Friendship · Genre · Length · NC 21 · One Shoot · Rating · Romance

What Am I To You


FF What Am I To You (Request)

 

 

Author : VizkyLee

Title : What Am I To You ?

Cast :

Jung Heo Seok / Jhope BTS

Park Soo Yoo as you or girl

Kim Nam Joon / Rapmon BTS

Min Yoon Gi / Suga BTS

Choi Siwon / Siwon Super Junior

Genre : Romance , Friendship , Smut

Length : One Shoot

Rating : NC 21

A/N : Fanfict ini aku persembahkan untuk ardhini28_  yang sudah request Fanfict di WP kami . Aku harap FFnya tidak mengecewakan ya dan untuk bagian NCnya maaf kalau tidak bagus kurang hot , kurang sexy begitu juga dengan alur ceritanya yang rada aneh menurut author. Maaf endingnya jelek , aku memang selalu susah untuk membuat ending yang bagus.Gak tau kenapa author tiba-tiba nambahin cast siwon disini , aku harap tidak ada yang membenci siwon oppa disini. Kritik dan sarannya jangan lupa ya , Gomawo .

 

Happy Read All ^^

 

 

 

Apa aku mencintainya ? semua orang mengatakan bahwa aku mencintainya bahkan yoongi hyung dan namjoon dapat melihatnya. Yeoja itu sudah menemaniku selamat 12 tahun tetapi hanya sebatas sahabat saja tidak lebih , tetapi semua orang yang melihat perlakuanku padanya menandakan ada cinta disetiap perlakuan itu. Aku pernah merasakan diriku berubah menjadi lebih emosional protektif padanya . Apa itu bisa disebut dengan cinta? .

_Jhope_

 

Aku sebal benar-benar sebal selama 12 tahun menjadi sahabatnya . aku tidak pernah melihat dirinya uring-uringan saat aku berbicara dengan seorang namja . dan hal yang lebih membuatku sebal dan geram dia selalu cerewet dengan pakaian yang aku pakai . padahal selama 12 tahun dia tidak pernah mempermasalahkan pakaian apa yang aku pakai . aku pernah bertanya padanya ‘apa kau mempunyai perasaan padaku’ dia hanya menggelengkan kepalanya dan berbicara bahwa aku hanya melindungimu dari namja tidak bertanggung jawab diluaran sana yang hanya menginginkan tubuhmu dan memangsamu. Perlakuan yang terlalu over protective membuatku menjauhinya tetapi tidak mempan dia selalu mengawasiku setiap harinya. Jika dia tidak mempunyai perasaan padaku kenapa harus memperlakukanku seperti kekasihnya?yang selalu diawasi . What  Am I  to You ? What Am I  to You ? Jung Heo Seok.

_Soo Yoo_

 

 

 

 

 

Brrak…

 

Yoongi dan namjoon langsung terlonjak kaget saat mengetahui meja didepannya dipukul keras oleh heoseok yang sekarang wajahnya sedang menyala merah .

“kau kenapa memukul meja? Membuat jantungan saja” bentak yoongi

“aku memanggilmu kekantorku untuk membantu mendata teman-teman kita yang akan aku undang saat pernikahan . dan aku lihat kamu tidak konsentrasi sedari tadi hanya menatap hand phone mu saja” ucap namjoon kesal pada temannya ini dia mengajak heoseok dan yoongi berkumpul untuk mendata teman-teman yang akan diundang pada resepsi pernikahan rapmon sebulan lagi.

Heoseok tidak mengubris bentakan dan perkataan kedua temannya itu . Dia hanya mondar-madir dihadapan mereka dengan wajah yang masih merah karena marah . Yoongi dan Namjoon hanya bisa melihatnya saja ini bukanlah pemandangan yang aneh bagi mereka karena yoongi dan namjoon sudah sering melihatnya.

Heoseok yang akan tiba-tiba marah , khawatir dan bahkan tiba-tiba menghilang saat mereka sedang makan siang bersama. Seseorang yang membuatnya menjadi seperti itu adalah seorang yeoja yang sudah 12 tahun bersama dengannya bukan kekasih hanya sahabat , itu yang selalu Heoseok bilang pada yoongin dan namjoon . Tetapi Yoongi dan Namjoon tidak percaya kalau Heoseok hanya menganggap Sooyoo sebagai sahabat saja , persahabatan antara namja dan yeoja tidak akan berjalan lancar karena akan ada rasa cinta didalamnya.

“kenapa dengan sooyoo? Sampai membuat kamu marah lagi” tebak yoongi dan benar saat nama itu disebutkan heoseok langsung menatap yoongi tajam

“hya aku tidak akan merebutnya ! aku sudah mempunyai istri , tetapi namja lain berhak merebutnya karena sooyoo bukan kekasihmu” ucapan yoongi membuat heoseok sadar tetapi dia mencoba tidak memikirkan status itu.

“kenapa hyung malah memanasiku ? seharusnya hyung tau aku melindunginya karena dia disini sendiri” ucap jhope lalu duduk kembali dan menghadap pada yoongi dan namjoon

“kamu panas? Aneh sekali seharusnya kamu bersikap biasa bukan uring-uringan tidak jelas. Sooyoo bisa menjaga dirinya sendiri dan juga dia tidak sendiri bukan ada asistennya  “ ucap namjoon kesal karena selalu itu alasan heoseok . Padahal sooyoo lebih bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri ketimbang heoseok yang kelakuannya masih seperti anak kecil.

“kenapa kalian tidak pernah berpihak padaku? Selalu membuatku semakin marah saja “ heoseok membela diri bahwa dirinya semakin tertekan dengan ucapan mereka berdua

“terserah kau berfikir seperti itu karena kita seperti itu agar dirimu sadar heoseok bahwa selama ini kau mempunyai rasa pada sooyoo. Kau tau yeoja sangat tidak suka dengan namja yang over protective apalagi status kalian hanya sahabat” namjoon sudah pernah mengatakan hal itu beberapa kali , tetapi heosek tidak pernah memikirkannya.

“kau pernah cerita bukan kau bermimpi bercinta dengan sooyoo . saat aku mengejar-ngejar istriku aku juga pernah bermimpin bercinta dengannya karena aku sangat mencitainya bukan hanya tubuhnya yang aku inginkan tetapi hatinya juga. Apa kau tidak merasakannya hoeseok?” Heoseok diam dia menahan hasratnya gara-gara yoongi mengingatkannya kembali dengan mimpinya itu , sesuatu dalam celananya menegang.

 

Heoseok tenggelam dalam lamunannya masuk kedalam mimpinya waktu itu. Saat itu yoongi mengundang teman-temannya termasuk heoseok dan namjoon dalam pesta lajang yang dia buat. Dalam pesta lajang itu yoongi sudah mempersiapkan beberapa wanita malam untuk menemani teman-temannya dan heoseok tidak terlalu tertarik dengan yeoja-yeoja yang mendekatinya.

 

“kau seharusnya bersenang-senang bukan bersedih seperti ini” yoongi hyung menghampiriku dan menepuk pundakku . aku mengharagai dirinya yang ingin member kesenangan pada teman-temannya , tetapi aku jujur tidak tertarik pada satupun yeoja di dalam private room Club ini. Moodku hancur karena sooyoo membuatku marah , dia selalu tidak pernah mendengarkan perkataanku .

“apa kau bertengkar lagi dengan sooyoo?” tanya yoongi hyung yang masih setia menemaniku .

“dia selalu membuatku marah hyung , dia tidak pernah melaksanakan perintahku” yoongi hyung menepuk pundaku lagi dan aguk meminum lagi alcohol yang aku pesan tadi.

