Fanfiction Contest · Ficlet · G · Length · Rating · Romance

[FF Contest] Definitely Today


IMG-20151028-WA0003

Author : Erfani

Tittle : Definitely Today

Cast : Park Jimin (BTS)

Other cast : Choi Mihyun

Genre : Romance

Length  : Ficlet

Rating : G

Awal musim semi telah datang seiring dengan bunga yang kembali bermekaran di area-area yang telah ditentukan. Mengirim aroma khas musim semi bersamaan dengan hawa yang masih cukup menusuk tajam kulit tubuh sisa-sisa musim dingin, digantikan oleh bunga-bunga bermekaran yang tak kalah indahnya, membuat jalanan ibukota ini terlihat lebih hidup daripada sebelumnya.

Memang, pagi hari seperti ini-apalagi masih awal musim semi-semua orang masih ingin bergelung di bawah selimut ranjang mereka yang hangat tanpa repot-repot keluar rumah hanya untuk memulai aktifitas rutin mereka.

Tapi bagi Jimin-pria yang sudah repot-repot bangun pagi hanya untuk menyambut hari yang ia tunggu-tunggu ini-sudah berpakaian rapi dengan bahan yang hangat sembari menata rambutnya yang berantakan karena masih basah seusai mandi.

Ia menatap pantulan cermin yang menampakkan dirinya dengan gestur yang sedikit aneh, bibirnya menyunggingkan senyuman-yang sedikit terpaksa dengan mata yang melengkung membentuk senyuman, seolah-olah kedua mata itu ikut tersenyum. Entah kenapa ia merasa gugup dengan hari ini. Jimin melirik kalender dinding yang ada di samping cermin lalu menyadari bahwa usianya memang telah bertambah.

Tidak. Gesturnya seperti itu bukan karena Jimin menyadari ia makin bertambah tua. Tidak, itu tidak penting. Setidaknya dia sekarang masih berumur dua-puluh-satu tahun dan usia itu belum termasuk tua.

Pria itu hanya gugup memberikan sesuatu yang telah ia rencanakan selama gadis itu berlibur di kampung halamannya saat musim dingin-kira-kira satu bulan lamanya. Ya, ide konyol yang entah kenapa tiba-tiba terlintas begitu saja di pikirannya saat menyadari seminggu yang lalu merupakan hari terpenting bagi pasangan seperti mereka, membuatnya tak berdaya dan bimbang untuk memberikan sesuatu yang seperti apa untuk perayaan kedua tahun hubungan mereka.

Gadis itu. Choi Mihyun.

Jimin bisa saja mengatakan bahwa ia mengalami ‘love at the first sight’. Sejak pertama kali matanya bertemu dengan mata gadis itu, rasanya Jimin tak ingin mengedipkan mata barang sedetik pun. Dan juga, Jimin selalu ingat ekspresi Mihyun ketika kedua pipinya bersemu merah merona-yang membuat Jimin ingin sekali menciumnya saat itu juga.

Jimin terkena virus cinta!

Kata-kata itu sudah sering kali dikatakan sahabat karibnya-Taehyung, memperolok-oloknya seakan kata-kata itu merupakan bahan olokan yang paling ampuh untuk menggoda Jimin habis-habisan. Bukankah cinta memang seperti virus yang bisa menghinggapi siapapun?

Jimin mendesah dengan pandangannya yang beralih pada nakas di samping tempat tidurnya. Di atasnya terletak sebuah kotak biru muda dengan hiasan pita, kotak itu berada di samping ponselnya yang tiba-tiba berdering sekali-tanda ada pesan masuk.

Segera saja Jimin beranjak dari cermin itu dan berjalan menghampiri ponselnya yang memperlihatkan caller ID yang sedari tadi ia pikirkan.

From: Choi Mihyun

Keretaku tiba pukul 10 pagi. Kau mau menjemputku di stasiun? Aku ingin bertemu denganmu.

Segera setelah ia membaca pesan tersebut, Jimin membalas pesan itu lalu siap-siap bergegas menuju stasiun kota Seoul, tempat dimana ia akan bertemu kembali dengan gadis itu setelah sekian lamanya tak bertatap muka.

