Comedy · Fanfiction Contest · Friendship · G · Genre · Length · One Shoot · Rating · School Life

[FF Contest] ICE SNOW FLOWER


IMG-20150911-WA0001

Tittle: Ice Snow Flower

Cast: Jeong Nara ll Jeon Jungkook ll Kim Taehyung

Author: Rin Shika (Wahyuningtias)

Genre: friendship, little comedy

Poster by minariFini

Quotes:

“persahabatan itu seperti bunga. Jika kau merawatnya maka akan indah. Tapi, jika kau menghiraukannya dia akan rusak dan layu.”

–Jeon Jungkook

“Aku merasa jika keluargaku tidak utuh tidak masalah. Tapi sebagai gantinya aku ingin memiliki persahabatan yang abadi dan utuh.”

–Jeong Nara

“Aku menganggap sahabat adalah sebagian dari keluarga.”

–Kim Taehyung

Summary:

“Jungkook itu dingin, sedingin ice. Dan Taehyung adalah sebuah bunga yang tumbuh saat cuaca dingin. Sedingin-dinginnya Jungkook dia akan luluh dengan butiran salju yang turun. Sedangkan Taehyung sang bunga akan luluh dengan butiran salju. Butiran salju tersebut adalah Nara. Setiap mereka bersama bukankah saling melengkapi? Butiran salju akan melindungi bunga, sedangkan ice akan melindungi butiran salju serta bunga tersebut.”

Prolog: “Kalian itu aneh. Mudah marah dan mudah berbaikan.”

“Kami mengkhawatirkanmu. Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat sangat kacau?”

“Aku takut akan merepotkan kalian. Jadi aku menutupinya. Maafkan aku sebelumnya.”

Hari pertama kali memasuki sekolah setelah liburan panjang apa yang kau rasakan? Malas? Bisa jadi itu terjadi. Bagi Jung Nara, seorang siswi dari SOPA itu adalah hal yang membosankan. Biasanya dia akan bangun disiang hari namun dia harus kembali bangun pagi. Lain Nara lain lagi Jungkook. Jeon Jungkook sahabat dari Nara lebih malas jika harus melewati sarapan pagi bersama keluarganya. Mempunyai orang tua yang mengekang bukankah tidak enak?

Lain Jungkook dan Nara ada lagi Kim Taehyung. Namja periang sahabat dari Nara dan Jungkook lebih senang masuk sekolah. Dia lebih senang masuk sekolah karena dia akan bersama kedua sahabatnya lebih lama.

Xxxxxx

“Omo. Masih 20 menit lagi bel masuk. Ah imo membohongiku lagi.” ujar Nara sambil mempoutkan bibirnya. Hari ini dia berangkat terlalu pagi karena nya imonya telah membohonginya.

“Kau kenapa?” Tanya seseorang yang tiba-tiba menepuk pundak Nara.

“Jungkook. Kau sudah datang?” Tanya Nara.

“Ya.” Jawab Jungkook singkat.

“Annyeong yeorobun.” Teriak Taehyung saat memasuki sekolah. Sudah kebiasaanya menyapa semua orang dengan teriakkannya itu.

“Dia memalukan.” Gumam Nara pelan sambil menatap Taehyung aneh.

“Hay.” Sapa Taehyung sambil merangkul pundak Nara dan Jungkook.

“Kau ini memalukan.” Ujar Nara ketus. Taehyung hanya tersenyum menanggapi ucapan Nara.

“Hey kalian tumben sekali berangkat awal? Kalian pasti belum sarapan?” Tanya Taehyung sambil berjalan menuju kelasnya diikuti oleh Nara dan Jungkook.

“Tidak.” Jawab Nara dan Jungkook bersamaan.

“Baiklah-baiklah. Setiap pagi adalah hari dimana kalian akan ketus.” Ujar Taehyung.

Nara, Jungkook dan Taehyung sudah berada didepan papan pengumuman sekolah. Taehyung berusaha menerobos masuk kerumunan orang yang tengah mengantri untuk melihat dimana kelas mereka. Sedangkan Jungkook dan Nara hanya diam menunggu Taehyung yang sedang mengantri.

“Yess.” Teriak Taehyung didalam kerumunan.

“Yakk. Kita satu kelas lagi.” seru Taehyung yang tengah berada diantara kedua temannya.

“Aku mau duduk sendiri.” Ujar Nara lalu beranjak meninggalkan Jungkook dan Taehyung.
“Nara, tunggu dulu.” Ujar Jungkook sambil menarik pergelangan tangan Nara.

“Ada apa? Kau ingin duduk denganku? Kau duduk dengan Taehyung saja.” Ujar Nara tanpa berbalik arah.

“Aku tidak ingin duduk denganmu. Aku memang duduk dengan Taehyung. Tapi, apa kau tahu dimana kelas kita sekarang?” ujar Jungkook. Nara hanya diam tidak bergeming mendegar ucapan Jungkook.

“Yaakkk. Kita berada di 2-1. Nara kau duduk didepan kami. Kajja kita kekelas bersama.” Ujar Taehyung sambil menggandeng kedua lengan sahabatnya.

