Chaptered · Comedy · Drama · Fantasy · G

Girl From Neverland – Chapter 1


gfn vers2

Tittle: Girl From Neverland /Author : minarifini /Cast :Song Mino , Bae Joo Hyeon as Irene , Ahn Hee Yeon as Hani /Other Cast  : Winner member , Red Valvet member /Genre: Romantic Comedy , Fantasy /Lenght: Chaptered

Disclaimer       :

Start Writing  19/05/2015 This is pure  a Fanfiction from my imagination dont take it serious. Copy-Paste,   translate into others language or post in other site without my permision ARE NOT ALLOWED!! 
Author Note    : 

hai semua /lambaikan tangan cantik/ ini adalah ff author yang paling baru bertema fantasi. di sini sapa yang shipper mino sama irene hayooo merapat, luangkan waktu untuk membaca dan jangan lupa untuk memberikan komentar/kritik/saran ya ^^ dan ah untuk miss taxi tenang aja masih bakalan lanjut kok, dan sebenernya author sedih soalnya siwon mau wamil u,u jadi baper pas nulis miss taxi bayangin siwon wamil T.T . yaudah biar author g baper silahkan membaca ffnya, enjoy~~

  

 Girl From Neverland 1 / 2 / 3 /

“S-siapa kau..” seorang pria nampak terkejut kala ia melihat sesosok gadis yang berdiri di depannya. Gadis itu hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya. Gadis itu juga sempat mengucapkan kata helo kepada pria itu. Sedangkan si pria hanya bisa membulatkan matanya dan sesekali ia menggosokkan kedua matanya seakan tidak percaya dengan indra pengeliatannya , pria itu berharap  agar gadis itu segera menghilang. “Berhenti di sana, jangan mendekat!!” perintah pria itu ketika gadis itu berjalan mendekatinya, dengan sekitika gadis itu berhenti dan mengerutkan bibirnya. Pria itu benar-benar nampak ketakukan dengan gerakan ragu  pria itu terus berjalan mundur mendekati pintu kamarnya, ia ingin sekali menghindari gadis misterius itu.

“Apakah aku begitu menyeramkan?” tanya gadis misterius itu dan diikuti dengan gelengan kepala cepat oleh pria itu. “Jika tidak mengapa kau terlihat sangat ketakutan, Song Mino?” tanyanya lagi dengan memasang wajah polosnya.

 

D-dia tahu namaku, tidak! siapa dia….. teriak mino dalam hati. Mino terus berusaha untuk membuka kenop pintu kamarnya, namun gadis itu tidak membiarkannya begitu saja. Dengan gerakan cepat gadis itu mengarahkan telujuknya kearah pintu dan seketika pintu itu terkunci otomatis. “Yah!!” teriak mino frustasi.

Mino mungkin terlihat gila saat ini, ia mengacak rambutnya asal dan otakanya kembali menggingat kejadian tiga menit lalu, bagaimana bisa gadis itu muncul dari lemarinya, mino yakin ia tidak pernah sekalipun membawa teman perempuan apalagi menyembunyikannya di lemari. Apakah dia teman kakaknya ? itu tidak mungkin. Menurut mino gadis misterius itu terlihat aneh, gadis itu memiliki wajah seperti orang korea namun ia memiliki bola mata berwana biru, kulitnya nampak halus  dan putih bagai salju, rambutnya pirang, gadis itu memakai dress putih selutut diikuti dengan bandana putih jaring-jaring ala abad Pertengahan Eropa dan mino harus mengakui jika gadis itu memiliki paras yang cantik. Tapi hey gadis itu benar-benar aneh, dari mana ia berasal dan bagaimana gadis itu berada di kamarnya- pikiran mino melayang-layang, apakah ia hantu? Atau dewa kematian  “ S-siapa kau? Apa maumu?” tanya mino memberanikan dirinya. Mino hanya bisa berharap semoga gadis misterius itu tidak menyakitinya, menculiknya atau bahkan membunuhnya. Mino tahu gadis misterius itu bukan gadis biasa- ia memiliki kekuatan ajaib. Mino ingin berteriak minta tolong tapi, ia mengurungkan niatnya karena hal itu tentu akan membuat masalah semakin rumit.

