AU · Darkfic & Crime · Freelance · Genre · Length · Mystery · Teen · Three Shoot

[FF Freelance] Dark&Wild (Three Shoot)


BTS - Dark _ Wild

Title: Dark & Wild (2/3)

Author: Haruko

Main Cast: Member BTS & Cast Support

Genre: Mystery, Drakfic & Crime, AU

Length: Three shoot

Rating: Teenager

Disclaimer

Annyeong. Ini lanjutan chapt 1, sudah bacakan (Pd tingkat akut) disini Reader dituntut memecahkan teka-teki huruf yang ditinggalkan, reader akan berpacu cepat dengan cast memecahkan teka-teki ini (yak elah bahasanya). Kalau reader bisa memecahkannya, saya senang. Tapi kalau reader tidak bisa, saya lebih senang. Berarti hal terburuk akan terjadi, Hahahah… Dan maaf masih banyak typo dan penyusunan kata yang berantakan…. Happy Reading…

Summary

Kenapa kau lakukan ini?…….

Karna kalian melupakan Ku!

=>Mystery G.Y.U.N.H

Previous Part

Di salah satu kamar yang ada di rumah itu dipasangi garis polisi. Didalamnya tergeletak seorang namja yang tak bernyawa, dari mulutnya keluar buih bercampur darah yang menyebabkan ruangan itu berbau amis. Dan ditelapak tangannya digoreskan sebuah huruf!

-09.00, 17 Agus 2014.

“Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa teman kami bisa tewas? Padahal tadi malam kami masih sempat kumpul dan makan bersama.” tanya Hoseok pada tim medis yang memeriksa penyebab kematian Namjoon. V dan Jimin yang berdiri mematung menatap tajam tubuh Namjoon yang tak bernyawa, dipikiran mereka berkecamuk berbagai pertanyaan yang memerlukan jawaban.

“Saudara Namjoon tewas karna tak menyadari mengonsumsi sebuah racun bernama Strychnine yang terdapat dalam makanan yang ia makan sebelum tidur. Racun ini akan melumpuhkan saraf pusat pada tubuh, yang mengakibatkan kejang-kejang dan berakhir dengan kematian. Racun ini berkerja setelah 10-20 menit dalam tubuh orang yang mengonsumsi’nya. Sedangkan goresan huruf N di telapak tangannya ini, sepertinya digoreskan setelah saudara Namjoon tewas sekitar 10 menit. Dan kenapa kalian tak mengetahui apa yang terjadi pada saudara Namjoon semalam, itu semua karna kalian tak menyadari memakan makanan yang sudah di beri obat tidur!” jelas tim medis.

“Kami perlu keterangan kalian. Supaya kami bisa mengungkap kasus pembunuhan ini” potong polisi bernama Junsu memulai interogasi “Saudara V bukankah anda yang pergi dengan saudara Namjoon membeli makanan itu?”

“Iya!”

“Bisakah anda ceritakan dari awal?”

“Jam 8 malam Namjoon hyung mengajak ku membeli makanan, karna aku bosan dirumah aku ikut Namjoon hyung sekalian aku mau mencari udara segar. Semuanya berjalan lancar, tapi saat mau pulang aku merengek pada Namjoon hyung meminta’nya membelikan Es Cream, awalnya Namjoon hyung menolak tapi karna aku terus merengek akhirnya Namjoon hyung membelikannya disebuah minimarket. Namjoon hyung meminta ku menunggu diluar dan ia masuk sendirian. Tapi karna Namjoon hyung terlalu lama didalam, aku juga memutuskan masuk minimarket itu dan meninggalkan makan yang kami beli dibangku luar minimarket. Setelah membeli Es Cream kami lansung pulang. Namjoon hyung sempat marah pada ku karna meninggalkan makanan diluar. Tapi aku tak menghiraukannya. Aku menyesal! Kalau saja aku mendengarkan hyung pasti semua ini tak akan terjadi.” jelas V, Brakk! V yang tak bisa mengendalikan emosinya meninjau meja yang dihadapannya.

“Saudara V, anda harus tenang. Ini tak sepenuhnya kesalahan anda. Pelaku sepertinya memasukan racun itu saat anda meninggalkan makanan diluar minimarket. Kami akan menyelidikinya. ” ujar Junsu “ Dan kalian harus lebih hati-hati lagi. Kami akan berusaha secepatnya menangkap pelakunya. Baiklah kami permisi dulu” lanjutnya.

-17.00, 20 Agus 2014.

Sekarang hanya ada mereka bertiga dirumah itu. Keempat teman mereka sudah dibunuh oleh seseorang, entah apa tujuannya.

Sunyi! Ketakutan! Dan banyak lagi perasaan yang menghantui mereka.

“Hyung mau kemana? Kenapa bawa koper segala?” tanya Jimin pada Hoseok yang dilihatnya membawa koper.

