Chaptered · Drama · Family · Married Life · PG 17+ · Romance

My Chilhood Love Life Chapter 1


page12   

Author : Phiypind Genre : Friendship , Romance , Comedy(maybe)   CAST : Kim Seok Jin / Jin BTS Choi Ji Hyun as you or girl Im Woong Jae /  Si Wan ZE:A   Min Yoon Gi / Suga BTS Choi Eun Kyung as you or girl   BTS Member Kim Heoseok / Jhope BTS Kim Namjoon / Rap Mon BTS   Annyeong readernim author pind balik lagi dengan FF baru tentang member BTS , siapa yang suka Suga nae chingu ^^ #ngarep . Aku disini bukan plagiat ffnya admin Sandra tapi kita berdua punya project FF yang cast nya sama ingat hanya castnya aja yang sama yaitu Jin sama Suga tapi ceritanya beda kok . Silahkan kritik ini ff ya kekurangannya apa biar di ff selanjutnya bisa lebih bagus , kalau ada typo mianhae author juga manusia pasti ada salah .   Happy Read All I hope for your comment ^^ Khamsahamnida

————————————————

Chapter 1 / 2 / 3a / 3b

Jin Dream’s ON     ”jin coba kejar aku kalau bisa” kata yeoja kecil dengan senyum yang menggembang di bibirnya ”hya , jangan tinggalkan aku sendiri ” balas jin ikut berlari mengejarnya Dari arah berlawanan terlihat sebuah mobil mendekat kearah yeoja kecil itu , jin yang melihat hal itu langsung berlari sekencang mungkin agar yeoja itu berhenti berlari . Jin berhasil memberhentikan yeoja itu sebelum mobil yang melaju menabraknya. ”neumo joha ” yeoja itu berteriak lalu tersenyum ” ji hyun ah , irona . tidak tau apa badan kamu berat sekali” ucap jin pada ji hyun Ji hyun berdiri lalu menatap jin dengan marah , jin masih tertidur di jalan dia memberikan tangannya agar ji hyun menolongnya berdiri . Tetapi ji hyun tidak membantunya berdiri melainkan memukulnya ”ji hyun ah , appo … aku sudah menolongmu kenapa kamu memukulku oeh “ bela jin ”mwo… , appo ? kamu bisa tidak memperbaiki kata-kata kamu dulu sebelum meminta bantuan” balas ji hyun ”ara ara , ji hyun cantik bisa tidak tolong bantu aku berdiri , heummm… ” ucap jin dengan aegyonya Ji hyun pun membantu jin berdiri dan mengobati luka ditangannya akibat terjatuh saat menyelamatkannya . ”appo , pelan-pelan ji hyun ah ” ucap jin ”aku sudah pelan-pelan , kau saja yang tidak bisa menahan sakitnya” balas ji hyun terus mengobati luka jin walaupun jin merasa kesakitan Jin hanya diam , dia tidak bisa membalas yeoja cantik dihadapannya . Jin merasa tidak bisa berkata-kata saat wajah jihyun sangat dekat seperti sekarang. ”akhirnya selesai , jin … jin… ” ucap ji hyun setelah selesai mengobati jin tetapi jin masih melamun sambil menatap wajah ji hyun ”hya … kenapa kamu melamun ” bentak ji hyun saat merasa ada yang aneh pada diri jin ”jangan teriak aku tidak tuli , ara ” balas jin kesal ”kamu dari tadi aku panggil tidak menjawab , aku takut kamu tiba-tiba tuli karena terjatuh tadi ” ucap ji hyun dengan santai ”ne ne mianhae , ah apa kamu tidak mau berterima kasih padaku ” balas jin ”omona , sudah bagus aku mengobatimu sekarang minta imbalan juga , dasar … ” balas ji hyun dengan nada marah , tetapi di wajahnya tersirat bahwa dia tidak marah atas perkataan jin Beberapa menit ji hyun tidak memberikan sinyal apa-apa untuk memberikan imbalan pada jin yang sudah menolongnya , ketika jin akan berdiri dengan cepat ji hyun langsung mencium pipi jin dan pergi meninggalkan jin yang masih terpaku . ”sampai bertemu besok jin ” ucap ji hyun dari kejauhan ”ne , sampai bertemu besok ” balas jin sambil tersenyum   Jin’s Dream OFF   ”hyung , kenapa belum bangun ini sudah siang” teriak seorang namja dari luar kamar ”aishh ,apa aku ini eommanya yang harus membangunkannya terus setiap pagi ” kata namja itu dengan kesal   Namja itu membuka pintu kamar dengan kasar , tetapi jin tetap tidak bergeming dari tidurnya . Namja itu kaget saat melihat jin tersenyum dalam tidurnya ”hyung hyung jin hyung ireona … ireona … ” teriak namja itu sambil menguncang tubuh jin   Akhirnya jin membuka matanya dan melihat seorang namja sedang tersenyum dihadapannya ”aishh suga kamu merusak mimpi indahku ”ucap jin kesal pada suga ”oh hyung senyum-senyum tadi ternyata sedang mimpi indah , pasti mimpi itu ya ..” kata suga langsung berlari saat jin akan melemparkan bantalnya. ”aissshh , sial … ” ucap jin geram   Suga memberanikan diri melihat jin ”hyung palli …” kata suga ”ara ara , aku akan bangun , puas …!” balas jin bangkit dari tempat tidurnya   @Restaurant Zeas Cheongdamdong   Seorang yeoja berambut panjang sedang mempersiapkan beberapa bahan untuk memasak . Dari arah pintu masuk terdengar suara derap kaki seseorang ”annyeong  Chef choi” ucap seorang yeoja ”annyeong eunkyung ah . aku kira siapa?  Eh kmu tidak berangkat ke kampus , kamu bolos ya ” balas ji hyun sambil memotong beberapa sayuran ” unnie apakah aku mempunyai tampang berbuat tidak benar  ” balas eunkyung dengan kesal ”hya hya , aku hanya bercanda eunkyung ah jangan marah ya . Ah lebih baik kamu makan dulu sebelum berangkat ke kampus kebetulan aku sedang membuat pasta ” balas jihyun dengan senyuman hangatnya ”aniya unnie aku ada kuliah pagi , aku kesini hanya ingin melihat unnieku yang cantik ini ” kata eunkyung sambil membuka kulkas yang ada di dapur ”mwoya jangan memuji seperti itu , jam berapa kuliah kamu ? akan aku bawakan makanan”ucap jihyun sambil memasukkan pasta ke dalam saus ”aku tidak memuji itu memang kenyataannya kalau unnie tidak cantik woong jae oppa tidak akan tergila-gila denganmu , 30 menit lagi aku pergi dulu oenni , annyeong ” balas eunkyung langsung pergi meninggalkan jihyun di restaurant sendiri.   Ji hyun ingin melanjutkan memasak yang tertunda , tetapi dia tidak bisa segera melanjutkan karena handphonenya bunyi . Tertera di layar handphone ’ Siwan ’ , jihyun langsung menghentikan kegiatannya ”oh wae ?” ucap jihyun kepada seseorang diseberang telfon ”apakah seperti itu cara kamu menyapa kekasihmu oeh ” balas siwan ”wae , shireo . apa aku harus menggunakan aegyoku ” ucap jihyun tegas ”eumm aku mau mendengarnya , palli palli palli ” balas siwan dengan aegyonya ”jagiya… jagiya… jagiya… , annyeong … ” ucap ji hyun menggunakan aegyo dan tertawa setelahnya ”kenapa kamu tertawa ? ” balas siwan bingung ”ah… kamu taukan aku tidak punya aegyo terasa aneh jadi aku menertawakan aegyoku  ” ucap ji hyun mencoba menjelaskan ”ara ara sudahlah cukup aku saja yang mempunyai aegyo ” balas siwan dengan tersenyum ”na ara tuan Im , tumben sekali jam segini kamu menelfonku apa ada yang ingin kamu bicarakan ” ucap jihyun menyelidik ”apa aku tidak boleh menelfon anaeku kapan saja eoh” balas siwan merajuk ”ya bukan begitu hanya saja ini bukan kebiasaan tuan Im , biasanya dia jam segini sedang membaca koran sambil minum kopi” ucap jihyun jelas ”aigoo , kita seperti sudah menikah saja , kamu tau semua yang aku lakukan , jangan-jangan kamu diam-diam memasang cctv dirumah jadi kamu tau apa yang aku lakukan ” balas siwan menyelidiki ”omo ! tuan Im kau sepertinya memang ingin aku memasang cctv dirumahmu agar aku bisa tau siapa saja yang datang kerumahmu , yeoja atau namja dan melakukan apa disana , seperti itu yang kamu mau tuan Im ” balas jihyun dengan nada keras   Siwan menjauhkan handphonenya dari telinga , dan tersenyum mendengar setiap perkataan yang dilontarkan oleh yeoja yang sudah mengisi hatinya 5 tahun terakhir ini . Siwan tenggelam dialam pikirannya , dia melupakan seseorang yang sejak tadi dia telefon . Jihyun pun geram karena siwan tidak menjawabnya , dia langsung menekan tombol merah di handphonenya . sesaat setelah terdengar panggilan yang diputuskan , siwan tersadar dari lamunannya   Siwan POV Pabo , bagaimana bisa aku lupa kalau aku masih berkomunikasi dengan jihyun. kalau dia marah bagaimana , apa aku langsung masuk saja ke dalam restaurant Siwan POV End   Mobil BMW berwarna putih terparkir di depan restaurant ji hyun sejak eunkyung masuk kedalam restaurant itu . Namja itupun memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan memasuki restaurant yang sejak tadi dia perhatikan . Ji hyun mendengar pintu restaurantnya terbuka   ”eunkyung ah, apa itu kamu ?”  ucap jihyun yang sibuk membereskan peralatan memasak   Tidak ada yang menjawab , ji hyun pun tidak mendengar ada sepasang kaki yang berjalan di dalam restaurantnya .ji hyun meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda , dia bergegas membereskan peralatan dan bahan karena 30 menit lagi para karyawannya akan datang. Saat ji hyun ingin memindahkan galon ada sebuah tangan yang menahannya   ”oppa , kau mengagetkanku saja , kau seperti hantu saja yang  tiba-tiba muncul ” ucap ji hyun berdiri sejajar dengan siwan Siwan hanya tersenyum ”ini mau diletakkan dimana ?” ucap siwan bersiap mengangkat galon tersebut ”letakkan dipinggir lemari es itu saja ”ucap jihyun yang matanya tidak lepas dari siwan ”apa oppa sudah makan , kalau belum ayo makan bersama aku baru saja membuat pasta ” ucap jihyun lagi ”aku kesini memang untuk makan bersamamu , sudah lama kita tidak makan bersama ” balas siwan yang berjalan menghampiri jihyun dan membawa makanan yang sudah dipersiapkan oleh jihyun.   Mereka berdua duduk disalah satu meja di restaurant itu , dan menyantap pasta itu tanpa berbicara . Namun , beberapa kali siwan diam-diam memandangi sosok yeoja di hadapannya   ”apa wajahku lebih enak dari pada makanan yang aku buat ” ucap jihyun tiba-tiba ”dua-duanya , wajah kamu enak dipandang dan makanan buatan kamu memang selalu enak bukan ” balas siwan memuji ”aku tidak suka dipuji terus , cepat habiskan makanan oppa lalu pergi ke kantor ” ucap jihyun ”kenapa kau ingin aku cepat-cepat pergi kekantor ? Apa kau tidak merindukanku jihyun ah ?” ucap siwan dengan aegyonya ”bukan begitu oppa , hanya saja jika aboenim mencarimu bagaimana? Aku juga menrindukanmu sangat oppa” balas jihyun ”arraseo nyonya Im aku akan mendengarkanmu  ” balas siwan tersenyum dan melanjutkan makan   Ji hyun merasakan kupu-kupu terbang di perutnya , dia tidak meneruskan makannya . Sepertinya jika melihat siwan makan dengan lahap ji hyun akan merasa kenyang sekali. Lamunan ji hyunpun pecah karena handphone siwan bunyi   ”jagiya aku harus segera kekantor ” ucap siwan diikuti dengan ciuman refleks di bibir ji hyun.   Jihyun hanya memberikan senyum manis kepada namja berparas tampan itu. Dia tidak ingat semenjak kapan telah jatuh cinta kepada siwan namja yang sudah mengisi hari-harinya.     Disebuah restaurant kecil seberang universitas S , terlihat seorang namja sedang bergelut dengan peralatan masak. Dia sangat serius sehingga tidak mengetahui jika ada orang yang sedang berbincang di dalam restaurantnya. 1400227182782 1400227166508 ”hyung kau tidak ada kuliah hari ini ? ” ucap j-hope yang sedang membantu suga menurunkan kursi dari meja ”ada tapi siang j-hope , bagaimana dengan kalian ?” balas suga terhadap kedua juniornya di seoul universitas   ”hari ini profesor lee menghadiri rapat di luar kota , so we are free today” ucap rap mon dengan gerakan dance yang menurutnya itu dance   ”kalau begitu kalian hari ini harus membantu jin hyung di restauran . kalian tidak ada jadwal apa-apa bukan?” balas suga melirik kedua juniornya   Rap mon dan j hope saling bertatapan lama , entah apa yang mereka bicarakan melalui mata mereka. Namun , mereka tiba-tiba berlari meninggalkan suga sendiri di restaurant .   “hya kenapa kalian kabur , awas kalau kalian kesini nanti “ ucap suga geram terhadap kedua juniornya .   Eunkyung yang akan masuk ke restaurant jin, tiba-tiba Namjoon dan Hoseok menabraknya dan membuat eunkyung terjatuh . mereka berdua kaget menemukan sunbaenya sudah terduduk di jalan   “ah mianhae sunbae , kita tidak tau jika sunbae sedang berdiri diseberang pintu “ ucap j hope yang segera mengulurkan tangannya untuk menolong eunkyung berdiri   “gomawo , tapi lain kali kalian harus berhati-hati agar tidak ada korban selanjutnya arraseo” ucap eunkyung yang sibuk membersihkan pakaiannya   “baik sunbaenim , kami pergi dulu” balas hoseok dan namjoon , membungkukkan badannya langsung pergi dengan tergesa-gesa   Eunkyung heran melihat tingkah laku mereka berdua , saat eunkyung membuka pintu suatu benda tepat mendarat diwajah eunkyung .     