Family · Ficlet · Genre · Length · Married Life · PG 17+ · Rating

[FF PROJECT MONSTAX] MY HUSBAND MINHYUK


tumblr_nqolhjLQeS1uw0vc5o1_500

Author : VizkyLee

Tittle : My Husband Minhyuk

Cast : Lee Min Hyuk (MonstaX)

Genre : Family , Husband , Wife , Children

Length :  Ficlet

Rating : PG 17+

 

Aku merasakan benda lunak yang basah menempel tepat di keningku , aku meraba-raba meja disamping tempat tidurku untuk mengambil hand phone yang sengaja aku letakkan disana. Pukul 06: 00 KST , waktunya aku bangun dan menyiapkan makan untuk keluarga kecilku . Aku menoleh kesebelah kananku , terlihat suamiku tercinta yang tersenyum kearahku.

“Good Morning yeobo” ucapnya sambil mengelus pipiku

“Good Morning too yeobo”

Aku menyibakkan selimut yang menutupi tubuhku setelah kesadaranku mulai terkumpul , namun sebuh tangan menahan lenganku.

“Kamu mau kemana yeobo” tanya suamiku

“Aku ingin membangunkan anak-anak lalu memasak makanan untuk sarapan kalian”ucapku dan Min Hyuk masih belum mau melepaskan tangannya dari lenganku

“Lebih baik aku saja yang membangunkan anak-anak , kamu yang menyiapkan sarapan untuk kami” ucapnya lalu mencium tanganku dan segera beranjak dari tempat tidur lalu keluar kamar

Sementara itu aku langsung masuk kedalam kamar mandi membasuh muka dan menggosok gigi , setelah itu pergi kedapur menyiapkan masakan untuk makan pagi mereka. Sesekali aku menatap kearah kamar anak-anak kami , tidak terdengar apa-apa . Aku heran sekali dengan Min Hyuk , dia masih saja ingin membangunkan anak-anaknya padahal Min Ji putru kami tidak suka jika Min Hyuk yang membangunkannya.

“Ayah…!”benar saja itu teriakan Min Ji pasti Min Hyuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Min Ji .

Min Hyuk pernah bercerita padaku jika dia selalu mendapat tamparan dan tendangan pada wajahnya saat membangunkan Min Jin putri kami , sementara Min Joon kembaran Min Jin hanya memandanginya sambil tertawa. Min Jin memang tidak menyukai ayahnya yang selalu mencium kedua pipi chubbynya berkali-kali dan mencubit hidungnya , itulah yang membuat Min Jin tidak suka jika Min Hyuk yang membangunkannya.

“Bunda…!”aku yang sedang menata masakan dimeja makan tersentak mendengar Min Ji memanggilku , setelah selesai akupun langsung pergi ke kamar anak-anak kami.

Aku melihat Min Hyuk dan Min Joon sedang bernyanyi bersama dengan tarian-tarian konyol khas mereka berdua , dan putri kami Min Jin menutup kepalanya dengan bantal .

“Ayah ajak Min Joon untuk membasuh muka dan menggosok gigi , biar aku yang mengurus Min Ji” ucapku pada Min Hyuk dia langsung menggendong Min Joon masuk kedalam kamar mandi

Akupun memberikan senyum pada Min Ji yang sudah menyingkirkan bantal dari kepalanya.

“Kenapa bukan bunda yang membangunka kami?ayah sangat kekanank-kanakan aku tidak suka” salah apa aku sampai putri kami menghina ayahnya sendiri

Memang Min Hyuk selalu melakukan hal yang konyol , aku dulu juga sangat membencinya melakukan hal-hal konyol. Oh ayolah putri kami masih kecil apa dia tidak sesuka itu melihat tingkah ayahnya. Dulu saat masih belum genap 1 tahun Min Ji sangat suka jika Min Hyuk melakukan hal konyol karena bayi menganggapnya itu lucu dan sekarang diumur 2 tahun dia sama sekali tidak tertarik dengan hal itu.

“Ayah ingin dekat denganmu sayang, nanti saja kita bahas lagi kamu harus membasuh muka dan menggosok gigi . Ayo bunda bantu” ucapku lalu masuk kedalam kamar mandi dimana Min Hyuk masih membantu Min Joon menggosokkan giginya.

“Putri ayah yang cantik mau ayah bantu menggosokkan gigimu” ucapnya dengan intonasi imut , aku ingin muntah rasanya . Pantas saja Min Ji tidak menyukai cara ayahnya itu karena dia mewarisinya dari aku .

