Bromance · Chaptered · Friendship · Genre · Length · PG -13 · Rating · Romance

[FF Project My Fat Girl] Destiny Of Love Chapter 2


Part sebelumnya 

Yuri masuk kedalam rumah setelah mobil jin tidak terlihat lagi , dia terlihat lega dan sedih. Lega karena dia sudah tidak berduaan lagi dengan jin , Sedih karena dia telah membuat jin marah dan mengusirnya .

 

Chapter 1 

 

 

Yuri menatap meja kerjannya , tidak ada lunch box seperti biasanya. Ada raut kecewa diwajah yuri , tetapi dia menyadarinya karena dialah yang mengecewakan jin . Yuri yang sedang memeriksa berkas-berkas dikejutkan dengan kedatangan sekertaris jin .

“Yuri-ssi ini dari sajangnim” ucap sekertaris itu dengan nada sebal dan langsung pergi dari ruangan yuri.

“wah apa yang diberikan sajangnim padamu yuri?” tanya teman sebelah yuri tanpa meminta izin pada yuri , dia langsung membuka tas itu.

“inikan piyama pria , apa sajangnim menginap dirumah kamu?” tanya temannya itu dan membuat semua karyawati lain menatap kearah yuri.

“itu , kemarin sajangnim kehujanan dan bajunya basah jadi aku meminjamkannya piyama karena hanya ada itu” jelas yuri jujur , dan raut wajah semua karyawati seketika berubah . yuri merasakan aura permusuhan dari tatapan teman-temannya.

“dan secret admirer kamu sajangnim” ucap temannya itu sambil mengeluarkan lunch box yang biasa yuri terima.

“aku baru tau kemarin soal itu” jawab yuri singkat , dia merasa tidak nyaman karena tatapan teman-temannya yang seolah-olah jijik.

“bersiaplah yuri” ucap temannya ditelinga yuri lalu kembali ke tempat duduknya. Yuri menatap kosong lunch box pemberian jin , dia merasa tidak nafsu untuk memakannya.

 

Yuri memutuskan untuk pergi ke roof top gedung . dia merasakan setiap orang yang berpapasan dengannya selalu berbisik dan memandangnya dengan tatapan merendahkan.

 

Kenapa dia mengirimnya melalui sekertarisnya yang tukang gosip itu.

Kenapa dia tidak mengirimnya sembunyi-sembunyi

Apa mau dia sebenarnya?

Seluruh yeoja dikantor ini akan memusuhiku dan mengerjaiku.

Apa yang harus aku lakukan?

 

Yuri langsung membuang lunch box itu, dia tidak peduli lagi yang harus dia lakukan adalah menjelaskan pada teman-temannya bahwa dia tidak menyukai jin. Sebelum teman-temannya pulang yuri menahan mereka .

“aku tidak ada hubungan dengan sajangnim dan aku tidak menyukainya. Aku harap kalian jangan salah sangka dan aku mohon jangan membenciku” jelas yuri memohon.

Namun, apa yang yuri pikirkan salah . teman – temannya hanya diam dan langsung pergi dari ruangan. “tidak ada gunanya , kami akan tetap membencimu fatty ” bisik teman yang duduk disebelah yuri lalu pergi meninggalkan ruangan kerja.

Tubuh yuri terjatuh diatas tempat duduknya , penjelasannya tidak berhasil membuat temannya kembali seperti biasa. Dia menyesal telah menerima lunch box itu yang membuat dirinya mendapat masalah.

 

Siapa yang harus disalahkan disini

 

“siapa yang harus disalahkan disini?” ucap suara seorang namja yang mengucap ulang perkataan yuri. Dan yuri membulatkan matanya saat mengetahui pemilik suara itu , dia segera membereskan mejanya.

“apa kau menyukai masakanku yuri ?”tanya jin yang masih berdiri tak jauh dari tempat duduk yuri. Jin mengerutkan dahinya karena yuri tidak mengubris pertanyaannya dan mengacuhkan dirinya.

Tangan jin dengan cepat menahan tangan yuri yang saat itu akan pergi meninggalkan ruangan dan jin . Yuri berhenti dan membiarkan tangannya dipegang oleh jin , tetapi dia tidak membalikkan badannya menghadap jin .

“kau kenapa yuri?” tanya jin lagi melihat yuri yang bertingkah aneh padanya . jin bertanya – tanya dalam hatinya ‘apa ada yang salah dengan makanan yang aku masakan untuknya?’ .

