Chaptered · Comedy · fluff · PG -15 · PG 17+ · Series

Miss Taxi


1925176_752589498092996_1140291177_n

  • Title: Miss Taxi- Part 1
  • Author: minariFini
  • Main Cast: Im Yoona , Choi Siwon
  • Support Cast: Park Jungso , Min Hwe Ji
  • Genre: Comedy, Drama, Fluff
  • Duration (Length): 6678 word / Chaptered
  • AN : well ini juga ffku udah agak lama, aku sengaja buat ff Yoona dan Siwon sebagai tokoh utama karena ada temenku yang minta, well ya aku buatin tuh atu kkkk sapa yang YoonWoon shipper di sini kkk kalo ada sempertin waktu buat baca ya ^^ dan ah satu lagi ini meski ff udah lama aku belum sempet nulis buat endingnya so yeah sangat dibutuhkan sekali saran dan kritik untu ff ini ^^ okay itu saja dari saya, Enjoy ~~~

_____________

Chapter  1/ 2 / 3/ 4

ONE

“Apa!!” suara yoona meninggi dua oktav dan ia menatap wajah atasannya tidak percaya. Ia sangat terkejut mendegar ucapan dari atasannya. Ia tidak mengerti mengapa ia harus diberhentikan sepihak seperti ini. Apakah ini karena ulah salah satu penumpang sialannya beberapa minggu lalu? “Tuan, apakah aku dipecat?” Ulang yoona. Atasannya hanya melihatnya sekilas dan menghisab rokoknya kembali.

“Aku tidak memecatmu. Hanya saja, kau harus berhenti sebentar sebagai supir taxi. Apa kau tidak faham dengan apa yang kukatakan tadi.”

“Berhenti sama dengan aku dipecat.” Kata yoona memelas. Ia tahu siapaun tidak akan pernah tahan dengan gaya aegyonya ini. Dia sengaja melihat atasannya dan memamerkan jurus andalannya itu. “Tuan, kau tahu, aku tidak pernah melakukan kesalahan.”

“Kau lupa, kau pernah membuang seorang penumpang.” Kata atasannya dan membuat yoona menelan ludah gerogi.

“Dia yang memulai tuan.” Jawab yoona memelas dan memamerkan aegyo powernya. “Maafkan aku tuan, tolong jangan pecat saya. Aku masih harus membayar uang kuliahku.”

Atasannya memejamkan matanya ia tidak ingin terpengaruh oleh aegyo yoona. Perlahan ia membuka matanya dan menarik nafas sebelum memberikan jawaban.”Yoona hentikan itu, aku tidak memecatmu. Datanglah ke alamat ini. Kau akan tahu alasanku.”

“Tapi…”

“Aku tidak menerima komplain.” Kata atasannya tegas dan membuat yoona menurutinya. Dengan perasaan yang tidak bisa terlukiskan yoona mengambil sepucuk surat yang bertuliskan sebuah alamat.  Yoona hanya menarik nafas lemah dan berpamitan keluar dari ruangan atasannya.

_______

Mulut yoona terbuka lebar ketika melihat  bangunan megah di depannya.  Ini adalah salah satu mansion termewah yang pernah ia lihat. Tentu bukan orang sembarangan yang sanggup menempati bangunan mewah ini.

Yoona menelan ludah gerogi sebelum ia memasuki mansion itu. Ia menata kembali bajunya, dan gahhh dia terlihat tidak siap dengan kenyataan ini. Yoona hanya memakai baju seadanya, ia hanya memakai celana denim polos diikuti kaos putih yang ditutupi oleh kemeja kotak-kotak berwarna pink. Kemudian yoona melepas topinya dan menyisir rambutnya dengan tangan. Semoga para petugasnya tidak menganggapnya sebagai tukang minta sumbangan.

Setelah yakin ia memberanikan diri untuk berjalan mendekati pagar mansion itu. dan tepat sesuai dugaan, ia tidak mudah memasuki mansion itu dia harus melewati seorang security dengan postur yang melebihi ukuran tubuhnya. Ahjussi yang ada di depannya itu terlihat sangat garang.

“Maaf kami tidak menerima sumbangan atau apapun bentuknya.” Kata security itu.

“Aku tidak meminta sumbangan, aku hanya ingin menemui seseorang dengan nama ini.” Ucap yoona berusaha untuk tidak takut dan ia memberikan sebuah kertas kecil. Di kertas itu tertuliskan sebuah nama.

“Ada perlu apa kau menemui Mr. Choi?” Nah ini dia, pertanyaan sulit. Yoona sendiri saja tida tahu apa urusannya datang ke sini. Ia hanya menuruti perintah atasannya. Dan yoona sendiri tidak kenal dengan nama seseorang yang ada di kertas itu.

“Engg anu a-aku di suruh oleh eughmmm…” Yoona sedang berfikir keras untuk membuat sebuah alasan. Namun entah mengapa otaknya tidak bisa diajak untuk bekerja sama saat ini, ia tidak memiliki ide untuk membuat sebuah alasan logis. Mengatakan sebenarnya bahwa ia di suruh oleh atasannya untuk datang kemari? Haha itu tidak mungkin. Bagaimana bisa ahjussi yang ada di depannya ini percaya?

“Kau nampak seperti seorang kriminal, pergi sana!!” Usir ahjussi itu sambil mendorong-dorong dirinya. Itu adalah sebuah penghinaan tentunya sehingga membuat yoona memberanikan diri untuk mengatakan sebenarnya.

“Tapi ahjussi, aku harus menemui Tuan Choi Aku disuruh oleh Tuan Ahn….”

“Tuan Ahn? Ahn Jae Hyun. Hahah kau pasti bercanda.” Potong ahjussi itu sambil memasang wajah memaki yoona. “Tuan muda tidak mungkin mengenalmu.” Imbuh ahjussi itu sambil mendorong yoona menjauh.

“Tapi ahjussi, aku yakin tuan mudamu pasti menganalku.” Yoona berteriak dan berusaha untuk melawan ahjussi gendut itu.

“Aku tidak peduli pergi kau…”

“Ahjussi, aku mohon…” Kalimat yoona terputus ia sedang berusaha untuk melawan ahjussi yang berbadan kekar itu. Ia tahu kemungkinan menang dari ahjussi itu sangat kecil namun, apa salahnya mencoba bukan?. Yoona terus berusaha meski ia terjatuh terus menerus namun ia tetap tidak mau menyerah.

“Kau ini keras kepala sekali.” Kata ahjussi itu sambil mendorong yoona hingga jatuh.

Yoona hanya mengumpat ahjussi sialan itu. Ini sakit sekali, ia terjatuh dan pantatnya menyentuh tanah yang rasanya tidak empuk. Yoona mengehela nafas sebal dan melihat ahjussi itu tersenyum memakinya.

“Pergi kau!!” Itulah perintah terkahir dari ahjussi itu dan berhasil membuat yoona kesal. Ia pun akhirnya berdiri kemudian ia membersihkan bajunya yang kotor. Yoona memutuskan untuk pergi, ia tidak akan peduli dengan seorang yang bernama Mr.Choi itu.

Yoona mengerutkan bibirnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan ahjussi sialan itu, namun sesuatu menahan yoona pergi.

“Tunggu sebentar nona, nona Im.” Langkah yoona berhenti ketika namanya dipanggil. Yoona segera memutar kembali tubuhnya untuk mengetahui siapa yang memanggilnya. Yang jelas bukan ahjussi sialan itu.

“Aku?” Kata yoona sambil menunjuk dirinya sendiri. Yoona melihat seorang lelaki paruh baya yang tersenyum kepadanya. Lelaki itu terlihat ramah dan ahjussi yang menyuruh yoona pergi tadi nampak menundukkan kepalanya di belakang tubuh lelaki paruh baya itu.

“Iya anda nona Im yoona. Tuan mudah sudah menunggu ada.” Katanya lembut.

“Apa? Tuan mudah?”

“Iya, silahkan ikuti saya. Maaf atas perlakuan tidak hormat tadi.” Kata lelaki paruh baya itu sambil melirik ke arah ahjussi itu. Ahjussi itu semakin menundukkan kepalanya takut.

