Friendship · Genre · Length · One Shoot · Rating · Romance · School Life · Teen

[FF Project My Fat Girl] Mianhae… , Saranghae !


 

Jimin VersionEdit1

 

Author  : VizkyLee

Cast :  Park Ji Min / Ji Min BTS

Song Hae na as you or girl

Park Ji Bin / Aktor cilik

Genre : Romance , Friendship ….

Rating : Teen

Length : One Shoot

 

 

Suga |

 

 

“Hae na ya …”

Aku yang sedang berjalan menuju rumah merasa kaget saat jimin berteriak memanggil namaku , lalu dia berlari menuju dimana diriku berdiri saat ini. Betapa terkejutnya diriku jimin tiba-tiba memeluk tubuhku 

 

“Wow dia yeoja yang cantik , tapi tunggu ini sepertinya foto dia masih kecil” ucap salah satu teman jimin yang sedang melihat foto seorang yeoja , jimin langsung mengambil foto itu dari tangan teman-temannya.

“Memang foto ini diambil saat dia akan pergi keluar negeri 6 tahun yang lalu , sekali cantik dia tetap cantik ” ucap jimin tegas

“Jika dia berubah bagaimana? Kaukan sudah tidak bertemu dengannya selama itu mungkin saja dia berubah jimin ah” ujar temannya yang lain.

Jimin bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari kelas dia merasa kesal pada teman-temannya itu. Bagaimana bisa mereka berbicara seperti itu

 

 

Incheon internasional airpot 

Seorang yeoja berjalan keluar dari dalam bandara mencari-cari seseorang yang sekiranya tau jika dia hari ini pulang dan berjanji akan menjemputnya

“aegya … “ panggil seseorang yang bersuara berat itu

”appa … kau membuatku takut ” ucap yeoja itu saat mengetahui ayahnya sudah menunggu diluar , dia langsung memeluk namja yang dipanggilnya appa.

”kenapa kau takut aegya ? mianhae appa baru saja selesai membelikan makanan kesukaanmu” jelas sang ayah , yeoja itu memberikan senyum termanisnya pada sang ayah .

Seorang ayah akan senang saat melihat anaknya yang juga merasa senang , hae na appa sapaan yang selalu melekat pada diri namja paru bayah itu sangat senang melihat anaknya yang makan dengan senang seperti ini .

”pelan-pelan nanti kau bisa tersedak hae na ya ” ayah haena memang selalu perhatian , ya hae na adalah anak satu-satunya dan juga ibu hae na sudah pergi meninggalkan mereka berdua . hal inilah yang selalu membuatnya protektif kepada anak perempuan satu-satunya dan keluarga yang tersisa.

”appa kau tidak perlu memperhatikanku seperti itu , kau seharunsya memperhatikan jalanan bagaimana jika nanti kau tidak tau keadaan jalanan di depanmu appa” ucap hae na yang tidak terlalu jelas karena dia berbicara dengan mulut yang berisikan sandwich favoritnya.

”baiklah aegya lanjutkan makanmu tapi pelan-pelan ” balas ayah haena dengan mengelap makanan yang tersisa dimulutnya , lalu fokus melihat jalanan.

 

Sesampainya dirumah hae na tidak berniat untuk langsung masuk kedalam ruamahnya , dia melihat rumah yang berada tepat didepan rumahnya itu

”apa kau merindukan jimin?” tanya ayahnya dari belakang

”aku sangat menrindukannya , aku ingin bertemu dengannya appa” jujur haena dari dalam hatinya

”kau bersabarlah jimin masih sekolah , nanti malam kita kerumah jimin kau bisa melepas rindu dengannya” jelas appanya lalu membawanya masuk kedalam rumah.

 

Jam 17:00 KST haena dengan appanya mengunjungi rumah keluarga Park , mereka disambut hangat oleh kedua orang tua jimin. Sementara para namja menikmati obrolan mereka jimin eomma mempersiapkan makan malam , karena merasa bosan haena pergi menghampiri jimin eomma di dapur.

 

“ahjumoni aku bantu ya” ucap haena saat masuk kedalam dapur

“tidak perlu , kaukan baru sampai pasti lelah duduk saja” perintah jimin eomma

“tidak ahjuma rasanya gatal  tangan ini jika tidak memasak” ucapan haena membuat jimin eomma tersenyum

“baiklah , aku juga ingin mengetes masakan calon istri jimin ” haena terkejut dengan sebutan jimin eomma padanya , hae na tersenyum kikuk.

“kau tau ahjumoni sangat kesepian , jimin appa selalu pulang malam dan jimin juga ikut-ikutan pulang malam bahkan lebih malam dari appanya” jelas jimin eomma dengan melihat hae na yang memotong sayuran dengan bagus.

“ahjumoni masih muda kenapa tidak memberikan jimin adik saja?” Celetuk haena

“aku tidak ingin melahirkan haena , aku ingin segera menggendong seorang cucu ” haena benar-benar dibuat jantungan bagaimana tidak pertama jimin eomma sudah mengakuinya sebagai menantu dan kedua dia ingin segera menggendong seorang cucu , benar-benar aneh.

“ahjumoni tolong panggil kedua namja parubaya disana” haena dan jimin eomma memang sangat dekat dia tidak pernah canggung bahkan selalu membuat lelucon yang membuat jimin malu pada ibunya sendiri.

“namja parubaya makanan sudah siap” jimin eomma benar-benar memanggil mereka dengan namja parubaya , jimin appa sampai melototkan matanya .

“lihatlah yeobo haena sudah siap menjadi seorang istri ” haena memang dibiasakan oleh kedua orang tuanya untuk melakukan apa-apa sendiri , dan saat dia diluar negeri dia selalu memasak bahkan memasak untuk teman-temannya.

“bagaimana hyung apa langsung kita nikahkan saja mereka berdua?” Tanya jimin appa pada haena appa.

