Genre · Length · Married Life · One Shoot · PG · Rating · Romance · sad

Forgive Me (One Shoot)


Forgive Me edit

 

Author : Vizkylee

Cast :  Choi Siwon Super Junior

Do Hwe ji as you or girl

Genre : Married Life , Romance , Sad

Rating : PG

Length : One Shoot

Disclaimer : Cerita ini benar-benar hasil pemikiran author  . Cast namja disini hanya sebagai pemanis dalam FF baik buruknya karakter mereka hanyalah cerita belaka.

AN : Semoga kalian suka sama FF jadulku ini , dulu pernah dipublish di FB pribadi . Ceritanya agak gak jelas karena dibuat pas SMA jadi bahasanya masih anak remaja banget , tetapi udah aku rubah tata bahasanya dan tanda bacanya .

Aku harap ada yang Komen wlopun bukan FF tentang BTS

Happy Read ^^

 

Aku tidak berharap hal ini terjadi , kepulanganku membuat hidupku semakin tidak karuhan . 1 tahun kematian saudara kembarku , yang membuat eomma semakin terpuruk dan penyakit yang dideritanya semakin parah .

 

“eomma , minum obatnya ya “ sambil memberikan piring berisi obat

“ne , gomawo Hwa ji “ Eomma selalu saja menggira aku itu Hwa ji , ya sudah ini memang takdir yang harus aku jalani .

Namun, sekarang yang membuat aku semakin menderita aku harus menikah dengan suami saudara kembarku dan bodohnya aku setuju saja untuk menikah dengannya. Demi eomma aku akan menikah dengannya , dan hari ini tepat tanggal 10 aku menikah dengan namja bernama siwon teman masa kecilku , cinta pertamaku , suami dari alm.saudara kembarku. Aku berjalan menuju altar didampingi oleh aboji siwon , banyak mata memandangiku dan eomma tersenyum saat melihatku . Dan aku sudah berada dihadapan pastur untuk mengucapkan janji suci

 

“apa kau bersedia “

“ya saya bersedia “

Malam itu , malam yang menggembirakan bagiku tetapi tidak untuk siwon yang dari awal tidak pernah menyetujui pernikahan ini. Dia tidak ingin mengkhianati cintanya pada saudara kembarku , aku berfikir demikian tetapi keluargaku dan keluarga siwon meminta agar kami menikah supaya siwon ada yang mengurusi.

 

Aku benar-benar dibuat gila dengan kehidupan ini aku tidak bisa menikah dengan hwe ji dia hanya aku anggap sebagai seorang teman saja , tetapi semua sudah terjadi sekarang yeoja yang menemani aku saat tidur , makan adalah hweji bukan hwaji . Kenapa aku belum bisa melupakan hwa ji? aku memang dekat sekali dengan hwe ji , tetapi aku tidak mempunyai perasaan dengannya . Mianhae hweji ah aku tidak akan melakukan seperti apa yang dilakukan seseorang sesudah menikah dan seterusnya , kita hanyalah sebatas teman bukan pasangan suami istri.

Hwe ji sedang kebingungan bercampur nervous , ini adalah malam pertamanya . siwon tiba-tiba keluar dari kamar mandi

“hya jangan nervous , aku tidak akan berbuat apa-apa “ Hwe ji yang mendengar perkataan siwon seperti terkena sambaran petir , hwe ji membalikan badannya dan mengigit bibir bawahnya

“siwon benar-benar membenci aku , tak adakah cinta untuk aku walau sedikit”ucap hweji dalam hatinya dengan menahan tangisnya , hwe ji tidak ingin melihat oenninya disurga menjadi sedih.

 

Keesokan harinya hwe ji sudah bangun dan mempersiapkan baju yang akan digunakan siwon , dan juga sarapan buat siwon

“siwon ah ireona  , sudah pagi “ hwe ji mencoba menguncang tubuh siwon

“aku sudah tau kalau ini pagi “ ucap siwon dengan nada sedikit membentak

“ne , aku sudah siapkan sarapan cepat kau turun “ dengan senyuman manis

 

Siwon tidak mendengarkan apa yang dikatakan hwe ji , siwon langsung menuju kamar mandi dan ketika siwon selesai mandi dia sangat terkejut melihat pakaian yang sudah tertata rapi itu . siwon keluar dari kamar dia segera duduk di meja makan , siwon sangat kaget melihat makanan yang disediakan diatas meja

“wae siwon ah?  jangan dilihat saja cepat makan nanti keburu dingin

“ hwe ji tidak mengetahui perubahan raut wajah siwon saat melihat masakan yang terhidang diatas meja makan.

“apa makanan ini kamu yang memasak “ tanya siwon curiga

“ne , tentu saja . Waeyo ?”hwe ji masih belum bisa menyimpulkan pertanyaan siwon

“apa kamu diberitau oleh hwa ji “Hwe ji terdiam dan tidak segera membalas perkataan siwon

“siwon ah asal kau tau , bukan oenni yang memberi tau aku , tapi aku yang memberi taunya ”ucap hwe ji dalam hatinya

“ne oenni yang memberi tau aku , kau tidak suka “bohong hwe ji

Siwon langsung memakan makanan yang ada dihadapannya itu , hwe ji hanya menatap siwon , setelah makan siwon langsung pergi tanpa pamit ke hwe ji .

 

“Dia benar-benar menganggap aku tidak ada , apa yang harus aku lakukan selamanya aku tidak akan bisa seperti ini aku takut , aku tidak tau harus cerita kesiapa ”

 

Hwe ji pergi kekantor , dia bekerja sebagai konsultan HIV&AIDS . hwe ji sangat senang bekerja dibidang ini berbeda dengan oenninya yang tidak suka bersosial . Kesedihan hwe ji menghilang saat bertemu dengan anak-anak yang tanpa bersalah terkena HIVAIDS dari orang tua mereka .

 

“annyeong aeyga “

“annyeong eomma “

Hwe ji bermain bersama anak-anak itu , makan bersama , dan membacakan dongeng . Hwe ji mempunyai sahabat yang sudah dianggapnya sebagai saudaranya sendiri .

 

“muka kamu kenapa pucat hwe ji , gwenchanayeo”

“gwenchana , tapi aku sangat sedih”

“aku sudah bilang jangan menikah  dengan dia”

“hajiman aku sangat mencintainya “

“babo … “ Hwe ji menghela nafas dan dia kembali kepekerjaannya .

 

Hwe ji pulang kerumah tepat pukul 19.00 tapi siwon belum pulang lalu dia langsung  membersihkan rumahnya dan memasak makanan untuk siwon  , tak berapa lama siwon datang dan hwe ji tersenyum pada  siwon tetapi  siwon tidak membalasnya .

