Chaptered · Comedy · Drama · Romance

Miss Taxi [Chapter 2 ]


misst

  • Author: minariFini
  • Title: Miss Taxi – Chapter 2
  • Main Cast: Im Yoona , Choi Siwon
  • Other Cast: Lee Tuk, Min Hwe Ji
  • Genre: Comedy, Romance, Drama
  • Rating: PG
  • Lenght: Chaptered / 5589
  • Disclaimer: Don’t take it serious this is just a fiction between Yoona and Siwon. if you don’t like it please don’t bash each other. i made this story just for amuse the readers. And please don’t copy paste my story without my permision!!
  • Author Notes: hiii~~~ ini adalah chapter lanjutan dari miss taxi 1 dan sebenarnya aku belum ada niatan untuk memposting lanjutan ff ini karena jujur saja ff ini belum selesai sampi di sini saja >< dan ini aku posting sekarang karena aku juga lagi nunggu MAMA XD yahooo sapa yang liat mama malam ini? acungkan tangan kalian kkkkk XD.  oh satu lagi aku berterimakasih sekali karena chapter 1 kemarin miss taxi ini dapat sambutan baik dari para yoowon shipper kkkk /peluk atu2/ terimakasih atas tanggapannya. oh iya ff ini juga bukan untuk yoowon shipper aja kkk tentu aku akan senang jika kalian semua baca ff ini. jujur saja aku butuh saran dan komentar untuk ff ini sebagai motivasiku untuk menulis lanjutan ff ini ^^. okay itu saja , enjoy ~~~~~

_________________

Chapter :  1 / 2 / 3 / 4

TWO

 

From: immature guy

Miss taxi, aku menyuruhmu segera pulang sekarang!! Ini perintah!

Yoona ingin sekali membanting ponselnya. Itu adalah pesan ke sepuluh yang ia terima dari siwon. Tidak hanya itu saja, yoona hampir dibuat  gila karena siwon telah menghubunginya berkali-kali. Dengan gerakan cepat yoona menon-aktifkan ponselnya.

“Maaf ahjumma membuatmu terganggu.” Kata yoona sambil melihat ke kursi penumpang. Okay mungkin siwon akan marah padanya jika ia terlambat kembali ke flatnya tapi gahh mana mungkin yoona menghentikan mobilnya dan menyuruh ahjumma ini turun? Yoona tidak akan pernah tega melakukan itu. Selain itu yoona tidak ingin membuat ahjumma ini kecewa dengan pelayanannya karena ahjumma ini termasuk pelanggan yang loyal, dia selalu memanggil yoona ketika ia ingin pergi ke suatu tempat.

“Tidak apa-apa, apakah dia kekasihmu?” Tanya ahjumma itu sambil tersenyum.

“Tentu saja bukan.” Sahut yoona cepat sambil memberikan senyum simpul ke arah ahjumma itu. “Ahjumma jangan khwatir, yang tadi cuma orang gila.” Seketika ahjumma itu tertawa lepas mendengar ucapan yoona tadi.

“Kau ini ada-ada saja.” Ucapnya sambil menyeka beberapa air mata yang keluar akibat terlalu banyak tertawa.”Seharusnya kau tidak perlu mematikan ponselmu, siapa tahu ada sesuatu yang penting.” Suara ahjumma terdengar sangat lembut. Sesuatu yang penting? Yoona menghembuskan nafas pelan dan kemudian ia menatap ahjumma itu.

“Iya, tapi ahjumma, aku akan mengantarkanmu dulu. Setelah itu aku akan menemui orang gila itu, okay?” Ucap yoona lembut diselingi oleh tawa kecilnya. Ahjumma itu hanya bisa menggeleng-geleng sambil tersenyum.

_____________

Yoona memasang senyum termanisnya dan berusaha terlihat bersemangat dalam acara pembukaan restaurant baru milik Hwe ji. Yoona sudah mulai terbiasa dengan acara seperti ini, ia juga sudah sedikit hafal dengan apa yang akan dia lakukan nanti. Yoona hanya perlu tersenyum dan terus berada di samping siwon. Mudah bukan?

Setelah seluruh runtutan acara pembukaan tersebut selesai para undangan dipersilahkan untuk menyantap makan malam bersama. Semua undangan tampak menikmati hidangan restaurant milik hwe ji. Namun tidak untuk yoona…

Namanya juga bermain sandiwara, tentu yoona berusaha sebaik mungkin untuk terlihat menikmati makan malam ala Eropa itu. Yoona mengiris potongan kentang itu perlahan kemudian ia menyuapi dirinya. Enak? Tentu, tapi gahhh porsinya terlalu sedikit untuk orang sedang kelaparan seprti yoona. Yoona mengiris lagi potongan kentang itu sedikit lebih kecil lalu menyuapi dirinya lagi, ia juga terlihat seakan tidak peduli dengan percakapan antara siwon, hweji dan jung so. Yoona hanya ingin terus makan, ia sudah sangat lapar dan makanan ini sama sekali tidak sanggup menolongnya.

“Bagaimana masakannya yoona?” Tanya hwe ji kepada yoona. Siwon mencuri pandang ke arah yoona yang duduk di sampinya itu, ia berharap semoga yoona dapat membuat jawaban yang tepat karena siwon tahu bahwa yoona tidak menikmati makanannya sama sekali. “Kau tidak suka, apa perlu mencoba menu yang lain?”

“Ah tidak perlu, uni. Ini sangat enak sekali.” Jawab yoona sambil tersnyum ala iklan pasta gigi. ” Ini akan menjadi menu favoritku.” Imbuh yoona.

“Benarkah? Kalau begitu woonie kau harus sering-sering mengajaknya makan di sini.” Kata hwe ji lembut sambil memamerkan senyum hangatnya.

“Benarkah begitu, jagiya?” Hooek!! Yoona ingin muntah mendengar ucapan siwon, jagiya hahah ya ya jagiya.  Meski mereka sedang berpura-pura kata’jagiya’ masih terdengar aneh di telinga yoona, jika mengingat tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka. Siwon menatap wajah yoona dengan tatapan penuh arti seperti aktor drama sedang menatap gadis pujaannya. Kelihatannya dia lebih cocok menjadi aktor daripada menjadi CEO pikir yoona.

“Ne, oppa.” Jawab yoona manja.

“Katakan kapan saja jika kau ingin makan di sini, hmm…” Lanjut siwon sambil membelai rambut yoona lembut. Merinding!!  “Aku akan selalu menemanimu.”

“Ne, oppa.” Jawabnya manja. Entah darimana yoona belajar berakting menjadi seorang yang manja seperti itu.

“Kalian memang tampak serasi.” Kata jung so tiba-tiba.

“Kau benar jung so, namapknya uri wonnie sudah tumbuh sekarang.” Tambah hwe ji.

“Aku menganggapnya sebagai pujian, terimakasih.” Jawab siwon tersenyum sambil mengambil gelas anggur merahnya.  Sedangkan yoona hanya sanggup mengucapkan kata terimakasih dengan nada yang amat sangat lembut. Perlahan siwon mulai akan meminum anggurnya namun gerakannya terhenti ketika yoona menahan lengannya.

“Oppa, ini adalah gelas keduamu. Aku tidak ingin melihatmu mabuk.” Ucap yoona lembut dan manja.