“haena dan jimin masih kecil , kita tidak perlu tergesa-gesa” ucap haena appa

“bilang saja appa tidak ingin melepasku, asal ahjumoni dan ahjusi tau appa tidak suka jika aku dekat dengan seorang namja siapapun itu termasuk jimin” semua tertawa mendengar ungkapan haena tentang appanya .

“jimin…!”  jimin yang berusaha menghindar dari panggilan ibunya itu langsung membalikkan badannya dan menghampirinya.

“kau tidak sopan , beri salam pada paman song ” jimin tidak salah dengar paman song tidak biasa ucap jimin dalam hati

“annyeonghaseyo ahjussi” salam jimin sambil membungkukkan badannya , haena menunggu giliran untuk di sapa oleh jimin. Namun jimin hanya menatapnya , tidak ada tanda-tanda jika jimin akan menyapanya

“kenapa kau diam saja jimin ah?” Haena pun tidak sabar dan langsung bertanya pada jimin

“kau haena … , song haena?” Tanya jimin tak percaya melihat hae na yang berubah . Hae na menganggukan kepalanya berkali-kali berharap jimin tidak melupakannya

“oh hai haena ya , eomma aku ingin ganti baju dulu” jimin langsung pergi menuju kamarnya.

 

Didalam kamar jimin tidak langsung mengganti bajunya , dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur king sizenya.

“apa benar dia haena ? song haena teman kecilku, kenapa dia berbeda dengan haena enam tahun yang lalu?”

 

Setelah beberapa menit barulah jimin turun dari kamarnya , appanya dan haena appa sudah tidak ada di meja makan disana tinggal eommanya dan hae na yang sedang memakan makanan pencuci mulut.

“kenapa kau lama sekali jimin?” tanya eommanya sedikit sebal dengan kelakuan anak satu-satunya ini

 

“aku harus belajar untuk besok eomma” jelas jimin setelah menyelesaikan makan malamnya dan berbicara tanpa menatap eommanya

“oh ya jimin kau besok harus menemani hae na karena mulai besok haena akan bersekolah di tempat kamu” jimin langsung menatap wajah ibunya

“eomma aku tidak menemani haena  pun dia akan langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah , bukan begitu haena “ sangat jelas jika jimin menolak untuk menemani hae na beradaptasi dengan sekolah barunya .

“ne ahjuma jimin tidak perlu menemaniku “ ucap hae na singkat , dia merasa jika jimin 6 tahun yang lalu dengan jimin yang sekarang sangat berbeda.

 

Jimin benar-benar tidak menemani haena sesuai perintah ibunya , dia merasa asing dan semua orang menatapnya dengan aneh mungkin karena dia anak baru jadi semua orang masih merasa asing dengan dirinya

“kau menghalangi jalanku gendut” dua orang siswa yang berjalan tergesa-gesa merasa terganggu dengan hae na yang berdiri mematung di koridor . haena melihat jimin sedang berbincang dengan teman-temannya di taman , haena memutuskan untuk menghampiri mereka.

“apa aku boleh gabung dengan kalian?” tanya haena seketika mereka semua diam dan jimin mengerutkan dahinya tidak menyangka jika haena akan menghampirinya .

“mianhae , song haena imnida bangapseumnida kalian bisa memanggilku haena “ haena memperkenalkan diri pada mereka , dan mereka hanya menanggapi dengan senyuman.

“kajja kita keruang latihan” ajak jimin pada teman-temannya tidak menghiraukan hae na sama sekali dia seperti tidak tampak.

”untuk kedua kalinya jimin tidak menghiraukanku”  haena tidak merasakan kehadiran orang lain dibelakangnya

”jimin memang seperti itu , jangan diambil hati ” ucap namja yang berada dibelakangnya

”park jibin imnida , dan kau ?” jibin mengulurkan tangannya pada haena

”song haena imnida bangapseumnida , apa kau teman jimin?” haena memberanikan untuk bertanya

“aku memang teman jimin tetapi dia tidak pernah menganggapku sebagai temannya . Ah cam kau pasti belum berkeliling akan aku temani kau berekeliling sekolah” haena menyambut baik ajakan jibin paling tidak ada satu orang yang mau berteman denganku batin haena .

 

Haena sedang mencuci piring setelah makan malam , sedangkan sang ayah sedang mengupas buah ditempat yang sama.

”bagaimana sekolahmu? Apa jimin menemanimu berkeliling sekolah?” haena tertegun atas pertanyaan yang dilontarkan oleh ayahnya

”berjalan dengan baik appa , jimin tidak menemaniku karena dia sibuk latihan appa tetapi tenang saja  aku sudah mempunyai teman dan namanya park jibin ” jelas haena jujur , memang benar saat di sekolah jimin sibuk sekali berlatih dance bersama teman-temannya.

”syukurlah jika kau mempunyai teman selain jimin , appa harap kau senang berada disini aegya” harap ayah haena dan mengelus puncak kepalanya.

 

Pelajaran kedua akan dimulai tetapi sudah lebih 15 menit songsaenim tidak masuk kedalam kelas , haena sedang menatap soal matematika yang baru saja diberikan oleh songsaenim kim . Tidak ada salahnya bukan jika haena meminta bantuan pada jimin satu-satunya orang yang dia kenal di dalam kelas ini , semua mata menatapnya dari mulai tempat duduknya hingga berdiri disamping tempat duduk jimin.

”jimin ah apa kau bisa menjelaskanku tentang soal nomer satu ini?”jimin masih terus melanjutkan bermain game pada ipadnya .

”jimin ah aku bertanya padamu , bisakah kau berhenti sebentar saja” haena mulai menaikkan nada suaranya , dan berhasil membuat jimin memalingkan wajahnya menatap haena

”tanya pada orang lain saja , kau tau bukan aku lemah dalam menghitung” tegas jimin dan beranjak dari tempat duduknya meninggalkan kelas.