 

hwe ji mengikuti langkah suaminya itu “apa kamu mau makan , biar aku hangatkan “ Siwon tidak menjawab

“apa kamu mau mandi , biar aku siapin air panas , pasti kamu lelah” Siwon membalikan badan dan menatap mata hwe ji dengan pandangan menakutkan

“kamu tidak perlu berperilaku seperti seorang istri yang baik , aku tidak butuh apa-apa” Siwon pergi meninggalkan hwe ji yang mematung , dan tak lama kemudian hwe ji terjatuh

“apa salahnya menjadi istri yang baik , aku ini sekarang istri kamu” Hwe ji tidak berani masuk kamar , dia takut kalau siwon masih belum tidur .

Setelah beberapa jam hwe ji memberanikan masuk kedalam kamar dia bersyukur siwon sudah tertidur lelap saat masuk kedalam kamar hal pertama yang dia lakukan adalah memandangi wajah siwon yang kelelahan ,  hwe ji ingin sekali membelai rambut siwon , memeluknya , memijatnya ketika dia lelah

“apa yang aku pikirkan siwon tidak ingin semua hal itu ” Hwe ji perlahan-lahan naik keatas tempat tidur . setiap hari hwe ji hanya menerima perlakuan dingin siwon , siwon selalu membentaknya hingga hampir memukulnya tetapi siwon selalu mengurungkan niat untuk memukul hwe ji karena wajahnya yang mirip dengan hwa ji .

 

1 bulan berlalu , hwe ji masih tetap sabar menghadapi perilaku siwon dan suatu hari keluarga choi datang berkunjung kerumah siwon

 

Flashback On

“hwe ji , kamu harus berpura-pura senang dihadapan kedua orang tuaku saat mereka berkunjung kemari “

“siwon ssi anda tidak perlu memberitau saya , saya sudah mengerti“

Flashback Off

 

Keluarga choi datang dan disambut hangat oleh hwe ji dan siwon , siwon benar-benar actor yang hebat . siwon memeluk hwe ji dan mengenggam tangannya , hal itu membuat hwe ji kaget dan bingung apa yang harus dia lakukan . saat makan malam pun juga siwon menyuapi istrinya dan membuat eommanya cemburu karena appa siwon tidak pernah romantis kepadanya .

 

“hwe ji masakan kamu enak sekali , kamu memang istri yang hebat “

“eomma salah dia belum bisa disebut istri yang hebat , kalau belum memberikan kita cucu “ siwon yang sedang minum , tersedak gara-gara perkataan aboejinya .

“Omo yeobo ya , itu benar sekali . aku setuju . kapan kalian akan memberikan kita seorang cucu “ timpal siwon eomma

“sebentar lagi eomma , eomma appa harus sabar kita sedang berusaha memberikan kalian seorang cucu “

 

Hwe ji hanya diam mendengar pembicaraan antara eomma , aboeji siwon “bagaimana aku bisa memberi kalian cucu kalau siwon saja tidak sudi menyentuh tubuhku”

 

“jagiya kenapa kamu melamun” ucapan siwon membuyarkan lamunan hweji

“ah… ne … “

“lihatlah  eomma , hwe ji sedang memikirkan mau memberi cucu namja atau yeoja . benarkan yeobo“ lagi-lagi siwon mengeluarkan kata-kata palsunya

“ne … “ hwe ji tertegun mendengarnya

“kalau eomma pastinya yeoja karena anak-anak eomma tidak ada yang yeoja “ jelas siwon eomma

“enak saja namja saja  biar dia bisa meneruskan usaha kita, bukan begitu siwon hweji “ ucap siwon aboeji yang menolak jika cucunya yeoja

“eomma dan aboeji tidak perlu khawatir  kita akan memberikan  kalian dua-duanya baik yeoja maupun namja  “ entah apa yang membuat hwe ji berani berbicara seperti itu

“eomma appa dengar sendiri bukan jika hwe ji akan memberikan kalian cucu yeoja dan namja  “

“baiklah jika seperti itu keputusan kalian eomma dan aboeji hanya tinggal menunggu saka hasilnya“ siwon menganggukan kepalanya beberapa kali agar eomma dan aboejinya percaya padanya.

 

Selesai makan malam eomma dan aboeji siwon pamit pulang dan lagi-lagi siwon memperlihatkan kemesraan yang palsu dihadapan kedua orang tuanya , setelah kedua orang tuanya pergi siwon langsung melepaskan pelukannya dari tubuh hweji.

 

“kamu senang aku peluk , jangan harap ada pelukan selanjutnya “

 

Siwon pergi meninggalkan hwe ji langsung tidur dan tidak membantu membereskan sisa makan malam mereka  karena kelelahan hwe ji tertidur di sofa ruang tamu . Pagi harinya  ketika siwon akan berangkat kekantor  dia  melihat hwe ji yang sedang terbaring di sofa tapi dia sama sekali tidak menghiraukannya dan langsung pergi kekantor .

 

Saat hwe ji pulang dari kantor dia kaget melihat dongsaeng siwon ada dirumahnya, dan dia langsung mengajak hwe ji kesebuah hotel

“memangnya ada apa sampai kehotel begini “

“noona sama hyungkan belum honeymoon jadi sekarang eomma dan aboeji merencanakan buat kalian untuk honeymoon “ Deg , jantung hwe ji serasa berhenti berdetak

 

“bagaimana bisa ini sampai terjadi , kalau mereka sampai tau bagaimana?”

“noona , waeyo? Eh… kau tidak perlu khawatir melakukannya” ucap minho berusaha agar hyungsoonimnya tidak gugup

 

Hwe ji menggelengkan kepalanya dia menatap keluar jendela dan menatap jalan yang panjang seperti jalan hidupnya, ketika mobil sampai didepan hotel jantung hwe ji semakin tidak karuhan dongsaeng siwon menyeruh hwe ji pergi ke restaurant ternyata didalam restaurant sudah ada siwon dan kedua orang tuanya . Hwe ji memang cewek yang suka bersosial terbukti saat berbicara dengan eomma dan aboejinya siwon sangat menarik sekali topic yang dibicarakan sementara siwon yang melihat kedua orangtuanya sangat menyukai hwe ji merasa tidak mau mengecewakan kedua orangtuanya .Dongsaeng siwon datang dan membawa 2 buah cangkir dan cangkir tersebut diberikan ke pada siwon dan hwe ji lalu orang tua siwon menyuruh siwon dan hwe jin segera kekamar untuk beristirahat keadaan mereka berdua sangat canggung saat berada dilift berdua saja . Namun tiba-tiba tubuh siwon terasa panas dan ingin disentuh , hwe ji yang melihat keanehan siwon langsung memegang tubuhnya

 

“waeyo siwon ssi “

 

“molla “

 

Sesampainya dikamar siwon langsung terduduk di tempat tidur , sedangkan hwe ji sedang membokar kopernya dan langsung masuk kekamar mandi . Di luar siwon sedang gelisah tidak tau apa yang sedang terjadi dengan tubuhnya , sedangkan dilain tempat namsaeng siwon sedang tertawa terbahak-bahak eomma siwon terlihat sangat bingung melihatnya

