Comedy · Freelance · Friendship · Genre · Length · One Shoot · PG -15 · Rating · Romance

[FF Freelance] Do You Love Me ?


img_20150426_071718

Tittle: Do You Love Me? (Oneshoot)

Author: Lisa Kim @LisaKim0403 or @Parklisha

Genre: Romance, Comedy, Friendship. Yang jelas ini aneh *loh

Main Cast:

  • Kim Taehyung, Alien of BTS.
  • Oh Seunghee, Leader of

Support Cast:

  • Min Yoongi (BTS)
  • Park Jimin (BTS)

Rating: PG-15

Length: Oneshoot

Disclaimer

Fanfic ini murni hasil Imajenasiku yang rada sedikit nista. Semua yang ada dalam FF ini MILIKKU!!! Kim Taehyung dan Oh Seunghee milik Tuhan, Orangtuanya masing-masing, BIGHIT dan CUBE –Selama masa kontrak berlaku-.

A/N

Hai *Lambai2UnyuBrngJin* aku balik lagi dengan bawain ff oneshoot dengan main cast Kim Taehyung dan Oh Seunghee dari CLC. Ada yang tahukah? Ituloh Girl grup barunya CUBEent. Dan jujur ini adalah ff pertamaku yang main castnya sesama idol. Sebenernya dari dulu aku paling males klw sesama idol gt. Tp entah mengapa pas liat CLC bisa langsung suka gt. Dan, alhasil iseng nyoba buat ff ini.heheheh… Jadi, mohon maaf jika kalian tidak menyukai couple ini *Bow* klw emng kalian gak suka sama Oh Seunghee atau CLC kalian bisa membayangkan castnya sesuai dgn keinginan kalian. Tp, tolong jangan ngebash Oh Seunghee atau CLC-nya disini. Kalian cukup ngebash Authornya aja.heheheh

Okelah, mungkin itu aja. Selamat membaca (Bagi yang minat)

Hati-hati banyak Typo bertebaran!

Happy Reading ^_^

Silent Readers? Go Away!!!!!! Hush…Hush…Hush *NgusirBrngMemberBTS*

Summary:

“Sudah aku bilang, aku hanya ingin membuktikan apa kau benar-benar mencintaiku, Oh Seunghee!?”

###

.

.

.

“Hyung~, apa lagi yang harus aku lakukan?”

Kim Taehyung bertanya seraya mengerang frustasi. Sekilas, tangannya mengacak kasar surai coklatnya. Menambah kesan berantakan pada surainya itu. Penampilannya sangat ini terlihat sangat kacau dan emm, cukup mengenaskan!

Aneh!

Mungkin untuk sebagain orang yang sudah mengenal Taehyung akan berpikir seperti itu. Ohh, Ayolah, tidak biasanya seorang Kim Taehyung yang sudah sangat dikenal dengan keperibadian aneh layaknya sesosok alien dari planet Pluto (Ngomong-ngomong, Pluto dah digusur ya? *PukpukinTaehyung*) bisa terlihat mengenaskan seperti saat ini. Bukankah biasanya ia akan selalu terlihat konyol dengan sejuta kelakuan aneh ditambah dengan lelucon-lelucon tak lazim yang sering ia lontarkan kepada para sahabatnya, yang tak jarang –Bahkan selalu- membuat para sahabatnya itu serasa ingin membakar Taehyung hidup-hidup dan menjadikannya hidangan makan malam mereka. Oke, ini terdengar sedikit kejam. Tapi ini serius.

Lalu, apa yang terjadi dengannya saat ini?

Jiwa keAlienan seorang Kim Taehyung hilang entah kemana. Yang terlihat saat ini hanyalah seonggok manusia tak bernyawa, ehh… maksudnya seonggok manusia yang lebih terlihat seperti mayat hidup. Saat ini Taehyung tengah duduk beralasan tumpukan kardus bekas yang berada di atap gedung sekolahnya. Penampilannya terlihat sangat kacau dengan surai coklat berantakannya, seragam sekolah yang terlihat sangat lusuh, ditambah dengan erangan frustasi yang entah sudah berapa kali lelaki itu keluarkan.

“Apa ini masih masalah yang sama?”

Min Yoongi –Seseorang yang dipanggil ‘Hyung’ tadi- bersuara. Sekilas, ia memberikan tepukan ringan pada bahu Taehyung, adik kelasnya itu. Membuat Taehyung segera menatapnya dan memberikan Yoongi sebuah anggukan lemah. Yoongi menghelan napasnya berat. Jelas ia tahu masalah apa yang sedang Taehyung hadapi saat ini. Dan malangnya lelaki berkulit putih pucat itu sudah kehabisan ide untuk dapat membantu Taehyung menemukan jalan keluar untuk masalahnya. Yoongi menyerah!

Ohh, tunggu sebentar!

Memangnya masalah apa yang sedang Taehyung alami?

Ahh, baiklah. Biarkan aku selaku Author disini menjelaskan pada kalian tentang masalah apa yang sebenarnya dialami oleh seorang Kim Taehyung!

Emmm,

Jadi, tepat sebulan yang lalu Taehyung baru saja melepaskan masa jomblonya. Dia baru saja mendapat seorang pacar. Iya, lelaki super aneh itu baru saja berkencan dengan seorang gadis cantik bernama Oh Seunghee. Gadis yang sudah Taehyung kagumi sejak mereka masih sama-sama berada ditingkat 1 SMA –Sekarang mereka sudah berada ditingkat 2-.

