Angst · sad

You don’t know love


  • Title: You Don’t Know Love
  • Author: minariFini
  • Main Cast: Oh Sehun and You (Oc)
  • Support Cast: –
  • Genre: Angst,  sad
  • Duration (Length): 2327 word / OneShoot
  • AN :  holla, ini cerita udah lama aku tulis kkkk tapi belum aku post di sini. tapi udah aku post di FB sama beberapa wpku. tokoh utamanya yaitu kalian (YOU) aku sengaja memakai sudut pandang orang kedua, ya aku berharap kalian bisa merasakan apa aku tulis disini ^^, apakah ini pengalaman pribadi author? hmmm mungkin XD so langsung aja ya , enjoy ^^

 

_______________

 

Matamu sedang sibuk membaca ulang resep yang ada di dalam ponselmu. Kau sudah menghabiskan malammu untuk mencari resep coklat yang tepat untuk kau berikan kepada kekasihmu di hari valenten besok. Ya kau sangat bersemangat sekali untuk membuat coklat untuknya, kau tidak akan mudah menyerah dengan hubungan ini. memang, kau menyadari hubungan dengan kekasihmu sangat tidak biasa, kekasihmu bukanlah tipe orang yang romatis ataupun peka dengan perasaanmu. Ya dia selalu bertindak semaunya dan terkesan seperti anak kecil. Tapi itu tidak masalah untukmu karena kau ingin sekali bisa mengerti keadaanya dan kau ingin sekali bisa masuk ke dalam dunianya.  Meski dia selalu berhasil membuatmu terluka karena sikap kenak-kanakkannya, kau akan terus bertahan, bersabar dan berharap suatu saat nanti dia akan mengertimu kedaanmu. Ya tentu kau sangat tahu, cinta tidak butuh balasan namun dalam setiap hubungan tentu diperlukan rasa pengertian satu dengan yang lainnya dan itulah hal kau inginkan terjadi di dalam hubunganmu dengan kekasihmu. Kau masih mengingat bagaiman ia menyatakan perasaannya kepadamu dan kau tentu ingat juga bagaimana reaksinya setelah kau menyatakan ‘Iya’ menyatakan kau bersedia sebagai kekasihnya. Kau sangat ingat betul ia melompat kegirangan dan memelukmu erat dan membisikkan kata aku suka kamu. Dan saat itulah kau merasa duniamu lengkap, memilikinya sebagai kekasihmu dan kau juga merasa mempunyai orang yang sanggup mendengarkan keluh kesahmu atau berbagai cerita namun sanyang dia tidak begitu, ia juga bukanlah orang yang sanggup mendengarkan keluh kesahmu , yang ia bisa lakukan adalah hanya acuh terhadap masalah yang kau hadapi dan ia hanya melihatmu saja ketika kau sedang bergelut menyelesaikan masalahmu sendiri. ironis memang, kau sangat mencintainya dan kau sangat mengerti keadaanya namun apa yang kau dapat tidak sebanding dengan apa yang kau terima saat ini. entah apa yang mendorongmu bertahan di tengah hubungan yang tidak sehat ini? Apakah cinta? Mungkin saja. Tapi jauh di dalam hatimu cinta bukanlah seperti ini…. hanya kau yang sangat mencintainya dan dirinya? entahlah, kau sangat takut jika mengetahui kenyataan bahwa dia sudah tidak mencintaimu lagi dan yang terjadi sekarang adalah one side love. Ya hanya dirimu yang mencintainya, tapi dia tidak.

“Ah, i’ve found it.” Kau menggum setelah menemukan resep yang cocok untuk coklat valenten besok. Kau segera bangkit dari kasurmu dan kau berjalan mendekati almari kamarmu. Kau segera mengambil jaketmu dan dompetmu. Kau tidak akan menyianyiakan waktumu, kau akan membeli bahan-bahan untuk membuat coklat.