 

Hae na tau jika seisi kelas menatapnya tajam dan tak banyak dari mereka menghina-hina hae na

”kalau kau mau mendekati jimin pakai cara lain , basi sekali cara yang kau gunakan ”

”jimin tidak akan mau berdekatan dengan yeoja sepertimu , dan jangan pernah dekati dirinya”

”lihatlah badanmu sangat tidak indah dipandang ”

”kasihan sekali tidak ada satupun orang yang mau berteman denganmu , dan jangan harap jimin akan terpesona dengan dirimu yang selalu mengikuti kemana pun jimin pergi”

Haena yang tidak tahan dengan ocehan teman sekelasnya pergi meninggalkan kelas dan berlari entah kemana tetapi di koridor seorang namja menahannya

”kau akan kemana haena ya ?” tanya park jibin yang tidak sengaja bertemu di koridor yang memisahkan kelas mereka berdua . Tanpa berkata apapun haena langsung menggandeng tangan jibin mengajaknya pergi ke kantin sekolah mereka , dan jimin melihat hal itu dia merasa hatinya memanas.

”sepertinya haena sudah menemukan penggantimu jimin ah” ucap salah satu temannya

”apa yang jibin lihat dari haena ? atau dia… ” semua teman jimin tertawa mendengar ucapan temannya itu

”hya kalian jangan berfikiran kotor ” bentak jimin lalu meninggalkan temannya pergi ke tempat latihan.

 

“kenapa kau tidak memakannya jibin ah?” Tanya haena yang merasa jibin tidak memakan pesanannya

“aku melihatmu makan saja sudah kenyang haena ya” jelas jibin lalu tersenyum

“kau tidak asik , seharusnya kau ikut makan bersamaku bukan malah memandangi diriku…” saat mengucapkan diriku haena memandang tubuhnya , ya dia sudah berusaha untuk diet dan berhasil memasukkannya dalam rumah sakit dan membuat ayahnya tidak memperbolehkan haena melakukan diet.

”jibin ah apa kau tidak malu berdekatan denganku?” Tanya haena hati-hati

“malu , kenapa harus malu haena ya? Dan kenapa kau bertanya seperti itu?” Jibin tidak mengerti arah pertanyaan haena

“aniya tidak perlu kau fikirkan pertanyaanku tadi ” jelas haena dan menyuruh jibin untuk meneruskan makannya.

 

Haena sedang menunggu didepan rumah tepatnya rumah jimin , dia hari ini berancana akan pergi berbelanja bersama dengan jimin eomma tetapi sejak tadi orang yang ditunggu tidak menampakkan batang hidungnya.

 

“Haena ya mianhae , ahjumoni tidak bisa pergi denganmu karena tiba-tiba ayah jimin akan keluar negeri jadi bibi harus mempersiapkan keperluannya,  tetapi kau tenang saja jimin akan mengantarmu pergi” entah apa yang direncanakan oleh jimin eomma sehingga membuat jimin mau pergi menemani haena.

 

Flashback On

“jimin … jimin… cepat turun!” Teriak ibunya dari bawah , dan jimin turun dari tangga dengan menutup telinganya

“eomma kau itu kenapa teriak-teriak di dalam rumah ?” Ucap jimin sedikit sebal terhadap kelakuan eommanya

“eottoke jimin ah ? Apa kau bisa mengantar haena untuk mengambil hanboek pesanan eomma? ” pinta ibunya

“kenapa harus dengan haena ? Akukan bisa mengambilnya sendiri” balas jimin yang tidak setuju jika haena ikut dengannya

“tidak ! Kau harus pergi dengannya , eomma tidak enak sudah berjanji untuk mengajaknya pergi berbelanja jimin ah” jelas ibunya , tetapi jimin masih tetap tidak ingin pergi bersama dengan haena.

“apa aku harus naik bus bersamanya? Jika iya aku tidak mau , tetapi jika eomma mengizinkanku untuk mengendarai mobil aku akan pergi bersamanya” jimin berusaha berkompromi dengan ibunya

“baiklah kau boleh mengendarai mobil, tetapi kau pergi dan pulang harus bersama haena. Awas! Kalau kau sampai meninggalkan haena , eomma akan mengambil SIM kamu ingat itu jimin” jimin akhirnya menyetujuinya , jimin berfikir asalkan dia bisa mengendarai mobil sendiri  tak peduli siapa yang pergi bersamanya.

Flashback Off

 

 

“ahjumoni lebih baik lain kali saja kita perginya , jika seperti ini aku tidak enak dengan jimin” haena bingung harus berbuat apa

“kau tidak perlu tidak enak dengannya kalian sudah berteman sejak kecil bukan jadi tidak perlu sungkan , sudahlah kau pergi saja itu jimin sudah menunggumu” betapa kagetnya haena jimin sudah berada di balik kursi pengemudi.

“baiklah ahjumoni , aku berangkat” jimin eomma tersenyum melihat rencananya berhasil membuat mereka berdua pergi bersama.

 

Terlihat raut wajah haena tegang bukan karena berduaan dengan jimin, tetapi dia takut akan terjadi apa-apa karena jimin yang menyetir mobil.

 

“kau yakin jimin ah bisa mengendarai mobil” akhirnya haena mengungkapkan kegugupannya

“kau takut ? Seharusnya sejak awal kau bilang takut jika aku yang menyetirnya dan aku tidak perlu pergi denganmu” jimin menjawab dengan ketus

“bukan takut tetapi aku sedikit tidak yakin denganmu jimin ah ” jelas haena yang mengetahui jimin sedikit kesusahan untuk mencapai rem.

“sudah diamlah! Kau menggangu konsentrasiku saja  , aku pastikan kita selamat jadi kau diam saja agar tidak terjadi apa-apa”  haena memilih untuk diam dan melihat keluar jendela .

