Chaptered · Drama · fluff · Romance

[PROJECT Man in Love] Man In Love ‘ Officialy Missing You’ CHAPTER I


MIL vers2Author : minariFini / Title : Man In Love ‘Officially Missing You’ / Main Cast : Nam Woohyun , Park Chorong / Other Cast : Oh Hayoung /Genre :Drama , Fluff, Romance / Rating:  Rated M (Mature)/ Lenght:  TwoShoot

Disclaimer  :

Cerita FF ini dibuat pada 21 Februari 2014 , saya hanya pemilik cerita dan ploting ff ini, cast sengaja memilih Nam Woohyun (Infinite) Dan Park Chorong, Oh Hayoung (Apink) dari masing manajemen entertaimen. Jangan dianggap serius ini hanya sebuah FF.

COPY PASTE ARE NOT ALLOWED !!

Author Notes :

Hi, author minariFini here. jujur saja ini adalah salah satu ff lama yang tersimpan rapi di salah satu dokumen laptopku kkkk awalnya cast ff ini juga bukan woohyun dan chorong. Tapi harusnya Park Chanyeol and You kkk awalnya iseng aja buat ff model gitu, niatnya pingin membuat readers ngerasa masuk dalam ceritanya jadi aku buat “you” tapi pada akhirnya ga jadi hahah, kebetulan ada FF project yang kami buat dan aku putuskan untuk menulis lanjutan FF ini dengan cast Nam Woohyun hahah. buat yang Woorong Shipper nih XD harus baca /maksa/ tapi yang bukan shippernya mereka gpp kok baca XD. Udah itu aja, ditunggu kritik dan sarannya ya ^^ Enjoy~

Man In Love ‘ Officially Missing You’

ONE 

Saat itu Park Chorong  sedang sangat sibuk menyelesaikan setengah pekerjaannya yang belum selesai.   Chorong hampir gila dengan dealine yang semakin dekat namun, ia berusaha untuk tetap tenang karena menurutnya panik tidak akan pernah menyelesaikan pekerjaanya. Chorong kembali memusatkan pandangannya ke arah monitor dan mengetik beberapa kalimat.

“Permisi kopi anda, nona.” Ucap seorang officee boy yang membuat Chorong menghentikan kegiatannya. Chorong hanya bisa tersenyum sambil melihat seorang officee boy meletakkan kopi di mejanya.

“Terima kasih.” Gumam Chorong diikuti dengan senyum kecil officee boy itu, tidak lama kemudian si office boy berpamitan untuk mengundurkan dirinya. A cup of coffee seems good now pikir Chorong, perlahan Chorong  menyesap kopi itu.

Setelah ia menyesap kopinya, matanya kembali terfokus pada layar komputer yang ada di depannya. Tangannya mulai mengetik kembali bagian naskah berita yang kurang dan menghapus beberapa kalimat yang terlihat tidak padu. Beginilah kehidupan Park Chorong sebagai seorang jurnalis yang bekerja di salah satu perusahaan suart kabar terkenal di Seol , sibuk dan sangat menguras tenaga sekaligus pikirannya. Chorong hampir tidak tidur semalam sehingga saat ini ia nampak seperti zombie hidup tapi beruntung otaknya masih bisa diajak bekerja  sama dengan baik.  Chorong hanya bisa berharap semua naskah ini dapat segera diselesaikan.

Chorong menggerangkan otot-ototnya sejenak, lalu ia membaca ulang naskah beritanya. Chorong merapatkan kaca matanya untuk membaca ulang naskahnya, namun tiba-tiba sebuah notification muncul di monitor komputernya, notification itu  menandakan adanya sebuah e-mail­   masuk ke dalam inbox-nya. Tanpa membuang waktu Chorong membuka e-mailnya,  mungkin saja itu e-mail penting yang harus ia buka.

KLIK’

Nafasnya tercekat ketika mengetahui bahwa  e-mail itu bukan berasal dari perusahaannya ataupun e-mail dari rekan kerjanya, melainkan  e-mail itu  bersal dari seseorang yang ingin ia lupakan. Dia….

Sebenarnya Chorong bisa saja menghiarukan e-mail itu karena ia sedang sangat sibuk sekarang, ia harus menyelesaikan naskah itu, tetapi….

Sejenak Chorong terdiam dan terpaku menatap layar komputernya, e-mail itu bukan berisikan sebuah text  melainkan sebuah Video. Apa yang kau lakukan?  Gumamnya dan entahlah kali ini Chorong tidak sanggup berfikir jernih, logika dan hatinya sedang tidak bisa diajak untuk bekerja sama. Logikanya berkata dengan tegas jangan membukanya atau kau akan menyesal nantinya  sedangkan di sisi lain, hati kecilnya berkata  tidakkah kau merindukannya?

 

TIDAK!!

Meski logikanya bersih keras untuk menyangkal hal itu, tetap saja suara hatilah yang menjadi pemenangnya. Park Chorong kau benar-benar akan menyesal  kutuk Chorong pada dirinya.

 

‘Video downloaded’

Matanya membulat ketika membaca tulisan itu, dengan perasaan yang tidak menentu, Chorong membuka video tersebut. Ia menahan nafas ketika video itu dimulai.

Dia! Pekik Chorong dalam hati, Nafasnya terhenti sejenak , Chorong seakan tidak percaya melihat seseorang dari masa lalunya muncul dalam layar monitor komputernya.

Meski hanya sebuah video,  detak jantung Chorong tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat ketika ia berhasil melihat senyum pria itu. Pria itu masih terlihat sama seperti sepuluh tahun lalu , Chorong masih bisa mengingat semua hal yang dimiliki oleh pria itu, seperti senyum, mata coklat tua miliknya dan lesung pipi yang chorong sukai- semuanya nampak jelas dalam video itu.  Pria itu adalah Nam Woohyun seseorang dari masa lalu yang ingin Chorong lupakan.

