fluff · G · Genre · One Shoot · Rating · Series

[ Kyu Hyun Stories] Will You Marry This Babo ?


1443315811999

Title: Will You Marry This Babo?

Author: ts_sora

Cast: Super Junior’s Cho Kyu Hyun, OC’s Choi Eun Kyung

Genre: fluff

Length: one-shoot , series

Disclaimer: This belong to me and the casts belong to their entertainment company. No plagiarism juseyo.

A/N: Well this is my first fanfiction with Kyu Hyun as the cast. Enjoy it!

 


 

 

“Jadi bagaimana pekerjaanmu hari ini Eun Kyung-ssi?”

 

Choi Eun Kyung menatap pria setengah baya yang berada pada ujung meja makan. Gadis itu meraih kain serbetnya sebelum ia membersihkan kedua ujung bibirnya. Ia lantas tersenyum tipis sebelum akhirnya ia membuka mulutnya.

 

“Sangat baik tuan Cho,” ucapnya. Seketika semua orang yang berada di meja makan tersebut tak dapat menahan gelak tawanya, tak luput laki-laki yang berada di sampingnya.

 

“Pabo,” cibir laki-laki itu pelan. Choi Eun Kyung menarik nafasnya panjang. Ia seharusnya sudah terbiasa dengan perlakuan laki-laki yang sudah ia kencani setidakya lima tahun yang lalu, tapi entah cibirannya selalu berhasil membuatnya kesal.

 

“Aigoo, kau ini sudah berapa kali kami harus memintamu memanggil kami appa dan eomma, kami ini sudah menganggapmu seperti keluarga. Oh, atau kau tidak menganggap kami begitu?”

 

“Ah– tidak eomma, benar. M-maksudku–”

 

“Lihatlah Eun Kyung selalu terlihat menggemaskan,”

 

“Ah Ra eonnie, kumohon hentikan,”

 

Gelak tawa kembali terdengar di meja makan tersebut sekali lagi. Baiklah, seharusnya mereka tidak tertawa sekeras itu karena kini mereka berada pada salah satu ballroom hotel, menikmati makan malam bersama. Hari ini ayah Kyu Hyun berulang tahun, dan ia bermaksud merayakannya dengan keluarga mereka juga beberapa rekan kerja ayahnya.

 

Mereka kembali terdiam dengan melahap makanan mereka sekali lagi. Cho Ah Ra terlihat tengah bercakap dengan laki-laki yang tak lain merupakan suaminya saat ini. Mereka terlihat tertawa pelan di sela percakapannya. Choi Eun Kyung tersenyum tipis melihat momen itu. Iri? Tentu. Ia tak pernah seperti itu saat bersama Kyu Hyun. Sang monster yang selalu membuatnya kesal. Namun ayolah, seberapa jahilnya laki-laki itu, ia masih betah dengannya. Dan lihatlah, mereka telah melewati lima tahun mereka bersama.

 

“Jadi…”

 

Choi Eun Kyung menghentikan aksinya. Ia memandang ibu Kyu Hyun yang berada di seberangnya. Wanita itu terlihat serius, berbeda dari biasanya.

 

“Kapan kalian menikah?”

 

Choi Eun Kyung hampir menyemburkan air minumnya saat ini. Ia mengambil kain serbet sekali lagi dan membersihkan bibirnya. Seketika semua orang yang berada di meja tersebut terdiam. Choi Eun Kyung menatap Kyu Hyun yang masih dengan santai menyantap makanannya. Tak ada kecanggungan yang ia rasakan. Dan…hidupnya terlihat jauh lebih tenang.

 

Semua mata memandang mereka bergantian. Ya, dirinya juga Cho Kyu Hyun, dan satu rahasia kecil ibu Kyu Hyun tak suka bila pertanyaannya tak dijawab.

 

“Hmmm….kami masih belum siap,” ucap Eun Kyung mengambil alih. Ibu Kyu Hyun menaikkan salah satu alisnya tak puas.

 

“Tapi kalian sudah lama mengenal, bahkan sebelum kalian menjadi sepasang kekasih. Bagaimana bisa kalian belum siap?”

 

“E-eomma, tak sopan jika ini dibicarakan di sini,” Cho Ah Ra mencoba menghentikan pembicaraan. Choi Eun Kyung menahan nafasnya dan sekali lagi inilah yang mereka bicarakan saat mereka bersama. Menikah? Oh ayolah itu semua keinginan semua perempuan dan dia juga sangat menginginkannya. Ia telah memiliki seseorang yang ia cintai dan juga mencintainya, mereka menjalankan hubungan sepasang kekasih bahkan lebih dari lima tahun. Tapi….bagaimana dengan Kyu Hyun?

 

Eun Kyung menatap laki-laki yang masih sibuk dengan makanan penutupya. Oh ayolah, kenapa hidupnya begitu tenang? Seharusnya ia membela Eun Kyung saat ini, tapi ia malah dengan begitu tenang memakan sajian yang telah disiapkan. Eun Kyung bersumpah, entah saat ini ia membenci laki-laki itu.

