fluff · One Shoot · PG · Romance · School Life · Song Fic

Love Falls (Romantic J)


Author: @SandraChoii (Twitter & Instagram)

Cast:    Lee Jonghyun CN-blue as Jonghyun

Choi Jun Hee as Juniel

And other cast

Title:    Love Fall’s (Romantic J)

 

 

 

 

Juniel’s Story

 

 

‘Aku Choi Jun Hee siswa Namsang Senior High School.. saat ini aku berusia 17thn dan berada dikelas tingkat akhir, aku tau saat memasuki kelas tingkat akhir aku harus lebih focus pada ujian terutama ujian perguruan tinggi nanti.. tapi aku menjadi lebih bersemangat saat masuk sekolah karena dia..’

 

Aku tersenyum singkat lalu menutup diary merah milikku yang covernya sengaja aku tulis dengan ‘JU Diary’

“Juniel-ah.. sedang apa kau disini?” Sapa seorang namja padaku saat ini, dia Lee Jonghyun seseorang yang aku tulis dalam diaryku baru saja

Aku tersenyum singkat, aku kembali membuka buku itu saat ini, bukan tanpa alasan aku sengaja menggodanya yang terlihat sedikit penasaran dengan apa yang aku tuliskan

 

 

“Ya!! Kau jangan mempermainkanku..” Jonghyun memasang wajah kesalnya saat aku kembali menutup buku merah milikku dan terlihat menertawakannya

“Hahaha.. apakah kau benar penasaran dengan apa yang aku tuliskan?”

“Tidak..” singkatnya hahaha aku tau saat ini dia sedang kesal denganku, Jonghyun teman satu kelasku dan kami berteman sejak kecil, sejak saat itu kami mulai akrab bahkan sampai saat satu sekolah dan berada di kelas yang sama,

 

“Kau yakin?”

Jonghyun menatapku curiga saat ini,

“hahaha kajja..” aku menuntun tangan Jonghyun pergi, aku rasa jam istirahat akan berakhir

 

 

 

“sebentar lagi akan ada music camp di musim dingin, sekolah kita akan merayakannya.. apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku akan membuat lagu..” jawabku sekenanya saat Jonghyun bertanya padaku saat perjalanan menuju kelas

“Jinjja??”

“Bukankah itu sangat menarik? Hanya saja aku tidak memiliki inspirasi..” Jawabku malas

 

‘jonghyun oppa maukah nanti kau berduet denganku saat acara musik musim dingin?’

‘jonghyun oppa aku juga ingin pergi bersamamu saat acara itu’

‘tidak bisa aku yang harus bersama jonghyun oppa..’

 

Aku menoleh malas kearah mereka, beberapa hoobae yang lagi lagi mengerubuti Jonghyun sedangkan Jonghyun hanya mengankat bahunya saat melihat ekspresi yang aku tunjukkan menandakan dia tidak mengerti..

 

“ah untuk acara itu mianhae.. aku sudah berencana membuat lagu bersama juniel dan kami akan menanyikannya bersama.. bukan begitu junhee-ah??” Jonghyun tiba-tiba menggandeng lenganku dan menariknya lebih dekat kearahnya, lalu tersenyum padaku

“oh.. ne… baru saja kami bicarakan hal itu..” lanjutku seketika

“oh baiklah..” ujar para hoobae itu sedikit kecewa mungkin.. dan berjalan pergi

 

Sesungguhnya aku sedikit senang, ntah itu karena Jonghyun melakukan hal ini untukku atau karena dia memang ingin…

“Libatkan aku dalam lagu yang akan kau buat..” Jonghyun lalu menuntunku masuk dalam kelas, aku hanya mengikutinya

“Aku belum menuliskan lagunya..”

“kita menulisnya bersama sama..” Jonghyun tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya kearahku sebelum dia kembali duduk di bangkunya yg berjarak 2 kursi dari bangku milikku..

 

 

Aku sama sekali tidak konsen pada pelajaran kali ini, aku masih teringat wajah Jonghyun saat menatakan itu beberapa waktu lalu, sebenarnya sudah lama aku menyukainya dan mungkin beberapa waktu ini dia menujukkan jika melakukan hal yang sama untukku,, bukan, lebih tepatnya dia selalu bersikap seperti itu mungkin karena kami berteman dekat?? tapi tolonglah.. sikap Jonghyun berbeda dari sebelumnya!!! >//

 

Aku menoleh kearah belakang memperhatikan Jonghyun di bangkunya, namja itu terlihat malas dengan pelajaran saat ini, aku bisa melihat bahkan dia mentup matanya.. beberapa saat aku melemparkan kertas yang sengaja aku remas kearahnya, dia menatapku dengan sedikit terkejut aku tersenyum.. sebelumnya aku telah menuliskan sesuatu dalam kertas itu..

