Friendship · Horor · Romance

Just One Day (Jin Version)


Cover Haruman Jin ver

 

Author:    SandraChoii (Twitter, Instagaram)

Title:         Just One Day (Haruman) Series Jin Version

Cast:           Kim Seok Jin BTS as Jin

Han Hyun Ju (OC)

Cameo:    Jin Hyo Sang (Kidoh of Topp Dogg) as Kidoh

Genre:      Romance, Friendship, Horror

Rating:     PG-15

Lenght:   Oneshoot (7020 words)

 

Disclaimer:     Kim Seok Jin tetaplah milik Orang tuanya, kontrak Bighit, milik tuhan, dan Hyung dari ke 6 member BTS lain hanya saja author meminjamnya untuk menjadi cast dalam fanfiction karya author. Jin Hyo Sang tetaplah milik orang tua dan member dari ToppDogg serta teman dekat Kim Seok Jin, author hanya meminjam untuk peran pendukung dalam fanfiction author.. atas kekurangan atau kata-kata yang tidak diharapkan mengenai mereka author mohon maaf.. ^^

 

Author Notes: Annyeong, project fanfiction Just One Day Jin version sudah di posting! Silahkan untuk readers membacanya, dalam cerita ber-genre romance, friendship, dan horor ini author sedikit menambahkan beberapa pengalaman author sendiri mengenai ‘horor’ tetapi masih dengan tambahan lain untuk pendukung cerita.. dalam fanfiction kali ini sepertinya bukan fanfic horor yang sangat menyeramkan hanya saja horor ringan yang di tambah dengan romance. Sudut pandang dari keseluruhan cerita di ambil dari cast utama “Kim Seok Jin” Untuk lebih jelas silahkan membaca lanjutan ceritanya.. ^^

 

 

Story:

 

*Kim Seok Jin POV*

 

~Kring…kring…kring…~

Sebuah jam waker berdering cukup keras membangunkanku tepat pukul 2 dini hari, waktu yang sama setiap kali jam wakerku berdering beberapa hari ini, aku meraihnya yang berada di meja samping ranjangku sedikit malas kiranya saat beberapa hari ini sepertinya seseorang sedang menjahiliku,

“Bisakah aku tidak terbangun setiap harinya dalam keadaan seperti ini?? Besok aku harus mulai menemui dosen untuk menayakan mengenai proposal persiapan tugas akhir, kalau aku kesiangan sedikit saja malatepaka besar terjadi, apalagi dosen pembimbingku adalah Yoon seonsaengnim” Gerutuku pelan seraya melemparkan jam waker menyebalkan itu dari dekatku,

Entahlah dalam dini hari sepertini diriku mulai menggerutu, hal tidak wajar terjadi padaku bahkan aku mulai mengoceh tanpa ada orang lain didekatku, menurutmu aku sedang berbicara dengan siapa? Bahkan jika ada yang mengetahui hal ini mereka dapat mengira aku gila atau mungkin depresi menjelang tugas akhir?

Bagaimana tidak? Berada di fakultas hukum bukanlah keputusan tepat yang aku pilih, hal ini bukanlah diriku sama sekali tetapi hanya demi membuat eomma bahagia karena aku hanyalah anak tunggal yang menjadi harapannya dari pada aku harus mengikuti keinginanku untuk sekolah memasak dan menjadi seorang chef yang jelas-jelas mengerikan menurut eomma.

Aku mencoba kembali memejamkan mataku untuk tidur, besok pagi-pagi sekali aku harus bangun untuk menemui Yoon seonsaengnim, sedikit penjelasan jika Yoon seonsaengnim adalah dosen yang sedikit disiplin jika aku tidak ingin menyebutnya killer,

Mengapa aku menyebutnya seperti itu? Yoon seonsaengnim mewajibkan siapapun mahasiswa yang akan menjadi bimbingannya di pengerjaan tugas akhir harus rela mengikuti waktunya, datang lebih pagi karena beliau tidak ingin ada mahasiswa datang di saat jam mengajar yang menggangu kuliah hoobae mereka atau bahkan datang saat jam makan siang yang menggangu makan siangnya, bukankah ini sebuah neraka jika aku terlambat besok? Padahal aku ingin lulus secepatnya dan keluar dari setiap hal berbau hukum yang sangat aku benci.

 

 

***

 

 

Aku berlari-lari dari sebuah halte yang tidak jauh dari Hanguk University tempat kuliahku selama hampir 4 tahun belakangan ini, sepertinya aku terlambat dua menit hanya karena terbangun oleh jam waker sialan yang entah siapa selalu menggangguku,

Aku memasuki gerbang kampus dengan nafas tersenggal-sengal, sedikit lega saat aku sudah sampai didepan ruang dosen aku harap Yoon seonsaengnim tidak akan memberiku sarapan sebuah ceramahan karena aku terlambat 2 menit.

 

Aku mengetuk pintu ruangan Yoon seonsaengnim, seseorang didalamnya mengatakan

“Apakah kau Kim Seok Jin? Masuklah..” Suara itu terdengar cukup keras dari luar ruangannya, aku membuka pintunya dan menunduk singkat,

Yoon seonsaengnim tersenyum singkat melihatku, syukurlah itu artinya beliau tidak marah terhadapku,

“Duduklah..” Gumamnya,

Aku menyeret sebuah kursi di hadapan Yoon seonsaengnim untuk duduk setelahnya aku memberikan beberapa lembar kertas untuk menunjukkan beberapa poin-poin yang akan aku kerjakan untuk tugas akhir,

Yoon seonsaengnim memersiksanya singkat, aku sedikit gugup saat ini.. dalam batinku terus berkata ‘Tuhan.. selamatkan aku saat ini..’

“Bagus, kau memiliki kemajuan untuk beberapa hari ini.. kalau kau mengerjakan ini dengan baik aku rasa hasilnya akan bagus tapi jika tidak poin-poin bagus ini tidak akan membantumu sama sekali Seokjin..”

Sontak aku tersenyum mendengarnya, bagaimana tidak? Baru kali ini Yoon seonsaengnim tidak banyak mencacat hasil kerja kerasku, mungkin karena aku terlihat serius kali ini padahal tujuanku untuk segera mengakhiri perkuliahan dalam jurusan yang aku benci.

“Nde seonsaengnim, saya akan bekerja keras untuk itu..”

 

Aku segera meninggalkan ruangan Yoon seonsaengnim, walau saat ini aku tengah disibukkan dengan urusan tugas akhir bukan berarti aku bisa enak-enakan untuk pulang dan menyandarkan kepalaku di bantal untuk berfikir dan berimajinasi,

Mata kuliah bahasa asing hari ini setidaknya membuatku untuk tetap tinggal, jujur saja di universitasku mata kuliah ini tidak wajib untuk di ambil tapi rencanaku untuk mengikutinya karena aku merencanakan susuatu yang sangat aku inginkan, mengambil sekolah memasak di italia padahal kemampuan bahasa asingku terutama bahasa inggris cukup lemah dapat di katakan sangat payah jika di banding dengan bahasa jepang ataupun mandarin.

 

 

***

 

 

“Jin!!”

Aku menoleh pada suara yang amat aku kenal itu, ya dia adalah Jin Hyo Sang tetapi sejak kecil aku selalu menyebutnya Kidoh. Aku berteman dengannya sejak kecil bahkan kami berteman sangat dekat, hanya aku yang memanggilnya Kidoh sedangkan teman kelasnya pasti menyebutnya dengan kata ‘Hyosang’

“Ya apakah kau baru saja menemui Yoon seonsaengnim?” Tanyanya kali ini saat kami mulai berjalan beriringan untuk masuk dalam kelas bahasa asing,

Kami memang mengambil jurusan yang sama, tapi saat aku memutuskan untuk mengambil kelas bahasa asing Kidoh mengatakan jika dia juga ingin ikut serta,

“Nde, kau tau kan aku sudah muak dengan semua ini? aku ingin cepat-cepat bebas dan mengambil kelas memasak di italia..” Seruku dengan nada penekanan pada kelas memasak,

Kidoh terkekeh mendengar pengakuanku, bagaimana tidak dia adalah sahabatku sejak kecil yang pastinya sudah tau tentang kebiasaan-kebiasaanku didapur.

“Kau yakin, ibumu akan mengijinkan kau pergi kesana untuk kelas memasak? Kalau tidak itu artinya kau harus berusaha keras membiayai dirimu sendiri untuk mengejar impian konyolmu itu..” gumamnya, sekali lagi aku kesal. Bagaimana bisa dia sahabatku dari kecil tetapi tidak mendukungku sama sekali.