Yoona terdiam dan hanya tersenyum kepada lelaki paruh baya itu. Perlahan ia mengikuti lelaki paruh baya itu memasuki gerbang menuju bangunan super megah itu. Sebelum ia masuk, yoona menjulurkan lidah ke arah ahjussi sialan itu, yoona ingin sekali tertawa melihat muka ahjussi tadi memerah karena malu. Tidak hanya itu saja yoona mengengatai ahjussi itu dengan sebutan ‘bye paman dungu wek’ sedangkan ahjussi itu hanya sanggup menahan amarahnya sambil mengepalkan tangannya.

________

Yoona benar-benar takjub melihat isi mansion itu. Ia hampir tidak bisa menutup mulutnya, mulutnya terus terbuka lebar melihat semua perabotan mewah yang ada di dalam mansion itu.

Kaki yoona terus mengikuti lelaki tua itu. Lelaki tua itu mengajaknya menuju ruang tengah di mansion itu dan kemudian ia menyuruh yoona untuk duduk di sofa. Yoona mengikuti perintah lelaki tua itu.

“Nona, tolong tunggu di sini. Saya akan memanggil tuan muda.” Kata lelaki tua itu santun dan ia berpamitan kepada yoona.

“Engg tunggu sebentar, boleh saya tahu siapa nama anda?” Tanya yoona sambil mengatur segala tata bahasanya.

“Jung.”

“Ne jung ahjussi.” Balas yoona sopan. Dan kemudian paman jung pergi meninggalkan yoona.

Entah mengapa yoona mulai gugup, banyak pertanyaan yang terlintas di benaknya. Ia mulai panik karena hayalan gilanya mulai menguasi dirinya. Ini adalah efek yang timbul karena dia terlalu banyak menonton drama. Bagaimana ini jika tuan muda itu mengajakku menikah? Aku benar-benar belum siap dan aku tidak mungkin menikahi lelaki yang belum aku kenal bukan? Tapi dia sangat kaya kyaaaaaa — yoona menampar-nampar mukanya sendiri, ia tidak ingin hayalan konyolnya ini berlanjut sampai membuatnya gila.

“Selamat datang miss taxi.” Suara seorang lelaki itu berhasil membuyarakan lamunannya.

Dengan sangat terkejut yoona berdiri dari tempat duduknya dan melihat lelaki berbalutkan kemeja putih rapi berdiri di depannya sambil tersenyum jail ke arahnya.

“Kau!!” Pekik yoona tidak percaya dan dalam hitungan detik semua memori tentang lelaki itu terulang lagi di benak yoona. Sedangkan pria itu hanya tersenyum jahil dan mendudukkan dirinya di sofa  depan yoona.

~~

“Tuan jika anda terus menggoda saya, saya tidak segan-segan untuk melaporkan polisi.” Kata yoona dengan suara mengancam. Ia segera mengambil ponselnya dan menekan nomor polisi.

“Aku tidak menggodamu, aku hanya menga….”

“Hallo, polisi, ada seorang pria hidung belang sedang menggodaku. Aku mohon anda cepat menindak lanjut kasus pelecehan ini dan aku sedang berada di…..”

“Cukup..cukup h-hentikan. ” Potong lelaki hidung belang itu dan kemudian yoona melihat pria berumur 40th itu yang tengah sibuk mengambil uang di sakunya. ” A-aku berhenti di sini s-saja.” Yoona tersenyum puas bisa menang dari pria hidung belang ini.

Tanpa pikir panjang yoona menepikan mobilnya dan segera pria itu keluar sambil memberikan uang sesuai dengan argo.

“Bye ahjussi..” Yoona tertawa melihat pria itu keluar dan yoona menghela nafas kemudian mengambil uang itu.

Saat itu masih menunjukkan pukul 10:49 waktu korea dan tentu masih terlalu awal untuk kembali ke tempatnya untuk menyetorkan uangnya. Jadi yoona memutuskan untuk mencari penumpang lagi.

Yoona menyalakan radio di dasbor taxinya untuk mengilangkan rasa sepinya. Kemudian ia mengemudikan taxinya ke daerah gangnam. Yoona terlihat tersenyum ketika ia berhasil menemukan saluran kesukaannya dan kebetulan saluran radio itu sedang memutarkan lagu salah satu boyband yang terkenal. Yoona menggumamkan lagu itu ia terlihat sangat menikmatinya.

Tidak lama kemudian mobilnya sampai di daerah itu, yoona mengendarai mobilnya pelan dan memasang matanya untuk berjaga-jaga bila ada penumpang yang ingin naik di mobilnya. Dan memang insting yoona tidak pernah salah, ia menangkap sesosok pria di depan salah satu klup malam yang  memberikan aba-aba membutuhkan tumpangan. Perlahan yoona menepikan mobilnya di depan pria itu.

Yoona membukakan kaca mobilnya dan melihat sosok pria itu.   Pria itu nampak tidak beres, wajahnya kusut dan rambutnya acak-acakan. Di bagian pipi kanannya terlihat luka memar. Yoona memberanikan diri untuk menyapa pria itu. Yoona mengucapkan selamat malam kepada pria itu, namun pria itu tidak menjawab malah ia masuk ke dalam dan mendudukkan dirinya di kursi belakang. Tentu dengan aroma alkohol yang kuat. Lengkaplah sudah, OH GOD!!

“Tuan kau ingin pergi kemana?” Tanya yoona sambil melihat ke belakang. Ia melihat pria itu menyandarkan kepalanya di bantalan kursi penumpang dan memejamkan matanya.

“Hwe ji..Hwe ji..” Gumam pria itu. Yoona mengernyitkan dahinya. Laki-laki itu nampak gila ketika ia memanggil nama seorang wanita dan ia semakin tampak konyol ketika yoona melihat air mata yang menetes dari salah satu matanya. ” Nuna..kau keterlaluan. Hwe ji..” yoona hanya terdiam melihat pria konyol itu.

“Tuan, kau ingin pergi kemana?” Tanya yoona sekali lagi namun sama, pria itu tidak menjawab pertanyaannya. Pria itu terus menggumamkan nama wanita itu. Dan yoona berharap ia masih bisa mengontrol emosinya. “Tuan, aku mohon jawab perta…”

“Berisik.” Aish jika dia bukan penumpang, yoona sudah pasti akan mendendang pria itu ke bulan.

“Tapi tuan.”

“Diam!! Kau berisik.” yoona hanya mendengus kesal dan terus mencoba untuk bersabar. Ya beginilah resiko menjadi supir taxi, ia harus bisa sabar dengan penumpang yang seperti dia. Penumpang yang mabuk sangat menyusahkan, apalagi yoona adalah seorang wanita, ia harus bisa menjaga dirinya. Terkadang ia takut jika mendapatkan penumpang mabuk ataupun penumpang hidung belang seperti penumpang sebelum-sebelumnya namun, beruntung yoona tahu bagaimana ia harus melindungi dirinya sendiri. “Hmm aku ingin pulang, antarkan aku.” Yoona hanya memutar bola matanya malas, bagaimana ia bisa mengatar pria konyol sepertinya jika ia tidak tahu alamatnya.

“Kemana anda ingin pergi?”

“Hwe ji nuna, aku ingin ke apartemen hwe ji nuna.” Oh God, pria itu benar-benar menguji kesabarannya. Hwe ji? masa bodo dengan hwe jinya- yoona tidak tahu alamatnya. Ia ingin sekali mengelurakan pria konyol itu.

“Tuan aku mohon, sebutkan alamatnya, aku akan mengantarmu ke sana atau jika kau tidak bisa menyebutkan alamatnya aku akan mengantarmu ke klinik setempat dan membiarkanmu sadar.” Kata yoona tegas dan bersiap menyalakan mobilnya.

