AU · Darkfic & Crime · Freelance · Mystery · Teen · Three Shoot

[FF Freelance] Dark&Wild (Three Shoot)


BTS - Dark _ Wild

Title: Dark & Wild (3/3Tamat)

Author: Haruko

Main Cast: Member BTS & Cast support

Genre: Mystery, Drakfic & Crime, AU

Length: Threeshoot

Rating: Teenager

Disclaimer

Annyeong. Ini lanjutan chapt 1&2(sudah tau), Prokk prokk prokk! Akhirnya, hal terburuk akan terjadi… Hahaha…. Daripada lama-lama, langsung baca aja ya… Dan maaf masih banyak typo dan penyusunan kata-kata yang masih berantakan….. Happy Reading…

Summary

” Kau ancaman ku! “

 

1 | 2|

=>Silent Witness

Previous Part

Sebuah nama terlintas begitu saja di otak Jimin yang membuatnya cepat-cepat keluar rumah. Jimin berlari sekuat tenaga menuju tempat yang ada dipikirannya.

“Hentikan! Ku mohon hentikan!”

-19.00, 29 Agus 2014

Jimin berusaha menghentikan niat seseorang untuk melakukan sesuatu. Namun orang itu hanya melempar sebuah senyuman pada Jimin, senyuman yang memiliki banyak arti.

“Sepertinya kau berhasil mengungkap teka-teki itu! Hahahaha! Aku senang.” ujar orang itu.

“Dan kau juga bisa langsung tau tempat ini. Hahaha… Ini mengagumkan! Karna kau sudah disini, akan aku beritahu, disini’lah aku mengawasi sekitar dan membunuh mereka semua. Dari sini aku bisa lihat tempat aku membunuh Jin. Aku membunuhnya dengan menyuntikkan racun yang sama untuk membunuh Namjoon. Aku masih ingat saat dia kejang-kejang dan minta tolong padaku, tapi aku tak menghiraukannya. Aku hanya melihat saja dan menunggu dia mati pelahan-lahan! Hahahah… Tapi satu yang perlu diingat Jimin-ah, bukan aku yang membakar dia dalam mobilnya. Malah aku sengaja memakir mobilnya ditengah jalan supaya bisa ditabrak truk dan… Bruakk!! Dengan begitu dia akan hancur berkeping-keping. Namun seseorang memindahkan mobilnya dan membakarnya, aku benci orang itu yang merusak alur cerita yang ku buat. Hmmmm….. tapi aku juga suka orang itu, dia membuat cerita ku lebih menarik! Hehehe…”

“ Aku juga bisa lihat tempat ku membunuh Min Yoongi, Namja sialan itu. Apa kau mau tau Jimin bagaimana aku membunuh’nya?… Baiklah. Malam itu aku datang ke tempat latihan basket’nya, disana hanya ada dia sendiri. Karna dia tak ada teman dia mengajak ku main. Jadi aku menemani’nya bermain basket. Tapi aku kesal padanya, dia selalu mengejek ku, dia bilang aku payah dalam melempar bola kedalam ring. Dan kau tau Jimin-ah, aku dari dulu paling benci diremehkan! Aku akui aku payah dalam melempar bola tapi aku ahli dalam melempar sesuatu! Kau mau tau?… Aku ahli dalam melempar pisau, saat dia lengah sebuah pisau melayang kearah’nya dan…. Szubb! Pisau itu tertancap sempurna di jantungnya. Hahahaha.. Aku bisa mendengar ocehan’nya sesaat. Tapi aku tak menghiraukannya, aku bahkan menambah tusukan itu menjadi 15 buah! Ahhhh… Sepertinya seseorang senang sekali mengganggu ku, orang itu bahkan menambahkan tusukan itu menjadi 20 buah dan menggantung tubuh Namja sialan itu di ring basket! Hahahaha.. Akhirnya mereka semua mati ditangan ku! Hahahah!” lanjutnya tampa sedikitpun penyesalan di dirinya.

“Kenapa kau lakukan itu? Apa salah mereka padamu?” tanya Jimin pada orang itu.

“Karena mereka melupakan ku! Tapi kenapa kau juga melupakan ku? Hikss… Hehehe…” ujar orang itu, ia menangis dan kemudian tertawa.

“Melupakan mu?! Kau itu sebenarnya siapa?!” tanya Jimin.

