Chaptered · Drama · One Shoot · PG -15 · Romance

Cheesy love Tales


wpid-cover-ff-cheesy-love-tales-2.jpg.jpeg

Author: @SandraChoii (Twitter, Instagram)

 

Cast:   Kim Seok Jin as Jin

Choi Ji Hyun as Jihyun

Min Suga as Suga

Choi Eun Kyung as Eunkyung

Other Cast:

Jeon Jong Kook as Jongkook

Genre: Romance, Drama (Oneshoot) 

Rating: PG-15 

Title:Cheesy Love Tales

Author Notes: Annyeong readers! Kali ini author kembali lagi dengan ff baru, sebelumnya author mau mengucapkan terimakasih buat readers yang masih setia baca ff di blog ini, terimakasih untuk Tsara Shofura yang sudah membantu membuat judul dalam FF ini juga tambahan ide yang sangat membantu author keluar dari kebimbangan dalam mengetik, hahaha mungkin banyak kekurangan dalam jalan cerita yang author buat, penulisan, typo, bahasa dan semacamnya.. Mohon untuk memberikan Kritik dan saran agar author dapat memperbaiki di fanfiction yang akan datang, seperti biasa request bisa langsung hubungi author^-^*

 

Story:

 

Kim Seok Jin tersenyum beberapa kali ketika pagi ini dia menemukan sesuatu lagi didalam lokernya, namja itu sengaja berangkat kuliah lebih pagi dari biasanya karena ada perlombaan sepak bola dalam tingkat universitas yang akan dia ikuti..

“Sandwich dan satu kotak banana milk, siapa yang melakukan semuanya di pagi hari seperti ini??” Gumamnya

Namja itu kembali tersenyum kiranya saat dia kembali menemukan sebuah sticky notes di balik pintu loker miliknya

“Semangat untuk perlombaan kali ini

 kau harus menyiapkan energi lebih untuk menang!^_^”

 

“Kim Seok Jin!! Apa kau sudah siap untuk pergi??” Teriakan berasal dari seorang guru yang melatihnya kini membuatnya tersadar

“Ne Seonsaengnim!!” Namja itu mengambil sandwich dan banana milk dari lokernya sebelum bergegas menghampiri beberapa teman lain juga guru pembimbingnya

Tak lama setelahnya, seorang yeoja keluar dari balik dinding didekat loker milik Jin, yeoja itu terseyum puas saat melihat Jin menyukai apa yang dia berikan di pagi hari ini

“Aku suka saat melihatmu tersenyum, aku suka saat melihatmu menyukai apa yang aku lakukan hari ini..”

***

“Jihyun-ah.. hari ini aku akan pulang bersama Suga, tidak apa jika kau sendiri ehm.. sebenarnya aku..”

Eunkyung menghentikan perkataannya saat Jihyun melihatnya dengan tatapan menyelidik

“Ya!! Wae.. kau melihatku seperti itu??” Bela yeoja itu tampak bersungut-sungut melihat Jihyun menahan tawanya

“Hahaha anniya.. ya tunggu sebentar.. kau dan Suga tidak..”

“Aku hanya meminta bantuannya saja..” Eunkyung kembali menghentikan ucapannya saat melihat ekspresi yang Jihyun tunjukkan “Ya jadi begini, kau jangan berburuk sangka terhadapku, aku hanya memintanya mengantarku untuk memesan roti di toko roti bibinya.. kau tau kan eomma memintaku membeli roti dan aku dengar roti di toko itu cukup enak..”

Jihyun memasang wajah tidak percayanya di hadapan yeoja itu, sesaat Jihyun tersenyum menertawakan gelagat tidak biasa dari Eunkyung, yeoja itu gugup saat ini..

“Aku tau..hahaha aku hanya menggodamu saja.. baiklah lagi pula sepertinya masih banyak yang harus aku selesaikan disini, kau pulanglah dulu..”

“Kau ini.. baiklah kau jangan pulang terlalu larut kalau tidak ibumu akan menelponku..”  Eunkyung tersenyum

“Ya! Harusnya aku yang mengatakan itu padamu. Kau jangan terlalu lama pergi dengannya kalau kau tidak mau ibumu menelponku..” Goda Jihyun pada yeoja itu, yeoja itu menatap Jihyun dan memukul lengannya dengan beberapa buku yang dia bawa..

Beberapa saat Jihyun tersenyum, dia mengingat satu hal, sebelum dia pergi dia harus melakukan sesuatu,

Yeoja itu melihat beberapa keadaan sekitar yang dikiranya cukup aman, setelahnya dia membuka sebuah loker dan meletakkan satu kaleng minuman dingin didalamnya dan menempelkan sticky notes pada pintu lokernya

“Setelah perlombaan tadi kau pasti lelah, istirahatlah^-^”

Jihyun menutup beberapa buku miliknya dan menyimpannya dalam tas yang dia bawa, sebuah buku lain terlihat dari dalam tasnya, yeoja itu tersenyum singkat mengambil dan membukanya..

Itu bukan sebuah buku, lebih tepatnya sebuah album foto yang terlihat seperti buku.. didalamnya terdapat beberapa foto dari seorang yang menurutnya berharga

“Aku tau, mungkin Eunkyung dan Suga sudah semakin dekat.. ah tidak tidak atau bahkan mereka berdua sudah pacaran?? Keterlaluan kenapa dia tidak menceritakan hal itu padaku?? Apa dia tidak menganggapku ini sebagai saudaranya? Atau  temannya mungkin??” Gumamnya kali ini

“Ya! Nunna.. apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau belum pulang??”

Seseorang mengagetkannya, Jeon Jongkook namja kecil yang lebih layak di sebut adik untuknya, seketika Jihyun menutup album itu dan kembali menyimpan dalam tas miliknya

“Jongkook-ah kau sedang apa disini?? Kau baru saja pulang sekolah??” Tanya Jihyun pada namja itu

“He’em.. dan tadi pagi aku melihatmu berada didepan sekolahku aku kira ada hal yang ingin kau sampaikan padaku nunna??”

“Oh itu..” Jihyun menghentikan kalimatnya

“Ehm, sebenarnya aku tadi hanya lewat saat aku akan pergi kuliah.. aku tadi pergi sedikit lebih pagi karena ada hal yang harus aku lakukan..”

Jongkook hanya mengangguk mendengarnya

“Apa kau akan menunggu bus di halte? Bagaimana jika aku antar kau pulang?” Tawar Jongkook kali ini

“Tapi…”

“Kajja nunna… Ehm setidaknya kau tidak mau mencoba mentraktirku? Aku baru pulang sekolah dan aku lapar..” Ucapnya manja

Jongkook memang sedikit manja pada yeoja itu, padahal dia tidak pernah menunjukkan sifat itu di hadapan teman sekolah atau bahkan teman seusianya

“Oh jinjja?? Apa ibumu tidak memasak untukmu saat kau pulang sekolah??” Yeoja itu balik bertanya dengan nada suara manja mengikuti namja yang berada dihadapannya kini

“Ya! Nunna kau jangan memperlakukanku seperti anak kecil..” Jihyun tertawa mendengar pernyataan itu

***

Suga menghentikan mobilnya tepat disebuah toko roti milik bibinya, senyumnya mengembang saat dia membukakan pintu untuk seorang yeoja yang sedang bersamanya

“Apa disini tempatnya?” Tanya yeoja itu yang hanya di jawab dengan anggukan saja

Sedikit canggung, Suga menuntun yeoja itu masuk kedalamnya, ada beberapa pekerja dan bibinya melayani beberapa pembeli, Suga tersenyum dan mendekat pada bibinya itu

“Imo… aku ingin roti selai kacang, roti manis, dan pie buah..”

