Drama · Family · One Shoot · PG · Romance

Gomawo.. I Love…


Gomawo.. I Love You

Cast : Lee Hong Ki (FT-Island)

Kim So Ra

Title: “Gomawo..I Love You”

Genre: Romance, (Oneshoot)

Author: SandraChoii (twitter&Instagram)

 

Blog: mnjfanfiction.wordpress.com

 

Story:

 

Yeoja itu nemenggelamkan wajah di antara lututnya saat ini, dia menahan semua beban yang menurutnya cukup berat, Kim So Ra sebenarnya dia adalah seorang yeoja yang kuat dan tegar menghadapi semua permasalahan hidupnya tapi tidak dengan saat ini.. dimana dia harus memikirkan nasibnya bersama seorang adik wanitanya yang 2thn belakangan ini mengalami koma karena kecelakaan yang dialaminya..

“Hanya dia satu-satunya orang yang aku miliki di dunia ini, tuhan masih tegakah kau mengambilnya dariku?” Gumamnya menahan tangis yang hampir saja pecah

 

“Sora-ah apa yang kau lakukan disini? Aku sedari tadi mencarimu..” Yeoja itu menghampiri sora yang terduduk di bawah pohon dekat kelasnya

Sora mengankat wajahnya menatap seorang yeoja yang menghampirinya, dia tersenyum sekilas saat mengetahui Park Yi Kyung teman baiknya menghampirinya

“Aku hanya beristirahat sejenak.. aku lelah..” Sora berdiri dari posisinya

“Jangan berpura-pura tegar dihadapanku, kita sudah berteman sejak kecil aku tau kau.. mungkin kau bisa berbohong pada semua orang tentang apa yang kau rasakan tapi tidak dihadapanku..” Ucapan yikyung sontak membuat sora memeluknya

“Nae gwaenchanayo.. kau tau aku siapa dan kau tau bagamana aku..” Sora tersenyum lalu berjalan pergi untuk kekelasnya karena 30menit lagi kembali ada matakuliah yang harus dia ikuti.

 

Yikyung tersenyum dan berlari kecil mengikuti langkah sora lalu mensejajarkan langkah mereka

“Bagaimana kabar Kim In Jung? Apakah keadaan adikmu sudah membaik?”

Sora tersenyum sejenak dan mengangguk

“Aku harap begitu, dan aku akan melakukan apapun untuk kesembuhannya..”

 

 

***

 

Beberapa kali Hongki merubah posisi duduknya yang dia rasa kurang nyaman, dia memasang heatset ditelinganya karna dia menghindari suara itu lagi didekatnya, suara itu selalu terdengar dimanapun dia berada bahkan saat didalam perpustakaan..

“Bisakah aku terbebas dari mereka untuk beberapa hari saja?” Gumamnya pelan saat melihat ada beberapa yeoja yang mengikutinya mirip seperti sesaeng..

 

‘Jaejin-ah, dapatkah aku hidup tenang untuk beberapa hari saja?’ dia menuliskan pesan itu pada Jaejin teman dekatnya

Tak lama ada pesan masuk dari Jaejin yang isinya

‘dapatkah kau mencari yeojachingu saja agar mereka tidak selalu mengikutimu?’ Hongki yang tadi tampak mendapat angin segar saat Jaejin membalas pesannya tiba-tiba saja raut mukanya berubah suram saat membaca sarannya

“Michyeoso..” Keluhnya lalu melempar ponselnya di meja tempat ia duduk saat ini

 

Lee Hongki cukup populer di kalangan Yeoja di kampusnya, hidup mewah dan memiliki wajah tampan bukan hal yang tidak mungkin untuknya memiliki sesaeng fans tapi itu cukup mengganggunya dan membuatnya risih terutama saat ini, saat dia mulai terkenal sebagai vocalis sebuah Band di kalangan anak muda Gangnam..