Oh Seunghee adalah gadis yang memiliki kadar kecantikan diatas rata-rata dengan surai panjang coklatnya, kulit putih susunya dan mata bulat indahnya. Tak heran jika gadis berponi itu menjadi salah satu gadis yang paling populer di sekolahnya.

Bukan hanya Taehyung yang mengagumi kecantikan Seunghee, tentu saja! Saat itu Taehyung bahkan harus bersaing dengan beberapa Sunbae tampan nan populer di sekolahnya. Sebut saja seperti: Gikwang Sunbae, Myungsoo Sunbae, Baekhyun Sunbae, Kyungsoo Sunbae, Mino Sunbae, Seunghoon Sunbae, Zico Sunbae, Daehyun Sunbae, Ilhoon Sunbae, Mark Sunbae dan…. oke, Stop! Tidak perlu disebutkan semua. Itu akan membuat kalian iri dengan kepopuleran seorang Oh Seunghee.

Terlebih lagi jika Taehyung ingin mendekati Seunghee, ia harus terlebih dahulu berhadapan dengan kakak kandung dari Seunghee yang bernama Oh Sehun. Salah satu Sunbae yang paling di hormati dan di takuti di sekolahnya. Sehun dikenal dengan sikap dingin tak tersentuh dan emm, agak sedikit kejam. Oh..tidak! Itu mengerikan.

Semua kenyataan pahit itulah yang membuat seorang Kim Taehyung tidak memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya pada Seunghee. Jangankan menyatakan cinta, sekedar untuk menyapa saja ia tidak pernah berani. Payah!

Padahal, jika dilihat dari peluang, dibandingkan dengan para Sunbaenya itu Taehyunglah yang paling diuntungkan. Bahkan sejak awal mereka –Taehyung dan Seunghee- berada dalam satu kelas yang sama. Terlebih lagi mereka selalu berada dalam kelompok belajar yang sama. Tapi apa daya, Taehyung benar-benar pengecut.

Taehyung selalu merasa dia bukan apa-apa jika dibandingkan dengan para Sunbae yang juga mengejar Seunghee. Taehyung juga yakin dibandingkan dirinya Seunghee pasti akan lebih memilih lelaki tampan nan populer seperti para Sunbaenya itu. Ohh… baiklah, Taehyung akui dirinya memang tidak memiliki kelebihan apapun –Kecuali kelakuan anehnya itu- untuk bisa menarik perhatian gadis cantik seperti Oh Seunghee.

Jadi, saat itu Taehyung memutuskan untuk terus mengagumi Seunghee secara diam-diam. Menahan gejolak rasa cemburu ketika ia melihat beberapa Sunbae mendatangi kelasnya untuk menemui Seunghee, memberikan sekotak coklat dan setangkai bunga mawar pada gadis pujaanya itu. Saat itu Taehyung hanya bisa merutuki nasib buruknya dan yaa… dia pasrah.

Hey, Tapi tunggu!!!

Nasib seorang Kim Taehyung tidak seburuk itu, kok.

Nyatanya, tepat sebulan yang lalu lelaki super aneh itu bisa menaklukan hati seorang Oh Seunghee. Taehyung bahkan membuat semua Sunbae yang mengejar Seunghee patah hati. Sungguh ajaib, bukan?

Jadi, sebulan yang lalu setelah Taehyung mendapat dorongan semangat, ahh..ralat! Sepertinya itu jauh lebih mirip sebuah paksaan dan ancaman dari para sahabatnya. Kim Seokjin, sahabat plus kakak sepupuhnya itu bahkan mengancam akan merebut Seunghee darinya jika ia belum juga berani menyatakan cintanya pada Seunghee. Alhasil, karena ancaman menakutkan dari Hyung tertuanya itu –Mengingat Seokjin termasuk salah satu Sunbae paling tampan di sekolahnya- Taehyung akhirnya memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya pada Seunghee. Bahkan selama seminggu penuh ia dengan sangat giat mempelajari cara menyatakan cinta yang baik dan benar dari seorang Jung Hoseok, salah satu sahabatnya yang terkenal ahli dalam masalah percintaan. Itu terbukti dengan melihat para gadis yang selalu mengekor dibelakang Hoseok. Entah memang para gadis itu mengagumi Hoseok atau sebenarnya ingin menagih hutang padanya. Ahh… entahlah, hanya Hoseok yang tahu.

Oke, abaikan masalah Hoseok dan kembali kepermasalahan Taehyung!

Setelah merasa cukup yakin akhirnya Taehyung memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada Seunghee. Berbekal rumus-rumus cinta –Ajaran dari Hoseok- dan setangkai mawar merah ia memberanikan diri menghampiri Seunghee yang kala itu tengah asik membaca buku di perpustakaan sekolah. Sedikit ragu namun pasti Taehyung akhirnya mengeluarkan semua kalimat manis yang selama ini hanya bisa ia tahan. Ya, saat itu Taehyung benar-benar menyatakan cinta terpendamnya pada Seunghee.

Saat itu Taehyung tidak berharap banyak. Baginya, yang terpenting ia sudah mengungkapkan cinta terpendamnya. Urusan cintanya diterima atau tidak Taehyung tidak begitu memusingkannya. Ya, walaupun sesungguhnya Taehyung mengharapkan cintanya diterima. Tapi, Taehyung cukup tahu diri untuk hal itu. Seunghee tidak tertawa atau memakinya saja Taehyung sudah sangat bersyukur.