 

“Cho Kyu Hyun, bukankah temanmu Lee Sung Min sudah menikah? Apa kau tidak iri dengannya? Lalu kau bisa lihat kakakmu yang sudah menikah, kau tidak iri?”

 

Cho Kyu Hyun masih terdiam.

 

“Apa kau…tak ingin melakukann ‘itu’?”

 

Choi Eun Kyung memerah malu.

 

“Eomma, kumohon..maksudku jangan membahasnya di sini,” ucap Ah Ra sekali lagi membela. Choi Eun Kyung mengipasi dirinya dengan salah satu tangannya. Ya Tuhan, apa yang dibicarakan ibu Kyu Hyun saat ini?

 

“Kita bisa melakukannya meskipun tidak menikah bukan?”

 

Choi Eun Kyung terbatuk saat ia mendengar Kyu Hyun berbicara begitu entengnya. Panas tubuh Eun Kyung semakin meningkat saat ini.

 

“Itu tandanya kau tak memiliki komitmen Kyu Hyun, tapi….apa benar kau telah melakukannya?”

 

Choi Eun Kyung meraih gelas minumannya dan meneguk minumannya secepat yang ia bisa. Cho Kyu Hyun benar-benar tidak merespon dan lihatlah hidupnya begitu tenang.

 

“Eun Kyung, berapa umurmu saat ini? Dan…benarkah kalian telah melakukannya?”

 

Choi Eun Kyung tersenyum canggung. Ia menggoyangkan kaki Kyu Hyun, namun sekali lagi laki-laki itu tak meresponnya. Bisa ia bunuh laki-laki itu saat ini?

 

 

 

 

Choi Eun Kyung mengunci bibirnya saat ini. Ia masih membiarkan laki-laki itu membawanya dengan kendaraan miliknya. Choi Eun Kyung bahkan sama sekali tak membuka mulutnya saat ini.

 

“Biar kutebak, kau marah padaku?”

 

Choi Eun Kyung masih terdiam. Ia berpaling pada jendela mobilnya. Tanpa bersuara.

 

“Aku sudah bilang jangan dengar apa yang dikatakan eomma,”

 

“Dan kau tahu bagaiamana mereka bilang tentangku? Wanita tidak berkomitmen,”

 

Cho Kyu Hyun tertawa pelan.

 

“Kenapa kau malah tertawa?”

 

“Sudah kubilang, eomma terlalu berlebihan,”

 

“Kalau kau sudah tahu ia berlebihan, kenapa kau tidak membelaku?”

 

“Untuk apa?”

 

Choi Eun Kyung menggaruk kulit kepalanya tak gatal. Ia merengut. Bukan itu maksudnya. Ia hanya tersinggung. Benar. Ia sudah begitu lama dengan laki-laki itu, tapi ia tak begitu paham dengan jalan pikiran Kyu Hyun. Apa benarkah sampai kapanpun ia tak ingin meminangnya? Membuat sebuah keluarga kecil dengannya?

 

“Kau…tidak menyukai anak kecil?”

 

“Bagaimana kau tahu? Mereka sangat berisik. Apa kau juga berpikiran seperti itu?”

 

Choi Eun Kyung memandang Cho Kyu Hyun tak percaya. Benar. Laki-laki itu memang sampai kapanpun mungkin tak ingin meminangnya, menjalani sebuah keluarga kecil dengannya dan menjadi ayah bagi anak-anaknya nanti. Ia begitu paham dengan Kyu Hyun. Laki-laki yang bisa begitu menyebalkan saat sifat kekanakannya muncul. Dan mungkin laki-laki itu memang tak berniat untuk melangkah ke pelaminan bersamanya. Tapi bagaimana jika ia menginginkannya?

 

“Choi Eun Kyung,”

 

Choi Eun Kyung menatap Kyu Hyun yang masih terfokus dengan benda bundarnya.

 

“Bisakah kau bantu aku mengambil jasku di kursi belakang? Aku meninggalkan sesuatu pada salah satu sakuku,”

 

Choi Eun Kyung memutar bola matanya. Ia tahu itu tak ada gunanya membayangkan hal yang tak mungkin. Dan lihatlah memang tak ada penyesalan di mata laki-laki itu. apa dia tahu bahwa kini ia begitu marah pada laki-laki itu hingga…entahlah. Seberapapun ia marah, ia tak akan pernah bisa menunjukkannya pada Kyu Hyun. Dan inilah, ia memang selalu harus menjadi lima kali lebih dewasa dari laki-laki itu. Yakinlah, ini bukanlah perkara yang mudah.

 

“Ini,” ucap Eun Kyung singkat seraya memberikan jas milik Kyu Hyun. Laki-lali itu tertawa pelan.

 

“Bodoh, tolong ambilkan pemberian eomma yang kuletakkan di sana?”

 

“Pemberian eomma?”

 

Kyu Hyun mengangguk. Choi Eun Kyung memutar bola matanya sekali lagi sebelum ia merogoh saku jas tersebut satu persatu dan ah- Eun Kyung baru saja menemukan sebuah kotak di sana. Kotak…yang unik menurutnya.

 

“Ini?”