Mino menelan ludahnya gugup ketika gadis itu berjalan mendekatinya, jangan ditanya jantung mino berdetak lebih cepat dan ia ingin sekali berteriak . jika gadis misterius ini adalah dewa kematian, ia tentu tidak ingin meninggal begitu saja. Mino pun memejamkan matanya kala gadis itu berada di jarak yang sangat dekat dengannya. Dan mino merasa gadis itu menjulurkan tangannya, apakah ia akan mencabut nyawaku sekarang? Tidak , aku mohon!! Pinta mino dalam hati – mino masih terus memejamkan matanya rapat.

“Kau akan terlihat lebih menarik tanpa benda ini, song mino.” Ucap gadis itu sambil menarik kaca mata mino. Hati mino mencolas terkejut dan mino pun membuka matanya seketika. Ia benar-benar terkejut. Dia tidak membunuhku, atau belum akan membunuhku!!

“H-hey jangan mengambil kaca mataku seenaknnya.” Sambung mino cepat sambil mengambil kaca matanya kembali.

“…” gadis itu hanya terdiam , ia sedang menatap mino memakai kaca matanya kembali.

“Aku tidak sanggup melihat dengan jelas tanpa kaca mata ini. Jangan menggangguku, pergilah.” Kata mino yang mebuat gadis itu mengambil langkah sedikit menjauh dari hadapan mino.

“Aku tidak bisa pergi sebelum kau berhasil mencapai impianmu.” Ucap gadis itu lembut dan Mino membulatkan matanya, aku rasa aku sedang mimpi, tahu apa dia tentang Impianku pikir mino . lalu dengan gerakan cepat mino menepuk-nepuk pipinya, ia yakin ia sedang mimpi sekarang. “Kau yang membawaku kemari dan kau juga yang memanggilku. “

“AKU!?” mino meninggikan volume suaranya, ia sangat terkejut mendengar pernyataan gadis itu. mana mungkin ia memanggil gadis misterius itu, ini pasti hanya mimpi. “hahaha.. kau pasti bercanda. Jangan mengerjaiku.” Kata mino dengan nada sumbang.

“Aku tidak sedang mengerjaimu. “ sambung gadis itu polos. “Baiklah, seharusnya aku melakukannya dari awal. “ gumam gadis itu, sambil memegangi kedua pipinya. Sedangkan mino hanya sanggup terdiam dan mengamati gadis misterius itu .

Perlahan gadis itu tersenyum kepada mino dan dengan sopan ia menjulurkan tanganya untuk berjabat tangan, namun mino tidak langsung membalas hal itu. mino masih terus menahan dirinya, mino masih dikuasai oleh prasangka buruk tentang gadis itu, bisa saja ia akan membunuhku dengan berjabatan tangan dengannya.

“Hai, namaku irene dari Neverland dan aku akan membantumu untuk mewujudkan mimpimu. Aku dengar di dunia manusia dengan bejabat tangan kita akan menjadi dekat. Aku berharap kita bisa menjadi teman yang baik. Aku berjanji akan melakukan apapun untuk mewujudkan impianmu. “ setelah mendengarkan perktaan gadis yang bernama irene itu mino langsung mengeluarkan tawa sumbangnya dan tiba-tiba seluruh indra penglihatannya menjadi kabur , song mino yakin ini hanya sebuah mimpi . Nantinya Ia akan bangun dan menghilanglah rantaian kejadian koyol hari ini.

—-

Mino membuka matanya perlahan dan ia mengedarkan indra penglihatannya ke seluruh kamarnya. Kamarnya nampak gelap dan sunyi, sebuah helaan nafas lega keluar dari mulutnya. Mino merasa lega karena kejadian aneh yang ia alami hanyalah sebuah mimpi.

Sejenak mino meregangkan tubuhnya dan setalah ia yakin, ia bangkit dari ranjangnya. Ia meraba nakas yang ada di sebelahnya untuk mencari kaca matanya. Begitu ia dapat benda yang ia makasud, dengan cepat mino memakai kaca matanya itu. ia pun berjalan menuju pintu kamarnya sambil meraba perutnya, ia merasa lapar saat ini.