 

Jonghyun tersenyum kearahku lalu mengambil kertas yang telah terjatuh di lantai dekat dengan bangkunya,

“Aigoya.. aku lupa sesuatu.. Seonsaengnim.. sepertinya Kang Seonsaengnim memintaku menemuinya..” Jonghyun seolah membuat alasan untuk keluar dari kelasnya

“Jinjja? Baiklah silahkan..” Jung Seonsaengnim terlihat percaya saja dengan ucapannya, sesaat Jonghyun tersenyum padaku lalu keluar kelas

 

 

*Author POV*

 

Jonghyun keluar kelasnya saat ini, sesaat dia tersenyum dengan remasan kertas yang ada di genggamannya, dia membukanya dan membaca pesan yang Juniel tuliskan padanya

 

 

Jonghyun tersenyum saat dia tau, Juniel memintanya menunggu di ruang musik

 

 

(ruang musik ~♡)

 

 

 

Tak berapa lama Juniel keluar dari kelasnya dan tersenyum dengan membawa tasnya juga tas milik Jonghyun

“Kelas sudah berakhir, seharusnya tak usah membuat tipuan semacam itu pada seonsaengnim..” Juniel tersenyum dan memberikan tas milik Jonghyun

 

Jonghyun memperhatikan keadaan sekitar lalu tersenyum menuntun Juniel pergi

“Mau kemana?”

“Ruang musik kan?” Jonghyun tersenyum

 

Jonghyun membuka ruang musik yang biasa sering dia datangi

“aku sudah memiliki ide untuk lagunya..” Jonghyun semangat

“Jinjja? Jadi ucapanmu didepan hoobae tadi serius tentang..”

“tentu saja.. aku tau kau suka menulis aku yakin kau bisa menulis lirik lagu yang indah bukan..?” Jonghyun mengucapkannya dengan nada santai bahkan tidak memandang Juniel sebagai lawan bicaranya, sedangkan Juniel..

 

“Ya! Kau memanfaatkanku bukan begitu Lee Jonghyun??”

“ntahlah yang jelas aku ingin tampil dalam acara itu..” Jonghyun tersenyum licik kali ini lalu menarik ransel Juniel untuk mengikutinya masuk dalam ruangan itu..

 

 

“Apa rencanamu untuk lagu ini??” Jonghyun bertanya dalam keadaannya yang masih terfokus pada gitar di tangannya

“Ntahlah.. sepertinya kau juga tidak terlalu memikirkan hal ini bukan??” Juniel menjawabnya malas, sedari tadi dia membaca lagi lagi buku merah miliknya yang sempat membuat Jonghyun kesal

 

“Ya! Ayolah pikirkan sesuatu..” Tanpa ada keseriusan dari jonghyun, dia hanya memainkan gitarnya dengan lagu lagu tidak pentingnya itu

 

Tanpa ada jawaban dari Juniel, Jonghyun mengalihkan pandangan dari gitar yang sedari tadi dia mainkan kearah Juniel dan buku merah menyebalkan itu

 

“Ya! Apa yang kau baca??” Jonghyun meraih buku itu dan melihat apa yang Juniel baca

“Ya!! Berikan buku itu atau aku akan meneriaki kau pencuri??”

 

Jonghyun hanya tersenyum mendengarnya, mencoba menghalangi Juniel untuk mengabil buku miliknya, dia tau jika Juniel lebih pendek darinya hanya dengan mengangkat buku itu tinggi-tinggi bahkan Juniel tidak bisa mengambil buku itu darinya

 

 

 

Sesaat Jonghyun membaca tulisan itu yang menurutnya sangat manis

Ketika wangi musim dingin menyebar di jalan ini

 

 dan salju putih turun..

 

tanpa kusadari langkah kakiku tertuju padamu..

 

seperti karakter utama dalam drama,

 

di jalan yang penuh dengan kepingan salju putih

aku ingin berpegangan tangan dan berjalan bersamamu.. 

 

 

Jonghyun tersenyum sekilas setelah membaca buku itu, Juniel merebut buku itu dari tangannya..

“Ya! Kenapa kau merebut bukuku? Bukankah itu tidak sopan??” Amuknya saat ini, Jonghyun tersenyum sekilas seperti memikirkan sesuatu..

Sesaat..

“Bukankan tulisanmu itu bagus jika di buat menjadi lagu??” Jonghyun menepuk-nepuk pundak Juniel saat ini

“Benarkah seperti itu??”

“tentu saja.. nah coba kau dengar ini..” Jonghyun terlihat bersemangat lalu meraih gitar yang tidak jauh darinya, Jonghyun sudah mempersiapkan nada lagunya karena Jonghyun sudah tidak dapat di ragukan lagi dalam hal menciptaka syair-syair indah mungkin..

 

Juniel tersenyum kali ini..

“Daebak!! Kau benar.. hahaha tapi lirik ini masih terlalu sedikit.. sedangkan nada yang kau buat sudah sampai batas akhir, bagaimana bisa aku menyelesaikan semua ini??”