“Gwenchana jagiya.”

“Tapi oppa, kau tahu limitmu bukan? Selain itu,  aku tidak mau kau mabuk ketika mengendarai mobil nanti hmmm..” Papar yoona masih terdengar manja.

“Tidak akan, percayalah pada oppa.” Kata siwon sebelum mendaratkan ciuman di pipi yoona. Meski sedikit terkejut yoona tetap berusaha terlihat profesional dan bersikap biasa saja. Kemudian yoona tersenyum kepada siwon dan membiarakan siwon menegak anggur merahnya itu.

Tanpa mereka sadari sandiwara konyol mereka mampu membuat hwe ji dan jung so terdiam. Mereka hanya bisa menjadi figuran tidak penting di dunia kecil siwon dan yoona. Entahlah, apa mungkin karena akting siwon dan yoona memang bagus (sanggup menipu mereka)? Atau karena ada sesuatu yang lain?

______________

Siwon hanya memutar bola matanya malas ketika mendengar percakapan yoona dengan tukang jjammyun lewat telepon. Siwon mendengus kesal menatap yoona tanpa sebab yang jelas. Siwon juga sempat mengumpat gadis itu ketika ia mendengar gadis itu tertawa ditengah percakapannya dengan tukang jjammyun  dan mereka terdengar sangat akrab. Oh beginikah seleranya, tukang jjammyun rupanya- its so low pikir siwon.

“Ne, khamsahammida ahjussi.” Kata yoona senang sambil menutup ponselnya.

“Khamsahammida ahjussi.” Siwon menirukan gaya bicara yoona dan tentu hal itu diketahui oleh yoona. Dengan gerakan cepat yoona meruncingkan tatapannya ke arah siwon. Mereka saling memandang sejenak, tidak ada yang angakat bicara. Perlahan siwon kembali menatap ke depan, ia berusaha untuk berkonsentrasi dengan jalan di depan. “Ehm, aku tidak akan mengantarmu ke kedai jjammyun itu.” Ucap siwon sambil mengendalikan mobilnya.

“Aku tidak peduli, ahjussi bisa mengantarkan jjammyun ke flatku.” Ujar yoona sambil menjulurkan lidahnya.

“Good. Aku heran, gadis macam apa kau ini? Makan jjammyun di tengah malam. Perutmu terbuat dari apa huh?” Kritik pedas terlontar dari mulut siwon.

Namun Yoona tidak menjawab komentar siwon, ia mengalihkan pandangannya ke jendela sampingnya– percuma berdebat dengan si bodoh ini yang hanya bisa menghabiskan energiku saja pikir yoona. Ia menghela nafas berat, yoona merasa sangat lapar. Ia kemdian membuka ponselnya kembali ia ingin mengirim pesan kepada tukang jjammyun untuk mengirim jjammyun ke flatnya saja. Namun gerakannya terhenti ketika suara perutnya berbunyi… Gawat pekik yoona dalam hati- ia segera memagangi perutnya dan mengigit bibirnya gugup, ia hanya bisa berharap semoga siwon tidak mendengarnya.

“Kau benar-benar lapar?” Tanya siwon berusaha untuk tidak tertawa. Yoona tahu siwon ingin menertawakannya namun, tidak ada kata yang keluar dari mulut yoona. Yoona hanya bisa mengangguk atas jawaban pertanyaan siwon tadi. ” Ah tentu, makanan eropa tidak cocok denganmu. Seharusnya tadi kau—— awww..” Teriak siwon sambil memegangi kepalnya. Kali ini pukulan yoona lebih kuat dari biasanya. ” Yah!! Aku tidak yakin kau kelaparan pukulanmu sungguh —–awww!!” Jerit siwon lagi. Kini yoona menghujaninya dengan pukulan-pukulan kecil di bahu siwon. “Ya ..ya hentikan, aku sedang menyetir sekarang!!” Pekik siwon mulai terdengar kesal dan panik karena mobilnya mulai terhuyung.

“Aku akan berhenti, jika kau mau mengantarkanku ke sana!” Ancam yoona sambil menghentikan pukulannya.

“Mwo? Kau mengancamku? Apa kau kira aku supirmu?” Suara siwon meninggi dan mencuri pandang ke arah yoona tidak percaya.

“Kenyataannya memang begitu, kau sekarang yang menyetir kan?” Ucap yoona sambil menyilangkan tangan ke dadanya.

“Oh miss taxi jangan gila, aku tidak akan mengantarmu ke sana. Bukankah kau bilang ahjussi itu bisa mengantarnya?” Papar siwon dari balik kursi kemudi.

“Lebih enak kalau di makan di kedainya langsung.”

“Aku tidak mau!” Kata siwon tegas sambil menatap yoona.

“Dasar lelaki tidak tahu terimakasih, aku sudah bersedia menuruti semua kemauanmu. Lalu kenapa sekarang ketika aku meminta bantuanmu kau tidak mau huh? Dasar ego—-”

“Ara…ara, kau ingin sekalian bertemu dengan kekasih pujaanmu ,bukan?” Potong siwon diikuti dengan seringai konyolnya.

“Kekasih pujaan?”

“Tukang jjammyun itu, benar kan?” Sahut siwon sambil menaikkan salah satu alisnya.

“Ah, wae? Kau cemburu?”

“Oh please, aku hanya merasa kasian dengan seleramu.” Jawab siwon tetap berusaha untuk fokus dengan jalanan.

“Kau salah, Ahjussi jauh lebih baik darimu, setidaknya dia bisa memasakkanku makanan yang enak, dia juga mau bekerja keras. Tidak sepertimu, lelaki yang tidak bisa diandalkan.”

“Mwo?!” Suara siwon kembali meninggi, ia merasa harga dirinya diinjak-injak oleh yoona. Jika ia tidak bisa berfikir waras, ia pasti sudah menurunkan yoona di jalan tol ini. Namun beruntung, siwon tidak melalukan hal itu.

Ya begitulah, ketika mereka sedang berdua semuanya terlihat. Mereka selalu berdebat karena hal sepele, memang. Berdebatan itu juga tidak berhenti sampai di sana saja. Ronde selanjutnya pun dimulai.

“Oh ya setelah ahjussi jjammyun, kau menyukai boyband konyol itu. Miss taxi kau harus sadar berapa umurmu.” Ujar siwon sambil memutar bola matanya dan kemudian mengganti saluran radio mobilnya.

“Hey mereka tidak konyol, mereka EXO. Oh come on kau memang udik, tidak mempunyai selera musik.” Bantah yoona sambil berusaha mengembalikan saluran radio itu kembali.

“Udik? Selera musikmu juga tidak kalah kampungan, menyukai sekelompok lelaki yang hanya mengandalkan tampang dan mereka sama sekali tidak macho, seharusnya k——”

Yoona tertawa mendengar komentar siwon barusan. Perlahan ia menepuk-nepuk bahu siwon dan tersenyum simpul.

“Memangnya kalau mereka tampan salah? Mereka memang diciptakan tampan dan ah macho? Apa kau macho? Kau bahkan takut dengan serangga dan kau berteriak ‘miss taxi singkirkan k…….”

