Drama · fluff · Friendship · One Shoot · PG · Romance

Sweetest Of Love (Cheesy Love Tales Sequel) Chapter 2/2 end


Author: @SandraChoii (Twitter, Instagram, Line)

Blog: Mnjfanfiction.wordpress.com

Title: Sweetest Of Love  (Sequel of cheesy love tales)

Cast:   Kim Seok Jin BTS as Jin

Min Suga BTS as Suga

Choi Ji Hyun as Ji Hyun

Choi Eun Kyung as Eun Kyung

Other cast: Jeon Jung Kook BTS as Jungkook

Lee Na Hyun as Nahyun

Genre: Romance, Drama, Friendship

Lenght: Twoshoot (Chapter 2/2 end)

Rating: PG-17

 

Author Notes: Annyeong Readers, Author nulis ff sequel dari Cheesy love tales atas reques beberapa readers dan atas dasar author pengen lanjutin ceritanya juga hahaha, yang belum baca ff awalnya silahkan baca di postingan awal sebelum fanfic ini,

Jujur saja fanfic ini sudah buat author banyak memeras otak untuk gonta-ganti konflik berusaha menentukan konflik yang pas jadi jika fanfic ini sangat gaje author mohon maaf, untuk kekurangan dan kelebihan dalam ff ini author butuh kritik dan saran agar di fanfiction selanjutnya bisa lebih baik..

 

 

 

 

Story:

 

Hari ini setelah pulang kuliah Suga mengajak Eunkyung pergi ke toko roti milik bibinya saat dia mengingat jika bibinya sangat merindukan Eunkyung, menurut Suga bibinya adalah salah satu orang yang mendukung hubungannya dan Eunkyung,

Tapi namja itu menghentikan langkahnya saat melihat bibi dan ibuya seperti membicarakan hal serius di taman samping toko roti, karena jarak yang tidak terlalu jauh Suga dan Eunkyung masih dapat mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan,

Sangat jelas jika bibi dan ibunya sedang membicarakan dirinya

“Aku dengar kau membantu Suga untuk tetap bersama yeoja itu?Apa kau tau aku sudah membicarakan ini pada Lee hyurim sejak dulu jika anakku seorang namja dan anaknya seorang yeoja aku dan dia akan menjodohkan mereka? Dia itu teman dekatku dan aku harus menepati janji itu padanya, kau mau mempermalukanku di hadapan teman dekatku sendiri?”Ucap Hyunsung ibu dari Suga setengah berteriak

Jung Seonmi bibi dari Suga menghela nafas panjang mendengar ucapan kakaknya,

“Eonnie-ah kau bisa saja melakukan hal itu tapi kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Min Suga? Dia sudah dewasa dan bisa menentukan pilihannya sendiri, bagaimana bisa kau bersikap egois memaksanya mengikuti kehendakmu?”

“Aku ibunya, dia putraku aku akan melakukan yang terbaik untuknya”

“Tapi aku adalah ibu kandungnya, kau tidak berhak mengatur putraku untuk mengikuti keinginanmu!”Sahut Jung Seonmi membenarkan suatu hal

 

Suga tertegun sejenak mendengar pembicaraan mereka, pembicaraan mengenai dua orang yang tengah mengaku sebagai ibunya,

 

 

 

“Tapi aku yang membesarkan Suga, dia hanya mengetahui jika aku adalah ibunya. Kalau saja putraku tidak meninggal saat itu.. mungkin dia yang akan aku jodohkan dengan putri dari Hyurim”

“Eonnie, tapi pada kenyataan yang sesungguhnya Suga adalah putraku. Aku hanya tidak ingin dia menderita karena harus menggantikan putramu yang sudah lama meninggal..”

“Jagalah sikapmu di depan Suga, bersikaplah jika kau adalah bibinya, Suga hanya tau aku ibunya dan Min Jae Woo adalah ayahnya. Kalau kau mengaku sebagai ibunya bisakah kau menjelaskan jika dia bertanya mengenai ayahnya?”

 

Eunkyung memperhatikan Suga, yeoja itu seperti ingin menanyakan suatu kebenaran padanya tapi percuma Suga juga baru mengetahuinya saat ini. Suga tersenyum pada Eunkyung namja itu sama sekali tidak ingin yeoja itu mengkhawatirkannya, sebisa mungkin Suga menunjukkan jika dia tidak sedih sedikitpun mendengar perkataan mereka mengenai dirinya

“Lebih baik kita pulang sekarang, suasana saat ini tidak mendukung jika harus bertemu dengan Imo” Suga tersenyum dan menuntun Eunkyung pergi

 

Eunkyung menghentikan langkahnya dan memeluk Suga, namja itu terdiam sejenak sebelum membalas pelukan Eunkyung, Suga tersenyum menyadari jika yeoja itu kini tengah mengkhawatirkannya.

“Choi Eunkyung-ah, kau sudah mendengar semuanya? Siapa imo dan siapa aku? Aku baru mengetahui hal itu tapi perasaanku tidak bisa bohong jika aku seringkali merasa jika imo adalah ibuku, jika memang seperti itu apa artinya kekasih imo yang pergi itu adalah ayahku?”