Aku menoleh malas padanya, menjitak kepalanya perlahan saat kali itu aku sedang merangkulkan tanganku pada pundaknya. Sedangkan dia hanya meringis kesakitan dan mengeluh,

“Appo-ya.. kau tidak sadar apa yang baru saja kau lakukan pada sahabatmu sendiri?” Keluhnya sambil mengusap belakang kepalanya,

“Kau yang tidak sadar, bagaimana bisa kau tidak mendukung impianku sama sekali? Kajja.. kau bahkan sudah tau itu sejak kecil..” Kuluhku dengan sedikit nada rengek yang membuatnya kembali menertawakanku,

Aku sudah biasa merengek padanya walau aku lebih tua dari dia beberapa hari saja sepertinya dia sedikit lebih dewasa dariku, aku bahkan hanya merengek di hadapannya di hadapan temanku yang lain? Jangan harap.. aku terlalu menjaga harga diriku.

“Kau berusaha semaksimal mungkin untuk tugas akhir dan ingin cepat lulus, lalu biaya perkuliahan selama beberapa tahun ini, ijazahmu, dan gelarmu kelak kau sia-siakan begitu saja? Aku tidak menyangkan sejak dulu kau masih saja bodoh dan dibodohi oleh dapur…”

Aku kembali melayangkan jitakan padanya, paling tidak aku tidak suka seseorang merendahkan pekerjaan dapur padahal aku yakin banyak di luar sana orang yang sedang burusaha mati-matian untuk memasak tetapi selalu berakhir dengan kegagalan.

 

“Sekali lagi kau menjitakku, aku akan..”

Kidoh tidak melanjutkan kalimatnya saat aku kembali menjitaknya dan berlari menuju kelas bahasa asing dengan menertawakannya, tentu itu membuatnya menatapku kesal dan berlari mengejarku.

 

Aku memutuskan untuk duduk pada bangku tengah, karena aku tidak suka duduk didepan karena biasanya mahasiswa yang duduk didepan menjadi incaran dosen karena di anggap pintar dan aku tidak suka duduk di belakang karena mahasiswa yang duduk di belakang juga menjadi icaran dosen karena di anggap pemalas, aku mengambil tempat paling strategis setidaknya agar dosen tidak mengincarku mengingat aku masih belum terlalu fasih berbahasa asing,

Tak lama setelahnya Kidoh menghampiriku, tampaknya dia sedikit lega ketika sudah membalas jitakan yang aku layangkan pada kepalanya tadi,

Aku mengusap kepalaku singkat dan bergumam,

“Aku harap jitakan dari sahabatku tadi akan membetulkan posisi otakku untuk dapat mencerna mata kuliah ini dengan baik..”

Kidoh menggeleng singkat, sepertinya dia sedikit kesal karena aku tidak melawan padahal dia sangat suka jika aku melawan dan dia melawan lagi, hal yang sedikit kekanakan dan aku dengannya bukankah sudah dewasa saat ini?

 

Aku membuka beberapa lembar buku dengan menunggu dosen yang belum hadir untuk sekedar mempelajari mata kuliah ini agar jika suatu saat nanti ada pertanyaan dadakan aku bisa menjawab dengan baik.

Beberapa detik aku melirik pada Kidoh yang duduk pada bangku tepat di sampingku, namja itu sesekali tersenyum sendiri dengan memperhatikan ponselnya sepertinya dia sedang membalas pesan seseorang atau saat ini dia sedang memiliki kekasih??

 

“Ya! Apakah kau sudah gila karena pagi tadi aku beberapa kali menjitak kepalamu?” Sahutku mengalihkan perhatian dari ponselnya ke arahku, namja itu menatapku kesal aku tau karena aku baru saja mengatakan dia gila.

“Kau menginginkan sahabatmu ini gila Kim Seok Jin?”

“Hahahaha, syukurlah kalau tidak benar jika benar itu karena jitakan berulangku tadi aku akan merasa sangat bersalah pada ibumu..” Lanjutku dengan beberapa kali menertawakannya,

Kidoh mengalihkan perhatiannya dariku, tapi beberapa saat ekspresinya berubah.. wajahnya berbinar seperti sedang menang ketika bermain casino dan mendapatkan milyaran dolar.

“Jin, a..a aku..” Ucapnya dengan sedikit terbata,

“Kau menang bermain casino? Baiklah kalau begitu traktir aku untuk sekolah memasak di italy” gumamku masih fokus pada buku yang aku baca,

 

Kidoh melayangkan tonjokan tidak seberapa keras di lenganku tetapi sedikit sakit memang, aku menoleh ke arahnya dia menatapku kesal, sungguh aku tidak dapat membuat diriku tidak tertawa untuk saat ini,

“Mwo-ya??”

“Kau biasakan ketika berbicara menataplah pada seseorang yang mengajakmu berbicara..” Keluhnya,

“Baiklah..baiklah katakan..” Jawabku dengan sedikit menunjukkan aegyo ku, aku tau kemampuan kedua ku setelah memasak adalah ber-aegyo aku sangat pandai dalam hal ini

Kidoh tersenyum bukan karena aegyo-ku yang aku tau, tapi karena hal lain..

“Aku sudah memiliki kekasih saat ini..” Jawabnya semangat tetapi tetap dalam volume pelan agar tidak semua orang dalam ruangan ini mendengarnya,

“Mwo??” Aku membulatkan kelopak mataku, aku hampir tidak percaya mendengarnya

“Nde, nanti sepulang kuliah aku akan berkencan dengannya jadi maafkan aku jika kita tidak dapat pulang bersama untuk hari ini..” Lanjutnya dengan tersenyum lebar,

 

Aku hanya mengangguk dan mengalihkan perhatianku ke arah buku yang aku baca, bahkan kenapa aku merasa tidak senang mendengarnya. Sahabat macam apa yang merutuki nasibnya dan berkali-kali berdoa agar mereka cepat putus.

“Jin, kau tidak sadar? Ekspresimu tidak menunjukkan kau ikut bahagia saat ini? Kau bahkan tidak mengucapkan selamat? Kau temanku atau bukan?” Gerutunya yang semakin mengerikan terdengar di telingaku,

“Nde..nde.. chukkae semoga saja kau bisa bersama dia dalam waktu yang lama..” Sahutku

“Kalimatmu bahkan seperti sebuah sumpahan agar aku segera berpisah dengannya..”

“Itu kan pendapatmu..”

“Jin, sungguh aku tidak suka dengan gaya bicaramu saat ini..” keluhnya, aku tidak tega sama sekali melihat sahabatku menderita terutama ketika melihat sikapku saat ini, aku segera mengubah ekspresiku dan tersenyum ke arahnya..

“hahaha.. chukkae!! Kau kira aku serius untuk hal ini? Aku hanya menggodamu saja.. hahaha aku senang mendengarnya, kapan-kapan kau harus mengenalkan dia padaku..”

Kidoh terlihat lega mendengar ucapanku barusan, itu artinya aku berhasil membuatnya sedikit senang, aku bukan tidak suka melihat sahabatku memiliki kekasih tapi itu seperti sebuah ancaman untukku. Aku yakin jika dia sudah memiliki kekasih waktu bermain kami akan berkurang, bukankah baru saja dia mengatakan lebih memilih pergi kencan bersama dengan kekasihnya dari pada pulang kuliah bersamaku?

 

“Kau juga Jin, bukalah hatimu untuk yeoja.. kau terlalu sibuk memikirkan tugas akhir dan impian memasakmu itu sampai-sampai kau melupakan sesuatu jika kau juga butuh memiliki kekasih hanya untuk sekedar teman, pendengar, dan penyemangat”

“Untuk apa? Selagi kau masih menjadi sahabatku aku hanya butuh kau untuk menjadi pendengar yang baik dan penyemangat.. hahaha” Gumamku

 

Memang benar, aku bukan iri padanya lebih tepatnya aku akan merasa kesepian yang luar bisa ketika Kidoh benar-benar mementingkan kakasihnya dari pada sahabatnya sendiri, aku bukan iri karena belum memiliki kekasih bahkan aku belum memikirkan hal itu, tapi sekali lagi karena memikirkan bagaiman rasanya kesepian ketika Kidoh bersama kekasihnya aku menjadi berfikir jika benar aku juga harus memiliki kekasih.

 

Aku menoleh ke arah pojok bangku yang sepertinya ada seseorang memperhatikanku sedari tadi, dan benar ada seorang yeoja di sana yang sedang menatapku tetapi buru-buru dia menunduk saat dia tau aku mengethaui jika dia memperhatikanku,

Aku menepuk-nepuk pundak Kidoh saat ini,

“Wae?” Tanya dia kali ini

“Kau tau yeoja itu siapa? Aku baru melihatnya lagi beberapa tahun lalu saat aku baru saja masuk semester 1 aku sering melihatnya mengikutiku tapi sejak aku sering memergokinya dia sepertinya dia menghentikan kegiatan menjadi stalkerku. Dan saat ini dia datang lagi menatapku bahkan berada di kelas yang sama dengan kita.” Jelasku panjang lebar, Kidoh hanya tersenyum santai mendengar ocehanku tadi,

 

“Hahaha Jin, yeoja siapa yang kau tunjuk? Kau jangan mengigau, karena tugas akhir membuatmu depresi..”