“Kau berisik!! Aku tidak mau ke klinik, ak— Hueeekkk…” Selama dua tahun lebih dua minggu yoona bekerja sebagai supir taxi, ia belum pernah menemui penumpang yang menjijikkan seperti dia. Ya ya dia muntah dan tentu mengotori kursi belakang. Jorok!! Dia lebih menyebalkan daripada pria hidung belang itu.

“YAH!! Keluar kau!!”

“Hueeek…” Pria itu memuntahkan lagi isi perutnya. Yoona mulai panik dan ingin segera membuang pria sialan itu.

“Kau menjijikkan.” Komentar yoona dan tentu ia tidak mendapatkan respon dari pria itu. Pria itu terus memuntahkan isi perutnya dan membuat yoona semakin frustasi. Dengan gerakan cepat yoona keluar dari mobilnya dan membuka pintu belakang. “Keluar!!” Ucap yoona tegas dan menarik tangan pria itu kasar.

“Yah!!” Teriak pria itu, ia tidak mau keluar dari mobil itu. ” Aku penum–” pria itu mengeluarkan cegukan kecil. “Pang, k-” cegukan. “Kau tidak- seharusnya k-”

“Aku tidak peduli, keluar kau!!” Kata yoona kasar dan menarik lengan pria itu. Yoona juga tidak peduli dengan tatapan para pejalan kaki lainnya. Mereka melihat adegan tarik menari yoona dan lelaki itu. Sebagian dari mereka ada yang berbisik dan sebagian ada yang hanya melihat ataupun tidak peduli.

“Miss taxi– kau.” Suara cegukan konyol pria itu semakin membuat yoona gila. Dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya yoona berhasil menarik keluar pria itu dan membiarkan pria itu terjatuh terlentang di atas lantai kasar jalanan.

“Hoy, tuan. Tolong carikan taxi yang cocok untuk pria sialan ini.” Teriak yoona kepada para penjaga klub malam itu, yang sedari tadi hanya menonton drama tarik-menarik yoona dengan penumpang anehnya.

“Miss taxi.” Kata pria aneh itu lemas seraya yoona melihatnya. “K-kau akan” cegukan lagi. “Akan membayar ini semua.” Imbuh pria itu lemah.

~~

“Do you remember me?” Pria itu menghentikan kalimatnya sambil mengamati yoona yang masih terkejut di sana. “Miss taxi, you have to pay for this.” Gumamnya.

“Kau pasti bercanda, kau salah orang.” Elak yoona sambil tertawa yang terkesan sangat dipaksa. ” Aku harus kembali. Permisi.” Pamit yoona sambil membungkukkan dirinya ke arah pria itu dan ke arah paman jung.

“Hei, kenapa kau sangat terburu-buru?” Tanyanya dan membuat yoona menghentikan langkahnya. Perlahan yoona menatap pria itu. Yoona menangkap senyum pria itu. Yoona terdiam menatap pria itu. ” Kau tahu miss taxi, aku tidak pernah salah orang. Kau yang membuangku waktu itu. Kau sangat tidak sopan.” Yoona hanya bisa menundukkan kepalanya dan merasa bersalah karena hal itu terjadi.

“Maafkan aku.” Gumam yoona yang sanggup di dengar pria itu.

“Tidak masalah, aku akan memberikan penawaran untukmu…”

“Penawaran?” Yoona memotong kalimat pria itu dan terlihat di sana pria itu nampak tidak terganggu karena yoona memotong kalimatnya tiba-tiba, yoona juga memberanikan diri menatap pria yang terlihat sangat tenang. ” K-kau akan memaafkanku kan jika aku melakukan apa yang kau minta?” Tambah yoona dan berhasil membuat pria itu mengangguk. “L-lalu apa yang kau inginkan?”

“Jadilah kekasihku.”

“MWO?” Pekik yoona meninggi, okay ini sudah hampir mirip seperti yang ada di drama. Yoona ingin tertawa dengan keadaan yang susah di percaya ini. Untuk apa pria kaya seperti dia memintanya sebagai kekasihnya. “Apa kau gila?kita tidak saling mengenal selain itu aku tidak menyukaimu ataupun mencintaimu. Aku hanya seorang supir taxi dan kau kau adalah…”

“Perfect. Aku memang tidak pernah salah pilih. Kau tidak suka denganku dan begitu juga denganku. Singkatnya aku membutuhkanmu sebagai kekasih pura-puraku. Hmm kita bersandiwara. Aku yakin k…”

“Kau pikir ini drama.” Potong yoona yang hampir meninggikan suaranya kembali.

“Ah kau suka melihat drama, itu bagus. Aku yakin kau pandai berakting. Apakah kau tahu, jika kau terlalu cantik menjadi supir taxi.”

“Hentikan!! Aku tidak mau!” Kata yoona tegas.

“Kau tidak mau?” Pria itu masih terlihat tenang di sana. Kemudian ia berdiri dari sofa dan perlahan berjalan menuju yoona yang tediam di sana. Pria itu memasukkan tangannya ke saku dan tersenyum kepada yoona. ” Kau yakin tidak mau?” Yoona mengangguk, yoona ingin sekali pergi dari sana. ” Baiklah, aku hanya memberimu pilihan. Jika kau tidak mau aku akan melaporkanmu ke polisi karena kau hampir membunuhku waktu.”

“Apa? Kau terlalu berlebihan.” Komentar yoona, entah darimana ia mendapatkan keberanian diri untuk berkata seperti itu.

“Aku tidak berlebihan ini kenyataan, aku harus menjalani fisum karena aku terjatuh terlentang seperti itu. Kau tahu, leher dan tulang punggungku hampir patah karenamu.” Dia gila , tuhan tolonglah aku teriak yoona dalam hati. Mana mungkin pria itu mengalami hal konyol seperti itu. Dia pasti berbohong.

“Aku tidak peduli, aku tetap tidak mau.” Kata yoona tegas dan bersiap untuk pergi.” Permisi.” Pamitnya.

“Pergi saja, aku tahu kau sangat membutuhkan biaya untuk kuliah dan biaya sewa untuk flatmu. Jika kau tetap tidak mau aku akan meminta atasanmu untuk memecatmu sungguhan.” Seketika yoona berhenti, dia menggengam tangannya kuat. Ia ingin melayangkan bogem mentah ke arah pria yang bertindak semaunya sendiri. Okay dia memang kaya tapi apakah dia selalu mengancam seseorang untuk berbuat sesuai dengan keinginannya.

“Kau. Kau keterlaluan.” Katanya yoona dingin dan yoona sanggup melihat senyum kemenangan dari wajah pria itu.

______

The rules and the contracs :

  1. Dilarang jatuh cinta
  2. Dilarang mencampuri urusan pribadi masing-masing (seperti : dengan siapa kau berkencang sekarang atau siapa yang kau sukai- aku tidak peduli)
  3. Kau harus mengikuti kelas kepribadian agar kau lebih bisa bersikap lebih anggun di depan umum. INI PENTING.
  4. Kontak fisik diperbolehkan untuk menunjang sandiwara di depan umum ( berpegangan tangan, memeluk, cium pipi atau bibir, jika memang diperlukan- tentu tanpa perasaan- kita hanya bersandiwara)
  5. Utamakan majikanmu di atas segalanya (Kau masih boleh melakukan kegiatan sehari-harimu seperti berkuliah di pagi hari dan kemudian menjadi supir taxi seperti biasa NAMUN kau harus siap meninggalkan seluruh aktivitasmu jika aku memanggilmu APAPUN YANG TERJADI)

Dan seluruh rangkaian peraturan yang telah disebutkan akan berakhir  jika Min Hwe Ji NUNA berhasil menjadi milikku. sesuai perjanjian kau akan menerima gajimu di muka dan sisanya akan segera dibayar setelah semua ini berhasil.

“Ini konyol!!” komentar yoona sebal dan meletakkan selembar kertas konyol itu. ia menatap pria itu pekat, yoona merasa peraturan itu tidak adil sama sekali sedangkan pria itu hanya diam menunggu komentar yoona selanjutnya. Pria itu masih duduk santai di kursi kerjanya sambil menatap balik yoona. “ peraturan ini sangat merugikanku dan kau tahu bagaimana jika ide konyolmu itu tidak berhasil membuat hwe ji NUNAMU menyukaimu? Apakah aku akan menjadi kekasih pura-puramu selamanya?” kata yoona cepat, ia hampir tidak berhafas mengatakan itu semua.

