Drama · Friendship · Married Life · PG · Romance · Two Shoot

Greatest Love.. (chapter 2 of 2 end) Sequel Sweetest of Love


Author: @SandraChoii (Twitter, Instagram, Line)

Blog: https://mnjfanfiction.wordpress.com

Title: Greatest Love.. (Sequel of Sweetest of Love)

Cast:   Kim Seok Jin BTS as Jin

Choi Ji Hyun as Jihyun OC

Min Suga BTS as Suga

Choi Eun Kyung as Eunkyung OC

Jeon Jung Kook BTS as Jungkook

Lee Na Hyun as Nahyun OC

Cameo: Kim Woo Bin as Woobin

Genre: Romance, Drama, Friendship, Married-life

Lenght: Twoshoot (Chapter 2 of 2 end)

Rating: PG-17

Cover GL Part 2

Author Notes: Annyeong haseo readers!! Karena banyak permintaan yang author terima untuk melanjutkan sequel ke dua dari fanfic awal “Cheesy Love Tales” yang sequel awalnya berjudul “Sweetest Of Love” kini author kembali memenuhi janji author dengan sequel ke dua yang berjudul “Greatest Love…” dan semoga tidak terlalu mengecewakan untuk readers, atas kekuranganya author mohon bimbingan karena author juga manusia biasa dan tidak selamanya fanfic saya mendapat respon baik ataupun buruk..

Disclaimer: Saya pinjam member BTS (Kim Seok Jin, Min Suga, dan Jeon Jungkook-nya) dulu untuk menjadi cast dalam fanfic saya, jika ada kesamaan cerita antara author lain itu tanpa sengaja karena jalan cerita sangatlah luas, sebisa mungkin saya akan menuliskan cerita dengan karaketr menulis saya juga dengan imajinasi yang saya miliki dan tentunya para author telah memiliki karakter masing-masing dalam menulis.. no plagiat guys..

Untuk fanfic sebelumnya bisa readers lihat di link ini >>

 

 

Happy reading ^^

 Chapter : 1 / 2

*Story*

*Author POV*

Suga membuka pintu butik milik Eunkyung dan berjalan menghampiri mereka yang membuat Jin terlihat cukup lega, seperti sebuah keyakinan jika tidak terjadi apapun antara teman dekatnya dengan Choi Eunkyung,

Suga menunjukkan senyum hangatnya dan berjalan ke arah Eunkyung untuk memeluknya,

“Chagi-ah aku merindukanmu, maaf aku terlambat datang..” Gumamnya kini pada yeoja yang masih dalam pelukannya

Eunkyunng seolah ingin melepaskan pelukan Suga padanya, tapi kembali niat itu diurungkannya saat melihat Seokjin dan Jihyun masih berada disini,

“Baiklah, masih banyak yang harus aku persiapkan aku akan kembali lagi nanti..” Ucap Jihyun singkat yang sempat membuat Suga melepaskan pelukannya pada Eunkyung

“Ne..”

“Ya Min Suga, Eunkyung belum pergi makan siang.. jangan lupa untuk mengajaknya makan..” lanjut Seokjin seperti sebuah peringatan ‘lebih perhatikan dia’

Setelah melihat dua orang itu pergi, raut wajah Eunkyung juga Suga berubah.. seperti sedikit canggung dan seperti banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan tetapi tetap tidak ada pembicaran di antara keduanya,

“Untuk apa kau datang kemari?” Tanya Eunkyung singkat saat Suga mengikutinya masuk ke dalam ruang kerja miliknya,

“Kenapa pertanyaan itu seolah kau lontarkan kepada seseorang yang sudah bukan menjadi kekasihmun lagi?” Pertanyaan Suga sempat membuat Eunkyung bungkam beberapa saat,

“Apakah kau menginginkan hal itu terjadi Min Suga?” Eunkyung merendahkan nada suaranya, pandangannya menjauh dari sosok namja yang kini berada di hadapannya,

Suga mengangguk mantap di hadapan yeoja itu, sepertinya moodnya berubah derastis saat ini saat perkataan Eunkyung yang baru saja di dengarnya, entahlah akhir-akhir ini dia sedikit sensitiv.

“Tentu saja, apakah kau tidak melihatnya? Bagaimana aku tidak bosan jika terus menjadi kekasihmu?” Gumam Suga dengan beberapa kali menghapus air matanya

Seperti sebuah hantaman keras, dia tidak pernah menyangka pembicaraanya dengan Min Suga akan sejauh ini,

“Apakah kau sudah berkencan dengan namja yang menjemputmu saat itu? Apakah supir taksi sekarang sudah tidak menggunakan mobil yang disebut dengan taksi?”

Eunkyung berusaha menahan dirinya untuk tidak menangis, sebuah kalimat singkat terucap dari bibirnya,

“Kau mengikutiku?”

“Tidak, apakah kau tau jika saat itu aku menyempatkan diri untuk menjemputmu apakah kau tau bagaimana perasaanku ketika sampai di tempat kekasih yang akan aku jemput tetapi dia sudah bersama dengan seorang namja lain masuk kedalam mobilnya, ketika aku menanyakanmu kau mengatakan pulang bersama taksi? Apakah kau sering mengatakan kebohongan padaku?”

“Aku hanya tidak ingin kau mencemaskanku” Jawab Eunkyung singkat dengan tetap berusaha mati-matian menahan tangisnya,

Suga mengangkat dagu yeoja yang sedang menunduk di hadapannya, mencoba membuat yeoja itu menatap matanya untuk memastikan yeoja itu tidak lagi berkata bohong padanya,

“Nuguseyo?”

Eunkyung menatap Suga beberapa saat,

“Apakah kau berpikir jika aku melakukan hal itu padamu? Namja itu adalah Sunbae ku saat aku masih sekolah dulu, memang aku sempat menyukainya tapi itu dulu tapi untuk saat ini aku hanya menyukaimu..”

Suga mengalihkan pandangannya pada Eunkyung,

“Kenapa kau tidak pernah mengatakan hal itu padaku?”

“Untuk apa? Itu bukan hal penting yang harus kau ketahui, aku tidak ada hubungan apapun dengannya dan aku juga tidak pernah tau jika dia akan kembali ke sini setelah beberapa tahun lalu dia menetap di canada. Aku bahkan sudah melupakan hal itu aku juga tidak menceritakannya karena aku tidak pernah lagi memikirkannya”

Suga menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya cepat, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi selalu dia mengurungkan niatnya,

“Kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan?” Tanya Eunkyung kembali saat beberapa kali memperhatikan gerak gerik tidak biasa dari Min Suga

Suga menggeleng singkat,

“Tidak bukan seperti itu..”

“Aku tidak berniat mengatakan hal bohong padamu, aku hanya tidak bisa menjelaskan semuanya melalui sebuah pesan apalagi saat itu kau sedang mengadakan rapat. Aku hanya tidak ingin kau memikirkannya dan mengacaukan pekerjaanmu tapi aku sudah berencana akan menceritakan itu padamu”

Suga mencoba tersenyum dan menepuk bahu Eunkyung singkat,

“Tapi aku sudah tidak ingin menjadi kekasihmu lagi Eunkyung-ah” Gumamnya dengan beberapa kali menghapus air matanya, Eunkyung hanya mematung dalam posisinya tidak ada satupun kalimat yang dia ucapkan,

Mungkin sebuah perasaan tidak percaya jika hal itu benar-benar membuat Suga sangat marah padanya sampai namja itu memutuskan mengakhiri hubungan mereka,

Beberapa detik kemudian Suga memeluknya dan menciumnya untuk beberapa saat

“Aku sudah tidak ingin menjadi kekasihmu tetapi aku ingin menjadi suamimu..” Gumamnya membuat Eunkyung sedikit kesal

“Ya! Kenapa kau melamarku dengan cara seperti itu?” Amuk Eunkyung dengan beberapa kali memukul lengan Suga

Suga berusaha sedikit menghindar,

“Hahaha mian, aku tidak ingin namja itu menggangumu lagi bukankah aku sudah melamarmu waktu itu? Aku hanya mengulangnya untuk mengingatkanmu agar kau tidak lupa jika aku pernah memintamu untuk menikah denganku..”

Eunkyung mengalihkan pandangannya dan berguamam “Tetap saja aku tidak suka”

“Awalnya memang aku mencurigai sesuatu padamu tapi aku akan lebih mempecayaimu jika kau tidak melakukan itu padaku setelah aku mendengarkan penjelasanmu barusan,” Lanjut Suga dengan senyum termanisnya yang disambut pelukan hangat Eunkyung

***

Sore ini Jihyun sengaja menemui Jungkook di universitasya dulu, memang Jungkook masih kuliah di universitas itu dan tepat saat ini namja yang dikenal Jihyun sebagai adiknya telah menginjak semester akhir, itu artinya ujian kelulusan dan tugas akhir sudah di depan mata.

Jihyun melukiskan senyum gembiranya saat melihat Jungkook membolak-balik sebuah buku dengan geram tepat di bangku taman belakang universitas, terlihat namja itu sedikit tidak fokus pada sebuah buku yang berada di hadapannya kini.

Seseorang yang sedang mempelajari sebuah buku tetapi pikirannya memikirkan hal lain di luar sana,

“Jungkook-ah apa yang sedang kau lakukan dengan buku itu? Apakah pikiranmu benar-benar berada disitu?” Sapanya pada Jungkook dengan menunjuk sebuah buku yang berada di hadapan Jungkook,

Jungkook menoleh pada suara yeoja yang kini sedang menyapanya, gelagatnya sedikit menyembunyikan sesuatu saat melihat yeoja tiba-tiba saja menyingkirkan tas ransel milik Jungkook yang memenuhi bangku untuknya duduk.

“Nunna?? Kau sedang apa?”

Yeoja itu tersenyum singkat lalu mengeluarkan sebuah kertas yang mirip seperti undangan padanya dan memberikannya pada Jungkook,

“Aku hanya ingin memberikan ini untukmu, kau dan juga Nahyun akhir-akhir ini jarang berkunjung di cafe milikku jadi aku bingung harus mencari kalian kemana untuk memberikan ini..”

Jungkook menatapnya beberapa detik lalu mengambil kertas berwarna merah muda itu dari tangan Jihyun, Jungkook membacanya sekilas lalu tersenyum.

“Ya! Nunna.. kau akan menikah dengannya?? Chukkae!!” Jungkook menunjukkan senyum gembiranya kali ini dan memeluk yeoja itu singkat,

“Hahaha gomawo Kookie-ah, kau harus mengajak Nahyun bersamamu..”

“Tentu saja aku bersama Nahyun pasti akan datang untuk pernikahanmu dan Jin hyung pasti..” Jungkook tersenyum dan kembali berpikir sesuatu,

“Ya! Apa ada masalah? Kau sedang memikirkan apa?” Tanya Jihyun kembali saat gelagat tidak biasa dari Jungkook terlihat olehnya,

Jeon Jung Kook kini memang terlihat lebih dewasa dari beberapa tahun lalu saat namja itu berhasil membuatnya dengan Kim Seok Jin bertengkar hebat, tapi Jungkook tetaplah seorang adik yang selalu bersikap manis padanya,

“Nunna, mianhae tentang dulu aku sempat membuatmu dan Jin hyung..”