Jawaban itu tentunya membuatku kesal, bagaimana dia tidak dapat melihat yeoja itu? Bahkan yeoja yang sangat cantik, hey tunggu aku baru saja menyadari bahwa yeoja itu sangat cantik saat ini bahkan dulu aku selalu merasa risih ketika memergoki dia mengikutiku.

“Ya! Tidakkah kau dapat melihat yeoja yang duduk di…”

 

“Annyeong…!!” Pengucapan kalimatku berhenti ketika sapaan dosen memasuki ruangan ini,

Kidoh tersenyum melihat ekspresiku,

“Sudahlah Jin kau harus fokus sekarang karena kuliah akan di mulai..”

 

 

***

 

 

Kidoh seperti sedang buru-buru merapikan semua buku-bukunya untuk dia masukkan ke dalam tas ransel miliknya, dia tersenyum singkat ke arahku.

“Jin, aku harus pergi saat ini sepertinya kekasihku sudah menunggu dan kau jangan bersikap bodoh seperti tadi karena sungguh aku mengkhawatirkanmu..” Kidoh menepuk bahuku singkat lalu berjalan pergi meningalkanku,

 

Semua orang didalam ruangan ini sudah benar-benar pergi, sepertinya hanya ada aku disini.. tidak, aku dengan yeoja itu. Aku baru menyadari bahkan dia belum beranjak sama sekali dari tempat duduknya,

Aku tersenyum tipis ketika kembali aku melihat dia menatapku, entah kenapa jantungku tiba-tiba berdegup sedikit lebih kencang saat dia membalas senyumanku, dan bodohnya baru kali ini aku dapat melihatnya, benar aku terlalu cuek dengan hidupku sampai-sampai tidak memikirkan yeoja.

Aku merapikan beberapa bukuku yang masih berserakan dan segera memasukkannya ke dalam ranselku, saat aku akan beranjak pergi bahkan yeoja itu tidak sekalipun bangkit dari duduknya, aku berbalik dari depan pintu untuk kembali masuk menemuinya hanya sekedar mengurangi rasa penasaraku terhadapnya,

“Aku Kim Seok Jin..” Gumamku seraya mengulurkan tanganku untuk memperkenalkan diri padanya,

Yeoja itu tersenyum,

“Aku sudah tau jika kau Kim Seok Jin..” Jawabnya yang membuatku heran dari mana dia tau jika namaku adalah Kim Seok Jin,

“Dari mana kau tau jika namaku Kim Seok Jin?”

“Hahaha bukankah tadi dosen menyebutmu seperti itu ketika kau mengajukan pertanyaan?” Jawabnya yang membuatku sedikit malu, aku kira dia tau namaku karena dia benar-benar stalkerku,

 

“Aku Han Hyun Ju,” lanjutnya dengan mengulurkan tanganya, aku berjabat tangan dengannya. Tangan yeoja ini dingin aku tersenyum singkat, begitukah gugupnya seorang yeoja ketika berjabat tangan dengan namja yang di sukainya?

 

Beberapa saat aku merasakan sebuah angin menerpa bulu kudukku, aku sedikit merinding saat ini. bukankan teman-teman mengatakan jika selesai kuliah jangan berada di kelas sendirian? Banyak kejadian aneh tentang hantu wanita di kelas, aku dengar itu dari pemilik kantin yang menurutku itu hanya sebuah lelucon agar kantin ramai setiap kuliah berakhir.

 

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Hyunju membuyarkan lamunanku

“Hahaha tidak ada, pernahkah kau mendengar cerita mengenai hantu wanita di kelas? Pemilik kantin beberapa kali mengatakan hal itu..”

“Hahaha kau masih percaya dengan hal seperti itu? Iya aku adalah hantu wanita itu dan aku akan menggigitmu saat ini..” Sahutnya kembali membuatku sedikit ketakutan dan menelan ludah,

“Hahaha kajja, Kim Seok Jin aku hanya menggodamu seorang mahasiswa tingkat akhir seharusnya otaknya sangat encer, bagaimana bisa kau percaya dengan hal seperti itu?” Gumamnya

Aku benar-benar merutuki nasibku, bagaimana ini.. aku baru saja menjatuhkan harga diriku di hadapan yeoja ini hanya karena aku takut pada hantu, padahal sesungguhnya aku bukanlah penakut hanya saja kejadian beberapa hari ini dan perasaan tentang kehadiran makhluk astral membuatku tidak tenang.

 

“Hahaha bukan seperti itu, kajja kau untuk apa masih berada disini lebih baik kita segera pergi dari sini..” lanjutku

“Kajja..” Hyunju tersenyum padaku dan menuntun tanganku keluar dari kelas, aku sedikit tercekat melihat perlakuannya padaku, tanganya masih dingin atau karena dia masih benar-benar gugup ketika memperlakukanku seperti itu?

 

“Dulu aku sering melihatmu, tapi sejak beberapa tahun ini aku baru melihatmu lagi apa kau baru saja cuti kuliah?” Tanyaku sedikit hati-hati, saat aku berjalan beriringan dengannya untuk menaiki lift,

Hyunju tersenyum menatapku,

“Tidak, aku hanya cuti beberapa hari setelah itu aku kembali lagi mungkin saat itu kau tidak melihatku padahal aku setiap hari selalu melihatmu,”

“Kau melihatku setiap hari?” Tanyaku akhirnya

“Nde, aku melihatmu setiap hari bersama dengan temanmu itu..” Hyunju mengangguk santai,

“Kidoh?”

“Mwo?”

“Ah maksudku Hyosang?”

“Hahaha iya dia..” Jawabnya

 

Tak berapa lama pintu lift terbuka, sepertinya ada orang lain yang akan masuk tetapi saat pintu terbuka orang itu hanya menatap tajam dan menutup lift tanpa masuk, sepertinya lift hanya ada aku dengan Hyunju mengapa orang itu membatalkan untuk masuk? Bahkan jika di tambah 5 orang lagi aku yakin lift ini tidak akan overload.

 

 

 

***

 

 

Kring..kring…kring..

Sial, jam waker itu berbunyi lagi padahal aku masih sangat mengantuk untuk saat ini aku meraihnya dan mematikannya. Benar saja saat ini kembali lagi menyala tepat pada pukul 2 pagi, aku mengusap rambutku frustasi siapa yang selalu memnggangguku di jam seperti ini??

Aku kembali menarik badcover di bawah kakiku, tiba-tiba udara menjadi sangat dingin. Aku mencoba menutup mataku kali ini untuk beberapa menit aku berhasil, tapi sialnya baru kali ini aku tidak dapat tidur lagi setelah di ganggu jam waker setelah beberapa hari ini hal serupa terjadi dan aku masih bisa tidur dengan nyenyak,

Aku membuka mataku perlahan, suaraku tidak dapat keluar kali ini dan badanku terasa kaku. Yang aku dapat lakukan hanyalah mengintip di balik selimutku seseorang yang sedang duduk di tepi ranjang milikku,

Keringat dinginku mulai bercucuran, seseorang dengan baju putih dan rambutnya sangat panjang menutupi sebagian wajahnya, aku menutup semua tubuhku dengan selimut mencoba menenangkan diri dan mengatur nafasku,

“Tuhan, aku tidak ingin percaya hantu tapi kenapa kau kirimkan hantu dalam bentuk nyata di kamarku?” Gumamku dalam hati

Beberapa saat aku merasakan seseorang menyentuhku dari luar selimut, ketakutanku kian memuncak saat ini tapi sama sekali aku tidak dapat berteriak bahkan bergerak, seolah semakin mendekat ke arahku dan..

“I Love You Kim Seok Jin..”

“I Love You Kim Seok Jin..”

“I Love You Kim Seok Jin..”

Suara itu terdengar sangat nyata di telingaku, suara hantu itu.. aku tidak dapat menggerakkan badanku sama sekali, berteriak, bahkan aku sangat susah untuk bernafas.. suara itu masih terdengar berkali-kali di telingaku, sangat halus dan mengerikan..

 

 

~Tok..tok..tok..~

Seseorang diluar sana mengetuk pintu kamarku, jangan katakan itu hantu yang lain untuk mengadakan reunian di kamarku??

“Jin.. kau baik baik saja??”

“Suara Kidoh? Bagaimana bisa dia datang pada pukul 2 pagi lewat??” Gumamku

Aku mulai bisa merasakan hantu itu pergi ketika Kidoh datang, aku mengatur nafasku lega saat mendengarnya dan secepatnya aku membuka pintu.

 

“Jin, kau baik-baik saja? Kau seperti sedang ketakutan?” Tanya dia, atau jangan-jangan dia memiliki firasat buruk mengenai hantu padaku lalu membuatnya datang menemuiku? Walaupun rumahnya berjarak beberapa rumah dari rumahku tetap saja ini pengorbanan,

 

Tubuhku sedikit bergetar mungkin efek dari hal mengerikan yang baru saja terjadi padaku,

“A..aku.. baik-baik saja.. kenapa kau bisa datang menemuiku di saat dini hari seperti ini?” Jawabku akhirnya dengan mengedarka pandangan ke seluruh ruangan kamarku, memastikan jika hantu itu telah benar-benar pergi,

“Aku tidak bisa tidur dan aku mengingat perkataan seseorang mengenai kau jadi aku kesini..”

