One Shoot · PG · Romance · sad · Teen

LOVE is BLIND


Author FB:

Aira Keybuminhonew

Twitter: @Puppy_Bling  <<– (follow ya) XD

 

anyeong author balik lagi with new ff..tapi kali ini author mau buat ff sad,mga gk ancur ya..hahaha,.

oh ya,buat vina..ff mu ngantri dulu ya nak..hehehe

#dilempar panci

ok,tak usah berlama lama yah..langsung aja,ok!

 

Title : Love is Blin

 

Cast :

Lee Jinki

You as Park Minra

#author langsung di kroyok massa,ngeksis mulu siy#

and other

 

Genre : romantic,sad

 

enjoy~

 

AUTHOR POV

 

Seorang yeoja duduk di samping pintu masuk sebuah toko alat musik dng senyuman di bibirnya..yeoja itu dengan sabar menunggu pelanggan yang datang di toko milik appanya itu..

‘ting’ sebuah bel yg dipasang diatas pintu masuk toko itu berbunyi,menandakan ada pelanggan yang masuk..

“anyeong..selamat datang di toko kami,silahkan lihat lihat” ujar yeoja itu ramah sambil menundukkan kepalanya..

ya,begitulah kegiatan sehari hari yeoja yg bernama park minra itu,selalu menyapa siapapun yg datang disaat lonceng berbunyi..

“minra..ini sudah siang,makanlah dulu” ujar seorang pria paruh baya pada minra

“eum,tunggu sebentar appa..aku belum lapar”

“ya sudah,nanti kalau sudah lapar,cepat ke dapur ya”

“ne..appa..”

 

‘ting’

“anyeong..selamat datang di toko kami,silahkan” ujar minra ramah sambil tersenyum

“ne” jawab seorang namja yg masuk barusan..

Namja itu berjalan menuju ke sebuah piano putih yg cantik yg berada di sudut ruangan.. bibir pucat namja itu tersenyum seiring jari2nya membelai tuts2 piano,namun sesekali ia memejamkan matanya sekilas seperti menahan sakit.. ia ingin menanyakan harga piano tersebut,namun mendadak tubuhnya terasa lemas,ia pun memutuskan untuk duduk di sebelah minra..

“maaf,.bolehkah aku duduk disini?” ijin namja itu ramah

“tentu” minra tersenyum tanpa melihat namja itu..

 

Namja itu tersenyum memandangi wajah minra dari samping..

“eum..maaf nona,kau pegawai di sini ya?aku sering lewat ke sini dan melihatmu dari jendela luar,tapi baru sekarang aku masuk ke sini,.hehe” ucap namja itu sambil terkekeh

“ah..tidak juga,aku anak pemilik dari Toko alat musik ini” kata minra sambil tersenyum namun pandangan nya tetap lurus ke depan,sama sekali tidak memandang namja yg berbicara di sebelahnya..

“oh iya..namaku lee jinki,kau siapa nona?” tanya namja yg bernama jinki itu sambil mengulurkan tangan kanan nya..

“park minra imnida” gadis itu menjawab sambil tersenyum namun ia tidak melihat uluran tangan di depan nya..

Merasa tidak mendapatkan sambutan tangan,jinki menurunkan tangan nya perlahan.Ia sedikit tersinggung,sejak ia bicara dng minra,ia sama sekali tidak dianggap berada disampingnya,yah..ia seperti berbicara dengan sebuah robot..

“mianhae minra-ssi..tapi apakah lebih sopan jika kau menatap orang yg berbicara dengan mu?” kata jinki hati hati,ia juga tidak mau menyinggung perasaan orang yg baru saja di kenalnya,.

“mianhae lee jinki-ssi jika aku tidak sopan…” minra menolehkan kepalanya ke sebelah kiri,tempat jinki duduk.

“…tapi aku tidak bisa menatapmu..aku tidak bisa melihat” lanjut yeoja itu..

DEG!!Jinki terperangah ketika melihat mata minra.Memang matanya terbuka dan berkedip sempurna,namun tatapan matanya kosong,hampa..

Jinki merasa sangat bersalah pada minra,karena secara tidak langsung ia sudah melihat gadis buta itu..ia tidak tau bagaimana harus meminta maaf..

“mianhae..jeongmal mianhae minra ssi,aku benar benar tidak tau kalau kau,kau…”

“gwenchana jinki ssi..kau kan benar benar tidak tau” ujar minra sambil tersenyum,ini membuat jinki merasa sangat lega karena gadis itu tidak marah sama sekali..

