita berdua” ucap Tae Hyung tulus di sela pelukan mereka.

Kata-kata Tae Hyung di hadapan Yoon Gi benar-benar dijalankan , dia selalu menunggu guru Ahra masuk kedalam kelas setelah itu dia baru meninggalkannya. Saat Ahra ingin ke kamar mandipun dengan sabar Tae Hyung menunggunya diluar tanpa mengeluh . Dan yang paling membuat Ahra senang Tae Hyung benar-benar melindunginya dari siswi yang iri padanya , dia bahkan mengatakan jika tidak ada yang salah dari seseorang mempunyai berat berlebih mendapatkan cinta yang sama besar dengan orang lain.  Ahra bersyukur mempunyai kekasih yang menerima dirinya apa adanya tanpa menuntut dirinya untuk berubah , dia yang akan selalu melindungi tanpa mengeluh, dia yang akan dengan senang hati melakukan apapun untuknya.

My only love

My handsome boy

My Protectif boy

Kim Tae Hyung , thank you for your Love 

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Project My fat Girl] Don’t Doubt Me , I’m Always Love You

  1. jagiyaaaa! hahaha, ini aneh aku mrsa sdh komen dan keomenan saya hlg bgtu saja-_- first of all, ini sudah sya tunggu ibu :3 aku suka crtanya, Tae Hyung bnran stia sm pacarnya dan ngejaga pacarnya bgt. Iri sm Ahra-,- hahah utk alur seperti biasanya ya, unpredictable :p keep writing jagiya!

    Like

    1. Iya taehyung so sweet banget memang disini , bukan taehyung si alien.
      Terima kasih sudah baca disela-sela sibuk bimbingan
      Semangat ya buat skripsinya ^^ dan ditunggu segera karyanya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s