 

“waeyo minho ya “

“eomma jangan marah ya .. “

“iya katakan dulu “

“aku mencampuri minuman hyung dengan obat perangsang “

“mwo! Jinjayo? kamu hebat minho ya , anak eomma  hebat “ siwon eomma malah senang mendengar pengakuan adik laki-laki siwon

 

Siwon makin panas dan semakin ingin disentuh dia gusar dalam duduknya dan sesekali dia melihat kearah pintu

“akhh sial minho kau memasukkan obat perangsang didalam minuman tadi  “ siwon sedikit teriak karena obat itu mulai bereaksi dan membuat tubuhnya semakin memanas dan ingin disentuh

“kau kenapa siwon ssi ? aku sudah selesai mandi , giliran kamu sekarang “ ucap hwe ji tenang

“kenapa aku ingin menyentuh hwe ji”

 

Siwon mendekat kearah hwe ji yang sedang memasukan bajunya kedalam lemari secara tiba-tiba memeluk hwe ji dan membuat hwe ji kaget saat merasakan sebuah tangan yang kekar di perutnya . Siwon mencium punggung hwe ji dan membuat kiss mark dipunggung hwe ji, siwon meneruskan aksinya diturunkannya tali dari gaun tidurnya

 

“apa yang ingin kau lakukan siwon ssi  ?  “ ucap hweji sedikit takut

 

Siwon tidak menghiraukan perkataan hwe ji dan  langsung membopong hwe ji ala bridal menuju tempat tidur mereka kemudian mencium kening hwe ji kedua mata hwe ji kedua pipi hwe ji lalu siwon menatap mata hwe ji

 

“hwa ji saranghae “

 

Hwe ji seperti terserang petir saat mendengarkan ucapan siwon dia hanya bisa terdiam tanpa membalas ciuman dari siwon dan hwe ji tetap diam mematung , setelah siwon berhasil memuaskan juniornya dan nafsunya dia mencium hwe ji

 

“jagiya saranghae “

 

Lalu siwon menatap wajah yang dipakai sebagai pemuas nafsunya itu , siwon nampak kaget melihat yeoja yang sedang dipeluknya

 

“hwe ji … tidak mungkin “ siwon langsung melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan hwe ji .

“siwon ssi aku menyesal memberikannya padamu “ ucap hweji dan keluarlah cairan bening yang membanjiri pipinya.

 

Akhirnya perjalan honeymoon itu berjalan sempurna , tetapi tidak untuk hwe ji  honeymoon itu tidak seperti yang dia inginkan . Siwon semakin menjauhi hwe ji dan tidak pernah pulang kerumah semenjak kejadian waktu itu dan jika pulang dia sering tidur diruang kerjannya .

 

“siwon ssi , mianhae “ siwon kaget mendengarkan permintaan maaf dari hweji

“kenapa kamu minta maaf ?“ bingung itu yang dirasakan oleh siwon sekarang

 

Hwe ji langsung pergi meninggalkan siwon yang masih makan dan pergi ke kantornya tanpa berpamitan pada siwon. Hwe ji sedari tadi melamun dan tidak konsentrasi untuk bekerja temannya tiba-tiba duduk disebelahnya dan membuat kaget hwe ji

 

“hya … “

“kenapa kamu melamun saja hwe ji ya ? apa kau ada masalah dengan siwon?” temannya ini sangat hafal jika hweji sudah tidak berkonsentrasi berarti dia sedang mempunyai masalah

“aniy … hanya saja “ Hwe ji belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba dia ingin muntah sesegera mungkin dia berlari menuju kamar mandi dan sahabatnya mengikuti dari belakang lalu dia memberikan tisu kepada hwe ji

“gwenchanayo … “ terdengar nada suaranya khawatir melihat hweji seperti ini

“ne …”ucap hweji singkat sambil mengelap mulutnya

“apa kamu belum makan “sahabatnya itu mulai memberi pertanyaan

“sudah,  Omo … eottoke “ hweji teringat sesuatu

“waeyo … “

 

Hwe ji tidak langsung menjawab , setelah tubuhnya digoncang oleh sahabatnya dia baru sadar

“sepertinya aku telat… “ hweji ingat bahwa setelah dia melakukan dengan siwon dia belum datang bulan sama sekali

“mwo … maksud kamu , kamu hamil  hweji ya “ tidak hanya hweji yang kaget sahabatnya itu juga merasa kaget

“m mu mungkin …” balas hweji terbata-bata

 

Hwe ji terlihat ketakutan tampak wajahnya yang cantik menjadi pucat, dia memutuskan untuk pulang dan pergi kedokter dengan sahabatnya .

 

Sesampainya di rumah sakit hwe ji makin terlihat panic

“hwe ji ah , tenang saja kamu hamil itu bukan kesalahan kamu “ sahabatnya berusaha menenagkan hweji

“aku tau , tapi siwon pasti akan marah “ hweji menyimpulkan bahwa siwon akan marah saat mengetahuinya nanti

“marah , kalau dia marah dia akan aku bunuh “

“hwe ji ssi silahkan masuk   “

“ne .. aku sudah dipanggil “

“bagaimana dokter ? apa saya benar-benar hamil? “

“anda positif hamil dan usia kandungan anda sudah 3 minggu “ Hweji benar-benar terkejut jika di dalam perutnya terdapat calon anaknya bersama dengan siwon

 

Saat keluar dari ruang periksa hwe ji kaget karena didepan pintu sudah ada eomma siwon “apa yang dikatakan oleh dokter itu? apa kau benar-benar hamil? “ siwon eomma langsung memberikan pertanyaan

“ne eommoni , aku hamil ” ucap hweji eomma siwon langsung memeluk hwe ji , karena hwe ji hamil dia tidak dibolehkan kerja dan hwe ji harus tinggal dirumah orang tua siwon keluarga siwon sangat menjaga  kesehatan hwe ji .

 

 

9bulan (detik detik kelahiran )

 

Hwe ji sedang dituntun untuk menarik nafas dalam-dalam , hwe ji di temani oleh eomma siwon dan siwon sedang tidak ada di seoul dia sedang berada di Indonesia untuk urusan kerja . Setelah 1 jam barulah terdengar suara bayi , eomma siwon memeluk bayi itu kemudian mencium kening bayi itu . Hwe ji menangis bahagia melihat anaknya , eomma siwon keluar untuk memberi kabar gembira pada keluarga lainnya yang menunggu diluar ruang operasi.

 

“cucu kita laki-laki dan mirip dengan siwon “

 

Semua keluarga baik dari siwon maupun hwe ji sangat senang mendengar jenis kelamin dari bayi itu  di satu sisi siwon juga senang dia diberi tau dongsaengannya bahwa anaknya sudah lahir dan mirip dengannya. Setelah hwe ji dipindah keruang perawatan barulah siwon datang , tetapi siwon langsung menuju boxes bayi dan menggendongnya . Siwon sama sekali lupa kepada orang yang melahirkan bayi untuknya itu .

