Bromance · Chaptered · Friendship · Genre · Length · PG -13 · Rating · Romance

[FF Project My Fat Girl] Destiny Of Love Chapter 1


IMG_20151025_110028

Tittle : Destiny of Love

Author      : Vizkylee

Cast          : Kim Seok Jin /Jin BTS

Park Yuri as you or girl

Other Cast : Jin Hyeo Sang / Kidoh ToppDogg

Genre         : Romance , Friendship , Bromance …

Length        : Chaptered

Poster credit : on pic

 

“Aku  mencintaimu Park Yuri , maukah kau menjadi pasangan hidupku” 


Aku hanya terdiam saat jin menyatakan cinta padaku secara tiba-tiba di tempat umum , lalu aku begitu saja pergi meninggalkannya . Aku mendengarnya memanggil namaku berkali- kali

 

 

“Kenapa sajangnim selalu melihat kearah divisi kita”


“Apa dia menyukai ku “


Aku sama seperti mereka penasaran mengapa sajangnim selalu melihat kearah divisi kita , ya aku akui divisi ini memang memiliki yeoja paling banyak dari divisi lain dan yang paling menonjol adalah semua yeoja mempunyai wajah yang cantik tidak termasuk aku tentunya. Kenapa tidak termasuk aku , ya aku yeoja dengan tubuh yang overweight berbeda dengan teman-temanku yang mempunyai tubuh S line bak model . 


“Yuri ah apa kau tau makanan kesukaan sajangnim?” Teman sebelahku bertanya padaku , pastilah aku tidak tau walaupun aku sering menemani manajer kim untuk makan bersama sajangnim tetapi aku akan makan sendiri tidak bergabung dengan mereka. 


“Kau tanya langsung saja pada sajangnim atau manajer kim, jangan padaku” ucapku tegas dan membuat temanku mendengus kesal mendengarkan balasan dariku.

 

Jam makan siangpun datang inilah yang paling aku suka , semua orang sedang keluar mencari makan sedangkan aku tetap ditempat dudukku. Setiap hari aku selalu membawa bekal yang aku siapkan dari rumah , bisa dibilang aku memilik bakat memasak yang diturunkan dari kedua orang tuaku .

 

Tanpa yuri sadari ada seseorang yang menatapnya dengan bahagia diluar ruangannya , dia selalu melakukan hal ini sembunyi-sembunyi ya dia adalah sajangnim yang selalu dibicarakan rekan sekantor yuri .

 

“kau sedang melihat apa jin” jin kaget saat mendengar seseorang berbicara disampingnya

 

“kau mengangetkanku saja kidoh “ kidoh melihat siapa yang dilihat oleh jin lalu dia tersenyum

 

“jadi tipe yeoja kamu seperti dia “ kidoh mencoba menebak apa isi hati jin , karena selama ini jin tidak pernah membicarakan tentang yeoja .

 

“kamu jangan berisik , kita pergi dari sini” jin menarik tangan kidoh untuk menjauh dari ruangan yuri .Yuri baru tersadar jika ada orang lain didekat ruangannya saat jin dan kidoh berjalan didepan ruangannya , tetapi dia tetap tidak peduli selama tidak mengganggunya dalam makan .

 

Saat memasuki kantin perusahaan semua yeoja langsung ramai ada sebagian yang meneriakkan nama kidoh dan kidoh membalasnya dengan wink. Kidoh masih terus membalas sapaan dari yeoja yang menggilainya dan jin hanya mendengus kesal melihat kelakuan kidoh .

 

“hya baram (playboy) , bisa hancur perusahaan ini “ kidoh kaget mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut jin

 

“apa kata kamu ? aku bisa menghancurkan perusahaan ini dengan cara apa ? korupsi ? kau bercanda sajangnim!” Kidoh menanggapi perkataan jin adalah sebuah lelucon karena tidak mungkin kidoh akan mengahncurkan perusahaan orang tua jin.