 

Jimin berjalan mendahului haena dia tidak ingin jika tiba-tiba ada temannya memergoki dirinya sedang berjalan dengan haena. Namun, saat akan menaiki eskalator jimin melihat teman-temannya haena yang mengetahui hal itu dia langsung berhenti berjalan menyusul jimin. Saat jimin akan kabur dari teman-temannya tiba-tiba temannya memanggil.

 

“hya kau bilang akan main game saja dirumah , tetapi kau ada disini jimin ah”

“dan kau dengan siapa kemari jimin ah?” Teman-temannya melihat kearah belakangnya tetapi nihil tidak ada orang dibelakangnya.

“kau sudah berada disini kalau begitu ayo kita bermain, kau ikutkan jimin ah” jimin bingung dia bahkan sekarang tidak tau keberadaan sooah dimana , tiba-tiba handphone jimin bergetar.

 

 

From haena

Kau pergi saja dengan temanmu tidak perlu memikirkanku , dan aku saja yang mengambil haenbok pesanan ahjumoni tetapi kau harus memberikan nota pesanannya  padaku.

 

 

Jimin beranggapan jika haena sekarang sedang berdiri tidak jauh dari dirinya , akhirnya dia setuju untuk bermain dnegan teman-temannya tetapi jimin beralasan untuk kekamar mandi sebentar agar bisa memberikan nota pemasanan itu .

 

“jika kau tidak suka menunggu terlalu lama kau boleh pulang dulu “ ucap jimin dengan memberikan nota pesanan itu

“jangan-jangan kau harus tetap menungguku , aku tidak mau eomma memarahiku karena meninggalkanmu “ jimin untung saja masih mengingat pesan eommanya setelah mengucapkan hal itu jimin langsung pergi menyusul teman-temannya.

 

Jadi,  jika eommanya tidak berpesanan seperti itu jimin akan benar-benar menyuruhku untuk pulang sendiri.

 

Jimin menikmati kebersamaannya dengan tema-temannya sementara haena yang sudah mengambil pesanan jimin eomma hanya melihat-lihat saja tanpa berniat untuk membeli apapun. Mata indahnya menangkap sebuah tempat makanan yang menurutnya unik lalu dia masuk kedalam restauran itu dan menikmati makanan yang telah dia pesan tadi.

Tanpa haena sadari jimin dan teman-temannya masuk kedalam restauran itu dan duduk tepat dibelakangnya .

 

“hari ini senang sekali , kita harus sering-sering bermain bersama saat libur” ucap teman jimin

”hya kau tau bukan aku tidak mungkin diperbolehkan untuk keluar” jelas jimin dan mandapatkan tertawaan dari teman-temannya

”sampai kapan eomma kamu seperti itu ? kau benar-benar anak mami jimin ah ” ledek temannya , saat mendengar nama jimin disebutkan haena langsung menoleh kebelakang pelan-pelan betapa terkejutnya haena menemukan jimin dan teman-temannya berada direstauran yang sama dengannya .

”atau jika kau dengan haena menikah eomma kamu akan memperbolehkanmu melakukan hal yang kau suka jimin ah ” celetuk salah satu teman jimin

”jaga mulutmu itu sama saja membuatku semakin tidak bisa melakukan apapun , dan kenapa kamu berfikir aku dan sooah akan menikah?” ucap jimin kesal

”kaliankan sudah lama berteman dan keluarga kalian juga dekat mungkin saja eomma kamu akan menjodohkan kalian berdua” jelas teman jimin

”I’m sick of her , Apa yeoja hanya haena saja ? kalian fikir aku akan menikah dengannya hanya karena keluarga kami dekat”

”bukannya kau suka dengan haena , apa kau sudah tidak menyukainya hanya karena tubuhnya yang overweight itu?” jimin memicingkan matanya pada temannya itu

”diamlah ! kita tidak usah membicarakannya lagi , kau membuat moodku down ” haena tidak bisa menikmati lagi makanannya , dia benar-benar shock mendengar pembicaraan jimin dengan teman-temannya .

 

”begitukah jimin sekarang  dia sudah bosan melihatku, apa benar karena tubuhku?”

 

Jimin merasakan ada yang bergetar di saku kiri celanannya dia mengambil handphonenya dan melihat pesan yang masuk

 

 

From haena

Aku tunggu di pintu masuk utama , jika dalam 10 menit kau tidak juga keluar aku akan pulang sendiri

 

 

Reaksi awal,  jimin tidak memperdulikan pesan itu bahkan dia tidak membalasnya , 3 menit berlalu haena masih menunggu balasan pesannya hingga 5 menit berlalu jimin tidak membalasnya .

 

Haena beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menuju pintu masuk utama dan jimin melihat pesan itu lagi dia sedikit bimbang

 

”kenapa kau sedari tadi fokus pada handphonemu ? apa eommamu sudah menyuruhmu pulang?” tanya teman jimin

”iya eomma menyuruhku pulang sekarang” terpaksa jimin berbohong pada teman-temannya dia tidak mungkin bilang jika haenalah yang mengiriminya pesan.

”ini belum terlalu sore dan kau akan pulang sekarang jimin ah , bilang pada eomma kamu jika kau akan pulang malam ” jimin membelalakkan matanya

”tidak , aku pasti tidak akan diberi uang jajan jika tidak pulang sekarang” lalu jimin membalas pesan dari haena dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar makanannya dan meninggalkan teman-temannya .