“bukan seperti itu, aku sudah memiliki nada ini sejak beberapa bulan lalu tapi aku tidak ada ide untuk menjadikan nada ini menjadi lagu seperti apa.. aku rasa kau bisa melanjutkannya.. ini bukan urusan tidak bisa, hanya saja urusan kapan kau bisa melanjutkannya..”

“Aku tau.. ehm bagaimana kalau kita mencoba mencocokkan nada dengan tulisan ini sebagai awal dari lagu?”

Jonghyun mengangguk dan tersenyum..

 

“Baiklah kau dengarkan baik baik nadanya, kau ikuti saja musik yang aku mainkan..”

 

gyeoul hyangi geori peojimyeon, saehayan nuni naeigo, nado moreuge geudael hyanghan nae balgeoreum

Ketika wangi musim dingin menyebar di jalan ini dan salju putih turun..

tanpa kusadari langkah kakiku tertuju padamu.. Deurama sok juingongcheorom, saehayan nunkkot gireseo, du son kkok japgo duri hamkke geotgo shipeo

 

seperti karakter utama dalam drama, di jalan yang penuh dengan kepingan salju putih aku ingin berpegangan tangan dan berjalan bersamamu.. 

 

“Baiklah.. tema lagu ini cocok untuk akhir tahun ini.. musim dingin dan tentang…” Jonghyun menghentikan kalimatnya

“seseorang yang sedang jatuh cinta..” Gumam juniel

“Nah tepat sekali..”

“Kau setuju??”

“Tentu saja..” Jonghyun tersenyum

 

 

 

 

 

 

 

Hari ini Jonghyun meminita Juniel menjeputnya di rumah saat akan berangkat sekolah bersama karena jarak rumah mereka yang tidak seberapa jauh bahkan saat berjalan menuju sekolah Juniel selalu melewati depan rumah Jonghyun, Juniel melihat rumah Jonghyun tampak sepi, tepat di sebelah rumah Jonghyun ada sebuah restoran yang tidak terlalu besar, Juniel mencoba masuk kedalamnya saat itu Juga dia melihat Lee Ahjumma ibu dari Jonghyun..

 

“Annyeong..” Juniel menyapa ahjumma tersebut sedikit ragu kiranya, sebenarnya Juniel sudah mengenal Lee Ahjumma karena rumah mereka berdekatan tapi untuk saat ini yeoja itu memandangi sekelilingnya jika ahjumma tersebut sedang sibuk melayani pembeli yang cukup banyak terutama di pagi hari

“Juniel-ah? Kalau kau mau pesan lebih baik mengantrilah..” Ahjumma itu tersenyum pada Juniel

“ah.. anniyeo, aku hanya ingin mencari Jonghyun..”

Lee ahjumma menghentikan aktifitasnya sejenak saat mendengar Juniel menyebut kata Jonghyun

“Jonghyun??”

Juniel tersenyum dan mengangguk cepat

“Jadi kau pacaran dengan Jonghyun?? Baikalah bantu aku sebentar..” lee ahjumma menarik tangan Juniel ke arahnya “Tolong bantu aku melayani pembeliku dulu, beberapa pegawaiku libur, dua orang lagi baru saja menelpon jika tidak bisa datang karena flu di musim dingin ini.. bisakah kau menganarkan makanan ini di meja itu? Nah dan lagi.. hangatkan tteokbokki dan soup sundae disana setelahnya..”

 

Juniel membelalakkan mata sekilas mendengar permintaan ahjumma ini, tanpa buang waktu Juniel terpaksa setuju untuk memenuhi permintaannya

“Apa yang Jonghyun lakukan padaku? Dan lagi apa rencana berangkat sekolah bersama menjadi menghangatkan soup sundae dan tteokbokki??” Gumam Juniel tanpa berani menolak ahjumma yang tengah sibuk dengan pekerjaannya

 

“Juniel-ah.. kemarilah..” Lee ahjumma tersenyum meminta Juniel menghampirinya saat semua pengunjung sudah menerima pesanan mereka

“Ne?”

Juniel melihat Lee ahjumma membawakannya samangkuk Kimchi jjigae (Soup kimchi) untuknya

“Aku selalu memasak ini untuk Jonghyun, dia sangat menyukainya.. aku sudah memasukkan ini dalam menu utama restoran kami, cobalah bagaimana rasanya? Kalau ada yang kurang pas kau katakan saja padaku akan aku perbaiki lagi..” Lee ahjumma menyuapkan satu sendok Kimchi Jjigae didepan mulut Juniel, Juniel memperhatikan ahjuma yang tengah tersenyum padanya

Beberapa saat Jonghyun masuk kedalam restoran milik ibunya dan melihat apa yang tengah Juniel lakukan bersama ibunya itu, Jonghyun menghentian langkahnya saat Juniel menoleh kearahnya.. Jonghyun tersenyum pada Juniel seolah mengatakan “makanlah soup suapan dari ibuku..’