Semua orang yang mengetahui saat itu aku dan Min Hyuk akan menikah sangatlah terkejut bahkan beberapa orang tidak percaya dan bilang jika itu hanyalah bohong. Memang kami tidak melalui tahap berpacaran seperti pasangan lain yang melaukan pernyataan cinta dan sebagainya, kami berdua di jodohkan karena kedua orang tua kita merupakan sahabat saat mereka di SMA dulu.

Menolak tentu saja aku menolak saat pertama tau siapa pria yang akan dijodohkan denganku , tetapi asalkan kalian tau pada penolakan waktu itu Min Hyuk menyatakan cinta padaku di depan kedua orang tua kami . Mereka bersorak ria , tetapi diriku tetap menolaknya dan ingin perjodohan itu batal . Ahli-ahli batal Min Hyuk semakin gencar mendekatiku mulai pengumuman pernikahan kami yang sengaja dia sebarkan diseantero kampus bahkan di tetanggaku membuatku marah dana mengancamnya , tetapi apa dia tidak menggubris ancamanku sama sekali.

“Bunda…” ucap Min Ji pelan , membuat lamunanku buyar

“Maafkan bunda sayang, sini bunda bantu” aku membantu Min Ji menggosokkan giginya, aku sekilah melihat Min Hyuk dari kaca dia juga sama sedang menatap kami Aku dan Min Ji.

Dia mengatakan sesuatu tanpa suara tetapi aku bisa menangkap jelas apa yang dikatakannya ‘ I Love U’ , aku tidak mebalasnya aku mengalihkan pandanganku pada putri kami lalu aku melihat Min Hyuk menggendong Min Joon untuk keluar dari dalam kamar mandi.

Anak kami berdua terlihat lahap saat makan, sesekali Min Hyuk membuat Min Joon tertawa mendengar leluconnya dan Min Ji cuek tidak peduli dengan apa yang dilakukan ayah dan adik kembarnya itu. Aku meninggalkan ruang makan untuk untuk bersiap-siap pergi ke kantor .

Saat aku akan memakai blazer tiba-tiba ada sebuah tangan menahan lenganku , dan aku melihat Min Hyuk berada dibelakangku.

“Kenapa kamu disini? Apa anak-anak sudah selesai makannya?”tanyaku padanya dia hanya menganggukkan kepalanya

“Biar aku bantu memakaikan blazermu ini yeobo”ucapnya lalu memasangkan blazer ketubuhku

“Kamu terlihat aneh hari ini yeobo, jangan bilang kamu melakukan kesalahan jadi kamu berbuat baik padaku”ucapku menebak apa yang diinginkan suamiku

“Tidak aku tidak melakukan kesalahan , aku hanya ingin membantu istriku saja dan aku lihat kamu tampak kurusan yeobo” ucapnya sambil memperlihatkan wajahku pada cermin , aku rasa tidak benar-benar kurus hanya pipiku saja yang tidak chubby lagi.

“Benarkah seperti itu?”aku masih mencurigainya suamiku itu usil , jadi ya tidak masalah jika aku tidak mempercayai perkataannya

“Aku serius yeobo, oh iya hari ini dan seterusnya biar aku saja yang mengantar mereka ke playgroup” aku memandanginya dan mengerjapkan mataku berkali-kali , apa aku mimpi

Bukan Min Hyuk tidak pernah mengantar mereka pergi ke sekolah hanya saja Min Ji tidak ingin jika Min Hyuk yang mengantarnya, jika kalian berfikir Min Hyuk tidak bekerja kalian salah besar. Dia bekerja walaupun tidak bekerja seperti aku dikantor , dia sekarang mengurus bisnis cafe dan restaurant miliknya.

“Tapi Min Ji tidak ingin jika kamu mengantarnya kesekolah yeobo” dia mengangkup pipiku lalu mengecup singkat bibirku

“Tenang saja aku akan memberikan alasan yang tepat agar dia tidak menolak jika aku yang mengantarnya ke sekolah” ucapnya lalu masuk kedalam kamar mandi

Akupun pergi ke kamar anak kami untuk melihat apa mereka sudah siap untuk pergi sekolah, mereka sudah mengganti piyama mereka dan sedang memasukkan peralatan sekolah mereka dan juga mainan.