——

Jika ditanya kenapa Jimin bisa memilih Mihyun di antara banyaknya perempuan cantik di luar sana, Jimin tak akan bisa menjawabnya. Entahlah. Mihyun terbilang biasa saja-terkesan sederhana. Tapi dengan kesederhanaan itu lah yang membuat Jimin bisa nyaman.

Saat itu motor Jimin mogok dan tak bisa diajak berkompromi, yang membuat Jimin akhirnya terduduk di suatu bus menuju ke kampusnya. Kedua matanya memandangi pemandangan jalanan Seoul yang terlihat ramai dengan orang-orang yang berjalan di trotoar kesana-kemari. Tapi pandangannya beralih ke arah seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam bus dengan tatapan bingung sembari berpegangan pada gantungan besi agar tidak terjatuh-karena saat itu bus memang sedang ramai penumpang. Jimin terus memandangi gadis itu sampai akhirnya Jimin memanggilnya.

“Hei,”

Gadis itu memandang sekeliling dengan kerutan bingung yang terlihat di wajahnya, lalu tatapannya bertemu pandang dengan Jimin-yang membuat Jimin terpaku sejenak karena keindahan matanya.

“Kau memanggilku?” tanya gadis itu sambil menunjuk dirinya sendiri. Jimin mengangguk kecil.

“Kau bisa duduk disini kalau kau mau, aku saja yang berdiri,”

Gadis itu terdiam sejenak. Ada tatapan dimana ia terlihat tidak enak dengan tawaran Jimin.

“Tidak apa-apa?”

“Tentu saja tidak apa-apa. Duduklah,”

“Terima kasih,”

Jimin hanya tersenyum lalu mengangguk kecil. Gadis itu terlihat mengobrol dengan ibu-ibu yang tadinya duduk bersama Jimin-seperti membicarakan sesuatu, lalu gadis itu tersenyum malu-malu. Entah apa yang mereka bicarakan.

Dan saat bus berhenti di halte dekat kampus, Jimin beranjak turun bersamaan dengan gadis itu yang ikut turun dan berjalan ke arah yang sama dengannya.

“Kau mau kemana?”

Gadis itu menatapnya sembari memandangi langkah kakinya dengan senyuman yang tercetak di bibirnya.

“Global Cyber University. Aku kuliah di sana,”

“Oh benarkah? Aku juga kuliah di sana, jurusan Art. Kau?”

“Aku jurusan Business Management,”

“Pantas saja aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Oh ya, aku lupa mengenalkan diriku. Aku Park Jimin,” Jimin mengulurkan tangannya yang segera digapai gadis itu. “Choi Mihyun.”

Dan begitulah awal pertemuan mereka yang terlihat sederhana—hanya mengobrol seputar kampus dan mata kuliah—tapi bagi Jimin pertemuan tersebut merupakan hal yang paling indah.

—–

Suara operator yang mengumumkan hal-hal seputar kereta terdengar bergiliran seiring berjalannya detik yang terlewat. Kebanyakan dari orang-orang di sana berlalu-lalang tanpa henti untuk melakukan urusan masing-masing. Sama seperti Jimin, yang sudah menunggu lama di bangku tunggu, menunggu pengumuman akan kedatangan kereta gadis itu di Seoul.

Dan beberapa menit kemudian pemberitahuan itu akhirnya diumumkan, yang mana saat itu kereta telah berhenti dengan penumpangnya yang segera keluar berdesakan yang menimbulkan suara-suara mendengung di telinga Jimin. Lalu saat Jimin memfokuskan pandangannya memandangi penumpang kereta itu, saat itulah matanya menangkap sosok gadis yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.

Siapa lagi jika bukan Choi Mihyun.

Gadis itu melambaikan tangan ke arah Jimin yang membuatnya tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Kakinya melangkah mendekat lalu tangan Jimin mengambil alih barang bawaan gadis itu.

“Kau betah tinggal disana ya? Tsk, lama sekali kau pulang,”

“Hei, tempat aku pulang memang disana, ingat?”

Jimin hanya bisa menggeleng mendengarnya. “Well, selamat datang kembali ke Seoul,”

Gadis itu tersenyum lalu memusatkan pandangannya ke arah depan, membuat suasana kembali hening dan sedikit canggung.