 

“kau jangan mempermainkan yeoja terus , jika mereka sakit hati dan tidak mau bekerja perusahaan ini bisa bangkrut , kamu mengerti temanku” ucap Jin tegas sekarang Kidoh malah menertawakannya

 

“aku baik pada mereka semua karena tidak ingin melihat mereka bersedih dan merekapun tidak masalah dengan hal itu Jin” Kidoh menjawab keraguan jin terhadapnya

 

“aku rasa Park Yuri juga menyukaimu , yeoja mana yang tidak menyukaimu semua yeoja pasti menyukaimu “ terdengar keirian dalam perkataan jin

 

“tenanglah aku tidak akan mendekatinya , aku akan memberikannya padamu.  apa kamu sudah memikirkan bagaimana cara mendekatinya?” ucapan Kidoh membuat Jin sadar jika kidoh selalu mempunyai strategi dalam mendekati seorang yeoja

 

“belum , aku tidak tau bagaimana caranya agar aku dekat dengannya tanpa sepengetahuan dia  dan siapapun . apa kau mempunyai ide untuk itu?” jin tidak tau siapa lagi yang harus dia mintai bantuan .

 

“apa kau tau hobby atau kesukaannya ? ” tanya kidoh pada jin

 

“ya aku tau , dia mempunyai hobby yang sama denganku kidoh terus apa yang harus aku lakukan selanjutnya ? “ kidoh tidak habis fikir jika teman sekaligus atasannya ini benar-benar tidak tau bagaimana cara mendekati seorang yeoja .

 

“ya kau seharusnya mendekatinya dengan hobbynya itu jin atau kau tau tempat makan favorite dia “ walaupun kidoh sudah menaklukkan banyak yeoja tetapi dia tidak pernah melakukan pendekatan karena yeoja-yeoja itulah yang mendekatinya terlebih dahulu

 

Seperti mendapat jakpot jin berhasil membuat kidoh bingung “apa kau menemukan ide yang tepat jin ah” kidoh mencoba menebak apa yang membuat jin tersenyum senang .

 

“ceritakan apa yang akan kau lakukan jin ah ?” kidoh memasang tampang memohon pada jin agar memberitahu idenya.

 

“ra-ha-si-a … kau lihat saja besok” kidoh semakin kesal karena tidak mengetahui ide seperti apa yang ada dipikiran jin saat ini.

 

 

 

Sepulang kerja jin menyempatkan dirinya untuk berbelanja di supermarket dekat apartemennya ,dia mengambil beberapa bahan yang akan dia gunakan untuk memasak sekotak bento dan juga untuk persediaan bulanan yang hampir habis. Sesampainya diapartemen jin langsung meletakkan kantong belanjaan dan memasukkan bahan makanan yang dia beli, bibirnya mengucapkan satu persatu bahan makanan itu agar tidak ada yang terlewatkan satupun . Setelah membersihkan dirinya jin tidak mengistirahatkan tubuhnya melainkan mencari sebuah buku yang sudah lama tidak dia lihat , sebuah buku yang akan bisa membawanya kembali pada yuri yeoja yang ia cintai. Jin terdiam membayangkan akan bagaimana kelanjutan dirinya setelah diam-diam mendekati yuri wanita pujaannya.

 

Tidak biasanya jin bangun sepagi ini , demi mendapatkan cinta seorang park yuri dia rela untuk bangun pagi mempersiapkan masakan yang akan diberikan pada yuri . Setelah selesai mempersiapkan semuanya dan menata masakannya dengan rapi , lalu jin bersiap-siap untuk membersihkan dirinya dan berangkat ke kantor.

 

 

Pukul 06.30 tepat mobil jin sudah terpakir di parkiran kantor , saat memasuki gedung kantor jin berpapasan dengan security dan menyapanya dengan ramah . Jin sedikit memperlambat  tempo jalannya ketika mendekati ruangan divisi keuangan , sebelum memasuki ruangan divisi itu jin melihat sekitar setelah memastikan keadaan aman jin langsung masuk dan meletakkan bento dimeja kerja yuri dan tak lupa menempelkan sebuah kartu diatas lunch box . Hobby lain jin adalah mengambil foto dirinya sendiri , sekarang dia duduk pada kursi yuri lalu mengambil foto dirinya dengan background meja kerja yuri dan lunch box yang dia bawa untuk yuri , dan segera pergi dari ruangan itu karena beberapa menit lagi yuri akan sampai .