“Jungkook. Kau membuatku malu.” Ujar Nara sambil menunduk.

“Mian. Apa mood mu sangat buruk? Hingga konsentrasi mu kacau?” Tanya Jungkook sambil menoleh kearah Nara.

“Kalian itu aneh. Mudah marah dan mudah berbaikan.” Ujar Taehyung.

“Tentu. Kau kan yang membuat mood kami kembali baik.” Ujar Nara dan di setuju oleh Jungkook.

Xxxxxx

Bel istirahat berbunyi begitu cepat. Nara tengah berkutik dengan smartphonenya. Sedangkan Jungkook dan Taehyung sedang membicarakan sebuah komik anime keluaran terbaru.

“Nara. Kau hanya diam saja?” Tanya Jungkook sambil mendekat kearah Nara.

“Aniya. Aku sedang bermain game.” Ujar Nara sambil bergegas memasukkan smartphone nya kedalam kantong jasnya.

“Yakk. Ibu kepala membawakan makanan untuk kalian.” Ujar Taehyung sambil mengambil kotak bekal yang ditaruh didalam tasnya.

“Makanan?” seru Jungkook dan Nara kegirangan.

“ehem. Ttebeokki.” Ujar Taehyung senang melihat temannya yang terlihat bahagia.

Taehyung setiap hari selalu meminta ibu kepala untuk membuatkan makanan yang banyak untuk dibawanya kesekolah. Nara yang selalu kesiangan ketika bangun. Jungkook yang selalu bertengkar dengan Appa nya setiap pagi. Kedua sahabatnya memang jarang sarapan, dan dengan senang hati Taehyung akan membawakannya untuk kedua sahabatnya. Dan entah kenapa ibu kepala selalu senang jika disuruh membuat makanan untuk tiga orang sahabat ini.

“Taehyung. Sampaikan salam kami pada ibu kepala. Kami selalu merepotkannya.” Ujar Nara sambil membersihkan meja Jungkook dan Taehyung yang berserakan dengan kotak makan.

“Aniyo. Ibu kepala sangat senang memasakkan untuk kalian.” Ujar Taehyung sambil membantu Nara membersihkan meja.

“Apa kau kenyang?” Tanya Jungkook dan Taehyung bersamaan.

“Yakk. Kenapa kalian bicara bersamaan?” ujar Nara mengalihkan pembicaraan.

“Jungkook, kau yang mengikutiku.”

“Tidak, itu kau.” Ujar Jungkook dan Taehyung bersahut-sahutan.

“Ah. Mulai lagi.” ujar Nara sambil membalikkan badannya menuju arah papan tulis.

“Kami hanya bercanda.” Ujar Jungkook dan Taehyung sambil mencubit pipi Nara lalu berlari meninggalkan Nara.

“Ah. Menyebalkan.” Ujar Nara lalu tersenyum.

Xxxxxxx

“Kajja. Pulang bersama.” Tawar Jungkook pada kedua sahabatnya.

Awal ajaran baru para murid SOPA dipulangkan sore. Tentu para murid senior merasa bahagia.

“Mian. Tapi aku harus pulang duluan.” Pamit Nara pada kedua sahabatnya.
“Kau tumben sekali? Baiklah hati-hati.” Ujar Taehyung sambil menepuk pelan pundak Nara.

“Annyeong.” Ujar Nara sambil melambaikan tangan lalu bergegas meninggalkan sekolah.

“Hati-hati.” Teriak Jungkook.

“Arraseo.” Jawab Nara sambil tersenyum kearah kedua sahabatnya.

Xxxxxx

Matahari menyinari Seoul begitu cerah hari ini. Seperti biasa Jungkook selalu datang sangat awal dari kedua sahabatnya.

“Jungkookie.” Teriak Taehyung sambil berlari menuju Jungkook. Jungkook pun juga berjalan meninggalkan seorang Hoobae yang tengah menunduk tadi.

“Taehyung. Kau lama sekali.” Ujar Jungkook sambil memukul pundak Taehyung.

“Hey. Dimana Nara?” Tanya Taehyung sambil mengelus-ngelus pundaknya yang memanas akibat pukulan Jungkook.

“Entah. Kupikir dia akan berangkat bersamamu. Tapi ternyata dia belum datang.” Ujar Jungkook yang ikut kebingungan dengan Nara.

Ting ting ting ting~

Bel berbunyi. Tetapi Nara belum juga datang. Jungkook dan Taehyung menjadi khawatir dengannya.

Xxxxx

Ting ting ting

Bel istirahat telah berbunyi.

“Nara, kau ingin kemana?” Tanya Jungkook yang tahu jika Nara ingin beranjak.

“Aku bosan disini. Aku ingin ke balkon.” Ujar Nara lalu berjalan meninggalkan Jungkook dan Taehyung.

“Taehyung. Kau lihat kan? Dia begitu aneh hari ini. Datang terlambat dan sikapnya tidak seperti biasanya.” Ujar Jungkook sambil menautkan alisnya.

“Kau benar. Apa dia ada masalah?” Tanya Taehyung yang sedikit bingung.

“Kajja. Kita susul dia.” Ajak Jungkook sambil beranjak dari duduknya.