Seorang wanita paruhbaya yang Suga sebut sebagai Imo hanya menatapnya dengan tersenyum beberapa kali, hal itu membuatnya merasa bahwa bibinya tidak merespon permintaannya

“Wae.. kenapa menatapku seperti itu??” Protesnya

Wanita itu tersenyum saat memperhatikan yeoja yang sedang bersamanya, dia baru menyadari akan satu hal, keponakan kecilnya kini sudah berubah menjadi namja dewasa..

“Apa dia pacarmu??” Pertanyaan dadakan terlontar begitu saja kali ini

Beberapa saat Suga dan Eunkyung terlihat cukup canggung menanggapinya

“Bukan.. hanya saja kami teman kuliah..” Eunkyung sedikit ragu-ragu saat mengucapkannya, sedangkan Suga hanya tersenyum singkat

“Kajja imo.. bagaimana bisa kau tidak merespon pesanan customer mu.. aku akan menulis ini dalam kotak saran didepan toko rotimu..” Protes Suga

Wanita itu tersenyum lebar mendengar pernyataan dari keponakannya yang mulai pintar berkomentar

“Ini pesanan anda tuan, terimakasih.. selamat datang kembali..” Wanita itu tersenyum setelah memberikan beberapa roti pesanan Suga, namja itu menahan tawa kali ini melihat sikap bibinya

“Maaf tentang sikap bibiku, dia memang seperti itu..” Suga membuka percakapan saat setelah mereka pergi dari toko roti itu

Eunkyung tersenyum mendengarnya

“Gwaenchana, aku rasa kau cukup dekat dengan bibimu bukan begitu?”

Suga mengangguk

“He’em dia suka sekali menggodaku..” Lanjut namja itu dengan sedikit kesal

Kali ini yeoja itu mulai menertawakannya

“Ya kenapa kau menertawaiku seperti itu??”

“Tidak ada..” Eunkyung mengalihkan pandangannya

Beberapa kali suasana dalam mobil Suga hening, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara..

“Bagaimana dengan permintaanku saat itu? Apa kau sudah membicarakannya pada Jihyun?” Tanya suga tiba-tiba

“Ehm.. itu, aku belum memikirkannya..” Jawab yeoja itu sedikit ragu-ragu

“Waeyo?”

“Aku… akan memikirkannya lagi.. nanti..” Kembali yeoja itu memberi jawaban yang sepertinya tidak diinginkan,

Suga tersenyum mendengarnya dia tau dan dia cukup mengerti mengapa Eunkyung memberinya jawaban seperti itu

“Gwaenchana.. aku bisa menunggunya..” Suga tersenyum dan mengelus rambut yeoja itu lembut

 

*Choi Jihyun POV*

 

Jongkook menghentikan motor sportnya tepat di sebuah food court yang tak jauh dari rumahku, aku tau aku sudah meng-iyakan kalau aku akan mentraktir anak ini makan, Jongkook tersenyum singkat saat aku menyerahkan helm yang aku kenakan padanya.. Entahlah dia selalu membawa dua buah helm dalam motornya

“Nunna.. kau tampak tidak senang saat ini..” Tanya Jongkook saat dia menghentikan aktivitas memakan soup soondae miliknya

“Anniya.. bukan seperti itu aku hanya.. ehm tidak ada gwaenchana..” Aku menunjukkan senyumku saat ini

“Kenapa kau berbohong padaku?? Apa kau masih memikirkan orang itu??”

Aku hanya diam saat dia menanyakan hal itu, orang itu.. kenapa hanya orang itu yang selalu ada dalam pikiranku?

“Kau bicara apa Jongkook-ah? Lanjutkan makan sebelum soup soondae mu dingin..”

“Nunna.. aku tidak suka melihatmu menyukainya..”

Pandanganku tertuju pada namja itu saat ini, entah apa yang membuatnya berani berkata seperti itu padaku

“Wae??”

“Bukankah kau sudah tau jika aku menyukaimu?? Aku hanya menyukaimu..” Pernyataan yang jelas terucapkan dari seorang anak 17tahun dihadapanku, bukankah hal ini sangat konyol? Bagaimana jika orang menganggap aku pedovilia?? Aku tau sebuah penyataan cinta dari anak seusianya bukanlah hal yang benar-benar terjadi dalam pikirannya.. dia masih sangat muda untuk mengenal bagaimana orang yang dia cintai dan siapa orang itu..

Aku hanya tersenyum setelahnya aku bangkit dari tempatku duduk saat ini, aku menepuk bahunya singkat dan berjalan pergi,

Setidaknya aku juga menyukainya, dia namja yang baik tapi perasaan itu tidak lebih dari seorang adik untukku..

***

Pagi ini aku sudah melihat Suga tersenyum dan keluar dari mobilnya, namja itu melihatku saat ini, dia tersenyum dan melambaikan tangan lalu berjalan ke araku sepertinya

“Pagi Jihyun-ah..” Sapanya sambil berlalu melewatiku

“Ya!! Min Suga..” Panggilanku sempat menghentikan langkahnya

“Waeyo?”

“Kau mau kemana? Bukankah kelasmu disebelah sana??” Aku menunjuk arah yang berlawanan dengan tujuannya, aku sengaja menggodanya memang dia pikir aku bodoh dan tidak mengetahui jika saat ini dia akan pergi menemui Eunkyung di kelasnya

“Ya! Choi Jihyun.. Untuk apa aku harus memberi tahumu aku akan pergi kemana??”

Aku menahan tawa saat mendengarnya

“Kau pikir aku tidak tau jika kau akan menemui Eunkyung?”

Suga menghentikan langkahnya lalu berjalan menghampiriku

“Kau tau dia ada dimana?”

“Ikut aku..” Aku menyeret Suga untuk mengikuti langkahku, aku menyeretnya sampai pada  taman di belakang kampus

“Tidak ada Eunkyung, kau bercanda??”

“Memang tidak ada, aku hanya ingin kau membantuku..”

“Membantu apa maksudmu?”

“Bukankah kau dekat dengan Kim Seok Jin, bagaimana jika kau membatuku untuk dekat dengannya?? Jebal..” Aku sedikit memohon padanya bahkan aku juga sempat menunjukkan aegyo semaksimal mungkin tapi namja itu malah menertawakanku

“Hahahaha kau tidak usah bercanda Jihyun-ah kau tau, kau sudah membuang waktuku yang sangat berharga ini..” Lanjutnya yang hampir saja beranjak pergi

“Aku tidak bercanda, kau bodoh tidak bisa memperhatikan bagaimana wajahku saat serius dan bercanda?”

Suga kembali menghampiriku

“Dia itu… tunggu, bukannya rumah kalian cukup dekat? Kau kan bisa dengan mudah menemuinya dan mendekatinya? Kenapa kau meminta bantuanku?”

“Aku akan berusaha sendiri setidaknya kau kan bisa sedikit saja membantuku..”

Sekali lagi namja itu menertawakanku

“Ya aku butuh solusi bukan kau menertawaiku seperti itu..”

“Kau menyedihkan..” Suga nampak berpikir kali ini “Ah karena kau saudara Eunkyung aku akan membantumu..” Suga tersenyum singkat dan menepuk bahuku sebelum berjalan pergi

“Ya! Min Suga! Kau membantuku dengan cara seperti apa??” Teriakku kali ini

“Kau tenang saja, aku saat ini akan menemui Eunkyung jangan menggangguku dulu..”

***

“Kau tidak sedang berpacaran dengan Suga kan??” Tanyaku kali ini saat aku menemui Eunkyung dirumahnya

“Kau bicara apa??”

“Lalu untuk apa dia selalu mencarimu? Bahkan aku tadi pagi bertemu dengannya dia juga mencarimu..” Ucapku datar

Eunkyung menatapku sekilas

“Bagaimana aku bisa tau, kau tanyakan saja padanya..”