 

Pukul 06.45 yuri memasuki ruangannya matanya langsung tertuju pada sebuah kotak yang terbungkus kain berwarna merah muda , yuri mengambil kartu yang tertempel diatas kotak itu

 

~ Aku harap kau menyukainya ~

 

From SJ

 

Lalu yuri membuka kain yang membungkus kotak itu dia benar-benar terkejut dengan yang dilihat lunch box(?) dia membaca lagi kartu itu dan membaca nama pengirim lunch box itu SJ(?).

 

Apa motif orang ini memberikanku lunch box? dan SJ siapa ? banyak sekali nama dengan inisial SJ disini. Apa yang harus aku lakukan dengan makanan di dalam lunch box ini? Apa aku berikan keteman yang lain ? ah tidak sama saja aku tidak menghargai orang yang mengirim makanan ini.

 

Saat jam makan siang yuri masih bimbang akan memakan lunch box pemberian orang berinisial SJ itu atau lunch box miliknya , dia masih terus menatap kedua luch box tersebut . Yuri tidak mengetahui jika ada orang lain di dalam ruangannya , jin sengaja tidak menegur yuri karena dia melihat yuri sedang serius melihat luch box didepannya. Jin tersenyum melihat tingkah yuri yang terlihat bingung memilih diantara kedua lunch box itu , lalu jin mengetuk dinding kaca agar yuri tau jika ada orang lain selain dirinya .

 

”oh sajangnim , apa kau mencari manajer kim?” tanya yuri setelah membungkukkan badannya

 

”iya aku ingin memberikan berkas keuangan untuk proyek baru ” balas jin penuh wibawa

 

”kalau tidak ada pesan anda bisa memberikan berkas itu  pada saya , manajer kim izin untuk pergi kerumah sakit karena anaknya baru saja mengalami kecelakaan” jelas yuri panjang lebar , jin sampai terhipnotis mendengarkan penjelasaan dari yuri dan dia tak sadar jika yuri sedang melihatnya karena jin tidak memberi respon dengan cepat .

 

”sajangnim … sajangnim apa kau mendengarkanku?” pertanyaan yuri membuat jin kembali pada alam nyata.

 

”mianhae … aku tiba-tiba teringat oleh yeosaengku yang meninggal akibat kecelakaan” bohong jin dia tidak mau yuri memberikan pertanyaan lagi jika dia menjawab hal yang lain.

 

”aku turut sedih mendengarnya sajangnim” ucap yuri benar-benar merasa sedih mengetahui bosnya ini kehilangan saudaranya dan jin membalasnya dengan anggukan kepala.

 

”kau selalu membawa lunch box ke kantor” jin mulai menemukan ide agar yuri bisa memakan apa yang dia berikan.

 

”ne sajangnim , untuk menghemat pengeluaran” jelas yuri perkataan itu membuat jin membayangkan jika yuri akan mengomel padanya yang bosan dengan lunch box buatanya .

 

”apa sajangnim sudah makan siang ?  jika belum sajangnim bisa memakan lunch box ini ? ucap yuri dengan menyodorkan lunch box yang terbungkus kain berwarna merah muda itu , sontak jin kaget bagaimana bisa yuri akan memberikan lunch box itu pada jin yang notabennya adalah pemberi lunch box berinisial SJ.

 

”eh… tidak , bagaimana bisa seorang bos mengkorupsi makanan karyawannya ?” ucapan jin membuat yuri tertawa ringan .

 

”bagaimana hal itu disebut korupsi ? jika aku yang memberikannya padamu sajangnim” dalam hati jin senang sekali bisa mengobrol dengan yuri panjang lebar dan bisa tertawa bersama betapa bahagiannya jin saat ini.

 

”karena aku memakan gajimu yuri ssi dengan lunch box ini” tunjuk jin pada lunch box yang dia bawa sendiri tadi pagi.

 

”tetapi sajangnim tidak akan memakan gajiku , karena lunch box ini pemberian seseorang yang tak kukenal jadi tidak apa-apa jika sajangnim memakan lunch box ini” yuri masih ragu dengan lunch box yang tiba-tiba sudah berada diatas meja kerjanya tadi pagi itu .

 

”aku terima lunch boxnya , tetapi yang itu ” jin menerima pemberian yuri tetapi bukan lunch box miliknya melainkan lunch box milik yuri .