“jangan over protective  padanya . dia tidak suka melihatmu melakukan hal itu heoseok” aku menutup mataku sebentar sebelum membalas perkataan yoongi hyung

“kenapa dia harus tidak suka ? aku ini sahabatnya harus mengingatkannya apa yang salah dan benar , tetapi dia selalu marah-marah saat aku berusaha mengingatkannya” aku memandang yoongi hyung dia tersenyum padaku , aku tidak mengerti mengapa dia tersenyum . apa ada yang lucu dari perkataanku?.

“kau mencintainya heoseok … berilah sooyoo kepastian . bilang padanya bahwa kau mencintainya dan akan menjaganya. Kau tau setiap yeoja yang diperlakukan seperti itu pasti akan berfikiran jika kau mempunyai perasaan padanya . insting yeoja lebih kuat saat mengetahui seorang namja mendekatinya  dan saat mereka marah hal itu yang paling tidak diinginkan namja kau harus tau itu“ aku pusing mendengar penjelasan yoongi hyung yang panjang , aku tidak mungkin mencintainya dia sahabatku. Kepalaku semakin berat dan pusing menjalar diseluruh kepala .

“sepertinya kau sudah mabuk . aku antar kekamar” aku mendengar yoongi hyung berbicara dan dia membopong tubuhku masuk kedalam sebuah ruangan.

“kunci pintunya jika kamu tidak ingin wanita wanita itu tiba-tiba memangsamu” aku mendengarnya dan langsung mengunci pintu setelah yoongi hyung keluar dari kamar yang bercorak merah ini.

 

Aku menjatuhkan tubuh keatas bed berukuran king size itu dan memejamkan mataku yang sudah tidak kuat lagi menahan kantuk .

 

In His Dream

Aku merasakan ada yang duduk diatas tubuhku dan dia juga menguncag tubuhku . mataku masih berat untuk terbuka , aku merasakan sebuah tangan membuka kancing kemejaku dengan pelan. Aku masih belum bisa membuka mataku dengan sempurna , pandanganku kabur masih tidak jelas siapa yang berada diatasku . aku bisa melihatnya dia seorang yeoja tetapi wajahnya masih belum terlihat .

Bukannya aku sudah mengunci pintunya tidak mungkin wanita-wanita itu bisa masuk kekamar. Aku semakin mempertajam pengelihatanku . aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat sooyoo . yeoja yang berada diatasku sooyoo , tidak mungkin dia.  aku semakin mempertajam dan yeoja itu tersenyum padaku , senyum itu milik sooyoo ya milik sooyoo sahabatku.

Aku mencoba menyentuh pipinya , mengelus pipi mulusnya . aku diamkan tanganku dipipinya tak berapa lama sooyoo meraih tanganku dan mengecupnya singkat . mataku membesar dia meletakkan tanganku diatas payudarannya yang sangat pas ditanganku.

“aku tau kau selalu memandangnya dan ingin menyentuhnya . aku izinkan kau menyentuhnya sekarang” hatitu melonjak kaget tidak menyangka sooyoo akan berkata demikian . tanpa aku sadari tanganku meremas payudarannya pelan , agak kasar , kasar,  lebih kasar membuat sooyoo mengeluarkan suara sexynya yang membuat pangkal tubuhku menegang.

Tangaku yang lain memegang payudara sooyoo yang lain dan meremasnya . aku kecanduan dia melenguh saat tanganku meremas dengan tempo cepat lalu pelan dan bergantian . aku tidak tahan aku ingin menjamahnya sekarang . aku melepaskan tanganku lalu membuatnya berada dibawahku . wajahnya tetap cantik walaupun keringat sudah membasahi wajahnya yang terangsang akibat fore play pada payudaranya.

Kancing kemeja yang sudah terlepas semua memudahkan untuk melepas kemejaku dan menurunkan celana kain yang aku pakai lalu menindihnya kembali. Aku tatap wajah sooyoo lalu mendekatkan wajahku hingga tidak ada jarak dan aku bisa merasakan nafasnya diwajahku. Sooyoo tersenyum padaku dia tidak menolakku . aku langsung menempelka bibirku dan melumatnya pelan dia  membalas melumat bibirku. Ada rasa senang didalam hatiku saat dia membalas apa yang aku lakukan.

Her mouth likes caffeine . aku semakin dalam melumat bibir manisnya menggigit bibir bawahnya. Lidahku langsung menelusuk dalam mulut sooyoo , dia mengalungkan tangannya dileherku . Membuat ciuman kita semakin dalam dan dia membalas pergerakan lidahku . semakin membuatku tenggelam dalam ciuman memabukkan ini. Tiba-tiba tangan sooyoo berpindah pada pundakku dan mencengkramnya erat.

“maaf … membuatmu tidak bisa bernafas” ucapku merasakan nafasnya yang naik turun karena ciuman panas tadi. Sooyoo semakin sexy dengan dadanya yang naik turun dan membuat dadanya bersentuhan dengan dadaku.

Aku mengalihkan ciumanku pada leher jejang dan mulusnya memberikan ciuman dan gigitan kecil . Membuat leher putihnya menjadi biru-keunguan . Dari leher turun menuju belahan dadanya yang sangat menggodaku sejak tadi . Saat aku akan turun mencium payudaranya aku tersadar jika sooyoo masih menggunakan pakaian berjenis dress berwarna hitam. Aku turunkan tali spaghetti dressnya dan menjatuhkan dress itu dilantai .

Heoseok terbelalak melihat sooyoo yang hanya memakai pakaian dalamnya yang berwarna senada dengan dressnya.

“kau tidak suka “ Oh Shit bahkan aku mengumpat didalam kepalaku , siapa yang tidak suka melihat tubuhnya yang sempurna dan hanya menggunakan pakaian dalamnya saja.

“aku suka , kau sangat sempurna” aku benar-benar gila tidak sabar ingin berada didalam tubuhnya menelusupkan kepalaku diantara dadanya. Oh Shit aku tidak tahan lagi tetapi aku harus pelan-pelan tidak boleh terburu-buru hanya karena nafsuku saja. Aku mengingatkan pada diriku sendiri bahwa sooyoo masih virgin aku tidak boleh kasar saat melakukannya

“lalu kenapa kamu diam , aku mengiinkanmu untuk melakukan apapun padaku heoseok” double shit … apa benar yeoja itu sooyoo?. Aku tidak peduli . Aku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi.

Aku cium payudara sooyoo yang masih tertutup oleh branya , kedua tanganku memeluk tubuh indah sooyoo mengelus punggungnya. Jackpot aku menemukan pengait bra milik sooyooo , langsung saja aku membukanya dan melempar bra itu kelantai.

Seperti bayi yang haus , aku membenamkan mulutku pada puting sooyoo yang mengeras. Melumat puting itu menghisap dengan kuat dan menggigitnya gemas . sementara payudara satunya aku remas dengan tempo pelan lalu cepat , hal itu membuat sooyoo mengeluarkan desahan yang tertahan.

“enghh … faster” sooyoo menyuruhku untuk mempercepat remasan tanganku pada payudaranya .

Aku merasakan pangkal tubuhku mulai mengeras akibat erangan yang dikeluarkan oleh sooyoo atas perbuatanku. Puas dengan payudarannya aku beralih pada leher jenjangnya aku meninggalkan jejak berwarna biru keunguan , sesekali aku menjilatnya dan menggigit setiap jengkal pada lehernya.