“Kajja.”

Xxxxxx

Nara tengah berada di balkon gedung SOPA. Pikirannya sangat kacau sekarang. Seoul atau Busan? Mana yang akan dia pilih? Di Seoul dia memiliki seorang Imo dan dua sahabat yang sangat menyanyanginya. Sedangkan di Busan? Dia memiliki seorang ibu yang melahirkannya.

“Ah. Aku tidak bisa.” Pekik Nara sambil mengacak rambutnya yang awalnya rapi.

“Nara. Ada apa denganmu?” Tanya seseorang yang tiba-tiba datang. Tentu saja itu Jungkook dan Taehyung. Nara tidak mengenal 1 murid pun disini kecuali kedua sahabatnya.

“Kenapa kalian ada disini?” Tanya Nara sambil menatap kedua sahabatnya yang tengah khawatir.

“Kami mengkhawatirkanmu. Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat sangat kacau?” Tanya Jungkook sambil mendudukkan dirinya disamping Nara.

“Kau ada masalah?” Tanya Taehyung yang entah darimana sudah duduk disamping Nara.

“Ya. Aku ada malasah.” Ujar Nara sambil menunduk.

“Ceritakanlah.” Ujar Jungkook dan Taehyung bersamaan.

“Aku… Akuu.” Ujar Nara gugup.

“Tidak apa. Kami akan membantumu.” Ujar Jungkook sambil menepuk pelan pundak Nara.

“Aku ingin membolos sekarang. Ada fansite BTS di daerah Gangnam.” Ujar Nara yang masih setia mendunduk sambil terkekeh.

“Yakk. Kau ingin mati?” ujar Jungkook yang tanpa sengaja memukul kepala Nara.

“Yakk. Tidak usah memukul kepalaku juga.” Ujar Nara sambil mengelus kepalanya.

“Kami pikir kau ini dalam masalah besar. Hanya karena ingin mendatangi fansite kau rela terlambat?” ujar Jungkook yang mulai terbawa emosi.

“Aku terlambat karena aku membantu menaikkan voting BTS di acara music.” Ujar Nara santai lalu menidurkan dirinya sambil menatap pemandangan langit.

“Kau fikir kami ini apa? Kami khawatir padamu dan kau tidak meminta maaf pada kami?” ujar Jungkook sambil sedikit berteriak.

“Yakk Jeon Jungkook. Kau membentakku?” Tanya Nara yang langsung bangkit dari tidurnya.

“Yaakk. Yedeura. Kita selesaikan bersama.” Ujar Taehyung berusaha memisahkan kedua sahabatnya.

“Aku tidak membentakmu!”

“Tidak membentak tapi terus berteriak.” Ujar Nara yang sedikit berteriak lalu beranjak untuk meninggalkan Jungkook dan Taehyung.

“Nara. Kau ingin kemana?” Tanya Taehyung yang berusaha mengejar Nara.

“Pergi. Lebih jauh lebih baik.” Ujar Nara lalu berjalan meninggalkan kedua sahabatnya.

“Yaakk.” Teriak Taehyung namun dihiraukan oleh Nara.

“Jungkook. Kau ini kenapa? Kenapa tiba-tiba marah padanya?” Tanya Taehyung yang terlihat frustasi melihat kedua sahabatnya bertengkar hebat. Tidak seperti biasanya, mereka selalu bertengkar dan akan mudah baikan. Namun sekarang mereka sangat aneh dimata Taehyung.

“Taehyung! Kau membela Nara? Jelas-jelas dia yang bersalah. Kau tahu kan kita sangat mengkhawatirkannya tadi? Tapi kenapa dia mempermainankan kita dengan jawabannya.” Ujar Jungkook terbawa emosi.

“Jungkook. Bukan maksudku untuk begitu. Tapi kau tahu kan seberapa sukanya Nara pada BTS? Dia akan melakukan apapun untuk melihat idolanya mendapatkan trophy pertamanya.” Jelas Taehyung yang berusaha mengerti Nara.

“Kau sama saja dengannya.” Ujar Jungkook lalu beranjak pergi meninggalkan Taehyung.

“Yaakk-yakk Jeon Jungkook. Jangan tinggalkan aku.” Ujar Taehyung yang berusaha mengejar Jungkook.

“Tidak usah mengejarku!!!” Bentak Jungkook.

“Jungkook.” Ujar Taehyung yang terlihat sedih. Tanpa menghiraukan Taehyung, Jungkook pun terus berjalan meninggalkan Taehyung.

“Ada apa dengan mereka?” gumam Taehyung.

Xxxxxx

Seminggu berlalu, namun keadaan masih sama. Dan entah kenapa mereka sudah memutuskan untuk pindak tempat duduk. Nara yang awalnya duduk dibangku kedua kini pindah ke bangku kosong yang terletak dibelakang sendiri. Jungkook sudah bertukar tempat duduk dengan Hong Bae. Dan sekarang Jungkook duduk dibangku paling depan. Sedangkan Taehyung masih setia duduk dibangkunya dengan Jungkook yang dulu. Namun kali ini bersama Hong Bae, bukan dengan Jungkook.

