Family · Friendship · Horor · Romance · Series

Just One Day (Jungkook version)


IMG_20141022_063204

Author: @SandraChoii (Twitter, Instagram)

Title: Just One Day (Haruman) Jungkook version

Main Cast:     Jeon Jung Kook BTS as Jungook

Park Na Ra as Na Ra (OC)

Other Cast: Kim Seok Jin, Kim Taehyung, Park Jimin

Genre: Horror, Family, Friendship, Romance

Rating: PG-15

Lenght: Oneshoot

Disclaimer: Cerita ini hanyalah milik dan imajinasi author, hanya saja author menambahkan beberapa cerita urban legend jepang yang menurut author cukup menarik untuk di ceritakan, karena sudah ada beberapa macam urban legend yang pernah di tulis dalam ff karya teman-teman sesama author maka author akan menulis urban legend yang menurut author belum di tulis dalam fanfic sebelumnya.. dan nantinya author juga akan membuat cerita urban legend Indonesia untuk fanfic ber-genre horor berikutnya dengan cast seluruh angggota BTS, apakah ada yang minat? Jika berminat author akan mulai menulisnya ^^ Thanks To author MinariFini untuk posternya!! Saya sangat sukaaa!! Hahaha

Author Notes: Annyeong readers.. ini adalah project penutupan fanfiction ‘Just One Day’ karena sebelumnya author pernah menulis untuk pembukaan project dengan fanfic ‘Just one day Jin version’ maka kali ini author menulis untuk fanfic penutup ‘Just One Day Jungkook version’ semoga readers tidak bosan membaca fanfic karya author. Dalam fanfic ini author akan mencoba menuliskan cerita horor yang sedikit lebih berat tetapi tetap dengan sedikit romance di bandingkan horor dalam fanfic Jin version saat itu yang memiliki genre horor cukup ringan, untuk semua readers yang masih setia mengikuti project ini Kamshahaminda..!!^^ Sudut pandang akan author ambil dari main cast Jeon Jung Kook serta sudut pandang Author.. Happy reading… ^^

 

Story…

 

 

*Jeon Jung Kook POV*

Hari ini dapat di katakan hari terburukku saat aku melihat aboji dan Kim ahjumma tengah menyeret koper besar mereka keluar dari pintu rumah dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil dengan di antar oleh Park ahjussi sopir keluarga kami untuk menuju incheon airport. Tentu saja mereka akan pergi honeymoon ke prancis selama satu bulan penuh.

Dapatkah aku menjelaskan tentang silsilah keluarga kami? Aku anak tunggal dari ayahku Jeon Kwang Soo, sedangkan ibuku? Bahkan ibuku sudah meninggal sejak aku dilahirkan dan sekarang aku tengah memiliki keluarga baru dan memiliki ibu tiri yang sangat menyayangiku. Ini bukanlah sebuah dongeng atau sikap alibi dari ibu tiri terhadap anak tiri didepan ayahnya, memang Kim ahjumma sangat menyayangiku aku juga demikian bukankah tidak ada masalah dalam keluarga kami? Lalu kenapa aku masih memikirkan banyak hal kali ini?

Bagaimana tidak? Hyung yang sangat aku sayangi Kim Seok Jin tiba-tiba menjadi sangat membenciku sejak pernikahan ibunya dengan ayahku padahal beberapa tahun lalu aku sangat akrab dengannya bahkan dia bersikap sebagai hyung yang sangat baik. Entahlah kenapa tiba-tiba akibat pernikahan orang tua kami membuatnya membenciku atau mungkin karena terlihat sangat mencolok jika Kim ahjumma lebih perduli padaku dari pada Jin hyung yang jelas-jelas putra semata wayangnya?

“Eomma akan pergi untuk beberapa waktu, kau harus menurut dan mengikuti semua yang hyungmu katakan..” Kim ahjumma yang kini beralih aku sebut dengan kata eomma tersenyum dengan mengelus pucuk kepalaku saat akan memasuki mobil sebelum mereka pergi, sungguh aku ingin menangis saat ini bagaimana tidak sejak lahir aku belum pernah merasakan bagaimana rasanaya memiliki seorang ibu tapi kini seperti sebuah malaikat kim ahjumma menjelma menjadi ibu yang sangat perduli dan menyayangiku.

“Nde eomma, aku akan mendengar perintah Jin hyung.. aku akan sangat merindukan eomma dan aboji..” Gumamku yang membuat eomma memelukku dan mencium pucuk kepalaku,

Aboji tersenyum melihatku kini dengan beberapa kali menepuk pundakku,

“Jeon Jung Kook.. jika kau kesepian kau bisa mengajak temanmu dan teman Jin untuk menginap disini..”

Aku tersenyum mendengarnya, benar apa yang aboji sarankan bukankah dengan begitu aku dapat memperbaiki hubunganku dengan Jin hyung? Aku kan juga sangat akrab dengan teman-teman Jin hyung saat itu dan sebaliknya Jin hyung sudah mengenal teman-temanku dengan baik.

Aku menoleh pada Jin hyung, bahkan namja itu mengalihkan pandangannya dariku saat dia melihat ibunya memelukku,

“Eomma, apakah eomma tidak berpamitan pada Jin hyung?” bisikku, eomma tersenyum singkat dan menghampiri Jin hyung

“Seok jin-ah, kau harus menjaga Jungkook baik-baik.. apakah kau mengerti?” Jin hyung hanya mengalihkan pandangan dari eomma, entah itu sebuah jawaban jika dia malas berhubungan denganku atau apa.

“Jin..” Panggil eomma sekali lagi dengan mengelus pucuk kepalanya yang membuat Jin hyung tersadar dan tersenyum singkat

“Eomma tidak perlu mengkhawatirkan itu..”

Tak lama setelahnya aboji menghampri Jin hyung dan memeluknya dengan tersenyum dan menepuk pundak Jin hyung,

“Aku menitipkan Jungkook padamu, aku tau kau bisa menjaga dia dengan baik..” Gumamnya saat memeluk Jin hyung,

“Nde aboji..” Jin hyung tersenyum setelah aboji melepaskan pelukannya.

Jin hyung hanya menatapku singkat, bahkan terlihat sangat mengacuhkanku saat mobil eomma dan aboji sudah pergi menjauh beberapa menit lalu.

“Hyung.. aku merindukanmu..” Sahutku saat aku mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah,

Jin hyung menghentikan langkahnya dan menatapku singkat,

“Sungguh aku tidak habis pikir, jangan bersikap kekanakan hanya karena eomma selalu memanjakanmu.. bisakah kau bersikap dewasa kali ini Jeon Jung Kook? Bagaimana mungkin kau merindukanku di saat setiap hari kita bertemu?” Sahutnya panjang lebar dan kembali berjalan meninggalkanku

Aku tersenyum singkat saat Jin hyung berjalan pergi, sungguh aku sangat merindukan ocehannya itu tapi kali ini dia mengoceh kembali padaku. Dan lagi dia mengatakan aku harus bersikap dewasa? Bukankan Jin hyung selalu terlihat kekanakan dariku?

Jin hyung mengunci pintu kamarnya seperti biasa, karena tidak ada eomma paling tidak aku harus meminta bantuannya disaat lapar bukan?

~Tok..tok..tok..~

“Hyung.. aku lapar..” Panggilku saat aku berada di depan pintu kamarnya dengan mengetok pintu cukup keras

“Ya! Bisakah kau tidak menggangguku sehari saja??” Teriaknya dari dalam kamar

“Aku benar benar lapar hyung, jika saja eomma ada disini aku tidak akan mengganggumu untuk meminta makan..” rengekku kembali, dulu bahkan aku sering bersikap manja padanya tapi Jin hyung tidak pernah keberatan sama sekali tapi sekarang? Bahkan aku baru mengingat sikap seseorang dapat berubah dalam beberapa waktu kedepan.

Jin hyung membuka pintu kamarnya kesal dan menatapku sekilas, namja itu sudah melangkahkan kakinya cepat menuju dapur sedangkan aku mengekor tanpa rasa penyesalan padanya.

Aku memandangi Jin hyung yang sedang fokus pada bahan-bahan masakannya kini, aku sangat menyukai masakan Jin hyung tapi sejak dia bersikap seperti ini padaku bahkan baru kali ini Jin hyung mau kembali memasak untukku dengan alasan terpaksa, mungkin agar aku tidak mati kelaparan? Padahal aku sangat merindukan masakan Jin hyung.

Aku mendekat beberapa langkah ke arahnya yang sedang sibuk mencampur beberapa bahan yang entah itu apa namanya,

“Hyung, apakah kau perlu bantuanku?” Tawarku kini

“Tidak..” Sahutnya singkat

“Kenapa?”

“Tidak perlu, daripada kau nanti akan merusak semua masakanku pergilah, setelah selesai aku akan meletakkan semuanya di meja makan dan kau bisa makan tanpa mengganggu hidupku lagi..”

Aku tersenyum getir kali ini, bahkan aku sudah berusaha bersikap baik pada Jin hyung tetapi tetap saja dia mengatakan hal cukup kasar terhadapku, apakah ini semua karena pernikahan orang tua kami? Apakah Jin hyung tidak pernah menginginkan ibunya untuk menikah dengan ayahku? Aku yakin hal itu karena sikap dinginnya berawal sejak pernikahan kedua orang tua kami.

***

Aku menatap kagum pada beberapa masakan Jin hyung di meja makan, aku sangat yakin jika dia tidak benar-benar membenciku. Mana mungkin seseorang memasak begitu banyak makanan kesukaan seseorang yang dia benci? Jika saja Jin hyung malas memasak sesuatu untukku tentu saja di meja makan hanya ada sepiring pajeon (pancake seafood) atau semangkuk ramyeon (mie instan korea). Tapi sungguh dimeja ini percaya atau tidak Jin hyung memasak beberapa menu makanan favoritku, bahkan ini seperti sebuah perayaan..

Aku menatap Jin hyung yang berjalan dari dapur tanpa menoleh padaku sama sekali, Jin hyung hanya melewatiku dan berjalan menuju kamarnya di lantai atas,

“Hyung.. kau memasak sangat banyak, apakah kau tidak ingin makan bersama?” Sahutku untuk menghentikan langkahnya,

“Tidak.. kalau kau tidak dapat menghabiskannya sendiri kau bisa mengajak Taehyung atau Jimin menemani kau makan..” Sungguh jawaban yang tidak aku inginkan,

Aku hanya terdiam membiarkan hyung yang sejujurnya sangat aku sayangi itu meninggalkanku sendiri didepan meja makan, bagaimana tidak? Bahkan akhir-akhir ini kenapa aku yang selalu mengalah padanya. Sesungguhnya dia adikku atau kakakku?

Aku mengambil ponsel dari saku celana yang aku kenakan, sungguh kesepian adalah sesuatu yang sangat aku benci. Aku memutuskan untuk menelpon Taehyung dan Jimin jika saja mereka mau menemaiku menghabiskan makanan itu syukur-syukur juga jika mereka mau menemaniku dan menginap disini,

Aku menekan nomer ponsel Taehyung, tak berapa lama seseorang mengangkat panggilannya..

‘Jungkook-ah? Ada apa kau menelponku?’

Akhirnya dia mengangkat panggilanku,

“Apakah kau mau membantuku menghabiskan masakan Jin hyung?” Jawabku dengan nada penekanan masakan Jin hyung, aku tau Taehyung tidak pernah dapat menolak jika aku mengatakan pesona masakan Jin hyung padanya tetapi kali ini jawaban Taehyung sedikit…

‘Ya!!! Masakan Jin hyung? Dia sudah mau memasak untukmu lagi?’

“Hahaha, mungkin dia terpaksa karena eomma dan aboji sedang tidak di rumah..” Jelasku dan aku yakin Taehyung tau kemana eomma dan aboji pergi.

‘Kyaaaaa!! Apakah Jin hyung memasak banyak? Aku sangat ingin.. tapi maafkan aku, saat ini aku sedang membantu Changmin hyung di cafenya..’ Jawab Taehyung dengan nada penyesalan,

“Jinjja?? Lalu bagaimana aku menghabiskan semua ini? Jin hyung memasak sangat banyak..” Keluhku, sesungguhnya bukan itu aku lebih butuh seseorang menemaniku untuk menginap disini karena aku sangat kesepian.

‘Bagaimana jika kau mengajak Jimin? Aku sudah berjanji pada Changmin hyung mana mungkin aku kabur dari sini?’ Sarannya, ya aku masih memiliki satu kesempatan.. Jimin!!

“Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu..” Jawabku akhirnya dengan memutus sambungan telponku pada Taehyung.

Aku tidak membuang waktu kali ini untuk menelpon Jimin, sebelum Jimin mengangkat panggilanku beberapa kali bibirku bergumam lirih membuat suatu permohonan agar Jimin dapat membantuku kali ini..

‘Hmm..Yeoboseo..’ jawab seseorang disana seperti sedang dalam kondisi mengantuk mungkin baru terbangun dari tidurnya

“Ya! Jiminie..”

‘Ya! Jungkook-ah, ada apa?’ Gumamnya dengan suara sedikit serak

“Apakah kau mau membantuku menghabiskan masakan Jin hyung?” Aku langsung saja pada niat awalku tanpa berbasa-basi padanya

‘Mwo? Masakan Jin hyung? Eottokhe?? Aku sedang demam dan eomma sedang mengompres kepalaku dengan es mana bisa aku kesana?’

Sungguh jawaban yang tidak aku harapkan, dan lagi Jimin demam? Bukankah tadi pagi dia masih sempat menggoda nunna-nunna penjual Bungeoppang (sejenis pancake bentuk ikan dengan isi kacang merah) di samping sekolah?

“Jinjja? Baiklah istirahatlah kalau begitu.. Cepatlah sembuh Jimine.. “ Sahutku akhirnya memutus sambungan telpon,

Aku melempar ponselku di meja makan cukup kesal, beruntungnya ponselku tidak sempat berenang dalam kuah kalbi tang (Sup iga sapi).

Aku mengambil semangkuk nasi dan memakannya dengan beberapa menu masakan Jin hyung lainnya, sungguh baru kali ini aku makan masakan Jin hyung tanpa semangat. seolah-olah ini adalah resep gagal.

Bukan karena semua ini tidak enak hanya saja nafsu makanku tiba-tiba hilang sejak mendengar Taehyung dan Jimin tidak dapat menemaniku.

Jin hyung membuka pintu kamarnya dan keluar mendekat ke arahku, aku hanya menatapnya sekilas tanpa berani mengatakan apapun jika aku tidak ingin moodku menjadi lebih buruk, saat Jin hyung mulai menarik salah satu kursi makan di dekatku untuk duduk aku kembali memperhatikannya,

“Apakah Taehyung dan Jimin tidak bisa datang?” Tanya Jin hyung dengan mengambil semangkuk nasi dan menemaniku makan, tunggu bukankah tadi dia tidak mau makan bersamaku?

“Oh.. Taehyung sedang membantu Changmin hyung di cafenya dan Jimin sedang demam..” Jawabku

Jin hyung hanya mengangguk mendengar ucapannku, sedangkan mulutnya sedang sibuk mengunyah beberapa makanan.

“Kenapa? Aku hanya tidak ingin makanan ini terbuang sia-sia jadi aku menemani kau makan..” Sahut Jin hyung akhirnya saat dia menyadari jika sedari tadi aku memperhatikannya,

“Aku tau hyung..” sahutku dengan meliriknya sekilas dan melanjutkan makanku.. kenapa bahkan sampai saat ini Jin hyung tidak ada sisi manis manisnya.