Beberapa saat aku mendengar ponsel berbunyi, sepertinya itu ringtone milik Eunkyung. Yeoja itu tersenyum saat melihat layar ponselnya

“Jihyun-ah, tunggu sebentar aku akan menerima telpon..”

“Yeoboseo?? Wae.. aku sedang dirumah, ah tidak bisa saat ini aku…” Eunkyung menghentikan percakapannya saat menoleh kearahku, yeoja itu sedikit menjauh sekiranya agar aku tidak dapat mendengar percakapannya

“Nuguya? Suga menelponmu??” Tanyaku saat setelah dia menutup telponnya dan menghampiriku

“Kau bicara apa? Kau pikir temanku hanya dia??” Yeoja itu terkekeh  kali ini

“Jihyun-ah, kau bicara apa pada Suga tadi pagi? Jadi kau menyukai Kim Seok Jin?”

“Aku mencintainya, tapi dia tidak pernah memperdulikanku dan aku masih saja bertahan mati-matianan untuknya”

“Kenapa kau lakukan itu? Apakah di matamu hanya ada Kim Seok Jin?”

*Author POV*

“Kau meminta Suga untuk menyampaikan hal seperti itu padaku? Kenapa kau tidak menyampaikannya sendiri??”

Seketika Jihyun menoleh pada seseorang yang sedang berbicara padanya, Kim Seok Jin menemuinya di sekitar taman didekat rumah mereka, memang bukan hal susah untuk Jihyun mengenal Jin bahkan rumah mereka yang cukup dekat dan sempat berada di sekolah yang sama seharusnya tidak ada rasa canggung untuk mereka..

“Menyampaikan apa maksudmu??”

“Kalau kau menyukaiku seharusnya kau bicara padaku bukan pada Suga..” Jawab Jin datar

Yeoja itu terdiam sejenak, dia bahkan tidak pernah mengatakan pada Suga untuk menyampaikan hal itu pada Jin, wajah yeoja itu terlihat cukup kesal kali ini

“Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada Suga..” Bantahnya

“Jinjja??”

Jihyun terdiam sejenak, dia tidak mungkin mengatakan pada Jin jika apa yang Suga katakan itu hal yang benar tapi dia juga tidak mungkin mengatakan jika itu bohong, itu semua akan mengacaukan rencannya sendiri..

“Aku tidak tau apa maksudmu yang sebenarnya, hanya saja kau jangan melibatkan orang lain ke dalam urusanmu..” Jin tersenyum sekilas dan berjalan pergi

“Ya! Kim Seok Jin.. Apa tujuanmu menemuiku hanya untuk mengatakan hal itu??”

Jin menghentikan langkahnya

“Aku tidak menemuimu, aku hanya melewati tempat ini dan melihatmu disini..” Jawabnya sekilas

Jin terseyum kali ini, entah apa yang dia pikirkan.. tapi tiba-tiba saja sebuah bunyi ringtone cukup keras mengganggunya

“Yeoboseo? Min Suga wae??”

“Kau sejak kapan datang??” Tanya Jin saat melihat Suga sudah menunggu didepan rumahnya

Suga tersenyum singkat

“Baru saja, kau dari mana??”

Jin berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Suga yang sebenarnya sebuah pertanyaan sederhana..

“Ehm.. itu aku.. baru saja membeli makananan..” Jawab Jin seketika

Suga melihat tidak ada sesuatu apapun yang Jin bawa

“Aku memakannya di sana, aku tidak membawanya pulang..” Sahut Jin saat dia mengetahui sesuatu dalam pikiran Suga

“Ya!! Kau tidak menyukai yeoja itu? Aku kan sudah katakan jika dia menyukaimu..” Tanya Suga yang kini mengikuti langkah Jin dari belakang saat namja itu memasuki pintu rumahnya,

Jin berbalik arah menghadap pada seseorang yang bertanya padanya

“Ya! Min Suga.. sejak kapan kau mulai tertarik mengetahui siapa orang yang aku sukai?”

“Bukan seperti itu, hanya saja aku belum pernah melihatmu memiliki kekasih.. kau kan cukup tampan apa tidak ada seorang yeojapun yang kau suka??”

Jin tersenyum singkat “Aku belum ingin memiliki kekasih..”

“Aigo-ya… kenapa susah sekali bicara denganmu??” Keluh Suga yang terlihat cukup putus asa

“Waeyo?? Tunggu, kenapa kau sangat tertarik dengan hal ini? Setidaknya kau punya cukup alasan kan?”

Suga terdiam sejenak

“Ehm iya, karena kau temanku.. dan alasan lain karena….”

 

~Flashback~

Suga berulang kali terseyum saat menuntun Eunkyung masuk kesebuah bioskop kali ini setelah beberapa waktu lalu mereka sudah berencana untuk pergi menonton bersama

“Kenapa tidak ada seorangpun yang menonton? Bukankah film kali ini sangat bagus?” Beberapa kali yeoja itu menengok lokasi sekitar, Suga hanya tersenyum menuntun yeoja itu untuk duduk pada bangku paling depan

“Kau tenang saja, mungkin  saja nanti kursi ini penuh” Jawab namja itu dengan senyum khasnya yang sempat menunjukkan eyesmile miliknya dengan jelas

Beberapa saat kemudian tanyangan dalam layar bioskop berubah menjadi sebuah mini video, Suga merekam dirinya sendiri dalam video berdurasi 5menit itu, namja itu dengan sedikit malu-malu mengungkapkan perasaannya pada Eunkyung, alasan mengapa dia menyukai Eunkyung dan dengan terlihat sangat manis dia meminta yeoja itu untuk menjadi kekasihnya,

Menurutnya, Eunkyung adalah yeoja yang tidak suka pada namja banyak bicara untuk mengatakan sebuah cinta, setidaknya dia sudah berusaha agar yeoja itu tau bagaimana perasaannya saat ini..

Eunkyung tersenyum geli melihat apa yang sudah namja itu lakukan untuknya, ini hal lucu menurutnya tapi dia tau Suga tulus melakukan semua ini untuknya..

“Waeyo kau tersenyum seperti itu??” Tanya Suga yang berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah

“Kau menyewa bioskop ini hanya untuk itu?? Kau kan bisa mengatakannya langsung padaku? Kenapa kau membuang-buang uang untuk semua ini?”

“Tentu saja, tidakkah kau terkesan sedikit saja??”

Yeoja itu tersenyum geli sekali lagi melihat ekspresi namja yang ada di hadapannya itu, bukan karena dia tidak menyukainya hanya saja sama sekali tidak terpikirkan jika Suga akan melakukan hal semacam ini..

“Kau seperti anak sekolah yang baru saja jatuh cinta..”

“Kau benar, kadang orang sedang jatuh cinta bisa melakukan apapun yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain..” Suga menahan tawanya, dia tau jika Eunkyung akan menganggap dirinya konyol, dia tau jika mereka memiliki karakter yang berbeda tapi namja itu sama sekali tidak perduli..

“Apa aku sangat konyol??” Tanya Suga sekali lagi

“Tidak, kau sangat keren.. aku menyukainya, aku menyukai sesuatu hal yang tidak aku pikirkan sebelumnya..” Yeoja itu tersenyum

Terlihat dengan jelas, Suga cukup puas dengan penyataan yang di berikan oleh yeoja itu

“Lalu apa kau menyukaiku??” Kembali namja itu bertanya dengan tatapannya yang cukup tajam

“Apa kau bodoh tidak bisa mengartikan kalimat yang baru saja aku ucapkan??” Yeoja itu mengalihkan pandangannya dari Suga

“Ya!! Choi Eunkyung-ah, aku ingin mendengarnya lagi..”

