Comedy · Genre · Length · One Shoot · PG · Rating · Romance · sad · Teen

[FF Project My Fat Girl] Give Me Chance


Tittle : Give Me Chance

Author : VizkyLee

Cast :

Jung Heo Seok / Jhope BTS

Shin  Minah as you or girl

Bang Minah (girlday)

Genre : Romance , Sad, Comedy

Rating : Teen , PG

Length : One Shoot

Disclaimer : the cast belongs to BighitE and their parent , and the story belongs to me .  Don’t try to copy my story , don’t judge our cast in this story.

A/N: Maaf atas keterlambatan FF My Fat Girl yang sangat lama, semoga kalian semua setia menungu kelanjutan My Fat Girl untuk member lainnya.

 

Suga Ver | Jimin Ver |

 

 “Mana makanan untukku?” 


Aku memasang wajah datar saat heoseok tiba-tiba bertanya dan duduk tepat di depan mejaku, sungguh aku merasa bingung dengan perubahan sikapnya akhir-akhir ini.

 

 

Aku membuka loker milik seorang namja yang membuatku mengerti apa artinya cinta , aku lihat sekitar lalu segera memasukkan kotak makan kedalam loker ini agar tidak ada yang melihat. Dibalik dinding dekat lokerlah menjadi tempat dimana aku selalu bersembunyi untuk melihatnya mengambil kotak makan yang selalu aku letakkan dilokernya secara sembunyi-sembunyi.

Tepat pukul 06.45 , 15 menit sebelum bel masuk berbunyi namja itu akan berada di depan loker untuk mengambil bukunya dan juga kotak makan yang sudah setahun ini minah letakkan secara diam-diam. Dan diam-diam minah menaruh hati pada Heo Seok atau biasa teman-temannya memanggil dia Jhope , tetapi Heo Seok sama sekali tidak membalas perasaannya .

Jhope tersenyum saat menemukan kotak makan itu lagi , ya minah akan ikut senang jika heoseok merasa senang menerima makanan . Dari belakang teman-teman jhope menepuk pundaknya

”apa Minah mengirim makanan lagi padamu Jhope ah? ” tanya temannya dari belakang

”pasti , dia menyukaiku jadi ini adalah bukti cintanya padaku ” ucap Jhope dengan menunjukkan kotak makan yang baru dia keluarkan dari dalam loker

”kau beruntung sekali minah mempunyai perasaan padamu , lihat saja dia selalu dikelilingi para namja seperti itu” teman Jhope yang lain menunjuk kesuatu arah dan minah ikut melihat kearah itu.

”biarkan saja semua namja mengejarnya yang terpenting dia sudah menunjukkan cintanya padaku dengan kotak makan ini” jatuh cinta itulah yang sedang Jhope rasakan saat ini , walaupun belum sekalipun mengutarakan perasaannya pada minah tetapi jhope bertekad untuk menyatakan perasaannya pada ulang tahun sekolah nanti.

Setelah selesai mengambil buku mereka didalam loker Jhope dan teman-temannya langsung pergi menuju kelas mereka. Minah keluar dari tempat persembunyiannya dan menatap sedih punggung Jhope dari  kejauhan

”jadi Heo Seok selama ini mengira jika bang minahlah yang mengirim makanan untuknya” setetes air mata jatuh membasahi pipi mulus Minah , dia merasa jika pengorbanannya selama satu tahun ini sia-sia.

Jhope menyantap makanan itu dengan lahap membuat teman-temannya merasa iri , ya siapa yang tidak menyukai Bang Minah yeoja dengan paras imut itu.

”hya Jhope seandainya lunch box ini bukan Bang Minah yang mengirimnya , apa kau akan tetap memakannya dengan lahap seperti ini?” Jhope meletakkan sumpit yang dia gunakan, lalu menatap teman-temannya sejenak.

”memangnya disekolah ini nama Minah ada berapa orang?” tanya Jhope mulai ingin tau

”sepengetahuanku hanya ada dua siswi yang mempunyai nama minah , bang minah dan Shin Minah ” jelas teman Jhope

”apa mungkin shin minahlah yang mengirim lunch box ini ? jika dilihat dari Bang Minah yang sama sekali tidak berminat denganmu ” Jhope menatap teman yang duduk berhadapan dengannya

”kalian bicara seperti itu karena iri bukan melihat lunch box ini selalu dilokerku bukan loker kalian” ucap Jhope sebal

Selama pelajaran berjalan Jhope tidak bisa berkonsentrasi bahkan saat dia sedang berlatih dancepun dia tidak bisa melakukan step yang benar karena fikirannya sedang kemana-mana.

Apa aku harus bertanya langsung dengan minah , maksudku bang minah

Aniya … aku tidak mungkin bertanya padanya

Apa aku bertanya pada Shin minah saja ? kemungkinan dia menyukaiku sangat kecil

Jhope sangat menyakini jika bang minahlah yang mengirim lunch box itu , saat Jhope akan melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah dia tidak sengaja melihat shin minah duduk ditaman.

Shin  Minah tidak tau jika ada seseorang yang sedang berjalan mendekatinya , dia masih sibuk dengan laptop didepannya . Jhope sudah berada tepat dibelakang Minah , tetapi dia bingung harus membicarakan hal apa.

Terlihat bayangan di layar laptop Minah . Minah tau tetapi dia tidak berani membalikkan badannya karena dia tau siapa yang sedang berada dibelakangnya .

”maaf  apa aku bisa menggangu waktumu sebentar ?” tanya Jhope memberanikan diri

”iya silahkan ” balas minah memberanikan menatap Jhope .