Dan saat itu nasib baik sedang berpihak padanya. Nyatanya, tanpa rasa ragu sedikitpun Seunghee langsung menerima setangkai mawar merah pemberian Taehyung. Dan itu berarti Seunghee juga menerima pengakuan cinta dari lelaki aneh itu. Ya, gadis berponi itu benar-benar menerima cinta seorang Kim Taehyung. Mereka resmi menjadi sepasang kekasih! Kim Taehyung berhasil! Alangkah bahagianya Taehyung saat itu.

Namun, tidak bisa Taehyung pungkiri hati kecilnya sedikit bingung dan penasaran dengan alasan dibalik keputusan Seunghee yang langsung menerima cintanya. Pasalnya, masih banyak lelaki yang lebih segala-galanya dari Taehyung, seperti: Gikwang Sunbae, Myungsoo Sunbae, Baekhyun Sunbae, Min—, Oke… sepertinya ini sudah pernah disebutkan diatas. Yang jelas saat itu Taehyung benar-benar penasaran kenapa Seunghee bisa langsung menerima cintanya dan justru menolak pengakuan cinta para Sunbae populer yang juga mengejar gadis itu. Aneh!

Lewat rasa penasaran yang sudah tidak bisa dibendung lagi, saat itu Taehyung memberanikan diri untuk bertanya terkait rasa penasarannya akan hal itu pada gadis bernama Choi Yoojin, yang tak lain adalah sahabat dekat dari Seunghee. Ngomong-ngomong, kenapa Taehyung tidak bertanya langsung saja pada Seunghee? Dan jawabannya adalah: itu karena Taehyung terlalu gugup dan malu saat berhadapan dengan gadis berponi itu. Padahal, mereka sudah resmi berpacaran loh. Tapi Taehyung masih tetap saja gugup dan malu jika berhadapan dengan kekasihnya itu. Taehyung Payah!

Alhasil, Taehyung hanya berani bertanya pada Yoojin. Dan Yoojin bilang: ‘Seunghee sebenarnya sudah lama menyukaimu, Kim Taehyung! itulah sebabnya mengapa ia selalu menolak pernyataan cinta dari para Sunbae. Seunghee menyukaimu dan dia menunggumu untuk menyatakan cinta. Dan kau baru menyadarinya sekarang. Kau benar-benar tidak peka, huh,’.

Jawaban dari Yoojin sukses membuat mata Taehyung melebar dengan mulutnya yang juga ikut terbuka lebar. Taehyung sangat terkejut, tentu saja. lelaki itu terus merutuki kebodohannya sendiri. Jadi, selama ini Seunghee juga menyukainya? Jadi, selama ini cinta Taehyung tidak pernah bertepuk sebelah tangan? Eishhhhh…. kalau Taehyung tahu seperti itu ia pasti sudah menyatakan cintanya pada Seunghee dari dulu. Sehingga ia tidak perlu merasa tersiksa menyembunyikannya perasaannya selama kurang lebih setahun ini. Ahh, Tae. Kau menyiksa diri sendiri.

Yasudahlah. Toh, sekarang semuanya sudah baik-baik saja, kan?

Tapi sepertinya tidak. Nyatanya, selama kurun waktu satu bulan masa jadian mereka, Taehyung mulai merasa ragu akan cinta Seunghee padanya. Taehyung merasa tidak yakin Seunghee benar-benar mencintainya. Ia mengatakan hal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama masa jadian mereka yang sudah berjalan satu bulan lamanya Taehyung merasa sikap Seunghee terlalu datar dan yaa… sedikit dingin terhadapnya. Seunghee tidak pernah menunjukan perhatian layaknya seorang kekasih pada kekasihnya. Bahkan semua perhatian dan perlakuan manis dari Taehyung selalu dianggap angin lalu oleh gadis berponi itu. Tak jarang Seunghee bahkan akan mengangap semua perlakuan manis Taehyung menjijikan dimatanya. Seolah, Taehyung sama sekali tidak memiliki pesona apapun dimatanya.

Ohh, ayolah. Taehyung juga ingin melihat gadisnya itu tersipu malu atas semua perlakuan manis yang ia berikan. Taehyung ingin melihat Seunghee, gadisnya itu tersipu dengan rona merah yang menjalar disetiap sisi pipi putihnya. Namun sayang hal itu tidak pernah Taehyung dapatkan dari Seunghee. Seunghee terlalu dingin padanya. Bayangkan saja semua perlakuan manis dari Taehyung hanya akan dibalas dengan wajah datar dari gadisnya. Bahkan tak jarang Seunghee akan mentertawakan Taehyung. Ditambah, Seunghee juga pernah beberapa kali mengeluarkan omongan menusuk untuk kekasihnya itu.

Jadi, tidak salahkan jika saat ini Taehyung mulai meragukan cinta Seunghee?

Ahh, baiklah. Taehyung benar-benar sudah muak dengan semua ini. Dia benar-benar ingin melihat Seunghee tersipu dengan semua perlakuan manisnya. Dia ingin membuktikan apakah Seunghee benar-benar mencintainya. Dan semua cara sudah Taehyung lakukan. Mulai dari…..

