Family · Ficlet · Genre · Length · Married Life · PG · Rating

[FF PROJECT MONSTAX] MY HUSBAND KIHYUN


tumblr_static_2v4b8ccfjag4skkscskkcscsk

Author : VizkyLee

Cast : Yoo Ki Hyun / Ki Hyun MonstaX

Genre : Family , Husband , Wife , Children

Length : Ficlet

Rating : PG

 

Aku berkali-kali mengurungkan niatku untuk melihat timbangan badan , sekarangpun aku sudah berada diatas alat itu tetapi aku tidak berani menatap angka yang tertera pada timbangan badan itu.

“68 kg dengan dua anak kamu masih sexy yeobo” ucap suamiku , membuatku segera turun dari timbangan badan

“Kamu bilang 68 kg itu sexy , mata kamu sudah tidak bisa melihat dengan jelas ya” aku marah padanya , seenaknya saja dia bilang aku masih sexy padahal aku sudah melahirkan dua orang anak

“Aku berkata sungguhan yeobo , kamu terlihat sexy dimataku walapun sudah pernah mengandung dan melahirkan” ucap Ki Hyun suamiku berusaha untuk menyemangatiku

“Ini perut juga , kamu tau makanan manis itu tidak baik bagaimana kalau kamu diabetes? dan stop memberi Ki Joon makanan manis dia masih kecil dan perlu pengawasan ketat tetapi kamu selalu memberinya coklat , permen dan kue” ucapku panjang lebar

“Akukan selalu mengajaknya untuk berolahraga pagi jadi kamu tenang saja yeobo , untuk perutku memang seperti ini onepack dan tidak akan bisa seperti perut Heo Seok yang sixpack” ucap Ki Hyun sambil mengerucutkan bibirnya tanda tidak suka , padahal aku tidak  membicarakan tentang Heo Seok dia sendiri yang membedakan dirinya.

Aku memang tidak berbohong menyukai tubuh pria yang sedikit berotot dengan tonjolan-tonjolan diperutnya seperti milik Heo Seok. Tapi ayolah aku menikahi seorang pria bukan karena tonjolan-tonjolan pada perut mereka , aku hanya tidak menyukai kebiasaan Ki Hyun yang semakin menjadi-jadi. Saat menonton pertandingan baseball dengan Ki Joon putra pertama kami dia selalu membeli kue coklat dengan ukuran large dan mereka berdua bisa menghabiskannya seketika, bukan aku tidak menyukai kue coklat itu tetapi mereka terlalu banyak mengkonsumsinya aku takut dengan kesehatan mereka.

“Bagaimana dengan Hyun Jin? dia masih kecil dan sekarang ketagihan dengan makan-makanan manis seperti dirimu dan hyungnya” putra kedua kami sekarang mempunyai berat yang tidak seharusnya dia milik dan itu gara-gara suamiku tercinta ini.

“Kamu tenang saja yeobo , setiap malam aku selalu mengajaknya untuk menggosok gigi sebelum tidur lalu setiap selesai makan juga” ucap Ki Hyun sambil memeluk tubuhku dari belakang

“Ayah….” aku mendengar Ki Joon berteriak dan tidak berapa lama pintu kamarpun terbuka , aku menatapnya yang sedang menggandeng Hyun Jin

“Ayah kenapa belum siap? Apa tidak jadi?”aku mengerutkan dahiku tidak mengerti

“Kalian akan pergi , kenapa aku tidak diberitau”ucapku sebal , mereka sama sekali tidak meberitauku ayolah aku istri dan juga ibu mereka dan aku tidak mengetahui apa-apa.

“Just the boy yeobo , kamu dirumah saja istirahat” ucap Ki Hyun mengecup bibirku singkat lalu masuk kedalam kamar mandi, akupun mendekati kedua putra kami.

“Ki Joon ah jujur sama bunda kalian akan pergi kemana?” Ki Joon sepertinya enggak untuk menjawab terlihat dari dirinya yang memalingkan wajahnya.

“Hyun Jin ya beritau bunda kamu hyung dan ayah akan pergi kemana?” Hyun Jin melepaskan peganggan tangannya pada Ki Joon dan memelukku lalu memberikan ciuman pada pipiku.

“Aku menyanyangimu bunda” ucap Hyun Jin lalu memelukku dengan erat , ada apa dengannya.