“Gwaenchana, itu sudah lama berakhir kau tidak perlu memikirkannya lagi nanti kau bisa mati karena rasa bersalah.. hahaha” Godanya pada Jungkook untuk kembali mencairkan suasana,

“Hahaha ayolah nunna jangan mengganguku seperti itu..”

“Baiklah baiklah, aku tau sebenarnya bukan itu yang sedang kau pikirkan. Apakah kau tidak ingin menceritakannya lagi pada nunnamu ini?” Jungkook terdiam mendengar sebuah kalimat pertanyaan dari Jihyun,

Memang sejak kecil Jungkook selalu menceritakan semua tentang masalahnya pada Jihyun yang selalu menganggap Jungkook adiknya sendiri tapi sejak keduaya telah sama-sama memiliki kekasih kedekatan itu sedikit demi sedikit berkurang,

Jungkook mencoba tersenyum dan menghela nafas panjang saat akan memulai bercerita, baginya dia ingin hubungan kakak-adik antara dia dan Jihyun kembali seperti dulu seperti masa kecil ketika Jungkook belum merasakan jatuh cinta pada yeoja itu.

“Appa dan eomma benar-benar sudah bercerai beberapa minggu ini..” Singkatnya dengan kembali berusaha menahan air matanya agar tidak kembali terlihat seperti anak kecil,

“Mwo?? Jinjja-yo??” Jihyun menajamkan pandangannya pada Jungkook,

“Nde, mungkin karena appa masih menyukai ahjumma itu..” Gumamnya tanpa banyak bicara, kembali Jungkook tersenyum padanya,

Jihyun memeluk Jungkook dengan berusaha menahan tangisnya, yeoja itu benar-benar sangat menyayangi Jungkook sebagai adiknya karena sejak kecil dia selalu menganggap Jungkook adalah adiknya,

Dulu kedua orang tua mereka cukup dekat, karena kedua orang tua Jungkook sering bertengkar hal itu yang membuat Jungkook selalu menginap di rumahnya,

Setiap hari Jihyun selalu mendengar tangisan Jungkook ketika namja kecil itu melihat pertengkaran hebat orang tuanya, hal itulah yang membuat Jihyun sangat menyayangi Jungkook bahkan tidak bisa sekalipun marah padanya,

“Jungkook-ah, kau sudah dewasa pasti kau mengerti mengapa mereka mengambil jalan seperti itu. Kau tidak perlu memikirkannya kau masih punya aku dan juga Seokjin, bahkan kau juga masih punya Nahyun, Eunkyung dan Suga. Mereka semua menyayangimu..” Ucap Jihyun yang sudah tidak bisa menahan tangisnya

Jungkook tersenyum, namja itu melepaskan pelukan Jihyun darinya dan menghapus air mata yeoja itu,

“Nunna, berhentilah menangis. Apa kau ingin Jin hyung memarahiku karena sudah membuat calon istrinya ini menangis? hahaha” goda Jungkook untuk membuatnya berhenti menangis

Jihyun menatap kesal pada Jungkook dan memukul bahunya beberapa kali

“Kau ini, aku sudah manangis untukmu malah menertawakanku..”

***

Suga mempehatikan seseorang namja yang sedang membaca sebuah majalah di sofa tepat di ruang tunggu luar ruangan kerja milik Eunkyung,

Seorang namja yang menurutnya pernah di lihatnya saat itu, memang dia adalah namja yang mengantarkan Eunkyung pulang beberapa waktu lalu.

Suga berjalan mendekat ke arah namja itu lalu menuduk singkat untuk memberikan salam serta menujukkan sikap hormat pada seseorang yang baru dikenalnya,

“Annyeong! Apakah anda sedang menunggu seeorang?” Tanya Suga dengan tetap berbicara sopan pada namja yang kini menoleh ke arahnya,

Namja itu tersenyum lalu berdiri dari posisinya serta memberi salam seperti hal yang di lakukan Suga padanya,

“Annyeong, aku sedang menunggu Choi Eunkyung..” Jawabnya dengan senyuman yang terlihat seperti menunjukkan agar Suga memiliki kewaspadaan lebih,

Suga menunjukkan senyum terpaksanya kali ini,

“Choi Eunkyung??Apakah kalian sudah membuat janji sebelumnya?” Tanya Suga yang di jawab hanya dengan sebuah senyuman oleh namja itu yang membuatnya semakin kesal

Namja itu mengajak Suga untuk berbicara di sebuah cafe sebrang jalan tidak jauh dari butik milik Eunkyung,

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Suga singkat saat namja itu memberikan segelas moccachino padanya,

“Aku Kim Woo Bin..” Ucapnya dengan tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Suga,

Suga membalas perkenalan namja itu dan berjabat tangan dengannya

“Aku Min Suga, calon suami Choi Eunkyung..” Singkatnya yang sempat membuat Woobin kembali tersenyum, senyum yang sangat membuat Suga lebih kesal padanya.

Woobin duduk tepat di hadapan Suga saat ini,

“Aku adalah sunbae Eunkyung saat SMA dulu..”

“Aku sudah mengetahuinya” Jawab Suga singkat, sama sekali tidak menatap ke arah namja yang sedang berbicara di hadapannya,

“Dan aku adalah cinta pertama Choi Eunkyung..” Lanjutnya dengan di ikuti sebuah seringaian yang menunjukkan jika dia pernah mendapatkan hati Eunkyung walau hal itu sudah sangat lama,

Suga secara refleks menatap namja yang sangat membuatnya kesal secara perlahan, baginya dia tidak perduli siapa Woobin di masa lalu Eunkyung, yang jelas saat ini hanya dia yang sudah mendapatkan hati dari Eunkyung.

“Aku tidak perduli dengan hal itu, bagiku itu hanya sebuah cinta yang kekanakan. Cinta ketika seseorang masih muda dan cinta yang cepat berakhir..” Jawab Suga dengan tetap menunjukkan senyum tenangnya,

Woobin menertawakan lirih sebuah jawaban Suga yang menurutnya tidak sesuai dengan pendapatnya,

“Cinta pertama mungkin kekanakan bagi seseorang tapi bagi orang lain, itu bisa menjadi sesuatu yang tidak bisa dilupakan selama hidup mereka..”

“Benarkah seperti itu? Aku rasa Eunkyung sudah melupakanmu jadi lebih baik kau tidak perlu berharap lebih padanya..” Jawab Suga dengan senyum kemenangannya

Woobin mengangkat bahunya untuk menunjukkan dirinya juga tidak mengerti bagaimana perasaan Eunkyung padanya saat ini, tapi pendapatnya dan pendapat Suga memang sangat jauh berbeda,

“Aku tau bagaimana perasaan Eunkyung dulu padaku, aku tau dia sangat menyukaiku. Yang aku tau ketika seseorang memiliki seseorang yang sangat di sukai walaupun sudah berpisah dengan seseorang itu maka dia akan menyimpannya di dalam hati. Kau bukan Eunkyung tidak semua dari dia kau tau, tidak ada seorangpun yang dapat menebak bagaimana isi hati orang lain”

Suga mencoba tetap bertahan pada posisinya, tidak perlu mendengar ocehan Woobin adalah hal terbaik untuknya saat ini,

“Jangan terlalu berharap untuk hal itu, harusnya ketika kau tidak bisa mengembalikan hal tertentu saat itu pula kau harus merelakannya”

“Hahaha kau tenang saja, aku memang berharap akan hal itu tapi aku sudah melepaskan Eunkyung untukmu” Sahut Woobin dengan ekspresi khasnya yang terlihat sedikit tengil,

Suga tersenyum kesal dan bangkit dari tempat duduknya, sebelum Suga berjalan pergi namja itu menunjujkkan jempolnya ke arah Woobin dan berkata, “Joha!!” dan berjalan pergi,

Woobin menggeleng singkat melihat tingkah Suga yang menurutnya sangat keras kepala,

“Ya! Min Suga, Ingatlah melepaskan seseorang juga merupakan bagian dari cinta!!” Teriaknya yang membuat Suga kembali menoleh padanya dan berkata

“Aku tau, kau tunggu saja saat nanti aku dan Eunkyung menemuimu untuk mengirmkan undangan pernikahan kami..” Suga tersenyum singkat lalu melambaikan tangannya untuk membuat namja itu kesal,

Woobin menertawakan dirinya beberapa kali, menurutnya untuk hari ini tes yang dia berikan pada Min Suga sudah berhasil di jalani oleh namja itu dengan tingkat kelulusan 100%, tes tentang kriteria namja yang cocok untuk mendapingi Eunkyung.

Baginya jika dia tidak dapat memiliki Eunkyung, namja yang akan memiliki Eunkyung haruslah namja yang benar-benar keras kepala untuk mendapatkan Eunkyung dan hal itu Woobin temukan pada kepribadian Min Suga.

“Benar-benar bagaimana bisa seorang Kim Woobin kalah telak olehnya? Aku pasti akan datang saat pernikahan kalian. Aku rasa memang Eunkyung memerlukan namja seperti Min Suga untuk menjaganya” Gumamnya dengan memperhatikan jam tangannya singkat dan berjalan pergi.

***

Jungkook mengikuti sebuah mobil yang baru saja keluar dari sebuah tepat parkir cafe milik Jihyun dia yakini bahwa itu adalah mobil milik ayahnya, awalnya namja itu ingin memesan sesuatu di cafe itu tapi saat memperhatika seorang namja mirip dengan ayahnya keluar dari cafe dengan mengendariai mobilnya, Jungkook memutuskan untuk mengikutinya.

Mobil itu berhenti di sebuah tempat parkir di sebuah toko roti, Jungkook memarkirkan mobil miliknya sedikit lebih jauh dari mobil milik ayahnya agar seseorang yang sedang dia ikuti tidak mengetahui keberadaannya.

Namja paruhbaya itu melangkahkan kakinya masuk kedalam dengan di ikuti Jungkook yang sedikit lebih jauh dan menjaga jarak,

Namja paruhbaya itu tersenyum yang menunjukkan suatu kebahagiaan, senyum yang jarang dia lakukan di hadapan keluarganya saat melihat Jung Seonmi dan Suga sedang menertawakan suatu hal yang sedang Suga ceritakan pada ibunya itu.

“Hahaha kau hebat, jadi namja itu sangat kesal saat kau tidak memperdulikan sama sekali apa yang dia bicarakan mengenai Eunkyung padamu?” Tanya Seonmi dengan tertawa yang terlihat cukup gembira setiap kali Suga berada di dekatnya,

“Ne eomma, aku tidak akan terjebak dengan semua omong kosongnya.. hahaha” Jawab Suga

Keduanya berhenti tertawa saat melihat seseorang namja paruhbaya yang memperhatikannya, wajah Seonmi ibu dari Suga berubah masam kali ini.

“Eomma, nuguya?” Bisik Suga yang tidak mendapat jawaban apapun dari ibunya.