“Merugikan? Aku harus mengingatkanmu di sini, aku membayarmu dan tentu kau harus mengikuti kemauanku, aku tidak peduli apakah itu merugikanmu atau tidak.” Jawab pria itu enteng dan membuat yoona menatapnya tidak percaya. Dia sangat menyesal menginjakkan kakinya di kediaman pria konyol itu- ini jika bukan karena atasannnya yang menyuruhnya untuk kesini pasti yoona tidak akan pernah datang kemari- “Nah, jika tidak berhasil hmmmm mungkin kau bisa menjadi kekasihku s….”

“Jangan gilaaaaa!!” potong yoona sebal dan pria itu tertawa karenanya.

“hahah kau tidak perlu berakting terlalu emosi seperti itu. peluang hwe ji nuna menyukaiku mungkin hanya 50 persen saja.” Pria itu menarik nafas berat sebelum ia melanjutkan kata-katanya.”oleh sebab itu aku membutuhkan kesungguhanmu bermain peran ini, kau tidak mau terus-terus menjadi kekasih bohonganku bukan?” kali ini entah mengapa suara pria itu terdengar sedikit memelas- mungkin karena pria itu sangat menyukai hwe ji dan ia seakan tidak sanggup hidup tanpa hwe ji-nya, ia terlihat sangat membuthkan bantuan – yoona tidak akan mampu menolak seseorang yang sedang sangat membutuhkan bantuannya, ya misalnya seperti pria yang ada di depannya itu.

“okay aku akan membantumu, tapi bisakah kau mengubah beberapa peraturanmu?” tanya yoona pelan.

“peraturan yang mana?”

“Nomor 4 dan 5. ” katanya yoona polos.

“wae?”

“kau tahu yang no 4 kan? Kau tidak sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan bukan?” dan pertanyaan yoona itu berhasil membuat pria yang ada di depannya itu tertawa lepas. Ia seakan sedang memaki yoona.

“itu hal wajar, bukankah itu yang dilakukan sepasang kekasih selain itu kita melakukannya tanpa ada pe— tunggu-tunggu  jangan bilang kau belum pernah memiliki kekasih atau kau belum pernah ber—“

“HENTIKAAAAAN!!”  yoona berteriak sambil menutup kedua telinganya seakan tidak ingin mendengarkan perkataan mesum dari pria yang ada di depannya itu.

“mukamu memerah.” Tambah pria itu.

“Aishhh !! baiklah awas saja kau macam-macam denganku – aku pernah mengikuti kelas bela diri dan tentu aku akan menendangmu jika kau berbuat macam-macam denganku!!” ancam yoona.

“oh i’m sacred!!” Ujarnya pura-pura takut.

“hentikan!!satu hal lagi, kau harus tahu bahwa aku adalah mahasiswa tingkat akhir dan aku perlu waktu untuk menulis tesisku. jika aku harus melewatkan sehari tanpa menulis tesisku untuk menuruti permintaan konyolmu apa kau mau bertanggung jawab jika aku tidak lulus tahun ini !!” Timpal yoona cepat dan lugas.

“Kau akan lulus, jika perlu aku akan menyuap staff kampusmu atau mengajak bicara rektormu Mr. Lee Sooman untuk meluluskanmu cuma-cuma.”

“aishhh hentikan!! Hentikan untuk memamerkan segala keuasaan dan kekayaanmu itu.” Kata yoona sambil memutar bola matanya malas. “ kurasa percuma mengajakmu bernegosiasi, kau seperti anak kecil.” Gerutu yoona.

“Anak kecil? Anak kecil tidak akan mampu menang melawan negosiasimu dan ah selain itu haruskahku mengingatkanmu lagi siapa itu Choi Siwon?”

“tidak perlu, aku sudah bosan mendengarmu berbicara.” Ia sanggup mendengar nada tawa kemenangan dari siwon.  Kemudian yoona hanya terdiam menatap kertas yang ada di depanya itu. ia mulai mengambil pena dan akan bersiap unuk menandatangai perjanjian aneh itu. ia mengigit bibirnya gugup ia takut jika ia membuat keputusan yang salah. Namun situasi berkata lain, jika ia tidak menyetujui perjanjian itu dia yakin dia pasti akan di pecat sebagi supir taxi dan ia tidak akan mempunyai dana untuk membiayai kuliah serta sewa flatnya. Selain itu mencari kerja shift yang sesuai dengan jadwal kuliahnya juga sangat sulit.   “Kau tahu, tidak semua hal bisa kau beli dengan uang ataupun dengan kekuasaanmu. “ kata yoona dingin.

“Jangan mengguruiku.” Timpal siwon dengan nada serius.

“Aku hanya mengingatkanmu. “ jawab yoona pendek dan menandatangani surat perjanjian itu. kemudian ia menatap siwon sambil memamerkan seringainya. “Contohnya keluarga, sahabat ,cinta dan hwe ji nunamu- kau tidak akan bisa membeli hal itu deng……”

“Cukup!!” Pekik siwon. Ia sangat membenci pernyataan yang telah diungkapkan yoona tadi. “kau boleh keluar, paman jung akan mengantarmu pulang.”  Perintah siwon sambil memalingkan wajahnya yang mulai tampak gelap menahan amarahnya.

____________

Rolling Action!!

“Apapun yang terjadi, jaga ucapan dan perbuatanmu. Kau harus berada di sampingku.” Bisik siwon kepada Yoona seraya ia menarik pinggang yoona mendekat.

Yoona merasa sangat gugup, ia belum pernah datang ke acara private party seperti ini. Ia  tidak pernah menyangka akan mendatangi pesta seperti yang penah ia lihat di drama-drama.

Yoona terus berdoa di dalam hati supaya semuanya berjalan lancar. Yoona juga terus berusaha mengingat beberapa pelajaran kepribadian yang pernah siwon sarankan. Piring, garpu dan gelas ukhhhh kepala yoona terasa penuh dengan setiap semua detail yang pernah ia pelajari ,semoga dia bisa mengingat.

Nafas yoona berhenti sejenak ketika mereka sampai di ruangn pesta itu. Yoona ingin sekali kabur ia merasa tidak sanggup, ini konyol.

“Aku ingin pergi ke kamar kecil.” Bisik yoona kepada siwon. “Lepaskan aku.” Imbuhnya dengan nada berbisik.

Siwon memutar bola matanya malas dan kemudian membiarkan yoona pergi. Namun tiba-tiba siwon menarik lengan yoona kembali.

“Yah!!” Yoona hampir berteriak. ” Aku harus ke kamar kecil.” Desis Yoona.

“Tahan sebentar, Hwe Ji nuna sedang berjalan ke arah kita.”

“Astaga, bunuh saja aku. Aku belum siap.” Gerutu yoona sambil memejamkan mata sejenak. Perlahan yoona merasakan tangan siwon kembali berada di pinggangnya.

“Wonnie kau datang rupanya.”Apakah wanita ini hwe ji? Nuna yang si konyol sukai? Kata yoona dalam hati. Yoona hanya menamati wanita yang ada di depannya itu, wanita itu terlihat cantik. Tubuhnya memang tidak setinggi yoona namun ia terlihat lebih anggun darinya. “Hmm aku ingin sekali memelukmu, tapi sepertinya kau datang dengan wanita yang spesial?” Imbuhnya sambil tersenyum. “Kau belum pernah mengenalkannya padaku wonnie.”

“Ah maafkan aku nuna, kenalkan dia Im Yoona kekasihku.” Yoona menelan ludah gugup setelah mendengarkan perktaan siwon tadi.

“Im Yoona imnida, salam kenal.” Ucap yoona sambil tersenyum, perlahan yoona membungkukknya kepalnya ke arah wanita itu.