Eunkyung hanya diam mendengar pertanyaan Suga,

“Aku baik-baik saja, kau jangan memikirkan itu aku sungguh baik-baik saja” Sahut Suga menyakinkan pada Eunkyung jika dia tidak memperdulikan hal itu

 

 

***

Setelah mengantar Eunkyung pulang, Suga kembali ke toko roti untuk menemui bibinya atau yang dia ketahui saat ini sebagai ibunya, Suga hanya tidak ingin Eunkyung mencemaskannya jika harus mendengarkan pembicaraan Suga dan bibinya.  Suga memasuki toko itu dan tersenyum singkat

“Imo, aku ingin bicara”

Bibinya mengikuti Suga duduk pada kursi yang sedikit lebih jauh dari beberapa pengunjung

“Imo, aku sudah mengetahui semuanya jadi jangan menyebunyikan sesuatu lagi dariku” Suga berusaha tersenyum saat ini

“Mengetahui apa maksudmu?”

“Tentang siapa aku dan siapa kau, aku mendengar pembicaraan kalian saat eomma berada disini menemuimu”

Bibinya sedikit tertegun mendengar pengakuan Suga, akhirnya Suga sudah mengetahui semua itu artinya tidak perlu lagi memikirkan bagaimana mengatakan hal ini padanya, bibinya tersenyum sedikit menahan air matanya menatap Suga tajam

“Jadi kau sudah tau jika aku adalah ibumu?”

Suga mengangguk singkat

“Imo tidak perlu khawatir aku tidak akan menanyakan siapa ayahku karena bagiku itu tidak penting, mungkin ini sebabnya aku lebih dekat dengan Imo daripada eomma..”

“Min Suga, Maafkan aku. aku tidak mengatakan ini padamu lebih awal aku rasa kau bisa tau mengapa aku melakukan hal itu”

“Tapi aku merasa di bohongi saat ini, aku bahkan seperti kehilangan jati diriku, kenapa kekasihmu bodoh sekali tidak memperjuangkanmu?” Sahut Suga setengah berteriak menahan emosinya

Bibinya memeluk namja itu saat ini,

“Oleh karena itu aku tidak ingin kau seperti ayahmu, itu sebebnya kau harus bisa memperjuangkan seseorang yang kau cintai karena sebagai namja kau memiliki hak untuk memilih dan menentukan jalan hidupmu sendiri”

Suga berusaha tersenyum di hadapan ibunya yang sesungguhnya, entah apa yang membuat kekecewaan namja itu mengenai hal ini tidak berarti apapun di bandingkan dengan perasaan bahagianya ketika mengetahui Imo yang selama ini sangat dia sayangi adalah ibunya.

“Gomawoyo eomma” Gumamnya membuat ibunya semakin mempererat pelukannya

“Sejak dulu aku sungguh sangat ingin kau memanggilku seperti itu, tapi kali ini aku mendengarnya”

***

 

 

“Apa kau sudah meminta maaf pada Jihyun? Bodoh sekali kau Kim Seok Jin. Jangan mementingkan ego mu sendiri” Sahut Suga saat Jin baru saja sampai di rumahnya bahkan Jin belum sempat berbicara pada Suga alasannya datang menemui dirinya

Jin menatap Suga dengan pandangan tajam

“Kenapa kau tidak bicara padaku? Apa kau baik-baik saja??”

“Apa maksudmu?”

“Mengenai bibimu itu”

Suga tersenyum menanggapinya

“Aku baik-baik saja, aku bahkan sangat bahagia jika Imo adalah ibuku. Jangan menatapku seperti itu Kim Seok Jin”

Jin sepertinya tidak ingin banyak bertanya lagi pada Suga, menurutnya Suga punya privasi sendiri untuk tidak menceritakan semua hal tentang dirinya kepada orang lain.

“Hahaha aku tau, tetaplah dengan sikap sok berwibawamu itu”

“Apa kau kesini hanya untuk mengatakan hal itu?”

Wajah Jin berubah serius kali ini

“Tentu saja tidak, aku ingin kau membantuku bagaimana caranya meminta maaf pada Jihyun?”

 

 

***

 

Jungkook membaca beberapa buku di taman belakang universitas untuk mengisi waktu luangnya, hari ini club sepak bolanya tidak ada jadwal latihan sedangkan ada mata kuliah yang harus dia pelajari sendiri selama dia tidak masuk dalam kelas untuk latihan bersama clubnya beberapa waktu lalu.

 

“Permisi, apakah kau tau adakah mahasiswa bernama Min Suga di universitas ini?” Tanya seorang yeoja yang kini menghampirinya

Jungkook memperhatikan yeoja itu beberapa saat, sepertinya dia bukan mahasiswi di sini tapi tunggu dulu Min Suga?

“Kau ada hubungan apa dengan Min Suga? Dan lagi dia itu sudah memiliki kekasih aku kenal baik dengan kekasihnya!” Jawab Jungkook sedikit tegas, seprtinya namja itu mulai belajar dari pengalaman, dia tidak ingin permasalahan terjadi kembali. Setelah dia berusaha mati-matian menyelesaikan masalah Jihyun dan Seokjin walaupun dia tidak tau masalah mereka sudah selesai atau belum tapi apakah harus ada masalah lain antara Eunkyung dan Suga dengan yeoja yang ada di hadapannya kini?”