”apa kau selama ini yang mengirim lunch box dan meletakkannya di lokerku?” pernyataan Jhope sontak membuat minah terkejut

Minah tidak langsung menjawabnya dia masih berfikir , mengolah kata yang harus dia jawab atas pertanyaan jhope. Terlintas bayangan beberapa jam yang lalu saat jhope mengatakan jika lunch box itu pemberian bang minah .

”bukan , bukan aku yang meletakkannya ” ucap Shin Minah

”bukan kau yang meletakkannya” ucap Jhope dengan nada senang

Shin Minah menelan salivanya berat , dia tau jhope pasti akan senang jika dia menjawab ’tidak’ walaupun hatinya menahan sakit tetapi asal Jhope senang minah akan ikut senang.

”maaf menggangumu gomawo” ucap Jhope singkat lalu berlari pergi menuju luar sekolah.

Bagaimana jika aku mengatakan iya ?

Apa kau akan berduka karena aku yang menyukaimu bukan Bang Minah?

Aku lebih baik sekarang melupakanmu sebelum aku mulai mencintaimu lebih dalam

 

Shin Minah menatap sedih kepergian jhope tetapi dia senang setidaknya Jhope pernah berbicara dengannya walaupun bukan seperti yang selalu dibayangkan oleh Minah.

Keesokan harinya Jhope berlari menuju lokernya dibukannya loker itu dengan kasar , kosong itulah yang dilihat Jhope sekarang . Tidak ada lunch box hanya buku-bukunya saja , Jhope menutup loker itu pelan raut wajahnya tampak tidak secerah hari-hari kemarin.

”hya kau tidak membawa lunch box ” ucap temannya saat Jhope baru menginjakkan kakinya ke dalam kelas dan tidak terlihat Jhope membawa sebuah kotak berbentuk persegi seperti hari-hari sebelumnya.

”sepertinya Minah lupa mengirimnya” balas Jhope masih tidak percaya karena baru hari ini lunch box itu tidak ada di dalam lokernya

”lebih baik kau tanyakan saja pada Minah , kenapa dia tidak mengirim lunch box padamu?” saran salah satu temannya

Namun , Jhope hanya diam tidak menjawabnya dia tidak akan bertanya pada Bang Minah . Jhope akan menunggu besok dan seterusnya , jika memang lunch box itu tidak ada lagi dia akan bertanya langsung pada Bang Minah .

1 minggu berlalu dan lunch box itu benar-benar menghilang tidak ada lagi makan siang bagi Jhope , hal ini benar-benar membuatnya dihinggapi rasa penasaran akan pengirim lunch box yang sebenarnya.

Hari ini di acara ulang tahun sekolah Jhope akan menyatakan cinta pada bang minah yeoja yang sudah menjadi perhatiannya sejak lama , Jhope yang optimis jika bang minahlah yang mengirim lunch box itu . Dan Jhope beranggapan jika lunch box yang selama seminggu ini tidak dikirim padanya itu adalah tanda bang minah menginginkan dirinyalah yang maju untuk menyatakan cinta terlebih dahulu.

”Jhope kau terlihat keren sekali malam ini” puji temannya , ya memang Jhope berusaha tampil sekeren mungkin di hadapan bang minah. Jhope hanya membalas perkataan temannya dengan senyum lebarnya.

”kapan kau akan menyatakan cinta pada bang minah?” tanya teman Jhope yang lain

”mungkin setelah acara selesai” ucap Jhope ragu-ragu

”kenapa lama sekali? Lebih baik kau sekarang mengutarakannya” ucap teman Jhope dan membalik badan Jhope untuk melihat kebelakangnya .

Disana terlihat Minah yang sedang berjalan bersama dengan temannya menuju tempat acara diadakan , tanpa basa basi teman jhope mendorongnya hingga Jhope sekarang berhadapan dengan Bang Minah.

Bang Minah tersenyum dengan ramah Jhope membalas senyuman Minah tak kalah ramahnya , dia sedikit gugup berhadapan langsung dengan Bang Minah . Shin Minah menahan rasa sakit dihatinya , dia sejak awal sudah memperhatikan Jhope yang mengobrol dengan temannya hingga jhope berhadapan langsung dengan bang minah.

“annyeong Minah , kau terlihat cantik menggunakan dress itu” puji teman Jhope dan dirinya  terhadap minah

“gomawo … kau juga keren menggunakan kemeja itu” ucap Minah dan memberi senyum yang membuat para namja meleleh

“ah cam , Jhope ingin menyampaikan sesuatu padamu “ ucap teman Jhope hal itu membuat Jhope bingung harus melakukan apa bahkan mulutnya serasa tidak bisa berbicara.

“kau ingin bicara apa jhope?” tanya minah membuka suara terlebih dulu karena Jhope tidak segera berbicara.

Jhope masih menatap lekat-lekat wajah Bang Minah dihadapannya bagai mimpi disiang bolong , Bang Minah benar-benar berdiri dihadapannya dan tersenyum manis menunggu dirinya berbicara.

“aku … aku…” ucap Jhope terbata-bata dia sangat gugup benar-benar gugup , bang minah masih sabar menunggu perkataan yang akan di ucapkan oleh Jhope.

Jhope memposisikan dirinya berlutut dengan satu tangan dia ulurkan pada Minah “Minah aku mencintaimu , apa kau mau menjadi kekasihku?” ucap jhope tegas , raut wajah minah seketika menunjukkan ketidak senangan mendengar pernyataan jhope.

“kau mencintaiku , apa kau tidak salah?” ucap Minah dengan nada meremehkan

“tidak , aku tidak salah . Kau mencintaiku juga bukan ?” balas Jhope dan Minah memasang senyum meremehkan

“apa ? aku mencintaimu . apa kau mimpi eoh ?” ucapan Minah membuat Jhope bingung

“aku tidak mimpi , kau selalu mengirim lunch box untukku bukan?” balas Jhope , hal itu membuat minah semakin geram pada jhope .