 

Jinki ingin sekali berbicara banyak dengan minra,tapi ia merasakan sakit yg teramat sangat di kepalanya,pandangan nya pun mulai kabur..

“minra ssi,tolong bilang appamu,jangan menjual piano putih yang berada di sudut itu ya..aku akan segera membelinya..” ujar jinki

“ne..baiklah”

“aku pulang dulu..anyeong!!” jinki berlari keluar mengabaikan minra yg memanggilnya..

 

LEE JINKI POV

 

Haah,untung saja sakit kepala ini tidak membuatku pingsan di jalan..Saat aku membuka pintu rumah,umma menyambutku dengan raut wajahnya yg khawatir..

“ya Tuhan,anak ku,darimana saja kau nak?lihatlah wajahmu pucat sekali..” yah,begitulah ummaku,selalu mengkhawatirkanku saat wajahku pucat seperti ini,.aku tau dia menyayangiku,tapi kurasa ini cukup berlebihan..

“aku hanya jalan jalan sebentar umma,aku bosan di rumah terus..umma tidak perlu khawatir,aku baik baik saja” kataku untuk membuatnya lebih baik.

“ya sudah..kalau begitu makan setelah itu minum obat yah” ujar beliau sambil membelai rambutku lembut

“ne..” kataku lalu naik ke lantai 2 menuju kamarku..

 

Aku membuka laci mejaku,.aku benar benar muak melihat isi laci ini.. aku mengambil salah 1 dari 10 botol kecil ini,menatap isi dari botol itu..

“cih..untuk apa aku meminum obat obat ini kalau kenyataan nya aku sudah sekarat” ujarku sambil meletak kan botol obat itu dng kasar di atas meja..aku menghempaskan tubuhku di ranjang

“aku masih merasa bersalah dengan gadis buta itu..apa yang harus ku lakukan?” aku berbicara sendiri sambil menatap langit langit kamarku..

“tapi ngomong ngomong gadis itu manis juga yah..hehehe”

#author langsung pingsan 7hari 7 malem#

————————

 

 

“Kamsahamnida jinki ssi..kami akan segera mengantarkan piano ini ke rumah mu”

aku tersenyum puas setelah menyelesaikan administrasi pembelian piano dng ayah Minra(mungkin).. sejak dulu aku memang menginginkan piano itu.. selama ini aku hanya melihat piano itu dari luar,dan sekarang aku bisa memilikinya..

sebelum pulang aku menghampiri minra yang duduk di tempatnya kemarin..

“eum..anyeong” sapaku,minra nampak mencari cari sumber suaraku

“ah..jinki ssi,kau ada di sini?” aku terkejut karena minra mengenali suaraku,padahal baru kemarin aku berbicara dengan nya..

“minra ssi,kau mengenali suaraku?” tanyaku..minra mengangguk

“selama aku buta,aku hanya berbicara dng kedua orang tuaku..dan kemarin kau adalah orang ketiga yang berbicara denganku,jadi tidak sulit bagiku untuk mengenali suaramu..lagipula aku juga mengingat bau parfummu” minra mengakhiri perkataan nya dng sebuah senyuman yang manis..

“apa kau juga tidak pernah pergi keluar?” tanyaku lagi,minra menggeleng

“appa dan umma selalu sibuk,mereka tidak punya waktu untuk mengajak ku keluar.. kalaupun aku keluar,aku juga tidak bisa melihat apapun..” aku sedikit kasihan dengan yeoja ini,kurasa ia lebih menderita daripada aku..

 

AUTHOR POV

 

“yeobo..yeobo..kemarilah!!” ujar umma minra memanggil suaminya..

“ada apa?kau tidak lihat sedang banyak pembeli” jawab appa minra sedikit kesal

“lihatlah..anak kita sedang berbicara dengan siapa?” kata umma minra sambil menunjuk putrinya yang sedang berbicara dengan seorang namja yg tidak pernah dikenalnya.

“itu kan anak muda yang baru saja membeli piano tadi..kalau tidak salah,namanya ehm lee jinki!!”

“lihatlah anak kita banyak tersenyum dengan lelaki itu..kurasa dia anak baik baik”

 

“Ne..kurasa juga begitu” ujar appa minra sambil mengamati kedua orang itu.