“Bunda juga menyanyangi Hyun Jin , bilang pada bunda kalian akan pergi kemana? Bunda ingin ikut dengan kalian” rajukku pada Hyun Jin putra terkecil kami

“Aku ingin bunda beristirahat hari ini , jadi biarkan ayah mengasuh kami berdua” ucap putra bungsu kami bijak , dia masih berumur 5 tahun tetapi mempunyai pemikiran yang dewasa.

“Kalian tidak sedang merencanakan sesuatu bukan” aku merasakan jika mereka merencanakan sesuatu

“Kalian tidak akan pergi makan-makanan yang manis-manis bukan” oh tidak jangan sampai mereka seharian makan-makanan yang manis itu.

“Tidak yeobo , aku hanya mengajak mereka pergi ke taman bermain saja. Kamu tidak perlu khawatir aku akan mengontrol makanan mereka , jadi kamu istirahatlah saja dirumah” aku tidak percaya , dia pasti akan tergoda dengan makanan manis.

Mungkin kalian menyangka aku tidak suka dengan makanan manis itu dan sangat membencinya , aku sangat menyukainya dulu bahkan pertemuan pertama kami di sebuah cafe yang menjual beraneka macam cokelat. Saat itu cafe cokelat baru saja buka di daerah gangnam dan cafe itu adalah cafe yang terkenal di negara Belgia , karena terkenalnya cafe itu untuk masuk saja kami harus mengantri bahkan memesan seminggu terlebih dahulu. Seminggu berlalu dan akupun sekarang bersiap-siap untuk pergi ke cafe tersebut, namun saat ditempat aku melihat pertengkaran seorang pria dan wanita. Sang wanita dengan enggannya masuk kedalam cafe itu dan sang pria terus memaksanya pada akhirnya sang wanita mengucapkan kata putus membuat orang yang ikut mengantri terkejut dibuatnya.

Sang wanita pergi meninggalkan antrian , saat sang pria akan mengejarnya entah setan apa yang membuatku menahan dirinya untuk mengejar wanita tadi. Dan berakhirlah kami makan cokelat bersama hingga kami berteman , yang selalu kemana-mana bersama saat ada cafe cokelat baru bahkan kami sampai pergi ke Jepang hanya untuk mendatangi cafe cokelat yang ada disana. Semua hal yang berbau cokelat dan makanan manis lainnya membuat kami semakin dekat dan Ki Hyun dengan beraninya melamarku saat kami berdua pergi ke Belgia dimana dunia cokelat berada.

“Aku berangkat sekarang kamu harus istirahat yeobo” lamunanku pudar seketika saat benda kenyal berada di dahiku.

“Aku ikut! Kalian tega tidak mengajakku” aku merajuk menatap mereka dengan tampang sedih

“Aku bilang ini boys time jadi kamu tidak boleh ikut yeobo , kamu beristirahatlah saja  dirumah” lagi-lagi suamiku memerintahkanku untuk istirahat , aku tidak ingin istirahat tetapi ikut dengan mereka sekalian berolahraga berjalan kaki ditaman bermain.

“Aku ingin ikut , kalau aku dirumah saja aku tidak bisa membakar kalori tubuhku yeobo” aku merajuk pada Ki Hyun dengan mendekatkan tubuhku padanya.

“Kamukan bisa bersih-bersih rumah untuk membakar kalorimu yeobo . Sudah aku berangkat sekarang , mereka sudah menunggu diluar” dengan cepat Ki Hyun menciumku dan keluar dari kamar kami , menyebalkan sebenarnya aku disuruh istirahat atau bersih-bersih rumah.

Bukannya aku malas bersih-bersih tetapi rumah selalu dalam keadaan bersih dan tertata rapi karena aku selalu membersihkannya , bahkan Ki Joon dan Hyun Jin selalu aku peringatkan untuk membereskan mainan dan buku mereka. Tetapi bersih-bersih tidak membuat semua kalori dalam tubuh berkurang banyak , aku sudah sering berolahraga pagi dan malam dan hasilnya sama saja karena Ki Hyun selalu memberikanku cake cokelat favorit kami. Aku iri dengan istri Hyun Woo dan Heo Seok mereka mempunyai tubuh yang terbilang bagus walaupun Ki Hyun mengelak dengan alasan mereka masih mempunyai satu anak sedangkan aku sudah memiliki dua anak dan masih terlihat sexy dimatanya.

