Drama · fluff · One Shoot · PG · Romance

Happy Birthday Song Eunbi!!


Cast:   Song Eun Bi

Byun Baek Hyun as Baekhyun

Wu Yi Fan as Kris

Title:   Happy Birthday Song Eunbi!!

Genre:            Romance (Oneshoot)

Author Notes : Saengil Chukkae adekku yang unyu-unyu, semoga panjang umur, makin pinter, bisa tercapai semua cita-cita dan harapannya!! XD aku buat FF ini yang awalnya hanya sebuah ucapan selamat ultah, kenapa castnya Kris dan Baekhyun? Alasannya karena Kris couple rp yang kamu bilang baik tapi jarang online =P sedangkan baekhyun, kamu pernah bilang pengen punya couple baekhyun waktu itu hahaha jujur ya fini aku minta maaf jika sedikit atau banyak sekali di ff ini yang jalan ceritanya “Buruk” alasannya ultahmu terlalu cepat disaat aku tidak punya inspirasi apapun untuk menulis(?) hahahahahaha-_-^

Story 🐱

 

     

 

 

*Kris POV*

 

Angin sejuk di musim semi pagi ini terasa lebih wangi, ya musim dingin sudah berlalu beberapa minggu ini, sudah berapa lama aku pergi meninggalkan Song Eunbi? Seorang yeoja manis yang sangat aku sukai sejak aku masih duduk di bangku sekolah, bukankah beberapa tahun lalu aku selalu mengejarnya, bahkan memohon pada Tuhan di setiap doaku agar dapat memiliki yeoja itu, aku sangat menyukainya bahkan tak satupun yang ada padanya aku tidak suka.. aku merindukan sosoknya yang terlihat polos, ekspresinya ketika marah dan saat dia memintaku untuk tidak pergi..

Bukan sebuah penyesalan karena aku sudah memilikinya, dia yeojachinguku tapi hanya karena sebuah pekerjaan ini aku harus meninggalkannya, aku tau aku terlalu egois.. aku tidak bermaksud mengacuhkannya aku hanya butuh waktu untuk mencapai target yang sudah terencanakan sebelumnya..

-dtttdttt…-

Aku menekan beberapa digit angka pada layar ponselku, pekerjaan ini membuatku tidak banyak waktu untuk menghubungi Eunbi, aku harap dia akan mengangkat panggilanku.. berkali kali aku mencoba menghubunginya tidak ada jawaban..

*Author POV*

 

Seorang yeoja duduk pada sebuah bangku taman dengan mengenakan sweater merah dan topi rajutan, terlihat beberapa kali yeoja itu membolak-balik kalender kecil yang terlihat seperti sebuah buku

“Ya!! Song Eunbi..” Yeoja itu menoleh kearah suara yang ia dengar, tak ada seorangpun yang berada disini, bibir mungilnya tersenyum tipis dan bergumam “Siapa disini yang perduli padaku?” Yeoja itu meraih batu yang berada dihadapanya ” bahkan batu ini saja tidak perduli padaku!” Kesalnya dengan melemparkan batu itu tepat pada sumber suara

“Appo-ya..” Teriakan itu membuatnya terbelalak

“Ya!! Baekhyun-ah!! Kau sedang apa? Eottokhe.. Apa yang sakit?” cemasnya

“Tidak.. hahaha untung saja aku menghindar saat tadi kau melempar batu itu..” Baekhyun tersenyum geli

“kau yakin??” Eunbi menangkap sedikit luka lebam pada tengkuk baekhyun, yang dia yakini itu karena ulahnya

“Tentu saja..”

“Baiklah kalau begitu aku tidak perlu mengganti rugi padamu untuk membeli obat dan plester luka..”

Mendengar ucapan yeoja itu, baekhyun refleks menyentuh bagian tengkuknya

Eunbi tersenyum singkat saat dia tau baekhyun mengelak jika dia terkena batu lemparan itu, baekhyun mungkin menganggap sesuatu ini tidak keren.. luka di tengkuknya hanya karena lemparan batu dari Song Eunbi

“Ikut aku..” Yeoja itu menuntun Baekhyun ke sebuah apotik di dekat sini, setelah beberapa saat yeoja itu keluar dengan membawa beberapa obat luka, krim, dan plester lalu berjalan ke arah Baekhyun yang duduk di sebuah bangku di luar apotik

“Kalau kau sakit kau bilang saja, jangan berkata tidak hanya untuk alasan tidak keren, kau tau kau lebih tidak keren lagi saat kau berbohong..” Oceh yeoja itu sambil mengobati luka lebam Baekhyun

“Aku tau.. aku tau..” Jawab baekhyun sekenanya

“Baiklah sudah selesai, aku harap lukanya cepat sembuh  agar aku tidak membayar biaya rumah sakit..” Kali ini Eunbi menertawakannya

“Ya!! Ini belum selesai, bagaimana kalau aku sampai gagarotak hanya karena semua ini?” Baekhyun menggoda yeoja itu

“Lalu menurutmu gagarotak karena lemparan batu dari Song Eunbi  itu sangat keren??” Jawabnya santai

Ponsel Eunbi kembali berdering, yeoja itu melihat sebuah nama yang tertulis disana dan kembali menyimpannya

“Waeyo??” Baekhyun mencurigai sesuai yang terjadi pada Eunbi

“Tidak ada..”