“Aku tidak mau..”

“Aku menyukaimu…” Ucap Suga yang sempat membuat Yeoja itu kembali menatapnya

Suga tersenyum saat mendekat pada yeoja itu, meraih pundaknya dan mencium bibir yeoja itu untuk beberapa saat..

Wajah yeoja itu berubah merah setelah suga melepaskan ciuman mereka,

“Lebih baik jangan mengatakan pada Jihyun jika kau adalah namjachinguku..” Yeoja itu tersenyum

“Waeyo??”

“lebih baik dia tidak mengetahui hal ini, sepertinya dia sedang menyukai seseorang.. setelah dia mendapatkan seseorang yang dia sukai aku akan katakan padanya jika kau adalah namjachinguku, aku dengan sepupuku itu cukup dekat.. aku rasa kau cukup pintar untuk mengerti apa maksudku..”

“Apakah harus seperti itu??”

~Flashback end~

 

Kim Seok Jin menahan tawanya saat mendengar apa yang Suga ceritakan

“Jadi itu alasanmu? Ya Min Suga, bukankah hal itu tidak masalah? Setidaknya kau dan Eunkyung sudah pacaran, apa lagi yang kau harapkan? Apakah tidak dapat menunjukkan jika kau dan dia sudah pacaran itu suatu beban yang berat menurutmu?”

Suga menghela nafas panjangnya

“Bukan seperti itu yang aku pikirkan, hanya saja aku tidak ingin terus menerus bersembunyi seperti ini, sampai saat ini aku bahkan merasa jika aku ini bukan namjachingu Eunkyung.. mengertilah aku juga ingin menjalani kencan yang normal tidak sembunyi-sembunyi seperti ini..”

Jin hanya mengangguk dan tersenyum mendengarnya, mengisyaratkan dia mengerti dengan apa yang Suga rasakan

“Jika kau tidak mau, aku akan mencari namja lain untuk Jihyun.. kau pikir aku tidak bosan seperti ini terus??”

“Jangan lakukan itu..” Sahut Jin seketika

“Waeyo?? Kau juga tidak menyukainyakan? Untuk apa aku harus menggantungkan hubunganku dengan Eunkyung padamu Kim Seok Jin??”

“Ya! Kau tidak berhak mencampuri urusan yeoja itu sekalipun karenanya membuat kau ikut terlibat..”

“Aku tidak perduli..”

“Ya! Min Suga! Ini tentang hidup seseorang, kau jangan egois.. apakah kau tidak pikirkan perasaan yeoja itu nanti?”

Suga menatap Jin dengan pandangan menyelidik sekali lagi

“Apakah kau benar-benar tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya?? Kenapa perkataanmu terkesan seolah-olah kau membelanya dan melindunginya? Ya Kim Seok Jin.. temanmu itu aku bukan dia..”

“Bukankah aku sudah katakan padamu aku tidak memikirkan untuk itu? Aku tidak memikirkan memiliki yeojachingu untuk saat ini..”

“Aku tidak menanyakan hal itu, aku hanya menanyakan apakah kau tidak memiliki sedikitpun perasaan padanya??”

Jin diam beberapa saat kala itu, sedangkan Suga hanya membuang nafasnya dengan perasaan yang cukup kesal dan berjalan pergi

“Aku…Untuk saat ini aku tidak ingin memiliki kekasih tapi suatu saat ketika aku ingin memiliki kekasih, aku akan memilih dia untuk menjadi kekasihku..”

Suga menghentikan langkahnya saat mendengar apa yang Jin ucapkan, terlihat Suga tersenyum kemenangan saat itu, tanpa berbalik arah pada Jin namja itu kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi.

***

@Seoul University

Choi Jihyun menghentikan langkahnya saat sebuah papan pengumuman berukuran sedang menarik perhatiannya, tentu saja sebuah pengumuman lomba sepak bola tingkat universitas beberapa minggu lalu, yeoja itu tersenyum puas saat membacanya bahkan beberapa kali ekspresi bahagia tidak bisa dia tahan sampai pada akhirnya beberapa orang menatapnya yang terlihat cukup aneh, yeoja itu mengalihkan pandangannya dari sebuah papan pengumuman itu dan berjalan pergi..

“Keren sekali club sepak bola Jin sudah menang, paling tidak aku harus kembali memberinya sebuah hadiah kecil dan sticky notes seperti biasa..” Gumam yeoja itu pelan

“Omo..” Kagetnya saat yeoja itu mendapati Suga berdiri dihadapannya

“Lebih baik kau mencari seseorang selain Kim Seok Jin, tidak berguna juga jika kau terus mengejarnya..”

Jihyun terdiam sejenak untuk berpikir, untuk kembali mencerna kalimat yang diucapkan Suga kepadanya

“Aku tau.. sebelum aku lelah aku akan terus seperti ini kau tenang saja saat aku sudah lelah aku akan berhenti dengan sendirinya..” Jawabnya santai dan berjalan pergi

Jihyun membuka sebuah locker dan meletakkan sebuah cupcake cokelat juga sebuah sticky notes bertuliskan

‘Selamat atas kemenangannya, maaf jika kau merasa terganggu

aku hanya ingin menyampaikan apa yang tidak dapat aku sampaikan

dihadapanmu^-^’

 

“Kalau kau seperti ini terus, kau tidak akan pernah berani menatapnya langsung, kau hanya akan terus menatapnya dengan hati-hati dari jauh..”

“Choi Eunkyung!! Ya kau mengagetkanku..”

Eunkyung tersenyum singkat

“Jadi kau yang melakukan semua ini padanya?

Jihyun hanya menjawab dengan senyuman sederhana dan anggukan kecil

Eunkyung menyeret yeoja itu pergi dari tempat ini, tempat yang tidak seharusnya dia datangi

“Kau tau apa yang kau lakukan pada Kim Seok Jin bahkan melebihi sifat sesaeng??” Omel Eunkyung dengan tetap menyeret yeoja itu pergi

“Wae? Aku tidak melakukan apapun, aku juga tidak membuat teror.. aku hanya menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan padanya…”

Eunkyung menghentikan langkahnya dan menatap yeoja itu dengan tatapan tajamnya

“Menurutmu cara menyampaikan pesan dengan baik seperti itu?? Bagaimana jika dia tidak menyukaimu? Bagaimana jika Jin sudah memiliki kekasih? Bagaimana jika kau kecewa karena semua ini?? Apa kau tidak memikirkan hal itu?? Sedikit saja kau perduli pada dirimu sendiri..”

“Aku perduli pada diriku sendiri, aku perduli pada perasaanku sendiri, jika aku tidak memperdulikan diriku sendiri aku tidak akan melakukan semua ini.. moodku membaik saat melihat dia menyukai apa yang aku berikan padanya, aku bahagia ketika aku melihat dia tersenyum saat membaca sticky notes yang aku berikan padanya.. jika dia tidak menyukaiku aku akan tetap menyukainya..”

“Michyeosseo??”

Jihyun mengangguk singkat “Nde..” Jawabnya dengan sedikit menyeka beberapa bulit air matanya “Nae gwaenchana..”

***

Beberapa kali Suga mencuri pandang ke arah yeoja yang duduk di sampingnya dalam mobil miliknya, yeoja itu terlihat seperti memikirkan sesuatu dan mengatur nafasnya dengan cukup berat..

“Waeyo? Apa yang kau pikirkan? Apa kau tidak suka aku mengajakmu pergi?” Tanya Suga dengan sedikit tersenyum

“Anniya.. bukan seperti itu, aku hanya memikirkan Jihyun.. aku bahkan tidak mengerti kenapa dia sangat menyukai Kim Seok Jin?? Aku tidak pernah melihat dia menyukai seseorang seperti saat dia menyukai Kim Seok Jin.. Aku hanya takut jika Jin mengecewakannya nanti, apakah aku terlalu berlebihan??”