 

Jam tangan haena menunjukkan pukul 13:59 KST , 9 menit sudah berlalu tetapi jimin masih belum juga menampakkan dirinya . Haena merasakan handphoenya bergetar

 

 

From Jimin

Tunggu aku disana sampai aku datang , jangan pulang sendiri sebelum aku datang

 

 

Haena tidak menunjukkan reaksi apa-apa , setelah membaca pesan itu dia memasukkan kembali handphone miliknya kedalam saku blazer . Jimin berlari tergesa-gesa menuju tempat parkir terlihat ekspresi jimin yang khawatir dan takut dengan secepat mungkin mengendarai mobilnya keluar menuju pintu masuk utama .

 

Sejak tadi haena memandang satu persatu orang yang melewatinya

 

Apa mereka tidak pernah makan sehingga tubuh mereka bagus seperti itu ? Apa semua namja menyukai yeoja seperti itu yang terlihat kekurangan gizi?

 

Haena tersadar dari lamunannya oleh sebuh klakson mobil yang bunyi dan ternyata mobil yang dikendari jimin sudah berada didepannya , dengan segera haena memasukkan barang bawaannya ke tempat duduk belakang lalu haena duduk disamping jimin dan memakai seatbeltnya.

 

Suasana semakin canggun , haena sama sekali tidak ingin berbicara apapun ya walaupun dia ingin berbicara tetapi selalu dia urungkan .

 

”kau sudah mengambil haenbok pesanan eomma bukan ” tanya jimin dia benar-benar bingung harus berbicara apa agar mencairkan suasana mereka berdua

”ehmmm” jawab haena singkat , jimin merasa jika haena berubah dingin padanya tidak biasanya haena membalas sesingkat itu.

 

Jimin memutar otaknya kembali memikirkan apa yang harus dia bicarakan dengan haena , saat dia melihat nama sebuah kawasan di papan arah jimin langsung teringat sesuatu

 

”apa kau mau pergi ke kedai yang selalu kita datangi waktu kecil dulu haena ya ?” jimin tersenyum senang saat memberi pertanyaan itu pada haena

”tidak , aku ingin cepat sampai rumah dan tidur ” balas haena dengan nada datar

 

Perjalanan mereka berakhir dengan kesunyian yang diciptakan kedua manusia yang berada di dalam mobil , mereka sama-sama sedang memendam sesuatu di dalam diri mereka.

 

Pagi ini jimin bangun lebih awal dan sekarang dia sudah sangat rapi dengan seragam yang sudah melekat ditubuhnya. Entah apa yang sedang merasuki dirinya tiba-tiba tangannya membuka pintu beranda kamarnya , lalu memandangi rumah yang berada tepat di depan rumahnya .

 

Pasti haena sudah bangun sekarang ,  apa yang dia lakukan sekarang ?

Apa dia sedang memasak ? kata eomma masakan haena lebih enak dari pada eomma

Andai saja aku bisa mencicipi makanan buatan haena

 

Lamunan jimin menghilang saat melihat sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti tepat didepan rumah haena yang membuat jimin shock orang yang keluar dari mobil itu adalah Park Jibin teman sekolahnya. Jimin memicingkan matanya melihat setiap gerak-gerik yang dilakukan jibin , tangan jimin mencengkram erat tiang pembatas beranda saat melihat haena membukakan pintu untuk jibin dan menyambutnya dengan senang.

 

Apa yang jibin lakukan pagi-pagi dirumah haena?

Apa mereka berdua mempunyai hubungan special?

Ah.. kenapa aku jadi seperti ini ?

 

Setelah kim songsaenim keluar dari kelas dengan segera teman-teman jimin maju kedepan kelas

 

”semuanya harap diam , kita akan memberikan pengumuman untuk kalian ” ucap salah satu teman jimin

”cepat ! beritau kami apa pengumumannya” ucap salah satu yeoja yang waktu itu berbicara kasar pada haena

 

Saat teman jimin akan menjelaskan , tiba-tiba haena berjalan di depan mereka dengan sedikit membungkuk .

 

”dasar gadis jelek!” umpat yeoja tadi

 

Jimin sudah melihat gerak gerik haena sedari tadi yang berbicara sendiri dan ternyata jibin memanggilnya , amarah jimin tiba-tiba memuncak terlihat dari tangannya yang mengepal dengan erat.

 

”oke kita lanjutkan . besok jimin akan mengundang kita semua ke pesta ulang tahunnya , kalian harus bisa ngeluangin waktu untuk datang ke pesta” semua teman-teman jimin ribut membicarakan apa yang akan mereka pakai untuk pesta nanti dan hadiah apa yang harus mereka berikan.

 

Jimin keluar dari kelas diam-diam dia tidak mau teman-temannya tau jika dirinya ingin mencari kemana perginya haena dengan jibin , jimin mencarinya kesemua tempat dan akhirnya menemukan mereka berdua sedang makan bersama di kantin.

 

”haena ya apa kau besok tidak sibuk? aku ingin mengajakmu pergi ke lotte world , pasti kau sudah lama tida pergi kesana” ucap jibin dan haena masih diam memikirkan hal yang akan dia jawab karena dia tau jika besok adalah ulang tahun jimin .

”kau tidak perlu khawatir aku akan menjemputmu dirumah , eotte ? ayolah haena kau ingin juga bukan pergi ke lotte world” jibin mulai merajuk pada haena

 

Dari jauh jimin benar-benar terbakar cemburu walaupun tidak tau apa yang mereka bicarakan tetapi gerak gerik dari jibin yang meletakkan tangannya pada bahu haena itu membuat emosinya memuncak.

 

”baiklah jika kau memaksaku untuk pergi ” haena akhirya memutuskan untuk pergi dengan jibin besok , karena terlalu senang jibin memeluk tubuh haena tetapi haena langsung melepaskannya dan memukul jibin dengan pelan .

”mian aku senang sekali kita bisa jalan berdua , besok aku akan menjemputmu jam 10 tepat berdandanlah yang cantik untukku haena ” haena hanya tertawa menanggapi permintaan jibin itu .