“apa ? aku mengirim lunch box , kau benar-benar bermimpi . kenapa aku harus repot-repot mempersiapkan lunch box untuk seseorang yang tidak aku sukai? Asal kau tau aku sekarang mempunyai namchin mana mungkin aku mendekatimu , aku bukan seorang wanita yang akan bermain dibelakang” jelas Minah panjang lebar , hati Jhope sakit bagai ditusuk seribu jarum.

Setelah Minah menjelaskan bahwa bukan dirinya yang mengirim lunch box itu dia langsung pergi meninggalkan Jhope yang masih diam membeku ditempatnya , teman-teman Jhope mendekatinya dan mengguncang tubuhnya keras.

“apa kau baik-baik saja Jhope?” tanya teman Jhope khawatir melihat jhope yang masih tidak bergeming

“aku harus mencari yeoja itu” ucap Jhope pelan lalu pergi meninggalkan teman-temannya untuk mencari shin minah

Jhope mencari Minah kepenjuru sekolah dia berlari dan berlari mencari Minah kesetiap ruangan , tetapi nihil Minah tidak ditemukan dan tiba-tiba dia ingat belum mencarinya di aula tempat dimana acara itu berlangsung

Saat masuk kedalam aula Jhope melihat seorang yeoja bertubuh overweight duduk dideretan bangku , Jhope berjalan menuju sebuah kursi yang kosong dibelakang minah. Minah masih belum mengetahui jika jhope berada dibelakangnya lalu Jhope memegang pundaknya dan minahpun melihat kebelakang

“ikuti aku , sekarang!” perintah Jhope saat minah melihatnya , dan dia langsung mengikutinya dari belakang.

Jhope masih terus berjalan dan Minah masih terus mengikutinya tanpa berfikiran yang tidak-tidak terhadapnya , Jhope berhenti disebuah lorong yang memisahkan antara kelasnya dan Minah.

Minah membeku saat Jhope menatap dengan mata marah terhadapnya lalu berjalan mendekati minah dan membuat tubuh minah tersudut ditembok  , dan sekarang jhope menghentakan tangannya pada tembok tepat disamping wajah minah yang ketakutan.

“a..apa yang akan kau lakukan?” tanya Minah dengan suaranya yang bergetar

“kau… kau… kenapa kau berbohong eoh?” bentak Jhope , Shin Minah menutup matanya dia takut benar-benar takut.

Shin Minah tau benar kebohongannya akan terbongkar , tetapi dia tidak percaya jika secepat ini dan dia belum mempersiapkan alasan yang akan dia berikan pada jhope.

“jawab… cepat jawab! Kenapa kau berbohong ? kau membuatku malu dihadapannya!” Jhope membentak Minah lagi dan semakin keras.

“ya aku berbohong!” ucap Minah dengan nada tinggi , dia tertekan dia bingung harus bicara apa

“apa alasan kau berbohong? Apa kau benar-benar mempunyai perasaan padaku?” Jhope benar marah pada minah

“cepat jawab” bentak jhope dan suaranya menggema di lorong itu , beruntung lorong itu sepi hanya ada mereka berdua

“a..aku …” hanya kata itu yang bisa keluar , lalu Minah menarik nafas dalam-dalam agar dia tenang.

“aku tau diri karena itu aku berbohong dan hanya menulis nama ‘Minah’ maaf membuat dirimu malu dihadapan Bang Minah. Kau tidak perlu khawatir aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun denganmu “ jelas shin minah lalu mendorong tubuh jhope untuk menjauh darinya. Shin minah akan melangkahkan kakinya pergi , tetapi dia berhenti lalu membalikkan badannya menatap Jhope.

“ terima kasih telah mengenalkanku cinta dan arti mencintai . aku tau inilah resiko cinta sepihak , tetapi aku senang bisa berbicara denganmu walau itu hanya sebentar” setelah mengucapkan hal itu Minah pergi tanpa melihat kebelakang . Dimana Jhope masih menatap punggung Minah dengan perasaan yang bercampur aduk .

Keadaan sekolah tampak tidak berubah aktifitas tetap berjalan seperti biasanya . Tetapi tidak dengan Jhope , dia berbeda tidak mudah tersenyum lagi dan mengeluarkan celotehan konyolnya . Teman-temannya hanya bisa menatapnya iba , mereka tidak bisa melakukan apa-apa sebelum Jhope sendiri yang bertindak ingin keluar dari patah hatinya.

Shin Minah berlari melewati kelas jhope bukan karena dia tidak ingin terlihat oleh jhope, tetapi minah telat datang ke  sekolah dan bel masuk sudah bunyi 5 menit yang lalu . Sehingga membuatnya harus berlari menuju kelasnya dan saat itu Jhope yang kelasnya sedang kosong dapat melihat minah yang berlari tergesa-gesa.

“kenapa dia berlari?” Jhope tidak sadar jika dia berbicara seperti itu

“mungkin dia takut bertemu denganmu” celetuk salah satu teman jhope dan yang lain tertawa mendengarnya.

Jhope merasa kesal teman-temannya tidak ada yang membantu malah membuat dirinya semakin terpuruk .

Jhope memilih untuk keluar dari kelasnya daripada semakin kesal mendengar teman-temannya yang menjadikan patah hatinya sebagai lelucon. Dia tidak tau harus pergi kemana karena kelas lain sedang melakukan pembelajaran , ke kantin Jhope tidak bernafsu untuk makan.