————————-

 

“ah..kamsahamnida paman..” ujar jinki saat piano barunya sudah sampai di rumah dengan selamat..

“ne..oh ya jinki ssi..” ujar pengantar piano itu yg adalah appanya minra

“ne?”

“kulihat tadi kau ngobrol dengan anakku minra..”

“ah..ne paman.,aku hanya menemaninya sebentar,kurasa dia kesepian” kata jinki sambil tersenyum..

“jinki ssi..maukah kau menemani putriku setiap hari?selama ini hanya kau satu2nya namja yg berbicara dngan nya..kau mau kan?” pinta appa minra

“mwo?” jinki terkejut bukan main,yaah ia akui selama 2 hari berbicara dng minra,ia sedikit tertarik dng yeoja kesepian itu,tak tau mengapa..

“selama ini minra sangat kesepian,dia hanya berdiam diri dirumah..dia tidak memiliki seorang teman pun..jadi,kau mau kan menemaninya jinki?jebaal” kini appa minra mulai memohon,membuat jinki tidak enak,.

“baiklah paman,aku akan menemaninya setiap hari” kata jinki akhirnya

“kamsahamnida jinki ssi,kamsahamnida~”

 

__________________

 

‘ting’

“anyeong..selamat datang di toko kami,silahkan lihat lihat” sapa minra seiring seorang namja tampan bermata sipit masuk..

“anyeong minra ssi..ini aku” ujar jinki lalu menempatkan pantatnya(?) disebelah minra..

“jinki ssi,kau kemari lagi?bukankah piano mu sudah diantar kemarin?” heran minra

“ya!!jadi salah jika aku kemari untuk mengunjungi temanku?”

“teman?” minra semakin heran

“jadi kau tidak menganggapku teman mu,huh?” kata jinki dng nada marah,walaupun sebenarnya bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman..

“bukan begitu jinki ssi,kau sudah menganggapku teman?” ujar minra

“tentu saja,.kau juga mau kan menjadi temanku?”

“ne jinki..kau teman pertamaku” minra terlihat sangat bahagia..

 

“baguslah..ah iya,aku membawa sesuatu untukmu” jinki menyodorkan sebucket bunga di depan minra.

“bunga mawar?” minra menerima bunga itu lalu mencium baunya.

“kau tau kalau itu mawar?”

“ne..aku sudah hafal aroma nya jinki ssi”

Jinki tersenyum mendengar penjelasan minra,Tuhan memang su ngguh adil,walaupun satu indera tidak berfungsi dengan baik,tapi indera yang lain memiliki kelebihan..

“aaah” jinki bergumam kecil sambil mencengkram rambutnya,berusaha menahan sakit yang teramat sangat di kepalanya..Minra juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres dng teman barunya itu..

“jinki ssi,ada apa??” tangan minra meraba raba(?) mencoba mencari sosok jinki yang duduk disebelahnya,ia pun berhasil menyentuh bahu jinki..

“gwenchana minra,tak perlu khawatir?” jinki menurunkan tangan minra yang menyentuh bahunya..

Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya,ia takut kalau sakit kepalanya ini membuatnya pingsan..dengan cekatan ia membuka tas ransel yg ia bawa dari tadi..mengambil salah satu dari 10 obat yg berada di dalam ranselnya..dengan tangan gemetaran ia meminum 1 obat,menundukkan kepala sejenak,dan perlahan rasa sakit itu berangsur hilang..

‘haah..aku bisa gila kalau terus seperti ini’ batin jinki

“jinki ssi,aku tau kau masih di situ..apa yang terjadi?mengapa kau diam saja?” ujar minra bingung

“gwenchana minra,kau dengar kan suaraku terlihat baik baik saja?” jinki berusaha memulihkan suaranya agar terlihat seperti tadi,namun kenyataan nya tubuhnya sangat lemas..

“ah..baiklah kalau begitu..” minra tidak terlalu yakin,karena ia merasa ada yang berbeda dengan namja itu..

“oh iya minraSsi,aku tidak bisa berlama lama sepertinya..aku ada urusan,besok aku kemari lagi ya?”

“ah begitu rupanya..kamsahamnida kau sudah menemaniku”

“ne..anyeong”

————————

 

 

Kini,setiap hari jinki selalu mengunjungi minra,hanya sekedar untuk ngobrol atau mengajak keluar menghirup udara segar..

seperti hari ini jinki mengajak minra ke taman dan duduk di bawah pohon yang rindang..