 

Siwon memang akhir-akhir ini berubah pulang tepat waktu malah lebih cepat tapi dia hanya ingin melihat siwon kecil

“siwon ah , kamu istirahat dulu biarkan aku menggendongnya “

“jangan gendong dia , dia itu anak aku “ucap siwon dengan penekanan di ‘anak aku’

 

Nafas hwe ji seketika berhenti mendengar perkataan siwon , hwe ji sudah tidak betah tinggal bersama orang gila seperti siwon . Dan malam itu hwe ji meminta cerai kepada siwon tanpa berfikir panjang siwon mengiyakan permintaan hwe ji itu . Namun baik keluarga hwe ji dan siwon tidak ada yang setuju dengan keputusan yang mereka berdua buat . Apa boleh buat tidak ada yang bisa dipertahanka pada pernikahan mereka,  semuanya terjadi hwe ji dan siwon sudah bercerai  dan hak asuh anaknya jatuh pada siwon .

 

Dia benar-benar orang gila , perenggut kesucian untuk memenuhi nafsunya . Aku tidak akan pernah memaafkannya dan aku tidak akan mengakui anak itu sebagai anakku dengan nya . SIWON kau … nappeun namja , BASTARD .

 

 

Kehidupan hwe ji memang tenang tapi dia kehilangan keluargannya mereka sudah tidak mau mengurusnya lagi  tetapi hwe ji senang dia bisa berkumpul bersama anak-anak yang diterlantarkan seperti dirinya yang telah diterlantarkan oleh orang-orang yang disayanginya.

 

5 Tahun Berlalu

 

Hwe ji berjalan menuju sebuah apotik di daerah namsan dia terlihat pucat dan kurus , setelah pergi ke apotek dia pergi kesebuah café dan dia duduk disana dipinggir jendela .

 

Siwon sedang terburu-buru keluar dari bandara , dia berjanji kepada choi san mi (anaknya bersama hwe ji) untuk pulang cepat . Sehingga membuantnya berlari sampai menabrak penumpang lain tetapi dia tidak memperdulikan mereka dia tetap berlari sampai menuju mobil.

 

Sedangkan di sebuh TK elit dikawasan incheon , terlihat seorang anak laki-laki menangis dalam pelukan gurunya

“san mi ya , uljimayo sebentar lagi appa kamu akan datang”

Tapi san mi tetap saja menangis songsaenim tidak tau penyebab san mi menangis seperti ini , setelah menangis san mi tertidur dan sekarang san mi berada dipangkuan songsaenimnya . san mi menggigau “eomma , oediseo ?” eomma , eomma” , keluar lah air mata dari san mi .

 

20 menit kemudian

 

“songsaenim khamsahamnida “ucap siwon yang masih mengatur nafasnya karena berlari

“ne , ini tugas saya . hajiman siwon ssi “

“ne …”

“maaf saya ingin bertanya , eomma san mi ada dimana “Siwon mendadak membisu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh songsaenim

“sebenarnya saya dan eomma san mi sudah bercerai saat san mi masih bayi dan saya tidak tau keberadaan eomma san mi sekarang

“tampak wajah siwon menjadi sedih

“mungkin san mi merasa kesepian , anda bekerja sedangkan dirumah dia hanya bersama pembantu saja . lebih baik anda mencari jalan keluar agar san mi tidak merasa kesepian “

“ne songsaenim “

 

Siwon menggendong san mi menuju mobil lalu termenung memikirkan perkataan songsaenim san mi , setelah menurunkan san mi dari mobil siwon langsung pergi menuju pemakaman hwa ji . siwon membawa 1 buqet bunga mawar putih kesukaan hwa ji , siwon berdoa didepan makam hwa ji

 

Hwa ji ya , bagaimana kabar kamu? semoga kamu disana bahagia . Hwa ji ya mianhae aku tidak bisa menjaga hwe ji dengan baik saat aku didekatnya aku selalu teringat denganmu dan selalu merasa bersalah menatapnya tetapi mengingatmu. Hwa ji ya,apa yang harus aku lakukan untuk membahagiakan san mi ?, apa aku harus mencari hwe ji agar san mi senang ?.

 

Siwon tampak frustasi menghadapi masalah sebagai single parent dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, setelah siwon pulang dari makam hwa ji dia langsung menuju kamar san mi tampak wajah san mi yang lelah dan terlihat sembab di daerah matanya karena menangis . Tanpa disadari siwon tertidur di dekat tempat tidur anaknya itu dan terbangun oleh satu kecepuan yang diberikan oleh san mi

 

“ehmm anak appa , sudah bangun “

“appa bogoshipo “

“nado adeul “

“appa , kemarin teman-teman  mengejek aku”

“ kenapa mereka seperti itu “

“karena aku tidak bisa menggambar wajah eomma “ Siwon kaget mendengar perkataan anaknya , dan seketika siwon memeluk san mi

“kamu sabar ya , kamu pasti akan segera bisa menggambar wajah eomma “

“appa jinjayo? Apa eomma sudah ditemukan? Aku ingin sekali bertemu dengannya “ lalu san mi memeluk siwon dan terdengar isakan

“uljima adeul appa berjanji akan segera membawa eomma pulang , sekarang kamu harus siap-siap berangkat sekolah ok “

 

Setelah mengantar san mi kesekolah siwon langsung menuju kekantor , siwon benar-benar bingung harus bertanya kesiapa dimana hwe ji sekarang . Saat siwon masuk lift kebutalan bersamaan dengan adik hwa ji dan hwe ji .

 

“hwa jun ….”

“ah ne , hyung annyeonghaseyo“

“apa aku boleh bertanya sesuatu padamu? “

“boleh hyung , kau ingin bertanya tentang apa? “

“aku mau bertanya bagaimana kabar hwe ji “

“noona ?? molla hyung “

“maksud kamu apa? “siwon bingung dengan ekspresi yang ditunjukkan hwa jun

“sudah 5 tahun noona tidak bersama kami , kami juga tidak tau kemana perginya noona , dia menghilang seperti ditelan bumi

“Siwon semakin tampak frustasi , mendengar cerita dari hwa jun

“tapi hyung , kenapa kau tiba-tiba mencari noona? “ hwa jun tau jika mantan suami kedua kakaknya ini tidak menyukai kakaknay yang bernama hwe ji.