 

”tapi sajangnim tadi kau bilang jika tidak akan memakan gajiku , kenapa memilih lunch box milikku” benar-benar yeoja yang polos ucap jin dalam hati

 

”yang ini ceritanya berbeda , kau mau dihargai bukan jadi kau harus menghargai pemberian seseorang walaupun kau tidak mengetahui siapa orang itu ” jelas jin bijak , terlihat yuri memikirkan perkataan jin barusan.

 

”benar juga seharusnya aku menghargai pemberian seseorang , baiklah sajangnim kau bisa memakan lunch box ini” yuri memberikan lunch box yang dibawanya pada jin

 

”khamsahamnida kau sudah mau berbagi makananmu , baiklah aku akan kembali keruanganku dan jangan lupa untuk memberikan berkas ini pada manajer Kim ” ucap jin langsung melangkah pergi dari ruangan itu.

 

Saat jin keluar dari ruangan divisi keuangan dia berpapasan dengan kidoh , lalu jin menarik kidoh untuk ikut keruangannya .

 

”lihatlah yuri memberikan lunch boxnya padaku ” jin menunjukkan lunch box itu pada kidoh

 

”jadi kau menyeretku kemari hanya untuk memperlihatkan lunch box pemberiaan yuri ” kidoh menggelengkan kepalanya tidak percaya

 

”tidak aku ingin memberitaumu jika aku tadi mengobrol banyak dengan yuri , dia tidak berubah masih sama seperti yuri yang kukenal dulu” wajah jin bersemu merah saat membicarakan hal itu

 

”apa kau sudah berhasil bilang jika kau menyukainya jin ah ?” tanya kidoh , hal itu membuat jin membelalakkan matanya

 

”hya aku tidak ingin tergesa-gesa kau kira aku sama sepertimu eoh” cecar jin

 

”hya apa kau berfikir seperti itu padaku jin ? aku memang palyboy tetapi tidak semudah itu untuk mengucapkan cinta pada orang yang aku sukai” jelas kidoh

 

”ternyata kau playboy yang baik kekekeke ” kidoh tidak terima jin menertawainya , dia langsung mengambil lunch box itu dan membukanya saat akan memakannya jin langsung mengambil lunch box itu.

 

”jangan pernah sentuh apapun yang berhubungan dengan yuri termasuk orangnya sekalipun , awas saja jika kau tidak menjaga perkataanmu waktu itu ” jin memperingatkan kidoh agar dia tidak mendekati yuri .

 

”kau tidak perlu mengingatkanku , begitu saja pelit kau tidak mau membagi makanan itu aku pergi !” kidoh pergi dari ruangan jin dan menutup pintu dengan keras .

 

Jin tidak peduli jika kidoh merusak fasilitas kantornya asal dia tidak menggangu dirinya menikmati makanan yang dimasak oleh yuri. Mungkin sedikit berlebihan jika kita melihat jin yang tersenyum saat dirinya memasukkan makanan itu kedalam mulutnya , merasakan setiap kelezatan dan gizi pada masakan yuri itu.

 

Sementara itu yuri menikmati satu persatu lauk yang ada di dalam lunch box itu , semua terasa tidak asing dimulutnya dia seperti pernah memakan makanan yang ada di lunch box itu .

 

”sebenarnya siapa SJ ini ? dan kenapa makanan yang dia buat tidak asing bagiku ” ucap yuri yang masih bingung dengan lunch box ini .

 

”yuri kau mengganti lunch boxmu , aku tidak pernah melihat sebelumnya” ucap teman sebelahnya

 

”ah ini seseorang memberiku lunch box hari ini ” jelas yuri singkat

 

”oh jinja , kau mempunyai seorang  pengagum rahasia sekarang ” ucap temannya itu dan menyentuh pundaknya dengan telunjuk dan tersenyum .

 

”tidak … tidak seperti yang kau bayangkan mungkin saja dia salah mengirimkan lunch box ini padaku ” balas yuri sambil menggerakkan tangannya .

 

”lihat saja besok , jika lunch box ini datang lagi dimeja kamu berarti memang dia penggemar rahasiamu yuri ” jelas temannya itu

 

Yuri teringat dengan perkataan temannya itu jika memang benar besok lunch box ini akan berada di mejanya lagi , dia ingin tau apakah orang berinisial SJ benar-benar pengagum rahasianya . Yuri tidak terlalu ingin tau bagaimana wajah SJ ini , dia hanya ingin berterima kasih padanya yang sudah memberinya lunch box  lalu yuri menempelkan sebuah surat diatas lunch box itu dan pergi meninggalkan ruangannya yang sudah sepi .