 

“Bisakah aku tidak setampan ini??” Katanya dengan tersenyum bangga memandangi kaca sepion mobilnya saat dia baru saja keluar mobil untuk menuju kelasnya, tapi tiba-tiba dia dikejutkan oleh seorang yeoja yang juga muncul di kaca sepion miliknya dengan wajah kesal

 

“Bisakah aku lewat? Kau menghalangi jalanku dengan tingkah tidak pentingmu itu..” Ucap yeoja itu yang refleks membuatnya minggir memberi jalan pada yeoja itu karena tempat parkir sedikit sesak di hari senin

 

Hongki memperhatikan yeoja yang baru saja terlihat ketus dihadapannya, baru kali ini ada yeoja yang berani bersikap seperti itu padanya, yeoja yang dia lihat saat ini berbeda dari yeoja-yeoja sesaeng yang biasa mengikutinya, yeoja ini bahkan tidak terlihat seperti seorang yeoja karena stylenya lebih macho dari hongki(?) ._.v

“Jinjja?? Apa dia tidak tau siapa Lee hongki?”sesalnya dengan raut wajah masam

 

 

***

 

Beberapa kali Hongki mengatakan tentang yeoja itu pada Jaejin tapi jaejin hanya mengangkat pundaknya menandakan dia tidak mengetahui siapa yeoja itu

“Bukankah kau memang menginginkan hidupmu tenang? Lalu kenapa saat ada yeoja yang bersikap seperti itu padamu kau malah seperti cacing kepanasan?” Jawab jaejin seolah tersenyum menertawakan

“Ya! Bukan seperti itu maksudku, aku tidak menyukainya.. dia sudah menjatuhkan hargadiriku..”

“Hahahaa kajja.. untuk apa kau memikirkannya masih banyak wanita yang mengejarmu tapi kau malah sibuk memikirkan satu wanita yang menurutmu menjatuhkan hargadirimu..”

 

 

 

 

***

 

*Kim So Ra POV*

 

“Aku akan pulang lebih awal hari ini, setelah menjenguk adikku di rumah sakit aku akan mencoba  kembali mencari kerja paruh waktu..” Singkat kataku pada Yikyung

Yikyung yang sedari tadi sibuk dengan catatan dari Jung Seonsaengnim seketika menatap kearahku tajam

 

“Wae?? Bukankah kau sudah bekerja setiap pulang kuliah? Apa yang terjadi padamu? Kau menyembunyikan sesuatu lagi padaku?” Tatapan mata Yikyung sedikit mematikan saat ini

“Aku sudah tidak bekerja disana beberapa hari ini..”

“kau??”

“Dipecat.. bagaimana bisa aku membiayayi pengobatan adikku kalau seperti ini??”

Yikuyung terlihat menahan air matanya saat aku menceritakan apa yang aku alami padanya, aku tersenyum singkat melihat teman baikku itu

“Gwaenchana.. kau tau kan aku kuat.. aku bisa menhadapi semua ini..” Kataku akhirnya sebelum pergi meninggalkan kelas

 

 

Aku mencoba mencari kerja part time di beberapa tempat, tapi aku rasa hari ini bukan hari keberuntunganku, aku menatap jam tanganku waktu sudah menunjukkan jam 5 sore aku bahkan belum sarapan dan makan siang..

 

 

Aku berjalan ke arah halte, tidak ada jalan lain aku harus pulang saat ini..

beberapa saat mobil sport hitam menepi tepat didepanku, aku sangat mengenal seorang namja yang keluar dari dalamnya, bukankah itu lee hongki?

“Kau sedang apa disini?” Tanyaku saat dia berjalan kearahku

“Bukankah kau yeoja menyebalkan tadi pagi itu?” Aku hanya tercengo mendengar pengakuannya tentang diriku

Haha aku ingat tadi pagi dia menghalangi jalanku dan aku marah-marah padanya

 

“Lalu kau mau apa kalau itu aku?”

“Kau belum tau siapa aku?” Dia bertanya dengan ekspresi yang menurutku sedikit arogan

“Kau lee hongki..” Sahutku singkat lalu berjalan pergi dari hadapannya

 

“Ya.. aku ingin bicara padamu..” namja itu mengikutiku

Aku menghentikan langkahku malas

“katakan saja, aku sedang buru-buru untuk pulang.. kau tidak tau kalau aku lapar??” Aku sedikit berteriak kali ini, mood ku selalu buruk jika aku sedang lapar

 

“Baiklah kalau begitu aku akan mentraktirmu makan, tapi kau harus dengarkan apa yang ingin aku sampaikan padamu, kau mengerti kan?”

“Tidak perlu..”

“Wae??”

“Aku tidak mau..” aku kembali meneruskan langkahku

“Ya!! Kalau begitu aku ingin menumpang makan dirumahmu.. sebagai ganti rugi kau menjatuhkan harga diriku tadi pagi..”

Aku mendengus sebal, sebenarnya namja aneh ini menginginkan apa? Tunggu dulu menjatuhkan harga diri? Memang apa yang aku lakukan tadi pagi? Bersikap tidak sopan??

“Memang kau pikir ada berapa banyak bahan makanan dirumahku?”