Tangangku menyentuh setiap jengkal tubuh indahnya mulai dari perut ratanya , pahanya yang mulus dan saat aku menyentuh kewanitaannya dibalik celana dalam yang senada dengan bra yang dia pakai. Dia sudah basah dibawah sana , ya sooyoo sudah mengeluarkan cairannya terangsang akibat foreplay yang kita berdua lakukan.

Perlahan aku membuka satu kain yang masih menempel ditubuh sooyoo , setelah terlepas aku mencium paha mulusnya . naik… naik… hingga wajahku berhadapan dengan miliknya yang akan memberikanku nikmat saat aku memasukkan batang tubuhku nanti. Aku mencium aroma yang membuat batang tubuhku menegang , aku hembuskan nafasku disekitar miliknya dan membuat kedua pahanya mengerat membuat wajahku bahkan bibirku mencium miliknya.

Aku merasakan sesuatu yang hangat , sooyoo mengeluarkan cairannya . Apa aku harus melakukannya sekarang? Aku ingin merasakan milikiku didalamnya dicengkramnya dan mendesah . Shit… aku ingin aku menginginkannya sekarang , sekarang juga.

Aku membuka pahannya yang menahan kepalaku , aku tatap manik-manik matanya yang jernih itu . Aku cium puncak kepalanya membelai pipinya yang merona . aku tarik tangannya dan menciumnya cukup lama .

“lakukanlah . aku percaya padamu heoseok “ ucap sooyoo membuatku merasa senang . dia mengizinkanku untuk bercinta dengannya .

Dengan segera aku membuka celana kain yang masih belum aku lepas . dengan sekali tarikan celan kain boxer hingga celana dalamnyapun sudah tanggal dari tubuhku. Aku menatap tubuh polos tanpa sehelai kainpun diatas tempat tidur, dia menatapku dari atas hingga pada bagian tubuhku yang sudah mengeras berdiri tegak diantara kedua pahaku.

“apa kamu tidak akan menyesal sooyoo?” ucapku padanya saat tubuhku sudah berada diatasnya kembali

“aku tidak menyesal asalkan kau mengatakan jika kamu mencintaiku dan akan menjadikan aku satu-satunya di kehidupanmu sampai ajal menjemput kita berdua”  sooyoo tidak mengatakan hal itupun aku akan mencintainya , dia adalah wanita yang membuat diriku meletakkan duniaku dibawah kakinya. Aku tidak mengombal , dan bukan karena nafsu belaka tetapi aku benar-benar mencintainya .

“ aku janji akan mencintai dirimu selamanya sampai kulit kita tidak kencang lagi dan rambut kita berwarna putih , hingga kita bertemu di surga nanti. I love You …” ucapku lalu aku cium keningnya kedua pipinya dan bibir yang membuatku candu.

“I Love You Too …” sooyoo membalasnya .

 

Aku membuka kedua pahanya lalu memposisikan pangkal tubuhku pada miliknya yang sudah basah . Perlahan aku memasukkan ujung penis kedalam miliknya dan aku mendengar sooyoo merintih kesakitan. Aku mendorongnya lagi dengan perlahan , sempit itu yang aku rasa dan ada penghalang yang menghalangi jalan masuk menuju lubangnya.

“ugh…” rintih sooyoo yang merasakan penisku berusah menembus selaput darahnya.

“percayalah padaku , kau boleh melakukan apapun padaku untuk mengalihkan kesakitanmu” ucapku dan aku mulai memasukkan kembali penisku . aku merasakan cengkraman pada bahuku , sebelum aku memasukkan semuanya aku mencium kembali bibir ranum sooyoo.

 

Dalam satu hentakan aku berhasil memasukkan penisku ke dalam lubang miliknya. Aku melihat bulir bulir menetes dari matanya , aku menyeka bulir-bulir itu lalu tersenyum padanya.

“ bergeraklah , aku sudah tidak apa-apa” aku benar-benar bingung mendapati sifat sooyoo yang berbeda tidak seperti biasanya. Sooyoo yang selalu marah-marah saat aku tidak sengaja menatap tubuhnya .

 

Perlahan aku mencoba untuk menggerakkannya . Sempit sangat sempit . Aku memaju mundurkan penisku pelan pelan , agak cepat , lalu pelan kembali. Hal itu membuat sooyoo mengeluarkan suara sexynya yang menikmati . Aku melihat sooyoo memejamkan matanya menahan hasrat yang dia rasakan.

“buka matamu sayang. Lihat aku” pintaku padanya , aku melihat gairah dimatanya . Dan itu membuatku mempercepat memaju-mundurkan penisku keluar-masuk.

Sooyoo ikut menggerakkan tubuhnya , membuat pangkal tubuhku semakin dalam masuk menyentuh rahimnya. Dan penisku semakin diremas-remas oleh miliknya . Aku merasakan cairan keluar membasahi penisku . Sooyoo mengejang dan dia mengalami klimaks untuk pertama kalinya setelah aku memasukkan pangkal tubuhku.

 

“sayang aku senang milikmu meremas-remas kejantananku” ucapku padanya , aku merasakan cairan itu keluar kembali. Aku semakin mempercepat tempo gerakanku , agar sama-sama memperoleh klimaks.

“sebentar lagi , kita keluarkan bersama sayang” ucapku semakin mempercepat tempo

“heoseok….” Ya aku senang mendengarnya menyebutkan namaku ketika kita sama-sama mencapai klimaks.

“terima kasih kau mau memberikan milikmu hanya untukku” lalu aku mencium keningnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh kami berdua.

 

 

Lamunan heoseok menghilang saat dia merasakan kepalanya sakit akibat dipukul sesuatu

“Hya! Apa yang kamu lamunkan” bentak namjoon sambil memukul kepala heoseok dengan majalah.

“kenapa kau memukulku namjoon?” bentak heoseok mengelus kepalanya yang sakit akibat pukulan majalah .

“habisnya kau melamun disiang bolong , apa karena perkataanku tentang mimpimu itu sehingga membuatmu membayangkannya?” timpal yoongi yang masih asik menatap layar handphone milik heoseok.

“kau tadi marah-marah karena berita ini” ucap yoongi menunjukkan handphone milik heoseok tepat didepan wajahnya.

“hyung … kenapa hand phone aku ada padamu?” tanya heoseok yang bingung lalu dengan segera mengambil hand phone itu dari tangan yoongi.

“apa kau marah hanya karena skandal bodoh itu ? aku beritau jangan percaya begitu saja sebelum sooyoo dan siwon hyung yang mengkonfirmasi tentang hubungan mereka” ucap yoongi mencoba menjelaskan tentang berita yang memberitaukan jika sooyoo dan siwon berpacaran dan berita itu belum tentu benar .

Heoseok terdiam tidak berani membalas perkataan yoongi , tetapi dia masih tidak bisa terima dengan berita itu. ‘bagaimana bisa’ ‘bagaimana bisa sooyoo dengan siwon’ itulah kata hati heoseok yang diucapkan berulang-ulang didalam pikirannya.

“kau tidak perlu khawatir aku akan bertanya pada istriku tentang siwon hyung” ucap yoongi berusaha menenangkan heoseok. Ya yoongi bisa dipercaya karena istrinya adalah adik kandung dari choi siwon seorang actor terkenal di korea selatan .

“aku percaya padamu hyung “ ucap heoseok pasrah . dia benar-benar tidak ingin melihat sooyoo bersama namja lain , tetapi heoseok belum menyadari perasaannya kepada sooyoo.