“Hentikan!!” Wajah siwon berubah menjadi merah padam. Entah mengapa ia merasa malu. Dengan perasaan jengkel ia membiarkan lagu exo bergema di dalam mobilnya. Yoona hanya tersenyum puas atas kemenangannya kali ini. ” Ya, kau jangan tersenyum seperti itu, bukankah tao juga suka takut dengan serangga.” Gumam siwon.

“Oh my god, kau juga melihat showtime kyaaa aku yakin kau juga sebenarnya menyukai exo kan?” Kata yoona dengan tatapan mata berbinar-binar.  Crap!! Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut siwon sedangkan yoona tertawa kecil melihat reaksi siwon.

“Aku tahu, kau sangat senang mempermalukanku.” Suara siwon terdengar sangat datar.

 

Na eureureong eureureong eureureong dae~~~ Siwon hanya bisa menghembuskan nafas tak percaya, bahwa ia kalah beradu argumen dengan yoona. Ia malu, ia merasa tidak mempunyai harga diri lagi. Tidak ada pilihan lain kecuali diam dan menutup mulut, ia hanya pasrah mendengarkan lagu-lagu exo diikuti dengan suara  sumbang yoona. What a great combination ucap siwon dalam hati.

Selama beberapa menit tidak ada yang angkat bicara, siwon sibuk mengendarai mobil dan yoona sedang amat sibuk mendengarkan siaran radio favoritenya. Terkadang yoona tertawa karena mendengar ucapan beberapa member exo yang sedang menjadi bintang tamu radio tersebut. Dan hal itu sungguh membunuh siwon secara perlahan.

“Ehmm..” Siwon berdeham, ia ingin menarik perhatian yoona karena sesuatu merasuki pikirannya, selain itu siwon agak terganggu dengan suara yoona yang sedang berfangirling ria itu. Siwon benar-benar risih dibuatnya, yoona benar-benar berisik. “Ehemm!!” Deham siwon lebih keras.

“Mwo!?” Suara yoona dingin, ia tahu siwon tidak pernah senang melihatnya bahagia.

“Bisakah kau mengecilkan suaramu? Kau sangat berisik miss taxi.” Jawab siwon asal, entah mengapa ia merasa agak susah mengungkapkan apa yang ada dipikirannya sekarang. “Aku butuh konsentrasi untuk mengemudi, kau tentu ingin selamat sampai kedai jjammyun ahjussi itu, bukan?” Ah siwon memang pintar mencari alibi. Dan bukan siwon namanya jika ia tidak mampu membuat yoona diam.

“Araseo..” Ucap singkat yoona.

Sekarang yoona sudah mulai tampak tenang, meski masih terdengar suara kekehannya namun tidak seheboh tadi. Sesekali siwon melihat yoona dan ia masih membutuhkan waktu untuk membicarakan ini. Dan gelagat aneh siwon disadari oleh yoona, perlahan yoona menyilangkan tangannya kemudian ia menatap siwon.

“Ada yang ingin kau bicarakan?” Tanya yoona. Untuk beberapa saat siwon masih terdiam, sibuk dengan mengemudikan mobilnya. “Katakan saja.” Imbuh yoona yang masih terus memasang mata ke arah siwon.

“W-waktu aku mabuk malam itu, aku tidak melakukan hal bodoh atau mengatakan sesuatu kan?” Kata siwon sambil mencuri pandang ke arah yoona yang terdiam. “Ya, miss taxi jawabku.” Siwon menangih jawaban dari yoona.

“T-tidak.” Yoona mengutuk dirinya mengapa dia merasa jadi gugup, jelas siwon tidak akan mengingat apa yang telah dilakukannya. Termasuk ciuman itu, siwon tidak mengingatnya ya yoona tahu itu. Tapi entahlah yoona merasa gugup dan pipinya mulai panas. Dengan gerakan cepat yoona memegangi pipinya, ia hanya berharap semoga siwon tidak melihat rona merah di pipinya.

“W-wae? Kenapa sikapmu aneh, aku melakukan hal konyol?”

“Ya..” Yoona hampir berteriak namun itulah alibi yang sedang yoona gunakan. Yoona  akan tampak konyol jika siwon mengetahui bahwa ia gugup karena hal gila yang pernah pria itu lakukan padanya saat sendang mabuk malam itu. “K-kau berbicara banyak.”

“Apa?”

“Kau menceritakan, masa kecilmu dan kau menceritakan hweji kecil…”

“Benarkah?” Potong siwon tidak percaya. Yoona hanya mengangguk. “Lalu apa lagi yang aku katakan padamu saat itu.” Imbuh siwon dengan mata yang berbinar.

“Wae? Kau tidak marah, rahasiamu terbongkar?”

“Tidak, itu tandanya aku mulai merasa nyaman, dan mungkin itu penyebabnya aku menceritakannya padamu meski dalam keadaan mabuk, itu menurutku.” Kata siwon senang sambil mengacak rambut yoona. Sejenak yoona hanya terdiam, mendengarkan semua omongan siwon tadi dan membiarkan rambutnya berantakan. Yoona terihat semakin tolol ketika siwon memintanya untuk menceritakan seluruh kejadian malam itu. Tentu dengan berat hati yoona menceritakan itu semua secara detail tapi satu hal ia tidak menyinggung ciuman itu.

Dan jantung yoona terus berdegup kencang seraya melewati insiden ciuman itu. Sebagian hatinya sedikit kecewa karena siwon tidak mengingat insiden itu, tunggu tunggu ani ani ini tidak boleh terjadi, ini hal bagus jika ia tidak ingat dengan insiden konyol itu rutuk yoona dalam hati.

“Daebak, kurasa aku benar-benar sangat mempercayaimu miss taxi. ” Ucap siwon tersenyum. Yoona hanya bisa meringis sambil mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil. “Dan uhmm miss taxi, giliranmu.”

“Giliran ? Apa?”

“Ceritakan tentang dirimu, bagaimana masa kecilmu dan bagaimana orang tuamu dan seberapa besar kau mencintai kedua orang tuamu. Aku yakin ke-….”

“Ah kita sampai. Itu dia kedainya..” Potong yoona sambil menunjuk kedai jjamyun langanannya.

“Mwo?” Tanya siwon bingung, sejenak siwon melihat ke luar, benar sekali mereka sudah sampai.

” Cepat tepikan mobilmu.” Pinta yoona ceria seakan ia tidak mendengarkan ucapan siwon tadi.

Sedangkan siwon, hanya terdiam, bertanya pada dirinya sendiri apakah dia tidak mendengarkanku? Pikir siwon.

“Kau yakin ini kedainya?” Tanya siwon pura-pura mengkonfirmasi.

“Tentu, cepat tepikan. Aku sudah lapar.” Siwon memutar bola matanya malas dan perlahan ia menepikan mobilnya. Sejenak siwon menatap yoona, well dia tidak mendengarkanku rupanya.

 

_________

 

From: immature guy

Kurus, jangn lupa makan. Satu lagi, kau tidak boleh pulang larut malam. Aku ingin makan bulgogi asin yang kau buat semalam.

 

Dengan gerakan cepat yoona membalas pesan dari siwon.

 

Sent :

I know what should I do. Stop bothering me. I’m working now. I won’t cook u bulgogi again><. If u don’t like my bulgogi don’t ever ask me to cook it ever again!!! I hate u!!