Suga tersenyum menanggapi pertanyaan yeojanya itu, beberapa kali dia mengelus rambut yeojanya gemas

“Tidak, aku rasa itu hal yang wajar.. sepertinya kau tidak usah terlalu mengkhawatirkan dia, aku yakin Jin tidak akan melakukan hal itu padanya. Kau tau bahkan Jin dengan terang-terangan membela yeoja itu saat aku berusaha sedikit memancingnya??”

“Jinjja??”

“He-em.. aku berkata jika aku akan mencarikan Jihyun namja yang lebih baik dari Jin, bahkan Jin melarangku melakukan hal itu dengan alasan akan menyakiti perasaan Jihyun.. Dibandingkan kita, aku rasa Jin lebih memikirkan perasaannya..”

Eunkyung tersenyum dengan beberapa kali menggelengkan kepalanya, tidak terpikirkan sebelumnya jika Jin sebenarnya sosok yang baik mengingat namja itu cukup pelit bicara.

Suga menghentikan mobilnya disebuah taman yang berada diatas bukit cukup tinggi, beberapa pemandangan kota seoul terlihat jelas dari sini, suasana malam yang cukup tenang kurang lebih mendukung pemandangan yang terlihat cantik dengan beberapa hiasan lampu kota yang memadati setiap area dari kejauhan..

Dari arah yang tidak terlalu jauh, terdapat sebuah meja yang tertata rapi dengan hiasan beberapa lilin dan sebuah kotak kado berukuran sedang juga sebucket lily berwarna putih..

Eunkyung tersenyum senang melihat semua yang berada dihadapannya, tidak terpikirkan jika Suga dapat bersikap seperti ini

“Otte??” Tanya suga dengan sedikit menunggu tanggapan dari yeoja itu

“Ada sesuatu yang penting saat ini??” Eunkyung terlihat sedikit bingung dengan apa yang sudah Suga siapkan untuknya

“Kau bahkan melupakan anniversary kita..”

“Kau merayakannya setiap bulan??” Tanya yeoja itu kini bersemangat

“Aku bahkan ingin merayakannya setiap jam bersamamu..” Suga tersenyum dan menuntun yeoja itu untuk mendekat pada meja yang telah dia siapkan sebelumya

Eunkyung tersenyum beberapa kali, yeoja itu sangat menyukai setiap hal yang Suga lakukan untuknya

“Entahlah, aku tidak tau apa yang bisa membuatmu terkesan.. paling tidak aku masih bisa berusaha untuk membuatmu bahagia..”

“Bahkan setiap hal yang kau lakukan itu membuatku terkesan, apakah kau tidak menyadarinya sedikit saja??” Eunkyung menahan tawanya

“Mwo?? Tidak terlihat dari ekspresimu jika kau terkesan.. itu yang membuatku sedikit bingung, kau cukup menyiksaku..”

Eunkyung kembali menertawakan namja dihadapannya kini, mungkin benar Suga menyukainya tapi masih banyak hal yang suga belum tau tentang dirinya

“Kau tau, ekspresiku jika terkesan memang seperti ini..”

“Jinjja?? Baiklah kalau begitu kau harus menunjukkan jika kau terkesan dengan apa yang aku lakukan..”

“Mwo? Bagaimana caranya???”

Suga tersenyum mendekat pada yeoja itu, sesaat menutup matanya dan menujuk tepat pada pipi sebelah kanan miliknya

“Kiseuhae juseyo..”

Yeoja itu tersenyum melihat namja yang tiba-tiba saja berubah manja kali ini dihadapannya,

Suga membuka sebelah matanya untuk melihat apa yang akan yeoja itu lakukan padanya, saat yeoja itu akan menciumnya dengan sengaja Suga menghadap kearahnya yang membuat yeoja itu mencium tepat pada bibir miliknya

“Ya!! Min Suga!! Kau curang..” Keluh Eunkyung dengan wajahnya yang mulai memerah dan beberapa kali memukul lengan Suga

“Wae?? Apakah kali ini kau juga terkesan dengan apa yang aku lakukan??” Suga menahan tawanya

*Kim Seok Jin POV*

 

Aku membuka kembali locker milikku, entah apa yang membuatku setiap hari selalu penasaran dengan hal baru didalamnya.. dan benar saja kali ini aku menemukan sebuah cupcake cokelat dan sticky notes didalamnya.. aku tersenyum singkat membaca sticky notes dari seseorang yang sebenarnya sudah aku tau siapa dia..

Sebuah ucapan selamat saat club sepak bolaku kembali meraih juara dalam tingkat universitas, aku mengambil cupcake dan sticky notes itu dari dalam locker milikku.. aku berpikir tidak baik jika aku tidak mengucapkan terimakasih padanya..

Aku mencari yeoja itu, aku yakin jika dia yang melakukan semua ini padaku dan sudah seharusnya jika aku harus mengucapkan terimakasih karena dia juga yang selalu memberikan suport sampai akhirnya aku mendapatkan semua ini..

Aku menghentikan langkahku ketika melihat seseorang bersamanya, seorang namja dan mungkin benar namja itu terlihat lebih muda darinya, terlihat jika bukan hanya hubungan kakak-adik disana, apakah Jihyun menyukai anak SMA?? Apa namja itu yang Suga carikan untuknya?? Bodoh sekali..

Tanpa sadar aku meremas gemas sebuah cupcake yang berada di genggamanku dan melemparkannya dalam tempat sampah sebelum aku pergi dari tempat ini.

“Untuk apa aku harus memikirkannya? Ya Kim Seok Jin.. masih banyak yang harus kau kerjakan..” Gumamku singkat

 

Tak lama setelahnya, aku kembali melihat yeoja itu menata beberapa buku dalam locker milikku yang memang sedikit berantakan dan mungkin menempelkan kembali sticky notes didalamnya sebelum dia pulang. Aku mendekat kearah yeoja itu, menutup pintu locker dengan sedikit mendorong dia dan  menguncinya di antara kedua tangan milikku..

“Apakah kau yang melakukan semua ini padaku?”

Yeoja itu hanya terdiam beberapa saat setelah tiba-tiba saja aku menayakan hal itu padanya, matanya terbelalak saat dia sadar aku mengetahui semuanyanya, ya memang aku mengetahui semuanya bahkan sebelum Suga mengatakan jika dia menyukaiku

“Apa kau mempermainkanku?? Apakah kau juga melakukan hal yang sama terhadapku juga terhadap anak SMA itu??” Pertanyaan yang seharusnya tidak aku tanyakan terlontar begitu saja, aku bahkan membuat yeoja ini ketakutan dengan nada suaraku yang meninggi saat ini

“Apa maksudmu?? Anak SMA?? Bukankah kau tidak memikirkanku? Apakah kau perduli padaku? Dari mana kau tau mengenai anak SMA itu?? Apa kau mengikutiku??”

Aku mengalihkan pandanganku darinya kali ini, pertanyaan yang terlontar dari mulutnya membuatku sama sekali tidak berani berhadapan dengannya

“Aku hanya tidak sengaja melihatmu bersamanya, aku.. aku sering melihatnya berada disini..” Jawabku singkat sebelum aku kembali melangkahkan kakiku untuk pergi

“Ya!! Kim Seok Jin!!” Teriakkannya kembali menghentikan langkahku

“Wae?”

“Kau mengetahui perasaanku, tapi kau pura-pura tidak mengetahuinya, dan itu membuatku seperti orang bodoh!!”