 

Jin membaca surat yang ditempelkan pada lunch box miliknya , dia sangat senang atas ucapan yuri yang sangat suka dengan makanan buatanya tetapi yuri …

 

 

Apa yuri ingin bertemu denganku

 

Aniya aku tidak boleh menunjukkan jati diriku

 

Lebih baik aku memberi tau nomer ponselku

 

Ya ide yang bagus

 

 

Saat melihat kotak makan itu berada diatas mejanya lagi yuri merasa senang mendapatkannya lagi , walapun dia belum tau jati diri orang yang memberikannya kotak makan ini lalu yuri membaca kartu yang tertempel dikotak ini.

 

 

Khamsahamnida atas pujianmu , aku akan selalu mengirim kotak makan ini untukmu yuri

 

Mianhae aku tidak bisa bertemu langsung denganmu karena aku sedikit sibuk

 

Kau bisa menghubungiku di nomor ini +6281-331-xxx

 

Yuri langsung memasukkan nomor itu pada kontak ponselnya dan memberikan nama kontak itu dengan ’SJ’??

 

| khamsahamnida atas makanannya , aku harap kau tidak perlu repot mengirimnya lagi aku tidak enak menerimannya|

 

 

Jin melihat pesan yang masuk pada handphonenya , tampak jelas raut wajah jin yang senang karena dia tau yuri akan langsung mengiriminya pesan saat membaca kartu yang ada di kotak makan itu.

 

 

| apa kau tidak bisa membacanya ? aku akan tetap mengirim kotak makan itu di meja kamu yuri ah |

 

 

Yuri dibuat bingung dengan balasan pesan dari SJ , dia tidak pernah mengenal sebelunya tetapi kenapa dia sudah berbicara tidak formal dengan yuri.

 

 

| baiklah jika SJ ssi akan mengirim kotak makan itu setiap hari , akan dengan senang hati aku memakannya|

 

 

Kidoh yang baru masuk ruang jin terlihat bingung melihat jin yang tersenyum sendiri pada handphonenya ”kau baik-baik sajakan jin , apa yuri menolakmu jadi kau sedikit gila sekarang” ucapan kidoh berhasil membuat jin menatap tajam pada kidoh .

 

”apa kau bilang yuri menolakku? yeoja mana yang akan menolak ketampananku termasuk yuri ” ucap jin membanggakan dirinya sendiri

 

”astaga ada apa dengan gaya bicaramu jin ?” ucap kidoh sambil mendekatkan wajahnya pada handphone yang ada pada genggaman tangan jin.

 

”pantas saja kau menjadi gila , dia mengirim pesan padamu” ucap kidoh lagi setelag mengetahui yuri mengirim pesan pada jin

 

”biarlah aku gila karena yeoja bernama yuri itu dari pada aku menggilaimu kidoh ” ucap jin lalu tertawa sementara kidoh menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang diucapkan jin.

 

 

Yuri melihat lagi handphonenya entah sudah beberapa kali dia menatap handphonennya hanya untuk mengecek apa ada balasan dari namja yang bernama SJ itu .

 

”kenapa kau masih disini ? sana pergi keruanganmu menggangu saja” jin mengusir kidoh dari ruang kerjanya karena menggangunya melakukan komunikasi dengan yuri

 

 

| aku juga dengan senang hati akan memasakannya untukmu yuri |

 

 

Yuri tau jika handphonenya bergetar tetapi sekarang divisinya sedang mengadakan rapat dan dia tidak bisa membaca pesan itu sekarang. Jin yang sedang mendengarkan skertarisnya membacakan jadwalnya hari ini tidak bisa konsen karena matanya menatap handphone yang dia letakkan diatas meja kerjanya.

 

”sajangnim… apa anda mendengarkan perkataanku?”jin menatap seseorang yang berbicara dengannya

 

”iya aku mendengarnya , kita akan rapat dengan pemegang saham bukan” ucap jin yang tadi memang sedikit mendengar jika hari ini akan rapat dengan pemegang saham. Jin bangkit dari kursi kebesaraannya dan berjalan keluar ruangan menuju ruang rapat , saat melewati divisi dimana yuri berada jin sedikit melihat kearah ruangan itu nihil tidak ada orang sama sekali ’kemana mereka semua? Apa mereka sedang rapat’ batin jin lalu melangkahkan kakinya menuju ruang rapat.