 

Tidak lama kemudian siwon membalas pesan yoona. Yoona membuka pesan itu dan wajahnya menunjukkan mimik wajah geram dan kesal.

Immature guy:

Haha kau membenciku? Tapi mengapa setiap malam kau selalu mengigau memanggil namaku. Haha dasar pembohong.

 

 Dia ingin menelan siwon bulat-bulat setelah membaca itu. “This immature guy. ” Gumam yoona sambil membuang ponselnya. Ia tidak berniat membalas pesan siwon barusan. Karena yoona terlalu malu, untuk mengakui itu semua. Ini keterlaluan. Yoona memang sering mengigau memanggil siwon sejak ciuman itu, tapi hey, itu diluar kendalinya. Seharusnya tidak dipermasalahkan, bukan.

“Oh god please..” Umpat yoona mendengar ponselnya berdering. Tidak perlu melihat siapa penelpon itu, yoona sudah tahu jika yang menelpon itu siwon. Dengan gerakan cepat, yoona membuka chasing ponsel belakangnya dan mengambil baterai ponselnya. Yoona terlihat kesal kemudian ia membuang ponselnya di dasbor.

“Kau pikir, aku apa? Menyebalkan.” Pekik yoona dalam hati.

 

Hari ini yoona sedang menunggu penumpangnya di bandara. Yoona melihat jam tangannya dan tetap menunggu penumpangnya itu. Sesekali yoona menghela nafas lelah karena ia sudah lama sekali menunggu penumpangnya itu. Yoona juga mulai tampak bosan, yoona mengerutkan bibirnya sambil memainkan ujung rambutnya di dalam mobilnya. Yoona juga mulai garang mengganti saluran radionya acak.

“No exo.. ” Gumanya pelan dan mengannti saluran radionya kembali. Namun tiba-tiba gerakannya terhenti ketika mendengarkan sebuah saluran radio mengenai berita idol yang tertangkap basah sedang berkencan. “Aisshh malangnya nasib mereka.” Ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Perlahan yoona mulai mendengarkan berita itu dan sesekali mengangguk-angguk mendengarkan komentar penyiar radio. Selain itu, yoona sangat tertarik mengikuti sebuah kuis yang ditawarkan saluran radio itu setelah membahas berita tersebut, dengan gerakan cepat yoona mengambil ponselnya kembali, dia juga bersyukur siwon tidak menelponnya lagi dan segera ia mengirimkan jawaban dari kuis radio itu.

Karena kesibukan konyolnya itu yoona sampai tidak memperhatikan seorang lelaki paruh baya sedang mengetuk-ketuk kaca mobil.

“Nonaaa, buka kacanya..” Kata pria paruh baya itu dan sontak membuat yoona melihat ke arah lelaki itu. Kemudian yoona membuka pintu mobilnya dengan cepat. “Kau ini, bagaimana? Niat apa tidak menjadi supir. Kau telah membuat nona kami menunggu di luar.”  Yoona terus membungkukkan badannya dan mengucapkan maaf berulang kali. Satu hal kesalahan fatal yang telah  yoona lakukan adalah membuat penumpangnya menunggu. Thats a big trouble.

“Maafkan aku.” Jawab yoona sambil membungkukkan badannya sekali lagi. Yoona berusaha untuk memperbaiki kesalahannya, perlahan ia berjalan mendekati gadis yang sedikit lebih tua darinya. “permisi biar saya bantu nona.” Kata yoona lembut seraya membantu gadis itu membawa kopernya.

” Yoona? Is that you?” Kata gadis itu terkejut dan menarik kopernya kembali.

“H-hwe ji uni.” Suara yoona memelan, bagaimana ini, ia tidak akan mungkin bisa mengelak atau beralibi sekarang.

“Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah k-kau kekasih siwon dan sekaligus sekretarisnya?”

___________

Yoona hanya bisa menundukkan kepalanya. Banyak hal tengah ia pikirkan, jika ia mampu ia ingin menjelaskan ini semua. Tapi sayang yoona tidak memiliki nyali yang cukup untuk menjelaskan ini semua.

Ini diluar kuasanya. Yoona juga tidak mengetahui ini akan terjadi. Jantungnya terus berdegup kencang, iya dia harus menjelaskan ini semua. Yoona akan mengungkapkan semuanya.

“B-…” yoona tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Ia seakan kehilangan keahliannya untuk berbicara setelah ia mendengarkan siwon meminta maaf untuk kesekian kalinya. Yoona melihat ke arah siwon sejenak dan kemudian ia menundukkan kembali kepalanya.

“Maafkan aku nuna.”

“Jadi semua ini hanya rekayasa? Kau sengaja menyewanya hanya untuk menjadi kekasih pura-puramu .Oh come on wooniie. Aku tidak percaya, apa alasanmu?”

“Membuatmu cemburu.”

“Mwo?” Hwe ji tertawa dengan suara sumbangnya. Ia menujukkan mimic muka memaki ke arah siwon. “Baiklah, aku memang cemburu. Dan apakah aku kalah?”

“Nuna, tolong dengarkan aku. Aku b..”

“Wooniee, kau seperti anak kecil. Kau benar-benar keterlaluan. Kau pikir ini permainan?”

“Nuna berhentilah bersikap seperti itu, beri aku kesempatan untuk menjelaskannya.”

Hwe ji hanya bisa diam sambil menegak anggur merahnya pelan. Ia melihat ke arah yoona yang terus menundukkan kepalanya. Kemudian Hwe ji mengangguk pelan, mendakan ia memberi kesempatan untuk siwon.

“Nuna, maafkan aku. Aku melakukan ini semua agar kau mau melihatku dan menghargaiku sebagai seorang pria. Aku tidak ingin kau menganggapku sebagai siwon kecil, i’m  mature guy nuna. Dan aku tahu caraku memang salah, tapi aku mohon jika kau memang marah atau kecewa, kecewalah dan marahlah padaku jangan kepada yoona. Ia tidak bersalah. “ sejenak siwon melihat kearah yoona. “ aku yang menyuruhnya untuk berpura-pura menjadi kekasihku karen aku ingin kau melihatku. Aku ingin kau mencintaku seperti aku mencintaimu nuna dan aku akan melakukan hal apapun agar kau bisa melihatku….”

“Cukup woniiee aku sudah muak dengan omong kosong ini. Aku harus pergi.” Potong hwe ji , tanpa banyak bicara lagi ia segera mengambil tas kecilnya dan pergi meninggalkan siwon dan yoona.

Sedangkan siwon, hanya bisa membiarkan hwe ji nunanya pergi. Ia masih bingung apa yang harus ia perbuat selanjutnya. Bagaimana bisa ia meminta maaf dan bagaimana cara agar hwe ji tidak marah lagi padanya. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang berbutar-putar di benak siwon. Ia benar-benar tidak tahu….

“L-lalu bagaimana ini?” tanya yoona pelan sambil memperhatikan raut wajah siwon. “ Apa sebaiknya kita…”

“kajja.. ayo pulang, paman jung sudah menunggu kita di luar.” Potong siwon sambil berdiri.