“Kris??”

“Aku tidak mengenalnya” Eunbi terlihat sensitiv saat ini, dan kembali dia mematikan ponselnya

“Bukankah kau selalu menunggunya untuk menelponmu? Kenapa kau mematikan ponselmu?”

“Aku sudah katakan aku tidak mengenalnya..”

“Kau benar tidak ingin mendengar apa yang akan dia sampaikan padamu?”

“Aku harus pergi..” Eunbi tersenyum singkat dan berjalan pergi

*Song Eun Bi POV*

“Harusnya kau mati saja Kris!!”

Aku melempar ponselku di sofa depan ruang TV saat aku baru saja sampai di rumahku

‘pletak’ Sial sekali.. seseorang melemparkan sebuah bungkusan kado sepertinya, walau benda itu tidak terlalu keras tapi tetap saja sakit jika mendarat tepat di kepalaku.. aku menoleh sosok orang yang masih berada didepan pintu itu..

“Mian..” Baekhyun tersenyum singkat “Oh iya benda mengerikan itu aku temukan didepan pintu rumahmu” Lanjutnya

Aku menoleh malas kearahnya

“Buka saja apa isinya mungkin itu dari..” Baekhyun menghentikan kalimatnya saat aku menoleh kesal kearahnya..

“Baiklah aku tidak akan menyebutnya lagi..” Lanjut namja itu lalu meraih remote untuk menyalakan TV

Memang Baekhyun tinggal disini bersamaku sejak beberapa bulan lalu, dia menyewa kamar kosong yang berada dirumahku karena rumahku lebih dekat dengan kampus, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini tapi aku tidak sampai hati saat dia ingin menyewa kamar disini dengan alasan rumahnya yang sangat jauh dengan kampus dan sekarang seolah dia menguasai seluruh isi rumahku..

Aku membuka pintu kamarku dan menguncinya dari dalam, aku kembali mengacak isi ponselku.. Kris mengirimkan pesan suara, antara ingin dan tidak untuk membukanya tapi jujur aku masih perduli padanya walau aku sedikit kesal

‘Song Eunbi.. kau kemana saja? Angkat telponku, apa kau sama sekali tidak merindukanku?’ Aku tersenyum  masam mendengarnya, tidakkah dia sadar apa alasanku tidak mengangkat telpon darinya? Karena aku marah..

Pandangaku tertuju pada sebuah kotak yang Baekhyun lemparkan padaku tadi, sebuah kado yang di bungkus dengan kertas warna merah. Aku membukanya sedikit hati-hati apa ini dari Kris??

Aku membukanya, sebuah syal berwarna putih keabuan dan pada ujungnya ada sebuah rajutan yang membentuk inisial nama ‘WYF’ tidak ada sebuah surat apapun didalamnya hanya secarik kertas kecil yang bertuliskan ‘walau saat ini memasuki musim semi, cuaca cukup dingin, buatlah dirimu untuk tetap hangat^-^’ Bukankah ini menyebalkan?? Sudah 2 kali dia tidak datang saat ulang tahunku padahal dia selalu mengatakan dia akan menyempatkan untuk datang, sekarang dia seolah sangat perduli padaku apa sebegitu bodohnya Song Eunbi hingga dia memperlakukannya seperti ini??

 

‘toktoktok’

Dari luar ada yang mengetuk pintu kamarku, siapa lagi kalau bukan namja itu..

“Ya!! Song Eunbi, sedang apa kau didalam?? Bisa bantu aku?”

Aku mendengus sebal, aku menyeret kakiku malas dan membuka pintu

“Waeyo?”

“Kau bisa menemaniku menonton film horror? Aku ingin menontonnya tapi ini cukup seram..”

Aku menahan tawa mendengarnya, mungkin ini cukup untuk hiburan daripada aku terus menerus memikirkan Kris..

“Baiklah.. aku baru tau jika kau penakut..” Aku sedikit menertawakan sambil berjalan menuju ruang TV

“Aku bukan takut hanya saja itu cukup seram jika untuk ditonton sendiri..”

Beberapa kali Baekhyun menutup mata, aku bukannya pemberani hanya saja aku rasa film ini tidak seram saat melihat ekspresi lucu Baekhyun ketakutan

“Aku kira kau sangat keren bahkan hantu saja kau ketakutan..” Aku sedikit menertawakan, Baekhyun menoleh malas kearahku dan mematikan Tvnya

“Sudah masih banyak yang harus aku kerjakan dan kau bantu aku..”

“Tapi aku belum selesai menonton..”

“Sudahlah jangan lanjutkan, aku bisa mati jika terus menontonnya..”

Baekhyun menuntunku untuk mengikutinya, sampai didepan pintu kamarnya aku menghentikan langkahku

“Kau mau apa??” Tanyaku dengan melepaskan tangannya yang sedari tadi menuntunku

“Ya!! Aku hanya ingin minta bantuanmu, kenapa kau selalu saja berburuk sangka terhadapku?”

Mendengarnya, aku sedikit ragu tapi aku tetap mengikutinya masuk

“Omo.. kenapa berantakan sekali? Ruangan ini tidak pernah seberantakkan ini sebelum kau datang..” Ocehku

“Aku tau, aku akan bersihkan nanti kau tenang saja..”