“Selamat ulang tahun, Jimin,”

Jimin yang sedari tadi hanya memfokuskan pandangannya ke depan langsung memalingkan wajahnya ke arah seseorang yang sekarang berada di sampingnya. Pria itu melongo, dengan ekspresi yang tak akan bisa dibayangkan Jimin. Lalu detik kemudian dia tersadar. “Terima kasih, Mihyun,”

Hening kembali menyelimuti, hanya terdengar suara langkah kaki mereka yang menekuri jalanan stasiun itu. Jimin tak bisa berpikir lagi, otaknya buntu. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah memberikan kotak biru itu pada gadis yang ada di sampingnya.

“Em… Mihyun,”

“Ya?”

Pria itu mulai merapatkan tubuhnya ke arah Mihyun dengan lengannya yang melingkari bahu gadis itu, tanpa penolakan Mihyun hanya memasang kerutan di sekitar dahinya. “Kau merindukanku tidak?”

Hening sejenak.

“Tentu saja, Jimin. Sudah sebulan lamanya kita tidak bertemu, aku bosan karena kau selalu mengirim pesan atau menghubungiku setiap jam. Kau harus tahu bahwa ayahku mulai curiga dan menyuruhku membawa orang yang selalu melakukan hal konyol itu ke rumah segera. Tsk, ayah menyebalkan…”

Gadis itu terus mendumel di setiap langkah kaki mereka, yang membuat Jimin tersenyum mengisyaratkan sesuatu.

“Kalau begitu, antar aku untuk bertemu orangtuamu. Em, tidak, tidak, sebelumnya kau harus mendengar ini. Oke, sejujurnya aku melupakan perayaan kedua tahun hubungan kita yang telah terlewatkan seminggu yang lalu. Tapi sepertinya kau juga lupa, ya?”

Perkataan tiba-tiba Jaehwan membuat Mihyun terkejut sekaligus terdiam mendengarnya, seperti memikirkan sesuatu. Sampai ketika ia berteriak. “Astaga! Maafkan aku, aku benar-benar lupa karena harus membantu ayah di toko.”

Jimin terkekeh lalu mengacak-acak rambut gadis itu, bersamaan dengan itu Jimin segera memberikan kotak biru itu ke tangan Mihyun.

“Ini hadiah untukmu. Maaf aku hanya bisa memberi sesuatu yang ada di dalam kotak itu,”

“Tidak apa-apa, Jimin. Oh ya, bisakah kau memejamkan matamu sebentar?” alis Jimin bertaut menjadi satu karena bingung. Namun melihat Mihyun yang tersenyum kecil membuatnya menghela napas lalu menuruti apa yang diperintahkan gadis itu—memejamkan mata.

Lalu sesuatu menempel di pipi kanan Jimin. Sesuatu yang menghangatkan, yang membuat Jimin membuka mata seketika.

Mihyun mencium pipinya!

“Itu hadiah untuk perayaan hari kedua tahun kita dan untuk ulang tahunmu,” ucap Mihyun yang dengan segera berjalan dengan langkah yang agak cepat, meninggalkan Jimin yang ada di belakangnya. Namun beberapa detik kemudian Jimin mengikuti langkah kakinya seiring dengan ucapan yang ia lontarkan pada Mihyun.

“Harusnya kau mencium pipiku yang kiri. Bukankah ini untuk perayaan kedua tahun kita dan ulang tahunku?”

“Tidak,”

“Ayolah,”

“Sekali tidak tetap tidak, Jimin,”

Jimin merengut kesal seraya menyilangkan kedua lengannya. Mereka berjalan bersamaan dengan dumelan yang dilontarkan Jimin kepada Mihyun—yang tentu saja ditanggapi dengan santai oleh gadis itu. Sungguh mereka ikut mengisi keramaian stasiun Seoul saat ini.

Advertisements

One thought on “[FF Contest] Definitely Today

  1. Jimin ah, saengil chukkae! hehe. Maaf mungkin terkesan lambat banget utk kasih komen, tp serius aku sudah baca ff ini jauh2 hari. Simpel dan berkesan, aku suka ff nya 🙂 dari bahasa juga alur yang tidak terkesan berat jadi sebuah khas tersendiri utk ff mu 🙂 oh ya, apa inu sebelumnya ff jaehwan vixx? hehe krma aku sempet baca ada nama jaehwan disana. Overall it’s nice story 😀 utk event selanjutnya mohon ikut ya^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s