“san mi ingin bertemu dengan eommanya, dia selalu menanyakan keberadaannya hwa jun ah “

“aku sudah berusaha mencarinya hyung tetapi aku belum menemukannya” Namun hwa jun seperti menyimpanan sesuatu

”hyung aku tidak tau ini benar atau tidak karena aku belum melihatnya sendiri tetapi kemarin teman aku melihat noona dan tanpa sengaja membuntutinya  katanya dia melihat noona  berada di sebuah tempat seperti rumah sakit tetapi khusus untuk penderita kanker , tepatnya di daerah namsan  “ jelas hwa jun dan membuat siwon

“gomawo atas informasinya jika aku memnukannya kau akan memberitaumu“

 

Siwon bingung apa dia benar-benar harus mencarinya dengan segera siwon mencari alamat yang lebih jelas, setelah menemukan alamat yang jelas siwon langsung menuju tempat itu . Sesampainya di tempat itu siwon melihat banyak sekali anak-anak yang berjalan sambil memakai selang infuse ditangannya betapa menderitanya anak-anak itu ucap siwon dalam hatinya.

 

“ahjuma “ panggil siwon pada seseorang yang berpapasan dengannya

“ne , ada yang bisa saya bantu , anda ingin menjenguk siapa? “tanya yeoja yang memakai pakaian suster itu

“apa disini ada seseorang yang bernama do hwe ji ?“tanya siwon hati-hati

“do hwe ji , hwe ji ?  ada perlu apa anda dengan hwe ji ? dan maaf anda siapa ? “

“saya suaminya maaf maksudnya mantan suami , saya ingin berbicara sesuatu dengannya “jelas siwon

“kalau begitu silahkan anda menunggu disana , sebentar lagi hwe ji akan kembali “ucap suster itu mempersilahkan siwon untuk duduk pada ruang tunggu keluarga pasien.

 

Siwon melihat sekelilingnya banyak penderita yang lalu lalang baik kecil maupun dewasa dan siwon sempat berfikir yang tidak-tidak tentang hwe ji tak lama hwe ji masuk dan dia diberi tau bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai mantan suaminya

 

“khamsahamnida ahjuma “ucap hwe ji pada suster yang bertemu dengan siwon tadi

“siwon ssi , apa yang membawamu sampai ketempat ini”

“hwe ji ya , mianhada jeongmal mianhae “tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan hwe ji , siwon langsung meminta maaf

“minta maaf untuk apa ? sebaiknya langsung saja jelaskan apa tujuan siwon ssi jauh-jauh kemari dan kau jangan sampai menyita waktuku karena aku masih banyak urusan “ jelas hwe ji yang benar-benar tidak ingin berada didekat siwon

“san mi ingin bertemu dengan kamu “

“san mi , nugueyo “

“anak kita kamu lupa dengan san mi, dia  ingin bertemu dengan eommanya hwe ji ya “jelas siwon terdengar seperti memohon

“aku tidak tau nama anak itu dan aku tidak bisa menemuinya aku banyak kerjaan , cari saja yeoja yang bisa kamu bayar untuk menyamar jadi eomma dari anak itu “ balas hwe ji , saat akan berjalan pergi dengan sigap tangan siwon mencegahnya

“neo…?  Kenapa kamu sebut dia sebagai ‘anak itu’  san mi itu anak kamu hwe ji“ucap siwon dengan nada tinggi membuat orang yang berada disekitarnya menatap mereka berdua

 

Tanpa berkata apapun hwe ji langsung meninggalkan siwon lalu dia kembali dengan pakaian yang sudah rapi berbeda dengan pakaian yang dia kenakan tadi.

 

“kajja … “ajak hwe ji

“kamu mau hwe ji ya , gomawo “hwe ji hanya tersenyum lalu siwon mengajaknya menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah sakit

 

Didalam mobil terasa sunyi baik hwe ji maupun siwon tidak ada yang membuka pembicaraan,  siwon tiba-tiba berbicara menceritakan tentang sanmi pada hweji

 

“san mi tumbuh dengan sehat , dia sekarang sangat tampan tapi dia tidak senang karena aku selalu meninggalkannya sendiri “

“sangat pasti jika dia tidak senang sendiri , anak-anak selalu ingin diperhatikan dengan orangtuanya ”jelas hwe ji tanpa menatap siwon

“dia benar-benar ingin bertemu dengan eommanya , dia ingin menggambar wajah eommanya kau tau jika dia bingung bagaimana menggambarnya karena tidak tau wajah eommanya “jelas siwon

 

Hwe ji tidak membalas perkataan siwon karena dia tau di dalam rumah siwon sama sekali tidak ada fotonya melainkan foto hwa ji saudara kembarnyalah yang menghiasi rumah itu . Keadaan sunyi semakin menyelimuti mobil yang dikendarai oleh siwon dan hwe ji , akhirnya mereka sampai di depan sekolah san mi mereka berdua berjalan berbarengan menuju dalam sekolah san mi .

 

San mi baru saja keluar dari kelas dan dia langsung melihat seorang yeoja bersama dengan appanya

“apa dia nae eomma “

“aegya … “ panggil hwe ji dan melebarkan tangannya

“eomma , eomma … “ San mi berlari menuju tempat dimana eomma dan appanya berdiri , san mi memeluk eommanya itu , tetapi tiba-tiba san mi membawa hwe ji pergi

“lihat aku punya eomma seperti kalian “ ucap sanmi pada teman-temannya

“mungkin dia bukan eomma kamu “

“iya dia bukan eomma kamu sanmi  “

“kalian hanya iri saja melihat eommaku yang mempunyai paras  cantik “ puji sanmi

“san mi kamu tidak boleh seperti itu , dan kalian juga tidak boleh mengolok-olok orang “ jelas hwe ji

“maafkan anak saya , jeongmal mianhae “

“gwenchana , san mi ya kamu boleh menunjukkan eomma kamu tapi kamu jangan sombong dan seperti tadi okey “

“ne eomma mianhae , apa aku boleh memeluk eomma lagi? “

“kau boleh memeluk eomma , sanmi ya “ sanmi terlihat senang sekali begitu juga siwon dia senang sekaligus bersalah karena tega memisahkan ibu dan anak.

 

Mereka bertiga pulang bersama , dari spion siwon melihat kebahagiaan dari san mi dan juga hwe ji

“san mi ya , kamu mau makan apa? “

“ehmm appa kita ke supermarket saja , aku ingin makan masakan buatan eomma “

 

Hwe ji tersenyum kearah san mi , mereka bertiga sampai di supermarket banyak orang yang memandangi mereka

 

“eomma lihat semua orang memandangi kita “

“ne san mi ya “

 

siwon tidak ingin menggangu mereka berdua dia berjalan dibelakang mereka sambil membawa kereta dorong selesai berbelanja mereka langsung pulang kerumah , san mi berteriak kegirangan saat mereka bertiga masuk kedalam rumah .

 

“san mi ya sana ganti baju dulu sama song ahjuma “

“shireo , shireo shireo …”

“aegya , ganti baju dulu eomma akan membuatkan makanan yang enak buat kamu”

“ne eomma … “

“dia sekarang nurutnya sama kamu , aku sudah tidak dianggap lagi “

“jangan seperti anak kecil “

Siwon langsung terdiam dan dia lebih memilih pergi meninggalkan hwe ji sendiri didapur sekarang siwon sedang duduk didekat dapur sambil memandangi laptopnya , tetapi sesekali dia melihat kearah hwe ji  tak lama kemudian san mi turun dan langsung pergi ke dapur.

