fluff · One Shoot · PG · Romance

My Precious One (Every End Of The Day)


My Precious One

(Every End Of The Day)

Author: @Sandra920219/@TriplesSandra

Title: My Preciuos One (Every End Of The Day)

Cast: Kim Kyu Jong SS501

Lee Ji Eun (IU)

Cameo: Kim Hyung jun SS501

Genre: Romace

Leght: Oneshort

Notes: Annyeong… ini author baru bikin cerita baru yang judulnya sengaja sama kayak lagu kyujong oppa ‘My Precious One’ Ini kok belum ada atau jarang ya IU di pasangain sama Kyu jong oppa??? Ceritanya begini, inspirasinya dari lagu My Precious One-nya kyuppa sama Every end of the day -nya IU yang menurut author macth, jadi author gabung sama berusaha membuat ceritanya, Kebetulan keduanya adalah bias author… mian kalo ceritanya kurang menarik ya!!

Berharap readers suka.. happy readinggg!!! :*

Story:

*Lee Ji Eun POV*

‘Comeback stage IU’ Tulisan itu tertera dengan jelas di atas panggung,

aku tersenyum singkat setelah menyanyikan beberapa single lagu ku, dibalik semua yang aku raih saat ini ada suport dia, ‘Kim Kyu Jong’ teman sekolahku dulu,

Aku menyukainya dan aku berharap dia juga menyukaiku, tapi setelah lulus sekolah dia melanjutkan kuliahnya di Universitas Kyuto untuk mengambil fakultas kedokteran,

Sudah lebih dari 7tahun ini aku tidak bertemu dengannya, jujur saja aku merindukannya bahkan sejak beberapa tahun lalu

‘IU…IU..IU’

Teriakan para U-ana membuatku kembali terharu, aku ingin kembali bertemu dengan Kim Kyu Jong yang selalu aku sebut “My Preciuos One”

Dengan menghapus air mataku singkat, aku kembali keatas panggung untuk menyaikan lagu terbaruku, lagu yang menggambarkan aku merindukan Kyu sebenarnya

“Annyeong haseo… Lee Ji Eun – IU Imnida..” Aku membuka percakapan kepada para U-ana singkat sebelum aku mulai bernyanyi

~

joheun kkumeul kkwotjyo

eoneu kkokboda areumdaun

chan baramgyeore ibul danggimyeo

nuneul tteuni oneurieotjyo

Aku bermimpi yang indah, lebih indah dari sebuah bunga saat udara dingin

, aku menarik selimut

Dan aku membuka mataku saat ini Pada titik tertentu, musim telah berubah

eoneusae gyejeoldo bakkwieotjyo

hayan haneulgwa paran gureumjogakdeul

nae mamdaero geuryeojideon got

dasi mannal su isseulkka

tto naege olkka

Langit biru dan potongan-potongan awan

Aku menarik mereka, namun aku ingin di tempat itu

Aku ingin tahu apakah kita akan bertemu lagi

Maukah kau datang padaku lagi

?

adeukhan geon eonjena, neul areumdapge boijyo

gakkai dagseon sesangeun naege mwol boyeojulkkayo

ajik geobi manheun ireon na,

geudaeramyeon naega gidaedo doelkkayo

deo jogeumman mameul yeoreo jullaeyo

geudaen nugunga pilyohaji anhnayo

nacheoreom

Pada suatu saat selalu terlihat indah

Aku ingin tahu apa dunia erat mendekat akan menunjukkan

Aku masih memiliki banyak ketakutan dan aku masih muda

Jika itu kau, apa aku bisa bersandar padamu?

Apakah kau bisa sedikit membuka hatimu

?

apa kau tidak membutuhkan seseorang?

Sepertiku?

geureon jeok eobtnayo

aju gin jameul jan geotcheoreom

eojewa saljjak dareun gonggie

waenji haruga nakseol ttae

waenji modeun ge nakseol ttae

Apakah ini pernah terjadi padamu-

Seolah-olah kau telah tidur untuk waktu yang lama,

Udara terasa berbeda dari kemarin

Dan untuk beberapa alasan, hari itu terasa aneh

Untuk beberapa alasan, segalanya terasa aneh

naui achimi nugungaui bamiran

aju dangyeonhan geu sasiri

wae iri oeroungeonji wae seulpeungeonji

Pagi dan malamku dengan beberapa orang lain

dalam kenyataan

Aku tidak tahu mengapa aku sangat kesepian dan sedih

adeukhan geon eonjena, neul areumdapge boijyo

gakkai dagseon sesangeun naege mwol boyeojulkkayo

ajik geobi manheun ireon na,

geudaeramyeon naega gidaedo doelkkayo

deo jogeumman mameul yeoreo jullaeyo

geudaen nugunga pilyohaji anhnayo

kkok nacheoreom

Pada suatu saat selalu terlihat indah

Aku ingin tahu apa dunia erat mendekati akan menunjukkan

Aku masih memiliki banyak ketakutan dan aku masih muda

Jika itu kau, apa aku bisa bersandar padamu?

Apakah kau bisa sedikit membuka hatimu

?

apa kau tidak membutuhkan seseorang?

Sama seperti aku?

nae majimak pantajireul nae gaseume yeongwonhi

naragal su itdamyeon nan geudaeege gal tende

hajiman jinan bam kkum sogui uimireul naneun mideoyo

ajik moreuneunge manheun na

jeo muneul yeolgo georeonagado doegetjyo

nal cheoncheonhi gidaril su itnayo

gidohaejwoyo neomeojiji anhdorok

nareul mideoyo

Fantasi masa laluku , selamanya di hatiku

Kalau saja aku bisa terbang, aku akan terbang padamu

Tapi aku percaya pada arti mimpiku tadi malam

Masih ada banyak hal yang aku tidak tahu

Tapi aku bisa membuka pintu itu dan berjalan keluar

Apakah kau sabar untuk menungguku

?

Berdoalah untukku bahwa aku tidak akan jatuh

Percayalah padaku…

***

Hari ini jadwalku sedang kosong setelah beberapa bulan ini aku mengadakan tour dibeberapa kota, aku berharap bisa bertemu Kyu saat aku tour ke jepang, tenyata saat sudah menjadi seperti ini, setiap langkahku dibatasi..

Aku tidak bisa mencari Kyu juga tidak bisa sembarangan bertemu dengan orang, aku cukup mengerti tapi bukankah ini sudah 7tahun lebih dari saat Kyu pergi ke Kyoto??

Aku benar-benar tidak lagi berhubungan dengannya walau via WA, Skype, cyworld, atau me2day karna jadwalku yang cukup padat dan aku yakin dia juga sibuk..

Kali ini aku ingin pergi ke danau disamping taman, sedikit flashback saat aku dan Kyu sering kesana… aku duduk di samping danau dengan menghela nafas panjang

“masih sama seperti dulu, disini musim tidak berubah dari saat aku dan Kyu terakhir ketempat ini” Gumamku pelan

Aku membuka tasku, membuka diary ku dan tersenyum mengingat 7tahun lalu aku sangat menyukainya..