Yeoja itu menahan tawanya saat melihat namja yang begitu berhati-hati terhadap orang asing,

“Bolehkah aku duduk? Aku akan menjelaskan sesuatu..” Ucapnya dengan tersenyum

Jungkook merapikan beberapa bukunya yang memenuhi setengah dari bangku taman yang kini ia duduki, setelahnya namja itu mempersilahkan yeoja itu duduk di sampingnya

Yeoja itu tersenyum dan mengulurkan tangannya,

“Aku Lee Na Hyun”

Jungkook tersenyum dan berjabat tangan dengan yeoja itu

“Aku Jeon Jung Kook, mahasiswa semester awal disini. Apa yang ingin kau jelaskan? Apakah itu berhubungan dengan Suga hyung dan Eunkyung nunna?”

Yeoja itu mengangguk dan berkata “Ya” dengan ekspresi yang seolah menyembunyikan sesuatu

“Baiklah, ada hubungan apa antara kau dan Suga hyung?”

Yeoja itu menghela nafas cukup panjang untuk membuatnya releks sebelum memulai menjelaskan sesuatu pada Jungkook

“Apakah kau sudah tau jika aku adalah yeoja yang di jodohkan dengan Suga oleh ibunya?”

“Mwo?? Jadi selama ini Suga hyung di jodohkan dengan kau?” Tanya Jungkook dengan nada yang mulai meninggi

 

Jungkook menatap yeoja itu dengan pandangan curiga, buru-buru namja itu membereskan bukunya dan memasukkan semuanya dalam ransel yang dia bawa, setelahnya Jungkook menyeret yeoja itu untuk mengikutinya

“Kau harus ikut denganku”

“Ya! Kau mau membawaku kemana? Lepaskan aku atau aku akan teriak meminta tolong?” Ancam yeoja itu saat Jungkoot tetap menyeretnya tanpa memperdulikan ucapan yeoja itu sama sekali

 

Jungkook menemui Eunkyung dan Suga yang kebetulan sedang berada di cafe dekat kampus.

Jungkook segera melepaskan yeoja itu di hadapan 2 orang yang kini telah berhasil mereka temui, sedangkan mereka hanya menatap Jungkook dan yeoja itu tak mengerti

“Suga hyung, kau jelaskan padaku siapa yeoja ini?”

Eunkyung melebarkan pandangannya ke arah yeoja yang sedang bersama Jungkook, Suga memperhatikan yeoja itu dan hendak menjelaskan sesuatu tapi buru-buru Eunkyung menaatapnya curiga padanya

“Jeon Jungkook kau tidak seharusnya menghakimi dia seolah dia adalah pencuri..”Suga mengatakan kalimat dengan nada santai

 

“Tunggu dulu, namja itu sudah tidak waras bagaimana mungkin dia menyeretku seperti itu saat aku baru saja bicara dengannya..” Ucap yeoja itu kesal dan menatap ke arah Suga

Suga tersenyum saat Nahyuun sedang menjadi sasaran kecurigaan Jungkook

 

“Baiklah, aku akan menjelaskan pada kalian semua dia itu adalah yeoja yang akan di jodohkan denganku, tapi aku dan dia sepakat untuk menggagalkan rencana itu..”

“Nah aku ingin mengatakan itu padamu tapi kau sudah terlebih dulu menghakimiku, kau lihat tanganku memerah karena ulahmu..” Protes yeoja itu pada Jungkook

Jungkook tersenyum menertawakan yeoja yang baru saja menjadi sasaran kesalah pahamannya sedangkan yeoja itu refleks menjitak kepala Jungkook dan begumam

“Kau adik kecil, minta maaflah padaku karena kau sudah bersikap tidak sopan padaku”

“Aku tau nunna, maafkan aku..”

 

Nahyun tersenyum pada Eunkyung dan mengulurkan tangannya untuk memberi salam

“Aku Lee Nahyun, apakah kau kekasih Suga?”

Eunkyung membalas senyuman yeoja itu dan berjabat tangan dengannya

“Ne, Aku Choi Eunkyung..”

 

“Ya! Nahyun-ah, kau untuk apa datang kesini?” Tanya Suga saat mengingat sesuatu, sebuah pertanyaan kenapa Nahyun menemuinya di kampus?

“Nah itu yang akan aku bicarakan padamu, bibimu menemui eomma kemarin dia bilang jika kau..” Nahyun tidak menlanjutkan kalimatnya

“Apakah imo mengatakan semuanya pada ibumu?”

Nahyun mengangguk singkat dan tersenyum

“Iya, saat itu eomma sudah mengerti apa maksudnya dan aku juga baru menegtahui jika putra dari Min ahjumma sudah meninggal sejak lama eomma bisa mengerti. Situasi saat ini sudah berbeda tidak ada perjodohan karena kau bukan orangnya, orang yang akan di jodohkan padaku adalah putra Min Ahjumma yang sudah meninggal. Aku ingin menyampaikan itu padamu entahlah itu berita baik atau berita buruk aku juga tidak tau harus menanggapinya dengan senang atau dengan prihatin”

Suga tersenyum

“Paling tidak kita tidak usah susah payah menggagalkan rencana mereka, anggap saja itu berita baik”

 

***

 

Kim Seok Jin menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Jihyun, namja itu terlihat mantap melangkahkan kalinya untuk mengetok pintu rumah yeoja itu dan meminta maaf setelah beberapa hari ini dia berpikir jika kesalahan yang dia lakukan amat parah dan pasti yeoja itu tidak akan mungkin memaafkannya,

Jin mengentok pintu rumah Jihyun singkat, kali ini namja itu sedang menutup matanya untuk membuat permohonan agar Jihyun mau memaafkannya setelah berkali kali dia belajar cara meminta maaf yang baik pada Suga dan Eunkyung

Seseorang membuka pintu rumahnya,

“Jihyun-ah aku..”