 

“eomma apa aku boleh membantumu?”

“boleh tapi ajak appa kamu biar kamu tidak susah “

“ne eomma …”

 

San mi langsung menuju tempat dimana appanya berada dan langsung menarik lengan appanya . Pertama siwon tidak menggubrisnya lalu siwon berdiri dengan wajah marah .

 

“kamu jangan menarik seperti itu , appa sibuk sanmi ya “

 

Hweji yang mendengar perkataan siwon langsung menghampiri san mi lalu hweji mengajak san mi pergi kedapur dan menyuruh sanmi membantunya untuk mencicipi masakannya saja dan siwon kembali dengan pekerjaan yang selalu menjadi prioritasnya.

 

Siwon yang sedari tadi tidak bisa konsen gara-gara perkataannya kepada san mi memutuskan untuk menunggu dimeja makan , setelah selesai semua makanan langsung ditata rapi diatas meja makan dan mereka makan bersama . Mulai awal sampai akhir sanmi tidak habis-habisnya memuji masakan buatan eommanya itu siwon hanya melihat dan menghela nafas panjang selesai makan hweji menemani san mi belajar , setelah itu mengantarnya tidur dan membacakannya dongeng

 

“eomma aku ingin menjadi seoarang pangeran “

“kamu sudah menjadi seorang pangeran untuk eomma , sanmi ya  “

“eomma jangan pergi ya , sanmi bakal membahagiakan eomma “

“ne,sekarang pangeran sanmi tidur dulu eomma akan selalu disisi pangeran sanmi“

 

Setelah sanmi tertidur hweji keluar dari kamar sanmi perlahan-lahan hwe ji langsung menggambil tasnya dan pergi . Namun siwon yang mengetahuinya langsung mencegahnya

 

“kamu mau kemana?”

“aku harus kembali , disana juga membutuhkanku “

“apa kamu akan mengingkari janji yang kamu buat dengan san mi ?”

“tidak aku akan kembali dipagi hari , kamu tidak usah khawatir tentang itu“ Hweji mengacuhkan siwon dan langsung keluar dari rumah itu .

 

Keesokan harinya pagi-pagi sekali  hweji sudah berada didepan pintu pagar , siwon tidak tau kalau hwe ji sudah datang dan dia sudah membuat masakan buat san mi dan siwon . Hweji masuk kamar sanmi dan membangunkannya dengan hati-hati san mi sangat senang saat membuka matanya dia langsung melihat wajah cantik eommanya , setelah memandikan sanmi hweji membawanya keruang makan .

 

San mi makan makanan yang ada dimeja makan , sedangkan hwe ji sedang menyiapkan bekal untuk san mi tiba-tiba san mi terdiam dan menoloh kearah eommanya , karena merasa dilihati oleh san mi hwe ji menoloh

 

“waeyo san mi ya “

“appa oediseo “

“dia masih tidur “

“kenapa eomma tidak membangunkan appa” hweji bingung harus menjawab apa

“iya aku akan membangunkannya , kamu teruskan makan saja sanmi ya “

 

Hwe jin berjalan menuju kamar siwon , sebelum membuka pintu siwon terlebih dahulu membuka pintunya .

 

“syukurlah kamu sudah bangun “

 

Setelah mengucapkan kalimat itu hwe ji langsung pergi kebawah dan diikuti dengan siwon , wajah san mi berubah senang ketika melihat appanya turun bersama eommanya .

 

“appa palli …”

 

Siwon hanya tersenyum dan segera duduk di meja makan keluarga ini serasa lengkap dengan kehadiran hwe ji kembali , tetapi sepertinya hweji tidak bahagia.

 

Selesai makan hwe ji mengantar san mi kesekolah .

“aegya , kamu sayang eomma “

“ne jeongmal saranghae eomma  “

“eomma ingin berbicara  satu hal padamu  , eomma mungkin besok tidak ada dirumah”ucap hwe ji pelan-pelan

“eomma mau kemana , jangan tinggalkan san mi dan appa “

“aniyo , eomma hanya sebentar ada urusan pekerjaan sanmi ya  “

Untuk malam itu dan 3 hari malam yang akan datang hweji tidak datang kerumah siwon sanmi benar-benar merindukan eommanya dan selalu menangis saat siwon pulang dari kerja .

 

Keesokan harinya siwon mengajak sanmi kerumah orang tua hwe ji

“appa oediseo ?”

“kamu mau melihat eomma “

“ne , hajiman eommakan sedang bekerja”

“iya , kita hanya akan melihat foto eomma “

“sama saja seperti dirumah “

“berbeda , pasti kamu akan senang “ memang foto yang pernah sanmi lihat adalah bukan hweji melainkan hwaji

 

San mi bingung dengan perkataan appanya , setelah sampai dirumah halmoeni siwon dan san mi disambut dengan hangat oleh dongsaeng hwe ji .

“annyeong sanmi ya  “

“annyeong haseyo samchon “

“kajja …”

 

San mi digendong oleh pamannya (dongsaeng hwe ji ) , siwon berjalan mengikuti dibelakang mereka san mi diajak menuju kamar hwe ji diatas sedangkan siwon masuk kekamar hwa ji .

 

Sebenarnya aku tidak ingin masuk kekamar ini lagi tapi aku ingin melihat untuk terakhir kalinya aku memandangi sekeliling kamar itu tidak ada yang berubah semenjak kepergian hwa ji , foto pernikahan dan foto saat kita berpacaran semua masih ada dikamar ini .

 

Siwon tidur diatas ranjang hwa ji dia menatap langit-langit kamar hwa ji dan tak lama siwon tertidur , sedangkan san mi sedang membongkar isi dari kardus yang ada di kamar hwe ji  san mi tersenyum senang saat menemukan mainan masa kecil eommanya itu.

 

“samchon …”

“waeyo san mi ya “

“ini semua mainan eomma?”

“ne , itu semua mainan kesukaan eomma kamu “

“jinjayo , ahh …. “

“kamu main sendirian dulu ya , samchon akan mempersiapkan makanan untukmu”

“ne , khamsahamnida”

 

Sanmi sedikit bingung dia mendekati sebuah rak yang penuh dengan kardus lalu san mi menggambil 1 kotak yang berada di bawah sendiri , kardus yang berwarna biru laut dengan corak garis-garis membuat penasaran san mi.

San mi membuka kardus itu dan dia menemukan foto hwe ji , hwa ji dan siwon , san mi bingung kenapa ada 2 orang. Tak lama kemudian siwon berada tepat diambang pintu , dia melihat san mi memegang sebuah album dan siwon segera menghampiri san mi

 

“adeul , apa itu “

“ini album foto eomma , tapi aku bingung ini siapa” sambil menunjukkan kearah Do Hwa Ji , siwon kaget dengan pertannyaan yang diutarakan san mi .