Juniel tersenyum dan memakannya

“Bagaimana?” Tanya Lee Ahjumma saat melihat Juniel tersenyum setelahnya

“Jinjja.. aku bisa tau sekarang kenapa restoran ini pengunjungnya ramai sekali..” Juniel tersenyum sedangkan Jonghyun menghampirinya

“eomma, kenapa tidak memanggilku saat dia datang?” Jonghyun tersenyum

“Tadi aku sedang sibuk dengan banyak pembeli, jadi aku meminta Juniel membantuku..” Jawab Lee Ahjumma dengan tersenyum dan menepuk pundak Juniel

“Gwaenchana..” Juniel tersenyum

“Baiklah eomma, aku akan pergi kesekolah bersama Juniel..” Jonghyun tersenyum lalu menuntun Juniel pergi

 

“Kenapa kau menarikku seperti ini? Aku bahkan belum selesai makan..”

“Maaf atas sikap ibuku tadi.. ibuku sangat panik saat banyak pembeli sedangkan banyak pegawai yang libur.. aku harap kita tidak terlambat ke sekolah” Jonghyun tersenyum

“Gwaenchana.. hahaha aku suka saat ibumu tadi mengira…” Juniel menghentikan kalimatnya

“Mengira apa??”

“Mengira aku.. siswi rajin karena menjemputmu pagi sekali..” Jawab Juniel sekenanya Jonghyun hanya menatap singkat

 

“Bagaimana lagunya??” Jonghyun menghentikan langkahnya didepan gerbang sekolah..

“Belum selesai..” Juniel melanjutkan langkahnya dan lagi dengan membaca sambil berjalan..

Jonghyun berlari mengikuti langkah Juniel dan berdiri tepat di hadapannya

“Bukankah buku merah ini diary mu?? Itu artinya apa yang kau tuliskan kau tujukan untuk seseorang bukan?” Jonghyun tersenyum saat mendekatkan wajahnya pada Juniel

 

 

“Itu untuk…”

Belum sempat Juniel menjawab tiba-tiba

“Jonghyun oppa!!” Seorang Hoobae berlari kearah mereka

“Aku minta tolong buatkan aku lagu, aku akan bernyanyi solo dan aku hanya memiliki liriknya saja..”

 

Jonghyun menatap Juniel untuk sekedar mengetahui bagaimana reaksi yeoja itu, tapi sayangnya Juniel menatapnya malas

“Selesaikan dulu urusanmu, aku belum mengerjakan PRku..” Juniel mencoba tersenyum walau tidak terlihat tulus kali ini

 

 

Juniel duduk di bangkunya dan membuka Buku merah miliknya, Juniel tersenyum sekilas lalu kembali mencoret coret buku itu entah dengan ide apa yang muncul di dalam otaknya saat ini

 

 

Juniel menggambar lebih tepanya bukan menulis, Juniel menggambarkan wahana permainan, pohon natal, kado natal, permen kapas dan semua yang berhubungan dengan natal, dia juga menuliskan nama Lee Jong Hyun juga nama Juniel disana.. Romantic J mungkin itu singkatan atau sebutan konyol yang Juniel tujukan untuknya dan jonghyun..

Bahkan Juniel menuliskan

Aku ingin menghabiskan malam natal bersamamu, menghabiskan banyak musim dingin dengan tetap hangat bersamamu.. 

Juniel tersenyum saat menggambar wajah Jonghyun dan dirinya..

“Apa ini yang disebut mengerjakan PR??” Jonghyun tersenyum saat melihat apa yang Juniel lakukan

Juniel sedikit terkejut saat dia mendaparti Jonghyun tersenyum memperhatikan apa yang dia lakukan, mungkin karena Juniel terlalu fokus sampai dia tidak menyadari seseorang telah masuk dalam kelas..

 

“Lee Jonghyun?? Bukankah itu namaku??” Jonghyun tersenyum lalu mengambil buku merah milik Juniel

“Ya itu..” Juniel tidak dapat melanjutkan kata-kata saat Jonghyun berkata “Aku juga ingin menuliskan sesuatu dalam buku ini..”

“Mwo?”

“Tentang kita..” Jonghyun tersenyum saat mengucapkannya sedangkan Juniel hanya menatap Jonghyun tajam saat Jonghyun mengacak rembutnya gemas..

 

Untuk beberapa waktu ini mungkin keduanya terlihat dekat, di samping mereka sudah berteman sejak kecil, dan Jonghyun diam-diam sudah mengetahui tentang Juniel yang menyukainya sejak kecil.. Mungkin jonghyun terlalu pengecut untuk mendekati Juniel atau dia sedang menunggu Juniel menunjukkan sedikit perasaannya terlebih dahulu..

 

Pelajaran kali ini Jonghyun hanya tersenyum sendiri membaca buku milik Juniel, sedangkan Juniel hanya senyum salting dengan semua ekspresi Jonghyun, tepat saat Jonghyun tersenyum juniel memperhatikannya, juniel mengedipkan sebelah mata padanya

 

 

Jonghyun tersenyum melihat ekspresi Juniel, kembali Jonghyun membuka lembaran dimana Juniel menuliskan kata indah menurut Jonghyun yang telah mereka sulap menjadi lirik lagu walau belum ada setengahnya lagu itu selesai,

Jonghyun tersenyum senang saat dia menemukan ide melanjutkan lirik itu..