 

Jimin sekarang lebih yakin jika mereka berdua memang mempunyai hubungan lebih dari teman , mana mungkin haena bisa sedekat itu dengan orang yang baru dia kenal dan mau saja dipeluk dan dipegang seperti itu.

 

Song haena apa ini balasan darimu

Atau aku yang mulai mencintaimu kembali

Dan merasa cemburu saat melihatmu bersama dengan namja lain

 

Haena mendengar pintu rumahnya diketuk oleh seseorang dari dapur dia langsung berlari menuju asal suara .

 

”oh haena ya mianhae pagi-pagi menggangumu , apa kau bisa membantu ahjumoni sebentar” jimin eomma langsung menarik haena untuk ikut kerumahnya , betapa terkejutnya haena saat melihat dapur yang sedikit berantakan dan banyak bahan yang ada.

”ahjumoni apa kau akan mengadakan pesta ? kenapa banyak sekali bahan yang kau persiapkan?” jimin eomma bingung akan pertanyaan dari haena

”apa kau lupa jika hari ini jimin berulang tahun ?”

”aku ingat ahjumoni , apa ahjumoni akan mengadakan pesta untuk jimin?”

”apa jimin tidak bilang padamu haena ya ?”

”ah ahjumoni mungkin aku yang lupa jika hari ini jimin mengundangku , lebih baik kita mulai memasaknya ” pada akhirnya haena berbohong

 

1 jam berlalu dan terlihat beberapa piring berisikan makanan sudah tertata rapi diatas meja makan

”gomawo haena ya kau sudah mau membantu ahjumoni ”

”ne cheonmaneyo ahjumoni aku senang membantumu ” ucap haena dengan tersenyum

”kalau tidak ada yang lain saya pamit pulang ahjumoni ”

”baiklah , kau jangan lupa nanti dandan yang cantik oke ” haena hanya tersenyum menanggapi perkataan jimin eomma.

 

Haena sebenarnya ingin bilang jika dia tidak bisa datang tetapi dia tidak enak hati terhadap jimin eomma yang begitu baik padanya .

 

Haena sedang bersiap-siap untuk pergi tiba-tiba handphonenya bergetar

”apa kau sudah siap haena ya ?” tanya seorang namja

”ya sebentar lagi aku sudah selesai , apa kau sudah sampai ?”

”baru saja mobilku terparkir didepan rumah kamu ” jelas namja itu

”baiklah sebentar lagi aku akan turun ”

 

Setelah memutuskan sambungan telfonnya jibin langsung keluar dari mobil dan menyandarkan tubuhnya pada mobil lalu menghadap kearah rumah jimin. Jibin tau jika sedari tadi jimin melihatnya dengan bersembunyi dibalik gorden yang menutupi pintu berandanya .

 

Sial ! kenapa dia melihat kearah kamarku

Apa dia tau jika aku melihatnya saat ini

Apa mereka berdua sekarang akan berkencan

Benar-benar hadiah terburuk untukku

 

Jibin membalikkan badannya saat mendengar suara pintu yang ditutup dan berjalan mendekati haena

”kau benar-benar cantik haena ya ” puji jibin

”dasar gombal! Kajja ” jibin membukakan pintu untuk haena setelah haena masuk jibin menatap kamar jimin lagi dan melambaikan tangannya .

 

Apa maksud dia melambaikan tangan padaku

Sialan ! apa dia mengejekku ?

Awas saja kau , aku tidak akan membiarkanmu berdekataan dengan haena lagi

 

Setelah mobil yang dikendarai oleh jibin dan haena pergi , jimin langsung turun kebawah dan menemukan eommanya yang sedang mempersiapkan semua keperluan untuk pesta.

 

”wah sepertinya masakan eomma enak-enak ” ucap jimin yang melihat-lihat masakan diatas meja

”ini semua masakan haena jimin ah jika dia tidak menolong eomma tadi pasti makanan untuk pestamu tidak akan seperti ini ”

”eomma kenapa kau tidak memberitauku jika haena kemari ?” ucap jimin sebal

”kaukan sibuk main game jadi percuma saja jika aku memanggilmu pasti kau tidak akan mau turun ” jimin tidak tau apa yang harus dia bicarakan lagi

”lebih baik kau tunggu teman-temanmu di depan , jangan menggangu eomma ” jiminpun langsung keluar rumahnya dan duduk diteras rumahnya menunggu teman-temannya datang.

 

Park jibin tidak bisa melepaskan pandangannya dari haena , dia memang terlihat cantik dengan polesan makeup diwajahnya dan pakaian yang menurut jibin sangat cocok digunakan haena .

 

”apa kau mau membunuhku jibin ah ?” tanya haena yang merasa jibin tidak konsentrasi terhadap jalan melainkan dirinya

”mian mian aku tidak bermaksud haena ya , mungkin karena ada yeoja disampingku yang membuat aku tidak bisa berkonsentrasi menyetir” jelas jibin dan hanya mendapat tatapan tajam dari haena .

 

 

Acara pesta ulang tahun jimin yang ke 20 tahun (Korean Age) sangat meriah teman-teman sekelasnya benar-benar memberikan pesta yang meriah sebagai kado ulang tahunnya.

 

”apa kalian suka dengan makanannya ?” tanya jimin eomma yang tiba-tiba menghampiri teman-teman jimin yang asik mengobrol

”suka ahjumoni semuanya enak-enak ” ucap teman-teman jimin serentak

”semua makanan ini haena yang memasak , kalian kenal haena bukan ” ucapan jimin eomma membuat teman-teman jimin saling memandang satu sama lain

”jadi semua ini masakan haena berarti rumah dia tidak jauh dari sini ahjumoni” tanya yeoja yang duduk di dekat jimin

”ya rumah haena tepat didepan rumah kami , apa jimin tidak pernah bercerita pada kalian ?” teman-teman yeoja jimin saling memandang satu sama lain

”pantas saja haena selalu berdekatan dengan jimin ” jelas yeoja itu lalu jimin eomma mulai menceritakan semuanya pada teman-teman jimin bahwa mereka berdua sudah berteman sejak kecil dan yang paling membuat mereka semua kaget keinginan jimin eomma yang ingin menikahkan mereka berdua .