“Kau lupa, 9 tahun lalu jam 5 sore dibelakang gedung Big Hit School. Apa kau ingat?” katanya.

“Jangan bilang kau anak waktu itu?!” tanya Jimin shock, memutar kembali ingatannya pada 9 tahun lalu.

Flash Back

Park Jimin baru 10 hari disekolah Big Hit School, ia termasuk murid pendiam tapi ia bukan murid yang sombong seperti kebanyakan siswa yang ada disini. Sore itu, Jimin telat dijemput, jadi ia memutuskan main sebentar ditaman belakang sekolah. Jimin lebih suka main ditaman ini, karna jam segini taman ini sudah lengang.

Buk! Buk! Buk!

Aaaa! Akhh! Plakk! Buk!

Suara itu menarik perhatian Jimin, ia bergegas mencari sumber suara itu dan menemukan seseorang yang tengah dibully oleh The Prince. Kelompok yang suka membully murid yang lemah dan murid yang mereka tak sukai.

“Hentikan!” teriak Jimin mencoba menghentikan pembully’an itu. Ia berlari kearah pembulian dan menarik orang yang dibully kebelakangnya, dari luka goresan yang cukup dalam dipipi anak itu mengalir darah segar.

“Yak! Jimin jangan ikut campur!” bentak ketua The Prince.

“Kau berani mengganggu kesenangan kami?!” bentaknya lagi.

“Lalu kenapa kau pikir aku takut, Yoongi?! Kalian memang senior disini, tapi kelakuan kalian seperti orang yang tak berpendidikan! Dan aku tak pernah takut pada kalian!” jawab Jimin menatang Yoongi dan teman-temannya.

“Jimin, buat apa kau membela gelandang ini! Gelandang yang tak tau asal usulnya! Dia tak pantas disekolah ini!”

“Lalu kenapa kau pikir kau pantas disini Seok Jin! Apa karna kau kaya, tapi yang kaya orangtua mu! Kau itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dia” jawab Jimin Pada anggota The Prince bernama Seok Jin.

“Beraninya kau!”

“Jangan pernah sentuh aku Hoseok dengan tangan kotor mu itu” bentak Jimin menangkap tangan Hoseok yang ingin memukulnya dan menghempaskan’nya.

“Biar aku ajarkan anak ini sopan santun pada senior!”

“Awas!”

“Akhhh..!” teriak anak itu yang terluka terkena pisau pada lengannya saat ingin menolong Jimin.

“Brengsek! Beraninya kau melukainya lagi!” teriak Jimin. Buk! Buk!

“Aku akan membuat mu merasakan sakitnya Namjoon!” Jimin memukul anggota The Prince bernama Namjoon bertubi-tubi.

“Hentikan tuan muda, sudah cukup anda memukulnya ” cegah seseorang menghentikan Jimin dan menjauhkan Jimin dari Namjoon. “Kalian pergilah!” lanjutnya menyuruh The Prince pergi.

“Kau tak apa-apa?” tanya Jimin mendekati anak itu yang tergeletak menahan sakit luka di tubuhnya.

“lebih baik kita kerumah sakit, ya” bujuk Jimin.

“Aku tak apa-apa! Aku sudah terbiasa diperlakukan seperti ini!” jawab anak itu dan pergi meninggalkan Jimin.

“Baiklah, tapi siapa namamu?” tanya Jimin berteriak pada anak itu.

“Nanti aku akan memberitahukan namaku! Dan kau akan mengingat nama itu selamanya!” jawab anak itu yang juga berteriak dan menghilang dibalik gedung sekolah.

“Baiklah akan aku tunggu waktu itu!”

Flash Back End

“Apa kau sudah ingat padaku? Apa karna wajah ini, kau tak mengingat ku lagi?” tanya orang itu pada Jimin.

“Benar, wajah ini tak seperti dulu lagi. Pisau mereka dan pisau meja operasi sialan itu merubah wajah ku! Hehehe…. Hikss… Hehehe…” lanjutnya.

“kenapa kau harus melakukan semua ini?!” Jimin kembali menanyakan tujuan orang itu,

“Dendam dan kau tau, Dendam itu lebih berbahaya dari senjata! Selain itu aku ingin memberitahukan namaku padamu menggunakan tubuh mereka. Dan aku juga ingin mereka merasakan rasa sakit yang ku rasakan selama diatas meja operasi! Hehehe! Hiks! Hiks! Kau tau Jimin, itu sangat menyakitkan! Sangatttt menyakitkan! Hehehe….” jelas orang itu.