“Yya! Apa kau sudah menjalankan saran dari Hoseok?”

Yoongi kembali bersuara. Membuat kepala Taehyung yang sedari tadi tertunduk lesu mulai terangkat. Menatap Yoongi dengan tatapan lemahnya.

“Sudah. Dan gagal!” Jawab Taehyung lirih. Lelaki itu kembali menundukan kepalanya dan mendesah frustasi.

Yoongi yang mendengar jawaban Taehyung hanya bisa ikut mendesah tak kalah frustasi.

Baik Taehyung maupun Yoongi masih sangat ingat apa yang Hoseok sarankan untuk hubungan Taehyung dan Seunghee kala itu. Hoseok bilang, semua gadis itu menyukai gombalan manis seorang lelaki. Dan entah mengapa Taehyung mempercayai hal itu, mengingat bahwa Hoseok jugalah yang telah berhasil membantu dirinya untuk mendapatkan hati Seunghee lewat rumus-rumus cintanya. Alhasil, selama 2 hari berturut-turut ia dengan semangatnya langsung mempelajari gombalan-gombalan manis nan menggelikan dari seorang Jung Hoseok. Berharap semua gombalan manisnya itu mampu membuat Seunghee tersipu dengan rona merah dipipinya.

Saat itu Taehyung menjalankan aksinya di dalam ruang kelasnya. disaksikan oleh semua teman sekelas mereka. Disaat Taehyung mulai memperaktekan semua gombalan manis yang telah Hoseok ajarkan padanya, seisi kelas mulai gaduh, sebagian dari mereka bahkan terang-terangan memuji perlakuan manis seorang Kim Taehyung. Namun, Apa yang Taehyung dapatkan dari Seunghee? Ohhh…. gadis itu hanya memberikan Taehyung wajah datar seraya berujar ‘Kau memalukan, Kim Taehyung!’. Jelas, hal itu membuat Taehyung terluka. Ia benar-benar tidak tahu apa yang salah dari semua gombalannya itu. Padahal, menurut Bibi Minah –Bibi yang berkerja dirumah keluarga Taehyung- semua gombalan Taehyung itu manis, kok.

“Kalau begitu, bagaimana dengan saran dari Namjoon?”

Yoongi kembali berujar. Kali ini sembari memberikan tepukan ringan tangannya pada punggung belakang Taehyung.

Taehyung mendesah frustasi, lagi. Lalu menatap Yoongi masih dengan tatapan lemahnya, “Sudah. Tapi aku tidak sanggup, Hyung~!”.

Yoongi kembali menghelan napas beratnya. Tanda ia ikut prihatin atas ketidaksanggupan Taehyung akan saran yang Kim Namjoon sarankan padanya sekitar 2 minggu yang lalu. Saat itu Namjoon bilang: ‘Jika kau tidak bisa menaklukan Seunghee dengan gombalan manis, maka salah satu cara ampuh lainnya adalah lewat prestasi. Aku yakin jika nilaimu bagus Seunghee pasti akan memujimu!’.

Untuk saran dari Namjoon, Taehyung harus memikirkannya terlebih dahulu. Ohh, ayolah. otak Taehyung tidak secerdas otak Namjoon. Taehyung ragu ia bisa mendapat nilai bagus. Mendapat nilai 30 saja ia sudah sangat bersyukur.

Jadi, apa Taehyung sanggup?

Dan demi cintanya pada Seunghee, Taehyung memutuskan untuk mencoba saran dari Namjoon. Mencoba tidak ada salahnya, bukan?

Alhasil, menjelang ujian tengah semester 2 minggu lalu Taehyung mati-matian belajar dengan tujuan mendapatkan nilai sempurna pada semua mata pelajaran yang diujikan. Semua itu ia lakukan semata-mata hanya untuk mendapat pujian dari Seunghee.

Namun sungguh malang, sehari sebelum ujian berlangsung Taehyung justru jatuh sakit. Itu akibat ia selalu bergadang untuk belajar, bahkan tak jarang Taehyung sampai lupa makan dan lupa mandi/?. Hasilnya, alih-alih mendapat pujian dari Seunghee, Taehyung justru harus mengikuti ujian susulan. Ahhhh… Taehyung benar-benar tidak sanggup.

Seharusnya Namjoon berpikir dulu sebelum menyarankan saran seperti itu pada Taehyung. Melihat kenyataan kadar kecerdasan seorang Kim Taehyung benar-benar jongkok (Bukan Jungkook BTS loh ya). Bahkan untuk menjumlahkan 1+1 saja Taehyung menjawab ‘Aku sayang Ibu’. Ohh… ya ampun!

Oke, lupakan masalah itu!

“Bagaimana dengan saran dari…. Seok…Jin Hyung?”

Kali ini Yoongi berujar sedikit ragu. Pasalnya, saran yang disarankan Hyung tertuanya itu sungguh menggelikan bagi kaum lelaki normal seperti dirinya. Eyyyy, itu bukan berarti Seokjin tidak normal ya. Seokjin normal kok dan dia kesayangan Author *ehh.

Yoongi dan Taehyung masih sangat mengingat apa yang disarankan Hyung tertua itu tempo hari. Seokjin bilang: ‘Percaya padaku. Hampir semua gadis menyukai warna merah muda. Karena merah muda melambangkan cinta!’.