“Aku tidak banyak makan kau tak usah khawatir..” Namja ini tersenyum singkat lalu menuntunku untuk masuk dalam mobilnya

 

 

 

“Masuklah, maaf sedikit berantakan karena aku belum sempat membersihkannya…” Kataku saat membuka pintu rumah

“Gwaenchana..”

 

Aku memintanya duduk di meja ruang menonton tv, namja itu terlihat memperhatikan sekeliling ruangan dan tersenyum saat melihat beberapa foto keluarga disana

 

“Aku hanya punya ramen untuk makan malam, kalau kau tidak suka tidak usah dimakan..” sahutku dari dapur yang jaraknya tidak jauh dari ruangan itu

“Annyeo.. aku suka ramen..” Sahut namja itu

Beberapa saat aku membawa panci berukuran sedang kearah meja makan dan 2 mangkuk kosong lalu aku memberikannya satu pada hongki, tanpa buang waktu namja itu mengambilnya dariku dan mengisi mangkuknya dengan ramen

 

“aku hanya menatapnya sekilas dan kembali memakan ramenku sebelum dingin..”

“apa kau tidak punya kimchi? Ramen terasa lebih enak jika dimakan dengan kimchi..”

“Aku tidak punya dan jangan harap aku menyimpan makanan itu dalam kulkasku..”

“Wae??”

“Aku tidak suka pedas..”

“Hahahahahaa kau tidak suka pedas? Payah sekali..”

Aku hanya melirik sekilas saat dia meledekku seperti itu

“Sudahlah apa yang ingin kau katakan padaku?”

“Kau tinggal disini sendiri? Sedari tadi aku tidak melihat orang tuamu? Dalam pigora itu kau bersama mereka bukan?”

 

Aku terdiam sejenak, mood ku sudah sedikit baik saat laparku mulai berkurang..

“Ne, orang tuaku sudah meninggal saat aku berusia 8thn dan adik perempuanku ada di rumah sakit saat ini, sejak 2thn lalu dia mengalami koma..” lanjutku dengan ekspresi datar, aku hanya tidak ingin menangis didepan orang.. karena satu satunya orang yang pernah melihatku menangis hanya Yikyung

“Oh mianhae..”

“apa yang ingin kau bicarakan padaku?” Kembali aku mengulang pertanyaan itu

“Aku ingin kau menjadi bodyguard ku..”

 

‘uhuuuk..uhuuukk’ aku tersedak saat ini

“Mwo???”

Aku menatap wajah Hongki nampak mengenaskan saat ini

“Aku butuh orang sepertimu untuk mengusir sesaeng yang selalu mengikutiku..” Aku hanya menatap datar sebelum dia melanjutkan kalimatnya

“Kau tidak sadar betapa tampannya aku?”

“kau mengenaskan lee hongki..”

 

***

 

Hari ini aku mulai menjadi bodyguard hongki, aku rasa aku sudah gila telah menerima tawarannya, tidak ada pilihan.. Hongki menggajiku cukup tinggi di bandingkan aku harus kerja part time, aku benar-benar harus mengumpulkan uang lebih untuk kesembuhan adikku satu-satunya itu..

‘tolong bawakan tasku..’

‘bisakah kau memesankan minuman disana?’

‘tolong ambilkan buku itu’

‘jangan tertidur didalam mobilku aku bukan sopirmu’

‘bacakan cerita sebelum aku tidur’

‘jangan pulang ke rumahmu sebelum aku tidur’

‘aku sedang sakit jangan pulang..’

 

“Ya!! Lee Hongki.. aku bodyguard mu bukan kacungmu..!!” Kesalku kini saat berulang kali, dia memperlakukanku seperti itu

Sudah beberapa minggu ini aku bekerja padanya, memang bukan pekerjaan yang berat di bandingkan aku harus kerja part time, bahkan saat ini aku masih bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah dari pada saat aku kerja di coffeshop waktu lalu..

 

“Mianhae, bukankah harusnya seorang bodyguard melakukan semua itu? Itu termasuk bentuk dari tugas..” Hongki membela diri

“Ya.. kalau begitu kenapa waktu itu kau tidak bilang saja kau memintaku menjadi babysittermu?”

“Kalau kau babysitterku tugasmu bertambah, kau juga harus memandikanku kau mau??” Hongki menatapku kesal

“Babo..”