Bagaimana bisa aku begitu menyukainya bahkan sampai detik ini…

aku merindukannya sampai air mataku ingin keluar setiap kali mengingatnya…

/Flashback/

Aku Lee Jieun, siswi kelas 3 sma di danggo senior high school,

Sudah beberapa bulan ini aku jarang berbicara dengan namja chinguku, walau kami satu sekolah tapi setiap bertemu dia hanya tersenyum singkat lalu pergi tanpa mengucapkan kata apapun..

Aku ingin bertanya sesuatu padanya tapi aku rasa dia sangat sibuk dan aku selalu menurungkan niatku, walau aku terlihat tidak perduli dengan sikapnya tapi jujur saja aku memikirkannya.. aku tidak suka diabaikan, aku tidak suka dia bersikap seperti itu padaku, disamping itu banyak sekali masalah yang aku hadapi.. kepergian eomma dan appa untuk bekerja dibusan dan akhirnya aku tinggal bersama halmeonie dan keluarga Jung Ahjumma membuatku sedikit tertekan..

Jung Ahjumma dan Jung Yeonji putrinya selalu bersikap tidak menyenangkan padaku mungkin karna mereka merasa aku hanya menjadi beban buat mereka…

aku bekerja di sebuah café Ice Cream milik Kyujong teman sekolahku, café itu bernama “Pretties” setiap aku pulang sekolah aku selalu kesana untuk bekerja

“Jieun-ah.. tersenyumlah, sampai kapan kau memasang wajah seperti itu?? Kau memikirkan Hyungjun lagi belum tentu dia memikirkan perasaanmu saat ini, kalau memang dia benar-benar menyayangimu tidak mungkin dia menjauh dan mengabaikanmu dalam waktu yang lama..” Kata Kyu yang tiba-tiba saja datang

“Anniya.. aku tidak sedang memikirkan Hyungjun, aku hanya sedikit lelah..” sangkalku dengan mencoba tetap tersenyum

“Jinjja?? Kalau begitu kau istirahatlah, aku tau sepulang sekolah langsung bekerja dan pulang cukup larut adalah pekerjaan berat.. lingkar hitam dimatamu dengan mata sedikit bengkak seperti itu bukan hanya kau kelelahan, sepertinya kau habis menangis? Jieun-ah berhentilah bekerja dan fokus pada sekolahmu sebentar lagi kita akan ujian kelulusan..”

Kyujong itu teman dekatku sejak aku masuk SMA ini dia teman terbaik untukku bahkan dia selalu membuatku tersenyum saat aku mulai kembali memikirkan Hyungjun

“Anni, aku bisa mengerjakan semuanya.. aku harus mandiri lagi pula aku mampu.. Aku rasa pekerjaan ini sangat penting untuk mengusir bosen dari pada aku memikirkan Hyungjun lebih baik aku disini dan bisa melihatmu..” Aku tersenyum

“Jung Ahjumma sangat keterlaluan bukankah dia yang memintamu bekerja seperti ini? Kau butuh istirahat Jieun…” Ucap Kyu datar lalu berjalan pergi

“ini keinginanku sendiri, tidak ada kaitannya dengan Jung Ahjumma..” Sahutku seketika Kyu menghentikan langkahnya

“ aku rasa kau sedang membohongi dirimu sendiri?? Kau tau saat kau berbohong pada orang lain artinya kau juga membohongi dirimu sendiri..”

“anniyaa, aku tidak berbohong Kyu, ini jalan satu-satunya untuk membantu halmeoni aku melakukan ini untuk halmeoni bukan Jung Ahjumma, kau tau kan aku suka menyanyi?? Awalnya aku mencoba dengan jalan yang lebih aku sukai dan itu adalah impianku, lolos audisi SM entertaimen dan membuat Halmeoni bangga adalah keinginan terbesarku selama ini tapi aku gagal, aku sadar untuk ikut adisi di SM entertaiment itu bukanlah hal yang mudah, lagi pula dengan kemampuanku yang biasa-biasa saja akan mustahil untukku mengikuti audisi semacam itu lagi.. aku bosan mengikuti audisi semacam itu lagi..”

“Jika kau tidak mengajar Impianmu, selamanya Impian tetaplah akan menjadi impian.. tidak akan bisa menjadi nyata untukmu.. Jieun-ah jadikanlah kegagalan itu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik didepan bukan untuk berputus asa, Kemampuan dan keingan itu berjalan beriringan.. saat kau tidak memiliki kemampuan dan kau memiliki keingan kau bisa mencapainya”

***

Aku memcoba menenangkan diri di kamarku, sampai saat ini Hyungjun tidak mau bicara padaku.. lebih baik aku mengerjakan tugasku walau aku tidak fokus pikiranku hanya hyungjun dan hyungjun.. aku ingin menelponnya tapi aku tidak mau mengganggunya biarkan saja sampai dia menghubungiku tapi?? Ah aku merindukan appa dan eomma apa mereka tidak tau aku menderita disini?? Aku berusaha kuat disini tanpa mereka…

Sesaat ponselku berdering ‘Kim Kyu Jong calling’

“Yeoboseo??” aku mengangkat ponselku

“Jieun-ah.. kau tidak membaca pesanku?” tanya Kyu disebrang sana

“mwo? Pesan apa”

“aku mengira kau sudah tidur tadi, arraseo.. baca saja pesanku, jangan tidur terlalu larut.. jaljayo!!!” sesaat Kyu menutup telponnya

Aku melihat pada Inbox-ku ternyata ada pesan dari Kyu

From: Kim Kyu Jong

Loen Entertaimen mengadakan audisi, 5 oktober

kau harus mencobanya Jieun, ini impianmu..

kau pasti bisa..

fighting!!!

Aku tersenyum singkat membacanya, dia terlalu baik padaku kenapa dia perhatian padaku melebihi Hyungjun? Hyungjun bersikap seolah aku sudah tidak membutuhkannya lagi tapi dia sendiri yang membuatku mulai terbiasa tanpa dia.. aku terbiasa bersama Kyujong saat ini karna Hyungjun tidak pernah ada untukku walau melupakannya bukanlah hal yang mudah untukku.. tapi aku lelah jika dia memperlakukanu seperti ini terus menerus apa yang harus aku lakukan??

Sesaat aku mengalihkan pkiranku tentang Hyungjun dengan mencari info ini di daum, aku menemukan beberapa info lagi..

jika berberhasil akan di trainee 3tahun dan tinggal di dorm??

“mungkin aku harus mencoba, saat aku tinggal di dorm aku tidak harus membebani kehidupan Jung ahjumma dan keluarganya.. kali ini aku tidak boleh gagal,, benar kata Kyu.. impian harus dikejar kalau ingin menjadi nyata..” Gumamku

Aku memejamkan mataku saat ini, menghela nafas panjang!! ‘I can do it!! Fighting Lee Jieun!!’