Aku terdiam mendengar sebuah pengakuannya yang secara tiba-tiba

“Kau satu-satunya orang yang membuat hatiku sangat lelah, frustasi, dan seakan-akan mau meledak.. dan kau tau aku bukan tipe orang yang sering khawatir dengan hal-hal kecil, tapi kau mampu membuatku khawatir dan mengejarmu hingga detik ini!! Apakah aku harus meneriakkan semua itu dihadapanmu agar kau mengerti??”

Yeoja itu beranjak dari tempatnya berdiri saat ini dan melemparkan sebuah buku kearahku dan berjalan pergi..

Aku mengambil sebuah buku yang dia lemparkan tadi, bukan sebuah buku lebih tepatnya adalah album foto..

Aku hampir tidak percaya, bagaimana bisa dia mendapatkan begitu banyak fotoku disini, bahkan dia menempelkannya dengan rapi dalam buku ini.. aku menyukainya aku mengingat satu hal, aku tidak pernah membuang sticky notes darinya.. aku masih menyimpannya dalam sebuah kotak kecil yang aku simpan dalam locker milikku, apakah dia tidak menyadarinya?

*Author POV*

 

Jeon Jongkook, tersenyum dan menghampiri seorang yeoja yang duduk disebuah kedai ice cream saat ini

“Nunna, apa yang kau lakukan disini?? Sudah malam seharusnya kau tidak memakan ice cream..”

Yeoja itu mendongakkan kepalanya melihat sosok namja yang lebih muda darinya itu tersenyum dan duduk dihadapannya

“Jongkook-ah.. sedang apa kau disini??” Tanya yeoja itu dengan tersenyum

“Nunna, apa kau lupa jika kemarin aku mengajakmu pergi? Aku bahkan sudah menunggumu dalam waktu yang lama tapi kau tidak datang..”

“Jinjja?? Omona… Jongkook-ah maafkan aku, banyak hal yang aku pikirkan kemarin aku juga cukup lelah, aku sama sekali tidak..”

“Gwaenchana.. apakah kau memikirkan dia lagi?? Bisakah kau berhenti memikirkannya??”

Yeoja itu terdiam sejenak mendengar permintaan Jongkook padanya, Jongkook tersenyum singkat

“Bahkan, jika kau tidak datang untuk menemuiku, aku hanya akan tetap menyukaimu..”

“Ya! Jeon Jongkook..”

“Nunna, apakah kau membenciku??”

Yeoja itu hanya menggelengkan kepalanya memandakan dia sama sekali tidak membenci Jongkook

“Kalau kau tidak membenciku kenapa kau tidak menyukaiku??”

“Apakah kau tau jika aku sangat menyukaimu?? Kau masih terlalu muda untuk mengetahui siapa yeoja yang kau cintai sesungguhnya, apakah kau menyadari sebelumnya jika kau menyukaiku sebagai nunnamu? Aku tau mungkin kau cemburu saat tau aku menyukai seorang namja dan itu hal wajar karena kau tidak ingin kehilangan nunna mu bukan begitu??”

Jongkook hanya terdiam mendengarnya, menurutnya pernyataan yang yeoja  itu ucapkan sangat berbeda dengan perasaannya saat ini, pernyataan itu hanya pendapatnya sendiri.. Memang benar Jongkook dekat dengannya karena mereka berteman sejak kecil dan kedua orang tua mereka teman dekat, tapi selisih usia itu yang membuat Jihyun selalu menganggap Jongkook adalah adiknya, adik yang paling dia sayangi.. Sedangkan Jongkook memiliki pemikiran yang berbeda darinnya..

“Jongkook-ah.. bukan berarti aku menyukai seorang namja aku akan melupakanmu, apakah kau tidak menyadari satu hal?? Hubungan kakak adik itu lebih dekat dari pada hubungan kekasih..”

“Apakah kau mencoba menghiburku nunna?? Apakah kau sama sekali tidak memikirkan perasaanku?? Hanya Jin dan Jin yang kau pikirkan… kenapa kau sama sekali tidak bisa melihatku sedikit saja??” Ucap Jongkook dengan nada yang mulai meninggi, namja itu terlihat kesal dan berjalan pergi dari tempat ini

“Ya! Jeon Jongkook!!” Jihyun mencoba mengejarnya, perasaan bersalah mungkin membuatnya merasa terbebani saat ini, dia tau satu hal paling menyakitkan di dunia, yaitu ketika perasaan cinta yang bertepuk sebelah tangan, hal yang dia rasakan pada Kim Seok Jin

“Jongkook-ah, apakah kau tidak bisa memaafkanku? Aku tau banyak kesalahan yang aku lakukan padamu, aku minta maaf..”

Jongkook menghentikan langkahnya, menoleh pada yeoja yang mengikutinya kini

“Aku memaafkanmu nunna, bahkan aku tidak bisa sekalipun marah padamu..”

“Maafkan aku..”

“Aku tidak pernah memikirkan jika aku menyukaimu sebagai nunnaku tapi kau memikirkan semuanya seperti itu”

Yeoja itu tidak menjawab apapun

“Apakah kau tau nunna jika kau adalah cinta pertamaku? Untuk setiap pria ada satu wanita yang tidak bisa membuatnya marah sekalipun wanita itu sangat menyakitkan untuknya? Nama wanita itu adalah cinta pertama” Jongkook tersenyum kali ini dan berjalan pergi membuat yeoja itu semakin merasa bersalah karenanya, dia ingat satu hal yang pernah jongkook ucapkan untuknya, dia tidak akan menangis sekalipun sesuatu menyedihkan terjadi padanya, dia berkata jika tersenyum disaat menyedihkan itu lebih terlihat menyedihkan dari pada menangis..

***

Beberapa minggu ini Jin berkali-kali membuka locker miliknya, mencari sesuatu lagi didalamnya walau setiap harinya sama saja tidak ada apapun didalamnya..

“Apakah sekarang kau lebih memilih anak SMA itu Choi Jihyun???” Gumamnya pelan dengan menutup pintu locker itu kesal

Sore setelah Jin pulang kuliah, dengan sengaja Jin melewati jalan yang sering Jihyun lewati, sekali saja dia ingin melihat yeoja itu hanya untuk memastikan jika yeoja itu baik-baik saja

Mungkin menurutnya hal itu sangat cepat, sangat terlambat untuk menyadari dirinya menyukai yeoja itu,

Wajah kesalnya tidak bisa disembunyikan saat melihat Jihyun bersama dengan anak SMA itu, terlihat dengan jelas Jihyun memeluk anak SMA itu yang membuat Jin mengalihkan pandangan dari mereka

“Tidak seharusnya aku mencarinya, lakukan saja semua yang ingin kau lakukan, aku tidak perduli lagi padamu Choi Jihyun!”

Jihyun melepaskan pelukannya pada namja yang lebih muda darinya itu, namja itu menemuinya disini saat Jihyun berjalan melewati jalan ini ketika pulang kuliah..

“Jeon Jongkook-ah mengertilah satu hal, kau adalah adikku selamanya akan tetap seperti itu, aku tidak suka melihatmu terlihat menyedihkan karena itu menyakiti perasaanku.. Apakah kau tidak menyadari jika aku sangat menyayangimu?”

“Aku merasa bersalah jika aku memaksakan ego ku untuk mendesakmu, kalaupun aku mendesak agar kau menyukaiku aku tidak menyukainya, aku tidak menginginkan cinta yang di paksakan..”