____________

“Shit!!!” umpat Yoona sebal, dengan perasaan yang penuh emosi ia meletakkan batang eye linernya itu. Kemudian ia menghapus eye liner yang sedikit tidak rapi- ini bukan karena yoona tidak bisa berdandan atau tidak bisa menggunakan make up tapi pikiran dan perasaannya sedang tidak setabil- jadi ya dia seperti itu. Setelah ia menghapusnya ia mengambil eye linernya kembali dan memakainya. Yoona berusaha untuk tidak emosi dan pelan-pelan ia memakai eye liner itu kembali dan “Damn it…!!” yoona mengumpat lagi dan ia melihat pantulan dirinya dengan eye liner yang belepotan. “Apa-apan ini…” gumamnya dan kembali ia mengambil eye liner remover.

Setelah ia menghapus eye liner dan make upnya, yoona meraih ponselnya dan menelpone temannya. “ Hai Seohyun-ah.. euhmm “ yoona mengigit bibirnya sebelum ia melanjutkan kata-katanya “Sepertinya aku tidak bisa datang ke acara reoni kita, maaf kan aku.” Lanjut yoona dengan suara agak sedih.

 

“Wae? “ kata Seohyun dari sana.

“Aku tidak enak badan seo, i’m sorry hmm.” Ucap yoona dengan nada lemah.

 

“Ah baiklah , get well soon.”

“Iya , thanks. “

Yoona menarik nafas berat dan kemudian ia segera mengganti bajunya. Ia benar-benar tidak ada gairah untuk datang ke acara reoni SMA-nya. Meskia dia ingin sekali bertemu dengan teman lamanya tapi…. entahlah ia merasa tidak bersemangat sama sekali.

Yoona membuka pintu kamarnya dan berjalan ke dapur, ia melihat sekeliling flatnya, sangat sepi dan gelap. Okay mungkin sebelum-sebelumnya rasa sepi atau hening bukanlah masalah bagi yoona, tapi untuk beberapa hari terakhir ini rasa sepi itu menjadi masalah yang cukup serius untuk Yoona. Hanya ada dirinya sendiri, yoona merasa ada yang kurang. Yup siwon, siapa lagi? Pemuda kaya yang sok dan sombong itu tidak lagi tinggal bersama yoona.

Sejak sandiwara konyol mereka terungkap, siwon sudah jarang dan tidak pernah sama sekali tinggal bersama yoona. Dan lebih parahnya lagi tidak ada kontak dari siwon sama sekali, tidak ada telepon ataupun pesan dari siwon dan hal itu membuat yoona sedikit limbung. Meski siwon sangat menyebalkan tapi ketika ia tidak ada, yoona merasa kesepian dan rindu padanya(meski terkadang yoona memungkirinya, tapi jujur dia sangat rindu sekali dengan sosok siwon yang menyebalkan itu). Mungkin itu semua terjadi karena yoona sudah terbiasa dan kebal dengan sifat siwon yang menjengkelkan itu dan hal itu terbukti jika siwon tidak ada seperti ini ia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.

Satu helaan nafas berat keluar dari mulut yoona, setelah ia meminum air putih ia segera berjalan menuju ruang tamu. Ia mendudukkan dirinya di atas sofa dan meletakkan kakinya di atas meja tak lupa dengan remote kontrol tv berada di tangannya.  Persis dengan apa yang siwon sering lakukan ketika ia sedang melihat tv, dan sekarang Yoona sedang menirunya.

Yoona hanya menatap layar tv dengan pandangan kosong, semua hanya terlihat datar dan tidak ada yang menarik. Meski drama yang sedang ia lihat adalaha drama terbaru dan ia tetap merasa datar tidak tertarik. Tanpa sengaja yoona melihat sebuah kecoa, yoona tertawa kecil melihat kecoa itu, berada di atas meja.

“Apa yang sedang kau cari? Siwon? Majikan tercintamu sudah tidak ada di sini.” Kata yoona kepada kecoa itu, dengan sigap kecoa itu terdiam dan hanya mengoyang-goyangkan antenanya. “aishh kau tidak percaya padaku? Coba cari saja! kau tidak akan mendengar teriakkannya ketika ia melihatmu.” Cibir yoona kepada kecoa itu.  Seakan mengerti perkataan yoona kecoa itu berjalan pergi meninggalkan yoona sendiri, sendiri lagi hanya dengan dirinya dan kembali dengan tatapan kosong ,yoona melihat ke layar tvnya lagidan kemudian “Aaaaaa Andweeee…. andweeee… why did i act like this way ?” kata yoona setengah berteriak sambil mengacak-acak rambutnya. “ Do i look like out of mind now? “ lanjut yoona sambil beranjak dari sofanya dan kemudian ia berjalan mengitari meja kecilnya itu beberapa kali. “Andwee andwee… stop being stupid and stop being out of mind like this yoona… back to your sense please…” yoona mencoba mensugesti dirinya dan menepuk-nepuk pipinya “ back to your sense…back to your sense.. back to your sense..” ulangnya beberapa kali.

Setelah ia tenang, yoona kembali duduk di sofanya. Ia menarik nafas dan yoona memejamkan matanya namun ada sesuatu yang salah, Yoona teringat tentang  siwon, ia masih ingat bagaimana ia bertemu dengan siwon, insiden ciuman itu, sandiwara konyol mereka dan saat-saat dimana siwon tinggal bersamanya- semua memori tentang siwon terulang lagi di benak yoona. Dan itu semakin membuat yoona gila. “Kyaaaaaaaaaa…” teriak  yoona histeris sambil mengacak-acak rambutnya dan kemudian ia menjatuhkan dirinya di atas sofa, ia membenamkan dirinya diatas tumpukan batalan sofanya. “Kyaaaaa Stupid Immature Guy Choi Siwon I Hate You~~~~~~~~~~~”

__________

Yoona mencuri pandang ke arah siwon yang sedari tadi terdiam sambil meminum  red wine-nya. Tatapan mata siwon terlihat lebih serius daripada biasanya. Tidak ada yang angkat bicara dianatara yoona dan siwon. Yoona sengaja diam, ia bingung harus berbuat apa selain itu suasana kali benar-benar sangat cangung. Ini sudah tidak seperti biasanya.

“Miss taxi maafkan aku.” Kata siwon tiba-tiba tanpa memandang yoona.

“Huh? U-untuk apa?” jawab yoona sedikit bingung dan ia memberanikan dirinya untuk melihat ke arah siwon. Sejenak siwon hanya terdiam, matanya terus menatap seorang gadis dengan rambut pendek sebahu yang berada tak jau dari mereka. Yoona tahu siapa gadis itu, yoona menghela nafasnya pelan. Perlahan yoona menyeruput wine-nya. “Kau tidak perlu cemas kepadaku.” Ucap yoona, ia tahu arah pembicaraan siwon sekarang.

“Bukan begitu.” Sekarang siwon mulai menatap wajah yoona. “Maafkan aku miss taxi, ini terjadi karena ulahku dan aku sangat menyesal membuatmu terlibat sepert ini. sebelumnya kau dan hwe ji nuna sempat bertemen dengan baik dan untuk yang tadi aku benar-benar minta maaf, dia tidak bermaksud untuk kasar padamu dan….”