“Tapi tak seharusnya kau melakukan ini!”

“Kenapa?! Aku hanya ingin menunjukan, bocah waktu itu juga bisa berbuat seperti ini. Bukankah ini menyenangkan? Dan kau akan mengingat nama ku selamanya! Hehehe…. SE.LA.MA.NYA!” jawab orang itu tertawa.

“Lalu kenapa kau juga membunuh Jungkook?! Dia tak ada hubungan dengan pembully’an waktu itu!” Jimin tak mengerti jalan pikiran orang ini.

“ Untuk pelengkap huruf ku. Hi..hi..hi..hi.. Oh bukan itu, tapi aku hanya ingin menyingkirkan pemuda picik itu. Kau tau Jimin?… Yeoja mu, Tae In meninggalkan mu dan mati bunuh diri, itu semua karna pemuda bernama Jeon Jeong Guk itu! Pemuda itu sangat picik Jimin, aku hanya ingin membalaskan sakit hatimu.” ujarnya tersenyum.

“Hentikan sampai disini! Aku sudah tau apa yang ingin kau lakukan sekarang, untuk melengkapi huruf-huruf itu! Sudah cukup jatuh korban dan aku tak ingin ada korban lagi” Jimin berusaha membujuk orang itu supaya mengurungi niatnya.

“Berhenti bersandiwara! Kita sama-sama tau dunia ini kejam! Dan kita juga sama-sama hidup dalam lingkungan yang keras.” bentaknya pada Jimin.

“Ku mohon hentikan ini” pinta Jimin

“Berhentilah hyung! Aku tau siapa kau! Dan kegelapan malam ini akan menjadi saksi bisu tentang siapa sebenarnya kita! Tujuan ku kembali sudah tercapai! Jadi, selamat tinggal!” orang yang memanggil hyung pada Jimin itu menjatuhkan dirinya dari atas gedung.

Brukkk! Tubuhnya sempurna menghantam dasar gedung mengakibatkan darah segar mengalir dari kepalanya yang remuk. Melihat itu, Jimin bergegas berlari turun melihat kondisi orang tersebut.

“Siapa nama mu sebenarnya?”

“Kau kan sudah tau, buat apalagi kau tanya!”

“Bodoh. Aku tau nama mu yang sekarang bukan nama asli mu. Dan aku juga tak pernah mendengar mereka memanggil nama asli mu”

“Benar. Mereka tak ada yang tau nama asli ku! Nanti aku beritahu kau dan kau akan mengingat nama itu selamanya ”

Jimin memeriksa tubuh orang itu, ia menemukan sebuah goresan yang terdapat di lengannya. Jimin menyambungkan huruf yang digoreskan di lengan orang itu dangan huruf-huruf yang terdapat dikertas Jimin pegang.

“Jadi ini nama asli mu, TAEHYUNG! Kenapa kau harus melakukan ini, hanya untuk memberitahukan namamu padaku?” ujar Jimin menitikkan air mata melihat keadaan orang yang tak lain adalah teman baiknya, V!

“Singkirkan semua yang ada didaftar ini! Aku tak mau ada yang tersisa!”

“Baik! Tapi untuk lima orang ini, kita tak perlu repot-repot. Sudah ada yang mengerjakan semuanya. Kita hanya perlu menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya!”

“Baiklah! Setelah itu kau singkirkan juga dia. Dia terlalu berbahaya bagi kelompok kita!”

“Baik! Tapi aku ingin bayaran lebih untuk nyawanya!”

“Akan aku kirimkan kalau pekerjaan mu sudah selesai!”

“Sebenarnya kau tak perlu melakukan hal bodoh ini! Kau benar dunia ini kejam. Tapi satu lagi yang perlu aku beritahu, jangan terlalu percaya pada seseorang. Tak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini.” tiba-tiba suara Jimin berubah tak ada lagi air mata di matanya dan sebuah senyuman terukir dibibirnya.

“Oh ya satu lagi, Yeoja sialan itu bukan mati bunuh diri. Tapi aku yang membunuhnya, karna dia mengkhianati ku! Aku tak suka dikhianati! Dan… terima kasih telah mempermudahkan pekerjaan ku!” lanjut Jimin.