“Hai… aku kembali- ah aku beruntung jika kau mau melihat videoku ini.” Katanya di sana. Terlihat di sana Woohyun  sedang membawa sebuah handy cham dan ia melambaikan tangannya kepada Chorong. “Apakah kau merindukanku?”

Sekali lagi nafas Chorong terhenti kala Woohyun menanyakan hal itu. Chorong berusaha untuk menahan dirinya, ia ingin sekali menghiraukan video itu, namun sebagian dirinya tidak kuasa untuk melakukan hal itu. Semua pertahanan diri Chorong runtuh karena saat ini Woohyun sedang memohonnya agar tidak mematikan video itu. “Park Chorong tolong beri aku kesempatan. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Chorong mengigit bibir bawahnya ketika memperhatikan raut wajah Woohyun. Woohyun terlihat sangat bersungguh-sungguh “Aku mohon jangan matikan video ini..”

Chorong menghela nafasnya berat, perlahan iapun menjauhkan tangannya dari mose kecil miliknya. Baiklah apa yang bisa kau lakukan Nam Woohyun? Gumamnya sambil melipat tangannya di depan dadanya. Ia membiarkan video itu berjalan sedangkan di sisi lain ia sedang membangun kembali pertahannanya , ia berjanji tidak akan jatuh lagi padanya, karena Woohyun telah menggoreskan luka yang dalam di masa lalunya dan untuk memaafkan kesalahan Woohyun pada waktu itu bukanlah perkara yang muda bagi Chorong.

“Kau masih melihatku?” Tanya Woohyun dan tanpa sadar Chorong menganggukan kepalanya. Ia melihat Woohyun sedang tersenyum padanya “Baiklah, Apakah kau tahu dimana aku sekarang?” Chorong masih mempertahankan dirinya, ia berusaha keras untuk tidak merespon pertanyaan Woohyun. “Aku yakin kau tidak tahu, Chorong.” Sambung Woohyun dengan tawa mengejek , sedangkan Chorong hanya memutar bola matanya Bagaimana aku bisa tahu ? saat ini wajahmu memenuhi seluruh layar monitorku.”Jangan memutar matamu seperti itu.” Kritik Woohyun seakan mengetahui apa yang sedang dilakukan Chorong dan kritikan itu membuat Chorong mengeluarkan desisan kesal. “Baiklah, aku tidak mau membuatmu marah. Aku akan memberitahumu dimana diriku berada sekarang. “ Ucap Woohyun diselingi dengan senyum khasnya.

Chorong menahan nafasnya untuk mempersiapkan dirinya, ia yakin tempat yang akan ditunjukkan Woohyun nantinya adalah tempat yang berhubungan dengan masa lalu mereka berdua. Bagaimanapun juga kenangan masa lalu mereka tidak akan pernah mudah untuk dilupakan, terutama bagi Chrong. Di balik kenangan manis yang telah mereka lalui bersama ternyata ada sebuah luka dalam yang membuat Chorong trauma – ia seakan tidak ingin kembali ke masa itu. Oleh sebab itu Chorong ingin sekali melupakan kenangan itu, ia ingin membuka lembaran baru tetapi entahlah kali ini sebagian diri Chorong takut, Ia takut jika tekad yang selama ini ia bangun akan runtuh dengan kedatangan Woohyun kali ini.

Chorong terus memasang matanya ke arah layar monitornya, kini ia melihat woohyun sedang mengarahkan kamera ke arah sebuah gedung tua. Chorong menelan ludahnya gugup, itu adalah gedung sekolahnya dahulu. Woohyun apakah ini yang akan kau tunjukkan padaku? katanya lemah pada dirinya sendiri, Chorong benar-benar takut – ia mengigit bibirnya untuk menahan dirinya sendiri. ia benar-benar tidak ingin mengingat kembali kenangan mereka, menurutnya semuanya sudah berakhir dan kisahnya dengan Woohyun tidak akan mungkin terulang kembali.

“Chorong. “ Panggil woohyun lembut “Aku yakin kau masih mengingat semuanya.” Lanjut woohyun sambil berjalan mendekati gedung sekolah tua itu. Gedung sekolah itu nampak tidak terawat namun bagunan itu masih terlihat sama seperti dulu. “Kita bertemu di lapangan ini, saat itu kita sedang menjalani hukuman. Kau masih mengingat hukuman apa yang kita dapat? “ Chorong hanya tertunduk , bagaimana ia bisa melupakan pertemuan pertama waktu itu. Beberapa serpihan kenangan itu muncul kembali, namun dengan segera mungkin chorong menepis kenangan masa lalu itu. perlahan ia pun kembali melihat ke layar komputernya kembali.

“Tidak, aku sudah lupa.” Gumamnya tegas dan ia sedang menunggu apa yang akan dilakukan woohyun di sana.

Di sisi lain woohyun seakan tahu jawaban yang diberikan oleh chorong, sehingga ia membuka mulutnya. “Baiklah, aku akan mengingatkanmu. Apakah kau masih mengingat waktu kita masih kelas 11? Saat itu kita datang terlambat dan kita dihukum untuk berlari mengitari lapangan sebanyak 3 kali. Aku masih ingat bagaimana wajahmu waktu itu. kau mengeluarkan keringat cukup banyak  dan kau malu karena hal itu, tapi menurutku kau nampak lucu saat itu. Sehingga aku memutuskan untuk meminjamkanmu saputangan .” Paparnya panjang lebar sambil berjalan menuju pintu masuk gedung sekolah. “Bagaimana Chorong ssi, apakah kau bisa mengingatnya? “ tanya woohyun sekali lagi, namun masih sama Chorong masih menyangkal hal itu. chorong masih kuat dengan pendiriannya. “ Oke, aku akan melanjutkan perjalanan ini. siapkan dirimu ronggie.”ucap woohyun dan seketika chorong menelan ludahnya gugup.  Dan kali ini chorong menyalahkan detak jantungnya, kenapa detak jantunya berdetak dua kali lebih cepat ketika woohyun memanggilnya ronggie~ semua orang yang dekat denganya selalu memanggilnya seperti itu namun tidak memiliki efeknya yang seperti ini.