“Senang bertemu denganmu, Yoona.” Jawab wanita itu hangat. “Good choice woonie. Ayo masuklah, acara akan di mulai.” Tambahnya tenang sambil melihat yoona dari kepala sampai ujung kaki. Yup setidaknya malam ini yoona juga tidak kalah cantik dari wanita yang ada di depannya itu. Siwon sengaja menyewa make up artis untuk membuat yoona tampak seperti seorang putri – meski hanya semalam.

Sandiwara mereka berdua memang terlihat sempurna. Banyak diantara undangan acara hwe ji mengira siwon dan yoona benar-benar pacaran. Namun jauh di dalam hati siwon ia sangat tidak puas dengan malam ini, hwe ji. Ya hwe ji nunanya tidak menunjukkan tanda-tanda ia cemburu dengan sandiwara aneh mereka.

Setiap detail acara ulang tahun hwe ji berjalan dengan lancar dan sampailah pada acara potong kue. Siwon sangat ingin sekali mendapat potongan pertama dari hwe ji, namun sayang harapannya pupus ketika hwe ji memberikan potongan kue itu kepada pria lain.

“Sabar…orang sabar disayang Tuhan.” Bisik yoona prihatin kepada siwon.

“Shut up!!” desis siwon sambil menegak wine frustasi.  Siwon hanya terdiam menatap nanar adengan itu. terlihat di sana hwe ji sedang menyuapi pria itu sambil tersenyum dan diikuti dengan suara tepuk tangan dari para undangan lainnya.

“Mereka terlihat cocok, pria itu terlihat lebih baik darimu.” cibir yoona tidak tahu diri- ia tidak tahu bahwa hati siwon sudah hancur bekeping-keping melihat kemesraan hwe ji dan pria itu.

“Teruskan saja cibiranmu,  kau seharusnya menerima kenyataan jika kita tidak berhasil kau akan selalu menjadi k-…”

“Okay okay fine.” Potong yoona seakan tidak mau mendengarkan lanjutan kalimat siwon. “Tapi aku berbicara kenyataan. “ yoona sanggup melihat raut wajah siwon yang mulai tampak putus asah. “ kau mengenal pria itu?”

“Tentu, dia Park Jung So salah satu mitra kerjaku.” Siwon menghentikan kalimatnya sebentar dan kemudian ia mulai membuka mulutnya. “ Hwe Ji nuna sangat menyukainya- tapi sayang jung so hyung tidak pernah memperhatikan perasaannya.” Yoona sedikit terkejut mendengar kenyataan itu- bagaimana bisa seorang sesempurna hwe ji cinta bertepuk sebelah tangan- namun yoona memilih untuk diam saja. “Ironis bukan? Hwe Ji nuna dibutakan olehnya sehingga ia tidak pernah melihatku.”

Its so sad hmm. Yoona nepuk-nepuk punggung siwon pelan dan memberikan tatapan prihatin.

~~

“Kau tinggal di sini?” satu kalimat ejekkan terlontar dari bibir siwon. Entah mengapa  Yoona hanya memilih diam seakan tidak berniat untuk membalas ejekkannya. Yoona segera membuka pintunya dan ia ingin segera tidur.  Tanpa di sangka-sangka siwon mengikutinya masuk ke dalam flatnya.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin menghinaku lagi?” siwon tidak menjawab pertanyaan yoona dan ia berjalan santai melihat-lihat isi flat yoona. Flat yoona tidak besar di sana hanya ada satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Yoona mengikuti siwon yang berjalan menuju kamarnya. “Hei!!” suara yoona meninggi ketika siwon membuka kamarnya tanpa izin.

“Aku akan tidur di sini malam ini.”

“Apa kau gila!!” suara yoona semakin tinggi, ia tidak habis pikir dengan keputusan mendadak siwon. “Kurasa kau pasti kehilang akal sehatmu karena hwe ji dan pria itu kan?” tidak ada jawaban dari siwon, yoona melihat siwon mengeluarkan ponselnya dan ia sedang mengirim pesan kepada seseorang.

“Selamat tidur miss taxi.” Ucap siwon singkat dan masuk ke kamar yoona.

“YAH!!” teriak yoona. “ Buka pintunya!!” perintah yoona sambil mengetuk- ketuk pintunya.

“Miss taxi, cobalah untuk menghargai tamumu.” Yoona mendengarkan ucapan siwon dari balik pintu.

“Tamu apanya?  kau sudah merencanakan ini semua kan?” Ucap yoona masih dengan suara tinggi.

“Tidak juga, besok pagi paman jung akan menjemputku. Kurasa aku akan tidur sekarang.” Yoona mengeluarkan nafas frustasi dan ia sanggup mendengar siwon tertawa dari balik pintu. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, yoona sedikit terkejut melihat siwon tersenyum jail ke arahnya. “Ah atau kau ingin tidur bersama?” Suaranya menggoda.

“Kau benar-benar gila!” Yoona berteriak di wajah siwon.

“Baiklah. Ini..” Siwon memberikan bantal dan selimut kepada yoona. ” Selamat tidur miss taxi.” BLAK, pintu tertutup rapat, meninggalkan yoona yang sedang mengumpat tentang dirinya.

Ia benar-benar sangat sial bertemu dengan siwon. Beberapa jam yang lalu yoona diperlakukan bak seorang putri dan sekarang? Apakah ini akhir ceritanya sebagai seorang putri? Kenapa ini mirip sekali dengan cerita cinderella yang kembali menjadi upik abu setelah jam 12 malam?. Tentu inilah kenyataannya, yoona bukanlah seorang putri ataupun cinderella ia hanya seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai supir taxi dan terjebak dengan permain peran sebagai kekasih pura-pura seorang CEO Choi’s Company. Sighs.

Yoona melempar pandangannya menuju sofa depan tv yang akan menjadi tempat tidurnya malam ini. Ia menghentakkan kakinya sebal dan berteriak di dalam hati  Aku membencimu Choi Siwon sialannn!!

_____

“Omo!!” Yoona terkejut ketika mendapati seorang yang bernama Choi Siwon sedang duduk santai di sofa ruangan tamunya. “B-bagaimana k-kau bisa masuk?.” Pertanyaan yoona melayang ke udara dan sanggup membuat siwon melihat ke arahnya.

“Kunci duplikat.” Jawabnya sambil memamerkan kunci itu.

“Apa?” Ulang yoona tidak percaya.

“Kau tidak usah menunjukkan reaksi berlebihan seperti itu. Kau lupa siapa itu Choi Siwon.” Yoona memutar bola matanya malas ketika mendengar perkataan pria itu. “Choi Siwon selalu mendapatkan apa yang diinginkan.” Tambah pria itu tersenyum puas seraya menaruh kedua kakinya di atas meja kecil dan kemudian ia mengganti saluran tv.

Yoona masih terdiam di ambang pintu sambil melihat siwon tidak percaya. Bagaimana bisa ada seseorang yang sombong, tukang pamer kekakayaan seperti dia hidup? Bernafas pula? Dengan perasaan yang kesal, jengkel dan capek yoona menutup pintunya keras. Kemudian ia berjalan ke arah di mana siwon duduk. Yoona berdiri di depan sofa dan menghalangi siwon melihat tv.

“Minggir.” Protes siwon seraya yoona menyilangkan tangangnya di dadanya. Yoona melihat siwon tajam. Mengetahui yoona tidak menuruti perintahnya, siwon meletakkan remote tv di sampingnya kemudian ia menyilangkan tangannya di dadanya seperti yoona. “Katakan saja apa maumu.”

“kau harus segera pulang. Aku tidak ingin melihatmu.” Desis yoona.

“Kau mengusirku?”  yoona hanya memutar bola matanya malas atas sikap sok bodoh dari siwon. Yoona tidak ingin pria itu ada di flatnya untuk kedua kalinya. Terakhir ia berada di flatnya itu, siwon sudah membuatnya susah. Dan tentu yoona tidak ingin hal sial menimpahnya lagi, sudah cukup seharian ini dia pergi ke perputakaan untuk mencari bahan tesisnya dan bekerja hingga larut malam seperti ini, Yoona hanya ingin beristirahat dengan tenang.