Kaki Jhope melangkah terus sampai dia melihat seorang yeoja berdiri didepan kelas dengan tangan diatas . Jhope tidak meneruskan melangkahkan kakinya , dia terpaku melihat seorang yeoja yang telah membuat dirinya kacau .

Tatapan Jhope membulat saat melihat bang minah mendekat kearah Minah yang sedang mendapatkan hukuman . Bang Minah dan teman-temannya mendekati minah yang sedang berdiri tak jauh dari pintu kelasnya

“fatty girl kau sedang menjalankan hukuman pertamamu” ucap Bang Minah tepat didepan wajah Minah

“setelah bel pulang sekolah bunyi temui aku di toilet wanita , jika kau tidak datang aku akan menghukummu lebih parah lagi. Camkan itu Mi-Nah “ ucap Bang Minah lagi setelah itu meninggalkan Minah yang masih tidak bergeming ditempatnya.

Jhope tetap ditempatnya dia mengerutkan dahinya penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh bang minah dan shin minah . Karena merasa kesal tidak bisa mengetahui pembicaraan mereka jhope menendang tempat sampah yang ada dihadapannya.

“sial!!” geram Jhope menahan sakit dikakinya.

Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan lingkungan sekolahpun sudah tampak sepih walaupun beberapa siswa/i masih berada di area sekolah. Shin minah masih berada didalam kelasnya membereskan beberap buku yang akan dia masukkan kedalam loker miliknya.

Shin Minah seperti enggan meninggalkan kelasnya beberapa kali dia menghembuskan nafas berat . Langkah kaki minah terasa berat menuju lokernya yang berada di luar kelas , selesai memasukkan bukunya kedalam loker minah melihat salah satu teman bang minah berjalan menuju dirinya.

“kau sudah siap” ucap yeoja itu dan langsung menarik pergelangan tangan Minah tidak kasar hanya sedikit menyeretnya.

Bang Minah dan kedua temannya sedang menunggu didalam toilet wanita dengan tatapan yang serius .

“dia sudah datang “ ucap teman Bang Minah

“welcome to the hell fatty girl” ucap Bang Minah lalu mendorong Shin Minah untuk duduk  pada closet seat

Shin Minah hanya tertunduk takut pada Bang Minah dia tidak bisa menatap langsung wajah bang minah dan teman-temannya.

“apa kau takut fatty girl?” apa ini kutukan bagi seorang yeoja yang bertubuh tambun atau karena aku mempunyai nama yang sama . aku akan menerima apapun perlakuan bang Minah padaku.

“apa kau tidak mempunyai mulut? apa kau juga tuli? Jawab… ” bentak Bang Minah lalu menarik rambut shin minah agar dia menatapnya.

“kau jangan berfikir bahwa aku melakukan ini agar kau menjauhi Jhope . Aku sangat benci dan tidak suka dengan seseorang yang mempunyai nama sama sepertiku . Apalagi kamu yang mempunyai wajah dan tubuh seperti ini” jelas Bang Minah sambil menatap tajam tubuh Shin Minah dari ujung kepala hingga kaki.

“nama kamu tidak menggambarkan orangnya . Lagian kenapa kamu tidak menulis namamu lengkap saat memberinya makanan . Apa kau ingin mendompleng kepopuleranku disini eoh? “ Shin Minah tidak termakan oleh ucapan Bang minah . Dia mengakui jika dia salah karena tidak menuliskan nama lengkapnya dan Shin Minah tidak merasa ingin mendompleng kepopuleran bang minah.

“terserah kau berbicara apa , aku minta maaf karena mempunyai nama yang sama denganmu” Bang Minah langsung tertawa kencang diikuti dengan kedua temannya.

“aku terima permintaan maafmu . aku heran dengan namja yang bernama jhope itu , bagaimana dia bisa menolakmu . jika di lihat dia biasa-biasa saja ya walaupun dia mempunyai bakat yang bisa dibilang bagus , tetapi tetap saja dia berani-beraninya menyatakan perasaan padaku . dia namja tidak tau diri !” perkataan Bang Minah berhasil membuat shin minah membulatkan matanya.

“jika kau tidak menyukainya jangan menjelek-jelekkan dibelakangnya . cukup kau menolaknya saja” ucap Shin Minah geram. Dia tau Jhope tidak menyukainya karena fisik tubuhnya yang overweight , tetapi dia tidak akan pernah menjelek-jelekan Jhope dibelakangnya. Kebohongan yang dibuat shin minah hanya bertujuan agar jhope bahagia , tetapi dia salah Jhope ditolak dan mendapatkan malu karena kebohongan yang dia buat.

“rupanya kau benar-benar mencintainya fatty girl. Kau telah dibutakan oleh cinta , sadarlah namja hanya akan melihat yeoja dari penampilannya saja. Dan argghhh tubuhmu tidak akan ada yang mau melihatnya hanya namja bodoh saja yang mau memiliki kekasih bertubuh overweight seperti dirimu “ amarah Shin minah sudah memuncak . Dia tau dia tidak memiliki tubuh bak model , tetapi dia tidak mau harga dirinya diinjak injak dan dihina seperti ini.

“terserah kau mau berkata tentang tubuhku yang overweight , aku cinta buta padanya . aku tidak peduli “ Shin Minah bersiap untuk keluar dari bilik toilet itu , tetapi bang minah menahannya dan mendorong keluar bilik toilet hingga mengenai ember yang berisikan air sisa mengepel lantai.

“aku belum selesai berbicara denganmu! Suruh orang tuamu mengganti namamu itu, nama minah tidak cocok untukmu , tidak menggambarkan bagaimana orangnya.  Aku muak mengetahui seseorang mempunyai nama sepertiku , apalagi kamu. Jika kamu memakai nama ‘minah’ hanya untuk mengambil keuntungan lebih baik kau mengganti nama kamu “ ucap bang minah lalu pergi meninggalkan toilet wanita bersama dengan kedua pengikutinya , meninggalkan shin minah yang masih terduduk dilantai.