 

***

 

“Gomawo..” Kataku singkat saat dia mengantarkanku pulang dan setelah mengucapkan kalimat itu aku segera turun dari mobilnya

“Mianhae.. aku tidak akan memperlakukanmu seperti itu lagi kalau kau tidak suka..” aku menghentikan langkahku sejenak tanpa menoleh padanya

Saat aku kembali melangkahkan kakiku, namja ini menepuk bahuku

“Wae?” aku bertanya singkat

Hongki tersenyum saat ini

“Apa dirumahmu masih ada ramen?”

“bukankah kau bilang lebih enak dengan kimchi dan aku tidak akan pernah menyimpan kimchi..”

Belum selesai aku bicara, namja ini menunjukkan kantung plastik yang dia bawa

“aku membawa kimchi sendiri, kau hanya perlu siapkan ramennya saja.. kau tidak mau membayarku sudah mengantarkanmu pulang ha? Dari pada kau naik bus kan?”

Aku hanya menatap malas lalu masuk dalam rumah diikuti dengan namja ini yang tampak tersenyum kemenangan sepertinya..

 

Hongki meletakkan beberapa kimchi pada ramennya sebelum dia mulai memakannya

“Kau tidak mau mencobanya?? Ini enak sekali..”

Aku hanya menatapnya sekilas dan kembali focus menghabiskan ramenku

 

 

‘dook..doookk..doook…’

 

Seketika suara ketukan pintu terdengar keras sekali

YA! Kim Sora.. kau ada didalam?? Cepat keluar..!’

Aku mengingat suara itu, bukankah itu Shim Ahjumma pemilik rumah ini?? Aku segera berlari dan membuka pintu

 

“Shim ahjumma..”

“Aku berkali-kali mengetok tapi kau selalu tidak ada, aku hanya ingin memberi tahumu kalau kau harus pergi dari rumah ini karena sudah ada yang membelinya..”

“Mwo? Bukankah aku sudah membayar sewanya untuk 3bulan kedepan?”

“Ya aku tau, aku mengembalikan uang sewamu, kau bisa menyewa rumah di tempat lain..” Shim ahjumma mengembalikan beberapa uang lalu pergi

 

“Ya!! Kau tidak bisa bersikap seenaknya padaku..” rasanya aku ingin mengejar ahjumma itu untuk memarahinya

 

“Jinjjaa..” Aku mengepalkan telapak tanganku, aku cukup kesal saat ini

“Kau bisa tinggal dirumahku untuk sementara waktu.. nanti aku akan membantumu mencari tempat lain..” Hongki menghampiriku, aku berusaha mati-matian untuk tidak menangis dihadapannya, mungkin memang tidak terlihat menangis hanya saja aku selalu kesulitan untuk menahan air mataku seberapapun aku berusaha menahannya

“Gwaenchana.. aku bisa mengatasinya sendiri..” Aku hanya menunduk agar dia tidak melihat aku menangis

Tapi namja ini tiba-tiba saja berdiri dihadapanku lalu mengangkat daguku dan tersenyum

“Kau terlihat seperti yeoja saat menangis.. ternyata kau juga bisa menangis??” ekspresinya seperti menertawakanku, lalu dia menghapus air mataku sekilas

“Kau berkata apa tadi? Kau pikir aku bukan yeoja?”

“Hahahaha.. kajja..” Hongki kembali menertawakanku menyeretku masuk kedalam rumah

 

Namja itu terlihat mengemasi semua barang-barangku, menatanya satu-persatu

“Sampai kapan kau terus bengong disana? Sebelum ahjumma-ahjumma itu mengobrak abrik ini semua, bantu aku mengemasinya..” Ocehnya saat ini dan kembali focus pada benda-benda dihadapannya

Aku menahan tawa saat ini, hongki orang yang cukup cerewet padahal dia namja, hanya saja saat beberapa hari lalu aku melihatnya show di gangnam dia terlihat lebih macho walau terkadang sedikit terlihat bodoh, itu cukup menghiburku..

 

“Ya.. kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu?”

 

 

***

 

*Author POV*

 

Hongki membawa 2 buah koper lalu meletakan di bagasi mobilnya saat ini, hampir tengah malam saat dia melihat jam tangannya menunjukkan hampir pukul 11.45pm

“Kajja.. !!” teriakknya saat seorang yeoja kembali memandangi rumah yang akan ditinggalkannya itu..