“Lalu? Aku harus membantumu apa?”

Baekhyun tersenyum dan membuka laptopnya, dia menunjukkan sesuatu padaku..

“Jika kau ditawarkan oleh kekasihmu, kau akan memilih tempat seperti apa untuk kencanmu dengannya??” Tanyanya dengan membuka-buka beberapa gambar restoran dan fasilitasnya

“Untuk apa kau menanyakan hal ini padaku?”

“Mungkin saja K.. ah lupakan aku tidak jadi menanyakan hal itu..” Baekhyun menutup percakapan, mungkin dia tau aku tidak suka jika dia kembali menanyakan Kris..

Aku tersenyum singkat padanya, aku tau aku terlalu sensitif jika dia menanyakan kembali tentang Kris..

“Dulu aku selalu pergi ke taman di samping sungai Han bersama Kris, itu tempat favorit ku dengannya ketika kami pergi kencan, karena disana tempat pertama kali dia mengatakan jika dia menyukaiku.. bahkan dia berjanji padaku jika dia akan menemuiku disana saat ulang tahunku nanti tapi sudah dua kali ulang tahunku dia tidak pernah datang kesana untuk menemuiku..padahal aku sudah menunggunya disana..” Baekhyun terdiam mendengarnya

*Flashback*

Masih sama seperti tahun lalu, di hari ulang tahunku saat ini rasanya aku tidak pantang menyerah untuk mengharapkan Kris akan datang menemuiku disini, bukan tanpa alasan tapi karena sebelum dia pergi menjalankan bisnis keluarganya di macau, dia selalu berjanji padaku sesibuk apapun itu dia pasti akan datang kesini untuk menemuiku di hari ulang tahunku..

Aku memandangi jam tanganku, aku mencoba tersenyum untuk memanipulasi diriku jika saat ini aku sedang sedih karena sudah lebih dari 2 jam aku menunggunya.

Kris tidak juga datang ke tempat ini, ulang tahunku memang bulan mei yang sudah melewati musim dingin dan memasuki musim semi, tapi beberapa menit yang lalu hujan turun cukup lebat, mungkin saat ini aku sudah gila, untuk apa aku masih menunggunya datang menemuiku disini sedangkan tahun lalupun dia sama sekali tidak menepati janjinya..

“Apa Kris mempermainkanku? Apa dia sama sekali tidak mengingat janjinya sendiri? Apa aku bukan menjadi sesuatu yang penting lagi untuknya??”

Aku menghapus air mataku yang tidak nampak karena bercampur air hujan, mungkin pemandangan ini cukup menyedihkan jika Kris tau aku menunggunya seperti ini itupun jika dia masih memikirkanku dan memiliki hati nurani..

“Ya!! Song Eunbi-ah!!” Seorang berteriak memanggil namaku, terdengar seperti berlari kearahku, aku tersenyum berharap itu adalah Kris tapi saat aku menengok kearahnya..

“Byun Baekhyun??”

Aku kecewa saat ini, yang datang bukan Kris tapi Baekhyun teman kuliahku bahkan aku tidak tau bagaimana dia ada disini.. ternyata benar Kris tidak akan pernah datang ketempat ini.. bahkan aku tidak yakin jika dia ingat hari ini adalah hari ulang tahunku..

“Song Eunbi, apa yang sedang kau lakukan disini?” Baekhyun mengarahkan payungnya kearahku

Aku tidak menjawab apapun, bagaimana bisa dia bertanya pada orang yang sedang menangis.. apakah dia bodoh??

“Kau sedang menunggu seseorang disini?”

“Tidak..” Jawabku singkat

“Harusnya hari ini kau tidak boleh menangis, aku pernah mendengar sebuah cerita jika kau menangis dihari ulang tahunmu maka kesedihanmu akan berlangsung sampai di ulang tahunmu yang akan datang, kalau kau bahagia maka kebahagiaamu akan berlangsung sampai 1 tahun ke depan..”

Aku tiba-tiba saja menghapus air mataku, bagaimana dia bisa percaya lelucon macam itu

“Dari mana kau bisa tau istilah seperti itu?? Dan lagi bagaimana kau bisa tau jika hari ini ulang tahunku?”

Baekhyun tersenyum singkat

“Aku hanya menebak saja, karena tahun lalu aku juga melihatmu ditempat ini setiap tanggal 3 mei, sedangkan ulang tahunku 6 mei.. aku lebih mudah mengingatnya karena hanya berjarak 3hari dengan ulang tahunku..” Singkatnya lalu menuntunku pergi

Aku cukup mengenal Baekhyun, karena aku sering bertemu dengannya secara tidak sengaja di beberapa tempat, bahkan dulu aku sempat mencurigai jika dia stalker dan Baekhyun sama sekali tidak terima dengan julukan semacam itu.

*Flashback end*

 

“Jadi waktu itu benar dugaanku kau sedang menunggu Kris disana? Kalau kau tidak ingin melanjutkan hubunganmu dengannya setidaknya kau harus katakan, bukan seperti ini terus menggantungkan hubungan kalian, kau selalu mematikan ponselmu saat dia menelponmu, kenapa kau tidak bilang putus saja saat dia menelponmu?” Oceh Baekhyun

“Aku tau..”

“Hanya seperti itu??”

“Lalu?”