“Baiklah, setelah selesai kau harus mencuci piring. Selama tidak ada eomma kita berbagi tugas, aku memasak, dan mencuci baju sedangkan kau mencuci piring dan bersih-bersih rumah”

Aku hanya mengangguk tanpa banyak bicara, saat Jin hyung telah selesai dengan makannanya dan menuju kamarnya aku memanggilnya kembali,

“Hyung..aku kesepian sekali, bisakah kau menemaniku sekali ini saja besok aku akan mengajak Taehyung kesini..” Ucapku dengan sedikit memohon

“Tidak bisa, tugas kuliahku sangat banyak dan deadline senin besok..” Jawabnya singkat dan kembali masuk dalam kamarnya.

Aku menengok jam tanganku, bahkan ini sudah jam 11 malam tapi besok adalah hari minggu.. bagaimanapun jika besok hari libur aku tidak ingin tidur terlalu sore.. tunggu aku ingat saat di sekolah tadi Jimin menceritkanku tentang sebuah permainan cukup menarik, bahkan permainan ini dapat di mainkan sendiri tanpa orang lain..

#Flashback#

 

“Sore nanti eomma dan aboji akan pergi ke hokkaido, aku tidak habis pikir mereka sudah memiliki 2 anak namja tapi masih saja akan pergi honeymoon dan meninggalkan kami berdua di rumah..” Keluhku dengan di pandangi oleh Taehyung dan Jimin saat matapelajaran terakhir telah usai,

“Itu artinya kau hanya bersama Jin hyung di rumah?” Tanya Taehyung dengan merapikkan buku-bukunya untuk dia masukkan dalam tas miliknya

“Aku bisa membayangkan pasti kau sangat kesepian, bukankah Jin hyung akhir-akhir ini sikapnya sangat dingin padamu?” Sahut Jimin

“Aku merindukan Jin hyung..” Setidaknya hanya kalimat itu yang aku katakan pada mereka dan berhasil membuat mereka tersenyum dan menepuk bahuku

“Aku butuh permainan yang seru tetapi dapat aku mainkan sendiri tanpa bantuan orang lain..” Sahutku setelahnya yang langsung di tanggapi oleh Jimin

Hitori Kakurenbo!!”

“Apa kau gila?” Taehyung tiba-tiba menjitak kepala Jimin

“Aku hanya menyarankan saja, bukankah itu adalah permainan yang ciri-cirinya Jungkook sebutkan?” Bela Jimin dengan mengelus kepalanya yang baru saja mendapat jitakan Taehyung

“Mwo-ya?” Tanyaku untuk menghentikan debat mereka,

“Permainan pemanggil arwah, dalam bahasa jepang Hitori Kakurenbo berarti bermain petak umpet sendiri..” Jelas Jimin,

“Bermain petak umpet? Lalu dimana letak keseruannya?” Tanyaku antusias agar Jimin menceritakan lebih banyak mengenai permainan itu.

“Kau bermain petak umpet dengan arwah yang kau panggil..” Sahut Taehyung yang langsung membuatku tersenyum, apakah benar seperti itu? Menurutku permaian ini cukup menarik.

“Ya! Jungkook-ah, permainan ini sangat bahaya jika aturan mainnya kau langgar satu saja bisa menjadi petaka besar lebih baik kau tidak usah mendengar saran Jimin, resikonya terlalu besar..” Taehyung yang sedari tadi menatap ekspesi wajahku terlihat cukup khawatir.

“Itu bukannya jika aturan mainnya dilanggar? Jika tidak bukankah tidak terjadi apapun padaku?”

“Lebih baik kau tidak usah memainkannya, dan aku sama sekali tidak menyarankanmu..” Tambah Jimin, dari ekspresinya Jimin terlihat menyesal telah mengatakan permainan itu padaku.

#Flashback end#

Aku menyeringai singkat mengingat hal ini, tapi bagaimana caranya? Aku bahkan tidak mengerti sama sekali tentang permainan ini. Jika saja aku bertanya pada Jin hyung pasti dia akan memarahiku karena sudah mengganggunya?

Aku menatap ponselku yang masih terletak di sudut meja karena lemparanku tadi, setidaknya benda itu berguna saat ini.. tentu saja aku akan mencari infonya melalui internet.. tidak ada yang tidak mungkin bukan?

Aku membereskan semua sisa makanan di meja dan mencuci piringnya sebelum Jin hyung memanggil dan mengatakan hal yang tidak aku inginkan, setelah selesai aku segera bergegas menuju kamarku di lantai atas tepat di samping kamar Jin hyung.

Aku berhenti pada pintu kamarnya dan berniat untuk mengetuk pintunya sekali lagi berharap hyungku yang tampan itu mau berbaik hati menemaniku. Tapi aku mengurungkannya dan masuk ke dalam kamarku.

Aku membuka ponselku, mencari sesuatu apapun yang dapat menunjukkan padaku mengenai permainan Hitori Kakurenbo,

Daebak!! Aku menemukannya.. bahkan semua bahan yang di butuhkan aku rasa aku punya, dalam artikel ini di jelaskan,

Alat dan Bahan:

  1. Sebuah boneka dengan bagian tubuh lengkap (Kepala, 2 tangan dan 2 kaki)
  2. Beras (fungsinya untuk mengisi boneka hingga penuh)
  3. Jarum serta benang merah
  4. Benda tajam (pisau, gunting, atau pecahan kaca)
  5. Secangkir penuh garam alami
  6. Tempat sembunyi

Aku berpikir sejenak, apakah permaian ini akan berhasil? Setidaknya aku tidak ingin bermain sendiri tidak ada salahnya bukan jika mengundang arwah untuk bermain?

“Boneka?? Dari mana aku dapat menemukan boneka? Apakah aku harus meminjam pada Jin hyung? Bukankah Jin hyung memiliki beberapa boneka? Tapi tidak mungkin.. dia tidak akan meminjamkan bonekanya karena aku akan merobek isinya dan aku isi dengan beras??” Gumamku sambil mengacak isi lemari pakaianku untuk menemukan boneka apapun itu yang dapat membantuku,

Buugg-

Aku mengelus kepalaku singkat saat aku mendapati sebuah boneka jatuh dari atas lemari dan menimpa kepalaku, aku tersenyum memandangi boneka itu. Tunggu.. milik siapa boneka ini? Boneka berambut panjang dengan mengenakan kimono? Bukankah ini mirip dengan boneka okiku??

Tapi apa perduliku, aku tidak percaya dengan legenda semacam itu paling tidak jika permainan ini berhasil aku akan mulai mempercayainya.

Aku kembali menatap layar ponselku untuk membaca langkah-langkah apa saja yang harus aku lakukan, setelahnya aku turun ke dapur dengan membawa beberapa bahan dan beras..

Aku menatap boneka cantik tetapi sedikit seram itu prihatain,

“Maaf aku akan merobek isi tubuhmu dan mengisinya dengan beras juga potongan kukuku,” Gumamku padanya, setelahnya aku menjahit boneka itu dengan benang merah dan berjalan menuju kamar mandi untuk mengisi air dalam bathup.

Aku menatap boneka itu dengan tersenyum,

“Aku akan memberikan kau nama Okiku..”

Aku menatap jam tanganku tepat pukul 3 pagi, bagus.. permainan di mulai..

“Hey, okiku.. saat ini aku yang akan pertama kali jaga dan kau harus menemukanku!” Kataku padanya dan meletakkan boneka itu dalam air di bak mandi,

Setelahnya aku harus mematikan seluruh lampu rumah dan menyalakan TV sebelum aku menuju tempat persembunyian, setidaknya itulah aturan yang harus aku lakukan melalu situs yang aku baca tadi. TV harus menyala menurutnya televisi berfungsi sebagai “radar” untuk mendeteksi kehadiran “sesuatu” disekitar. Baiklah aku akan mengikutinya dan aku akan membuktikan apakah benar arwah itu akan hadir?

Setalah selesai, aku menutup mataku dan menghitung dengan angka 1-10 lalu berjalan menuju kamar mandi dengan sebuah pisau di tanganku untuk menemkan boneka itu,

Aku mengambil boneka itu dan menusukkan pisau padanya

“Ya!! Aku menemukanmu okiku!! Sekarang saatnya kau yang jaga..”

Aku meletakkan kembali boneka itu dalam bak mandi dan berlari ke arah tempat persembunyian, tentu saja dengan segelas air garam yang harus aku siapkan. Menurutnya jika air garam lupa kau siapkan, aku akan menemukan sosok yang mengerikan. Dan semua aturan aku jalankan tanpa satupun yang tertinggal.. bukankah permainan ini akan aman nantinya?

Beberapa saat aku menunggu dan saatnya aku kembali ke kamar mandi untuk menemukan okiku, paling tidak jika boneka itu tidak ada dalam bathup artinya memang benar boneka itu sedang mencari dimana tempat persembunyiankau,

Aku menoleh sekitar tepatku bersembunyi, hebat karena bantuan air garam dalam gelas yang aku bawa paling tidak aku tidak akan di ganggu oleh hantu walau sesunggunya aku tidak takut oleh mereka tapi jika menggangguku? Jangankan hantu Jimin saja jika menggangguku aku akan menggetok kepalanya.

-Ceklek-

Perlahan aku membuka kenop pintu kamar mandiku, hal pertama yang aku lihat adalah bathup, BERHASIL!! Setidaknya kalimat itu yang aku teriakkan dalam hatiku saat aku melihat bathup telah kosong, Okiku? Benar aku berhasil mengundang arwah dalam boneka itu untuk bermain petak umpet denganku.. rasanya aku ingin menelpon Taehyung atau tidak Jimin untuk menunjukkan jika aku berhasil bermain hitori kakurenbo atau bahkan jika mereka ada disini aku akan berlari memeluk mereka.

Tunggu Jeon Jung Kook saat ini bukan saatnya pamer pada mereka, tapi saat inilah permainan dimulai.. aku harus menemukan Okiku saat ini juga mengingat permainan ini tidak boleh di mainkan melebihi waktu 2 jam lamanya..

Aku berjalan mengelilingi beberapa ruangan untuk menemukan Okiku, sedikit susah memang karena seluruh ruangan telah gelap karena sebelumnya aku mematikan seluruh lampu.

“Ya! Okiku.. kau dimana?” Gumamku dengan ekspresi seperti seorang pembunuh karena pada tanganku aku menggenggam sebuah pisau layaknya seorang psikopat sedang memburu korbannya. Saat ini aku berhasil melihat boneka itu.. Okiku aku menemukannya, tapi tunggu dulu.. kenapa boneka seakan dapat berjalan? Bahkan berlari ketika melihatku.

Aku mempercepat langkahku untuk mengejarnya, arwah dalam tubuh boneka itu seakan-akan ingin bermain lebih lama denganku sampai pada akhirnya dengan langkah cepat okiku berhasil memasukki kolong meja di dekat pintu gudang belakang rumahku, entah mungkin aku telah berhasil mengundang arwah disini yang membuatku sedikit bergidik, merinding, dan tiba-tiba mengeluarkan keringan dingin cukup banyak dari pelipisku.

Hawa dingin merasuki seluruh tubuhku, aku memandangi lokasi sekitar, aku harus segera menemukan okiku dan menyiramnya dengan air garam yang aku bawa agar permainan ini berakhir serta meneriakkan aku menang sebanyak tiga kali lalu membakar boneka itu, setidaknya hal itu yang aku baca dalam artikel tadi untuk mengakhiri permainan dan mengembalikan arwah itu ke alamnya.

Tanganku menyusup pada kolong meja untuk meraihnya, tapi sepertinya sesorang di bawah sana menarik tanganku cukup kuat, ya tuhan.. tolong aku, apakah arwah itu marah dengan apa yang aku lakukan? Rasanya aku ingin berteriak, tangan yang menarikku sungguh mengerikan, aku dapat merasakan kuku-kuku tajamnya akan mencakar tanganku, dan tangan itu sama sekali bukan tangan dari boneka okiku melainkan tangan hantu lain..

Samar samar terdengar sepenggal bacaan puisi legenda jepang,

(NB: harap puisi tomino hanya dibaca dalam hati)

‘Kakak memuntahkan darah, adik yang meludahkan api, tomino yang lucu meludahkan permata yang berharga, tomino meninggal sendirian dan terjatuh ke dalam neraka kegelapan, tomino yang lucu berjalan sendirian untuk menjemputmu ke neraka, duri-duri berkilauan dari atas gunung menancapkan duri ke dalam daging yang segar, sebagai tanda untuk tomino yang lucu’

Aku pernah mendengar cerita legenda itu, sepenggal puisi misterius dari seorang gadis kecil jepang bernama Tomino yang meninggal secara tidak wajar setelah menulis puisi itu, bukankah judulnya adalah Neraka Tomino?? Siapapun seseorang yang berani membaca puisi itu secara lengkap dan suara lantang akan meninggal bersama Tomino??

“Huuuaaaaa!!!” Teriakan histeris akhirnya lolos dari dalam tenggorokanku saat seseorang mencengkram pundakku saat ini, ya tuhan.. hantuuu.. apakah hantu itu akan membunuhku??

“Ya!! Apa yang kau lakukan jam 4 pagi disini?” Teriak seseorang,

Jin hyung?? Benar suara Jin hyung?? Aku merasakan tangan yang menarikku tiba-tiba menghilang. Aku bangkit dari posisiku dan memeluk Jin hyung, sangat jelas Jin hyung sedikit kebingungan melihat sikapku padanya,

“Ya!! Apa yang kau lakukan??” ucapnya sekali lagi

Aku melepaskan pelukanku padanya, dan tersenyum singkat untuk menutupi wajah ketakutanku, bagaimanapun Jin hyung tidak boleh tau jika aku bermain permainan terkutuk itu jika aku tidak ingin dia mengatakan kata-kata yang tak ingin ku dengar.

“Sesuatu hyung.. aku tadi mencari..”

“Untuk apa kau membawa pisau dan segelas air??” Tanyanya sekali lagi sebelum aku sempat menjawab pertanyaan sebelumnya,

“Itu.. aku tadi sedang mengambil minum didapur tapi dispensernya macet jadi aku mengunakan pisau untuk memperbaikinya dan aku akan mencari palu di gudang..” Jawabku yang sedikit tidak masuk akal

Kajja!!” Gumam Jin hyung sekali lagi dengan menyeretku masuk dalam rumah,

Tunggu.. keluar rumah?? Apakah baru saja aku membuat pelanggaran permainan? Dalam permainan Hitori Kakurenbo dilarang untuk keluar rumah?? Apakah aku melanggar aturan itu? Tapi bukankah aku keluar hanya untuk mengejar Okiku?? Aku tidak perduli.. sepertinya sebuah kutukan itu tidak pernah ada dan hal semacam itu harusnya tidak perlu terlalu dipercaya.

“Bagaimana bisa kau mematikan seluruh lampu ruangan ini tetapi TV kau nyalakan? Apakah kau bodoh?”

Aku menatap Jin hyung sekilas, aku tersenyum.. melihat Jin hyung mengoceh itu sangat lucu..

“Aku akan melanjutkan tidurku hyung, mataku terasa berat sekali.. ’ Gumamku dengan berlari menuju kamarku

***

*Author POV*

Jungkook mengedarkan pandangannya saat setelah sampai di kelasnya, sepertinya namja kecil yang sangat tampan itu sedang mencari temannya.. Kim Taehyung namja tampan yang lebih layak dikatakan aneh itu tersenyum dan berlari kearahnya,

“Jungkookie!!! Maafkan aku karena sabtu kemarin aku sudah berjanji pada Changmin hyung..” Taehyung menunjukkan senyum mautnya pada Jungkook, tentu.. senyuman maut Taehyung sangat memabukkan, bahkan tak seorangpun yeoja yang tahan jika melihatnya walau kelakuannya terkesan bodoh dan idiot tetapi namja itu memiliki wajah yang sangat mengagumkan. Dan yang pasti Jungkook adalah seorang namja normal yang tidak mungkin terbuai hanya karena senyuman seorang Kim Taehyung.