“Sejak kapan kau menjadi banyak bicara seperti itu tuan muda.” Potong yoona sambil tertawa kecil seakan ia lupa dengan kejadian beberapa menit yang lalu. Saat itu siwon sedang mengantarkan yoona untuk mengambilkan wine  dan tanpa diduga hwe ji juga sedang mengambil wine yang sama. Tidak ada percakapan di antara mereka bertiga hanya saja Hwe Ji dengan sengaja menumpahkan red wine di gaun yoona.  “Aku tidak apa-apa hmm kau lihat nodanya tidak terlihat lagi, terimakasih untuk jasmu aku akan mencucinya na—- ah tidak-tidak aku akan membawanya ke toko laundry paling mahal.” Sambung yoona sambil merapatkan jas siwon dan berhasil menyembunyikan noda merah dari wine itu.

“Oh..”

Yoona mengigit bibirnya gugup, benar ini sangat berbeda. Ini benar-benar sangat canggung. Yoona tidak tahu harus bagaimana. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah beberapa minggu setalah siwon tidak tinggal bersamanya. Dan hal itu ternyata cukup sulit sekarang, siwon seperti bukan siwon yang yoona kenal dahulu. Ia seperti agak manjauh dan menutup dirinya. Hal itu juga terbukti selama perjalan menuju acara pembukaan perusahaan baru milik Park Jung So terasa sangat hambar tidak ada percakapan di anatara mereka dan sekarang siwon juga tidak banyak bicara. Enatahlah ini jauh dari apa yang diharapkan yoona, sebelumnya yoona sempat menghayal bagaimana jika mereka bertemu lagi, ia juga berharap akan ada pertengkaran konyol atau adu argumen seperti biasanya namun ia salah besar kali ini. Apakah ini akan berakhir? Pikir yoona dan ia benar-benar takut jika hal itu terjadi.

“Apa kau baik-baik saja?” kata yoona khawatir namun tidak ada jawaban dari siwon. “ Seharusnya di sini kau yang paling dikhawatirkan keadaanya. Karena diriku kau dan hwe ji uni menjadi seperti ini, dia masih marah padamu ? lalu apa yang bisa kita perbuat sekarang?”

“We can’t do anything miss taxi. Kurasa aku yang harus menyelesaikan ini sendiri. “  jawab siwon dan ia menatap yoona. Sebuah senyum kecil terlihat dari bibir siwon. Yoona hanya terdiam dan menatap siwon khawatir , yoona juga tidak mengarti dengan ucapan siwon menyelesaikannya sendir? Apa maksudnya? Otak yoona berfikir keras sekarang. “ Kurasa sampai di sini kerja sama kita miss taxi, thanks for everything.” Lanjut siwon, dan jangan ditanya  bagaimana reaksi yoona. Ia hanya bisa terpaku menatap siwon. Is it over? Thats it? Yoona mengigit bibirnya, ia berusaha menahan segala emosinya. “Iya, kau tahu sandiwara kita gagal, sesuai dengan apa yang kau ucapkan dahulu. Tapi kau jangan khwatir kau akan menerima sisa gajimu segara.  Kau bilang padaku dahulu kau tidak ingin menjadi kekasih pura-puraku selamanya bukan hmmm? Setelah kau menerima sisa gajimu kau akan bebas dariku, dan kau bisa melanjutkan kehidupan normalmu.” ucap siwon sambil tertawa kecil.

Dan tiba-tiba ponsel yoona berbunyi, segera yoona melihat ponselnya. Sebuah pesan rupanya dan seketika yoona menghembuskan nafas pelan. Benar ini sudah berakhir.

“Kau sudah menerimanya?” tanya siwon dan diikuti dengan anggukan kecil dari yoona. Yup itu adalah mobile banking dan pesan itu memberitahukan bahwa sejumlah uang telah masuk ke rekening yoona. Jumlahnya sangat banyak dan cukup untuk membiayai kuliah serta biaya flatnya.

“Terimakasih.” Ucap yoona sambil memasang senyum palsunya. Ia tidak tahu mengapa ia merasa seperti ini, seharusnya ia senang bukan? Tapi mengapa ia merasa sebaliknya.

“Hemm ya sama-sama and forgive me one more time miss taxi.” Siwon memotong kalimatnya sejenak dan menatap mata yoona yang mulai agak berair, namun siwon tidak memperdulikan hal itu. “Maafkan aku, aku terpaksa memanggilmu untuk menghadiri acara ini, seharusnya aku sudah tidak memanggilmu lagi. Ini karena aku tidak terlalu kuat menghadapi ini semua dan setelah hari ini aku berjanji akan memperbaiki ini semua. Termasuk dirimu, aku tidak akan mencampuri urusanmu ataupun menganggumu lagi dan…..”

“Baiklah, jangan khawatir aku bisa mengerti..” Potong yoona sekali lagi sambil tertawa. Yoona sangat pintar menutupi semuanya.

Jika ini sebuah perpisahan, yoona berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Ia akan membuat perpisahan ini menjadi sebuah perpisahaan yang manis. Memang siwon sangat menyebalkan dan sangat merepotkan namun melewati tujuh bulan lebih lima hari dengannya cukup membuat yoona terkesan dan susah untuk dilupakan.  Dan sekarang saatnya,  farewell.

“Euhmm…” Yoona mengigit bibirnya, ia merasa ragu untuk mengatakan sesuatu. “Euhmm setelah acara ini berakhir bisakah kita pergi makan siang untuk yang….”

“Tentu.” Jawab siwon cepat sambil tersenyum. Yoona mengangguk pelan seakan tidak keberatan karena siwon telah memotong ucapannya tadi. Setelah hal itu terjadi keadaan diantara mereka kembali cangung dan kikuk. Tidak ada yang berbicara, mereka berdua memilih untuk diam selama acara dimulai.

Sampai pada penghujung acara, yaitu peresmian perusahaan baru keluarga Park diresmikan. Kemudian seorang pria berumur 65th berjalan menuju panggung diikuti dengan jungso dan seorang wanita. Para undangan memberikan tepuk tangan yang meriah ketika mereka bertiga berada di atas sebuah panggung.

“Perhatian semua, seperti yang anda telah ketahui inilah perwaris tunggal perusahaan Park, dia…”Seorang pria itu mengandeng tangan jungso diikuti dengan senyum kecil jungso. “Dia Park Jungso dan di sebelahnya adalah calon istrinya tolong berikan sambutan kepada miss Kim Taeyon.” Para undangan sedikit terkejut mengetahui pengumuman itu, ini benar-benar di luar skenario  namun tidak lama kemudian para undangan memberikan tepuk tangan yang meriah atas penguman itu.

“C-calon istri? Lalu..” kata yoona terkejut kepada siwon, siwon hanya bisa menggelengkan kepala tidak tahu. “Bagaimana dengan hwe ji uni?” lanjut yoona.

“Entahlah aku tidak tahu, ini diluar acara peresmian atau entahlah aku tidak tahu.” Sambung siwon sambil memijat dahinya. Yoona memilih untuk menutup mulutnya dan melihat semua apa yang terjadi. Jadi ini bukan sekedar perespian perusahaan tapi sekaligus menjadi acara perjodohan keluarga park dengan keluarga kim. “Aku kira ini hanya kerjasa sama biasa antara perusahaan park dengan kim  namun aku tidak tahu ini akan……” siwon belum sempat melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba seorang wanita berlari ke arahnya dan menabrak bahu kirinya tidak sengaja.