Seonmi bangkit dari tempat duduknya untuk mendekat pada seseorang itu,

“Untuk apa kau datang kesini lagi?”

Namja itu hanya menatap lurus ke arah Suga,

“Seonmi-ah aku hanya ingin melihatnya sebentar saja, aku sangat merindukan Yoongi..” Jawabnya yang sempat membuat Suga sedikit bingung mendengarnya menyebut dengan kata Yoon Gi?

“Berhentlah mengacaukan kehidupan kami, perbaiki keluargamu lalu lupakan aku dan Yoongi” Sahut Seonmi,

Namja paruhbaya itu berusaha tersenyum mendengarnya dan medekat ke arah Suga,

“Kau hebat, sama sekali tidak mirip denganku kau sangat mirip dengan ibumu…” Gumamnya saat namja itu menepuk pipi Suga dengan tersenyum,

Suga mengalihkan perhatiaannya dari tatapan namja itu, dirinya seperti sudah dapat mencerna ucapan namja paruh baya di hadapannya, sedangkan Seonmi hanya berkali kali menghapus air matanya agar Suga tidak melihatnya menangis,

Suga sedikit menjauh dari namja yang dia yakini bahwa itu adalah seseorang yang tak ingin di sebutnya sebagai ayah,

“Eomma, apakah dia..” pertanyaan Suga terhenti saat ibunya menatapnya dengan berusaha tersenyum

“Dia adalah Jeon Kwang Soo, aku tau kau tidak ingin tau siapa ayahmu tapi saat ini seseorang yang sedang berada di hadapanmu itu adalah ayahmu..” Sahutnya yang sempat membuat Suga mematung,

“Ayahmu meminta aku memberi nama Yoon Gi untukmu tapi aku memberikanmu nama Suga agar kau menjadi namja yang selalu bersikap manis” Lanjutnya

Jungkook hanya terdiam mendangar percakan beberapa orang yang sedang dalam perhatiannya, namja itu berusaha tersenyum untuk mencegah air matanya keluar,

“Appa!” Panggilnya yang sempat membuat namja paruhbaya itu dan Suga menoleh ke arahnya

“Jeon Jung Kook?? Apa yang sedang kau lakukan di sini?” Tanya ayahnya yang tidak di jawab sama sekali olehnya,

Suga memperhatikan Jungkook yang hampir menangis saat ini, dalam benaknya bertanya-tanya mengenai siapa dirinya, siapa Jeon Kwang Soo, dan siapa Jeon Jung Kook? Sedangkan dalam perhatiannya Jungkook sangat mirip dengan namja yang Jungkook sebut sebagai appa tetapi faktanya namja itu juga ayah kandungnya,

“Suga hyung??” Panggil Jungkook membuat namja paruhbaya itu memperhatikan kedua putranya yang sepertinya sudah saling mengenal

“Jeon Jungkook? Kau..” Suga tidak melanjutkan kalimatnya, namja itu mendekat pada Jungkook

“Apakah seseorang yang appa sebut dengan nama Yoongi itu adalah kau?” Tanya Jungkook pada Suga,

Suga tidak menjawab apapun, bahkan dirinya sama sekali tidak tau mengenai nama itu, bertemu dan mengetahui fakta bahwa Jeon Kwang Soo adalah ayahnya juga baru hari ini.

Jungkook menatap kesal ke arah Suga dan berjalan pergi,

“Ya!! Jeon Jungkook!!”

***

Suga membuka pintu cafe milik Jihyun, pagi ini namja itu ingin menanyakan banyak hal pada yeoja itu karena bagianya Jihyun pasti mengetahui banyak hal tentang Jungkook karena mereka sudah saling mengenal sejak kecil,

Jihyun menatap Suga singkat, tidak biasanya Suga datang sepagi ini, bahkan memecahkan rekor Kim Seok Jin datang lebih pagi untuk menemuinya,

“Ya! Sedang apa kau disini? Eunkyung tidak berpindah tempat kerja disini..” Godanya, Suga hanya tersenyum singkat bahkan lebih tepatnya sedikit tidak bersemangat,

“Jihyun-ah aku tidak sedang bercanda, aku ingin mengatakan sesuatu apakah kau sangat sibuk pagi ini??”

Jihyun tersenyum mendengarnya,

“Anniya, duduklah di situ aku akan selesaikan ini sebentar sepertinya sebentar lagi Jin juga akan datang ke mari..: Jawabnya dengan menata dua buah gelas,

Yeoja itu berjalan ke arah Suga dan Seokjin yang sudah sampai disana sepertinya dengan membawa sebuah nampan berisikan dua gelas moktail jenis coffee Flight,

“Minumlah, Ya Min Suga sepertinya banyak hal yang sedang kau pikirkan” Ujarnya dengan memberikan satu gelas moktail pada Suga juga pada Seokjin

Namja itu tersenyum singkat dan meminumnya sebelum menjelaskan sesuatu pada Jihyun,

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya yeoja itu pada kedua namja di hadapannya

Jin mengisyaratkan agar Suga segera menceritakan sesuatu itu pada Jihyun setelah beberapa kali yeoja itu memperhatiakan keduanya sedang mengatakan hal yang cukup serius,

“Bukankah kau mengenal Jungkook sudah lama? Banyak hal pasti yang sudah kau tau tentang dia bukan begitu?” Tanya Suga setelah beberapa kali didesak oleh Jin agar segera mengatakannya,

“Tentu..”

“Apakah kau tau mengenai keluarganya?” Tanya Suga kali ini dengan intonasi lembat untuk memperjalas ucapannya

“Kau sedang mengintrogasiku?” Jawab yeoja itu akhirnya yang membuat Suga kembali menggaruk kepalanya untuk memikirkan cara bagaimana menjelaskan pada yeoja itu.

“Bukan seperti itu, apakah kau mengenal ayah dari Jungkook dengan baik?? Jeon Kwang Soo?” Suga sedikt menahan kesedihannya, “Kau juga tau jika Min Jae Woo bukanlah ayahku yang sesungguhnya karena aku adalah putra dari Jung Seon Mi yang dulu aku kenal sebagai bibiku?” Lanjut Suga

“Aku tau,” Jawab Jihyun singkat agar Suga melanjutkan penjelasannya

“Eomma mengatakan padaku jika Jeon Kwang Soo adalah ayahku yang sesungguhnya..”

“Mwo??” Jihyun kembali mengingat cerita Jungkook beberapa waktu lalu mengenai perceraian antara kedua orang tuaya

“Jihyun-ah jika kau mengetahui sesuatu katakanlah padaku, aku benar-benar mengkhawatirkan Jungkook setelah eomma menceritakan perceraian orang tuanya”

Jihyun hanya diam mendengarnya, apakah ahjumma yang Jungkook sebut itu adalah Jung Seonmi ibu dari Suga??

“Aku tidak pernah sekalipun mengatakan hal ini kepada siapaun bahkan kepada Eunkyung, sepertinya Eunkyung hanya tau aku menyayangi Jungkook karena aku tidak memiliki seorang adik padahal kejadian yang sesungguhnya bukanlah seperti itu” Jihyun mencoba tersenyum dengan menghapus air matanya singkat saat mengulang flashback kejadian lalu tentang dirinya dan juga Jungkook,

*Flashback*

“Jihyun-ah, kemarilah.. apakah kau bisa menjaga Jungkook beberapa saat? Jeon Ahjumma sedang banyak urusan” Panggil seorang yeoja muda pada putrinya yang masih berusia 10thn,

Yeoja kecil itu tersenyum menghampirinya,

“Nde eomma” Jawabnya singkat saat melihat seorang namja kecil yang masih berusia 5thn hanya terdiam di sebuah sofa ruang tamu miliknya,

“Annyeong..” Sapa yeoja itu pada namja kecil di hadapannya dengan melambaikan tangan, yeoja itu tersenyum berusaha agar namja kecil itu ikut tersenyum,

Namja kecil itu hanya menatapnya sekilas dan berjalan keluar, sebuah taman tidak jauh dari rumah Jihyun adalah tujuannya. Namja kecil itu mencari sebuah ayunan dan duduk tanpa memperdulikan seorang yeoja yang tengah mengikutinya.

“Ya! Adik kecil, apakah namamu Jeon Jungkook? Aku Choi Jihyun kau bisa memanggiku nunna jika kau mau..” yeoja itu masih berusaha agar namja kecil itu mau berbicara padanya, dia tau mungkin Jungkook sedang sedih sehingga namja kecil itu bersikap seperti itu padanya,

Jungkook tersenyum saat ini, tangan kecilnya mencoba memeluk yeoja yang kini sedang berada di hadapannya,

“Jihyun nunna..” Saat itulah pertama kalinya Jungkook menyebutnya seperti itu,

Panggil namja kecil itu sontak membuat Jihyun merasakan jika namja kecil ini sedang mengalami masalah yang membuatnya sedikit ketakutan, walau saat itu Jihyun masih belum mengerti banyak hal mengenai permasalahan orang dewasa.

“Aku tidak ingin pulang, aku takut pada appa dan eomma..” Ucapnya polos

Jihyun tersenyum dan mengelus kedua pipi namja kecil itu untuk membuatnya tenang,

“Untuk apa kau takut pada mereka? Bukankah mereka sangat menyayangimu?”

Jungkook menggelengkan kepalanya saat mendengar pendapat Jihyun,

“Tidak, setiap hari mereka marah-marah dan itu membuatku takut” Pengakuan Jungkook dengan menangis yang membuat yeoja itu sedikit kebingungan untuk mengatakan suatu hal,

“Appa tidak mencintai eomma” Lanjutnya

“Dari mana kau tau?” Tanya Jihyun tanpa mendapat jawaban dari namja kecil itu,

Masa kecilnya yang selalu ketakutan akibat pertengkaran ke dua orang tuanya membuat Jungkook selalu merasa tertekan dan menjadi sedikit pendiam,

Jungkook berubah menjadi sedikit periang ketika namja itu mulai menginjak usia remaja dan bersekolah, bahkan memiliki banyak prestasi dan wajah yang tampan bukan menjadi alasan untuk kedua orang tuanya merasa bangga pada dirinya hal itulah yang membuat Jungkook merasa hanya Jihyun yang perduli padanya,

“Nunna, dalam hidupku untuk saat ini bagiku hanya kau satu-satunya seseorang yang aku sayangi dan menjadi penyemangatku. Mungkin jika tidak ada dirimu aku tidak mempunyai alasan untuk tetap ingin berada disini, bahkan orang tuaku tidak memperdulikanku. Mereka hanya sibuk dengan konflik mereka sendiri” Setidaknya kalimat itu yang pernah Jungkook ucapkan padanya saat namja itu baru menginjak usia 15thn,

*Flashbackend*

 

“Jungkook hanya bercerita padaku mengenai permasalahan orang tuanya, ibuku adalah teman dekat dari Jeon ahjumma mungkin karena Jungkook sering bersamaku hal itulah yang membuatnya lebih dekat denganku, aku selalu tidak tega melihatnya saat itu, sejak kecil dia melihat pertengkaran kedua orang tuanya dan merasa tidak di perhatiakan dan sejak saat itu pula aku selalu ingin menjaga Jungkook seperti adikku sendiri.. bahkan aku juga sangat sedih ketika beberapa hari lalu Jungkook mengatakan padaku perceraian orang tuanya akhirnya terjadi” Jihyun melanjutkan ceritanya yang membuat Suga dan juga Seokjin terdiam,

Jin menghampiri Jihyun dan memeluknya setelah beberapa kali yeoja itu menangis ketika menceritakan banyak hal mengenai Jungkook. Saat ini Jin mengerti kenapa kekasihnya sangat menyayangi Jungkook setelah beberapa kali Jin menganggap sikap Jihyun terhadap Jungkook sedikit berlebihan bahkan sering membuatnya cemburu..