Saat mengetahui jika Jin yang datang yeoja itu berusaha menutup pintunya kembali tapi Jin menghalanginya

“Ya! Dengarkan aku dulu..”

Yeoja itu kembali membuka pintunya dan menatap Jin datar

“Harusnya kau mendengarkanku saat itu, bahkan kau tidak pernah mau mendengarkanku lalu untuk apa sekarang aku harus mendengarkanmu??”

 

“Aku tau, aku minta maaf.. Jihyun-ah aku tau perkataanku sudah banyak menyakitimu tapi saat itu aku benar-benar sedang emosi, aku hanya tidak suka kau dekat dengan Jungkook apa lagi mengenai berita itu yang cukup membuatku kecewa”

“Itu sebabnya aku marah padamu, kau lebih mempercayai berita bodoh itu dari pada aku sedangkan aku sudah berusaha mati-matian menjelaskan tapi kau selalu memnganggap setiap kata yang aku ucapkan itu suatu kebohongan, lalu saat itu aku harus bagaimana agar membuatmu percaya? Kau bahkan tidak memikirkan perasaanku sama sekali saat itu..” Jihyun menghapus air matanya dan masih berusaha untuk membuat dirinya sendiri tidak menangis

 

Jin terdiam sejenak, mengingat kembali kejadian waktu itu

“Aku saat itu sudah berusaha untuk percaya padamu tapi semua bukti yang aku dapatkan selalu menunjukkan jika kau melakukan kesalahan, perkataan Jungkook saat itu, topik pembicaraan di kampus dan juga aku melihat kau memeluknya kau pikir saat itu kau tidak menyakiti perasaanku?”

“Tapi aku memeluk Jungkook saat itu karena..”

“Aku sudah mengetahuinya, Jungkook sudah menjelaskan padaku”

 

Jihyun tidak menjawab apapun saat ini, yeoja itu mengalihkan pandangannya dari namja yang saat ini berada di hadapannya, Jin mendekat pada yeoja itu dan menyentuh pipinya untuk mengarahkan padangan yeoja itu pada dirinya. Jin tersenyum singkat dengan beberapa bulir air mata yang sudah jatuh sejak tadi

“Saat itu kau berkata jika kau merindukanku kan? Sebenarnya saat itu aku juga ingin mengatakan hal yang sama tapi aku masih sangat kecewaku padamu..”

Air mata yeoja itu sudah tidak bisa dia tahan lagi saat mendengar perkataan Kim Seok Jin saat ini, benar dia sangat merindukan Kim Seok Jin tapi perasaan marah masih membuatnya tidak ingin menatap namja yang sedang berada dalam jarak yang cukup dekat dengannya

 

“Aku sudah memaafkanmu, aku juga minta maaf atas sikapku saat itu tapi saat ini aku butuh waktu untuk sendiri aku mohon kau jangan menemuiku lagi” Ucap Jihyun dengan memberikan liontin pemberian Jin ketika anniversary pertama mereka setahun lalu dan berbalik dari hadapan Jin untuk kembali masuk ke dalam rumahnya.

 

Jin meraih pergelangan tangan Jihyun untuk menghentikan langkahnya, dan saat itu juga Jin berlutut di hadapan yeoja yang sangat dia sayangai itu untuk menunjukkan jika dia benar-benar tidak ingin yeoja itu pergi.

“Aku mohon jangan lakukan itu padaku, apakah kau benar-benar ingin semuanya berakhir seperti ini? Hanya seperti ini?”

Yeoja itu sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya saat mendengar ucapan Jin dan melihat namja itu  berlutut di hadapannya, sama sekali dia tidak ingin semuanya berakhir seperti ini. Apakah saat ini dia sangat bodoh bisa dengan mudah melepaskan namja yang sangat dia cintai begitu saja??

“Apa yang kau lakukan Kim Seok Jin? Aku mohon berdirilah”

Jin tidak mengubah posisinya sama sekali, namja itu hanya menggenggam tangan yeoja itu erat dan mengatakan

“Aku akan tetap seperti ini jika kau masih tetap ingin meninggalkanku”

 

Yeoja itu menangis cukup keras dan menarik tangan Jin untuk bangkit dari posisnya

“Kenapa kau bodoh sekali? Kenapa sekarang dirimu menjadi sangat keras kepala?” Ucapnya pada Jin

Namja itu tidak mengatakan apapun, dia hanya menghapus air mata yeoja yang sedang menangis di hadapannya dan memeluknya

“Uljimarayo! Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi aku berjanji, aku akan lebih mempercayaimu dari pada siapapun dan aku mohon jangan merahasiakan sesuatu sekecil apapun padaku karena sekecil apapum rahasia dalam hubungan itu bisa menjadi pemicu permasalahan yang besar”

Yeoja itu mempererat pelukannya pada Jin, paling tidak hanya dengan memeluknya seperti itu rasa rindunya pada Jin selama ini sudah terbayar.

Jin tersenyum dan mencium pucuk kepala yeoja yang selama ini dia rindukan saat menyadari jika yeoja itu mempererat pelukan padanya.

