Chaptered · Drama · Family · Romance

TIMELEES Chapter 2


339784449248

Author : minarifini

CAST : Kim Jong In or Kai

                Jung Hyo Jin as you or girl 

               Jung Soo Jung or Krsytal 

               Xi Luhan or Luhan 

Genre: Romance, Drama

Lenght : Chaptered, series

Rating : PG 17

Chapter : 1 / 2 / 3 / 4

Kristal, duduk di bangku belakang kai. Ia memang sengaja mendudukan dirinya di belakang kai. Dengan begitu ia bisa memperhatikan jelas sikap kim jongin a.k.a kai. Kristal terus menatap punggung kai lekat, entah apa yang dipikirkannya. Yang jelas ia sedikit penasaran dengan sosok laki-laki yang ada di depannya itu. sepertinya laki-laki itu menyimpan sesuatu yang susah untuk di ungkapkan.

Kristal termangu menatap kai yang melihat ke arah jendela. Dan tak lama kemudian, kristal  terkejut dengan reaksi kai yang mendadak berdiri dari tempat duduknya terburu-buru.

“Paman… tolong berhenti sebentar.” teriak kai dan berlari panik menuju pintu keluar tanpa memperdulikan pandangan penumpang bis lainnya. Kristal pun kaget melihatnya, tanpa pikir panjang lagi kristal mengikuti kai yang berlari ke pintu keluar.

“SHIT!!”  kristal melihat kai menendang tanah setelah ia menyerah mengejar mobil spot merah yang ada di depannya. Wajahnya terlihat penuh emosi. Kristal memberikan bowed kepada supir bus sebelum ia turun. Dan bus itu pergi meninggalkan mereka.

Kristal berjalan lambat dan mendekati kai. Ia sangat ingin sekali bertanya kepadanya namun, niatnya urung melihat laki-laki itu tak kunjung terhenti emosinya. Kristal memilih untuk diam, dan hanya melihat kai mengeluarkan emosinya.

Kai mengacak rambutnya frustasi. Ia mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Sungguh ia ingin berteriak sekuat mungkin. Aku tidak mungkin salah, dia Lee Hyo Jin. Kai menyalahkan dirinya berulang-ulang, mengapa ia tidak menyadari dari tadi, mengapa?. Meskipun sudah 15 tahun tidak bertemu kai tidak akan perna lupa wajah itu, wajah Lee Hyo Jin. Sebagain dirinya getir mengingat bagaimana hyo jin meninggalkan dirinya, tanpa alasan. Jika ia mampu kai ingin sekali membenci hyo jin, tapi sayang sekali hal itu tidak perna terjadi. Selama apapun dia berpisah dengan hyo jin kai tetap menyukainya atau bahkan mencintainya lebih tepatnya. Karena hyo jinlah orang pertama yang mencuri hatinya dan hal itu susah untuk dilepas.

Dan satu hal lagi yang membuatnya jengah, kai yakin betul perempuan itu,  hyo jin melihat ke arahnya. Tapi mengapa hyo jin tidak menunjukkan dirinya mengenal kai. Perempuan itu hanya duduk diam melihat kai, tanpa memperlihatkan ekpresi apapun. “apa kau sudah melupakanku hyo jin, apa kau sudah menemukan laki-laki lain?” gumam kai setelah mengingat kejadian itu. hyo jin dengan laki-laki itu, apakah semudah itu kau melupakanku? Pikir kai.

“Are you done?” kristal memberanikan diri untuk bertanya pada kai. Di sisi lain, kai terkejut mendengar suara kristal yang sedikit khwatir.  Ia benar-benar tidak memperhatikan jika kristal atau yang dikelanya sebagai jung soo jung ikut turun dari bus.

“Kau?” tanya kai

“Weo?”

“Kau terlihat senang sekali mengikutiku?” tanya kai dengan nada menggoda, dia hanya ingin menutupi emosinya. Kai merasa bersalah memperlihatkan emosinya tadi pada orang yang baru ia kenal.

“What? Yah.” Kristal menaikkan suaranya, dia benar-benar tidak setuju dengan ungkapan kai barusan.