“Aku pasti sudah gila dengan perasaan konyol ini. ini tidak boleh terulang kembali. “ ucap chorong dengan nada pelan. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya, perlahan ia menghembuskan nafasnya pelan – kemudian mata chorong kembali melihat layar monitornya.

Chorong melihat woohyun meneruskan langkahnya, terlihat di sana woohyun sedang mengarahkan kameranya ke lorong panjang yang akan menghubungkan ke beberapa ruangan di gedung tua itu. Dan chorong tahu kemana woohyun akan menghentikan langkahnya. Chorong mengigit bibirnya panik, ketika woohyun sampai di sebuah ruangan dan perlahan woohyun mengarahkan kamera ke sebuah papan kecil bertulisakan A-11 yang sudah nampak usang – beruntung tulisannya masih bisa dibaca .

“Apa kau masih ingat apa yang terjadi waktu itu?” ucap woohyun sambil tersenyum ke arah kamera, ia pun membuka pelan pintu kelas itu dan kemudian masuk ke dalamnya. “ Kau tahu, aku tidak menyangka jika keesokan harinya, kau datang ke kelasku hanya untuk mengembalikan saputanganku. Bukankah waktu itu aku sudah bilang kau boleh memilikinya? “ sambungnya panjang lebar sambil terus melanjutkan langkah untuk melihat setiap detail kelasnya.

Memang kelas itu sudah berubah, sekarang kelas woohyun sudah nampak seperti gudang, tidak ada bangku yang tertata rapi seperti dahulu  yang tersisa hanya sebuah meja guru, tumpukan bangku yang rusak di sudut ruangan dan papan tulis usang. Maklum saja gedung tua sekolah ini sudah tidak terpakai lagi , karena pihak sekolah sudah memiliki gedung baru yang letaknya tidak jauh dari gedung tua itu.

Kini bangunan tua itu sudah beralih fungsi menjadi sebuah gudang , namun hey tetap saja kenangan masa itu masih tetap ada meski ruang kelas itu tidak sama seperti sepuluh tahun yang lalu. “Ah atau mungkin saat itu kau memang ingin bertemu denganku?” Godaan woohyun berhasil membuat lamunan chorong buyar. Chorong pun hanya sanggup membuat wajah kesal karena candaan woohyun itu. Tentu saja bukan itu alasannya saat itu gerutu chorong sambil mengerutkan bibirnya.

“Kau menyebalkan nam woohyun. “ ucap chorong lemah dan diikuti oleh suara tawa woohyun. “ Jangan tertawa seperti itu.” Gumam chorong sambil mengalihkan pandangannya.

“Kau tahu ronggie, apapun alasanmu waktu itu.Aku sangat senang ketika kau menemuiku waktu itu. Jika dipikir kembali aku harus bersyukur karena hal itu membuatku ingin mengenalmu lebih dekat.”sekali lagi woohyun berhasil membuat chorong terdiam karena ucapannya dan setelah itu woohyun  berjalan keluar dari kelasnya , lalu perlahan kameranya diarahkan ke arah wajahnya dan woohyunpun  membuka mulutnya kembali. “ Sejak saat itu kita menjadi semakin dekat, kita sering menghabiskan waktu bersama dan juga kita melakukan hal gila bersama.” Katanya sambil tertawa kecil. “Apakah kau masih mengingat salah satunya?” tanya woohyun sambil terus mengembangkan senyumnya.

Tentu chorong masih mengingat semua hal itu, hal gila apa saja yang pernah mereka lakukan chorong masih mengingatnya dengan baik- sangat baik malah. Bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama? mulai dari woohyun yang mengantar chorong pulang dengan sepeda kayuhnya padahal jika diingat kembali, rumah woohyun cukup jauh dari rumah chorong dan dengan gilanya woohyun rela mengkayuh sepedanya ke rumah chorong- demi apa woohyun rela melakukan hal itu?. Di setiap perjalanan pulang itu  mereka berdua salaing berbagi cerita dan juga menceritakan cita-cita mereka atau bahkan mereka juga saling melempar ejekan.  Belum lagi woohyun yang suka menyayikan sebuah lagu ketika chorong sedang sedih- hal itu sengaja woohyun lakukan untuk menghibur chorong  dan masih banyak lagi kenangan manis-aneh-gila-konyol diantara mereka berdua. Tanpa sadar chorong mengeluarkan tawa kecilnya karena hal itu.

Perlahan chorong kembali menatap layar monitornya, di sana woohyun sedang mengarahkan kameranya menuju sebuah tangga. Chorong tahu kemana woohyun akan pergi selanjutnya, ia akan menuju atap gedung sekolah- salah satu tempat favorit mereka. Atap gedung sekolah itulah salah satu saksi bisu kisah mereka yang sebenarnya dimulai.

“Aku yakin kau tidak akan pernah lupa dengan apa yang terjadi di atas atap gedung sekolah ini, my choco.” Kata woohyun dan mengarahkan kameranya ke arah anak tangga itu. Dan dari kejahuan nampak sebuah pintu. Tiba- tiba nafas chorong terhenti.

 

Saat itu chorong sedang menatap matahari terbenam, seulas senyum manis menghiasi bibirnya kala hembusan angin  menerpa wajahnya lembut. Entah mengapa hari ini chorong terlihat sangat senang dan ia mungkin sekarang nampak seperti orang bodoh karena ia sedang berdiri di atas atap gedung sekolah seorang diri. Tentunya tidak seharusnya ia masih berada di sekolah jika mengingat saat itu sudah menunjukkan pukul 04;56 sore. Meski keadaan saat itu sudah cukup sore,  ia tetap setia menunggu pria itu.