“Bodoh.. dimana Jimin?” Sahut Jungkook memalingkan wajahnya dari wajah Taehyung untuk mencari sosok Jimin yang juga teman dekatnya sama seperti Taehyung.

“Mungkin dia sedang membeli Bungeoppang kesukaannya didepan sana..” Jawaban Taehyung hanya mendapat anggukan dari Jungkook seolah namja itu sudah tau kebiasaan Jimin, Jimin sangat menyukai kue itu bahkan rela menggoda nunna penjualnya agar mendapat ekstra Bungeoppang melebihi porsi tentunya dengan harga normal.

“Oppa..” Panggilan yeoja yang sedang di ambang pintu kelasnya kini membuat kefokusan Jungkook kembali, Taehyung tersenyum dan menghampiri yeoja itu dengan raut wajah ceria khas Kim Taehyung tentu senyuman maut itu tidak pernah dia tinggalkan,

“Tae oppa, aku sedang memanggil Kookie oppa.. hehehe” Jawabnya dengan sedikit menertawakan kelakuan bodoh Taehyung,

Tentu saja, hanya yeoja itu yang tidak tertarik dengan senyuman maut Taehyung karena hatinya telah di penuhi oleh lukisan indah garis wajah Jungkook yang sangat sempurna, dia adalah Park Na Ra hoobae Jungkook dengan selisih setahun di bawahnya, yeoja manis yang telah menjadi kekasih Jungkook beberapa bulan ini.

Terbilang hubungan mereka masih seumur jagung tetapi Jungkook sangat mencintainya, hal itu dapat di lihat dari sebuah liontin yang melingkar indah di leher Park Na Ra dengan huruf hangul 국(Kook) pemberian Jungkook saat meminta yeoja itu menjadi kekasihnya yang berjalan lancar tanpa penolakan.

“Chagi-ah..” Sambut Jungkook dengan melewati Taehyung lalu merangkulkan lengannya pada pundak yeoja manis itu,

“Oppa, aku ingin menunjukkan beberapa masakanku padamu.. Jin oppa telah mengajariku bermacam hal dan kau harus mencobanya, bisakah sepuang sekolah nanti ke rumah?”

“Jinjja? Tentu..” Jungkook tersenyum pada yeoja yang terlihat lebih pendek 10cm darinya itu, dan mengacak rambutnya.. sangat terlihat yeoja itu menyukai hal yang Jungkook lakukan padanya, sangat sayang.. Jungkook sangat menyayangi yeoja itu, baginya cinta pertamanya ini adalah seseorang yang benar-benar tipe idealnya.

Park Na Ra adalah murid Kim Seok Jin di kelas memasak yang berlangsung setiap akhir pekan dan minggu sore, karena Park Na Ra memiliki bakat maka Jin sangat mengistimewakannya, bahkan tak satupun pelajaran masak Jin gagal di tangannya,

“Ya! Pagi-pagi sudah berpacaran didepan kelas..” Sahut Jimin dengan sebuah papperbag penuh Bungeoppang di tangannya,

Mata Jungkook tertuju pada sesuatu yang Jimin bawa, bahkan saat Jimin melewati mereka untuk masuk dalam kelasnya mata Jungkook terus mengikutinya,

“Ya! Jiminie.. kau membeli berapa banyak Bungeoppang? Apakah kau menggoda nuuna itu lagi untuk mendapatkan isi papperbag penuh?” Teriak Jungkook disertai tawa kecil dari Nara

“Ya! Aku belum sempat sarapan jadi aku membeli dua porsi yang aku jadikan satu dalam papperbag agar tidak terlalu banyak sampah yang berserakan..” Bela Jimin tampak bersungut-sungut mengetahui kecurigaan dari seorang Jeon Jung Kook padanya.

Jungkook hanya mengangguk kecil, menunjukkan sebuah kalimat ‘benarkah seperti itu Park Jimin?’ dalam otaknya.

“Oppa… aku akan kembali ke kelas.. sampai jumpa nanti…” Yeoja itu tersenyum singkat saat berjalan pergi dengan di ikuti lambaian tangan Jungkook singkat ke arahnya, sebelum namja itu memutuskan masuk dalam kelasnya bergabung bersama Taehyung yang sedang membantu Jimin menghabiskan Bunggeoppang miliknya, tentu dengan teriakkan seorang Park Jimin “Tae tae!! Mulutmu layaknya Jackpot.. kau menghabiskan semuanyaaa??” Yang membuat Jungkook kembali menertawakan tingkah kedua temannya yang menurutnya sangat konyol.

***

Jungkook menatap kagum pada beberapa masakan Park Na Ra, yeoja yang sangat dia cintai itu bahkan seolah mengambil banyak ilmu memasak dari Kim Seok Jin,

“Apakah kau mendapat banyak pelajaran dari Jin hyung? Bukankah kursus itu hanya 2hari dalam seminggu? Kenapa kau hebat sekali..” Pujinya pada kekasihnya itu saat setelah dia mencicipi beberapa masakan Nara,

“Jinjja? Jin oppa juga mengatakan aku sangat hebat, aku kira itu hanya motivasi tidak pentingnya agar aku terus semangat untuk kelas memasak ternyata benar seperti itu?”

Jungkook hanya mengangguk singkat,

“Makan lagi oppa..” Yeoja itu tersenyum dengan meletakkan beberapa lauk pada mangkuk Jungkook,

“Gomawo..” Jungkook tersenyum, setidaknya semua makanan dalam mangkuknya telah habis tentu itu akan membuat Nara senang karena masakannya tidak berakhir sia-sia,

-ddrrtt..drtt..-

Sekali lagi, ponselnya bergetar setelah berkali kali berdering tetapi Jungkook memutuskan untuk mematikannya tapi kini kembali seseorang itu mengganggunya,

Seokjin, berkali-kali Jungkook mendiamkan panggilan Jin karena merasa Jin akan memintanya untuk segera pulang sedangkan dia telah berjanji pada Nara akan kerumahnya untuk mencicipi masakannya,

Jungkook menghela nafas panjangnya sebelum menjawab telpon dari Seokjin,

“Nde??” Jawabnya sedikit tidak bersemangat

“Ya!! Jeon Jung Kook.. kenapa kau baru mengangkat telponku? Apakah kau tuli eoh?”

Seketika Jungkook menjauhkan ponsel dari telingnya dengan jarak 5cm saat terdengar ocehan Seokjin padanya,

“Aku tadi sedang makan hyung, aku sudah berjanji pada Nara untuk mencicipi masakannya dan kau hebat berhasil mengajarinya banyak hal…”

“Mwoo? Cepat pulang, Aku akan pergi dengan Yoongi, Hoseok dan Namjoon dan kau harus menjaga rumah apakah kau mengerti?”

“Hyung kau akan pergi kemana? Bisakah aku ikut?”

“TIDAK.. tit…” Dengan jawaban sedikit sadis Jin menutup sambungan telponnya, dan ekspresi Jungkook?? Tidak ada seseorang yang tidak kesal ketika mendengar jawaban seperti itu padanya.

“Siapa? Apakah Jin oppa memintamu untuk segera pulang oppa?” Nara mencoba mengartikan ekspresi Jungkook,

Jungkook hanya tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya untuk bergegas pulang

“Maafkan aku karena tidak bisa lama berada disini, Jin hyung akan pergi dengan temannya jadi aku akan segera pulang..”

Yeoja itu hanya mengangguk dan tersenyum mendengarnya,

“Nde.. hati-hati dijalan oppa, jika kau sudah sampai di rumah kau harus menghubungiku..”

“Arraseo..” Jawab Jungkook, namja itu sengaja mengecup bibir yeoja itu singkat sebelum pergi

“Sampai jumpa besok disekolah..” Lanjut Jungkook dengan senyumnya saat akan meninggalkan rumah yeoja itu.

***

*Jeon Jung Kook POV*

 

Hapir jam 7 sore jalanan cukup sepi kali ini karena mulai sedikit gelap, entah karena permainan terkutuk saat itu atau apa. kenapa tiba-tiba aku tidak memiliki sikap pemberani seperti biasanya? Bahkan langkah kakiku terasa sedikit berat saat aku berada di sebuah halaman luas menuju halte.. bukankah itu sebuah gedung perkantoran yang sudah tidak terpakai? Kenapa untuk menuju halte terasa sangat lama walau aku sudah mempercepat langkahku 3 kali lipat?

Okiku??? Aku melihat boneka itu berdiri di depanku kali ini,

“Ya! Kau.. jangan melarikan diri lagi..” Teriakku, aku hampir mengejarnya tapi boneka itu sudah berlari masuk dalam gedung kosong, aku memang ingin mengejarnya tapi.. tidak tidak.. pasti disana akan banyak sosok mengerikan menghadangku..

Aku kembali melangkahkan kakiku saat Halte sudah terlihat membuat perasaan sedikit lega padaku, suasana sudah sangat gelap bahkan bus sepertinya belum lewat. Apakah aku akan meminta Jin hyung menjemputku?? Kashima Reiko? Hantu wanita yang pada bagian atas tubuhnya hingga pinggang merangkak kearahku refleks membuatku mundur beberapa langkah tapi bagian tubuh pinggang sampai kakinya berada di belakangku..

“Huaaaa….” Teriakku dengan menutup mataku rapat-rapat

-Tinnn…-

sebuah klakson bus menyadarkanku, aku membuka mataku saat ini, ternyata hantu itu sudah pergi segera saja aku menaiki bus dengan mengatur nafasku yang sedikit berantakan, apakah ini sebuah kutukan? Tidak.. ini tidak mungkin.. apa aku harus mengatakan hal ini pada Taehyung dan Jimin? Pasti mereka akan memarahiku karena mereka sudah mengingatkan agar aku tidak melakukan permainan itu..

Aku duduk pada bangku tengah tapi kenapa bus ini sangat sepi sekali? Seakan hanya aku saja penumpangnya, aku berpindah duduk pada bangku depan dan menatap sopir bus yang sedang aku tumpangi dari belakang,

“Ahjussi, kenapa penumpangnya sepi sekali? Bukankah ini jam pulang kantor?”

“Mungkin nanti di ujung jalan sana banyak penumpang..” Jawab ahjussi itu dengan nada yang cukup ramah,

“Kau dari mana anak muda? Pulang sekolah?” Tanya ahjussi itu kembali dan aku tersenyum

“Nde, sepulang sekolah aku pergi ke rumah temanku ahjussi..”

Hanya terlihat ahjussi itu mengangguk tanpa menoleh sedikitpun ke arahku, mungkin karena ahjussi itu sedang fokus untuk menyetir,

“Apakah kau ingin melihat wajahku anak muda?” Tanya ahjussi itu seketika, tunggu kenapa ahjussi itu dapat mengetahui apa yang aku pikirkan?

Aku tidak menjawab apapun dari pertanyaan itu sampai pada akhirnya ahjussi itu menoleh padaku… dan…

“Huuaaa Nopperabou (Hantu muka rata)!! Tariakku dan berusaha membuka pintu bus yang aku tumpangi sedangkan telingaku mendengar tawanya yang cukup keras, sangat mengerikan.. aku membuka paksa pintu bus itu dalam beberapa menit memang pintu itu tidak dapat di buka tapi saat menit berikutnya akhirnya pintu itu terbuka, aku segera melompat keluar dan berhasil keluar dari bus terkutuk itu walau aku dapat merasakan beberapa bagian tubuhku terdapat luka lecet.

***

Jin hyung memandangiku yang sedikit acak-acakan saat masuk kedalam rumah, seragam sekolahku bahkan sudah tidak berbentuk, ada sebagian lengan yang robek karena melompat tadi dan ada beberapa bangian yang kotor karena aku tersungkur di tanah, sungguh bagaimana aku akan menjelaskan hal ini pada Jin hyung??

“Ya! Apa yang kau lakukan pada seragam sekolahmu? Apa kau baru saja berenang dalam kubangan lumpur?” Perkataan yang terkesan tanpa ada sisi konyol itu entah kenapa berhasil membuatnya menertawakanku.

“Hyung.. kau tau saat aku menaiki bus pulang dari rumah Park Nara ternyata sopir bus itu adalah Nopperabou jadi aku melompat keluar..” Jelasku saat ini yang seketika Jin hyung menghentikan aktifitasnya untuk menertawakanku

“Mwo?? Hahaha jadi kau melompat keluar? Nopperabou? Jangan membohongiku.. itu hanya sebuah cerita legenda yang belum terbukti kebenaranya..”

“Hyung!! Sungguh aku tidak mengatakan hal bohong.. bahkan sebelum aku naik bus Kashima Reiko mengejarku..”

“Hahahaha… sungguh mungkin kau terlalu banyak menonton film horor, cepat mandi dan ganti bajumu itu, aku akan pergi dengan Yoongi, Namjoon dan Hoseok jika kau lapar aku juga sudah menyiapkan kau makan malam, kalau kau tidak suka sendiri kau bisa mengajak Tae atau Jimin menginap disini mungkin aku nanti akan menginap di rumah Yoongi..”

Hanya kata itu yang Jin hyung ucapkan sebelum akhirnya Jin hyung mematikan TV dan menaiki tangga menuju kamarnya, suatu hal yang aku suka kali ini Jin hyung sudah dapat tersenyum di hadapanku walau senyuman tadi tidak lebih dari sebuah tertawaan akan hal yang aku katakan karena dia menganggap itu hanyalah sebuah lelucon.

Aku menyelesaikan mandiku dengan cepat, setelah mengganti bajuku aku bergegas menemui Jin hyung yang akan segera pergi, bagimanapun aku takut dirumah sendiri untuk saat ini karena kejadian tadi benar benar nyata untukku, apakah semua itu adalah kutukan boneka okiku dan permainan Hitori Kakurenbo yang belum selesai secara sempurna??

“Hyung..” Panggilku saat Jin hyung akan keluar rumah

“Wae?”

Aku menoleh lokasi sekitar, kenapa tiba-tiba aku merasakan rumahku begitu sepi? Aku merasa di perhatikan saat ini, bahkan lebih parahnya aku merasa jika aku tidak sendiri dalam rumah ini.

“Hyung aku mohon, perbolehkan aku ikut..”

*Author POV*

Jin menghela nafas panjangnya, sepertinya terlihat jika Jin tidak tega meninggalkan Jungkook sendiri tetapi sekali lagi Jin memasang wajah tega padanya,

Jin mengambil ponsel pada sakunya untuk menelpon seseorang disana,

Ya! Tae tae, kau bisa menginap disini untuk menemani Jungkook? Bawa serta Jimin, hyung sudah memasak banyak untuk kalian semua..’ Ucap Jin dengan seseorang disana, Kim Taehyung,

‘Jinjja? Baiklah hyung aku akan menelpon Jimin dan segera kesana..’ Ucapan itu setidaknya membuat Jin sedikit lega, bukan apa-apa hanya saja Jin merasa bertanggung jawab pada Jungkook saat kedua orang tua mereka pergi, Jungkook dipercayakan pada Jin untuk menjaganya, kalau sampai Jungkook sakit atau hilang bukankah itu sebuah neraka untuknya? Apalagi eommanya sangat menyayangi Jungkook.