FlashBack 3 menit yang lalu   Suga yang geram hendak memberikan pelajaran kepada namjoon dan hoseok , dia bersiap-siap akan melemparkan kain yang digunakan untuk membersihkan meja . Suga bersiap siap dibalik pintu , saat pintu terbuka suga langsung melempar kain itu . Namun , suga kaget karena orang yang terkena lemparan bukan targetnya .   FlashBack End   Eunkyung mengambil kain yang berada diwajahnya dan melemparkannya pada suga . Eunkyung langsung berjalan masuk kedalam restaurant , meletakkan tasnya lalu menuju kamar mandi dengan membanting pintu keras. Jin yang sedang mempersiapkan beberapa masakan menjadi terganggu karena suara keras dari pintu kamar mandi.   ”hya suga , aku sudah bilang jangan keras-keras menutup pintu kamar mandi , kalau rusak bagaimana ? ” ucap jin   Suga tidak berkomentar apa-apa dia hanya memberikan isyarat bahwa bukan dia yang menutup pintu kamar mandi dengan keras. Tidak beberapa lama eunkyung keluar dari kamar mandi dengan keadaan wajah masih sedikit basah .   ”oppa tissu kamar mandi kamu habis! Apa oppa tidak pernah mengeceknya? , bagaimana kalau konsumen mengkomplain hal sepele seperti ini? ” ucap eunkyung yang sedang mencari sesuatu didalam tasnya   ”mian mian oppa lupa mengeceknya , mianhae eunkyung ah ” balas jin mengambil tempat duduk disamping eunkyung   Eunkyung membalikkan badannya dan memperhatikan suga dengan tajam , suga yang merasakan tatapan eunkyung yang penuh amarah langsung berlutut di samping eunkyung   ”araseo , mianhae aku tadi tidak sengaja dan aku tidak bermaksud melempar kain itu padamu eunkyung ah  ” ucap suga penuh penyesalan   Eunkyung hanya melihatnya sekilas tanpa membalas perkataan yang diucapkan suga dan mengalihkan perhatiannya pada jin   ”oppa aku lapar , bisa buatkan makanan seperti biasanya ” ucap eunkyung dengan mengeluarkan beberapa buku dari tasnya   Jin hanya menganggukkan kepalanya dan berdiri , kemudian memberikan isyarat kepada suga agar duduk di hadapan eunkyung. Suga memperhatikan yeoja yang sedang serius membaca buku.   ”apa kamu tidak ada kuliah ?” tanya suga dengan hati-hati ”ada , tetapi dosennya tidak datang” balas eunkyung tidak meninggalkan buku yang dibacanya ”apa kamu masih marah soal kemarin ? aku benar-benar minta maaf seharusnya aku tidak membohongimu . Bukan , aku tidak berbohong hanya saja … ” ucap suga menggantung ”hanya saja apa? Apa ? sudahlah tidak perlu dijelaskan aku sudah tau kalau kalian berdua sedang nge date ” balas eunkyung dengan menatap mata suga   Suga sangat kaget mendengar pernyataan yang dilontarkan teman masa kecilnya itu . Sampai dia tidak bisa berkata apa-apa untuk membalasnya. Dari arah dapur jin membawakan makanan yang menjadi menu favorit eunkyung di restauran kecil ini.   ”ini pesanan anda , silahkan dimakan” ucap jin sambil menghidangkan makanan   Jin duduk kembali di samping eunkyung dan memberikan isyarat pada suga agar dia pergi .   ”wae hyung , aku masih ingin disini” ucap suga sebal “apa kamu tidak akan siap-siap untuk berangkat kuliah oeh” balas jin   Suga melihat jam yang ada didekat meja kasir . Dia langsung bergegas menuju kamarnya , saat akan menaiki tangga suga kembali lagi kemeja dimana eunkyung dan jin duduk.   “kenapa kamu kembali lagi , cepat sana mandi !” perintah jin   Suga tidak mendengarkan jin . Dia malah melihat eunkyung , tetapi yeoja itu sama sekali tidak memperdulikan suga yang sedari tadi melihatnya.   ”eunkyung aku akan mandi dengan cepat dan mengklarifikasi soal kemarin , ara ” ucap suga tergesa-gesa   Suga segera berlari menuju kamarnya yang ada di lantai 2 . Jin yang melihat kelakuan suga hanya menggelengkan kepalanya .   ”ada apa dengan kalian berdua , tidak biasanya kalian bertengkar seperti ini . Aneh rasanya ” ucap jin sambil berfikir   ”Aneh ? apakah bertengkar itu aneh oppa ? balas eunkyung sebal   ”bukan seperti itu . hanya saja tidak biasa saja kalian bertengkar . atau jangan-jangan kalian diam-diam berpacaran dan kau cemburu eunkyung ah ” ucap jin dengan senyum bahagianya   ”huft… oppa kita berdua tidak berpacaran . Dan aku tidak bertengkar hanya kesal saja pada suga” balas eunkyung dengan mengaduk-aduk makanannya   Jin memandang eunkyung penuh pertanyaan di raut wajahnya   ”kenapa oppa melihatku seperti itu?” ucap eunkyung yang merasa ditatap terus oleh jin   ”aku hanya teringat masa kecilku . dulu yeoja kecil itu juga selalu kesal terhadapku” balas jin dengan senyum membayangkan kejadian waktu itu   ”yeoja kecil ? teman masa kecil oppa?” ucap eunkyung semangat   ”iya , dia satu-satunya teman yang aku punya . walaupun banyak yeoja lain yang mendekatiku , tetapi dialah satu-satunya yeoja yang membuatku nyaman ” balas jin dengan senyum mengembang dibibirnya   Dari arah tangga suga ikut masuk kedalam obrolan jin dan eunkyung   ”dan hyung selalu memimpikan yeoja itu setiap dia tidur sampai sekarang ” balas suga yang sudah rapi dengan kemeja putihnya ”apa benar oppa ? kalau begitu oppa sangat menyukai yeoja itu . apa oppa masih sering bertemu dengannya ?” ucap eunkyung semangat   Terlihat raut wajah jin berubah . Dia tampak sedih mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh eunkyung tentang yeoja yang selalu berada di mimpinya. Suga yang sibuk di dapur tidak melewatkan percakapan antara eunkyung dan jin .   “apa kamu tidak bisa membaca situasi oeh? Kalau jin hyung selalu bermimpi tentang yeoja itu , berarti jin hyung tidak pernah bertemu dengan yeoja itu ara” ucap suga berusaha menjelaskan pada eunkyung   “memangnya ada teori seperti itu tsk tsk tsk. Apa oppa merindukannya ? aku rasa oppa memang merindukan yeoja itu dan terbawa sampai ke mimpi ”ucap eunkyung berusaha mengembalikan mood jin   ”ya aku selalu merindukannya . Aku ingin tau bagaimana keadaan dia sekarang . Pasti dia tumbuh menjadi seorang yeoja yang cantik dan di gilai para namja pastinya ” balas jin dengan senyum yang dipaksa   ”mianhae oppa membuatmu sedih dipagi yang cerah ini ” ucap eunkyung yang merasa bersalah mengingatkan masa lalu jin   ”kamu tidak bersalah eunkyung ah . Suga lah yang bersalah tidak mengutarakan isi hatinya padamu . Alasan itulah dia berbohong padamu” balas jin yang mengungkapkan rahasia orang lain   Suga yang sedang minum tersedak mendengar penjelasan jin akan alasannya berbohong kepada eunkyung waktu itu. Suga keluar dari dapur menatap tajam pada jin dan segera keluar dari restauran. Jin hanya geleng-geleng melihat tingkah suga yang malu saat jin memberitahukan kebeneran tentang perasaannya pada eunkyung. Eunkyung hanya diam dia tidak berani bertanya tentang kebenaran pernyataan yang dilontarkan jin padanya .   Suasana mencair saat terlihat beberapa mahasiswa/mahasiswi memasuki restauran . Jin langsung menghampiri mereka dan mencatat pesanan mereka , sedangkan eunkyung membersihkan sisa makanannya dan langsung membantu jin melayani mahasiswa/mahasiswi yang datang. Eunkyung membantu jin mengantarkan makanan di meja dan menjadi kasir . Restauran sudah tidak seberapa ramai , eunkyung memutuskan menyalakan televisi yang disediakan di restauran itu . Jin duduk disamping eunkyung setelah dia mengantarkan pesanan . Setelah mengganti channel beberapa kali eunkyung menemukan stasiun televisi yang menayangkan restauran milik jihyun sepupunya.   ”oh unnie da ” ucap eunkyung sambil tersenyum melihat sepupunya di televisi ”kamu mengenal yeoja itu ” tanya jin tanpa menggalihkan pandangannya dari layar televisi ”tentu saja aku mengenalnya , dia sepupuku . Waeyo oppa ?” eunkyung memandang jin penuh tanya ”aku pernah melihatnya di kontes memasak . Saat pertama kali melihatnya aku merasa sudah kenal dengannya dan nama sepupu kamu sama dengan nama teman masa kecilku itu” balas jin dengan panjang lebar   ”begitu . Apa oppa sempat berkenalan dengannya di kontes itu ?” tanya eunkyung yang merasa penasaran   ”tidak sempat . sempat aku mencarinya setelah kontes tetapi sepertinya dia sudah meninggalkan tempat kontes itu” balas jin dengan nada tidak bersemangat   ”apa oppa mau aku kenalkan dengan unnie ku ? kalau benar kalian teman masa kecil pasti unnie mengingatnya oppa . oette ?” ucap eunkyung memberikan saran kepada jin   Jin masih memikirkan saran yang diberikan eunkyung padanya . Entah apa yang membuat dirinya masih berfikir untuk bertemu dengan jihyun . Tak lama suga pun datang dia tidak sendiri . Suga membawa 2 orang yang membuatnya kesal hari ini . Namjoon dan Hoseok kaget melihat eunkyung masih berada di restauran jin . Mereka membungkukkan badan saat melewati eunkyung . Eunkyung kemudian pamit pada jin untuk pulang , tetapi suga mencegahnya untuk pergi.   ”wae , kan kamu sudah pulang yoon gi ah ” ucap eunkyung sambil melepaskan celemeknya   ”iya tapi masalah kita belum selesai eunkyung ah ” balas suga dengan nada meminta   ”kapan-kapan saja , aku harus pulang ada yang harus aku kerjakan arraso ” ucap eunkyung langsung pergi meninggalkan restauran jin   Suga hanya melihatnya dari jauh tanpa mengantar eunkyung keluar . Dari arah dapur 2 orang namja sedang tertawa pelan . Mendengar suara ketawa itu suga langsung melirik kearah dapur . Sedangkan jin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku mereka bertiga.     @Im Corporation   Orang-orang berjas membungkukkan badanya saat melewati seorang namja muda yang tampan itu. Tampak jelas wajah lega pada namja tampan itu , lalu dia mengirimkan sebuh pesan melalu smartphonenya. Im wongjae atau siwan , namja itu tersenyum pada semua orang yang berpapasan dengannya. Saat memasuki ruangan kerjanya , ada seseorang yang sedang menduduki kursinya . Siwan tidak bisa melihat orang yang duduk dikursi itu , karena kursi menghadap kearah dinding . Siwan berjalan mengendap kearah meja kerjanya .Tiba-tiba kursi itu membalik dan terlihat seorang yeoja tua berparas cantik menggunakan haenbok (baju tradisional korea).   ”eomma , menggagetkanku saja ” ucap siwan yang kaget melihat eommanya berada di ruang kerjanya . Siwan langsung memeluk eommanya dengan erat   ”apa eomma seperti hantu sampai kamu kaget seperti itu ?” balas eomma siwan dengan tenang   ”aniyo eomma , mana ada hantu secantik eomma . Ada apa eomma sempai kekantor?” ucap siwan pada eommanya   “jangan memuji dasar anak nakal . Kenapa kamu tadi pagi tidak ada di rumah , kemana pagi-pagi , apa kamu pergi menemui jihyun ?” balas eomma siwan berturut-turut   ”eomma kalau bertanya satu-satu , pasti aku akan menjawabnya ” ucap siwan dengan mengajak eommanya duduk di sofa .   ”apa eomma tadi pagi kerumah ? mianhae , seharusnya eomma menelfonku terlebih dahulu . aku memang benar tadi menemui jihyun sudah lama aku tidak bertemu dengannya . jangan marah ya eomma ” ucap siwan dengan nada bersalah pada eommanya itu   “eomma tidak marah , wajar kalau kamu bertemu dengan jihyun diakan kekasih kamu . Kenapa jihyun sekarang ini tidak pernah kerumah ?” balas eomma siwan yang membuatnya bingung akan memberikan jawaban seperti apa . Siwan terdiam masuk kedalam fikirannya sendiri dan melupakan seorang yeoja tua yang terlihat bingung melihat anak lelakinya.   ”apakah sangat susah menjawab pertanyaan eomma , siwan ah ?” ucapan yeoja tua itu mengembalikan siwan pada alam nyata   ”dia sedang sibuk eomma ,  restaurannya selalu ramai pengunjung jadi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya . Eomma tidak perlu khawatir aku akan segera mengajaknya kerumah lagi ” balas siwan dengan nada meyakinkan kepada eommanya   ”siwan ah , jihyun sibuk tidak apa-apa buat eomma . Tetapi eomma memikirkanmu , Apa tidak sebaiknya kamu mencari yeoja lain yang ingin segera menikah” ucap yeoja tua itu dengan nada tinggi . Siwan tau hal inilah yang membuat eommanya selalu mengawasi dirinya dan jihyun.   ”bagaimana eomma bisa berbicara seperti itu ? aku sudah pernah menjelaskan semua pada eomma bahwa jihyun masih ingin mengejar karirnya . aku mohon eomma mengerti dan jangan pernah menyuruhku mencari yeoja lain aku hanya mencintai jihyun” balas siwan dengan nada kecewa . Dan ucapan siwan membuat ibunya lebih marah . Bagaimana tidak , orang tua pasti akan menghawatirkan anaknya yang sudah memasuki usia menikah tetapi tidak segera menikah.   Hubungan antara siwan dan jihyun menjadi renggang 1 tahun terakhir ini karena eomma siwan memintanya untuk segera menikah . Jihyun selalu menghindar jika siwan mengajaknya bertemu dengan orangtuanya setiap bertemu pasti eomma siwan akan selalu menanyakan tentang pernikahan . Namun , bukan jihyun tidak mau menikah tetapi dia masih bingung akan perasaannya terhadap siwan .   ”Baiklah jika kamu tidak ingin mencari yeoja lain , biar eomma yang mencarikan yeoja untukmu . Dan kamu harus segera mengakhiri hubungan dengan jihyun” ucap eomma siwan lalu meninggalkan ruangan itu . Wajah siwan berupa pucat dengan apa yang dikatakan eommanya . Siwan berfikir bagaimana bisa dia tiba-tiba memutuskan jihyun .   Siwan mencari kontak di dalam smartphonenya , dia menuliskan sesuatu dan mengirimnya pada jihyun . Tidak ada balasan dari pesan yang dikirimkan siwan pada jihyun . Siwan memijat kepalanya yang pusing memikirkan masalah yang membuat hubungannya dengan jihun merenggang.   To: Nyonya Im   Apakah hari sabtu ini kau ada waktu ? Eomma merindukanmu       Wajah jihyun yang awalnya senang karena siwan mengirim pesan padanya . Saat membaca isi pesan itu wajah jihyun berubah dia sudah melupakan tentang keinginan eomma siwan tetapi sepertinya hal itu tidak dilupakan oleh eomma siwan. Jihyun tidak menyadari jika sedari tadi eunkyung menatapnya bingung . Sampai akhirnya eunkyung menggebrak meja yang ada di depannya.   ”eunkyung ah kenapa kamu menggebrak meja . Apa kamu mau membuatku mati muda ?” ucap jihyun dengan menenangkan hatinya   ”mianhae unnie  , habisnya aku sudah 1 menit disini tetapi kamu tidak mengetahuinya . Apa yang sedang oenni pikirkan ? sampai tidak mengetahui bahwa ada orang yang masuk ke dalam ruangan”  balas eunkyung menyelidiki arti raut wajah jihyun   ”aku baik-baik saja eunkyung ah . Kenapa kamu baru pulang bukannya matakuliah hanya satu ?” ucap jihyun yang mengalihkan pembicaraan mereka   ”baiklah oenni kau berhutang penjelasan padaku nanti . Aku tadi membantu temanku di restaurannya “ balas eunkyung dengan bersiap-siap untuk membantu di restaurant jihyun   ”kamu baik sekali pada temanmu itu , apa kamu menyukainya ?” ucap jihyun menginterogasi sepupunya itu . Jihyun mencium sesuatu yang aneh tidak biasanya eunkyung mau membantu orang lain jika tidak ada imbalannya.   ”kenapa oenni selalu memojokkanku ? Aku membantunya karena kasihan dia sendiri dan tidak ada yang membantu , ara ” balas eunkyung marah . Dia langsung keluar dari ruangan jihyun tanpa melihat kebelakang.   Jihyun memperhatikan pekerjaanya tidak terkecuali eunkyung , tetapi walaupun dia memperhatikan pandangannya kosong. Eunkyung melihat jihyun yang sedari tadi melamun dan duduk seperti patung. Malam pun tiba waktu menunjukkan tepat pukul 11 KST . Jihyun menutup restaurannya dan masuk kesebuah mobil berwarna putih . Di dalam mobil hanya terdengar suara penyiar radio tidak ada yang di bicarakan oleh kedua yeoja itu . Eukyung menghawatirkan jihyun yang sikapnya berubah dia tidak pernah melihat jihyun seperti ini sebelumnya. Jihyun tidak menyadari jika sedari tadi eunkyung meliriknya dan memasang wajah berharap agar jihyun tidak mendiamkannya seperti ini . Sejak awal jihyun hanya menatap keluar jendela dan sepertinya pikirannya sedang melayang-layang entah kemana. Bahkan sesampainya dirumah jihyun langsung melangkahkan kakinya menuju kamar dan sama sekali tidak menghiraukan eunkyung.   Siwan menatap layar smartphonenya tidak ada balasan dari jihyun . Dia merasa hari ini adalah hari yang sangat buruk dikehidupannya . Apakah dia akan kehilangan yeoja ini untuk kedua kalinya . Siwan menghilangkan fikirannya tentang hal itu , dia berharap agar hubungannya dengan jihyun tidak berakhir .   Kedua yeoja itu sudah berbaring di tempat tidur king sizenya . Eunkyung berfikir apakah dia yang harus berbicara terlebih dahulu pada jihyun ataukah harus menunggu jihyun yang berbicara terlebih dahulu padanya.   Sementara itu dilain tempat 2 orang namja sedang membaringkan tubuhnya yang lelah . Suga menatap jin yang berbaring disampingnya , entah apa yang ingin dia katakan pada jin.   ”hyung… apa kau mempunyai perasaan pada eunkyung ? ucap suga hati-hati . jin kaget mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan suga padanya   ”Astaga , apa kamu berfikir seperti itu terhadapku? Apakah aku terlihat menyukainya ?”balas jin tidak percaya   ”kalian terlihat sangat dekat sekali , walaupun aku teman kecilnya aku tidak pernah bicara selama itu pada eunkyung dia berbeda saat berbicara denganmu hyung . hal itu membuatku kesal ” ucap suga menjelaskan semua yang dipendamnya   ”kalian berdua itu aneh , Apa kalian benar-benar berkencan dibelakangku?” balas jin yang membuat suga terduduk   ”ani , kita tidak berkencan . aku hanya kesal dia tidak perhatian lagi seperti waktu dia kecil dulu . Aku tidak mengerti Apa semua yeoja seperti itu” ucapan suga membuat jin menertawainya   ”hyung aku serius jangan menertawaiku ” ucap suga yang merasa terhina karena teman curhatnya menertawainnya   ”aku kasih tau ya kalian berdua itu sama-sama mencintai satu sama lain , tetapi tidak ada yang mau mengakuinya . Mungkin waktu kalian kecil belum mengetahui apa artinya cinta , jadi kalian bermain saling perhatian bertengkar itu biasa . Tetapi setelah kalian berdua dewasa dan mengerti arti cinta Eunkyung bukan tidak memperhatikanmu , tetapi dia berusaha menjaga perasaannya karena kalian berdua sudah berteman sejak kecil” ucap jin berusaha menjelaskan pada suga agar tidak terjadi kesalahpahaman antara suga dan eunkyung “Apa itu eunkyung yang bilang padamu hyung?” Balas suga bingung akan kebenaran dari perkataan jin “Bukan , itu hanya anggapanku saja jika melihat gerak gerik yang ditunjukkan eunkyung saat berbicara denganmu” balas jin merinci. Suga masih berusaha mencerna penjelasan panjang lebar jin.   Sementara itu eunkyung semakin merasa risau melihat jihyun yang diam .   “Unnie… bicaralah!” ucap eunkyung dengan lantang agar jihyun berbicara “Bicara apa ? Kamu kenapa menyuruhku berbicara ?” Balas jihyun sebal “Aneh saja ketika kau diam unnie. Ceritakan padaku jika ada masalah , setidaknya akan mengurangi deritamu” ucap eunkyung dengan bijak “Apa kamu mau mendengarkanku jika aku bercerita ?” Balas jihyun dengan senyum menyeringai “Tentu saja kenapa tidak ? Bukannya kita memang selalu bercerita satu sama lain” ucap eunkyung tenang “Benarkah! Bukannya waktu itu kamu tidak mau cerita kenapa kamu sangat marah ” balas jihyun menyelidik “Oh waktu itu aku tidak mood untuk menceritakannya ” ucap eunkyung malu dan jihyun menatap seperti menagih hutang yang belum lama tidak dibayar “Araseo aku akan menceritakannya , tetapi oenni juga janji kalau nanti ceritakan apa yang membuatmu menjadi murung” ucap eunkyung sebal diikuti anggukan kepala jihyun .   Flashback   Setiap sabtu di minggu ketiga suga dan eunkyung selalu jalan bersama dan berakhir disebuah cafe eskrim di daerah kangnam tempat hangout favorit mereka. Namun, suatu ketika suga secara tiba-tiba membatalkan rencana hangout mereka . Eunkyung tidak marah pada suga karena alasan suga adalah untuk mengajari hoobaenya . Untuk itu eunkyung tidak masalah jika dia ke cafe eskrim itu sendirian , tetapi saat memasuki cafe eunkyung melihat suga bersama para hoobae(danyeoja). Ada yang janggal mereka tidak melakukan pembelajaran apapun , mereka hanya mengobrol satu sama lain. Eunkyungpun memutuskan untuk masuk dia berfikir bahwa apa yang dilakukan suga bukanlah urusannya , dan dia hanya ingin makan eskrim hari itu dicafe eskrim ini.   Flashback End     “Lalu setelah itu apa yang terjadi ?” Tanya jihyun penasaran dengan kelanjutan cerita eunkyung “Setelah aku selesai memesan suga melihatku dan dia seperti orang yang kebingungan ” ucap eunkyung dengan santai “Kebingungan? Seperti kepergok selingkuh saja si suga . Sebentar kalian berpacaran ? ” tanya jihyun yang merasa semangat mendengar kelanjutan cerita eunkyung “Kita tidak berpacaran , jangan seenaknya mengambil keputusan unnie ” ucap eunkyung sebal “Araseo , teruskan ceritamu” balas jihyun “Ya aku lalu mencari tempat duduk dan memakan es krimku . Tiba-tiba suga menghampiri mejaku dan menjelaskan penjelasan yang sama bahwa dia sedang belajar” ucap eunkyung dengan tegas “terus kenapa kamu kesal waktu itu , bukannya dia sudah menjelaskannya” balas jihyun menyelidik “Kita bertengkar karena aku bilang jika ingin berkencan ya bilang saja berkencan jangan bilang kalau belajar . Aku tidak masalah jika kamu mempunyai seorang kekasih. Aku hanya bilang seperti itu lalu dia marah , siapa yang tidak kesal dia memarahiku ketika aku tidak berbuat salah” ucap eunkyung berusaha menjelaskan situasi yang membuatnya kesal ” Apa kamu tidak menyadarinya eunkyung ah  kalau suga menyukaimu . Terlihat sekali bagaimana dia berbohong agar kamu tidak marah terhadapnya” balas jihyun berusaha menjelaskan maksud suga “Mana mungkin dia menyukai aku lagipula mana ada teman jadi kekasih . Aku juga tidak suka dengan status teman jadi kekasih ” ucap eunkyung mempertegas hubungannya dengan suga “Jangan beranggapan seperti itu . Kalau kamu suka suga tidak ada yang melarang selagi dia tidak mempunyai kekasih . Jangan kesal hanya karena masalah sepele seperti itu mungkin kamu harus meminta penjelasan kenapa dia berbohong ” balas jihyun mencoba membuka hati eunkyung terhadap seorang namja . Eunkyung menatap jihyun mencari kebohongan akan ucapannya tetapi nihil semua yang diucapkannya benar .     Back to suga and jin   “Satu hal lagi yeoja itu tidak suka dibohongin siapapun dia chingu , yeojachingu , eomma , halmoeni . Jangan pernah bebohong pada yeoja” ucap jin mempertegas maksud pembicaraannya tadi “Aku pernah berbohong pada eunkyung tetapi aku berbohong agar dia tidak marah . Namun , sebaliknya dia marah karena aku membohonginya ” balas suga lemas mengingat kejadian waktu itu dan dia merasa besalah karena memarahi eunkyung “Kalau begitu kamu harus menjelaskan dengan jelas . Dan utarakan isi hatimu , sampai kapan kamu akan menyembunyikannya ” balas jin memberikan semangat pada suga “Mungkin besok aku akan menjelaskan padanya dan untuk mengutarakan hal itu entalah sepertinya eunkyung tidak akan suka ” balas suga dengan datar dan eksprisinya sedih jika teringat hal itu ” waeyo ? Dia menyukai namja lain? ” ucap jin menginterogasi “Aniyo , hanya saja dia tidak suka jika teman menjadi kekasih . Itulah yang membuatku merasa frustasi aku sudah berusaha melupakannya dan mencari yeoja lain tetapi eunkyunglah yang bisa mengerti aku dan membuatku nyaman ” balas suga mendetail “Mungkin dia berfikir jika kalian menjalin hubungan dan suatu saat putus, hubungan pertemanan kalian akan putus. Tetapi kamu harus terus berjuang agar dia merubah anggapannya itu ” ucap jin berusaha menenangkan suga “Kalau aku yeoja , aku pasti akan langsung menerimamu tidak ada memikirkan untuk kedua kalianya ” ucap jin lagi berusaha menghibur suga “Tetapi aku tidak akan menerimamu hyung , aku tidak suka dengan yeoja yang mempunyai kepribadian sepertimu” balas suga tegas “Mwo apa maksudmu bicara seperti itu ” ucap jin kemudian menyerang suga yang menertawakannya dengan bantal . Malam itu mereka berdua tertawa lepas dengan perang bantal dan membuat seisi kamar menajdi pulau kapuk .   “Sekarang giliran unnie yang bercerita ” ucap eunkyung menagih “Sebenarnya kamu sudah tau apa yang membuatku menjadi murung ” balas jihyun menatap eunkyung “Apa tentang eomma siwan oppa?” ucap eunkyung hati-hati “Iya , oppa mengajakku bertemu dengan eommanya . Kamu tau aku selalu menghindari hal itu karena eomma siwan selalu menanyakan tentang pernikahan” balas jihyun . Eunkyung langsung memeluk sepupunya itu tanpa mengeluarkan sepatah katapun dia tidak tega melihat jihyun menderita akan perasaannya .     Keesokan Harinya   Eunkyung terbangun oleh pesan masuk di smartphonenya   From: Min Yoon Gi   Apa hari ini kau ada waktu aku ingin menjelaskan kejadian waktu itu . Aku tunggu di taman kampus jam 9 .   Jihyun ikut terbangun karena tempat tidur bergerak   “Siapa eunkyung ah yang pagi-pagi menggangu ?” Ucap jihyun dengan merenggangkan badanya akibat tidur semalam “Ah ini suga mengajakku bertemu ” balas eunkyung sambil membalas pesan dari suga “Baguslah segeralah berbaikan, tidak baik bertengkar lama-lama ” balas jihyun yang kembali menyelimuti dirinya     @Taman Kampus Universitas S   Eunkyung baru menyadari jika hari minggu taman kampus akan ramai sekali dengan CC (Campus Couple) yang meghabiskan akhir pekan dikampus . Suga terlihat keluar dari sebuah kedai kopi dengan membawa 2 gelas minuman . Dia melihat eunkyung yang duduk didekat pohon rindang dan segera berlari menghampirinya .   ”ini , mian aku sedikit telat ” ucap suga sambil memberikan minuman yang dia bawa untuk eunkyung . ”gwenchana , duduklah” balas eunkyung dan suga mengambil duduk disebelahnya   Berapa menit setelah kedatangan suga tidak ada satupun dari mereka yang memulai untuk berbicara .   ”bicaralah kenapa kamu diam saja ” ucap eunkyung membuat suga sadar dari lamunannya   Setelah itu suga langsung berlutut didepan eunkyung dengan memegang tangannya dan menjelaskan panjang lebar tentang kebohongan yang dia buat.   ”kamu maukan memaafkanku eunkyung ah ” ucap suga sungguh-sungguh dari lubuk hatinya . ”apakah kamu harus meminta maaf dengan cara seperti ini . Lihat semua orang melihat kearah kita kalau mereka berfikir yang aneh-aneh tentang kita bagaimana ?” balas eunkyung sambil menunjukkan pada suga bahwa orang yang berada di taman kampus memperhatikannya. ”jangan pedulikan mereka mungkin mereka iri melihat kita berdua. Kamu sudah memaafkanku kan ? ucap suga bahagia ”tetap saja aku tidak suka . iya aku sudah memaafkanmu min suga ” balas eunkyung bangkit dari tempat duduknya dan segera pergi . suga ikut bangkit dan mengikuti eunkyung lalu menarik tangannya   ”kamu mau kemana ? tiba-tiba pergi ” ucap suga menggatur nafasnya karena berlari ”bukannya kamu mau latihan seperti biasanya ?” balas eunkyung yang diikuti dengan senyum mengembang suga  lalu dia menggenggam erat tangan eunkyung dan melangkah bersama menuju tempat latihan.   Sementara itu jin sedang ingin berjalan  disekitar Cheondamdong dia sedang mencari sebuah restauran terkenal didaerah itu yang akan membuat mimpinya menjadi nyata ’Bertemu kembali dengan teman kecilnya’. Jin pun menemukan sebuah restauran yang terlihat sangat ramai dengan mobil yang terpakir di samping gedung restauran yang bertuliskan ’Zeas’ itu . Banyak pasangan yang keluar masuk dari restauran itu jin memutuskan untuk masuk kedalam restauran seorang waiters menghampirinya   ”Bisa saya bantu tuan ”   Jin tidak mendengar suara pelayan itu dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang sudah lama ingin dia temui. Pelayan itu bertanya lagi pada jin tetapi tetap saja jin tidak memperdulikan pelayan itu akhirnya dia memberitahu pada jihyun bahwa ada seseorang yang aneh masuk kedalam restaurannya . pelayan itu memberikan kode  bahwa orang yang aneh ada disampingnya   ”maaf tuan anda mencari siapa ?” ”saya mencari pemilik restauran ini ” ucap jin tanpa mengalihkan perhatiannya mencari jihyun . jihyun mengisyaratkan pelayan itu untuk pergi melayani tamu lain. ”kalau anda mencari pemilik restauran ini seharusnya anda sedari tadi sudah mengetahui bahwa saya ada didepan anda ” ucap jihyun membuat jin menatap wajah yeoja didepannya itu .   Jihyun merasa tidak nyaman karena setelah dia memberitau bahwa dialah pemilik restauran jin semakin menatapnya dalam diam .   “Maaf apa anda mengenal saya ? ” tanya jihyun dan jin menganggukan kepalanya Entah apa yang dipikirkan jin sehingga membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Karena jin tidak berkata apapun jihyun mengajaknya keruang kerjanya untuk berbicara .   “Maaf tuan anda perlu apa mencari saya? Jika anda tidak ada keperluan yang penting lebih baik anda pergi , banyak pekerjaan yang harus saya lakukan” ucap jihyun panjang lebar . Akhirnya jin keluar dari alam mimpinya dia sadar bahwa benar jihyun ada didepannya   “apa kamu benar choi jihyun ? Aku kim seok jin apa kamu mengingatku jihyun ah? ” tanya jin yang membuat jihyun kaget mendengar pernyataan jin tersebut.   “Kau kim seok jin , gwacheon gyeonggi-do ne chingu ” tanya jihyun tidak percaya bahwa dia akan bertemu dengan teman masa kecilnya lagi. Jin menganggukkan kepalanya untuk mengkonfirmasi kebenaran tersebut dan jihyun memeluknya sebagai rasa bahagianya bertemu kembali dengan teman masa kecilnya. Hal itulah yang membuat jin tidak bisa melupakan jihyun.   “duduklah akan aku pesankan makanan dan minuman ” ucap jihyun senang . Sementara jin memperhatikan beberapa barang yang ada didalam ruangan jihyun. Dia menemukan foto jihyun bersama keluarga , bersama eunkyung dan bersama seorang namja yang sangat dikenal  oleh jin.   “Kamu tinggal diseoul ? Akhirnya kita bisa bertemu lagi aku sangat merindukanmu seok jin ah ” tanya jihyun “iya aku tinggal didekat Universitas S ” “Oh benarkah ?” Apa kamu masih suka memasak seperti dulu ?” Kapan-kapan kita battle memasak ” ucap jihyun senang   “Masih dan aku sekarang  juga membuka restauran kecil dan sepupu kamu sering sekali membantuku . Apa kamu menantangku , tidak sabar aku ingin segera battle dengamu  ” balas jin senang dengan senyum yang merekah . Seorang pelayan masuk dengan membawa beberapa makanan dan minuman   “Makanan kamu terlihat berkelas berbeda seperti makanan yang aku jual ” ucap jin meneliti makanan yang dihidangkan pelayan itu “Sudahlah jangan seperti itu makan saja , arraseo ” balas jihyun melihat jin yang mulai mencicipi makanan tersebut.   Suga jhope dan rapmon sedang berlatih untuk lomba minggu depan mereka terlihat frustasi . Lirik yang mereka tulis kurang sempurna menurut mereka untuk seukuran battle rap yang mereka ikuti . Setelah 1 jam akhirnya lirik yang mereka inginkan selesai dan langsung merecord suara mereka . Saat suga merecord suaranya dia berkali-kali melakukan kesalahan . Suga ingin sekali eunkyung mendengarkan lirik yang dia tulis untuknya tetapi eunkyung sejak awal tidak melepaskan earphone yang dipakainya .   “Hyung fokuslah , jebal . Ini sudah jam makan siang hyung ” rajuk jhope pada suga yang tidak segera menyelesaikan bagiannya. Suga tidak tahan lagi dia mendekati eunkyung dan melepas earphone yang dipakainya .   “Kamu mendengarkan lagu apa ? Sampai tidak mau mendengarkan rap kita ” tanya suga sebal .   “Aku hanya memakainya aku tidak mendengarkan lagu apa-apa , tetapi aku mendengarkanmu yang melakukan kesalahan terus ,  puas!” Balas eunkyung datar Suga salah tingkah mendengarkan pernyataan eunkyung dia kembali meneruskan merecord bagiannya sedangkan rapmon dan jhope hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku hyungnya.   “Akhirnya selesai juga gara-gara kau hyung kita tidak bisa makan di truckfood seberang kampus . Dan kau hyung membuat noonim menunggu lama ” ucap jhope protes pada suga “itu alasanmu saja bilang kalau kamu mau bertemu dengan yeoja itu ” balas suga membuat jhope salah tingkah “kita makan di restauran Zeas saja  , eotte ?”mereka bertiga saling berpandangan apa zeas pasti mahal jika makan disana , eunkyung yang bisa membaca keadaan hanya tersenyum .   “Tidak usah khawatir aku yang akan membayar makanan kalian ” penawaran eunkyung itu membuat jhope rapmon dan suga merasa lega .   “Noonim jjang !” Ucap jhope dengan memberikan 2 jempol pada eunkyung .   Eunkyung mendahului mereka bertiga tetapi tiba-tiba suga berada disamping eunkyung . Senyum suga membuat jhope merasa aneh dia tiba-tiba berlari dan masuk diantara suga dan eunkyung. Hal itu membuat suga hampir terjatuh tetapi jhope langsung mencegahnya dan memberikan senyum kemenangan .   “Hyung kau tidak boleh terlalu dekat dengan noonim nanti ada yang cemburu” ucap jhope tertawa puas melihat suga yang wajahnya memerah akibat marah padanya. Jihyun tersenyum melihat jin yang makan sambil berfikir kemudian makan lagi dan berfikir .   “Cepat habiskan tidak usah seperti itu , nanti aku kasih resepnya ” ucap jihyun membuat jin berhenti makan “Bagaimana bisa kamu sekarang sehebat ini , bukannya kamu dulu selalu merusak bahan2 makanan ya ” ejek jin “Kamu tidak berubah selalu mengejekku walapun dulu aku seperti itu sekarang tidak buktinya kau suka dengan makanan itu” balas jihyun yang tidak mau kalah . Jin hanya tersenyum mendengar penuturan jihyun   “Kenapa tersenyum apa ada yang salah dari ucapanku” “Ani… , hanya saja aku teringat masa kecil kita saat kita saling menghina satu sama lain . Aku sangat merindukan hal seperti ini ” “Kamu merindukan hal seperti itu so childish , seharusnya kamu merindukan yeoja cantik dihadapanmu ini ” ucapan jihyun membuat jin tersedak “Hya ! Apa maksudnya apa aku tidak cantik , awas saja kalau kekasih kamu tidak cantik aku akan mengejekmu ” jin senang melihat jihyun yang tidak berubah mudah marah hal itu semakin membuat jin jatuh cinta padanya . “Aigoo siapa yang bilang kamu jelek , choi jihyun dari dulu sampai sekarang tetap cantik tetapi masih belum jinak saja ” balas jin yang mendapatkan pukulan nampan makanan dari jihyun. “Appo … kenapa kamu memukulku dengan nampan itu , nanti kalau ketampananku hilang bagaimana ?” Ucap jin yang tidak bisa menghilangkan sifat narsisnya “Aigoo tuan narsis ” ucap jihyun sambil mengelus kepala jin yang terkena pukulan nampan .   Sementara itu eunkyung yang sudah sampai direstauran langsung menyuruh ketiga namja ketempat duduk yang berada di atas sedangkan dirinya ingin memanggil jihyun untuk memperkenalkan suga . Kebiasaan eunkyung yang tidak pernah mengetuk pintu ruang kerja jihyun sempat melihat adegan yang menurutnya tidak pernah dilakukan jihyun pada siwan . Dua orang yang sedang bernostalgia itu masih tidak menyadari jika ada orang lain selain mereka .   “Ehem ehem , apa aku bisa mengganggu kalian sebentar ” ucapan eunkyung itu membuat mereka menjadi salah tingkah “Hya kenapa kamu tidak mengetuk  pintu terlebih dahulu  ” balas jihyun marah bercampur malu melihat dirinya yang tertangkap basah oleh eunkyung “Aku tidak biasa mengetuk pintu ruangan ini dan oppa kenapa kau ada disini ?” Tanya eunkyung pada kedua orang itu   “Biasakan sejak sekarang untuk mengetuk pintu jika ingin masuk kesini arraseo ” “Ternyata  tidak hanya jihyun yang  suka memarahiku tetapi kamu juga . Ah aku kesini ingin bertemu dengan jihyun aku pernah bilang aku ingin sekali bertemu dengannya bukan ” ucap jin sedikit terbata-bata akibat tatapan eunkyung   “Baiklah unnie . Terserahlah oppa bilang apa . Ah unnie aku ingin mengenalkanmu dengan suga ” “Suga ada disini ?” Ucap jin dan dijawab dengan anggukan oleh eunkyung “Baiklah ayo kita menemuinya . Eunkyung kamu suruh pelayan untuk membereskan makanan ini dan membawa makanan keatas araseo ” perintah jihyun pada eunkyung Jihyun dan jin langsung menuju ketempat dimana suga dan kawan-kawannya berada . Suga kaget melihat jin berada direstauran ini   “Oh hyung kau ada disini ” tanya suga bertanya2 kenapa jin berada direstauran ini ”apa kamu yang bernama suga perkenalkan aku choi jihyun sepupu choi eunkyung ” ucap jihyun memperkenalkan dirinya ”senang bertemu denganmu noona min yoon gi imnida noona bisa memanggilku suga ” balas suga dengan membungkukkan badannya Rapmon dan jhope juga ikut memperkenalkan diri mereka masing-masing . Saat jin akan membuka mulutnya suga sudah terlebih dahulu berbicara   ”hyung apakah kau kemari ingin bertemu dengan jihyun noona , akhirnya hyung kau bisa bertemu dengan noonim . Asal kau tau noonim jin hyung selalu bermimpi tentangmu ” ucap suga membuka rahasia jin pada jihyun . ”benarkah itu jin , apa kamu benar-benar merindukanku jin ah ” tanya jihyun yang membuat wajah jin berubah merah seperti kepiting rebus. Eunkyung akhirnya bergabung dengan mereka   ”kalian semua terlihat senang sekali ada apa ?” tanya eunkyung penasaran tidak ada yang menjelaskan pada eunkyung mereka hanya tersenyum dan kemudian memakan makanan itu . ”mwoya! kalian tidak mau memberitahuku” ucap eunkyung sebal melihat mereka semua tidak membagi kebahagiaannya. ”tenang hyungsoonim kita tidak membicarakanmu , kita tidak memberitahumu pasti hyungsoonim sudah tau ” ucap jhope yang tidak dimengerti oleh eunkyung dengan panggilan ’Hyungsoonim’ ”apa suga sudah menyatakan cinta pada eunkyung ? kenapa kamu memanggilnya dengan hyungsoonim ” sahut jin yang juga bingung akan panggilan jhope pada eunkyung ”belum hyung,  hanya saja suga hyung akan segera menyatakan ” ucap jhope sambil melirik hyungnya ”pintar kamu membeberkan rencanaku heoseok ! ” balas suga marah pada jhope dan melihat ekspresi apa yang akan diperlihatkan oleh eunkyung . Namun nihil hanya ekspresi datar yang diperlihatkannya . ”hyung kau juga kapan akan mengungkapkan perasaanmu pada noonim ” ucap suga yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari jin dan eunkyung . Reaksi jihyun hanya diam tetapi didalam hatinya merasakan keterkejutan yang membuatnya semakin dilema. ”suga kamu tidak perlu memikirkan orang lain , kamu harus memikirkan perasaan kamu terlebih dahulu jangan sampai yeoja disampingku ini diambil namja lain ” balas jihyun berupaya mencairkan suasana yang sempat tegang dan yang lain setuju mendengar penuturan dari jihyun.   Selesai makan siang mereka langsung pulang tanpa berbincang lebih lama jihyun dan eunkyung mengantar mereka sampai pintu depan restauran. Namun saat mereka di depan pintu masuklah seorang yeoja berumur sekitar 40 tahun bersama seorang yeoja muda . Yeoja tua itu menggengam tangan jihyun untuk membicarakan sesuatu dan jihyun memberikan isyarat agar eunkyung segera mengantarkan ke empat namja itu . Jin yang melihat perubahan ekspresi dari jihyun merasa ingin tahu sebenarnya apa yang dilakukan eomma siwan dan yeoja yang tidak dia kenali . Namun eunkyung langsung mendorong mereka berempat agar mereka tidak bertanya-tanya tentang kedua yeoja tersebut. Jin tidak ingin meninggalkan restauran itu dia mempunyai firasat yang buruk terhadap kedatangan eomma siwan . Eunkyung yang melihatnya berupaya menarik tangan jin agar segera pergi dan suga menatap heran pada eunkyung yang sepertinya menyembunyikan sesuatu . Jin pun pasrah dia menuruti eunkyung yang seperti mengusir para gangster yang menggangu restaurannya. Jhope rapmon dan jin berjalan terlebih dahulu menuju halte bus didekat restaurant jihyun sementara suga berjalan beriringan dengan eunkyung   ”apa yang kamu sembunyikan kyungie ya ?” ucap suga menyelidik ”tidak ada hanya saja apa aku berhak untuk memberitahu oppa kalau jihyun unnie sudah mempunyai kekasih” balas eunkyung datar dan suga memegang tangan eunkyung untuk berhenti . ”mwo? Kamu tidak berusaha membohongiku bukan ? apa kamu tidak ingin melihat mereka berdua bahagia ” suga tidak percaya dengan apa yang dikatakan eunkyung dan hal itu membuat suga marah ”apa kamu masih mengira aku menyukai jin oppa ? terserah kamu mau percaya atau tidak dengan apa yang aku katakan tetapi jin oppa cepat atau lambat akan mengetahuinya dan kamu bilang pada oppa jauhi jihyun unnie , arraseo” balas eunkyung kesal dengan pemikiran pendek suga . Dari kejauhan jhope berteriak memanggil suga   ”ah hyung jangan bermesraan terus bus akan segera datang ppalli ” ucap jhope yang mencairkan ketegangan diantara keduanya . Eunkyung melepaskan genggaman suga dan meninggalkannya masuk kedalam restauran .   Jihyun dan kedua yeoja itu berada didalam ruangan VVIP di restauran tersebut keheningan menyelimuti ruangan megah tersebut . ”apa yang membawa eommonim kemari?” ucap jihyun hati-hati agar terkesan tidak menyukai jika eomma siwan datang mengunjunginya . ”kamu tidak perlu basa-basi seperti itu pasti kamu sudah tau tujuanku datang kemari ” ucap eomma siwan dan menyuruh yeoja disampingnya memperkenalkan diri ”annyeonghaseyo park jiyeon imnida calon istri dari im siwan ” perkenalan yeoja itu membuat jihyun tidak percaya dengan apa yang dilakukan eomma siwan . ”apa siwan tidak memberitahumu tentang hal ini ? aku harap kamu mengerti dengan keinginan eomma ini dan setelah ini jangan pernah temui siwan lagi kalian berdua sudah tidak ada hubungan apapun mulai saat ini ” sakit itu yang dirasakan jihyun saat mendengarkan eomma siwan . Selesai mengatakan tujuannya kedua yeoja itu meninggalkan jihyun yang masih terdiam , eunkyung yang melihat eomma siwan keluar dari ruang VVIP langsung masuk kedalam . Eunkyung memeluk jihyun dan membawanya keruang kerjanya smartphone jihyun dan eunkyung sama-sama berdiring . Setelah jihyun duduk di kursi kerjanya eunkyung melihat nama yang tertera di handphone jihyun ’Siwan’ eunkyung bingung harus menerima telfon itu atau tidak . Namun eunkyung menerimanya dan benar tebakan eunkyung bahwa siwan mengkhawatirkan jihyun yang beberapa hari tidak memberinya kabar . Eunkyung memberitahu bahwa jihyun sedang sibuk mengurusi restauran yang ramai dan tidak memberitahu bahwa eommanya baru saja datang menemui jihyun eunkyung segera mengakhirinya setelah siwan tidak menanyakan hal lain. Handphone eunkyung sudah tidak berdering lagi tetapi tiba-tiba berdering dan tertera nama Yoon Gi dilayar itu .   ”waeyo yoon gi ah ? ” tanya eunkyung pelan ”ini aku jinoppa  eunkyung ah , apa jihyun baik-baik saja ?” eunkyung memilih untuk keluar dari ruangan itu agar leluasa berbicara ”oh ternyata kau oppa , maksud oppa menanyakan hal itu apa ? ” ”aku mengkhawatirkan jihyun aku lihat saat 2 orang yeoja tadi menemuinya raut wajah jihyun berubah dan aku rasa ada suatu masalah diantara mereka ” ”ah mungkin itu hanya perasaan oppa saja , oppa bisa aku berbicara dengan suga ?” ucap eunkyung mengalihkan topik pembicaraan . Jin tau eunkyung tidak mau bercerita tentang apa yang terjadi pada jihyun dia memberikan kembali handphone itu pada pemiliknya . Setelah suga menerima handphonenya kembali dia menjauh dari jin agar percakapannya tidak didengar.   ”aku tidak berbicara apa-apa pada hyung kyungie ah dia mengkhawatirkan noonim sedari tadi dia gelisah , saat kamu tidak menerima telfon dari hyung dia menyuruhku menelfonmu ” ucap suga panjang lebar menjelaskan semuanya agar tidak ada kesalah pahaman   ”iya aku tau lebih baik kamu meyakinkan pada jin oppa bahwa tidak terjadi apa-apa terhadap jihyun unnie ” ucap eunkyung langsung memutuskan sambungan telfon suga.     Malam Hari   Jihyun sedang memasukan sesuatu kedalam box berukuran besar itu saat eunkyung masuk kedalam kamar jihyun   ”unnie apa yang kamu lakukan ?” tanya eunkyung saat melihat beberapa barang pemberian siwan untuk jihyun ”aku sudah memutuskan apa yang harus aku lakukan eunkyung , ini adalah kebaikan untuk oppa ” ucap jihyun tanpa mengalihkan perhatiannya ”unnie lebih baik kamu bicarakan dengan siwan oppa jangan menggambil keputusan sendiri seperti ini ” tutur eunkyung berusaha meyakinkan bahwa keputusan yang diambil jihyun salah ”kamu tau saat aku bertemu jin untuk pertama kalinya kebahagiaanku seperti kembali lagi , aku bahagia bersama siwan tetapi bahagia yang aku rasakan berbeda saat berada disamping jin ” sejenak jihyun berhenti memasukkan semua barang itu dan menatap eunkyung untuk meyakinkan bahwa hal inilah yang paling baik . ”jadi karena jin oppa keputusan ini unnie ambil , apa 5 tahun tidak mempunyai arti khusus untuk unnie ? aku tau ini akan terjadi maka dari itu aku merahasiakan tentang jin oppa darimu unnie agar kamu bahagia bersama dengan siwan oppa ” ucap eunkyung panjang lebar membuat jihyun merasakan sesak didadanya ”kenapa kamu menyembunyikan hal ini kamu orang yang paling tau bagaimana aku merindukannya dan sangat-sangat ingin bertemu dengannya , tetapi kamu memilih menyembunyikannya saudara macam apa kamu ?” ucap jihyun dengan nada marah yang tidak tertahankan lagi . ”asalkan unnie tau aku melakukan ini karena siwan oppa sangat mencintaimu mungkin diluar dia bisa menerima perlakukan darimu tapi hati tidak bisa berbohong unnie ” ucap eunkyung langsung keluar dari kamar jihyun.   Jihyun tau eunkyung tidak salah melakukan hal itu karena yang salah adalah jihyun kenapa waktu itu dia menerima perasaan im woong jae padahal dia tidak bisa melupakan cintanya pada kim seok jin teman masa kecilnya. Seorang yeoja akan menangis saat masalah menimpanya begitupun jihyun dia menangis saat semua memori masa lalunya terlintas difikirannya . Beberapa hari setelah kejadian itu jihyun masih memikirkan apa dia harus segera menemui siwan dan menyelesaikan keadaan yang tidak tentu .   Hari ini ketiga namja itu sedang bersiap untuk mengikuti lomba mereka semua tegang pasti tapi ada satu namja tegang memikirkan seseorang yang sedari tadi dicarinya.   ”hyung tenanglah  noonim pasti datang mungkin jalanan sedang macet ” ucap jhope memberikan semangat pada suga . Namun , suga tetap tidak bisa tenang bagaimana kalau rencananya hari ini gagal . ”oh jin hyung juga kenapa belum datang , apa dia tidak akan kemari ” tanya rapmon pada suga . Tetap suga mengacuhkan pertanyaan rapmon dia sedang tidak ingin diganggu dengan pertanyaan seperti itu .   Hal yang membuat eunkyung tidak segera berangkat karena jihyun yang tidak biasa masih berada dirumah padahal sudah siang . Pintu gerbang terbuka jihyun keluar dengan membawa box yang berisikan barang pemberian siwan . Eunkyung mengikuti kemana perginya jihyun jalan yang mereka lalui adalah jalan menuju restauran tetapi jihyun berjalan terus . Dari restauran keluar seorang namja yang tak lain adalah jin , eunkyung terkejut saat melihat jin keluar dari restauran . Eunkyung diam sejenak kemudian dia pergi tidak mengikuti jihyun lagi sementara itu jin mengikuti jihyun hingga kedalam sebuah caffe dan jin memilih duduk membelakangi jihyun. Jin melihat seorang namja masuk siwan ya namja itu saudara tirinya , wajah jin memerah marah melihat siwan kembali setelah beberapa tahun tidak bertemu. Mata jin mengikuti siwan yang berjalan menuju meja jihyun . Jin berfikir apa yang mereka lakukan sepagi ini dan jihyun bukannya berjanji untuk melihat suga perform .   Acara lomba itu sudah berlangsung setengah jam yang lalu berikutnya adalah penampilan mereka bertiga. Jhope dan Rapmon mengkhawatirkan kondisi suga yang akan berdampak pada penampilan mereka nanti . Namun , jhope mengembangkan senyumnya saat melihat dewi fortune mereka eunkyung memberikan isyarat pada mereka berdua untuk diam. Suga yang tidak menyadari akan kedatangan eunkyung masih membelakangi mereka berdua,  tiba-tiba gelap itu yang suga rasakan saat sepasang tangan menutupi matanya. Dia memegang sepasang tangan itu , suga tau itu tangan eunkyung dari bau baby cologne yang selalu dia pakai.   ”kyungie ah lepaskan tanganmu ” ucap suga dengan nada dingin eunkyung melepaskan tangannya tetapi dia terdiam saat suga menatapnya dingin dan tidak berapa lama suga tersenyum melihat ekspresi yang diperlihatkan eunkyung . ”kenapa kamu tersenyum apa kamu mengerjaiku oeh” ucap eunkyung tidak menyangkan ”ini hukuman karena kamu membuatku tidak tenang sedari tadi ”ucap suga menunjukkan senyum bahagiannya . ”hyung kita sebentar lagi akan naik ke panggung ” ucap rapmon ”baiklah tunggu sebentar , kyungie ah kamu duduklah  dikursi penonton aku sebentar lagi akan perform ” ucap suga dengan memegang tangan eunkyung dan diikuti anggukan dari eunkyung.   