“Kau jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi padaku dan lagi kau jangan pernah melepaskan liontin ini, kalau tidak aku akan sangat marah padamu apa kau mengerti nyonya Kim?” Ucapnya saat setelah dia mengenakan liontin itu kembali ada Jihyun

“Aku mengerti, maafkan aku” Yeoja itu tersenyum mendengar perkataan Jin, wajahnya memerah saat Jin berhasil mencium keningnya dan mengacak rambutnya, hal yang paling dia rinduka dari Kim Seok Jin

 

***

 

Suga menuntun Eunkyung mengikuti langkahnya saat sehelai kain di gunakan untuk menutup mata yeoja itu,

“Kau akan membawaku kemana?” Tanya yeoja itu

“Nanti kau akan tau”

Suga menghentikan langkahnya dan membantu Eunkyung membuka kain yang di gunakan menutup matanya, mereka saat ini sedang berada di bukit dimana mereka merayakan 1mountsary mereka 2tahun lalu

Dekorasinya masih dengan tema yang sama tapi ada sedikit perubahan, di setiap tempat di penuhi bunga lily.

Suga menuntun Eunkyung untuk duduk di meja yang sudah di siapkan sebelumnya, namja itu tidak menyiapkan bunga hanya saja dia mengambil setangkai lily dan memberikannya pada Eunkyung

“Sudah lama sekali aku tidak membuatmu terkesan hanya karena banyak hal yang kita hadapi di tahun ini, tapi karena hal itu juga yang membuatku semakin tidak ingin kehilangan dirimu”

Eunkyung hanya tersenyum dan sesekali memperhatikan tempat ini, dia mengingat pertama kali dia pergi ke tempat ini bersama Suga yang membuatnya sangat terkesan.

 

“Aku ingin membayar 2nd anniversary kita yang berantakan saat itu, kita bisa merayakannya saat ini” Lanjut Suga membuat Eunkyung kembali menertawakannya

“Kenapa kau menertawakanku seperti itu?”

“Aku hanya tidak habis pikir kenapa kau memilih tempat ini dari begitu banyak tempat yang pernah kita datangi” Sahut Eunkyung menggodanya

“Wae?”

“Dari semua tempat aku lebih suka saat kau mengajakku ke bioskop dan mengatakan sesuatu yang membuatku terkesan. Sama seperti saat kau memintaku menjadi kekasihmu waktu itu” Eunkyung menahan tawa saat mengucapkannya

 

Suga menunjukkan wajah kecewanya, tapi beberapa saat namja itu tersenyum singkat, dengan sekali petikan jarinya tiba-tiba seluruh lampu yang menyala di sekitar lokasi ini padam, sebuah layar yang cukup lebar menyala,

Benar, sebuah mini video sudah namja itu siapkan untuk Eunkyung.

Yeoja itu tertegun, bagaimana Suga bisa begitu tau apa yang dia inginkan?

Dalam mini video yang berdurasi 5menit itu banyak hal yang Suga bicarakan untuknya dan di akhir kalimatnya Suga mengatakan

Aku tau jika kau sudah mengetahui siapa diriku yang sesungguhnya, Imo ehm maksudku Eomma selalu mengatakan jika aku adalah namja yang memiliki hak untuk memilih dan menentukan jalan hidupku itu sebabnya eomma selalu memperingatkan agar aku dapat memperjuangkan seseorang yang aku cintai dan tidak bertindak bodoh seperi ayahku. Choi Eunkyung-ah, aku benar benar menyukaimu aku tidak ingin kehilangan kau lagi”

Suga tidak mengatakan apapun lagi setelah itu, hanya saja ada sebuah kertas yang dia bawa bertuliskan ‘Do You Marry Me?’ Dalam akhir mini video itu

 

Wajah Eunkyung berubah merah setelah melihat mini video itu, baginya tidak ada hal yang Suga lakukan tidak mebuatnya terkesan.

“Otte?” Gumam Suga saat memperhatikan wajah Eunkyung

Yeoja itu mengerucutkan bibirnya menanggapi,

“Bodoh sekali, kenapa kau memintaku menikah di saat kita sedang sibuk memikirkan tugas akhir? Aku belum ingin menikah saat ini”

Suga tertawa mendengarnya

“Ya! Chagi-ah aku hanya memintamu saat ini kalaupun kita akan menikah tahun depan 2 tahun lagi atau 3 tahun lagi itu bukan masalah yang besar”

“Baiklah tapi kau harus melakukan satu hal untukku?” Sahut Eunkyung

“Katakan?”

 

Eunkyung terdiam sejenak lalu mengucapkan kalimatnya sedikit ragu

“Jangan katakan ini pada Jihyun ataupun Seokjin”

Suga menghela nafasnya

“Ada apa lagi dengan mereka?”

“Karena aku selalu mengatakan pada Jihyun jangan buru-buru menikah,”

Suga menahan tawa mendengar pengakuan Eunkyung padanya,

“Kalau tidak buru-buru menikah denganku bagaimana jika nanti aku menikah dengan orang lain?” Goda Suga padanya

“Lakukan saja” Sahut Eunkyung

Suga tersenyum mendengarnya dan mencium bibir yeoja itu beberapa saat, setelahnya namja itu mengatakan “Masalahnya jika aku ingin menikah, aku hanya ingin itu denganmu” yang sempat membuat wajah Eunkyung kembali memerah.

 

 

***

 

*Jeon Jung Kook POV*

 

Siang ini aku menunggu Lee Na Hyun nunna di depan kampusnya, ya karena aku dan dia berada di universitas yang berbeda. Entahlah aku sedang membuat janji dengannya mungkin bisa di katakan ini bukan kencan pertama lagi dengan Nahyun nunna setelah beberapa kali aku mengajaknya pergi.