 

Chorong adalah seorang gadis yang selalu menepati jajinya, jika ia mengatakan ia kan menunggu maka ia akan menunggunya meski ia harus menunggu lama. Di lain sisi Chorong yakin bahwa pria itu pasti datang untuk menemuinya.

 

Ia terlihat masih bersabar untuk menunggu pria itu datang menemuinya, banyak hal gila yang sedang chorong pikirkan saat ini. sesekali ia bermain dengan ujung rambutnya dan membiarkan hayalan gilanya terbang ke bulan dan tidak membiarkan hayalananya kembali ke bumi. Karena ia tahu setiap ia menghabiskan waktu dengan pria itu ada saja hal gila yang mereka lakukan bersama.  

 

Dan tiba-tiba seseorang menutup kedua matanya dari belakang, bukannya malah takut atau berteriak – chorong hanya sanggup mengeluarkan kekehan geli. Ia tahu seseorang yang melakukan hal konyl itu, siapa lagi kalau bukan pria yang bernama Nam Woohyun- Pria dengan sejuta ide gila yang berhasil memiliki tempat istimewa di hatinya.

 

“Ya!! Kau sudah membuatku menunggu. Apa yang kau lakukan sebenarnya huh?” komentar chorong dengan mencoba nada kesal- tapi percayalah chorong tidak terdengar sedang kesal ketika mengatakan hal itu. “Ah satu lagi, kau sudah berjanji padaku untuk melihat bunga sakura bersemi siang tadi, tapi mengapa kau tidak datang huh? Kalau sekarang bunga sakuranya tidak terlihat indah, ini sudah terlalu sore.” Gerutu chorong dan masih tidak nampak ia sedang kesal.

 

“Maafkan aku choco, aku sedang menyiapkan sesuatu tadi.” Ucap woohyun sambil terus menutup mata chorong dari belakang.

 

“Apa yang kau siapkan namu? Mengapa kau tidak mengajakku? Siapa tahu aku bisa membantumu.”sambung chorong sambil berusaha untuk melepaskan tangan woohyun yang ada di matanya “ah dan satu lagi, bisakah kau melepaskan tanganmu, aku tidak sanggup melihat apapun.” Protes chorong yang diikuti dengan kekehan khas woohyun, namun nampaknya woohyun tidak mengabulkan permohonan chorong- ia masih menutup mata chorong dengan kedua tangannya.

 

“Kali ini aku ingin mendengar kejujuranmu, choco.”

 

“Ew, kejujuranku? Dalam hal apa? Apakah aku terlihat seperti tukang pembohong dimatamu?” komentar chorong yang kali ini mulai terdengar sedikit kesal.

 

“Hmm dalam hal apa saja.” Kata woohyun cepat sambil mengigiring chorong mendekati bibir atap gedung sekolah.

 

“Ya…ya… namu kau aneh… apa yang kau lakukan? Apa kau ingin menjatuhkan aku dari atap gedung sekolah ini?” tanya chorong gugup karena saat ini hayalan konyolnya mulai beraksi, ia berfikir bahwa woohyun adalah seorang psikopat yang akan membunuhnya dengan cara menjatuhkan dirinya dari atas atap gedung sekolah. Sontak hal itu membuat chorong takut dan ia berusa untuk melepaskan dirinya.

 

“H-hei… aku hanya ingin menunjukkan sesuatu, tenanglah…”  namun woohyun tidak sanggup menahan chorong , dan dengan terpaksa woohyun melepaskan tangannya dari mata chorong. Chorong terlihat sangat kesal dan ia ingin sekali  memukul bahu woohyun namun apa dayanya, chorong tidak akan mampu melakukan hal itu karena saat ini Woohyun sedang tersenyum padanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.- dan hal itu berarti ia sedang bercanda.    

 

“Nam woohyun ssi, kau tahu ini tidak lucu sama sekali.” Kata chorong dengan nada tegasnya, ia berjalan mendekati woohyun sambil meletakkan kedua tanggannya di pinggangnya. “Kau tahu aku sangat takut, aku kira kau seorang psikopat yang ingin membunuhkan dan kali iini aku akan membalas k…” kalimat chorong terputus ketika ia mendengar suara teman-temannya berteriak menyebut namanya dan woohyun.

 

“CHORONG WOOHYUN  ….CHORONG WOOHYUN…”

 

Mata chorong membulat ketika ia melihat beberapa teman kelas dan teman woohyun berdiri di lapangan belakang berteriak sambil membawa sebuah benner bertuliskan WOOHYUN CHORONG IS LOVE©

 

“N-namu mengapa mereka ada di sini dan membawa t-tulisan itu.” chorong berusaha untuk menahan dirinya , ia tidak ingin terlihat gugup karena hal itu. bisa saja kali ini woohyun sedang mengerjainya.

 

“Itu adalah sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu.” Kata woohyun sambil menggaruk kepalanya

 

“APA?”suara chorong meninggi, ia tidak sanggup menahan dirinya kali ini. ia tidak sanggup berfikir jernih, apakah woohyun sedang menyatakan cintanya padaku? batin chorong.

 

“Ya, Aku menyukaimu chorong.” Chorong hanya sanggup terdiam membeku di tempatnya. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat itu, perasaan terlalu senang hingga membuatnya tidak sanggup mengucapkan satu katapun. Ia mengunci bibirnya rapat. Perlahan woohyun menarik tangan chorong  lebih dekat dengannya. “Maukah kau menjadi kekasihku?”

 

Chorong masih belum sanggup memberikan jawaban, rasanya ia ingin berteriak dan ia ingin melompat-lompat kegirangan karena pernyataan cinta dari woohyun. Tapi untunglah chorong tidak melakukan hal itu, ia hanya terkejut dan begitulah- ia tidak menyangka jika woohyun juga memiliki perasaan yang sama dengannya.

