AU · Chaptered · Drama · Family · PG 17+ · Romance

He And My Sister – Chapter 1


hssss copy11

  • Author: minariFini
  • Title: He And My Sister
  • Main Cast: Park Eun So (OC) , Park Hye Ra (OC) , Oh Sehun 
  • Other Cast: Kim Jong In
  • Genre:  Romance, Drama
  • Rating: Mature
  • Lenght: Chaptered / 1985

  • Disclaimer: Don’t take it serious this is just a fanfiction between Oh Sehun and OC. if you don’t like it please don’t bash each other. i made this story just for amusing the readers. And please don’t copy paste my story without my permision!!
  • Author Notes: yuhuuu Author minari’s update kkkk well ini adalah chapter pertama dari prolog yang kemarin. ini adalah salah satu ffku yang idenya sangat sederhana sekali, mungkin juga sudah banyak ff yang memiliki tema seperti ini, ceritanya juga belum ada ending-nya so yeah kritik dan saran akan sangat membantu saya dalam proses penulisan, dan semoga kalian suka dengan chapter awal ini. ^^

Chapter : Prolog / 1 / 2

 

Bodoh sebodoh amat diriku dan dia, jika aku boleh memilih aku tidak akan mau satu grup belajar dengannya. Ini menyebalkan, dia benar-benar tidak berguna. Hampir seluruh materinya aku yang mengerjakan dan dia? Akhhh jangan ditanya apa yang sedang ia lakukan.

“Iya chagi kau juga jangan lupa makan siang hmmm..” Bla bla bla… Aku mendengus kesal mendengarnya sedang bermesraan dengan kakakku melalui teleponnya. Aku tidak pernah melarangnya untuk bermesraan begitu, tapi akhh liat tempatnya lain kali. Apa dia tidak tahu jika kita sedang ada di perpustakaan dan sedang mengerjakan tugas. “Hmm eun? Eun ada di sampingku, kami sedang mengerjakan tugas bersama.” Pembohong, apanya yang mengerjakan tugas bersama, hampir semua tugas aku yang mengerjakan. “Tenang chagi, kau tidak mengganggu.. Apa? Ah baiklah. Jalga..” Aku menarik nafas frustasi akhirnya dia mematikan ponselnya. “Apa yang kau lihat huh?” Katanya sinis.

Aku hanya memutar bola mataku malas dan menyodorkan beberapa materi ke arahnya. Aku melihatnya mengernyitkan dahinya dan mengambil beberapa kertas.

“Kau belum mengerjakan ini semua?” What!!? Apa aku tidak salah dengar, dia benar-benar keterlaluan tidak tahu diuntung.

“Sehun hentikan sikap konyolmu itu, kau tahu kita adalaha satu grup, jadi kertas yang sekarang kau lihat itu adalah bagianmu, kau harus mengerjakan sisanya. Aku sudah menyelesaikan bab sebelumnya. Sekarang giliranmu, mengerti.” Aku tahu dia sedang merespon kata-kataku, aku heran mengapa otaknya sangat lambat untuk mengerti maksudku.

Sehun masih terdiam di sana dan membaca beberapa materi dan dia masih belum berniat untuk mengerjakan tugasnya.

“Lalu, kau pergi meninggalkanku di sini? Kau bilang kita satu grup dan tidak seharusnya kau meninggalkanku begini.” Komenternya tanpa melihatku.

“Itu semua agar kau berkonsentrasi.” Kataku pendek sambil memasukkan beberapa buku ke dalam tasku.

“Jadi kau serius meninggalkanku disini, tanpa memberiku petunjuk?”

Aku hanya memutar bola mata malas dan menatapnya sekilas. “Makannya lain kali jangan sibuk love dovey bukankah kau bisa memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan kakakku.”

Ah you are envying us.” Oh GOD, aku mohon jangan kirim manusia menyebalkan ini dalam hidupku di kehidupanku selanjutnya.

“Untuk apa aku iri dengan kalian?” Kataku ketus dan memberinya tatapan tajam. Oh crap kurasa aku jatuh dalam perangkapnya, aku bisa melihatnya menyeringai. Dan matilah aku kali ini, dengan cepat aku bergegas pergi dan membawa semua buku-bukuku.

“Hahaha ketahuan, maaf-maaf  kau kan memang tidak memiliki seorang kekasih. Wajar saja, kau bersikap begitu.” Aku menghentikan langkahku dan melihatnya tersenyum jail kepadaku. Aku ingin menampar wajah konyol itu. “Temani aku eun, aku tidak yakin bisa mengerjakan ini?”

