Angst · Fantasy · Freelance · Genre · Romance

[FF Freelance] Broken Wings Chapter 1


Processed with Rookie

 Chapter : 1 / 2 / 3

Author: Dilly / @happyinkeul

Title: Broken Wings

Main Cast: iKON B.I & Lee Hi

Other Cast: iKON member, AKMU Lee Suhyun, EXO Kai, Sehun.

Genre: Fantasy, Romance, Angst

Length: Chapters

Disclaimer: all the characters belong to God who created them and YGent, the one that showed them to us. The stories inspired by Sara Bareilles’s 1000 times and all the storylines belongs to me. Do not copy nor translated this stories to another language without telling me first and credited to me. *I posted this story on my aff’s account (@happyinkeul) & ikonfanficindo.*

Author Notes: Halooo anybody ship Lee Hi & B.I? put your hands up lol :)) I hope you guys enjoy my story & feel free to your review and happy reading ❤

Stories:
* * *

In another life,
My teeth and tongue
Would speak aloud what until now
I’ve only sung
‘Cause I would die to make you mine
Bleed me dry each and every time
I don’t mind, no I don’t mind it
I would comeback 1000 times.
— Sara Bareilles, 1000 times

* * *

Prologue

Dia memandangku dengan pandangan penuh ketakutan, frustasi akan takdir yang diberikan Tuhan kepada kami, seolah seluruh dunia merencanakannya untuk memisahkan kami. Tangannya bergetar hebat memeluk tubuhku, tubuhku yang bersimbah darah. Air matanya mulai mengalir setetes demi setetes dari mata gelapnya, mata yang sangat kusukai. Bukan mata pembunuh seperti yang orang-orang katakan kepadaku.

Hanbin, dia tidak seperti yang mereka katakan. Aku mengetahui segala tentangnya lebih dari siapapun didunia ini, karena aku mencintainya bahkan ketika seluruh dunia menentangkku dan ingin menghentikanku, aku masih ingin bersamanya. Jika, aku harus mati untuk menyelamatkannya tentu saja aku akan melakukannya — seperti yang kulakukan sekarang.

Pisau panjang itu akhirnya menusuk tepat di jantungku, menembus hingga bulu-bulu halus dari kedua sayapku berterbangan. Dadaku semakin sesak dan mati rasa, beginikah rasanya mati?

Jika aku harus mati untuk melindunginya maka inilah yang seharusnya kulakukan, karena takdir kami tercipta bukan untuk saling mencintai melainkan saling membunuh. Jika aku harus mati bahkan untuk yang ke seribu kalinya, aku akan mengatakannya pada Tuhan semuanya tidak akan masalah bagiku karena dikehidupanku yang selanjutnya aku pasti akan bertemu kembali dengannya dan mencintainya lagi.

Dia terus memanggil namaku berulang kali, berkali-kali dia mencoba untuk menyembuhkan lukaku dengan kekuatannya. Tetapi dadaku seakan seperti akan terbakar, pandanganku semakin kabur dan nafasku semakin sesak. Mungkin inilah saatnya bagiku untuk pergi. Dengan perlahan kubelai pipinya untuk terakhir kalinya aku ingin melakukannya sebelum kedua mataku tertutup. Setidaknya hanya itulah satu-satunya cara bagiku untuk bisa bertahan, bertahan untuk bisa bertemu kembali dengannya kembali dikehidupanku yang selanjutnya. Dan jika Tuhan dapat mendengar permintaanku, aku hanya bisa memohon agar aku bisa terlahir kembali sebagai dark angels sepertinya bukan light angels seperti diriku sekarang. Izinkan lah kami untuk bersatu.

“Han.. Bin.. aku, mencin-taimu. Aku pasti kem-ba-li, meskipun aku harus mati 1000 kali. Aku tidak pe-duli. Aku sangat, sangat mencintaimu.” Untuk pertama kalinya aku melihatnya begitu menderita, seluruh tubuhku terasa nyeri melihatnya menangis, berteriak frustasi memanggil namaku, dan aku sadar melihatnya menderita karena kehilanganku itu lebih menyakitkan dari apapun di dunia ini.