Aku melihatnya keluar dari kelasnya dan tersenyum padaku, yeoja itu hanya sedikit lebih muda dari Jihyun nunna tapi 3tahun lebih tua dariku. Ya katakan saja aku ini menyukai nunna nunna, tapi bukan itu tujuanku aku hanya menyukai yeoja yang dewasa bukan seorang ahjumma. Sepertinya itu perlu masuk dalam catatan agar tidak ada lagi yang mengatakakn Jungkook begini dan Jungkook begitu..

 

“Apa kau sudah menunggu lama? Mian tadi dosen pengajar sangat cerewet..” Jelasnya padaku dengan menahan tawanya saat baru saja dia menjelekkan seorang dosen

“Gwaenchana, aku baru saja sampai. Kita pergi sekarang?” Tawarku sedangkan Nahyun nunna hanya tersenyum dan berkata “Kajja!”

 

Beberapa kali detak jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya, apakah saat ini aku mulai mencinta yeoja? Apa itu artinya aku sudah bisa membuka hatiku untuk yeoja setelah aku menutup diri beberapa tahun ini? Nahyun nunna sangat baik dan aku harap yeoja ini tidak menganggapku sebagai adiknya lagi sama seperti Jihyun nunna waktu itu.

Aku mengajaknya duduk di kedai ice cream yang tidak jauh dari taman samping sungai han, karena cuaca cukup panas dan memasuki summer aku memilih untuk memesan patbingsoo

“Nunna, bagaimana perasaanmu saat dulu kau di jodohkan dengan Suga hyung oleh ibumu?”

“Uhuuk..uhuuk”

Aku tau pertanyaanku membuat Nahyun nunna tersedak sampai terbatuk seperti itu, bodohnya kenapa aku menanyakan hal itu?

“Gwaenchana??” Tanyaku dengan sedikit khawatir

Nahyun nunna terseyum dan mengisyaratkan jika dirinya baik-baik saja

“Kenapa kau menanyakan hal itu Jungkook-ah? Jika aku memang menyukai Suga aku tidak mungkin membiarkan dia kembali pada Eunkyung, bukan begitu?”

Aku cukup lega mendengarnya

“Dulu Jihyun nunna mengatakan jika aku terlalu muda untuknya, menurutmu apakah mungkin jika kau menyukai seseorang seusiaku?”

“Hahaha, kau ini bodoh sekali. Jihyun mengatakan itu padamu karena saat itu dia sudah sangat tergila-gila pada Kim Seok Jin. Menurutku hal itu tidak masalah bukankah saat ini sangat banyak pasangan kekasih yang usia namjanya lebih muda?  Jika memang menyukainya kenapa tidak, kau juga terlihat dewasa kalaupun kau memiliki kekasih yang lebih tua darimu tidak satu orangpun tau perbedaan usia kalian kecuali kau menulis berapa usiamu tepat di jidatmu itu”

Benar-benar yeoja ini sudah membuatku tertawa, aku sangat lega mendengar jawabannya paling tidak pemikiran Nahyun nunna berbeda dari Jihyun nunna saat itu, aku sangat setuju dengan Nahyun nunna.

Sejak bersama Nahyun nunna, yeoja ini sama sekali tidak menganggap aku anak kecil itulah yang aku suka,

“Jungkook-ah, aku ingin pergi ke taman di samping sungai han aku rasa anginnya sangat sejuk, sudah lama aku tidak pergi kesana” Pintanya padaku, hal kedua yang aku suka karena sikapnya cukup manja memberikanku kesempatan untuk bersikap lebih dewasa darinya

 

Aku menuntunnya pergi ke tempat yang yeoja ini inginkan, dia seperti anak kecil yang baru saja pergi ke sungai han

“Terakhir kali aku ke sini setahun yang lalu sebelum appa kembali ke jepang untuk memulai bisnisnya, karena tidak setiap hari appa pulang aku jadi tidak pernah punya pikiran untuk berlibur tapi karena kau aku bisa ke tempat ini lagi” Yeoja itu terlihat sangat bahagia kali ini, aku menyukainya aku benar-benar menyukainya

Aku menggenggam tangannya saat ini, sedangkan dia hanya menatapku tidak mengerti

“Aku ingin menjadi oppamu” Gumamku tanpa sadar

“Mwo?”

“Ehm maksudku aku ingin kau bisa memanggilku dengan kata Oppa”

Yeoja itu tersenyum mendengar permintaan konyolku itu, aku kembali melanjutkan beberapa kata yang memang aku ingin sampaikan padanya

“Nunna, apakah kau tidak sadar selama ini jika kau sudah membuatku melupakan Jihyun nunna? Aku benar-benar sudah merelakannya bersama Jin hyung itu karena kau sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu”

Yeoja itu hanya menatapku tidak mengerti

“Ya! Itu sebabnya aku ingin kau memanggilku dengan kata Oppa, karena aku menyukaimu..”

Nahyun nunna tersenyum mendengarnya

“Jungkook oppa?” Tanya dia padaku, apakah hal itu cocok jika dia menyebutku dengan kata oppa

 

Aku menahan tawa mendengarnya, aku bergumam lebih tepatnya bersenandung kecil di hadapannya

 

‘doegopa neoui oppa, neoui sarangi nan neomu gopa (i want tobe your oppa, i’m so hungry for your love)’

‘wae nae mameul heundeuneun geonde (why are you shaking up my heart?)’