***

“Ya!!” Sorot mata yg tajam itu seolah menatapku dengan kebencian, aku menatapnya diam karna jujur aku takut menatapnya dalam waktu lama

Dia Jung Yeon Ji sepupuku, dia memang sangat membenciku karna dia merasa bahwa aku medekati Kyujong, mungkin dia menyukai Kyujong.. ahh mollayoo

Yeonji berjalan kearahku dengan diikuti beberapa temannya

“Kau akan mengikuti audisi di Loen entertaimen? Kau tidak tau malu jieun? Kau lupa kau sudah ditolak audisi di SM dengan sangat tidak menyenangkan, lagi pula kau pikir kau secantik apa bermimpi lolos dalam sebuah audisi besar seperti itu.. ingat saja memang kau punya berapa banyak uang untuk melakukan oplas, membayar suap, dan lagi mencari guru vocal untuk melatihmu bernyanyi??”

Yeonji berbicara panjang lebar dengan mengankat daguku kasar, mungkin aku terlalu bodoh untuk melawan, walau aku kesal tapi aku harus memikirkan perasaan halmeoni.. bagaimana jika beliau tau aku berkelahi dengan sepupuku sendiri?

“Mulai sekarang kau buang impianmu itu jauh-jauh jieun kalau kau tau malu..”

-ssseett-

Aku melihat Kyujong melepaskan tangan Yoenji yg sedari tadi menekan daguku kasar

“Kau yang tidak tau malu.. aku yang meminta Jieun untuk mengikuti audisi itu, apa kau keberatan? Kau bisa berkata seperti itu pada Jieun?? Kau pikir kau bisa lebih baik dari dia? Bayangkan kau berada diposisinya, kau yg menumpang dirumah Jieun lalu kau diperlakukan tidak enak olehnya.. ahh itu bukan urusanku!! Tapi kau ingat satu hal.. jangan mencampuri urusan Jieun bahkan mengacaukan impiannya karna itu bukan sifat seorang manusia..”

Seketika itu juga Kyu menaik tanganku pergi dan menghentikan langkahnya didepan studio musik sekolah aku melihat Hyungjun menatapku tajam saat Kyu menuntun tanganku pergi dari kejauhan tapi Hyungjun segera mengalihkan pandangan dan pergi..

Aku dan Kyu memang sering ke setudio musik sekolah karna setiap jam istirahat Kyu suka mendengar aku bernyayi ditempat ini.. walau awalnya dia hanya menguping dan aku memergokinya hahaha

Kyu membuka pintu dan menuntunku masuk,

Sesaat ponselku berdering “Kim hyung Jun calling”

Aku menatapnya sekilas, untuk apa dia menelponku??

“yeoboseo!!”

‘Mulai saat ini lakukan apapun yang kau suka bersama Kyu karna saat ini kita tidak ada hubungan apapun, gomawo untuk semuanya lagipula aku rasa kau jauh lebih baik saat bersama dengannya dari pada denganku… jaga dirimu baik baik saranghae..’ Kata-kata Hyungjun sangat menusuk sekali, aku tidak habis pikir dia akan mengatakan ini padaku

“Ya!! kau bicara apa… bicaralah yang jelas, berikan aku alasan yang jelas..” teriakku dengan terisak parah tapi dia sudah menutup telponnya

‘……….’

“Jieun-ah.. waeyo?? Gwaenchanayo??”Kyu menatapku dalam

Aku mencoba tersenyum walau gagal lalu menjawab

“Hyungjun… dia… aku sudah tidak ada hubungan apaun dengannya saat ini kyu..” kembali aku terisak dan Kyu memelukku

“Lupakan dia, menangis saja sepuasmu untuk hari ini.. habiskan air matamu saat ini agar besok dan seterusnya kau tidak bisa menangis lagi.. menangislah Jieun..”

Mendengarnya aku semakin terisak dan mempererat pelukanku pada Kyu, aku merasa nyaman berada didekatnya, tiba-tiba saja aku berpikir mungkin lebih baik aku kehilangan dia dari pada aku kehilangan Kyu..

Aku menghapus air mataku singkat lalu terseyum

“Gomawo…”

“menyanyilah, atau lakukan apapun sesuka hatimu disini..” ucapnya dengan nada sedikit pelan

“….” Aku hanya menatapnya sekilas tanpa menjawab apapun

“Ya Jieun!! Kau babo ya? kenapa kau diam? Kenapa kau tidak melawan sama sekali atas perlakuan Yeonji?? Lalu Hyungjun meninggalkanmu.. Kau selalu membuatku khawatir! apa aku harus selalu mengikutimu agar aku tidak mengkhawatirkanmu ha??” Teriaknya dengan nada tinggi lalu terdiam

“kau mengikutiku?”

“lupakan..” lirih kyu seolah ingin beranjak pergi dan aku menahan tangannya

“mianhae…” sahutku saat itu juga dengan menahan air mataku

“……………..”

“aku tidak ingin mencari masalah Kyu, aku cukup takut menatap sorot matanya yg tajam.. Yeonji membenciku, dan aku tidak ingin halmeoni tau semua ini.. aku bertengkar dengan sepupuku sendiri.. mengertilah Kyu.. jebal!! Dan untuk Hyungjun, aku terbiasa tanpa dia, aku tau kalau akhirnya akan seperti ini, aku menagis karna aku ingin melupakan semuanya karna selama ini aku selalu menahan air mata saat mengingatnya..” Ucapku dengan air mata yg sudah tidak bisa aku tahan lagi

Kyu mengangguk kecil dan menghapus air mataku lalu memelukku singkat

“kau harus kuat Jieun.. mulai saat ini aku tidak akan membiarkan temanku merasakan hal seperti ini,kau menegrti?? Kau tidak boleh sedih lagi..”

“Kau tak usah mengkhawatirkanku, nae gwaenchanayo… jeongmalhaeyo..” senyumku singkat

*Kim Kyu Jong POV*

Saat sehari sebelum ujian akhir, aku mengajak Jieun untuk memakan ramen sekedar me-refresh pikiran, aku menunggunya seperti biasa di bangku taman

Aku melihat Jieun sudah berjalan mendekat, dia tersenyum kearahku dan berlari kecil

“Kau sudah menunggu lama?” Sapanya sambil tersenyum

“anni, aku baru saja sampai..”