Semenjak siwan datang belum ada yang berbicara diantara mereka berdua,  jihyun hanya menatap siwan tanpa ingin berbicara sepatah katapun . Sementara siwan tidak bisa menatap jihyun saat siwan mendapatkan pesan dari jihyun dia sangat senang sekali tetapi setelah membaca isi pesannya untuk pertama kalinya dia tidak ingin bertemu dengan jihyun . Jin menunggu dalam kegelisahaan dia tidak tenang , sebenarnya apa yang mereka akan katakan sehingga membuat mereka berfikir lama .   ”oppa kenapa kamu tidak mau menatapku , apa kau marah ?” tanya jihyun pada siwan memecahkan kebisuaan yang terjadi . Siwan tetap tidak menatap jihyun dia merasa jika melihat wajah jihyun wajahnya akan dibanjiri air mata.   ”Bicaralah aku akan mendengarkan apapun yang ingin kau katakan jihyun ah ” siwan memegang tangan jihyun memberitahunya bahwa dia baik-baik saja dengan apa yang akan dikatakan jihyun padanya. Jihyun meletakkan box diatas meja dari tempat duduk sebelahnya .   ”aku ingin mengembalikan semua yang kau berikan oppa ” ucap jihyun mendorong box mendekati siwan . Jin tau jihyun membawa sebuah box dan sekarang dia mengerti apa isi dari box itu.   Siwan sudah mengetahui hal ini akan terjadi sejak awal mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Dia salah memaksakan kehendaknya pada jihyun awal mereka berpacaran bagaikan neraka untuk siwan . Jihyun hanya mengikuti kemanapun siwan mengajaknya tanpa berpegangan tangan selayaknya sepasang kekasih dan juga tidak bersenda gurau . Setelah 3 tahun mereka berpacaran barulah mereka terlihat sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi memasuki tahun ke 4 eomma siwan ingin sekali melihat anaknya segera menikah dan memberikan cucu . Namun jihyun pernah bilang pada siwan bahwa dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam hubungan mereka dia ingin mengembangkan karirnya.   ”kenapa kamu mengembalikannya akukan sudah memberikannya padamu jihyun ah jadi ini milikmu sekarang ” ucap siwan tenang dan memberanikan diri menatap jihyun untuk terakhir kalinya .   Siwan tersadar bahwa jihyun masih dan hanya mencintai kim seok jin teman masa kecilnya yang selalu bersamanya dimana jihyun ada pasti jin ada dan sebaliknya. Memori itulah yang selalu diingat siwan saat masa sekolah dasar waktu itu siwan bersekolah disekolah yang sama dengan mereka hanya saja siwan adalah sunbae mereka. Siwan tidak bisa mendekati jihyun karena jin selalu bersamanya terkadang siwan tidak sadar kegiatannya melihat jihyun membuatnya takut dan jin lebih menjaganya kemana-mana bersama sampai ke toilet pun jin mengantarnya dan menunggunya . Hal itu semakin membuat siwan tidak bisa mendekatinya dan juga membuatnya marah sesekali siwan pernah melihat jin meninggalkan jihyun sendiri dan dia bersenang-senang tanpa jihyun. Untuk pertama kali mereka bertemu setelah sekian lama siwan mulai mencari informasi tentang jihyun dimana tempat tinggalnya di seoul? kuliah dimana ? dan lain lain . Siwanpun tidak menyia-yiakan kesempatan itu dia langsung mengungkapkan perasaannya saat mereka berdua sudah saling kenal dan tidak ada jin diantara mereka itulah yang membuat siwan merasa lebih mudah dalam mengungkapkan perasaannya .   ”Memang ini milikku tapi dulu dan aku ingin mengembalikan semua ” ucap jihyun memaksa ”baiklah aku akan menerimanya ” ucap siwan mengalah dan dia memberikan jihyun sebuah undangan yang terlihat seperti undangan pernikahan . jihyun tidak percaya akan secepat ini mendapatkan berita pernikahan siwan dan dia yang memberitaunya langsung.   ”jika kamu tidak ingin datang juga tidak apa-apa jihyun ah ” ucap siwan tau akan ketidakpercayaan pada raut wajah siwan. Jin bingung apa ?kenapa? siwan berbicara seperti itu apa siwan memutuskan jihyun karena wanita lain ? wajah jin bertambah merah karena marah pada siwan yang menyakiti jihyun.   ”aniyo bagaimana bisa aku tidak datang dipernikahanmu oppa” balas jihyun dan tersenyum pada siwan tetapi dia ingin menangis entah tangisan itu bahagia atau sedih. Jihyun langsung pergi setelah memeluk siwan untuk terakhir kalinya.   Jin yang mengetahui jihyun keluar dari cafe itu mengikutinya dibelakang dengan pelan-pelan ,  terlihat tubuh jihyun bergetar jin berjalan cepat dan berdiri tepat didepan jihyun . Saat melihat jin dihadapannya jihyun langsung memeluknya dan jin memberikan tubuhnya sebagai sandaran . Siwan yang ingin menyusulnya berhenti saat melihat jin bersama dengan jihyun , siwan hanya bisa menatap dari kejauhan jihyun yang menangis dan jin memeluk untuk menenangkan jihyun.   ”menangislah kalau itu akan membuatmu tenang jihyun ah ” ucap jin dengan mengelus puncak kepala jihyun dan menciumnya.   Setelah merasa tenang jihyun melepaskan pelukan jin dan menghapus sisa airmatanya tetapi jin menahannya dan membiarkan tangannya untuk menghapuskan airmata jihyun . ”gomawo mau menjadi tempat bersandarku ” ucap jihyun memberikan senyum yang tulus pada jin . ”kenapa kamu bisa ada disini bukannya sekarang suga sedang ada lomba kamu tidak ingin melihatnya  ” ucap jihyun meruntut ”aku ingin berangkat bersama denganmu , kajja ” balas jin langsung menggandeng tangan jihyun .   Sebenarnya jin ingin sekali mendengarkan penjelasan dari jihyun mengenai siwan tetapi dia tidak ingin membuat jihyun sedih . mereka berdua sedang naik bus menuju tempat lomba jihyun menatap jendela dan melihat ekspresi jin dari pantulan kaca bus   ”kamu kenapa ? wajah kamu kenapa ?” ucap jihyun khawatir melihat raut wajah jin yang sedih ”mianhae atas perbuatan siwan padamu dan aku yang tidak bisa berada disampingmu saat sedih” balas jin sambil memandang wajah jihyun . Jihyun mengerti perasaan jin yang tidak bisa melindunginya seperti dulu , jihyun menatap jin dan kaget saat menyadari bahwa wajah siwan dan jin mempunyai kemiripan.   ”kamu pasti bertanya-tanya bagaimana aku tau siwan ” ucap jin jihyun menggangukkan kepalanya dia masih shock akan kemiripan wajah siwan dan jin   ”apa kamu mau menjelaskannya padaku jin ? kenapa wajahmu dan siwan mempunyai kemiripan ?” balas jihyun ingin mengetahui yang sebenarnya . jin tersenyum dan langsung menjelaskan bahwa siwan adalah saudara tirinya ayah mereka sama tetapi ibu jin adalah wanita yang dicintai ayahnya tetapi keluarganya tidak menyetujui mereka untuk menikah dan mereka memutuskan menikah secara diam-diam walaupun ayah mereka sudah menikah dengan wanita pilihan keluarganya. Karena ibu jin tidak ingin melihat anaknya mendapat serangan dari keluarga Im ibu jin memutuskan untuk pergi dari kehidupan ayah jin dan menutupi soal kehamilannya .   Jihyun tidak bisa berkata apa-apa dia langsung memeluk jin   ”mianhae seharusnya aku tidak bertanya soal keluargamu jin ” ucap jihyun sedih , jin melepaskan pelukan jihyun dan memberikan senyuman agar jihyun berfikir bahwa dirinya baik-baik saja   ”gwenchana , aku sudah melupakan hal itu . saat aku melihat ahjuma(eomma siwan) masuk kerestauran kamu aku sangat khawatir , aku bertanya pada eunkyung tetapi dia tidak menjelaskan apa-apa padaku . Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu ” balas jin dan bertanya untuk meminta penjelasan selama dia tidak berada disisi jihyun .   ”eomma siwan selalu menyuruhku untuk menikah tetapi aku selalu menolaknya dan hari itu dia membawa yeoja yang akan menikah dengan siwan oppa ” ucap jihyun menjelaskan kejadian direstauran   ”lalu kenapa kamu tidak mempertahankan siwan ? apa dia bukan pria yang baik ?” balas jin dengan hati-hati dia ingin sekali mendengar bahwa ada lelaki lain yang dia sukai   ”dari awal aku tidak menyukainya , dia pria yang baik tetapi ada pria yang lebih baik darinya” ucap jihyun dan menatap jin sehingga membuat wajah jin bersemu merah malu karena jihyun memujinya.   Keadaan dia diantara mereka berdua mencair saat bus sampai ditempat tujuan mereka ”kajja kita turun mereka pasti sedang menunggu kita” ucap jin langsung memegang tangan jihyun dan turun dari bus berjalan menuju tempat lomba.   Penampilan suga sudah selesai mereka tinggal menunggu pengumuman eunkyung terlihat tegang menunggu hasilnya . Hasil pengumuman dimulai dengan menyebutkan juara 3 2 dan 1 , juara 3 dan 2 sudah disebutkan spirit mereka bertiga menurun bagaimana tidak semua group rapper tampil dengan baik dan sempurna . Dengan perlahan sang MC mengumumkan juara 1 adalah SatoriFriend’s mereka bertiga berpelukan merasakan kebahagiaan yang tak terkira. Mereka naik keatas panggung suga melihat eunkyung yang tersenyum padanya dan membalasnya dengan senyuman mengembang . Tiba-tiba MC meminta perhatian pada para penonton memberitahukan bahwa sang juara ingin menyampaikan sesuatu lalu MC itu memberikan mic pada suga. Saat suga akan berbicara tiba-tiba eunkyung tidak terlihat karena dia menghampiri jihyun dan jin yang baru datang . Karena objek yang dicari tidak ada suga meneriakan nama eunkyung dan sontak seluruh penonton mencari . Sedangkan yang dicari hanya terdiam tetapi jihyun dan jin yang baru datang tiba-tiba langsung berteriak kalo eunkyung berada disini semua mata langsung tertuju pada eunkyung .   ”kyungie ah aku sudah membuktikan padamu bukan kalau aku bisa dan lirik yang aku buat menggambarkan perasaanku padamu , Apakah kamu mau menjadi bagian dari hidupku ?” ucap suga yang membuat penonton bersorak pada penyataan cinta suga yang tak diduga mereka . semua orang langsung meneriakkan kata ’terima’ ’terima’ ’terima’ jihyun dan jin mengikuti mereka eunkyung menatap jihyun untuk memberikan keyakinan padanya lalu menatap semua orang yang berada disekitarnya .   ”I do min yoon gi ” ucap eunkyung diikuti tepuk tangan dari semua orang dan suga langsung menuruni panggung berlari kearah eunkyung dan memeluknya dengan erat .   Setelah acara selesai mereka memutuskan untuk makan direstauran dekat lokasi perlombaan . Suga sangat bersyukur hari ini mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa menang dalam perlombaan menjadikan eunkyung miliknya dan groupnya dikontrak sebuah label music terkenal . Suga menarik tempat duduk untuk eunkyung yang lain hanya tersenyum melihat kebahagiaan suga.   ”aku iri sekali padamu eunkyung, suga sangat berani mengungkapkan perasaannya didepan umum ” ujar jihyun iri pada eunkyung dan berharap bahwa kisah cintanya dengan jin akan segera terbentuk.   Jin ingin sekali mengungkapkannya juga tapi apakah jihyun sudah bisa melupakan kejadian tadi tetapi jin tetap akan mengungkapkan perasaannya. Jin berjalan menuju panggung kecil dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi cincin yang dia beli saat akan menuju restauran jihyun .   ”apakah aku harus menunjukkannya sekarang jihyun ah ” ucap jin langsung berdiri diatas panggung kecil didalam restauran itu   ”jihyun ah would you marry me ?” ucapan jin membuat jihyun kaget dan senang sekaligus walaupun ini terlalu cepat tetapi jin adalah groom jihyun pada saat mereka kecil dulu. Jihyun menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju menerima peryataan itu jin turun dari panggung dan langsung berjongkok dihadapan jihyun dengan mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink berisikan sebuah cincin yang memang akan diberikan pada jihyun tetapi tidak untuk propose  . Mereka berlima tidak percaya bagaimana bisa jin mempersiapkan cincin tersebut , jin memasangkan cincin itu dijari jihyun   ”aku tidak percaya kau sudah mempersiapkan ini , gomawo ” ucap jihyun terharu dengan tindakan jin . Lalu jin memuluknya untuk merasakan kebahagiaan bersama ”mianhae aku tidak mempersiapkan apa-apa , aku janji aku akan membelikan cincin yang lebih mahal dari punya suga” ucapan jin membuat mereka berempat tertawa dan menggelengkan kepala tidak percaya .     To Be Continue……   Preview ON