 

 

Yuri membuka kotak makan dari SJ betapa terkejutnya saat melihat makanan yang ada didalamnya

 

Apa dia seorang chef ?

 

Kenapa makanannya seperti makanan di restauran bintang 5 ?

 

Yuri memakannya dengan senang , dia tidak pernah memanjakan perutnya dengan makanan yang seperti ini walaupun dia bisa memasaknya . Karena masalah keuanganlah yang membuat yuri selalu menghemat pengeluarannya dan melupakan makanan enak yang biasa dia makan.

 

Yuri teringat jika dia belum membaca pesan yang masuk dengan segera yuri menghidupkan handphonenya lalu membaca satu-persatu pesan yang masuk dan saat pesan dari SJ (seokjin) yuri tersenyum

 

|Kau memasaknya sendiri? , Apa kau punya waktu untuk memasak semua makanan ini?|

 

Yuri benar-benar takjub ada seorang namja yang bisa memasak dan masakan yang dia buat berkelas seperti ini , dia ingin sekali melihat namja berinisial SJ memasak dihadapannya.

 

” kenapa kau tersenyum sendiri yuri ah?” tanya temannya yang baru saja selesai makan siang melihat yuri yang tersenyum sendiri

 

”aku hanya memikirkan sesuatu” balas yuri dan temannya itu tau alasan apa yang membuat yuri tersenyum sendiri

 

”apa dia mengirim lunch box lagi ?” tanya temannya itu lalu yuri tersenyum malu padanya

 

”wahh kamu beruntung sekali yuri ah , aku iri padamu” ucap teman yuri itu , wajahnya yang putih seperti susu merona merah.

 

 

Komunikasi yang mereka berdua lakukan setiap hari membuat yuri bahkan jin ingin sekali bertemu bertatap muka langsung , memasak bersama dan mengobrol tentang hobby mereka. Namun , jin menahannya untuk menunjukkan jati dirinya karena dia takut jika yuri tau siapa orang yang selama ini mengirim lunch box itu padanya adalah sajangnim dari perusahaan tempat dia bekerja.

 

 

Suatu malam dimana seoul sedang turun hujan , yuri terlihat kesal saat mengetahui jika hujan dan dia tidak membawa payung dan sialnya tidak ada orang lain dikantor security yang berjagapun tidak ada dilobby.

 

Jin yang baru saja melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir , saat dia melewati pintu masuk utama dia melihat bayangan seorang yeoja lalu dia memberhentikan mobilnya dan mengirim pesan pada yuri.

 

Yuri mengambil handphone yang ada didalam tasnya lalu membaca pesan yang masuk

 

|Apa kau masih ada dikantor?|

 

|Iya aku masih ada dikantor|

 

Setelah menerima balasan dari yuri jin memundurkan mobilnya hingga di depan pintu utama , yuri melihat mobil yang berjalan mundur dan berhenti tepat di pintu utama.

 

|Masuklah aku akan mengantarkanmu pulang|

 

Yuri tidak membalas pesan dari SJ karena dia bingung harus masuk kemana , lalu dia melihat mobil yang terparkir di depan pintu utama . Karena yuri yang tak kunjung masuk kedalam mobilnya , jin memutuskan keluar dari mobil .

 

”selamat malam sajangnim” ucap yuri sambil membungkukkan badannya . Namun , tiba-tiba dia merasakan jika jin menarik tangannya menuju mobil.

 

”sajangnim… anda mau melakukan apa?” tanya yuri yang bingung saat jin mendorongnya untuk masuk kedalam mobil

 

”aku akan mengantarmu pulang” balas jin dan menutup pintu lalu berlari menuju tempat kemudi

 

”ne , me… mengantar pulang tapi sajangnim ” ucap yuri sambil menatap jin

 

”iya , sekarang pakai sabuk pengamannya” pinta jin setelah itu dia melajukan mobilnya.