Mino pun membuka pintu kamarnya dan berniat menuju ke dalam dapur, mungkin masih ada sisa ramyun di dalam almari dapurnya. Jika tidak ada ia akan membeli ramyun di supermarket terdekat, namun langkah mino terhenti ketika ia mendengar suara berasal dari dapurnya. Mino menelan ludahnya gugup, bayangan gadis bernama irene itu tiba-tiba terlintas di benaknya kembali. Apa dia masih ada disini? Tunggu apa aku masih bermimpi lagi pikiran mino kembali melayang jauh. Namun dengan segera ia menepisnya, ia harus membuktikan kebenarannya. Tentu tidak mungkin gadis bernama irene itu masih ada di dalam apartemennya. Siapa tahu itu adalah kakak perempuannya atau mungkin ibunya.

Ya mino harus membuktikan hal itu, dengan degup jantung yang berdebar-debar mino terus meyakinkan dirinya untuk berjalan menuju dapur. Selang beberapa detik kemudian mino sudah berhasil berdiri di depan dapurnya dan sekali lagi nafas mino terhenti kala melihat rambut pirang, pemilik rambut itu tidak lain adalah gadis neverland- dia irene!! Pikek mino dalam hatinya.

Mino hanya bisa terdiam diantara dinding pembatas dapur dan ruang tengah, ia melihat gadis neverlan itu sedang menyiapkan makan malam. Mino juga sanggup mendengar alunan lagu asing yang keluar dari mulut gadis neverland itu. ini tentu bukan mimpi , song mino bodoh!! Teriak mino dalam hati dan dengan refleks mino menampar dirinya keras.

“Ahh!!” ucap mino tak terkendali, pipinya terasa panas kali ini. Dan itu artinya mino memang tidak sedang bermimpi.

“Oh , song mino.” Ucap gadis neverland itu ceria sambil berjalan menghampiri mino. Sungguh mino harus mengakui jika gadis yang ada di depannya kali ini sangat cantik. Meski gadis itu sekarang sedang memakai celemek pink milik ibunya dan terlihat di sudut pipi kirinya terdapat adonan tepung – tapi percayalah gadis itu nampak cantik dan manis dan  hal sepele itu mampu membuat hati mino berdesir tidak jelas. Fantasi mino akan gadis neverland itu semakin tinggi-  Sungguh gadis neverland itu cantik dan ia tidak nampak menyeramkan, Hanya saja mino terlalu paranoid, ia masih heran saja bagaimana bisa gadis itu muncul dari lemarinya? Apakah di dalam lemarinya terdapat dunia atau negara neverland – tempat gadis itu berasal? Entahlah. “Hei, song mino? Apakah kau masih takut padaku?”  Seketika mino menggelangkan kepalanya dengan cepat. “Benarkah? Apakah kau sudah merasa lebih baikan sekarang?” tanya gadis neverland itu dengan nada khawatir.

Sebelum menjawab pertanyaan gadis neverland itu , mino mengumpulkan seluruh kesadaran dirinya dan ia pun mulai membuka mulutnya.

“A-aku baik-baik saja, kau belum pulang?” mino ingin mengutuk dirinya sendiri karena pertanyaan konyol itu keluar dari mulutnya tanpa terkendali. Tentu pertanyaan konyol itu dapat menimbulkan artian yang kasar, pertanyaan itu seakan mencerminkan bahwa mino terganggu atau bahkan tidak suka dengan kehadiran gadis neverland itu.

“Bagaimana aku bisa pulang. Pintu neverland akan terbuka kembali jika aku berhasil membantumu mencapai seluruh mimpimu.” Bang!! Mati kau song mino – jawaban lugu dari gadis neverland itu mampu membuat mino bungkam dan nalarnya tidak mampu mencerna ucapan gadis neverland itu. pintu gerbang-neverland – membantu mencapai mimpi- ini seperti yang ada di serial anime yang ia lihat. Dan sekarang ia mengalami hal itu, sungguh ini gila dan tidak masuk akal.

“L-lalu? Apa yang harus kulakukan agar kau bisa cepat pulang ke tempatmu?” liahtlah song mino benar-benar ingin mengusir gadis yang ada di depannya kali ini.