 

Eotteoke hamyeon geudae useujulkka

 

(I think i love you maybe its is real)

 

eotteoke hamyeon nae mam badajulkka

(Its is love)

 

Apa yang dapat ku lakukan agar kau tersenyum?

 

(I think i love you, maybe it is real)

 

apa yang dapat ku lakukan agar kau menerima perasaanku?

(its is love?)

 

 

“Psstt..pssttt..” Jonghyun mencoba memanggil Juniel saat dia sudah menuliskan sesatu dalam buku merah yang mereka sebut dengna ‘JU Diary’

Juniel menoleh pada Jonghyun dan mengambil buku itu saat Jonghyun memberikan padanya, Juniel membaca apa yang Jonghyun tuliskan, tanpa menunggu banyak waktu kembali ide segar Juniel muncul dalam otaknya, dan segera saja Juniel menuliskan sesuatu kembali untuk Jonghyun

Nuni wa, sarangi wa.. hayake naeryeowa,

 

sumanheun neon bitboda, bitnadeon geudael mannaege deon geojyo baby..

 

hansang naega kkumkudeon sarang..

neul geuryeowatdeon sarang, baro gudaejyo.. 

Salju turun, cinta datang.. jatuh cinta dengan warna putih

 

Aku bertemu denganmu yang bersinar melebihi banyaknya cahaya neon, baby

 

cinta yang selalu ku impikan,

cinta yang selalu ku harapkan itu adalah kau.. 

Deurama sok juingongcheoreom,

uri dasi mannan geori, gaseum seollege dagaoneun geudae moseup

Seperti karakter utama dalam drama

kita bertemu kembali di jalan ini, kau datang kepadaku membuat jantungku berdebar 

 

Juniel tersenyum dan memberikan kembali buku itu pada Jonghyun, Jonghyun mengambilnya dan tersenyum saat membaca apa yang Juniel tuliskan..

“Bagaimana bisa dia menuliskan kembali banyak kata dalam waktu singkat??” Gumam Jonghyun dengan tersenyum kali ini

 

 

***

 

Tidak seperti biasanya, saat jam istirahat kali ini Juniel sudah keluar kelas terlebih dahulu..

“Juniel pergi kemana??” Tanya Jonghyun pada seorang temannya di kelas

“Sepertinya ke perpustakaan.. dia bilang ingin mencari buku panduan natal..”

“Oh.. baiklah gomawo..” Jonghyun tersenyum dan segera pergi ke perpustakaan untuk mencari Juniel

 

Juniel terlihat serius kali ini saat membaca buka yang dia cari, buku tentang bagaimana menghabiskan natal bersama orang yang di cintai juga hadiah terbaik untuk natal..

“Juniel-ah.. sedang apa kau disini??” Jonghyun menghentkan aktifitas juniel kali ini

Juniel tersenyum

“Kau lihat rak buku paling atas itu?? JU Diary ada di sana, kau tidak ingin menuliskan sesuatu lagi disana??”

“Untuk apa kau letakkan disana?”

“Itu karena..” Belum sempat Juniel menjawab Jonghyun berjalan mengambilnya,

“Kau ikut aku..” Setelahnya Jonghyun menuntun Juniel pergi tanpa ada penolakan dari yeoja itu

 

Jonghyun menghentikan langkahnya saat mereka berada di ruang musik,

“Kau tunggu sebentar ya..” Jonghyun tersenyum singkat yang hanya di jawab anggukan oleh Juniel

 

Juniel kembali membuka JU Diary, dia mencoba memainkan piano di dalam ruangan ini untuk kembali mempelajari lagu yang telah mereka buat, beberapa kali Juniel memainkan lagunya tapi menurutnya banyak kata yang kurang untuk lagu ini

“Huft.. aku harus membuat lagu ini sebaik mungkin, walau bagaimanapun ini pertama kalinya aku menyanyi bersama dengan Jonghyun..” Juniel menyandarkan kepalanya di atas piano yang baru saja dia mainkan..

 

“Kenapa kau terlihat lelah sekali?” Jonghyun yang tiba-tiba saja datang membuatnya kembali bersemangat, Juniel tersenyum senang saat Jonghyun melakukan hal yang sama sepertinya

 

 

“Aku memikirkan kelanjutan dari lagu ini.. natal akan segera tiba setelahnya disaat menuju tahun baru lagu ini harus selesai.. karena acara music camp akan di adakan saat malam tahun baru..” Juniel kembali memejamkan matanya malas

Jonghyun tersenyum lalu menarik Juniel duduk di dekatnya

“Ayolah jangan sedih sepeti itu, kita bahkan sudah menyelesaikan setengah dari lagunya.. bahkan sebelum natal berakhir lagu itu sudah selesai percayalah..” Jonghyun tersenyum

“Kau benar..”