 

Jimin mendengarkannya tanpa bergeming sama sekali , dia tidak mau berdebat dengan ibunya di depan semua temannya . Setelah acara selesai barulah jimin mengeluarkan semua yang ada dipikirannya sejak tadi

 

”eomma kenapa kau membicarakan hal itu pada teman-temanku? ” ucap jimin

”mereka harus tau kenyataannya , aku lihat tidak ada satupun dari mereka yang menyukai haena dari cara bicara mereka sangat terlihat sekali” ibunya memberhentikan aktifitasnya dan menatap jimin

”termasuk kamu jimin , ada apa denganmu ? kamu dan haena sudah berteman lama , apa kamu malu dengan fisiknya sekarang ?” benar-benar tidak diduga ibunya akan berbicara seperti itu , ya jimin mengakui jika itu salah satu alasan dirinya tidak mau dekat-dekat dengan haena tetapi dia sekarang menyesal sungguh menyesalinya.

 

Namun jimin tidak tau harus bagaimana membalas pertanyaan dari eommanya , semua sudah diketahui olehnya dan jimin rasa penjelasannya akan sia-sia .

”lebih baik kau kekamarmu saja dan beristirahatlah ” perintah ibunya , setelah pamit pada ibunya jimin langsung pergi kekamarnya.

 

Jimin sedang memikirkan sesuatu sambil merebahkan dirinya diatas tempat tidur sembari melihat jam di dinding .

 

Jimin bangkit dari tempat tidurnya dan menuju beranda kamarnya , dia melihat kamar yang searah dengan kamarnya masih gelap sepertinya penghuninya belum berada dikamarnya. Dia melihat dari kejauhan seorang yeoja berjalan mata jimin langsung menajamkan pengelihatnya

 

Haena …

Kenapa dia  jalan kaki ? kemana jibin …

 Kenapa dia tidak mengantarnya sampai rumah?

 Namja macam apa dia itu

 

Jimin langsung saja pergi keluar dari rumahnya dan …

 

“Hae na ya …” teriak jimin

Aku yang sedang berjalan menuju rumah merasa kaget saat jimin berteriak memanggil namaku , lalu dia berlari menuju dimana diriku berdiri saat ini. Betapa terkejutya diriku jimin tiba-tiba memeluk tubuhku .

 

“ada apa jimin ah ?”

“diamlah sebentar saja “ jimin sedang mengatur detak jantungnya

“jimin ah apa kau tertidur?” haena sudah bosan karena sudah 5 menit berlalu dan jimin masih belum melepaskan pelukannya

 

Jimin melepaskan pelukannya tetapi kedua tangannya memegang pundah haena dan menatap tepat pada mata haena

“mianhae …” ucap jimin singkat

“aku tau aku sudah jahat terhadapmu haena ya dan mengacuhkanmu saat disekolah“ jimin akhirnya mengatakannya dia memang saat disekolah sama sekali tidak pernah menganggap haena sebagai temannya.

“kenapa kau tiba-tiba meminta maaf jimin ? oh ya saengil chukkae ini hadiah untukmu aku harap kau menyukainya ” haena mengalihkan pembicaraan jimin

“jangan mengalihkan pembicaraan haena ya , aku menyesal … aku menyesal melakukan hal bodoh ini “ jelas jimin dan haena mulai mengerti arah pembicaraan jimin

“kau tidak perlu memikirkannya jimin ah , aku sudah biasa diperlakukan seperti itu jangan menyalahkan dirimu “ jelas haena dengan nada datar,  lalu perlahan jimin memberanikan diri menatap wajah haena .

“aku tidak apa-apa jimin ah , berhenti menatapku seperti itu “

”kau bohong haena ya , mata kamu berbohong . ceritakan padaku apa yang kau pikirikan? beberapa bulan ini memang aku bukan teman yang baik tetapi aku janji akan menjadi seperti jimin yang dulu yang selalu menemanimu ” jelas jimin , haena menarik tangan jimin dari bahunya

”jimin ini sudah malam pasti kau lelah , lebih baik kita teruskan besok pembicaraan kita ” haena benar-benar lelah hari ini bukan karena habis bermain di lotte world , tetapi dia lelah berfikir . Setelah mengatakan kalimat itu haena membalikkan badannya dan berjalan masuk kedalam rumahnya .

 

”haena ya ! aku mencintaimu … ” haena terkejut mendengarkan pengakuan jimin dan membuatnya berhenti melangkah , tetapi detik berikutnya haena memantapkan langkahnya masuk kedalam rumah.

”aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang asal kau tau saja aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu dan kau tau aku sangat terpukul saat kau tiba-tiba pergi keluar negeri tanpa memberitauku , tetapi aku masih tetap bertahan mencintaimu sampai sekarang ” haena memegang dadanya ’sakit’ itu yang dia rasakan sekarang , dia tidak pernah membayangkan akan mendapatkan 2 pengakuan  sekaligus .

 

Jimin masih menatap pintu rumah haena dia berharap haena akan segera keluar  jimin tau jika pengakuannya ini akan membuat haena shock , tetapi jika dia tidak melakukan ini sekarang bisa saja jibin yang akan mendapatkan haena.

 

Jimin tidak ingin cinta yang sudah dipendamnya bertahun-tahun berakhir mengenaskan dia bertekad akan terus memperjuangkan cintanya sampai orang yang menghalangin perjuangannya pergi.