Jhope baru saja keluar dari tempat latihan dance , dia melihat minah dan teman-temannya baru saja keluar dari toilet wanita. Saat Jhope akan melangkahkan kakinya pergi dari tempat latihan , dia merasa ada sesuatu yang harus dia lihat . Akhirnya Jhope memutuskan untuk mendekati toilet wanita lalu mengetuk pintu toilet itu untuk izin masuk jika ada seseorang didalamnya.

Saat Jhope akan menarik knop pintu toilet , pintu itu terbuka terlebih dahulu dan membuat dua orang berjenis kelamin berbeda itu kaget. Mereka berdua saling bertatapan lama , setelah sadar Shin Minah langsung menundukkan kepalanya dan menerobos keluar lalu berlari. Jhope yang mengetahui minah lari , dia ikut lari mengejarnya.

“tunggu …” teriak Jhope pada Minah yang masih lari bahkan menambah kecepatannya.

Namun , karena secara fisik pria lebih kuat dan cepat . Jhope sekarang sudah berada didepan minah dan membuatnya berhenti.

“kau kenapa?” Jhope tidak percaya dia mengeluarkan pertanyaan seperti itu. Minah menggelengkan kepalanya dan masih tetap menundukkan kepalanya.

“Minah! Kau kenapa? Seragam kamu basah” ucap Jhope lalu melepas jaket yang dia pakai dan memasangnya ditubuh minah.

“terserah kamu mau cerita atau tidak , tetapi aku akan mengantarmu pulang” seketika Minah mendongakkan kepalanya menatap Jhope bingung.

“jangan… , maksud aku kau tidak perlu mengantarku pulang” ucap minah melangkahkan kakinya menuju lokernya untuk mengambil tasnya yang tertinggal disana. Dengan cepat jhope mengambil tas minah yang tergeletak diatas lantai lalu menarik tangan minah menuju mobilnya , lalu mendorong minah untuk masuk kedalam mobil.

Minah lebih memilih tidak membuka mulutnya dan memandang keadaan luar melalui jendela mobil, sementara Jhope focus menyetir tetapi sesekali dia menengok kearah chanmi untuk melihat keadaannya.

Minah bingung saat melihat mobil jhope masuk kedalam kawasan rumah di daerah kangnam

“kau akan membawaku kemana? Jika kau tidak mau mengantarku pulang , turunkan aku disini aku akan naik bus saja” jhope memperlambat laju mobilnya.

“apa kau akan pulang dengan keadaan seperti itu?” Minah tidak membalas pernyataan jhope , ya dia setuju dengan pernyataan jhope dia tidak mungkin pulang dengan keadaan basah seperti ini.

Jhope mempersilahkan chanmi untuk masuk kedalam rumahnya sesaat setelah mobil itu berhenti disebuah rumah bercat putih . Minah sedang berada diruang tamu , dia mengedarkan pandangannya pada penjuru isi rumah jhope. Dia menemukan sebuah pigura berukuran besar yang menampilkan foto keluarga. Tanpa Minah sadari jhope sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri dengan membawa sebuah hair drayer , dan dirinya juga sudah tidak memakai seragam sekolah.

“apa aku sebegitu tampan , sehingga membuatmu tidak mengalihkan pandanganmu pada fotoku?” Minah sadar dan wajahnya langsung bersemu merah , dia malu dipergoki oleh Jhope obyek yang dilihatinya sedari tadi.

“pakai ini untuk mengeringkan pakaianmu , dan pergilah kekamar ku di atas tempat tidur ada sweater pakailah. Setelah selesai kau langsung saja keruang makan , aku tunggu disana” perintah Jhope , setelah mengantar chanmi kekamarnya dia langsung menuju dapur dan meminta pembantunya untuk membuat minuman hangat.

Minah turun dengan seragam yang sudah kering , dia tidak memakai sweater seperti perintah Jhope tadi. Dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan dan mendapati Jhope yang sedang menunggunya dengan memainkan hand phone miliknya.

“duduklah! Ini minum selagi masih panas” Jhope mendorong gelas yang berisi coklat panas kearah Minah

Tanpa Minah ketahui Jhope memperhatikannya yang sedang meminum coklat panas, sesekali dia tersenyum dan terpukau melihat yeoja berpipi chubby disampingnya . Minah yang merasa jika Jhope menatapnya sedari tadi , tidak berani mengangkat kepalanya untuk membalas tatapan Jhope. Dia takut sungguh-sungguh takut jika membalas tatapan Jhope , dia akan kembali jatuh cinta dengan Jhope.

“apa yang minah cs lakukan padamu di dalam kamar mandi?” Jhope mulai mengintrogasi Minah

“tidak ada , aku hanya terpleset di dalam kamar mandi dan menyenggol ember berisi air kotor “ jelas Minah dengan tenang agar Jhope tidak merasa jika Minah sedang berbohong

“benarkah? Kamu tidak berbohong minah. Aku siap mendengar ceritamu , aku janji tidak akan menceritakan pada orang lain. Dan jangan takut dengan ancaman dari bang minah” minah merasakan tatapan mengancam dari mata Jhope

“bu… bukan minah yang melakukannya aku terpleset sendiri dan menyenggol ember yang berisikan air kotor” jelas Minah setengah benar karena dia tidak menjelaskan keseluruhan kronologi yang terjadi.