“Nah aku membeli ini.. apa ini tidak terlalu buruk untuk mengembalikan mood??” Jonghyun tersenyum dan mengeluarkan permen kapas (Somsatang)

“Somsatang!!” Juniel tersenyum lalu merebutnya dari Jonghyun “Gomawo..” singkatnya yang terlihat girang kali ini dan memakan permen kapas tanpa banyak buang waktu lagi

 

“Ya! Aku yang membelinya kenapa kau memakannya sendiri??”

“Mianhae.. hahaha ini..” Juniel menyodorkan permen kapas ke arah Jonghyun untuk memakan permen kapas bersama-sama..

 

 

***

 

Juniel inget dengan buku yang dia baca saat di perpustakaan waktu itu, besok adalah natal.. natal yang ia tunggu untuk memberikan Jonghyun hadiah,

“Apa yang Jonghyun suka?? Aku rasa dia namja yang tidak pernah menunjukkan tentang apa yang dia sukai, bagaimana jika aku memberinya pick gitar? Ah tidak tidak itu terlalu murahan.. kalo gitar aku tidak punya kotak sebesar itu untuk membungkusnya.. beberapa pick gitar aku rasa tidak terlalu buruk, dia selalu fokus pada gitarnya bahkan saat aku mengajaknya bicara juga tidak mendengar saat sudah bermain gitar, setidaknya jika aku memberikan pick itu dia akan selalu mengingatku saat bermain gitar??” Gumamnya saat dia berada di tengah-tengah pertokoan.. Juniel tersenyum senang kali ini

 

Juniel membungkus kadonya untuk Jonghyun semalam, dia juga menuliskan kertu ucapan di dalam kado yang ia bungkus untuk Jonghyun,

Selamat natal..!! aku harap mulai saat ini setiap kali kau bermain gitar selalu mengingatku.. aku tidak suka melihatmu mengabaikanku saat kau bersama dengan gitarmu itu.. Aku ingin menghabiskan malam natal bersamamu di tempat ini ^^  

 

 

Juniel menggambarkan wahana yang ingin dia kunjungi bersama Jonghyun di malam natal nanti.. wahana bermain yang tidak jauh dari rumah mereka..

 

Kali ini Juniel berangkat sekolah dengan beberapa temannya, bahkan dia tidak melihat Jonghyun tadi di rumahnya, mungkin Jonghyun sudah berangkat? Pikirnya

“Kau benar akan berduet dengan Jonghyun saat music camp malam tahun baru nanti?” Tanya seorang teman padanya

Juniel hanya mengangguk dan tersenyum

“Hebat sekali.. rumahmu dekat dengannya? Kalian sudah berteman sejak kecil?” Lagi lagi pertanyaan beberapa temannya Juniel jawab hanya dengan anggukan dan senyuman

 

Jonghyun sempat melihat mereka dan segera menghampiri Juniel, beberapa saat mereka terdiam mungkin Jonghyun tidak tau harus berkata apa pada teman-teman juniel untuk mengajak Juniel pergi bersamanya kali ini

 

“Mwo?? Park Seonsaengnim pacaran di sekolah??” Jonghyun terlihat heboh dengan menunjuk satu arah, saat semua sibuk mencari kebenaran tentang apa yang dia katakan, Jonghyun menarik tangan Juniel pergi

 

 

“Ya! Kau berbohong??” Juniel menahan tawa saat mereka sudah berada di depan ruang musik

“Hahaha mianhae tidak ada alasan lain..”

“Untuk apa mengajakku kesini? Jam masuk kelas sebentar lagi kita tidak mungkin menyelesaikan lagunya untuk saat ini..”

“Anni.. aku hanya ingin memberikan JU Diary.. ah iya kau kembali saja ke kelas, aku harus mempersiapkan pernak pernik natal untuk acara sekolah..” Jonghyun tersenyum sekilas lalu berjalan pergi

“Ya..” Juniel berusaha memanggil Jonghyun, dia ingat saat ini membawa kado natal untuk Jonghyun didalam tasnya.. “Baiklah akan aku berikan nanti sepulang sekolah..” Gumamnya lalu tersenyum dan masuk dalam kelasnya

 

 

Juniel tersenyum saat ini, Jonghyun menyelesaikan semuanya.. lirik lagu yang mereka buat sudah selesai di dalam JU Diary yang dari kemarin Jonghyun bawa, Jonghyun menuliskan beberapa kalimat manis menurutnya untuk akhir dari lagu mereka..

“Sukses!!” Gumam juniel senang saat membacanya

Neomudo ttatteutan gyeourijyo geudaewa..

 

neul haengbokhage haejulge..

i gyeouri jinado.. 

Ini adalah musim dingin yang hangat bersamamu..

 

aku akan selalu membuatmu bahagia..

bahkan setelah melewati musim dingin ini 

Nuni wa.. sarangi wa.. hayake naeryeowa..

 

keuriseumaseu seonmulcheoreom..