“Bodo’, aku tidak peduli.” Dan seketika aku pergi meninggalkannya. Dia benar-benar menyebalkan. Aku juga tidak peduli berapa kali ia memanggil namaku, yang jelas aku tidak menoleh ke belakang sedikitpun.

——

Hari ini kami memutuskan untuk makan malam di luar dan sekaligus merayakan keberhasilanku terpilih sebagai mahasiswa pilihan untuk mengikuti pertukaran mahasiswa. Hari yang sangat menyenangkan dan uhmm sedikit mombosankan juga.

Aku hanya memakan chocolate cake kesukaanku dan melihat kakakku sedang tertawa melihat sehun aegyo. Aku merasa seperti figuran yang tidak di butuhkan di sini. Aku juga ingin muntah melihat aegyo konyol sehun.

“Eun? Kau baik-baik saja?” Tanya kakakku berhasil membuatku kembali pada kenyataan. Aku mengangguk bertanda baik-baik saja. “Ah aku baru membelikanmu ini, lihatlah.” Tambah kakakku dan menyodorkan sebuah bingkisan ke arahku.

“Apa ini?”

“Buka saja.” Jawab kakakku tersenyum. Aku segera membuka bingkisannya dan wao kakakku benar-benar sangat mengerti apa yang sedang kuinginkan saat ini. Yup yup sebuah tas punggung berwarna coklat muda, aku benar-benar menginginkan tas ini dan sekarang aku sudah mendapatakannya.

“Thank you eoni.” Kataku tersenyum gembira.

“Sama-sama, berjanjilah kau akan memakai tas itu dan belajarlah dengan sungguh-sungguh hmm.”

“Tentu.” Kataku seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen. Dan sekilas aku menangkap sehun sedang tersenyum melihatku, tunggu-tunggu senyumnya kali ini aneh sekali. Senyumnya tidak biasa, ya maksudku senyum itu tidak seperti sedang mengejekku. Dia terlihat seakan ikut senang dengan keberhasilanku, ia terlihat sangat tulus. Senyumnya memang indah tunggu tunggu apa yang aku pikirkan, bodoh bodoh hentikan eun!!

“Eun, aku punya sesuatu untukmu.” Aku mengernyit mendengar sehun mengatakan sesuatu padaku. Aku hanya menatapnya dan menunggu apa yang ia lakukan. ” Ini untukmu.” Katanya sambil menyodorkan sebuah pot bunga.

Mwo? Apa ini, pot bunga? Pot bunga berwana kuning dan hanya berisi pupuk tanpa ada bunganya. Dia pasti bercanda.

“Kau mengerjaiku?”

“Tentu tidak.” Jawabnya singkat sambil melingkarkan tangannya di bahu kakakku dan meletakkan kepalanya di bahu kakakku manja. Akhh aku hanya bisa memutarkan bola mataku malas melihatnya begitu. Aku tahu dia sengaja sedang memamerkan kemesraannya dengan kakakku. Gahh dia benar-benar menyebalkan.

“Sehun, jangan mengerjai adik aku lagi.” Komentar kakakku sambil menatapa sehun.

“Nuna sayang, aku tidak sedang mengerjai eun.” Jawabnya tersenyum dan kemudian ia mencium pipi kakakku, mwo ya? Apa-apaan dia.

“Sehun!”

“Heheh mian, nuna. Kau terlihat sangat imut tadi.” Aku hanya menghela nafas panjang dan aku kembali memakan cake chocolateku sambil menyaksikan adegan lovey dovey mereka. Harus aku akui mereka memang cocok sekali, aku tidak menyangka sehun sanggup membuat kakakku bahagia seperti itu. Sejak bersama sehun, kakakku nampak lebih ceria dan ia sanggup melupakan kekasihnya yang dulu. Kakakku terlihat lebih sering tersenyum, ya itu semua kerena sehun. Aku harus berterimakasih padanya, selain itu sehun adalah seorang pria yang sanggup membuat orang di sekitarnya menjadi senang dan bahagia, tapi tidak untukku, jika ia sedang bersamaku sehun akan berubah menjadi sosok yang menyebalkan sedunia.

Itu terbukti, meski ia sedang bersama kakakku ada saja yang ia lakukan untukku. Dia selalu berhasil membuatku muak dengan tingkah kekanak-kanakannya, tanpa alasan yang jelas ia melempar tissu ke makananku. Akhhhh aku ingin menamparnya.