“Maafkan aku jika selama ini mungkin aku masih sedikit memiliki rasa cemburu jika kau dekat dengan Jungkook, tapi kali ini aku mengeti kenapa kau bersikap seperti itu padanya” Ucapnya ketika masih memeluk Jihyun untuk mencoba menenangkan yeoja itu

***

 

 

*Choi Eun Kyung POV*

Seperti biasanya, setiap aku pulang dari butik milikku Suga selalu menjemput. Kali ini Suga sedikit berbeda lebih pendiam tidak seperti biasanya, bahkan namja ini hanya menungguku di dalam mobil tanpa masuk untuk menunggu di ruang tunggu seperti yang biasa dia lakukan,

Beberapa kali aku mencuri pandang ke arahnya yang sedang fokus menyetir di sampingku, aku sempat berpikir jika dia masih belum bisa memaafkanku mengenai masalah Woobin sunbae tempo hari.

“Ehm..” Aku sedikit berdehem untuk memancingnya mengatakan sesuatu padaku entah itu hanya sebuah kalimat basa-basi atau apapun, aku menoleh ke arahnya sebentar untuk melihat ekspresinya,

Suga seperti seseorang yang baru tersadar, sontak namja itu tersenyum kearahku

“Apa kau sudah makan? Bagaimana jika kita makan kalbi?” Sahutnya refleks seolah sedang bersandiwara padaku jika saat ini dirinya baik-baik saja,

Aku mengalihkan pandanganku darinya, mengerucutkan bibirku malas,

“Aku tidak suka daging.. bukankah kau sudah tau akan hal itu?” Sahutku yang membuat ekspresi wajah Suga berubah saat ini,

“Ah iya, aku melupakan sesuatu jika kau tidak suka daging.. baiklah kau ingin makan apa saat ini?” Tanya dia kembali dengan tetap menjaga sikapnya untuk tetap tenang,

Aku menatapnya dengan pandangan serius kali ini,

“Berhentilah berpura-pura padaku, sejak tadi kau sama sekali tidak fokus. Aku sudah makan jadi sebaiknya kau tidak perlu repot untuk memikirkanku..” Sahutku tapi sekali lagi Suga tidak seperti biasanya yang selalu membela diri untuk menjelaskan banyak hal, saat ini diam baginya merupakan sesuatu yang sangat aman.

Jujur saat ini aku mengkhawatirkannya, sepertinya banyak hal yang sedang dia pikirkan tapi namja ini masih saja menyempatkan diri untuk selalu menemaniku bahkan bersikap seolah tidak terjadi masalah padanya agar aku tidak mengkhawatirkannya, tapi tidak berguna sama sekali karena semakin dia bersikap seperti ini semakin aku mengkhawatirkannya.

“Kau sering mengatakan agar aku tidak mengkhawatirkanmu, tapi semakin kau sering mengatakan itu semakin aku yakin jika dirimu sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, semakin sering kau mengatakan agar aku tidak mengkhwatirkanmu kau malah semakin membuatku selalu mengkhawatirkanmu..” Gumamku kini dengan tetap menjaga agar aku tidak menangis di hadapannya,

Suga menepikan mobilnya di samping jalan, namja itu menatapku kali ini.. sangat jelas dari ekspresinya jika dia sedang dalam kondisi tidak baik, sedang memikirkan banyak hal dan mungkin jika aku tidak sedang bersamanya bisa saja saat ini Suga sedang menangis untuk meluapkan segala beban dalam pikirannya.

Suga memelukku saat ini, sebuah pelukan yang sangat erat sampai aku dapat mendengar setiap degup jantungnya. Namja ini menangis, entah apa yang sedang dia tangisi yang jelas aku hanya memilih untuk diam membiarkannya menangis agar bebannya sedikit hilang,

“Choi Eunkyung-ah, bagaimana ini? Aku merasa bersalah pada Jungkook” Ucap Suga pada akhirnya saat dia melepaskan pelukannya dariku

“Mwo?”

“Jeon Kwang Soo adalah ayah dari Jeon Jungkook, tapi aku mulai mengetahui semuanya sejak eomma mengatakan bahwa dia juga ayahku yang sesungguhnya..”

“Jinjja? Jeon Kwang Soo? Jeon Ahjussi maksudmu?” Tanyaku sekali lagi, aku sempat mengenal Jeon ahjussi dulu karena aku melihat ahjussi itu sering berada di rumah Jihyun,

“Nde, aku pagi tadi menemui Jihyun untuk menanyakan banyak hal tentang ini dan dia banyak menjelaskan kepadaku mengenai hal itu, namja itu dan eomma dulu adalah seorang kekasih karena suatu perjodohan akhirnya namja itu meninggalkan eomma dan menikah dengan yeoja lain mungkin itu adalah ibu dari Jungkook, kau sudah mengetahui kisah ini sebelumnya kan? Ketika beberapa tahun lalu kita mengalami hal yang sama seperti ini?”

Aku hampir tidak percaya mendengar banyak hal yang Suga ceritakan padaku, apakah ini alasannya sejak kecil Suga di adopsi oleh kakak dari ibunya? Lalu apakah hal ini juga yang membuat Jungkook lebih sering bersama Jihyun dari pada orang tuanya?

Suga menjalankan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang, sekitar 10 menit berlalu kembali namja ini menghentikan mobilnya ketika menemukan sosok Jungkook berada di sebuah kedai ramyeon tidak jauh dari rumahku,

Suga menuntunku untuk keluar dari mobil dan menghampiri Jungkook yang sedang mengaduk-aduk semangkuk ramyeon miliknya tanpa memakannya.

“Jeon Jungkook..” Panggil Suga membuyarkan lamunannya

“Hyung, Eunkyung nunna? Sedang apa kalian di sini?”

Suga tidak menjawab apapun, namja ini hanya menyeret kursinya untuk duduk di hadapan Jungkook,

“Maafkan jika karena aku dan eomma keluargamu bisa menjadi seperti ini..” Gumamnya singkat

Jungkook tersenyum santai menanggapinya,

“Harusnya aku yang meminta maaf padamu hyung, jika appa tidak menikah dengan eomma pasti kalian sudah menjadi keluarga yang sangat bahagia”

“Berhentilah membuatku merasa bersalah padamu..” Sahut Suga kali ini

Aku hanya diam mendengar percakapan mereka, aku sama sekali tidak ingin ikut campur ke dalam urusan ini. hanya saja aku mengikuti Suga yang memintaku agar menemaninya menemui Jungkook,

“Aku banyak mendengar semuanya dari Jihyun” Lanjut Suga meyakinkan

“Jadi Jihyun nunna sudah mau membuka semuanya? Sejak kecil dia bahkan tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapapun, tidak ada seorangpun yang tau mengenai masalah keluargaku bahkan appa dan eomma selalu pandai bersandiwara menjadi suami-istri yang romantis di depan banyak orang”

“Jungkook-ah..”

“Hyung memang benar sejak kecil aku tidak pernah sama sekali di perhatikan oleh mereka karena pekerjaan mereka setiap hari selalu bertengkar dan itu membuatku takut, hanya Jihyun nunna yang perduli padaku saat itu mungkin karena itu aku sangat menyayanginya, aku selalu sakit hati ketika appa salah menyebut namaku menjadi Yoongi aku bahkan sangat membenci nama itu. Jika saja aku tau Yoongi itu adalah kau, aku senang memiliki hyung sepertimu..”

Suga tidak menjawab apapun, aku benar-benar tidak percaya jadi selama ini Jihyun bersikap seperti itu pada Jungkook karena hal ini? Bahkan tidak pernah aku melihat yeoja itu marah pada Jungkook yang aku kira dia menyukai namja ini.

“Jika aku tau kau adalah hyungku sejak kecil mungkin aku lebih dekat denganmu bukan dengan Jihyun nunna”

“Berhentilah mengatakan hal bohong dan membohongi dirimu sendiri Jungkook-ah, tidak ada seorang anak yang bahagia ketika mengetahui ayahnya memiliki wanita selain ibunya..” Suga menatap tajam ke arahnya,

“Saat ini aku bisa menerimanya hyung, sama seperti kasusmu dan Eunkyung nunna saat itu bukan? Kau di jodohkan dengan Nahyun nunna kalau saja kalian memaksakan untuk mengikuti perjodohan itu pasti kau masih selalu memikirkan Eunkyung nunna sedangkan Nahyun nunna juga tidak bisa bersamaku. yeoja yang appa cintai itu adalah ibumu bukan eomma.. setidaknya bukan kebahagiaan palsu yang harus aku tunjukkan hanya saja aku bisa menerima semua kenyataan itu,”

“Tapi..”

“Hyung, appa dan eomma sudah bercerai aku rasa ini jalan yang terbaik entah nanti appa akan kembali pada ibumu atau tidak yang jelas aku senang dari pada aku melihat mereka selalu bertengkar, appa sangat menyayangi ibumu sama seperti kau menyayangi Eunkyung nunna jadi tidak semuanya adalah kesalahan appa..”

***

*Author POV*

Eunkyung juga Nahyun mengetuk sebuah pintu makeup room yang berada di sebuah gedung tempat khusus di adakannya sebuah acara pernikahan,

“Unnie-ah..” Panggil Nahyun dengan melangkahkan kakinya cepat ke arah Jihyun dengan diikuti langkah milik Eunkyung

Jihyun tersenyum senang kali ini

“Ya! Nahyun-ah kenapa kau memanggilku seperti itu? Sejak kapan kau menyebuku unnie?” Tanya Jihyun dengan menahan tawanya

Nahyun memeluk Jihyun kali ini,

“Chukkae, maafkan aku jika aku sempat beberapa kali sedikit cemburu dengan kedekatanmu dan Jungkook tapi saat ini aku tau alasan kenapa aku dekat dengannya..” Jawab yeoja itu dengan melepaskan pelukannya pada Jihyun

“ Hahaha mian aku tadi memanggilmu unnie karena kau adalah kakak dari Jungkook” Lanjutnya yang membuat Eunkyung terkekeh pelan,

“Ya! Kakak dari Jungkook itu Suga..”