 

baradon geudael mannage deon geojyo baby..

 

hansang naega kkumkkudeon sarang..

 

neul geuryeowatdeon sarang..

baro geudaejyo.. 

Salju turun.. cinta datang, jatuh cinta dengan warna putih..

 

seperti hadiah natal…

 

aku telah bertemu denganmu baby..

 

cinta yang selalu ku impikan..

 

 cinta yang selalu ku harapkan..

 itu adalah kau..’

 

***

 

Juniel keluar kelas dengan semangat kali ini, dia membawa kotak kecil sebuah kado natal yang ingin dia berikan pada Jonghyun

“Mungkin Jonghyun masih di lantai atas, aku akan menunggunya disini..” Gumam Juniel yang kali ini berdiri di bawah tangga dengan bersembunyi di balik pohon natal saat dia mendapati Jonghyun menuruni beberapa anak tangga

 

 

Semakin terdengar langkah kaki mendekat, Juniel merasa degupan jantungnya sudah ramai disana.. dengan keberanian lebih Juniel menghadap kearah Jonghyun tapi..

“Jonghyun sunbae.. selamat natal..” Seorang hoobae berlari mengejar Jonghyun dan memberikan kado natal untuknya setelahnya yeoja itu berlari pergi

Jonghyun sedikit terkejut mendapati Juniel sedari tadi memperhatikannya, terlihat ekspresi tidak senang tergambar dari raut wajah yeoja itu..

‘bruukk’

Juniel melemparkan kotak kado yang dia bawa untuk Jonghyun dan berlari pergi..

 

 

Jonghyun tersenyum saat membuka kado dari Juniel dan membaca kartu ucapan natal darinya, dia tau Juniel marah karena dia tidak suka Jonghyun dekat dengan yeoja lain selain dia..

Beberapa kali jonghyun mencoba menelponnya tapi tidak ada jawaban.. Jonghyun tersenyum sekilas saat melihat gambar sebuah wahana bermain yang ingin Juniel kunjungi di malam natal

“Aku tau.. Juniel pasti ketempat ini..” Jonghyun berlari ke tempat itu, tapi sayangnya Juniel tidak ada disana..

 

 

 

***

 

 

“Aku tidak perduli lagi denganmu Lee Jonghyun! Kau menyebalkan..” Juniel melempar JU Diary di atas ranjangnya dan buku itu terbuka tepat di halaman gambar wahana yang ingin Juniel kunjungi bersama Jonghyun..

 

Juniel menghapus air matanya singkat dan pergi ke tempat wahana bermain itu, apa Jonghyun ada disana??

Juniel kembali menghapus air matanya kali ini saat mendapati Jonghyun tetap menunggunya di sana.. di tengah salju yang cukup lebat malam ini

 

 

Juniel berjalan pelan mendekat pada Jonghyun yang berdiri membelakanginya, tanpa ragu kali ini Juniel melingkarkan tangannya memeluk Jonghyun dari belakang

Jonghyun tersenyum dan mengeratkan pelukan Juniel saat mengetahui yeoja itu menemuinya disini dan memeluknya,

 

 

“Aku senang kau datang.. maafkan aku..” Jonghyun tersenyum

“Kau menyebalkan..” Juniel kembali mempererat pelukannya

“Aku tidak ada hubungan apapun dengan hoobae itu, dia hanya berterimakasih karena aku membantu membuatkannya nada lagu hanya itu..”

“Seharusnya kau tidak usah menerima kado natal darinya..” Juniel melepaskan pelukannya

Jonghyun tersenyum kali ini berdapan dengan jarak yang cukup dekat pada Juniel

 

 

“Kau tau, jika seseorang memberikan hadiah tidak boleh menolaknya karena..”

“Itu tidak sopan??” Juniel sedikit tersenyum saat ini

Jonghyun mengangguk dan tersenyum

“Kenapa kau marah sekali? Apa karena kau menyukaiku?”

Juniel mengubah ekspresinya

“lupakan..”

 

“Seperti yang aku tuliskan dalam JU Diary di terakhir lirik lagu kita, kau seperti kado natal yang ku harapkan.. bertemu denganmu, mengetahui jika kau menyukaiku dari sekedar teman, itu kado natal yang aku inginkan..” Jonghyun tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Juniel, Juniel tersenyum dan memejamkan matanya berharap sesuatu yang jonghyun lakukan..

Beberapa saat Jonghyun tersenyum membuka matanya, dan mencium tepat kening Juniel

 

 

Juniel membuka matanya dan memukul bahu Jonghyun dengan wajah memerah karena malu

“Kau..aku kira akan menciumku”

“Bukankan aku memang menciummu? Hahaha” Jonghyun tertawa kali ini

“Bukan seperti itu.. tapi..” Juniel tidak melanjutkan kata-katanya

“Pikiranmu dewasa sekali..” Jonghyun tersenyum dan lagi mengacak poni yeoja itu dan berkata “Yang jelas aku mencintaimu Juniel-ah..”