“Pulanglah, bukankah kau pernah bilang padaku tinggal di sini tidak nyaman.” Kata yoona bosan. “ Flat murahku tidak akan sebanding dengan mansion megahmu itu. pulanglah tuan muda.” Kali ini ucapan yoona lebih terdengar sangat tidak tulus ketika mengucapkan kata ‘tuan muda’.

“Aku tahu, tapi apa yang terjadi jika aku sudah membeli seluruh gedung ini.” yoona mendengus kesal dengan ucapan konyolnya. Memangnya dia siapa? Untuk pertama kali ini yoona sangat membenci orang kaya seperti siwon. Mengapa Tuhan sangat baik padanya? Mengapa dia bisa memiliki kekayaan yang melimpah seperti itu? “Dengar baik-baik miss taxi, aku harap kau bisa bersikap sopan denganku kali ini. kau tidak akan mengusirku atau membuangku lagi ,bukan? Selain itu tempat ini sudah aku beli jadi kau tidak punya hak untuk mengusirku- justru aku yang mungkin akan mengusirmu.” Lanjut siwon sambil tersenyum puas. “ Dan untuk beberapa minggu ini uhmm tidak-tidak mungkin aku akan sering tidur di sini.”  Imbuhnya- stetmen itu lebih mengejutkan yoona dibanding dengan fakta siwon telah membeli seluruh gedung flat ini. Ini gila.

“MWO!!?”

“Ya aku ingin kita terlihat lebih natural di saat kita di depan hwe ji nuna. Kau tahu hwe ji nuna hampir tidak menunjukkan rasa cemburu atau marah ketika aku memperkenalkanmu sebagai kekasihku…..”

“Lalu?” potong yoona tidak percaya haruskah ia menuruti ide gilanya kali ini. sebenarnya yoona tidak masalah dengan berbagi tempat tapi lelaki yang satu ini benar-benar sangat menyusahkan. Yoona masih ingat pertama kali ia harus menginap di sini. Pertama ia tidak mau tidur di sofa atau di lantai, ia hanya mau tidur di tempat tidur milik yoona- kutipan dari siwon‘ karena aku tidak ingin menekukkan kakiku saat tidur’.  Kedua ia sangat cerewet. Ketiga ia juga pilih-pilih makanan dan dan dan ia membutuhkan waktu mandi lebih lama dari yoona.

“Aku ingin kita memiliki chamestry seperti sepasang kekasih pada umumnya.”

“Kau gila!!” kata yoona sambil menaikkan kedua tangannya ke udara. “ kita bisa membangun chamestry kapan saja dan di mana saja, tapi tidak dengan kau mengi….”

“ini caraku. Aku selalu berhasil melakukan pendekatan dengan para pemegang saham ataupun para mitra kerjaku. Tentu aku yakin aku bisa melakukan pendekatan konyol ini denganmu.” Yoona meletakkan tangannya di keningnya ia mulai merasa pusing dan kepalanya mulai terasa sangat penuh.  “Kau tentu tidak akan pernah mau menjadi kekasih pura-puraku selamanya, bukan?”

“Terserah.” tidak ada gunanya berdebat dengan siwon. Ia tahu ia akan kalah telak dengan argumen konyolnya. “ Baiklah aku mengizinkanmu tidur di sini tapi kau harus mau tidur di  sofa, kau tidak boleh berkomentar atau kau ti….”

“Miss taxi apa kau lupa, siapa pemiliki flat ini ? aku bisa mengusirmu dengan mudah. “  Okay sekali lagi siwon memenangkan adu argumen kali ini, apa kalian tahu bahwa sebenarnya siwon tidak membeli seluruh gedung flat itu, dia sengaja untuk mengerjai yoona. Andai yoona tahu, siwon pasti sudah di tendangnya ke bulan. Kkkkkk

______________

Tinggal bersama dengan seorang Choi Siwon bukanlah perkara yang mudah bagi Yoona. Bagaimana tidak? Siwon selalu bersikap seenaknya sendiri, menyuruh yoona ini dan itu. Apakah ini yang dimaksud dengan membangun sebuah chemestry?

Selain itu yoona sangat kesal dengan pria itu, dia benar-benar keterlaluan dan tidak bisa diandalkan. Contohnya yoona harus rela serial drama kesukaannya di ganti dengan berita tentang harga saham atau saluran olah raga karena siwonlah yang selalu menguasai remote kontrol tvnya. Kedua ketika lampu ruang tamu mati seharusnya itu tugas lelaki bukan? Tapi apa siwon tidak mau membantu yoona mengganti lampu ruang tamunya dengan berdali ‘mengganti bola lampu akan merusak reputasiku’ . Ketiga dia juga takut dengan serangga sepertinya aku meragukan kejantannya pikir yoona. Terakhir yoona tidak habis pikir dengan sikap kenak-kanakan yang dimiliki oleh pria berumur 25 tahun seperti siwon, sifat konyolnya itu berhasil membuat yoona frustasi.  He is unbelieveble  jinja aishh!!

Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu. Saat itu yoona sedang menguap sambil membuka pintu flatnya, ia hanya berharap segera bertemu dengan kasur empuk miliknya. Ini sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, yoona benar-benar sangat capek- setelah seharian menghabiskan waktunya untuk menulis tesis dan bekerja hingga larut malam.

KLIK’

 

Pintu berhasil di buka dan yoona mendapati sebuah fakta pahit. Ia baru ingat jika ia sedang tinggal bersama siwon- yang artinya pasti akan ada sesuatu hal konyol yang akan terjadi untuk memperebutkan kamar tidur dengan kasur yang empuk. Yoona mengeluarkan nafas berat ketika ia melihat siwon sedang menonton acara sepak bola.

“Oh kau sudah pulang.” Yoona berlalu, ia segera berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih. “Kau ingin bermain!?” OH NO teriak yoona yang hanya Tuhan yang tahu.  Setelah ia meminum air putih, yoona menuruskan langkahnya menuju kamarnya, ia tidak ingin terlibat dengan permainan konyol yang siwon ajukan tadi. “Ya ya… kau tahu kamar itu adalah milikku.”

“Aku lelah, bisakah kau mengala sedikit saja?!!” protes yoona sambil menghentakkan kakinya.

“Tidak semudah itu, kau tahu hidup itu keras. Kita harus berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan hmm.” Yoona tidak habis pikir dengan apa yang siwon ucapkan tadi. Ia mulai mirip seperti seorang motivator.  Siwon berdiri dari sofa dan mengambil sebuah kantung berisi beberapa botol soju. “Permainan ini disebut dengan No Limit, siapapun yang berhasil meminum soju dalam jumlah banyak tanpa mabuk itulah pemenangnya.”

“Mwo? Minum? Hello kau sangat mudah mabuk dan aku tidak mau membersihkan muntahanmu untuk yang kedua kalinya.” Yoona berdecak pinggang sambil melihat siwon yang terkekeh di sana.

“Tenang, aku tidak akan muntah. Oh oh kata siapa aku mudah mabuk? Soju kadar alkoholnya rendah.”

~~

Yoona menegak gelas ke sebelas dan ia mengernyit melihat siwon sudah nampak limbung. Dia sudah  mabuk. Sebuah seringai muncul di bibir yoona, meski yoona mulai agak mabuk tapi ia masih terlihat cukup sadar daripada siwon.

“Akhh I’m the winner.” Kata yoona ceria sambil mengangkat gelas kecil ke udara. “Good bye young master.” Ujar yoona setengah sadar, ia berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan tubuhnya. Ia ingin segera meninggalkan atap gedung flatnya. Namun gerakannya terhenti ketika siwon menarik tangannya.

“Its not over yet.” Gumam siwon sambil menuangkan soju ke gelasnya. Kemudian ia meminumnya cepat. Ia mengernyit merasakan cairan itu masuk ke dalam kerongkongannya. ” Your turn miss taxi.”

“Kau benar-benar keras kepala.” Ujar yoona, ia duduk di samping siwon dan mengambil gelas kecil. Perlahan siwon menuangkan soju ke gelas yoona dan kemudian yoona menegak soju itu.