“Bisakah kau tidak mengatakan semua itu padaku? Itu membuatku semakin merasa bersalah”

“Anniyo, Semua ini salahku, aku mencintai seseorang yang tidak mencintaiku, Kesalahan yang seharusnya tidak aku lakukan. Maafkan aku nunna..” Jongkook tersenyum singkat

***

Seokjin berdiri cukup lama didepan pintu locker miliknya, berharap saat dia membuka locker itu ada sticky notes disana, tapi sayangnya semua kejadian yang sudah berlalu tidak dapat diputar kembali seperti dalam film ilmu sihir,

Jin terlihat cukup kecewa, menurutnya jika waktu bisa di ulang dia akan memperbaiki semuanya dari awal, dia mengambil sesuatu dalam locker miliknya, mengambil sebuah kotak tempat dimana dia mengumpulkan sticky notes dari Jihyun, beberapa saat dia membaca pesan yang tertulis didalamnya, dia mulai menyadari sesuatu jika sticky notes itu sangat berarti untuk penyemangatnya.

“Sejak semua yang kau lakukan untukku, aku baru menyadari satu hal.. Jika tidak ada kau aku merasa sesuatu hilang dalam diriku..” Gumamnya dengan berusaha tersenyum

“Apakah sekarang anak SMA itu sudah mengalihkan perhatianmu? Apakah kau bermain-main padaku?”

Jin kembali menyimpan beberapa sticky notes itu dalam kotak miliknya dan meletakkannya ke dalam locker milik Jihyun

“Apa yang kau lakukan disini Kim Seok Jin?” Tanya seorang namja yang menghampirinya dengan memperhatikan pintu locker yang baru saja di tutup oleh Jin, locker bertuliskan Choi-Ji-Hyun

Jin tersenyum singkat melihat seseorang yang menemuinya

“Ya! Min Suga, jadi anak SMA itu namja yang kau carikan untuk Jihyun? Apakah kau gila?”

“Anak SMA?”

Jin menghela nafas panjang saat Suga seolah-olah tidak mengerti apa yang Jin bicarakan padanya

“Apakah kau sedang cemburu saat ini? Aku rasa anak SMA itu jauh lebih baik setidaknya dia lebih memperhatikan yeoja itu sedangkan kau?”

***

Jihyun membuka locker miliknya dan menemukan sebuah kotak kecil yang asing untuknya, kotak berwarna merah dan didalamnya terdapat beberapa sticky notes miliknya yang dulu sering dia kirimkan untuk Jin,

Beberapa kali yeoja itu menghapus airmatanya dan mencoba tersenyum

“Bisakah aku melupakanmu saat ini Kim Seok Jin?”

~Braakk~

Seseorang membuka pintu ruangan itu cukup keras membuat yeoja yang sedang berada didalam ruangan itu menoleh kearahnya, seorang namja dengan kaki panjang dan wajah dinginnya melangkah masuk dalam ruangan yang tidak terlalu besar

“Kim Seok Jin, untuk apa kau kesini??” Tanya yeoja itu terlihat tidak mengerti

Jin sepertinya tidak menghiraukan pertanyaan yang terlontar dari yeoja itu, dia hanya tetap berjalan mendekat kearah yeoja yang memang ingin dia temui

Yeoja itu mundur beberapa langkah yang membuatnya bersandar pada dinding dalam ruangan itu, Jin mengunci yeoja itu di antara kedua tangannya, memperhatikannya sesaat sebelum dia mulai berbicara

“Apakah kau mempermainkanku saat ini? Apa kau sadar dengan apa yang selama ini sudah kau lakukan untukku?? Apakah itu hanya sebuah itikat baikmu saja??”

Yeoja itu memalingkan wajahnya, mencoba mengalihkan pandangannya dari Jin,

“Aku tidak mengerti dengan apa yang kau tanyakan, lebih baik kau biarkan aku pergi.. tidak bisakah kau berbuat baik sedikit saja padaku??”

“Apa maksudmu??”

“Aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini..”

“Wae??”

“Karena… saat aku melihatmu aku tidak bisa memastikan jika hatiku baik-baik saja..”

“Mwoya??”

Yeoja itu hanya menatap sorot tajam mata Jin, sedangkan tangannya mencoba untuk melepaskan tangan Jin yang sedari tadi menguncinya

“Ya! Aku hanya ingin memastikan apa yang dulu sudah kau lakukan untukku?? ” Teriak Jin yang sempat menghentikan langkahnya

“Untuk apa kau menyimpan banyak fotoku? Apakah kau hanya bermain-main dengan semua ini?” Lanjutnya

Jihyun menoleh ke arahnya dengan menghapus beberapa air matanya

“Dulu, Aku ingin selalu terlihat baik di hadapanmu dan ingin kau menyukai semua hal yang ada padaku.. apakah itu suatu kesalahan?? Aku menyukaimu tapi aku tidak bisa mengatakannya karena aku pikir cintaku untukmu tidak akan mungkin.. aku menyukaimu tapi kau tidak menyukaiku.. itulah salahmu..”

Saat yeoja itu kembali melangkahkan kakinya untuk pergi, secara tiba-tiba Jin menarik pergelangan tangan yeoja itu lebih dekat kearahnya dan mencium bibirnya untuk beberapa saat, tanpa ada perlawanan dari yeoja itu tapi juga tidak ada balasan apapun membuat Jin menghentikannya

“Aku harap kau tidak akan pergi.. apakah kau yeoja yang sangat egois? Kau sudah membuatku mencintaimu lalu setelah kau berhasil membuatku jatuh cinta dengan begitu saja kau bisa meninggalkanku??”

Yeoja itu kembali menatap Jin dengan sorot matanya yang tajam..

“Apakah Suga yang memintamu mengatakan hal itu? Aku hanya ingin kau mencintaiku bukan kasihan kepadaku lalu dengan begitu kau berpura-pura mencintaiku..”

“Apakah kau melihat semua ini hanya sebagai kepura-puraan? Apakah sekarang dimatamu hanya ada anak SMA itu? Apa kau mulai menyukainya? Apa posisiku kini sudah berhasil di gantikan olehnya?”

“Kenapa kau selalu saja melibatkan Jongkook? Kenapa kau selalu menyebutnya? Apa sekarang kau merasa ketakutan jika kau kalah hanya dengan seorang anak SMA?”

“Oh jadi nama anak SMA itu Jongkook? Apakah saat ini kau lebih menyukai dia dari pada aku?”

Yeoja itu hanya terdiam kali ini,

“Ikut aku..” Ucap Jin dengan menuntun yeoja itu pergi

Jin menghentikan langkahnya saat berada di sebuah tempat latihannya selama ini, Jin menunjukkan sebuah papan pengumuman berukuran sedang pada yeoja itu

“Coba kau lihat ini..” Ucap Jin dengan menunjuk sesuatu didalam papan pengumuman itu

“Sudah berapa lama kau tidak memberiku sticky notes? Apa kau lupa kapan terakhir kalinya kau memberikan itu padaku?”

Yeoja itu hanya terdiam mendengarnya dengan usaha mati-matian menahan tangisnya yang hampir pecah

“Apa kau lihat berapa banyak aku melakukan kesalahan saat latihan dan berapa banyak teguran untukku yang tertulis disana?”

Mendengarnya, Jihyun tiba-tiba memeluk Jin dengan sangat erat,

“maafkan aku Jihyun-ah, aku bukan tidak mencintaimu tapi waktu lalu aku belum siap memiliki kekasih karena aku pikir clubku akan terganggu dengan hal itu, sekarang mungkin sebaliknya clubku akan terganggu karena kau tidak memberiku semangat lagi..”

Jihyun melepaskan pelukannya pada Jin dan menatapnya kesal

“Ya! Kau menyukaiku atau hanya menyukai sticky notes dariku?”

“Memang kau pikir aku ingin berpacaran dengan sticky notes apa?”