 

 

***

 

*Music Camp*

 

“Ayo semangatlah..!!” Jonghyun mengepalkan tangan saat mereka akan tampil bersama menyanyikan lagu mereka untuk pertama kalinya..

“Mwo?” Juniel memandangi Jonghyun dengan sedikit menggodanya

“Jagi-ah..” Jonghyun mengucapkannya dengan kata lirih

“Mwo kau berkata apa? Sejak kapan kau belajar kata itu?” Kali ini Juniel yang menertawakan tingkah aneh Jonghyun

“Hahaha lupakan..” Wajah Jonghyun berubah merah

 

Beberapa saat MC menyebut nama mereka

“Ini saatnya!!” Jonghyun memejamkan matanya untuk berdoa sejenak lalu menuntun Juniel untuk memasuki panggung mereka

 

 

 

Love Falls Lee Jonghyun feat Juniel

gyeoul hyangi geori peojimyeon, saehayan nuni naeigo, nado moreuge geudael hyanghan nae balgeoreum

Ketika wangi musim dingin menyebar di jalan ini dan salju putih turun..

tanpa kusadari langkah kakiku tertuju padamu.. Deurama sok juingongcheorom, saehayan nunkkot gireseo, du son kkok japgo duri hamkke geotgo shipeo

 

seperti karakter utama dalam drama, di jalan yang penuh dengan kepingan salju putih aku ingin berpegangan tangan dan berjalan bersamamu.. 

Eotteoke hamyeon geudae useujulkka

 

(I think i love you maybe its is real)

 

eotteoke hamyeon nae mam badajulkka

(Its is love)

 

Apa yang dapat ku lakukan agar kau tersenyum?

 

(I think i love you, maybe it is real)

 

apa yang dapat ku lakukan agar kau menerima perasaanku?

(its is love?)

Nuni wa, sarangi wa.. hayake naeryeowa,

 

sumanheun neon bitboda, bitnadeon geudael mannaege deon geojyo baby..

 

hansang naega kkumkudeon sarang..

neul geuryeowatdeon sarang, baro gudaejyo.. 

Salju turun, cinta datang.. jatuh cinta dengan warna putih

 

Aku bertemu denganmu yang bersinar melebihi banyaknya cahaya neon, baby

 

cinta yang selalu ku impikan,

cinta yang selalu ku harapkan itu adalah kau.. 

Deurama sok juingongcheoreom,

uri dasi mannan geori, gaseum seollege dagaoneun geudae moseup

Seperti karakter utama dalam drama

kita bertemu kembali di jalan ini, kau datang kepadaku membuat jantungku berdebar 

Neomudo ttatteutan gyeourijyo geudaewa..

 

neul haengbokhage haejulge..

i gyeouri jinado.. 

Ini adalah musim dingin yang hangat bersamamu..

 

aku akan selalu membuatmu bahagia..

bahkan setelah melewati musim dingin ini 

Nuni wa.. sarangi wa.. hayake naeryeowa..

 

keuriseumaseu seonmulcheoreom..

 

baradon geudael mannage deon geojyo baby..

 

hansang naega kkumkkudeon sarang..

 

neul geuryeowatdeon sarang..

baro geudaejyo.. 

Salju turun.. cinta datang, jatuh cinta dengan warna putih..

 

seperti hadiah natal…

 

aku telah bertemu denganmu baby..

 

cinta yang selalu ku impikan..

 

 cinta yang selalu ku harapkan..

 itu adalah kau..’ 

 

Saat semua bertepuk tangan untuk mereka, saat itulah dimana mereka cukup bahagia karya mereka di hargai

“Lagu ini lagu yang menyatukan kita..” Jonghyun tersenyum pada Juniel

“Ini semua karena JU Diary..”

“Itu karena aku.. bukankah kau menuliskannya untukku??” Jonghyun tersenyum dan menarik hidung Juniel gemas

“Sarangi naeryeo (Love Falls)” Juniel tersenyum

“Somsatang!! (permen kapas)” Sahut Jonghyun

“Hahaha ne..” Juniel mengangguk

 

THE END..

FF ini sebenarnya hanya untuk menceritakan kembali MV Romantic J yang terlihat manis walau tidak ada banyak dialog didalamnya, disini author mencoba membuat dialog versi author yang juga di sesuaikan dengan isi MV.. tolong comment dan sarannya..

 

Gomawo!!

By: SandraChoii ^^

Advertisements

2 thoughts on “Love Falls (Romantic J)

  1. Romantic J…♥
    biarpun ff lama aq g sengaja bacaa daebaak jln ceritanya benar* hidup thor..
    sesuai pnggambaran mv nyaa..
    wohooo first comment/? :))

    Like

    1. Annyeong Junghee.. yup ff ini memang posting saat wp ini masih setengah mati jadi komentarnya blm sebanyak ff yg posting akhir akhir ini.. hahah gomawo sudah baca dan sempatin baca, di tunggu komentarnya untuk fanfiction lain..
      Saranghae ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s