“Anak-anak bunda sudah siap untuk berangkat sekolah” ucapku pada anak kembar kami

“Siap bunda , aku tidak sabar ingin bertemu dengan Seok Min dan memberikannya biscuit ini” ucap Min Joon sambil menunjukkan biscuit kesukaannya padaku

“Oh ya sepertinya hari ini bunda tidak bisa mengantar kalian pergi kesekolah” ucapku , ya lebih baik aku saja yang memberitau mereka dan memberikan alasan yang logis bukan aku tidak percaya dengan suamiku tetapi di pasti menyapaikan dengan cara yang tidak benar dan akan membuat Min Ji tidak percaya.

“Kenapa bunda tidak mengantar kami?” Min Ji menghapiriku untuk meminta penjelasan

“Bunda hari ini harus pergi kekantor lebih awal jika mengantar kalian dulu bunda akan terlambat dan bunda akan kena marah oleh bossnya jadi hari ini ayah yang akan mengantar kalian pergi sekolah” tiba-tiba Min Hyuk berbicara dari belakangku , Min Joon terlihat senang sementara Min Ji dia hanya diam saja tidak memperdulikan ucapan Min Hyuk

“Sayang kamu baik-baik dengan ayah ya , jangan cemberut gitu donk” ucapku pada Min Ji , dia hanya mengganguk lalu mencium kedua pipiku dan juga bibirku lalu keluar dari kamar . Dan aku melakukan hal yang sama pada Min Joon , lalu aku dan Min Hyuk keluar bersama dari kamar mereka berdua.

Min Hyuk tersenyum padaku dan melingkarkan tangannya pada pinggangku , aku menatapnya bingung dia bukanlah pria yang romantic seperti kedua temannya Hyun Woo dan Heo Seok . Bagaimana aku tau karena istri merekalah yang memberitauku , iri tentu saja tetapi aku tidak menjadi iri karena aneh jika melihat Min Hyuk merubah kebiasannya.

“tetaplah menjadi Min Hyukku jangan mencoba merubah kebiasaanmu” ucapku

“aku tetap Min Hyukmu yeobo , hati-hati dijalan” ucapnya lalu mencium kening dan bibirku

Aku menatap kepergian mobil yang dikendarai Min Hyuk dan anak-anak , apa karena Min Ji yang tidak menyukai dengan sifat Min Hyun sehingga dia merubahnya .

 

Sekertarisku terlihat khawatir dan dia berjaln mondar-mandir didepan ruang rapat , aku menghampirinya dan dia tampak lega

“Bu ada telfon dari sekolah si kembar mereka bilang jika Min Joon tiba-tiba badannya panas” aku tiba-tiba panic tetapi aku tidak ingin gegabah

“Apa kamu sudah menelfon suami saya?” tanyaku pada sekertarisku

“Pihak sekolah bilang jika mereka sudah menghubungi suami ibu , kemungkinan anak ibu sudah dibawa pulang”

“Saya sudah tidak ada rapat bukan, saya akan pulang sekarang “ ucapku lalu pergi meninggalkan kantor dan pulang kerumah.

 

Aku melihat mobil Min Hyuk masih terparkir di halaman dengan segera aku memarkirkan mobilku dan masuk kedalam rumah , aku melihat Min Ji yang terlihat khawatir

“Bunda Min Joon , dia tiba-tiba tubuhnya panas sekali” ucap Min Ji padaku

“Kamu jangan khawatir ya , Min Joon pasti baik-baik saja. Apa kamu sudah makan siang sayang?” Min Ji menggelengkan kepalanya

“Kamu harus makan dulu , bunda tidak mau melihat kamu sakit . Bunda panggil ayah dulu biar menemani kamu makan” Min Ji mengangguk patuh

Min Hyuk kaget melihatku sudah berada dirumah sebelum waktu jam pulang kantor

“Yeobo , kenapa kamu sudah pulang?” kenapa dia harus bertanya seperti itu , aku ibunya dan aku sangat khawatir bagaimana bisa aku bekerja sementara anakku sakit.

“Aku khawatir lebih baik meninggalkan pekerjaan dari pada meninggalkan anakku yang sakit” ucapku dengan nada sebal

“Lebih baik kamu temani Min Ji makan biarkan aku yang menjaga Min Joon”

“Tetapi kamu baru saja datang dan pasti kamu lelah setelah bekerja” ayolah aku tidak lelah sama sekali

“Mungkin tuhan membuat Min Joon sakit agar kamu bisa dekat kembali dengan Min Ji , ayolah temani dia makan Min Hyuk” Min Hyuk akhirnya menyerah tidak lagi mendebatku dan keluar dari kamar .