“kajja, kita ke kedai ramen..” Dia tersenyum dan menarikku untuk bangkit berdiri

~~~~

“Kenapa kau mengajakku kesini??” tanyanya membuka percakapan sambil memakan ramennya

“hanya menemaniku makan saja” aku tersenyum singkat

“rencanamu setelah lulus sekolah, kau akan kuliah dimana??” tanya Jieun tiba-tiba

“Di Universitas Kyoto jepang, umma ku mendaftarkan aku kedokteran disana..” Jawabku dengan nada pelan

“Mwoo??”

Aku melihat Jieun seperti shock, tapi dia tersenyum

“berusahalah..” lanjutnya

“Ne, kau tau ini bukan keinginanku? Eomma memaksaku untuk mengikuti tes ini aku tidak boleh gagal.. impianku di musik Jieun, kau tau kan aku suka bernyanyi?? Bergelut dengan buku-buku tebal itu sangat membosankan..”

“Arraseo..” Jieun seperti tidak bersemangat saat ini, aku merasa suasana hatinya berbeda dengan tadi sebelum kesini,,

“Wae?”

“anniya..” Senyumnya singkat

“setelah lulus rencanamu apa??”

“aku??? Aku… ah molla…”

“kau tidak mempunyai impian? Cita-cita? Atau keinginan??”

“……”

*Lee Ji Eun POV*

“kau tidak mempunyai impian? Cita-cita? Atau keinginan??” Tanya Kyu padaku yang saat ini sudah tidak bisa berkata apapun, entah kenapa saat ini aku merasa kehilangan.. aku akan kehilangan Kyujong, kehilangan seseorang yang begitu baik padaku, seseorang yang saat ini sangat berharga untukku, penyemangatku, kekuatkanku, saat aku mulai sedikit demi sedikit rapuh dia selalu membantuku bangkit kembali.. aku akan berpisah dengannya dalam waktu yang cukup lama, apa yang bisa aku lakukan sendiri tanpa dia?? Sesuatu itu terus saja berputar-putar di otakku.. aku kehilangan hyungjun tapi aku tidak ingin kehilangan Kyujong..

“……”

Aku menahan air mataku, aku tersenyum singkat.. aku tidak boleh menangis jika aku tidak ingin dia menanyakan alasanku mengapa menangis..

“Jieun-ah…” Kyu melambaikan tangannya tepat didepan mukaku saat dia melihat aku sedikit melamun

“kau memikirkan sesuatu??” dia tersenyum padaku membuatku semakin ingin menangis saja

“anni..” Jawabku singkat

“Kau mengkhawatirkan kepergianku nanti Jieun??” tanyanya

“untuk apa memikirkan hal itu?” sangkalku

“mungkin saja kau sedang menyembunyikan sesuatu..” Sahutnya tiba-tiba

“mwo?”

“Yasudah kalau tidak..” aku semakin kesal dengan sikap Kyu, mana mungkin aku bekata ‘Jangan pergi’ sedangkan aku siapa dia siapa?? Babo namja..

Kenapa kau tidak peka Kyu?? Kau tidak tau kalau aku menyukaimu?? Aku sangat menyukaimu walau aku terlihat cuek itu hanya bohong..

Setiap hari libur, minggu adalah hari yang aku benci karna aku tidak bisa melihatmu, hanya disekolah aku bisa melihatu disamping itu aku sudah berhenti bekerja dan tidak bisa melihatnya setiap saat seperti biasanya…

“kalau begitu pikirkan rencamamu setelah kau lulus..”

“Arraseo, Kyu.. Gomawoyo..” aku tersenyum singkat

“Untuk??”

“Loen Entertaiment..”

“Jinjja??”

“Kau orang yang berjasa atas ini, walau ini belum bisa dibilang keberhasilanku aku akan mengejar impianku itu walau sebagaimana susahnya aku tidak akan menyerah.. Loen Entertaiment sudah melakukan penilaian pada beberapa peserta dan aku masuk dalam salah satunya, saat ini aku sudah menjalani trainee setelah lulus nanti mungkin aku akan tinggal di dorm..” Jelasku pajang lebar

“Mwo..? Jinjjaaa?? Wohooooo daebak Jieun!!! Kau memang hebat.. aku yakin kau pasti bisa.. aku senang mendengarnya bahkan sampai air mataku ingin keluar…” Kyu terlihat heboh sendiri sambil memelukku dan terharu saat mengucapkan kalimat teakhirnya

“Suatu saat nanti kau akan melihatnya, Lee Ji Eun akan menarik perhatian semua orang dengan kemampuannya.. dan Hyungjun akan menyesal karna meninggalkanku..”

“Jinjjaaaa???” Sahutnya lalu melepas pelukannya dengan tersenyum meremehkan sepertinya -_- payah tadi saja dia memujiku sekarang kembali meremehkan..

***

@amountlater

*Author POV*

‘drrrttt..ddrrttt’

Jieun merogoh saku-nya saat ponselnya bergetar

ada sebuah pesan, sepertinya Jieun sudah menganti contac name Kyu Jong dengan nama My Preciuos One

From: My Precious One

Annyeong Jieun-ah~^^

setelah ujian beberapa minggu lalu~~

besok siang sepulang acara kelulusan sekolah kau mau ikut aku ketaman hiburan?

kajja~ kau tidak bosan beberapa minggu ini berkencan dengan buku-buku tebal?

saat ini berkencanlah denganku~ =)b ᄏᄏᄏ aku tunggu besok jam 10 ok? ^^b

Jieun tersenyum sekilas lalu memasukkan kembali ponsel kedalam saku-nya saat sesudah membalas pesan kyu dengan kata “ok”

Beberapa minggu ini di sekolah Jieun dan Kyu memang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing saat persiapan ujian disamping kelas mereka berbeda,

sepertinya saat membaca pesan dari Kyu ada raut kegembiraan di wajah Jieun yang terlihat sedikit lelah karena sejak beberapa minggu lalu setiap pulang sekolah Jieun mengikuti latihan vocal di sebuah agency saat setelah Jieun lolos dalam audisi yang diadakan oleh Loen Ent bulan lalu.. karna Kyulah berangsur-angsur Jieun bisa sedikit melupakan Hyungjun

Jieun duduk di halte dekat sekolah saat menunggu bus, beberapa menit kemudia bus berhenti tepat di halte dan Jieun segera masuk kedalamnya

Jieun melihat seseorang duduk menutup kepalanya dengan hoodie putih dan menunduk, dengan hati-hati jieun duduk disamping orang tersebut karna tidak ada tempat duduk kosong lagi

“Ssssttt… nan bogoshipoyoo yeppeun yeoja..”

Jieun mendengar suara bisikan itu dengan nyata dan sepertinya suara seseorang yang tidak asing lagi..

Jieun menoleh dan tampak jelas Kyu duduk disampingnya dan membuka tutup kepala hoodienya sambil beraegyo membuat Jieun tertawa lepas