“kau itu seharusnya senang melihat sooyoo menemukan pilihannya . ini kau malah marah-marah tidak jelas . kau bukan kekasihnya heoseok” ucap namjoon dengan nada sedikit menyindir

“aku sahabatnya , sahabatnya namjoon . aku tidak peduli sooyoo dekat dengan namja lain , tetapi bukan dengan siwon “ balas heoseok sebal dan memalingkan wajahnya dari namjoon.

“aku rasa siwon hyung orang yang baik . dia rajin pergi ke gereja . aku rasa dia bisa menjadi namja yang baik untuk sooyoo” ucap yoongi memuji kakak iparnya . heoseok tidak terima dengan hal itu dia semakin marah mendengar penuturan yoongi.

“kau bisa bicara seperti itu karena dia kakak iparmu hyung. Kau seharusnya menenangkanku bukan semakin membuatku marah “ juju heoseok membuat yoongi dan namjoon tertawa puas.

“kenapa kalian menertawakanku? Apa perkataanku lucu?” ucap heoseok bingung bercampur sebal pada yoongi dan namjoon

“kita tertawa karena berhasil mengungkapkan sesuatu” ucap namjoon langsung menatap yoongi , mereka berdua mempunyai pemikiran yang sama.

“apa maksudnya?” bentak heoseok pada namjoon dan yoongi , tetapi mereka tidak menjawab pertanyaan heoseok dan membuatnya semakin marah .

“aku lebih baik pergi dari sini” ucap heoseok menghentakkan kakinya keluar dari ruangan namjoon.

 

Heoseok menekan tombol pada lift dengan kasar agar lift segera terbuka dan kotak besi itu bisa mengirimnya ke tempat dimana yeoja yang telah membuatnya marah . Heoseok berjalan cepat dilorong yang menghubungkan lift dengan ruangan apartemen .

Ditekan bel itu berkali-kali tetapi tidak ada yang membuka pintu apartemen itu tanpa permisi heoseok langsung menekan password apartemen itu. Saat heoseok masuk apartemen itu kosong tiodak terlihat ada kegiatan apapun , rapi seperti tidak pernah dihuni oleh pemiliknya.

Heoseok melangkahkan kakinya menuju kamar satu-satunya diapartemen itu. membukanya perlahan dan betul saja pemilik apartemen itu sedang tertidur pulas diatas ranjang berukuran queen size . Rambut panjangnya terurai pada bantal yang menjadi sanggahan kepalanya , heoseok membelai lembut rambut panjang itu.

Handphone sooyoo yang berada diatas meja bergetar , heoseok yang mengetahui hal itu langsung mengambilnya dan membuka pesan masuk itu.

 

From : Siwon Oppa

 

Apa keadaanmu sudah membaik? Istirahatlah yang cukup dan makan teratur

I hope I will see you soon

 

Heoseok memejamkan matanya sebentar lalu memandang yeoja yang masih terlelap itu . Memberanikan diri untuk menyentuh dahi sooyoo . Mata heoseok membulat sempurna saat tangannya merasakan dahi sooyoo panas.

 

“sooyoo apa kau sudah meminum obat? Tubuhmu panas sekali , kau demam” ucap heoseok berusaha membangunkan sooyoo dari tidurnya.

“enghhh…” sooyoo tidak menjawab dia hanya mengerang seperti orang kesakitan. Heoseok langsung mengambil hand phonenya dan menyuruh seseorang untuk datang ke apartemen .

 

Seorang namja dengan memakai jubah putih sedang memeriksa tubuh sooyoo dengan stetoskopnya . Heoseok tampak khawatir dia terus mondar mandir disisi ranjang dimana sooyoo sedang tidur.

 

“dia baik-baik saja , kamu tidak perlu khawatir” ucap dokter itu pada heoseok

“tapi tubuhnya demam dokter “ ucap heoseok dengan nada khawatirnya

“dia memang demam tapi kamu tidak perlu khawatir . istirahat 1-2 hari dia akan sembuh dan jangan lupa dia juga harus minum obat dan makan teratur” heoseok mencatat perkataan itu didalam otaknya , lalu mengantar dokter itu keluar .

 

Heoseok duduk ditepi ranjang menghadap kearah sooyoo . Dia ingin membangunkan sooyoo untuk makan dan minum obat , tetapi hati kecilnya takut mengusik tidur sooyoo . Dan pada akhirnya heoseok mencoba membangunkan sooyoo dengan halus , mengelus rambutnya pipi mulusnya dan juga tangan mungilnya.

Perlahan sooyoo membuka matanya lalu mengerjapkan berkali-kali karena sinar terang masuk kedalam pupil matanya . Saat matanya menangkap sosok disebelahnya mata sayu itu tertutup kembali .

“kenapa kau ada disini?” tanya sooyoo pada heoseok setelah menutup matanya kembali

“kenapa kau tidak bilang padaku jika sakit?” tanya heoseok yang masih senang mengelus pipi sooyoo.

“kau jangan berlebihan ! aku hanya demam” tegas sooyoo memiringkan badanya kearah berlawanan

“terserah! Yang terpenting sekarang kau makan lalu minum obat” ucap heoseok dengan nada marah.

Tapi sooyoo tidak mengubris perintah heoseok untuk makan . Dia masih tetap pada pendiriannya untuk tidak membalikkan badannya menghadap pada heoseok yang saat ini bersiap untuk menyuapinya .

“sooyoo berbaliklah” pinta heoseok baik-baik

 

1 menit

3 menit

5 menit

 

“aku mohon demi kesehatanmu sooyoo” pinta heoseok sekali lagi dan sooyoo masih tidak mau membalikkan badannya .

“kau tidak mau dengan cara halus , baiklah aku akan menggunakan cara kasar kalau begitu” heoseok meletakkan mangkok berisikan bubur diatas meja sebelah tempat tidur.

 

Sooyoo merasakan jika tempat tidur bergerak seperti ada yang naik keatas tempat tidur. Dia belum menyadari jika heoseok sudah berada diatas tempat tidur dan mendekatkan tubuhnya kearah tubuh sooyoo. Heosok dengan mudah menarik tubuh sooyoo yang lemah lalu menindih tubuh kecil sooyoo.

 

“kenapa kau menindihku? Cepat menyingkir dari tubuhku! Kau tau tidak tubuhmu berat sekali” ucap sooyoo sambil berusaha menjatuhkan tubuh heoseok dari atas tubuhnya.

“aku akan seperti ini terus sampai kau mau makan sooyoo. Ayolah apa kau tidak ingin cepat sembuh!” inilah cara satu-satunya agar sooyoo mau makan dan minum obat .

 

Jhope mennyendok bubur itu lalu memasukkan kedalam mulutnya satu tangannya memegang bahkan menekan rahang sooyoo agar mulutnya terbuka. Heoseok mencondongkan tubuhnya lalu mendekatkan mulutnya ke mulut sooyoo , dia semakin menekan rahang sooyoo agar mulutnya terbuka.

Mulut sooyoo terbuka dan heoseok berhasil memasukkan bubur itu melalui mulutnya , tangan sooyoo memukul tubuh heoseok setelah menerima bubur langsung dari mulut heoseok.

 

“kau boleh memukulku dengan keras asal kau menghabiskan makananmu . Dan ini hukumanmu karena tidak menuruti perkataanku” saat sooyoo akan membalas perkataannya dengan cepat heoseok membungkam mulut sooyoo lagi .

 

Heoseok tidak hanya memasukkan bubur itu kedalam mulut sooyoo . Dia juga sedikit mengambil kesempatan mengecap bibir manis sooyoo dan juga mengeksplor mulutnya.