“Apa kau tidak kuliah?” tanya kai sambil terkekeh.

“Bagaimana aku bisa kuliah, ini sudah terlambat.” Grutu kristal

“itu salahmu…” sambung kai sambil berjalan menjauhi kristal.

Sial sial sial, aku salah bersimpati dengan orang ini. Kristal terus memperhatikan punggung kai yang semakin menjauh. Menyebalkan, kristal mengambil langkah panjang dan menyusulnya membuat peritungan.

“Tuh, aku bilang apa kau suka sekali mengikutiku.” Kata kai setalah merasa kristal berjalan di  belakangnya. Kristal memberhentikan langkahnya, tangan mengepal erat ingin sekali ia memukul laki-laki labil d depannya itu, namun “Baiklah, mau ikut denganku?”   sambung kai sambil menatap kristal lekat.

_____________

Hyo Jin POV

Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Kim Jong In, aku tak mungkin salah. Aku membuka mobil, dan mencoba melangkah ke arahnya. Saat itu matanya terpejam entahlah, apakah dia tertidur. Aku tersenyum kecil, dia masih seperti dulu. Sleepy head…

Namun langkahku terhenti, ketika melihat seorng gadis berlari mendekat jongin. Dia! Kenapa harus dia!?. Aku mengenal betul siapa gadis itu.

“Ya!”  teriaknya. Aku melihat Jong in membuka matanya paksa saat seseorang menggertaknya dari belakang. Jung Soo Jung. Ia terkekeh saat melihat ekspresi terkejut jongin. Dari sekian banyak wanita, kenapa harus dia? Jung Soo Jung. Apakah mereka sudah saling mengenal?.

“Apa kau tak apa?” tanya seorang namja yang membuyarkan lamunanku.

“Sebaikknya kita pergi saja.” Kataku seraya berbalik menuju pintu mobilnya.

“Kau yakin.” Tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. Dia membukkan pintu untukku.

Aku mendudukkan diri, aku mencoba menenangkan diri. Kembali ke Korea, kurasa ini bukan ide yang baik. Setelah 15 tahun aku pergi meninggalkan korea dan selama itulah aku meninggalkan jongin tanpa alasan. Dia pasti membenciku, tapi bukan dengan jung soo jung, Kristal bukan dengan dia seharusnya bukan dengannya. Karena dia yang menyebabkan semua ini terjadi…. Jung Soo Jung kau penyebab dari semua ini!.

“Kurasa kau akan membutuhkan ini.” Kata namja di bangku kemudi. Aku menerima sapu tangan yang ia tawarkan padaku. Ya benar sekali, aku membutuhkan benda ini. Aku mengusap beberap air mata yang keluar. Aku buruk sekali. Ia sangat pengertian sekali, Dia Xi Luhan. “better?” tanyanya seraya menyalakan mesin mobil. Aku beruntung memilikinya.

Mobil Luhan berjalan melambat melewati bus, sekilas aku melihat jongin duduk di dalam bis itu. jantungku berdesir tak tentu ketika melihat wajahnya ke arahku. Mata kami bertemu, tapi aku harus menahan perasaan itu. jongin terlihat terkejut dan ia berdiri dari tempat duduknya. Dan aku tak tahu apa yang akan dia lakukan? Apakah dia menyadariku?.entahlah, yang jelas mobil luhan berhasil menyalip bus itu.

Tak sengaja aku melihat jong in dari kaca spion,  Ia berlari mengejar mobil kami. Aku menoleh ke arahya jongin yang sedang berusaha mengejar kami. Ya, kejadian itu seperti waktu itu. aku tak sanggup melihatnya dan tidak mungkin sekali aku meminta luhan memberhentikan mobilnya.

“Maafkan aku lu,…” kataku terisak dan membenamkan wajahku di sapu tangannya.

______________________

“Donghaeeee kyaaaaaa…” teriak kristal histeris.

“Kau menyukainya?” tanya kai aneh sambil melihat arah mata kristal yang terfokus pada sebuah TV besar yang memamerkan 10 laki-laki super yang memamerkan kebolehannya menari dan menyanyi. Dan salah satunya yang berhasil mencuri perhatian kristal, yaitu donghae.