FFSUJINnew                             (Harap maklum editannya masih jelek ^^v *Bow )

  @Kamar Hotel jin mendekati jihyun perlahan-lahan sementara jihyun menahan nafas agar tidak ketahuan kalau dirinya sedang gugup dengan apa yang akan dilakukan jin. Jarak diantara mereka hanya 1 cm saja , jihyun bisa merasakan nafas berat jin “jagiya bernafaslah nanti kau bisa mati jika menahannya” ucap jin yang merasakan bahwa jihyun menahan nafasnya lalu tersenyum dan satu tangan jin menarik tali gaun tidur jihyun, lebih mendekatkan wajahnya pada wajah jihyun . Tangan jin semakin menarik tali itu hingga bagian atas tubuh jihyun terlihat , saat bibir jin akan menyentuh bibir jihyun tiba-tiba listrik hotel mereka mati . jin dan jihyun terdiam tidak bisa berkata apapun , detik ke 3 listrikpun menyala kembali . mereka berdua saling menatap mata dalam saat jin bergerak jihyun menutup matanya Chu…. “kita lebih baik tidur ” ucap jin setelah mencium kening jihyun dan tersenyum saat jihyun sudah membuka matanya .     jangan lupa komen(kritikdansaran diperlukan) , tunggu part selanjutnya