 

“hya! Kau berani mengambil kesempatan!” ucap sooyoo setelah menelan langsung bubur itu dan sebelum heoseok melumat bibirnya kembali.

“aku? Aku tidak mengambil kesempatan tetapi ini hukuman untukmu nona park” balas heoseok dengan senyum menyeringai.

“kau jangan mampphhhh” sooyoo tidak bisa melanjutkan perkataannya . heoseok langsung mengunci mulut sooyoo dan melakukannya berulang kali membuat sooyoo tersipu malu dan wajahnya memerah.

 

Heoseok menikmatinya dengan senang dan selalu tersenyum saat melihat wajah sooyoo yang merah seperti kepiting rebus yang baru diangkat dari panci. Saat heoseok akan mengeluarkan obat dari dalam kantong , sooyoo langsung mengambilnya .

 

“aku bisa minum obat sendiri” ucap sooyoo lalu meraih gelas yang ada dimeja . Sementara heoseok tertawa melihat tingkah sooyoo.

“baiklah nona park aku akan keluar membereskan dapurmu , jika ada sesuatu panggil aku” ucap heoseok lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar sooyoo.

 

Sooyoo meletakkan bungkus obat itu diatas meja lalu mengambil handphonenya yang tergeletak di atas bantalnya.

 

“sialan! dia membuka hand phone ku “ umpat sooyoo sedikit keras agar heoseok dapat mendengarnya.

“aku harus memberi password agar dia tidak seenaknya lagi “ ucap sooyoo lalu mengatur system keamanan di hand phone nya agar heoseok tidak bisa seenaknya membaca pesan yang masuk.

 

Terdengar pintu diketuk , tampak heoseok membawa nampan berisikan buah-buahan

“kenapa kau belum pulang” tanya sooyoo membuat kening heoseok berkerut

“kau mengusirku sooyoo” ucap heoseok dingin lalu duduk dipinggir tempat tidur dan mengupas beberapa buah yang dibawanya

“lebih baik kau pulang heoseok , aku sudah lebih baik dari tadi dan juga kau sibuk bukan” heoseok berhenti melakukan aktivitasnya dan menatap yeoja yang berusaha mengusirnya itu.

“aku akan pulang besok pagi , aku akan menjagamu malam ini pekerjaanku sedang tidak banyak“ ucap heoseok lembut lalu melanjutkan mengupas buah, sementara sooyoo mendengus kesal dia meraih hand phone nya dan menelfon seseorang.

 

Heoseok tidak memperdulikan siapa yang sedang ditelfon oleh sooyoo , tetapi saat sooyoo mengucapkan nama yang sangat familiar di telinga Heoseok. Dia langsung menatap ke arah sooyoo.

“aku besok sudah bisa melanjutkan syuting oppa . kau tidak perlu khawatir” jawab sooyoo dengan senyum mengembang

“apa? Oppa ingin ke apartemenku . boleh boleh aku sangat senang jika oppa menjengukku” heoseok langsung melebarkan matanya tidak percaya akan ucapan sooyoo . Dia menginginkan namja itu menjenguknya tetapi aku tidak , apa yang ada difikirannya ? dia orang asing . Shit… batin heoseok dalam hatinya yang masih menatap sooyoo dengan tajam.

“kenapa kau melihatku seperti itu?” sooyoo tidak senang dengan tatapan heoseok yang seakan membunuhnya

“kenapa kau senang sekali dia akan menjengukmu? Kau saja mengusirku dan tidak mau aku menemanimu” jujur heoseok

“apa kalian berdua benar-benar mempunyai hubungan seperti yang diberitakan di media ?” ucapan heoseok berhasil membuat sooyoo membulatkan matanya .

“kenapa kau bertanya seperti itu?” sooyoo malas sekali menjawab pertanyaan yang semua orang lontarkan padanya dan tentunya heoseok.

“jawab saja , apa susahnya menjawab pertanyaan itu?” geram heoseok tidak langsung mendapatkan jawabany dari sooyoo .

“tidak , aku tidak mempunyai hubungan seperti yang dikatakan media-media itu” ucap sooyoo langsung turun dari tempat tidurnya mengambil baju didalam lemari pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.

 

Heoseok meremas rambutnya berkali-kali , dia bingung harus berbuat apalagi agar sooyoo tidak semakin menjauhi dirinya.

15 menit berlalu dan sooyoo masih betah berada di dalam kamr mandi , saat heoseok akan mengetuk pintu kamar mandi . Bel bunyi akhirnya dia memilih untuk melihat siapa yang datang ke apartemen sooyoo.

Heoseok melihat seseorang yang berada diluar dari intercom . Dia sangat lega saat mengetahui jika siwon datang tidak sendiri , dia bersama dengan eunkyung istri suga sekaligus adik perempuan siwon.

 

“silahkan masuk” ucap heoseok setelah membuka pintu

“kau ada disini heoseok” eunkyung kaget melihat heoseok berada di apartemen sooyoo , padahal dia tau jika suaminya dan heoseok seharusnya membantu namjoon.

“iya noona . duduklah aku akan memanggil sooyoo” ucap heoseok langsung meninggalkan siwon dan istri suga yang sudah duduk disofa .

 

Saat heoseok akan memutar knop pintu kamar sooyoo , pintu itu sudah terbuka dan memperlihatkan sooyoo yang tersenyum senang. Sebelum sooyoo melangkahkan kakinya keluar kamar , dengan cepat heoseok menggandeng tangan sooyoo tetapi sooyoo menahannya.

“apa yang kau lakukan?” bentak sooyoo lirih

“kau sedang sakit sayang, aku akan membantumu berjalan” sooyoo tidak bisa menahannya lagi karena heoseok sudah menariknya untuk berjalan mendekati sofa dimana istri suga dan siwon duduk.

“kau pulanglah heoseok!” sooyoo memerintahkan heoseok untuk pergi dia merasa tidak nyaman jika heoseok masih berada di apartemennya.

“akukan sudah bilang ingin menemanimu sampai besok pagi” jawab jhope semakin mengeratkan gandengannya.

“maaf kalau memotong pembicaraan kalian. Saat aku izin pada suga untuk menemani siwon oppa , dia berpesan padaku agar kamu kembali ke kantor namjoon untuk membantu mereka” sooyoo bisa bernafas lega , dia tidak mau heoseok berbuat macam-macam saat ada siwon di sekitarnya .

“terima kasih noona sudah menyampaikan pesan dari suga hyung” ucap heoseok pada istri suga

“cepat sembuh sayang , besok pagi-pagi sekali aku akan ke apartemenmu “ ucap heoseok lalu mencium kening sooyoo , setelah itu berpamitan pada istri suga dan siwon.

Setelah pintu apartemen itu tertutup sempurna , sooyoo langsung menjatuhkan tubuhnya keatas sofa .

“oppa … eonni… lihatkan bagaimana kelakuan dia? Aku sudah lelah melihat tingkahnya” ucap sooyoo dengan nada lemah. Dan diikuti anggukan oleh kedua manusia berbeda gender ini.

“apa dia sudah tau tentang skandal kalian berdua?” tanya istri suga

“iya , dia tau dan semakin protective terhadapku” ucap sooyoo kesal

“kau tau dia seperti itu karena cemburu , kalian sudah berteman 12 tahun dan tidak menutup kemungkinan ada benih-benih cinta yang tumbuh. Saat ini mungkin heoseok belum mau menyadari sikapnya yang seperti itu karena dia mencintaimu , kau harus bersabar sedikit lagi” ucap siwon dengan bijak , lalu dia berpindah duduk disamping sooyoo dan memeluknya sambil mengelus lembut rambut panjang sooyoo.