“ini kembaran eomma namanya Do Hwa Ji “

“kenapa aku tidak pernah melihatnya appa , imo ada dimana? “

“dia sudah meninggal sayang “

“meninggal …“

“appa boleh mengambil kotak ini ?”

“ne appa “

Sanmi sepertinya tidak rela memberikan kotak itu kepada appanya , tetapi apa boleh buat dia memberikannya . Setelah itu siwon langsung membawa kotak itu dan melihat –lihat kamar hwe ji .

 

Kamar yang benar-benar berbeda kamar ini tidak banyak berubah yang berubah hanya kamar ini sudah tidak ditempati oleh sang empunya aku duduk diatas ranjang hwe ji dan meletakkan kotak di atas ranjang juga aku kaget melihat atap kamar hwe ji banyak tulisan tertulis disitu. Aku tertarik dengan satu tulisan yang ditulis dengan tinta berwarna-warni itu hati ku merasa diiris oleh pisau yang tajam, apa benar ini puisi untuk aku .

 

Siwon segera saja menghilangkan fikiran yang terbesit di otaknya dia membuka kotak itu dan menemukan banyak kotak hadiah , diary dan foto album . Siwon mengambil buku diary milik hwe ji dia membacanya satu persatu awal diary itu masih wajar dan ketika tepat tanggal 18 februari siwon sangat kaget dengan apa yang ditulis hwe ji

 

Dear diary , aku tidak bisa memberikan hadiah ini hadiah aku tidak mahal seperti hadiah dari hwa ji , jadi aku tidak memberikannya kepadamu tetapi besoknya kau mengolok-olokku karena tidak memberikanmu hadiah.padahal aku ingin sekali memberimu handban ini.mianhae …

 

Seketika memori yang terekam di otak siwon terlihat kemudian siwon membuka kotak itu  banyak sekali kotak hadiah didalam kotak itu,  tetapi dikotak itu ada penanda kertas kecil disetiap sudutnya siwon mengambil kotak dengan tulisan angka 1 . Dia membukanya dan memang benar berisi handban buatan tangan , siwon tersenyum melihat handban itu dan siwon menggambilnya lalu siwon membuka lembaran yang berjudul 17 yang kelam .

 

Dear diary , aku senang sekarang aku sudah berumur 17 tahun  tidak hanya itu aku juga senang karena siwon oppa  siwon oppa pada malam itu tampakt tampan sekali , aku sampai salah tingkah tapi dia lupa atau bagaimana dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku . Pada saat meniup lilin dan potong kue siwon oppa hanya mengucapkan Saengil Chukkae kepada hwa ji, tetapi setelah ditegur eomma dia baru menggucapkan selamat ulang tahun , aku sangat sedih melihat siwon oppa yang memberikan ucapan berbeda antara aku dan hwa ji ,  setelah pesta bubar seharusnya aku dan hwa ji membuka kado , tapi hwa ji mengajak siwon oppa pergi entah kemana  .

 

Halaman selanjutnya

 

Aku senang siwon oppa tetap tinggal dikorea pada ulang tahunnya yang ke 20 aku berniat membelikannya jam tangan yang dia suka saat itu memang hwa ji sedang dekat dengan siwon oppa tetapi bukan berarti siwon oppa punya dia seutuhnya . Minggu pagi aku kerumah siwon oppa berniat untuk memberikan kado ini ketika sampai dirumah siwon oppa bagai tersambar petir aku melihat siwon oppa berciuman dengan hwa ji saat itu aku tau kalau mereka sedang menjalin suatu hubungan

 

Siwon mengambil kotak hadiah yang agak besar dia membuka jam tangan dengan merek favoritnya siwon sudah tidak kuat membacanya,  tetapi dia ingin tau dan dia tetap melanjutkan membaca diary itu

 

@siwon18

Chukka Khamnida , semoga kalian bahagia dan mendapatkan anak-anak yang lucu-lucu

@Hwe ji

 

Saat aku mendengar kabar pernikahan kalian rasanya aku tidak bisa lagi menahan air mata ini setiap hari aku menangis saat membayangkan kalian tetapi  aku tidak bisa melakukan apa-apa . Aku memberikan hadiah kepada hwa ji berupa buku apa yang disukai dan tidak disukai siwon oppa , hanya itu yang bisa aku lakukan .

 

Dear diary , 2 tahun sudah tidak menulis , aku merasa sedih karena hwaji tiba-tiba meninggal aku harus bagaimana , disatu sisi aku kasihan dengan siwon dan di satu sisi aku senang , setelah kepergiannya aku ditelfon oleh eomma aku disuruh menggantikan hwa ji sebagai istri siwon , tapi aku bingung …

 

Diary itu terhenti dan lembar berikutnya kosong , kusam dan bernoda siwon tertegun memikirkan semua tulisan yang ditulis hwe ji dan siwon tersadar dari lamunannya saat sanmi memanggilnya

 

“ne adeul.. “

“aku lapar ayo turun “

“ne “

Siwon mengambil handban , jam tangan dan diary itu kemudian turun kebawah untuk makan bersama , setelah makan siwon pamit untuk keluar sebentar. Siwon ternyata pergi ketoko jam untuk mengisi baterai jam itu dan langsung memakainya saat jam itu sudah bisa berfungsi siwon mencari kue tart kesukaan hwe ji , setelah membeli siwon langsung menjemput san mi untuk pulang kerumah.

 

San mi merasa curiga terhadap appanya

“appa , kenapa senyum-senyum sendiri dari tadi  “

“besokkan eomma kamu pulang jadi appa senang “

“begitu ya ,  san mi juga senang  “

 

Keesokan harinya siwon bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan kejutaan buat hwe ji , san mi terbangun karena mendengar balon meletus dan betapa kagetnya sanmi saat melihat ruang tv yang sudah disulap menjadi tempat pesta

 

“appa …”

“wae adeul , kamu sudah bangun “

“ne , apa sedang melakukan apa? “

“appa sedang masak makanan kesukaan eomma kamu “

“apa aku boleh membantu ? aku ingin sekali “

”tidak perlu sanmi ya , kau lebih baik mandi agar saat eomma kamu datang kamu sudah rapi ”

”baiklah appa”

 

Siwon masih sibuk mempersiapkan semuanya , setelah semua selesai siwon bersantai diruang tv sambil melihat jam terus-menerus .