Sora tersenyum singkat lalu mengikuti Hongki masuk dalam mobilnya,

 

“Kau sepertinya sangat berat harus meninggalkan rumah itu? Wae?” Tanya namja itu saat dalam perjalanan menuju rumahnya

“Sesungguhnya itu rumah milik ayahku, sejak kecil aku tinggal disana bersama dengan keluargaku juga adikku, hanya saja harus terjual saat aku harus melunasi hutang ayahku juga biaya InJung dirumah sakit..”

“Mwo??”

“Shim ahjumma yang membelinya lalu untuk tetap tinggal disana aku harus membayar sewa padanya.. aku berharap bisa mengumpulkan uang untuk mengambil rumah itu lagi tapi aku rasa untuk saat ini akan sulit..” Wajah sora terlihat cukup putus asa

“Aku yakin suatu saat nanti kau bisa kembali memilikinya..” Hongki tersenyum singkat

 

 

Hongki menyeret 2 buah koper berukuran sedang memasuki rumahnya, sedangkan seorang yeoja hanya terlihat mengekor dibelakangnya

Hongki menoleh pada yeoja itu dan memberikan 1 koper padanya

“Ya.. kau bodyguardku.. kenapa jadi aku yang menyeret-nyeret kopermu??”

“Siapa yang menyuruhmu membawa koperku?” Bela yeoja itu seketika

 

“Nah kau bisa beristirahat disini, kalau kau ada perlu kau bisa menghubungiku..”

“Aku tidak akan lama, kalau aku sudah mendapatkan rumah sewa aku akan pergi dari sini…” Lanjut yeoja itu sebelum hongki pergi

“Jangan pikirkan itu, focuslah pada kesembuhan adikmu..”

 

 

 

***

 

Pagi ini sora bangun sedikit lebih siang dari biasanya, mungkin dia cukup lelah, yeoja itu melihat jam dinding  sekilas lalu berjalan keluar kamarnya

“kau mau kemana?” Tanya yeoja itu saat melihat Hongki sudah rapi sepertinya akan pergi

“Kau sudah bangun?” Tanya namja itu singkat “aku akan show di gangnam pagi ini.. aku harus segera berangkat sepertinya akan terlambat..” lanjutnya sambil sesekali merapikan rambutnya didepan cermin ruang tengah

“Mwo? Tapi aku belum siap-siap, kenapa kau tidak bilang padaku?”

“Hahahaa gwaenchana, hari ini kau bisa libur sepertinya kau lelah sekali..  aku tidak akan pulang malam mungkin hanya sampai sore saja, kau bisa masak kan??” Tanya namja itu cukup lama tidak ada jawaban

“Kau mengerjaiku?” Sora memasang wajah kesalnya

“Hahaha setidaknya kau harus belajar bagaimana rasanya menunggu suami pulang kerja dan menyapkan makanan untuknya..”

 

“Ya!! Kau bicara apa??”

“Hahaha tidak ada, nanti saat aku pulang aku akan belikan makanan untuk kita makan malam.. aku pergi dulu..” Namja itu menepuk pucuk kepala sora dan tersenyum sebelum dia pergi

 

 

***

 

 

“Hyung…”

 

Sora mendengar suara seseorang diluar sana, yeoja itu beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu

 

“Mwo? Choi Minhwan??” Yeoja itu sedikit heran bagaimana minhwan bisa ada disini? Bukankah mereka sedang show di gangman?

 

“Ya.. kau sora kan? Kenapa kau ada disini? Mana Hongki hyung?”

Yeoja itu tidak menjawab pertanyaan minhwan hanya saja dia menjawab pertanyaannya soal kemana hongki pergi

 

“Bukankah tadi pagi dia sudah pergi ke gangnam? Kau tidak ikut show disana?”

“Mwo gangnam?? Ahh baiklah aku beri tahu kau sesuatu, sedari tadi acara show di gangnam gagal karnah ulah namja itu, dia tidak datang.. kalau dia sampai disana untuk apa aku harus mencarinya??” Jelas minhwan panjang lebar

 

“Jinjja??? Lalu dia pergi kemana?”

 

Beberapa saat, mobil hongki terparkir rapi di halaman depan. Tampak seorang namja keluar dari dalamnya dengan tersenyum dan tanpa ekspresi berdosa.

sora terlihat kesal lalu menghampirinya saat ini

“Ya!! Kau bilang hari ini aku bisa libur? Kau bilang hari ini kau pergi ke gangnam? Tapi kenapa beberapa hari ini kau lebih sering bermain-main? Tidak konsisten.. apa kau akan menjadi lebih tertib jika hanya dengan pengawasanku? Kau melanggar aturan yang seharusnya tidak kau lakukan..”