 

 

Yuri sesekali menatap jin yang serius menyetir , dia masih bingung dengan jin yang tiba-tiba menyuruhnya masuk kedalam mobil dan akan mengantarnya pulang terlebih lagi yuri belum memberitau arah menuju rumahnya . Namun, saat yuri melihat papan jalan dia benar-benar dibuat penasaran ’bagaimana sajangnim bisa tau arah menuju rumahku?’ batin yuri masih menatap seseorang yang mengemudikan mobilnya dengan serius.

 

 

Mobil yang dikendarai oleh jin berhenti disebuah rumah bernuansa tradisional-modern dan dia langsung keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil untuk yuri dengan satu tangannya memegang payung agar yuri tidak terkena hujan.

 

Yuri tidak bisa mengangkat kepalanya karena terlalu gugup untuk menatap jin dengan jarak tubuh mereka yang sangat dekat , wajah yuri memerah saat jin mendekatkan wajahnya .

 

 

”yuri… yuri..” panggil jin karena merasa jika yuri diam saja , dan jin semakin mendekatkan wajahnya . saat wajah mereka tepat berhadapan yuri baru tersadar dan memundurkan tubuhnya hingga payung yang dipegang jin jatuh akibat tersenggol oleh tubuh yuri.

 

”sajangnim maafkan aku” ucap yuri yang bersalah telah membuat jin basah terkena hujan

 

”lebih baik kau persilahkan aku masuk kedalam rumah” ucap jin , yuri yang mengerti langsung mencari kunci rumahnya dan mempersilahkan jin untuk masuk ke dalam rumahnya.

 

”ini sajangnim ” yuri memberikan handuk kering pada jin dan jin langsung mengeringkan rambutnya yang basah akibat terkena hujan.

 

Yuri masih sibuk di dalam sebuah kamar mencari pakaian yang pas untuk digunakan jin , setelah menemukannya dia memberikan piyama itu pada jin . Yuri bingung karena hatinya berdetak cepat saat didekat jin dan dia masih memikirkan tentang SJ yang selalu mengiriminya lunch box .

 

Sambil menunggu jin yang mengganti pakaiannya yuri memutuskan untuk memasak makanan untuk jin sebagai ucapan terima kasih karena mengantarnya pulang , jin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama pemberian yuri terlihat pas dengan bentuk tubuhnya.

 

”apa yang sedang kau lakukan ?” tanya jin setelah keluar dari kamar mandi

 

”aku sedang memasak , sajangnim duduk saja sebentar lagi aku selesai ” ucap yuri lalu jin duduk dimeja makan yang terletak tidak jauh dari dapur

 

”apa kau tinggal sendiri ?” tanya jin sambil menatap yuri yang meletakkan makanan diatas piring

 

”iya aku tinggal sendiri ” ucap yuri singkat lalu meletakkan piring diatas meja makan

 

”kamu tidak tinggal dengan orangtua kamu ” jin masih bertanya karena dia penasaran akan sesuatu

 

”mereka… kedua orangtua ku sudah meninggal sajangnim” balas yuri dengan menundukkan wajahnya teringat akan kematian orangtuanya yang tragis

 

”maafkan aku membuat kamu mengingatnya ” ucap jin menyesal , dia benar-benar bodoh menanyakan hal itu . dan sekarang jin sudah tidak penasaran dia sekarang semakin ingin sekali memiliki yuri .

 

”tidak apa-apa sajangnim , lebih baik kita makan nanti tidak enak jika dingin” ucap yuri mempersilahkan jin untuk makan carbonara buatannya.

 

 

Makan malam yang sederhana dan sepi hanya terdengar suara hujan yang tak kunjung reda , kedua insan sedang terhanyut dalam fikirannya masing-masing dan beberapa kali yuri memandang jin meyakinkan dirinya untuk bertanya sesuatu pada jin.

 

”sajangnim aku ingin menanyakan sesuatu padamu , apa boleh ?” ucapan yuri membuyarkan fikiran jin akan sesuatu

 

”boleh dan bisakah kau memanggilku seokjin saja kita ada diluar kantor ” yuri mengganguk dan dia menyadari tentang nama sajangnimnya

 

”kenapa saj… seokjin ssi tau jika aku ada di pintu masuk utama ? dan kenapa tiba-tiba seokjin ssi mengantarku pulang?” ucap yuri hati-hati sejak di dalam mobil jin dia sudah memikirkan hal itu , saat akan pulang yuri memang sedang mengirim pesan dengan SJ dan tiba-tiba sajangnim menyeretnya masuk kedalam mobil.