Kidoh menutup pintu kamarku dan menuntunku kembali untuk duduk di rangjangku,

“Jin, aku benar-benar mengkhawatirkanmu.. ada yang mengatakan saat kau pulang kuliah kau terlihat berbicara sendiri dan tersenyum sendiri itu tidak benar kan?”

Pertanyaan bodoh macam apa itu? Bukankah sebuah pertanyaan itu suatu tuduhan jika aku mulai gila tiba-tiba? Tega sekali dia menuduhku seperti itu.

“Iya memang benar, kau senang melihatku gila?”

“Jin aku serius..”

Aku sedikit tercekat dengan pertanyaannya,

“Itu tidak benar kau tidak usah mendengarkannya, kau tau aku tadi mendekati yeoja yang aku katakan sewaktu kita di kelas bahasa asing kau mengingatnya kan?”

“Yeoja?? Aku tidak melihat siapupun di tempat yang kau tunjuk..”

“Itu karena kau sedang fokus pada pada ponsel untuk berkomunikasi dengan kekasihmu, yeoja itu juga mengetahuimu nanti jika aku melihatnya lagi di kampus aku akan mengenalkannya padamu..”

“Hahaha kau mulai jatuh cinta juga rupanya,”

 

 

***

 

 

Cerita mengenai hantu di kelas semakin ramai saja di bicarakan, hal itu malah membuatku sedikit ketakutan jika berlama-lama berada di kelas sendiri setelah jam kuliah berakhir,

Kidoh?? Kau tau dia bahkan meninggalkan kelas sekitar 10 menit yang lalu dengan alasan ingin menemui kekasihnya, bukankah sudah aku katakan hal itulah yang sedikit aku takuti saat itu?

Aku kembali merinding jika berada di kelas sendiri, secepatnya aku merapikan beberapa bukuku dan memasukkannya ke dalam ransel milikku. Aku keluar terakhir dari kelas bukan untuk menunjukkan jika aku sangat pemberani tapi aku sedang melanjutkan mengerjakan beberapa laporan mengenai tugas akhir yang deadline sampai besok. Bukankah aku sudah menceritakan mengenai siapa dosen pembimbingku dan bagaimana orangnya? Jika sampai besok ini belum selesai adalah petaka besar sepanjang sejarah perkuliahan menyebalkanku selama beberapa tahun ini.

Secepatnya aku melangkahkan kaki keluar dari kelas tapi saat aku sampai di depan pintu, “Omoo..” Gumamku dengan mengatur nafas,

Seseorang mengagetkanku yang membuatku hampir berteriak..

 

“Hahaha kenapa kau masih di kelas? Aku tadi mencarimu..” Gumam yeoja itu dengan sedikit menertawakan ekspresi ketakutanku

“Han Hyun Ju.. kau hampir saja membunuhku dengan serangan jantung..” Sahutku yang kembali membuatnya tertawa kecil,

“Mianhae, aku tadi masuk untuk menemuimu malah kau keluar mana aku tau jika kau sudah berada di depan pintu..”

“Hahaha gwaenchana..”

Tunggu, aku tidak salah mendengar bukan? Hyunju mencariku? Apakah itu artinya dia memang benar-benar menyukaikku?

 

“Untuk apa kau mencariku?” Tanyaku saat aku berjalan beriringan dengannya keluar kelas,

“Aku.. hanya…” Sekali lagi yeoja itu tidak dapat melanjutkan kalimatnya, sepertinya dia memang benar-benar tidak bisa menjelaskan kenapa dia mencariku,

Aku tersenyum singkat lalu menuntun tangannya mengikuti langkahku, dapat aku lihat raut wajahnya berubah saat ini, wajahnya memerah sepertinya sedikit malu dan masih saja tangannya terasa sangat dingin. Lengkap sudah ekspresi yeoja ketika tersipu seperti ini.

 

“Bagamana jika kita pergi saat ini?” Tanyaku tiba-tiba, aku bahkan tidak pernah menyadari jika aku mengatakan hal ini padanya, semuanya terasa begitu tiba-tiba dan kata-kata itu dapat keluar dengan sendirinya tanpa aku harus banyak berfikir, sedikit janggal tapi itu kenyataannya.

Aku ingat Kidoh sekarang sedang berkencan dengan kekasihnya, aku sebenarnya juga ingin mengajak Hyunju berkencan denganku tapi aku belum berani mengatakan hal itu karena aku sangat membenci penolakan, tapi sejak berada di hadapannya kalimat ajakan itu tanpa beban terucap begitu saja,

“Pergi? Apakah itu sebuah ajakan untuk kencan?” Inilah sebuah pertanyaan seseorang yang sangat peka. Aku menyukai hal itu karena dengan dia mengerti aku tidak perlu repot merangkai banyak kata hanya untuk mengajaknya pergi kencan.

Aku kembali terseyum menanggapinya,

“Ya, bisa di bilang seperti itu.”

“Baiklah..” Jawabnya, sungguh jantungku kembali berdegup kencang saat bersamanya. Padahal ini juga bukan kencan pertamaku karena saat sekolah dulu aku juga sempat memiliki kekasih.

***

 

 

Aku menukuk muka sedikit kesal saat keluar dari ruangan Yoon seonsaengnim, bagaimana tidak? Aku hanya terlambat 5 menit tapi di omeli habis-habisan bahkan melebihi setengah jam. Ya ini bukanlah salahku, aku hanya selalu terbangun setiap pukul 2 pagi karena jam waker sialan itu, lalu bagaimana aku menjelaskan pada Yoon seonsaengnim? Bukankah itu suatu alasan yang ehm.. sedikit tidak logis.

Tapi jangan mengatakan aku adalah Kim Seok Jin jika Yoon seonsaengnim menolak hasil laporan yang sudah aku kerjakan mati-matian beberapa minggu ini, aku bukan kesal karena penolakan laporan aku hanya kesal karena beberapa hari ini sangat melelahkan.

 

“Jin!!!” Kidoh berlari ke arahkau sepertinya dia juga baru saja menyerahkan hasil laporan kepada Shin seonsaengnim, hanya sebuah perbandingan saja jika Shin seonsaengnim tidak sekejam Yoon seonsaengnim.

 

“Kau baru saja menemui Shin seonsaengnim?” Tanyaku saat dia masih mengatur nafasnya sedikit ketika berlari-lari menemuiku

“Nde, syukurlah aku tidak mendapat omelan hari ini..” Gumamnya, tentu saja lain ceritanya jika pembimbingnya adalah Yoon seonsaengnim aku yakin dia akan di cincang hidup-hidup jika terlihat santai seperti itu,

 

“Jelas seperti itu bagaimana jika pembimbingmu adalah Yoon seonsaengnim??” Tanyaku dengan kembali berjalan ke kelas dengan di ikuti langkahnya

“Tentu aku akan depresi sepertimu..” Sahutnya yang berhasil membuatku kembali menjitaknya

 

Aku mengambil tempat duduk di tengah seperti jam kuliah biasanya dengan alasan yang masih sama seperti saat itu, Kidoh duduk di sampingku dan beberapa kali menepuk bahuku agar aku tidak mendiamkannya seperti ini,

“Wae?” Sahutku kali ini sedikit tidak bersemangat

“Kau terlihat sangat kesal Jin, apakah terjadi sesuatu?”

Aku menatapnya singkat, memang dia cukup perhatian terhadapku, aku ingin sekali menceritakan hal yang aku alami beberapa waktu ini tapi apa dia nantinya tidak akan menertawakanku?

“Bagaimana tidak? Aku hanya terlambat 5 menit tapi omelan Yoon seonsaengnim melebihi waktu setengah jam bukankah hal itu menyebalkan?”

“Hahaha, hanya karena semua itu?”

Aku hanya menganguk mendengarnya,

“Ya tunggu kenapa kau bisa terlambat? Bukankah kau sudah tau bagaimana Yoon seonsaengnim?”

“Nde, kau tau? Setiap jam 2 pagi aku selalu terbangun karena jam wakerku berdering sangat keras, entahlah siapa yang menjahiliku tidak mungkin itu pekerjaan ibuku kan?”

Kidoh terlihat menggaruk-garuk kepala memikirkan sesuatu,

“Mungkin karena jam itu error karena sudah lama kau miliki kan? Oleh karena itu selalu berbunyi di saat jam segitu dan seharusnya kau buang saja dari pada mengganggumu?”

“Aku tidak dapat membuangnya begitu saja, itu jam waker peninggalan kakekku kau ini bagaimana?” Sahutku seraya melayangkan jitakan padanya

“Terserah kau saja jika kau masih ingin terbangun jam 2 pagi setiap harinya..”