“aku mengalami kecelakaan saat berumur 10 tahun,dan ini menyebabkan aku kehilangan mataku,oppa” minra menceritakan bagaimana ia bisa buta..beberapa hari lalu mereka telah sepakat untuk tidak memanggil formal (ssi) lagi.karena minra 3 tahun lebih muda dari jinki,ia memanggil namja itu ‘oppa’

“kau tidak ingin operasi,minra?”

“aku ingin oppa,aku sangat ingin..tapi sangat sulit mencari donor mata” ujar minra dng nada sendu

“jangan mudah menyerah minra..aku yakin suatu hari nanti kau pasti bisa melihat lagi,percayalah” jinki menyentuh bahu minra..entahlah,beberapa hari ini jinki merasakan perasaan aneh pada minra..perasaan ingin memiliki dan melindungi yeoja rapuh itu..

“kau sendiri,apa profesimu oppa?” Tanya minra

“ehm..aku aku kuliah..yah kuliah,hehe” bohong jinki.sebenarnya 1 tahun yang lalu ia sudah keluar dari kampus karena penyakitnya itu..jinki tidak mungkin mengatakan yg sebenarnya pada minra,ia tidak ingin di kasihani karena penyakitnya ini..

“oh ya minra..appa mu kan punya toko musik..kau bisa memainkan salah satu instrument musik kan?” tanya jinki..minra menggeleng..

“bagaimana bisa oppa..?aku kan tidak bisa melihat..”

“omong kosong..siapa bilang memainkan alat musik itu hanya untuk yang bisa melihat saja..bagaimana kalau besok ku ajari kau main piano..otte?”

“mwo??tapi…”

“tidak ada tapi tapian minra..kau harus mau!!” paksa jinki

“baiklah jika kau memaksa oppa..”

 

 

******************

“Jinki…” panggil umma nya saat ia baru saja pulang..

“eum..?”

“tadi umma menelpon dokter kim..kau bisa mulai operasi bulan depan di singapura..” jinki diam,seperti memikirkan sesuatu

“jinki..”

“ne?”

“selama sebulan ini kau harus meminum obat2mu terus ya,agar saat kau operasi kondisi mu lebih baik..aratso?” jinki hanya mengangguk,lalu berjalan menuju kamarnya..ummanya merasa sangat sedih,karena anak satu2nya seperti tidak niat untuk menjalani operasi..

Jinki menghempaskan tubuhnya di ranjang,matanya menatap langit langit kamarnya..sakit kepala itu datang lagi,ia memejamkan matanya agar sakit itu tidak terlalu terasa…ia memikirkan bagaimana jadinya kalau ia di operasi bulan depan..Harta umma nya akan habis untuk biaya dirinya,selain itu presentasi kesembuhannya sangat kecil,hanya sekitar 5%..umma jinki mengatakan ‘kita harus berusaha semampu kita demi kesembuhan mu jinki.masalah uang kan bisa dicari lagi’ namun jinki malah berfikir kalau ia tetap tidak sembuh,apa yg akan terjadi pada ummanya?ia merasa kasihan pada ummanya kalau kelak ia pergi nanti..

“umma..mianhae” ujar jinki lirih lalu bangkit dari tidurnya,mengambil obat obatan miliknya lalu membuangnya ke tempat sampah..namun ia masih menyisakan 1 obatnya ‘obat penghilang rasa sakit’

Perlahan air matanya mulai berjatuhan..ia menatap fotonya,umma dan appanya..setelah appanya meninggal 5 tahun yg lalu karena kecelakaan,ia divonis mengidap kanker otak(naudzubillah!!) dan kini sudah stadium akhir..ia menjadi pukulan yg keras bagi keluarga jinki,terlebih ummanya..

ia merasa menjadi namja gagal karena tidak bisa menjadi namja yg bisa melindungi ummanya,yang ada ia malah membuat ummanya selalu sedih.

 

Perlahan darah segar mengalir dari hidung jinki..ia mengambil tissu untuk mengelapnya..

“aku benci bau darah!!” jinki membuang tissu itu ke tempat sampah dan memutuskan untuk tidur karena sakit di kepalanya semakin menjadi jadi..

————————-

 

“minra-ya..kau siap?” tanya jinki..saat ini mereka berdua duduk di depan piano..minra mengangguk mantap..Sebenarnya Kepala jinki masih terasa sangat pusing,tapi ia sudah terlanjur berjanji dng yeoja itu..