“Hyung mau meninggalkan kami?” sambung V mencoba menghalangi Hoseok.

“Aku mau pergi dari rumah ini. Aku tak mau mati sia-sia disini. Dan sebaiknya kalian berdua juga harus pergi dari sini!” ujar Hoseok mengutarakan maksudnya.

“Lalu hyung pikir, dia akan membiarkan kita begitu saja? Dia pasti menemukan kita dimanapun kita berada. Dan sebelum kita tau siapa pelakunya, kita tak akan pernah aman” jawab V, ia berharap Hoseok mengurangi niatnya untuk tidak pergi.

“V benar hyung. Kita tak akan pernah aman sebelum kita mengetahui orang itu” sambung Jimin membenarkan perkataan V.
“Aku tak peduli! Aku tak mau mati seperti Jungkook dan Namjoon yang berusaha menyelidiki kasus ini” jawab Hoseok tetap pada pendiriannya.

“Lalu sekarang hyung mau kemana?” tanya V mengalah.

“Untuk sementara aku akan tinggal dirumah teman ku Jb, kalian tau kan? Kalau ada apa-apa aku disana dan sebaiknya kalian juga harus pergi ” ujar Hoseok Pada dua temannya itu yang sudah ia anggap adik sendiri.

“Kami akan tetap disini hyung, kami tak mungkin pulang, rumah kami jauh didesa. Dan yang pasti kami akan mencari tau siapa pelakunya ” ujar Jimin yang disetujui V.

“Terserah kalian, aku pergi dulu!” ujar Hoseok dan menghilang dibalik pintu.

“Sekarang hanya kita berdua Jimin. Aku merasa rumah ini sunyi sekali” V menatap sekeliling ruang tempat mereka duduk.

“Benar!” jawab Jimin yang juga memperhatikan sekelilingnya.

“Aku akan menemukan pelakunya. Apapun caranya!” lanjut Jimin menatap kearah V, dan V hanya mengangguk menyetujui.

***

Drapp! Drappp! Drappp! Drappp!

Hahhh! Hahhh! Hahhh! Hahhh!

“Kau tak akan bisa lari dari ku! Kemarilah…. Hahahaha….”

Hahhh! Hahhh! Hahhh!

“Si-Siapa kau sebenarnya?!”

Tapp! Tapp!

“Makanya keluarlah, kau lihat sendiri wajah ku!”

Tap! Tap!

“ Dimana kau?…”

“Dasar gila! Kenapa kau ingin membunuh ku?!”

“Hmmm. Jangan panggil aku seperti itu. Keluarlah…. Atau, kau mau main petak umpet dengan ku?”

“…”

“ Baiklah, aku akan mencari mu. Aku akan menghitung sampai lima. Siap tak siap, kau harus siap…”

“Satu!” Tap!…

“Dua!” Tap! Tap!

“Tiga!” Tap! Tap! Tap!

“Empat!” Tap! Tap! Tap! Tap!

“Lima!” Dor! Szubb! “Hehehe…! Hahaha…. Aku menemukan mu”

“Akhh! Si-si-siapa kau?!”

“Lihat saja sendiri”

“Kau?! Hikss… Kenapa kau melakukan semua ini?!”

“Karna kalian semua melupakan ku! Hiks! Hiks! Kenapa kalian begitu tega melupakan ku?”

“Ja-ja-Jangan bunuh aku. Aku mohon tolong bebaskan aku. Aku janji tak akan melaporkan ini pada polisi ”

“Baiklah, aku akan membebaskan mu!” “Larilah sejauh mungkin!”

Drap! Drap! Drap!

Dor! Dor!

***

-20.00, 27 Agus 2014.

“Ini sudah 10 hari Namjoon hyung pergi untuk selamanya, aku merindukan mu hyung. Ah, Tidak! aku merindukan Kalian semua. Dan Hoseok hyung sudah satu minggu dirumah temannya, bahkan ia tak pernah lagi kesini.” gumam Jimin menatap foto hyung’nya dan Jungkook yang tergantung didinding ruang tamu.

“Dan V main keluar gak ngajak-ngajak ku lagi, teman macam apa itu, Tega meninggalkan ku sendirian dirumah” lanjutnya menggerutu menatap foto V yang terpajang disamping foto hyung’nya.

“Ditemukan seorang mahasiswa bernama Jung Hosoek tewas dibunuh disebuah gedung kosong dengan luka tembakan didada dan dikepala. Ditubuh mayat juga ditemukan goresan huruf H. Diperkirakan pemuda ini tewas 2 jam lalu. Pihak polisi masih mencari pelaku pembunuhan berantai ini dan apa motiv’nya. Akankah polisi berhasil mengungkap misteri ini? Atau akan ada jatuh korban baru?” berita yang ditampilkan di tv itu, membuat Jimin tak percaya apa yang dilihat dan didengarnya “Hoseok?! Tak mungkin!” jerit frustasi Jimin.

Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!!!

“Jimin, buka pintunya!” teriak V menggedor-gedor pintu tempat tinggalnya dengan Jimin. Jimin yang mendengar teriakan V langsung bergegas membukakan pintunya.

Dengan cepat V masuk dan menutup kembali pintu itu. Jimin bisa melihat ketakutan diwajah V, sekujur tubuhnya dibasahi oleh keringat dan napasnya yang tak beraturan.

“Ini minum” Jimin memberikan segelas air pada temannya itu. Dengan cepat V mengambil air yang diberikan Jimin dan meminumnya.

“Hahhh… Hahhh… Dia mengejar ku lagi! Apa yang harus aku lakukan?!” cerita V memberitahu apa yang terjadi padanya.

“Kenapa kau begitu ceroboh?! Kau tau Hoseok hyung telah tewas dibunuh? Dan siapa lagi diantara kita?” bentak Jimin.

“Sial! Kenapa ini semua terjadi pada kita?! Apa kita pernah memiliki musuh?!” V benar-benar frustasi menghadapi semua masalah ini.

“Entahlah, tapi kita harus menghadiri pemakaman Hoseok hyung besok. Lebih baik kau sekarang tidur” Jimin berusaha tenang untuk V karna ia yang paling besar disini.

“Aku tak mau! Bagaimana kalau dia datang dan membunuh ku saat aku tidur seperti Namjoon hyung?!”

“Tidak akan! Aku akan menjaga mu!” Jimin berusaha menenangkan V.

“Terima kasih Jimin” ucap V sembari melangkah masuk kamar.

-08.00, 28 Agus 2014.

Jimin dan V menatap tajam kuburan Hoseok, dibalik kacamata yang mereka pakai mungkin menyembunyikan mata yang sembab. 5 teman mereka sudah tewas. Sekarang tinggal mereka berdua, mungkin ada lagi yang akan dibunuh. Entah siapa yang duluan?.

Sebuah senyuman picik terukir pada bibir seseorang yang menghadiri pemakaman itu. Senyuman kemenangan dan rasa puas telah membunuh kelima pemuda itu. Dan mungkin ada yang berikutnya!

Dari pemakaman Jimin dan V langsung pulang ketempat tinggal mereka. Walaupun ini masih jam 5 sore, mereka lebih merasa aman didalam rumah ketimbang diluar.

-21.00, 28 Agus 2014.

“V, aku sudah memikirkan semuanya. Sepertinya huruf-huruf itu memiliki arti” ujar Jimin pada V yang tengah asik main game.

“Apa?” tanya V tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Aku belum tau sih artinya. Tapi aku yakin huruf-huruf itu memiliki arti!” jawab Jimin, mendengar itu V lansung melempar Jimin dengan bantal yang ia duduki sejak tadi. Bukkk!

“Yak! Kenapa kau melempar ku?!” Bukk! Jimin membalas lemparan V. Bukk! Bukk! Bukk! Perang bantal antara mereka berdua pun tak bisa dihindarkan.

“ Kau itu berlagak seperti seorang detektif yang berusaha mengungkap kasus ini dengan mengandalkan kebodohan mu itu! Polisi dan detektif sungguhan saja tak berhasil mengungkap kasus ini.” ejek V disela-sela perang bantalnya dengan Jimin.

Bukk! “ Beraninya kau menyebut ku bodoh?! Tapi akan aku tunjukkan kalau detektif Jimin akan berhasil mengungkap kasus ini!” ujar Jimin percaya diri.

Bukk! “ Kau itu tak pantas jadi detektif. Tapi pantas’nya jadi ketua gangster atau pembunuhnya!”

Bukk! Bukk! Bukk! Jimin tak terima ejekan V, memukulnya bertubi-tubi “ Kenapa kau selalu meremehkan ku?! Kau saja yang jadi pembunuhnya biar aku bisa menembak mati mu!” teriak Jimin tepat di kuping V.

“Baiklah!” jawab V, Bukkk!!! “ Sepertinya detektif Jimin terkena tembak duluan! Hahahaha”

“Aku tak terima!” Teriak Jimin dan kembali memukul V dengan bantal. Bukk! Bukk! Bukk! Pertarungan bantal itu akhirnya berhenti setelah Jimin mengatakan“ Aku merindukan Jungkook dan hyungdeul, mereka akan selalu memarahi kita setiap kita berkelahi atau saat kita mengganggu Jungkook. ”

“Benar. Aku juga merindukan mereka ” ujar V “Sudahlah, aku mau tidur dulu. Beritahu aku kalau kau sudah mengetahui maksud dari huruf-huruf itu” lanjut V meninggalkan Jimin sendiri diruang tamu.