Mendengarnya Hongki hanya menatap seseorang yang datang saat ini, ya Choi Minhwan.. namja itu singkat saja menyeret minhwan dan berbisik sekilas pada namja itu

 

“Tapi Hyung, harusnya kau menelponku atau menelpon yang lain.. kau tidak tau kau sudah membuat kita semua khawatir..” Oceh minhwan

“Ponselku terlinggal dirumah, aku susah menelpon karena aku tidak hafal nomer kalian satu per satu.. aku minta maaf atas sikapku, aku tidak akan mengulanginya lagi..”

 

 

***

 

“Aku minta maaf atas sikapku, aku tau aku salah.. ada hal yang harus aku selesaikan dan itu penting jauh lebih penting dari show di gangnam..” Hongki kembali meminta maaf pada yeoja yang sudah beberapa hari ini tidak ingin bicara padanya

 

“Ya!! Kim Sora.. berhentilah marah padaku…”

Sora menatap singkat

“berhentilah bersikap kekanakan baru aku akan memaafkanmu Lee Hongki..” Jawaban yeoja itu singkat sebelum dia pergi meninggalkan hongki dan masuk dalam kelasnya untuk kembali mengikuti mata kuliah lanjutan

 

 

 

Hongki duduk di ruang tengah sambil menonton tv, dia hanya menatap sora singkat saat sora datang, yeoja itu seoah tidak memperdulikan dan segera masuk dalam kamarnya

Beberapa menit setelahnya hongki mengetuk pintu, saat yeoja itu membuka pintu hongki mendorongnya sedikit untuk masuk dalam ruangan itu

“Kau mau apa?” tatap sora yang terlihat ketakutan saat memperhatikan ekspresi hongki

“aku mau apa itu urusanku, aku bebas melakukan apapun di rumahku bukan?” Hongki mempertajam tatapannya pada yeoja di hadapannya

“Ya! Hentikan atau aku akan meninjumu!!”

Seolah tidak perduli dengan ucapan yeoja itu hongki semakin mendekatkan dirinya pada yeoja di hadapannya saat ini, yeoja itu singkat saja menutup wajahnya dengan kedua tangannya sebagai bentuk rasa takutnya pada hongki saat ini..

“Hahahahahaaa ya Kim Sora kau pikir aku akan memakanmu??” Hongki tertawa lepas saat ini, sora membuka matanya dan menatap kesal

“Kau pikir ini lucu?” Sora memasang wajah kesalnya yang menurut Hongki itu sangat lucu

“Ya! Kau jangan marah lagi padaku, aku bosan jika kau marah terus.. aku rindu kau menceramahiku ini itu..” sesalnya

“tapi kau masih saja suka bermain-main seperti anak kecil.. “

“aku tau aku salah.. aku minta maaf, sebagai permintaan maafku aku akan mengajakmu ke suatu tempat..” Hongki tersenyum

“kemana??”

“Sudah ikut saja..” Namja itu menyeret sora pergi

 

Hongki memarkirkan mobilnya didepan salon kecantikan tempat biasa dia mengecat kukunya dan memasang nail art(?)

“Tempat apa ini? Kau ingin meminta maaf padaku atau mengerjaiku?” Oceh yeoja itu sepertinya sedikit tidak senang bahkan tidak menyukai tempat semacam ini

Hongki tidak mendengarkan ocehannya, hanya saja namja itu menyeret Sora memasuki tempat itu dan….

 

“dandani dia secantik mungkin, buat dia seperti yeoja sungguhan..(?) ”

Kalimat itu.. sora memandangi hongki dengan mata kecilnya yang tajam

“Ya!! Kau pikir aku bukan yeoja sungguhan selama ini?”

“anniya.. bukan seperti itu, hahaha ikuti saja kemauanku saat ini..”

 

Hampir  2 jam hongki menunggunya, tanpa ingin menyia-nyiakan waktu ditengah menunggu namja itu kembali mengubah nail art yang baru di pasangnya 2hari lalu..

“Sudah puas kau menyiksaku untuk 2jam ini ha?” Sora keluar ruang dimana dia merasa disiksa oleh sejumlah make-up artist dan pegawai salon didalamnya

 

Hongki yang tengah focus membaca majalah saat menunggunya saat ini memandangi yeoja itu dari atas sampai bawah, hampir tidak mengenalinya.. kalau saja yeoja itu tidak mengoceh, bahkan hongki tidak akan tau jika yeoja itu adalah Kim Sora

 

 

 

“Ya! Aku sedang bicara padamu lee hongki..!!” Lanjutnya dengan memperjelas pada kalimat terakhirnya

 

Hongki mulai yakin jika dia adalah sora kali ini

“Hahahaa maafkan aku, aku hampir saja tidak mengenali kau baru saja.. Jinjja aku tidak sadar ternyata kau cantik..”