Jihyun melihat Eunkyung dengan tersenyum,

“Ya Choi Eunkyung, apakah kau tidak ingin memelukku?” Sahutnya yang membuat Eunkyung seketika memeluknya

“Chukkae, Jihyun-ah.. tidak dapat di percaya jika akhirnya kau bisa menikah dengan Seokjin, daebak..” Gumamnya dengan menepuk pundak Jihyun, terlihat Eunkyung hampir menangis kali ini,

“Waeyo?” Tanya Jihyun yang juga menahan tangisnya di hadapan mereka,

“Aku ikut bahagia melihatmu dan Seokjin, kau terlihat bahagia saat ini itu yang membuatku terharu.. kau terlihat cantik, seseorang mengatakan ketika wanita terlihat cantik di hari pernikahannya itu artinya pengantin pria sangat mencintainya,,”

“Gomawoyo Eunkyung-ah, kau juga sudah membuatkan gaun pernikahanku yang sangat indah mungkin karena ini yang menjadikan terlihat cantik..”

Nahyun tersenyum singkat dan sedikit berbisik pada Jihyun,

“Kau tidak tau? Bulan depan dia juga akan menikah dengan Suga..”

“Jinjja??” Sahut Jihyun

Eunkyung menatap Nahyun kesal,

“Ya diamlah, ini hari pernikahan Jihyun jangan membicarakan hal lain..”Alihnya

“Hahaha gwaenchana, aku senang mendengarnya benar-benar aku sudah lama ingin mendengar hal itu jauh sebelum pernikahan ini di mulai..” Jihyun kembali menertawakannya

“Oh iya Jungkook dan Suga dimana?”

“Dia sedang menggangu Kim Seokjin di luar sana, karena ayah Seokjin sudah lama meninggal jadi dia meminta Jeon ahjussi yang menggandeng tangan Jin saat berjalan di altar nanti..” Sahut Nahyun dengan di iyakan oleh Eunkyung

“Hahaha Jinjja?? Aku senang melihat mereka bisa seperti itu..”

“Aku juga, baru kali ini aku melihat mereka sedekat itu..” Eunkyung tersenyum singkat,

*Choi Jihyun POV*

 

Beberapa saat lagi upacara pernikahan di mulai, jujur saja aku benar-benar gugup kali ini.. menjadi istri dari Kim Seok Jin adalah keinginanku yang dapat aku capai tentu saja hal itu membuatku bahagia,

Seokjin sudah menungguku di altar untuk mengucapkan janji suci sebuah pernikahan, dia terlihat sangat tampan dengan tuxedo putih dan tersenyum cerah ke arahku. Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku di lengan appa ketika appa yang menuntunku menuju altar bersama Seokjin,

“Kau putri terbaikku, berjanjilah untuk selalu gembira karena saat ini Seokjin yang akan menjagamu..” Bisik appa padaku dengan tersenyum

Wajahku memerah karena perkataan appa padaku, rasanya aku ingin menangis karena bahagia.

Jin tersenyum ke arahku dan menuntunku ketika appa menyerahkan gengaman tanganku padanya membuatku kini berdiri di sampingnya di hadapan seorang pendeta,

“Kau terlihat sangat cantik saat ini..” Bisiknya padaku yang selalu membuatku salah tingkah, wajahku memerah kali ini dengan tersenyum

Acara dimulai, seluruh undangan kembali tenang untuk mengikuti prosesi acara ini

“Mempelai pria, Kim Seok Jin, apakah kau mencintainya dan akan menjaganya dan mengabdikan dirimu kepadanya sepanjang usiamu?” Tanya pendeta padanya, yang tanpa membuang banyak waktu Jin seketika menjawab

“Ya, aku akan melakukannya..”

“Mempelai wanita, Choi Ji Hyun, apakah kau mencintainya dan akan menjaga dan mengabdikan dirimu kepadanya sepanjang usiamu?”

Aku menoleh ke arah Seokjin sekilas sebelum menjawabnya, Jin tersenyum dan mengeratkan genggaman tanganya padaku,

“Nde,,” Jawabku akhirnya membuat para undangan bertepuk tangan, aku tau suara tepuk tangan paling keras di sebelah kanan, itu adalah Jungkook.

Jungkook, Nahyun, Suga dan Eunkyung mendekat ke arahku dan Seokjin kali ini,

“Hyung, nunna cukkae!! Jin hyung kau harus menjaga kakakku baik-baik karena aku sangat menyayanginya..”

Jin tersenyum mendangar permintaan Jungkook,

“Tentu saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan itu,”

“Kim Seok Jin, jangan pernah membuatnya bersedih” Lanjut Suga

“Kalian tenang saja..”

“Jihyun-ah, chukkae.. seseorang yang setiap harinya selalu kau ganggu dengan stickynotes ternyata sekarang benar-benar menjadi suamimu??”

“Hahaha kau paling tau akan hal itu karena setiap aku akan menempelkan sticky notes di locker milik Seokjin kau selalu memergokiku.”

“Chukkae, kalian harus cepat memberikan kami keponakan..” Sahut Nahyun

“Hahaha kita tunggu saja..”

***

*Author POV*

Jungkook merebahkan dirinya pada sebuah kursi taman yang cukup panjang, hal itu juga di lakukan oleh Nahyun di sebuah kursi taman lain yang terletak di samping Jungkook, Jungkook tersenyum sekilas melihat seorang yeoja dengan senyum teduhnya ketika memperhatian langit malam yang cukup cerah,

“Nunna, apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Jungkook dengan mengikuti apa yang sedang Nahyun lakukan saat ini, menatap lurus pada langit malam yang terlihat cerah,

“Aku sedang memikirkan apa yang sedang Jihyun lakukan bersama Seokjin.. hahaha” Candanya pada Jungkook lalu terkekeh,

“Hahaha kau memikirkan hal ini? Yang benar saja..”

Nahyun mengembangkan senyum santainya kali ini, yeoja itu bangkit dari posisinya untuk duduk,

“Aku sedang menunggu bintang jatuh, ketika aku melihat bintang jatuh aku sudah mempersiapkan suatu permohonan agar aku bisa selalu bersamamu..” Gumam Nahyun,

Jungkook membagi fokusnya dengan pandangan langit di tepat di belakang Nahyun duduk saat ini, namja itu menangkap sebuah bintang jatuh disana tepat saat Nahyun selesai mengucapkan kalimatnya. Wajah Jungkook berubah cerah kali ini bahkan sampai tidak dapat menyampaikan hal itu pada Nahyun, seketika Jungkook menjawab ucapan Nahyun dengan kalimat “Amin..” dengan memejamkan matanya singkat agar harapan Nahyun benar terjadi

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

Jungkook tersenyum singkat,

“Nunna, Jin hyung dan Jihyun nunna sudah menikah, sebentar lagi Suga hyung dan Eunkyung nunna… apa kau tidak berpikir untuk hal itu?”

“Hahaha kenapa aku mengatakan seperti itu? Selesaikan dulu tugas akhirmu.. kelulusanmu hanya tinggal menunggu minggu..”

“Aku akan melakukan yang terbaik setelah itu aku akan menikah denganmu..” Ucapnya dengan sangat yakin membuat Nahyun sedikit tersipu,

***

Suga berjalan bersama Eunkyung beriringan saat mereka baru saja memesan beberapa perlengkapan pernikahan mereka, sesekali terdengar canda mereka dari kejahuan,

“Apakah baju pernikahan kita kau juga yang akan mendesainnya sama seperti milik Jihyun dan Seokjin?”

“Tentu saja tidak, aku akan meminta temanku untuk melakukannya aku bahkan merasa sangat gugup jika harus menggambarnya jadi aku menyerahkannya kepada orang lain.. Oh iya bagaimana dengan tempat pernikahannya?” Tanya Eunkyung yang membaut Suga sedikit gelagapan untuk menjawab,

“Ah iya.. aku..aku.. sudah mempersiapkannya..”

Eunkyung menatap namja itu dengan pandangan tidak percayanya,

“Aku sudah menelpon banyak tempat untuk acara pernikahan kita, tapi semua tempat sudah penuh pada tanggal yang sudah kita tentukan..” Jawab Suga seketika saat melihat pandangan kecurigaan dari Eunkyung

“Mwo?? Kenapa bisa seperti itu? Kau harusnya mencari tempat lain..”

“Omo.. chagi-ah aku sudah mencarinya tapi belum aku dapatkan..” Sesalnya

“Aku tidak mau tau, kau harus mencarinya atau kita tidak akan melakukannya sama sekali??” Sahut Eunkyung dengan berjalan mendahului Suga

Wajah Suga terlihat putus asa kali ini, namja itu mempercepat langkahnya untuk mengikuti Eunkyung,

“Ya! Kenapa kau melakukan hal itu padaku eoh??” Gumamnya

Eunkyung menyeringai singkat, yeoja itu akhir-akhir ini suka sekali menggoda Suga. Eunkyung menoleh ke arah namja yang terlihat putus asa di hadapannya,

“Hahaha.. babo-ya.. kau lihat siapa yang datang?” Tunjuk Eunkyung pada seseorang yang kini sedang memperhatikannya,

Suga menoleh dan tersenyum singkat melihat seorang namja paruhbaya, Jeon Kwang Soo berjalan ke arah mereka,

“A.. aboji.. sedang apa di sini?”

“Bukankah kau sedang mencari tempat untuk melaksanakan pernikahanmu dengan Eunkyung? Aku sudah mempersiapkan itu, Eunkyung hanya menggodamu saja aku sudah membicarakan semua padanya..” Jawab namja itu dengan senyum jahilnya

Suga menatap Eunkyung kesal, tapi sekali lagi yeoja itu menertawakannya..

“Aboji.. apakah kau sudah membicarakan ini pada eomma? Min aboji dan min eomma? Mereka semua juga orang tuaku..” Lanjutnya

Namja itu mengangguk singkat,

“Tentu saja, aku juga sudah membicarakan ini pada Jungkook.. sebenarnya karena Jungkook juga ingin menikah dengan Nahyun jadi aku ingin pernikahan kedua putraku dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan apa kau tidak keberatan untuk hal itu?”

Suga menoleh pada Eunkyung untuk memastikan sesuatu,

“Otte??” Gumamnya yang hanya di jawab dengan senyuman dan anggukan dari yeoja itu,

“Ne aboji..” Jawab Suga setelahnya dengan tersenyum,

***

Seokjin dan Jihyun berjalan beriringan ketika mereka hadir di sebuah acara pernikahan Suga dan Eunkyung juga Jungkook dan Nahyun yang di laksanakan bersamaan setelah beberapa hari ini mereka baru saja pulang dari jepang.

Seokjin menggenggam erat tangan yeoja itu yang membuat yeoja itu terkekeh pelan melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat lucu,

“Saat hadir dalam acara pernikahan aku kembali menginggat pernikahan kita beberapa beberapa bulan lalu,” Sahut Jin dengan menoleh dan tersenyum pada yeoja di sampingnya

“Sepertinya baru kemarin pernikahan itu dilaksanakan karena sampai saat ini jantungku masih saja berdegup kencang ketika kau menggenggam tanganku seerat itu..” Gumam yeoja itu dengan melirik genggaman tangan Seokjin padanya dengan menahan tawa, kalau saja tidak banyak orang di tempat ini Jihyun sudah menertawakannya habis-habisan.