Dan berdasarkan berkataan seorang Kim Seokjin yang memang sangat menyukai –Lebih kemenciantai bahkan- warna merah muda, Taehyung akhirnya disarankan untuk berpenampilan serba merah muda pada kencannya bersama Seunghee. Seokjin bilang itu pasti akan terlihat sangat manis dan dijamin Seunghee akan menyukainya. Tapi itu sih kata Seokjin, kalau kata Yoongi sih… ‘Iyuhhhhh menjijikan banget’.

Jadi, apakah Taehyung benar-benar menuruti saran dari Seokjin, Hyung tertuanya itu?

Taehyung mengerang pelan, “Jangan bahas itu, Hyung! Itu memalukan, sungguh!”

Oke. Ternyata Taehyung benar-benar menuruti saran dari Hyung tertuannya itu. Iya, Taehyung benar-benar mempraktekannya kemarin malam, disaat kencannya bersama Seunghee disebuah café. Sesuai dengan perkataan Seokjin, semalam Taehyung benar-benar berpenampilan serba merah muda dari ujung kaki sampai ujung rambut *Bayangkan*. Berharap Seunghee akan terpesona dengan penampilannya saat itu. Tapi sayang yang didapat Taehyung justru tertawaan dari Seunghee, bahkan tertawaan dari semua pengunjung café. Lebih parahnya lagi Seunghee sempat-sempatnya berujar ‘Kau….hahahahah…. seperti banci, Kim Taehyung! hahahahah,’. Taehyung bersumpah ia ingin menangis saat itu juga. Dan lagi-lagi ia bersumpah akan mengutuk Kim Seokjin menjadi princess buruk rupa atas saran memalukannya itu!

Yoongi yang mengerti arti dibalik jawaban Taehyung hanya bisa terdiam. Tidak berani untuk bertanya lebih lanjut akan hal memalukan apa yang Taehyung alami semalam. Karena Yoongi sudah bisa membayangkannya sendiri. Kan, Yoongi sudah bilang, saran dari Hyung tertuannya itu menjijikan. Dan Taehyung terlampau bodoh saat mempercayai saran memalukan itu.

“Emm,” Yoongi kembali membuka suara, “Bagaimana dengan Jungkook. Apa kau sudah meminta saran darinya?”

Taehyung menggeleng lemah, “Tidak Hyung. Aku tidak meminta saran darinya. Kookie masih terlalu polos,”

Sekilas, Yoongi menganguk kecil. Ia membenarkan ucapan Taehyung kali ini. Jeon Jungkook, adik kelasnya itu memang masih terlalu polos untuk terjerumus dalam masalah percintaan seperti ini. Jadi, sebagai Hyung yang baik dan benar baik Taehyung maupun Yoongi tidak ingin meracuni otak polos nan suci seorang Jeon Jungkook. Biarkan Jungkook tetap menjadi bayi kelinci/?

“Aku hanya ingin membuktikan apa Seunghee benar-benar mencintaiku. Aku hanya ingin melihat dia tersipu malu atas semua perlakuan manisku padanya. Aku hanya ingin melihat pipi putihnya merona merah. Tapi mengapa hal itu sulit sekali, Hyung~?”

Lagi-lagi Taehyung mengacak surai coklatnya asal. Menghelan napas berat, lalu kembali memfokuskan tatapan matanya pada Yoongi.

“Hyung, apa kau tidak punya saran lagi untuku?”

“Eh?”

“Beri aku saranmu, Hyung! Ku mohon,”

Yoongi memasang pose berpikir dengan jari telunjuknya yang ia letakkan di hidung/?

“Kau hanya perlu tersenyum, Kim Taehyung!” Jawab Yoongi akhirnya.

Selama ini seorang Min Yoongi memang sudah sangat terkenal dengan senyuman semanis gula-gula. Sudah dapat dipastikan tidak ada seorang gadispun (Bahkan Nenek-nenek) yang tidak akan meleleh jika sudah melihat senyuman manis Yoongi. Senyuman lelaki itu terlalu manis, sungguh! Sampai-sampai kopi pahitpun akan terasa seperti susu vanilla ditambah madu jika meminumnya sembari memandang senyuman Yoongi.

“Ahhhhh, Hyung. Aku menyerah!” Bahu Taehyung merosot lemah, “Kadar gula kita berbeda, Hyung,” lirihnya.

Taehyung menyerah bukan tanpa alasan. Karena pada kenyataannya Taehyung sudah sering melakukan saran dari Yoongi itu. Taehyung selalu tersenyum pada Seunghee dan juga pada setiap orang yang dijumpainya. Namun bukan kesan manis yang ia dapatkan, yang ada Taehyung justru dijuluki lelaki dengan cengiran kotak anehnya.

Demi Tuhan, Taehyung sudah putus asa!

Semua cara dan saran sudah Taehyung lakukan. Mulai dari saran Yoongi, saran Hoseok, saran Namjoon, sampai dengan saran menjijikan dari Seokjin. Lalu saran siapa lagi yang harus Taehyung praktek—

“JIMIN!!!”

Taehyung dan Yoongi berseru secara bersamaan. Keduanya saling tatap dengan mata yang melebar.

“Yya! Apa kau sudah meminta saran dari Jimin?”

Benar! Taehyung belum meminta saran dari Jimin, Park Jimin. Sahabat baiknya yang terkenal sangat mesum.