“Yah!!”

“Upss sorry, aku kira tempat sampah.” Katanya santai sambil terkekeh.

“Unnii…!!” Protesku, kakakku hanya tertawa dan menyuruh sehun untuk berhenti. Sedangkan aku, aku hanya bisa mendengus kesal melihat sehun. Dan sekarang sehun sedang menjulukurkan lidah ke arahku tentu aku juga menjulurkan lidah ke arahnya untuk membalas perbuatan konyolnya.

“Sudah hentikan, kalian ini seperti anak kecil saja.” Tambah kakakku.

“Dia yang memulai.” Belaku, dan sekali lagi sehun melempar  tissue ke arahku. “Lihat kak!!” cibirku sambil mengerutkan bibirku, berharap kakakku akan membelaku lagi.

“Sehun hentikan.” Perintah kakakku sambil melihat sehun menyeringai kemudian ia menghentikan aksi konyolnya itu. “Ah aku ingin pergi ke kamar kecil, apa kau mau ikut eun?” aku hanya menggelengkan kepalaku dan menyeruput orange jusku. “Ah baiklah, selama aku pergi jangan ada yang bertengkar okay?” kedua dari kami mengangguk setuju seperti anak kecil yang baru saja diberi permen.

Ini konyol, aku tidak suka suasana seperti ini. Aku dan sehun semeja berdua di sini dan sama-sama sedang menunggu kakakku. Aku berharap semoga tidak ada hal konyol yang ia lakukan untuk memojokkanku. Aku baru saja selesai menghabiskan chocolate cakeku dan kemudian aku kembali menamati pot bunga dari sehun, si bodoh sehun itu hanya diam melihatku dan tidak memberikan penjelasan sedikitpun mengapa ia memberikan ini padaku. Kurasa benda ini tidak bermafaat sedikitpun, mungkin bermanfaat sebagai tanaman hias di rumah.

“apakah ini tanaman hias untuk rumah?” celetukku dan hal itu sanggup membuat sehun tertawa terbahak-bahak, aku heran. Jika dilihat dari kata-kataku tadi, aku yakin tidak ada hal yang perlu ditertawakan. “Yah, jangan tertawa seperti itu!!” perintahku ketus.

“ Itu adalah dirimu.” Jawab sehun, aku hanya mengernyit mendengarkan ucapannya tadi. “ Kau akan tahu jika ia tumbuh, rawatlah dia hmm..” ewwww sejak kapan dia menjadi sok romantis padaku.

“Stop being cheesy huh.” Komentarku dan aku kembali menyeruput orange juiceku.

“Apakah kau masih menyukaiku eun?”  aku hampir tersedak dibuatnya. Aku melihatnya sedang menatapku serius, apa dia gila bertanya hal seperti itu.

“Tentu saja tidak.”

“Tidak berarti iya hmmm.”

“Jangan membuat kesimpulan konyol huh, kau tahu waktu itu kita hanya beramain truth or dare bersama yang lainnya. Aku hanya bercanda dan tidak serius mengatakan itu, mengerti?” sehun hanya mengangguk-angguk dan meminum jusnya. “Dan kau,  jangan berani-berani bermain api dibelakang kakakku, jika kau menyakitinya aku tidak akan memaafkanmu.” Kataku dingin.

“Aku tidak ada niatan untuk menyakiti kakakmu dan aku menyayanginya.”

“hmmm” gumamku dan melihat pot kuning itu.

“Tapi akui saja, kau menyukaiku kan.”

“Sehun!!! Hentikan atau aku akan melemparmu dengan pot bunga ini.” Aku mengangkat pot bunga itu dan ingin sekali melempar pot bunga ini. Aku melihatnya sedang tertawa lepas karena emosiku ini, okay sekali lagi aku jatuh ke dalam perangkap konyol sehun. Catatan sehun selalu berhasil membuatku jengkel dan kesal karenanya.

__________________

“Eun…” aku melihat kakakku mengintip dari balik pintu kamarku dan tersenyum kepadaku. “Eun apakah aku menganggumu?” tanyanya.

“Tentu tidak, masuklah unni.” Jawabku sambil duduk di tepi jendela dan menamati pot bunga dari  sehun. Ini sudah tiga hari sejak sehun memberiku pot bunga ini, aku merawat bunga ini dan aku sangat penasaran jenis tanaman apa yang akan tumbuh nantinya.