Seokjin seketika tersadar dengan apa yang tengah dia lakukan pada istrinya yang membuatnya sedikit malu dan melonggarkan genggaman tangannya,

“Kau ingin menemui Eunkyung dan Nahyun bukan?” Tanya Seokjin pada yeoja yang sedang berjalan di sampingnya

Yeoja itu hanya mengangguk

“Tentusaja..”

“Baiklah, aku akan menemui Jungkook dan Suga disana..” Namja itu tersenyum sekilas,

Jin berjalan ke arah dua orang namja yang terlihat sangta gugup, namja itu seolah menahan tawa ketika melihat ekspresi kedua namja yang akan dia hampiri,

“Ya! Chukkae..” Jin menepuk bahu Suga “Chukkae anak SMA..” Lanjut Jin dengan menepuk bahu Jungkook untuk menggodanya,

“Ya! Hyung aku sudah sarjanah saat ini..” Bela Jungkook dengan disertai tawa kecil dari Suga,

“Hahaha aku tau.. bagaimana rasanya ketika kau akan menikah?”

“Kau menanyaiku atau Jungkook?” Tanya Suga memperjelas

“Hahaha aku menanya pada kalian..”

“Aku sangat bahagia hyung..” Jawab Jungkook santai

“Apakah dulu saat kau akan menikah juga merasakan hal yang sama sepertiku Jin?” Tanya Suga sedikit bingung

“Mwo? Seperti apa?”

“Rasanya jantungku ingin melompat keluar dari tubuhku..” Jawabnya yang seketika membuat Jungkook dan Jin menertawakannya,

“Hahaha kau bahkan lebih polos dari Jungkook, ya tentu saja semua orang mungkin merasakan hal yang sama tapi kau harus tetap tenang..”

Jihyun memasuki sebuah ruangan dengan senyumnya, seketika yeoja itu memeluk Eunkyung dan Nahyun secara bersamaan,

“Kyaaaa!! Bogoshipooo!!” Teriaknya saat memeluk Nahyun dan Eunkyung

Eunkyung tertawa kecil melihat tingkah yeoja yang masih saja sama seperti dulu, padahal dia sudah menikah saat ini,

“Jihyun-ah bagaimana honeymoon mu jepang?” Tanya Eunkyung akhirnya membuat Jihyun melepas pelukan pada mereka,

“Tentu saja menyenangkan, selama 2 bulan di sana aku jadi sangat merindukan kalian, tidak dapat melihat kelulusan Jungkook tidak dapat membantu kalian mempersiapkan ini semua.. aku minta maaf..” Sesalnya

“Gwaenchana.. aku sudah menunggu keponakanku..” Gumam Nahyun

“Hahaha Nahyun-ah berhentilah bicara..” sahut Jihyun

“Ya! Aku ingat apa yang Eunkyung katakan ketika aku akan menikah saat itu, kalian saat ini sangat cantik benar-benar cantik.. bukankah Eunkyung mengatakan ketika wanita terlihat sangat cantik di hari pernikahannya itu artinya pengantin pria sangat menyayanginya?”

Eunkyung tersenyum mendengarnya,

“Aku mendengar itu dari ibuku, ketika eomma akan menikah teman dekatnya mengatakan hal itu padanya… aku juga akan mengatakan hal ini pada anakku nanti agar dia juga mengatakan hal ini di hari pernikahan temennya kelak..”

Jihyun menghapus air matanya singkat,

“Aku menyesal sudah menikah terlebih dahulu dari kalian, kalau tidak aku ingin menikah di hari yang sama seperti kalian..” Candanya

***

 

*Choi Jihyun POV*

 

Suga menuntun Eunkyung dari tangan Choi Ahjussi untuk bersamanya berdiri di hadapan pendeta yang akan menikahkan mereka, hal yang sama juga di lakukan oleh Jungkook dan Nahyun.

Sebelumnya sebelum acara pernikahan Suga menginginkan jika janji suci pernikahan bukan sebuah pertanyaan dari pendeta tetapi janji suci yang mereka ucapkan sendiri di hadapan mendeta,

“Aku mempelai pria, Min Yoon Gi bersumpah di hadapan tuhan dan saksi jika aku akan selalu menjaga istriku Choi Eun Kyung sepanjang usiaku, dan aku selalu mengabdikan diriku padanya dan keluarga kami..” Ucap Suga dengan intonasi jelas

Aku sempat melihat Eunkyung meneteskan air matanya, hal yang sama sepertiku saat pernikahaanku saat itu, mungkin benar saat-saat seperti ini adalah saat yang paling mengharukan dalam sekali seumur hidup.

“Aku mempelai wanita, Choi Eun Kyung bersumpah di hadapan tuhan dan saksi jika aku akan selalu menghormati suamiku Min Yoon Gi sepanjang usiaku, dan selalu mengabdikan diriku padanya dan keluarga kami..” Ucap Eunkyung akhirnya

Hal yang sama dilakukan oleh Jungkook dan Nahyun, tapi Jungkook terlihat sedikit santai dari Suga. Hanya sesekali Jungkook terlihat nemarik nafas panjang untuk mengurangi rasa gugupnya dan benar namja itu berhasil membuat dirinya tidak nampak gugup hal itu membuatku ingin tertawa dengan tingkahnya,

Seorang pendeta memulai acara, Jungkook terlihat menggenggam erat tangan Nahyun, Jin menertawakan hal itu dan berbisik padaku,

“Sebenarnya Jungkook itu adiku atau adik dari Suga? Kenapa ekspresinya ketika pernikahan sangat mirip denganku?”

“Hahaha Jungkook itu adikku aku adalah nunnanya..”

“Mempelai pria, Jeon Jung Kook.. apakah kau berjanji akan selalu mencintai istrimu Lee Na Hyun dan akan selalu setia kepadanya sepanjang usiamu?”

“Nde! Aku berjanji untuk itu..” Jawab Jungkook dengan suara sedikit lantang memecah suara hening dan membuat beberapa undangan tertawa kecil dengan tingkahnya,

“Mempelai wanita, Lee Na Hyun.. apakah kau berjani akan selalu mencintai suamimu Jeon Jung Kook dan akan selalu setia kepadanya sepanjang usiamu?”

Nahyun tersenyum singkat,

“Nde, aku berjanji..” Jawabnya dengan mengeratkan genggaman tangannya pada Jungkook

Benar-benar saat ini aku sedang menyaksikan sebuah pernikahan dua pasanagn secara bersamaan ini benar-benar berbeda, sangat terlihat menyenangkan karena seluruh anggota keluarga benar-benar berkumpul, aku menyeka beberapa kali air mataku memperhatikan mereka, saat ini mereka akan memulai kehidupan baru. Memiliki tanggung jawab baru serta memiliki keluarga baru,

Seokjin mengeratkan rangkulan pada pundakku ketika namja ini memperhatikanku beberapa kali menyeka air mata,

“Kau sedih Jungkookmu sudah dimiliki orang lain?” Candanya padaku

Aku mencubit pinggangnya kesal kali ini,

“Appo-ya..” Keluhnya membuatku terkekeh pelan

“Aku bukan sedih, aku sangat terharu melihat mereka yang akhirnya menemukan pasangan mereka masing-masing.. dan Jungkook namja kecil yang dulu sering menangis saat ini sudah benar-benar menjadi namja dewasa yang sangat mempesona..” Lanjut Jihyun

“Ya! Tunggu kau baru saja mengatakan Jungkook mempesona di hadapan suamimu?”

“Hahaha kau masih saja cemburu terhadapnya..”

Jin mengalihkan pandangan dariku sekilas, aku tau dia hanya menggangguku agar aku meminta maaf tapi kali ini entah kenapa aku tidak ingin melakukannya, aku hanya memeluknya dengan tersenyum,

“Palli, kita temui mereka dan kita mengatakan sesuatu pada mereka..”

“Mwo? Mengatakan apa?”

“Ehm.. memberikan hadiah pernikahan mereka..” Lanjut Jin membuatku bingung padahal aku sudah meletakkan hadiah itu di tempat kado dalam ruangan tadi,

“Tapi aku sudah meletakkannya di dalam tadi,”

Jin sedikit menertawakanku kali ini, namja ini selalu mencubit hidungku gemas ketika aku membuatnya kesal,

“Babo-ya.. kau masih saja tidak pintar.. kado kecil kita, tentang keponakan yang mereka tunggu..” Lanjutnya dengan mengalihkan pandangan dariku

Aku menahan tawaku kali ini, wajahku merah padam karena malu..

“Apakah kita harus memberitaukannya sekarang?”

“Ya! Apa yang sedang kalian diskusikan disini? Kenapa tidak segera menghampiri kami untuk mengucapkan selamat..” Gerutu Suga beberapa kali saat mereka menghampiri aku dan Seokjin,

Jin tersenyum singkat,

“Chukkae!!” Sahutnya membuat semua tertawa melihatnya,

“Nunna, aku mimpi sesuatu tentangmu..” perkataan Jungkook kali ini membuat suasana sedikit hening

“Kau sudah memiliki istri kenapa masih saja memimpikan istri orang lain?” Goda Jin padanya,

“Anniya.. bukan seperti itu hyung, beberapa hari lalu aku bermimpi melihat Jihyun nunna menggendong bayi laki-laki apakah itu pertanda baik?”

“Mwo? Kenapa kau tidak mengatakan itu padaku?” Tanya Nahyun yang terlihat sedikit penasaran..

“Aku baru mengingatnya saat ini..”

Bagaimana bisa Jungkook memiliki firasat seperti itu? Benar-benar aku tidak main-main Jungkook lebih cocok menjadi adikku dari pada adik Min Suga,

“Jihyun-ah katakan sesuatu..” Eunkyung menepuk bahuku singkat untuk menyadarkan dari lamunanku,

Aku menoleh ke arah Seokjin singkat, untuk meminta agar dia yang menjelaskan kepada mereka,

Jin tertawa sebelum mengatakannya dan menepuk pundak Jungkook,

“Hahaha kau benar Jungkook-ah, kalian akan mempunyai keponakan..”

“Mwo jinjja??” Sahut Nahyun

“Ya! Kenapa kau tidak mengatakan hal itu padaku sejak tadi?” Tanya Eunkyung

“Hahaha aku bingung bagaimana mengatakannya..”

“Kau ini.. chukkae!!”

Beberapa saat aku melihat namja yang sepertinya pernah aku kenal, Kim Woo Bin sunbae?? Bukankah namja itu yang dulu pernah Eunkyung sukai?

“Chukkae..” Ucapanya pada Eunkyung dan Suga

“Jihyun-ah, aku dengar kau juga sudah menikah? Apakah dia suamimu? Chukkae..” Woobin sunbae tersenyum padaku, aku mengiyakan ketika dia menanyakan suamiku dan menunjuk Seokjin

Suga tersenyum singkat,

“Gomawoyo, kau sudah menyempatkan untuk datang”

“Nde aku sudah berjanji untuk hal itu bukan? Oh iya maaf tentang saat itu, sebenarnya aku hanya sedang mengetesmu ternyata benar kau orang yang cocok untuk Eunkyung, dia sangat mirip dengan adikku jadi aku menganggap dia adikku.. kau harus menjaga dia baik-baik..”