Chapter 01 : Hourglass

This time I finally need a light,
a light
tired of seeing in black and white,
white
Having flashes in my mind
Can’t take the ticking of time
The time that’s passing by
— Zedd

150 tahun sudah berlalu sejak kematianmu. Hidupku begitu hampa, lelah akan menunggumu. Beginikah caramu mencintaiku? Kenapa harus kau yang berkorban demi aku? Kenapa kau memutuskannya dengan cara seperti ini? Tidak tahukah kau bahwa melihatmu mati adalah mimpiku yang paling buruk?

Hanbin terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuhnya, nafasnya memburu, dadanya terasa sesak seakan ia tidak bernafas didalam udara. Mimpi itu selalu terulang selama 150 tahun dalam hidupnya, mimpi ketika ia harus melihat orang yang dicintainya mati dalam pelukannya. 150 tahun sudah ia mencari keberadaan kekasihnya, menunggunya untuk kembali. Hidup tanpanya bagaikan hidup di neraka, tanpanya, Hanbin seperti kehilangan separuh dari nyawanya. 150 tahun dalam kesendirian hanya membuatnya gila karena tak ada yang bisa ia lakukan lagi selain menunggu. Hanbin bahkan tidak peduli untuk lebih meninggalkan klannya, Raven klan yang merupakan penguasa klan dark angels dan memilih untuk tinggal di Bumi. Hanbin rela melepaskan segalanya untuk kekasihnya, tahtanya sebagai pewaris klan, mengubur segala kebenciannya pada light angels yang telah tertanam sejak ia lahir, semua hanya untuk orang yang sangat dicintainya.

Dengan langkah yang lunglai Hanbin berjalan keluar menuju beranda kamarnya, tanpa menyentuhnya tirai-tirai yang menutupi pintu menuju beranda itu bergeser dengan sendirinya, dan dengan satu jentikan jari Hanbin, pintu yang menuju beranda itu terbuka dengan sendirinya. Pandangannya kosong menatap kerlap-kerlip cahaya kota Seoul, salah satu kota yang Hanbin sukai dari seluruh kota yang telah ia sambangi selama 150 tahun hidupnya di Bumi. Hanbin menutup kedua matanya dan secara perlahan mengangkat kedua bahunya. Bulu-bulu halus berwarna hitam berterbangan kesekitarnya ketika secara perlahan Hanbin mengeluarkan sayap hitamnya. Hanbin membuka kedua matanya, mata hitamnya berubah menjadi keemasan, aura magis sangat kental mengelilingi gedung apartemen tempat Hanbin tinggal. Hanbin melemparkan pandangannya pada seorang wanita yang sedang berjalan tepat di depan halaman apartmentnya. Wanita itu terlihat beberapa kali memegang tengkuknya untuk menghilangkan perasaan merinding yang menyerangnya, terlihat beberapa kali ia melemparkan pandangannya kearah beranda kamar Hanbin, tetapi tentu saja ia tidak bisa melihat Hanbin dengan wujudnya yang seperti sekarang. Ia bisa saja melihat Hanbin jika Hanbin ingin menunjukkan wujud aslinya.

Api panas seakan membakar sekujur tubuh Hanbin ketika wanita itu terus saja mengernyitkan dahinya dan mengunci pandangannya kearah beranda kamar Hanbin. Dengan emosi yang tiba-tiba membakar seluruh tubuhnya, Hanbin menggertakan giginya seakan ingin menerkamnya, dengan sekali hentakan Hanbin terbang melayang menghampiri wanita itu. Wanita itu terkesiap ketika melihat Hanbin tepat dihadapannya dengan sayap hitam gelap dan aura merah yang mengelilingi sekeliling tubuhnya, mata emasnya menatap tajam wanita itu. Wanita itu berteriak ketika Hanbin berjalan kearahnya, namun tak seorang pun mendengarnya. Dengan satu langkah gerakan yang sangat cepat Hanbin meraih lehernya, ingin membunuhnya. Wanita itu tersedak dan meronta-ronta.

“Hanbin! Kau gila?!” seorang dark angels terbang melesat dengan cepat meraih pinggang Hanbin dan membawanya terbang jauh dari wanita itu. Tidak lebih dari 5 detik Hanbin sudah berada di atas atap apartmentnya. Yunhyeong, dark angels yang membawa Hanbin pergi menjauh dari wanita itu. Yunhyeong melempar Hanbin dengan kasar hingga tubuhnya terpental saat mengenai atap apartment, dengan cepat Hanbin mengepakkan kedua sayapnya untuk menstabilkan badannya. Hanbin menatapnya dengan tajam. Yunhyeong menggerakkan kedua bahunya dan sedetik kemudian kedua sayap hitamnya menghilang.

