Drabble · Horor · PG

[FF Project Urban Legend] Jin Version Wristband (Drabble)


Wristband- versi 2

Wristband- versi 2

Author: @Sandrachoii (Twitter, Instagram)

Title: Wristband (Gelang)

Main Cast: Kim Seok Jin (Jin Bangtan boys)

Genre: Horror

Rating: PG

Lenght: Drabble 953 words

Disclaimer: Idenya berawal dari sebuah urban legend Korea (Gelang merah) ada yang sudah tau mengenai urban legend ini?? Author akan mencoba untuk menjadikannya fanfic pendek “Drabble” dengan cast Kim Seok Jin member BTS.. di luar alur “Wristband” semua jalan cerita murni karya author..

Author Notes: Annyeong readers.. kali ini urban legend Jin version “Drabble” posting!!! Nextnya besok akan author post.. hahaha semoga fanfic author ini bisa menambah wawasan readers tentang urban legend.. bukan hanya urban legend jepang dan korea tetapi ada beberapa urban legend di berbagai negara yang menarik akan author tuliskan.. tetap ikutin project ini ya.. Happy reading ^^

 

Story:

Kim Seok Jin adalah mahasiswa tingkat akhir dalam universitas kedokteran yang cukup beruntung, sebelum kelulusannya namja itu telah di percaya menjadi dokter muda di salah satu rumah sakit besar di kota seoul,

Tentu sebagai dokter muda bukanlah hal mudah untuknya, setidaknya dia harus lebih bekerja keras dari pada dokter senior bukan? Hal itulah yang membuatnya mau tidak mau menjalankan shift malam untuk dokter jaga,

Jin menatap jam tangannya dengan beberapa kali menguap, pukul 02.00 KST waktu tepat untuk mengakhiri shift malamnya, pekerjaan hari ini membuatnya cukup lelah belum lagi penyelesaian tugas akhir yang akan membuatnya benar-benar menjadi dokter tetap di rumah sakit ini,

Suasana rumah sakit sedikit sepi karena seluruh pasien tentu sudah tertidur lelap dalam ruangannya sedangkan beberapa suster jaga juga tidak terlihat di jalanan menuju lift untuk menuju lantai dasar tempat Seokjin memarkir mobilnya,

“Dokter..tolong, infus saya macet..” penggilan seorang pasien menghentikan langkahnya, memang Jin adalah dokter yang mementingkan pasien, walau jam bekerjanya telah usai tetapi dalam kondisi darurat dia tidak mungkin memanggil dokter muda lain yang masih dalam jam kerja hanya untuk membetulakan infus macet atau sekedar memanggil suster untuk menganganinya, hal itulah yang membuat banyak pasien menyukai kecekatan kerja seorang dokter Kim Seok Jin di bandingkan dengan beberapa dokter lain, tentu nilai plusnya adalah dia terkenal sebagai dokter baik hati dan tampan.

Jin menuntun pasien itu untuk duduk di sebuah kursi depan ruangannya, dengan cekatan Jin meraih botol infus dari tangan pasien dan meraik sebuah tiang penyangga infus untuk meletakkan infusnya,

“Bagaimana bisa terjadi?” Tanya Jin pada seorang yeoja muda yang kini dalam masa penanganannya

Yeoja itu mengenakan baju pasiennya dengan warna putih serta rambut panjangnya yang masih terurai begitu saja, wajahnya sangat pucat tentu hal itu wajar karena orang sakit akan memiliki wajah yang pucat.

“Kenapa tetap tidak bisa??” Gumam Jin sedikit putus asa, beberapa kali namja itu membenarkan infus macet tetapi sama sekali infus itu tidak berjalan? Apakah ada sumbatan pada selang infusnya?

“Bagaimana dokter? Apakah sudah bisa?” Tanya yeoja itu dengan suara lirihnya,

“Entahlah, kejadian ini jarang terjadi.. akan ada dua kemungkinan jika infus tidak berjalan kalau bukan karena selangnya yang tersumbat berarti detak jantung yang berhenti dan aliran darah tidak berjalan yang membuat infus tidak mengalir secara normal,

Jin merasakan bulukuduknya meremang, yeoja itu menatapnya dengan tersenyum sedangkan perhatian namja itu tertuju pada sebuah gelang yang ada pada lengan kiri pasien,

Sebuah aturan rumah sakit ini membuatnya tercekat, seorang pasien akan mendapatkan gelang putih pada lengan kanannya yang berisi informasi mengenai nama pasien, penyakit pasien, kapan pasien mulai dirawat dan sebagainya, sedangkan untuk pasien yang sudah meninggal maka gelang putih itu akan di lepas dan di ganti dengan gelang warna merah di lengan kirinya yang berisi tentang nama pasien serta tanggal dan waktu meninggalnya pasien sebelum akhirnya jenazah di simpan dalam kamar mayat.