“Annyeonghassimikka.” Ujar Nara dengan nafas memburu. Sudah 8 hari terakhir dia terlambat masuk kekelas.

“Jung Nara. Kau terlamabat lagi!?” ujar Shim seongsaenim dengan nada yang sepertinya sedang marah besar.

“Mianhamnida ssaem.” Ujar Nara sambil menundukkan kepalanya.

“Istirahat nanti temui aku diruang guru. Cepat duduklah.” Perintah Shim seongsaenim pada Nara.

“Ne arraseo ssaem.” Ujar Nara lalu berjalan menuju bangkunya.

“Kau baik-baik saja?” bisik Taehyung saat Nara melewati bangkunya. Tanpa menjawab, Nara hanya tersenyum kearah Taehyung. Taehyung semakin khawatir karena wajah Nara terlihat sangat kelelahan.

“Kemana saja dia seminggu ini?” gumam Taehyung sambil menempelkan ujung bulpoin pada sudut bibirnya.

Xxxxxx

Malam hari ketika makan malam terasa sangat hambar bagi Taehyung. Biasanya makan malam adalah saat dimana mereka berchat ria melalui line. Namun sudah seminggu ini smartphone Taehyung tidak ada tanda-tanda akan berbunyi.

Taehyung menceritakan semua yang terjadi pada Nara, Jungkook serta dirinya. Dia mengatakan bahwa selama satu minggu terakhir nilai sastra nya sangat buruk. Sedangkan nilai Matematika Nara sangat buruk bahkan dia mendapat hukuman dua kali lipat karena tidak mengerjakan tugas-tugas matematikannya. Sedangkan Jungkook dia berusaha keras belajar pelajaran seni hanya untuk ulangan harian kemarin. Taehyung tahu bahwa jika mereka bertiga bersama mereka akan melakukan hal yang tidak mereka bisa bersama-sama. Taehyung memang lemah dalam pelajaran Sastra, sedangkan Nara sangat unggul dibidang Sastra. Nara lemah dibidang matematika, tapi ada Jungkook yang sangat mahir matematika. Lalu Jungkook lemah dibidang Seni karena orang tuanya sangat membenci Jungkook belajar seni. Tapi Jungkook punya Taehyung yang sangat pandai dalam bidang seni. Bukankah mereka saling melengkapi satu sama lain?

Xxxxxx

“Taehyung. Mau pulang bersama?” Tanya Hong Bae yang tengah berjalan bersama Taehyung. Hari ini Taehyung dan Hong Bae ada latihan paduan suara, jadi mereka pulang sangat larut.

“Kau duluan saja. Aku ingin pergi ke mini market. Adikku kehabisan stock susu kotaknya.” Ujar Taehyung sambil tersenyum kearah Hong Bae.

“Baiklah. Aku duluan ya? Hati-hati dijalan.” Pamit Hong Bae lalu berjalan meninggalkan Taehyung.

Taehyung memasang headphone di telinganya. Sudah hobinya mendengarkan music. Taehyung berjalan sambil bersenandung, sedikit menghilangkan pikirannya yang sedang kacau.

“Kau pikir ini mini marketmu hah!? Kau membiarkan anak-anak kecil itu mengambil dua permen lollipop!!” ujar seseorang yang tengah memarahi penjaga kasirnya.

“Hanya dua lollipop saja seperti itu. Jahat sekali.” Ujar Taehyung yang tengah memilih susu untuk adikknya.

“Mianhamnida. Kau bisa potong gajiku.” Ujar sang kasir sambil membungkukkan badannya.

“Kau pikir gajimu berapa hah!?” ujar pemilik toko tersebut.

Namun tiba-tiba ‘plak’ orang itu menampar kasir tersebut hingga beberapa kali. Taehyung hanya mengintip dari balik susu kotak yang tengah berjajar rapi di raknya. Taehyung mengamati wajah gadis kasir tersebut. Taehyung seperti mengenal kasir tersebut.

“Kenapa kau hanya menunduk!? Cepat angkat wajahmu!!” teriak pemilik toko tersebut. Taehyung sangat kaget ketika gadis kasir tersebut mengangkat wajahnya.

“Nara.” Gumam Taehyung sambil membulatkan matanya. Taehyung berusaha menahan air matanya karena melihat Nara yang terus-terusan ditampar oleh pemilik toko.

“Ahjussi. Berapa harga dua lollipop yang di curi oleh anak-anak tadi?” Tanya Taehyung yang berusaha menghentikan pemilik toko yang terus-terusan memarahi Nara.

“Siapa kau!!” bentak pemilik toko. Nara yang penasaran pun mulai melihat siapa yang berbicara tadi.

“Taehyung.” Gumam Nara dengan mata berkaca-kaca. Dia sangat rindu dengan sahabatnya.

“Aku? Aku adalah hyung nya. Cepat katakan berapa harganya!!” ujar Taehyung. Dia sedikit membentak pemilik toko tersebut. Dia sunguh marah dengan pemilik toko tersebut.

“5ribu won.” Ujar pemilik toko tersebut.