Meski yoona setengah sadar ia tahu bahwa dibalik sikap menyebalkannya siwon adalah pria yang baik. Siwon adalah pria yang cukup perhatian dengan orang lain, meski sikap itu jarang muncul. Misalnya siwon pernah mengingatkan yoona untuk membawa payung ketika akan pergi ke kampus, siwon juga pernah mengirimkannya makan siang ketika ia beristirahat.

Yoona ingin tertawa jika mengingat hal kecil yang pernah dilakukan siwon kepada dirinya. Selain itu siwon juga sering mengingatkan untuk tidak lupa makan. Konyol, bukan? Yoona mengerti hal itu tidak mempunyai arti sama sekali , dan ah bukankah mereka sudah membuat peraturan dilarang untuk saling mencintai, ya yoona juga tidak mau terlalu berlebihan menyikapi rasa perhatian siwon. Mungkin saja ia melakukannya untuk membangun sebuah chamestry diantara mereka. Yoona mengeleng-gelengkan kepalanya ia merasa pusing. Ia melihat siwon yang sekarang sedang menegak soju kembali.

Perlahan yoona menuangkan soju ke gelasnya sendiri setelah itu ia menegak soju dengan cepat.

“Hari ini hwe ji nuna menolakkku untuk kesekian kalinya….” siwon menghentikan kalimatnya karena cegukan. Yoona hanya terdiam sambil menatap siwon, bingung untuk berkata apa. Selain itu apakah ini kebiasaan siwon berbicara ngawur ketika ia sedang mabuk? Entahlah. Siwon menuangkan soju ke dalam gelasnya lagi, ia berniat untuk menegak cairan itu.

“Heiishh hentikan, kau sudah mabuk!!” perintah yoona sambil menahan lengan siwon.  Namun siwon tidak menuruti perintah yoona, ia menegak cairan itu cepat. “Aishh kau memang bodoh.”

“Bodoh? Kau benar. “ Yoona semakin tidak percaya dengan pria yang di sampingnya itu. ia mulai terlihat semakin limbung dan wajahnya terlihat sangat sedih- apakah sepenting itu peran hwe ji? “seharusnya aku berfikir lebih dahulu sebelum menyatakan perasaanku kali ini, dia menolakku karena dirimu.”

“A-aku?” tanya yoona terkejut.

“Hwe ji berkata padaku ‘bagaimana bisa kau menyatakan perasaanmu kepadaku jika sekarang kau sudah memiliki kekasih, berselingkuh itu bukanlah sesuatu yang baik woonie’ bodohnya aku kenapa aku bisa lupa bahwa kita adalah sepasang kekasih.” Ucapnya dengan tawa kecil kemudian ia menuangkan soju ke gelasnya lagi, siwon ingin segera menegak sojunya namun sekali lagi yoona menahannya. “Miss taxi, aku ingin melupakan kejadian hari ini.” perlahan yoona melepaskannya dan membiarkan siwon menegak sojunya. “Kau tahu, aku sudah melakukan berbagai cara agar dia sanggup melihatku.”

“Ah.. b-benarkah?” entah mengapa yoona sedikit gugup. Ia tidak menyangka siwon memiliki sisi lain yang seperti ini.

“Apa kau tahu miss taxi, hidup sebagai sebagai pewaris tunggal keluar Choi itu tidak selalu menyenangkan.” Apa? Yoona tahu, siwon sudah benar-benar sangat mabuk. Ia sudah tidak sanggup mengontrol kata-katanya.

“Baiklah permainan ini b….” yoona tidak melanjutkan kata-katanya karena siwon mulai menceritakan kisahnya.

“Sejak kecil aku sudah terbiasa hidup dengan kekayaan yang berlimpah. Orang tuaku hanya mendidikku dengan harta dan kekuasaanya. Mereka tidak tahu bahwa aku butuh kasih sayang dari mereka, mereka hampir tidak memiliki waktu untukku. Satu-satunya orang yang sanggup memberiku kasih sayang utuh adalah kakekku.”

“Kakekmu?” Siwon hanya mengangguk lemah tatapannya kosong. “L-lalu?”

“Kakekku meninggal saat aku berusia 8 tahun. Setelah itu aku bertemu dengan hwe ji.” Siwon menghentikan kalimatnya. Ia tiba-tiba tersenyum. ” Saat itu dia masih berusia 10 tahun. Dia adalah rekan kerja kedua orang tuaku, dari sanalah kita dekat. Kami sudah seperti saudara. Kami tumbuh bersama dan aku menyukainya karena dialah satu-satunya yang bisa memberiku perhatian dan kasih sayang yang kubutuhkan. Aku tidak ingin yang lainnya kecuali dirinya.” Yoona sedikit ragu, dia sedang mabuk atau sadar? Siwon sanggup menceritakan semua masa lalunya. “Tapi entah mengapa hwe ji tidak pernah melihatku, ia selalu menganggapku sebagai siwon kecil seperti dahulu.”

Yoona hanya bisa menepuk bahu siwon pelan. Ia tidak tahu bagaimana menanggapi perkataan siwon tadi.

“Katakan miss taxi,  bagaiman caranya hwe ji berhenti melihatku sebagai siwon kecil hmm.”

“Tunjukkan kau adalah pria sejati.” Celetuk yoona yang diikuti oleh suara tawa siwon.

“How? Aku sudah melakukan berbagai cara.” Siwon berkata sambil menghadapkan tubuhnya ke arah yoona. “Katakan bagaimana?”

“Molla.. Mungkin kau harus menghilangkan pobiamu terhadap serangga. Takut dengan serangga bukannlah ciri seorang pria dewas.” Komentar yoona berhasil membuat siwon mendaratkan jitakan di kening Yoona. “Yah! Liat kau benar-benar keterlaluan, ini sakit.” Yoona memasang wajah pura-pura menangis sambil memegangi keningnya.

“Pria dewasa juga manusia, masuk akal juga takut serangga.” Siwon berkata sambil menatap yoona prihatin. ” Kurasa jitakanku tidak sakit, kau terlalu overacting.” Cibir siwon dan berhasil membuat yoona memukul lengannya. “Ya..ya.. !” Teriak siwon dan berusaha untuk mengentikan pukulan yoona.

Akhirnya yoona menghentikan pukulannya dan memberikan tatapan penuh arti.”Kau sangat menyebalkan tuan muda.” Gerutu yoona sambil mengerutkan bibirnya. Kemudian bibir mungil yoona meluncurkan beberapa kalimat. “Kau juga harus mengurangi ocehanmu, berhenti mengeluh dan cobalah untuk mendengarkan pendapat orang lain. Kau tahu wanita menyukai pria yang bisa mendengarkan dan mengertinya. Apa kau mengerti?”

“Mwo?  Apa kau tahu dengan siapa kau berbicara, aku adalah choi siwon pemilik choi’s company tentu aku bisa memberikan semua yang hwe ji inginkan dan aku——- awww!” Siwon memegangi kepalanya. ” Kenapa kau memukulku lagi?”

“Kau benar-benar seperti anak kecil, pantas saja hwe ji tidak pernah menganggapmu sebagai pria dewasa.” Papar yoona sambil meminum soju lagi.

“Ah kurasa anak kecil tidak sanggup melakukan ini.” Siwon mulai terdengar sedikit melantur. “Aku tahu, beberapa wanita sangat menyukai ini.” Yoona masih terdiam tidak mengerti. Perlahan siwon mendekatkan wajahnya ke arah yoona. Yoona melihat sebuah seringai jahil di bibirnya.

“Maksudmu? Apa yang akan k…”Kalimat yoona terputus ketika bibir siwon menyentuh bibirnya tiba-tiba. Nafas yoona berhenti sejenak dan entahlah tapi yang jelas yoona cukup sadar bahwa siwon berusaha untuk menciumnya. “YAH!!” Teriak yoona sambil mendorong tubuh siwon menjauh. “Kau..”