 

“Ronggie, apakah kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku?”

 

Pertanyaaan woohyun membuyarkan lamunannya. Dengan cepat chorong menggelangkan kepalanya dan bersiap untuk memberinya jawaban. “A-aku juga memiliki perasaan yang sama, y-ya aku mau menjadi kekasihmu.” Pipi chorong mulai terasa panas dan hal itu membuat pipi chorong bersemu merah, iapun dengan cepat menutup wajahnya dengan kedua tanganya. Sedangkan woohyun hanya sanggup terkekeh melihat chorong yang nampak malu lalu woohyun-pun menarik chorong ke dalam pelukannya.

Chorong terdiam sesaat memori itu terulang kembali bak sebuah film yang dapat ia lihat dengan jelas. Tidak banyak yang bisa chorong lakukan, jantungnya berdesir cepat dan ia masih sanggup mengingat setiap detail kenangan sepuluh tahun lalu. Saat itu woohyun juga perna berkata “apakah kau percaya  mitos sekolah yang mengatakan jika seseorang menyatakan perasaannya di atas atap gedung sekolah saat bunga sakura merekah , cinta mereka akan abadi selamanya?” chorong menyentuh jantungnya yang kini berdebar tidak menentu, setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Mungkin saat itu chorong sangat mempercayai mitos itu, namun sekarang chorong menyadari sesuatu bahwa, cinta mereka tidak akan mungkin abadi seperti mitos yang pernah ada – mitos hanyalah mitos.  Banyak hal yang telah terjadi diantara mereka, kejadiaan demi kejadian mereka lewati bersama namun, sekuat apapun cinta mereka tetap saja mereka harus berpisah dan muungkin harus saling melupakan.

Chorong mengigit bibirnya untuk mempertahankan dirinya, ia tidak boleh menangis dan ia yakin jika ia menangis saat ini akan membuat rekan kerjanya khawatir atau malah mungkin menganggu mereka bekerja. Diiusapnya air mata yang berada di pipinya dengan cepat lalu ia melihat ke arah monitor kembali, ia sanggup melihat woohyun sedang berada di bibir gedung sambil mengarahkan kamera pada setiap sudut atap gedung itu.

“Sudah banyak yang berubah. Pohon sakura pun sudah tidak ada lagi di sini, apakah kau masih mempercayai hal itu ronggie?” gumam woohyun. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut chorong , ia masih membisu dan pikirannya tidak mampu untuk berfikir dengan jernih. “ Sama denganku. Aku juga meragukannya, aku hampir tidak percaya diri untuk datang kembali ke dalam hidupmu my—ehm maaf maksudku Chorong.” Chorong hanya sanggup meremas tanganya ketika matanya bertemu dengan manik mata woohyun.  Chorong sanggup melihat raut wajah penyesalan pria itu.

Hening sejenak , woohyun mulai menutup mulutnya, raut mukanya berubah menjadi serius serta raut penyesalanpun nampak pada wajah pria itu. Chorong melihat woohyun sedang meletakkan handycam­-nya di atas diding bibir atap gedung. Woohyun-pun kembali membuka mulutnya kembali, “Maafkan aku chorong, aku sangat menyesal meninggalkanmu begitu saja. Tapi aku memiliki alasan, ayahmu benar. Jika saat itu kita memaksakan untuk melarikan diri aku tidak akan berani menjamin bagaimana kehidupan kita waktu itu. Selain itu keadaan usiaku yang terlalu muda , membuatku tidak sanggup berfikir untuk memutuskan jalan mana yang harus kuambil. Namun pada akhirnya, keputusankulah yang membuatmu menderita, maafkan aku.” Kata woohyun dengan suara parau. “Maafkan aku karena saat itu aku tidak mampu bertanggung jawab atas perbuatanku. “ lanjut woohyun dan diikuti dengan tangisan lirih chorong.

Chorong membekap mulutnya agar suara tangisananya tidak terdengar oleh rekan kerjanya. Ini gila dan bisa dikatakn konyol , bagaimana bisa woohyun tiba-tiba kembali seperti ini? Apakah dia tidak tahu jika segalanya telah berubah? Selain itu, kenangan kelam itu sudah ia kubur dalam-dalam tapi mengapa woohyun dengan mudahnya membukanya kembali? Kenapa dia baru kembali saat ini? Kemana saja dia waktu itu, ketika chorong berada dalam keadaan yang sangat terpuruk? Keadaan dimana ia harus menanggung segala rasa sakit dan penyesalan yang dalam, dimana dia? Dan untuk apa woohyun kembali lagi saat ini? untuk meminta maaf? Itu percuma!!

Chorong menjerit dalam hatinya dan ia merasa tidak sanggup untuk meneruskan video itu . Dengan gerakan cepat ia pun menghentikan video dan menghapusnya, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Chorong perlu menangkan dirinya, ia benar-benar tidak akan menyangka jika luka lamanya akan terbuka kembali seperti ini.

“Unie.” Chorong tersentak ketika seseorang menepuk bahunya, dilihatnya seorang gadis tinggi dengan rambut pendek sedang menatapnya khawatir. “Apa kau baik-baik saja?” tanya gadis itu.

“Ah, a-aku baik-baik saja hayounggie.” Sambung chorong cepat sambil menghapus air matanya, chorong segera melemparkan senyum ke arah gadis bernaman hayoung itu.

“Kau nampak pucat uni, apa kau sakit?” Terlihat sekali hayoung tidak percaya dengan apa yang chorong katakan.