“Ini uangnya. Dan mulai saat ini gadis kasir ini resmi keluar dari mini market ini.” Ujar Taehyung lalu menarik pergelangan tangan Nara.

“Taehyung tapi..”

“Hey. Siapa kau? Dia adalah karyawanku. Hey kau!!” teriak pemilik toko tersebut yang tidak dihiraukan oleh Taehyung.

Xxxxxx

Taehyung membawa Nara ketaman yang tidak seberapa jauh dengah mini market Nara bekerja. Nara tengah menangis sekarang. Dia merasa jika dia penyebab kerenggangan persahabatan mereka.

“Taehyung. Mianhae.” Ujar Nara yang masih sesengukkan.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan.” Ujar Taehyung sambil mengelus puncak kepala Nara.

“Kenapa kau bekerja? Apa ada seseuatu yang ingin kau beli?” Tanya Taehyung lembut. Taehyung sangat tahu betul Nara sangat takut jika dibentak. Maka dari itu dia menagis tadi.

“Aku bekerja untuk ke Daegu.” Ujar Nara sambil menghapus sisa air mata dipipinya.

“Daegu? Untuk apa?” Tanya Taehyung lagi.

“Taehyung, kau tahu kan eomma ku berada di Busan sedang kan appa ku berada di Daegu? Sewaktu liburan kemarin eomma ku menyuruhku untuk ke Busan. Dia berkata padaku bahwa dia sangat kesepian di Busan. Dia butuh aku, tapi aku tidak bisa pergi meninggalkan Seoul. Eommaku juga berkata bahwa dia sangat menderita karena appa ku tidak segera menceraikan eommaku. Padahal sudah 10 tahun tidak bertemu. Sebenarnya, aku bekerja untuk menguruskan eomma dan appa ku surat cerai dan juga aku harus pergi ke Daegu untuk tanda tangan appaku. Serta memberikan appa ku dana untuk pergi ke Seoul mengurus perceraiannya.” Jelas Nara dengan wajah sedihnya. Taehyung tahu bagaimana perasaan Nara sekarang.

“Apa kau yakin ingin mereka bercerai?” Tanya Taehyung menyakinkan Nara.

“Tentu. Aku tidak bisa melihat orang tua kuterus-terusan bertengkar jika bersama. Bukankah cerai lebih baik?” ujar Nara sambil memaksakan senyumannya.

“Jadi alasannya mu terlambat adalah karena bekerja paruh waktu hingga larut?” Tanya Taehyung yang berusaha memperolehh titik terang agar persahabatan mereka kembali.

“Ne.” Ujar Nara sambil menunjukkan senyumannya. Ini yang sangat dirindukan Taehyung.

“Kenapa tidak jujur diawal?”

“Aku takut akan merepotkan kalian. Jadi aku menutupinya. Maafkan aku sebelumnya.” Ujar Nara sambil menunduk.

“Jungkook akan menghukummu jika tahu kau berbohong seperti ini. Kkk” ujar Taehyung yang berusaha membuat suasana yang dia rindukan.

I need u girl wae honja saranghago~

Tiba-tiba ponsel Nara berbunyi.

“Siapa?” Tanya Taehyung.

“Seokjin oppa.” Ujar Nara lalu menerima telepon dari Seokjin. Taehyung merasa ada yang aneh. Jadi dia menyuruh Nara untuk mengeraskan suara teleponnya.

“Annyeong oppa. Waegeuraeyo?” Tanya Nara.

“Apa kau bersama Jungkook? Jungkook belum pulang sekarang. Aku sangat khawatir padanya. Sudah seminggu ini mengurung dirinya di kamar semenjak dirinya bertengkar hebat dengan appaku.”

Nara hanya menatap kosong kearah taman. Dia sedang berpikir sekarang.

“Hyung. Apa kau sudah menghubunginya?” Tanya Taehyung. Kini Taehyung mulai khawatir pada Jungkook.

“Nomornya tidak bisa dihubungi. Apa kalian tahu Jungkook dimana?”

“Balkon sekolah.” Gumam Nara berusaha menyakinkan dirinya.

“Nara. Benarkah Jungkook berada di balkon?” Tanya Taehyung yang kebingungan mendengar ucapan Nara.

“Taehyung. Cepat kita kesekolah.” Ujar Nara dengan nada khawatirnya. Setelah meminta izin pada Seokjin, Taehyung pun memutus sambungan teleponnya.

Xxxxxx

Nara dan Taehyung sedikit tercenggang ketika melihat tas Jungkook berada di atas tanah. Dan yang membuat mereka takut adalah isi dari tas itu berceceran, bisa dikatakan seperti habis dijatuhkan dari atas kebawah.

“Taehyung kau periksa disekitar sini. Aku akan ke balkon. Jika kau tidak menemukan Jungkook kau langsung menyusulku. Arra?” ujar Nara setengah Panik.

“Arra.”

Balkon sekolah~

Nara tercengang karena mendapati bahwa Jungkook tengah berada ditepi balkon. Tanpa banyak bicara Nara mengikuti apa yang Jungkook lakukan.

Jungkook yang melihat ada seseorang yang mengikuti dirinya berusaha melihatnya.