Aku pernah membaca jika bercinta tubuh wanita akan berbentuk dan pastinya sexy , untuk istri Hyun Woo dan Heo Seok tampak berhasil sementara aku dan istri Min Hyuk tetap saja melar seperti ibu-ibu yang sudah melahirkan anak banyak. Mungkin aku terkesan mesum dengan mengajak Ki Hyun untuk selalu bercinta dimalam hari karena aku hanya ingin membuat tubuhku menjadi bagus dan sexy. Ki Hyun senang-senang saja karena terus mendapatkan jatah sementara aku lelah dan pagi selalu telat untuk mempersiapkan sarapan mereka karena olahraga malam kami.

Tiba-tiba mataku berat karena mereka menyuruhku untuk beristirahat hari ini , akupun memanfaatkannya dengan baik untuk tidur sepuasnya.

Ki Hyun POV

Sebenarnya aku berbohong pada istriku jika hari ini akan mengajak kedua putra kami ke taman bermain , pasalnya hari ini adalah hari ulang tahun istriku tercinta mungkin dia melupakan hari ulang tahunnya sendiri. Saat ini aku sedang menunggu kue tart special yang aku pesan untuk ulang tahun istriku.

“Setelah ini kita kemana lagi ayah?” tanya Hyun Jin yang sedari tadi senang sambil menatap jajaran kue berlumur cokelat dihadapannya.

“Kita akan membeli kado untuk bunda , kalian masih bersemangat bukan?”ucapku memberikan semangat kepada kedua putra kami , setelah pesanan kue selesai barulah kami pergi ke tempat perbelanjaan untuk membeli hadiah.

Jalanan tampak macet karena sekarang hari minggu dan banyak keluarga yang berlibur bersama. Saat memasuki tempat perbelanjaan kami sedikit bingung karena aku tidak tau apa yang menjadi favorit bagi istriku , yang aku tau dia hanya menyukai cokelat kue yang berlumur cokelat permen cokelat. Kalau baju tas sepatu dan lainnya istriku tidak mempunyai sesuatu yang difavoritkan seperti wanita kebanyakan dan hal ini membuatku bingung harus memberi apa sebagai hadiah untuknya.

“Ayah aku bingung” ucap Ki Joon akupun sama sementara Hyun Jin dia sudah berlari ke tempat yang menjual mainan.

“Kita cari Hyun Jin dulu baru mencari kembali hadiah untuk bunda kamu” Ki Joon pun mengikutiku dari belakang , aku melihat Hyun Jin mengambil sebuah boneka berbentuk bunga tetapi dia kesusahan untuk mengambilnya.

“Apa ini hadiah untuk bunda?”tanyaku pada Hyun Jin

“Iya , ayah tolong ambilkan!” pintanya lalu aku mengambilnya dan langsung membayarnya karena Hyun Jin yang menarikku ke kasir , biasanya dia akan mencari-cari mainan dulu untuknya tetapi sekarang tidak.

“Ayah sepertinya aku ingin membeli baju itu” dia menunjukkan baju couple ayah ibu dan anak

“Baiklah ayo kita kesana” setelah memilih baju yang diinginkan Ki Joon kami pun pulang , untuk hadiahku aku sudah mempersipkannya jauh-jauh hari jadi kalian tidak perlu menuduhku sebagai suami yang tidak peka dan perhatian seperti Min Hyuk.

 

Tepat pukul 18:00 aku dan anak-anak sampai dirumah , saat membuka pintu aku melihat keadaan rumah gelap gulita dan tidak menandakan adanya kehidupan. Kemana sebenarnya istriku sampai lupa untuk menghidupkan lampu rumah , jangan bilang dia tidak sedang berada dirumah saat ini.

“Ayah kenapa gelap seperti ini ? Bunda kemana ?” tanya Ki Joon sambil berjalan menuju saklar untuk menghidupkan lampu

“Ayah tidak tau , lebih baik sekarang kamu mempersipkan kejutaan buat Bunda . Sementara itu Ayah akan mencari keberadaan Bunda” Ki Joon menganggukkan  kepalanya lalu aku langsung menuju kamar kami.