“Aku hanya lelah hayoung.” Gumam chorong yang akhirnya menyerah, ia tahu sekali bahwa dirinya tidak sanggup berbohong. Sehingga ia mengatakan hal itu. ia benar-benar lelah saat ini. “Bisakah kau membantuku untuk memberikan soft copy naskah ini ke tuan Lee , aku sudah menyelesaikan beberapa naskah berita.”

“Tentu unie, Kau bisa pulang untuk beristirahat. Nanti aku akan mengatakan kepada tuan lee  jika kau sedang sakit.”

“Terima kasih hayoung.” Kata chorong serak , perlahan chorongpun menyerahkan sebuah flash disk mini kepada hayoung.

“Apakah ada yang lainnya unie, bagaimana dengan berkas-berkas itu? apa perlu aku yang merapikannya?” lanjut hayoung sambil melihat meja chorong yang sedikit berantakan.

“Ah , tidak – itu saja hanyounggie. Terimakasih.” Ucap chorong dan diikuti dengan senyum dari hayoung. Rekan kerjanya itu hanya sanggup mengangguk dan segera berpamitan untuk pergi ke ruangan tuan Lee. Chorong nampak menghembuskan nafasnya pelan dan membuang sedikit rasa sesak di dadanya. Ia harus menenangkan dirinya, kepalanya mulai terasa pusing. Ia benar-benar butuh istirahat- tanpa pikir panjang lagi chorong membereskan meja kerjanya sebelum ia meninggalkan tempat kerjanya.

___

Sesampainya di apartemen, chorong langsung berjalan ke dalam kamarnya. Rasa pusing yang terus mengganggu membuatnya harus segera beristirahat. Chorongpun akhirnya merebahkan dirinya di atas kasurnya, sebelum menutup matanya chorong memijat pelipisnya untuk menghilangkan rasa pusingnya.

Tentu hal tersebut cukup membantunya , rasa pusing yang dialaminya pun sedikit hilang dan digantikan dengan rasa kantuk.  Perlahan chorong menutup matanya dan membiarkan dirinya tenang. Suasana apartemen yang sunyi dan gelap sangat membantunya, tidak lama kemudian chorong  pun berhasil tertidur dengan lelap dan membiarkan dirinya tenggelam dalam mimpi semunya.

 

Saat itu chorong melihat sosok woohyun sedang tersenyum padanya sambil membelai lembut pipinya. Chorong hanya sanggup menatap sosok pria yang ia cintai saat itu. Entah mengapa chorong sangat merindukan sentuhan pria itu, ia membiarkan woohyun menariknya lebih dekat dan perlahan pria itu menyentuh bibirnya dan menangkup bibirnya lembut.    

 

Chorong mungkin tidak pernah membayangkan akan seperti ini rasanya, ketika kekasihnya itu mencium lembut bibirnya serta bisikan cinta yang sanggup membuat hatinya luluh hingga Chorong tidak sanggup menahan dirinya, ia sangat mempercayai kekasihnya itu – apapun itu akan chorong berikan. Ia tidak peduli , asal ia bersama dengan kekasihnya ia yakin semuanya akan baik-baik saja.

 

Chorong juga tidak pernah menyangka bagaimana nyamannya sentuhan kekasihnya itu- sentuhan kekasihnya itu sangat lembut dan ia seakan belum pernah merasakan hal itu sebelumnya.Sentuhan lembut kekasihnya itu bagaikan candu yang membuat chorong mabuk  dan selalu menangih dalam setiap sentuhannya. Chorong pun berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan pernah melupakan tatapan penuh kasih sayang yang diberikan kekasihnya ketika mereka menjadi satu.

 

Rasa nikmat itu tidak bertahan lama dan berganti dengan rasa sakit yang tidak bisa ia jelaskan,rasa sakit itu disebabkan karena  chorong melihat sosok woohyun sedang meringkuk dengan luka lebam di  wajahnya. Air matanya tak terbendung lagi kektika  ia melihat kekasihnya itu dipukul dan ditendang oleh ayahnya. Tanpa pikir panjang lagi chorong berlari ke arah kekasihnya itu, ia harus menghentikan tindakan ayahnya.

 

“Appa cukup!!” teriak chorong sambil menahan tangan ayahnya.

 

“Kau bilang itu cukup! Dia sudah merusak masa depanmu!!” bantah ayahnya sambil menghempaskan tangan chorong.

 

“Tidak….” suara chorong lirih sambil menggelengkan kepalanya, ia melihat kekasihnya itu sedang tersenyum kecil ke arahnya. “Tidak ayah…”ulang chorong sambil berjalan ke arah kekasihnya, chorongpun memeluk kekasihnya itu. hati chorong terasa semakin sakit, kala ia mendengar bisikan kekasihnya itu.

 

“Aku tidak apa-apa, jangan khawatir hmm.” Seperti itulah kalimat yang disampaikan kekasihnya dan diikuti oleh tangisan piluh chorong.

 

“Chorong, pergi dari sana. Jangan membela pria sialan itu.” perintah ayahnya,  sedangkan chorong hanya bisa menggelengkan kepalanya bertanda tidak akan menuruti ayahnya. Chorong sanggup melihat amarah ayahnya sehingga rasa gentar menyusupi hati chorong saat itu namun ia mengesampingkan rasa takutnya dan ia semakin mempererat pelukannya demi melindungi kekasihnya.

 

Tuan Park terlihat semakin marah melihat hal itu, tanpa banyak bicara lagi Tuan Park menarik chorong paksa. Tentu bukan sesuatu yang mudah untuk melakukan hal itu, sebab chorong benar-benar sangat gigih untuk bertahan di sisi kekasihnya, namun sekuat apapun chorong- ia tidak akan mampu  melawan kehendak ayahnya , pada akhirnya tubuhnya terseret menjahui kekasihnya.

 

“Namu….” kata chorong di sela-sela tangisnya, ia melihat woohyun sedang mengulurkan tangan ke arahnya seakan tidak ingin berpisah darinya, begitu sebaliknya chorongpun melakukan hal yang sama. Sungguh chorong tidak ingin berpisah dari pria itu, karena pria itu adalah segalanya baginya.