“Ya!! nado bogoshipo yeppeun namja.. hahaha ya! kenapa kau disini?? Bukannya kau tadi tidak masuk sekolah?”

“hanya merasa kalau aku akan bertemu denganmu saja disini, kau tau aku tidak masuk sekolah?”

“Jadi kau ingin bertemu denganku begitu?? Aku mencarimu dikelas tadi tapi Jungmin bilang kau tidak masuk karna kau sedang tidak enak badan..”

Kyu menatap Jieun menyelidik

“Sejak kapan kau menjadi stalkerku??”

“Ya!! siapa bilang aku stalkermu? Lagi pula kenapa kau keluar untuk bertemu denganku kalau kau sedang sakit?”

“aku kan sudah bilang kalau aku merindukanmu, aku tersiksa sekali jika belum melihatmu..”

“mwo??”

“karna kau moodbooster ku” Kyu tersenyum lalu bersandar pada bahu Jieun

Jieun tersenyum lalu menyentuh kening Kyu

“Aigooo jinjja??? Badanmu panas sekali, kenapa kau keluar rumah..?? Kau bilang aku tidak boleh membuatmu khawatir tapi kenapa sekarang kau yang membuatku khawatir?”

“Babo!! Bahkan sampai saat kondisiku seperti ini aku masih mengkhawatirkanmu oleh karna itu aku keluar rumah untuk menemuimu agar rasa khawatirku padamu berkurang, sekarang kau malah memarahiku.. jangan mengkhawatirkanku biarkan hanya aku yang menghkhawatirkanmu.. arraseo??” Omel Kyu dengan menjitak Jieun pelan lalu kembali bersandar di bahu Jieun

“Ya!! khawatirkan dirimu sendiri kalau begitu dan aku akan mengkhawatirkan diriku sendiri, kau pikir aku belum bisa menjaga diriku sendiri??”

“Nde.. bukankah kenyataannya seperti itu?? Kau selalu diam saat ada orang lain menyakitimu oleh karna itu aku ingin melindungimu, tidak perduli seberapapun sakitnya aku, akan lebih sakit jika aku melihatmu disakiti..”

“Waeyo??”

“Karna kau teman terbaikku, aku menyayangimu Jieun..” Kyu tersenyum singkat

Jieun tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Kyu

***

Jieun tersenyum saat melihat Kyu sudah berjongkok menunggunya, ternyata setelah acara kelulusan sekolah Kyu sudah terlebih dahulu pergi ketempat itu…

“Ya!! Apa kau sudah sembuh??” Panggil Jieun sesaat Kyu menoleh kearahnya dan tersenyum lalu bangkit berdiri

“Tentusaja!! Jieun-ah.. kau tau kan ini tanggal 11 november??” ungkapnya sambil tersenyum

“ne.. waeyo?”

“Happy pepero day!!!” senyumnya lalu memberikan pepero pada Jieun

“Ini? Untuk apa kau memberiku ini? Bukannya Pepero day hanya dirayakan oleh…”

“pasangan kekasih?? Ya!! bukankah kau sudah putus dengan Hyungjun? kau bisa merayakannya denganku.. tanda persahabatan kita, kau lupa? Aku juga namja..” keluhnya dengan menekuk muka

Jieun hanya terdiam saat mendangar kalimat “tanda persahabatan”

“Jieun-ah…!!” panggil Kyu saat Jieun terlihat sedikit melamun

“mwo??”

“kau tidak mau??” tanya kyu dengan berniat mengambil lagi pepero-nya yang langsung saja membuat Jieun menjauhkan pepero dari tangan Kyu dengan berteriak

“Anni.. kau sudah memberikannya padaku tidak bisa di ambil lagi..”

Kyu tersenyum sekilas

“kau mau kemana sekarang??”

“Ikut aku..” Sahut Jieun dengan menggandeng tangan Kyu untuk berjalan pergi

“kita duduk disini saja..” Jieun menghentikan langkahnya disebuah taman dan duduk di antara rumput taman

“Kau tidak ingin bermain beberapa wahana disana??” tanya Kyu sambil duduk disamping Jieun

“anni.. aku sedang tidak ingin bermain..” sahut Jieun dengan sedikit tidak bersemangat sepertinya

“kau sedang memikirkan sesuatu??”

Jieun hanya tersenyum mendangar pertanyaan Kyu lalu menggeleng singkat

“Aku hanya sedang memikirkan bagaimana rasanya tumbuh dewasa.. saat ini kita akan memulai kehidupan baru kan?? bagaimana tes universitasmu?? Kapan hasilnya keluar??”

“Aku di terima Jieun.. beberapa hari lagi aku akan berangkat.. Jieun-ah saat ini kita mulai memasuki usia dewasa, saat seseorang tumbuh dewasa sudah tidak ada lagi waktu untuk bermain-main, yang ada hanya memikirkan masa depanmu, secara otomatis senyumanmu akan semakin berkurang beberapa persen.. beban hidupmu semakin bertambah..”

“itulah yang membuatku takut untuk menjadi dewasa…” lirih Jieun dengan kelopak matanya yang mulai basah karena air mata yang ia tahan

“sebenarnya aku sangat berat sekali untuk melanjutkan kuliahku di Kyoto.. tapi ini adalah pilihan, pengalaman, juga latihan untukku menjadi lebih dewasa.. aku yakin pasti aku akan merindukanmu..” Lanjut Kyu dengan tersenyum dan merangkul bahu Jieun

Jieun tersenyum lalu mengambil bunga di antara rumput dan mengaitkannya di jari kelinging Kyu

“Ini hadiah dariku, kau tadi sudah memberiku pepero kan?? semangatlah Kyu!!”

Kalimat Jieun membuat Kyu tersenyum lalu melihat bunga di jari kelingkingnya

“Gomawoyo!!”

“Jieun kau mau ice cream??”

“ne..”

“tunggu sebentar…” Kyu tersenyum lalu berlari untuk membeli Ice cream

Jieun tersenyum lalu merebahkan badannya di rumput sambil memejamkan matanya, lalu bersenandung kecil lagu yang selama ini dia nyanyikan dalam trainee nya

Monday, better day

Cheo-eumcheoreom seolle-ineun geureon nal

Sunday, better day

Jon-gil neoman saenggakhaneun geureon nal

Monday, Better day

Hari yang gembira seperti waktu pertama kali

Sunday, Better

Dimana aku terus memikirkanmu sepanjang hari

Yokshimi na uri sa-i yomankeumman deo kakka-i

Ttag han balchak, keumankeum deo kakka-i

Honjanmari soksagimi

Neodo kunggeumhal sun it-janha

Aku jadi serakah, ingin jarak kita makin mendekat

Hanya selangkah, lebih dekat

Bicara sendiri, Berbisik,

Kau mungkin menjadi penasaran juga,kan?

Ni-ga chowaseo keurae

Na cha-ga-un cheok pyojeong jitko it-jiman

Nae ma-eumeun geuge aninde keojinmarinde

Pabo gateun ni-ga nan tapdabhae

Karena aku menyukaimu,

Walaupun aku pasang wajah cuek