“Siapa yang tidak menyukainya.Lihatlah bagaimana ia menari?” kata kristal sambil menirukan beberapa gerakan mirip donghae. “sorry sorry…”tambahnya sambil tersenyum ke arah kai. Kai hanya memutar matanya malas.

“Aku bisa menari lebih darinya.” Sambung kai tak mau kalah.”Jangan memberikanku tatapan itu.” imbuh kai ketika melihat cahaya mata kristal yang meremehkannya. Ia tidak suka sekali bila ada yang meremehkannya.

Kristal menatap kai bingung, apakah aku melakukan kesalahan pikir kristal. Ia melihat kai sibuk dengan handphonenya dan tak lama kemudian ia memakai headphone yang selalu ia bawa.

“Siapkan dirimu, aku takut kau akan menyukaiku nanti.” Kata kai sambil memamerkan seringai nakalnya.

Kristal hanya terkejut, dari mana asal kepercayaan dirinya itu. ternyata masih ada manusia seperti dia. “C-Coba saja kalau bisa.” Sambung kristal tanpa menunjukkan ekspresi yang berlebihan.

Kai berjalan selangkah lebih maju dan dengan kepercayaan dirinya yang tinggi kai melepas jaketnya. hanya tinggal kaos hitam yang membalut tubuhnya. Kai mulai menggerakkan badannya seirama dengan nada yang ia dengarkan.

Kristal tercekat melihat gerakan kai. Ia benar-benar tak menyangka laki-laki yang di depannya itu bisa membuat gerakan yang bisa di bilang not bad.  Perpaduan antara tarian jazz dan ballet terlihat harmonis, kai benar-benar pandai menggerakkan tubuhnya. Kristal tersenyum ketika kai menatapnya sambil membuat gerakan indah.

_________________

“Lu…. mukamu.. hahahah…” tawa hyo jin sambil menunjuk ke arah wajah luhan yang tengah pusing akibat menaikki roller coster. “Harusnya tadi kau tidak…..” kata hyo jin terputus, ia tidak sanggup menahan tawanya.

“Lee Hyo Jin, kau berhutang banyak denganku.” Timpal luhan mencoba berjalan normal. Ya, luhan memang tidak suka akan ketinggihan dan tidak menyukai permainan yang bernama roller coster itu. hanya satu alasannya, ia hanya ingin melihat hyo jin tersenyum senang. Bisa dikatakan ia akan melakukan apapun asal hyo jin senang. Luhan benci sekali jika melihat hyo jin bersedih.

“Apa kau marah, lu?” kata hyo jin sambil mencoba menyusul langkah panjang luhan. Luhan tidak menjawab, ia terus berjalan dan memijat dahinya sesekali.

“Kau berisik sekali.” Komentar luhan, namun kali ini langkahnya terhenti karena hyo jin menarik lengannya sehingga membuat ia melihat wajah hyo jin. Oh God please jangan aegyo seperti itu berontak luhan dalam hatinya.

“Lu…” luhan hanya mendesah kecil bagaimana bisa ia marah pada gadis yang di depannya itu.  toh, ia menaiki roller coster itu karena kemauannya sendiri. Then he shook his head bertanda ia tidak marah, dengan senang hati hyo jin tersenyum lebar ke arah luhan. “Hmmm apa kau mau sesuatu? Tenang saja aku akan mentraktirmu.” Kata hyo jin manja.

“Tidak ada, aku hanya ingin memakanmu.” Canda luhan dan pukulan kecil berhasil mendarat di punggungnya. Luhan tertawa melihat aksi hyo jin yang mengerutkan bibirnya sebal. Luhan menirukan gaya hyo jin, ia ikut-ikut mengerutkan bibirnya.

“Aku membencimu lu.” Sembur hyo jin, namun apa yang ia terima? Luhan tertwa lepas melihat wajah hyo jin. Dengan membuang nafas jengkel hyo jin berjalan mendahuli luhan. Luhan terus tertwa dan  ide nakal mulai menggelayutinya.