“aku anggap itu benar” Jhope sebenarnya ingin menyangkal perkataan Minah , tetapi melihat Minah yang terlihat takut saat dihadapannya membuat dia mengurungkan niat untuk membantah perkataannya.

“jika sudah selesai akan aku antar kamu pulang” perkataan Jhope membuat Minah tersedak .

Minah merasakan seseorang membersihkan mulutnya yang belepotan akibat tersedak, Jhopelah yang membersihkan sisa coklat di bibir Minah. Seketika pipi Minah bersemu merah melihat perlakuan manis Jhope.

“aku akan mengambil kunci motor dikamar , setelah aku kembali minuman itu harus habis” pipi merah Minah memudar digantikan dengan raut wajah yang tegang akibat perkataan Jhope yang pedas.

Dengan cepat Minah meminum sisa coklat yang ada digelasnya , setelah itu membersihkan gelas itu . Walapun dia tamu dirumah Jhope, tetapi dia tidak enak meninggalkan gelas kotor miliknya.

“apa yang kamu lakukan?” Jhope langsung menarik tangan Minah dan mebawakan tasnya menuju motornya.

“siapa yang suruh membersihkan gelas itu? kau bisa meninggalkannya dimeja!” Minah semakin tidak berani menatap Jhope , dia trauma dengan bentakan jhope waktu itu .

Jhope menangkup wajah Minah agar dia menatapnya

“jika seseorang sedang berbicara kamu harus menatapnya Minah” Setelah mengucapkan kata itu Jhope memasangkan helm di kepala Minah

“ayo naik!” perintah Jhope dan meletakkan tangan Minah dipinggangnya “Pegang dengan erat “ benar saja Jhope malujakan motornya dengan kecepatan tinggi.

Minah mengembangkan senyumannya saat penciumannya mencium harum parfum yang dipakai Jhope , semakin erat memeluk pinggang Jhope . Sebaliknya Jhope juga tersenyum merasakan hangat tangan Minah yang memeluk pinggangnya dari belakang.

Mereka sudah sampai didepan rumah Minah , Jhope mematikan mesin sepeda motornya tetapi masih membiarkan Minah menikmati memeluk tubuhnya.

“apa sebegitu sukannya kamu denganku sehingga tidak melepaskan tanganmu dari tubuhku?” Minah yang sadar langsung saja melepaskan pelukannya dan turun dari motor Jhope

“terima kasih atas semua kebaikanmu” ucap Minah dengan menundukkan kepalanya

“apa sebegitu jelekkah aku sampai kamu tidak ingin melihatku saat berbicara?” Minah langsung menatap Jhope yang sedang tersenyum kepadanya

“ti…tidak , kau tidak jelek” jawab Minah gugup

“besok aku akan menjemputmu , kita berangkat bersama” Minah menggelengkan kepalanya tanda menolak ajakan Jhope

“kenapa kamu tidak mau ? apa karena aku memang jelek?” Jhope selalu menghina dirinya jelek agar Minah mau mengikuti apa yang dia inginkan

“bu..bukan karena itu , aku hanya tidak mau saja . Kumohon mengertilah” Jhope terdiam sesaat mendengar Minah memohon padanya

“baiklah , masuklah!” perintah Jhope dan Minah langsung masuk kedalam rumahnya.

Shin Minah memasuki gerbang sekolahnya dengan mengendap-endap , dia sedang mencari Bang Minah dan teman-temannya. Dia takut mereka akan melakukan suatu hal yang buruk lagi , tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.

“k ka..kalian , ada apa?” tanya Minah pada teman-teman Jhope

“kau tenang saja kita berniat baik , ayo masuk” ajak teman-teman Jhope pada Minah untuk masuk kedalam

Minah ikut saja karena teman-teman Jhope menariknya untuk masuk kedalam , memang sedikit memaksa tetapi Minah merasa terlindungi karena dia melihat dari jauh Bang Minah bersama dengan teman-temannya. Sampai lokerpun teman-teman Jhope masih menemani Minah bahkan mereka menemaninya hingga masuk kedalam kelas.

“kalian kenapa sedari tadi mengikutiku?” Minah penasaran dengan teman-teman Jhope yang mengikutinya

“kita kembali kekelas dulu , selamat belajar” ucap teman-teman Jhope secara bersamaan , hal itu semakin membuat Minah bingung.

Saat istirahat Minah tidak beranjak dari kelasnya , dia hanya ingin aman dari Bang Minah dan teman-temannya. Minah merasa tenang didalam kelas karena ada beberapa temannya yang berada diruang kelas. Ketika Minah akan memakan bekal yang dia bawa , pintu kelasnya terbuka dan memperlihatkan sosok pria masuk dengan santainya dan duduk di hadapan Minah.

“Mana makanan untukku? “

 

Minah memasang wajah datar saat Heo Seok tiba-tiba bertanya dan duduk tepat di depan mejanya, dia benar-benar bingung akan perubahan sikap Heo Seok yang hangat padanya. Dia ingin percaya dengan perubahan Heo Seok , tetapi Minah selalu menepisnya dia tidak mau jatuh mengharapkan Heo Seok membuka hati untuk dirinya.

Minah memberikan paper bag bekal untuk makan siangnya pada Jhope , tetapi Jhope langsung menahan tangan Minah yang akan memberikan paper bag itu pada Jhope.

“aku ingin makanan yang kau makan saja” ucap Jhope tanpa malu sedikitpun.

“sebagai gantinya kamu makan ini” Jhope menyodorkan kotak makan pada Minah

Minah hanya diam membiarkan Jhope mengambil ahli kotak makan miliknya , dan dia mengambil kotak makan yang diberikan oleh Jhope.