 

Aku mengatakan hal demikian karena aku merasa jika Min Hyuk sekarang lebih dekat dengan Min Joon , dulu saat awal mereka berdua lahir Min Hyuk benar-benar menyanyangi keduanya . Tetapi saat si kembar akan memasuki umur satu tahun Min Hyuk terlihat sangat menyanyangi Min Ji dari pada Min Joon . Dan alasan bodoh keluar dari mulut manis Min Hyuk , karena Min Ji akan tertawa jika Min Hyuk melakukan hal konyol dan Min Joon akan menangis jika melihat ayahnya melakukan hal itu padanya.

Namun , sekarang Min Hyuk lebih meluangkan waktu bersama dengan Min Joon walaupun biasanya dia akan mengajak Min Ji untuk bermain tetapi Min Ji tidak mau dan pergi meninggalkan Min Hyuk dan Min joon. Tetapi aku merasakan jika Min Ji tidak benci pada ayahnya hanya saja di merasa jika Min Joon telah mengambil Min Hyuk darinya, mungkin ini kesempatan bagi Min Ji dan Min Hyuk untuk dekat kembali.

 

“Bunda aku haus “ ucap Min Joon , aku tidak menyadari jika dia sudah bangun

“Apa kamu ingin makan Min Joon ah?” dia mengangguk lemah , aku menggendongnya dan membawanya ke ruang makan

“Makanan untuk Min Joon mana “ ucapku pada Min Hyuk yang sibuk di dapur

“Apa Min Joon sudah lebih baik bunda?” tanya Min Ji

“Aigoo uri prince, cepat sembuh ya nanti ayah janji bakal beliin Min Joon mainan baru” bodoh aku mengumpat dalam hati, apa dia lupa jika anaknya kembar?. Dan aku melihat Min Ji menghentikan makannya, apa dia marah dengan ucapan Min Hyuk?.

“Aku sudah kenyang” ucap putri kami , aku mencegahnya tetapi dia melepas tanganku dan berlari menuju ruang TV

Aku menatap Min Hyuk yang terlihat senang melihat Min Joon makan dengan lahap, merasa diperhatikan akhirnya Min Hyuk menatapku juga.

“Ada apa yeobo?”dia benar-benar tidak peka

“Kau membuatnya marah” ucapku tanpa suara , aku tidak mau Min Joon mendengar ucapan kami.

“Apa salahku ? Aku tidak mengatakan suatu hal yang akan membuatnya marah dan aku tidak melakukan hal konyol didepannya” ucapnya tanpa suara juga, dia masih mengelak

“Kau mengatakan jika akan membelikan Min Joon mainan , dan kau lupa jika anakmu tidak hanya Min Joon” dia membulatkan matanya

“Mianhae… aku benar-benar ayah yang tidak peka, apa yang harus aku lakukan yeobo?”tanyanya padaku

“Kamu temani dia dan buat dia tidak marah padamu , kau harus membuatnya menyanyangimu kembali Min Hyuk” ucapku kembali dengan suara

“Aku tidak mau tau kamu harus memperbaiki hubungan kalian berdua hari ini dan besok kalian berdua harus seperti waktu mereka berdua kecil” ucapku lalu membawa Min Joon kembali ke kamarnya

Aku berusaha menidurkan Min Joon, walaupun dia sakit tetapi susah sekali untuk tidur . Aku penasaran apa yang dilakukan oleh Min Hyuk dan Min Ji , tidak terdengar suara obrolan mereka atau gelak tawa mereka hanya keheningan yang terasa saat ini.

Setelah Min Joon terlelap akupun memutuskan untuk melihat apa yang sedang dilakukan Min Hyuk dan Min Ji , aku mencari mereka berdua di ruang tv tidak ada bahkan dihalaman rumahpun tidak ada. Aku baru menyadari jika mobil Min Hyuk tidak terparkir dihalaman , apa mereka berdua pergi keluar.

 

Sebelum aku sempat masuk kembali kedalam rumah , aku mendengar suara mesin mobil dan aku melihat mobil Min Hyuk masuk kedalam halaman rumah. Aku melihat Min Hyuk memutari mobil dan membuka pintu depan lalu menggendong Min Ji yang sedang tersenyum padaku. Dan membuka pintu belakang mengambil barang-barang yang aku tau itu adalah mainan, saat aku akan meminta Min Ji untuk turun dari gendongan Min Hyuk dia menolaknya.