 

Jin juga bingung dia tidak tau kelakuannya ini akan membuka jati dirinya yang dia coba tutupi dari yuri , tetapi jin tidak bisa menutupinya lagi dia sudah masuk kedalam permainannya sendiri .

 

”bukannya aku mengirim pesan bertanya apa kau masih dikantor , apa kau lupa?” yuri menjatuhkan sumpit yang sedang dibawanya dan mengerjapkan matanya berulang kali tidak menyangka bahwa SJ adalah sajangnim

 

”seokjin ssi anda tidak sedang bercanda bukan?” jin meyakinkan yuri jika dirinya tidak bercanda

 

”jadi yang selama ini yang mengirim lunch box itu sajangnim , kenapa ? kenapa sajangnim mengirim lunch box itu padaku?” yuri tidak pernah berfikir dia akan bertemu dengan SJ dirumahnya dan dia adalah sajangnim dimana dirinya bekerja .

 

”apa aku tidak boleh?” pertanyaan jin terkesan dingin. Yuri yang akan membalas perkataan jin mengurungkan niatnya , dia tidak mau melihat bossnya marah.

 

 

Yuri merasa sekitarnya menjadi dingin akibat jin yang tidak berbicara sedikitpun setelah perkataannya tadi. Memutuskan untuk mencuci piring yang sudah kosong itu .

 

 

Saat sedang mengeringkan piring-piring yang sudah dicucinya . Tiba-tiba sepasang tangan melingkar diperutnya  dengan erat. Jin meletakkan kepalanya diatas pundak yuri dan menghela nafas panjang.

 

”maafkan ucapanku tadi , aku tidak bermaksud berkata dengan nada yang membuatmu takut” yuri merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik saat tangan besar jin melingkar di perut berlemaknya itu.

 

”tidak… , sajangnim tidak salah apa-apa” ucap yuri lalu melepaskan tangan jin yang melingkar ditubuhnya.

 

”saya rasa hujannya sudah reda ” usir yuri secara halus , dia tidak menginginkan berduaan saja dengan jin. Apalagi kejadian jin yang memeluknya tiba-tiba.

 

”sajangnim pakai saja piyama itu . Pakaian sajangnim masih basah” ucap yuri memberikan sebuah kantong yang berisikan pakaian basah jin.

 

”terima kasih atas baju dan makanannya ” ucap jin lalu melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah yuri.

 

Yuri masuk kedalam rumah setelah mobil jin tidak terlihat lagi , dia terlihat lega dan sedih. Lega karena dia sudah tidak berduaan lagi dengan jin , Sedih karena dia telah membuat jin marah dan mengusirnya .

Advertisements

9 thoughts on “[FF Project My Fat Girl] Destiny Of Love Chapter 1

  1. Jagiyaaa! ini uda ditunggu2 dr kapan hari akhirnya publish juga. Dan selalu gantung ya pada akhirnya :’) kasihan sajangnim nya diusor meski secara halus sih ya-_- ayoo sequel 😀 hahaha.next version juseyoo :3

    Like

    1. Hahaha iya nih baru dipublish , ini masih ada part selanjutnya kok. Jadi ditunggu aja next partnya gak gantung memang aku bikin berpart

      Like

  2. Kyaaaaaaaaaa….akhirnya versi Jin keluar jg…YeY 😄
    Versi yg ini agak beda yaa…soalnya Jin-nya emng dr awal suka sama cwenya….cieeee…cieeeee…
    Jin so sweet bgt. Gx kebayang yg dibawain lunch box setiap hari itu aku *ehh kkkk~

    Tp ini rada gantung deh Thor, apa ada rencana buat sequel? Ayolah *maksa kekekeke..
    Penasaran, itu kyanya Jin dh kenal lama sama Yuri yaa? #Kepo

    Like

    1. Yeayy finally publish 😢😢
      Iya versinya memang beda-beda entah kenapa aku suka banget nulis versi jin ini .
      Bukan gantung aku belum menentukan ini berapa chapter gitu , habis ini mau aku ganti lenghtnya.
      Hehehe kepo ya , tunggu nextnya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s