Jhopepun langsung memakan makanan milik minah dengan lahap tanpa memperhatikan Minah yang memasang wajah bingungnya.  Tapi Minah langsung tersenyum hanya melihat punggung Jhope,  entah apa yang membuatnya tersenyum.

“apa tidak enak? “tanya Jhope yang sudah selesai memakan bekal milih Minah

“e… enak , kamu sudah selesai makannya” ucap Minah

“bagus kamu harus menghabiskan sampai habis,  makanan kamu selalu enak” ucapan Jhope membuat Minah bersemu merah karena pujian Jhope

“nanti kamu harus pulang denganku,  tidak ada penolakan dan kabur Minah” setelah mengatakan hal itu Jhope langsung keluar dari kelas Minah

Minah hanya diam , dia merasa bingung dengan sikap Jhope . Apakah Jhope hanya ingin melindungi dan kasihan ? atau memang Jhope mulai menyukainya.

Bel pulang sekolah sudah bunyi 15 menit yang lalu , tetapi Minah masih didalam kelasnya menunggu teman-temannya untuk keluar dari kelas. Hari ini dia mendapat giliran piket menghapus papan tulis .

Jhope keluar dari kelasnya dengan perasaan bahagia , teman-temannya bingung melihat perubahan yang drastis  pada Jhope. Teman-temannya menyimpulkan jika Jhope berubah gara-gara Shin Minah gadis yang telah membutnya marah .

“aku tidak mau dianggap gila karna mempunyai temannya yang gila” sindir salah satu teman Jhope

“siapa yang gila ?” tanya Jhope menghentikan langkahnya ketika mereka semua sampai diparkiran

“ya kamu brother , dari tadi senyum-senyum sendiri. Udah jadian ya sama Shin Minah” Jhope kaget dengan pernyataan teman-temannya.

“ngomong apa kamu , aku tidak jadian dengannya “ Jhope tidak berbohong

“tapi kamu mulai sukakan sama Shin Minah , buktinya saja kamu melindungi dia dari Bang Minah. Apa itu tidak bisa dikatakan mulai mencintai” jelas salah satu temannya

Jhope sedikit membenarkan perkataan teman-temannya tentang dia yang melindungi Shin Minah , tetapi untuk mencintainya dia masih ragu .

“kenapa melamun?  Ayo pulang” ajak teman-temannya

“aku menunggu Minah , kalian pulang duluan saja”

“kami tunggu kabar bahagia darimu kawan” Jhope hanya tersenyum mendengar perkataan teman-temannya

Minah selesai membersihkan papan tulis,  saat akan membersihkan penghapus tiba-tiba Bang Minah dan teman-temannya masuk kedalam kelasnya.

“apa kau sudah mengganti namamu fatty?”ucap Bang Minah sinis

“kenapa aku harus menggantinya?” balas Shin Minah berani,  dia tidak akan takut lagi

“berani sekali kau membalas seperti itu,  aku sudah bilang namamu tidak cocok dengan dirimu jadi kau harus menggantinya fatty”bentak Bang Minah mendorong Shin Minah sampai terjatuh membentur meja

“itu nama pemberian dari orang tua,  aku tidak akan menggantinya” balas Shin Minah dengan nada keras sama seperti Bang Minah

“jangan berteriak fatty , kau tidak diizinkan untuk berteriak. Aku bilang ganti ya ganti fatty aku tidak peduli dengan orang tuamu” bentak Bang Minah lagi,  lalu mengusapkan penghapus papa diseluruh wajah Shin Minah

“apa yang kau katakan pada Jhope,  sehingga membuat dia seperti marah denganku dan tidak membalas sapaanku” ucap Bang Minah sambil mencengkram lengan tangan Shin Minah

“aku tidak menceritakan apapun padanya,  kau bilang tidak menyukainya bukan kenapa marah saat Jhope tidak membalas sapaanmu” Bang Minah semakin mengeratkan cengkramannya pada lengan Shin Minah

“aku memang tidak menyukainya,  tetapi aku tidak suka dia seperti meremehkanku dang mengacuhkanku.  Seorang Bang Minah yang populer tidak akan pernah dijauhi oleh orang-orang.  Mereka akan selalu tunduk padaku , ingat itu fatty”

“dia seperti itu karena sudah mengetahui sifat kamu , mereka takut padamu sehingga mereka selalu tunduk dan baik padamu” Shin Minah menatap teman-teman Bang Minah yang raut wajahnya berubah saat mendengar perkataan Shin Minah

“berani-beraninya kau berkata seperti itu eoh! ” Bang Minah marah dia mengeluarkan kotak makeup dari tasnya,  dan mengeluarkan lipstick

Dengan kasar Bang Minah menyapukan lipstik dibibir Shin Minah hingga keluar dari mulutnya . Dan menggambar bulatan di pipi Shin Minah , dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya sudah dipegang oleh teman-teman Bang Minah.

Jhope melihat jam tangannya , 15 menit sudah dia menunggu Shin Minah tetapi orang yang ditunggu tidak kunjung datang.

Apa dia lewat jalan lain untuk menghindariku 


Ah tidak tidak dia tadi tidak menolak untuk kuantar pulang

Jhope akhirnya memutuskan untuk pergi kekelas Shin Minah , dia tau Minah tidak akan menghindarinya dan menolak untuk diantar pulang olehnya.

Jhope melihat suasana sekolah sudah sedikit sepi , dan kelas Shin Minah sudah sepi , tetapi Jhope tetap mendekati kelas itu.