Jimin berusaha memecahkan teka-teki huruf itu. Walau jam menujukan pukul 3 pagi, tapi Jimin belum mau beranjak dari tempat duduknya.

“Huruf yang ditinggalkan pembunuh pada tubuh mayat, huruf G pada Jin hyung, Y pada Yoongi hyung, U pada Jungkook, N pada Namjoon hyung dan H pada Hoseok hyung. Jadi hurufnya G.Y.U.N.H! Apa ini nama orang yang dibunuh? Oke, Y-> Yoongi. N-> Namjoon. H-> Hoseok. Lalu G dan U, Jin hyung dan Jungkook nama orang itu tidak berawal dari huruf ini. Aaaa…. Aku tak mengerti ” Teriak Jimin frustasi.

“Tunggu dulu, 김석진 bukankah juga bisa dibaca G , jadi ini huruf ganti. Sedangkan Jungkook juga pakai huruf ganti berarti, 전정국, yang diambil huruf U diantara huruf G dengan K di akhir namanya. Benar seperti ini caranya, pembunuh itu mengambil potongan huruf yang terdapat di nama mayat. Jadi cara penyusunan’nya? Aku tak mengerti lagi! Wahai otakku berkerjalah” Jimin memukul-mukul kepalanya, berharap ia bisa memecahkan teka-teki ini.

“Apa ini sebuah nama? Lalu apa?.. Apa aku harus menyusun mengikuti yang dibunuh pertama kali? Apa GYUNH, apa artinya? Sepertinya bukan begini. Atau HNUYG, apalagi ini. GHUYN, tidak. GUHYN, ini juga bukan! V, kau mau kemana?” Kehadiran V mengalihkan perhatian Jimin dari kertas-kertasnya itu.

“Mau kemana? Lihat jam! Aku mau sekolah.” jawab V menujuk jam dinding. Jimin yang melihat jam baru sadar kalau hari sudah pagi, jam sudah menujukan pukul 7.

“Oh! sudahlah, kau berangkat sendirian. Aku malas sekolah hari ini” Jimin kembali sibuk dengan kertasnya. V yang mendengar itu langsung pergi, sudah biasa kalau Jimin sedang serius dengan sesuatu, ia tak bisa diganggu.

-17.00, 29 Agus 2014.

Jam kembali menujukan pukul 5 sore, Jimin belum juga berhasil memecahkan teka-teki itu. Hingga konsentrasinya buyar saat ponselnya bergetar menandakan pesan masuk.

Jimin kembali berkutik dengan kertas-kertasnya setelah membalas pesan V. Untuk beberapa saat Jimin hanya diam menatap huruf-huruf itu “ Kalau benar ini sebuah nama, sepertinya masih ada huruf yang kurang. Tunggu dulu! Kurang?… Kalau begitu apa ada lagi yang akan dibunuh?.. Tapi siapa?…” Tiba-tiba sebuah nama terlintas begitu saja di otak Jimin yang membuatnya cepat-cepat keluar rumah.

Jimin berlari sekuat tenaga menuju tempat yang ada dipikirannya. Tempat dimana seseorang bisa mengawasi keadaan sekitarnya dan tempat dimana seseorang yang memiliki nama yang ada di pikirkan Jimin. Yaitu sebuah gedung kosong disekitar daerah mereka tinggal.

“Hentikan! Ku mohon hentikan!” cegah Jimin setelah ia sampai diatas gedung menghentikan niat seseorang yang berdiri dipinggir gedung. Tapi orang itu hanya melemparkan sebuah senyuman pada Jimin.

***** Bersambung *****

Previous Chapter 1 / Next Chapter 3 

Advertisements

12 thoughts on “[FF Freelance] Dark&Wild (Three Shoot)

  1. Annyeong author haruko.. serius aku baca part ini seru banget hahaha
    jadi penasaran soal siapa korban selanjutnya tapi maunya sih V sama Jimin jangan mati buat nemuin pelakunya sama bongkar semua misterinya gitu..
    aku suka sekali ini ffnya serunya beneran seru.. nextnya di tunggu ya!! >_<

    Like

  2. jangan bilang kalo ini yang bunuh mau balas dendam sama mereka , oh ya aku mau saran nanti kalo beneran ini ada pembunuhnya coba buat cerita khusus dari sisi pembunuhnya . Cuma saran terserah mau dipakai apa enggak , gak sabar nunggu part selanjutnya ^^ Good job thor

    Like

  3. Entah kenapa pas liat hruf2 nya lngsung kebaca HYUNG wkwk. Dan entah kenapa ak mkir itu pesan di tujukan buat yg trakhir hidup. Yg lbih muda dari tae sama jimin. But who? Jungkook kan udah die. Aku nyoba nyari jwbn nya ga nemu masa @.@.ahh next chap thor jan lama…penasaran 😀 daebak thor

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s