Hatiku tak seperti itu, Itu bohong

Tapi kebodohanmu membuatku jengkel

Neomu chowaseo keurae

Na shimurukhan eol-kurha-go it-jiman

Tto kidarida komin-man hada

Heu-lleo-ganeun haru kkeu-teseo haneun mal

Nae-ga neol sarang-hae

Karena ku sangat menyukaimu

Meskipun aku pasang muka sedih

Aku menuggu lagi, Makin cemas saja

Dan di penghujung hari berlalu, Aku berkata

Aku mencintaimu

One day, ho-liday

Honja itkin neomuneomu shirheun nal

One day, cloudy day

Ul keotcheoreom haneuldo chipurin nal

One day, Holiday

Hari yang sangat tak kusukai karena aku sendiri

One day, Cloudy day

Langit yang keabuan seperti akan menangis

Nun-mu-ri wah seo-geulpeun nae mameul talmeun

Kkuk chamat-da ssodajineun nae mami

On haneu-re on sesange

Keujeo seulpeun geon anil keoya

Air mata mengalir, air mata bagaikan kesedihan hatiku

Perasaan sedihku yang tertahan pun mengalir

Ke seluruh langit, Ke seluruh dunia

Bukan hanya karena kesedihanku

Ni-ga chowaseo keurae

Na cha-ga-un cheok pyojeong jitko it-jiman

Nae ma-eumeun geuge aninde keojinmarinde

Pabo gateun ni-ga nan tapdabhae

Karena aku menyukaimu,

Walaupun aku pasang wajah cuek

Hatiku tak seperti itu, Itu bohong

Tapi kebodohanmu membuatku jengkel

Neomu chowaseo keurae

Na shimurukhan eol-kurha-go it-jiman

Tto kidarida, komin-man hada

Heu-lleo-ganeun haru kkeu-teseo haneun mal

Nae-ga neol sarang-hae

Karena ku sangat menyukaimu

Meskipun aku pasang muka sedih

Aku menuggu lagi, Makin cemas saja

Dan di penghujung hari berlalu, Aku berkata

Aku mencintaimu

Nae iptu-ren geojinmal

Nae nun so-gen cheongmal ha-gopeun mal

Mamso-ge sumeo i-nneun mal

Bibirku berucap bohong, tapi,

Mataku menjelaskan kata-kata yang sangat ingin

Ku ucapkan

Kata-kata yang tersembunyi dalam hatiku

Manhi chowaseo keurae

Dwiido-raseo neuryeojin bal-keo-reumeul bwah

Neol kidarineun mamin geojanha

Nal jikyeobon neoramyeon al-janha

Karenaku sangat menyukaimu

Berbaliklah, dan lihat langkah kakiku yang melambat

Inilah hatiku yang menunggumu

Bila kau menjagaku, Kau akan tau

Nae-ga mollaseo keurae

Ne ma-eumi teu-llike nae-ge marhaejwo

Son nae-milmyeon, twehl keot gateunde

Mangseo-rineun iyuga nawah kat-damyeon

Ije da-gawah jwo

Karena aku tak mengerti

Ceritakan padaku isi hatimu

Aku rasa semua bisa terjadi bila kau menjulurkan tanganmu

Jika alasanmu ragu sama denganku

Mendekatlah padaku..

Sesaat Jieun membuka matanya, terlihat Kyu sudah berada dihadapannya dengan terseyum dengan membawa 2 buah ice cream ditangannya, jieun merubah posisinya menjadi duduk dan langsung saja menyambar kedua ice cream dari tangan Kyu dan memakannya untuk menyembunyikan rasa gugup-nya (maybe)

“Ya!! itu milikku satu..” keluh Kyu

Jieun tersenyum melihat ekpresi kyu

“kau mau?? Ini…” Jieun tersenyum dan mengarahkan ice cream pada kyu, saat kyu membuka mulutnya Jieun menjauhkan ice cream dari Kyu, kyu tersenyum jengkel saat Jieun menertawakannya habis-habisan saat ini

Tepat saat Jieun kembali akan memakan ice cream dengan sengaja Kyu mendorong tangan Jieun membuat ice cream itu sukses mendarat pada hidung Jieun

“Ya!!!” keluh Jieun kini Kyu yang menertawakannya

“Mwo??”

Jieun mengarahkan mukanya pada Kyu “Bersihkan..!!”

Kyu tersenyum singkat lalu membersihkan ice cream di hidung Jieun

“Gomawo.. ini..” Jieun tersenyum lalu memberikan satu ice cream pada Kyu

“aku mendengar lagumu tadi.. lagu itu…”

Jieun menatapnya sekilas lalu mengalihkan pembicaraan

“saat kau akan berangkat, kau tidak usah berpamitan padaku..” Jieun membuka percakapan kembali

“waeyo??”

“anni.. kalau kau tidak ingin aku menggagalkan kepergianmu sebaiknya kau tidak usah memintaku mengantarkanmu ke air port..”

“aku tidak mengira..” tatap Kyu menyelidik

“Mwo??”

“aku tidak mengira kalau kau sebegitunya merasa kehilangan saat aku pergi nanti Jieun..”

“Ya!! bukan seperti itu.. aku hanya… hanya…”

“Gwaenchana.. kau tidak usah memberi alasan apapun..” Kyu tersenyum geli

“Kau menyebalkan..” Kembali Jieun menekuk mukanya sebal

Sesaat Kyu terlihat menahan air matanya

“kau marah??”

Jieun tidak menjawab apapun dan tidak manatap Kyu sama sekali

“dalam minggu ini aku akan berangkat Jieun.. beberapa tahun kita tidak bertemu, aku akan sangat merindukanmu..” Lanjut Kyu dengan air mata yang mulai menetes

Jieun menoleh kearahnya melihat ekpresi sedih Kyu

“Saat tidak ada bersamaku, kau harus tetap semangat.. kau harus melanjutkan impianmu dan aku tidak ingin mendengar kau sedih lagi karena Jung ahjumma.. kau memiliki bakat, impian, dan keinginan yang kuat untuk menunjukkan siapa sesungguhnya Lee Jieun, saat aku kembali ke korea.. kau dan aku sudah mencapai cita-cita masing-masing.. arra??”

Sesaat Jieun Tersenyum

“Arraseo…”

Kyu melihat gitar Jieun disampingnya, Kyu mengambil dan memetik senar-senar gitar itu sampai membentuk sebuah alunan nada lembut setelahnya mulai bernyanyi

‘gyeote isseodo sojunghan sarama

gakkeumssik nunmuri heulleo

nae nuneul jeoksindaedo

yeope isseodo geuriun sarama

oneuldo harureul biwo

geuriwo geuril saram’

Hanya dengan menjadi sebagian diriku, kau adalah orang yang berharga Meskipun aku meneteskan air mata dan terkadang membasahi

mataku

Bahkan jika kau di sampingku, Kau adalah orang yang aku rindu Seseorang yang aku akan merindukan dan tidak akan akan lupakan bahkan saat aku banyak melupakan beberapa hal

Jieun terlihat seperti mencerna baik-baik apa isi lagu yang Kyu nyanyikan

‘han georeum jochado mot dwaedo

geujeo seuchineun sunganira hayeodo

geudaeraneun saramimyeon anira haedo