“Aku sudah menelpon Taehyung, dia dan Jimin akan menginap disini untuk menemanimu.. aku tidak bisa mengajakmu karena Yoongi membutuhkan bantuanku jika kau ikut itu akan merepotkan”

Jawaban itu setidaknya membuat Jungkook mengerti dan seharusnya Jin bangga memiliki adik tiri seperti Jungkook, walau namja itu lebih muda dari Jin tetapi sangat mengerti kondisi Jin. Dan entah kenapa setelah pernikahan kedua orang tua mereka Jin sangat menunjukkan jika dia tidak menyukai Jungkook, padahal sebelumnya mereka terlihat seperti kakak adik yang saling melindungi.

#Flashback#

Jin memarkir mobilnya tepat di samping sekolah Jungkook, namja itu seketika tersenyum saat mendapati seseorang yang di tunggunya keluar gerbang sekolah dengan tersenyum lalu berlari menghampirinya,

“Hyung!!!” Teriak Jungkook senang saat melihat Jin menjemputnya, tanpa ada rasa canggung Jungkook memeluk Jin dangan di ikuti tepukan tangan namja itu pada punggung Jungkook

“Hyung sedang apa?” Tanya Jungkook saat melihat Jin berada didepan sekolahnya,

“Hyung sedang menjemputmu dan ini..” Jin tersenyum menunjukkan beberapa kotak bekal yang dia bawa, bahkan Jin memasak terlebih dahulu untuk Jungkook sebelum menjemput namja yang sangat tampan itu di sekolahnya.

“Kau memasak untukku hyung?? Waahh sepertinya enak..” Sahut Jungkook

“Kajja, kita cari tempat yang cocok untuk piknik..” Jawab Jin yang membuat Jungkook terkekeh melihat tingkah seseorang yang telah dia anggap sebagai hyung untuknya itu, Seokjin sering memberikan kejutan tiba-tiba yang membuatnya senang, piknik? Keinginan untuk piknik yang Jungkook ucapkan dua hari lalu pada Jin ternyata di tanggapi serius oleh Jin, tentu Jungkook sangat menyukainya.

Sejak kecil Jin sangat menyayangi Jungkook karena mereka sama-sama anak tunggal dan rumah mereka berdekatan, ibu dari Jungkook meninggal saat setelah Jungkook di lahirkan sedangkan ayah Jin meninggal saat Jin masih berusia 12thn, hal itu membuat kedekatan mereka sangat terlihat apalagi Jin bersikap sangat special untuknya,

Tapi entah kenapa baru beberapa bulan ini kedua orang tua mereka memutuskan untuk menikah, awalnya Jungkook sangat senang mendengar hal itu karena dia merasa bahwa dia akan benar-benar mendapatkan Jin sebagai kakaknya apalagi ibu dari Jin sangat menyayangi Jungkook,

Berbeda dengan Jungkook, Jin beberapa kali meminta agar ibunya tidak menerima lamaran ayah dari Jungkook. Bahkan namja itu terlihat sangat tidak senang dengan pernikahan itu terlebih Jin sangat menunjukkan ketidak senangannya pada Jungkook, entahlah kenapa tiba-tiba Jin bersikap seperti itu,

#Flashback END*

“Tunggulah, beberapa menit lagi Taehyung dan Jimin akan datang.. aku pergi dulu..” Ucap Jin akhirnya yang terpaksa mendapat persetujuan dari Jungkook,

Jungkook segera mengunci pintunya saat Jin pergi, bahkan namja itu terlihat sangat tidak tenang.. beberapa kali dia memandangi lokasi sekitar, baru kali ini Jungkook merutuki nasib memiliki rumah besar dengan halaman yang cukup luas dan inilah kerugiannya, akan banyak hantu yang bisa bersembunyi di banyak tempat.

Bulu kuduknya tidak pernah merinding sebelumnya bahkan seumur hidupnya baru kali ini dia mengetahui rasanya ketakutan pada sosok hantu,

“Huuaaaaaaa…..” teriak Jungkook menggelegar seluruh isi ruangan saat namja itu merasakan kaki kirinya di tarik oleh sebuah tangan kecil.. hantu anak kecil Zashiki Warashi, dalam legenda urban jepang Zashiki Warashi dijelaskan sebagai hantu anak kecil dengan mengenakan kimono penghuni rumah yang cukup besar, karena hantu ini adalah lambang kemakmuran tetapi sungguh seorang Jeon Jung Kook bahkan tidak berharap untuk melihat atau bertemu dengan hantu semacam ini, walau banyak yang mengatakan jika seseorang dapat melihat Zashiki Warashi akan memperoleh keberuntungan tapi bagi Jungkook akan memperoleh kutukan, sebab hantu kecil itu menatap Jungkook dengan tatap sedih juga marah.

“Oppa.. apakah kau melihat bonekaku??” Suara halus dan setengah berat itu membuatnya yakin itu bukanlah suara manusia,

Jungkook mencoba membuka matanya perlahan saat mendengarnya, keringat dinginnya sudah memenuhi hampir seluruh tubuhnya, kembali jantungnya berdetak cepat saat dapat dengan jelas menatap wajah pucat yeoja kecil yang sedikit mengerikan.

“Bo..bo..neka maksudmu?” Suara Jungkook terputus-putus saat deru nafas terus memburunya, bagaiamana Seokjin bisa dengan santai meninggalkan Jungkook saat ini?

“Oppa.. apakah kau menghilangkan bonekakuuu??” Bentak Zashiki Warashi itu lalu kembali mencengkram kaki Jungkook dengan kuat,

“Huuuaaa… lepaskan.. lepaskan aku..” Jungkook mencoba melepaskan kakinya dari cengkeraman Zashiki Warashi yang terlihat sangat membencinya itu tetapi cengkeraman itu sangat kuat walau hantu itu adalah sosok anak kecil yang mungkin saja masih berusia 7thn,

“Aku tidak akan melepaskanmu, karena kau menghilangkan bonekaku..” Zashiki Warashi itu menangis, terlihat sangat menyedihkan tetapi sekali lagi dia menatap Jungkook dendam..

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menemukan bonekaku!!” Bentaknya kembali, apakah boneka Okiku itu adalah miliknya? Kenapa Jungkook sangat ceroboh menggunakan boneka itu sebagai mediasi arwah tanpa tau boneka itu milik siapa?

Dengan cepat Zashiki Warashi menggigit kaki Jungkook yang membuat namja itu berteriak memaksakan diri agar terlepas darinya.. tapi sayangnya Jungkook gagal, kekuatan Zashiki Warashi lebih besar darinya yang membuat Jungkook jatuh terduduk dan berhadapan dengannya,

Zashiki Warashi meraih leher Jungkook untuk mencekiknya, namja itu menahan nafas berharap dia akan tetap hidup setelah ini, Jungkook bahkan menangis berharap siappun datang untuk menolongnya dan membebaskannya dari cengkraman Zashiki Warashi,

“Le…lepaskan a..aku, aku mohon..” Suara Jungkook sedikit terbata-bata saat tangan kecil itu telah mendarat sempurna pada lehernya, tangan kecil yang tiba-tiba berubah menjadi tangan mengerikan dan kuku-kuku panjang mulai tumbuh di setiap jarinya,

Bahkan Zashiki Warashi tidak memperdulikannya, tangannya lebih kuat mencengkram leher Jungkook saat kuku itu akan menancap pada leher Jungkook namja itu berteriak dan menangis..

“Jin hyuunnggg!!! Taehyung… Jimin… siapapun bebaskan aku..”

`bbrak..brak..brakk…`

Terdengar suara ketukan bahkan dobrakan pintu dari arah depan,

“Jungkook-ah.. kau baik-baik sajaaa??” Suara Taehyung..

“Jungkook-ah!! Buka pintunya.. kenapa kau berteriak???” Suara Jimin terdengar lebih kencang dengan tangannya yang terus-menerus mendobrak-dobrak pintu saat suara teriakkan Jungkook terdengar dari luar,

Zashiki Warashi menghentikan aksinya seketika, dan menoleh ke arah sumber suara setelahnya menjauh dari Jungkook dan berlari pergi,

Jungkook mengatur nafasnya, setidaknya dia selamat saat ini walau luka goresan kuku dari Zashiki Warashi tertinggal pada lehernya yang membuatnya sedikit kesakitan, sedikit perih dan membiru.

Jungkook mencoba terbangun dan segera membuka pintu untuk Taehyung juga Jimin, walau langkahnya sedikit sempoyongan tetapi Jungkook ingin segera membuka pintunya untuk membuatnya merasa aman di dekat Taehyung dan Jimin.

“Jungkook-ah kau baik-baik saja??’

Jungkook tidak menjawab apapun, namja itu seketika memeluk Taehyung dan Jimin bersamaan..

“Aku takut…” Hanya itu yang Jungkook ucapkan di tengah tangisannya.

“Wae.. kau kenapa?” Taehyung menepuk pundak Jungkook sedikit keras agar Jungkook segera menceritakan kejadian sebenarnya,

“Kau…” Jimin tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat beberapa luka goresan dan sedikit lebam pada leher Jungkook

Taehyung menutup pintu rumah dan memenguncinya sebelum dia menuntun Jungkook juga Jimin menuju kamar Jungkook dan mengobati lukanya,

“Kau kenapa? Apa yang kau lakukan dengan lehermu??” Tanya Jimin, tangannya dengan cekatan mengobati luka Jungkook. Bahkan sedari tadi begitu banyak pertanyaan yang terlontar dari mulutnya sedangkan tidak satupun Jungkook menjawabnya, entahlah antara Jungkook bingung menyampaikan hal itu atau ingin menyembunyikannya dari Jimin dan Taehyung.

“Ya!! Apa kau bisu mendadak? Tak satupun pertanyaanku yang kau jawab?” Teriak Jimin untuk menyadarkan Jungkook,

“Atau kau lupa bahasa negaramu sendiri?” Sahut Taehyung yang seketika mendapatkan jitakan dari Jimin

Jungkook menatap kedua temannya secara bergantian, namja itu berpikir sejenak.. mungkin dengan bantuan Jimin juga Taehyung masalahnya bisa teratasi, lebih bagus lagi jika Seokjin juga mau membantunya.

“Taehyung-ah, Jiminie.. aku hampir saja di bunuh oleh Zashiki Warashi” Jungkook menghela nafas panjang setelah mengucapkannya, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamarnya kini memastikan Zashiki Warashi tidak datang lagi.

“Mwo??? Zashiki Warashi katamu? Bukankan dia adalah hantu yang baik?” Sahut Taehyung

“Ya!! Ya!! Kalau dia baik mana mungkin dia mau membunuh Jungkook??” Sangkal Jimin setelahnya,

“Ya! Tapi aku pernah mendengarnya dari ibuku, jika di rumah sebuah keluarga ada Zashiki Warashi itu adalah lambang kemakmuran, keluarga yang sangat bahagia, dan jika seseorang melihat Zashiki Warashi itu artinya akan memperoleh keberuntungan dan dia tidak mungkin menyakiti seseorang yang rumahnya dia tumpangi, dia tidak mengganggu aku yakin itu..” Taehyung sedikit berpikir saat mengucapkannya, bahkan selama ini Taehyung berangan-angan ingin Zashiki Warashi ada di rumah miliknya, entah itu mungkin pemikiran bodoh seorang Kim Taehyung.

Tapi apa boleh buat semua legenda urban jepang tentang Zashiki Warashi yang Taehyung ceritakan benar adanya.. Zashiki Warashi adalah simbol kemakmuran bahkan untuk melihatnya beberapa orang rela untuk pergi ke jepang tepatnya di kuil Hayachine yang terletak pada kaki gunung Hayachine. Sedangkan Jungkook tanpa melakukan semua itu sudah dapat melihatnya.

Jimin mengangguk singkat mendengar penjelasan Taehyung, benar semua ucapan Taehyung setidaknya pernah dia dengar.. Zashiki Warashi bukanlah hantu yang berbahaya bahkan tidak pernah menyakiti pemilik rumah yang dia tumpangi, lalu kejadian apa yang membuat Zashiki Warashi mencelakai Jungkook bahkan hampir saja membunuhnya jika saja dia dan Taehyung tidak segera datang.

“Aku yakin letak permasalahannya bukanlah dari Zashiki Warashi tetapi dari Jungkook..” Akhirnya kesimpulan itu Jimin ucapkan yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jungkook

“Ya!! Kau membela hantu itu? Temanmu hantu itu atau aku?” Jungkook bersungut-sungut di hadapan Jimin tapi sekali lagi tidak ada yang membelanya bahkan Taehyung juga setuju dengan kesimpulan Jimin.

“Kau pasti sudah mengganggu hantu itu, kau melakukan sesuatu padanya yang membuat dia membencimu dan menyimpan dendam padamu?” Taehyung menatap Jungkook mencari sebuah kebenaran dari ekspresi yang Jungkook tunjukkan.

“Aku menghilangkan boneka miliknya, dan aku mohon kalian bantu aku untuk menemukan boneka itu..” Jawab Jungkook akhirnya

“Mwoo?” Bahkan pertanyaan satu kosa kata itu terucap bersamaan dari mulut Taehyung dan Jimin

“Nde, boneka Okiku miliknya aku gunakan untuk bermain Hitori Kakurenbo sedangkan aku tidak dapat menemukannya sampai saat ini dan aku sudah melangar aturan mainnya karena aku keluar rumah sebelum permainan itu berakhir..”

“Ya!! Jeon Jungkook kau sudah gila?? Bukankah aku sudah katakan itu permainan yang sangat berbahaya?” Teriak Taehyung

“Okiku?? Kenapa kau menggunakan boneka itu? Bahkan sebelum kau mengundang arwah memasukinya di dalam boneka itu sudah ada arwah Okiku pemiliknya.. bukankah kau sudah tau akan hal itu?” Jimin mengacak rambutnya frustasi, entah bagaimana caranya menyelamatkan Jungkook dari kejadian sangat fatal ini.

Boneka Okiku adalah boneka milik yeoja kecil dari jepang bernama Okiku, Okiku mendapatkan boneka berambut panjang dengan mengenakan kimono itu dari kakaknya, sebuah legenda urban jepang menjelaskan bahwa Okiku meninggal karena suatu penyakit dan arwahnya di percaya berada dalam boneka kesayangannya karena rambut boneka itu selalu tumbuh panjang meskipun telah beberapa kali di potonng seolah benda itu adalah benda hidup.

Jungkook sadar akan hal itu juga legenda itu, tapi sekali lagi Jungkook tidak mengetahui bahwa boneka itu adalah boneka Okiku asli mengingat banyak boneka sejenis di jual di toko boneka.

“Aku tidak memiliki boneka, hanya itu satu-satunya yang aku temukan..” Jungkook mengatakan sebuah alasan yang seharusnya dia tidak perlu memaksakan diri untuk bermain Hitori Kakurenbo jika tidak memiliki boneka.

“Bukankah aku sudah katakan?? Jangan memainkan Hitori Kakurenbo!!!

***

Mobil Min Yoongi terparkir sempurna di halaman depan rumah Seokjin saat namja itu mengantar Jin pulang pagi ini, lebih layaknya disebut pagi menjelang siang..

“Ada siapa di rumahmu? Bukankah itu motor milik Jimin teman Jungkook? Mereka menginap disini semalam?” Pertanyaan Yoongi sempat membuat Jin sedikit kaget, bukankah mereka harus sekolah tapi kenapa sepertinya sudah sesiang ini tidak ada satupun dari mereka yang pergi kesekolah?