 

san mi turun segera setelah mandi

“appa …”

“ne , waeyo san mi “

“kenapa appa tidak menelfon eomma saja “

“ehh , kamu saja yang telfon “

“okey , tapi appa jangan nguping pembicaraan aku dan eomma  “

“ne… “

San mi mengambil telfon dan mencari nama eommanya dan langsung menekan tombol panggil

“yoboseyo eomma “

“san mi , waeyo “

“eomma kenapa belum sampai rumah “

“ini eomma ada di depan rumah , kamu buka ya “

“ne siap”

“san mi waeyo “

“eomma sudah ada didepan , cepat appa siapin yang lain “

“jinjayo , araso “

 

Sementara san mi membuka pintu , siwon mengeluarkan cake yang dia beli kemarin

“eomma bogoshipo” sambil memeluk eommanya

“nado san mi ya , appa oediseo”

“mollaseo”

“eomma kajja”

 

Hwe ji heran kenapa keadaan didalam gelap sekali , saat hwe ji masuk keruang tengah dia kaget

“welcome home honey “

Hwe ji kaget melihat siwon berkata seperti itu , san mi menarik tangan eommanya untuk kesamping siwon

“hajiman aku tidak ulang tahun kenapa harus tiup lilin”

“eomma sudahlah “ rajuk sanmi

Siwon hanya mengangguk dan tersenyum kearah hwe ji , hwe ji hanya melakukan apa yang disuruh oleh san mi .

“pasti kamu lapar hwe ji “

“tidak juga “

“eomma aku lapar “

“ya sudah eomma akan menemani kamu “

Siwon tampak kecewa mendengar perkataan hwe ji tadi , akhirnya hwe ji makan masakan siwon karena san min yang menyuapi hwe ji

“ehm… enak siapa yang memasak? “

“appa yang memasak “

“ehhh jinjayo “tanya hweji tak percaya

“ne … “

 

Hwe ji memandang siwon dan dia melihat jam yang ada ditangan siwon dia sepertinya pernah melihat jam tangan itu, setelah makan hwe ji mandi dan siwon yang mencuci semua piring . Setelah semua beres mereka menonton tv bersama  tak sekali siwon melirik hwe ji dan terkadang mata mereka berpapasan .

 

Malam pun tiba saatnya san mi tidur , setelah mengantar sanmi tidur hwe ji memberanikan diri untuk berbicara dengan siwon .

“siwon ssi “

“ne hwe ji , waeyo “

“kenapa jam tangan itu ada dikamu”

“bisa kita bicara diruang tamu , kamu kesana dulu aku ingin mengambil sesuatu”Hwe ji turun ke ruang tamu , dia bingung apa maksud dari semua ini .

“maaf membuat kamu menunggu”Hwe ji hanya diam , dalam matanya dia hanya butuh penjelasan

“mianhae aku sudah membaca diary kamu tanpa izin “

“mwo , jadi kamu masuk ke kamar aku “

“iya , tapi dengarkan penjelasanku terlebih dulu “

“aku tidak marah , kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa”

“tapi dengarkan penjelasan ku “

“okey “

“hwe ji jeongmal mianhae , aku tidak tau kalau kau mencintaiku dan bodohnya aku tidak peka sama sekali . aku ingin kita lupakan masa lalu , dan kita buka lembaran yang baru sebagai suami istri , bagaimana?”

“siwon ssi , kamu tidak perlu minta maaf itu salah aku yang tidak pernah mengaku. aku tau yang kamu cintai hanyalah hwa ji bukan diriku “

“tetapi , aku mencintaimu hwe ji  “

“tidak , dimata kamu ,  mata kamu berbohong kamu tidak mencintaiku.”

“hwe ji ya , jebal maafkan aku dan aku ingin bersama denganmu membangun keluarga yang bahagia “

“siwon ssi , aku benar-benar sudah melupakan kejadian itu tetap aku tidak bisa karena aku sudah berjanji aku tidak akan kembali dan menikah dengan siapapun  mianhae tapi aku akan tetap menjaga sanmi “

“tapi kenapa seperti ini “

“siwon ah mungkin ini jalan yang terbaik dari tuhan untuk kita berdua  , tetapi terima kasih kamu sudah membuat pesta kecil ini dan mengungkapkan perasaanmu “

 

Hati siwon merasa sedih karena penolakan dari hwe ji , tetapi dia senang ketika melihat hwe ji tersenyum walaupun mereka tidak bisa hidup bersama di satu atap tetapi mereka masih tetap menjaga san mi sampai dewasa .

~END~

Aku harap FF ini tidak begitu absurd , gomawo yang sudah mau baca ^^

Advertisements

11 thoughts on “Forgive Me (One Shoot)

  1. aigoooo siwonie..
    kejem sekali thor..hwaji yg dsukai bkn hweji pdhal mreka kembar,
    sda bisa phan gmn sakitnya hweji..
    endingnya msi ttp mreka g brsama mungkin hweji uda kesel duluan.. great job thor!!

    Liked by 1 person

    1. annyeonghaseyo hanbi gomawo sudah meninggalkan jejak di FF saya #Bow
      iya siwon memang kejem disini dan gak peka sama sekali .
      iya memang seperti itu endingnya 😦
      Sekali lagi gomawo #Bow

      Like

  2. serius ini sakit banget thor..
    hweji uda cintamati tp siwonnya gtu, endingnya tetap kasihan hweji..
    dtunggu “my chilhood love life chp 3B sm yg project “my fat girl” thor 🙂

    Liked by 1 person

    1. Gomawo dipta_ sudah baca ff ini iya memang siwon tidak peka jadi beginilah hweji tersakiti . Oke dipta aku usahain bisa segera publish ya, maaf membuat menunggu lama #bow

      Like

  3. Siwon pasti mnyesal sudah brsikap ky gtu ke hweji pdhal hweji cinta bgt..

    endingnya anak’nya ksihan.. pas bca hweji minta cerai itu sdh deh, egois sekali siwon/? kekeke
    bgus tapiii.. keep writing thor…

    Liked by 1 person

    1. Gomawo Hesty Maulidya sudah mampir ke wp kami dan membaca ff saya #Bow
      Iya siwon menyesal banget disini tapi hweji udah gak mau balikan lagi.
      Hehehe habis sisiwon gitu banget, iya kasihan anaknya memang 😦
      Sekali lagi gomawo sudah baca FF saya ^^

      Like

  4. Hiks syukurin deh ah siwon! Heeeee kalo aku jadi hwejiiii pasti jawab gitu…. Ada sequelnya kah yang menjadikan FF ini Happy Ending heheheheh

    Halo salam kenal aku Dea tadi dapat arah menuju sini… Ijin baca FF yg lainnya juga ya 😉

    Like

    1. terima kasih dea sudah baca dan selamat datang di WP kami silahkan baca FF sesuka kamu disini.

      hehehe kalo bilang gitu siwon nanti nangis gimana? ehhmmm sequel ya tidak terpikirkan , tapi kalo nanti ada ide aku usahain buat sequelnya.

      Like

      1. hehehe iya aku juga kesel kenapa gitu sifatnya ^^ . Gomawo sudah bilang bagus , ne ditunggu aja ya gak tau kapan bisa nulis sequelnya

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s