 

 

Aku berkali kali menengok jam tanganku, sepertinya bukan hanya aku yang melakukan hal itu bahkan beberapa mahasiswa lain juga demikan. Sudah hampir setengah jam dosen pengajar tidak datang, biasanya tidak pernah seperti ini karena dosen selalu tepat waktu dan memberi informasi jika tidak hadir minimal sehari sebelumnya.

Aku menengok seseorang di sampingku, ya Kidoh sepertinya sedang sibuk menelpon kekasihnya. Aku dapat mendengarkan beberapa kali dia mengucapkan kalimat romantis seperti sekedar kata ‘Aku merindukanmu’ ‘aku mencintaimu’ dan sebagianya yang membuatku muak.

Aku kembali membuka beberapa lembar buku, aku mulai bosan saat ini.. aku menengok ponselku dan sialnya aku tidak memiliki nomer ponsel Hyunju, baru kali ini aku menyadari bagaimana aku bisa sebodoh ini? seharian kemaren aku berkencan dengannya tapi tidak terpikirkan untuk meminta nomer ponselnya??

“Jin.. kau sedang memikirkan yeoja itu?” Sapa Kidoh saat dia selesai menelpon sepertinya,

Aku menatapnya sesekali, aku ingin meminta pendapatnya mengenai Hyunju tapi apa nantinya dia tidak akan menertawakanku??

“Bagaimana jika aku besok menemuinya dan mengungkapkan perasaanku padanya?” Tanyaku dengan sesekali berfikir

“Hahaha kau sudah berapa hari mengenalnya? Belum dua minggu kau mengenalnya sudah mau menjadikan dia kekasihmu?”

“Ya! Bukan seperti itu, aku sudah mengetahui dia sejak pertama masuk universitas hanya saja aku baru mengajaknya bicara akhir-akhir ini..” Jawabku kali ini, memang benar begitu kondisinya, bukankah aku sudah mengatakan jika memang dia pernah mengikutiku dulu? Sedangkan saat ini aku baru menyadari jika aku memiliki perasan yang sama terhadapnya.

“Tapi kau belum menunjukkan padaku siapa yeoja itu? Bukankah dia juga berada di universitas yang sama dengan kita?”

“Kau tenang saja, nanti setelah aku menjadi kekasihnya aku akan menunjukkan dia padamu tapi untuk saat ini lebih baik kau tidak perlu tau karena jika kau tau aku yakin kau akan meninggalkan kekasihmu untuk mendekatinya..” Godaku dengan mencoba untuk tidak menertawakannya,

“Ya! Kau pikir aku setega itu?”

“Hahahahaha dia yeoja yang sangat cantik aku yakin kau akan terkejut jika melihatnya..”

 

 

***

 

 

~Kring…Kring…Kring…~

Aku mengatur nafasku yang sedikit sesak ketika aku mendengar suara jam wakerku berdering kembali, aku yakin saat ini jam 2 pagi.

Aku mengetatkan selimut ke seluruh tubuhku dan menutup wajah sampai telingaku agar tidak mendengarnya, sungguh aku sangat takut jika kejadian saat itu akan kembali terjadi, bagaimana aku tidak takut ketika ada hantu wanita memperhatikanku di dalam kamarku sendiri?

Aku membuka sebagian mataku, dan benar sosok wanita mengerikan itu datang menghampiriku kembali, baju putihnya panjang menutupi sampai ujung kakinya yang terkesan melayang tidak berpijak pada lantai, rambut yang sangat panjang seolah dapat menyapu lantai kamarku saat dia berjalan, beberapa rambut yang menutupi sebagian wajahnya sungguh aku tidak dapat mengatakan banyak hal yang saat mengerikan itu saat ini, bagaimana perasaan seseorang ketika berada dalam satu ruangan di waktu dini hari bersama sosok seperti itu? Jelas itu membuatku susah bernafas, keringat dingin sudah memenuhi seuruh tubuhku tapi sama sekali bukan suhu panas melainkan dingin..

 

Ok bagaimana aku mengatakannya? Rasanya jantungku akan melompat keluar saat aku merasakan sentuhan di luar tubuhku yang terbalut selimut, sekali lagi aku harap siapapun menolongku untuk menghentikannya..

 

‘I Love You Kim Seok Jin..’ Suara itu lagi yang dia ucapkan, aku ingin berteriak untuk memanggil siapapun tapi sama sekali aku tidak dapat mengeluarkan suaraku dan menggerakkan badanku, semuanya seperti telah membeku bagaikan es, nafasku sesak seperti jutaan tangan membekap mulut serta hidungku,

‘I Love You Kim Seok Jin..’ kata itu dia ucapkan lagi kini lebih lirih dan terdengar tepat di telingaku, suara mengerikan itu membuat bulu kudukku kembali seperti di terpa oleh angin.

‘I Love You Kim Seok Jin..’ kalimat itu berkali-kali di ucapkan olehnya, dan beberapa saat aku merasakan makhluk itu memeluk belakang tubuhku, perasaan ingin berteriak hanya saja sedikit janggal karena dia tidak menyakitiku sama sekali, hanya memelukku dalam diam,

Aku mencoba memejamkan mataku berharap waktu cepat berlalu dan menganggap semua yang terjadi padaku saat ini hanyalah mimpi buruk, tapi siapa yang bisa tertidur jika ada makhluk seperti itu memeluknya, bahkan bergerak dan berteriak saja tidak dapat di lakukan?

‘Mianhae..’ Suara itu kembali terucap lirih, bahkan seperti sebuah isakan tangis tak lama setelahnya sebuah kalimat lain terucapkan

‘Good bye Kim Seok Jin’ Kalimat terakhir sebelum makhluk itu pergi, sempat aku merasakan dia mengelus rambutku beberapa kali dan mencium pipiku, aku benar-benar dapat merasakan air matanya yang menetes tepat di pipiku dalam keadaan mataku yang masih tertutup rapat, siapa dia sebenarnya? Kenapa dia memperlakukanku seperti itu?

 

***

 

Pagi ini aku mencari Hyunju, aku benar-benar ingin menajaknya untuk kencan sekali lagi tapi kali ini aku benar-benar akan mengatakan bagaimana perasaanku padanya. Aku tau jika dia berada di jurusan design dan aku akan mencari dia di kelasnya,

Aku tersenyum singkat saat sampai didepan kelasnya, hanya saja aku tidak melihatnya saat ini, apa dia belum datang?

“Kau sedang mencari siapa?” Tanya seorang namja seusiaku yang saat ini menghampiriku ketika dia melihatku seperti sedang mencari-cari seseorang. Sepertinya dia adalah temen sekelas Hyunju

 

Aku tersenyum sekilas padanya,

“Hyunju.. Han Hyun Ju, apakah dia belum datang? Dia berada di kelas ini bukan?” Tanyaku padanya

Namja itu seolah menatapku terheran, apakah aku terlihat seperti orang gila saat ini?

“Kau baik-baik saja?” Pertanyaannya, apakah aku terlihat tidak baik saat ini?

“Aku hanya menanyakan apakah dia sudah datang atau kemana? Kenapa kau menanya seperti itu padaku?” Sahutku sedikit kesal,

Bukankah ini suatu kejanggalan ketika namja itu tiba-tiba menyentuh bulu kuduknya dan pergi meninggalkanku dengan langkah yang…sedikit cepat?

 

“Ya!! Kau belum menjelaskan padaku dimana dia???” teriakku mencoba menghentikannya tapi seolah dia tidak ingin mendengar pertanyaanku, ada apa dengan anak jurusan design? Apakah sedang gila semua?

 

“Jin!!” Aku melihat kali ini Kido berlari ke arahku, sekali ini dia menatapku sedikit heran entah karena aku terlihat aneh atau orang-orang disini yang memang sedang aneh?

Kidoh mengatur nafasnya singkat, beberapa keringat aku lihat menetes dari dahinya seperti sedang ketakutan dan dalam kondis yang sangat panik,

“Huffh.. Jin kau sedang mencari siapa disini?” Tanyanya kembali, sama seperti yang namja itu lakukan sekali lagi Kidoh juga menyentuh bulu kuduknya

“Ada sesuatu?” Tanyaku masih dalam kondisi tidak mengerti

Kidoh menyeretku untuk pergi dari sekitar sini, bahkan aku tidak dapat menolaknya karena dia menyeretku begitu tiba-tiba.

Namja itu hanya memintaku untuk duduk pada sebuah bangku di dekat lorong yang terkesan sedikit sepi, bahkan sebelum mulai berbicara padaku dia tampak sesekali memperhatikan lokasi sekitar memastikan tidak ada sesuatu yang dia takuti.