Gelang merah itu, tepat terpasang pada lengan kiri pasien yang kini berada di hadapannya, Jin mundur beberapa langkah sebelum akhirnya dia menyadari  ruangan di hadapannya bukanlah ruangan rawat inap, tepat pada pintu tertulis “Kamar Jenazah” Jin mundur perlahan, senyum yeoja itu terlihat lebih mengerikan,

“Huuaaaaaa………” Teriaknya lalu berlari ke arah lift

***

Namja itu beberapa kali menekan tombol lift untuk turun pada lantai dasar dengan sesekali mengusap keringat dingin di dahinya, saat pintu lift terbuka membuat namja itu sedikit lega.

Lift terhenti di lantai 4, seorang nenek-nenek masuk kedalamnya dan tersenyum padanya, Jin tersenyum singkat untuk menutupi rasa takut tentang hal yang baru saja dia alami. Saat lift tertutup dan kembali berjalan, lift terhenti di lantai 3, seorang kakek-kakek masuk kedalamnya tanpa menoleh sama sekali ke arahnya, tatapannya dingin dan terkesan misterius,

“Ayolah.. jangan menggangguku..” Gumamnya perlahan berharap kejadian tadi tidak akan terulang, sebuah rutukan dari mulutnya tanpa dia sadar terdengar oleh kakek-kakek itu, kakek-kakek itu menatap Jin kesal mungkin karena terganggu olehnya yang membuat Jin menunduk untuk menghindar dari sorot mata tajam kakek-kakek itu,

Lift terhenti tepat pada lantai 3, saat kakek-kakek itu akan turun sesuatu mengerikan membuatnya kembali tersadar, sebuah gelang merah terpasang pada lengan kiri kakek-kakek itu, Jin menahan nafasnya berharap kakek itu agar segera turun, saat kakek-kakek itu keluar dari lift, yeoja tua yang berada di samping Jin mengikutinya keluar. Seketikan Jin menarik tangan yeoja tua itu untuk tetap masuk dalam lift bersamanya sebelum lift kembali tertutup

.

“Ya! Dokter, apa yang kau lakukan? Aku harus turun di lantai 3..” Bantaknya pada Jin

Jin mengatur nafasnya sejenak, berpikir bagaimana cara menjelaskan hal ini pada nenek-nenek di sampingnya,

“Maaf, halmeoni.. aku harus menyelamatkanmu, sebelum kakek-kakek itu keluar aku melihatnya mengenakan gelang merah pada lengan kirinya, dia bukan manusia. Peraturan rumah sakit ini pasien yang masih hidup harusnya mengenakan gelang putih pada lengan kanannya sedangkan pasien yang sudah meninggal mengenakan gelang merah pada lengan kirinya..”

Jelas namja itu pada akhirnya membuat nenek itu melihatnya dengan beberapa kali mengangguk,

“Gelang merah?” Tanya yeoja tua itu sedikit tidak mengerti, Jin hanya menganguk mendengarnya,

Beberapa saat setelahnya nenek tua itu menunjukkan sesuatu pada lengan kiri miliknya,

“YA! DOKTER, APAKAH GELANG MERAH YANG KAU MAKSUD ADALAH SEPERTI INI?”

THE END

Advertisements

38 thoughts on “[FF Project Urban Legend] Jin Version Wristband (Drabble)

  1. Hiiiiii…serem bnr thor rumah sakitnya… ngeri tiba” infus macet t’nyata itu mayaaatt
    aigooo bgs thor seremnya ini dr awal smp akhir,
    suka endingnya pas nenek” itu.

    Like

    1. Annyeong baekkyu, gomawo sudah mampir baca juga komen, hahaha tanggungjawab apa? Hayo author malah ngetik model gini sampe 7versi demi kalian(?) padahal juga takut >.< makanya sering mampir ya kasian author nih udah pengorbanan ketakutan ngetik horor #modus hahaha
      Saranghae byunbaek :*

      Like

  2. Iniiii nihh urban legend paling serem mnurut q,, tapi aku baru tau urban legend ini thor kereen lah merinding bnget.. versi lain kapan thor ??

    Like

    1. Ini memang gk seberapa terkenal baru kalo cari2 di mbah google akan nemu hahaha iya yg ini memang urban legendnya lumayan serem XD versi lain besok ya yg V nanti yang jimin menyusul.. gonawo ^^
      Saranghae..

      Like

  3. Wow wow seremnya tuh di kamar jenazahnya plus nenek sama kakek itu di indonesia ada nenek gayung sama kakek cangkul , bagus alurnya aku harap ada yg agak panjangan jangan drabbel

    Like

  4. Wah dokter muda jin :3 serius San unnie, pas baca ini pas malem2. Ini bkin merinding, serius. Jin nya ceroboh aja dsni, jadi dia suka gasadar sma hantu 😦 overall aku suka! Dtggu versi lain~^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s