“baiklah..kita mulai” jinki meraih tangan minra dan menempatkan jari2 minra di tuts tuts piano..untuk hari ini belajar nada dasar..Jinki merasa senang bisa mengajari minra..rasa sakitnya seakan hilang saat berada di sisi gadis itu..

“Kau menyukainya minra?”

“ne..ini menyenangkan oppa..”

 

————————-

 

3 minggu berlalu,kini minra sudah bisa memainkan lagu lagu yang sederhana..yeoja itu merasa sangat bahagia..namun tanpa ia ketahui,lee jinki,keadaan namja itu semakin hari semakin lemah..hampir setiap hari darah mengalir dari hidungnya,dan ia berulang kali pingsan di rumah,namun umma jinki tidak mengetahuinya karena tengah bekerja.. jinki merasa hidupnya tidak akan lama lagi..

“jinki..wajahmu sangat pucat,apa kau sudah minum obatmu?” tanya ummanya panik

“ne umma” bohong jinki,karena sebenarnya ia hanya meminum obat penghilang rasa sakit,tidak yang lain nya..

“apa perlu umma panggilkan dokter?” ummanya sedikit khawatir

“tidak perlu umma..gwenchana” jinki berbalik namun tiba tiba kepalanya terasa sangat pusing,tubuhnya lemas dan pandangan nya kabur..

‘bruuk’ jinki pingsan dan umma nya berteriak histeris

“jinki!!jinki!!”

————————-

 

 

Jinki tersadar..bau obat obatan sangat kentara di ruangan tempat ia tidur..Jinki tau,ia berada di rumah sakit sekarang..Namun,ia memilih untuk memejamkan mata lagi,karena ummanya dan dokter tengah berbicara di sebelahnya..

“kondisi jinki sangat lemah..aku yakin dia tidak meminum obatnya selama ini..dalam kondisi begini tidak memungkinkan di lakukan operasi..ini akan sia sia saja”

“tapi..apa tidak ada jalan lain untuk menyembuhkan putra saya” suara umma jinki serak dan bergetar..hati jinki sangat sakit mendengarnya

“maafkan aku..anda harus bersiap menghadapi kepergian nya” ujar dokter itu lalu dia keluar..Jinki membuka matanya dan melihat umma nya yg tengah menangis..

“umma..wae?” jinki pura pura tidak tau..

“kau harus bertahan jinki..demi umma” Umma nya kembali menangis,kali ini lebih deras..

“Ne..aku akan bertahan umma..” hanya kata2 yang mampu jinki ucapkan..kenyataan nya ia sudah tidak sanggup lagi..air mata jinki pun tak dapat di bendung lg..ia menangis bersama umma nya

 

————————-

 

Sudah beberapa hari ini jinki tidak berkunjung ke rumah minra,Ini membuat minra sedih..ia merasa ada yang kurang saat namja itu tidak hadir.. minra mengakui kalau ia menyukai jinki..walaupun ia tidak pernah tau rupa jinki,tapi kebaikan namja itu telah membuatnya jatuh hati..tapi,apakah jinki punya perasaan yang sama dengan minra?huh,molla..

“minra ah..appa punya kabar gembira untukmu” ujar appa jinki yang kini duduk di sebelah minra..

“apa?” tanya minra tanpa selera,ia masih memikirkan jinki dan jinki!!

“kau akan bisa melihat lagi nak..ada yang bersedia mendonorkan matanya untukmu!!” ujar appa nya dng suara yang bersemangat,namun raut wajahnya tidak menggambarkan kebahagiaan sedikit pun.

 

“Jinja?appa tidak berbohong kan?” minra amat senang dng berita ini..

“anniya..3 hari lagi kau bisa di operasi”

“ah..appa aku sangat bahagia,akhirnya aku akan bisa melihat lagi..aku bisa melihat appa,umma dan juga jinki..Jinki harus tau hal ini.semoga dia kemari besok..huft~”

appa minra menunduk,putrinya sama sekali tidak tau bagaimana keadaan jinki sekarang..

 

————————-

 

Minra masih menunggu nunggu kehadiran jinki..ia sangat bahagia karena sebentar lagi matanya akan bisa melihat lagi.namun,disisi lain dia merasa kesepian karena teman sekaligus namja yg dicintainya tak kunjung datang..

“minra..” suara yg begitu minra nantikan akhirnya terdengar juga di telinganya..namun suara itu nampak sangat lemah..