Kau memang mungkin sedikit gila, namun kau tidak peduli itu. Kau memberanikan diri untuk berjalan menuju supermarket yang letaknya sedikit jauh dari flatmu tanpa memperdulikan keselamatan dirimu dan keadaan cuaca yang dingin. Hey ini sudah hampir tengah malam dan kau kau sedang berjalan melewati jalanan yang mulai tampak sepi dan gelap hanya untuk membeli bahan coklat valenten.  Kau mengetatkan jaketmu untuk menahan dinginnya malam itu dan berusaha untuk terus memberanikan diri, satu hal yang ada dipikiranmu adalah membayangkan wajahnya saat memakan coklat buatanmu dengan senyum cerianya, ya hanya dirinya yang sanggup membuatmu melakukan hal konyol ini. Kau hanya bisa berdoa pada Tuhan semoga kau selamat dan tidak terjadi sesuatu padamu.

~~

kau menghela nafas lega ketika kau berhasil kembali  dengan selamat di flatmu tentunya dengan membawa kantung belanjamu. Kau melihat jam didinng ini sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Tentu kau segera berlari menuju dapur dan menyiapkan semuanya, kau hanya berharap semoga kau tidak terlambat dan coklat yang kau buat bisa jadi tepat waktu.

 

____________________

Kau mengigit bibirmu gugup, saat ini kau sedang menunggunya datang. Kau dan dia telah menentukan tempat untuk menghabiskan hari valenten ini bersama. kau sedang duduk di bangku taman sambil menahan hawa musim dingin. Pikiran nakal mulai merasukimu, kau mulai takut jika ia lupa dengan janjinya. Dan ya ketakutanmu semakin menjadi ketika kau mengatahui kau sudah menunggunya hampir tiga jam lebih lima puluh lima menit. Namun tetap kau maish bertahan di posisimu dan terus berusaha untuk menetralkan pikiran negatifmu. kau tidak peduli dengan kondismu yang kurang baik saat ini, karena kau hampir tidak tidur hanya untuk  membuat coklat itu. dan inilah kau, kau menunggunya dan berusaha untuk menahan rasa kantukmu.

Kemudian kau mengambil ponsel yang ada di sakumu dan kau berniat untuk menelponya, namun kau ragu. Bagaimana kalau dia masih tidur? Atau dia masih sibuk? Itu tidak mungkin, ini sudah jam sebelas siang tidak mungkin dia masih tidur. Dengan perasaan yang campur aduk kau mulai menekan nomor ponselnya dan mendekatkan ponselmu ke telingamu. Kau mendengarkan nada sambungnya dan berharap ia menerima telponmu. Harapanmu pupus ketika dia tidak menjawab teleponmu, kau menelponnya lagi dan hasilnya sama.

Kau mulai putus asa dan ingin sekali menangis, apakah ia akan selalu bersikap seperti ini padamu. Tapi kau memang keras kepala dan bodoh, kau terus menunggunya di sana. Menunggu kekasihmu datang, entah sampai kapan kau sanggup menunggunya seperti ini. kau melihat foto walpapermu dengannya, kau tersenyum meris melihat foto itu. itu adalah foto pertama yang kau punya setelah kau menjadi kekasihnya, di sana kau dan dia tersenyum senang dan memiiki pose yang sama yaitu membuat tanda peace dan meletakkannya di pipi kanan kalian. Terliahat sangat sempurna bukan?

Ya memang di awal kehidupan sebagai sepasang kekasih sangatlah menyenangkan, dia selalu nampak perhatian padamu dan ia berhasil membuatmu senang ketika bersamanya.  Dan kau merasa kau adalah gadis yang beruntung memilikinya, namun sayang hal itu tidak bertahan lama. Dia mulai berubah sejak dua bulan yang lalu dan kau tidak tahu apa penyebabnya, apakah kau mulai membuatnya bosan? Entahlah, kau tidak sanggup menjawabnya.