Sora tidak mengatakan apapun, baginya kalimat terakhir hongki baru saja sudah membuatnya salah tingkah mungkin, bahkan wajahnya berubah merah saat ini

“Saat seorang yeoja malu, wajahnya berubah merah.. tapi kau kenapa hidungmu yang berubah merah..” Hongki menggodanya kali ini

“Ya!! Kau ingin aku meninjumu??”

“Hahaha kajja..”

Hongki menghentikan mobilnya didepan rumah sora, yeoja itu hanya diam bahkan tidak ingin melihat rumah itu untuk saat ini

Hongki membuka pintu mobilnya lalu menuntun sora keluar dari dalam mobilnya

“Untuk apa kita kesini?”

“aku akan menunjukkan sesuatu..” Namja itu kini tersenyum dengan menuntun tangan sora mendekat ke rumahnya

Hongki mengeluarkan kunci rumah itu dalam sakunya dan membuka pintunya perlahan, saat pintu rumah itu terbuka, ruangan terlihat rapi..

“Kau tidak takut Shim ahjumma mengusir kita lagi? Dan lagi kau mencuri kunci rumah ini darinya?” Sora berusaha keras untuk menahan air matanya saat ini

Hongki tersenyum mendengar ucapan itu, sesaat dia menuntun sora memasuki ruangan yang masih sama seperti sebelumnya

“Aku sengaja tidak mengganti semua barang yang ada disini, semua tentang rumah ini dan isinya sangat nyaman untukmu, jika aku mengganti barang dalam rumah ini suasananya pasti berubah dan aku tidak yakin kau akan menyukainya..”

 

“Kau…??” Sora hanya menatap singkat, dia tidak melanjutkan pertanyaan yang menurutnya dia sudah mengetahui jawabannya

“Aku membeli rumah ini dari pemilik baru, aku menemuinya saat itu dan pemilik baru bersedia menjualnya padaku..”

 

Mendengar kalimat itu, sora menunduk.. hongki tau yeoja itu sedang menangis saat ini

“Kau bodah.. untuk apa kau melakukan semua ini?” Sora menutup wajah dengan kedua telapak tangannya dan mengatakan kalimat itu dengan suara pelan

Hongki memeluk yeoja itu saat ini, menepuk bahunya agar yeoja yang tengah menangis itu sedikit lebih tenang

 

“Aku tidak suka melihatmu menangis, walau kau sangat galak saat mengomel tapi aku lebih menyukainya..” Hongki tersenyum lalu menghapus air mata yeoja itu

“kau.. kapan kau membelinya??”

Hongki hanya terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu..

 

 

~Flashback~

 

Pagi ini hongki bersiap-siap ingin menemui seseorang pembeli rumah Sora dari Shim ahjumma, menurutnya waktu untuk ini tidak banyak. Dia berusaha mengatur waktu dan jadwalnya untuk show di gangnam tapi tidak memungkinkan

Sora keluar kamarnya lalu bertanya saat melihat hongki sudah rapi

“kau mau kemana?”

“Kau sudah bangun? aku akan show di gangnam pagi ini.. aku harus segera berangkat sepertinya akan terlambat..” lanjutnya sambil sesekali merapikan rambutnya didepan cermin ruang tengah

“Mwo? Tapi aku belum siap-siap, kenapa kau tidak bilang padaku?”

“Hahahaa gwaenchana, hari ini kau bisa libur sepertinya kau lelah sekali..”

 

Hongki memarkirkan mobilnya didepan rumah Sora, dia melihat seseorang sedang melihat-lihat rumah yang mungkin saja pemilik baru

“Annyeong haseo..” Sapa Hongki saat menemui pemilik rumah adalah ahjussi yang belum terlihat tua

“Annyeong..” Ahjussi itu membalas salam darinya

 

Cukup lama hongki berbincang pada ahjussi itu sampai pada akhirnya ahjussi itu menyetujui hongki membeli rumahnya dengan harga 2kali lipat dari harga dia membeli pada shim ahjumma

“Kamshahamnida Goo ahjussi..” hongki terlihat senang saat seseorang yang hongki sebut dengan sebutan Goo ahjussi menyetujui permintaannya

 

 

~Flashbackend~

 

“Jangan katakan kau tidak datang show di gangnam waktu itu hanya untuk membeli rumah ini..” Sora memukul bahu namja itu kesal

“Aku tau rumah ini sangat berharga untukmu, sebelum pemilik baru menempatinya aku membelinya, kalau pemilik baru sudah menempatinya mungkin akan lebih susah membelinya..”