Taehyung menggeleng cepat, “Belum, Hyung,”

“Kalau begitu cepat temui dia dan mintalah saran dari bocah bentet itu!” Usul Yoongi penuh semangat.

Seakan mendapat secercah harapan mata Taehyung mulai berbinar cerah, “Baiklah, Hyu—”

“Yuhuuuuuuuuuu…. apa kalian sedang mencariku? Aku disini, teman-teman!”

Tiba-tiba sebuah suara mengitrupsi pembicaraan mereka. Membuat Taehyung dan Yoongi sama-sama terhentak kaget. Kedua lelaki itu segera memutar kepala bertujuan untuk mencari sumber suara astral barusan.

“Yya! Bantet, sejak kapan kau disitu?”

Yoongi bertanya saat kedua mata sipitnya telah berhasil menangkap sesosok manusia bantet yang saat ini tengah menyembulkan kepalanya dari atas tumpukan kardus bekas.

“Sejak aku mulai mencintaimu, Hyung,” Park Jimin, -si manusia bantet itu- mengedipkan matanya genit.

“-_-,”

“Dan, Hyung. Tinggi badan kita hanya beda 1 cm. Tapi mengapa Hyung selalu memanggilku bantet, huh?

“Karena aku cinta kamu,”

“-_-,”

Oke. Ada baiknya kita sudahi saja siaran menggelikan itu. Kembali kepembahasan awal.

“Yya! Bantet, cepat kesini!” Printah Yoongi. Mengabaikan rasa penasaran akan kehadiran Jimin dari balik tumpukan kardus bekas itu.

Jimin yang merasa terpanggil (Jimin nyadar dia bantet yee) segara melangkahkan kakinya dengan penuh semangat menghampiri Yoongi dan juga Taehyung. Lalu duduk bersila dihadapan dua sahabatnya itu.

“Jim, Aku—”

“Stop!”

Jimin membekap bibir Taehyung dengan jari telunjukanya. Membuat ucapan Taehyung harus terhenti karenanya. Yoongi yang melihat adegan menjijikan dihadapannya itu hanya mampu memasang wajah mual ingin muntah.

“Ssttt! Aku tahu apa yang kau butuhkan, Kim Taehyung!” Jimin tersenyum licik, “Kau membutuhkan saran dariku, kan?”

Taehyung menganguk pasti. Membuat senyum licik Jimin terlihat semakin lebar.

“Mendekatlah!” Printah Jimin. Memberi isyarat pada Taehyung untuk segera mendekat padanya.

Yoongi yang seakan terhipnotis dengan isyarat dari Jimin tanpa sadar ikut mendekatkan diri pada bocah bantet itu.

Setelah merasa posisi mereka sudah sangat dekat, Jimin dengan sangat perlahan dan hati-hati mulai membisikan sesuatu pada kedua sahabatnya itu.

2 detik

4 detik

6 detik

Dan,

“MWO???”

Suara pekikan Taehyung dan Yoongi sudah tidak bisa tertahan. Kedua lelaki itu menatap Jimin dengan tatapan horor.

“Wae?” Tanya Jimin polos, “Kalian tidak mempercayai saranku?”

Baik Taehyung maupun Yoongi menggeleng cepat. Masih memandang Jimin Horor.

“Hey, ayolah. Aku bahkan sudah membuktikannya pada pacarku kemarin. Dan itu terbukti berhasil!”

Kali ini Taehyung memberikan Jimin sebuah tatapan yang seolah mengatakan ‘Kau serius?’.

Seakan mengerti arti tatapan Taehyung, Jimin langsung memberikan sebuah anggukan pasti, “Sangat serius, Kim Taehyung!”.

Taehyung meneguk salivanya susah payah.

“Jadi, apa kau ingin membuktikannya sendiri, Tuan Kim?”

*****

Taehyung melangkahkan kakinya setengah berlari menyusuri kolidor sekolah yang masih nampak ramai dengan hilir mudik para Siswa/i. Tentu saja, jam istirahat memang belum berakhir. Dan Taehyung terlampau bersemangat untuk segera mempraktekan apa yang Jimin sarankan padanya di atap tadi.

Taehyung sudah bertekad untuk mencoba saran dari sahabat mesumnnya itu. Mencoba tidak ada salahnya, bukan?

Dan lewat pengarahan dan pembelajaran singkat dari Jimin dan juga Yoongi –Yang akhirnya ikut mempercayai saran Jimin-, Taehyung akhirnya memutuskan untuk mempraktekannya hari ini juga. Itulah sebabnya mengapa ia berjalan dengan sangat terburu-buru.

Taehyung menghentikan langkah kakinya tepat di depan ruang kelas bertulisan 2 Ipa 1. Itu ruang kelasnya dan tentu saja ruang kelas Seunghee juga.

Napasnya terengah. Mungkin akibat keburu-buruannya tadi. Sebelum kakinya benar-benar memasuki ruang kelas dihadapannya, Taehyung menyempatkan diri untuk menyeka peluh di dahinya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.

Taehyung gugup!

Sesungguhnya saat ini ia masih nampak ragu dengan saran yang Jimin sarankan padanya. Menurutnya, saran dari sahabat mesumnya itu terlampau gila dan berbahaya. Tetapi, tidak bisa Taehyung pungkiri hati kecilnya ingin sekali membuktikannya sendiri. Ia ingin membuktikan apakah Seunghee benar-benar mencintainya dengan cara seperti itu. Setidaknya Taehyung harus mencobanya dulu. Jika memang tidak berhasil, Taehyung akan menyerah!