Tanpa kau sadari air matamu jatuh, kau terus bergulat dengan pikiran dan hatimu. Kau mulai capek dengan semuanya, logikamu mulai menyuruhmu untuk menghentikan hubungan konyol ini dengannya dan sedangkan perasaanmu hatimu berkata kau harus bertahan. Ini memang sangat menyakitakan untukmu, dia selalu berbuat hal yang sama padamu dan ia tidak pernah menyadari bahwa ia telah menyakitimu.  Kau menghapus air matamu yang  mulai berjatuhan hatimu sangat sakit mengetahui hubunganmu dengan kekasihmu yang semakin hari semakin memudar.

Brrrrttt’ brrrrt’

Tiba-tiba suara ponselmu berbunyi dan kau segera meraih ponselmu, kau melihat ada sebuah pesan. Tanpa pikir panjang lagi kau membuka pesan itu dan membacanya.

Lv-Sehun [12:34 a.m]:  hey untuk apa kau menghubungiku? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?

You [sent 12:37 a.m]: kau di mana? Aku sedang menunggumu di taman.

Kau masih terisak, dia belum membalas pesanmu barusan. Kau terus menunggunya membalas pesanmu. Kau ingin pergi meninggalkan tempat ini, kau merasa sangat tolol yang selalu menunggunya seperti ini. tapi sayang kenyataan yang terjadi adalah kau tetap duduk di tempat yang sama dan terus menunggunya, kau terus berharap ia akan datang.

Brrrrt’

Akhirnya ponselmu berbunyi dan dengan cepat kau membuka pesannya.

Lv- Sehun [1:25 a.m] : aku di dorm, untuk apa kau menungguku di sana?

___________________

Kau menghela nafas, kau beruntung sekali memiliki rasa kesabaran yang tinggi terhadap kekasihmu. Mungkin jika bukan karena kesabaranmu yang tinggi ini kau mungkin tidak akan perna bisa bertahan dengan sikap Oh Sehun, your lovely boyfriend. Kau mendudukkan dirimu di sampingnya dan meletakkan coklat valentenmu. Dia masih fokus dengan game online yang ada di komputernya.

“Aku membawakan coklat untukmu.” Katamu pendek dan menatapnya.

“Ah thanks.” Jawabnya singkat dan matanya masih terfokus melihat layar komputernya. Hatimu sakit, sangat sakit. Kau ingin menangis, dia mengatakan terimakasih yang  terkesan tidak menghargai usaha kerasmu membuat coklat ini dan ia juga tidak menyadari kesalahannya yaitu melupakan janjinya dan membiarkanmu menunggu berjam-jam di taman.  Kau mulai ragu untuk bertahan dengannya. “Tunggu sebentar untuk apa kau membawakanku coklat?” hatimu terasa semakin nyeri mendegarnya berkata seperti itu. kau hanya terdiam dan menunggunya untuk menyadari sesuatu “Ah… hari ini adalah hari valentain.” Ia menghentikan sejenak gamenya dan menatapmu. “Terimakasih chagi.” Kau masih terdiam dan tidak lama kemudian ia melanjutkan bermain game. Ia masih tidak menyadari kesalahannya kali ini.

 

Untuk beberapa saat tidak ada di antara kalian yang angkat bicara. Kau hanya melihatnya bermain game dan sehun benar-benar sangat sibuk dengan game konyolnya. Setelah membuat kau menunggu berjam-jam di taman belum ada kata maaf yang terlontar dari mulut sehun, kau sendiri hanya bisa diam dan terus menunggunya mengatakan sesuatu. Ini sudah hampir satu jam semenjak kau memutuskan untuk datang ke dorm sehun dan sekarang kau telah menghabiskan banyak waktu hanya menunggunya bermain game online.