tteonal su eomneun geu han saram’

Bahkan jika aku tidak bisa mengambil satu langkah Bahkan jika itu hanya terlewatkan

Jika orang sepertimu adalah kesalahan

Bahwa kau satu-satunya orang yang tidak bisa aku tinggalkan

‘sarange sarange ibyeoreul deohanda hayeodo

majimagi doel saram

gaseume saegyeojin saram

apeugo tto apado motnae geu saram

japgoman sipeun

naegen gajang sojunghan saram’

Bahkan jika orang lain datang lebih dari cintaku padamu Kau adalah orang yang akan menjadi yang terakhir

Orang yang terukir dalam hatiku

Kau orang yang ku pilih meskipun sakit dan sakit Orang yang ingin aku peluk Orang yang paling berharga bagiku

‘han georeum jochado mot dwaedo

geujeo seuchineun sunganira hayeodo

geudaeraneun saramimyeon anira haedo

tteonal su eomneun geu han saram’

Bahkan jika aku tidak bisa mengambil satu langkah

Bahkan jika itu hanya terlewatkan

Jika orang sepertimu adalah kesalahan

Bahwa kau satu-satunya orang yang tidak bisa aku tinggalkan

Dibagian ini, Jieun mulai megikuti lagu Kyu dan ikut menyanyikannya membuat Kyu menoleh dan tersenyum kearahnya

sarange sarange ibyeoreul deohanda hayeodo

majimagi doel saram

gaseume saegyeojil saram

apeugo tto apado motnae geu saram

japgoman sipeun

naegen gajang sojunghan

sarange sarange ibyeoreul deohanda hayeodo

majimagi doel saram

gaseume saegyeojin saram

apeugo tto apado motnae geu saram

japgoman sipeun saram

naege gajang sojunghan saram’

Bahkan jika orang lain datang lebih dari cintaku padamu

Kau adalah orang yang akan menjadi yang terakhir

Orang yang terukir dalam hatiku

Kau orang yang ku pilih meskipun sakit dan sakit

Orang yang ingin aku peluk

Orang yang paling berharga bagiku(x2)

Kyu tersenyum setelah menyelesaikan lagunya dan mengembalikan gitar milik Jieun

“sudah sore, kajja kita pulang…”

“bisakah kita berada disini untuk beberapa saat lagi??” pinta Jieun dengan menahan tangan Kyu yang sudah beranjak dari tempatnya

“Wae??” Kyu menoleh kearah Jieun

“aku masih ingin berada disini..”

“ini sudah sore, aku hanya tidak ingin Jung ahjumma memarahimu lagi saat kau pulang terlalu sore..” Senyum Kyu teduh dengan mengacak rambut Jieun

“Kali ini aku tidak perduli…”

Kyu menatap Jieun dalam

“Jieun-ah.. dengarkan aku, jangan lagi membuatku mengkhawatirkanmu.. kau cukup dewasa untuk menjaga dirimu sendiri, kau cukup mengerti bagaimana cara melindungi dirimu sendiri..”

Kembali Kyu menuntun Jieun berjalan pergi, beberapa detik Jieun menghantikan langkah mereka dan memeluk bahu Kyu

“Naega neol saranghae..” Lirih Jieun dengan terisak

Kyu terdiam sejenak sebelum dia berbalik badan menghadap Jieun

*Kim Kyu Jong POV*

“Naega neol saranghae..” Lirih Jieun

Aku menghela nafas panjang mendengar ucapan Jieun yang aku tau itu tidak dia sadari terucap begitu saja, Jujur saja aku juga menyukainya bahkan jauh sebelum aku tau kalau ternyata Jieun juga menyukaiku.. saat melihat dia berkencan dengan Hyungjun dulu hatiku sakit sekali aku ingin mengganti posisi Hyungjun denganku tapi saat ini hyungjun sudah pergi harusnya aku yang menggantikan posisinya di hati Jieun..

Aku ingin sekali berkata kalau aku juga menyukainya tapi aku urungkan niatku karena aku pikir tidak baik jika aku mengatakan aku menyukainya disaat aku akan pergi meninggalkannya, aku tidak ingin Jieun semakin sedih nantinya..

***

/Flashback end/

*Lee Ji Eun POV*

Dari kejahuan aku menatap seseorang dengan almamater putihnya duduk disamping danau sedikit jauh dari tempatku saat ini,

“sepertinya itu Kyu? Mwo? Jinjja??” Gumam ku lalu bangkit untuk mendekat kearah seseorang itu

“Kyu?” Panggilku sesaat namja itu menoleh lalu bangkit dari duduknya

“Jieun??” sahutnya sambil tersenyum

Aku berusaha menahan air mataku, sesungguhnya aku ingin memeluk Kyu saat ini tapi…

“Neomu Bogoshipda…” Kyu terlebih dahulu memelukku erat sepertinya dia menangis

“Kau sudah menjadi IU?? Aku melihatmu di beberapa acara TV, aku ingin datang saat kau ada tour di jepang waktu itu tapi jadwalku sangat padat Jieun.. hanya melihatmu bernyanyi itu bisa membuatku merasa tidak berada jauh darimu.. aku mendengar lalu barumu ‘Last Fantasy’ aku meyukainya, kau terlihat sangat hebat disana.. lagumu yang kau nyanyikan sehari sebelum kita berpisah “Every end of the day” aku sangat menyukainya, bahkan aku mendengarkanya setiap aku merindukanmu..”

Aku tidak mejawab apapun saat ini, saat bertemu Kyu kembali setelah 5tahun tidak bertemu aku hanya bisa tersenyum haru..

“Kau sudah mengenakan almamater putihmu, Kau juga sudah berhasil mencapai cita-citamu kan??” aku menatap Kyu dari atas sampai bawah, dia terlihat tampan saat ini

“ne.. saat ini aku sudah bekerja di rumah sakit di seoul, aku tidak lagi di jepang.. tadi aku baru saja pulang dan tiba-tiba aku merindukan kau dan tempat ini..” Kyu tersenyum teduh

“Jinjja??”

“aku merindukanmu Jieun..…” kembali Kyu memelukku

“Arraseo…” aku tersenyum singkat

Sesaat Kyu tersenyum dan melepas pelukannya dariku lalu memberikan sesuatu

“Mwo?? Apa ini??”

“Aku akan menikah 2 minggu lagi, dan aku harap kau bisa datang.. saat setelah menikah nanti aku akan kembali lagi ke jepang mengajak istriku tinggal disana karna aku kembali di tempatkan di rumah sakit di jepang..”

Seperti ada petir yang menyambar, aku berusaha mencerna ucapan Kyu melalui nada suaranya seperti ada yang disembunyikan, aku berusaha menahan air mataku..

aku tidak ingin terlihat menyedihkan didepan Kyu

“Mwo??” hanya kalimat itu yg terucap saat ini

“Wae??” Tanya Kyu singkat