“Hwe ji uni….” kata yoona tiba-tiba, ia berencana untuk mengikuti hwe ji namun langkahnya terhenti ketika siwon menahan lengannya. Yoona menatap wajah siwon sejenak “T-tapi…” Yoona menghembuskan nafas berat dan menggakkukn kepala “Aku mengerti.”

“Tenang saja aku tidak akan lama…” sambung siwon sambil menepuk bahu Yoona pelan. Yoona mengigit bibirnya dan membiarkan siwon pergi meninggalkannya.

~~~~

Yoona mengigit bibir bawahnya khawatir. Ia berjalan keluar dari Convention Hall tempat di mana acara itu diadakan. ia benar-benar sangat cemas sekarang, ia berjalan menyusuri lorong-lorong itu sendiri dan tidak tahu harus pergi kemana. Yang jelas ia hanya ingin menemui siwon, apakah ia akan mengingkari janjinya untuk pergi makan siang bersamanya untuk terakhir kalinya?

Yoona telah menunggunya namun, siwon tidak kembali setelah ia mengejar hwe ji dan acarapun juga sudah selesai. Tapi mengapa siwon belum kembali? Apakah ia sudah pulang bersama hwe ji? Apakah dia benar-benar meninggalkannya sendiri? Yoona tahu hwe sangat penting baginya tapi bisakah siwon memikirkannya sedikit saja…. yoona hanya bisa menahan air matanya, ini benar-benar kasar. Ia cukup sadar sekarang ia bukanlah siapa-siapa bagi siwon, tapi bisakah setidaknya untuk yang terkahir kalinya ia bisa menikmati waktu bersama Yoona?

Setetes air mata jatuh membasahi pipinya, Yoona menghentikan langkahnya dan menyeka air matanya. Why did i cry? Cukup yoona seharusnya kau sadar diri, semua sudah berakhir bukan? Ucap yoona kepada dirinya sendir. Setelah ia sedikit tenang, ia memutuskan untuk pulang dan meninggalkan tempat ini segera. Ia berjalan sambil merapatkan jas siwon, dan yoona berjanji akan mengembalikan jas ini segera.

Namun langkahnya terhenti ketika mendengar seorang menangis, perlahan Yoona mengikuti sumber suara itu. dan sampailah dia di sebuah ruanganya cukup kecil, mata yoona membulat ketika melihat siwon sedang memeluk hwe ji erat.

“Nuna… aku mohon jangan menangis lagi. Lupakan Jungso sekarang dan mulailah untuk melihatku. Aku tidak akan meninggalkanmu….” Yoona meneteskan air matanya, ketika ia berhasil mendengarkan siwon mengatakan hal tersebut. Yoona juga melihat bagaimana cara siwon memeluk Hwe ji, siwon memeluk hwe ji erat seakan tidak akan melepaskannya. Siwon benar-benar mencintai wanita itu.

Jantung yoona terasa berhenti sejenak, ia tidak tahu harus berbuat apa. Yoona hanya bisa mematung melihatnya dan ini benar-benar sudah berakhir. Sandiwara mereka berhasil bukan? Setidaknya sekarang siwon dan hweji sudah bersama.  Jangan menangis lagi Im Yoona, kau Im Yoona sudah memainkan peranmu dengan baik dan sekarang saatnya kau belajar hidup tanpanya. Berhenti untuk memikirkannya, karena kau tahu? Apa yang kau bayangkan selama ini tidak akan terwujud. Dia bukan untukmu.

________________

Previous / Next

Advertisements

88 thoughts on “Miss Taxi [Chapter 2 ]

  1. udah mulai deket eh canggung lagi gara gara hubungannya ketauan, yoong eonni udah mulai care sama siwon oppa atau mungkin falling in love?ㅋㅋㅋ
    ditunggu next chapter nya thor 😀

    Like

    1. hai dalin7 ^^
      iya yoona emang care sama siwon heheh hmmm kalau falling in love emang kyaknya kkk sampai galau g ada siwon heheh
      iya ini aku usahaiin nulis lanjutannya. terus stay di wp kita ya ^^ atau langsung follow blog kita aja biar gampang kamu tau update terbarunya ^^
      gomawoo dalin7
      – author mf-

      Like

  2. Kyaaa akhirnya ff ini mncul jaga kasiann ngeliat yoona kayaknya siwon ga pnya prasaan apa” dgn yoona, kira” siapa kluarga yoona ya, berharap yoona jga org kaya hehheheh ditunggu next chapnya jgn lma” ya thor

    Like

    1. iya siwonnya eang g peka sifatmi >< minta di jitak aja tuh siwon /pouts/
      eih keluarganya yoona kkkk masih rahasia kkk so terus stay di wp ini ya. minmin usahain nulis lanjutannya. makasih sudah membaca miss taxi chapter 2 /peluk/
      – author mf-

      Like

  3. Omg….ketauan deh,,, yah…. Kebongkar sandiwara na…feel na dpt bgt,,, yoong uda jatuh cnta ma siwon,,, kasian yoona,, siwon blm sadar juga,,, bikin versi siwon na dunk,,, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮•⌣•ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ chingu,, ada bahasa yg ƍäª baku jd terkesan aneh,,, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮•⌣•ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ mian,,,, penasaran sama kluarga yoona,, jgn2 yoona anak org kaya trus Ƙǻªªßoº˚ºoƦ n jadi supir taxi lagi,,, ayo chingu,, munculin 1 tokoh buat yoona,, buat hibur yoona n yg pasti bikin siwon cemburu supaya siwon sadar sama perasaan na…ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮•⌣•ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ dtunggu lanjutan na yah,,, fighting (҂’̀⌣’́)9

    Like

    1. Hi niez ^^
      iya sandiwaranya sudah terbongkar hehe ini emang agak terlalu cepat sih sebenernya tapi syukur kalo kamu merasa feelnya dapet >< jujur aja aku g percaya posting lanjutan miss taxi ini
      oh ada bahasa yg g baku? yang bagian mana biar aku edit /nods/
      keluarga yoona? hmmm tentu masih rahasia dong kkkk
      hmmm okay saran kamu bisa aku pakai
      yaiy terimakasih atas dukungannya ya . jadi semangat nulis nih heheh ^^
      – author mf-

      Like

    1. huwaaa kmu kayaknya yoowon shipper bngt kkkk
      iya tanya aja siwon? dia emang suka si hwe ji u,u jadinya dia g pernah liat yoona.
      dan parahnya yoona udah suka sama siwon /nods/
      okay ini minmin berusaha nulis lanjutannya – di tunggu ya ^^
      – author mf-

      Like

    1. cinta segitiga? hmmm iya kyknya gitu. ini agak ribet =.=
      hahah moga mereka bersama neh kkkk
      klo aku buat sad ending gimana? /plakk/ditampar/

      kkk terus stay di wp ini ya – saranghaeeeeee
      – author mf-

      Like