“Harusnya mereka sekolah..” Sahut Jin,

“Apakah mereka menemani Jungkook semalam? Aku kan sudah katakan kau bisa mengajak serta Jungkook, tapi kenapa sepertinya kau sedikit berubah? Ayolah bagaimana mungkin sikapmu berubah pada Jungkook hanya karena masalah sangat sepele seperti itu?”

“Yoongi-ah.. biarkan Jungkook menjadi namja yang mandiri, kajja kau tidak mampir?” Tawarnya saat Jin sudah turun dari mobil milik Yoongi,

“Tidak, aku ada kelas sejam lagi jadi aku harus segera pergi..”

“Nde, baiklah.. hati-hati di jalan..” Teriak Jin dari luar mobil Yoongi dan di jawab dengan senyuman juga acungan jempol oleh Yoongi.

Jin menaiki beberapa anak tangga untuk menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar milik Jungkook, Jin gagal membuka pintu kamarnya saat rasa penasaran itu muncul. Hal apa yang membuat Jungkook, Taehyung dan juga Jimin bolos sekolah hari ini,

“Mwoo?” Jin membuatkan kelopak matanya saat mendapati mereka semua sedang tertidur sangat pulas

“Ya!! Ireonaaa!! Jeon Jung Kook!! Kim Tae Hyung!! Park Ji Min!!” Tariak Jin dengan disertai beberapa pukulan guling ke arah mereka bertiga,

“Mwo?? Hyung.. sejak kapan kau pulang?” Anehnya pertanyaan itu dari Taehyung, biasanya Jungkook bisa terbangun terlebih dahulu,

“Baru saja, kalian kenapa tidak ada yang sekolah??”

“Jungkook sedang demam hyung..” Sahut Jimin yang juga terbangun

“Mwo?? Bukannya sebelum aku pergi dia baik-baik saja”

Taehyung bangkit dari duduknya lalu berbisik pada Jin,

“Mwo???” Sekali lagi Jin membulatkan kelopak matanya dan beberapa kali memukul lengan Taehyung cukup keras,

“Ya..ya.. Hyung kenapa kau memukuliku??”

“Jangan mengatakan hal bohong padaku, mana mungkin ini semua ulah Zashiki Warashi?” Ucap Jin sekali lagi dan melayangkan kembali pukulan ringan pada Taehyung untuk terakhir kalinya

“Kalau kau tidak percaya kau lihat saja luka di leher Jungkook, memang bukan luka yang parah tapi lumayan sakit sepertinya..”

Jin menatap Taehyung sekilas lalu berjalan mendekat pada Jungkook yang belum terbangun dari tidurnya, Jin menyentuhkan punggung tangannya pada dahi Jungkook..

Suhu badannya cukup tinggi, mungki efek ketakutan dan cakaran yang menyebabkan luka gores dan lebam itu membuatnya jatuh demam.. sekali ini wajah khawatir nampak pada ekspresi Seokjin, seberapaun bencinya dia pada Jungkook, alasan apapun itu yang membuat dia membenci Jungkook tetapi terlihat jelas Jin sangat tidak suka melihat Jungkook sakit bahkan demam sekalipun.

“Jinjja!! Kenapa kalian tidak menelponku sejak semalam??” Sahut Jin sedikit berteriak,

“Maafkan aku hyung, aku yang secara tidak sengaja mengatakan permainan itu pada Jungkook bahkan aku juga baru tau jika dia benar-benar memainkannya..” Jimin bangkit dari tempatnya, tentunya Jimin merasa sangat bersalah kali ini.

“Itu bukan salahmu Jimin-ah, harusnya aku lebih mengawasinya..”

Beberapa kali Jin mengacak kotak obat, wajahnya tersenyum lega saat menemukan sebuah plaster kompres demam. Entah kenapa sejak dulu Jin selalu memperlakukan Jungkook seperti anak bayi, mungkin karena akhir-akhir ini dia sedang membenci Jungkook maka hal itu tidak terlihat tetapi saat ini semua orang yang melihat tidak akan percaya jika Jin benar-benar membenci Jungkook.

Jimin menahan tawanya saat melihat tingkah Jin dengan plaster kompres demam di tangannya,

“Hyung, kau serius dengan plaster itu?”

Sedangkan Taehyung?? Tanpa ada rasa sungkan namja itu bahkan menertawakan Jin cukup keras..

“Hahaha hyung kau kira balita yang sedang demam??”

“Diamlah kau atau aku plaster juga mulutmu?” Sahut Jin yang seketika Taehyung menutup mulutnya, sesuatu bodoh itu bahkan membuat Jin menahan tawanya melihat tingkah Taehyung.

Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali saat sensasi dingin dari plaster kompres mendarat tepat di dahinya, wajahnya tersenyum singkat saat mengetahui bahwa Seokjinlah yang menepelkan plaster itu padanya.

“Apa kau baik baik saja??” Tanya Jin sedikit khawatir,

“Nde, gomawo hyung aku hanya butuh tidur lebih..” Jawab Jungkook dengan suara sedikit serak,

Jin bangkit dari duduknya dengan sedikit canggung,

“Tunggulah aku akan membuatkanmu sup agar demammu berkurang..”

Saat Jin akan berjalan pergi, Jungkook kembali memanggilnya paling tidak dia harus berterimakasih karena Jin masih perduli dan memperhatikannya,

“Hyung, gomawoyo..” Sahut Jungkook yang hanya dijawab oleh senyuman dari Seokjin

“Hyung! Bolehkan aku membantumu membuat sup?” Sahut Taehyung

“Tidak, kau akan mengacaukan dapurku.. diamlah disitu..”

~Brakk.~

Bahkan Jin menutup pintu kamar Jungkook dengan keras saat keluar,

“Jungkook-ah, bukankah hyung mu lebih seram dari Zashiki Warashi?” Suara Taehyung bahkan terdengar cukup keras,

“Ya! Tae.. apa kau kira aku tuli??” Tariak Jin dari luar yang kembali membuat Taehyung merutuki nasibnya, bagaimana mungkin teman baiknya memiliki Hyung sesadis itu?

***

*Jeon Jung Kook POV*

 

Sebuah ruangan gelap, pengap, bahkan aku tidak dapat merasakan keberadaanku saat ini.. sesungguhnya saat ini aku sedang dimana? Kenapa aku bahkan tidak dapat melihat apapun disini.. aku mohon Jin Hyung, Taehyung, juga Jimin datang membantuku karena aku sungguh tidak suka kegelapan.

Dari sudut ruangan yang mungkin saja cukup luas, sebuah titik cahaya datang.. syukurlah mungkin saja itu jalan keluar dari tempat mengerikan ini.. aku harus segara pergi atau pulang kerumah, bahkan aku tidak tau bagaimana aku sampai di tempat ini dan untuk apa?

Aku berjalan menuju setitik cahaya untuk mencari jalan keluar namun sia-sia, secepat apapun kakiku melangkah menuju cahaya itu tetap saja aku tidak dapat mencapainya tidak ada satu pintupun yang terlewati bahkan terlihat..

Tiba-tiba sesuatu langkah menghentikanku, Boneka Okiku.. kenapa dia mendekat dan menghadangku?? Beberapa detik setelahnya Zashiki Warashi berjalan mendekat ke arahku, pandangannya masih saja penuh dendam..

Beberapa saat kemudia boneka Okiku itu lari dari tempat ini dan kembali menghilang di kegelapan,

“Kau harus menemukan bonekaku, jika tidak aku akan menjadikan kau bonekaku..” Suara hantu kecil itu seakan berat dan seram, kenapa gadis kecil dengan rambut bob itu begitu membenciku bukankan semua orang mengatakan bahwa Zashiki Warashi adalah hantu yang baik dan membawa keberuntungan?

Aku mundur beberapa langkah saat Zashiki Warashi itu berjalan ke arahku, setidaknya dia pernah hampir membunuhku aku tidak ingin hal itu terjadi kembali.

“Pergi.. menjauhlah dariku..!!” Bentakku saat ini ketika aku sudah tidak dapat menahan rasa ketakutanku melihat ekspresinya yang sangat menyeramkan,

Seketik kaki kiriku di tarik oleh sebuah tangan dengan kuku tajamnya, bukan itu bukan Zashiki Warashi karena hantu kecil itu saat ini sedang diam memandangiku lalu? Apakah ada seseorang lain di belakangku??

“Huuuuaaaaa… pergi kauuu!!” Aku menjerit histeris, mengayunkan kaki kiriku ke arah depan belakang agar tangan itu melepaskannya, mengerikan Kashima Reiko lah yang menarik kakiku, tapi cengkeraman itu cukup kuat seolah kakiku akan di robek oleh kuku tajamnya..

Deru nafas terus memburuku, aku yakin seluruh bajuku telah basah oleh keringat dingin.

“Anak muda, jangan sekali-kali kau bermain-main dengan arwah.. apa kau mengerti?? Kau ingin mati??” Suara itu?? Bukankah suara itu adalah suara ahjussi sopir bus saat itu?? Bukankah dia… Nopperabou?

Aku menutup mataku rapat-rapat, sungguh ini adalah hal yang sangat menyeramkan bagiku.. mengerikan dan aku sangat membenci semua ini,

Tubuh gadis kecil Zashiki Warashi itu tiba-tiba melayang dan mendekat kearahku, sekali lagi tangan kecilnya telah sukses mendarat tepat di leherku, aku menahan nafasku.. air mataku tiba-tiba saja keluar, akankah ini menjadi akhirku? Apakah aku akan mati setelah ini? Aku masih ingin bersama dengan aboji, eomma, juga Jin hyung.. bersama teman baikku Taehyung dan Jimin tentu masih ingin menjadi kekasih Park Nara yeoja yang sangat aku sayangi itu.. tapi aku sungguh tidak dapat membebaskan diriku dari cengkramannya,

Kembali lagi puisi Tomino terdengar lebih keras di telingaku dengan suaranya yang mengerikan di saat tangan kecil Zashiki Warashi berubah menjadi sangat mengerikan kembali dan kuku-kuku tajam telah tumbuh sempurna di setiap jarinya..

~Kreekk~

Aku menahan sakit yang sangat pada leherku, perih dan rasanya aku hampir susah untuk bernafas, kuku tajam itu berhasil merobek leherku bersamaan dengan airmataku yang semakin banyak terbuang, mungkin hanya tinggal beberapa detik lagi aku hidup menyedihkan..

“Kau sudah merobek tubuh okiku, sekarang saatnya aku akan merobek-robek tubuhmu..” Badanku semakin lemas, aku hanya memejamkan mataku tanpa bisa melawan.. hanya mendengar suara seramnya yang penuh dendam dan pasrah akan kematianku. Sedangkan yeoja kecil bernama Tomino tersenyum menatapku di sudut ruangan dengan sebual lembar kertas di tangannya berisikan puisi miliknya.

“A…aku mohon.. beri aku kesempatan, aku ma..sih ingin bersama orang-orang yang a..ku sayangi..” Jawaban itu akhirnya aku katakan dengan susah payah di tengah aku merasakan rasa sakit yang hebat, di tengan ketakutanku dan deru nafasku yang semakin melambat.

Zashiki Warashi menghentikan aktifitasnya, memandangiku sekilas dan mundur beberapa langkah..

“Aku hanya memiliki teman okiku tapi kau merusaknya dan menghilangkannya, aku akan memberikan kau kesempatan satu hari.. hanya satu hari untuk menemukan okiku dan menyelesaikan ritual permainan itu untuk mengembalikannya padaku jika tidak maka kau yang harus menggantikan okiku untuk menjadi bonekaku..”

Aku tidak dapat berkonsentrasi saat ini, apapun yang dia katanakan aku hanya menganggguk agar dia membebaskanku, tapi mana mungkin? Aku bahkan sudah berdarah-darah saat ini.. bukankah kematian hanya hitungan mundur??

“Ingat waktumu hanya satu hari untuk menemukan okiku..”

Setelah mengucapka itu, tiba-tiba Zashiki Warashi berjalan pergi dariku, satu hari?? Bagaimana bisa aku menemukan Okiku hanya dalam satu hari?? Bahkan sudah berhari-hari aku tidak menemukannya??

***

“Jungkook-ah.. ireona.. kau baik baik saja??”Samar-samar aku mendengar suara itu, suara Jin hyung??

Aku menerjapkan mataku, saat ini aku bahkan berada di rumahku dan berbaring pada kasurku.. apakah aku tadi sedang bermimpi??

Saat mataku terbuka sempurna, aku mendapati Jin hyung di hadapanku. Aku segera bangkit dan tanpa banyak bicara aku memeluknya dengan menangis.. setidaknya jika aku tidak berhasil menemukan Okiku aku ingin satu hari terakhir bersama dengan orang-orang yang aku sayangi termasuk Jin hyung..

“Hyung…”

“Gwanchana… apa kau baik-baik saja?? Demammu semakin tinggi, apakah aku harus membawamu ke rumah sakit??”

“Anni, hyung aku hanya ingin kau menemaniku..”

Jin hyung mengangguk singkat,

“Hyung.. Zashiki Warashi itu…”

“Kenapa dengannya?”

Aku kembali memeluk Jin hyung,

“Dia hanya memberikanku waktu satu hari untuk menemukan boneka okiku dan mengembalikan padanya, dia mengatakan jika aku tidak dapat memenuhinya dia akan membunuhku dan menjadikan aku bonekanya..”

“Mwo??”

“Hyung.. aku tidak benar yakin jika aku dapat menemukan okiku dalam satu hari, jika memang tidak.. sebelum hantu itu membunuhku aku ingin selalu bersamamu..”

Jin hyung melebarkan pandangannya, jarinya menghapus beberapa air mataku dan menepuk pundakku untuk membuatku tenang,

“Jungkook-ah, tenanglah.. hyung tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku akan membantumu untuk mencari okiku..”

“Hyung.. kau bisa terlibat dalam semua ini jika membantuku..”

“Diamlah dan jangan banyak bicara..”

Untuk sekali ini, Jin hyung menutupi wajah sedihnya dariku.. walau beberapa kali Jin hyung tersenyum tapi aku tau dia hampir menangis.. apakah itu menangis untukku? Apakah Jin hyung sudah tidak membenciku?

***

Dengan langkah susah payah aku keluar kamarku untuk menemui Jin hyung, entah untuk alasan apa setelah Jin hyung keluar dari kamarku dalam waktu cukup lama dia tidak kembali masuk untuk menemuiku bukankah dia berjanji akan menemaniku seharian ini? Setidaknya sampai besok itupun jika aku tidak mati terbunuh esok hari, aku sangat merindukan Park Nara kekasihku tapi aku tidak akan pernah menceritakan hal ini padanya jika aku tidak ingin melihatnya menangis, kalaupun aku nantinya kan mati mungkin Jin hyung bisa menggantikanku menjaganya.. bukankah Jin hyung juga menyayangi dia seperti adiknya sendiri?

~Tok..tok..tok..~

Aku mengetuk pintu kamarnya pelan, dengan sekali putaran knop pintu kamar Jin hyung terbuka olehku, ternyata Jin hyung tidak menguncinya,

“Hyung kau sedang apa?” Tanyaku saat aku mendapati Jin hyung sudah mengganti pakaiannya mungkin akan keluar rumah?

“Jungkook-ah? Kau sedang apa?” Jin hyung sedikit kaget saat mengetahui aku masuk dalam kamarnya dan membuatnya bangkit dari duduknya lalu meletakan sebuah buku dalam laci di samping ranjangnya.

“Kau akan pergi hyung?”

Jin hyung mengangguk dan tersenyum singkat,

“Aku akan mencari boneka okiku itu..”

“Mwo? Dimana kau dapat menemukannya hyung? Sudahlah kau tak perlu mencarinya..”