“Tidak perlu aku tutupi lagi kan Kyu? Bukankah kau sudah tau tentang perasaanku beberapa tahun lalu kan? Babo yeoja!! Ahh arraseo.. Tidak masalah jika kau tidak mencintaiku, tidak masalah jika dihatimu ada wanita lain. Yang jadi masalah adalah kalau aku tak bisa melihatmu lagi..” Kembali aku membicarakan kata-kata yang begitu saja terucap tanpa aku pikirkan dengan menahan air mataku

“Ya Jieun..”

Sesaat aku melihat undangan itu tertulis

The wedding, Kim Kyu Jong & Lee Ji Eun ?????

Lee Ji Eun??? Bukankah itu namaku???

kenapa dia akan menikah dengan yeoja yang namanya saja sama seperti namaku???

“Kau akan menikah dengan…”

Belum selesai kalimatku sesaat Kyu sedikit berlutut dan mengelurakan kotak kecil dari sakunya

“Will you be my wife??” Kyu terseyum geli dengan menunjukkan cincin padaku

Aku terharu sekali melihatnya

“Ya Jieun-ah… jawab! Aku sudah beberapa minggu ini menyimpan cincin itu di saku ku.. tidakkah kau ada sedikit simpati?” keluhnya membuatku tertawa

“kau gila? Kau mengerjaiku kan?? Lagipula kau tidak pernah berkata kau menyukaiku lalu seperti hantu kau tiba-tiba datang dalam hidupku dan melamarku begitu saja??” Ocehku dengan terisak kesal juga ada perasaan bahagia

“arraseo!! Saranghae Lee Jieun.. aku senang mendengar banyak pengakuan tentang perasaanmu tadi dan jujur saja aku memiliki perasaan yang sama padamu bahkan jauh sebelum kau mengatakan semua ini padaku.. hatiku sakit sekali saat melihatmu bersama Hyungjun dulu saat ini aku ingin kau menjadi milikku.. hanya miliku…” Kyu tersenyum teduh sambil sesekali mengalihkan pandangannya pada kotak cincin itu seolah memberi isyarat agar aku segera menjawabnya

Aku belum pernah melihatnya berkata seserius ini padaku, aku mencintainya sangat mencintainya.. Babo.. aku menarik tangannya untuk bangkit lalu memeluknya

“nado saranghae..” jawabku dengan tersenyum dan terisak saat ini

“Jinjja??

Kyu tesenyum lalu lalu memasangkan cincin itu pada jariku lalu menciumku dan memelukku erat

***

*Kim Kyu Jong POV*

Aku mengenakan Tuxeo hitam dan Jieun mengenakan gaun putihnya, dia terlihat sangat cantik saat ini.. aku menuntunya untuk naik ke altar dan mengucap janji suci pernikahan, bahkan dia sempat meng-upload selca-nya di acc twitter miliknya sebelum memulai acara sekitar 1jam yang lalu, dia juga menuliskan beberapa kata di acc twitternya

‘Mencintai seseorang bukan dilihat dari seberapa kagum kita pada seseorang, tetapi dari seberapa nyaman kita bearda disampingnya @2kjdream aku merasa nyaman disampingnya dan aku berharap dia juga akan merasakan hal yang sama, saranghaeyo yeppeun namja~^^’

Aku tersenyum membacanya dan melihat foto yg dia upload itu sangat cantik, masih saja sempat dia membuka acc twitternya dan mengirimkan mention untukku, aku juga sempat me-reply mentionnya tadi

‘@lily199iu Hanya dengan menjadi sebagian diriku, kau adalah orang yang berharga, Bahkan jika kau di sampingku kau adalah orang yang aku rindu, kau satu-satunya orang yang tidak bisa aku tinggalkan, kau akan menjadi orang terakhir yang terukir dalam hatiku, Orang yang ingin aku peluk, Orang yang paling berharga bagiku^^

Lee Ahjumma, Lee Ahjussi dan keluarga Jieun lengkap dengan appa, eomma juga keluargaku berkumpul menjadi satu dalam sebuah ruangan yang dihiasi banyak warna putih dan mawar-mawar putih..

Beberapa media sempat mengabadikan acara kami setelah ada sedikit wawancara dan Jieun menjelaskan jika dia akan memulai debutnya di jepang setelah menikah..

Aku ingat tadi dia berkata “Impianku untuk debut sudah terwujud, saat ini aku ingin hidup bahagia dengan orang yang aku cintai, ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku dan ibu yang baik untuk anakku kelak.. aku akan memulai debut di jepang setelah menikah karna suamiku ditugaskan di jepang dan aku tidak ingin lagi berpisah jauh darinya..”

Upacara pernikahan dimulai, aku dan Jieun berhadapan didepan pendeta

“Kim Kyu Jong.. apa kau bersedia menerima Lee Ji Eun sebagai istrimu dalam keadaan suka dan duka sampai maut memisahkan kalian?”

Sesaat aku menoleh Jieun dengan tersenyum singkat

“saya bersedia” ucapku dengan semakin mempererat genggaman tanganku padanya

“Dan kau Lee Ji Eun.. apa kau bersedia menerima Kim Kyu jong sebagai suamimu dalam keadaan suka dan duka sampai maut memiahkan kalian?”

Aku melihat Jieun tersenyum padaku lalu menjawab

“saya bersedia..”

Sesaat aku tersenyum melihat Jieun lalu berbisik

“kau masih ingat saat kau tiba-tiba memeluk bahuku dan berkata ‘naega neol saranghae?” itu manis sekali Nyonya Kim” aku tersenyum tengil saat setelah mengucapkan kalimat itu

“Ya!!!”Jieun menoleh padaku dengan tampang kesalnya itu

“Neomu saranghae…” Sahutku lalu menciumnya tiba-tiba

“Bingo!!! Mukamu merah, lucu sekali… hahhaha” Bisikku sambil kembali menertawakannya

Sesaat Jieun menatap kesal dan menendang kakiku lalu akan berjalan turun dari altar

“Jagi-ya, jebal..!!” Aku mencoba mencegahnya lalu Jieun berbalik menolehku dan menciumku, beberapa media sempat mengambil foto kami dan itu membuatku cukup malu, sesaat jieun tersenyum menatapku dan berkata

“Bingo!! Hahaha mukamu seperti kepiting rebus” Goda Jieun menertawakanku

“ya!! awas kau Lee Jieun!!>,< ”

*THEEND*^^

Akhirnya selesai juga ini FF..

Mian kalo ceritanya jelak ya!! tolong kritik dan sarannya untuk FF author kedepannya!!

gomawo yang sudah baca dan RCL, ini FF pertama author setelah vakum hampir 1tahun!! Jadi dibuat sigkat-singkat saja Hehehe..

Advertisements

2 thoughts on “My Precious One (Every End Of The Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s