“oppa jika ada orang lain yang melihatmu seperti ini dengan sooyoo pasti mereka akan mengira kalian benar-benar mempunyai hubungan “ tukas istri suga yang tak lain adalah adik perempuan dari siwon.

“asal kau tidak memotret kita saja , mereka tidak akan mengarang skandal ini lebih dalam” jawab siwon tenang.

“oppa pulang sana , biarkan sooyoo beristirahat aku akan menjaganya” siwon tidak percaya adiknya mengusir dirinya

“karena aku sudah diusir oleh dia jadi aku pergi sekarang. Cepat sembuh my little lady” ucap siwon sambil mengelus lembut puncak kepala sooyoo.

 

Heoseok membuka pintu ruang kerja Namjoon dengan kasar , membuat dua orang namja yang sedang serius menyusun undangan kaget.

“kau bisa tidak pelan-pelan” ucap namjoon sebal

“hyung! Kenapa kamu menyuruhku kembali kesini? Kau tau siwon sedang di apartemen sooyoo. Bagaimana kalau mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan?” ucap heoseok panjang lebar , terdengar nada khawatir dan frustrasi dari setiap perkataannya.

“kau itu masih belum membantu kita , sedari tadi kau melamun. Jadi aku memintamu untuk kembali ke kantor namjoon , apa itu salah? . Dan bersihkan fikiran negatif kamu , siwon sekarang sudah tidak ada di apartemen sooyoo. Disana hanya ada sooyoo dan istriku ,aku meminta istriku untuk menemaninya agar kau tidak kabur dari tanggung jawab membantu namjoon” ucap yoongi panjang lebar

“kau tidak berbohongkan hyung” ucap heoseok dengan nada tidak percaya

“sebenarnya kau itu mempunyai hubungan apa dengan sooyoo? Kau terlihat seperti kekasihnya” heoseok terdiam atas pertanyaan itu.

“sudah jangan melamun , kita lanjutkan mengemasi undangan ini” ajak namjoon.

 

Sooyoo tidak bisa tidur padahal jam menunjukkan pukul 11 malam , dia masih memikirkan heoseok. Dia berbuat dan berbicara kasar agar heoseok berubah dan sadar akan perasaannya.

“eonni , apa kau sudah tidur?” tanya sooyoo pada istri yoongi yang tidur disebelahnya.

“belum, ada apa?”istri yoongi memang belum tidur karena masih berkomunikasi dengan suaminya.

“apa perasaan itu sulit di utarakan? Apa semua namja seperti itu?” tanya sooyoo dengan tatapan serius.

“apa kau membicarakan heoseok? Mungkin iya , mungkin tidak . Untuk masalah kalian itu harus salah satu dari kalianlah yang mengutarakan cinta terlebih dahulu . Tapi biarkan sang namja yang bertindak , kamu diam saja” jelas istri yoongi

“sampai kapan? Apa aku harus memiliki kekasih dulu baru dia mengutarakan isi hatinya? Seharusnya dia tau eonni , aku sudah menyadarinya lalu kapan dia akan menyadari perasaannya? “sooyoo benar benar sebal . semua perkataannya jujur dari dalam hatinya . betapa dia menunggu heoseok untuk menyadari perasaannya.

“kau bersabarlah , besok kita akan susun rencana agar heoseok menunjukkan perasaannya padamu. Sekarang kita istirahat fisik kamu belum sempurna pulih” mereka berdu memutuskan untuk mengakhiri obrolan mereka.

 

Heoseok terlihat enggak memasukki toko bunga dihadapannya , jika bukan karena istri yoongi yang mengidam ingin bunga mawar dia tidak akan mau masuk ke toko bunga.

“bisa saya bantu tuan , anda ingin mencari jenis bunga apa? Tanya pelayan toko bunga itu pada heoseok

“saya ingin membeli satu bucket bunga tulip putih dan satu bucket bunga mawar putih , saya rasa itu “ jawab heoseok

“baik akan saya persiapkan” pelayan itu langsung pergi mempersiapkan pesanan heoseok .

 

Sementara itu heoseok melihat-lihat bunga yang terjajar rapi di atas box dan vas , lalu matanya tertuju pada seorang namja yang sedang tersenyum senang menunggu bunga yang dia beli . Heoseok mendekatkan dirinya pada namja itu karena dia penasaran .

“anak muda kau beruntung mendapatkan bunga mawar peach yang jarang dijual , untung saja kau datang pagi sekali jika tidak bunga ini sudah habis terjual” ucap wanita paruh baya itu pada pembeli atau namja yang dilihat heoseok.

“saya memang beruntung , semoga saja keberuntungan saya berlanjut pada pengakuan cinta saya nanti” ucap namja berparas manis itu

“saya mendoakan yang terbaik , bunga mawar peach ini sangat cocok untuk mengungkapkan perasaan pada seseorang “ ucap wanita paruh baya, lalu memberikan bucket  pada namja berparas manis itu.

 

Tanpa heoseok sadari wanita paruh baya mendekatinya

“anak muda apa kau mau membeli bunga mawar peach itu juga?” tanya wanita paruh baya pada heoseok

“iya “ jawab heoseok singkat , dengan segera wanita paruh baya itu mengambil bunga mawar peach dari dalam vas.

“anak muda apa kau juga akan mengungkapkan perasaanmu? Seperti anak muda tadi” heoseok bingung harus menjawab apa , karena tadi dia spontan saja menjawabnya.

“mungkin “ jawab heoseok singkat

“apa boleh tau bunga ini akan kau berikan pada siapa?” tanya wanita paruh baya itu

“aku akan memberikannya pada sahabatku “ jawab heoseok memalingkan wajahnya karena dia merasa risih dengan tatapan wanita paruh baya itu

“apa dia berarti dihidup kamu anak muda?” heoseok berfikir sebentar

“mungkin saja” lagi-lagi heoseok hanya menjawab seperlunya

“dengarkan nasehatku baik-baik . jangan terlalu banyak berfikir , jika kau mencintainya katakanlah jangan takut untuk ditolak . Jika kau terlambat kau pasti akan menyesal anak muda” ucap wanita paruh baya itu dan memberikan satu bucket mawar peach pada heoseok.

“kau tidak perlu membayar bunga ini, aku harap kamu bisa mengutarakan perasaanmu dia sudah menunggumu anak muda” setelah mengucapkan kata-kata tersebut , wanita paruh baya itu pergi meninggalkan heosoek yang masih mematung .

“tuan bunga anda sudah siap , silahkan ke kasir” heoseok tersadar setelah mendengar ucapa pelayan.

“apa maksud perkataan halmoni pelayan toko bunga ? dia sudah menunggumu . sooyoo? Apa dia mencintaiku?” tanya heoseok pada dirinya , pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya .

 

Bahkan sampai dia sudah turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat pesta lajang namjoon, kata-kata wanita paruh baya tadi mempengaruhi system kerja otak heoseok.

“hya kenapa kamu melamun?” yoongi menepuk bahu hesoeok

“hyung , ini bunga pesananmu” ucap heoseok dan memberikan buket bunga tulip putih pada yoongi

“terima kasih , ayo kita masuk “ ajak yoongi

 

Walaupun ini pesta lajang , tetapi yang sudah mempunyai pasangan harus membawa pasangan mereka termasuk calon pengantin.

“seharusnya kalian berdua tidak boleh bersama-sama , kau harus diam dirumah” ucap heoseok setelah memberikan buket bunga mawar putih pada calon istri namjoon.