“Kamu membawa ini saja” Min Hyuk memberikan dua kantong besar yang bertuliskan sebuah merk tas dan sepatu terkenal. Aku berfikir apa dia juga membelikanku hadiah?.

Aku mengikuti mereka dari belakang , tidak terasa bibirku ikut tersenyum saat melihat Min Ji tersenyum senang dalam gendongan Min Hyuk . Sepertinya mereka berdua sudah baikan dan Min Ji tidak ingin melepaskan Min Hyuk darinya.

“Bunda akan bantu mengganti pakaianmu Min Ji” ucapku pada putri kami , tetapi dia menggelengkan kepalanya

“Aku bisa sendiri bunda” ucapnya lalu mengambil piyama di walk in closet yang sengaja aku buat untuk dirinya.

“Ini untuk siapa?”tanyaku pada Min Hyuk dengan mengangkat kedua kantong besar yang aku pegang

“Untuk siapa lagi yeobo , aku tidak punya wanita lain selain kamu istriku” ucapnya sambil tersenyum lebar , Min Hyuk bukan pria yang akan dengan senang hati memberikan barang-barang mahal seperti ini.

 

Saat berpacaranpun aku tidak pernah menerima barang apapun darinya , hanya cincin pernikahan saja barang satu-satunya yang dia berikan dan tentunya berkesan. Jangan beranggapan aku adalah wanita matre ,  aku hanya iri mendengar dan melihat pasangan lain saling memberi sesuatu dan disini hanya aku saja yang memberinya tanpa mendapat balasan dari Min Hyuk. Dan betapa bodohnya aku jatuh cinta pada pria itu bahkan menikah dengannya dan melahirkan anak-anaknya , tetapi itu tidak penting dia memberiku barang atau tidak yang terpenting dia selalu ada untuk keluarganya disaat yang tepat.

 

“Bunda kenapa melamun? Sedari tadi aku panggil tidak menjawab” ucap Min Ji yang sudah berganti pakaian dan sudah merebahkan dirinya dikasur

“Maafkan bunda sayang, apa kamu mau bunda bacakan dongeng?”kebiasaan Min Ji dan Min Joon sebelum tidur harus dibacakan dongeng terlebih dahulu

“Tidak , aku ingin ayah yang membacakan dongengnya” oh Min Ji menginginkan ayahnya yang membacakan dongeng, baiklah mereka baru saja berbaikan dan membutuhkan banyak waktu bersama.

“Good night princess , sleep tight” ucapku pada Min Ji mengecup puncak kepalanya dan bangkit dari tempat tidurnya

Saat aku akan melangkahkan kakiku keluar kamar , Min hyuk menahanku dan mendekatkan tubuhnya lalu membisikkan sesuatu pada telingaku

“Aku akan menidurkan putri kecil kita , lalu aku akan menidurkanmu yeobo” ucapnya lalu menghembuskan nafasnya tepat dileherku

Aku tidak menanggapi perkataannya dan langsung beranjak menuju kamar yang terletak disamping kamar anak-anak kami, setelah membersihkan diri aku langsung merebahkan diriku di tempat tidur . Saat mataku akan terpejam sempurna , lampu utama kamar dihidupkan dan membuat mataku kembali terbuka.

“Kenapa kamu tidur? Aku bilang aku akan menidurkanmu yeobo” ucapnya sedikit kesal, dan menurutku itu kekanak-kanakan.

“Aku sangat lelah hari ini dan aku sudah mengantuk Lee Min Hyuk” dia langsung duduk diatas tempat tidur tepat disamping tubuhku

“Aku hari ini senang , kami sudah baikan” ucapnya bahagia , aku hanya menganggukkan kepalaku tidak semangat. Bagaimana tidak aku sudah mengantuk berat dan dia menyuruhku untuk mendengarkan ceritanya.

“Kamu benar yeobo Min Ji hanya tidak ingin aku selalu memperhatikan Min Joon, sekarang aku akan memperhatikan mereka berdua dan berusaha adil pada mereka berdua” ucapnya , syukurlah dia sudah berfikiran dewasa. Aku tidak menanggapi karena mataku terpejam , tetapi aku masih bisa mendengarkannya berbicara walaupun sedikit tidak jelas.

“Ahh yeobo bangun, masih banyak yang ingin aku ceritakan” heumm… sifat anak-anaknya keluar lagi , apa dia hanya bisa merajuk? Ayolah aku mengantuk.