“Tentu..”

“Gomawoyo sunbaenim..” sahut Eunkyung

Epilog

 

Jin beberapa kali tersenyum saat merapikan rambut Kim Jin Ho putra kecil kami yang baru saja berusia 2tahun itu, hari ini kami akan pergi dalam acara reuni universitas sepertinya Eunkyung, Suga, Jungkook, dan Nahyun juga akan datang dalam acara itu karena setelahnya kami akan berlibur ke jeju bersama,

Aku terkekeh pelan melihat dandanan yang namja itu berikan pada Jinho benar-benar dia ingin mengajarkan anaknya menjadi namja narsis sepertinya? Yang benar saja..

“Appa, aku ingin pakai itu..” Namja kecil itu menunjuk sebuah kaca mata yang Jin bawa,

“Ini??” Tanya Jin yang di jawab dengan anggukan kecil olehnya

Jin tersenyum dan mengenakannya pada Jinho

“Omo, coba melihat cermin siapa yang lebih tampan?”

“Jinho..” Sahut Jinho dengan tertawa senang,

“Hahaha kau ini bagaimana bisa mendadani dia seperti itu?” Sahutku setelah selesai menyiapkan beberapa keperluan yang harus di bawa,

“Ini keren, perhatiakan dia bahkan mirip seperti boygrup bangtan boys hahaha” kekehnya pelan

Jinho menatapku singkat dan berkata “Aegyo eomma” dengan mengedipkan matanya untuk beraegyo

Aku menatapnya sedikit kaget, sejak kapan Jinho mengenal kata aegyo dan beraegyo? Kecurigaanku tertuju pada namja yang kini mengalihkan perhatiannya dari kami agar terbebas dari tuduhan, aku menatapnya tajam..

“Hahaha aku hanya mengajarkannya satu kali tapi dia melakukannya berkali-kali..”

Aku tersenyum singkat mendengar pengakuanmya,

“Kajja, kita berangkat sekarang..” Lanjutku dengan menggendong Jinho keluar kamar,

***

*Choi Eun Kyung POV*

 

“Eomma, aku mau pakai bando merah dari halmeoni..” Rengek yeoja kecil yang baru saja selesai aku mandikan,

“Nde.. tapi rambutnya harus disisir dulu arra?” Jawabku yang membuatnya tersenyum,

Baru saja aku selesai merapikan rambutnya dan mengenakan bando padanya tapi yeoja kecil itu sudah berlari-lari mencari sosok namja yang sedang merapikan kemejanya di depan cermin ruang tengah,

“Appaa!!” Panggilnya dengan memeluk Suga,

“Min Yoon Ra.. cantik sekali..” Sambutnya pada yeoja kecil itu dan menggendongnya

Yoonra tersenyum singkat

“Poppo,,” Ucapnya dengan menunjuk pipinya pada Suga, aku tersenyum melihatnya saat Suga berkali kali mencium pipi yeoja kecil dalam gendongannya,

Aku mengambil beberapa barang yang sudah aku siapkan sebelumnya,

“Min Yoon Ra, kau harus ikut eomma sebentar, appa harus memasukkan barang-barang ke dalam mobil arra?”

“Arraseo appa..” Yoonra tersenyum dan mengeratkan pelukannya padaku saat aku menggendongnya

“Kita berangkat sekarang?” Tanyaku saat Suga telah selesai merapikannya ke dalam mobil

“Kajja..” Suga tersenyum

***

*Lee Na Hyun POV*

Jungkook terlihat beberapa kali mengetuk pintu untuk menanyakan

“Apakah Jeon Jung Kyu sudah bangun? 15 menit lagi kita harus sudah sampai disana..”

Aku hanya tersenyum dan menunjuk namja kecil yang masih tertidur pulas sedangkan aku merapikan beberapa barang untuk persiapan, karena sepulang dari acara reunian universitas kami akan berlibur ke jeju bersama Jihyun, Jin, Suga dan Eunkyung.,

Jungkook tersenyum sekilas,

“Kenapa tidurnya pulas sekali?”

“Entahlah baru saja selesai mandi tiba-tiba dia tidur, tidak biasanya,,”

“Chagi-ah.. bisakah kau mengambilkan beberapa barang untuk di masukkan ke dalam mobil?”

Aku tersenyum singkat,

“Tentu saja, tunggu sebentar aku juga akan menyimpan perlengkapan Jungkyu terlebih dahulu” Jawabku akhirnya,

Aku berjalan keluar saat ini, tapi perasaanku sangat tidak enak. Aku mengintip di balik pintu kamar Jungkyu dan benar saja namja itu beberapa kali mencium namja kecil yang sadang tertidur untuk membangunkannya,

“Jungkyu-ah, ireona kajja kita pergi..” Bisiknya

Saat namja kecil itu membuka matanya, Jungkook tersenyum puas

“Kajja, kita pergi..” Gumamnya,

Aku salut pada Jungkyu, walau usianya belum genap 2tahun tapi dia tidak pernah menangis ketika bangun tidur yang pada umumnya anak seusianya selalu menangis,

Aku membuka pintu dan menatap Jungkook singkat,

“Ya! Kau membangunkan dia??”

Jungkook hanya tersenyum singkat,

“Anni dia bangun sendiri,” Sahutnya dengan menggendong Jungkyu untuk menhindar dari omelanku

Aku menatapnya kesal, Jungkook menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku,

“Chagi-ah.. kajja, kita sudah terlambat..”

***

*Author POV*

 

 

Acara reuni di adakan di aula kampus, dengan begitu alumni universitas dapat dengan mudah bernostalgia di lingkungan yang dulu menjadi rumah kedua mereka,

“Eunkyung-ah!!” Panggil Jihyun saat melihat Eunkyung disini, membuat yeoja itu berjalan menghampiri Jihyun,

“Jinho.. tingkahnya kenapa mirip sekali dengan Seokjin?” Canda Eunkyung

“Hahaha bagaimana tidak? Jin mengajarkan banyak hal padanya, dimana Suga?”

Eunkyung menunjuk seorang namja yang sedang menggendong yeoja kecil,

“Itu, dia sedang mengenalkan teman-temannya pada Yoonra..”

“Hahaha Yoonra manis sekali, kenapa Nahyun dan Jungkook belum datang?”

“Mereka sudah datang, Nahyun sedang mengajak Jungkyu berjalan-jalan di sini..’

“Jinjja? Eunkyung-ah aku rindu sekali pada locker milik Seokjin dulu..”

Eunkyung tertawa singkat,

“Kau ingin melihatnya? Kajja..” Eunkyung tersenyum dan berjalan beriringan dengan Jihyun ke arah locker,

Jihyun menghentikan langkahnya sejenak saat melihat yeoja sedang membuka locker itu dan tersenyum, hal itu mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun saat dia masih sering menuliskan stickynotes pada Jin, berkali kali yeoja itu meminta Jinho untuk tidak berisik sepertinya namja kecil itu cukup mengerti dan tidak mengatakan apapun saat ini,

Setelah yeoja itu pergi, Jihyun melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah locker itu..

“Milik siapa locker itu saat ini?” Tanya Eunkyung

“Entahlah, tapi kau tidak melihat yeoja tadi? Dia mengingatkanku pada diriku saat itu..” Jihyun terkekeh pelan,

Jihyun membuka sebual locker yang dulu sering sekali menjadi tujuannya untuk menempelkan stickynotes, tapi saat ini yeoja itu benar-benar terkejut ketika dia mendapati ada stickynotes lain tertempel di sana, stickynotes bertuliskan,

‘Selamat atas keberhasilan eksperimenmu.. kau benar-benar hebat’ Jihyun juga melihat sekotak chocopie disana

Jihyun menyeka air matanya singkat,

“Benar, yeoja ini adalah seseorang yang sama sepertiku dan locker ini milik namja yang bernasib sama seperti Kim Seok Jin

Eunkyung sedikit heran dengan kejadian baru saja yang dia lihat, kenapa hal kebetulan seperti ini dapat terjadi?

“Jihyun-ah kajja..” Ajaknya ketika Eunkyung melihat namja mamasuki ruangan ke arah locker,

Jihyun tersenyum memperhatikan namja yang tersenyum membaca stickynotes dan mengambil chocopie

“Itu adalah the next Kim Seok Jin” gumamnya yang membuat Eunkyung terkekeh pelan,

***

*Choi Ji Hyun POV*

Setelah perjalan cukup jauh kami sudah sampai di jeju, beberapa kali aku tersenyum saat melihat Jinho, Yoonra, dan Jungkyu bermain bersama di ruang tengah.

Mungkin karena anak Eunkyung dan Suga yeoja sendiri di antara mereka sepertinya membuat Yoonra menjadi perhatian Jinho dan Jungkyu,

Eunkyung dan Nahyun menghampiriku dan beberapa kali tersenyum melihat apa yang sedang aku perhatikan,

“Kau sedang memperhatikan mereka??”

Aku hanya mengangguk mendengar pertanyaan Eunkyung barusan,

“Sepertinya putrimu menjadi perhatian dua namja kecil itu..” Sahut Nahyun terkekeh melihat mereka

“Tentu saja, bagaiamana tidak putriku secantik itu..” Jawabnya

“Hahaha sepertinya dia juga menyukai Jinho.. bagaimana jika kita menjodohkannya?” Godaku padanya

Eunkyung terlihat menatap tajam padaku,

“Aku tidak mau, Jihyun-ah aku alergi mendengar kata perjodohan..”

“Hahaha aku tau..”

Nahyun menahan tawanya kali ini,

“Hahaha kalau saja aku tidak di jodohkan dengan Suga dulu mungkin saat ini aku tidak mengenal kalian, kalau saja perjodohan kedua orang tua Jungkook tidak di laksanakan suamiku yang sangat mengagumkan itu tidak akan lahir..”

“Tetap saja aku alergi mendengarnya..” Sahut Eunkyung membuatku dan Nahyun kembali menertawakannya.