“Kau sedang sakit lebih baik kau istirahatlah, aku akan mencari okiku bukankah kau mengatakan waktunya hanya satu hari? Dimana kau terakhir kali melihatnya?”

“Hyung.. lupakan itu, aku akan baik-baik saja itu hanya mimpi..” Jawabku dengan berusaha menenangkan Jin hyung bahwa semua itu tidak perlu di percaya, sungguh aku memang berharap seperti itu, semoga ini hanya mimpi tidak pentingku karena aku sedang demam tapi.. jika memang hal itu benar aku tidak ingin melibatkan Jin hyung dalam masalahku.

“Ya! Jeon Jung Kook.. aku tau permainan Hitori Kakurenbo ini semua tidak main-main, kau sudah bermain dengan arwah dan itu sangat berbahaya..”

“Jika memang seperti itu aku akan ikut denganmu hyung, seharusnya aku tidak melibatkan kau dalam semua ini..”

“Sudahlah katakan padaku dimana kau terakhir kali melihatnya?”

“Aku akan katakan itu nanti di jalan karena aku akan pergi bersamamu hyung, tunggu sebentar aku akan mengambil hoodie ku..”

Aku berlari ke arah kamarku mengambil hoodie ku dan mengenakannya, setelahnya aku menyeret Jin hyung untuk keluar bersamaku.. aku mungkin sangat senang karena aku pergi bersama lagi dengan Jin hyung tapi bukan seperti ini caranya, bukan dengan alasan seperti ini pula.

“Dimana kau terakhir kali melihatnya?” Tanya Jin hyung kembali saat dia tengah fokus menyetir mobilnya, mungkin saat ini aku harus mengatakannya untuk memberikan petunjuk kemana Jin hyung harus menyetir.

“Di gedung perkantoran kosong 2Km dari rumah Park Nara hyung..” Jawabku dengan menunduk,

“Mwo??” Seperti sedang terkejut Jin hyung sedikit melebarkan pandangannya ke arahku

“Aku melihat Okiku berlari kesana saat aku pulang dari rumah Nara beberapa hari lalu.. tapi tempat itu sangat menyeramkan hyung lebih baik kita pulang, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu..”

“Kau tenang saja..”

***

*Author POV*

 

Seokjin menghentikan mobilnya di halaman depan sebuah gedung perkantoran kosong yang cukup luas, suasana sepi dan gelap sekalipun tidak akan mengurungkan niat Seokjin mungkin saja demi Jungkook, demi membantu Jungkook terbebas dari dendam seorang Zashiki Warashi

“Tunggulah di dalam sini aku akan keluar untuk mencari Okiku di dalam sana..” Gumamnya dengan membawa sebuah senter untuk keluar dari mobilnya,

“Tidak hyung, aku akan ikut denganmu.. kajja..” Bahkan Jungkook keluar terlebih dahulu, hal itu tentu saja membuat Jin tidak dapat melarang Jungkook untuk ikut,

Kedua namja itu mulai memasuki sebuah gedung perkantoran kosong dengan sebuah senter di tangannya, suasana gelap serta pengap seketika menyelimuti mereka saat mereka sudah memasuki pertengahan gedung itu, beberapa detik kemudian senter yang di bawa Seokjin seperti menangkap sebuah bayangan boneka Okiku,

“Hyung.. itu bonekanya..” Jungkook menepuk pundak Jin

Keduanya mengejar boneka okiku itu berharap dapat menangkapnya saat itu juga tetapi suasana yag sangat gelap sangat tidak memungkinkan,

Sebuah gandengan tangan keduanya terlepas saat mereka sama-sama mengejar boneka Okiku, sebuah kecohan dari makhluk penjaga gedung ini mampu memisahkan mereka. Jungkook melihat Okiku berlari ke arah kanan sedangkan Seokjin melihat Okiku berlari ke arah kiri keduanya begitu cepat mengejar bayangan Okiku yang berhasil terpisah cukup jauh dan parahnya Jungkook hanya mengandalkan sebuah senter dari Seokjin yang entah kemana Seokjin sekarang, sebuah ruangan gelap dan pengap membuatnya susah bernafas, bahkan keringat dingin kini membajiri seluruh tubuhnya.

Pandangannya terhenti, dia tidak dapat melihat apapun saat ini.. semuanya gelap layaknya dia menutup mata dan sialnya beberapa kali Jungkook merogoh saku untuk mencari ponselnya tetapi ponsel itu tertinggal di rumah, tidak ada yang dapat dia lakukan saat ini berteriak memanggil Seokjin? Sebuah gedung perkantoran sangat luas, mungkinkah Jin mendengarkannya?

Jungkook tersentak saat dia menyadari dimana dirinya sekarang? Sebuah mimpi mengingatkannya akan tempat ini, mimpinya beberapa jam yang lalu.. tempat inilah dimana dia terbunuh dengan sadisnya oleh gadis kecil bernama Zashiki Warashi apakah ini akan benar-benar menjadi akhir hidupnya?

“Hyuuunggg!!! Seokjin hyuung!!!” Teriakan itu terpaksa dia ucapkan saat ketakutan menyelimuti dirinya, bukan hanya ketakuan akan kematiannya tetapi juga ketakutan bagaimana jika Seokjin akan mati bersamanya di tangan hantu-hantu itu?

Baginya seharian ini adalah hari terbaiknya jika saja semua hantu-hantu itu tidak mengganggunya, karena hari ini Seokjin bersikap sangat baik padanya, kembali menjadi hyung yang baik untuknya, bahkan apakah itu terakhir kalinya Seokjin bersikap seperti itu sebelum dia akan mati?? Tidak.. Jungkook masih ingin hidup bahagia bersama Seokjin, kedua orang tua mereka, Taehyung, Jimin, dan Park Nara yeoja yang sangat dia cintai.

Sama seperti mimpi itu, sebuah titik cahaya terlihat dari kejauhan berharap itu adalah penyelamatnya untuk keluar, berharap cahaya itu berasal dari senter Kim Seok Jin. Jika saja dia bertemu Seokjin saat ini mau atau tidak mau dia akan memaksa Seokjin keluar dari tempat ini dan berjanji tidak akan memasukinya lagi, tapi mimpi itu.. mimpi itu membuatnya semakin ketakutan, saat cahaya terlihat bukankah Okiku akan datang lalu di susul dengan Zhasiki Warashi, Kashima Reiko, dan Nopperabou??

Jungkook terdiam dalam posisinya, terduduk dengan menyandarkan wajahnya di antara lutut miliknya menandakan dia sangat ketakutan saat ini,

“Jin hyung.. maafkan aku, aku sangat menyayangimu.. maafkan aku hyung” Sebuah deru nafas berat dia hembuskan perlahan seiring suara itu dia ucapkan, sebuah isakan tangis terdengar, beberapa tetes air mata membuatnya terlihat sangat menyedihkan,

Beberapa saat kemudian Boneka Okiku menghampirinya, Jungkook mundur beberapa jarak darinya bahkan dia sangat yakin beberapa saat lagi kematiannya akan datang, tapi bagaimana mungkin? Tuhan menciptakan manusia tanpa memberi tau padanya kapan kematiannya akan tiba tetapi Jeon Jung Kook seakan sudah tau kapan akhir dari hidupnya??

“Pergi kau.. jika kau ingin membunuhku kenapa kau menyiksaku terlebih dahulu??” Teriaknya pada hantu yeoja kecil dengan rambut bob itu, Zashiki Warashi.

Wajah hantu kecil itu masih saja penuh dendam pada Jungkook, bahkan semua kejadian dalam mimpinya benar-benar terjadi saat kedatangan Kashima Reiko dan Nopperabou.

“Kau tau aku bahkan sedang berusaha menemukan Okiku untuk menyelesaikan ritual itu tapi kau menghalangiku saat ini…”

“Aku memberimu kesempatan untuk mencari Okiku tapi aku tidak berjanji jika aku berhenti mengganggumu..”Setidaknya jawaban itu membuat Jungkook memundurkan langkahnya,

Jungkook memejamkan matanya rapat dan menutup telinganya saat yeoja kecil bernama Tomino menghampirinya dengan selembar kertas puisi miliknya, dengan suara keras yeoja kecil itu membacakan puisi miliknya di hapan Jungkook,

Jungkook terjatuh karena kakinya tidak dapat menahan tubuhnya sendiri saat bayangan puisi-puisi tomino berputar-putar di otaknya. Zashiki Warashi mulai meraih lehernya, kuku-kuku itu telah berubah panjang, tajam dan menyeramkan, saat kuku itu akan merobek lehernya sebuah suara mengalihkan perhatiannya.

“Ya!! Jangan menyakitinya!!” Suara Seokjin,

Jungkook menghela nafasnya, hyung terbaiknya telah berhasil membuatnya gagal terbunuh untuk beberapa saat tapi beberapa saat lagi?? Ataukah Jungkook dan Seokjin akan mati disini??

Saat hantu-hantu itu mengalihkan perhatiannya pada Jin, Jungkook bangkit dari tempatnya.. namja itu berusaha meraih tangan Jin untuk berlari dari tempat ini tapi hantu itu telah mengepungnya dan sepertinya Seokjin tau jika keduanya berlari dari mereka, bahkan hantu itu dapat menangkap dan membunuh keduanya.

Jin mundur beberapa langkah, tangan Kirinya telah berhasil menangkap Boneka Okiku sedangkan tangan kanannya masih memegangi senter miliknya, ketika Jungkook mendekat ke arahnya Jin melemparkan boneka okiku itu padanya,

“Jungkook-ah, lanjutkan ritual itu lalu bakar bonekanya agar kutukan itu terlepas darimu..” Ucapan itu seolah Jin mengatakan agar Jungkook segera pergi meninggalkannya disini,

“Hyung… ayo kita pergi bersama..”

“Jungkook-ah, hantu itu akan membunuh kita jika kita pergi.. kau cepatlah pergi dari sini dan selesaikan ritual itu, aku akan berusaha kabur dari sini jika ada kesempatan.. kau bisa membawa mobil bukan? Bukankah aku pernah mengajarimu waktu itu? Cepatlah..” Jin merogoh sakunya singkat lalu kembali melemparkan kunci mobilnya pada Jungkook juga sebuah senter miliknya agar Jungkook bisa menemukan jalan keluar dari gedung ini.

“Hyung..” Jungkook menangis saat ini, setidaknya Jin hyungnya tidak main-main berkorban untuknya

“Cepatlah selesaikan ritualnya, jika telah selesai kau bisa menjemputku disini dengan membawa Taehyung juga Jimin..”

Jungkook tak bergeming dari posisinya, sedangkan Seokjin mundur beberapa kali saat hantu-hantu itu mulai mendekat ke arahnya,

“Jungkook-ah cepatlah pergi..” Bentak Jin akhirnya,

“Hyung aku akan segera kembali..”

Jungkook berlari keluar, sedangkan Seokjin beberapa kali mundur untuk menghindari hantu-hantu itu, banyak ruangan kosong untuknya yang menurutnya dapat di gunakan untuk menghindar dan bersembunyi.

Jungkook mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi, syukurlah malam ini jalan mulai sepi, walau dia sama sekali tidak memilki surat izin mengemudi tapi beruntungnya dulu Jin pernah mengajarinya meneyetir, tak butuh waktu yang lama untuknya sampai di rumah, setidaknya boneka okiku itu sudah berada di tangannya,

Air garam telah disiapkan dalam gelas, sebuah korek api juga telah disiapkan. Jungkook menyemburkan air garam itu pada Okiku lalu meneriakkan kalimat

“Aku menang.. Aku menang.. Aku menang..!!”

“Kau jangan mengganguku lagi setelah ini..” Ucapnya terakhir kali saat sebuah korek dia gunakan membakar boneka itu, sukses.. boneka itu terbakar habis tapi hal itu tidak membuatnya lega sama sekali, bagaimana dengan Jin??

Jungkook mengambil ponselnya dan menelpon Taehyung juga Jimin agar menemaninya menyelamatkan Jin,

“Taehyung-ah, bantu aku menyelamatkan Jin hyung di gedung perkantoran kosong di dekat rumah Park Nara kau tau kan? Ajaklah Jimin.. dan mintalah bantuan polisi” Hanya itu sebuah kalimat tanpa basa-basi yang Jungkook ucapkan sebelum akhirnya dia membawa mobil Jin menuju tempat itu sekali lagi.

Jungkook sampai di tempat itu, beberapa kali dia berharap agar Jin baik-baik saja.. beberapa saat setelahnya Taehyung, Jimin serta polisi datang menemuinya, sebuah senter dan beberapa penerangan yang polisi itu bawa setidaknya dapat membantu penglihatan di ruangan gelap itu.

“Jin hyung masih di dalam, cepat kita bantu Jin hyung..” Jungkook berjalan mendahului sedangkan beberapa polisi mempercepat langkahnya agar Jungkook berada di belakangnya

“Mundurlah nak, kami akan berusaha memastikan kakakmu baik-baik saja..”

Polisi memang tidak dapat menangkap hantu atau memenjarakan hantu, tapi paling tidak dapat membantu menyelamatkan seseoarang yang sedang dalam bahaya bukan? Sedangkan hantu akan pergi jika banyak orang yang datang, hanya itu satu-satunya hal yang Jungkook pikirkan.

Sebuah ruangan itu sepi, tidak ada suara apapun, tidak ada suara Seokjin disana..

“Hyung? Kau dimana? Aku datang untuk menjemputmu..” Teriak Jungkook keras memastikan Seokjin akan mendengarnya tapi tidak ada jawaban apapun di ruangan itu, sesuatu janggal terasa, sebuah bau anyir menyelimuti ruangan gelap itu. Darah.. banyak darah segar di ruangan itu, Jungkook mati-matian menahan tangisnya berharap itu bukanlah darah Seokjin,

“Hyung.. jawablah aku.. hyung!!!” Beberapa polisi menghalangi Jungkook memastikan namja itu tidak menyentukan sidik jadinya pada beberapa benda yang membuat orang terbunuh.

Sebuah penerangan menangkap sebuah jasad seseorang, berlumuran darah, Jungkook histeris saat itu juga, hal sama terlihat oleh Jimin juga Teahyung.

“Jin hyung.. itu tidak mungkin Jin hyung!!” Teriakan Jungkook memenuhi ruangan ini dan beberapa kali Jimin dan Taehyung memeluknya untuk membuatnya tenang, polisi mendekat pada jasad seseorang itu, hal itu membuat Jungkook semakin histeris saat salah seorang polisi mengatakan “Korban tewas satu jam yang lalu”

***

Jungkook mengurung diri di kamar milik Jin bahkan sejak upacara pemakaman Seokjin, dia mengingat sesuatu, buku yang Seokjin simpan di laci miliknya sebelum mereka pergi ke gedung itu?? Jungkook membuka laci itu perlahan, buku yang tidak terlalu besar dia temukan, itu bukanlah sebuah diary itu hanya buku biasa yang berisi tentang curhatan seorang Kim Seok Jin saat dia tidak ingin mengatakan pada siappun masalah apa yang dia hadapi. Tetapi beberapa lembar disana menarik perhatian Jungkook, sebuah pengakuan tentang hal yang membuat dia menjauhi Jungkook dan terkesan membencinya. Sebuah perasaan pada seorang yeoja, sejak dua tahun belakangan ini Jin sangat menyukai seorang yeoja yang bahkan 6 tahun lebih muda darinya.

Menurutnya yeoja itu adalah yeoja yang sangat sempurna, cantik, pintar, tentunya memiliki hobi yang sama dengannya “Memasak” Park Na Ra, yeoja yang berusia 1 tahun lebih muda dari Jungkook bahkan kekasih dari Jungkook itulah yeoja idaman Kim Seok Jin.