“Itu mudah, kau hanya perlu mengatakan apa keinginan terbesarmu dan aku berusaha untuk mewujudkannya. Jika berhasil aku akan mendapatkan mantra untuk membuka pintu gerbang neverland.” Hahahah mino tertawa di dalam dirinya, dia mungkin sudah gila. Apakah irene ini seperti seekor doraemon yang membantu nobita yang sangat malas itu untuk  mencapai kebahagiakannya- jika kebagahagian nobita adalah berhasil menikahi sizuka – lalu bagaimana dengan dirinya? menikahi gadis yang dia sukai? Mungkin, tapi mino tahu gadis yang ia kagumi tidak pernah melihatnya sedikitpun, bagaimana dengan  mimpi atau cita-cita? Huh mino ingin tertawa, mino sudah mengubur dalam-dalam mimpinya. Ia sudah tidak percaya dengan mimpinya, mengapa? karena hal itu tidak akan tercapai. Mimpinya itu hanya sebuah angan yang mungkin akan dicapai dalam hayalannya saja- mimpinya atau cita-citanya tidak akan mungkin tercapai karena mino tahu segala sesuatu yang ia jalani telah diatur. Ia harus menjalani kehidupannya sesuai dengan aturan yang diciptakan kedua orang tuanya, jika ia melanggar aturan itu, ia akan membuat kedua orang tuanya kecewa dan tentu mino tidak ingin hal itu terjadi. Asal kedua orang tuanya bahagia, mino akan melakukan hal itu- meski harus membuang jauh mimpinya.

“B-baiklah aku mengerti. Aku akan membantumu kembali ke tempatmu…”

“Neverland song mino.” Koreksi gadis itu.

“Ya , kembali ke neverland. “ ucap mino akhirnya sambil mengumbar senyum palsunya. Sungguh mino tidak sanggup berfikir sekarang. Apa yang harus dilakukan agar gadis itu cepat lenyap, musnah atau bahkan hilang seketika. Jujur saja, sebenarnya mino tidak keberatan jika gadis itu tinggal di dalam apartemnnya hanya saja ia menghawatirkan reaksi kedua orang tuanya jika mengetahui putranya sedang menyembunyikan seorang gadis atau tinggal dengan seorang gadis asing. Pasti kedua orang tuanya memikirkan sesuatu yang sangat jauh – mino sungguh menghawatirkan hal itu. Mino benar-benar mulai kehilangan akalnya, apa yang seharusnya ia lakukan? Cukup mino jangan memikirkan terlalu jauh, orang tuamu tidak ada di sini saat ini- “hmm apakah kau sedang membuat makan malam?” tanya mino untuk menghilangkan kehawatirannya

“Aku sudah mempelajari masakan yang ada di bumi, kali ini aku sedang membuat chicken roll stick. Aku harap kau menyukainya. Kau bisa menunggu di meja. Masakan ini akan selesai sebentar lagi.”   Kata gadis neverland itu ceria dan memberikan kedipan mata ke arah mino. Tentu hal itu membuat mino terdiam dan binggung harus bereaksi seperti apa. “ Duduklah, song mino.” Imbuh gadis neverland itu sambil mengeluarkan tawa kecilnya.

“Ah i-iya, oh iya jangan memanggilku song mino. Kau bisa memanggilku mino.” Kata mino kikuk.

“Okay.” Gadis neverland itu memberikan jawaban yang cepat sambil mengedipkan matanya sekali lagi.

“Dan ah, kau dilarang untuk mengedipkan matamu seperti itu!” ucap mino tegas sambil mendudukkan dirinya.

“Wae?”  tanya gadis itu sambil menatapnya polos.

“K-karena hal itu tidak baik.” Jawab mino sambil mengalihkan padanganya , ia sengaja melakukan hal itu karena ia sedang menghindari wajah polos gadis itu. mino memang sangat gugup jika berada di dekat seorang gadis. Karena ia adalah seorang pemuda yang pemalu dan ia juga sering menjadi korban kejahilan teman-temannya. Oleh sebab itu , mino tidak terlalu memiliki teman  selain itu Mino memang benar-benar tidak tahu harus bersikap di depan gadis- jadi jangan disalahkan jika mino bersikap aneh di depan gadis seperti irene saat ini .