*THE END*

Bagaimana readers? Mian untuk ff ini author hanya melanjutkan dan menyeleaikan konflik yang belum tuntas di fanfic sebelumnya karena permintaan readers agar ceritanya kembali ke perjelas,

Atas bentuk kekurangan dalam fanfic ini author ucapkan mohon maaf dan dengan kritik serta saran author dapat belajar untuk memperbaiki di fanfiction yang akan datang, mohon bimbingannya untuk readers dan sesama author,

Gomawo untuk semua readers yang masih setia mengikuti fanfic karya saya ^^

Previous 

Advertisements

39 thoughts on “Greatest Love.. (chapter 2 of 2 end) Sequel Sweetest of Love

  1. thorr… sumpah endingx daebaaakk jjang banget
    kl boleh jjur aku bisa gila bacanya,
    g bs bayangin kl jd istrinya jungkook /-\
    dtnggu ff yg lain y, keep writing authorr ♡

    Like

    1. Annyeong Soomon, hahaha gomawo sudah baca sampai ending..
      slow jangan gila dulu ada ff daebak lainnya yang akan publis juga chapter endingnya “My Chilhood love life” dari author phin, ceritanya gk boleh di lewatkan ya.. daebak pokoknya..
      Saranghae readers :*

      Like

  2. author aku sdh baca yg sblmnya, bnr* bgus thor suka sm karakter jin,suga,jungkook
    jjang ffnya sampe senyum* sndri hahahahaha dtnggu karya lainnya =)

    Like

    1. Annyeong V-nessa hahaha gomawo sudah baca ff lainnya juga, oh ya ff jin dan suga selain ini ada yg daebak lagi dari author phin “my chilhood love life” kalau belum pasti suka rekomendasi untuk yg suka ff cast jin dan suga
      Saranghae readers :*

      Like

  3. daebaaaaaakkkk kak san endingnya bgs bget, sweet akhirnya mreka nikah wkekeke
    ngakak pas jinho aegyo, jin jd appa pea bget, g rela ff ini berakhir,
    bikin yg lbh sweet lg kak,
    sugaaaa sama eunkyung anknya cntik bget ><
    g bs kritik dh ff kak sandra.sm ff wp ini slalu jjang!! keep writing deh!

    Like

    1. Annyeong armyswag, hahaha gomawo ya, yup kan dari dulu requestnya selalu gitu XD iya jinho di ajari aegyo sama jin (?)
      syukurlah kalo suka, eh tenang tenang ada ff lagi nanti dari author phin jin dan suga, sudah baca kan? “My chilhood love life” ? chapter ending harus di tunggu gk boleh dilewatkan.. rekomendasi buat yg suka cast Jin dan Suga ya XD
      Saranghae readers :*

      Like

  4. waahh mkin gila bacax author slalu jago nulis cerita yg bkin readers snyum” kkkk thor suka skali wktu bagian stickynote aq nangis/?
    trnyata ada the next jin bikib jd jhope dong the next x *ngarep xDD

    Like

    1. Annyeong jhoppie, akhirnya istri jhope baca sampe akhir.. hahaha gomawo ya..
      iya itu tiba2 kepikiran waktu ngetik part ending, aduh jhope yg jadi the next jin? tenang author ada project cast jhope author bikin ceritanya dulu ya.. hahaha kalo gitu lagi ceritanya jadi sequel sinetron(?)
      Saranghae readers:*

      Like

  5. jinjjaaaa great ending thor, trharu bget ada the next kim seokjin bnr” ff nie.bikin aq senyum” nangis” daebaakk pokokx
    jungkook gilaa bgt trnyata adekx suga/? ceritax bnyk rahasia jarang sekali bca ff model gini galaux dapet, apalagi anak” mereka unyu” semuaa jinho diracuni aegyo sm jin, suga syg bgt sm yoonra, jungkook mlh pea bgt suka gangguin jungkyu kereeen thor, khabisan kata” nie xD
    keepwriting dtnggu karya lainx.. jjaaangg!!!

    Like

    1. Annyeong dipta, hahaha akhirnya sudah baca semuanya..
      iya author coba bikin sama nyambungin dari cerita sebelumnya, jungkook adeknya suga XD
      hahaha iya author mencoba menggambarkan gimana karakter member bts kalo jadi appa ternyata imajinasi author berkata seperti itu(?) hahaha gomawo sudah baca..
      Saranghae readers :*

      Like

  6. great fanfic!!! ga ketebak endingx sumpaahh demi jd istri suga jin sm jungkook ni ff kereeeenn ga ada matix author ff ini kekekekk
    ternyata suga saudara jungkook, alasan jungkoo dkat dg jihyun ga ketebak dr awal baca jjang bngt… ada stickynote lain/? mengharukan pas pernikahaan mrka thor,,, slalu suka ff wp ini lanjutkan karya lainx thor sy slalu mnunggu haahahaa

    Like

    1. Annyeong minacho, hahaha gk ketebak karena author niat menjebak(?) #Nahloh XD gomawo sudah baca sampai akhir ya.. di tunggu ff chaper ending dari author phin “My chilhood love life”yang lebih daebak lagi!! ^^
      Saranghae readers :*

      Like

  7. waahhh endingx kecee nie bner armyswag eonni ga bohong/?kkkkk
    byk misteri di ff ini bgs bget thor, tp jungkook msh kecil dsini uda gede uda pnya ank/? jjang!!
    ga post di btsfanfic jg ni thor? readers dsana kan jg nunggu ff ini :))

    Like

    1. Annyeong Keyla, hahaha gomawo wah berarti si armyswag biasa bohong ya seklinya jujur heran gitu(?) X
      Gomawo sudah baca gomawo juga buat armyswag yg sudah bantu promosi..
      wah kamu baca di btsfanfic juga? Iya author akan post ff ini disana juga, tapi email ke adminnya gk masuk2 nanti nunggu email bisa author pasti post.. gomawo ya..
      Saranghae readers :*

      Like

  8. unnie…… km bikin q gila gra2 ff km….
    sumpah q senyum2 ndri byangin mreka kyak gt….
    aigoo mreka udah jd appa…..
    jungkook jahil bgt ma anakx… astaga…
    nie daebakkk unn… tak kasih jempol 12 unn (hhhh… yg 4 jempolq sndri yang 8 pnjem org laen)…
    unn q tunggu ff daebak lainx ya unn…. fighting…

    Like

    1. Annyeong selpii, hahaha jangan gila dulu.. baca ff vinka yg “My chilhood love life” di blog ini juga kece banget sumpah.. XD
      aku ngetiknya gk bisa bayangin mereka jadi appa pada pea banget.. sepertinya hanya suga yg jadi appa idaman ini XD
      untung anaknya jungkook pinter punya appa jahil gitu, yg 8 jempolnya siapa? jempol kaki sama tanganya jin sama suga XD
      Saranghae readers :*

      Like

  9. shock pas baca pertengkaran eunkyung sama suga wah author bikin shock jantung aja hahahaha. jungkook dewasa banget di FF ini benar-benar mau menerima kenyataan dan jin percaya diri banget kalo jungkook lebih mirip adiknya memang mr.narsis ^^ . Mungkin nanti kalo buat ff tema pernikahan harus baca artikel atau lihat film tentang pernikahan biar gak ada kesalahan tapi endingnya yang bagus keseluruhan FFnya bagus , bener bener konflik yang gak ngebosenin walaopun udah banyak kasus seperti itu di FF lain . Great Job author sandra Choii

    Like

    1. Annyeong author phin, hahaha iya maaf maaf soal itu soalnya mereka jarang2 tengkar bikin dikit gpp ya hahaha iya jungkook kan kelihatan lebih dewasa malah dari yg lain, nah itulah jin XD
      iya authornim, maaf kesalahannya mohon bimbingannya hahaha kesalahan yg sama tidak akan di ulang XD gomawo atas pencerahannya.. di tunggu lanjutan ff mu juga author!! Hahaha

      Like

      1. hehehe iya biar suga gak selalu dibilang sweet ya , iya bener banget jungkook itu aslinya juga kelihatan dewasa banget. sayang banget ya pas mereka sama anakanaknya gak diceritain dengan jelas pasti seru deh dan pas epilog itu jihyun mau jodohin anaknya sama anak eunkyung pasti seru . hehehe sama-sama mempelajari aku juga blm terlalu mengerti soal pernikahan , ne haru saling memberikan kritik dan saran . baik author choii tunggu ya

        Like

      2. Tapi suga tetep sweet dong ya kan itu cuma godain eunkyungnya coba waktu dulu seokjin? Kan dia ngamuknya beneran hahaha
        iya nih nanti akan di lanjut oneshoot inspirasi dari ceritamu di acara itu..
        sip sip seneng tapi ada pelajaran baru buat perbaiki ff gomawo authornim gk sabar buat baca XD

        Like

  10. wahhh wahh ff ini sdh publis… thor seprti yg aq duga ff wp ini slalu jjang!!great ending nie, makin cinta ma syugaarr wkkwkk suka bgt ma kseluruhan ceritax dr ff awal smpe ini ga prnah lewatin bca deh, baru kali ini bca fafic bangtan uda pnya ank dan bgs bgt, jjang authorx.. cerita ma ankx terlalu dikit nie thor perbanyak dong haahahaa

    Like

    1. Annyeong baek yubin, hahaha iya sudah di publis.. syukurlah kalo jjang beneran XD omo syugar banyak fans nih..
      gomawo sudah ikutin ff dari author, nanti akan ada bonusnya tentang mereka sama anaknya kok di tunggu bonus ffnya ya XD
      Saranghae readers :*

      Like

  11. nangis baca nasib jungkook. thor aq sdah lma nunggu ff nie, buuaguus thor ampe nangis” nie..aq jg prnh bca ff kasus serupa tp dsini lbh nusuk cz konflikx rada expert/? skaligus beda g bosen bacax,
    hhahahahaha g’ nyangka sma skali kl jungkook ade’x suga..
    but endingx keren neomu johaaaa, suka sm ank” mreke yg lucu”, keepwriting thor aq tnggu ff yg lbh jjang lgi, daebak pkokx untk project ff nie =D

    Like

    1. Aduh jangan nangis, kenapa pada nangis author gk enak sendiri bikin anak orang nangis(?) Hahahaa
      gomawo ya sudah ikutin ff ini sampai akhir, akan ada part bonus untuk ff ini harus ikuti terus ceritanya.. hahaha gk seberapa expert kok sebenarnya syukurlah kalo suka, ok di tunggu ya dear..
      Saranghae readers :*

      Like

    1. Annyeong rira.. gomawo sudah baca sampai akhir ya.. pasti author udah mulai rencana ide part bonus di tunggu ya.. hahaha pasti nanti part mereka sama anak2nya banyak dong, biasnya suga? Ok di tunggu yaa ^^
      Saranghae readers :*

      Like

  12. Ya eon sandra , ff mu benar-benar menarik😱😂. Aku selalu tertarik dengan semua ff mu,bahasa&kata-katanya tersusun rapi&sempurna👍 . Konfliknya juga tidak membosankan, ff ini dan sekuel”nya membuat aku tertawa dan ngefly sendiri eon😪😚 .. ah daebak👍 buat ff lagi eon yg seromantis mungkin dengan cast jin&jungkook😉, aku setia untuk membacanya😁😳

    Like

    1. Hahaha Annyeong anisa!! Makasih sudah baca XD ada ff ku yg last memories juga, sudah baca? Rencananya mau bikin skuel juga XD Alhamdulillah.. hahaha nanti yg romantis2 menyusul😘 Gomawooo sudah setia baca!! Talanghae🙆

      Like

      1. Aku barusan selesai membaca. Itu keren eon😂 tapi cerita nya sangat nggantung eon😥 dan eon sandra harus membuat sekuelnya! #maksa ini# 😂wkwk ..
        Oke ,aku menunggu karyamu selanjutnya eon 😜 nado talanghae🙌hahaha

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s