Aku tertawa setelah mengatakan itu padanya karena dia terlebih dulu menertawakanku

“Aku menyukaimu, dan kau tidak punya alasan untuk mengatakan aku terlalu muda untukmu karena aku sudah mengintrogasi jawabanmu sejak tadi, lagipula kau lebih pendek dariku nunna jadi tidak akan ada yang tau kecuali kau menuliskan berapa usiamu tepat di jidatmu” Aku menekankan kalimatku

“Hahaha tidak romantis sekali, harusnya kau menanyakan apakah aku menerima atau tidak? Bukan memaksa seperti itu”

“Aku tidak perduli, karena aku menyukaimu aku tidak butuh jawaban dan kau harus menerimaku”

“Ya! Tapi..”

Yeoja itu tidak dapat melanjutkan perkataannya saat aku tiba-tiba mencium bibirnya beberapa saat,

Aku tersenyum setelahnya, wajah Nahyun nunna berubah menjadi merah padam kali ini

“Katakan, apa kau juga menyukaiku?” Tanyaku kembali

“Baiklah aku mengalah kali ini, ya aku menyukaimu..”

Aku cukup puas bahkan sangat puas mendengarnya, saat itu juga aku memeluknya.

 

 

***

 

 

*Choi Ji Hyun POV*

 

Aku saat ini memegangi handycam untuk kembali membuat dokumentasi 2nd anniversary ku bersama Jin, kali ini Jin sedang sibuk dengan masakannya di dapur rumahku.

“Ya! Kim Seok Jin, melihatlah ke kamera” Panggilku dengan mendekatkan handycam ke arahnya

Namja itu menoleh ke arahku dan tersenyum singkat, sebelum akhirnya mengoceh

“Ya! Bisakah kau menyebutku Chagi-ah supaya dokumentasinya bagus?”

Sungguh aku tertawa kali ini mendengarnya

“Hahaha, aku lebih suka menyebutmu gwiyeoun namja. Buatkan aku sup rumput laut aku ingin memakannya kali ini..”

 

Jin menatapku singkat,

“Kau harus membantuku memasak” Sahutnya lalu mengambil handycam dari tanganku dan meletakkannya kembali di tiang penyangga kameranya

 

Aku tersenyum melihat tingkahnya itu,

“Baiklah kau buat sup rumput laut..” Perintahnya padaku

“Aku tidak mau, itu kan keahlianmu aku akan membuat japjae dan bulgogi”

“Baiklah baiklah,” Jin tersenyum singkat

 

Hampir 30 menit semua apa yang kami masak sudah selesai, memang tidak butuh banyak waktu untuk menyelesaikan beberapa masakan

 

“Jihyun-ah” Panggilnya saat aku akan meletakkan beberapa makana di ruang makan

“Wae?”

“Di pipimu banyak sekali saus bulgogi..”

“Jinjja??”

Jin tersenyum dan membersihkan pipiku dengan tissue yang dia bawa, setelahnya namja itu mengecup pipiku singkat. Aku terdiam beberapa saat setelahnya, Jin selalu bisa membuatku salah tingkah.

“Kenapa bengong seperti itu? Berikan padaku biar aku yang meletakkan di ruang makan” Lanjutnya, aku hanya tersenyum mengikutinya ke ruang makan

 

Jin menata kamera dan penyangganya kali ini di ruang makan, setelahnya dia duduk di hadapanku dan memulai petanyaan

“Ritual pertama, siapa yang harus mengakui kesalahan terlebih dahulu?”

“Kau Kim Seok Jin!” Sahutku

“Hahaha baiklah, aku akan mengakui kesalahanku di tahun ini, aku minta maaf karena selama setahun belakangan ini setelah 1st anniversary kita aku masih belum bisa menjadi kekasih yang baik untukmu, sering mencurigaimu bahkan kesalahan terbesarku adalah lebih mempercayai berita bodoh itu dari pada kau dan itu pula hal yang menyebabkan aku hampir saja kehilanganmu, tapi itu semua karena aku terlalu mencintaimu jadi aku sangat marah padamu”

Aku tertegun mendengarnya, beberapa tetes air mataku tidak bisa aku tahan bukan karena aku sedih tapi aku sangat bahagia, aku sangat terharu mendengarnya.

Jin tersenyum, menghapus beberapa bulir air mataku dan mengatakan

“Baiklah sekarang giliranmu” Ucapnya dengan suara lembutnya

Aku tersenyum singkat sebelum memulainya

“Aku akan mengakui kesalahanku di tahun ini, aku minta maaf karena selama setahun belakangan ini setelah 1st anniversary kita aku juga belum bisa menjadi kekasih yang baik untukmu, aku sering membuatmu khawatir, membuatmu marah, bahkan membuatmu kecewa karena aku takut menceritakan sesuatu padamu mengenai Jungkook. Tapi aku akan menjelaskan sekali lagi jika aku hanya mencintaimu dan aku tidak mungkin melakukan hal yang menyakiti perasaanmu, maaf tentang sikapku yang terburu-buru ingin kau pergi padahal saat itu aku ingin sekali memelukmu untuk mengatakan aku sangat merindukanmu, aku terlalu egois saat itu, tapi itu semua karena aku sangat mencintaimu..”