Aku melihat keadaan kamar kami sama seperti keadaan di ruang tamu dan sekitarnya , memangnya apa yang dilakukan istriku sehingga membuatnya lupa untuk menghidupkan seluruh lampu di rumah. Setelah aku menghidupkan lampu kamar , barulah aku menyadari jika ada seseorang yang sedang tertidur di tempat tidur kami . Aku mendekati sisi tempat tidur yang di tiduri oleh orang tersebut , semakin dekat aku semakin jelas mengetahui siapa yang sedang tidur. Dan betapa bodohnya aku jika mengira orang lainlah yang sedang tidur di kasur kami , setelah mengetahui jika istriku tertidur di tempat tidur kami aku segera keluar dari kamar.

“Bagaimana kalian siap? Bunda sedang tidur dan sekarang waktu yang tepat untuk memberi Bunda kalian kejutan” ucapku pada kedua putra kami dan diikuti dengan anggukan mereka berdua.

Hyun Jin berjalan terlebih dahulu didepan kami , lalu Ki Joon dengan kedua tangannya membawa hadiah yang baru saja kami beli sedangkan aku membawa kue tart cokelat kesukaan istriku tercinta. Perlahan Hyun Jin masuk kedalam kamar kami dengan perlahan lalu duduk disamping istriku dan Ki Joon ikut naik keatas kasur.

Hyun Jin memberikan kecupan pada seluruh wajah bundanya , dia sepertinya merasa terganggu terbukti dengan gerakan-gerakan kecil oleh tubuhnya.

“Ayah bersiaplah” ucap Ki Joon , dan kedua mata indah istriku terbuka menampakkan keterkejutan

Ki Hyun POV END

Aku merasakan benda lunak sedang mencium seluruh wajahku , apakah aku sedang bermimpi saat ini? Bukankah Ki Hyun dan anak-anak sedang berada diluar. Apa ada seseorang yang ingin berbuat jahat padaku? Dengan segera aku membuka mataku dan betapa terkejutnya yang kulihat saat ini adalah muka Hyun Jin yang tersenyum padaku .

“Happy birthday bunda” Hyun Jin dan Ki Joon bersamaan mengucapkan ulang tahun padaku , astaga aku lupa jika hari ini adalah hari kelahiranku . Lalu aku menatap Ki Hyun yang tersenyum padaku , jadi dia merencanakan surprise ini.

“Ayo Yeobo tiup lilinya dan jangan lupa permohonanmu” aku membalasnya dengan senyuman lalu membuat permohonan dan meniup lilin yang terdapat pada kue tart cokelat favoritku.

“Bunda ini hadiah dariku” aku mengambil boneka dari Hyun Jin , hadiah yang berkesan untukku bunga yang tidak akan pernah layu . Mungkin Hyun Jin memilihnya secara asal tanpa tau arti dibalik pemberiannya ini , tetapi aku sangat senang menerimanya.

“Dan ini dari aku , nanti kalau kita pergi ke taman bermain kita harus memakainya” aku membuka kotak yang diberikan oleh Ki Joon didalamnya terdapat 4 baju yang bertuliskan Mother Father Son and Son , bahagia itulah kata yang menunjukkan keadaan saat ini mereka memberikan hadiah yang membuatku senang tidak mahal tetapi mempunyai manfaat dan arti yang membuatku terharu.

“Terima kasih sayang Bunda senang sekali dengan hadiah pemberian kalian berdua” ucapku lalu memeluk Hyun Jin dan Ki Joon erat .

“Ayo kita kebawah , kalian mau makan kue ini bukan” ajakku pada mereka berdua lalu menggandeng tangan Ki Hyun

“Pelukan untukku mana?” ucap suamiku dengan senyum menggoda

“Kamukan sering aku peluk jadi tidak perlu melakukannya , terima kasih suamiku tercinta” ucapku padanya dan menyeretnya sedikit agar cepat sampai ruang makan.

Setelah sampai di ruang makan kue yang seharusnya untukku sudah dikuasai oleh ketiga pria di hadapanku , lucu melihat Ki Joon dan Hyun Jin saling melindungi bagian kuenya tetapi yang aneh suamiku kenapa harus ikut-ikut kelakuan mereka. Ayolah seharusnya dia sadar diri dan mengalah pada kedua putranya , dia sekarang dengan gagahnya mengangkat kue itu agar tidak dimakan oleh Ki Joon dan Hyun Jin.

“Ayah!! Turunkan kuenya , seharusnya Ayah mengalah” aku tersenyum mendengar ucapan putra pertama kami , dia lebih dewasa dari Ayahnya.