Advertisements

17 thoughts on “My Chilhood Love Life Chapter 1

    1. Gomawo mina_cho sudah baca ff saya . Diff ini mereka saudara , tapi kalo dikehidupan nyata gak tau deh . Gomawo sudah sering baca diwp ini

      Like

  1. author baru?great fanfic! hehehehe cast’nya sm kyak ff sandra unnie tp cerita’nya bda, bgs bget thor lucu suga sm jin dsitu,
    aq kira akn lbh byk konflik siwan-jin tp trnyta mrka sdh sm” tau jk saudara tiri, next..next.. buruan y thor =))

    Like

    1. Author baru di wp ini . Iya castnya sama seperti admin sandra . Gomawo sudah dibaca ff saya , syukur deh kalo lucu *bow . Iya memang di ff ini konfliknya tidak terlalu besar seperti ff admin sandra . Ok sabar ya …

      Like

  2. Annyeong admin author Pind!!
    Hahaha saya coba komen disini sebagai readers ya (?) XD
    Beneran serius jujur ini ff bagus!! Aku suka sekali sama jalan ceritanya soal mereka teman masa kecil juga, aku kira siwan itu beda bapak satu ibu trnyata kebalik, sebenarnya gk rela siwan sama jiyeon(?) *Apaini
    Wah ff lanjutanku juga hampir sama kayak ini, Jihyunnya punya cafe tapi jalan ceritanya beda XD
    bener deh ff barumu ini rapi banget aku suka, ini gk buru2 ceritanya tenang, bikin orang senyum senyum juga nangis >_<
    Segera ya next chapternya, aku tunggu soalnya kalo aku udah baca gk mau nunggu chapter selanjutnya lama-lama *Maksa
    Bener serius suka banget sama ff nya XD

    Like

    1. Gomawo admin sandra , enggaklah enak satu bapak hehehe . Itu ide gara2 lihat triangle jadi pakai jiyeon akhrinya. Oh ya ? Akukan pernah bilang ide cerita ini waktu itu inget gak? . Gomawo berarti ada kemajuan ya ff ku udah mulai pendewasaan(?) Hahaha . Iya tau kamu gak suka baca ff chapter , mudah mudahan lancar jaya nulis kelanjutannya

      Like

      1. Hahaha iya ada jiyeon di triangle, banget makin bagus ff nya ceritanya juga gk buru2, iya bener kan kita sering obrolin ide ff bersama sebelum ngetik XD
        Gk untuk kali ini aku suka baca ff berchapter, di samping castnya jin juga suga karena jalan ceritanya yg buat ff berchapter ini bikin penasaran pembaca hahaha keep writing!!

        Like

      2. Aku juga ngerasa hal yang sama soalnya ini ff malam takbir udah selesai terus sempet ada pengeditan juga . Iya bener banget terlalu seru ngobrolin ide buat ff hehehe . Oh gitu berubah pandangan jadinya ^^ OK

        Like

  3. waah bner” keren thor.. jin saudara siwan jg cocok. aq kira bakal jihyun terima siwan dulu trs jin galau bru jihyun batal nikah sm siwan gara” ktmu lgi sama jin/? hahahaaha #ngayal tp ini jg bgus suka sm suga yg tba” jth cinta manis skali nyatainnya.

    Like

    1. gomawo dipta udah baca ff ini . awal idenya juga begitu tapi pas nulis ide lain yang muncul hehehe ^^ . syukur kalau suka sama alur ceritanya

      Like

    1. Gomawo jhoppie udah baca ffnya . Persis gak jhope diff ini sama kenyataannya (?) . Mungkin karena dari namanya sugar jadi karakternya selalu manis

      Like

  4. kyyaaa author lanjut buru……. lucu bgt liat rapmon sm jhope,
    bguuusss bgt thor trharu bacanya, aq g nyangka ada siwan dsini kkkkk tnggu lnjutan ff ini scpatnya ya thor!!!

    Like

    1. gomawo baejiyoung sudah baca ff ini sabar ya tunggu ff selanjutnya , sengaja bikin jhope sama rapmon lucu gitu. gomawo sampai bikin readers terharu , iya karena kepikiran siwan yang mirip sama jin jadi add cast siwan deh . sippp on going nih ffnya

      Like

  5. Annyeong author vizkylee ^^ i just read your ff and waoooo this is so funny xD hahahh aku bacanya ketawa2 sendiri kkkk aku suka katakternya suga xD oon2 gmana gitu kkkk dan yahooo tumben jin jd dewasa d ff ini hahahah xD yahaaa thanks for awezing story authornim ^^ keep writing and ill fly to the next chapter 😁😁😁

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s