“Kau tau apa yang akan kau dapat jika kau membunuh manusia?!” Yunhyeong berkata dengan keras kepada Hanbin, ia mengacungkan ujung telunjuknya dan sepercik api muncul di ujungnya, dengan satu ayunan dari ujung jarinya percikan api itu meluncur tepat kearah Hanbin dan semakin membesar ketika akan mengenai Hanbin. Hanbin mendesis, dengan cepat ia mengepakkan sayap hitamnya membuat percikkan api-api tersebut menghilang.

Hanbin menutup kedua matanya dan dengan tenang ia mendarat tepat diatas atap apartemennya. Dengan satu kepakan, sayap-sayapnya menghilang. Yunhyeong segera melesat kearahnya ketika tubuh Hanbin akan terjatuh. Yunhyeong menghela nafas, melihat sahabatnya begitu rapuh. Yunhyeong lah satu-satunya teman Hanbin yang masih mau berada disampingnya ketika ia memilih untuk meninggalkan segalanya. Hatinya sama hancurnya melihat sahabatnya begitu terpukul dengan keadaannya sekarang.

“Jika kau ingin membunuh, bunuhlah salah satu dari light angels.” Yunhyeong berkata, dan kata-katanya tersebut membuat Hanbin bangkit untuk meninju dada sahabatnya tersebut, membuat Yunhyeong terpental sejauh 5 meter kebelakang. Yunhyeong meringis.

Para Angels, baik itu dark atau light mereka tidak diperbolehkan untuk membunuh manusia. Ketika mereka membunuh manusia, seluruh kekuatan yang dimilikinya akan hilang. Jika, kekuatan mereka hilang itu semua sama artinya dengan mati secara perlahan.

“Kau pikir aku bisa membunuh para light angels? apa kau gila?!” Hanbin berteriak frustasi pada Yunhyeong. Hanbin melesat dengan cepat kearah Yunhyeong, tangannya mengepal bersiap untuk memukul wajah Yunhyeong. Namun Yunhyeong tidak bergeming, ia menatap Hanbin dengan tajam. Mulutnya terbuka untuk berbicara sebelum Hanbin memukulnya, “Gadis itu, tepat seperti perkiraanku, dia hidup kembali sebagai manusia.”

Hanbin menatapnya dengan tidak percaya ketika mendengar perkataan sahabatnya tersebut. Tubuh Hanbin bergetar, hatinya berdegup dengan cepat.

“Katakan dimana dia sekarang!” Hanbin berteriak kepada Yunhyeong dengan frustasi.

“Aku tak tahu dimana dia berada. Namun ada satu kondisi yang harus kau ketahui, tapi ini hanya analisaku saja dari beberapa tetua klan Raven.” Kali ini Yunhyeong berkata sambil menatap tajam kearah sahabatnya itu. Hanbin menatapnya dengan pandangan penuh tanda tanya.

“Dia bukan manusia sepenuhnya.” Yunhyeong berkata sambil menatap tajam kearah Hanbin.

Hanbin mengernyitkan dahinya, “Tidak mungkin.”

“Kau hanya punya waktu 6 bulan untuk menemukannya sebelum tubuhnya berubah sepenuhnya menjadi wujud aslinya, yaitu light angels. Karena dia bukan manusia sepenuhnya, melainkan setengah angels dan setengah manusia. Tepat saat dia berusia 18 tahun, ia akan berubah sepenuhnya dan jika kau tidak bisa menemuinya dia akan datang untuk membunuhmu dan seluruh dark angels.” Yunhyeong berkata, pandangannya lurus kedepan kearah kerlap-kerlip cahaya lampu kota, tetapi raut wajahnya menunjukkan bahwa ia serius dengan perkataannya.

Hanbin menggelengkan kepalanya, hatinya meringis ketika mengingat kejadian yang terjadi 150 tahun seperti akan terulang kembali. Hanbin menenggelamkan wajahnya kedalam kedua telapak tangannya, beberapa kali ia mencoba untuk mengatur nafasnya agar ia bisa berpikir dengan jernih, tetapi semuanya tampak mustahil.