Hyo jin terus berjalan, mengapa mengapa ia tidak perna berhasil menjahili luhan. Ujung-ujungnya ia lah yang menjadi korban atas kejahilan luhan “Lu, ini terkahir kalinya aku mengikuti permainanmu. Setelah itu aku tidak akan perna ikut denganmu ke taman bermain lagi. Selain itu……” mendengar tidak ada jawaban dari luhan, hyo jin membalikkan badannya dan jreeengg.. luhan tidak ada di belakangnya. Luuuuuuuu kau menyebalkan!!!

Awas saja kalau bertemu denganmu, aku akan menendangmu kutuk hyo jin. Ia terus berjalan menelurusi lotte world area. Kemudian matanya tertuju pada kerumunan manuasia yang  membentuk sebuah lingkaran. Rasa penasaran menggelayuti hyo jin, dan kemudian langkahnya menuntunnya menuju kerumanan itu. dengan tubuh yang kecil susah sekali untuk hyo jin melihat jelas apa yang terjadi di tengah kerumunan orang-orang itu. sesekali orang-orang bertepuk tangan meriah dan hal itu membuat hyo jin semakin penasaran. Ia menerobos beberapa orang.

“Perfect” gumam hyo jin setelah berhasil mendapatkan posisi sempurna untuk melihat apa yang terjadi di dalam kerumunan itu. ternyata ada seorang laki-laki dan perempuan beradu dance. Mereka terlihat pandai membuat gerakan unik yang membuat orang-orang terkesan.

Nafas hyo jin tercekat setelah  mengetahui siapa mereka. Laki-laki itu, JongIn dan dan dan gadis itu Jung soo jung. Mengapa dia ? kau, jung soo jung apa kau akan merebut milikku sekali lagi? Batin hyo jin. Tangan hyo jin mengepal erat, rasanya ia ingin sekali menarik kristal menjauh dari jongin. Ia tidak ingin jongin jatuh ke tangan kristal. Hyo jin tidak ingin, satu orang lagi yang ia sayangi jatuh ke tangan kristal. Tidak ia tidak ingin hal itu terjadi….. tapi apa yang ia bisa lakukan, ia hyo jin hanya terdiam membeku melihat wajah bahagia kristal dan jongin. Mereka menari bersama. Air mata hyo jin tidak terbendung lagi, ia membiarkan air matanya jatuh. Hatinya sakit…….

Perlahan hyo jin mengambil langkah mundur dari kerumunan itu.  setelah berhasil keluar dari kerumunan itu, mata hyo jin menghampur pada sesosok lelaki memegang dua ice cone di kedua tangannya, Luhan. Tanpa pikir panjang Hyo jin berlari kepelukannya.

____________

Bluuung…

Hyo jin melepar batu ke arah sungai yang ada di depannya. Matanya kosong, pikirannya melayang jauh. Meski tidak seindah dulu, sungai ini adalah salah satu saksi bisu dimana ia dan jongin perna menghabiskan waktu bersama. Memang waktu itu mereka masih sangat kecil, namun kenangan itu susah untuk dihapus. Hyo jin beranjakkan dari sungai itu dan berjalan menuju pohon tua yang tak jauh dari sungai itu.

Sebuah ukiran di pohon itu berhasil membuat air matanya turun tanpa ia kontrol.

“Jong In, apa aku boleh membuka mataku?” tanya hyo jin yang tengah menutup  matanya karena menuruti perintah jongin.

“Tunggu sebentar….” jawab jongin. Kemudian jongin berlari kearah hyo jin dan memegang tangannya. Jongin menuntunnya menuju sebuah pohon tua yang ada di depannya”Taranggggg… buka matamu!” perintah jongin.

“Jongin, apa kau yang membuat ini?” tanya hyo jin kagum dengan ukiran yang di buat jongin.

“Kau menyukainya?” hyo jin hanya mengangguk senang. “mulai sekarang pohon ini milik kita.”

Hyo jin tersenyum miris, jika mengingat kejadian itu. hyo jin berusaha untuk tidak menangis. Aku harus kuat. Dia benar-benar takut jika jongin membencinya.

Bruakkkk…..

“Jongin kau bodoh sekali….” teriak seorang gadis yang membuat hyo jin menoleh ke arahnya.