 

Kyu Hyun mengangguk.

 

“Bukalah,”

 

Choi Eun Kyung memandang benda tersebut tak mengerti. Ya, sebuah kotak yang berbalut kertas bewarna perak tersebut terlihat begitu aneh. Choi Eun Kyung membukanya cepat dan…bukankah ini kotak cincin? Choi Eun Kyung dengan segala rasa penasarannya, membuka kotak tersebut cepat dan ya sebuah cincim disana.

 

Kyu Hyun tersenyum lebar saat gadis itu terlihat bingung dengan apa yang ia genggam saat ini.

 

“Pakailah,”

 

Choi Eun Kyung menahan rasa senangnya. Ia tak mau dikerjai untuk kesekian kalinya oleh Kyu Hyun. Ia berusaha keras untuk membuat wajahnya begitu datar saat ini. Oh ayolah, ia memang tak ingin dikerjai lagi oleh laki-laki itu. Choi Eun Kyung akhirnya menyematkan cincin itu pada jarinya dan ia menunjukkan jarinya pada Kyu Hyun. Ia menatap laki-laki itu bingung.

 

“Jadilah istriku,”

 

Choi Eun Kyung menahan nafasnya, ia mencoba menyembunyikan rasa senangnya. Mungkin ini hanyalah sebuah taktik baru Kyu Hyun untuk mengerjaimya.

 

“Kau bercanda,”

 

Kyu Hyun memutar bola matanya. Ia menghentikan laju mobilnya dan lantas menatap Eun Kyung saat ini.

 

“Tidak, aku serius. Eomma akan membunuhku jika aku tak memberikannya dan memintamu jadi istriku. Mereka mengira kita telah melakukannya, sebenarnya itu pemikiran bodoh. Jadi kau mau atau tidak?”

 

Mereka terdiam sejenak. Choi Eun Kyung mengatupkan bibirnya. Kedua matanya entah kenapa memerah saat ini sebelum akhirnya kedua mata tersebut berair tiba-tuba.

 

“K-kenapa kau menangis? Kau tidak mencintaiku?”

 

Choi Eun Kyung menepis tangan Kyu Hyun saat tangannya mulai meraih salah satu pipinya. Choi Eun Kyung menghapus air matanya paksa.

 

“Maaf, aku tahu kau tak mungkin mau menikahi laki-laki bodoh sepertiku,” ucap Kyu Hyun menghela nafasnya pasrah. Baiklah Eun Kyung benar-benar marah padanya saat ini. Dan lihatlah bukankah ia baru saja menolaknya?

 

“Bodoh,”

 

Kyu Hyun mengernyit menatap Eun Kyung saat ini. Gadis itu tersenyum tipis sebelum akhirnya ia melebarkan senyumnya entah kenapa. Cho Kyu Hyun semakin tak mengerti. Apakah Eun Kyung depresi saat ini hingga gadis itu kehilangan akalnya?

 

“Kau tahu kau seharusnya mempersiapkan sesuatu untuk melamarku. Kau benar-benar bodoh. Kau menyedihkan, Kyu Hyun,”

 

Eun Kyung terlihat menghapus air matanya sebelum akhirnya ia kembali terkekeh pelan dan membuatnya tertawa lepas saat ini. Jadi apakah laki-laki itu benar melamarnya karena terpaksa saat ini? Haruskah ia senang dan merasa berterima kasih dengan eomma Kyu Hyun? Jujur ia merasa bingung, bahkan sangat bingung. Apakah ia benar-benar melamarnya atau tidak.

 

Cho Kyu Hyun meraih salah satu tangan Eun Kyung dan dalam sekejap gadis itu menghentikan tawanya. Cho Kyu Hyun terdiam, namun demi Tuhan, ini pertama kalinya Kyu hyun terlihat serius kali ini dan benar tak ada tawa di sela kalimatnya.

 

“Eun Kyung-ah…”

 

Choi Eun Kyung mengatupkan bibirnya saat kedua manik cokelat itu seakan membiusnya

 

“Kau tahu aku payah jika aku melakukannya di hadapanmu, bahkan tadi…aku tak tahu aku harus melakukan apa. Eun Kyung aku ini orang bodoh yang sama sekali tak memiliki komitmen. Laki-laki menyebalkan yang selalu membuatmu kesal. Tapi, aku hanya punya kau yang mampu mengalah karenaku, dan memaklumiku. Jadi…maukah kau menikahi orang bodoh ini?”

 

Choi Eun Kyung terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengembangkan senyumnya. Ia mengangguk tegas sebelum ia meraih tubuh laki-laki itu saat ini dan memeluknya erat.

 

“Cho Kyu Hyun bodoh, gadis bodoh ini menerima lamaranmu,”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

-The End-

Advertisements

4 thoughts on “[ Kyu Hyun Stories] Will You Marry This Babo ?

    1. welcome! Iya silakan 😀 sora’s here. iya nih, aku ambil ide gmn si kyu kalo ngelamar kekasihnya. jadi gini deh hehe. Hahah iya, mereka bodoh dan cute. Anw thanks ud mau baca cerita saya yg abal ini 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s