“Jin, benarkah kau bersama dengan yeoja itu? Aku tau kali ini kenapa beberapa orang ada yang melihatmu berbicara sendiri dan tersenyum sendiri”Jelasnya dengan penuh penekanan

“Kau tau siapa dia? Apakah benar yeoja itu bernama…. Han Hyun Ju?” Lanjut Kidoh seraya meminimkan volume suaranya ketika menyebut nama Han Hyun Ju

Aku hanya menatapnya diam, Han Hyun Ju? Memang dia siapa? Aku dapat menebak beberapa kalimat Kidoh jika di sambung dengan kejadian aneh yang aku alami beberapa waktu ini, tapi sungguh ini tidak mungkin, aku tidak akan mempercayai hal itu kali ini,

Kidoh kembali memperhatikan kondisi sekitar, keringat dingin di keningnya juga mulai penuh, seakan dia dalam kondisi ketakutan lebih dan mengkhawatirkanku.

“Jin, Han Hyun Ju itu sudah meninggal 2 tahun yang lalu..” Gumamnya,

Sudah, cukup aku sudah dapat menduga hal itu sejak memperhatikan gerak gerik Kidoh dari tadi tapi kenapa aku tidak ingin dia mengatakan hal itu padaku saat ini, jadi apakah hantu wanita di kelas yang sedang banyak di bicarakan itu adalah dia? Kenapa harus Hyunju? Sungguh kenapa hal ini dapat terjadi padaku di saat aku sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya??

Aku mencoba manahan beberapa perasaan sesak pada dadaku tapi sungguh aku tidak dapat melakukan itu, menahan kesedihan menahan untuk tidak menangis itu lebih menyusahkan dari pada mengerjakan revisi dari Yoon seonsaengnim.

“Jin, apa kau baik-baik saja?” Terlihat Kidoh sangat mengkhawatirkanku,

“Cukup, aku tidak ingin bercanda kali ini. Sungguh biarkan aku berbahagia bersamanya walau hanya dalam waktu satu hari…” Sahutku akhirnya, entah kenapa sebuah kalimat itu aku ucapkan, aku hanya benar-benar berharap jika Kidoh saat ini bercanda padaku. Kenapa semuanya begitu cepat? Kenapa semuanya terjadi di saat aku sudah benar-benar menyukai dia?

 

Kidoh mencoba tersenyum, beberapa kali dia menghapus air matanya dan menepuk pundakku. Namja itu kini mengeluarkan sesuatu dari dalam ransel miliknya dan memberikannya padaku.

 

“Teman dekatnya memberikan ini padaku saat dia mengatakan jika Hyunju sangat menyukaimu sejak awal perkuliahan beberapa tahun lalu, dan kau terlihat aneh Jin aku takut kau bersama dengan..”

Kidoh kembali dia tidak melanjutkan kalimatnya, aku membuka sebuah buku milik Hyunju yang Kidoh berikan padaku,

Dihalaman utama dia menuliskan banyak kata ‘I Love You Kim Seok Jin’ yang memenuhi hampir selembar buku di halaman depan. Tunggu dulu kata itu?? Bukankah itu adalah kata yang diucapkan oleh makhluk itu padaku?? Apakah selama ini makhluk itu adalah Hyunju??

Aku tidak dapat menahan air mata untuk saat ini, sungguh… ketika aku membuka lembar demi lembar buku yang dia tulis, semua isi dalam buku itu adalah aku. Jadi apakah benar yeoja yang terlihat selalu mengikutiku di awal semester adalah dia?

Dalam halaman pertengahan dia menuliskan jika dia sangat menyukaiku, bahkan dia sering mengikutiku secara diam-diam hanya karena dia tidak berani mengungkapkan perasaannya padaku.

“Jin, coba buka halaman terakhir.. aku ingin melihat apa yang dia tulis untuk terakhir kalinya..”

Aku menatap Kidoh singkat, aku membuka buku itu perlahan di halaman terakhir.. dia menuliskan

‘Apakah aku bodoh karena tidak dapat mengatakan jika aku menyukainya? Aku bahkan sampai mati-matian belajar memasak agar tidak terlalu mempermalukanku di hadapannya karena aku sangat payah dalam hal itu..sudah berapa kali aku gagal melakukannya? Padahal sudah hampir satu bulan aku mengikuti kelas memasak bagaimana bisa aku masih sangat bodoh dalam hal itu?’

 

Aku tersenyum singkat, ternyata hanya itu yang dia tuliskan untuk terakhir kali.. tunggu dulu kenapa aku sangat penasaran bagaimana bisa dia meninggal? Apakah dia memiliki penyakit yang mematikan?

Aku menoleh pada Kidoh, wajahnya cukup pucat.. aku tau dia sedang ketakutan walau dia tidak menunjukan hal itu padaku aku dapat melihat dari gerak-gerik dan sorot matanya,

“Kau tau Hyunju meninggal dengan cara seperti apa?”

“Kau tau mengenai kebakaran cooking house di myeongdong dua tahun lalu? Ada 5 orang yang meningal terbakar saat itu. satu pengajar, satu staf kebersihan, dan tiga murid dan salah satunya adalah dia..”

Aku terdiam mendengar cerita Kidoh saat ini, aku tau hal itu, aku mengingatnya sekarang.. bahkan kejadian itu sempat ramai beredar kenapa aku baru menyadarinya? Aku tidak menyangka jika Han Hyun Ju meninggal dalam kejadian itu..

 

***

 

 

“Hyunju-ah… sungguh aku merindukanmu saat ini..”

Sungguh aku mengucapkan kalimat ini tepat di tengah malam, aku benar-benar merindukannya. Beberapa minggu setelah aku mengetahui berita mengenai kematiannya jam waker ku tidak pernah lagi berbunyi di jam 2 pagi, tidak pernah aku aku bertemu dengan makhluk mengerikan yang selalu membuatku ketakuan.

Apakah saat ini Han Hyun Ju benar-benar telah meninggalkanku? Bahkan ketika aku mengikuti mata kuliah bahasa asing, aku selalu melihatnya duduk pada bangku pojok belakang, beberapa hari ini aku selalu menengok bangku itu sama sekali Hyunju tidak ada di sana, yang membuatku menyasal hanyalah aku belum sempat mengatakan jika aku juga menyukainya..

Aku menangis kali ini, hal yang jarang aku lakukan hanya saja kenapa tiba-tiba aku ingin melakukannya ketika aku mengingat banyak hal tentang Han Hyun Ju,

“Hyunju-ah.. aku mohon, berikan aku waktu untuk satu hari bersamamu.. hanya satu hari untukku agar dapat selalu mengingatmu, menyimpan momory bersamamu, hanya satu hari..”

 

 

***

 

Aku mengikuti kelas bahasa asing sudah hampir 2 jam kelas ini di mulai tapi kenapa dia tidak datang untuk mengikuti kelas ini seperti biasanya? Aku beberapa kali menoleh bangku pojok tempat Hyunju biasa duduk, tapi nihil Hyunju tidak pernah ada di sana saat ini.

Kidoh beberapa kali memperhatikanku, menepuk pundakku untuk membisikkan sesuatu,

“Jin apakah kau baik-baik saja?” Aku tersenyum singkat menatapnya. Aku yakin dia dapat tau dari ekspresiku apakah aku baik-baik saja atau tidak.

“Dia tidak ada disana, bagaimana bisa aku baik-baik saja saat ini?” Gumamku dengan menunjuk bangku pojok belakang tempat Hyunju duduk biasanya, yang sepertinya membuat Kidoh sedikit kaget mendengarnya

 

“Apakah kau gila? Dia tidak pernah ada di kelas ini sejak dulu..”

“Dia ada disini..”

“Jin..”

Aku tersenyum menolehnya yang masih ingin mengucapkan banyak hal padaku hanya saja dia mengurungkan niat untuk itu,

 

 

Dosen pembimbing keluar beberapa menit lalu karena mata kuliah hari ini telah berakhir, beberapa mahasiswa lain juga merapikan buku-buku mereka dan ada beberapa di antara mereka yang keluar, Kidoh menatapku tajam seperti isyarat agar aku segera merapikan buku dan keluar kelas bersamanya,

Tapi tiba-tiba suara ponsel itu membuatnya tersedar, aku tau jika kekasihnya yang menelpon atau mungkin sedang menunggunya, aku tersenyum singkat

“Pergilah, dia sudah menunggumu.. aku akan menyelesaikan beberapa proposal untuk aku serahkan pada Yoon seonsaengnim hari ini..” Gumamku yang membuatnya kembali sedikit khawatir

“Jin, kau bisa mengerjakannya di rumah atau di tempat lain bukan?”

Aku mengangguk singkat

“Ya! Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu.. pergilah dia sudah menunggumu aku juga tidak akan lama setelah ini aku akan keluar..”

“Baiklah, kau jangan berada disini terlalu lama..”

“Aku tau..”  Jawabku akhirnya yang membuat Kidoh terpaksa pergi,

 

Aku memejamkan mataku, aku mengeluarkan buku milik Hyunju saat ini.. ya aku menemukan fotonya, setidaknya hal itu dapat membuatku tersenyum untuk beberapa saat.. aku membuka lembar terakhir, dimana terakhir kalinya dia menulis di buku ini,

Beberapa kali aku menghapus air mataku, aku benar-benar merindukan dia beberapa hari ini..