“Benarkah begitu?” timbal gadis neverland itu dan hal tersebut mampu menyeret mino kembali pada realita. Minopun menganggukkan kepalanya cepat dan memberanikan dirinya melihat reakasi gadis itu, ia melihat gadis yang ada di depannya sedang menundukkan kepalanya sambil memainkan ujung celemek.

“S-sudah jangan dipikirkan.”  ucap mino dengan nada dingin dan itu bukanlah mino yang sebenarnya. Dia hanya tidak tahu harus bersikap bagaimana, pendek kata benar-benar payah jika harus berurusan dengan seorang gadis.

“Ah n-de.” Jawab gadis neverland itu sambil memberanikan diri menatap mino. “ Ehm kalau begitu, kita makan saja?” lanjut gadis itu sambil tersenyum ke arah mino. Mino hanya bisa mengangguk dan segera gadis itu menghidangkan masakannya.

Mino melihat chicken roll stick yang berada di hadapannya, masakan gadis neverland itu terlihat sangat menggiurkan. Tanpa pikir panjang lagi, mino mengambil garpu dan pisau yang ada di sampingnya. Perlahan ia menyuapi dirinya, benar dugangaannya masakan gadis itu memang enak. Sejenak mino bersyukur atas kehadiran gadis neverland itu.

“Bagaimana? Kau menyukainya?” tanya gadis neverland itu dengan mata yang berbinar-binar.

Sebelum memberikan jawaban mino hanya bisa berdeham sejenak dan ia pun menganggukan kepalanya. Di sisi lain gadis neverland itu terlihat sangat senang karena mendapat tanggapan yang baik dari mino.

“Baiklah, selanjutnya aku akan belajar mengenai masakan korea. Apakah ada masakan yang kau sukai?” tanya gadis neverland itu ceria.

“Aku suka memakan apa saja, yang penting enak.” Jawaban mino tersebut disambut dengan anggukan kecil gadis neverland itu. lalu mino kembali menyuapi dirinya dengan potongan chicken roll stick namun, mino merasa ganjil. Entah mengapa ia menjadi tidak nyaman kala ia memakan makanannya, iapun menatap gadis yang ada di depannya. Ia melihat gadis neverland itu tersenyum kepadanya. “H-hey kau tidak makan?”

“Ah tentu.” Jawab gadis itu singkat sambil tersenyum jenaka. Perlahan gadis itu meraih garpu dan pisau , iapun mulai mencicipi masakannya.

“Bolehkah aku bertanya?” sebenarnya mino ragu untuk bertanya namun, rasa penasaran dalam dirinya tidak sanggup ia bendung. Sehingga ia harus menanyakan hal itu, jika memang gadis neverland itu datang untuk membantunya, setidaknya ia harus tahu bagaimana gadis itu bisa datang menemuinya? Mengapa bukan orang lain? Mengapa dirinya?

“Tentu, kau bisa menanyakan apapun padaku.” Kata gadis neverland itu sambil memamerkan deretan gigi rapinya.

“Kau bilang, kau datang karena aku yang memanggilmu?” mino menggantung pertanyaannya sejenak untuk melihat rekasi gadis yang ada depannya itu. terlihat di sana gadis neverland itu  menganggukkan kepalanya pelan lalu ia pun menghentikan kegiatannya untuk menunggu mino melanjutkan pertanyaanya,  “ tapi satu hal yang perlu kau ketahui, aku tidak pernah memanggilmu atau mengharapkan kehadiranmu di sini. Bagaimana kau bisa menemuiku? Apakah kau tidak salah orang?” mino menatap lekat gadis neverland itu, ia sedang menunggu jawaban apa yang bisa diberikan gadis neverland itu.

Sejenak gadis neverland itu hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan logis mino. Dilihatnya mino sedang menatapnya lekat – sangat lekat sekali – dan hal itu membuatnya gugup , gadis neverland itu mulai bingung harus menjelaskan dari mana. Perlahan gadis itu meletakkan garpu beserta pisaunya dan ia bersip untuk membuka mulutnya.

“Kau melewatkan sesuatu, Song Mino.” Ucap gadis neverland itu lirih. “Mungkin aku perlu membawamu kembali pada waktu itu. “

Next

Advertisements

3 thoughts on “Girl From Neverland – Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s