Jin menghapus beberapa bulir air matanya dan tersenyum padaku

“Sifat apa dariku yang harus aku perbaiki?” Tanya jin padaku

“Sifat terlalu mencurigaiku, karena aku berjanji padamu jika aku tidak akan pernah membuatmu kecewa.. dan sifat apa dariku yang harus aku perbaiki?”

Jin tersenyum dan menarik hidungku gemas

“Sikap kurang terbuka dan menganggap aku akan marah jika kau mengatakan suatu kejujuran, itu harus kau perbaiki karena aku akan lebih marah jika kau menyembunyikan sesuatu dariku”

“Baiklah aku akan perbaiki itu mulai saat ini..”

Jin bangkit dari tempat duduknya saat ini dan menghampiriku, setelahnya namja itu tersenyum dan mengecup tepat pada pucuk kepalaku

“Kita akan sama-sama memperbaikinya, terimakasih untuk dua tahun ini yang selalu mengerti diriku, memahami sifatku yang terkadang labil, dan memberiku kesempatan sekali lagi untuk tetap bersamamu, aku akan memperbaiki semuanya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama”

Aku kembali tertegun dengan sikapnya, dia kembali pada sifatnya semula yang selalu manis padaku bahkan kali ini sifatnya jauh lebih manis dari sebelumnya.

Aku bangkit dari tempat dudukku dan berdiri di hadapannya, aku tersenyum singkat dan memeluknya

“Terimakasih juga untuk dua tahun ini kau selalu menjagaku, membuatku bahagia, dan juga karena kau sangat mencintaiku, terimakasih atas semua memory indah selama dua tahun ini dan aku harap di tahun selanjutnya kita akan tetap seperti ini atau bahkan lebih baik dari ini..”

Aku kembali menangis saat mengucapkannya, aku benar-benar bahagia kali ini walau 2nd anniversay hanya di rayakan di rumahku tapi kebersamaan ini yang paling penting untukku.

Jin kembali menatap wajahku dan tersenyum, tangan halusnya kembali menghapus beberapa bulir air mataku “Uljima..” gumamnya lalu mencium bibirku dengan sangat lembut untuk beberapa saat

“Saranghaeyo gwiyeoun namja” Sahutku yang sempat membuat wajah Jin sedikit memerah

 

(*^-^)~The End~ (^-^*)

Advertisements

25 thoughts on “Sweetest Of Love (Cheesy Love Tales Sequel) Chapter 2/2 end

    1. Itu setengah mati ngetiknya tengah2 buntu total! Hahaha syukurlah kalo suka ya XD boleh dong, biar readers blog ini nambah.. kasih tau teman sebanyak-banyaknya sekalian ya XD
      Saranghae readers :*

      Like

  1. kyaaaa daebaakk endingnya seruuu abiz!!!!!
    author keren, romancenya dpt wkaka
    g ketebak ending”nya jungkook sm nunna” jg. sukses trs buat author+webnya =))

    Like

      1. Annyeong Rania, gomawo ya rania sudah berminat baca ff awalnya hahaha nanti author akan lanjutin sequel selanjutanya atas beberapa request yg author terima..
        tetap ikuti ff di blog ini ya..
        Saranghae readers :*

        Like

    1. Wah seneng baca commentnya, ternyata respon dari readers cukup bagus untuk ff ini yg awalnya oneshoot ada yg request bikin sequel bahkan sampe 2chapter minta 3chapter, skrg minta lagi kelanjutannya setelah mereka menikah hahaha
      gomawo, author jadi semangat lanjutin fanfic ini..
      Saranghae readers :*

      Like

    1. Annyeong aprilia, iya gpp yg penting komen(?) hahaha
      gomawo ya, berarti sudah baca ff awalnya juga? Author mau lanjutin sequel ke 2 atas reques beberapa readers, ikutin lagi ya lanjutannya..
      Saranghae readers :*

      Like

  2. Oh ternyata chapter 2 disini aku udah baca chapter 1 di bts fanfiction *dan udah komen lo thor :D* thor demi apa ya demi aku jadi istri kim seokjin ini ff so sweett banget…. Nice ff & Keep writing ya thor!!!

    Like

    1. Annyeong Sejin!! Wah bener bener readers ini sampe cari di blog author buat baca chapter 2nya padahal nanti author pasti post di btsfanfic hahaha gomawo ya, seneng banget sudah bela-belain cari chapter 2 sampe disini.. gomawo juga buat komennya udah komen disini juga di btsfanfic.. rencananya nanti author akan bikin sequel ke 2 ikutin lagi ya dear..
      Saranghae readers :*

      Like

  3. endingnya super duper sweetttt…..
    tapi masih ada yang belum jelas deh, kelanjutan hubungan suga sama ibunya gimana?
    but, over all aku suka ceritanya…
    daebak… fighting….

    Like

    1. Annyeong Gong In Ha, wah gomawo sudah berkunjungbdi blog author.. hahaha yup masih ada sequel ke 2 nanti akan di jelaskan disitu dear, ikutin ya.. gomawo sudah baca dab komen..
      Saranghae readers :*

      Like

    1. Annyeong Adeline, hahaha iya iya author sudah mulai ngetik sequel lagi jadi di tunggu saja ya.. gomawo juga sudah setia baca ff author, nanti author rencanakan sequel akhir ini akan twoshoor atau bisa jado treeshoot ^^
      Saranghae readers :*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s