“Mianhae.. maafkan aku sudah marah-marah tidak jelas padamu, gomawo..” Sora tersenyum

 

“Aku senang saat melihatmu tersenyum, aku tidak ingin lagi melihat kau sedih.. mungkin karena aku mulai menyayangimu saat ini..”

“Mwo??”

“Belajarlah memakai rok, berdandan, dan memasak baru aku akan mencintaimu.. hahahha” Kembali hongki tertawa lepas kali ini

“Apa kau bilang??”

“Apa kau selama ini tidak sadar jika aku menyukaimu?”

Saat hongki mulai mendekatkan wajahnya pada sora, tangannya menyentuh bahu yeoja itu sedangkan Sora hanya menutup matanya, dan..

Ponsel sora berdering, hongki terlihat kecewa kali ini, yeoja itu membuka ponselnya sepertinya telpon dari rumah sakit,

 

“Yeoboseo..”

“Jinjjaa?? Baiklah aku segera kesana..” kali ini wajah yeoja itu terlihat bahagia sekali, yeoja itu menepuk-nepuk pundak hongki dengan ekspresi bahagianya itu

 

“Kim Injung sudah sadar!! Omooo.. hari ini tuhan terlalu baik padaku.. ayo kita ke rumah sakit sekarang..” Yeoja itu menyeret Hongki keluar rumah menuju mobil hongki yang terparkir diluar

 

 

***

 

Sora membuka ruang rawat Injung, yeoja itu seketika memeluk adiknya saat adiknya duduk diatas kasurnya

“Injung-ah.. kau tidak tau aku merindukanmu??”

Sedangkan Injung hanya menatap sora seperti tidak mengenali kakaknya itu

“Kau…”

“Ya! Aku Kim Sora kau lupa padaku? Tidak mengingatku?”

Injung tersenyum kali ini

“Unnie?? Kenapa kau jadi cantik begini? Hahaha” Injung memeluk sora kali ini, bukankah baru saja dia di makeover habis-habisan oleh hongki?

Injung mengerutkan dahi saat seseorang membuka pintu lalu tersenyum padanya

“Unnie, namja itu siapa? Apa dia namjachingumu?”

Sora melepas pelukannya pada Injung dan menoleh seseorang yang di tunjuk oleh adiknya itu

 

“Annyeong.. aku lee hongki..” namja itu tersenyum dan menunduk

“Annyeong..” Injung tersenyum lalu menatap sora dengan pandangan menyelidik

 

“Aku tau, unnie berubah seperti ini mungkin karena dia sudah memiliki namja.. hahaha” Injung tertawa saat ini walau suaranya tidak terlalu keras dan sedikit serak karena koma yang dialaminya selama ini

“Ya! Kau berkata apa? Ini tadi..”

Sora belum selesai menjelaskan pada Injung seorang dokter masuk dalam ruangan

 

“ aku akan memeriksa Injung beberapa saat.. keluarga pasien bisa menunggu di luar..”

“ne..” Sora terseyum pada Injung mengisyaratkan dia akan menunggu diluar

 

Sora menunggu di ruang tunggu bersama Hongki, sesekali yeoja itu tersenyum mencoba meyakinkan keadaan yang terjadi pada dirinya saat ini bukanlah mimpi

“Aku sangat senang saat mengetahui Injung sudah sadar.. dan gomawo lee hongki..”

“Aku mencintaimu..” Hanya kalimat itu yang Hongki ucapkan

“aku tau..” Sora tersenyum kali ini dengan mengalihkan pandangannya dari Hongki

“Dari mana kau tau?”

“Bukankah kau sudah mengatakannya tadi??” Sora tersenyum lalu memeluk hongki saat ini

 

“Terimakasih atas semuanya..” Lanjut yeoja saat hongki membalas pelukannya

 

 

_THEEND_

 

Tsara.. mian ya kalo ceritanya jelek.. aduh aku bingung sendiri ngetiknya hahaha terimakasih karena FF “Hey..I Miss You” nya sukses buat blushingblushing(?) Wkwkwk XD

Buat yang baca, tolong komen ya.. isi komen bebas apa aja.. gomawo!! ^^

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s