Aku merasakan selimut yang menutupi tubuhku ditarik entah kemana , lalu aku merasakan Min Hyuk berada diatas tubuhku.

“Yeobo bangun” ucapnya sambil menciumi seluruh bagian diwajahku

“Ehmmm , aku mengantuk besok pagi saja” aku merasakan dia membuka kancing teratas piyamaku

“Lee Min Hyuk!”bentakku padanya , dia tersenyum menang

“Akhirnya kamu bangun yeobo” ucapnya lalu mencium bibirku dengan kasar , aku meronta dengan memukul dadanya agar melepaskan ciumannya.

“Maafkan aku” ucapnya setelah bibirnya lepas dari bibirku

“Aku rasa kamu tidak mempunyai salah apapun padaku” ya aku merasa jika Min Hyuk memang tidak mempunyai salah apa-apa padaku.

“Barang-barang tadi adalah hadia permintaan maaf dariku , aku tau aku bukan pria yang sempurna. Saat kita berpacaran aku telah membuatmu kesal dengan tidak membalas membelikanmu sesuatu , bukan aku tidak ingin memberikan sesuatu padamu. Hanya saja kau tau bukan , aku pria yang tidak romantis dan semua orang tau aku hanya melakukan kekonyolan dan tidak pernah serius. Buktinya tadi kamu tidak percaya jika aku membelikanmu tas dan sepatu itu, sama seperti waktu itu aku tidak mau kau tidak percaya dan menertawakanku” alasan yang aneh , seaneh orangnya tetapi kata-kata itu tulus dan jujur dari dalam hatinya.

“Dan kamu membelikan itu hanya untuk menebus kesalahanmu dimasa lalu , bahkan aku sudah tidak mengingatnya”bilang saja aku bohong, aku tidak akan pernah lupa.

 

Saat itu kami bertiga melakukan kencan bersama Hyun Woo oppa dengan pasangannya , Heo Seok dengan pasangannya dan aku dengan Min Hyuk. Mereka berdua memberikan sesuatu pada pasangan mereka sebagai balasan pada hari valentin dan Min Hyuk dengan konyolnya bilang

 

“Yang terpenting kita selalu bersama , tidak ada harganya sebuah hadiah jika kita tidak selalu bersama”

Hyun Woo oppa dan Heo Seok menertawai perkataan Min Hyuk.

“Kamu melamun lagi , kenapa? Apa hadiah yang aku belikan kurang mahal? Kamu menginginkan yang lain yeobo” aku tersadar dari lamunanku , muka Min Hyuk tepat dihadapanku sampai aku bisa merasakan deru nafasnya.

“Tidak penting harga dari sebuah hadiah itu yang terpenting adalah niat dari orang yang memberikannya” ucapku lalu memberi senyum pada Min Hyuk

“Ahhh ucapamu mengingatkanku pada ucapanku dulu” oppss aku salah bicara , aku mendorong Min Hyuk agar turun dari tubuhku tetapi dia berhasil menahannya

“Yeobo aku merindukanmu” astaga jangan bilang kebaikannya karena dia ingin melakukan hubungan suami-istri, dia mulai membuka kancing piyamaku

“Tidak! Aku lelah Min Hyuk” dia tetap membuka kancingku sampai memperlihatkan dua gundukan yang tertutup dengan bra berwarna cream , lalu Min Hyuk membuka kaos putih yang dipakainya.

“Lee Min Hyuk ! Aku bilang tidak ya tidak”

“Min Ji dan Min Joon bilang padaku jika mereka ingin mempunyai adik seperti Seok Min , jadi kita harus mewujudkan permintaan mereka”

“Jangan bawa-bawa mereka , stop sekarang atau aku tidak izinkan kamu menyentuhku selama sebulan”

“Ayolah yeobo ! Aku merindukanmu , jebal…” oh Min Hyuk dengan puppy eyesnya , merajuk adalah keahlian suamiku dengan aegyonya yang bisa melelehkan pertahananku.

“Yeobo… , bogoshipo..” ugghh aegyonya semakin parah membuat darahku berdesir

“Baiklah lakukan” Min Hyuk tersenyum senang dan langsung melucuti pakaianku dan tentu pakaiannya juga , oh my immature husband.

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF PROJECT MONSTAX] MY HUSBAND MINHYUK

    1. Terima kasih ya sudah baca , mohon maaf untuk sequel tidak ada . Ada side storynya sih cuman di wattpad , kalau berkenan baca silahkan baca di wattpad aku : @vizkylee

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s