“saya tidak apa-apa sajangnim , maaf saya ingin pulang “ucap yuri melepas pegangan tangan jin , tetapi jin langsung menari pergelangan tangan yuri.

“ceritakan! apa yang membuatmu seperti ini? jangan mengacuhkanku! Aku tidak suka yuri “ ucap jin mengeratkan pegangannya pada pergelangan tangan yuri .

“aku tidak apa-apa sajangnim . bisa kau lepas ini , aku takut ada orang lain yang melihat kita dan beranggapan yang tidak-tidak tentang kita “ jawab yuri memohon . Namun, jin masih tidak melepaskan pegangannya . Perlahan genggaman tangan jin melonggar .

“bisakah kau cerita padaku yuri . hari ini kamu mengacuhkan pesanku dan apa kau tidak memakan makanan yang aku kirim padamu yuri?” banyak pertanyaan dibenak jin , tetapi hanya itu yang bisa keluar .

“aku hari ini sibuk sajangnim tidak bisa membalas pesan dari anda . aku memakannya , tetapi karena aku ceroboh aku menjatuhkan lunch box pemberian dari anda” jawab yuri tenang , jin tidak merasakan jika perkataan yuri adalah bohong belaka.

“jika tidak ada hal yang lain , saya pamit pulang sajangnim” ucapan yuri menyadarkan jin dari lamunannya , bukan lamunan tetapi terpanah dengan yeoja dihadapannya.

“aku antar kamu pulang” ucap jin tegas

“anda tidak perlu mengantar saya sajangnim , saya bisa pulang sendiri . permisi” jin yang masih terpanah tidak menyadari jika yuri sudah berjalan keluar ruangan. Dengan cepat jin menyusulnya bahkan sedikit berlari mengejar yuri yang berjalan cepat didepannya.

“aku akan tetap mengantarmu pulang yuri” ucapan jin terdengar seperti paksaan

“aku tidak mau mendengar ada gossip tentang kita besok pagi” balas yuri tidak memperdulihkan jin yang berjalan dibelakangnya.

“aku tidak mau melihat karyawanku masuk koran pagi besok . aku tidak menerima penolakanmu nona yuri “ ucap jin geram , langsung saja ditariknya yuri menuju parking basemant dimana jin memarkirkan mobilnya.

 

Jin membukakan pintu untuk yuri dan mendorongnya untuk duduk , lalu jin berlari berlawanan arah dan masuk kedalam mobil . Dengan cepat jin melajukan mobilnya , membuat yuri mengeratkan pegangannya pada sabuk pengaman dan memejamkan mata karena takut .

Jin yang melihat yuri memejamkan matanya , langsung mengurangi kecepatan mobilnya . Perlahan yuri membuka matanya karena merasa mobil yang dikendarainnya melambat.

“kenapa kau memejamkan mata? apa kau takut yuri?” ucap jin yang masih menatap jalan didepannya

“siapa yang tidak takut? Sajangnim seperti ingin membunuh saja” jawab yuri sedikit gemetar karena ketakutannya.

“maafkan aku , aku tidak bermaksud untuk membunuhmu yuri . aku akan menyetir dengan baik , kamu jangan takut” ucap jin lalu tangan kirinya menyentuh tangan yuri untuk menenangkannya.

Yuri merasakan hangat disekujur tubuhnya saat tangan jin menyentuh tangannya , dia merasa aneh pada perasaannya tetapi langsung dia tepis mengingat kejadian tadi dikantor yang tidak mengenakkan. Dia segera membuang jauh-jauh perasaannya sebelum lebih dalam masuk kedalam lembah yang namanya cinta. Tidak terasa mobil yang ditumpanginya sudah berhenti.

”apa sudah melamunnya? Kita sudah sampai” ucap jin membuyarkan lamunan yuri tetang perasaannya.

”maafkan saya sajangnim , terima kasih sudah repot-repot mengantar pulang” ucap yuri sambil menggerakkan tangannya membuka pintu mobil , tetapi lengannya dicegah oleh seseorang.

”aku tidak repot bahkan aku senang bisa mengantarmu , dan besok aku juga akan menjemputmu jangan menolak . aku tidak suka ditolak” ujar jin lalu mendekatkan badannya ke yuri , dengan spontan yuri menutup matanya.

Yuri merasakan suatu yang lembut basah dan hangat menempel di keningnya , saat membuka matanya dia melihat jin mencium keningnya . Dia bisa merasakan harum tubuh jin yang membuatnya tidak berfikir sejenak , aroma seorang namja yang tidak pernah dia hirup.