 

“Paman maafkan saya, saya berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan saya. Saya mohon.” Rintih kekasihnya itu sambil berusaha bangkit.

 

“Tidak akan!!”

 

BLANK

 

suara pintu tertutup dengan keras itu berhasil  membuat chorong membuka matanya paksa. Sejenak chorong terhenyak terkejut menyadirinya dirinya sedang berada di taman bermain. Untuk beberapa saat chorong hanya sanggup terdiam, ia membutuhkan waktu untuk menyadari dirinya dan keadaan sekitarnya. Dilihatnya sebuah koper berwarna pink yang berada di sampingnya dan beberapa tas kecil lain miliknya, nampak ia akan bersiap akan pergi ke suatu tempat. Tapi kemana?…

 

Dan ah , chorong mengingat sesuatu- benar saat ini chorong sedang  menunggu woohyun. Mereka berdua akan melarikan diri dan berencana untuk menikah meski tanpa persetujuan kedua orang tua mereka. Memang konyol berencana untuk kabur seperti ini, tapi mau bagaimana lagi? Tidak ada hal yang bisa mereka lakukan selain  ini. Selain itu mereka berdua merasa sudah siap untuk membangun keluarga kecil mereka, mereka berdua yakin bahwa semua akan berjalan dengan lancar karena mereka berdua sudah merencanakan hal ini masak-masak.

 

Chorong mengosok-gosok kedua telapak tangannya ketika suhu saat itu semakin dingin, sesekali ia juga merapakan jaket tebalnya untuk menghangatkan dirinya. Chorong tidak sanggup mengingat berapa lama ia telah menunggu woohyun saat itu, yang jelas ia tetap menunggu kekasihnya itu datang. Namun entah mengapa ada perasaan aneh yang terus menyelimutinya, tiba-tiba saja ia merasa khawatir jika sesuatu yang buruk akan menimpah dirinya dan woohyun. Entahlah perasaan aneh itu sangat menganggu sehingga chorong memutuskan untuk menunggu woohyun di depan pagar taman saja.

 

Jantung chorong terus berdetak tak menentu kala menyadari hari semakin larut dan salju mulai turun lebih lebat dari biasanya. Ia sedang berdiri sendiri di depan pintu taman bermain sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok kekasihnya- Nam Woohyun. Tapi sayang sekali kekasihnya itu belum menampakkan dirinya.

 

“Namu, dimana kau berada?” gumam chorong sambil mendekap dirinya. rasa khawatir itu terus menghantuinya dan membuatnya semakin panik. Tubuh chorong mulai bergetar ketakutan, prasangka buruk terus menyelimuti pikirannya dan chorong tidak sanggup menepis semua prasangka buruk itu.

 

Lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang berlari ke arahnya, chorongpun memincingkan padangannya ke arah sumber suara tersebut. apakah itu woohyun? Entahlah, saat itu tidak terdapat banyak lampu penerang jalan, sehingga hal itu membuatnya chorong harus ekstra hati-hati. Bagamaina jika orang itu bukan woohyun? Untuk beberapa saat chorong hanya sanggup mematung karena ia tidak tahu apa yang harus ia lalukan, haruskah ia melarikan diri saat ini?

 

Tubuh chorong bergetar semakin hebat dan nafasnya memburu ketika seseorang itu berlari semakin dekat dengannya. ia harus melarikan saat ini, iya ia harus. Dengan sekuat tenaga chorong menggerakkan kakinya itu berjalan menjauhi orang itu dan tanpa di sangka orang itu memanggil namanya kini. Entah mengapa chorong merasa takut dengan orang itu, ia yakin orang itu bukanlah woohyun.

 

Chorongpun berusaha berlari dari orang itu namun nampaknya chorong sudah terlambat, orang itu berhasil menahan lengan chorong dan seketika chorong terdiam di sana.

 

“Mau pergi kemana kau?” chorong terkejut mendengar suara itu sangat familiar.

 

“A-ayah.” Nafas chorong terhenti kala ia melihat jelas wajah ayahnya. “Aku akan pergi bersama woohyun, jangan campuri urusan kami.” Sambung chorong sambil melepaskan tangan ayahnya. “Izinkan kami pergi, kami tidak akan menyusah…..”

 

“CUKUP Chorong!!” potong ayahnya kesal, sedangkan chorong hanya sanggup mengunci mulutnya. “Jangan bertindak bodoh, ayah tidak mengizinkanmu pergi kemanapun!” lanjut ayahnya tegas dan tanpa persetujuan chorong, ayahnya mengambil alih koper milik chorong. “Ayo pulang!” perintah ayahnya sambil menarik tangan chorong.

 

“Tidak!!” kata chorong keras kepala.

 

Hening sejenak , tidak ada percakapan yang keluar dari kedua orang tersebut. ayah chorong masih terdiam di tempatnya sedangkan chorong masih terus memasang mata tajamnya ke ayahnya. Tatapan tajam chorong menggambarkan amarah kebencian kepada ayahnya, chorong nampak marah karena ia masih mengingat dengan jelas bagaimana ayahnya menghajar kekasihnya tanpa ampun.

 

“Pulanglah, ayah akan memberi restu padamu dan pria itu.”

 

“Bohong.” Sahut chorong dingin, chorong menghempaskan tangan ayahnya dan ia mulai berjalan menjahui ayahnya. “Aku membencimu ayah. Kau pembohong.” Itu adalah kalimat terkejam yang pernah chorong ucapkan kepada ayahnya. Dan tanpa memikirkan perasaan ayahnya , chorong pergi berlari menjahui ayahnya. Ia ingin segera melarikan diri, ia tidak ingin bertemu lagi dengan ayahnya.