“Kau harus bisa lakukan sendiri, tidak harus aku kan yang mengatakan pada Kris jika kau ingin mengakhiri hubungan dengannya? Karena itu sangat tidak keren..”

“Berhentilah mendesakku..”

*Author POV*

Pagi ini Eunbi bangun sedikit lebih pagi dari biasanya, saat keluar dari kamarnya yeoja itu tersenyum singkat melihat Baekhyun yang tertidur di sofa ruang TV

“Kenapa dia tidur disana? Sepertinya dia cukup lelah tapi apa yang sudah dia lakukan sampai selelah itu??”

Yeoja itu membuka kamar Baekhyun untuk mengambilkannya sehelai selimut, tapi saat ini kamar Baekhyun sudah sangat rapi.. ya namja itu membersihkan kamarnya yang kemarin sempat di kritik oleh Eunbi, bahkan dia juga membersihkan seluruh rumah..

Eunbi tersenyum, bahkan senyumannya terlihat seperti rasa kagum pada namja itu..

“Aku tidak perlu repot-repot membersihkannya, baguslah..”

Eunbi menyelimutkan selimut yang telah dia ambil dari kamar baekhyun untuknya, Eunbi tersenyum dan sedikit berbisik “Gomawo sudah membersihkan rumahku,maaf sering membuatmu kesal dengan ocehanku..lanjutkan saja tidurmu aku akan membuatkanmu kimbab untuk bekal kuliahmu nanti..”

 

Eunbi berjalan kearah dapur, sedangkan Baekhyun membuka sebelah matanya kali ini memastikan yeoja itu sudah pergi ke dapur, Baekhyun tersenyum melihat selimut yang menutupi tubuhnya “Baiklah Eunbi,sering-seringlah berbuat baik padaku” Gumam Baekhyun dan kembali menutup matanya

***

Baekhyun beberapa kali merapikan rambutnya didepan cermin, memastikan tidak ada yang kurang dalam penampilannya kali ini..

“Eunbi-ah.. kau mau pergi kuliah bersama atau tidak?”

“Iya, aku sudah selesai..”

Eunbi keluar dari kamarnya dan mengambil kotak bekal yang telah ia siapkan di atas meja makan,

“Ayo berangkat..” Lanjut yeoja itu saat mendekat pada Baekhyun

Baekhyun mengangguk dan memperhatikan sesuatu di tangan Eunbi

“Oh aku membuatkan bekal untukmu..” Eunbi tersenyum dan memberikan kotak bekal itu untuk Baekhyun

“Mwo? Untukku?”

“Kalau kau tidak mau ya sudah..” Eunbi meraih kembali kotak bekal di tangan Baekhyun

“Ya! Bukan begitu maksudku, atas dasar apa kau tiba-tiba baik padaku?” Baekhyun kembali mengambilnya dari Eunbi

“Kau jangan besar kepala, aku hanya memberinya sebagai ucapan terimakasih kau sudah membantuku membersihkan rumah..”

“Hanya itu? Lalu kau tidak memberiku ucapan terimakasih karena sudah mengganti lampu dapur yang mati dan membetulkan kran kamar mandi yang macet?”

“Kau yang melakukan itu semua?” Eunbi membulatkan bola matanya

“Aku tau kau sangat kagum, tapi kau jangan terlalu menunjukkannya padaku..”

Mendengarnya Eunbi mengubah ekspresi wajahnya

“Sudahlah ayo kita pergi kuliah..” Eunbi berjalan mendahului Baekhyun

“Ya!! Selama 1 minggu kau harus membuatkan bekal untukku, ucapan terimakasihmu ini masih kurang..” Baekhyun mengikuti Eunbi dari belakang dan tersenyum saat mengucapkan kalimat itu..

***

Eunbi membuka pintu rumahnya, di halaman depan terparkir sebuah mobil sport hitam dan seorang namja keluar dari dalamnya dengan tersenyum dan menunduk pada Baekhyun

“Tuan muda.. hukumanmu sudah selesai kau bisa….”

Mendengrnya Baekhyun mendekat pada namja itu, berbisik sesuatu agar Song Eunbi tidak mendengar percakapan antara dia dan seseorang itu..

“Siapa orang itu?” Tanya Eunbi saat setelah namja itu pergi

“Itu.. nanti akan aku ceritakan, ayolah kita berangkat nanti kita terlambat..”

***

 

 

“Aboji.. aku akan kembali ke seoul, bukankah aboji sudah berjanji padaku jika minimal 1 tahun sekali aku bisa pulang? Bukankah aboji sudah tau jika aku harus datang di hari ulang tahun Eunbi sejak 2 tahun lalu?” Kris tiba-tiba membuka ruang kerja ayahnya kali ini,

Untuk saat ini Kris mulai berani bertindak tegas setelah sebelumnya dia hanya bisa menunduk dan berkata “iya” atas perintah ayahnya

“Aku tau, tapi masih banyak yang harus kau kerjakan disini.. jika sehari saja kau meninggalkan, bisnis kita akan rugi besar.. aku yakin kau tau itu..”

Kris menghela nafas panjangnya, dia sadar akan resiko yang dia hadapi.. perusahaan keluarga yang sudah di ujung tanduk membuatnya tidak dapat berkutik atau bahkan bertindak apapun

“Tapi haruskah semua ini mengobankan diriku sendiri dan Eunbi??”