Jungkook tersentak saat membaca beberapa lembar tulisan dalam buku itu, bagaimana bisa Seokjin begitu pandai menyimpan perasaannya pada Park Na Ra bahkan tak seorangpun tau tentang hal itu termasuk Jungkook??

‘Jungkook-ah, mianhae.. aku tidak membencimu hanya saja aku merasa kesal setiap kali melihatmu, aku merasa ingin marah setiap kali kau bersikap manja padaku seperti biasanya karena sungguh aku sangat menyukai Park Na Ra, entah kenapa aku menyukainya jauh sebelum kau mengenalnya, jauh sebelum kau menjadikan dia kekasihmu.. setiap kali aku menjemputmu di sekolah aku yakin akan melihat yeoja itu pula, tapi saat kau menceritakan padaku mengenai hubunganmu dan dia aku merasakan sakit yang luar bisa dalam dadaku, sebuah degup jantung yang berdetak menyakitkan membuat nafasku serta emosiku tidak terkontrol.. maaf aku menjauhimu karena aku tidak ingin emosiku memuncak yang nantinya akan menyakitimu..’

Jungkook menghapus air matanya singkat, dia tidak pernah mengira jika Jin sangat menyukai Nara, apakah dia begitu kejam pada Seokjin? Jungkook bahkan tidak ingin menyakiti perasaan Seokjin, jika saja Seokjin masih hidup saat ini mungkin Jungkook akan merelakan Nara untuknya tapi…

‘Aku sangat menyayangimu Jeon Jung Kook, walau sikapku berubah padamu tapi rasa sayangku terhadapmu tidak akan pernah berubah, kau adalah adikku dan aku harus selalu melindungimu, jika saja pikiran dan hatiku berjalan seirama, mungkin aku tidak akan bertindak bodoh dan bersikap kasar padamu hanya karena Nara lebih menyukaimu..’

Jungkook membuka lembar berikutnya

‘Maaf, aku bersikap kasar padamu kembali hari ini Jungkook-ah.. saat eomma dan aboji pergi sungguh aku ingin menemanimu saat tadi kau mengatakan sangat kesepian, tapi sejak sepulang mengajar dalam kelas memasak Nara selalu menanyaiku apa makanan kesukaanmu dan bagaimana cara memasaknya, sungguh aku yakin kau tau bagaimana perasaanku saat itu..’

Jungkook menangis histeris setalahnya, beberapa kali namja itu memukul kepalanya sendiri, mengatakan dirinya bodoh karena tidak tau jika Seokjin menyukai Nara, hyung yang telah mengorbakan nyawa untuk menyelamatkannya diam-diam pernah merasakan sakit karena dirinya dan yeoja itu,

“Hyung.. maafkan aku.. kenapa kau melakukan semua itu padaku hyung?? Aku bahkan sangat tersiksa saat kau menjauhiku dan mulai membenciku, aku bahkan tidak menyangka jika satu hari itu, dimana sikapmu mulai berubah, kau memperhatikanku, khawatir ketika aku demam dan kembali menjadi hyung yang sangat baik padaku adalah terakhir kalinya kita bersama, aku bahkan tidak pernah tau jika kau sampai rela menyelamatkanku bahkan dengan nyawamu sendiri..”

Sebuah ketukan pintu terdengar disana..

“Jungkook-ah Taehyung dan Jimin ingin bertemu..” Suara ibu dari Seokjin yang juga telah menjadi ibu Jungkook mengetuk pintunya, berita kematian Seokjin membuat kedua orang tuanya shock dan memutuskan untuk pulang saat itu juga,

Jungkook membuka pintunya memandangi ibunya yang matanaya telah bengkak, Jungkook memeluknya erat..

“Eomma.. maafkan aku, karena aku Jin hyung..”

Yeoja itu menepuk pundak Jungkook dan beberapa kali menangis,

“Ini bukan salahmu.. aku sangat tau jika Jin sangat menyayangimu oleh karena itu dia melakukan semua ini untukmu..”

“Jungkook-ah..” Suara panggilan Jimin membuat pelukan antar keduaya terlepas,

“Eomma akan meninggalkan kalian, jika perlu sesuatu katakanlah..” Ucapnya sebelum pergi,

Taehyung dan Jimin mengangguk singkat,

“Jungkook-ah, ada seseorang yang sangat merindukanmu..” Ucap Taehyung, beberapa saat seseorang yeoja menghampirinya, Park Na Ra.. Jungkook diam dalam posisinya,

“Oppa.. kau baik-baik saja? Jin oppa..” Sekali ucapan itu kembali membuat yeoja itu menangis, bahkan kepergian Jin membuatnya sangat terpukul, bagi Nara Jin adalah sosok kakak yang sangat baik, walau sama sekali dia tidak tau jika Jin menyukainya lebih dari perasaan adik dan kakak,

“Jin hyung.. sebenarnya dia menyukaimu..” Ucap Jungkook singkat membuatnya sedikit tertegun,

“Mwo??” Nara membulatkan matanya, Jungkook tersenyum singkat dan memberikan buku milik Jin padanya,

“Simpanlah ini, ini milik Jin hyung”

***

Jungkook menuntun Nara ke tempat dimana Jin di makamkan, namja itu terseyum singkat saat melihat foto Jin disana, setidaknya senyum itulah yang sangat Jungkook rindukkan, jari-jari Jungkook mengelus foto itu perlahan bersamaan denga air mata Jungkook yang sudah berjatuhan di atas tanah yang kini sudah di tumbuhi beberapa rumput, terlihat sejuk dan damai, mungkin hal itu pula yang Jin rasakan saat ini.

“Hyung, bagaimana kabarmu? Aku sangat merindukanmu.. aku bahkan sangat merindukan masakanmu, tapi kau hebat semua ilmu memasakmu kau wariskan kepada orang yang tepat.. yeoja di sampingku ini bahkan dapat membuat masakan sehebat masakanmu walau masih jauh lebih enak masakan yang kau buat,,” Goda Jungkook membuat Nara memukul lengannya,

“Oppa.. aku sangat menyayangimu, walau aku tidak tau jika kau menyukaiku, maafkan aku oppa.. aku tidak akan melupakanmu..” Setidaknya hanya itu yang Nara ucapkan, kalimat singkat karena yeoja itu tidak ingin banyak bicara yang nantinya akan membuatnya menangis,

“Hyung aku sangat berterimakasih karena kau dapat menjagaku dengan baik, walau aku tidak suka jika kau menyelamatkanku dengan cara seperti ini, kau membuatku sedih dan sakit.. kehilangan kau adalah hal terburuk yang aku rasakan..”

Jungkook bangkit dari tempatnya dan menuntun Nara pergi sebelum keduanya menangis kembali di tempat ini, tentu hal itu juga akan membuat Seokjin sedih disana..

“Oppa, apakah itu semua karena Hitori Kakurenbo? Kau memainkan permainan itu di saat kau berdua dengan Jin oppa di rumah? Aku pernah membacanya jika kau bermain dan ada orang lain selain kau di rumah, secara tidak langsung orang itu akan terlibat dalam permainan..”

“Itu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan..”

Beberapa saat keduanya terhenti saat seorang yeoja kecil dengan rambut bob dan mengenakan Kimono berdiri di hadapan mereka sedangkan tangan kirinya memegang sebuah boneka Okiku, pandangannya terlihat penuh dendam..

Jungkook dengan cekatan menarik tangan Nara untuk berlari dan berteriak..

“Huaaa itu Zashiki Warashiiiii!!”

 

(THE END)

Bagaimana readers?? Just One Day Jungkook version ini cukup panjang karena ini ff penutupan, ada yang suka Horror?? Apakah ada yang ingin ff Horror lain?? Hahaha Don’t be silent raeders.. komen di tunggu ^^ salam author @SandraChoii

Advertisements

80 thoughts on “Just One Day (Jungkook version)

  1. nangiiiisss!!! author sereeem >\\< bgs bget ini knp jin oppa mati??
    thor ini keren bneran, lanjutkan horor lain yg urban legend indo,
    sumpah g tega bca ending'nya.. trnyata jin oppa suka sm nara :"( tragiss jjang skali..

    Like

    1. Annyeong keyla hahaha jangan nangis.. aku padahal nulisnya gk terlalu tak buat sadis loh soalnya takut yang baca gak nyaman kan tidak semua orang menyukai horor XD
      jujur aku juga gk tega bikin jin gitu.. gomawo sudah baca..
      Saranghae readers :*

      Like

  2. Kyaaaaaaa kak san… endingnya merinding skali!! nangis knp tega skali bikin jin oppa mati dsini?? g relaaa ㅜㅡㅜ
    ff pnutupan ini sukses bikin aku nangis kak san, jin kasiaaan aku kira jungkook yg bkal disini trus alasan jin benci krn eomma nya lbh syg jungkook trnyata nara??? what?? keren kak san.. ff mu slalu bikin aku khabisan tisue
    horrornya serem ini kak, puisi tomino jg ada bnr” grearjob!! di tnggu ff mu yg lain kak horor urban legend indonesia xDD

    Like

    1. Annyeong armyswag.. hahaha gomawo sudah ikutin project ddri awal sampai akhir, jujur aku gk tega bikin jin kayak gitu, semuanya ngetik tanpa perencanaan cerita cuma nulis dan alurnya gitu gk kepikiran, sempet mikir cerita lebih sadis tapi aku juga gk rela pembunuhan jin di ceritakan belun siap mental.. hahaha ok ok di tunggu ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  3. sumpaaaahh horornya jjang bgt ini thor!!!
    wp ini msih jarang fanfic horor kan? lanjut horor yg urban legend indo!!!
    kasian jin yaampun thor :((
    taehyung peak ngakak gr gr dia sm jimin, jungkook yg aku kira akan mati meleset -__- daebaklah lu thor ngecoh amat haha

    Like

    1. Annyeong dipta.. hahaha gomawo sudah baca ya, bener banget wp ini masih miskin cerita horor nanti akan author perbanyak sepertinya readers disini lumayan banyak yg suka horor ya? Walau sering mengeluh serem, takut dsb.. tapi masih minat baca?? Good.. hahaha maaf bukan ngecoh malah rencana awalnya jin, taehyung, jimin mau aku buat mati sadis baru nara jungkook terakhir mari paling sadis cuma belum tega nulisnya.. pelan2 dulu nantu nulis yang expert..
      Saranghae readers :*

      Like

  4. gilaaa urban legend jepang seru jg y thor pngn coba hitori kakurenbo /? wkkk g nanti kyak nasib jungkook, tp yg mati jin astagaa aq kira jin itu jahat bgt ma jungkook..
    trnyata slh, uda negatif thinking sama jin..
    daebak thor, urban legen indo sama yg negara lain jg mau baca thor dtnggu!! keceehhh neomu johaa :**

    Like

    1. Annyeong minacho.. gomawo sudah baca hahaha gk jin gk jahat tau..
      wah jangan hitori kakurenbo itu beneran dan jangan coba2 main loh..
      Ok di tunggu ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  5. bwaakkakakaka thor sumpah ngakak pas baca bgian taehyung brharap zashiki warashi ada di rmh miliknya entah itu pmikiran bdoh seorang kim taehyung/? /jungkirbalik/
    tapi pas bca belakang”nya seremnya, serunya, tegang, sdihnya dpt bnget t’utama pas jin mati aigooo thoorr :”((
    smpah ya ini jungkook ver tapi jin yg tragis <\3

    Like

    1. Annyeong jhoppie!!! Wah aku juga ngakak oas nulis itu hahaha padahal ini bukan genre komedi tapi gara2 taetae disitu jadi ngakak XD
      gomawo sudah baca ya.. nanti author usahain bikin horor lagi..
      Saranghae readers :*

      Like

  6. daebaakk daebak~
    akhirnyaaaa yg jungkook post juaa, untung bca g mlem ini serem thor>..<
    nangis jin oppa jan mati lah thor 😦 😦
    nyesek amet ni, tnggungjwab thor aq nangis loh/? suka fanficnya jjang… horor lain all bts member donk!!!

    Like

    1. Annyeong jungkookie… hahaha gomawo udah nunggu juga baca.. sip sip di tunggu ya nanti pasti horornya all member bts XD
      Saranghae readers :*

      Like

  7. Finally, fanfic mu yg ini horornya keren sumpah thor. mungkin krna ini yg jungkook ver jd cuma jungkook yg trlibat walau jin jg ikutan~
    coba bikin horor lain lg yg smua member, setuju kl author mau nulis yg urban legend indo satu lg thailand jg kiyyyaaa aq dgn snang hati mnunggu thor suwer ^_^v
    endingnya suka…. wlau jin dsini mati but mnurutku letak kberhasilan ff ini dsitu jd trungkap smua kl jin g jahat, alasan dia bnci jungkook, jg pngorbanan kakak u/ adik sesuai isinya dgn puisi neraka tomino keren buanget..

    Like

    1. Annyeong baek yubin.. gomawo sudah baca hahaha pasti nanti author akan coba horor yang lain dan browsing yg urban legend thailand juga tapi indonesia dulu(?)
      Yup bener banget… hebat kamu tau apa yg author pikirkan XD padahal aku gk tega nulis jin kayak gitu, ok di tunggu ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  8. Horor romance , menurutku kurang greget tapi seremnya dapet soalnya pas hantunya mau melakukan sesuatu sama jungkook pasti ada aja yang menghalangi , berdarah darahnya kurang gitu hehehe maklum keseringan nonton film horor jepang. Tapi jalan ceritanya bagus bikin penasaran yg jin tiba2 gak suka sama jungkook , cuma gara2 seorang yeoja hehehe. Aku tunggu yg urban legend Indonesia ya

    Like

    1. Annyeong author vizkylee, gomawo sudah baca.. hahaha iya bener banget soalnya aku dari awal kan gk niat bikin romance juga jadi lebih fokus ke horornya tapi jujur pas ngetik aku gk tega kalo buat cerita sadis apalagi idenya kematian jin jadi gk bisa ngetik kematian jin yg berdarah darah parah blm siap mental hahaha padahal rencananya mau bikin jin, jimin, taehyungn nara mati tragis disitu terus terakhinya jungkook mati lebih sadis lagi cuma bener gk tega ngetiknya T.T
      hahaha ok di tunggu project fanficmu juga thor.. gomawo sarannya XD

      Like

  9. Omoooo thor sumpah ga tega liat jin oppa mati TT-TT
    bgus thor suka bgt jln ceritanya, hantu jepangnya buanyak loh thor dsini kurang byk(?) wkkk ga jgn thor aq tkut klo tlalu serem ini mnurutku udah serem banget..
    urban legend lain jg dtunggu, suka tae sama jimin kocaknyaaa wkkkekeke

    Like

  10. Huwaaaa ini ending project yg super daebak hahahah keren serius hahahah ini keren aduuuh g bisa tdr T.T itu endingnya kenapa hantunya muncul lagi T.T serem uni serius ih ><
    G nyangka tuh si jin cindaha sama Nara kkkk kenapa dulu g blng klo suka nara, pas nara jadian sama si kook nyesel kan xD nyesek aku tau sakitnya itu pasti di sini /poking my heart

    Like

    1. Annyeobg author minarifini.. hahaha gomawo sudah baca, serem apanya? Gk loh ini masih biasa rencananya malah jin, jimin, taehyung, nara mau tak bikin mati tragis terakhir jungkook mati lebih tragis lagi cuma aku gk tega ngetiknya dan belum siap mental XD
      bener sakit.. sakitnya tuh di sini >,< wkwkwk

      Like

  11. Jungkoooookkk, thor serem ini thor aq gak berani tdur, gak bs bayangin jin mati huaahuuahuua daebak ff ini bikim merinding mlm” kl siang bcanya masih gak seberapa..thor aq gak bs tdur….. daebakk thor aq udah tunggu jungkook ver trnyata horor jarang bc horor tp suka ff ini…..