“jinki?kau kah itu?” tanya minra memastikan..

“ne..ini aku” jinki duduk di sebelah minra..namja itu masih mengenakkan pakaian rumah sakit,wajahnya teramat sangat pucat..yah..jinki kabur dari rumah sakit hanya untuk menemui minra..Kedua orang tua minra yang melihat keadaan jinki sangat khawatir..namun jinki mengisyaratkan agar tidak berkata apapun pada minra..

“jinki..kau sakit?suaramu terdengar aneh” ujar minra

“aku hanya sedikit flu,minra..” ujar jinki

“ada yang ingin ku bicarakan dngan mu..” kata jinki dan minra bersamaan

“kau mau bilang apa jinki?”

“kau dulu,minra..”

“baiklah..kau tau,lusa aku akan operasi mata jinki,.aku akan bisa melihat lagi..” kata minra antusias

“jeongmal?chukkae minra” jinki tersenyum saat melihat ekspresi wajah minra yang bahagia..

“aku ingin kau berada di rumah sakit saat aku sudah bisa melihat..kau bisa kan?” pinta minra..jinki menunduk,tak tau harus menjawab apa..

“ne,minra” jawab jinki seadanya,agar minra tidak kecewa.

 

“Gomawo oppa..kau mau bicara apa?”

“ehm..aku..aku..”

“kau kenapa oppa?”

“saranghae…”

DEG!!

“mwo?”

“aku menyukaimu minra..aku sangat menyukaimu..apa kau mau menjadi yeojachinguku?” minra sangat terkejut mendengar penyataan jinki..kebahagiaan nya berlipat lipat hari ini..

“oppa..apa kau serius?aku tidak bisa melihat keseriusan mu?”

“ne..aku sangat serius..cinta tidak harus di lihat minra,tapi juga dirasakan..” ujar jinki sambil meraih salah satu tangan minra dan meletakkannya di dada jinki..

“kau bisa rasakan detak jantung ini?ini hanya bisa berdetak cepat saat bersamamu minra..ini menunjukkan aku tidak bisa hidup tanpamu” ujar jinki lirih

#sumpah,ngaco bgt kata2nya XD

“oppa..aku juga mencintaimu..” kata minra kemudian,jinki tersenyum bahagia..

“minra..bisakah kau menutup matamu sebentar saja?”

“mwo?untuk apa?aku kan juga belum bisa melihat” minra bingung..

“jebal~~” jinki memohon,minra mengangguk lalu menutup matanya..Jinki mencium bibir minra dng lembut,mata sipit jinki juga turut tertutup,namun buliran air mengalir dari mata sipitnya..walaupun yeoja yg disukainya membalas cintanya,namun hatinya sangat sakit sekarang.begitu sakitnya sampai air mata namja itu tumpah ruah..

“oppa..apa yang kau lakukan?” tanya minra sesaat setelah jinki melepaskan bibirnya..yeoja itu mengecap bibirnya berulang kali..

“menurutmu apa chagi?” jinki masih sempat menggodanya..

“molla..bibirku terasa basah *jedeer*” kata minra polos..jinki tertawa

“Oppa..kau menertawakan ku,huh?”

“anniya..hanya saja kau sangat lucu..”

“aih..” minra berdecak kesal..jinki memeluk yeoja itu erat..

 

Jinki lagi lagi menangis,kali ini di bahu minra..

“oppa..aku ingin kau selalu memelukku seperti ini,rasanya sangat hangat” ujar minra

“na do minra,na do” ujar jinki dng suara serak

“oppa..kau menangis?” minra merasa ada yg berbeda dng suara jinki dan ia juga merasa bahunya basah..

“aku hanya bahagia minra..” ujar jinki

“minra ah..kau mau kan berjanji padaku?”

“apa?”

“berjanjilah terus hidup bahagia dan jangan mudah menangis..ara?”

“ne oppa”

“uhuk uhuk..” jinki terbatuk dan melepaskan pelukannya..ia menutup mulut dng telapak tangan nya..

“darah” lirih jinki saat tau telapak tangan nya terdapat darah..

“kau bilang sesuatu,oppa..?” tanya minra

“uhm..anniya..aku harus pergi minra..selamat tinggal” jinki berlari keluar rumah minra..

“selamat tinggal?seharusnya kan sampai jumpa.”