“Kau yang bodoh, bagaimana bisa ada orang yang tidak bisa naik sepeda sepertimu.” Sambung kai.

Hyo jin tersentak, mereka?. Oh tuhan aku mohon, jangan kali ini lagi. Aku melihat mereka seperti itu. hyo jin terdiam dan hanya melihat mereka dari kejahuan, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia menutup matanya dan mencoba berjalan menuju arah mereka. Dengan langkah yang berat ia mendekat ke arah jongin yang tengah mengajari kristal menaiki sepeda.

Hyo jin merasa, jongin melupakan dirinya. Wajah jongin terlihat senang sekali ketika bersama kristal. Hatinya sakit, bahakan kristal sanggup memanggil nama jongin manja. Air mata hyo jin terjatuh tanpa ia sadari. Ia membuat langkah kecil, apa yang harus aku lakukan?

Tiba-tiba langkah hyo jin terhenti, ia tidak sanggup melangkah menuju arah mereka. Ia mengurungkan niatnya. Ia mengambil ponsel di dalam tas kecilnya. Dan menekan nomor yang sangat ia hafal dengan baik.

“Lu…”

____________________

“Kim Jong In, kau orang paling menyebalkan sedunia.” Komentar kristal sambil menyusul langkah kai yang berada di depannya. Kai mengacak sebal rambutnya, ia merasa gadis itu sangat berisik.

“Sudah aku bilang jangan memanggilku begitu di sini.” Gerutu jongin yang terus berjalan tanpa memperdulikan kristal yang berusaha menyamai langkahnya.

“Kau bilang aku harus datang tepat waktu. Tapi apa kau membuatku menunggu selama berjam-jam. Dan sekarang kau……..” kalimat kristal terpotong ketika melihat wajah kai yang memamerkan wajah bosan. “Kau menyebalkan.” Lanjut kristal tidak peduli, dan ia membalikkan badannya. Gahhh dia benar-benar sebal dengan laki-laki itu. kai benar-benar orang yang labil, kristal sudah jauh-jauh datang menuju kampus kai untuk meminta alasan yang tepat mengapa ia tidak datang sesuai dengan apa yang mereka janjikan. Hanya itu saja… namun apa yang ia dapat. Hari ini kai ketus sekali padanya. Menyebalkan.

“Kau ceroboh sekali.” Kata kai sambil menarik lengan kristal hingga ke dalam pelukkannya ketika mobil spot merah hampir menabraknya.

__________________

“Lu? Apa mereka tidak apa?”

“Kurasa tidak terjadi apa-apa.” Jawab luhan mencoba tenang.

“Kalau kau masih mengantuk seharusnya tidak usah memaksakan diri untuk mengantarku.” Kata hyo jin khawatir. Luhan hanya meminjat dahinya pelan “Kau  di sini saja, aku hanya perlu memberikan dokumen-dokumen ini. Setelah itu kita bisa pulang, neh?” tawar hyo jin. Luhan hanya mengangguk pasrah. Ia benar-benar bersalah pada gadis itu. semoga tidak terjadi apa-apa dengannya.

Hyo jin berjalan menuju kantor administrasi mahasiswa. Ia hanya melengkapi data-data yang kurang sebagai mahasiswa pindahan. Setelah selesai dengan urusannya, hyo jin memutuskan untuk segera kembali. Ia khawatir dengan keadaan Luhan. Ia mengirim pesan kepada luhan, bahwa ia sudah selesai dengan urusannya.

Hyo jin teralu sibuk dengan ponselnya, sehingga ia tidak fokus dengan langkahnya. Dan tiba-tiba ia menabrak seorang laki-laki. Dan beberapa barang hyo jin terjatuh.

“Maaf, aku terburu-buru.” Kata hyo jin seraya mengambil barang-barangnya yang terjatuh. Laki-laki itu ikut membantunya memungut barang-barang hyo jin. Dan kemudian mata mereka bertemu. Deg!! Waktu terasa berhenti berputar. Hyo jin terpaku ketika mengetahui siapa laki-laki yang ada di depannya itu. “Jongin..”ucapnya pelan seraya berdiri dan satu hal lagi yang membuat moment itu lengkap, yaitu kristal. Jongin dengan kristal, lengkaplah sudah. This is wrong after all pikir hyo jin, ia ingin sekali pergi.