  4. ksian yoona eonni.. pas hbgan mereka udh deket ehh merenggang lg gra2 ktauan..kyaknya seru klo ada seseorang dmsa lalu yoona eonni yg ska sm dia.. biar impas msa yoona eonni aja yg cmburu.. dtggu ya chap slnjutnya 🙂

    Like

    1. hahahaha gitu ya hahah harus ada balas dendamnya kkk okay idenya aku tampung ana, terimakasih ya ana ^^
      terus stay di wp ini ya kkkk saranghaeeeee
      okay ini on going – ditunggu ya ^^
      – author mf-

      Like

  5. waa gimana sih giliran yoona udh ada rasa, siwon nya begitu aja..
    eh eh, tp ak pikir siwon jg ga bakal rela gitu aja ninggalin & nglupain yoona hehehe..
    kan siwon sendiri yg bersikeras mbangun chemistri diantara mereka xixixi..
    but, ak tunggu aja deh kelanjutannya..
    yg pasti pengennya yoonwon bersatu n bahagia..happy end gt laahh hehe..
    makasi bacaannya ya..

    Like

    1. iya siwonnya memang belum sadar perasaanya ke yoona jadi ya kita tunggu saja gimana siwon selanjutnya hehehe
      g rela? hmmm bisa jadi chinggu ^^
      ah gmana kalo aku buat sad ending? XD /ditampar langsung/
      okay terus stay dan tunggu kelanjutannya ya ^^
      makasih
      – author mf-

      Like

  6. Aigoo2,,, kiraain uri yoonwon akan bertahan lebih lama lagi dengan sandiwara mereka, ternyata semuanya betakhir sudah..
    Yoong eonni udah mulai jatuh cinta tuh, buat chaptet selanjutnya ku harap wonppa juga memiliki rasa yang sama..♥♥

    Like

    1. iya semua sandiwara mereka sudah terbongkar dan berkhirlah yoowon ><
      gimana ini? mau di buat sad ending atau happy ending ?
      kkkk
      makasih sudah membaca ya dewy ^^ dan terimakasih juga sudah mau minggalkan jejak di sini. ditunggu ya untuk lanjutannya ^^ makasih
      – author mf-

      Like

  7. woo knapa ahir.a yoona jd sedih dan malah tersiksa dgn cintanya dgn wonpa . Ak ga ska bgt kalau ahri.a end ak gha mau disini yoona jdi korban gara2 hubungan wonpa sma si hwe ji Itu . Smoga ahir dr ff ini hrus Happy ak menungu chap slanjutnya.
    #SAMANNGG

    Like

  8. aku baru baca di chap ini, tapi suka bangettt… beda aja dari ff yoonwon yg lain.
    rajin2 ya chingu bwt ff yoonwon, soalnya yoonwonited itu juga banyak.. nanti pasti promosiin dehhh biar banyak yg baca, YAKIN!!
    nexxttt chap ditunggu always

    Liked by 1 person

  9. Tbc nya di saat yg gak pas -_______- kasihan yoona, semoga di ch selanjutnya yoona bisa moved on dari siwon dan malah siwon yg merasa kehilangan yoOna hehehhe

    Like

  10. hiuh aku pkir siwon bkal pnya perasan sma yoona dkit kyak yoona skarang eh ternyata enggak.. kalo gni cranya yoona bsa2 gk sma siwon dong huwwwaaaaa..
    itu gk bleh terjadi… ini kan yoonwon.. smoga next part mkin terlihat kedekatannya amin.. smoga cpet slesain eon ngerjainnya terus cpet2 ngepost deh.. ditunggu slalu.. smoga yoonwon bersatu aminnn

    Liked by 1 person

  11. yah…hubungan yoonwon jadi hambar lagi gara2 kejadian itu,, sebenernya gimana siy perasaan hwe ji ke siwon?? siwon juga belum sadar sama perasaannya ya?? kalo gini kan yoona jadi kasian,, dia jadi menderita >< makin penasaran ma kelanjutan hubungan mereka,, ditunggu next chapternya segera 😀

    Like

  12. Baru baca ff ini, mulai dr part 1 dan ak comment langsung di part 2, kasian yoona ny cinta bertepul sebelah tangan ke siwon moga aja yoona mampu bertahan dan moga aja siwon melihat yoona sebagai wanita yg di cintai ny apalagi mreka dah mulai cocok..ditgu part lanjut ny

    Like

  13. Anyeong nae reader baru disini. Iseng2 cari ff siwon mlah ketemu my favorite couple. Kasian yoona unnie jd menderita skrg. Cintanya bertepuk sebelah tangan.:-(
    Next jgn lama2.

    Like

  14. hai aku reader baru ^^
    aku langsung komen di chapter ini ya..
    ceritanya menarik tpi agak kesel juga di bagian akhir, yoona nya hrus sedih

    aku suka jalan ceritanya.. next next

    Like

  15. Wah..kasihan amat yoona yah…
    Disaat cintanya bersemi disaat itu pula dia mndapatkn kenyataan klo siwon sangat mncintai orangblain.duh…lama jg yoonwon jd pasangan kekadih ya walaupun pura2.apa memang siwon tak ada rasa sedikitpun trrhadap yoona.owh…betapa sedihnya dan pasti prustasi hrus punya perasaan itu sendiri.

    Like

  16. Yoona kasian bgt huhu sedih aku liatnya 😦
    part 3 nya blm ada ya ka?? Aaaa pwnasaran bgt ama crtanya daebaaakkk seru banget kaa 😀
    semoga siwon cpet sadar kl dia suka jg ama yoona…

    Ditunggu part 3 nya ka hehe jgn lama2 ya :*

    Like

  17. Wuaaaa. Kasian banget yoona eonni. Eonni kumohon buat endingnya happy buat yoonwon. Semoga wonpa sadar klo dia tuh sebenarnya cinta ma yoona. Kangen baca saat2 yoonwon bertengkar. Fighting eonni. Jgn lama2 ya. Gomawo

    Like

  18. semakin rumit n seru cerita x 🙂
    thor hrz bwt yoonwon bersatu n happy ending ne 😀
    ditunggu kelanjutan x 😀

    keep writing n fighting 😀

    Like

  19. Aishh kenapa harus berakhir seperti itu kirain siwon bakal suka juga ke yoona tapi sepertinya cinta yoona bertepuk sebelaah tangan… Awalnya berharap siwon dulu yg suka ma yoona trus siwon lupain hwe ji gitu wkwkwk … Di tunggu next chapnya… 😀

    Like

  20. Bener dah yoona kasian banget siwon tega bgt sih ya walaupun emang mrk cuman pura pura, semoga yoona bisa kuat ya harus nyya nih ad caat br cowo buat yoona bisa sembuh dari siwon. Cuman baca part ini kayak nya kurang geregetan coz alurnya cepet berubah langsung ganti paragraf baru lagi jdi kesannya kayak baca loncat loncat gitu deh , soga dipart next lebih ngena ya thor, semangat terus ya thor buat nulis

    Like

  21. Yang ini lebih pendek ternyata…
    Kasihan yoona unni…
    Wonpa…jngan gitu donkz…yoona unni lebih baik….
    Di tunggu chap slanjutnya ya thor…
    Fighting..

    Like

  22. Kasihan yoonanya dia udah mulai suka sama siwon karna dia udah terbiasa hari”nya ada siwon tapi siwonnya tetep aja ngejar” hwe ji padahal udah ada yoona di sisinya.. penasaran gimana kelanjutannya.. trus masih ada beberapa kata yg typo..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s