 

————————-

 

PARK MINRA POV

 

Setelah beberapa hari menunggu,ini saatnya dokter membuka perban di mataku..Aku sangat gugup saat ini,.

“sekarang buka matamu,minra ssi” aku membuka mataku perlahan sesuai perintah dokter..masih kabur..aku melihat seorang wanita dan pria yg berdiri di samping kanan ku,yg kuyakini mereka adalah orang tua ku..dan aku juga melihat pria di samping kiriku,kurasa itu dokter karena pakaian nya putih putih..aku juga melihat seorang namja yg berdiri di depan pintu..apa itu jinki oppa?

aku mengerjapkan mataku berulang kali dan mataku bisa melihat!!aku bisa melihat!!

“umma..appa..aku bisa melihat!!” ujarku bahagia

“jinja?ah..syukurlah” umma memelukku erat,aku kembali melihat di depan pintu,dan tidak ada siapapun di situ..tapi aku sangat yakin ada seorang namja tadi..

“umma,apa yang berdiri di depan pintu tadi,jinki oppa?”

“mwo?” umma menunjukkan ekspresi terkejut..

 

“Jinki?dia tidak bisa hadir di sini,nak” jawab appa

“jadi..jinki tidak datang?”

“ne” aku sedikit kecewa,karena selain orang tua ku,aku juga ingin melihat jinki..

 

————————-

 

aku memejamkan mataku sambil menekan tuts tuts piano..ini sudah seminggu aku bisa melihat lagi,namun seminggu ini tidak ada kabar sedikitpun soalnya..aku ingin melihat sosok namja yang telah merebut hatiku itu..sangat ingin..

 

AUTHOR POV

 

Ayah minra sangat prihatin melihat keadaan putrinya yang menunjukkan expresi kesedihan karena tidak bisa melihat jinki..mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakan semuanya..

“minra..”

“appa..kenapa jinki tidak kunjung datang?kemana dia?appa tau rumahnya kan?aku ingin kesana appa”

“jinki tidak akan pernah datang minra,”

“maksud appa?”

 

-FLASHBACK-

Sehari sebelum jinki menemui minra..jinki meminta appa minra untuk menemuinya di rumah sakit..Appa minra sangat prihatin melihat keadaan jinki yang sekarat..

“ahjussi..”

“ada apa jinki..”

“aku tidak akan hidup lebih lama lagi..”

“apa maksudmu jinki ssi?”

“saya mohon..jangan beritahu minra dng penyakit saya ini..saya ingin minra bahagia walaupun tanpa saya…”

“…saat saya pergi nanti,saya ingin memberikan mata ini untuk minra..beritau minra,dia pasti sangat bahagia..”

“kau yakin?” jinki mengangguk lemah..

 

FLASHBACK END

 

Minra langsung menangis saat itu juga..ia tidak percaya kalau jinki selama ini menyembunyikan penyakitnya,.

“jinki meninggal sehari sebelum kau operasi..dan mata itu miliknya minra” minra histeris,tidak tau dia bagaimana lagi..

“tidak..itu tidak benar!! jinki masih hidup..katakan ia masih hidup!!” minra semakin menjadi jadi,air matanya terus mengalir,ia tidak bisa menerima kenyataan

‘bruk’ minra pingsan..

 

 

Suasana pemakaman siang ini tampak sepi..3 hari setelah minra mengetahui jinki telah tiada,ia memberanikan diri datang ke tempat ini dng membawa karangan bunga..matanya terlihat sangat bengkak karena selama 3 hari ini ia terus menangis..setelah mencari cari,akhirnya ia menemukan sebuah batu nisan bertuliskan nama seseorang yg begitu ia kenal..Matanya kembali mengeluarkan buliran2 air..Hatinya sangat sakit saat harus menerima kenyataan yg begitu pahit..sesaat kemudian,hujan turun membasahi pemakaman itu,seakan ikut bersedih dng minra yang kehilangan jinki..

 

MINRA POV

 

Setelah mengunjungi jinki oppa..aku menuju kerumah jinki oppa..aku harus berterimakasih pada umma jinki karena telah memberikan matanya padaku..

 

Seorang wanita paruh baya membuka pintu untukku..ia melihatku dari atas ke bawah..aku yakin itu pasti umma jinki..

“ahjumma..” ujarku dng suara bergetar

“kau,park minra?” tanya beliau..aku mengangguk lalu memeluk tubuh umma jinki..