“Haruskah hanya karena dia kau mengorbankan usaha yang telah ayahmu mulai dari nol menjadi seperti ini hancur begitu saja?” Ayah Kris meninggikan nada suaranya

“Hanya karena dia?? Apakah aboji pernah memikirkan kepentinganku sedikit saja?? Kenapa hanya aku yang harus memikirkan kepentinganmu?? Aboji.. maafkan aku, aku tidak mungkin mengecewakan Song Eunbi untuk ketiga kalinya, lusa adalah ulang tahunnya dengan atau tidak dengan ijin aboji aku akan tetap kembali ke seoul..” Kris beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi

“Ya! Wu Yi Fan dengarkan aku.. Yifan..!!”

***

Eunbi berkali-kali membolak-balik kalender kecil dari dalam sakunya, dia telah menandai sebuah tanggal dengan tinta merah, tanggal 3 mei hari ulang tahunnya

“Dua hari lagi, apakah aku masih mempercayai janji Kris untuk datang? Apakah itu penting sekarang?”

Dari arah depan, Baekhyun tersenyum dan mendekat pada Eunbi yang duduk di halaman belakang kampus,

“Apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kelasmu sudah selesai?”

Eunbi tersenyum singkat

“Kenapa kau kesini?” Dia balik bertanya pada Baekhyun

“Aku melihatmu disini, kalau kau tidak suka aku akan pergi..”

“Bukan begitu.. ah iya kau belum menceritakan siapa orang yang tadi pagi datang?”

“Kenapa aku harus menceritakannya padamu?”

Eunbi menatapnya kesal

“Kau menyewa di rumahku, aku harus tau asal usulmu..”

Baekhyun menahan tawa mendengar ucapan yeoja itu dan melihat ekspresinya yang selalu tampak lucu jika sedang kesal

“Baikah aku akan pindah dari rumahmu kalau begitu..”

Eunbi melihatnya tidak mengerti,

“Orang itu Yoon Ahjussi, sopir ayahku.. sebenarnya aku menyewa tempat di rumahmu karena ayahku mengusirku untuk pergi, dia menghukumku hanya karena dia menganggap aku selalu menghabiskan uangnya.. ini kan tidak adil, harusnya dia bekerja untuk anaknya.. seenaknya saja mengusirku..”

Eunbi terlihat kesal dan berkali-kali memukul lengan Baekhyun

“Jadi kau berbohong padaku tentang rumah dan kampus yang sangat jauh begitu?”

“Aku tidak berbohong memang cukup jauh”

“Kau itu bodoh.. bagaimana bisa kau menghabiskan uang orang tuamu?”

“Aku tidak menghabiskannya, aku hanya di tipu seseorang karena berencana berbisis tapi uangku dibawa kabur, kau tau kan ini bukan salahku??”

“Itu salahmu karena kau terlalu bodoh sampai bisa di tipu..”

“Aku tau, aku tidak akan mengulangi kejadian itu.. dan besok aku akan pindah jadi kau tidak usah merasa terbebani lagi karena aku menguasai rumahmu..”

Eunbi terdiam sejenak, pikiran bawah sadarnya memerintahkan otaknya untuk menangis.. tapi logikanya untuk apa Eunbi menangisi Baekhyun?? Apa karena Baekhyun dia bisa sedikit melupakan masalahnya dengan Kris? Sejak bersama Baekhyun dia bisa tersenyum..

“Ya!! Song Eunbi.. apa yang kau pikirkan?” Baekhyun melambaikan telapak tangannya di hadapan Eunbi

Eunbi mencoba tersenyum

“Aku memikirkan ucapanmu waktu itu, kau benar aku seharusnya tidak terus menerus menggantungkan hubunganku dengan Kris, aku bahkan merasa tidak memiliki namjachingu sejauh ini.. aku akan mengatakannya saat Kris menghubungiku nanti..”

Baekhyun tersenyum

“Waeyo?? Harusnya kau langsung saja menghubunginya dan mengatakan hal itu, tidak perlu menunggunya menghubungimu..”

“kau benar, aku akan menelponnya nanti kalau dia tidak mengangkatnya karena dia sibuk aku akan mengirimkan pesan..”

***

Baekhyun merapikan semua barang-barangnya dari rumah Eunbi, ada sedikit perasaan sedih meninggalkan rumah ini, sejak beberapa bulan tinggal bersama Eunbi, Baekhyun mungkin merasa kehilangan walau mereka masih bisa sering bertemu di kampus.. setidaknya tidak banyak waktu lagi yang dapat mereka habiskan bersama, menonton film horor bersama, menggangu Eunbi, dan membuat rumah Eunbi berantakan..

Baekhyun menghapus air matanya singkat dan bergumam

“Byun Baekhyun, kau pikir ini keren jika orang sepertimu menangis??” dia tersenyum

 

-toktoktok-

Eunbi mengetuk pintu kamar Baekhyun saat ini

“Kau sedang merapikan barang-barangmu? Kau akan pindah hari ini?” Tanyanya saat Baekhyun membuka pintu

“Waeyo? Kau merasa kehilangan saat aku pergi??”

Pertanyaan itu cukup membuat Eunbi mengubah ekspresinya yang tampak lucu menurut  Baekhyun

“Bukan seperti itu, pasti nanti aku akan menelpon orang untuk membetulkan lampu yang mati dan kran air macet kalau kau pergi dari sini..”