“Halo bos. Pekerjaan selesai, semua sudah mati. Polisi dan detektif bodoh itu, tak akan bisa memecahkan kasus ini! Kirim bayaran ku secepatnya!”

Tut! Tut! Tut!

“Karna kepicikan dan cerdik’kan mu, kau selalu jadi ancaman ku dari dulu, KIM TAEHYUNG!” ujar……..

Kim Seok Jin Min Yoongi tersenyum picik.

Selamat tinggal! Dor!

Prokk! Prokk! Prokk!

“Kerja bagus!”

Tap! Tap! Tap!

“Semuanya Sudah selesai!” bisik seseorang pada seorang Namja separuh baya yang menatap tajam monitor yang ada dihadapannya.

“ Bagus!” jawab orang itu dan mengalihkan perhatiannya dari layar monitor yang ia tatap sejak tadi.

CUT! “Kerja bagus! Kalian melakukannya dengan baik”

“Terima kasih sutradara telah membantu kami” ucap Namjoon memberi hormat pada sutradara yang membantu menggarap film mereka.

“Terima kasih semuanya” ujar member BTS memberi hormat pada semua staf yang terlibat mengerjakan proyek film mereka.

“Yeeeee….. Aku bisa tidur nyenyak” ujar V melompat kegirangan.

“Bukan kau saja. Tapi, yeeee…… Ye.. Ye.. Ye.. Ye.. Kita semua bisa tidur nyenyak” teriak Suga gembira diikuti semua member BTS, karna telah menyelesaikan proyek film mereka yang melelahkan.

*******TAMAT *******

Haruko“ Hahaha…. Readers tertipu! Hahahaha…. Hehehe…. Hihihihi….”

Uhuk! Uhuk! Uhuk!

V“ Batuk Nuna?… Minum baygon (nyodorin baygon)”

Jungkook“ Batuk hilang…..”

Jimin“ Nyawa melayang!”

J-hope/ Rap mon“ …………………..”

Haruko“ Yak! Dongsaeng kurang ajar! Kalian menginginkan ku mati?! Awas kalian bertiga, tak akan ku belikan Es krim!”

Maknae Line“ Yaaahhhhhhh….”

Suga“ Sudah saengie jangan terlalu ditanggapi! Minum ini (nyodorin sebuah botol)”

Haruko“( Mau meminumnya tapi tiba-tiba berhenti setelah melihat mereknya) Yak! Oppa mau membunuh ku?!”

Jin“ Kenapa lagi saengie?”

Haruko“ Baca aja sendiri!”

Suga/Jin“ ( Membaca) Strychnine…(racun) Hahaha…. Hahaha… Kenapa gak langsung diminum saengie?.(serentak)”

Haruko “Yak! Aku tak akan membayar gaji kalian!….. Biar kalian jalan kaki pulang ke korea!!! Hahaha…”

BTS “……………………..”

Oke! Cukup sampai disini, Bye! Bye..

*****Ini baru TAMAT!*****

Advertisements

9 thoughts on “[FF Freelance] Dark&Wild (Three Shoot)

  1. ya ampun aku udah seneng pelakunya ketahuan , tetapi ternyata mereka cuma syuting ya ampun bener-bener ketipu. Gak nyangka ternyata ini gak beneran hehehehe ,bagus banget thor ^^. Good Job

    Like

  2. Wkkkk……… Tertipu saya tapi yg bunuh itu Jimin dan Taehyung kan?
    Itu kayak nyata tapi ternyata film doang.
    Itu ada comedynya ya?

    Like

  3. JJANG!! DAEBAK!! KAK THOR,BISA BANGET YA BIKIN CERITANYA!!!
    .
    AKU TADINYA UDH MIKIR2 YG GIMANA2..GITU GARA2 CERITANYA MEREKA SEMUA DIBUNUH!!!
    .tapi aku ngerasa bingung pas chap.3 yg ending! Aku mau nanya,sebenernya pas si TAEHYUNG jatuh dari gedung,itu dia langsung death,atw blm??? Trus yg ngomon sm jimin siapa?? Jadi sebenernya siapa yg jahat dan pnya dendam???
    .
    Maaf klw aku banyak nanya…hehehe…mohon di jawab siapapun! Kamsahabnida!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s