“aku tidak mau dia macam-macam , jadi aku haru bersamanya sampai hari pernikahan” jawab calon istri namjoon , dan yang lain hanya tertawa mendengar jawaban polos itu.

“apa kalian melihat sooyoo?” tanya heoseok

“disana , dia sedang bersama dengan siwon hyung” tunjuk namjoon pada meja bar

“aku akan kesana sebentar” ucap heoseok , dia memberanikan diri melangkahkan kakinya mendekati sooyoo dan siwon yang sedang mengobrol.

“maaf menganggu kalian sebentar . bunga yang cantik untuk seseorang yang cantik” ucap heoseok sambil memberikan bunga mawar peach itu pada sooyoo.

“lanjutkan pembicaraan kalian” ucap heoseok singkat lalu pergi meninggalkan mereka berdua yang masih tertegun.

 

Sendiri dan tidak mempunyai pasangan itulah heoseok sekarang , dia hanya diam tidak mau berbicara pada beberapa wanita yang menghampirinya . Di lantai dansa terlihat namjoon dan calon istrinya , yoongi dan istrinya , dan seseorang yang menjadi objek pengelihatan darinya sedari tadi yaitu sooyoo yang sedang berdansa dengan siwon .

Heoseok meneguk semua minuman yang ada digelasnya , lalu berjalan menuju lantai dansa berjalan kearah dimana sooyoo dan siwon sedang berdansa. Tanpa meminta siwon untuk melepaskan sooyoo , tangan sooyoo sudah berpindah pada heoseok. Dan siwon tidak bisa berbuat apa-apa dia lebih memilih untuk pergi menjauh.

 

“kau bisa tidak meminta baik-baik , aku pasti akan berdansa denganmu. Aku tidak enak dengan siwon oppa” tiba-tiba mereka berhenti berdansa , tampak heoseok meredamkan amarahnya.

Sooyoo membulatkan matanya tak percaya , satu kecupan berhasil mendarat di bibir ranum sooyoo.

“jangan membicarakannya lagi , aku tidak suka” ucap heoseok pada telinga sooyoo membuat sooyoo bisa merasakn nafas hangat heoseok. Merekapun melanjutkan dansa mereka.

“kenapa kau melakukan ini heoseok?” tanya sooyoo yang sudah tidak tahan dengan tingkah laku heoseok.

“kenapa kau tidak suka melihatku berdekatan dengan namja lain” pertanyaan sooyoo lagi-lagi tidak mendapatkan jawaban .

“heoseok jawab aku!” bentak sooyoo yang sudah habis kesabarannya . semua yang berdansa seketika berhenti , tetapi baik sooyoo maupun heoseok tidak memperdulikan tatapan mereka.

“aku mencintaimu , aku ingin memilikimu jadi jangan pernah berdekatan dengan namja lain. Aku cemburu” ucap heoseok dengan kencang , membuat semua orang kaget terlebih sooyoo .

 

Beberapa detik berikutnya orang-orang yang menyaksikan kejadian itu bersorak senang , membuat sooyoo dan heoseok sadar bahwa mereka tidak sendiri . Heoseok langsung melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang sooyoo , lalu pergi meninggalkan sooyoo yang masih terdiam di lantai dansa.

Teriakan-teriakan orang-orang yang menyuruhnya berlari menggema di lantai dansa , sooyoopun mengikuti saran mereka dan berlari menyusul heoseok yang pergi menuju kamar yang tersedia di tempat ini. Sooyoo melihat sebuah kamar yang akan tertutup pintunya , dengan cepat sooyoo menghampiri kamar itu sebelum pintu tertutup sempurna.

“kenapa kau meninggalkanku?” tanya sooyoo setelah berhasil menyusul heoseok

“maafkan aku , aku pasti membuatmu malu sooyoo” ucap heoseok menyesal

“apa? Malu? Aku tidak malu , kenapa juga harus malu?” ucap sooyoo dengan nada tinggi

“dengar mengungkapkan perasaan itu lebih baik , dari pada memendamnya heoseok. Kau tau aku juga mencintaimu jauh sebelum kau sadar jika kau juga mencintaiku” sooyoopun mengakui juga bagaimana perasaannya pada heoseok.

 

Heoseok berjalan mendekat pada sooyoo yang masih berdiri di depan pintu , sooyoo langsung mendekat dan memeluk tubuh heoseok.

“aku kesal padamu , kenapa selama ini kau baru sadar akan perasaanmu padaku?” ucap sooyoo disel-sela mereka berpelukan

“maafkan aku , maafkan aku sooyoo . aku mencintaimu , sangat sangat mencintaimu” ucap heoseok tulus

“aku juga sangat mencintaimu” balas sooyoo

 

Mereka berdua berpelukan begitu lama , sampai sooyoo merasakan sesuatu yang keras , panjang dan panas menempel diperutnya.

“apa kau terangsang hanya memelukku seperti ini?” tanya sooyoo pada heoseok

“iya , bahkan saat kau sakit aku juga terangsang sooyoo” jawab heoseok .

“oke , let’s making love” heoseok langsung melepaskan pelukannya pada tubuh sooyoo

“kau bercanda?” heoseok tidak percaya ini seperti dejavu , di mimpinya sooyoo mengizinkannya untuk bercinta dan sekarang juga.

“kau terangsang bukan , atau kau mau mandi air dingin untuk menjinakkan junior kamu” ucap sooyoo dengan menahan tawannya agar tidak meledak.

“kau serius ingin bercinta denganku” setelah kaliamat itu terucap , sooyoo sudah tidak bisa menahan tawanya . dia tertawa hingga perutnya sakit , dia hanya ingin menggoda heoseok saja tidak lebih.

“maaf aku hanya bercanda , kau lucu sekali . apa kau memang menginginkannya? Atau jangan-jangan kau pernah mimpi bercinta denganku” ucap sooyoo , tidak tau perubahan raut wajah heoseok.

“iya memang benar aku pernah mimpi bercinta denganmu sooyoo , dan faktanya kau mengizinkanku untuk bercinta denganmu” ucap heoseok sembari menghembuskan nafasnya dileher sooyoo , mencium harum sooyoo yang membuat heoseok gila.

“tunggu , heoseok tunggu dulu” heoseok sudah tidak mendengarkan perkataan sooyoo , dia sedang sibuk menandai miliknya. Sooyoo menggeliatkan tubuhnya dalam pelukan heoseok karena heoseok menjilat lalu menggigit leher jenjang sooyoo.

 

Tangan heoseok yang berada dipinggang sooyoo pindah ke pantat dan meremasnya pelan tanpa meninggalkan ciumannya pada leher.

“heoseok berhenti , berhentilah sebentar” ucap sooyoo memohon

“ada apa ? kau mau menghetikanku” ucap heoseok lalu sooyoo menggelengkan kepalanya

“lalu apa?” tanya heoseok tidak sabar

“jangan berdiri , di tempat tidur saja” jawab sooyoo , berhasil membuat heoseok tersenyum senang . Heoseok langsung menggendong sooyoo ala bridal dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur.

 

Heoseok masih senang mencicipi manisnya bibir sooyoo dan leher jenjangnya , padahal kedua gundukan sudah menunggunya untuk disentuh. Mereka berdua sudah sama-sama menanggalkan pakaian dasarnya sooyoo hanya mengenakan underware nya saja sementara heoseok hanya menggunakan celana boxernya saja.