“apa sebenarnya yang kau inginkan Bang Minah? ” teriak Shin Minah , Jhope yang berada diluar sesikit terkejut mendengar suara seorang wanita

“sudah jelas bukan ganti namamu atau keluar dari sekolah ini.  Aku muak melihat fatty nerd seperti dirimu” bentak Bang Minah

“dan camkan aku tidak menyukai lelaki jelek itu , untung saja di populer juga jadi aku tidak membullynya seperti dirimu”

“cukup aku yang kau hina , aku sudah bilang itu bukan”bentak Shin Minah

“dasar fatty nerd sialan”

“sakit… “teriak Shin Minah , dan pintu kelaspun terbuka . Terlihat Jhope yang marah .

“kau keterlaluan , parasmu saja yang cantik tetapi hatimu tidak” ucap Jhope sedikit membentak , dia langsung memasangkan jaket miliknya pada tubuh Minah dan menariknya keluar dari kelas

“kamu tidak apa-apa bukan , maaf aku telat dan membuatmu seperti ini” ucap Jhope sambil menutupi kepala Minah dengan topi jaketnya , Minah hanya mengangguk

Jhope mengajak Minah kerumahnya kembali

“duduklah , aku akan mengambilkan toner pembersih wajah”

“kenapa kamu tidak melawan dia ? Apa kamu mau terus dibully dengannya” ucap Jhope membubuhkan toner pada kapas

“biar aku sendiri saja” Minah mengambil kapas yang ada di tangan Jhope

“jelaskan padaku Minah , kenapa kamu tidak melawannya? ” tanya Jhope lagi

“apa yang ingin kamu tau ?” Minah balik bertanya

“apa kamu benar-benar mencintaiku? ” Minah kaget dengan pertanyaan Jhope

“terima kasih telah membelaku dihadapan nenek sihir itu ” ucap Jhope sambil tertawa kecil

“maafkan aku minah , kamu mau bukan memaafkanku . Dan aku juga ingin kamu memberiku kesempatan untuk mencintaimu”

Minah terdiam , dia tidak membayangkan secepat ini Jhope berubah . Apa benar yang ada dihadapannya ini Jhope.

“kau Jhope yang asli bukan ” Jhope tertawa melihat tampang bingung Minah

“kenapa?  Apa kamu meragukan perkataanku?  Aku asli Jhope , aku tidak mabuk maupun dalam keadaan tidak sadar.  Aku benar-benar ingin kamu memberiku kesempatan untuk mencintaimu Shin Minah” ucap Jhope tulus , lalu mencium tangan Minah lembut dan juga lengan yang memar bekas cengkraman Bang Minah

“aku tidak menyangka,  apa kamu yakin mau denganku ? Fatty nerd” ucap Jhope lalu mengacak rambut Minah

“aku tidak peduli kamu gemuk , nerd atau apa itu.  Yang terpenting adalah hati kamu,  aku sangat bersyukur ada seseorang yang mencintaiku dengan tulus ” ucap Jhope kembali lalu memeluk Minah dengan erat

“kamu tidak akan benar-benar pindah sekolah bukan” tanya Jhope memasang wajah sedihnya

“aku akan tetap pindah ” ucap Minah tenang

“jebal jangan pindah , apa kau tega meninggalkan calon kekasihmu ini Minah” Jhope merajuk dengan aegyonya

“tidak bisa , aku sudah merencanakan ini lama.  Lagipula orangtuaku akan pergi keluar negeri dan aku akan tinggal bersama paman dan bibiku ” jelas Minah dia menahan tawa melihat ekspresi Jhope yang sedih

“kamu bisa tinggal bersamaku disini”

“kamu gila , tidak mungkin orangtuaku tidak akan setuju.  Aku tidak pergi jauh-jauh masih di Seoul kamu bisa menemuiku saat sekolah libur”

“baiklah baiklah , aku akan mengunjungimu setiap minggu” ucap Jhope sambil memanyunkan bibirnya.

Krucuk krucuk

Mereka berdua saling menatap satu sama lain , dan tiba-tiba mereka tertawa terbahak-bahak.

“ayo kita makan sepertinya bibi sudah menyiapkan makanan untuk kita” ucap Jhope , sambil mengandeng tangan Minah menuju ruang makan.

 

The End

A/N : Maaf kalau endingnya jelek , jujur saja author tidak bisa membuat ending yang bagus . *BOW

Advertisements

7 thoughts on “[FF Project My Fat Girl] Give Me Chance

  1. Annyeong author nim ^^
    Ini bgs hehheheh akhirnya di project my fatty girl ini ada yg happy ending xD
    Ini bagus, plotnya juga bags heheeheh aku suka karakter oc-nya ^^
    Yay
    Keep writing
    Fighting^^

    Like

    1. Annyeong too ^^
      Hahaha iya nih tumben happy ending ya
      Gomawo authornim udah baca FF aku, iya aku juga suka sama karakter OCnya.
      Oke fighting too ^^

      Like

  2. Bingung, knp nama Minah harus diperebutkan seperti itu? Dohhh… nama bibi yg bantu2 dirumahku jg namanya Mpok Minah….. cieeee Bang Minah punya saingan br cieeeee.kekekeke

    Hoseoknya keren 😍

    Like

    1. Hahaha entahlah kenapa minah yang harus diperebutkan , bukan author saja yang diperebutkan #ehhhh. Aduh iya kalo di Indokan banyak banget ya PRT yg namanya minah. Ahhhh gomawo aku juga suka karakter heoseok yang aku buat. Thanks for comment lisa kim ^^

      Like

  3. Kak ff mu 😂😘 suka sekali akuu 😱. Bagus, kata-kata nya bagus, aku bacanya dapet feel banget 😳 aku mau jadi minah .. 👌👍

    Like

    1. gomawo ya Anisa sudah baca dan memberi komen ^^ , aku gak tau kalo kata-katanya bagus . ahhh masa feelnya dapet , syukur deh hehehe mau jadi minah silahkan saja

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s