“Tidak perlu, kau menelponku saja aku akan datang dan mengatasi semuanya..” Jawabnya santai dan meneruskan mengemasi beberapa barang

Eunbi tersenyum

“Aku sudah menelpon Kris kemarin karena nomernya tidak bisa di hubungi aku mengirimkan pesan padanya.. aku cukup lega karena setidaknya aku tidak punya alasan lagi untuk memikirkan namja itu, kau benar harusnya aku mengatakan ini pada Kris dari dulu..”

Baekhyun menghentikan aktifitasnya sejenak mendengar cerita Eunbi dan tersenyum

“Aku sudah selesai mengemasi barang-barangku, sepertinya aku akan pindah nanti sore.. bagaimana kalau sekarang kita pergi, ini kan hari terakhirku berada di rumahmu.. aku ingin menghabiskan seharian ini bersamamu..”

Eunbi tersenyum

“Baiklah, tapi kau yang harus mentrakirku tuan muda..” Godanya pada Baekhyun

“Berhentilah mengataiku seperti itu..”

***

Pesawat Kris mendarat tepat pada pukul 11.00pm siang ini di incheon airport, bibirnya menyungging senyuman dan pikirannya berjelajah dimana nanti dia akan bertemu Eunbi, bagaimana pelukan hangat Eunbi yang selama ini dia rindukan

Kris menengok jam tangannya singkat, waktu yang cukup untuk mencari kado yang akan dia berikan pada Eunbi besok tepat di hari ulang tahunnya,

“Apakah tuan muda akan pulang sekarang??” Tanya seoarang sopir yang menjemputnya

“Tidak, tolong bawa koper ini pulang dan aku masih harus mencari kado untuk seseorang, tak perlu mengantarku.. aku sangat rindu cuaca seoul, aku ingin pergi sendiri..” Kris tersenyum meninggalkan sosok namja paruh baya itu pergi

Kris menyetop taksi yang melitas tak jauh darinya, setelah memintanya berkeliling beberapa tempat di seoul termasuk membelikan kado untuk Eunbi, sebuah dress berwarna coklat muda dan sebuah cincin

“Aku akan melamar Eunbi nanti di hari ulang tahunnya, dengan cara seperti itu aku bisa membawanya pergi bersamaku dan aku tidak akan meninggalkannya lagi dalam yang lama” Pikirnya

“Kita akan pergi kemana lagi tuan?” Tanya sopir taksi yang sedari tadi mengantarkannya

“Tolong antarkan aku ke taman di samping sungai Han, ahjussi..”

Satu tempat yang belum Kris datangi, yaitu tempat favoritnya bersama Eunbi,taman di samping sungai Han

“Aku tau tempat itu terlalu banyak di kunjungi pasangan kekasih ketika pergi kencan tapi bukankah ini seperti sebuah drama?? Sangat menakjubkan.. aku merindukan seoul dan Eunbi..” Gumamnya singkat dan mencari sesuatu di saku celananya

“Bodoh.. aku meninggalkan ponsel di dalam tasku, bagaimana aku bisa menghubungi Eunbi??” Keluhnya

***

“Aku ingin makan naengmyeon (mie dingin) kau kan berjanji mentraktirku..” Eunbi bergandengan tangan dengan Baekhyun kali ini mengelilingi beberapa tempat

“Aku tau.. tempat naengmyeon paling enak disini..” Baekhyun tersenyum

“Jinjja??”

“he’em..” Baekhyun mengangguk semangat

“Ahjumma.. naengmyun 2 dan.. kau mau minum apa?”

“Patbingsoo..” Eunbi terkekeh pelan

“Ya! Ini baru saja memasuki musim semi kenapa kau memesan patbingsoo??”

“Aku hanya ingin..”

“Baiklah, ahjumma naengmyun dan patbingsoo dua..”

“Kau ini, kenapa keinginanmu aneh sekali.. naengmyeon dan patbingsoo di musim semi” Keluh Baekhyun

“Aku hanya rindu musim panas..kau juga kenapa memesan sama denganku?”

***

“Seharian ini aku pergi bersama Baekhyun tapi waktu sepertinya berputar terlalu cepat, aku dan Baekhyun masuk kedalam rumah dengan persaan malas tapi entahlah mungkin Baekhyun tidak merasakan apapun jika harus meninggalkan rumah ini..” –Song Eunbi

 

“Sepertinya cepat sekali hari ini, aku harus pergi dari rumah ini dan kembali ke rumah.. aku masih ingin berada disini bersama Eunbi dan menggangunya setiap hari, tapi mungkin Eunbi tidak merasakan apapun jika aku harus pindah dari sini..” –Byun Baekhyun

 

 

 

*Song Eun Bi POV*

Aku melihat Baekhyun mengelurkan beberapa barangnya dari dalam kamar..

“Apakah ada seseorang yang menjemputmu kesini?”

Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk, tak lama setelahnya aku melihat ahjussi yang waktu itu datang kesini datang menjemputnya

“Semua sudah siap tuan muda?” Tanya ahjussi itu, Baekhyun hanya mengangguk lalu Yoon Ahjussi membantu Baekhyun membawa barang-barangnya masuk kedalam mobil

“Ya! Song Eunbi.. Gomawo sudah memberiku tempat tinggal, aku harap rumahmu tidak berantakan lagi karena ulahku..” Baekhyun tersenyum saat dia akan pergi

Aku hanya tersenyum mendengarnya

“Oh iya, besok aku akan tetap menjemputmu untuk berangkat kuliah bersama kau tau?” Baekhyun tersenyum dan mengedipkan matanya

“Aku tau..” Jawabku saat sebelum dia masuk dalam mobilnya dan pergi

Aku masuk ke dalam rumahku, terlihat sepi.. memang Baekhyun tidak pergi jauh tapi rumah ini terlihat sepi tanpa kekacauan yang dia buat..

Aku mengingat sesuatu, kalender kecil di dalam sakuku, besok adalah tanggal 3 mei.. bahkan aku berharap merayakan ulang tahunku di sini bersama Baekhyun, aku tidak akan lagi menunggu Kris di tempat itu dan kecawa untuk ketiga kalinya…

Aku membuka ponselku, bahkan pesan yang aku kirimkan untuk Kris belum terkirim.. apa ponselnya mati? Apa yang sedang Kris kerjakan sampai dia tidak memperdulikan ponselnya??

***

Baekhyun menyalakan Klakson mobilnya berisik sekali di depan rumahku, aku tersenyum cukup semangat kali ini melihat Baekhyun sudah menungguku di depan

“Kenapa kau berisik sekali??” Keluhku saat masuk dalam mobil Baekhyun

“Aku hanya rindu mengganggumu padahal baru satu hari aku pergi dari rumah ini..” Baekhyun tertawa lepas “Ah iya apa tidurmu semalam nyenyak? Aku tidak bisa bayangkan bagaimana rasa sedihmu saat aku pergi” Lanjutnya

Aku hanya diam mendengarnya, sepertinya hari ini aku sedang tidak ingin bercanda

“Bagaimana nanti malam kita pergi? Aku akan menjemputmu..”

“Kemana?”

“Kau ikut saja, ingatlah kau harus terlihat cantik kau tau??”

“Bukankah aku setiap saat selalu cantik?”

“Aku tau.. aku tau..” Baekhyun tersenyum dan mengacak rambutku gemas, baru kali ini dia melakukan hal itu padaku, tapi aku menyukainya

***

Kris menghubungiku beberapa kali, tapi saat itu aku masih dalam kelas dan tidak mungkin mengangkat telpon,

“Baguslah kalau ponselnya sudah aktif setidaknya dia sudah membaca pesanku..” Gumamku

Setelah pulang kuliah, aku bersiap-siap ini sudah sore.. aku tau sebentar lagi Baekhyun pasti akan menjemputku..

Aku merapikan rambuku dan mengenakan dress warna putih, seharusnya aku pergi bersama Kris karena hari ini hari ulang tahunku.. tapi untu k apa aku masih memikirkannya

Aku membuka pintu kamarku saat Baekhyun mengetuknya

“Bagaimana bisa kau secantik ini? Saat aku tinggal disini aku belum pernah melihatmu secantik ini..” Aku tau dia sedang menggodaku, menyebalkan..

Aku tidak tau kenapa Baekhyun mengajakku ke tempat ini, dia menyiapkan semuanya?? Bahkan ada sebuah kue ulang tahun di meja yang tertata rapi

“Saengil chukkae Song Eunbi..” Baekhyun tersenyum dan menuntunku mendekat pada meja itu..

Aku hanya menatap kagum pemandangan ini, bahkan sejak bersama dengan Kris dia tidak pernah merayakan ulang tahunku seperti ini

“Tahun sebelumnya kau boleh menangis menunggu kedatangan Kris di tempat ini, tapi saat ini kau tidak perlu melakukan itu, mungkin aku salah sudah mencoba mengambil alih posisi Kris saat ini, aku hanya tidak suka melihatmu selalu sedih di hari ulang tahunmu, kau masih ingat pesanku waktu itu??”

Aku hanya mendengar ucapan Baekhyun kali ini, aku baru menyadari sesuatu dari dalam diriku, aku merasa bahagia bersamanya bahkan saat dia pergi aku merasa sangat kehilangan dan seharusnya aku tidak merasakan hal itu..

“Aku ingat kau pernah berkata padaku.. jika kau menangis dihari ulang tahunmu maka kesedihanmu akan berlangsung sampai di ulang tahunmu yang akan datang, kalau kau bahagia maka kebahagiaamu akan berlangsung sampai 1 tahun ke depan.. begitu kan yang kau katakan?” Jawabku, kali ini aku sudah tidak bisa menahan air mataku.. Baekhyun banyak berbuat baik padaku, bahkan hal itu membuatku selalu bergantung padanya

Baekhyun menyentuh bahuku dan memelukku saat ini

“Maafkan aku Eunbi-ah, seharusnya aku tidak mengatakan hal ini.. tapi sejak pergi dari rumahmu aku selalu memikirkanmu, aku selalu merasa sepi karena tidak ada kau untuk aku ganggu… aku berusaha meyakinkan diriku sendiri jika perasaan itu tidak muncul karena aku tau kau berharap penuh pada Kris..”

Aku mendongakkan kepalaku menatap wajahnya, wajah yang begitu dekat dengan pandanganku, entah apa yang membuatku tidak ingin melepaskan pelukanku terhadap namja menyebalkan ini..