Tanpa yuri sadari dia mengendus leher jenjang jin seperti hewan , dan jin hanya bisa tersenyum mengetahui hal itu malahan dia senang dengan tingkah yuri. Satu sentuhan dipipi yuri membuyarkan lamunannya tentang aroma tubuh jin , dia sadar bahwa sekarang dia sedang melakukan sesuatu yang menjijikan.

”maafkan saya , saya tidak bermaksud melakukan hal itu sajangnim” ucap yuri menundukkan kepalanya karena malu

”tidak apa-apa , aku tidak keberatan kau melakukan hal itu padaku yuri” balasan jin membuat yuri tidak percaya, dengan segera dia keluar dari mobil jin dia tidak ingin sesuatu yang lebih terjadi pada mereka berdua.

”jangan lupa besok aku akan menjemputmu yuri” teriak jin dai dalam mobilnya , setelah yuri masuk kedalam rumahnya jin melajukan mobilnya pergi dari rumah yuri.

 

Dan benar saja saat yuri membuka pintu rumahnya , jin sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum kearah yuri.

”selamat pagi yuri” sapa jin dengan senyum hangatnya

”selamat pagi sajangnim” sapa yuri dengan wajah datarnya dan melangkah mendahului jin , melangkah terus melewati mobil jin.

Jin yang tau jika yuri akan menolak ajakannya untuk berangkat bersama , langsung menarik lengan yuri.”kamu lupa yuri aku tidak menerima penolakan” jin langsung menarik tangan yuri dan mendorongnya masuk kedalam mobil.

 

Perjalanan hening hanya terdengar suara klakson saja , baik yuri maupun jin tidak membuka percakapan sedikitpun. Yuri memang sengaja tidak bicara dengan jin , karena dia tidak mau semakin dekat dengan jin. Dan membuat dirinya semakin dibenci dengan seluruh yeoja dikantornya , tetapi dengan dirinya yang berada didalam mobil sajangnim sekarang sama saja yuri juga cari mati. Dia tidak bisa menolaknya karena jin sendiri yang tidak ingin ditolak , yuri hanya bisa berdoa atas keselamatan dirinya nanti saat berhadapan dengan yeoja-jeoya yang menyukai sajangnimnya.

 

”sajangnim turunkan saya di halte dekat kantor saja” Jin tidak mengubris perkataan Yuri dia terus melajukan mobilnya hingga berada di tempat parkir lobby .Yuri langsung keluar dari mobil Jin ketika mobil itu sudah berhenti dengan sempurna, dia tau dia tidak sopan karena tidak mengucapkan terima kasih. Karena keadaan sepilah yang membuat Yuri segera berlari menuju gedung kantor agar tidak ada orang yang melihatnya.

”Yuri kau meninggalkan tasmu dimobil” ucap Jin memasuki ruang kerja Yuri dengan menenteng tas tangan milik Yuri. Beberapa teman Yuri yang sudah datang tercengang mendapati boss besarnya membawa tas wanita dan itu milik Yuri.

”terima kasih maaf merepotkan sajangnim” ucap Yuri menundukkan kepalanya karena takut melihat raut wajah teman-temannya. ”selamat bekerja ” ucap Jin sambil mengelus rambut Yuri sebelum dia pergi keruangannya sendiri.

Yuri menghempaskan tubuhnya dikursi dan menundukkan kepalanya diatas meja, dia tau hari ini akan menjadi hari yang menegangkan baginya.”pagi-pagi sudah disajikan kemesraan si fatty dan si bos ganteng” ucap temannya sinis dan keras sehingga teman-teman lainnya dapat mendengar

Yuri tidak bisa berkata-kata , dia menjalaskannya pun mereka tidak akan mau mendengarkannya apalagi dengan Jin yang tadi mengantarnya ke ruangan . Hal itu sudah menjadi bukti bahwa Yuri mempunyai hubungan special dengan bossnya , tetapi itu tidak benar mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa hanya sebatas atasan dan bawahan saja.

 

Advertisements

5 thoughts on “[FF Project My Fat Girl] Destiny Of Love Chapter 2

  1. Teman2 kantornya Yuri sirik cieeeeeeee.kekekeke…

    klw aku yg jd Yuri disini pasti dah terbang2 saking bahagianya diperlakukan seperti itu sama Big boss tampan. perduli setan sama para biang gosip itu.kekekekeke..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s