Chaptered · Freelance · Kekerasan · Length · NC -17 · Rating · Romance

[FF Freelance] Blinded by Lust Chapter 1


Author : Maria Dongwoon’s Bride (@dongwoonsbride)

Title : Blinded by Lust Part 1

Cast :

Jung Heo Seok

Kim Seok Jin

Kim Nam Joon

Girl is you

Genre : Romance , kekerasan

Length : Chapter

Rating : NC 17

Disclaimer : Kisah nyata yang di dramatisir tentang aku, Hoseok, Jin, & Namjun (bukan nama sebenarnya). Jangan dijiplak atau kau akan sangat menyesal . Boleh diposting ulang dan dibagikan di manapun dengan credit lengkap.

Begin |

 

“Rokok?”, Hoseok menyodorkan sebungkus rokoknya padaku setelah mengambilnya sebatang dan menyalakannya.

“Tidak”, aku menolak singkat, masih dengan dagu ditopangkan pada sandaran kursiku dan menatap serius padanya.

Dia beberapa kali mengklik tombol pada layar laptopnya lalu mengalihkan pandangannya padaku.”Hei, ada apa sayang?”, sekarang tangan kirinya membelai rambutku. “Kukira kita sudah sepakat. Kau akan menyelesaikan tes mu bulan Maret, lalu kita akan pergi dari sini”, aku mencercanya to the point.

“Kita tidak pernah menyepakati apapun”, Hoseok beralih dariku, menjentikkan jarinya pada rokoknya lalu kembali berkutat dengan laptopnya.

“Jeez..jangan mulai lagi..”, aku berdiri dari dudukku, berjalan menuju single bednya dan membaringkan tubuhku di sana. Aku sudah menunggu kelulusan pacarku ini sejak September, mereka memundurkan jadwalnya ke bulan Maret, tapi sepertinya akan mundur lagi. Dia mahasiswa yang pintar, dia mengerjakan penelitian yang membutuhkan detail yang rumit dan sulit serta butuh waktu yang -oh Tuhan, seperti selamanya- untuk tugas akhirnya.

“Aku mengajakmu pacaran 3 kali tapi kau menolak, aku mengajakmu menikah 2 kali tapi kau menolak, aku mengajakmu pindah ke sini tapi kau menolak, aku mengajakmu membuat anak tapi kau menolak. Kita, tidak, bukan kita sih, kau yang tidak pernah menyepakati apapun”, dia yang kini mencercaku.

Aku mendelik menatap langit langit kamarnya, tertohok akan setiap detail penolakan yang baru saja dia rinci. “Aku sedang malas berdebat”, kubenamkan wajahku di pelukan boneka beruang besar miliknya, pemberian mantan pacarnya sebelum aku.

“Kau lebih tua daripada aku, harusnya kau sudah mulai belajar berkomitmen”, dia melanjutkan. Aku bergeming, menahan amarahku, tapi aku dapat merasakan mataku mulai memanas.

“Jawab aku.. Hei.. Apa kau menangis?!”, aku merasakan getir di tenggorokanku, tapi kalimatnya justru menghentikan perasaan ingin menangisku, aku sangat gengsi. Aku masih memeluk dan membenamkan kepalaku ke boneka beruang itu.

“Honey..”, tiba-tiba aku merasakan hembusan nafas di tengkukku, aku membalikkan tubuhku, dan mendapati Hoseok sudah di bed yang sama denganku. Dia mengunci tubuhku dengan posisi aku di bawahnya. Disingkirkannya boneka beruangnya dari pelukanku.

“Honey..”, dia menatapku sembari membenahi poniku, sepertinya dia tidak jadi melanjutkan kata-katanya. Detik selanjutnya aku sudah merasakan bibirnya di bibirku, so tender yet so tempting. Kami berciuman selama beberapa menit, diselingi beberapa kecupan, sebelum akhirnya aku benar-benar melepaskan bibirku dari bibirnya dan melonggarkan remasanku di tengkuknya.

“Kau mau?”, Hoseok menatapku dalam, bisa kurasakan sesuatu yang menonjol darinya di selangkanganku.

“Hoseok.. Aku..”, aku tidak mungkin mengiyakannya. Aku melepaskan diri darinya, memakai jaketku, mengambil tasku, dan menggenggam handle pintu kamarnya saat dia berujar lagi.

“Kau pikir aku tidak tau kau bangun di mana pagi ini.. di kamar Jimin kan.. bulan lalu kau liburan ke pantai berdua dengan Yoongi.. kau harusnya berhenti meniduri teman-temanku, memulai hubungan yang sesungguhnya denganku”, lagi-lagi dia mencercaku. Aku membanting pintu kamarnya bergegas pergi dari sana. Sigh, bagaimana mengatakan padanya, di dalam tasku sedang ada test pack positif. Ini.. anak Yoongi.

“Hoseok, aku hamil”, aku melemparkan test pack positif itu ke atas laptopnya lalu merebahkan diriku di bednya.

“Oh”, celetuknya.

“Ha?! Oh?!”, aku bangkit duduk, terkejut setengah mati atas respon dari pacarku itu.

“Yoongi sudah cerita kemarin siang”, lanjutnya membuat aku mendelik.

“Katanya dia mau menikahimu”, imbuhnya.

“H..”, aku mau bilang ha tapi mulutku tercekat. Hoseok mendekatiku, lalu bertumpu pada lututnya di hadapanku, “Kau tau apa yg aku bilang padanya.. Aku bilang, tidak boleh, dia pacarku, aku yang akan menikahinya”.

Kepalaku menjadi sangat pening, mataku berkaca-kaca.”Tapi, dia membelikan kita ini”, dia melemparkan bungkusan berisi banyak test pack, lalu kembali duduk di depan laptopnya.

“Kau pikir satu test pack positif itu akurat?! Ayolah, kau bukan gadis 18 tahun lagi kan.. lagipula dia pernah memergokimu bercinta dengan Jimin di kamar Jungkook, mana mungkin dia percaya padamu.

Sudah, tes dulu lagi sana”, aku melongo mendengarkan ceritanya. Kumasukkan test pack-test pack itu ke dalam tasku dan gontai hendak beranjak dari sana.

“Berhentilah meniduri teman-temanku”, tambahnya. ‘Slam’, aku pergi seraya membanting pintu kamarnya. Entah harus kutujukan pada siapa rasa sebal ini, Yoongi atau Hoseok. Padahal aku benar-benar menyukai Yoongi, tapi kenapa dia sangat dingin, sedangkan di sisi lain, aku sangat menginginkan Hoseok secara fisik walaupun aku belum pernah mau disetubuhi olehnya. Aku takut perasaannya akan terluka jika dia tahu aku hanya mengambil keuntungan dari tubuhnya.

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Blinded by Lust Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s