“jinki oppa ahjumma..jinki..” aku menangis untuk kesekian kalinya,tak tau harus berkata apa lagi..

“uljima..jinki sudah tenang di sana.dia pasti akan sedih jika melihat mu seperti ini..masuklah dulu minra,tenangkan dirimu dulu..”

 

Aku membuka pintu sebuah kamar..seluruh dinding kamar ini ber cat hijau..yah,ini kamar nya,kamar namjachinguku,jinki..aku menutup mataku,menghirup sisa sisa parfum jinki yg tertinggal..air mataku terjatuh lagi saat melihat meja jinki,di situ ada beberapa foto ku yang terpajang..jadi,selama ini jinki mengambil fotoku diam diam..?di sebelah fotoku juga ada foto seorang namja yang sangat tampan dan bermata sipit..jadi dia jinki?kurasa begitu..dia sangat tampan..andai saja sekarang ia berada di sisiku..

di samping foto kami,ada sepucuk surat..dan surat itu di tujukan untukku..

 

 

 

Untuk matahari yang selalu menyinari hatiku,

 

anyeong,jagiya?

apa kabar?

kau baik2 saja bukan?

kurasa begitu,,

jagi,mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak berada di sisimu lagi..

minra-ah..taukah kau bahwa aku sangat mencintaimu?mungkin kau tidak pernah melihatku,namun kau bisa merasakan nya bukan?

 

oh ya..apa kau penasaran dng apa yang kulakukan saat menemuimu terakhir kali?

aku mencium bibirmu!!

setelah kucium wajahmu tampak polos sekali seperti seperti anak kecil yang tidak tau apa2,kekeke..

 

jagiya..bolehkan aku meminta 3 hal darimu?boleh ya??

pertama,semenjak kepergian appa ku,aku hanya tinggal dng umma..dan sekarang umma pasti kesepian setelah aku pergi..kau mau kan menjaga beliau untuk ku?buatlah beliau selalu tersenyum 🙂

 

kedua,hiduplah bahagia minra..carilah namja yang bisa menjagamu dng baik..tapi aku yakin,kau tidak akan bisa mencari yang lebih tampan dari aku..wkwk..

kau harus memulai hidupmu yang baru ini dng senyuman,jangan bersedih terus..hah?memang kau sedih atas kepergianku?PD sekali aku ini..

 

ketiga,kau ingat kan siapa yang memberi penglihatan padamu?naega!!walau bagaimanapun itu tetap mataku..kau tidak boleh menggunakan mata itu untuk menangis lagi,ara?kalau nekad,awas saja!!

 

baiklah..aku lelah menulis sebanyak ini..

sudah dulu ya chagi..aku berharap suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi..saranghae!!

 

Yang selalu mencintaimu,

Lee Jinki..

 

Butiran air mataku jatuh lagi di atas surat yg di tuliskan jinki oppa untukku.. aku mencintaimu oppa,,jeongmal saranghae,,walaupun kita tidak pernah bertemu sebelumnya..

 

 

 

Tangan gemetar

Kenangan cinta datang kembali padaku dingin

sekarang, aku tidak ingin menyangkal kamu lagi

tapi aku tahu bahwa tak peduli seberapa dekat kita

aku tahu bahwa aku tidak bisa mencintai kamu

aku tidak bisa memikirkan kamu

menunggu kamu sangatlah sulit

aku tidak bisa mempertahankan ini sudah

cinta ini tidak dapat dipenuhi

 

Nama yang ku cinta

sebelum telah menjadi lebih dan lebih jauh seperti aku menyebutnya

sekarang, aku menulis namamu

dan aku ingin menyimpannya dalam hatiku

 

aku tidak bisa mencintai orang lain selain kamu

aku menyadari itu sekarang

bahkan cinta yang tidak tercapai

masih dikenal sebagai cinta ….

 

saat sendiri, aku tidak bisa menangani perasaan cinta yang datang kepadaku

aku tidak bisa bahkan memulai ini

aku hanya bisa merindukanmu

dan membuatmu tetap dalam hatiku

kamu hanya aroma yang tersisa di sudut hatiku yang dingin

 

ribuan kali aku ingat

saat pertama ketika kamu berjalan ke arahku

pergi mengambil sudut hatiku bersamamu

 

(THE NAME I LOVED by Onew..Indonesian translate)

 

 

THEND

 

KEEP RCL!!!

*Author males nulis XD

Advertisements

2 thoughts on “LOVE is BLIND

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s