 

“Ah shit!” Kau mendengar sehun jengkel karena dia hampir kalah di gamenya. Kau tetap memilih untuk diam. Kau sedang marah? Ya tentu marah, kecewa, sedih itulah yang sedang kau rasakan dan sakit karena sehun benar-benar tidak mengerti apa yang sedang kau rasa saat ini. “Ah chagi-ah aku baru ingat, maaf telah membuatmu menunggu di taman.” Katanya tanpa melihat ke arahmu, tapi meski sehun begitu kau merasa lukamu sedikit hilang, setidaknya ia sudah menyadari kesalahannya.

 

“Tidak apa-apa.” Yup kau benar-benar sangat naïve. ” Kau seharusnya memberitahuku jika kau tidak bisa datang lain kali.” Kau tersenyum kepadanya.

 

“Ah iya kau benar, kau tahu aku terlalu sibuk dengan game ini. Aku tidak ingin dipermalukan oleh lawanku di sana. ” Kau menyesal, kau sangat-sangat menyesal mendengar perkataan sehun dan kau sangat menyesal karena bersikap naïve kepadanya. Kau tahu, kau sangat tidak penting bagi sehun, lihatlah dia lebih memilih game dibandingkan dirimu, dan dia juga telah membuatmu berjam-jam menunggu sambil menhan hawa dingan hanya untuk memenangkan game konyol itu. Kau sangat bodoh!

 

Air matamu menetes, rasanya seluruh usahamu tidak dihargai di matanya. Dan tentu meski kau memulai meneteskan air mata lebih banyak sehun masih tidak memperdulikanmu. Ia masih sangat sibuk bermain game dan tertawa sendiri jika ia mulai mendapatkan point.

 

“Are you okay?” Sehun bertanya padamu, kau hanya mengangguk bertanda baik-baik saja dan terus menundukkan kepalamu agar sehun tidak melihatmu menangis. Tiba-tiba sehun mengambilkan sekotak tissue untukmu. Kaupun segera mengambil beberapa lembar tissue yang telah di letakkan sehun di mejanya. Kau mengahapus air matamu dan kemudian kau melihat sehun kembali asik bermain gamennya. Kau menghela nafas berat. Ini benar-benar sangat melelahkan.

 

Kau terus menunggunya, entah sampai kapan sehun akan berhenti bermain game konyol itu. Dan setelah itu hampir semua kejadian hari ini (yang telah kau lalui) tiba-tiba bergerak sangat cepat. Dan logikamu mulai menang melawan perasaan konyolmu terhadap sehun, kau capek, kau lelah, kau kecewa dan kau ingin di mengerti tapi dia tidak sanggup mengertimu. Tentu kau harus berterimakasih atas mulut manismu kali ini. Kau berharap semoga kau tidak akan menyesal di kemudian hari. Karena kau masih sangat mencintainya, tapi apa mau dikata keadaan berbanding terbalik dengan apa yang kau inginkan. Kau ingin bertahan namun, entahlah…

 

“S-sehun.” Kau memanggilnya. Dia hanya menggumam dan tetap bermain gamenya. “Apakah kau sudah bosan denganku?”

 

“Tidak.”

 

“Apakah kau masih menyukaiku.”

 

“Tentu.”

 

“Apakah kau masih ingin terus bersamaku?”

 

“Wae? Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu.” Dia bertanya padamu sambil  menghentikan gamenya dan sekarang ia melihatmu. Kau menelan ludah.

 

“Tidak aku hanya ingin mendengarkan jawabanmu, kau bisa berkata jujur padaku.” Sejenak sehun tidak menjawabmu dan perlahan ia kembali memperbaiki posisi duduknya mengahadap ke layar komputernya.

 

“Jawabanku adalah tidak.” Jantungmu tercekat, inilah jawaban yang ingin kau dengar bukan? Tapi entah mengapa rasanya sangat sakit.

 

“Baiklah, aku mengerti.” Kau menarik nafas berat dan berusaha untuk tidak terdengar lemah, kau berusaha untuk menahan tangisanmu. “Semuanya telah berakhir, selamat tinggal sehun.” Kau berdiri dari kursimu dan bersiap untuk pergi.