Jihyun menahan tawanya

“Kau dan anak SMA itu tidak ada hubungan apapun kan?” Tanya Jin kini dengan sedikit ragu-ragu

Beberapa saat Jihyun menceritakan hubungan antara dia dan Jongkook

“Wae? Aku hanya menyukaimu..” Lanjut Jihyun dengan mengacak rambut Jin

“Ya! Harusnya aku yang melakukan hal itu padamu..” Prostesnya dengan merapikan kembali tatanan rambutnya

*Choi Jihyun POV*

Mungkin seperti mimpi kali ini, aku berada didalam mobil Jin dan duduk disampingnya.. Ya Kim Seok Jin seorang namja yang sangat aku cintai, bukan hal mudah untukku bisa bersama dengannya tapi setidaknya usahaku tidak sia-sia itu sudah lebih dari cukup..

“Wae? Apa yang kau pikirkan? Tersenyum sendiri seperti itu” Prostesnya

“Tidak ada..” Jawabku singkat dengan mengalihkan pandangan darinya

“Ya! Setelah usaha mati-matianmu untuk mendapatkanku sekarang kau mengacuhkanku begitu saja? Pinter sekali..”

Aku menertawakannya saat ini, aku mengetahui satu hal darinya, Kim Seok Jin sangat benci jika di abaikan.

“Kita akan pergi kemana?” Tanya Jin dengan tetap konsentrasi menyetir mobilnya

“Bagaimana kalau kita ke taman hiburan?” Jawabku bersemangat

“Lotte world? Adakah tempat yang lebih romantis?”

“Jebal.. Aku ingin main beberapa wahana dan kencan ala anak muda disana..” Aku sedikit memohon dan beraegyo dihadapannya

Jin menertawakanku, membalas dengan Aegyonya yang lebih kekanakan dari yang aku lakukan barusan

“Gwiyeomi..gwiyeomi.. Hahaha”

Hal kedua yang aku tau, Jin bukan sosok pendiam seperti yang aku ketahui sebelumnya, bahkan dia bisa lebih gila dariku

“Aku ingin kencan ala anak muda di taman hiburan lalu memakan banyak ice cream dan tteokbokki!!” Teriakku yang sempat di tertawakan olehnya

“Huuu let’s go!!” Teriak Jin dengan menambah beberapa kecepatan mobilnya

Jin menghentikan mobilnya didepan area parkir lotte world,

“Apa kau senang hari ini?” Tanyanya kembali saat melihatku berulang kali tersenyum

“Tentusaja, berkencan dengan orang yang sangat aku..” Aku tidak melanjutkan kalimatku ketika dia menahan tawanya saat melihatku “wae?” Tanyaku

“Sangat apa? Kau cintai begitu? Kau bahkan sudah tidak memberikan sticky notes lagi untukku, dengan begitu kau masih sanggup mengatakan kau mencintaiku?”

“Kau masih mengharapkan itu?” Tanyaku dengan menertawakannya

Jin tidak menjawab apapun, hanya saja dia berlagak marah agar aku meminta maaf, dia cukup manja

“Baiklah aku akan memberikanmu sticky notes kali ini..” Ucapku dengan nada kalah, Jin tersenyum dengan menunjukkan wajah aegyonya

Aku mengacak isi tasku, aku tidak membawa kertas dan perekat untuk membuat sticky notes,

“Wae?” Tanya Jin dengan menatapku

“Aku tidak membawa kertas dan perekatnya..”

Jin menahan tawanya saat melihat ekpsresiku yang cukup kecewa, aku tersenyum sekilas mendekat pada Jin lalu mencium bibirnya singkat

Jin tersenyum, wajahnya berubah merah saat itu dan aku rasa wajahku juga sama,

“Itu sebagai permintaan maafku karena aku tidak memberikanmu sticky notes” Lanjutku tanpa berani menatapnya, aku cukup malu kali ini

Jin tersenyum mendengarnya lalu keluar dari dalam mobilnya, dia membuka pintu untukku lalu menuntunku pergi..

“Kajja!!” Ucapnya dengan tersenyum

Beberapa saat aku menghentikan langkahku,

“Waeyo?”

“Bukankah itu Eunkyung dan Suga?” Teriakku bersemangat “Kajja, kita temui mereka!!” Lanjutku bersemangat

“Ya! Jangan mengacaukan kencan orang lain..” Protes Jin

Aku menyeret pergelangan tangan Jin mendekat ke arah mereka, terdengar beberapa ocehan dari keduanya yang tampak lucu

“Lakukanlah seperti orang-orang yang ada disini..”

“Apa?”

“Bergandengan tangan.. Nah seperti ini..” Suga mengaitkan jari-jari mereka untuk bergandengan tangan, sedangkan dapat dilihat dengan jelas bagaimana wajah Eunkyung saat tersipu, aku baru melihatnya saat ini..

mereka tampak lucu ketika berkencan dengan perbedaan karakter yang cukup mencolok, tapi itu terlihat manis sekali

Jin menertawakanku kali ini

“Kau masih ingin mengikuti mereka?” Tanya Jin yang tiba-tiba saja mengaitkan jari-jarinya di antara jari-jariku

Aku tersenyum mengeratkan genggaman tanganku

“Anniyo.. Aku tidak ingin mengganggu mereka..”

“Hahaha kau tidak ingin mengganggu mereka atau kau tidak ingin terganggu oleh mereka?”

“Menurutmu?” Tanyaku

“Kajja! Aku hanya ingin bersamamu saat ini..” Lanjut Jin dengan wajah yang memerah dan seolah-olah tidak menatapku

Aku tersenyum mendengarnya, melihatnya mengakui sesuatu yang membuatnya malu, saat itu juga memeluknya erat

“Totally love you..” Bisiknya padaku

^___^THE END^___^

Advertisements

20 thoughts on “Cheesy love Tales

  1. kyaaaaaa author!!!akhirnya ada ff bts di acc ini. daebak!!!thor ceritax fresh sticky notes sm couple suga bkin gemesss. bikin squel biar g gantung jungkookx kasian thor wkwk bikin cash jhope dong.

    Like

    1. @jhoppie Hahaha akhirnya ada anak army mampir di blog ini, ada rencananya author mau nulis ff bts lebih banyak lagi makanya selalu cek blog ya hahaha sudah di siapkan sequelnya tinggal finishing terus posting deh lanjutan cerita jungkook bisa di baca 😛
      Ok ok request di terima nanti author coba bikin cast jhope ya! Gomawo partisipasinya!! Saranghae readers!! :*

      Like

  2. kak sandraaa!! Wah jin, sorry kak baru baca link yg aq minta wkt itu ilang wkeke
    gilaa jin socool amet, suka baca awal ngakak tp kasian jihyun,
    kl sdh ada sekuel kbari y kak, suga sweet gilakk, byakin ff bts kak xDD

    Like

    1. Jessica alias armyswag hahaha akhirnya buka juga linknya ini ff udah lama telat amat bacanya 😛
      Hahaha tenang ff ini udah ada sequel tinggal finishing terus posting, cek terus makanya blognya biar rame XD
      saranghae readers!! :*

      Like

  3. Author-nim….
    sungguuuuh ff ini maniiiiisssss di ambang batas normaaaal!!
    Yoonkyung couple jg Jinhyun couple kyaaaaa aku hrus baca squelnyaaaa
    nyesel knapa baru bacaaa>,<

    Like

  4. Daebak!fluff story~
    thoor ini keereenn sumpah, suka part stickynotes jihyun imut sekali masa?
    tiap couple punya cerita tersendiri sukaa bnget couple jin jihyun & suga eunkyung,
    ada squelx?
    jungkook gmn nasibx thor? 😉

    Like

  5. Aigooo benar2 perjuangan banget si jihyun dapatin seokjin ampe sticky notes turun tangan akhirnya gak sia-sia
    terus terus nasib jungkook gmana?
    suga eunkyung romantis…..
    keren keren.. Ada squelnya?
    Author sandrachoii ijin baca sequelnya ya ^-^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s