“Han Hyun Juuu!!!! Dapatkah kau mendengarku?? Aku merindukanmu.. sangat merindukanmuu” Teriakku kali ini

 

“Aku mohon, berikan aku waktu satu hari.. hanya satu hari untuk bersamamu, mengingatmu, menyimpan semua memory bersamamu dalam satu hari.. tidak bisakah kau melakukan itu? Aku minta hanya untuk satu hari..” Lanjutku dengan teriakkan yang tidak sekeras tadi karena aku sedang menangis saat ini,

 

“Jin.. maafkan aku..”

Suara itu?? Seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku menolah ke arahnya dan Han Hyun Ju tersenyum ke arahku.

Aku memeluknya, tunggu bagaimana bisa aku memeluknya??

 

 

Aku menggenggam tangan dinginnya dengan erat, menuntunya untuk mengikutiku.. tapi dia hanya diam tidak mengatkan apapun padaku,

“Apakah kau mau pergi ke taman hiburan?” Tanyaku, Hyunju hanya tersenyum mendengarnya

“Kau akan di sangka gila oleh mereka karena mereka hanya melihatmu, tidak untukku..”

Hyunju menuntunku untuk mengikutinya duduk pada sebuah bangku taman, aku melihatnya menangis saat ini..

“Wae?” Tanyaku

“Aku tidak pernah menyangka jika kau tetap menyukaiku disaat kau tau diriku yang sesungguhnya, harusnya kau lari ketakutan dan merutuki nasibmu karena pernah bertemu denganku..”

“Kenapa aku harus melakukan hal itu?”

“Jin bukankah kau sudah tau semuanya?”

Aku mengangguk saat ini, ya memang aku tau semua mengenai dia bahkan aku tidak habis pikir jika dia benar-benar menemuiku setelah aku meminta waktu satu hari bersamanya, tunggu apakah ini benar-benar hanya satu hari?

“Benarkah saat itu kau sedang kursus memasak?”

Hyunju tersenyum

“Ya, aku malu padamu karena aku sangat payah dalam hal itu..”

“Dapatkah kau menunjukkan bagaimana masakanmu padaku?”

“Tidak, karena aku tidak pernah berhasil melakukannya.. tidak satupun masakan yang dapat aku buat karena..”

Hyunju tidak melanjutkan penjelasannya, aku tidak perlu dia melanjutkan itu karena aku sudah tau bagaimana ceritanya..

Aku memeluknya saat ini, sungguh kenapa aku tidak dapat mendengar degup jantungnya ketika aku memeluk tubuh dingin miliknya, apakah itu karena dia bukanlah manusia? Tapi kenapa aku bisa sangat menyukainya..

 

“Han Hyun Ju, bisakah kau tidak meninggalkanku setelah ini? Apakah kau akan pergi? Bukankah kau sangat menyukaiku?”

Hyunju hanya diam mendengarnya, beberapa kali aku menghapus air matanya saat dia menatapku seperti itu,

“Maafkan aku Jin, aku memang menyukaimu tapi aku tetap harus pergi..”

“Apakah secepat itu?”

Hyunju tersenyum dan memelukku

“Maafkan aku Jin, sungguh kau bisa mencari yeoja lain setelah ini,,”

“Aku hanya menyukaimu..” Gumamku ketika dia masih memelukku

“Aku hanya memenuhi permintaanmu untuk satu hari hanya satu hari itu yang dapat aku lakukan, setelah ini aku akan benar-benar pergi dan kau harus tetap melanjutkan hidupmu dan cita-citamu, fokuslah untuk kelulusanmu dan kelas memasak di italy, ketika kau berhasil dengan semua itu aku akan sangat bangga terhadapmu.. dan itu adalah satu-satunya cara untuk kau dapat menunjukkan jika kau benar-benar menyukaiku..”

“Bukankah itu sangat konyol? Kau sama sekali tidak dapat memasak kenapa menuntutku berhasil dalam semua itu?”

“Karena aku yakin kau dapat melakukannya..”

Sungguh aku tidak tega terus-terusan membuatnya menangis, aku tau saat ini aku juga sedang sedih tapi bukankah dia juga lebih sedih dariku karena keadaannya sekarang bukanlah keinginannya,

“Maafkan aku, aku akan melakukannya untukmu..” Gumamku kini,

Hyunju mencoba tersenyum padaku dan menghapus air mataku, yeoja itu seolah ingin menciumku tapi dia sepertinya beberapa kali mengurungkan niat untuk itu, aku tau akan hal itu. Aku mendekatkan wajahku padanya memejamkan mataku sejenak ketika aku berhasil mencium bibir dinginnya, mengeratkan genggaman tanganku padanya.. sunggah aku tidak ingin dia meninggalkanku setelah ini,

Beberapa saat genggaman tanganku melonggar saat aku merasakan tubuh dingin Hyunju tiba-tiba memudar.. menghilang dari bayangan nyata menjadi sebuah virtual,

Aku membuka mataku, benar Han Hyun Ju sudah pergi kali ini, aku menengok jam tangan di pergelangan tangan kiriku waktu menunjukkan jam 10 malam,

“I Love You Han Hyun Ju..” Ucapku dengan beberapa kali menghapus air mataku,

“Aku tidak akan pernah melupakanmu.. apakah kau dapat mendengarku Hyunju-ah??” Teriakku kini

Aku membuka buku itu pada halaman terakhirnya, di lembar kosong aku dapat melihat sebuah tulisan yang tiba-tiba saja muncul dengan tinta warna merah

‘I Love You Kim Seok Jin..’

 

*THE END*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Summary For The Next Story

 

Just One Day Suga Version

 

 

“Kau hanya boleh diberi kesempatan dalam satu hari,”

 

“Satu hari?”

 

“Hanya itu yang bisa kuberikan untukmu. Dan gunakanlah 24 jam ini dengan baik,”

 

“Kau hanya diberikan waktu satu hari saja dan kau tak boleh memberitahunya tentang siapa dirimu, dan..”

 

“Dan?”

 

“Kau akan kembali dalam wajah yang berbeda jadi ia tak akan mengenalimu. Jika kau mengatakan siapa dirimu, dalam waktu itu juga aku akan menarikmu kembali di sini,”

 

“Kau iblis,” ucap laki-laki yang masih mengenakan tuxedo putih yang terlihat sangat kacau itu. Beberapa darah masih saja terlihat dari beberapa sissi tubuhnya. Ya, ia sangat kacau. Bahkan beberapa luka menganga terlihat di wajahnya.

 

Advertisements

43 thoughts on “Just One Day (Jin Version)

  1. Astaga kasihan banget ini jin sama si ceweknya , romantis banget siceweknya sampai bela-belain belajar masak yang berujung kematian dirinya padahal awal jin blm suka sama si cewek . Penyesalan selalu datang terakhir tetapi bagus jin berusaha membalas cinta hyun ju wlo dia sudah mati . Keseluruhan bagus romancenya dapet , horornya kurang serem dikit.

    Like

    1. Annyeong.. hahaha iya gomawo sudah baca sama komen, aduh iya tiba2 idenya muncul seperti itu XD
      bener banget aku nulis ceritanya gk terlalu horor memang soalnya aku fokus romance ke arah just one day nya.. gomawo sarannya ya authornim di tunggu karyamu..!! XD

      Like

  2. kak saaaaannn gilaaa jadi nangis bacanya ga jd takut/?wkkekkeke
    aku kira horor sadis pantes sllu ngeyakinin kl g serem tp masih serem tauu untung bcanya g tgh mlem xDD
    kaaak demi apa jin disini sm cwe itu keren bgt.. kasihan hyunju T-T
    kyaaaaa g sabar baca yg suga vers jgaaa.. goodjob buat para author dtnggu y!!!

    Like

  3. huaahuaaa nangisss thor demi apa ini cerita sedih bgt, yup horor ringan tpasih agak* serem,
    thor request donk aq kan pmbaca setia/? kkkk bikin horor yg sereeeem bgt cast member bts/? xD
    tp ff ini kereeeenn daebaaak deh suka suka sukaaaa, jin sm hyunju bikin aq nangis nie mreka sosweet sekalii #lapingus
    keepwriting thor!!! dtnggu yg suga ver jg..