“Hyo Jin… apa yang kau?” kata kai tercekat melihat hyo jin. Ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini. Senyumnya mengembang, ingin sekali ia memeluk gadis itu. namun sayang mata gadis itu tidak fokus padanya. Ia melihat ke arah kristal, jung soo jung apakah dia mengenalnya?

Kristal hanya menundukkan kepalanya, ia tahu tatapan macam apa yang terpancar dari mata hyo jin. Kristal menahan air matanya, aku mohon kuatkan diriku tuhan.

Tanpa pikir panjang, hyo berjalan pergi tanpa memeperdulikan kai yang di depannya. Seharusnya ini memomen yang ia tunggu namun megapa seperti ini. Jongin sudah terlanjur dengannya. Dengan orang yang ia benci. Jung soo jung!!

“Hyo jiin, kau mau kemana?” tanya kai sambil  menarik lengan hyo jin. Namun hyo jin menyibakkan tangannya. “Ada apa denganmu?”

“Maaf aku terburu- buru.” Kata hyo jin dingin dan mencoba berjalan menjahui kai dan kristal. Sebelumnya ia memberikan tatapan dendam ke arah kristal.

“Tunggu… apa kau melupakannku.” Protes kai mencoba menahan hyo jin. Namun hyo jin melepaskan tangan kai kasar dan berjalan menjahui mereka.

Hyo jin mempercepat langkahnya ia tahu kai mengejarnya. Ia berusaha menahan air matanya. Please kai jangn mengejarku. Secepat apapun ia berjalan kai bisa menyamai langkahnya. Dan tanpa basa-basi kai menarik hyo jin dalam pelukannya. Jangtungnya berdetak tak menentu, hyo jin berusaha memberontak namun susah sekali ia melepaskan pelukan dari kai.

“Lepaskan aku, jongin!” pinta hyo jin, namun kai tidak memperdulikannya. Ia terus memeluknya erat seakan tidak ingin melepasnya pergi lagi. Ia tidak peduli dengan sikap hyo jin yang terus memberontak dalam pelukannya. “Jong in.” Suara hyo jin meninggi. “Lepaskan aku!!”

Dengan berat hati jongin melepaskan pelukannya, ia bisa melihat jelas wajah gadis yang ia rindukan. Namun ada dengan ekspresi itu, apakah dia tidak menyukai pertemuan ini?. “Hyo..” kata kai pelan mencoba meraih tangan hyo jin. Namun hyo jin tidak mengizinkan kai meraih tanggannya. Hyo jin berjalan mundur. “apa kau tidak merindukanku?” tanya kai, mengontrol emosinya dan berjan mendekati hyo jin.hyo jin menggelengkan kepalanya, air matanya mulai membasahi pipinya, hyo jin sangat payah berbohong pada perasaannya.

“Jong in, cerita masalalu kita sudah berakhir. Tidak ada lagi, aku sudah melupakan semuanya.” Kata hyo jin sambil menyeka air matanya.

“Kau berbohong.”

“tidak .” kata hyo jin tegas. Kai menarik tangan hyo jin, ia tidak peduli dengan hyo jin yang meberontak untuk melepaskan dirinya. Kai hanya ingin melihatnya, apakah hyo jin benar-benar melupakan semuanya. “Kau menyakitiku jongin.”

“aku…..” kata kai terpotong oleh sesososk laki-laki yang berjalan mendekatinya.

“Lepaskan dia.” Kata laki-laki itu. “Kau tidak berhak menyentuhnya seperti itu.” sambung laki-laki itu. perlahan kai melepas gengamannya. Ia melepaskan genggamannya bukan berarti ia takut, tapi siapa laki-laki itu. apakah dia alasan hyo jin melupakannya.

“jong in, kau hanya masa laluku dan dia adalah segalanya untukku sekarang.” Kata hyo jin setelah ia bebas dari genggaman jongin. “Lu, maaf membuatmu menunggu lama.”

___________________

Previous / Next 

Advertisements

7 thoughts on “TIMELEES Chapter 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s