Setelah merasa lebih baik dan tenang Taehyung memutuskan untuk segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelas. Matanya menyusuri seisi ruangan, bertujuan untuk mencari keberadaan Oh Seunghee, gadisnya itu. Fokus matanya berhenti tepat dibangku barisan paling pojok dan paling belakang. Matanya sudah menangkap keberadaan Seunghee, melihat gadis berponi itu tengah asik mencoret-coret sesuatu pada buku catatannya. Nampaknya, Seunghee tidak menyadari kehadiran Taehyung.

Sekali lagi, Taehyung menghirup udara sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk kembali melangkahkan kakinya menghampiri Seunghee. Kalau biasanya Taehyung akan menghampiri Seunghee dengan senyuman kotak andalannya, kali ini berbeda. Karena menurut Yoongi seorang lelaki akan terlihat sangat cool jika memasang wajah dinginnya. Dan sekarang Taehyung benar-benar mempraktekannya.

Semoga kau berhasil, Tae!

“Eoh, TaeTae. Kau da—”

“Ikut aku!”

Tanpa memberi kesempatan untuk Seunghee menyelesaikan kalimatnya, Taehyung sudah terlebih dahulu meraih pergelangan tangan gadisnya. Membuat pensil yang semula berada dalam genggaman tangan Seunghee jatuh ke lantai. Seunghee manatap Taehyung dengan sebelah alis terangkat. Merasa bingung dengan sikap kekasihnya yang berbeda dari biasanya.

“Tae, kau kenap—”

“Ikut saja!”

Tanpa menunggu persetujuan dari Seunghee, Taehyung dengan sedikit kasar langsung menarik pergelangan tangan gadisnya. Membuat Seunghee mau tidak mau harus mengikuti langkah Taehyung. Entah mau dibawa kemana dirinya saat ini.

Taehyung menghentikan langkahnya tepat di depan pintu toilet pria. Sebenarnya bukan Taehyung yang menhentikan langkah kakinya. Bahkan tadi ia sudah hendak membuka pintu toilet tersebut kalau saja Seunghee tidak buru-buru menarik tangannya dan menghentikan aksinya itu. Lagipula, untuk apa Taehyung membawa Seunghee kesini? Ke toilet pria!

“Yya! Untuk apa kau membawaku kesini?”

“Untuk membuktikan apa kau benar-benar mencintaiku, Nona Oh!” Taehyung menatap Seunghee dengan tatapan dinginnya.

Dahi Seunghee berkerut, tanda ia tidak mengerti dengan apa yang baru saja Taehyung ucapkan, “Maksudmu ap—”

Brakkk~

Taehyung mendorong tubuh Seunghee. Menghimpit tubuh gadisnya itu hingga membentur pintu toilet. Kedua tangannya ia gunakan untuk mengunci setiap pergerakan yang Seunghee lakukan.

Mata bulat Seunghee melebar sempurna. Tubuhnya benar-benar terhimpit. Jarak wajah mereka sangat dekat, bahkan Seunghee dapat merasakan aroma mint dari setiap hembusan napas kekasihnya itu.

“A-apa yang mau kau lakukan, Tae?” Suara Seunghee mulai bergetar, tanda ia mulai merasa takut dengan perlakuan Taehyung saat ini.

“Sudah aku bilang, aku hanya ingin membuktikan apa kau benar-benar mencintaiku, Oh Seunghee!?”

Ucapan Taehyung kali ini sukses membuat Seunghee merinding dibuatnya. Tanpa sadar ia meneguk salivanya susah payah, “A-aku—”

CUP…

Tubuh Seunghee menegang saat sebuah benda lembut nan kenyal mendarat tepat diatas bibir pinknya. Matanya mengerjab tak percaya saat ia menyadari benda lembut nan kenyal itu adalah bibir Taehyung.

Kim Taehyung mencium Oh Seunghee!!!

Usut punya usut memang itulah yang disarankan seorang Park Jimin pada Taehyung diatap sekolah tadi. Sebenarnya Jimin tidak menyarankan hal itu dilakukan di toilet pria sih. Hal itu murni keinginan Taehyung sendiri, kan Taehyung aneh. Jimin hanya bilang ‘Semua gadis pasti akan luluh dengan sebuah ciuman.’. Jimin juga bilang ‘Jika saat dicium Seunghee tidak memberikan penolakan, itu tandanya Seunghee memang benar-benar menyukaimu, Kim Taehyung!’.

Sekarang Taehyung akan membuktikannya sendiri!!!

Detik awal Taehyung hanya sekedar menempelkan bibirnya pada bibir pink gadisnya. Ia ingin melihat reaksi seperti apa yang akan Seunghee berikan.

Menerimanya atau Menolaknya?

Seunghee yang masih merasakan bibir Taehyung menempel pada bibirnya hanya bisa terdiam. Niat hati ingin membrontak, tapi apa daya jika tubuhnya justru enggan bergerak sama sekali.

Taehyung yang tidak merasakan penolakan dari Seunghee mulai berbunga-bunga. Tahap awal berjalan cukup lancar!

Taehyung mulai kembali mengingat apa yang Jimin ucapkan diatap tadi. Jimin bilang ‘Jika ditahap awal Seunghee tidak menolak perlakuanmu, maka tahap selanjutnya mulailah melumat bibir Seunghee dengan lembut. Ingat, dengan lembut!’.