“Tapi sejak kau berkata padaku jika kau mengirimkan pesan pada Kris dan mengakhiri hubungan kalian, tiba-tiba aku memiliki energi lebih untuk dekat denganmu..” Baekhyun tersenyum dan menghapus air mataku

***

*Author POV*

 

Berkali-kali Kris merapikan dirinya di depan kaca, setelah dia rasa cukup Kris dengan membawa kado dan sebuah surat permintaan maaf pergi menemui Eunbi ke taman di samping sungai Han, tempat favorit mereka

“Aku akan menebus semuanya kali ini, maafkan aku tapi berilah aku kesempatan sekali lagi..aku harap kau masih berada disana untuk menungguku” Kris tidak henti-hentinya bergumam saat dalam perjalanan untuk bertemu dengan Eunbi

Beberapa langkah lagi dia akan bertemu dengan Eunbi, beberapa langkah lagi dia akan kembali melihat Yeoja yang sangat dia rindukan selama ini, tapi kenyataan yang terjadi sangat berbeda dengan apa yang dia lihat kali ini,

Eunbi berada di sana, di tempat itu.. tempat yang seharusnya ,menjadi tempat Eunbi menunggu Kris tapi seperti yang terjadi, Eunbi bersama dengan seseorang.. seseorang yang mungkin saja mengambil posisi Kris saat dia mengabaikan Eunbi selama ini,

Belum pernah Kris melihat Eunbi tersenyum seperti ini dihadapannya, tapi kali ini Eunbi tersenyum seperti ini di hadapan seseorang yang Kris sendiri tidak mengenalnya, Kris tersenyum pahit.. seperti sebuah penyesalan besar yang dia dapatkan sekarang..

“Bukankah Eunbi sudah mengirimkan kau pesan jika dia ingin berhenti menunggumu? Bukankah Eunbi sudah mengatakan jika dia tidak ingin lagi bersamamu? Kenapa kau masih keras kepala Wu Yi Fan??” Gumamnya kali ini saat melihat Eunbi berada dalam pelukan namja itu

“Maafkan aku Eunbi, aku terlambat untuk menemuimu, aku terlambat untuk memperbaiki semua.. aku harap kau bahagia..”

Kris menghapus air matanya, dan melemparkan kado untuk Eunbi dan surat permohonan maafnya dalam tempat sampah yang berada di dekatnya, Kris menekan beberapa digit angka pada layar ponselnya

“Aku akan kembali ke macau, persiapkan tiket keberangkatanku untuk besok pagi..”

***

Baekhyun melepas pelukannya pada Eunbi, dia tersenyum dan menyalakan lilin pada kue ulang tahunnya

“Make a wish..” Baekhyun tersenyum

Eunbi memejamkan matanya sejenak saat dia membuat permohonan lalu meniup lilinnya

“Gomawo Baekhyun, sudah lama aku tidak meniup lilin ulang tahun”

“Hanya itu??” Baekhyun menatapnya tajam

“Mwo?”

“Lalu kau tidak berkata seberapa berartinya aku dalam hidupmu??”

Eunbi tersenyum dan menjawab “Kau sangat berarti dalam hidupku.. Byun Baekhyun”

Eunbi seperti melihat Kris berada di tempat ini..

“Bukankah itu Kris??” Eunbi mendekat kearahnya tapi sepertinya namja itu sudah pergi

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, dia melihat sebuah kotak kado dan selembar surat didalam tempat sampah, Eunbi mengambilnya dan membuka isi surat itu

“Itu benar dari Kris??” Baekhyun mengikutinya

“Entahlah aku sepertinya melihat Kris berada disini”

 

 

 

Isi surat itu

Song Eunbi, maafkan aku.. aku sudah membuatmu menunggu selama ini..

aku berusaha untuk pulang tapi sepertinya semua yang berada disana membuatku untuk tetap tinggal dan menyelamatkan perusahaan keluargaku yang hampir hancur,

aku tau mungkin aku egois, tapi aku menyempatkan diriku saat ini untuk datang menemuimu, menebus semua kesalahanku terhadapmu..

Aku sudah membaca isi pesan yang telah kau kirimkan, aku harap saat itu kau sedang bercanda karena kau marah padaku, aku harap kau dapat memaafkanku..

Saengil Chukkae Song Eunbi.. maafkan aku..

 

Tangis Eunbi kembali tumpah saat ini, dia membuka kado dari Kris,, sebuah dress coklat muda dan kotak kecil berisi cincin

“Kau menyesal sudah mengakhiri hubunganmu dengan Kris?” Baekhyun tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Eunbi

Yeoja itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya

“Maafkan aku Kris, kau sudah terlambat.. aku harap kau bisa lebih menghargai seseorang suatu saat nanti..”

Eunbi menghapus air matanya dan menuntun Baekhyun pergi

-THEEND-

Advertisements

6 thoughts on “Happy Birthday Song Eunbi!!

    1. @jenny wah ada fans exo disini!! Selamat datang.. hahaha iya nanti author banyakin ff exo ada dari teman author yang bikin coba author ijin posting disini, iya maaf soal kris 😦 gomawo sudah tinggalkan komen! cek terus ff di blog ini..
      Saranghae readers!! :*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s