“Nara. Apa yang kau lakukan?” Tanya Jungkook pada Nara yang tengah melihat kearah bawah.

“Mengikutimu.” Ujar Nara sambil memasukkan tangannya di saku jaketnya.

“Turunlah. Jangan macam-macam.” Ujar Jungkook khawatir jika Nara juga akan bunuh diri.

“Shirreo.” Ujar Nara sambil terus menatap kearah bawah gedung.

“Ini tinggi sekali.” Gumam Nara pelan sambil menelan ludahnya kasar.

“Nara. Aku tidak main-main. Turunlah, aku menyanyangimu dan juga Taehyung.” Ujar Jungkook dengan sedikit berteriak.

“Jungkook, aku juga menyanyangimu. Aku juga mohon padamu untuk turun.” Ujar Nara dengan mata berkaca-kaca. Dia sangat takut kehilangan Jungkook sekarang.

“Aku juga menyanyangimu.” Ujar seseorang yang tiba-tiba mengikuti Nara dan Jungkook.

“Taehyung, kenapa kau juga ikut-ikut.” Ujar Jungkook yang semakin cemas.

“Jungkook. Kita pernah berjanji bahwa kita akan selalu bersama untuk meraih impian kita. Dan kau juga berjanji bahwa walaupun orang tua mu berkata bahwa kau akan jadi dokter sebisa mungkin kau tetap meraih impianmu. Dan kau membutuhkan kami untuk meraih impian mu. Dan kami juga membutuhkanmu.” Jelas Taehyung sambil tersenyum.

Jungkook tengah bimbang sekarang. Pertengkaran dengan appa nya membuat persahabatannya renggang. Sejujurnya dia ingin bunuh diri adalah karena orang tua nya yang terus-menerus memaksa Jungkook agar menjadi dokter bukan seperti impiannya. Orang tuanya juga memaksa agar Jungkook les setiap hari tanpa berhenti. Jungkook benar-benar stress saat itu, hingga dipikirannya hanya ada mengakhiri hidupnya.

“Mianhae.” Ujar Jungkook lalu turun dari balkon sekolah yang cukup tinggi. Nara dan Taehyung tersenyum melihat Jungkook yang mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

“Apa kau mau jujur pada kami apa masalahmu?” Tanya Taehyung sambil mendudukkan dirinya disamping Jungkook diikuti Nara.

Jungkook menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya. Kemarahannya pada Nara juga disebabkan oleh masalahnya dengan appanya. Hari itu, Nara juga menceritakan semuanya pada Jungkook. Taehyung sangat lega karena persahabatan mereka tidak akan pecah, karena Taehyung tahu bahwa dia, Jungkook dan Nara saling membutuhkan dan saling mengisi satu sama lain, bukan saling menggantungkan.

Xxxxxx

2 bulan berlalu cepat. Nara sangat frustasi karena target uang untuk menggurus surat perceraian orang tuanya belum juga terkumpul. Kini mereka tengah berada di sebuah café tempat Nara bekerja.

“Kau kenapa?” Tanya Taehyung yang mengetahui bahwa Nara hanya termenung dibangkunya.

“Masalah yang pernah kuceritakan dulu. Sudah 2 bulan aku bekerja tapi aku belum juga mendapatkan uang yang cukup.” Jelas Nara dengan wajah murungnya.

“Apakah ini?” ujar Jungkook sambil menunjukkan sebuah map berwarna pink.

“Apa itu?” Tanya Nara penasaran.

“Untukmu. Bukalah.” Ujar Jungkook dan Taehyung bersamaan. Nara membuka map tersebut dan sedikt berkaca-kaca.

“Apa ini?” Tanya Nara dengan mata berkaca-kaca.

“Surat perceraian eomma dan appa mu. Kami sudah membuatkannya. 5 hari yang lalu aku dan Jungkook pergi Daegu untuk meminta tanda tangan appa mu.” Ujar Taehyung sambil tersenyum.

“Kalian gila. Appaku sangat kejam. Bagaimana kau mendapatkannya?” ujar Nara lalu menghapus air matanya.

“Dengan bantuan eomma mu.” Ujar Jungkook sambil menghapus air mata Nara.

“Eommaku?”

“Ya. Eomma sudah menyelesaikannya.” Ujar seseorang yang tiba-tiba duduk dihadapan Nara.

“Maafkan eomma. Eomma terlalu penakut untuk menghadapi appa mu. Benar katamu Nara, 10 tahun tidak bertemu bukankah sangat pengecut? Eomma menyanyangimu.” Ujar eomma nya sambil memeluk Nara. Jungkook dan Taehyung menatapnya dengan sangat senang karena akhirnya mereka bisa melihat sahabatnya tersenyum dengan sangat lega.

“Eomma dengar kau juga bekerja untuk ini? Eomma bangga denganmu.” Ujar eomma Nara sambil mengeratkan pelukkannya.

“Yakk. Gomawoyo~” ujar Nara lalu memeluk kedua sahabatnya.

“Kau, aku dan Jungkook seperti ponsel, jika kita tercerai-berai, kau tahu kita akan hancur. Kami melakukan semua ini karena kami menyanyangimu. Kami tahu kau menyimpan luka itu sendirian. Jadi, sebisa mungkin kami akan membantumu.” Ujar Taehyung.