    Like

  4. Astagaaaaaa thorr demi apa aq nangis” krn ff iniiii?? tnggung jwab tissue rmh q hbs thor/? hhahaha greatjob, jiiiinnn astagaaa dy suka sm hantu kampus?? daebak ffx thor, bikin horor lg kecanduan ni keep writing.. *sdng mnunggu yg suga ver* xD

    Like

  5. Akhirnya ff ini keluar jga, uda nunggu dr kmren thor..
    kereeen sumpah awalx g suka horor krn tkut tp kali ini sukaaaa krn hororx romance yg sweet walau brhubungan ma hantu, jjur td mau g bca krn tkut tp ps bca A/N author bilang horor ringan jd coba bca, baguuss bgt thor cerita mreka jd trharuu :”) jjang authorx

    Like

  6. kyaaaaaa jin sm hantuu thor ini ff sdih bget, daebaaaak ampe nangis thor!! bagus sangat kirain bkal horor sereeeem kl dilihat dr gmbar but, author hebat suka ngecoh pmbaca hahahaha aku tunggu ver yg lain jg thor t’utama abang jhope!!!! 😀
    keep writing♥♡

    Like

    1. Annyeong jhoppie, hahaha iya ini memang gk bikin horor yang serem nanti aja bikin yang serem XD gomawo sudah baca sip silahkan di tunggu yang suga vers on going setelah suga abang jhope mu akan di post juga.. maaf karena sering ngecoh itu karena author cintaaa banget sama kalian(?) hahaha
      Saranghae readers :*

      Like

  7. Aigoooo ff ini buat jantungan wkkkk author saya suka sekali ffnya, g trlalu horor tp romancenya great bgt,, sngt sukaaa sumpaah nangis thor jin sm cwe nya kisahnya g main” jd suka sm jin T^T daebak sekali~ lopeee dh buat authornya dtnggu karya daebak lainnya

    Like

  8. Annyeong armyswag!! Hahaha gomawo sudah ke sekian kalinya baca ffku juga ff di wp ini.. huaaaahhhh jangan nangis adek… Jin masih ada aku(?) *Loh hahaha
    nah aku bilang juga apa? Gk serem kan? keburu takut sih kamu XD
    Saranghae readers :*

    Like

  9. Annyeong Keyla putri, Aduh kenapa pada nangis di ff ini? Jangan nangis dong.. hahaha iya memang author sengaja bikin horor ringan kok jadi gk seberapa serem dan lebih fokus pada romance mengarah ke just one day..
    Jinjja? Beneran ya pembaca setia??? Ok deh author akan pikirkan untuk itu, sebenernya sudah ada ff horor member bts cuma nanti author mikir cerita biar gk sama di tunggu ya..
    pasti.. just one day suga ver on going!! di tunggu ^^
    Saranghae readers :*

    Like

  10. Baguuuuuussss bngt thor!! suka ma kseluruhan ceritaa, agak horor tp horornya bikin nangis, neomu johaaa jin kasihan pas udh suka cwe nya mlh udh mati kyaaaa thor aq nangiss :”(( vers suga di tunggu…

    Like

  11. neomuuu joohaa, author bc horor mlm” apalagi mlm juat itu bikin merinding loh wlo horornya romance pake sad yg bikin aku nangiss, keseluruhan sukaaa thor aku g berani kl bc horor berat suka yg ringan” gni tp sdih hyunju kasiaaann greatjob!

    Like

    1. Annyeong Somin.. hahaha iya gk terlalu horor kok memang, jangan nangis dear aduh kamu suka yang horor ringan aku mau bikin yang serem loh(?) hahaha #nakutin ikuti terus ya ada versi member lain juga ^^
      Saranghae readers :*

      Like

  12. seokjiiiinnnn….. min, jin biaskuuuu miris kasian hyunju, kisah cinta mrka g bsa bersatu nangis 😦
    ide horornya bgs min tapi buat lbh serem lgi coba suka yg sereeemm wkkwkwkwk tp ff ini jjang suka syekali romancenya jleb :”)

    Like

    1. Annyeong Pinkprincess, huaaa sama bias kitaa(?) hahaha jangan nangis dear.. nanti akan di coba bikin yang seren author suka horor serem juga soalnya XD sering sering mampir ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  13. Ceritanya seru….horor ringan suka, g nyangka kalo hantu itu hyunju. Thor npa ceritanya sdih tp bgus/? ㅠㅡㅠ merinding sngat wkt hantu dkmr jin »_«

    Like

  14. Unnie annyeong… Hhhhh..
    Mian unn ru koment… Tau ndri kan modemx ge error… Nie za lwat hp lolax mnta ampun (numpang curhat)..
    Unn nie bgus bgt sumpah… Bkin q merinding skligus nangis… Jin dsini sesuatu bgt unn.. Daebak… Hhhh
    Soal tempat duduk td mirip bgt ya unn sama km… Q jd tw alsanx knp km mlih tmpat duduk brisan tengah…Wktu q baca itu senyum2 ndri jd byangin km unn… Project suga vers q tunggu unn… Keep writing fighting unn….

    Like

    1. Annyeong selpii hahaha curhat disini malah XD gk terlalu serem tapi pengalamanku yang serem hampir mirip sih XD jadi ketahuan juga alasanku yang duduk di bangku tengah XD suga ver on goin di tunggu ya XD

      Like

  15. Unni~ haha. Bagus crtanya. Aku suka. Well, crtanya emang persis sm pengalamanmu hehe. Aku suka jalan ceritanya, ceweknya kasian masa haha. Tp overall aku suka kok un. Daebak!

    Like

  16. Hueaaaaaaaaa ini ya ff daebak xD bagus bgt beneran uni kyaaaaaaaa q bukan penggemar lo ya tp harus aku akui ini bgs kyaaaa jinnya bisa dewasa loooo dan untuk cweknya asagasddk segitunya sampai suka sama jin kyaaaa ini ff bgs beneraaaaaan bgtttt suka suka suka pokoknyaaaa bakat banget uni buat ff huwaaaa I’m envying you XD dan skrng siap2 untuk ffnya sugaaaa sugaa sugaaa 😁😁😁

    Like

    1. Annyeong fini.. hahaha gomawo sudah baca ff ini ya XD yaampun bagus kalo suka padahal bukan fansnya jin hahaha iya cara cwe itu mencintai yg bikin jin jatuh cinta.. hahaha makasih ya fini.. bakat apa padahal kan ff mu juga bagus2 loh XD sip sip suga suga suga sedang on going kan ya? setelah itu jhope dan rapmon!!! Kyaaaaa gk sabar baca ff kalian.

      Like

  17. Daeeebaaaaakkkk.. author demiiii apaaahhh ini ff kereeeennn, sapa ni authornya sapaaa?kekeekee
    aku jrang bc fanfic sampai nangis tapi skrang author ini buatku nangis, johaaa thor neomu johaa (^,^)/♥

    Like

    1. Annyeong jungkookie.. hahaha saya authornya sayaaa.. kenapa ini bahasanya seperti mau ngajak perang(?) XD
      gomawo sudah baca.. aduh nangis ya cupcupcup XD joha komennya kayak ngajak tawuran johaaa readers XD
      Saranghae readers :*

      Like

  18. Omo.. jin oppaaaa ㅜ_ㅜ aq ikutan nangis baca wkt km nangis oppa,
    thor sumpaaah ini ff keren bget falling in love deh ma km thor..
    aq kira horor serem tp horor sedih daebak ini horor model gni jarang bca d ff wlau p’nah bca tapi yang ini lbi daebak.

    Like

    1. Annyeong taehyungiee.. aduh jangan nangisss hahaha aaaahhhh gomawo ya.. falling in love juga ma komenmu dear.. iya aku juga hampir gk pernah baca horor yg romance makanya jadi kepikiran nulis model gini.. hahaha masa lebih daebak? Setiap author punya ciri khas masing2 kok buat pembawaan jalan cerita yg mereka buat jadi punya kekurangan sama kelebihan masing masih.. gomawo sudah bacaa..
      Saranghae readers :*

      Like

  19. Huaaaaaaa Daebakkkkkk…. Chingu ini keren…Neomu Joah >_<
    Serem, Sedih tp ada Sweetnya jg.kekekek
    Eh, iya Ngomong2 aku jg pernah ngalamin kya apa yg Jin Alami….jd kya ada sosok lain yg merhatiin aku pas malem2, sampe pernah kya meluk aku dr blkng jg dan akunya jg kya gx bisa bergerak sama teriak sama sekali…serem.huhuhu…
    Kamu pernah ngalamin jg kah??

    Like

    1. Annyeong chinguku tersayang Lisa Kim.. akhirnya mampiirrr gomawo sudah mampir… hahaha
      Nah itu dia aku juga alami hal gitu persis jadi aku bisa ceritain melalui fanfic.. huaaa kamu juga? Kok bisa samaan? Aku kejadiannya selama 3hari berturut-turut T.T

      Like

      1. Wah masa? Bener banget ff ini sebenernya gk seberapa serem kalo buat yg gk pernah alami tapi serem banget buat yang pernah merasakan serius aku ngetik ff ini siang mulu gk berani malam >.<

        Like

  20. Bagus unn👍 seremnya dapet sweetnya dapet😁 .. Kalo aku jadi ceweknya ya mau aja hahhaha xD
    Cerita yg di kamar, itu serem unn, aku sampekk takut kalo tidur 😂 apalagi lihat koment” di atas itu cerita real nya author !hua

    Like

    1. Hahaha iya itu pernah kejadian sama aku dan hantunya cowok ganteng, dan…. sudahlah aku merinding menceritakannya.. gomawo ya sudah baca!!! Talanghae🙆 Jangan lupa tinggalkan komen di postingan lain :*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s