“Klan Raven dan para sekutunya sudah mulai bergerak untuk mencarinya keseluruh belahan Bumi. Kau harus cepat menemukannya sebelum gadis itu berada dalam titik terlemahnya yaitu dalam masa transisi.” Yunhyeong kembali berkata dengan nada serius.

Hanbin melemparkan pandangan penuh tanda tanya pada Yunhyeong, semua pertanyaan seakan memenuhi nyaris seluruh pikirannya, rasa emosi dan frustasi bercampur menjadi satu, namun Hanbin berusaha untuk menahannya.

“Apa maksudmu?” Tanya Hanbin, berusaha untuk menggali informasi lebih dalam yang terlihat seperti potongan puzzle baginya.

“Para light angels sengaja mengubah gadis itu menjadi manusia untuk melindunginya dari para dark angels yang ingin membunuhnya. Karena, kita tidak diperbolehkan untuk membunuh manusia. Ini merupakan tempat persembunyian yang paling aman, namun tentu saja semuanya ada kelemahannya, ketika ia mencapai masa transisi, tepat 3 bulan sebelum ia berubah secara perlahan menjadi light angels itu adalah masa yang tepat bagi para dark angels untuk membunuhnya.”

Seketika emosi Hanbin mencuat ke permukaan ketika ia mendengar Yunhyeong mengatakan kata “membunuhnya”. Tentu saja Hanbin tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Kali ini, Hanbin bertekad tidak akan kehilangannya untuk kedua kalinya.

“Katakanlah apa yang harus kulakukan!” Hanbin berteriak sambil mengangkat kerah baju Yunhyeong dengan emosi yang sedari tadi sudah ditahannya. Yunhyeong menatap Hanbin dengan datar, ia tahu Hanbin akan bereaksi seperti ini ketika ia mendengarnya.

“Segera temukan dia sebelum semuanya terlambat. Dan hentikan perubahannya dengan membuatnya memilih untuk tetap menjadi manusia karena itulah satu-satunya yang bisa kau lakukan.” Yunhyeong berkata masih dengan nada yang tenang.

“Apa kau gila?! Angels dan manusia tidak akan pernah bersatu! Itu sama saja seperti awal!” Hanbin berteriak penuh frustasi dengan satu gerakan melalui telapak tangannya, bahkan tanpa menyentuh Yunhyeong, Yunhyeong terpelanting jauh kebelakang. Yunhyeong berdesis ketika mencoba untuk bertahan dengan menancapkan kuku-kuku jarinya ke lantai.

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Setidaknya itu adalah satu-satunya cara untuk membuat kalian berdua tetap hidup. Salah satu dari kalian harus mati dan sampai dunia ini berakhir hal itu tidak akan pernah berubah, kau dengar aku?!” Yunhyeong berteriak dengan kencang, dan tanpa sengaja membuat badan Hanbin terpental jauh kebelakang. Hanbin tidak membalas Yunhyeong, matanya hanya menatap nanar ke langit malam yang terlihat begitu indah saat itu, semuanya terlihat begitu ironi untukknya. Perasaan menakutkan yang ia rasakan 150 tahun yang lalu kembali menghantuinya, ketika seisi dunia mentertawakannya atas nasib percintaannya yang begitu tragis. Namun dilain sisi, Hanbin tidak bisa memungkiri perkataan Yunhyeong bahwa hanya itulah satu-satunya cara untuk bersamanya kembali.

“Katakan padaku dimana aku bisa menemukannya.” Hanbin berkata dengan lirih namun Yunhyeong hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah. Kali ini ia tidak bisa menjawab pertanyaan sahabatnya itu karena ia tidak mengetahuinya.

Next

Advertisements

5 thoughts on “[FF Freelance] Broken Wings Chapter 1

  1. Dear authornim, ini ceritanya bagus. Fantasinya dapet banget. Jalan cerita kerena dan bahasanya bagus sekali,
    Update update update ><

    Like

  2. kereennn kerennn ceritanyaa lanjutin thorr semangat baca apalagi castnya hanbin hayii gilak keren
    semangggatt!!
    lanjutt thorr

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s