Nara bersyukur memiliki sahabat seperti Taehyung dan Jungkook. Dia juga tidak menyangka bahwa mereka dapat menemukan eommanya dan menyelesaikan masalah Nara.

Xxxxxxx

7 tahun kemudian…..

Nara slide~

Nara tengah berada di gedung MBC. Dia sedang melamar pekerjaan disana. Impiannya adalah menjadi seorang penulis naskah drama.. Jungkook dan Taehyung mengatakan jika Nara sangat berbakat, Jadi tidak ada salahnya dia mencoba meraihnya. Sebenarnya dia sudah mengirim beberapa naskah di MBC, namun sebanyak itu juga ditolak.

“Apa kau yang mengirim naskah berjudul Ice Snow Flower?” Tanya salah satu staff yang bertugas disana.

“Ne. itu aku.” Ujar Nara. Dia sangat cemas jika akan ditolak lagi. Mungkin direktur disini sudah hafal dengan wajahnya.

“Masuklah. Direktur menyuruhmu masuk.” Suruh staff tersebut.

“Ne. gomawoyo.” Ujar Nara sambil membungkukkan badannya.

Nara mulai membuka pintu ruangan direktur tersebut. Sungguh dia sangat gugup sekarang.

“Apa kau Jung Nara?” Tanya direktur tersebut sambil menoleh kearah Nara.

“Ternyata kau cepat berkembang juga. Aku menyukai naskah mu yang ini. Apa kau sangat menginginkan pekerjaan ini? Kau sudah mencoba lima kali disini.” Ujar sang direktur sambil mendudukkan dirinya dikursi kebanggannya.

“Tentu. Aku sangat ingin. Aku pikir jika aku terus belajar aku akan berkembang.” Ujar Nara sambil menunduk karena takut.

Tiba-tiba sang direktur menyodorkan sebuah map berwarna pink.

“Jika kau setuju bergabung disini kau harus tanda tangani kontrak ini.” Ujar sang direktur sambil tersenyum.

“Kau resmi menjadi penulis naskah untuk drama di MBC. Kuharap kau bisa temukan ide-ide baru yang cemerlang. Kau bisa bekerja mulai besok.” Ujar sang direktur sambil menjabat tangan Nara.

“Ne. Aku akan bekerja keras.” Ujar Nara sambil membungkkan badannya.

“Omo. Aku sudah terlambat.” Ujar saat selesai keluar dari ruang direktur lalu bergegas lari meninggalkan perusahan.

Xxxxxxx

Jungkook slide~

Jungkook tengah berada disebuah ruangan tunggu. Dia tengah memikirkan cara agar pembunuh tersebut dapat kalah telak hari ini. Jungkook sedang menangani kasus pembunuhan seorang siswa Sma. Jungkook adalah seorang pengacara. Hari ini adalah menentuannya untuk menjadi pengacara public atau tidak.

Ruang sidang~

“Pengacara Jeon. Apa kau ada bukti yang kuat tentang pembunuhan tersebut?” Tanya Hakim pada Jungkook yang sedari perpikir. Tiba-tiba Jungkook teringat bahwa 2 hari yang lalu dia dan Nara telah berhasil meng hack camera cctv yang selama ini disembunyikan pelaku.

“Hakim-nim. Aku ada bukti yang sangat kuat.” Ujar Jungkook sambil menyerahkan smartphonenya.

Hakim sangat kaget melihat apa yang terjadi di dalam video tersebut. Pelaku pernah berkata bahwa dia tidak ada disana pada saat kejadian. Tapi ternyata Jungkook berhasil menemukan video asli cctv tersebut.

“Pengacara Jeon. Darimana kau dapatkan ini?” Tanya sang Hakim yang terlihat salut pada Jungkook.

“Sahabatku sangat pandai menghack. Dia menghack video cctv yang disembunyikan oleh pelaku. Pelaku juga mengedit bahwa Park Je Soo yang membunuh, padahal Park Je Soo adalah yang menolong korban.” Jelas Jungkook sambil tersenyum kearah pelaku.

“Baiklah. Bukti pengacara Jeon sangat kuat. Jadi terdakwa Park Min Soo dijatuhi 10 tahun penjara.” Ujar sang hakim lalu mengetok palu.

“Pengacara Jeon, kau menang. Selamat kau akan jadi pengacara public mulai hari ini.” Ujar sang hakim sambil menjabat tangan Jungkook saat siding telah usai.

“Gomapseumnida Hakim-nim.” Ujar Jungkook sambil menundukkan badannya.

“Pengacara Jeon. Gomawoyo.” Ujar sang ayah korban sambil memeluk Jungkook.

“Ne Ahjussi. Aku harap Kang Shin Jae bisa bahagia disana.” Ujar Jungkook sambil tersenyum.

“Omo. Aku terlambat. Ahjussi, maafkan aku. Aku harus pergi.” Pamit Jungkook pada ayah korban. Jungkook segera berlari meninggalkan ruang sidang tersebut.

Xxxxx

“Big Kids. Big Kids.” Teriak para fans riuh.