 

Sehun masih tetap bermain game di sana, dan dia juga tidak peduli dengan dirimu yang sekarang sudah berjalan mendekati pintunya.

 

Langkahmu terhenti dan kau melihat sehun sejenak. Kau sedih, nampaknya sehun memang sudah tidak mencintaimu ataupun menyukaimu , karena dia tidak mencoba menahanmu pergi. Dia juga tidak melihat ke arahmu. Dia masih tetap di posisinya dan terus bermain seakan kau memang sesuatu yang penting baginya.

 

“Bye..” Kau bergumam, dan sekarang air matamu berjatuhan. Kau keluar dari dormnya sambil berlari.

 

Hatimu sudah hancur mengetahui kenyataan ini. Semuanya telah berakhir, kisah cintamu dengan sehun sudah berakhir. Mulai hari ini dan seterusnya kisahmu dengannya hanya bisa menjadi kenangan. Sembilan bulan bersamanya dan semuanya telah berakhir seperti ini, kau benar-benar telah menyerah dengan semua keadaan ini. Kau hanya berharap semoga kau tidak menyesal dengan keputusanmu kali ini.

 

Kau terus berlari menuruni tangga sambil terus menangis tanpa memperdulikan langkahmu. Dan tiba-tiba kau menabrak seseorang di sana. Kau terjatuh begitu juga dengan laki-laki itu. Kau segera berdiri dan meminta maaf karena kecerobohanmu. Kau membantu laki-laki itu untuk berdiri dan merapikan beberapa buku dan kertas-kertasnya.

 

“Maafkan aku..” Katamu yang masih terisak. Kau membungkukkan dirimu dan meminta maaf berulang kali.

 

“Aku tidak apa-apa, jangan khawatir. Bagimana dengan dirimu.” Jawabnya.

 

“A-aku baik-baik saja.” Jawabmu ” aku harus pergi, maaf.” Kau membungkukkan diri dan segera pergi dari laki-laki itu.

 

“Hey, kau kekasih sehun bukan?” Dia mengenalmu, memang Laki-laki itu nampak familiar untukmu tapi kau tidak peduli dengannya, karena hatimu masih sangat hancur untuk mencoba mengenali laki-laki itu. Tanpa pikir panjang lagi kau pergi dan berlari meninggalkan laki-laki itu yang sekarang mulai memanggil namamu.

 

“Hey.. Kau menjatuhkan sesuatu.” Itulah kata terakhir yang kau dengar dari mulut laki-laki itu. Kau tidak peduli dan kau terus berlari keluar dari dorm sehun. Kau membuat janji bahwa kau tidak akan pernah melihat ke belakang. Kau akan meninggalkan kenangan sembilan bulan dengan sehun.

 

Dan sesampainya kau di flatmu kau baru menyadari apa yang telah hilang darimu, pertama sehun dan benda yang selalu kau bawa, yaitu sebuah gantungan kunci micky mouse pemberian dari sehun.

 

Entah itu tanda atau bagaimana yang jelas nampaknya memang hubungan denganmu dan sehun tidak bisa bertahan lagi. Dan kau memang harus melepaskannya.

 

-end-

 

AN:

 

 

Bagaimana menurut kalian? Aku akan menunggu saran dan kritik dari kalian. Cerita ini agak sulit, soalnya aku memang ga bisa dapat feel kalau kena sad ending. Tapi ya, aku ingin mencoba. Oleh sebab itu aku butuh saran dan kritik dari kalian buat improve skill nulis aku ^^

 

Dan maaf ya guys, kalo ceritanya g seberapa bagus. Dan terimakasih banyak udah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ga’ jelas ini heheheh..

Love you all^^

 

Sampai jumpa di cerita selanjutnya, kayaknya cerita selanjutnya masih sehun sebagai tokoh utamanya(tp beda cerita) xD

 

Mumumumumu

 

Minarifini

Advertisements

One thought on “You don’t know love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s