 

Chorong yang saat itu merasa kalut setelah mengatakan kalimat itu, terus berusaha berlari tanpa memperhatikan sekitarnya. ia terus berlari dan membiarkan air matanya jatuh membasahi pipinya. Air mata itu menandakan sebuah  rasa peneyesalannya , ia merasa berdosa sekali mengatakan hal kejam itu pada ayahnya. Namun chorong tetap mengesampingkan rasa penyesalan itu, dia memilih untuk terus berlari – berlari dari segala kenyataanya. Ia ingin bahagia bersama kekasihnya-Nam Woohyun.

 

Dan tepat saat itu juga terdapat sebuah mobil dari arah berlawanan sedang melaju dengan cepatnya. Suara klakson mobil tersebut membuyarkan kesunyian malam itu, chorong hanya bisa terdiam pasrah ketika mobil itu melaju tepat dihadapannya. Kakinya seakan tidak bisa bergerak saat lampu sorot mobil itu menghujaminya, mungkin sudah terlambat baginya untuk menghindari mobil itu. Chorong memejamkan matanya seakan ia benar-benar menyerah dan ingin melepaskan segalanya.

 

Mungkin mati adalah jalan terbaik dari semua ini….

 

TIDAK! PARK CHORONG !

 

TIIIINNN!!

 

Chorong terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersenggal-senggal dan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Ia pun merapatkan dirinya dengan selimutnya , ia benar-benar tidak mengerti mengapa mimpi buruk itu kembali hadir dalam tidurnya. Dan belum lagi suara pria yang ada dalam mimpinya, suara itu  selalu  menghantuinya , Siapa pemilik suara itu?Apakah itu suara woohyun? Tentu saja bukan, dia tidak datang saat itu Park Chorong bodoh.  Entah siapa pemilik suara pria itu yang jelas seluruh kejadian yang ada di mimpi itu terasa sangat nyata baginya.

“Lupakan park chorong, itu hanya mimpi.” Gumam chorong pada dirinya sendiri, iapun perlahan memejamkan matanya kembali. Sedetik , dua detik – chorong mendesah pelan, ia tidak bisa memjamkan matanya. “Apa yang harus kulakukan.” Imbuhnya putus asah.

Untuk beberapa saat chorong masih memeluk dirinya di balik selimut. Ia benar-benar takut jika harus melihat bayangan masa lalunya itu, meskipun itu semuanya hanya mimpi namun tetap saja hal itu selalu berhasil membuatnya mengingat masa kelamnya. Rasa sakit yang dahulu telah ia kubur kini rasa itu kembali lagi bahkan jauh lebih perih , chorong ingin melarikan diri dari rasa sakit yang menyiksa itu. Namun sayang, sekuat apapun ia mencoba melarikan diri, tetap saja  ia masih  terperangkap dalam masa lalunya itu. Ia sangat tersiksa, setetes air mata jatuh membasahi pipinya diikuti dengan rasa takut dan penyesalan mendalam.

“Maafkan aku sayang, karena kecerobohanku kau….” chorong mulai terisak sambil menyentuh perutnya.” Maafkan aku , aku tidak bisa menjagamu..” imbuhnya di sela-sela tangisnya. Chorong tidak sanggup memaafkan dirinya karena apa yang telah ia lakukan saat itu. Seharusnya ia bisa mengendalikan emosinya , jika saja waktu itu dapat ia putar ia berjanji akan melindungi janinnya. Dan jika saja ia tidak mengalami keguguran saat itu, ia yakin saat ini ia tidak akan kesepian- ia akan tidur bersama dengan buah hatinya itu. Mungkin saat ini saat ini buah hatinya sudah masuk di bangku SD ataupun SLTA , chorong ingin sekali memeluk buah hatinya namun sayang semuanya hanya ada di dalam hayalan semunya. Semuanya tidak nyata, hal itu terjadi karena kebodohan dirinya – Andai saja waktu dapat berputar kembali…

Isak tangisnya dalam sepi terdengar sangat memiluhkan,  chorong tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk melepaskan dirinya dari masa kelam itu. Dan sudah sepuluh tahun berlalu kenangan kelam itu masih tetap menjadi momok bagi chorong.

 

PING!!

Chorong sedikit tersentak ketika ia mendengar suara pesan teks dari ponselnya, dengan tangan yang bergetar ia mengambil ponsel yang berada di atas laci dekat ranjangnya. Perlahan ia membuka isi pesan teks tersebut, Chorong sempat terdiam sebelum membaca pesan itu, ia sedang memperhatikan nomor asing yang tertera di layar ponselnya.

 

[Unkwon number 11;55 p.m]Keluarlah, Aku sedang menunggumu.

Next

Advertisements

10 thoughts on “[PROJECT Man in Love] Man In Love ‘ Officialy Missing You’ CHAPTER I

    1. hai erlin ^^ terimakasih sudah membaca ffku heheh
      iya ini lagi on going ffnya, ditunggu ya heheheh
      biar g ketinggalan subbing aja wp kita ^^ biar kalo ada updatetan terbaru kamu bisa langsung baca :3

      Like

  1. Nunna, daebak! Aku ingat banget ini chanyeol dan ‘you’. Tapi dalam sekejap dan ting! Ini berubah jd woohyun dan chorong. Ini serius bikin baper. Masalalu kelam rupanya. Harus dilanjut serius dan you know what, cara km membawakan cerita juga bhasamu semakin daebak! 😀

    Like

    1. wkwkwkwk makasih author sora XD
      komenanmu bisa dijadiin penyemangat hahaha
      makasih ya sudah mau membaca dan memberikan komentar ^^
      saranghaeXD

      Like

  2. Chapter dua nya msih blum kluar yaa,,pdahal penasaran bnget sma klanjutannya…saya smpe baca berkali kali chapter 1 lohh ..d tunggu ya klanjutannya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s