“Anak kecil tidak akan sanggup melakukannya…” Kata siwon sambil tertawa. Yoona mengeluarkan nafas jengkel karena ulah konyolny itu. Bagaimana bisa ia melakukan hal konyol itu?

“Kau gila!!” Teriak yoona dan tanpa basa-basi lagi ia pergi meninggalkan siwon di sana. Ia tahu ciuman tadi tidak ada artinya sama sekali, siwon benar-benar mabuk berat. Tapi entah mengapa hal sekecil itu menimbulkan efek yang tidak biasa dalam diri Yoona. Bukankah itu konyol tiba-tiba menyukai siwon hanya karena ciuman itu? Hah entahlah yoona yakin perasaan itu akan segera hilang.  Stupid immature guy I hate you!!

Next

Advertisements

77 thoughts on “Miss Taxi

    1. Haiii ana ^^.
      Terimakasih sudah meluangkn waktu untuk membaca miss taxi kkkk iya d sini siwon emng kenak-kanakan dia gitu karena masa kecilnya kurng perhatian xD
      Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Haiii merdila yahooo selamat datng d wp kami ^^ dan terimaksh sudah membaca ya kkkk

      Well liat ntr moga si siwon bisa jd dewasa kkkk

      Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Liked by 1 person

    1. Selamat datang d wp ini sifatmi ^^ terimakasih sudah membaca hehehee

      Kkkk well liat sapa nanti yg bakalan ngejar2 kkkkk

      Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Haiiii hunyoong xD terimakash sudah suka ff ini dan meluangkn waktu untuk membaca ^^ Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Haii angree debora kkkk terimaksh atas pujiannya xD Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Hai rahmania ^^
      Iya liat ntr deh gmna tuh siwonnya kkk siwon g peka sih >< dia suka sama yeoja lain u.u
      Terimaksh sudah meluangkan waktu untu membaca ff ini ^^
      Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Ada dong kkkk janji klo udh publish pasti datng k wp ini kan ya xD kkkk

      Terimaksh ya yena udh mau baca ini ff kkk tenang saja chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Liked by 1 person

    1. Wait sabar sayang, cinta itu butuh waktu ^^ biar si siwon merasa dulu klo dia suka sama Yoona kkkk lagian siwon suka sama yeoja lain gmana dong T.T

      Kkkk terimaksh ya sudah meluangkan waktu untuk membaca ff ini ^^
      Well chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

    1. Suka apa g ya si yoonanya kkkk
      Hai indah sari terimaksh sudah meluangkan waktu untuk membaca ff ini
      Ditunggu ya untuk chapter selanjutnya bkln d publish kok ^^ terus stay d wp ini ya oh iya klo ada waktu kmu bisa perkenalin diri ^^ coba klik Lets us know you ya hehehehe

      Like

  1. Daebak!!! Aku suka banget dengan alurnya.
    Huhuuu.. jadi penasaran, siapa ya di antara yoonwon yang akan melanggar 5 isi kontrak tersebut??
    Lanjut, di tunggu chapter selanjutnya..;-)

    Liked by 1 person

  2. Wew….siwon nyebelin bgt,,, Ħăª˚⌣˚Ħăª˚=D˚Ħăª˚⌣˚Ħăª˘•=)) mereka bnr2 ky tom n jerry,,, siwon childish bgt,,, wah yoona uda mulai ada something tuing2…✗ί⌣✗ί⌣✗ί cerita na keren,,, n bnr2 bikin ngakak,,seru….fighting (҂’̀⌣’́)9

    Liked by 1 person

  3. suka jg gpp hehe..
    haloo salam kenal..ak mungkin baru d blog ini, baru nemu ada ff yoonwon disini..
    apapun yg penting yw deh xixixi..
    langsung ke part 2 ya hee..
    makasi bacaannya..

    Liked by 1 person

  4. haii
    aku baru tu ad ff yoonwon baru di blog ini.. aku jga bru tau kalo ada blog ini.. aku berharap blog ini ngeposting ff yoonwon semua… hehe
    emm untuk komentar tentang ff ini.. ff ini keren .. walaupun siwon udh ngehina tpi mau aj nginep di flat yoona dan ngebohongin lagi kalo flatnya udh dibeli.. kalo menurut alur cerita menurut aku ad mirip dkit2 critanya dengan drakor bbf pas part kim hyun joong yg dia ska sma nunanya jga krna keluarganya kecelakaan..
    ehm semoga next part tambah keren ya eon.. oh ya blehkan kalo aku panggil eonni.. pkoknya semangat eon buat ngelanjutin ff nya… fighting

    Like

  5. Wah…ff ni bner2 keren jg lucu bgt yoona yg tegas dan siwon yg sombong….lanjut tambh seru.
    Salam knal author..aku baru lihat blog ini.

    Like

  6. Halo kaa slaam kenal hehe aku reader baru 🙂
    Kocak banget yoona ama siwon haha.. seruu banget kaa ceritanya 😀 smga yoonwon jadi kekasih sungguhan ya Aamiin ^^
    Ditunggu lanjutannya ka hihi

    Like

  7. Haha. Dri awal smpai akhir moment yoonwon nya bikin ngakak2. Lucu. N keren eonni. Smga aja wonpa ma yoona jadian beneran. Happy end ya eonni buat yoonwon. Gomawo dah bikin ff yg lucu ini.

    Like

  8. Wah perjanjian konyol itu kayanya membawa efek buat yoona, bukan pura2 lagi tapi kayanya yoona sudah mulai menyukai siwon… Cinta siwon buat hwe ji besar juga ya tapi hwe ji tdk menyukai siwon.. Kalo gitu siwon ma yoona aja udah wkwkwk…

    Like

  9. Anyong thor,Ceritanya bagus,tapi alurnya terlalu cepet agak bingun pas bacanya,maaf ya thor…..
    Tanpa disadari kayanya yoonwon sama2 saling suka dan saling merasa nyaman satu sama lain.jadi gak sabar tuk baca nex part nya.

    Like

  10. Hai, ak reader baru nih izin baca ya, wah keren ff nya, yoona kesian bgt sih dikerjain siwon mulu, emang dasar tuan choi itu mau menang sendiri, jangan sampai deh yoona cinta duluan ntr yg ad malah sajit secara siwon masih cinta bgt am si nuna nya, hrs sieon yg cinta duluan am yoona maksa nih thor, ok mau lanjut baca lagi, thanks before ya thor semoga diizinin bc ff disini coz yoonwon bgt nih

    Like

  11. annyeong ..author
    sya readers baru disini ,., ijin baca z ,

    oh crtanya yoOng kekash koNtrakany woNppa 😀 hahaha
    daebak thor ,crtanya lucu bkin ktwa , pa lg waktU pertmuan pertama yoOnwon di taxi 😀 xixi

    Like

    1. wkwkwk kayaknya Yoona g selamanya jadi kekasih kontraknya Siwon deh XD
      Coba cek di miss taxi ke 4 XD udah publish loh heheh

      Like

  12. Anyeong aku reader baru nih ini ff lucu dan keren siwon oppa childish bgt , lucu dah pas yoong eonni dan siwon oppa berantem di tunggu ff selanjutnya

    Liked by 1 person

  13. Haha kocak ff nya thor 😀
    Gimana yah kalo siwon beneran suka Yunah? Ayo Oppa mau gimana coba ? 😀

    Seru thor,

    Oh yah salam kenal juga aku readrs baru disini 🙂 aku izin baca2 ff disini yah, gomawo sebelum nya 😉

    Like

    1. hii salam kenal , maaf baru balas komen kamu heheh
      nah ingin tahu perasaan siwon lebih jauh, coba deh baca miss taxi chapter 4 hheh XD liat apa yang dilakukan Siwon pada Yoona hahah

      Like

  14. Pengen ketawa bacanya karna mereka baru kenal trus gara” yoona yg nurunin siwon, dia jadi kekasih pura”nya siwon cuma biar hwe jinya cemburu.. tapi momen yoonwonnya lucu bgt n siwonnya juga kekanakan bgt gak inget umur 😀 .. makin penasaran sama kelanjutannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s