Hari ini adalah hari showcase pertama untuk Big Kids. Big Kids adalah sebuah boyband bentukan Big hit entertainment. Mereka adalah adik dari BTS. Taehyung adalah salah satu member disana. Impiannya adalah menjadi seorang penyanyi.

“Taehyung. Kau kenapa?” Tanya Jisung sang leader.

“Ani hyung.” Ujar Taehyung cepat. Sebenarnya dia sedang menunggu kedua sahabatnya. Showcase sudah berakhir tapi kedua sahabatnya belum juga datang.

“Taehyung.” Ujar seseorang dengan nafas memburu.

“Tae-tae.” Ujar seseorang lagi dengan nafas memburu.

“Kalian terlambat.” Ujar Taehyung yang mengetahui bahwa itu adalah kedua sahabatnya.

“Mianhae. Tapi kami..” ujar Jungkook dan Nara bersamaan.

“Aku tahu. Kalian juga sedang berjuang untuk mimpi kalian.” Ujar Taehyung tersenyum.

Restoran~

Mereka bertiga memutuskan untuk makan disebuah restoran didekat tempat Taehyung showcase.

“Nara gomawo. Berkat keahlianmu menghack aku jadi pengacara public sekarang.” Ujar Jungkook sambil memeluk Nara.

“Yaakkk yak. Chukkae.” Ujar Nara sambil tersenyum.

“Taehyung-ah. Chukkae.” Ujar Nara dan Jungkook bersamaan.

“Gomawo.” Ujar Taehyung lalu memeluk kedua sahabatnya.

“Lalu bagaimana denganmu Nara?” Tanya Jungkook saat selesai melepas pelukannya dengan Nara dan Taehyung.

“Aku? Masih seperti biasanya.” Ujar Nara sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.

“Kau gagal?” Tanya Taehyung sambil menatap mata Nara.

“Kau ingin menipu kami lagi? ini apa?” Tanya Jungkook saat melihat sebuah map pink bertuliskan ‘MBC kontrak’.

“Jungkook. Kau mencuri?” ujar Nara lalu menyahut paksa map yang telah diambil Jungkook tadi. Seperti biasa, Nara dan Jungkook selalu bertengkar. Namun kali ini mereka telah dewasa. Jadi tidak akan terjadi seperti 7 tahun lalu.

Jungkook senang walaupun dia pernah dikekang menjadi seorang dokter tapi dia berhasil menjadi seorang pengacara public seperti yang dia cita-citakan. Nara telah menunjukkan pada sekolahnya yang dulu walaupun dia tergolong kategori anak malas dalam belajar dia juga punya bakat dan mampu mengembangkannya. Sama hal nya dengan Taehyung walaupun dia pernah terpuruk akibat ketidakadaan orang tuanya didunia, tapi dia berhasil meraih impiannya.

Xxxxxx

Flashback~

“Bagaimana menurutmu tentang persahabatan?” Tanya Nara sambil menatap langit biru yang cerah hari ini. Mereka tengah berada di balkon sekolah sambil tidur menatap langit biru.

“persahabatan itu seperti bunga. Jika kau merawatnya maka akan indah. Tapi, jika kau menghiraukannya dia akan rusak dan layu.” Ujar Jungkook sambil tersenyum.

“Walaupun aku tidak memiliki orang tua tapi aku memiliki kalian dan keluarga kecilku dipanti asuhan. Dan aku menganggap sahabat adalah sebagian dari keluarga.” Ujar Taehyung.

“Aku merasa jika keluargaku tidak utuh tidak masalah. Tapi sebagai gantinya aku ingin memiliki persahabatan yang abadi dan utuh.” Ujar Nara dengan senyuman dibibir manisnya.

“Lalu kenapa kalian memangilku ice?” Tanya Jungkook penasaran.

“Karena kau dingin. Sangat dingin dan hanya kami yang bisa meluluhkan mu.” Ujar Nara sambil terkekeh.

“Lalu kenapa kalian menyebutku sebagai bunga?” Tanya Taehyung yang ikut penasaran dengan julukannya.

“Taehyung kau itu adalah bunga kami. Kau mengobati kami dengan pesonamu. Kau 4D dan itu mampu membuat kami tersenyum walaupun keadaan sulit sekaligus.” Ujar Jungkook.

“Lalu kenapa kalian memberiku julukan salju? Apa aku mirip seperti putri salju?” Tanya Nara.

“Aniyo. Kau lembut selembut salju. Dan entah mengapa kami merasa bahwa setiap kami bersama mu kami sangat nyaman.” Ujar Taehyung.

Walaupun persahabat itu memang mudah didapatkan tapi persahabatan sangat sulit untuk dipertahankan. Layaknya sebuah air, persahabatan itu dapat dilihat dengan mata seseorang. Tapi persahabatan sulit digapai seperti air. Jika kalian benar-benar menyayangi sahabat kalian sebisa mungkin pupuk mulai sekarang kebersamaan dan kasih sayang agar persahabatan indah seiring dengan berjalannya waktu.

End

Advertisements

One thought on “[FF Contest] ICE SNOW FLOWER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s