1 jam berlalu jimin masih tetap di depan rumah haena dia menarik nafasnya panjang lalu mengambil kado pemberian haena dan memeluk erat kado itu , lalu berjalan pergi meninggalkan rumah haena dengan langkah berat. Haena yang sedari tadi melihat dari jendela rumahnya merasa tidak enak pada jimin , tetapi dia dilema berat dia belum bisa menentukan jawaban dari pertanyaan jimin dan jibin .

 

Tunggulah ….

Aku harap kau bisa menunggu

Keputusanku jimin…

 

 

bagaimana ceritanya readersnim ? jangan lupa komen

 

 

Bonus Foto 95 Line / abs Line

IMG_20141116_112131

IMG_20141004_201952

jimin-bts-bts-35184550-500-678

250px-ParkJiBin coreano

90dd59dfea986d13796135843f2ab3bd

28499_600

Advertisements

23 thoughts on “[FF Project My Fat Girl] Mianhae… , Saranghae !

  1. Huaaaaa….. diawal aku sebel bgt sama Chim Chim…huhuhu masa iya dia gx mau deket2 sama Hae na cuma gara2 Hae na gendut…huaaaa..kejam *JitakJimin* u.u tp untungnya di ending Chim Chim sadar klw dia masih mencintai HAe na…cieeeee kkkk~~ tp itu Hae na blm ngambil keputusan…Seqeul yaa chingu *kedip2UnyuBrngJin* >_ “bukan takut tetapi aku sedikit tidak yakin denganmu jimin ah ” jelas haena yang mengetahui jimin sedikit kesusahan untuk mencapai rem. Entah mengapa bikin aku ngakak…kesusahan mencapai rem?? Apa itu karena Chim Chim pendek? wakakakakak.. *MintaDitabokJimin* kkkk~~
    Okelah itu saja…ditunggu ver yg lainnya yaa Chingu^^

    Like

    1. hehehe jangan sebel sama jimin , iya begitulah menyesal di akhir . iya haena masih blm ambil keputusan disini , tunggu ya lanjutan ceritanya ^^. itu bukan bermaksud menghina jimin , sebenernya gak tega nulis gitu huhuhu . Oke tunggu ya ^^gomawo udah baca

      Like

  2. Kasiaaan haena.. chim chim kau kejam skali/? sukurin akhirnya suka jg sama haena kekekee daebak thor!
    ada actor park jibin juga nie, endingnya gantung.. dtunggu ff pnjelas jg vers slanjutnyaaa :))

    Like

    1. gomawo armyswag udah baca. iya jimin dibuat kejem disini tapi tenang aja di ff penjelas enggak bakal kejem kok . iya habis mereka berdua ada kemiripan di absnya hehehe . tunggu next versnya ya

      Like

  3. Ini projectbyg udh aq tunggu” thor.. johaa jimin baboo ngeselin tp endingnya dy sadar kl cinta sm haena sykurlah..
    woow serius kasihan haena udh dkatain byk org tp jimin kejem g bntuin samaskali, untung ada jibin..
    andaikan aq jd haena pasti pilih jibin/? hahaahaha
    next version msih dnggi thor! hwaiting

    Like

    1. Gomawo dipta udah baca maaf membuat menunggu . hehehe iya jimin meragukan perasaannya jadilah seperti itu . hehehe boleh boleh dipta ambil jibin . Ok tunggu next versionnya ya

      Like

  4. project ini sdh jalaaannn/? efek lma g buka ff di wp ini, kngen thor sm ff dsini
    jimin koq jaat amar si?
    bwakakaka rasain kan jtuh cinta jg sama haena.. thor ini masih ada lnjutan ato g y? koq kesannya agak gantung?
    next.. versi abang jhope jg aq tunggu thor, keep writing \(^0^)/

    Like

    1. iya tapi masih 2 version yang udah dipublish , kalo kangen sering-sering mampir ke WP kita.
      hehehe ya jimin masih gengsi gara-gara lihat haena yang berubah . Masih ada lanjutannya kok ditunggu ya.
      oke tunggu yang jhope version.

      Like

    1. hehehe dua-duanya cakep ya
      iya memang gantung , ada kok ff penjelasnya ditunggu ya
      itu mian typo , haena kok yang sooah itu di suga version salah fokus .

      Like

  5. jimin version!!!
    thor jimin nyebelin><
    haena kasihan deh msa jimkn brubah perasaannya cm gegara haena gendut??
    endingnya~
    thor ada squel?

    Like

    1. mian buat jimin menyebalkan disini , ya dia masih shock sebentar buktinya dia di ending udah mau ngungkapin perasaannya.
      ada nanti ff penjelasnya , gomawo sudah baca pamela , ditunggu ya

      Like

  6. Yaampun park jimin -_- cuma krn haena sekarang gendut dia tiba-tiba mnjauh??
    geregetan kjam amat akhirnya cinta jg kaann?
    next versi aku tunggu jg thor 🙂

    Like

  7. whooww chimchim yg kiut jd jahaaat… hahaa suka thor apalagi jimin mulai sadar, lgian aneh2 masa perasaan brubah cuma hnya haena gemuk oh paboo~
    next.. dtunggu yg jin vers ya thor *-*

    Like

  8. Waah waaaah~ daebak
    smakin seru g sabar next versinya thor.. kira endingnya gmn ya? yg suga kmrn juga ada lnjutannya kan thor?
    kkkk~ fighting!!

    Like

    1. gomawo mina_cho udah baca , tunggu the next versionnya ya . iya ada ff penjelasnya kok yang suga juga jadi ikutin terus ya . Ne fighting ^^

      Like

  9. thoorr jimin ngeseliiinnnn 😦 hhaha tapi bgus kok, endingnya berkelanjutan ato g ya? lanjut thor ini blm puas.. masih gantung 😀

    Like

    1. mian jimin disini aku buat nyebelin , gomawo adeline tabita sudah baca ff saya . ada kok nanti ff penjelasnya setelah semua version publish

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s