“Bunda! Ayah jahat hiks.. hiks…” seperti anak-anak saja sampai membuat Hyun Jin menangis

“Yoo Ki Hyun ! Turunkan kuenya , seperti anak kecil saja ingat umur” ucapku padanya dengan segera Ki Hyun menurunkan kuenya dan meletakkannya kembali di meja , Ki Joon dan Hyun Jin langsung menyerbu kembali kue tersebut.

 

Dan suamiku mengerucutkan bibirnya sambil melihat putra kami yang makan kue tersebut dengan lahap , aku memegang lengannya

“Mana hadiah untukku, jangan bilang kamu lupa” wajah suamiku tiba-tiba berubah menjadi gembira , dia mengambil tanganku yang ada dilengannya lalu mengajakku pergi ke kamar kami.

“Apa hadiahnya ada di kamar kita ? seharusnya aku mengetahui dimana letak hadiah darimu” Ki Hyun diam tidak menjawab pertanyaanku , dia membawa sebuah kotak bludru berwarna peach dengan sebuah botol yang sangat familiar untukku.

“Ini pengganti cincin yang aku hilangkan waktu itu dan ini lebih bagus tentunya mahal” astaga dia ingat apa yang aku katakan waktu itu , jika aku menginginkan cincin pengganti yang lebih bagus tentunya lebih mahal.

“Terima kasih suamiku tercinta , ini bagus tetapi kenapa aku pernah melihat cincin ini sebelumnya?” Ki Hyun tampak diam tidak berusaha menjawab pertanyaanku

“Jangan bilang kamu meminta bantuan Heo Seok untuk membelikan cincin ini” dia mengangguk sambil menundukkan kepalanya takut menatap mataku.

“Dan bodohnya Heo Seok membelikan cincin yang sama dengan istrinya dan kamu menerimanya begitu saja , lain kali biar aku sendiri yang membeli hadiah untukku” ucapku sebal padanya lalu dia memelukku dari belakang

“Kalau begitu besok kita tukarkan cincin itu dan kamu terima ini dulu” ucap suamiku dengan memberikan botol yang dibawanya tadi

“Sepertinya lulurku belum habis dan kenapa kamu memberiku ini?” botol itu berisikan bubuk lulur cokelat yang biasanya aku gunakan

“Aku ingin membantumu luluran yeobo , bagaimana kalau sekarang saja?” ucapnya dengan menghirup dan mencium leherku

“Bilang saja kamu menginginkan itu Ki Hyun , ingat anak-anak masih belum tidur” suamiku semakin mengeratkan pelukannya dan sekarang dia sudah mencium leherku.

“Hya! Nanti saja kalau mereka memanggil kita bagaimana?” kebiasaan Ki Hyun apa yang diinginkannya harus segera terlaksana tidak ada kata nanti saja.

“Ayah Bunda !! Nenek dan Kakek datang” oh astaga ibu mertua dan ayah mertua datang , aku segera melepaskan Ki Hyun dari tubuhku dan berjalan pada tempat riasku.

“Lihat berbekas aku harus mengganti pakaianku sekarang” ucapku sebal , kerjaannya tadi menimbulkan bekas pada leherku dan dia hanya tersenyum lalu duduk di tempat tidur sambil menungguku.

“Lebih baik kamu menunjukkannya saja toh nanti Bunda akan menyuruh meneruskan kegiatan kita tadi” aku langsung mendaratkan pukulan pada bahunya , bisa-bisanya dia berbicara seperti itu . Dia sepertinya terlalu sering berkumpul dengan teman-temannya sehingga membuat dia jadi mesum seperti itu . Dia memeluk pingganku dengan senyum yang tak pernah pudar darinya sampai kami berdua berkumpul bersama kedua putra kami dan orang tuanya.

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF PROJECT MONSTAX] MY HUSBAND KIHYUN

  1. hiii authornim ^^ aku baru baca ffmu ini lucu banget XD aku ketawa-ketawa sendiri baca hheh meski masih asing membernya monsta X ini lumayan ganteng2 juga hahaha
    ceritanya lucu dan imut2 hahaha aku suka cara mereka bertemu di toko coklat hahah romatis bgt XD
    keep writing ya author nim ^^

    Like

    1. Hai juga authornim 😀 , terima kasih sudah menyempatkan diri membaca FFku 😂. Iya donk MonstaX mah ganteng2 , aku juga gak tau tiba2 jalan ceritanya seperti itu hehe.
      Ne authornim doo 🙌🙌

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s