“jangan mencium bibirku terus , pasti sekarang bengkak ini bibir” ucap sooyoo sebal

“habis bibir kamu manis , aku tidak bisa tidak menciummu. Your mouth likes caffeine “ ucap heoseok lalu melanjutkan mencium dada sooyoo lalu turun ke cela payudaranya , dan menghirup dalam-dalam aroma milik sooyoo.

 

Heoseok menggigit payudara sooyoo yang masih terbungkus bra hitamnya , dan payudaranya dia remas-remas menggunakan tangan kirinya . Sooyoo mengangkat tubuhnya agar mempermudah heoseok untuk melepas pengait bra yang dia kenakan.

“kau sudah menegang sayang , lihatlah ” heoseok menunjukkan puting merah sooyoo yang menegang.

“jangan melihatku seperti itu” ucap sooyoo yang malu karena heoseok tidak bisa melepaskan tatapannya dari putingnya.

Benda lunak itu langsung melumat puting merah milik sooyoo , dia merasakan sensai yang berbeda ketika heoseok mencium bibirnya dan lehernya. Seperti terkena sengatan listrik kecil , tubuh sooyoo langsung bergerak karena geli dan pahanya otomatis mengatup karena pada bagian bawah tubuhnya ada sesuatu yang mendesak ingin keluar.

“akhhh…..” teriak sooyoo saat merasakan gigi heoseok menggigit putingnya

“kau gila menggigitnya , bagaimana kalau putus?” ucap sooyoo yang merasa dirugikan

“habis enak sekali menggigitnya sayang” ucap heoseok lalu dia perbindah pada payudara satunya.

Tangannya yang bebas bergerilya pada tubuh sooyoo dari mulai perut ratanya , kedua paha mulusnya dan vaginanya . Heoseok mengelus pelan vagina itu , dia merasakan lengket ditangannya setelah mengelus vagina sooyoo.

“kau sudah basah sayang. kau siap untuk aku masukki” ucap heoseok sambil menunjukkan cairan yang menempel di tangannya , lalu tanpa jijik heoseok menjilat tangannya tadi.

“kau manis sekali sayang , aku ingin mencicipinya lagi” heoseok bersiap menundukkan wajahnya pada vagina  sooyoo , tetapi dia segera menahannya.

“no licking my vagina . don’t do that atau kita hentikan sekarang” ucap sooyoo tidak setuju jika heoseok menjilati vagina nya .

“aku lebih suka kau ada dimimpiku , menyuruhku melakukan apapun” cerita heoseok

“jadi kau lebih suka dengan makhluk imaginer dari pada yang nyata” ucap sooyoo dengan nada kesal

“tidak mungkin , aku lebih suka yang nyata . kalau begitu kita ke permainan inti saja” ucap heoseok menurunkan boxer sekaligus celana dalamnya dan memegang kejantanannya yang keras dan besar.

Sooyoo menatapnya tidak percaya , dia takut apakah bisa benda yang besar itu masuk kedalam miliknya yang sempit .

“kau kagum melihat milikku sayang” ucap heoseok sambil menempatkan miliknya tepat di depan lubang sooyoo.

“apa muat? sebesar itu” ucap sooyoo dengan nada takut

“kau percayakan padaku , kau akan merasakan kenikmatan seperti disurga” ucap heoseok lalu mencium bibir ranum sooyoo kembali .

Dibawah tangannya sedang mempersiapkan memasukkan kepala penisnya . sooyoo mengalungkan tangannya keleher heoseok saat merasakan benda tumpul masuk kedalam mulut vaginanya , dan semakin memperdalam ciumannya saat heoseok menyentakkan seluruh kejantanannya masuk kedalam milik sooyoo.

“maaf menyakitimu dan terima kasih memberikan mahkotamu padaku ” ucap heoseok sambil menghapus air mata sooyoo .

“apa tidak apa-apa aku bergerak sekarang?” tanya heoseok yang merasa sudah tidak sabar .

“bergeraklah” jawab sooyoo singkat

Perlahan Heoseok mencoba untuk menggerakkannya . Sempit sangat sempit . Heoseok memaju mundurkan penisku dengan tempo pelan  , agak cepat , lalu pelan kembali. Hal itu membuat sooyoo mengeluarkan suara sexynya yang menikmati . Heoseok melihat sooyoo memejamkan matanya menahan hasrat yang dia rasakan.

“buka matamu sayang. Lihat aku” pintaku padanya , aku melihat gairah dimatanya . Dan itu membuat heoseok mempercepat memaju-mundurkan penisnya keluar-masuk.

Sooyoo ikut menggerakkan tubuhnya , membuat pangkal tubuhnya semakin dalam masuk menyentuh rahimnya. Dan penis heoseok semakin diremas-remas oleh miliknya . Heoseok merasakan akan mencapai klimaks bersamaan dengannya .

“ayo kita keluarkan bersama-sama sayang” ucap heoseok yang tubuhnya menegang begitu juga sooyoo.

“heoseok…” teriak sooyoo saat merasakan rahimnya terisi oleh cairan hangat milik heoseok.

“terima kasih sayang , kau benar-benar hebat” ucap heoseok , mencium kening sooyoo lalu bibirnya. dan sooyoo hanya mengangguk saja sambil mengatur nafasnya.

“cepat keluarkan penismu , aku ingin tidur” perintah sooyoo

“kenapa belum dikeluarkan juga? apa kau mau ronde berikutnya? tidak , aku tidak mau. aku ingin tidur” bentak sooyoo , heoseok akhirnya menyerah dan mengeluarkan penisnya yang masih mengeluarkan sisa cairan.

“tidurlah my princes ” ucap heoseok lalu menyelimuti tubuh mereka yang sama-sama polos.

 

Heoseok terbangung terlebih dahulu , dia ingat jika setelah bercinta kemarin dia memeluk tubuh sooyoo erat . Tetapi sekarang dia tidur dengan terlentang tanpa sooyoo dipelukannya.

Heoseok menatap kesisi kirinya , dia melihat punggug polos sooyoo yang tidak tertutup.

Heoseok menggeser tubuhnya hingga berada tepat dibelakang tubuh sooyoo yang masih terlelap. Perlahan heoseok meletakkan tangannya pada punggung sooyoo dan menciumnya intens . Hal itu membuat sooyoo mau tidak mau membalikkan badannya .

“pagi my princes ” sapa heoseok lalu mencium bibir sooyoo yang terlihat bengkak akibat ciuman bertubi-tubi tadi malam.

“biarkan aku istirahat heoseok” ucap sooyoo tanpa membuka matanya.

“baiklah …” ucap heoseok lalu menarik selimut yang mereka pakai sampai menutup kepala mereka .

“hya! ” teriak sooyoo yang merasakan kesakitan untuk kedua kalinya.

Advertisements

6 thoughts on “What Am I To You

  1. Annyeong authornim hohoho itu masih ada ronde selanjutnya kah? Sayang terputus hohohoho
    Ini cerita ttg persahabatan jd cinta ya ^^ bagus, jalan ceritanya juga rapi dan satu q agak sebel sana jhope u.u dia bodoh bgt perasaannya sendiri masak g sadar u.u huuuu
    Dan untungnya dia sadar akhirnya xD yay bersatu kkkkk
    Okay itu aja, keep writing ya authornim ^^

    Like

  2. Suka karakter JHope di sini. Jjang!!!
    Jadi kepikiran bikin FF buat JHope hahaha.. padahal masih harus nulis squelnya Jungkook 😀
    Saran saja sih thor, konflik Jhope sama yeojanya kurang greget. Kurang klimaks. Tapi asli aku suka JHope yg over protective ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s