Dengan sedikit ragu Taehyung akhirnya memutuskan untuk mempraktekan apa yang Jimin sarankan. Dengan sangat lembut ia mulai melumat bibir gadisnya itu. Membuat tubuh Seunghee semakin menegang. Kali ini Seunghee sungguh-sungguh ingin menolaknya, namun, lagi-lagi apa daya jika tubuhnya justru tidak ingin menolaknya. Yang dapat Seunghee lakukan saat ini hanyalah menutup matanya, seakan ikut terlarut dalam buaian lembut bibir Taehyung yang tengah sibuk menjamahi setiap inci bibir pinknya.

Seakan terlarut dalam kenikmatan, Taehyung semakin memperdalam lumatannya. Seunghee sama sekali tidak bisa menolak. Dan detik berikutnya Taehyung bahkan bisa merasakan gadisnya itu mulai membalas setiap lumatanya.

Tahap kedua berhasil!!!

Jelas, saat ini Taehyung sudah sangat yakin Seunghee memang menyukainya. ahh… lebih tepatnya, Mencintainya! Bukankah benar begitu?

8 menit kemudian…

Mereka –Taehyung dan Seunghee- masih larut dalam kenikmatan di depan pintu toilet. Sampai akhirnya Seunghee yang memang sudah mulai kehabisan napas segera mendorong tubuh Taehyung.

Taehyung yang merasa Seunghee mendorong tubuhnya mau tidak mau mulai menjauhkan diri. Membuat tautan bibir mereka terputus. Napas mereka sama-sama terenggah.

Masih dengan napas terenggahnya Taehyung memberanikan diri untuk menatap Seunghee. Mendapati gadisnya itu tengah menundukan kepalanya sembari mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya.

Eoh?

Mata Taehyung membulat. Apa saat ini ia tidak salah lihat?

Taehyung berani bersumpah saat ini ia jelas-jelas melihat rona merah yang menjalar pada kedua sisi pipi putih Seunghee, gadisnya itu.

Seorang Oh Seunghee tersipu malu?

Daebak!!!

Saran Jimin benar-benar berhasil.

Jimin patut mendapat sebuah penghargaan untuk sarannya itu. Dan Taehyung pastikan setelah ini ia akan langsung mentraktir Jimin makan sampai bocah bantet itu berubah jadi bocah jangkung.

Refleks, kedua sudut bibir Taehyung membentuk sebuah cengiran kotak andalannya. Demi Tuhan… Taehyung merasa sangat bahagia!

“Jadi, kau benar-benar mencintaiku, Oh Seunghee?”

Berlahan, Seunghee mulai mengangkat kepalanya, memberanikan diri untuk menatap Taehyung. Detak jantungnya masih berdegup tidak normal. Wajahnya memanas, ia yakin saat ini wajahnya pasti sudah semerah kepiting rebus.

“T-tentu saja aku mencintaimu, Kim Tae—, Eoh… Taetae, kau….”

Taehyung terdiam. Entah mengapa kepalanya terasa sedikit pusing.

“…Kau mimisan!”

Mata Taehyung membulat. Repleks, tangannya terangkat untuk segera menyeka hidungnya. Wajahnya memucat dan kepalanya semakin terasa pusing tak kala ia mendapati hidungnya memang mengeluarkan darah.

Taehyung Mimisan!

“TaeTae-ya, kau baik-baik sa—”

Brukkk~

Belum sempat Seunghee menyelesaikan kalimatnya, Taehyung sudah terlebih dahulu menubruk tubuhnya. Membuat Seunghee yang tidak bisa menopang berat badan kekasihnya itu jadi ikut terjatuh. Tersungkur diatas lantai toilet, yang entah mengapa tiba-tiba saja pintunya terbuka.

Apa yang terjadi?

TAEHYUNG PINGSAN!!!

Ohh, jangan salahkan Jimin yang telah lupa memberi tahu Taehyung efek samping dari sarannya itu. Pasalnya, Kemarin Jimin pun sempat pingsan sangat mempraktekannya pada Sorn, pacarnya.

Tapi tidak apa. Yang terpenting saat ini Kim Taehyung sudah benar-benar yakin Oh Seunghee memang mencintainya.

Jadi, tak perlu khawatir. Kim Taehyung akan baik-baik saja!!!

~FIN~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me ?

  1. Daebak author-nim! 😀 sumpah ini bikin ngakak. Aku suka 😀 Pembawaan cerita yg santai, tapi bener2 menghibur. Bayangin tae tae kyk gitu, beneran bikin ngakak. Next fanfiction juseyoo~ 😀

    Like

    1. Hallo lg *Lambai2UnyuBrngJin* hehehe

      Gx ush panggil aku ‘Author’ dong. Panggil nama aja yaa…biar lbh akrab dan enak.hehehe…

      TaeTae kan emng gt orgnya *nahloh hehehe…
      Bagus deh klw emng ini bisa menghibur….aku jd seneng jg dengernya.hheeee..
      Next ff blm kepikiran nie… ide blm muncul.huhuhu…
      Tp nnti klw ada ide ff lg pasti bakal aku post disini jg kok…. ditunggu aja.hhee…

      Makasih banyak yaa dh nyempetin baca *Hugerat2BrngJin* 😍

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s