Aku melihat kakakku berjalan mendekatiku dan mendudukkan dirinya di tempat tidurku. Ia mengigit bibirnya dan aku tahu pasti ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.

“Eun, apakah kau menyukai sehun?” aku hampir tidak percaya dengan apa yang ia tanyakan barusan, apakah aku memang terlihat menyukai sehun?

“Tidak, kami hanya sebatas teman satu kelas saja. “

“Oh.” Kata kakakku singkat dan menangguk-angguk, aku sedang bersiap diri jika kakakku akan menanyaiku pertanyaan aneh tentang sehun. Baiklah aku dan sehun berada di satu fakultas juga satu jurusan plus  satu kelas pula, sedangkan kakakku adalah mahasiswa tingkat akhir di fakultas yang berbeda denganku dan sehun. Tapi aku tidak terlalu dekat dengan sehun, kami hanya sebatas teman sekelas itu saja. Dan hubungan kami tidak berubah meski sekarang sehun menjadi kekasih kakakku, kami hanya teman. Sehun dan kakakku menjadi sepasang kekasih semenjak mereka mengikuti kegiatan club musik bersama.  Awalnya sehun sendiripun tidak tahu jika Park Hye Ra itu adalah kakakku, jadi ya beginilah.  “Apakah kau pernah merasa jengkel dengan ulah konyolnya kepadamu?”

“Tentu,  hampir seharian ini aku tidak menyapa sehun di kelas.”

“Jangan dimasukkan hati, dia memang jahil seperti anak kecil hmm..” kata-kata  kakakku terdengar sangat lemah, aku tidak tahu apa yang sedang ia sembunyikan.

“Iya dia memang kekanak-kanakan.” Jawabku asal.

“Eun, apakah kau tahu makanan kesukaan sehun atau sesuatu yang disukai sehun?” aku hanya menatap kakakku dan membiarkan ia melanjutkan kata-katanya. “ Aku ingin memberikan sesuatu di first anniversary kita.”

“Hmm setahuku sehun suka bermain game dan uhmm makanan favoritenya aku tidak tahu tapi dia suka roti keju. Kapan kalian merayakan hari jadi kalian?”

“Dua minggu lagi.” Jawabnya tersenyum, aku juga ikut tersenyum dengannya. “Eun nanti bantu aku membuat roti keju kesukaan sehun okay?” Aku hanya mengangguk dan melihatnya berjalan ke arahku dan memelukku. “Terimakasih eun.” Tambahnya lagi dan tidak lama kemudian ia melepaskan pelukannya dan memutuskan untuk pergi meninggalkan kamarku.

Aku hanya melihatnya pergi dan tiba-tiba ia memutar kembali tubuhnya dan menatapku.

“Eun, kau yakin tidak menyukai sehun.” Oh God, untuk pertama kali ini aku merasa kakakku tidak mempercayai kata-kataku, kakakku hanya terdiam di sana dan menunggu jawaban dariku. Aku bangkit dari posisiku dan berjalan mendekatinya. “Eun kau bisa jujur padaku, jika kau menyukainya aku akan melepaskannya untukmu dan k…”

“Unni jangan konyol, apa kau tidak mempercayaiku?”  potongku dan sekarang aku berada di depan kakakku.

“Bukan begitu, aku merasa sehun selalu bersikap berbeda padamu dan aku melihat sehun sangat nyaman berada di dekatmu.  Itu akan terdengar konyol jika kau tidak menyukainya kan?”

“Unni hentikan, apa kau tidak suka melihatku dekat dengannya? Baiklah aku akan menjahui sehun, unii percayalah aku tidak menyukai sehun.” Kataku dan memeluk kakakku, aku merasakan tubuh kakakku bergetar dan tidak lama kemudian ia menangis di pelukanku.

“Unni..” kataku lemah.

“Aku takut eun, aku takut sehun menyukaimu dan pergi meninggalkanku.” Katanya sambil terisak.

“Itu tidak akan pernah terjadi.” Gumamku sambil menenangkan kakakku.

______________

Previous / Next 

Advertisements

3 thoughts on “He And My Sister – Chapter 1

  1. sehun kejam dia kok kayak gitu sih thor , kasihan eunso kan
    aduh unnienya mulai ngerasa ya kalo eunso suka sama sehun.
    kisah yang menyedihkan kakak-beradik yang sama-sama suka satu cowok.
    bagus deh pokoknya aku suka , sehun disini kelihatan banget sifat aslinya holy crap hahaha
    lanjut lanjut ye thor , good job ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s