    Like

    1. Annyeong inez.. gomawo sudah baca hahaha jangan nangis aku juga gk tega loh ngetiknya sumpah pas nulis jin mati iti bener2 hampir aku hapus tapi di bisa2in hahaha ayo harus berani sampai kapan takut terus(?) hahaha di tunggu harus baca horor yg lain ya ^^
      Saranghae readers :*

      Like

  12. taehyung q smakin pea dsitu wkkwkwwk thor horornya suka beud dech~ johayo!! coba buat seluruh member thor kya’nya suweruuu, g tega baca kematian jin.. g nyangka kalo jin suka ma park nara xD

    Like

    1. Annyeong v-nessa, gomawo sudah baca hahaha memang tae gitu biasnya siapa sih(?) XD ok ok di tunggu horor lain ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  13. Taetae napa sllu pea?wkkk thor ini horor bgs serius…. idenya suka keren thor..
    bias q ada smua taetae+kookie cuma rada g’ rela jin meninggal sedih bcanya,
    cuma itu poin trbaik mnurut q, cerita jd lbh daebak krna peran seokjin dsitu, sdangkan peran taetae+jimin hiburan biar g’ tlalu ketakutan pas baca hhahahahaa

    Like

    1. Annyeong mochachino.. gomawo sudah baca, hahaha iya taetae memang agak agak gitu, yup author juga gk rela nulisnya hahaha bener sejak kematiannya jin kan semuanya jadi jelas terus terbukti kalo jin gk jahat sama jungkook T^T hahaha
      di tunggu ya nanti author coba bikin horor lagi XD
      Saranghae readers :*

      Like

  14. Heol daebak!! Hehe penutupannya keren unni. Overall aku suka jalan crtanya. Tapi mgkin dpet di horror nya aja unni. Kalau romance masih kurang. Hehe. Maaf bru slsai baca. Jin nya keren disini hehe. Trs mgkin nara nya kutang, jd romance nya ga dapet. Tp km ud improve byk bgt un! Dibandingkan yg jin itu, horor yg ini lebih ngena. Tapi kalo ditambah lagi keren!! :3 tambah lagi juseyo hehe. Iya iya, cb bkin versi lain, jimin, rapmon, suga, tahyung, dll 😀

    Like

    1. Annyeong author ts_sora, hahaha gomawo sudah menyempatkan baca.. memang bener banget, dari awal aku rencananya gk pake romance pas pertengahan nulis mikir mungkin di tambah romance dikit jadinya gk seberapa banyak romance soalnya fokus ke horornya itupun rencananya mau tak bikin jin, taehyung, jimin, nara mati tragis baru terakhir jungkook mati lebih tragis lagi cuma gk tega nulisnya yg nulis jin gitu aja terpaksa banget T^T hahaha
      gomawo untuk sarannya nanti akan bikin horor lagi XD

      Like

  15. Annyeong kinan.. gomawo sudah baca hahaha nah kan readers disini memang aneh loh alasab gk berani, takut, serem tapi masih suka baca horor loh daebak!! bener banget mau masukin semua hantunya nanti kasian jungkook(?) hahaha
    ok di tunggu ya horor yg lain ^^
    Saranghae readers :*

    Like

  16. Demen banget sama ssuatu yg berbau horor & fanfic ini kereeen,
    lanjuutt fanfic lain thor…
    ngga sdar tiba” nangis pas bca jin mati T…T

    Like

  17. YYA!!! JEON JUNGKOOK!!! KAU APAKAN SUAMIKU????? KENAPA HARUS JIN YANG MENINGGAL??? HUAAAAAAAAAAAA
    Eh, maaf kebawa emosi dan nyesek pas Jin meninggal…huhuhu… ahh, coba aja klw Kookie gx kekanak2kan dan gx coba2 permainan itu..kan Jin pasti gx mati *JitakKooke* Jimin jg salah..ngapain cerita2 ke kookie *JitakJimin* ahhh..bocah2 itu sungguh kekanak2kan…..kan jd suamiku yg jd korban.huffff..
    Ceritanya bagus chingu…suka bgt sama horrornya. Kapan2 buat FF horor macam gini lg yaa *kedip2brngJin* pokoknya Project Just one Day ini…Daebakkkkkkkk… suka semua versinya…Sungguh >_<

    Like

    1. Annyeong chingu… wah paraaahh aku di amuuukk (?) Wkwkwk dikira aku gk beban mental apa ngetik jin tragis gitu awalnya mau tak bikin mati semua tapi gk tega.. mau ceritain kejadian kematian jin tapi aku gk sanggup T.T gk rela banget tau hahaha pasti ini kan lagi project urban legend juga nanti setelah ini baru bikin urban legend indonesia all member BTS biar gk ngenalin urban legend jepang sama korea doang, indonesia juga kaya urban legend lebih serem(?) gomawo ya sudah baca… di tunggu ya.. Saranghaeeee XD

      Like

      1. Iya sie.. aku aja yg cuma baca miris begitu bayanginnya..gmna kamu yaa nulisnya yaa…ckckckck
        Tp asli keren >__<

        Like

      2. Hahaha aku sebenarnya sama sekali gk punya bakat nulis horor chingu.. cuma aku suka hal berbau horor jadi pengen coba nulis jadi hasilnya gini ini deh memasuki ambang kehancuran(?) wkwkwk gomawo sudah ikuti project ini chingu.. di tunggu ff mu juga di blog ini ^^

        Like

  18. seriuuuusss…
    johayooo!! ini daebak thor, kirain just one day cm romance ini horror urban lgend jpg juga..
    keren thor tapi jin oppa mati huhhuuu TT.TT
    biarpun lama tp suka ff ini!

    Like

    1. Annyeong Parkhyl wah gomawo.. masih ada yg baca ini ff agak lama tapi gk lama2 banget juga hahaha iya maunya romance akhirnya bikin horor dan romancenya dikit banget karena idenya urban legend.. iya author gk suka juga nulis Jin mati tapi demi cerita ya di suka sukain deh T.T
      wah gomawo ya udah suka.. ff ini ngetiknya perjuangan dan syukurlah masih banyak peminat hingga saat ini.. di harapkan yg baca meskipun ini ff sedikit lama harus tetep komen hahaha sekali lagi gomawo
      Saranghae..

      Like

  19. Daebaaakkk!!!!!
    seluruh alur ceritanya rapi bgt thor serius suka banget nget…
    horornya serem.. bnyk misteri yg terungkap ttg sikap jin, kmatian jin, mimpi jungkook itu pertanda.. kuereeen lah thor..
    prbanyak horror ya thorr #pecintahoror kkkk

    Like

    1. Annyeong Hasna kim.. hahaha gomawo sudah baca wah jinjja? Sebenernya ini author masih kurang puas sama horornya karena pengalaman nulis horor saat itu masih sedikit, karena gk seberapa bisa horor makanya author sedikit lebih fokus pada misterinya..
      wah benern suka? hahaha akan author perbanyak horor sering mampir ya ^^
      Saranghae

      Like

  20. Author.. hhh Sumveh thor… SEJAUH INI, FF INI FF BTS YANG PALING… PALIIINNGGGGG KEREEEEEENNNNNN YANG PERNAH AKU BACA THOORRR!!!!!! Apalagi, main cast nya suami aku lagi *plakk* hyaaaaa… aku sempet ngayal kalau ff ini di jadiin film, pasti bakalan keren banget dan aku tonton pastinya dahhh… hahaha.. 20 Jempol(?) buat authoorr!!! jujur, aku sempet nangis pas baca bagian Jin nya yg meninggal XD imajinasi Author keren parah daahhh… (Y) (Y)

    Like

    1. Annyeong HaNumsa.. wah gomawo sudah baca dan meninggalkan jejaknya.. wah Jinjja? Hahaha di jadiin film horor tentang Zashiki warashinya juga ya? Hahaha wah Jeongmal gomawo buat jempolnya yg sangat banyak, beneran author gk tega bikin jin meninggal disitu karena Jin biassss authooorrrr pengorbanan loh nulisnya.. di tunggu comment di ff yg lain ya.. hehehe
      Saranghaeee..

      Like

  21. Annyeong haseo Author-nim!!
    aku dapat link ff ini dr temen yg sdh baca katanya ini keren akhirnya baca.

    Ciyuus ini fanfic paling DAEBAK yg prnah aku baca di beberapa wp,
    urban legend jepang lumayan byk ini bnyak misteri gak sekedar horror!
    kyaa author kenapa jin oppa matiiii?????>,< Kereennn aurhornya kueceee deh

    Like

  22. Keereenn… ini jd novel bagus thor..
    suka misteri jg horornya,
    sungguh puisi neraka tomino buat merinding… thor itu sngaja tulis puisinya g lengkap y? kl lengkap bahayaa thorr>.<"
    authornim JJANG! 😀

    Like

  23. keren.keren..kereeenn..
    jarang bca ff gini g banyak romance lbh fokus ke horor jg misteri
    mimpi jungkook itu pertanda kan?? jin oppa keras kepala..jungkook udh larang kesana.. nangis pas jin oppa mati :”(
    thor byk rahasia jg teka teki seru~

    Like

  24. Seruuuu sekalii.. dari awal bca ini cerita sangat menarik, jujur baru sekali ini baca urban legend dan sukaa..!!
    menarik krn rahasia seokjin itu penentu jln cerita jg.. rasanya seperti NONTON FILM HOROR! Bnr* daebak..
    SUKAA SEKALIII…

    Like

    1. Annyeong lilyana, gomawo sudah baca juga atas komennya.. Wah jinjja?? Hahahaha iya Seokjin cukup memiliki peran penting di jalan cerita ini XD wah film horor?? Makasih ya.. Ditunggu komennya untuk fanfic yang lain.. Saranghae
      -SC

      Like

  25. Baru ini baca urban legend cast bts yg seruuuu banget, keren ini thor dari awal sampai akhir aq gak nemu part yg bosenin,
    Jjang author sandrachoii ffnya daebak.

    Like

  26. Uwaaaa~!! Daebak thor, FF-nya!! >._< xD DAEBAK!! Keep Writing ya thor:) ini "termasuk FF terbagus yang aku pernah baca". #lebayy. aku sukaa~ ♥ Gomapsumnidaa~ ^^ ..

    Like

  27. Daebak!!! ^-^ Thor kali ini membuatku menangiss aku kira yg mati jungkook dan ternyata jin
    aku ffnya bener” sedih ;(
    horor? Aku suka horor kok thor.
    Gomawo thor aku ska ffnya
    keep warating thor:)

    Like

    1. Annyeong Ayu sylvia, wah gomawo ya sudah baca ff ini.. iya jin mau menunjukkan dia gk perduli sama jungkook di awal, padahal aslinya dia rela mati buat adiknya itu.. hahaha gomawo ya!!!🙏 Talanghae🙆

      Like

  28. yaaa knp sedih sekali hiks 😥 jin oppa knp jd korban. dasar kuki magnae pabo *ditabolarmy ya ini sangat menyeramkan tetapi sangat menyentuh. good writer . suka antara horor dan brothershipnya. keep writing nee…

    Like

    1. Annyeong intanjj17 omoooo, kamsahamnida!!! Hahaha iya memang disengaja konfliknya di buat ke arah jungkook, dan ending jin yang meninggal karena biar alur ceritanya tidak di duga niatnya sih, hahaha gomawo ya!!! Talanghae 🙆

      Like

  29. Yakk!! Unn ceritanya sangat bagus .. Pertama” lucu juga baca kelakuan jin,jungkook .. Disini seolah” jungkook masih berumur 16th 😁
    Endingnya sukses buat aku nangiis unn , gak nyangka kalo jin meninggal demi jungkook .. Ahh unn sandra bikin ff nya daebak! 😁😂😆👍👍

    Like

    1. Annyeong anisa!! Maaf baru sempat bales.. hahaha iya aku bikin ini pas jungkook 16thn kayaknya, thn kemaren XD iya Jin itu sebenernya sayang sama jungkook 😂 gomawo ya!!! Talanghae🙆

      Like

  30. DAEBAAAKKKK!!! SUMPAH FF HOROR TERKEREN YANG PERNAH KU BACA!!!
    bikin merinding, takut, urbanlegennya buuuaaanyaaak terus rahasianya jin terungkap, trus jungkook kena kutukan dan yg mati jin..
    OMG Imajinasi author main buanget!!
    aku suka semua tulisanmu thor, sungguh keren!! >,<

    Like

  31. Astaga kak…. ini bagus sekali fanficnya
    horornya dapet, bromancenya jg dapet bgt
    damn it… aku pikir jungkook yg akan mati tp seokjin???
    KEREEENNN BARU BACA MODEL GINI, KAYAK NONTON FILM,
    btw, aku suka ff mu kak.. td aku baca beberapa bagus bagus sekali, tp blm sempat comment
    MIANHAEE…

    Like

    1. Annyeong novi.. maaf baru reply, hahaha lagi sibuk kuliah lagi kkn.. wah terimakasih sudah suka ff disini, lanjut baca juga komen ya… nanti habis selesai kkn admin2 disini rajin nulis lagi kok.. gomawo!!! 🙆

      Like

  32. OMG……..
    Annyeong author-nim
    Daebaaaakkkk suka sekali FF ini, berasa nonton horor, serem, tegang, sedih, geregetan, penasaran campur aduk
    imajinasimu sungguh keren thor, suka sekali
    next…. aku mau baca fanfic lainnya thor ijin baca & share
    Kamsahaeyo~~~

    Like

    1. Annyeong, terimakasih banyak ya sudah baca juga komen.. hahaha iya ff lama sebenernya tapi seneng masih banyak yg bacan okey silahka baca jg share..silahkan baca fanfic lain cek library ya ^^

      Like

  33. di awal aku ngakak-ngakak pertengahan serem-serem endingnya nangis-nangis gak terima jin oppa mati 〒▽〒 DAEBAK SUKAAAA next mau baca horor lg kak!!!!!

    Like

    1. Annyeong, terimakasih masih baca juga komen di ff ini yg sebenarnya sudah publish lama sekali, terimakasih sekali lagi.. ^^ ada beberapa ff horor di mnjfanfiction, silahkan cek library ya^^

      Like

  34. Huaaaaaaaa!!!!! Gak bisa dikata2-in perasaannya gimana!!! Sedih n rasa takut nyapur jadi satu…WAAAAAHHH DAEEEEEBAAAAAK!!!!
    .
    Sumpah kak bisa2-nya kepikiran buat nulis kayak gini?! Aku yg baca serem apalagi kakaknya ya…
    .
    Pokoknya DAEBAK!

    Like

  35. Maaf aku baru baca ff nya…soalnya,aku baru tau ttg apa itu ff…hehehe
    .
    Aku baru suka2nya baca ff kak…untuk yang ini,pertama kalinya aku liat ff se-serem n se-DAEBAK ini!!! Jjang pokoknya mah!
    .
    Terus nulis ff yg seru dan gak bosan untuk dibaca ya…!! Fighting!

    Like

    1. Hai Junibnida, terimakasih ya sudah baca juga komen di Mnjfanfiction, mumpung lagi suka sukanya baca ff bisa di baca baca semua ff yanga disini ya, hehehe
      Terimakasih juga sudah baca cerita ini.. selamat membaca ya!!! ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s